Jumat, 17 Juni 2011

Reminder Cum Date Dividen RALS, EKAD, MLBI,INTP dan Cum Date Saham Bonus EKAD 17/06/2011

Hari ini 17 June 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

RALS

RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp30.- per saham

2.

EKAD

EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk

Saham Bonus Rasio Setiap 4 Saham yang dimiliki dapat 1 Saham Bonus (4:1)

3.

EKAD

EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp8.- per saham

4.

MLBI

MULTI BINTANG INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp21,279.-.- per saham

5.

INTP

INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp263.- per saham

Fatwa Saham Belum Ampuh Gaet Investor Muslim

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Fatwa MUI terkait mekanisme perdagangan saham sesuai syariah dinilai tak bisa diharapkan instan membentuk segmen baru investor. Efeknya diperkirakan baru terasa 3-5 tahun lagi.

Head of Research Division PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait mekanisme perdagangan saham dan penentuan saham-saham kategori syariah tidak terlalu besar pengaruhnya pada animo masyarakat terutama kalangan muslim untuk berinvestasi saham.

Memang menurutnya, untuk jangka pendek, fatwa itu membuat orang tertarik pada kelompok saham-saham syariah. Tapi, fatwa itu tidak bisa diharapkan membuat orang atau Muslim tradisional membeli saham. “Animo semacam itu, baru akan terasa terjadi 3-5 tahun ke depan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (16/6).

Dia menjelaskan, Muslim tradisional di pedesaan yang memiliki uang banyak karena memiki kebun tembakau, kelapa sawit tidak bisa diharapkan langsung terjun ke saham setelah fatwa itu dikeluarkan. “Tapi, fatwa itu paling tidak bisa mengedukasi saham ke masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.

Untuk membuka segmen baru, yakni kalangan Muslim tradisional, lanjut Satrio, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) atau sekuritas bisa melakukan sosialisasi ke pesantren. “Tapi, jika berharap dengan fatwa itu orang jadi masuk ke saham ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), itu tidak bisa instan,” ucapnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, kapitalisasi saham syariah (ISSI) mencapai 42% dari total kapitalisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Tapi, itu bukan karena faktor fatwa halal MUI itu. Itu karena memang kapitalisasinya sebesar itu,” tandasnya.

Lalu, dari sisi likuiditas, saham syariah juga sedikit bermasalah. Sebab, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tidak mencantumkan aspek likuiditas dalam menentukan kriteria saham-saham yang masuk dalam kategori syariah.

Akibatnya, saham-saham yang likuiditasnya tidak terlalu bagus, juga masuk ke ISSI. Padahal, dia melihat, orang yang masuk ke saham dengan tujuan syariah lebih ke arah investasi bukan trading jangka pendek. “Investor sendiri harus yakin bahwa kondisi fundamental emiten cukup bagus dan likuiditasnya cukup,” ujarnya.

Satrio menyayangkan ISSI yang berbeda dengan Jakarta Islamic Index (JII) yang masih mementingkan aspek likuiditas. Karena itu, kalaupun segmen investor baru terbentuk dari kalangan Muslim tradisional ke bursa saham, menurutnya, tidak bisa langsung terjun bertransaksi. “Jika mereka terjun langsung dengan saham syariah yang likuiditasnya rendah justru berbahaya,” tukasnya. Satrio mengingatkan, likuiditas merupakan aspek penting dalam transaksi saham.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan, hingga akhir Mei 2011, nilai kapitalisasi ISSI sudah mencapai Rp1.639 triliun atau 42% dari nilai kapitalisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebesar Rp3.341 triliun.

Seperti diketahui , BEI bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan fatwa Mekanisme Syariah Perdagangan Saham dan ISSI. Fatwa Nomor 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek telah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Utama Indonesia (DSN-MUI) pada 8 Maret 2011. [mdr]

Asing 'Net Buy', IHSG Jumat Pagi Menguat 0,3%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (17/6) pagi dibuka naik 12,30 poin atau 0,3% ke 3.752,77. Volume perdagangan mencapai 164,4 juta saham senilai Rp156,3 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 56 saham naik, 25 saham turun dan 69 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp14,8 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp53,1 miliar dan penjualan asing sebesar Rp38,3 miliar.

Sedangkan dini hari tadi, Bursa Wall Street berakhir mixed, dengan Dow Jones ditutup menguat 64,25 poin (0,54%) ke level 11.961,52. S&P 500 juga menguat 2,22 poin (0,18%) ke level 1.267,64, namun Nasdaq melemah 7,76 poin (0,29%) ke level 2.623,70. Kenaikan Dow Jones terjadi seiring dengan adanya perbaikan dari data properti dan tenaga kerja.

BEI Suspensi Perdagangan Saham SAIP

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham PT Surabaya Agung Industry Pulp Tbk (SAIP) dengan lonjakan saham hingga 134,62% senilai Rp175 per lembar.

Demikian dikutip dari keterangan resmi BEI, Jumat (17/6). Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Pjs. Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy terjadi peningkatan kumulatif sekitar Rp175, atau Rp134,62%, yaitu dari harga penutupan Rp130 pada 21 Januari 2011 menjadi Rp305 pada 16 Juni.

Penghentian ini dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.

ADHI Raih Kontrak Baru Senilai Rp1,5 Triiun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah membukukan kontrak baru senilai Rp3 triliun hingga akhir Mei 2011. Sementara di bulan April-Mei, perseroan berhasil membukukan kontrak baru Rp1,5 triliun. Saham ADHI masih di area beli.

Demikian dikutip dari hasil riset Samuel Sekuritas, Jumat (17/6). Tahun ini perseroan menargetkan total kontrak senilai Rp19 triliun dengan Rp12,5 triliun diantaranya adalah kontrak baru. Perseroan akan lebih fokus pada proyek-proyek EPC dengan target porsi sekitar 20% di tahun ini. Perseroan juga telah menetapkan pembagian deviden senilai Rp32,35/saham sehingga yield dividen 4,3% atau setara 30% dari laba bersih perseroan di tahun 2010.

Bapepam bahas harga IPO lewat lelang

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berencana merevisi aturan pelaksanaan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Satu ketentuan yang akan diubah adalah metode pembentukan harga saham IPO dari semula bookbuilding (penawaran awal) menjadi skema lelang. "Ya, itu sedang kami kaji, belum bisa berbicara banyak," ujar Ketua Bapepam-LK, Nurhaida, belum lama ini.

Masukan tersebut muncul dari sejumlah pihak, termasuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Dengan lelang, harga lebih fair, kalau bookbuilding butuh waktu lama dan mucul kecurigaan," ungkap Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, Selasa (14/6) lalu.

Mustafa menjelaskan, usulan mengenai perubahan metode penentuan harga IPO muncul dalam sebuah forum diskusi yang diikuti perusahaan BUMN dan swasta beberapa waktu lalu.

Dalam IPO, masa bookbuilding biasanya berlangsung selama sepekan. Kemudian, calon emiten mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK dan berlanjut ke penawaran saham IPO selama tiga hari. Selanjutnya penjatahan satu hari, pengembalian uang pemesanan (refund) satu hari, sebelum saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Penyerapan saham

Dalam bookbuilding, penjamin pelaksana emisi sudah memberi kisaran harga saham IPO, tapi harga pastinya disampaikan setelah bookbuilding. Sedangkan dalam mekanisme lelang, penentuan harga pasti terjadi di saat lelang. Namun, Mustafa mengaku belum tahu pasti mekanisme detailnya, karena hal itu masih dalam pembahasan.

Selain itu, khusus perusahaan BUMN, Mustafa meminta agar penunjukkan penjamin emisi tidak perlu mengantongi izin menteri, tapi cukup jajaran direksi BUMN yang bersangkutan. "Kami minta itu untuk didiskusikan oleh Bapepam-LK," jelas dia.

Pembahasan lainnya adalah mengenai saham IPO yang tidak habis diserap investor. Menurut Mustafa, ada sejumlah opsi. Aturan yang kini berlaku, jika saham tak laku, penjamin emisi yang membeli. Opsi yang akan dibahas, saham yang tidak terserap bisa dikembalikan ke emiten.

Nurhaida bilang, ketentuan penyerapan saham IPO sejatinya sudah ada dalam Undang-Undang Pasar Modal. Ada dua pilihan, full commitment atau best efforts. Jika full commitment, penjamin emisi wajib menyerap sisa saham yang tidak terjual. Sedangkan best efforts, saham IPO yang tak terserap pasar tidak perlu dikeluarkan alias tidak jadi dijual ke publik.

Namun, ada beberapa kondisi yang diperhatikan Bapepam-LK. "Seandainya penggunaan dana IPO untuk membangun pabrik, kami sampaikan kepada underwriter untuk full comitment," jelas Nurhaida. Apabila merasa tidak sanggup full commitment, penjamin emisi bisa membentuk sindikasi.

Pejabat salah satu sekuritas yang enggan disebutkan namanya, menilai, tak masalah apabila harga IPO ditentukan lewat lelang, asalkan disertai best efforts. "Tapi jika dengan best efforts, dikhawatirkan tak akan ada perusahaan yang mau IPO," ujar dia.

RIGHT ISSUE PT. Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)

Berikut kami informasikan Jadwal Kegiatan HMETD / RIGHT ISSUE PT. Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)

No.

Kegiatan

Tanggal

1

Tanggal Perdagangan memuat HMETD/Right (Cum Date)

20 Juni 2011

2

Tanggal Perdagangan tidak memuat HMETD/Right ( Ex Date )

21 Juni 2011

3

Tanggal Penentuan yang berhak dapat HMETD/Right ( Rec Date )

23 Juni 2011

4

Tanggal Distribusi HMETD/Right

24 Juni2011

5

Tanggal Perdagangan & Pelaksanaan Right

27 Juni - 04 Juli 2011

6

Rasio Right (HMETD) adalah 500 :100

Setiap 500 Saham lama yang dimiliki dapat 100Right

7

Harga Tebus/Pelaksanaan Right menjadi Saham Baru

Rp 900.- per saham


* HMETD adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

IHSG Diprediksi masih akan Melemah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Dengan volume yang tipis dan level penutupan pada perdagangan kemarin. Ketidakpastian bailout Yunani dan QE menjadi sentimen negatif bagi indeks.

Menurut analis independen, Stefanus Mulyani Handoko, secara TA, penurunan indeks kemaren mengkonfirmasikan akan terjadinya penurunan lebih lanjut. Indikator RSI menukik lagi kebawah, dengan melanjutkan trend penurunannya. Sedangkan MACD melanjutkan penurunannya, bersiap menembus ke bawah centreline, dengan histogram bar merah mulai muncul kembali. Volume transaksi cenderung tipis, di bawah VMA 20 hariannya.

"Jika hari ini IHSG dibuka dan melanjutkan penurunannya dengan menembus level 3.720, maka indeks akan menguji support 3.700. Namun jika indeks mampu naik dan bertahan di level 3.754, maka indeks akan menguji resisten 3.765, dengan resisten berikutnya diperkirakan berada di level 3.775."

Sedangkan dini hari tadi, Bursa Wall Street berakhir mixed, dengan Dow Jones ditutup menguat 64,25 poin (0,54%) ke level 11.961,52. S&P 500 juga menguat 2,22 poin (0,18%) ke level 1.267,64, namun Nasdaq melemah 7,76 poin (0,29%) ke level 2.623,70. Kenaikan Dow Jones terjadi seiring dengan adanya perbaikan dari data properti dan tenaga kerja.

Setelah mengalami pullback selama 2 hari, IHSG melanjutkan penurunannya akibat sentimen negatif dari penurunan Bursa Global. Ketidakpastian bailout atas utang Yunani dan ancaman Moody’s yang akan mendowngrade bank-bank besar Perancis, serta belum jelasnya kelanjutan dari program Quantitative Easing untuk menstimulus ekonomi AS, menjadi sentimen negatif bagi Bursa Global yang juga mempengaruhi IHSG.

Kamis kemarin IHSG dibuka langsung turun, dan bergerak di zona merah sepanjang perdagangan. IHSG ditutup jatuh 53,780 poin (1,42%) ke level 3.740,471, total transaksi senilai Rp4,235 triliun, foreign mencatatkan net sell Rp166 miliar dan rupiah ditutup turun ke Rp8.593/US$.

Saham yang direkomendasikan saham KLBF dengan support 3.300-3.250-3.225 dan resisten di 3.350-3.400-3.450. Stop loss jika break down 3.225, karena berpeluang menuju 2.925, dengan target terdekat di 3.150. Volume transaksi sedikit mengalami penurunan dan berada dibawah VMA 20 hariannya. Jika hari ini mampu bertahan di 3.300, berpeluang menuju level 3.400-3.450, namun jika tidak mampu bertahan, ada baiknya menunggu di support kuatnya saat ini, yaitu di level 3.225.

Salah lainnya adalah BLTA dengan support di 310-300 dan resisten di 325-330-340. Volume transaksi pada saat penurunan kemaren juga naik signifikan. Walaupun masih dalam trend yang negatif, tapi perlu dicermati adanya 2 support kuat di level 300, yaitu support uptrend jangka panjangnya dan support psikologis. Spekulasi buy di 300, dengan target menutup gap di 330 dengan peluang profit 10%, stop loss jika break down 300, karena akan menuju target 265.

Ayo Pilih-pilih Saham Grup Bakrie

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham-saham grup Bakrie, Jumat (17/6) diprediksi masih mengalami tekanan jual seiring koreksi tajam bursa regional. Akumulasi akan terjadi, jika pelemahan bursa luar melambat.

Pada perdagangan Kamis (16/6) saham-saham grup Bakrie mengalami rata-rata pelemahan 3% (lebih tepatnya 2,95%). Saham PT Darma Henwa (DEWA) mengalami pelemahan paling besar 4,76% (Rp5) ke level Rp100, disusul PT Bakrieland Development (ELTY), 4,66% (Rp7) ke level Rp143 dan di urutan ketiga PT Bumi Resources (BUMI) sebesar 4,58% (Rp150) ke level Rp3.125.

Lalu, PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) sebesar 3,44% (Rp15) ke posisi Rp420; PT Energi Mega Persada (ENRG) sebesar 2,07% ke level Rp189; PT Bakrie and Brothers (BNBR) 1,40% (Rp1) ke level Rp70; PT Bakrie Telecom (BTEL) 1,38% (Rp5) ke Rp143; dan PT Bumi Resources Minerlas (BRMS) sebesar 1,31% (Rp10) ke posisi Rp750.

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ), masih dibayangi kekhawatiran koreksi bursa regional-global. Penurunan bursa Dow Jones akan berpengaruh negatif pada indeks Nikkei, Hang Seng dan IHSG.

Menurut Aji, market masih akan diwarnai profit taking karena pasar berpikir masih ada pembelinya. “Pelaku pasar lebih cenderung memegang cash daripada memegang saham termasuk pada saham-saham grup Bakrie,” katanya kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (16/6) malam.

Tapi, dengan rata-rata koreksi 3%, pada perdagangan kemarin, saham-saham di grup ini sangat menarik. Menurutnya, saham ENRG yang tertingginya di level Rp215 dan saat ini berada di bawah Rp190, sangat terbuka peluang diakumulasi.

Begitu juga dengan saham BUMI yang tembus level support Rp3.275. Bahkan, saat ini sudah berada di level Rp3.125. “Kondisi itu, memberikan ruang menarik bagi investor yang belum memiliki saham sejuta umat pada perdagangan Jumat (17/6) ini untuk mengakumulasi,” paparnya.

Lalu, ELTY yang pernah mencapai level tertingginya Rp188 dan sekarang di level Rp140-an sangat menarik. BTEL di level Rp355 juga menarik. BNBR di bawah level Rp70 cukup menarik untuk mulai akumulasi. BRMS juga menarik karena volume transaksi yang masih cukup kuat.

Demikian pula UNSP sangat menarik di level Rp420. Sebab, produk emiten ini adalah Crude Palm Oil (CPO). Level tersebut masih bertahan dan murah. Saham ini, seharusnya sudah berada di level Rp500. Sementara PT Tunas Baru Lampung (TBLA) saja sudah berada di atas Rp500. “Untuk jangka panjang, UNSP berpotensi mencapai Rp600 per saham,” timpalnya.

Namun demikian, Aji kembali mengingatkan, agar investor wait and see melakukan pembelian di level-level support tersebut. Sebab, momentum hari ini adalah akhir pekan. “Patokan market adalah pergerakan Dow Jones yang berpengaruh pada laju regional Asia termasuk Indonesia,” tandasnya.

Menurutnya, investor harus bersabar memastikan batas support dalam mengambil keputusan akumulasi saham termasuk di grup Bakrie. “Kemungkinan tekanan jual akan terjadi akibat reaksi indeks yang berlebih. Investor akan melakukan aksi lepas saham termasuk juga di grup Bakrie,” ungkapnya.

Kecuali, lanjutnya, jika penurunan bursa regional sudah melambat dan ‘sopan’, akumulasi akan terjadi di saham-saham grup Bakrie ini untuk jangka pendek. Sebab, setelah melemah tajam, berpeluang naik sehingga dengan capital gain sangat besar. “Apalagi, saham-saham di grup Bakrie sangat spekulatif,” timpalnya.

Tapi, lagi-lagi dia mengingatkan, jika market regional tidak mendukung, saham-saham Bakrie8 ini bakal ‘babak belur’. “Tapi, jika bursa regional menguat, indeks domestik pun akan ijo royo-royo. Tren pergerakan bursa regional akan berpengaruh di market. Saham grup Bakrie pun terkontaminasi,” imbuhnya.[mdr]

Pertama dalam tiga hari, bursa Asia dibuka melaju

Pertama dalam tiga hari, bursa Asia dibuka melaju
SYDNEY. Mayoritas saham di bursa Asia pagi ini dibuka melesat. Dengan demikian, ini merupakan kenaikan pertama bursa di kawasan regional dalam tiga hari terakhir.

Pada pukul 09.28 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 130,05. Kendati begitu, indeks acuan Asia masih bergerak menuju penurunan mingguan terbesar dalam tujuh tahun terakhir.

Beberapa saham yang pergerakannya mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: James Hardie Industries SE yang naik 1,1% di Sydney, Toyota Motor Corp yang naik 0,5% di Tokyo, dan DeNa Co yang melejit 5,4% di Tokyo.

"Tren pergerakan bursa saat ini memang menunggu data pengajuan klaim pengangguran AS yang merupakan indikator pemulihan bagi AS. Permintaan dari AS banyak menyokong tingkat ekspor Asia. Pemulihan ekonomi AS akan turut menyokong perekonomian negara-negara yang berhubungan dengan AS," papar Angus Gluskie dari White Funds Management Pty di Sydney.

Data ekonomi AS bikin bursa Jepang fluktuatif

Data ekonomi AS bikin bursa Jepang fluktuatif
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang bergerak fluktuatif pagi ini. Naik turunnya bursa Negeri Sakura terjadi setelah data pengajuan klaim pengangguran AS mengalami penurunan dan penjualan rumah mulai mengalami peningkatan.

Pada pukul 09.42 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average tak banyak berubah di posisi 9.411,29. Sebelumnya, bursa Jepang sempat keluar masuk zona hijau setidaknya delapan kali. Sedangkan indeks Topix turun 0,2% menjadi 810,52.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang diantaranya: Nissan Motor Co yang naik 1%, Advantest Corp naik 1%, sementara Tokyo Electric Power co turun 1,9%.

"Tren pergerakan bursa saat ini memang menunggu data pengajuan klaim pengangguran AS yang merupakan indikator pemulihan bagi AS. Permintaan dari AS banyak menyokong tingkat ekspor Asia. Pemulihan ekonomi AS akan turut menyokong perekonomian negara-negara yang berhubungan dengan AS," papar Angus Gluskie dari White Funds Management Pty di Sydney.

Bisnis pembiayaan lesu, laba BDMN tumbuh pelan

Bisnis pembiayaan lesu, laba BDMN tumbuh pelan
JAKARTA. Bisnis multifinance memainkan peran yang besar dalam kinerja PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Bank yang porsi kepemilikan mayoritas dipegang Temasek itu, hanya mampu menikmati pertumbuhan laba bersih single digit di kuartal pertama. Laba bersih PT Bank Danamon Tbk (BDMN) di kuartal pertama hanya bisa tumbuh single digit sebesar 9% menjadi Rp 763 miliar. Laba tidak bisa tumbuh tinggi karena margin anak usaha yang menjadi kontributor terbesar BDMN, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menyusut.

Penyebabnya adalah penurunan margin anak usahanya, PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) yang bergerak di bisnis pembiayaan.

Berdasarkan catatan AG Pahlevi, Analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, ADMF yang focus ke pembiayaan kendaraan bermotor, menyumbanghingga 80% untuk kredit mass market BDMN. Mass market sendiri mengisi hingga 58% portofolio kredit BDMN. Singkatnya, "Kinerja BDMN ditentukan ADMF," kata Pahlevi, Kamis (16/6).

Pahlevi menilai Adira masih punya pasar luas setelah muncul rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan inflasi rendah.

Adira menargetkan nilai pembiayaan di akhir 2011 sebesar Rp 29 triliun, meningkat 15% daripada outstanding di akhir 2010. Sampai akhir kuartal pertama tahun ini, kredit Adira Rp 7,1 triliun.

Robby Hafil, Analis Sucorinvest Central Gani menulis dalam risetnya, pertumbuhan kredit Adira year on year di akhir kuartal pertama mencapai 60%. Sedang total kredit BDMN tumbuh 33,4%.Pahlevi menilai pasar ADMF masih menarik dan dapat terus mendongkrak kinerja BDMN.sangat menarik. WAlasannya, wacana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan inflasi rendah bisa membuat kredit sepeda motor berlari kencang. Hingga 66% outstanding kredit ADMF di kuartal pertama berasal dari sepeda motor.

ADMF menargetkan menyalurkan kredit Rp 29 triliun tahun ini, atau meningkat 15% di atas tahun lalu. Sampai dengan kuartal pertama, penyaluran kredit sudah tercatat Rp 7,1 triliun.

Namun, margin ADMF tergerus dari 41% menjadi 35% karena ketatnya kompetisi bisnis pembiayaan kendaraan bermotor. Selain itu, kredit bermasalahalias non-performing loan (NPL) meningkat 40 basis poin menjadi 1,3%.

Syaiful Adrian, Analis Ciptadana Securities mencatat, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BDMN di akhir kuartal pertama relatif rendah, 14,7%. Lalu loan to deposit ratio (LDR) sampai 95%. "CAR yang terbatas dan LDR yang tinggi membatasi gerak bank untuk mempertinggi pendapatan bunganya," kata Syaiful.Pendapat serupa juga disampaikan analis Ciptadana Securities Syaiful Adrian. DiaSyaiful mencatat, capital adequacy ratio (CAR) BDMN di kuartal pertama relatif rendah, sebesar 14,7%. Di sisi lain, loan to deposit ratio (LDR) sudah mencapai 95%. "CAR yang terbatas dan LDR yang tinggi membatasi gerak bank untuk mempertinggi pendapatan bunganya," kata Syaiful.

Untuk mempertahankan CAR, BDMN telah melakukan upaya menurunkan dividen payout ratio dari 53% menjadi 35%. Syaiful memperkirakan CAR akan menyusut menjadi 13,1% di akhir tahun.

Bunga tertekan

Untuk mempertahankan CAR, BDMN telah menurunkan dividen payout ratio dari 53% menjadi 35%. Syaiful meramal, CAR bank susut 13,1% per akhir 2011.

Pahlevi memprediksi, pertumbuhan kredit tahun ini tidak istimewa, hanya 19%, terutama dari bisnis konsumen. Dia menganggap, bunga kredit mikro BDMN sulit menyaingi pemain lain. Menurut Pahlevi, BDMN juga sulit bersaing di tengah banyaknya pemain baru di kredit mikro karena bunga kurang . "Bunga yang ditawarkan belum kompetitif.," kata dia.

Sekadar catatan, segmen mass market mengalami pertumbuhan tertinggi di antara segmen kredit BDMN lain di kuartal pertama, mencapai 45%. Segmen korporasi dan usaha mikro masing-masing tumbuh 30% dan 20%. Ritel malah merosot 21%.

Pahlevi dan Syaiful sama-sama merekomendasi hold untuk BDMN. Target harga Pahlevi Rp 6.700, mencerminkan price to book value (PBV) 2011 sebesar 2,7 kali. Dia menghitung,saham BDMN saat ini diperdagangkan dengan PBV 2,5 kali, lebih rendah daripada saham di industri sejenis 3 kali.

Syaiful mematok target harga Rp 5.500, mencerminkan price to earning ratio (PER) dan PBV 2011 masing-masing 16,1 kali dan 2,5 kali. " Sementara Robby menganggap saham BDMN layak mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp 6.200 per saham. Nilai tersebut mencerminkan PBV 2011-2012 berkisar 3,1 kali-2,7 kali.

Pada Kamis (16/5), harga BDMN melemah 1,67% menjadi Rp 5.900 per saham.

eTrading: Saham ASII dan BBNI layak dilirik

eTrading: Saham ASII dan BBNI layak dilirik
JAKARTA. Pada perdagangan Kamis (16/6), indeks Dow Jones ditutup naik 64 point (0,54%) ke level 11.961,52. Kenaikan tersebut menyusul keluarnya data-data ekonomi penjualan rumah dan jobless claims yang tercatat lebih baik dari estimasi semula.

Sedangkan IHSG kemarin (16/6) ditutup turun 53 point (-1,42%) ke level 3.740 dengan asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 186,8 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain BBRI, BMRI, TLKM, PTBA, dan BUMI.

"Secara teknikal, IHSG bergerak melemah dengan break dari garis support MA60. Sementara, indikator stochastic dan RSI kembali bergerak downtrend mencoba memasuki area oversold," jelas Kepala Riset eTrading Betrand Reynaldi. Dia menambahkan, investor harus mewaspadai apabila IHSG tidak berhasil kembali naik di atas garis MA60.

Pada perdagangan hari ini (17/6), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3.697–3.776 dengan kecenderungan melemah. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII dan BBNI.

Indosurya: Buy on weakness untuk saham yang telah terdiskon

Indosurya: Buy on weakness untuk saham yang telah terdiskon
JAKARTA. Indosurya Asset Management dalam hasil risetnya meramal, pada perdagangan Jumat (17/6), diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.678-3.700 dan resistance 3.783-3.824.

Secara teknikal, candle IHSG mengkonfirmasi pelemahan setelah terbentuknya candle shooting star. Selain itu, pelemahan kemarin kembali membawa IHSG menyentuh lower bollinger band yang menandakan IHSG telah mengalami oversold.

MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's%R, dan Stochastic kembali menyentuh area oversold.

"Secara teknikal, IHSG yang kembali menyentuh area oversold dimungkinkan mengalami reversal. Diharapkan penguatan pada bursa saham AS bisa membalikkan pelemahan pada IHSG," jelas Managing Research Indosurya Reza Priyambada. Investor bisa cermati saham-saham yang sudah terdiskon untuk buy on weakness.

Saham ANTA ditawar Rp 300

JAKARTA. PT Anta Express Tour and Travel Service Tbk (ANTA) makin mantap mengubah statusnya menjadi perusahaan tertutup, mulai Agustus mendatang.

Manajemen perusahaan ini menjelaskan, ada dua alasan melakukan delisting. Pertama, saham tidak likuid di pasar. "Frekuensi perdagangan dalam sebulan hanya 14 kali," kata Raymond R Setokusumo, Presiden Direktur ANTA, Kamis (16/6). Sedangkan volume perdagangan satu hari hanya sekitar 150.000 saham.

Kedua, ANTA tidak menggunakan pasar modal untuk mencari dana. "Untuk mencari dana di pasar modal harus tunggu waktu yang tepat. Saat ini adalah masanya bisnis tambang," kata Raymond. ANTA merasa tak perlu mencari pendanaan karena memiliki kas internal cukup.

Pembeli saham publik ANTA nantinya adalah PT Trans Lifestyle, yang merupakan satu perusahaan holding Para Group. Akhir Desember 2011, Trans Lifestlye akan memegang 78,37% saham ANTA.

Trans Lifestlye telah menyiapkan dana Rp 37 miliar untuk membeli 21,67% saham atau 123,5 juta saham yang beredar di tangan publik seharga Rp 300 per saham.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan valuasi harga wajar saham yang dinilai oleh penilai independen, Rp 218 per saham. Harga itu juga tiga kali lebih tinggi dibanding harga nominal saham emiten itu, Rp 100 per saham.

Harga tersebut juga lebih tinggi dibanding perhitungan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dua tahun plus keuntungan investasi yang totalnya Rp 287 saham. "Semua persyaratan penentuan harga terpenuhi," kata Raymond.

Manajemen ANTA bilang, rencana delisting telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB kemarin(16/6). Penawaran tender akan dilakukan setelah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK.

Bagi pemegang saham yang tidak mengikuti penawaran tender tetap akan menjadi pemegang saham perusahaan yang sudah tertutup.

Manajemen ANTA bilang, delisting akan menghemat biaya yang selama ini dikeluarkan sebagai perusahaan publik, seperti mengaudit laporan keuangan. Perusahaan ini kurang maksimal dalam memanfaatkan keberadaannya di bursa


Demi status bendera, RIGS jual saham mayoritas

JAKARTA. Asas cabotage untuk kapal penunjang sektor minyak dan gas yang diberlakukan sejak Mei 2011, membuat PT Rigs Tender Tbk (RIGS) memutar otak untuk terus bermain di perairan Indonesia. Demi mendapatkan status kapal berbendera Indonesia, perusahaan itu berniat menjual kepemilikan mayoritasnya kepada investor baru melalui penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Aksi ini ditargetkan tuntas akhir tahun 2011.

Manajemen RIGS menjelaskan,investor baru akan menjadi pemilik saham mayoritas emiten itu setelah semua saham baru terjual. "setelah saham tersebut habis terjual, maka investor baru akan menjadi pemilik saham mayoritas dari RIGS. “ Nantinya 51% saham akan dikuasai pemegang saham yang baru, " kata Christian Khorigin, Sekretaris Perusahaan RIGS, Rabu (15/6).

Tujuan dari penjualan kepemilikan mayoritas tersebut adalah untuk mengatasi aturan cabotage. "Kami akan terus berusaha mengatasi cabotage, " kata Mukhnizam Bin Mahmud, Direktur RIGS.

Sejak 7 Mei 2011, asas cabotage mengharuskan kapal-kapal yang beroperasi di industri penunjang aktivitas eksplorasi migas di perairan Indonesia berbendera negeri ini. Peraturan tersebut mengecualikan kapal-kapal khusus.

Sementara saat ini, 80,54% saham RIGS digenggam investor asing, yaitu Scomi Marine Sercvices Pte Ltd dari Singapura. Sisanya adalah UOB Kay Hian sebesar 9,84%, dan masyarakat sebesar 9,61%.

Saat ini, RIGS memang masih bisa melanjutkan kontrak yang sudah didapatkan. Namun tidak diperbolehkan menambah kapal baru lantaran masih berbendera asing. RIGS mengoperasikan sebelas kapal pendukung eksplorasi lepas pantai, terdiri dari sembilan kapal utility dan duakapal accomodation barges.

Selain itu, RIGS mengoperasikan 39 kapal pengangkut batubara, terdiri dari 25 unit kapal tunda, dan 14 kapal tongkang alias barges.

Sekitar 18,3% kontrak migas RIGS bersifat jangka panjang, lebih dari tiga tahun. Sisanya, berjangka satu hingga tiga tahun, berjangka pendek

Penyewa kapal RIGS di antaranya adalah BP West Java Ltd, CNOOC SES Ltd, Chevron Indonesia Company, Kangean Energy Indonesia Ltd, Total E&P Indonesie, Adaro Indonesia, dan Arutmin Indonesia.

Pergantian pengendali

Manajemen RIGS bilang, saat ini perusahaan masih dalam tahap negosiasi dengancalon standby buyer lokal, yaitu PT Revessel Indonesia. Sebagai pembeli siaga, Revesselakan menampung seluruh saham RIGS yang tidak laku ditawarkan. Namun emiten itu menyatakan, belum tercapai kesepakatan antara RIGS dengan dengan Revessel sejauh ini.

Manajemen RIGS memproyeksikan, sekurang-kurangnya Revessel Indonesia akan menggengam 51% kepemilikan perusahaan itu nantinya. Menurut mereka, Manajemen RIGS memproyeksikan kisaran " harga saham yang ditawarkan tidak akan berbeda jauh dengan harga saham saat ini. "Tidak jauh dari Rp 600 - Rp 700 per saham, " kata Christian.

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, RIGS memang harus mengandalkan standby buyer untuk aksi rights issue tersebut. Menurut dia, saham RIGS tidak begitu atraktif di bursa saham. Indikasinya, rata-rata perdagangan harian RIGS sejak awal Juni hingga saat ini hanya 12.000-13.000 unit saham per hari. "Pemegang saham lama mungkin tidak akan menyerap habis seluruh rights issue dengan jumlah yang mereka rencanakan, " kata dia.

Ada akibat yang harus disiapkan pemegang saham mayoritas RIGS terkini, setelah sebagian sahamnya berpindah tangan. Ia mencontohkan, ada kemungkinan terjadi penggantian manajemen. Pemilik saham baru juga bisa menempatkan wakilnya di kursi dewan direksi.

Selain itu, perolehan laba bersih yang selama ini dinikmati pemilik mayoritas RIGS akan berkurang seiring dengan porsi kepemilikan saham yang terdilusi. "Semua keputusan akan berada di pemegang saham mayoritas, " kata Reza.

TLKM akan Akuisisi Penyedia Jasa Konten

INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, PT Telkomsel akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak pada jasa penyedia konten.

Perseroan melalui anak usahanya ingin menguasai jasa penyedia konten atau conten provider/CP), penyelenggara musik digital, mobile advertising, payment system, maupun media on-line. Rencana Telkomsel ini tinggal menunggu persertujuan Telkom dan Singtel.

Saham TLKM pada perdagangan kemarin ditutup turun Rp150 ke Rp7.100 dengan volume perdagangan 35.709 saham senilai Rp127,6 miliar sebanyak 1.210 kali transaksi.

Saham Bank Angkat Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Australia menguat pada Jumat (17/6), menghapus beberapa kerugian dari sesi sebelumnya, dengan saham finansial menguat, menyusul apresiasi sektor serupa di AS semalam.

Indeks acuan S & P / ASX 200 naik 0,8% menjadi 4.512,70, dengan National Australia Bank Ltd naik 1,1%, Commonwealth Bank of Australia dan Westpac Banking Corp masing-masing naik 1,3%.

Beberapa saham industri juga menguat, dengan BlueScope Steel Ltd naik 3,5% setelah mengalami kerugian signifikan Kamis, dan Brambles Ltd naik 1,1%. [ast]

Rajawali Dikabarkan akan Tambah Porsi di META

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rajawali Group dikabarkan akan menambah saham kepemilikan di PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).

Kabar ini akan dibuktikan dalam RUPS tahunan pada 24 Juni mendatang. Harga saham perseroan diprediksi dapat menuju level Rp300 dalam waktu dekat.

Saham META pada perdagangan kemarin ditutup naik Rp5 ke Rp235 dengan volume perdagangan mencapai 23.190 saham senilai Rp2,5 miliar sebanyak 144 kali transaksi.

Tata Steel Jual Riversdale ke Rio Tinto

Headline
INILAH.COM, Sydney - Tata Steel Ltd India akan menjual 26,27% saham di Riversdale Mining senilai 1,06 miliar dolar Australia (US$ 1,12 miliar) kepada Rio Tinto Ltd.

Perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis (16/6) malam. Rio Tinto, yang akan memegang lebih dari 99% saham Riversdale, menyusul penjualan Tata, berencana untuk mengeluarkan saham tambang batubara ini dari pencatatan bursa.

Dalam pernyataannya, Tata mengatakan tidak ingin memegang saham di Riversdale yang sudah tidak listing, tanpa perjanjian usaha patungan dengan pemegang saham mayoritas Rio Tinto. [ast]

Bursa Voletile, Saham Blue-Chips Jepang Menguat

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Saham unggulan Jepang terpantau menguat tipis di awal perdagangan volatile Jumat (17/6), dengan sumber daya perdagangan rumah setelah mendapatkan muka ringan untuk banyak komoditas.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,1% menjadi 9.417,67 setelah bergerak sideways, sementara indeks Topix diperdagangkan flat di 812,26.

Diantara perusahaan perdagangan utama Jepang, Mitsui & Co naik 0,5%, Mitsubishi Corp naik 0,2% dan Itochu Corp naik 0,1%. Sementara itu, Nissan Motor Co menguat 0,9% setelah laporan bahwa produsen mobil secara signifikan meningkatkan penjualan target. [ast]

Prada Tetapkan Harga IPO HK$39,5

Headline
INILAH.COM, Sydney - Prada SpA telah menetapkan harga untuk penawaran saham umum perdana di bursa Hong Kong di level 39,50 dolar Hong Kong (US$ 5,10) per saham, kisaran terbawah indikatif terbaru.

Demikian menurut laporan media Jumat (17/6). Rumah mode Italia mempersempit kisaran harga pada Kamis kemarin menjadi HK$ 39,50 - HK$ 42,25 per saham, dibandingkan kisaran sebelumnya di HK$ 36,5 - HK$ 48,00 per saham. Perusahaan akan mengumumkan harga akhir Jumat nanti. [ast]

Wall Street Menguat Didukung Faktor Teknikal

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat naik pada penutupan perdagangan saham Kamis (16/6) didukung dari faktor teknikal.

Tetapi ketidakpastian situasi Yunani mencegah investor menaruh dana di pasar saham dan memegang dana tunai. Yunani memberikan sentimen terhadap pelaku pasar, meski para ahli menyatakan tekanan bank Amerika Serikat mungkin kecil terhadap utang Yunani dibandingkan ketakutan pelaku pasar. Tetapi pelaku pasar membutuhkan resolusi terhadap situasi sekarang.

"Utang Yunani masih menjadi headline, dan itu masih terus berlanjut hingga mendapatkan klarifikasi jelas," ujar Head of NYSE Floor Operations for Meridian Equity Partners Jonathan Corpina, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Indeks Dow Jones naik 64,25 poin atau 0,54% ke level 11.961,52. Indeks S&P 500 naik 2,22 poin atau 0,18% ke level 1.267,64. Tetapi indeks Nasdaq turun 7,76 poin atau 0,29% ke level 2.623,70. Indeks S&P 500 turun 7% sejak penutupan perdagangan saham sejak 29 April.

"Kita mendapatkan waktu berakhir pada akhir bulan dan akhir kuartal , kita mendapatkan sentimen negatif. Sentimen dari Yunani, data ekonomi Amerika Serikat, dan minyak, di mana kita mendapatkan badai sedikit. Tetapi kita masih akan melihat kelanjutan volatilitas perdagangan dan volume saham," tambah Corpina.

Komponen Dow Jones American Express Co naik 2,4% ke level US$48,42 menolong kenaikan rata-rata saham blue-chip. Saham Kroger Co naik 4,5% ke level US$23,99 setelah melaporkan keuntungan kuartal lebih tinggi dari yang diharapkan karena biaya terkontrol dan kenaikan penjualan.

Saham Research in Motion turun 15% setelah perusahaan Canada tersebut melaporkan keuntungan kuartal turun dan pendapatan turun dari perkiraan, sehingga membuat perseroan merevisi outlook. Aktifitas pabik di Mid-Atlantic US tidak seperti yang diharapkan pada Juni sebagai tanda pelemahan sektor manufaktur. Laporan lain menunjukkan jumlah pengangguran turun minggu lalu sementara rumah naik pada Mei.

Volume perdagangan saham aktif sekitar 7,78 miliar saham di bursa saham New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq dibandingkan rata-rata harian sekitar 7,58 miliar saham. [cms]

Bakrie & Batu Bara Pilihan Akhir Pekan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Jumat (17/6) berpeluang melanjutkan koreksi. Namun, saham dari grup Bakrie dan sektor batu bara masih bisa jadi pilihan.

Willy Sanjaya, analis pasar modal dari Lautandhana Securities mengatakan, potensi koreksi IHSG hari ini sebenarnya masih terbuka, namun mulai terbatas di level support 3.715. “Kalau tembus, bukan tidak mungkin IHSG akan menguji level selanjutnya di 3.600,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, koreksi IHSG pada perdagangan kemarin dipicu memburuknya sentimen regional dan global. Pasalnya, dilihat dari sisi fundamental dan domestik, sebenarnya tidak ada masalah. Selain merupakan teraman dibandingkan bursa lain di kawasan, Indonesia akan menjadi 6 negara yang menjadi kekuatan baru pada 2025 menurut Bank Dunia.

Di tengah situasi ini, Willy menyarankan investor untuk menerapkan strategi trading harian. Sedangkan untuk jangka panjang, bisa akumulasi beli di beberapa saham.

Salah satunya Bakrie & Brothers (BNBR). Hal ini dipicu laporan keuangan kuartal pertama dengan kerugian mengecil. Ini menimbulkan ekspektqasi, Juni ini laporan keuangan akan positif, karena kuartal dua positifm seiring rencana korporasi melakukan kuasi reorganisasi di paa kuartal tida,”Salah satu syarat kuasi kan, laporan keuangan harus positif,” ujarnya.

Saham lain pilihannya adalah Borneo Energy (BORN), Bumi Resources (BUMI) dan Adaro Energy (ADRO). Ia menilai, sektor batubara menarik, karena cadangan terbesar masih di Indonesia. “Apalagi dolar AS masih dalam kecenderungan tertekan, dengan rencana quantitative easing jilid tiga di AS,”paparnya.

Pada perdagangan Kamis (16/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 53,780 poin (1,42%) ke level 3.740,471. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,294 miliar lembar saham, senilai Rp 4,235 triliun dan frekuensi 92.777 kali.

Sebanyak 33 saham naik, 234 saham turun, dan 59 saham stagnan. Asing mewarnai koreksi bursa sore ini, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp170 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,311 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,141 triliun. [mdr]

Bearish, Rupiah Berpotensi Melemah ke 8.610

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (17/6) diprediksi melemah. Selain faktor akhir pekan, juga akibat minimnya data ekonomi yang bisa jadi pendongkrak.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, potensi pelemahan rupiah akhir pekan ini terutama karena data-data ekonomi yang dirilis akhir pekan ini sangat minim. Karena itu, rupiah akan melanjutkan level bearish-nya.

Menurutnya, jika dilihat dari indikator Moving Average (MA)7 dan MA14, sudah berpotongan yang mengonfirmasi pelemahan rupiah lebih lanjut. "Secara teknikal, rupiah berpotensi melemah ke level 8.600 dan level bawahnya 8.570-8.550 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Kondisi itu, lanjutnya, diperparah dengan indikator stochastic-nya di atas value 70 yang menggambarkan rupiah bisa melemah ke level 8.605-8.610 per dolar AS.

Sementara itu, dari sisi sentimen, rupiah masih terpngaruh negatif oleh ketidakpastian bailout atas Yunani dan kecemasan pasar atas downgrade Moddy's atas bank-bank besar di Perancis. "Sebab, jika terjadi, akan sangat negatif pengaruhnya bagi sektor finansial di seluruh dunia," imbuhnya.

Dalam situasi ini, imbuhnya, investor dunia masih dalam lepas posisi atas mata uang yang berisiko tinggi tapi juga ber-yield tinggi. "Mereka lebih berburu save haven," ucap Daru.

Menurutnya, isu-isu yang berkaitan dengan moneter dan finansial berpengaruh negatif dalam jangka waktu yang lama. "Artinya, dalam dua pekan mendatang, sentimen negatif dari Yunani masih akan mewarnai market," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (16/6) ditutup melemah tajam 40 poin (0,46%) ke level 8.583/8.593 per dolar AS.

Debt switch SUN menyerap Rp 381 miliar

Debt switch SUN menyerap Rp 381 miliar
JAKARTA. Lelang pembelian kembali surat utang negara (SUN) melalui skema debt switch, mendapat respon besar dari pasar. Dalam lelang yang berlangsung Kamis (15/6), investor memasukkan penawaran Rp 552 miliar.

Nilai tersebut lebih tinggi daripada hasil lelang debt switch terakhir. Nilai lelang waktu itu cuma setengahnya. Kali ini, pemerintah menyerap Rp 381 miliar.

Pemerintah membuka peluang penukaran 14 seri obligasi negara yang jatuh tempo di periode 2012-2014. Sebagai alat penukar, pemerintah menawarkan obligasi FR0056 yang jatuh tempo 15 September 2026. Surat utang ini memiliki kupon 8,375% setahun.

Hasilnya, hanya 10 seri obligasi yang masuk. Dari jumlah itu, pemerintah memenangkan enam seri saja. Obligasi seri VR0019 meraup nilai paling banyak yakni Rp 300 miliar. Obligasi FR0026 menyerap Rp 55 miliar, FR0051 menggaet dana Rp 15 miliar, ORI005 terserap Rp 6 miliar, dan FR0017 senilai Rp 4 miliar. Terakhir, seri FR0017 menyerap Rp 1 miliar.

Ariawan, Analis Obligasi BNI Securities, menilai membludaknya penawaran yang masuk dalam debt switch kali ini boleh jadi terpacu dengan murahnya harga penawaran pemerintah. Terutama bila dibandingkan dengan harga di pasar sekunder.

Harga obligasi FR0056 di pasar sekunder saat ini mencapai 102,3-102,4. Pada lelang kemarin, pemerintah menawarkan harga 102,1. Walhasil, pelaku pasar yang semula mengincar obligasi bertenor panjang ini di pasar sekunder, beralih memburunya ke debt switch. "Tidak heran investor banyak yang ikut," ujar dia.

Angky Hendra, Analis Obligasi Batavia Prosperindo Aset Manajemen, berujar senada. Harga obligasi tenor pendek saat ini sudah cukup mahal. Investor banyak yang memilih menukarnya dengan obligasi tenor panjang. "Investor juga memiliki kebutuhan untuk melengkapi portofolio masing-masing," jelas Angky.

Besarnya nilai penyerapan pemerintah, menurut Ariawan, terpicu niat untuk merangsang pasar sekunder agar lebih likuid. Buktinya, seri VR0019 yang terbanyak diserap dalam lelang kemarin. "Seri itu sedang tidak likuid di pasar," tandas dia. Ariawan menilai strategi pemerintah menukar VR0019 dengan FR0056 sudah tepat.

Chandra Asri Tunda Rights Issue

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) Tbk (TPIA) memutuskan untuk menunda pelaksanaan rencana Penawaran Umum Terbatas I (PUT).

Dalam penjelasannya, Perseroan menyampaikan penundaan ini seiring dengan kondisi pasar yang tidak menentu saat ini. Namun perseroan akan terus mempertimbangkan kesempatan yang tepat untuk masuk ke pasar modal. Dengan demikian, rencana penerbitan saham baru melalui PUT I ini tidak akan menjadi agenda RUPSLB perseroan.

Per 31 Maret 2011, CAP memiliki ketersediaan dana sebesar US$126 juta. Perseroan yakin masih memiliki posisi keuangan yang kuat dan perkiraan arus kas dari kegiatan operasional yang bisa digunakan untuk membiayai komitmen atas belanja modal, termasuk untuk pembangunan pabrik ekstraksi baru untuk butadiena dan butene-1.

CAP akan tetap berkomitmen pada strategi pengembangan yang telah disampaikan kepada pasar. CAP memiliki beragam pilihan pendanaan untuk mencapai pertumbuhan dan akan terus fokus untuk meningkatkan kapasitas, memperluas penawaran produk dan akan terus memperoleh marjin dari sektor hilir.

Cipta Selaras Beli 30% Saham MIDI

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Cipta Selaras Agung membeli saham PT Midi Utama Indonesia (MIDI) untuk tujuan investasi.

Dalam penjelasannya ke BEI disampaikan jumlah saham MIDI yang dibeli Cipta Selaras Agung sebanyak 864.705.900 saham dengan harga Rp410 per saham. Pembelian saham MIDI ini dilakukan pada transaksi 13 Juni 2011.

Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan Cipta Selaras Agung di MIDI sebesar 30% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor.

Citigroup: Ketidakpastian memberatkan langkah euro

Citigroup: Ketidakpastian memberatkan langkah euro
NEW YORK. Euro masih akan terus tertekan. Menurut Citigroup Inc, rebound yang terjadi pada euro jika Uni Eropa dan Badan Moneter Internasional (IMF) menyetujui bantuan bailout, hanya akan terbatas dan bersifat sementara.

"Ketidakpastian yang terjadi saat ini akan memberatkan langkah euro," jelas Steven Englander, head of Group of 10 currency strategy Citigroup di New York.

Hari ini, euro menuat 0,2% menjadi US$ 1,4204. Padahal sebelumnya, euro sempat menyentuh posisi US$ 1,4074, yang merupakan level terendah sejak 26 Mei lalu. Kemarin, mata uang bersama 17 negara itu anjlok 1,8%, penurunan terbesar dalam enam minggu terakhir.

Kendati begitu, Englander tidak memberikan secara spesifik seberapa besar euro akan melemah atau menguat. "Dalam jangka pendek, euro masih menghadapi tantangan. Jika euro menguat, penguatannya hanya sementara waktu saja," jelasnya.

Berdasarkan data Bloomberg Correlation-Weighted Currency Indexes, euro sudah mengalami depresiasi sebesar 0,3% dalam seminggu terakhir terhadap sembilan mata uang negara maju. Sementara, dollar sudah menguat 0,8%.

Inilah Rekomendasi Saham Jumat (17/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan saham Jumat (17/6) diprediksi masih akan fluktuatif dan dipengaruhi pasar regional.

Analis Corfina Capital Deni Hamzah memprediksi level support IHSG di 3.740 hari ini masih kuat dengan level resistance di 3.760. "Berita perkembangan bailout utang Yunani dan kemungkinan tertundanya utang baru AS oleh Kongres menjadi sentimen pasar besok (hari ini)," ujarnya Kamis (16/6).

Untuk rekomendasi saham, dia menyarankan untuk mengakumulasi saham-saham lapis dua. Untuk itu, dia merekomendasikan buy untuk saham Bhakti Investama (BHIT) karena aksi korporasinya.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk mengakumulasi saham-saham emiten yang berencana untuk membagikan dividen seperti London Sumatera Indonesia Plantation Tbk (LSIP), dan PTPP.

Dia juga merekomendasi buy on weakness (BoW) untuk saham Bakrie Development Tbk (ELTY) mengingat saham ini memiliki level support di Rp140. Selain itu, saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) juga direkomendasi BoW yang memiliki level support di Rp1.450.

Saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) juga disarankan BoW yang memiliki level support di Rp1.105. Namun, dia menyarankan untuk menjauhi saham-saham perbankan karena asing masih akan membuang saham ini.

Bursa emerging market terjungkal ke level terendah dalam tiga bulan

Bursa emerging market terjungkal ke level terendah dalam tiga bulan
NEW YORK. Mayoritas saham emerging market anjlok ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Pasar cemas, krisis di kawasan Eropa kian parah. Selain itu, ada kecemasan lain mengenai perlambatan ekonomi global seiring adanya kenaikan suku bunga acuan.

Pada pukul 17.30 waktu New York, indeks MSCI Emerging Market turun 1,8% menjadi 1.107,43. Ini merupakan level terendah sejak 18 Maret lalu. Sejumlah saham di negara emerging pun terlihat meluruh.

Ambil contoh, Shanghai Composite Index China yang anjlok 1,5%, Bombay Stock Exchange Sensitive Index India yang melorot 0,8%, indeks Kospi Korea Selatan yang turun 1,9%, Bovespa index Brazil turun 1,2%, dan Micex Rusia turun 0,5%.

Penurunan juga dialami sejumlah indeks acuan lain di Polandia, Czech Republic, dan Hungaria. Sementara, mata uang di negara Eropa Timur keok seiring terjadinya kerusuhan di Yunani terkait pemangkasan anggaran.

Jika dilihat, indeks emerging markets sudah anjlok sebesar 3,8% sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan saja, MSCI World Index hanya turun 0,5% di sepanjang 2011.

Tunggu Level Suport Saham Bakrie

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Dengan rata-rata koreksi 3%, level harga saham-saham grup Bakrie sangat menarik diakumulasi. Hanya saja, investor harus sabar menentukan batas support. Sebab, tekanan jual masih jadi ancaman.

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan hal itu kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (16/6). Menurutnya, market masih akan diwarnai profit taking karena pasar berpikir masih ada pembelinya. “Pelaku pasar lebih cenderung memegang cash daripada memegang saham termasuk pada saham-saham grup Bakrie,” katanya.

Pada perdagangan Kamis (16/6) saham-saham grup Bakrie mengalami rata-rata pelemahan 3% (lebih tepatnya 2,95%). Saham PT Darma Henwa (DEWA) mengalami pelemahan paling besar 4,76% (Rp5) ke level Rp100, disusul PT Bakrieland Development (ELTY), 4,66% (Rp7) ke level Rp143 dan di urutan ketiga PT Bumi Resources (BUMI) sebesar 4,58% (Rp150) ke level Rp3.125.

Lalu, PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) sebesar 3,44% (Rp15) ke posisi Rp420; PT Energi Mega Persada (ENRG) sebesar 2,07% ke level Rp189; PT Bakrie and Brothers (BNBR) 1,40% (Rp1) ke level Rp70; PT Bakrie Telecom (BTEL) 1,38% (Rp5) ke Rp143; dan PT Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar 1,31% (Rp10) ke posisi Rp750. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah rata-rata melemah 3%, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham-saham grup Bakrie akhir pekan ini?

Masih akan babak belur. Sebab, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ), masih dibayangi kekhawatiran koreksi bursa regional-global. Karena itu, penurunan bursa Dow Jones akan berpengaruh negatif pada indeks Nikkei, Hang Seng, dan IHSG.

Menurut saya, market masih akan diwarnai profit taking karena pasar berpikir masih ada pembelinya. Pelaku pasar lebih cenderung memegang cash daripada memegang saham termasuk pada saham-saham grup Bakrie.

Tapi, dengan pelemahan kemarin, apakah level harga saham-saham grup Bakrie belum menarik untuk akumulasi?

Dengan rata-rata koreksi 3%, pada perdagangan kemarin, saham-saham di grup ini sangat menarik. Saham ENRG yang tertingginya di level Rp215 dan saat ini berada di bawah Rp190, sangat terbuka peluang akumulasi.

Begitu juga dengan saham BUMI yang tembus level support Rp3.275. Bahkan, saat ini sudah berada di level Rp3.125. Kondisi itu, memberikan ruang menarik bagi investor yang belum memiliki saham sejuta umat pada perdagangan Jumat (17/6) ini untuk mengakumulasi.

Bagaimana dengan ELTY di level Rp143?

ELTY yang pernah mencapai level tertingginya Rp188 dan sekarang di level Rp140-an sangat menarik. BTEL di level Rp355 juga menarik. BNBR di bawah level Rp70 cukup menarik untuk mulai akumulasi. BRMS juga menarik karena volume tranasaksi yang masih cukup kuat.

UNSP bagaimana?

Apalagi, UNSP sangat menarik di level Rp420. Sebab, produk emiten ini adalah Crude Palm Oil (CPO). Level tersebut masih bertahan dan murah. Saham ini, seharusnya sudah berada di level Rp500. Sementara PT Tunas Baru Lampung (TBLA) saja sudah berada di atas Rp500. Untuk jangka panjang, UNSP berpotensi mencapai Rp600 per saham.

Kalau begitu, di tengah situasi market yang terancam melemah, bagaimana strategi trading di saham-saham tersebut?

Saya ingatkan, agar investor wait and see untuk melakukan pembelian di level-level support tersebut. Sebab, momentum hari ini adalah akhir pekan. Patokan market adalah pergerakan Dow Jones yang berpengaruh pada laju regional Asia termasuk Indonesia.

Investor harus bersabar untuk memastikan batas support dalam mengambil keputusan akumulasi saham termasuk di grup Bakrie. Sebab, kemungkinan tekanan jual akan terjadi akibat reaksi indeks yang berlebih. Investor akan melakukan aksi lepas saham termasuk juga di grup Bakrie.

Ada peluang bursa regional-global menguat?

Kecuali, jika penurunan bursa regional sudah melambat dan ‘sopan’, akumulasi akan terjadi di saham-saham grup Bakrie ini untuk jangka pendek. Sebab, setelah melemah tajam, berpeluang naik dengan capital gain yang sangat besar. Apalagi, saham-saham di grup Bakrie sangat spekulatif.

Tapi, lagi-lagi saya ingatkan, jika market regional tidak mendukung, saham-saham Bakrie8 ini bakal ‘babak belur’. Sebaliknya, jika bursa regional menguat, indeks domestik pun akan ijo royo-royo. Tren pergerakan bursa regional akan berpengaruh di market. Saham grup Bakrie pun terkontaminasi. [mdr]

Waduh, penurunan bursa Asia terjadi hampir tujuh minggu lamanya

Waduh, penurunan bursa Asia terjadi hampir tujuh minggu lamanya
TOKYO. Bursa Asia berguguran satu per satu. Kemarin malam, pukul 19.51 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific jeblok 2,1% menjadi 129,82. Indeks acuan di kawasan Asia ini mendekati level terendah sejak 18 Maret lalu.

Sejumlah saham yang turut mempengaruhi pergerakan bursa diantaranya: Li & Fung Ltd yang anjlok 3% di Hongkong akibat kecemasan Yunani akan mengalami default dan BHP Billiton Ltd yang melorot 2,1% di Sydney setelah harga minyak dan metal mengalami penurunan kemarin.

Selain itu, ada pula Toyota Motor Corp yang turun 1,7% di Tokyo setelah data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam itu melambat. Lalu ada pula Samsung Electronics Co yang melorot 2% karena sangat tergantung dengan pertumbuhan negara lain.

"Investor masih mendapat mimpi buruk dari kejadian 2008 silam dan tak ada seorang pun yang ingin melihat kehancuran itu. Eropa memiliki potensi untuk memicu krisis kredit global. Ini yang menjadi kecemasan terbesar investor," jelas Prasad Patkar, analis Platypus Asset Management Ltd di Sydney.

Sudah melorot selama tujuh minggu

Jika dilihat, penurunan bursa Asia terjadi hampir tujuh minggu berturut-turut, Padahal, pada krisis 2008 silam saat kebangkrutan Lehman Brothers Holdings Inc, penurunan bursa Asia hanya terjadi selama enam minggu lamanya.

Sejumlah indeks acuan menunjukkan angka merah. Sebut saja indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang yang turun 1,7%, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,9%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia melorot 1,9%.

Sementara, penurunan juga dialami indeks Hang Seng Hongkong yang turun 1,8%, Shanghai Stock Exchange Composite Index China turun 1,5%, serta Sensitive Index India turun 0,8%.

Market bullish, Wall Street mengalami rebound

Market bullish, Wall Street mengalami rebound
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS mengalami rebound kemarin malam. Padahal, hari sebelumnya, indeks melorot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Sentimen positif yang turut mendongkrak kinerja bursa diantaranya data perumahan dan jobless claims yang lebih baik ketimbang prediksi.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik 0,2% menjadi 1.267,64. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5% menjadi 11.961,52.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS diantaranya: Kroger Co yang naik 4,5% setelah menaikkan prediksi kinerja selama setahun penuh serta Southern Union Co yang melejit 18% setelah Energy Transfer Equity LP menyetujui untuk mengakuisisi perusahaan senilai US$ 4,2 miliar.

"Pasar saham kita bullish. Pelaku pasar tidak mempercayai kalau kita akan kembali ke jurang resesi. Pergerakan ekonomi kita hanya melambat, dan kita akan kembali naik," jelas Linda Duessel, equity market strategist Federated Investors.

Sekadar tambahan, indeks S&P 500 sudah anjlok 7% dari posisi tertinggi tahun ini yang terjadi pada akhir April lalu. Sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi itu diantaranya: aktivitas bisnis yang melambat melampaui prediksi, penjualan rumah yang melorot, dan pertumbuhan produksi industri terhenti.

IHSG Bisa Membaik Ikuti Jejak Wall Street

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh semakin dalam dan ditutup turun 53 poin akibat maraknya sentimen negatif yang beredar, seperti kekhawatiran krisis utang Yunani.

Pada perdagangan, Kamis (16/6/2011), IHSG ditutup jatuh 53,780 poin (1,42%) ke level 3.740,471. Sementara Indeks LQ 45 ditutup anjlok 10,250 poin (1,52%) ke level 661,912.

Membaiknya bursa Wall Street akan membawa sentimen positif di pasar. Namun karena masih ada bayang-bayang krisis Yunani, investor belum akan terlalu banyak masuk di pasar. IHSG pada perdagangan Jumat (17/6/2011) diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung menguat.

Tadi malam bursa Wall Street menguat dalam perdagangan yang penuh gejolak. Dow Jones dan S&P berhasil menguat, namun Nasdaq masih melemah. Meski indeks saham menguat, namun investor masih dibayangi ketidakpastian masalah Yunani yang membuat mereka masih enggan masuk secara besar-besaran di pasar.

Pada perdagangan Kamis (16/6/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 64,25 poin (0,54%) ke level 11.961,52. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 2,22 poin (0,18%) ke level 1.267,64 dan Nasdaq melemah 7,76 poin (0,29%) ke level 2.623,70.

Bursa Jepang juga langsung ikut menguat. Mengawali perdagangan Jumat ini, indeks Nikkei-225 tercatat menguat 34,70 poin (0,37%) ke level 9.445,98.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Trimegah Securities:

Dengan tetap mencermati dampak sentimen negatif dari Eropa dan Amerika serta minimnya sentimen positif domestik, kami perkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini masih akan cenderung moderat pada kisaran 3.730 - 3.805. SellOS: SMGR, EXCL, ISAT.

Panin Sekuritas:

Sentimen negatif dari kondisi makro ekonomi global yang dinilai memburuk menjadi pendorong turunnya bursa saham regional. Kondisi tersebut juga menyeret turun harga komoditas sehingga saham pertambangan menjadi salah satu sektor saham yang paling tertekan pada perdagangan kemarin. Hari ini kami melihat tekanan terhadap indeks masih akan dapat berlanjut. Faktor eksternal serta minimnya sentimen positif dari dalam negeri masih akan membayangi pergerakan IHSG. Kami perkirakan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.705-3.775.

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG kemarin ditutup turun 53 point (-1.42%) ke level 3,740 dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta lot dan nilai transaski sebanyak Rp4.2 triliun. Seluruh sektor pada perdagangan kemarin mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 31 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 57 saham tidak mengalami perubahan dan 142 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 186.8 miliar dengan sektor yang paling banyak di jual adalah BBRI, BMRI, TLKM, PTBA, dan BUMI.

Secara teknikal, IHSG bergerak melemah dengan break dari garis support MA 60 sementara indikator stochastic dan RSI kembali bergerak downtrend mencoba memasuki area oversold. Waspadai apabila IHSG tidak berhasil kembali naik di atas garis MA 60. Pada perdagangan hari ini (17/6), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3,697–3,776 dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII dan BBNI.

(qom/qom)

Dibayangi Krisis Yunani, Dow Jones dan S&P Berhasil Menguat

Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street menguat dalam perdagangan yang penuh gejolak. Dow Jones dan S&P berhasil menguat, namun Nasdaq masih melemah.

Meski indeks saham menguat, namun investor masih dibayangi ketidakpastian masalah Yunani yang membuat mereka masih enggan masuk secara besar-besaran di pasar.

Krisis utang di Yunani masih menjadi pusat perhatian investor, meski para ahli mengatakan eksposure bank-bank di AS pada surat utang Yunani mungkin lebih rendah dari yang dikhawatirkan pasar.

Namun tetap saja investor menunggu resolusi krisis Yunani ini segera mungkin karena kurangnya kesepakatan untuk menyelesaikan masalah tersebut bisa menggerus keyakinan investor dan menahan laju penguatan di pasar.

"Headline besarnya adalah Yunani dan akan terus berlanjut ke Yunani sampai ada kejelasan atau penyelesaian dari sana," ujar Jonathan Corpina, analis dari Meridian Equity Partners seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/6/2011).

Pada perdagangan Kamis (16/6/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 64,25 poin (0,54%) ke level 11.961,52. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 2,22 poin (0,18%) ke level 1.267,64 dan Nasdaq melemah 7,76 poin (0,29%) ke level 2.623,70.

"Kita akan terus melihat adanya volatilitas, kita akan terus mencermati volume. Ketika Anda melihat volume itu, volume menambah keyakinan di pasar. Tapi karena kita mulai melihat volume yang lebih besar, maka kita akan mendapatkan efek bola salju," tambah Corpina.

Saham American Expres Co tercatat menguat hingga 2,4% menjadi US$ 46,42 sekaligus membantu penguatan Dow Jones.

Operator supermarket terbesar AS, Kroger Co tercatat melonjak hingga 4,5% menjadi US$ 23,99 setelah melaporkan laba yang lebih besar dari ekspektasi, sekaligus mendongkrak proyeksi labanya.

Volume perdagangan cukup aktif, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,78 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian yang sebesar 7,58 miliar lembar saham.

(qom/qom)