Senin, 25 Juli 2011

Cemas AS akan default, mata uang Asia terkoreksi

Cemas AS akan default, mata uang Asia terkoreksi
SINGAPURA. Mata uang won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia terkoreksi pagi ini. Sementara beberapa mata uang Asia lainnya sedikit mengalami perubahan. Meredanya reli veluta Asia terjadi setelah investor merasa cemas akan ancaman default atau gagal bayar utang Amerika Serikat (AS) yang meresahkan pasar keuangan.

Mata uang won jatuh 0,1% ke 1.053 per dollar AS pada pukul 11.20 di Seoul. Mata uang ringgit juga turun 0,1% menjadi 2,0753, dan yuan China juga turun tipis sebesar 0,03%.

The Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Indeks mundur dari posisi teringginya selama 14 tahun pada 22 Juli lalu setelah Menteri Keuangan AS Timothy F. Geithner mengatakan harapannya agar pembuat kebijakan dapat menyetujui batasan utang sebelum deadline pada 2 Agustus berakhir.

"Tren pergerakan mata uang Asia cenderung tertahan," kata Puay Yeong Goh, currency strategist Credit Suisse Group AG di Singapura. Dia beralasan, hal itu dikarenakan dominasi mata uang regional sudah cukup terapresiasi dan juga isu mengenai utang AS.

Pertama dalam lima hari, harga minyak melorot

Pertama dalam lima hari, harga minyak melorot
SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia mengalami penurunan untuk kali pertama dalam lima hari terakhir. Pasar cemas karena parlemen AS gagal menemui titik temu terkait kenaikan batasan utangnya. Kondisi itu dikhawatirkan akan mengancam perekonomian negara konsumen minyak terbesar di dunia.

"Pergerakan harga minyak menjadi berat akibat sentimen prospek permintaan minyak di AS. Kondisi itu juga menambah ketidakpastian pada saat ini," jelas Ben Westmore, minerals and energy economist National Australia Bank Ltd di Melbourne. Dia menambahkan, semakin lama masalah struktural di Eropa terjadi, resiko terhadap pertumbuhan global juga semakin tinggi untuk beberapa waktu.

Catatan saja, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun US$ 1,13 menjadi US$ 98,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, pada pukul 12.39 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 98,85 per barel. Sepanjang pekan lalu, harga minyak sudah melonjak 2,7%. Sedangkan dalam setahun terakhir, kenaikan harga minyak sudah mencapai 25%.

Sedangkan kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September turun 0,7% menjadi US$ 117,79 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London.

Saham MEDC terjungkal mengikuti penurunan harga minyak dunia

Saham MEDC terjungkal mengikuti penurunan harga minyak dunia
JAKARTA. Saham PT Medco Internasional (MEDC) menjadi salah satu saham energi yang melorot pada transaksi pagi. Per pukul 10.45, saham MEDC melorot 2,06% menjadi Rp 2.375. Bahkan sebelumnya, saham perusahaan minyak ini sempat terjerembab hingga 3,1% menjadi Rp 2.350.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: BNP Paribas Securities senilai Rp 4,22 miliar, eTrading Securities senilai Rp 1,11 miliar, dan Mandiri Sekuritas senilai Rp 358,75 juta.

Penurunan saham MEDC mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Asal tahu saja, harga minyak turun 1,1% menjadi US$ 98,74 per barel paska penurtupan perdagangan. Ini merupakan penurunan pertama dalam lima hari belakangan.

Laba Kotor KRAS Turun 95%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatatkan total pendapatan komprehensif tahun berjalan unaudited sebesar Rp1,36 triliun pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp997,75 miliar.

Untuk laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,09 triliun pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp997,75 miliar. Pendapatan bersih perseroan turun 6,54% dari Rp9 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp8,41 triliun pada semester pertama 2011. Laba kotor turun 95% dari Rp1,89 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp903,60 triliun pada semester pertama 2011.

Aset perseroan naik dari Rp17,58 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp20,06 triliun pada semester pertama 2011. Kas perseroan turun menjadi Rp3,46 triliun pada semester pertama 2011 dari periode Desember 2010 sebesar Rp4,19 triliun. [cms]

Laba bersih capai dua kali lipat, ELTY reli ke level tertinggi dua bulan

Laba bersih capai dua kali lipat, ELTY reli ke level tertinggi dua bulan
JAKARTA. Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik ke level tertinggi dua bulan.

Reli ELTY terjadi setelah perseroan melaporkan laba bersihnya di semester pertama mencapai dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu menjadi Rp 126 miliar.

Saham emiten properti terbesar di tanah air dari sisi aset ini naik 4,2% ke level Rp 173 per saham, pada pukul 10.10 di Jakarta. Ini level penutupan tertingginya sejak 19 Mei.

Asing getol beli aset Indonesia, rupiah menguat untuk hari kedua

Asing getol beli aset Indonesia, rupiah menguat untuk hari kedua
JAKARTA. Penguatan rupiah berlanjut untuk hari kedua, setelah investor asing menambah kepemilikannya di aset Indonesia. Ini lantaran asing mengejar keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara.

Mata uang Garuda menguat sekitar 0,1% ke level Rp 8.529 per dollar AS, hingga pukul 10.20 di Jakarta.

Rupiah sudah terapresiasi 0,6% dalam bulan ini, pasca IMF pada 21 Juli menyebut produk domestik bruto Indonesia akan tumbuh sekitar 6,5% di 2011-2012, setelah meningkat 6,1% di tahun lalu.

Asing tercatat membeli sekitar US$ 69 juta di pasar saham Indonesia, lebih besar dari jumlah yang mereka jual pada sepekan terakhir. Sementara, di tahun ini, dana asing yang masuk ke obligasi pemerintah naik 24,4% menjadi Rp 243,53 hingga 21 Juli. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi pemerintah yang berakhir Juli 2021 turun enam basis poin menjadi 7,26%, pada pekan lalu.

Di sisi lain, indeks dollar pun tumbang setelah Presiden Barack Obama dan kongres gagal mencapai kesepakatan kenaikan batas utang.

Head of treasury at PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, aliran dana asing ke Indonesia cukup kuat karena fundamental ekonomi negara stabil. "Pelemahan dollar juga menopang penguatan rupiah," ujarnya, hari ini.

Lindawati memprediksi, hari ini rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp 8.520 hingga Rp 8.540 per dollar AS.

Kantongi kontrak baru, saham ELSA bergerak fluktuatif

JAKARTA. Saham PT Elnusa (ELSA) bergerak fluktuatif pagi ini. Pada awal pembukaan, saham ELSA sempat melorot ke level Rp 275. Namun, pada pukul 10.00, saham ELSA sempat naik dan bertengger di level Rp 285 dari posisi sebelumnya Rp 280.

Aksi beli atas saham ELSA terjadi setelah perusahaan ini memperoleh kontrak baru hingga bulan Juni 2011 mencapai USD170,5 juta atau hampir 50% dari target pencapaian tahun 2011 ini yang sebesar US$ 330,5 juta.

"Pencapaian kontrak baru ELSA yang sesuai dengan target 2011, menurut kami adalah hal yang baik," jelas Kepala Riset eTrading Betrand Reynaldi. Dia menambahkan, realisasi (pengerjaan) kontrak ELSA diharapkan bisa berjalan sesuai schedule sehingga dapat secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan ELSA pada 2011.

Konsensus analis (Bloomberg) mencatat, satu analis memberikan rekomendasi beli dan satu analis rekomendasi tahan dengan target price Rp 330.

Rencana Rights Issue, Hold Saham CMNP

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana untuk melaksanakan penawaran umum terbatas tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-preemptive rights issue) sebesar 10% dari total saham.

Perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPSLB yang akan dilakukan pada 10 Agustus 2011. Dana hasil preemptive rights issue tersebut akan digunakan untuk menopang ekspansi bisnis ke bidang infrastruktur transportasi.

Sebelumnya, perseroan juga berniat menerbitkan obligasi untuk membiayai akuisisi ruas jalan tol, namun perseroan sedang menjalani due diligence terhadap ruas tol tersebut. Manajemen memperkirakan laba bersih selama Semester I-2011 bertumbuh 14,09% menjadi Rp170 miliar. "Karenanya kami pun merekomendasikan hold dulu saham CMNP ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (25/7).

Rights issue, saham BDMN terjungkal ke level terendah enam bulan

JAKARTA. Saham PT Bank Danamon (BDMN) anjlok ke level terendah dalam enam bulan terakhir. Pada pukul 09.49, saham BDMN anjlok 3,5% menjadi Rp 5.500. Ini merupakan level terendah sejak 17 Januari lalu.

Anjloknya saham BDMN terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, BDMN berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 5 triliun. Seperti yang diketahui, menerbitkan saham baru akan menyebabkan dilusi saham dari pemegang saham.

BDMN bakal gelar right issue senilai Rp 5 triliun

JAKARTA. PT Bank Danamon Tbk (BDMN) akan menggelar penawaran umum terbatas (right issue) dengan nilai dana yang bisa diraup sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perseroan Senin (25/7), right issue kelima alias PUT V ini dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Adapun saham yang diterbitkan adalah saham seri B sebanyak 1,212 miliar lembar dengan nilai nominal Rp 500 per saham.

Setiap pemegang 1.000 saham BDMN yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham BDMN per 12 September 2011 berhak atas makimal 144 HMETD. Satu HMETD berhak membeli saham seri B dengan kisaran harga Rp 4.500 - Rp 4.800 per saham. Perdagangan saham baru ini dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2011 - 21 September 2011.

Perseroan berencana menggunakan dana right issue untuk mendanai pemberian pinjaman (kredit) sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pembiayaan otomotif. Selain itu, untuk memperkuat permodalan perseroan.

Komoditas lain anjlok, harga emas terus cetak rekor baru

Komoditas lain anjlok, harga emas terus cetak rekor baru
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia terus mencetak rekor baru. Penyebabnya, belum ada kemajuan berarti mengenai nasib batasan utang AS. Kondisi ini memicu kecemasan kalau AS akan mengalami default.

Pada pukul 10.21 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 1,4% menjadi US$ 1.624,07 per troy ounce di Comex New York.

Berbeda dengan emas, harga baja, minyak, dan biji-bijian malah melorot. Harga baja di London Metal-Exchange turun 0,4% menjadi US$ 9.636 per metrik ton. Sedangkan kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun 1% menjadi US$ 98,86 per barel di New York Mercantile Exchange.

"Kami melihat adanya resiko klasik yang terjadi di pasar, sehingga ada aksi jual atas komoditas. Hal ini tidak berlaku untuk emas," jelas Paul Deane, ekonom Australia and New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne.

Jadwal Pembagian Dividen 2011

Jadwal Dividen Tahun 2011

NO. Nama Saham Kegiatan Cum Date Rec Date Rasio Perlembar Terima dari Emiten
1 GGRM Dividen Tunai 25-Jul-11 28-Jul-11 Rp 880.00 08-Aug-11
2CTRA Dividen Tunai 25-Jul-11 28-Jul-11 Rp 6.00 11-Aug-11
3 INDF Dividen Tunai 26-Jul-11 29-Jul-11 Rp 133.00 09-Aug-11
4 IPOL Dividen Tunai 26-Jul-11 29-Jul-11 Rp 3.0012-Aug-11
5 PTRO Dividen Tunai 27-Jul-11 01-Aug-11 Rp 1,195.50 12-Aug-11
6 BUMI Dividen Tunai 27-Jul-11 01-Aug-11 Rp 41.78 15-Aug-11
7 SMGR Dividen Tunai 27-Jul-11 01-Aug-11 Rp 248.26 15-Aug-11
8 PANR Dividen Tunai 28-Jul-11 02-Aug-11 Rp 1.07 16-Aug-11
9 MFIN Dividen Tunai 01-Aug-11 04-Aug-11 Rp 30.00 19-Aug-11
10 DGIK Dividen Tunai 02-Aug-11 05-Aug-11 Rp 2.75 19-Aug-11
11 ESTI Dividen Tunai 03-Aug-11 08-Aug-11 Rp 1.00 23-Aug-11
12 TSPC Dividen Tunai 03-Aug-11 08-Aug-11 Rp 40.00 23-Aug-11
13 FISH Dividen Tunai 03-Aug-11 08-Aug-11 Rp 10.00 16-Aug-11
14 UNSP Dividen Tunai 09-Aug-11 12-Aug-11 Rp 4.30 26-Aug-11
15 PLIN Dividen Tunai 15-Aug-11 19-Aug-11 Rp 2.50 09-Sep-11
16 CLPI Dividen Tunai 15-Aug-11 19-Aug-11 Rp 27.80 09-Sep-11
17 LPPF Dividen Tunai 22-Aug-11 25-Aug-11 Rp 14.00 15-Sep-11
18 KREN Dividen Tunai 25-Aug-11 06-Sep-11 Rp 9.05 15-Sep-11
19 CENT Dividen Tunai 08-Sep-11 13-Sep-11 Rp 1.00 27-Sep-11
20 OKAS Dividen Tunai 13-Sep-11 16-Sep-11 Rp 1.02 30-Sep-11

Reminder Cum Date Dividen CTRA,GGRM 25/07/2011

Hari ini 25 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :
No. Kode Efek Nama Efek Jenis Kegiatan
1. CTRA CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk Dividen Tunai Rasio Rp880.- per saham
2. GGRM GUDANG GARAM Tbk Dividen Tunai Rasio Rp 6.- per saham

Terseret Regional, IHSG Dibuka Turun 0,33%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Senin (25/7), IHSG dibuka melemah 0,33% ke level 4.093,23.

Pelemahan IHSG pagi ini seiring sentimen negatif dari bursa regional. Investor diperkirakan akan menggunakan sentimen ini untuk melakukan profit taking setelah indeks menguat signifikan dalam 3 hari perdagangan terakhir. Secara valuasi, IHSG diperdagangkan pada ‘11F PER 16.4x, relatif premium secara historis dan jika dibandingkan dengan bursa regional. Investor juga akan mengantisipasi laporan keuangan emiten di Semester 1-2001 yang akan dirilis minggu ini khususnya emiten sektor perbankan.

Bursa Asia pagi ini dibuka terkoreksi sekitar 0,8% seiring sentimen negatif penurunan indeks future bursa AS karena Presiden Obama dan Kongres masih gagal mencapai kesepakatan terkait kenaikan limit utang AS.

Sebanyak 77 saham tercatat turun pagi ini, 30 saham naik, dan 87 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka melemah 0,48% ke level 722,42, sementara JII dibuka turun 0,31% ke level 566,34.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 381,98 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp257,62 miliar. Asing masih berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy senilai Rp12,59 miliar.

Saham-saham yang melemah tajam pagi ini adalah ASII yang turun 0,68%, BDMN turun 1,75%, UNVR turun 0,66%, BBCA turun 1,21%, GGRM turun 0,18%, dan INTP turun 0,3%.


IHSG Mantap Menuju 4.150 Pekan Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Meski terus mencetak rekor, sinyal IHSG belum ‘lelah’ untuk terus naik. Pekan ini, indeks bakal tembus 4.150. Saham-saham grup Astra, perbankan dan pertambangan batu bara jadi penggeraknya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada perdagangan Jumat (22/7) ditutup menguat 38,749 poin (0,95%) ke level 4.106,822, dengan intraday tertinggi di 4.109,08 dan terendah di 4.069,93. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 7,904 poin (1,10%) ke level 725,939.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan IHSG ^JKSE pekan ini salah satunya dipicu oleh rendahnya suku bunga global terutama dolar AS. Sebab, hingga saat ini The Fund Rate masih dipertahankan di level rendah 0-0,25%.

Akibatnya, lanjut Irwan, investor regional dan global pun berburu saham-saham di Indonesia karena tingkat yield yang jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga global. “IHSG pekan ini bakal bergerak dalam kisaran support 4.080 dan 4.150 sebagai level resistance psikologisnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (24/7).

Lebih jauh dia menjelaskan, investor asing melakukan perburuan terutama pada saham-saham konglomerasi seperti grup Astra dan saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jadi, inti dari kenaikan indeks saat ini adalah masuknya dana asing,” ucapnya.

Irwan melanjutkan, meski secara fundamental indeks domestik sangat positif, jika investor asing tidak masuk, indeks tidak akan mengalami kenaikan berarti seperti saat ini. Fund-fund manager asing dari regional baik dari Hong Kong maupun Singapura terus masuk ke pasar Indonesia.

“Buktinya, akhir pekan lalu saja, dalam satu hari net buy asing sebesar Rp508,9 miliar,” ungkap Irwan. Situasi itulah menurut Irwan yang memicu rekaman teknikal, tren pergerakan indeks domestik masih terus naik. Sebab, saham-saham pendukungnya pun naik.

Di sisi lain, penguatan indeks juga mendapat dukungan dari kenaikan kembali minyak yang saat ini sudah tembus US$99 per barel. Harga batu bara pun sudah mulai merangkak naik ke level US$120,95 per metrik ton. “Pada saat yang sama, kinerja saham-saham di sektor pertambangan batu bara dan perbankan membaik,” papar Irwan.

Adapun saham-saham pendukung penguatan indeks pekan ini, menurut Irwan, masih ditopang grup Astra sebagai emiten konglomerasi, perbankan terutama bank-bank BUMN, dan saham-saham di sektor pertambangan. Saham-saham di sektor pertambangan pun bakal terapresiasi banyak. “Sebab, tren harga minyak saat ini sedang naik. Begitu juga dengan harga batu bara,” tandasnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII) dengan target Rp110.000 akhir tahun, PT Bumi Resources (BUMI) dengan target Rp5.000, PT Adaro Energy (ADRO) Rp4.000, PT Tambang Bukit Asam (PTBA) Rp30.000, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) Rp7.000, dan PT International Nickel Indonesia (INCO) dengan target Rp7.000.

Lalu, PT Bank Mandiri (BMRI) dengan target Rp10.000, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp11.000 dan PT Bank Central Asia (BBCA) dengan target Rp10.000 akhir 2011. “Saya rekomendasikan long term buy saham-saham tersebut. Sebab, pada akhir 2011, IHSG berpeluang besar bertenger di level 4.500,” imbuhnya. [mdr]

Laba Melesat, Hold Saham AKRA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) selama semester I-2011 membukukan kenaikan pendapatan 73,5% YoY dan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 1,241% YoY sehingga masing-masing menjadi Rp9,06 triliun dan 1.169 triliun.

Menurut Samuel Sekuritas, pertumbuhan laba bersih yang signifikan disebabkan penjualan anak usaha, PT Sorini Agro Asia (SOBI), kepada Cargill diawal tahun 2011. Dengan dikurangi laba extraordinary maka perseroan membukukan core profit sebesar Rp326 miliar atau tumbuh sebesar 288% YoY.

Pertumbuhan perseroan dikontribusikan dari pertumbuhan penjualan distribusi petroleum sebesar 138% YoY yang dibukukan Rp7,2 triliun pada semester 1-2011. "Kinerja perseroan selama 1H11 telah melebihi estimasi kami. Pendapatan dan laba bersih masing-masing merefleksikan 65% dan 80% dari estimasi tahun 2011 kami. Karenanya, kami merekomendasikan buy saham AKRA," ujar Samuel dalam ulasan pasarnya hari ini.

Laba di Atas Estimasi, Hold Saham ELTY

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) pada semester I-2011 membukukan kinerja yang berada di atas estimasi pasar.

Pendapatan mencapai Rp1 triliun, naik 94,2% YoY atau menstranslasikan 63% dari estimasi. Sementara itu, laba bersih melonjak 100% menjadi Rp126 miliar atau mentranslasikan 86% dari estimasi.

Salah satu penopang kenaikan laba bersih selain kenaikan pendapatan adalah kenaikan keuntungan kurs yakni 571% menjadi Rp39,3 miliar. "karenanya kami pun merekomendasikan untuk hold saham ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Senin (25/7).

Wow! Laba Bakrieland Naik 100,2%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatatkan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp126,1 miliar atau naik 100,2% pada semester pertama 2011 dari periode sama sebelumnya Rp63 miliar.

Kenaikan laba diikuti kenaikan penghasilan usaha bersih dari Rp537,52 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp1,04 triliun pada semester pertama 2011. Laba kotor naik 65,5%dari Rp238,30 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp394,38 miliar pada semester pertama 2011. Laba usaha naik 102% menjadi Rp164,22 miliar pada semester pertama 2011 dari periode sama sebelumnya Rp81,3 miliar.

Ebitda perseroan naik dari Rp115,2 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp249 miliar pada semester pertama 2011. Jumlah aset perseroan naik dari Rp17,06 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp17,44 triliun pada 30 Juni 2011. Kas perseroan naik dari Rp860,55 miliar pada Desember 2010 menjadi Rp863,50 miliar pada 30 Juni 2011. [cms]

Bursa China anjlok setelah terjadi kecelakaan kereta cepat yang mematikan

Bursa China anjlok setelah terjadi kecelakaan kereta cepat yang mematikan
SHANGHAI. Mayoritas saham di bursa China terjun bebas pagi ini. Aksi jual ini terjadi setelah saha-saham perusahaan kereta api anjlok menyusul kecelakaan kereta yang mematikan pada Sabtu malam lalu. Selain itu, adanya ketegangan politik di AS terkait batasan utangnya juga memicu kecemasan kalau negeri Paman Sam itu akan mengalami default.

Pada pukul 09.38 waktu Shanghai, indeks Shanghai Composite China anjlok 0,7% menjadi 2.752,13. Sepanjang pekan lalu, indeks acuan Negeri Panda ini sudah melorot 1,8%. Jika dihitung, sepanjang tahun ini, indeks Shanghai sudah mengalami penurunan 2% seiring langkah pemerintah untuk memangkas inflasi yang akan memukul pertumbuhan ekonomi. Sebagai perbandingan, indeks MSCI Emerging Market turun 0,2% di 2011.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa China diantaranya: CSR Corp dan China CNR Corp, produsen kereta terbesar China, memimpin penurunan setelah anjlok 6%. Aksi jual saham kereta ini terjadi setelah dua kereta api cepat di China bertabrakan dan menewaskan 35 orag. Sebaliknya, China Eastern Airlines Corp memimpin kenaikan setelah Barclays Plc bilang, kecelakaan kereta di China akan mendongkrak permintaan transportasi alternatif selain kereta.

"Kecelakaan kereta kemungkinan akan memangkas tingkat investasi pada pembangunan konstruksi kereta. Hal ini berdampak negatif pada saham-saham China pada minggu ini," jelas Tu Jun, strategist Shanghai Securities Co.

Indosurya: Meski sentimen positif banyak beredar, ada potensi profit taking

Indosurya: Meski sentimen positif banyak beredar, ada potensi profit taking
JAKARTA. Dalam hasil risetnya yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management memprediksi, pada perdagangan Senin (25/7), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.056-4.081 dan resistance 4.121-4.134.

IHSG membentuk candle menyerupai white marubozu. "Hal ini memperlihatkan kekuatan daya beli masih menguasai pasar," jelas Managing Research Indosurya Reza Priyambada. Dia menambahkan, upper bollinger bands sempat tersentuh. MACD masih bergerak naik meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.

Selain itu, RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan bergerak dalam rentang tipis. "Meski sentimen positif banyak beredar namun, juga menyimpan potensi profit taking. Investor mewaspadai saham-saham yang sudah overbought," paparnya.

Danamon Rights Issue 1,21 Miliar Saham

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melakukan penawaran umum terbatas V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham seri B.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Senin (25/7). Harga penawaran penawaran umum terbatas V sebesar Rp4.100-Rp4.800 per saham. Setiap pemegang 1.000 saham perseroan berhak untuk membeli satu saham seri B.

Pemegang saham saham utama Asia Financial Pte Ltd pun menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya sebagaimana disebutkan dalam undertaking agreement in the context. Selain itu, bila masih terdapat sisa saham maka Citigroup Global Markets Singapores Pte Ltd dan Deutsche Bank AG Hongkong sebagai para pembeli siaga.

Dana hasil penawaran umum terbatas ini untuk memberikan pinjaman pada sektor usaha mikro,kecil dan menengah serta pembiayaan otomotif. Penawaran umum terbatas ini untuk memperkuat permodalan dalam rangka persiapan Basel II tahun 2012 dan Basel III yang rencananya pada 2015-2019. [cms]

Bursa Hong Kong Terseret Turun Saham Energi

Medium
INILAH.COM, Hong Kong - Bursa Hong Kong dibuka melemah dengan saham batubara dan energi memimpin penurunan pad Senin (25/7). Hal ini terjadi setelah pemerintah AS gagal mencapai kesepakatan untuk meningkatkan plafon utang selama akhir pekan.

Indeks Hang Seng turun 0,8% menjadi 22.263,08, dan indeks Hang Seng China Enterprises turun 1,1% menjadi 12.457,22. Saham PetroChina Co. jatuh 2,4% dan CNOOC Ltd melemah 2%, setelah minyak mentah berjangka Nymex berada di bawah US$ 99 per barel dalam perdagangan elektronik.

Saham batubara juga turun, dengan China Shenhua Energy Co dan China Coal Energy Co turun masing-masing 1,8% dan 1,2%. Indeks komposit Shanghai kehilangan 0,9% menjadi 2.746,47. [ast]

Saham OKAS Bakal Menembus Level Rp500

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) akan dikerek menembus Rp500 dalam jangka pendek.

Hal ini terkait kabar keberhasilan perseroan mendapatkan suntikan dana bank BUMN sebesar US$30 juta untuk membiayai akuisisi perusahaan batubara, PT Raja Kutai Baru Makmur.

Saham OKAS pada perdagangan akhir pekan ditutup naik Rp5 menjadi Rp335.

BUMI Rp3.500 Bukan Mustahil Pekan Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Senin (25/7) diprediksi terus naik. Bahkan, bisa mencapai 3.500 pekan ini. Sebab, dalam empat hari terakhir sudah membentuk support kuat di level Rp3.000. Long term buy!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini, salah satunya karena faktor valuasi yang masih sangat murah terutama untuk investor jangka menengah. Menurutnya, dari sisi valuasi Price to Earnings Ratio (PER) saham sejuta umat ini masih undervalue dibandingkan saham-saham sejenis baik di Asia, Amerika maupun Australia.

Karena itu, menurut Irwan, kelanjutan beli dari investor asing masih akan terus berlangsung pada anak usaha grup Bakrie ini. Intinya, investor asing saat ini masih agresif. “Karena itu, untuk awal pekan ini saya menjagokan saham BUMI,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (24/7).

Pada perdagangan Jumat (22/7), saham BUMI ditutup menguat Rp50 (1,62%) ke level Rp3.125 dari posisi sebelumnya Rp3.075. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.125 dan terendah Rp3.075. Volume transaksi mencapai 51,6 juta unit saham senilai Rp160,1 miliar dan frekuensi 1.868 kali.

Untuk pekan ini, Irwan memperkirakan, resistance BUMI berada di level Rp3.300 hingga Rp3.400. Bahkan, level 3.500 bukan mustahil bisa dicapai pekan ini dan Rp3.000 sebagai level support-nya. “Sedangkan untuk Senin (25/7) ini, resistance-nya berada di level Rp3.200,” ungkapnya.

Penguatan saham BUMI juga didukung penuh oleh faktor teknikal. Dari sisi ini, lanjutnya, setelah BUMI memiliki support kuat di level Rp3.000, tren pergerakannya adalah bullish. Sebab, dalam dua pekan sebelumnya, saham BUMI konsolidasi di bawah Rp3.000. “Dalam empat hari terakhir BUMI sudah membentuk support kuat di level Rp3.000,” ungkap Irwan.

Dia menegaskan, investor asing masih terus melakukan pemborongan saham BUMI. Apalagi, indikatornya sangat kuat, harga minyak akan tembus US$110-111 per barel pekan ini dan US$101-103 per barel awal pekan ini.

Permintaan minyak untuk pengiriman akhir tahun, lanjut Irwan, bakal meningkat. Apalagi, dolar AS terus melemah baik terhadap euro maupun terhadap yen. Pada saat yang sama, jika asing tidak melakukan hedging (lindung nilai) pada saham-saham pertambangan termasuk BUMI tentu akan merugi.

Karena itu, tandas Irwan, investor asing akan masuk ke Indonesia mumpung saham-saham pertambangan masih murah untuk mengantisipasi kenaikan yang tidak terduga pada harga komoditas. “Saya rekomendasikan long term buy dengan target Rp5.000-6.000 akhir 2011 atau pada Januari Effect 2012 jika pada Desember 2011 saham ini masih bergerak di level Rp4.400-4.700,” imbuhnya. [mdr]

eTrading: Meski overbought, indeks masih akan bullish

eTrading: Meski overbought, indeks masih akan bullish
JAKARTA. Pada perdagangan Jumat (22/7) lalu, indeks Dow Jones ditutup turun 43 point (0,34%) ke level 12.681,16. Penurunan tersebut menyusul turunnya saham Caterpillar Inc (CAT) setelah mencatatkan pendapatan kuartal I yang lebih rendah dari estimasi sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan kemarin ditutup naik 38 point (0,95%) ke level 4.106,82 dengan asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 510 miliar. Adapun saham yang paling banyak di beli adalah BBNI, BBRI, PGAS, TLKM, dan ADRO.

"Secara teknikal, meskipun IHSG telah berada dalam kondisi overbought tampak IHSG masih berpotensi untuk kembali bergerak menguat melihat candlestick yang membentuk Bullish Marubozu yang mengindikasikan bullish continuation," papar Kepala Riset eTrading Betrand Reynaldi.

Sementara itu, indikator stochastic membentuk golden cross meskipun telah berada di area overbought.

"Pada perdagangan hari ini (25/7), IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran 4.068-4.153 dengan kecenderungan menguat tipis," imbuhnya. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain MAPI, GJTL, dan AALI.

Negosiasi buntu, private placement Malindo terpaksa batal

Negosiasi buntu, private placement Malindo terpaksa batal
JAKARTA. Rencana penambahan modal PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) melalui penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement, batal. Gagalnya aksi korporasi ini karena tidak tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan antara perseroan dengan calon pembeli saham baru.

Tadinya perusahaan pakan ternak ini berniat menerbitkan saham baru tanpa HMETD senilai Rp 151,26 miliar. Calon pembeli saham baru melalui mekanisme private placement ini adalah Amnah Binti Ibrahim. Setelah penambahan saham ini nanti, kepemilikan publik emiten bersandi MAIN menjadi 37,19%, dari semula 40,9%.

Malindo sudah menyiapkan rencana penggunaan dana private placement ini, yakni Rp 100 miliar untuk membangun pabrik pakan baru dan sisanya untuk modal kerja. Perseroan memperkirakan negosiasi tuntas paling lambat 31 Maret 2012. Namun, di tengah jalan, rencana batal karena tidak juga ada kesepakatan bisnis yang diinginkan.

Rudy Hartono, Sekretaris Perusahaan Malindo, menuturkan, dengan batalnya rencana ini, perseroan mau tidak mau harus mencari sumber pendanaan lain untuk meneruskan rencana bisnis. Terutama, proyek pembangunan pabrik pakan. "Kami akan mendapat pendanaan dari pinjaman bank dan kas internal," jelas Rudy, akhir pekan lalu.

Mengutip laporan keuangan Malindo per akhir Maret 2011, kas internal MAIN mencapai Rp 72,8 miliar. Adapun total kewajiban mereka Rp 796,41 miliar, dan Rp 286,17 miliar ekuitas. Dengan demikian debt to equity ratio (DER) Malindo mencapai 2,78x, jauh di atas rata-rata DER industri sebesar 1,25x.

Malindo membutuhkan banyak tambahan modal baru bukan cuma untuk mendanai pabrik pakan anyar, melainkan juga untuk pendirian anak usaha baru yakni PT Malindo Food Delight (MFD). “Saat ini dalam tahapan akhir,” kata Rudy.

Malindo sudah menanam investasi Rp 100 miliar di anak usaha baru yang bergerak di bisnis makanan beku itu. Kepemilikan saham Malindo di MFD mencapai 99,87%. Targetnya, MFD bisa mulai beroperasi kuartal I-2012. Namun, kontribusi anak usaha baru ini diperkirakan belum akan signifikan hingga dua tahun pertama operasionalnya.

Kendati demikian, Malindo pernah menghitung, jika MFD mulai beroperasi awal 2012, pendapatan Malindo diproyeksikan bisa mencapai Rp 3,07 triliun pada tahun 2013. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi pendapatan perseroan tahun 2012 sebesar Rp 2,72 triliun. Laba bersih tahun 2013 mereka perkirakan bisa mencapai Rp 359,29 miliar. Di atas proyeksi laba bersih tahun 2012 senilai 269,50 miliar.

Proyeksi tersebut bisa tercapai dengan asumsi: hari operasional MFD berjalan setahun penuh, bunga kredit bank 12% per tahun, dan penyusutan aset tetap diperhitungkan dengan metode garis lurus (straight line method).

Kemungkinan default, dollar AS keok atas franc dan yen

Kemungkinan default, dollar AS keok atas franc dan yen
TOKYO. Pergerakan dollar pagi ini melemah atas franc Swiss. Salah satu penyebabnya, parlemen AS gagal mencapai kata sepakat dalam menaikkan batasan utang negara tersebut yang saat ini sebesar US$ 14,3 triliun. Kondisi itu membuat pasar cemas kalau Negeri Paman Sam itu akan mengalami default paling cepat minggu depan.

Selain itu, si hijau juga menyentuh level paling rendah dalam empat bulan atas yen setelah anggota parlemen dari Partai Republik mempersiapkan rencana aksi untuk perpanjangan utang yang jangka waktunya lebih pendek ketimbang permintaan Presiden Barack Obama.

"Dollar AS melemah, sementara franc Swiss mengalami penguatan karena adanya kekecewaan atas pertemuan yang membahas utang AS. Pasar menginginkan kepastian yang lebih," jelas Imre Speizer, strategist Westpac Banking Corp di Auckland.

Dollar melemah ke posisis 81,49 Swiss centime pada pukul 09.16 waktu Tokyo dari posisi 81,92 pada pekan lalu. Dollar AS sempat bertengger di rekor paling rendah atas franc Swiss di posisi 80,33 pada 18 Juli lalu.

Sementara itu, nilai tukar dollar atas yen berada di level 78,44 yen dari sebelumnya 78,54 yen pada posisi akhir pekan. Mata uang dollar AS diperdagangkan di level US$ 1,4361 versus euro dari US$ 1,4360 pada pekan lalu.

Marketing sales ASRI mencapai Rp 1 triliun

JAKARTA. Pengembang properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan marketing sales selama semester pertama tahun ini senilai Rp 1,02 triliun. Jumlah tersebut setara 57,14% dari total target marketing sales sepanjang 2011 yang mencapai Rp 1,75 triliun.

Manajemen ASRI menjelaskan marketing sales itu berasal dari penjualan perumahan, apartemen, tanah kavling, perkantoran serta area komersial. “Mayoritas penjualan berasal dari residensial,” ucap Sekretaris Perusahaan ASRI, Hendra Kurniawan, Minggu (24/7).

Nilai marketing sales ASRI selama enam bulan pertama tahun ini tidak berbeda jauh dengan periode yang sama tahun lalu. “Naiknya hanya sedikit, marketing sales di semester pertama tahun lalu berkisar Rp 1 triliun, tapi sedikit di bawah marketing sales saat ini,” kata Hendra. Adapun marketing sales sepanjang 2010 mencapai Rp 1,6 triliun.

Soal tipisnya pertumbuhan marketing sales semester pertama tahun ini, Hendra menjelaskan ASRI fokus mengejar nilai penjualan ketimbang volume penjualan. Hal itu mengingat cadangan lahan terbatas. Per akhir Juni 2011, ASRI memiliki landbank sekitar 315 hektare (ha). Dari lahan itu, tidak seluruhnya akan dibangun properti untuk dijual. Sebagian dipakai untuk infrastruktur. Hanya sekitar 180 ha yang bisa dikembangkan.

Dengan rencana pembangunan convention hall seluas 40 ha, maka yang tersisa seluas 140 ha. “Pengembangan lahan seluas 140 hektare paling lama tujuh tahun. Apabila kami terlalu boros, lima tahun saja sudah habis,” ungkap Hendra.

Untuk mencapai target marketing sales tahun ini yang senilai Rp 1,7 triliun, luas tanah yang dijual sekitar 20 ha. Sebagai perbandingan, di tahun sebelumnya ASRI menjual tanah seluas 26 ha dengan nilai marketing sales Rp 1,6 triliun.

Dus, penjualan ASRI tahun ini didukung oleh proyeksi kenaikan harga tanah. “Setiap tahun kenaikan harga tanah sekitar 20%,” kata Hendra. Harga tanah ASRI pada tahun ini mencapai Rp 6,1 juta per meter persegi, atau naik 20% dari tahun sebelumnya.

Klaster baru

Analis JP Morgan, Liliana Bambang, menyebutkan, kenaikan harga tanah di kawasan Serpong melebihi ekspektasinya. “Kenaikan harga lebih tinggi daripada proyeksi kami, yakni 15% untuk tahun 2011,” ujar Liliana dalam laporan risetnya.

Menurut dia, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh terbatasnya cadangan lahan milik ASRI. “ASRI membatasi penjualannya sekitar 20 hektare per tahun, dan lebih fokus pada pricing daripada volume,” ungkap Liliana.

Demi memenuhi sisa target marketing sales pada paruh kedua tahun ini, ASRI mengandalkan cluster baru, yaitu cluster Sitara dengan sub cluster Jingga. Cluster tersebut meluncur pada akhir Juli ini. ASRI akan mengembangkan tahap pertama pada cluster ini seluas 6 ha-8 ha. Sedangkan luas lahan cluster Sitara mencapai 27 ha. Manajemen ASRI optimistis proyek tahap pertama akan terjual habis pada tahun ini.

Nilai marketing sales sepanjang tahun ini sejatinya baru akan dibukukan sebagai penjualan pada 2012 dan 2013. ASRI memproyeksikan pendapatan tahun ini berkisar Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun. Jumlah ini naik 57% hingga 70% dari pendapatan 2010 senilai Rp 765,21 miliar. Pendapatan tahun ini sebagian besar berasal dari marketing sales 2009 dan 2010.

Liliana menghitung pendapatan ASRI di 2011 mencapai Rp 1,37 triliun. Adapun proyeksi pendapatan 2012 dan 2013 masing-masing Rp 1,73 triliun dan Rp 2,12 triliun.

Saham Finansial Tekan Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Australia melemah pada awal perdagangan Senin (25/7) pagi, karena kegagalan pembicaraan atas peningkatan plafon kredit AS membebani pasar global.

Indeks acuan S & P / ASX 200 turun 0,6% menjadi 4.573.70. Saham sektor keuangan turun, dengan Macquarie Group Ltd jatuh 1,5%, National Australia Bank Ltd. turun 1,0% dan Commonwealth Bank Group melemah 0,9%.

Para penambang utama sebagian besar melemah, dengan saham di Rio Tinto Ltd turun 1,1% dan BHP Billition Ltd turun 0,8%. Sementara saham tambang emas Newcrest Mining Ltd justru naik 1,6%, karena harga emas berjangka naik mencapai level tertinggi. [ast]

Tertekan Eksportir, Bursa Jepang Melemah

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (25/7) pagi.

Buntunya kesepakatan untuk menaikkan plafon utang AS dan menghindari kegagalan membawa yen menguat, sehingga membebani saham eksportir.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,7% menjadi 10.064,14 dan indeks Topix turun 0,5% menjadi 864,34. Sony Corp turun 1,6%, Advantest Corp turun 1,4%, dan Sharp Corp turun 1,2%.

Sementara produsen pembuat mobil, Toyota Motor Corp melemah 1,2%, dan Nissan Motor Co turun 1,7%. [ast]

Tengah tahun, laba ELTY melesat 100%

Tengah tahun, laba ELTY melesat 100%
JAKARTA. Langkah PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencapai target kinerjanya semakin ringan. Sepanjang semester pertama, emiten yang dikendalikan Bakrie Grup tersebut menikmati pertumbuhan kinerja.

Mengutip rilis ELTY, Minggu (24/7), pengembang properti dan infrastruktur itu mencetak penjualan senilai Rp 1,04 triliun untuk paruh pertama tahun ini. Itu berarti penjualan meningkat hingga 94,4% daripada nilai di periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 537,5 miliar.

Kenaikan laba bersih ELTY lebih tinggi lagi, yaitu 100,2%, dari Rp 63 miliar menjadi Rp 126,1 miliar. “Kami optimistis pendapatan di sepanjang tahun 2011 dapat tumbuh 30%, atau bahkan lebih, didukung oleh kondisi ekonomi, khususnya sektor properti," kata Hiramsyah S Thaib, Presiden Direktur ELTY.

Dengan nilai ekuitas Rp 8,6 triliun, emiten itu memiliki rasio utang (DER) terhadap modal sebesar 55,6%.

Unit usaha city property merupakan penyumbang terbesar pendapatan ELTY. Porsinya hingga 73,2% di semester I-2011. Lalu, unit usaha landed residensial, hotel and resort serta jalan tol memberikan kontribusi masing-masing sebesar 12,5%, 9,9%, dan 4,4%.

Kenaikan pendapatan berkelanjutan alias recurring income turut mendongkrak kinerja ELTY. Kontribusinya di semester pertama mencapai Rp 290,7 miliar atau naik 180% dari tahun lalu.

Kenaikan recurring income itu ditopang berbagai proyek besar yang mulai beroperasi di 2010, seperti ruas jalan tol Kanci-Pejagan, Epicentrum Walk-Lifestyle Entertainment serta Bakrie Tower.

Manajemen ELTY optimistis kinerjanya terus bergerak mengiring perkembangan proyek perusahaan di sisa tahun ini. Pada unit usaha city property, perusahaan akan menunjuk manajemen operator hotel dan melakukan topping off Kondotel The Grove Suites di superblok Rasuna Epicentrum, Juli ini.

Juli ini juga, ELTY juga akan segera merilis Nirwana Bali Golf Suites yang berada di kawasan terpadu Nirwana Bali Resort. Perusahaan juga akan meluncurkan proyek kawasan sentul Nirwana.

Manajemen akan mememulai masa konstruksi jalan tol Cikampek Palimanan tahun ini. Dari bisnis tol, perusahaan mencatat, pendapatan tol Kanci Pejagan semester I-2011 ini mencapai Rp 45,7 miliar, naik 58,6% dibanding 2010.

Mayoritas bursa Asia terjungkal seiring gagalnya kesepakatan batasan utang AS

Mayoritas bursa Asia terjungkal seiring gagalnya kesepakatan batasan utang AS
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia pagi ini dilanda aksi jual. Kali ini, penurunan dipimpin oleh sektor perbankan dan eksportir. Investor cemas setelah parlemen AS gagal menaikkan batasan utangnya. Jika hal itu terjadi, ada kemungkinan AS akan mengalami default atas utangnya sehingga bisa mengancam pemulihan ekonomi global.

Pada pukul 09.05 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4% menjadi 138,47. Dalam setiap empat saham yang melorot, hanya ada satu saham yang naik.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,6%, indeks Kospi Korea Selatan turun 1%, dan indeks S&P/ASX 200 turun 0,3%.

Ancaman profit taking IHSG

Ancaman profit taking IHSG
JAKARTA. Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal berlanjut pekan ini. Memang, ancaman koreksi tidak sepenuhnya hilang dari bursa.

Pengamat pasar modal, Irwan Ariston Napitupulu meramal, pergerakan IHSG akan banyak dipengaruhi oleh pengumuman laporan keuangan emiten untuk semester pertama. Pemilik dana juga mencermati proses penyelesaian utang di Amerika Serikat (AS).

Tiga indikator teknikal, yaitu Bollinger Band, Moving Average Convergence Divergence (MACD) maupun Relative Strength Index (RSI) mengisyaratkan bursa masih dalam tren bullish. Namun, "Ada peluang profit taking jika pasar Eropa dan AS bergerak negatif," kata Irwan.

Andai aksi ambi untung terjadi, IHSG diramalkan masih mampu bertahan di atas kisaran 4.000. Irwan memprediksi IHSG hari ini berada di rentang 4.050-4.200.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono juga mencemaskan kemungkinan aksi ambil untung. Dia memprediksi, IHSG hari ini berkisar 4.085-4.115. Setelah berlari kencang selama pekan lalu, IHSG sebesar 4.106,82 pada Jumat (22/7).

Farial Anwar, Direktur Currency Management Group memprediksi penguatan rupiah akan bertahan selama kondisi global mendukung serbuan hot money ke Indonesia. Namun, dia juga mengingatkan ancaman profit taking.

Proyeksi Farial, hari ini trading rate rupiah berkisar antara Rp 8.520-Rp 8.550 per dollar AS. Akhir pekan lalu, kurs rupiah menguat, menjadi Rp 8.524 per dollar AS.

Futures Dow Jones Anjlok Lebih dari 100 Poin

Headline
INILAH.COM, Washington Saham futures (berjangka) AS turun mendekati 1% dalam perdagangan elektronik yang tipis, Minggu (24/7) malam waktu setempat.

Hal ini karena pejabat AS gagal mencapai kesepakatan atas rencana meningkatkan plafon kredit US$14.3 triliun. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average jatuh 114 poin, atau 0,9%, dan indeks berjangka S&P 500 juga turun 0,9%.

Emas berjangka naik US$14,30 menjadi US$1.615,80 per ounce. [ast]

Awal Pekan, 'Selective Buy' Saham Tambang-Bank

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia Senin (25/7) diperkirakan melanjutkan penguatan. Investor disarankan selective buying pada saham tambang dan perbankan.

Analis dari Samuel Sekuritas Alfatih mengatakan, mixed-nya sentimen eksternal masih mampu membuat IHSG hari ini melanjutkan apresiasi menuju ke level 4.150. Namun, karena penguatan relatif sudah tinggi, maka akan ada koreksi jangka pendek dalam penguatan IHSG. “Koreksi IHSG akan tertahan di support 4.067 dan support kedua di 4.003,“ ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, perkembangan positif terjadi di Eropa penghujung pekan ini, dimana Uni Eropa akhirnya menyetujui bailout sebesar US$229 miliar untuk penyelesaian krisis. Bailout Yunani ini berarti bukan hanya disetujui oleh kreditur, tapi juga investor obligasi Yunani.

“Ini menyebabkan CDS (credit default swaps) yang menjamin utang negara-negara Eropa, termasuk Yunani terdepresiasi, menyusul menurunnya risiko default utang Eropa,” katanya.

Adapun penguatan bursa Eropa di akhir pekan mengurangi efek sentimen negatif Wallstreet yang dipicu belum keluarnya persetujuan kongress AS untuk menaikkan batas utang AS, padahal pemerintah telah menyanggupi memangkas defisit anggaran.

Ekspektasi pasar soal persetujuan kenaikan plafon kredit AS masih positif, karena pada akhirnya pasti akan disetujui. “Ekpektasi ini telah membuat pelaku pasar kembali beralih ke aset-aset dengan imbal hasil lebih tinggi, seperti komoditas dan saham,” paparnya.

Di tengah situasi ini, Alfatih merekomendasikan investor untuk selective buying beberapa saham. Salah satunya sektor batubara. Hal ini karena harga batubara mulai rebound, sehingga margin perusahaan batubara juga naik. Selain karena produksi di sejumlah tambang mulai pulih.

Sedangkan saham sektor perbankan juga disarankan, karena menjelang akhir bulan, sektor ini bergerak menantisipasi data inflasi yang masih terkontrol.

Pilihannya saham untuk tambang dan perbankan adalah Bumi Resources (BUMI), Dharma Henwa (DEWA), Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Mandiri (BMRI), “Selective buying dengan strategi buy on weakness untuk emiten-emiten ini,”tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (22/7) ditutup menguat 38,749 poin (0,95%) ke level 4.106,822, dengan intraday tertinggi di 4.109,08 dan terendah di 4.069,93. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 8,662 miliar lembar saham, senilai Rp 5,264 triliun dan frekuensi 151.002 kali.

Sebanyak 151 saham naik, 92 saham turun, dan 100 saham stagnan. Asing mengkontribusi penguatan bursa, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) tercatat sebesar Rp508 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp1,800 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,291 triliun. [ast]

IHSG Melaju ke 4.400, Sebelum Koreksi Mayor?

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik diprediksi baru akan balik arah melemah setelah 4.200 ditembus. Tapi, angka itu bukan patokan pasti. Bisa saja, indeks melaju ke 4.400 tanpa tarik nafas sebelum koreksi mayor.

Pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Ukie Jaya Mahendra mengatakan, setelah tembus 4.100, tak lama lagi IHSG akan tembus 4.200-an. Setelah itu, baru akan reversal (balik arah) melemah minor.

Kondisi itu, berpeluang terjadi setelah laporan keuangan semester pertama 2011 semuanya dirilis. Market akan kehilangan sentimen positifsehingga akan konsolidasi terlebih dahulu pada kisaran 3.950hingga 4.050 an. “Saya pikir Agustusatau September angka 3.900-an akan terlihat kembalisetelah laporan keuangan saham-saham bluecip keluar,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (24/7).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) pada perdagangan Jumat (22/7) ditutup menguat 38,749 poin (0,95%) ke level 4.106,822, dengan intraday tertinggi di 4.109,08 dan terendah di 4.069,93. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 7,904 poin (1,10%) ke level 725,939.

Tapi, imbuh Ukie, sebenernya angka 4.200 bukan satu patokan yang pasti. Sebab, bisa saja indeks lari ke 4.400an atau bahkan melebihi level tersebut sebelum koreksi mayor. “Tapi trigger koreksinya adalah ketika market kehabisan bensin sentimen positif ditambah kalau regionalnya memburuk terutama dari Eropa dan Amerika,” papar Ukie.

Menurutnya, sektor saham yang bakal jadi pendongkrak utama indek ke level 4.400-an adalah sektor mining, konsumer dan banking.

Saham-saham pilihannyaadalah PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Mayora Indah (MYOR), PT Polychem Indonesia (ADMG), dan PT United Tractors (UNTR) dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN).

Ukie melihat, saham-saham tersebut memiliki potensial upside hingga 10% dari masing-masing dari harga penutupan jumat kemaren. “Saya rekomendasikan buy on weakness sajalalu bisa holduntuk midterm,” imbuhnya.

Perlu Anda tahu, pada Jumat (22/7) saham ITMG ditutup menguat Rp300 (0,60%) ke level Rp50.250; MYOR naik Rp950 (6,41%) ke angka Rp15.750; PT Polychem Indonesia (ADMG) naik Rp70 (7,86%) ke posisi Rp960; UNTR menguat Rp200 (0,78%) ke level Rp25.700; dan BBTN turun Rp30 (1,78%) ke level Rp1.650.

Langkah Buyback TLKM akan Naikkan Laba Per Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Langkah buyback yang dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) meskipun akan menurunkan book value namun akan mendorong tetapi akan mendorong pertumbuhan laba bersih per saham.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. "Jadi buyback merupakan soft deviden untuk juga memberikan indikasi ke investor bahwa level harga buyback merupakan level harga yang masih menarik (undervalue)."

Perseroan sudah membeli kembali saham atau buyback 52,214 juta lembar saham. Dana yang sudah dipakai perseroan untuk melakukan pembelian kembali ini sebanyak Rp382 miliar dari total Rp5 trilliun. Harga rata-rata buyback yang telah terealisasi pada level Rp7.015 – 7.650. Perseroan memulai program buyback dari tanggal 20 Mei 2011 sampai 20 Desember 2012.

"Kami menilai hal ini juga merupakan signal bahwa manajemen perseroan saat ini belum punya rencana ekspansi usaha yang besar dan akan terealisir dalam jangka pendek. Tujuan dari buyback agar tingkat pengembalian ROE meningkat demikian dengan EPS."

Masih Banyak Pilihan di Bursa Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kabar baik yang sangat diharap-harapkan investor, akhirnya datang juga. Negara-negara yang menjadi anggota Persekutuan Eropa sepakat mengucurkan dana demi menolong Yunani dari jurang krisis keuangan. Sementara dari AS, usulan Presiden Obama meningkatkan pagu utang pemerintah besar kemungkinan akan mendapat persetujuan.

Berita-berita baik itulah yang mendorong perdagangan di berbagai bursa saham dunia. Tengok saja di Wall Street. Indeks S&P yang Sabtu (23/7) dini hari WIB, berhasil mengeliat, kendati tipis. Sementara pergerakan Indeks Dow Jones tertahan jatuhnya saham Caterpillar Inc yang turun 5,8%. Akibatnya Dow ikut tepuruk 43 poin. Namun kalau dihitung dalam sepekan, Dow tetap berhasil mencatatkan peningkatan 1,6% dan S&P 2,2%.

Munculnya sentimen positif besar dari dua dunia itu, sebenarnya, sudah diantisipasi investor. Tak terkecuali yang ada di Indonesia. Itu terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam sepekan kemarin, tetap bertahan di level 4.000. Bahkan di penghujung pekan, Jumat (22/7) IHSG berhasil mencapai level psikologis baru di 4.100. Tepatnya, hari itu, indeks ditutup di level 4.106,82.

Sejumlah analis yang dihubungi INILAH.COM percaya, bursa saham kini tengah memasuki masa bullish. Saking optimistisnya mereka berani meramalkan bahwa level 4.150 akan segera tercapai. “Tapi tidak terlalu cepat, mungkin setelah lebaran,” kata seorang analis.

Selain itu, karena peningkatan sudah berlangsung cukup tinggi (sejak awal Juli IHSG sudah naik 239 poin atau skeitar 6,2%), pemodal disarankan ekstra waspada. Sebab, kemungkinan terjadinya profit taking menjadi sangat terbuka. Diduga, seminggu ke depan, indeks akan bergerak di kisaran 3.950-3.110.

Dalam kondisi seperti ini, investor sebaiknya berkonsentrasi pada saham-saham berfundamental kuat yang belum mengalami kenaikan harga secara signifikan. Misalnya saham terbitan PT Adhi Karya (ADHI), PT Sampoerna Agro (SGRO) dan PT Kalbe Farma (KLBF).

Sementara dari sektor perbankan yang masih memiliki ruang cukup lebar untuk menguat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

Saham PT Astra Internasional (ASII) dan PT Indofood (INDF) juga sebenarnya merupakan saham yang biasa menjadi pilihan menjelang lebaran, namun keduanya sudah mengalami kenaikan cukup signifikan. Tapi, seoarang analis laiunnya, percaya ASII masih memiliki kekuatan untuk terus memanjat ke level Rp77.700 per unitnya. [mdr]

Inilah Menu Saham Pilihan Senin (25/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Sein (25/7) diperkirakan akan terkoreksi tipis dengan kisaran 4.030-4.110. Investor lebih memilih wait and see.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital, Andre Mahardika, kemarin. "Secara teknikal IHSG statusnya wait and see menunggu pasar hari ini."

Dengan alasan EIDO IHSG ditutuo hari Jumat pekan lalu di level 33,69 poin ( 0,17% - 0,50%) dan kemungkinan akan berdampak pada IHSG hari ini yang ditutup mengikuti penurunan EIDO. Namun secara teknikal IHSG masih potensi bullish sementara.

Dari sthocastic, IHSG mengkonfirmasi bullish di trend jenuh beli saran saya wait and see. Dari MACD, IHSG masih potensi bullish jangka pendek. Dari DMI, IHSG masih mengkonfirmasi bullish kuat untuk hari ini.

Untuk saham pilihan seperti BNII yang sudah dinfirmasi bullish signal. Rekomendasi beli di 520 dan jual di 550 dengan stop loss di 500. Secara teknikal saham BNII telah mengkonfirmasi bullish pada trend jenuh jual dimana mulai berkurangnya tekanan jual pada saham BNII.

Saham JPFA, beli saat koreksi. Untuk rekomendasi beli di 5.300 dan jual di 5.600-5.800 dengan stop loss di 5.200. Secara teknikal saham JPFA masih potensi naik sementara saran saya buy jangka pendek.

Untuk saham yang masih naik seperti saham MEDC yang berpotensi spekulasi bullish. Untuk saran hold jika saham MEDC masih diatas harga 2375 , dengan potensi jual di harga 2.450-2.550. PGAS masih potensi bullish dengan saran Hold jika saham masih di atas harga 710 , dengan potensi jual di harga 740-760.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan saham BMRI, BUMI, INDF dan BBRI. Untuk saham BMRI disarankan beli dengan target harga 7.900 dari penutupan pekan lalu di 7.600. Strategi masuk pertama di 7.600 dan kedua di 7.400 dengan cut loss di 6.850.

Saham BUMI disarankan beli dengan target harga di 3.300 dari penutupan pekan lalu di 3.125. Strategi masuk pertama di 3.100 dan kedua di 3.050 dengan cut loss di 2.950. Saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.850 dari penutupan pekan lalu di 6.650. Strategi masuk pertama di 6.600 dan kedua di 6.500 dengan cut loss di 6.400.

Saham INDF disarankan beli dengan target harga di 6.150 dari penutupan pekan lalu di 6.000. Strategi masuk pertama di 5.950 dan kedua di 5.850 dengan cut loss di 5.750. Dividen Rp133/saham dengan cum tanggal 26 Juli, penguatan rupiah yang mengurangi beban hutang dan import cost gandum dalam US$, daya beli masyarakat tinggi yang dapat menopang kenaikan harga mie merupakan katalis positif untuk akumulasi.

Saham BUMI Masih Undervalue

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Level harga saham BUMI saat ini dinilai masih undervalue jika dibandingkan dengan saham sejenis di Asia, Amerika dan Australia. Karena itu, asing masih terus melakukan aksi beli atas saham ini.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, karena faktor murahnya valuasi investor asing saat ini masih agresif membeli saham sejuta umat ini. Dia menegaskan, kalaupun fundamantel emiten bagus, tapi asing tidak masuk, pergerakannya tidak akan banyak. Karena itu, untuk awal pekan ini dia menjagokan saham PT Bumi Resources (BUMI)

Selain itu, lanjutnya, penguatan saham BUMI juga didukung penuh oleh faktor teknikal. Dari sisi ini, setelah memiliki support kuat di level Rp3.000, tren pergerakannya adalah bullish. Sebab, dalam dua pekan sebelumnya, saham BUMI konsolidasi di bawah Rp3.000. “Dalam empat hari terakhir BUMI sudah membentuk support kuat di level Rp3.000,” katanya..

Pada perdagangan Jumat (22/7), saham BUMI ditutup menguat Rp50(1,62%) ke level Rp3.125dari posisi sebelumnya Rp3.075. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.125 dan terendah Rp3.075. Volume transaksi mencapai 51,6 juta unit saham senilai Rp160,1 miliar dan frekuensi 1.868 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat ke level Rp3.125, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI awal pekan ini?

Untuk menguat terbuka lebar. Salah satunya, karena faktor valuasi yang masih sangat murah terutama untuk investor jangka menengah. Dari sisi valuasi Price to Earnings Ratio (PER) saham sejuta umat ini masih undervalue jika dibandingkan dengan saham-saham sejenis baik di Asia, Amerika maupun Australia.

Karena itu, kelanjutan beli dari investor asing masih akan terus berlangsung pada anak usaha grup Bakrie ini. Intinya, investor asing saat ini masih agresif. Jadi, kalaupun fundamantel emiten bagus, tapi asing tidak masuk pergerakannya tidak akan banyak. Karena itu, untuk awal pekan ini saya menjagokan saham BUMI.

Level support dan resistance-nya?

Untuk pekan ini, resistance BUMI berada di level Rp3.300 hingga Rp3.400. Bahkan, level 3.500 bukan mustahil bisa dicapai pekan ini dan Rp3.000 sebagai level support-nya. Sedangkan untuk Senin (25/7) ini, resistance-nya berada di level Rp3.200.

Bagaimana penjelasan teknikalnya untuk mencapai resistance tersebut?

Perlu diingat, penguatan saham BUMI juga didukung penuh oleh faktor teknikal. Dari sisi ini, setelah memiliki support kuat di level Rp3.000, tren pergerakannya adalah bullish. Sebab, dalam dua pekan sebelumnya, saham BUMI konsolidasi di bawah Rp3.000. Dalam empat hari terakhir BUMI sudah membentuk support kuat di level Rp3.000. Karena itu, investor asing masih terus melakukan pemborongan saham BUMI.

Selain faktor teknikal?

Indikatornya sangat kuat, harga minyak akan tembus US$110-111 per barel pekan ini dan US$101-103 per barel awal pekan ini. Sebab, permintaan minyak untuk pengiriman akhir tahun bakal meningkat. Apalagi, dolar AS terus melemah baik terhadap euro maupun terhadap yen.

Pada saat yang sama, jika asing tidak melakukan hedging (lindung) nilai pada saham-saham pertambangan termasuk BUMI akan merugi. Karena itu, investor asing akan masuk ke Indonesia mumpung saham-saham pertambangan masih murah untuk mengantisipasi kenaikan yang tidak terduga pada harga komoditas.

Kalau begitu, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan long term buy dengan target Rp5.000-6.000 akhir 2011 atau pada Januari effect tahun 2012 jika pada Desember 2011 saham ini masih bergerak di level Rp4.400-4.700.

Harga si kinclong kembali bertengger di level tertinggi sepanjang sejarah

Harga si kinclong kembali bertengger di level tertinggi sepanjang sejarah
SINGAPURA. Kontrak harga emas kembali bertengger ke level tertinggi sepanjang sejarah. Permintaan emas melonjak setelah investor cemas AS akan mengalami default karena belum juga menemukan kata sepakat mengenai batasan utangnya.

Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran Agustus naik 1,4% menjadi US$ 1.624,30 per troy ounce. Pada pukul 07.41, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.617,20 per troy ounce. Selain itu, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 1,4% menjadi US$ 1.624,07 per troy ounce.

"Kecemasan mengenai default utang Eropa dan AS masih membayangi investor. Kondisi ini yang mendongkrak permintaan emas," jelas Gavin Wendt, director Mine Life Pty Ltd di Sydney. Dia menambahkan, saat ini investor tak mau menggenggam dollar AS dan lebih memilih untuk mengempit safe haven.

Wend juga bilang, semakin lama ketidakpastian ini terjadi, semakin besar pula minta investor akan emas. "Hal ini tidak diragukan lagi. Yang kita lihat saat ini adalah reaksi atas ketidakpastian yang ada," tambahnya.

Sepanjang pekan lalu, bursa AS melonjak tersokong optimisme Eropa

Sepanjang pekan lalu, bursa AS melonjak tersokong optimisme Eropa
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS mengalami kenaikan sepanjang pekan lalu. Lonjakan saham tersebut terjadi setelah Eropa menyokong Yunani untuk mengakhiri krisis utang di kawasan tersebut. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan AS, seperti Morgan Stanley hingga Advanced Micro Devices Inc, juga turut mendongkrak kinerja bursa.

Sepanjang minggu lalu, indeks S&P 500 naik 2,2% menjadi 1.345,02. Pada 19 Juli lalu, indeks acuan AS ini melompat 1,6% di tengah optimisme kalau Presiden Barack Obama dan anggota kongres akan menyetujui untuk menaikkan batasan utang sebelum deadline pada 2 Agustus. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,6% menjadi 12.681,16 sepanjang sepekan terakhir.

"Kesepakatan Eropa terhadap Yunani akan membantu meredakan kecemasan investor," jelas John Carey, money manager Pioneer Investments.

Kinerja emiten akan menahan laju emas

Kinerja emiten akan menahan laju emas
JAKARTA. Setelah tiga hari berturut-turut terpangkas, harga emas kembali menguat akhir pekan lalu. Harga logam mulia diprediksi terus menanjak hingga akhir tahun nanti. Namun analis meramal pertumbuhan harga emas tidak akan kencang akibat pemulihan ekonomi global yang jalan di tempat.

Abidan, periset Pacific Duaribu Futures, berpendapat, sejatinya masih banyak alasan bagi para investor untuk menanamkan asetnya dalam bentuk emas. Pelaku pasar menilai, keputusan Uni Eropa mengucurkan dana talangan tahap kedua senilai € 159 miliar ke Yunani adalah langkah awal untuk mencegah kepanikan meluas. "Penyelesaian krisis utang di Eropa tampaknya masih panjang," ujar dia.

Di sisi lain, pemilik modal juga masih menunggu hasil akhir perundingan antara anggota kongres serta pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam penetapan batas utang Negeri Paman Sam.

Sektor swasta

Permintaan emas masih mengalir kendati nasib ekonomi global masih belum jelas. "AS dan Eropa memiliki masalah struktural. Itulah sebabnya, mengapa banyak investor siap membeli emas hingga masalah di kawasan tersebut dapat diselesaikan," ucap Adam Klopfenstein, analis Lind-Waldock di Chicago, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (23/7) lalu.

Namun, Abidan memperkirakan, harga emas hingga pertengahan Agustus nanti masih tertahan di level resistance, yaitu US$ 1.650 per ons troi. Harga logam mulia kemungkinan akan terhambat sejumlah data ekonomi yang bagus. Misalnya, rilis laporan keuangan dari beberapa emiten global yang tampaknya cenderung positif.

Pemerintah AS saat ini sangat mengandalkan kinerja sektor swasta untuk membangkitkan perekonomiannya. Apabila kinerja keuangan para emiten semakin membaik, ada dorongan bagi investor untuk mengalihkan dananya dari aset yang berstatus safe haven ke aset-aset yang berisiko seperti saham, obligasi dan valuta. Hanya saja, "Anggaran pemerintah cukup memprihatinkan," imbuh Abidan lagi.

Abidan memperkirakan, harga emas hingga akhir Agustus nanti berpotensi menuju US$ 1.700 per ons troi. Dengan catatan, level resistance US$ 1.650 per ons troi bisa ditembus.

Kenaikan harga emas bukan hanya terdorong spekulasi. Sebab, tidak sedikit bank sentral di dunia yang menyimpan cadangan devisa dalam bentuk emas. Minat bank sentral terhadap aset lain seperti dollar AS tampaknya mulai menurun. "Mata uang dollar AS dan euro masih rentan koreksi," kata seorang broker GoldCore Ltd di Dublin, seperti dikutip dari Bloomberg.

Menurut Abidan, sejumlah negara saat ini memerlukan emas untuk jaminan atas pengajuan dan penyelesaian utang luar negerinya. Emas dianggap sebagai aset yang stabil. "Emas dapat dijadikan jaminan untuk menyokong fundamental keuangan suatu negara," imbuh Abidan.

Berkah mudik bagi saham otomotif

Berkah mudik bagi saham otomotif
JAKARTA. Hari raya Lebaran rupanya tidak hanya menaikkan permintaan pangan dan sandang, tapi juga kendaraan bermotor untuk dipakai mudik. Budi Rustanto, analis Valbury Asia Securities berujar, siklus ini memang lazim terjadi satu-dua bulan menjelang Lebaran setiap tahun.

Budi meramalkan permintaan mobil di bulan Juli ini bisa bertambah 5%-10% dari bulan lalu. "Tapi kalau dibandingkan secara year-on-year tidak terlalu tajam karena permintaan di tahun lalu sangat tinggi," kata dia kepada KONTAN, Jumat (22/7).

Budi juga memperkirakan, permintaan sepeda motor masih akan berlari kencang di sisa tahun ini. Selama semester pertama 2011, permintaan motor sudah meningkat 12,7% secara tahunan.

Minat beli yang tinggi itu diimbangi dengan pulihnya pasokan komponen dari Jepang. Produksi motor bakal normal kembali karena seluruh lini diperkirakan akan pulih total pada bulan Juli.

Budi menambahkan, tingkat bunga acuan saat ini sebesar 6,75% mendukung kredit kepemilikan kendaraan bermotor. Dia mengungkapkan, batas toleransi kenaikan tingkat suku bunga adalah 2%.

Keberadaan anak usaha perusahaan pembiayaan yang dimiliki emiten juga akan meningkatkan sinergi. "Sekitar 70%-80% pembelian kendaraan bermotor dilakukan secara kredit," tutur Budi.

Emiten yang bisa menikmati sinergi semacam itu seperti PT Astra International Tbk (ASII) yang memiliki Astra Credit Companies dan Federal International Finance. Contoh lain adalah PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yang memiliki Indomobil Finance Indonesia.

Harga mobil di pasar domestik juga relatif stabil. Ini karena agen tunggal pemegang merek (ATPM) mengoptimalkan fasilitas bea masuk dalam perjanjian perdagangan bebas Asean dan kerjasama bilateral Indonesia-Jepang.

Genjot produksi

Untuk mengantisipasi peak season di bulan ini, ATPM berencana menaikkan produksi rata-rata 10%. Ambil contoh Astra Daihatsu Motor yang akan menggenjot produksinya dari 11.000 unit menjadi 12.000 unit. Toyota Astra Motor juga memaksimalkan produksinya menjadi 28.000 unit.

Sejauh ini, ASII masih menjadi yang terdepan di pasar otomotif di Indonesia. Berdasarkan catatan Bagus Hananto, Analis Onix Capital, pangsa pasar ASII selama semester I-2011 54,8% untuk mobil dan 51,8% untuk motor.

ASII memegang lisensi merk mobil Daihatsu dan Toyota, Isuzu, BMW, Lexus, dan motor Honda. Sedangkan IMAS mendistribusikan Suzuki, Nissan, VW, Renault, dan Audi.

Ramainya pasar otomotif di bulan Juli juga dinikmati produsen sukucadang, seperti ban. Maklumlah, sebagian besar perakitan mobil-motor berlangsung di Indonesia.

Contohnya PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Lihat saja penjualan MASA kuartal pertama melampaui targetnya 1,5 juta unit ban.