Kamis, 28 Juli 2011

Saham-saham 'Second Liner' Bakal Melemah Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Kamis (28/7) ini diperkirakan akan mengalami tekanan profit taking seiring koreksi yang terjadi di bursa global.

Beberapa saham yang telah menguat signifikan khususnya saham-saham second liner diperkirakan akan bergerak melemah hari ini. Beberapa rilis kinerja Semester 1-2011 emiten cukup baik dengan UNTR dan BBKP membukukan kinerja di atas ekspektasi sementara kinerja JSMR relatif in-line. "Support indeks berada di level 4.140," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Kamis (28/7).

Bursa global terkoreksi signifikan Bursa AS dan Eropa terkoreksi signifikan pada perdagangan semalam, masih memfaktorkan sentimen negatif dari perdebatan kenaikan limit utang AS dan kekhawatiran dana bail-out tambahan dari Uni Eropa masih belum cukup untuk mengurangi risiko menularnya krisis utang ke Spanyol dan Italia. Tambahan sentimen negatif datang dari rilis data durable goods order di bulan Juni yang turun 2,1%, di luar ekspektasi konsensus.

Harga minyak dunia turut melemah 2,2% semalam ke level US$97,3/barel.
Bursa Asia yang dibuka terkoreksi memfaktorkan sentimen negatif dari bursa global semalam dan koreksi yang terjadi di bursa komoditas. Penurunan data durable goods di AS memberi sentimen negatif pada perusahaan-perusahaan berbasis manufaktur di Asia khususnya Jepang.

Pilot mogok, saham GIAA terseok-seok

Pilot mogok, saham GIAA terseok-seok
JAKARTA. Saham PT Garuda Indonesia (GIAA) kian terperosok dalam pagi ini. Pada pukul 09.47, saham GIAA melorot nyaris 2% menjadi Rp 500.

Aksi jual yang melanda saham maskapai penerbangan terbesar di Indonesia ini terkait dengan aksi mogok pilot Garuda hari ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, para pilot Garuda yang tergabung di Asosiasi Pilot Garuda (APG) akan mogok terbang hari ini. Langkah tersebut dilakukan karena mereka telah dua kali perundingan dengan manajemen PT Garuda Indonesia Tbk, mengenai penyamaan gaji pilot lokal dan asing gagal total.

Ketua APG Stephanus Gerardus, menyatakan, aksi mogok hari ini dimulai pukul 00.00 WIB dan akan berlangsung hingga 23.59 WIB. Para pilot tidak akan menerbangkan pesawat, baik rute domestik maupun internasional dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sinarmas Land dan Gramedia Bangun Hall di BSD City

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Sinarmas Land dan Kompas Gramedia membentuk joint venture untuk pembangunan Convention and Exhibiton Hall dengan luas bangunan 150.000m2 di kawasan BSD City, Tangerang Selatan.

Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 25 hektar di kawasan BSD City. Pembangunan ini akan dimulai tahun depan dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2013. Direktur PT Dyandra Media International Danny Budhiarto menuturkan, investasi pembangunan convention ini sekitar Rp1-1,5 triliun. "Untuk pembangunan convention dan exhibition ini, Sinarmas Land dan kompas gramedia membentuk joint venture dengan nama PT Indonesia Expo, joint venture ini akan terbentuk satu bulan lagi," ujar Danny.

Menurut Danny, fasilitas konvensi ini termasuk yang terbesar. Selain itu, pembangunan konvensi dan exhibition ini didukung kemudahan akses melalui jalan tol lingkar luar jakarta (JORR). Dalam pembangunan konvensi ini juga mengajak mitra asing dari Hongkong.

Rencana pembangunan konvensi dan exhibition hall ini, Sinarmasland dan kompas gramedia menandatangani nota kesepahaman pada Kamis (28/7). Chairmand Sinarmas Land Muktar Widjaja menuturkan, dengan kerjasama ini diharapkan dapat menjadi awal perkembangan bagi bisnis meetings, incentives, convention dan exhibitions (MICE). Bisnis MICE ini dinilai dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Di mana Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia mencatat jumlah pameran dari 265 pameran pada 2010 meningkat menjadi 324 pameran pada 2011. Bisnis ini semakin meningkat didukung dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dan nilai rupiah yang stabil mengundang investor. [cms]

Pilot Mogok, Saham Garuda Anjlok 1,96%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Garuda Indonesia Tbk (GIAA) turun 1,96% atau 10 poin ke level 500 pada perdagangan pukul 09.35 WIB akibat aksi mogok yang dilakukan sejumlah pilot Garuda.

Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 5.509 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,38 miliar untuk 38 kali transaksi.

Pilot Garuda Indonesia melakukan aksi mogok mulai pukul 00.00 WIB Kamis (28/7) hingga 23.59 WIB. Sekitar 800-an pilot Garuda berpartisipasi dalam aksi mogok ini. Dengan akar masalah adalah disparitas yang tinggi antara gaji pilot Garuda berwarga negara Indonesia dengan pilot Garuda warga negara asing.

Dari situs Garuda, diketahui saat ini Garuda menerbangi sejumlah rute penerbangan internasional seperti ke Bangkok, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapore, Tokyo, Nagoya, Osaka, Seoul, Guangzhou (Canton), Beijing, Shanghai , Melbourne, Perth, Sydney, Jeddah, Riyadh, Dammam, Dubai, dan Amsterdam.

Sementara rute domestik seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Batam, Padang, Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Jambi, Jakarta, Jogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Ampenan, Makassar, Manado, Palangkaraya, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Kupang, Kendari, Biak, Jayapura, Timika, Ambon, Ternate, dan Palu.

Dari situs resmi Garuda diketahui kini Garuda mengoperasikan 92 unit pesawat. Yakni, 44 unit Boeing 737-800 NG, 5 unit Boeing 737-500, 17 unit Boeing 737-400, 11 unit Boeing 737-300, 3 unit Boeing 747-400, 6 unit Airbus 330-200, dan 6 unit Airbus 330-200.

Semester pertama, gerai MAPI bertambah 77 unit

Semester pertama, gerai MAPI bertambah 77 unit
JAKARTA. Hingga akhir semester pertama, PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) sudah menambah jumlah gerai sebanyak 77 unit. Dengan penambahan gerai ini, maka jumlah gerai yang dimiliki MAPI sudah mencapai 931 gerai atau seluas 436.477 meter persegi (m2).

MAPI menargetkan luas lahan gerainya bisa bertambah 40.000 m2 hingga akhir tahun ini. Namun, hingga semester pertama baru 14.130 m2 yang sudah terealisasi.

Fetty Kwartaty, Corporate Secretary MAPI mengatakan, jumlah gerainya bisa mencapai 1.000 gerai hingga akhir tahun ini. "Di semester kedua masih akan dilakukan penambahan gerai sebanyak 150 gerai," katanya kepada KONTAN, kemarin (27/7).

Menurutnya, gerai baru itu akan dibangun di luar Jawa seperti di Ternate, Banda Aceh dan Padang. Total nilai investasi yang dianggarkan perusahaan yang menggandeng banyak merek terkenal ini mencapai Rp 350 miliar. Sepanjang enam bulan pertama, MAPI rupanya sudah menghabiskan belanja modalnya sebesar Rp 175 miliar.

Sementara itu, MAPI juga di sisa tahun ini akan menggandeng dua merk baru asal Eropa, hanya saja, Fetty belum mau menyebutkan merek baru yang dimaksud. "Yang pasti itu produk fashion dan sport," ujarnya.

BNBR optimistis himpun US$ 300 juta

BNBR optimistis himpun US$ 300 juta
JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimistis bisa menghimpun dana senilai berkisar US$ 200 juta-US$ 300 juta. Dana itu akan digunakan membiayai berbagai proyek infrastruktur.

Dana tersebut akan dikelola oleh unit usaha khusus yang disebut infrastructure fund. Manajemen BNBR menargetkan infrastructure fund sudah terbentuk pada semester kedua tahun ini. Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno, malah mengklaim bahwa saat ini sudah ada investor asing yang tertarik untuk bergabung. Tapi Eddy belum mau membuka identitas investor yang dimaksud.

Infrastructure fund akan menjadi sumber pendanaan proyek-proyek infrastruktur BNBR. Skemanya, investor bisa menanamkan dana di proyek BNBR sehingga punya kepemilikan di proyek itu. Opsi lainnya, investor menyuntik modal melalui BNBR.

Proyek-proyek akan dibiayai di antaranya adalah PLTU Tanjung Jati A, pembangkit listrik berbahan bakar batubara di Kalimantan Timur, dan pembangkit listrik bertenaga panas bumi di Flores.

Nilai proyek Tanjung Jati A mencapai US$ 2 miliar. BNBR menargetkan bisa menguasai 51% saham proyek yang digarap bersama Samsung C&T Corporation itu. Sedangkan di proyek pembangkit listrik di Kalimantan, BNBR menggandeng Tata Power Co. Ltd. Proyek ini senilai US$ 75 juta.

Adapun proyek pembangkit listrik berbahan bakar panas bumi senilai US$ 300 juta. Untuk menggarap proyek ini, BNBR menggandeng perusahaan asal Australia, Panax Geothermal Ltd. BNBR menargetkan bisa menguasai 30% kepemilikan pada proyek yang berlokasi di Flores itu.

Selain berekspansi, BNBR juga akan melunasi utang senilai Rp 3,3 triliun dengan menyerahkan saham anak usaha yang dijaminkan (debt to asset settlement). Sayang BNBR menolak membeberkan identitas saham yang akan dilepas. “Kami sedang negosiasi,” kata Eddy.

Skenario tersebut pernah digunakan BNBR pada tahun lalu. Kala itu BNBR melunasi utang Rp 2,2 triliun. Sekitar 90% dari utang dibayar lewat debt to asset settlement. Saham yang paling banyak dilepas adalah saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Dampak AS, IHSG Kamis (28/7) Pagi Dibuka Melemah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (28/7), IHSG kembali dibuka melemah 0,60% ke level 4.148,79.

Pelemahan IHSG pagi ini seiring sentimen negatif dari Wall Street. Bursa AS kembali ditutup melemah dikarenakan semakin memanasnya perdebatan antara Pemerintah dan Kongres mengenai kenaikan batas utang serta result dari 3M dan United Parcel yang mengecewakan. Kongres AS sendiri mengajukan alternatif lain dari usulan yang diberikan pemerintah yakni pengurangan utang melalui dua tahap masing-masing US$1,2 triliun tahap pertama dan US$1,8 triliun tahap kedua, namun Pemerintah berencana untuk menveto usulan tersebut. Apabila tidak terjadi kesepakatan hingga 2 Agustus, maka AS tidak memiliki cukup dana untung melunasi utangnya dan mengancam penurunan peringkat utang.

Ketidakpastian kenaikan batas utang AS dikhawatirkan akan menimbulkan krisis di pasar keuangan sehingga Bursa Asia pagi ini, termasuk Bursa Indonesia dibuka melemah. Harga minyak juga terkoreksi pagi ini dan menambah sentimen negatif dari bursa.

Namun investor juga masih mengantisipasi laporan keuangan emiten di Semester 1-2001 yang akan dirilis minggu ini.

Sebanyak 116 saham tercatat turun pagi ini, 62 saham stagnan, dan 16 saham naik. Indeks LQ45 dibuka melemah 0,88% ke level 734,43, sementara JII dibuka turun 0,68% ke level 574,78.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 134,63 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp157,48 miliar. Asing pun terpantau keleuar dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell senilai Rp2,55 miliar.

Di Asia, Shanghai turun 0,73%, Hang Seng turun 0,97%, KLSE turun 080%, Nikkei turun 1,12%, STI turun 0,59%, dan Seoul turun 0,80%.

Saham-saham yang melemah tajam pagi ini adalah ASII yang turun 0,66%, ITMG turun 0,87%, PTBA turun 0,93%, SMGR turun 2%, BBCA turun 1,79%, dan TLKM turun 1,36%.

Pilot Mogok, Image dan Profit GIAA Bakal Turun

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Pemogokan pilot PT Garuda Indonesia (GIAA), Kamis (28/7) ini dinilai bakal menurunkan image perusahaan. Pada akhirnya, tingkat profitabilitas pun bakal turun.

E-Trading Securitieis menyatakan, terealisasinya pemogokan pilot PT Garuda Indonesia (GIAA) berdampak terbesar pada image perusahaan. Pada akhirnya, akan berpengaruh pada tingkat profitabilitas.

Karena itu, menurut E-Trading, seharusna adapenyelesaian sebelum deadline yakni Kamis(28/7). Biaya tenaga kerja pada total biaya operasional penerbangan mencapai 8% dan biaya terbesar ialah biaya bahan bakar yang mencapai 68%. “Tapi, karena scenario mogok yang terjadi, akan terjadi turunnya kredibilitas dan image perusahaan,” demikian sebagaimana dilansir etrading.co.id.

Diberitakan, Anggota Asosiasi Pilot PT Garuda Indonesia Isays Sampesule mengatakan, belum ada kesepakatan antara manajemen dengan para pilot Garuda Indonesia.Karena itu, rencana mogok pilot Garuda tetap sesuai jadwal pada Kamis (28/7/2011) ini.

Rencana mogok pilot Garuda dipicu oleh tingginya perbandingan gaji pilot lokal dan pilot asing. Kini, ada 43 pilot asing berkarya di Garuda, dengan total 800-an pilot. Beberapa pelanggan Garuda mengeluhkan ketidakpastian ini. Terutama, karena pelanggan harus memutuskan apakah harus membeli tiket pengganti. Tingkat keterisian pesawat pun kini relatif tinggi, karena perjalanan "nyadran" atau ziarah sebelum bulan Ramadhan.

Reminder Cum Date Dividen PANR 28/07/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 28 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

PANR

PANORAMA SENTRAWISATA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp1.07.- per saham

Universal: Hari ini indeks akan mengalami ujian yang sebenarnya

Universal: Hari ini indeks akan mengalami ujian yang sebenarnya
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya, Universal Broker Indonesia menulis, trend kenaikan yang tengah berlangsung pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hari ini akan mengalami ujian yang sebenarnya.

Koreksi sebesar 198,75 poin (-1,56%) ditambah dengan koreksi yang tengah berlangsung di bursa-bursa di kawasan Asia, diperkirakan akan membawa IHSG menguji kisaran suport di 4.125-4.150.

Penembusan atas resisten di 4.150 sebenarnya telah membuka potensi kenaikan hingga kisaran 4.250-4.275. "Akan tetapi, jika IHSG suport di 4.125-4.150 gagal bertahan, maka akan terbuka potensi koreksi hingga kisaran gap 4.055-4.069," jelas Satrio Utomo, Kepala Riset Universal.

BUMI dalam Tekanan, Profit Taking Saja!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Kamis (28/7) diprediksi melemah. Selain faktor ex dividen, secara teknikal saham ini berada dalam resistance down trend line-nya. Profit taking di level Rp3.100-3150!

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, potensi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) terlihat dari sisi teknikal berada dalam resistance down trend line-nya di level Rp3.150. Resistance tersebut, menurutnya, bakal mengganjal saham sejuta umat ini untuk menguat lebih jauh.

Apalagi, lanjut Tommy, Rabu (27/7) kemarin merupakan cum dividen Rp41,78 per saham. Karena itu, hari ini merupakan ex dividen sehingga berpeluang turun 1,5% atau senilai cum dividen tersebut. “BUMI cenderung melemah dan akan bergerak dalam kisaran support Rp3.000 dan Rp3.150 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (27/7).

Pada perdagangan Rabu (27/7) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,80%) ke level Rp3.100 dari posisi sebelumnya Rp3.125. Harga intraday tertingginya mencapai 3.125 dan terendah Rp3.050. Volume transaksi mencapai 43,1 juta unit saham senilai Rp133,09 miliar dan frekuensi 1.955 kali.

Tommy melanjutkan, saham BUMI berpeluang melemah ke area level Rp3.000-3.025. Sebab, secara historis, market selalu menyesuaikan harga dengan persentase dividennya itu. “Setelah cum dividen itu, pelaku pasar harus menunggu 1-2 hari ke depan,” ujar Tommy.

Jika harga tidak mengalami perbaikan, menurut Tommy, trader disarankan keluar terlebih dahulu dari saham anak usaha grup Barkrie ini. Sebab, kalau dilihat dalam 4-5 candle terakhir, saham BUMI bergerak dalam pola doji, bergerak pada area yang sempit dari Rp3.050 hingga Rp3.100. “Artinya, tidak ada pergerakan yang cukup signifikan untuk bisa mengambil keputusan baik jual maupun beli,” paparnya.

Hanya pada Selasa (26/7) level 3.150 dapat tersentuh. Kondisi ini, tandas Tommy, sekaligus memperlihatkan bahwa dana pemegang saham BUMI tidak bergerak. Dalam situasi ini, trader biasanya tidak berani mengambil risiko. “Mereka akan keluar terlebih dahulu sambil melihat kondisinya selanjutnya seperti apa,” ungkapnya.

Ia memaparkan, jika tembus resistance yang sangat menentukan Rp3.175- Rp3.200-an ke atas, trader baru akan kembali masuk di saham BUMI. Sebab, sudah menembus level down trend line saham BUMI ke atas. Sementara target penguatan berikutnya ke level Rp3.400.

Pada Kamis (28/7) ini, saham BUMI berpeluang melemah terlebih dahulu ke level Rp3.000-3.025. Jika ditembus ke bawah, peluang pelemahan berikutnya ke level Rp2.900. Hanya saja, untuk tembus ke bawah level tersebut pun sebenarnya susah dipastikan. “Sebab, market dalam situasi bullish sehingga terus mencetak rekor dari hari ke hari,” imbuhnya.

Anehnya di tengah kondisi pasar domestik saat ini, saham BUMI tidak bergerak ke mana-mana. Kondisi ini mengkhawatirkan bagi saham batu bara ini. Apalagi, jika melihat semua saham grup Bakrie yang lain mengalami kenaikan sepekan terakhir. “Karena itu, risiko bermain di saham BUMI lebih besar daripada peluang reward-nya sehingga lebih baik profit taking untuk trader,” timpalnya.

Tommy menjelaskan, anomali pergerakan saham BUMI karena memang secara sektoral sedang mengalami tekanan. Baru beberapa saham di sektor batu bara yang sudah pecah level resistance-nya. Itupun baru kemarin. “Dalam sepekan terakhir, saham di sektor ini tidak bergerak. Ini yang menjadi alasan mengapa saham BUMI tertinggal dari saham-saham grup Bakrie yang lain,” ungkap Tommy.

Karena itu, Tommy menegaskan, pada level Rp3.100-3.150 disarakan untuk profit taking terlebih dahulu dalam situasi pergerakan saham BUMI yang tidak pasti meskipun keuntungan trader hanya 3-4%-an saja. “Tapi, bagi investor yang berorientasi semi atau jangka panjang, bisa terus hold saham BUMI selama level support Rp3.000 tidak ditembus ke bawah,” imbuhnya. [mdr]

Dibidik Saratoga, ELSA Bakal Diburu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saratoga Capital disebut-sebut pelaku pasar tengah membidik kembali PT Elnusa Tbk (ELSA).

Dikabarkan, Saratoga berencana membeli 37,5% saham Perseroan milik PT Benaket Petroleum Energy Tbk (BIPI). Sebelumnya, Saratoga pernah menjadi prefered bidder dalam tender penjualan saham Elnusa..

Pada perdagangan kemarin saham ELSA ditutup stabil di level Rp280.

Investor masih ekstra hati-hati, bursa Asia memberikan sinyal merah

Investor masih ekstra hati-hati, bursa Asia memberikan sinyal merah
TOKYO. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa Asia mengalami penurunan. Dengan demikian, penurunan tersebut sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut. Beberapa penyebabnya antara lain belum ditemukannya jalan keluar mengenai batasan utang AS serta penurunan pemesanan barang-barang tahan lama.

Pada pukul 09.17 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,7% menjadi 138,05. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,1%, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,1%, dan indeks S&P/ASX 200 turun 1,1%.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: Toyota Motor Corp turun 1,5% di Tokyo, BHP Billiton Ltd turun 1,8% di Sydney, dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,7%. Sementara itu, Hitachi Construction Machinery Co melompat 3,9% di Tokyo.

"Selain isu batasan utang di AS, investor harus lebih hati-hati mengenai pelemahan ekonomi global. Tingkat resiko kembali meningkat," jelas Mitsushige Akino, analis Ichiyoshi Investment Management Co.

Tembaga melesat terpicu aksi mogok pekerja tambang Chili

JAKARTA. Harga tembaga melambung dalam dua hari berturut-turut. Banderol kontrak pengiriman tembaga untuk tiga bulan mendatang di London Metal Exchange, menembus US$ 9.859,75 per metrik ton, kemarin (27/7). Ini rekor harga tertinggi tembaga sejak 19 Juli lalu.

Satu pendorong harga tembaga pekan ini datang dari tambang terbesar batubara di Escondida, Chili. Pekerja di tambang yang dikelola BHP Biliton itu menggelar aksi mogok kerja selama lima hari berturut-turut.

Unjuk rasa itu merupakan buntut alotnya negosiasi antara pekerja dengan BHP Biliton. "Harga tembaga terus naik seiring pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) dan kasus Chili," kata Hwang Il Doo, senior trader Korea Exchange Bank Futures seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Ada beberapa faktor yang turut mendorong kenaikan harga tembaga. Harga tembaga semakin reli karena aksi mogok para pegawai pertambangan di Chili AS, selama lima hari berturut-turut. Dikutip dari berita Bloomberg, Rabu (27/7), pegawai perusahaan tambang terbesar di dunia, BHP Billiton Ltd,di tambang raksasa Escondida, mengadakan aksi mogok kerja dalam upaya pemcapaian kesepakatan antara serikat pekerja dengan pihak perusahaan.

"Aksi ini telah membuat perusahaan kehilangan outputnya sebesar 12 ribu ton.",kata Roberto Arriagada,union director BHP Billiton. Jika tragedi pemogokan ini terus berlanjut, otomatis akan memicu kekhawatiran koreksi yang berlanjut pada hasil produksi tembaga. yang mengganggu supply untuk komoditas ini.

Pelemahan dollar AS belakangan, ikut juga menggerakkan kenaikan harga tembaga. "Harga tembaga telah memanfaatkan momen pelemahan dollar, yang menarik minat para "pembeli asing".",kata Matthew Zeman,strategis Kingsview Financial di Chicago.

Meskipun, kemarin (27/7), kontrak harga tembaga untuk pegiriman 3 bulanan di LME sempat turun 0,1% ke US$ 9.814 per ton dari US$9.820 di hari sebelumnya. Penurunan ini, menurut Suluh Adil Wicaksono,analis Asia kapitalindo Futures disebabkan adanya spekulasi penurunan permintaan tembaga dari AS karena upaya pemangkasan defisit anggaran. "Tapi hal ini hanya koreksi sesaat.",lanjutnya KONTAN, Rabu (27/7).

Sebelum menjelang 2 Agustus ini, berbagai ancaman datang bertubi-tubi untuk Amerika. Dikutip dari berita Reuteurs, Rabu (27/7) tentang adanya kemungkinan AS akan terancam kehilangan peringkat top-notch kredit AAA dari setidaknya satu lembaga pemeringkat utama dunia, menurut jajak pendapat Reuters. Perdebatan plafon utang antara kedua kubu 2 partai besar AS, Demoktar dan Republik, telah semakin merusak perekonomian AS.

Suluh memprediksi tembaga masih bullish karena permintaan dari produsen elektronik masih tinggi. Selama krisis utang AS tidak berujung default, harga tembaga masih akan tinggi mengikuti permintaan terhadap barang elektronik di pasar dunia.

Membaiknya kondisi AS bisa menjadi sinyal terus melajunya proyek-proyek pembangunan ekonomi. "Tembaga di kuartal III-2011 bisa mencapai US$ 10.000 per metrik ton," tutur Suluh.

eTrading: Indeks akan konsolidasi, perhatikan saham MAPI, BBRI, dan PTBA

eTrading: Indeks akan konsolidasi, perhatikan saham MAPI, BBRI, dan PTBA
JAKARTA. Pada perdagangan Rabu (27/7), indeks Dow Jones kembali ditutup turun 198,75 point (1,59%). Ini merupakan penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir yang masih disebabkan kemelut pagu utang AS yang tak kunjung usai yang dikhawatirkan dapat membuat Paman Sam mengalami default (gagal bayar) atau penurunan peringkat utang AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (27/7) ditutup naik 41 point (1,00%) ke level 4.174,11 menyusul keluarnya laporan keuangan semester 1 sejumlah emiten yang tercatat lebih baik dari estimasi semula.

Asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp394 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, BBNI, UNTR, BMRI dan ADRO.

"Secara teknikal, IHSG yang kembali bergerak menguat untuk dua hari berturut-turut membawa candlestick keluar dari garis upper Bollinger band-nya di saat indikator telah memasuki area overbought untuk itu perlu diwaspadai sinyal reversal atau pembalikan arah untuk menyesuaikan posisi IHSG yang telah berada di area overbought," papar Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, pada perdagangan hari ini (28/7), IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range 4.133-4.212 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain MAPI, BBRI, dan PTBA.

Kekhawatiran Utang Meningkat, Bursa Asia Terseret

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia diperdagangkan dengan penurunan tajam pada Kamis (28/7) pagi, seiring berlanjutnya perdebatan masalah plafon kredit antar anggota parlemen di Washington, yang jatuh tempo pada 2 Agustus.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,2%, S&P/ASX 200 Australia turun 1%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 1%.

Saham-saham AS turun tajam dinhari tadi, karena tidak ada kemajuan dalam negosiasi plafon kredit AS. Selain melemahnya data AS dan laporan laba yang mendorong beralihnya dana dari pasar berisiko," kata ahli strategi RBC Capital Markets.

"Perdebatan pengurangan hutang fiskal AS akan tetap menjadi pendorong utama bagi semua pasar keuangan global dalam sisa pekan ini," kata mereka, dikutip dari yahoofinance.com.

Perusahaan teknologi merupakan beberapa pemain terburuk di AS, dipimpin anjloknya saham Juniper Networks sebesar 2,1%, setelah perusahaan melaporkan hasil yang mengecewakan.

Kerugian sektor teknologi menyebar ke Asia, dengan Elpida Memory Inc turun 3,2%, dan Advantest Corp turun 6,9%. LG Electronics Inc juga melemah 1,4%, dan Hynix Semiconductor Inc turun 2,1% di Korea Selatan.

Eksportir Jepang menderita karena yen tetap bertahan di bawah angka 78 yen pada awal perdagangan Kamis. Honda Motor Co diperdagangkan turun 1,6%, dan Sony Corp kehilangan 1,2%.

Nissan Motor Co turun 0,8%, mengalahkan pasar yang lebih luas, setelah perusahaan membukukan penurunan laba bersih kuartalan 20%, melebihi perkiraan analis.

Sektor perbankan tertekan di Asia, karena berlanjutnya pembicaraan utang AS. Sumitomo Mitsui Financial Group Inc turun 1,5%, sementara Australia Westpac Banking Group Ltd turun 1,4%.

Macquarie Group Ltd turun 3,6% setelah perusahaan mengatakan hasil fiskal semester pertama kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Saham Wesfarmers Ltd turun 2%. Perusahaan ini melaporkan bahwa total penjualan kuartal keempat di divisi supermarket Coles yang naik 6,7% secara tahunan, namun penjualan di toko Target turun 1,2% karena kondisi perdagangan yang sulit dan tidak menentu. [ast]

Perdebatan isu utang berlanjut, harga emas bergerak menuju level rekor

Perdebatan isu utang berlanjut, harga emas bergerak menuju level rekor
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia ditransaksikan 0,9% mendekati level rekor. Melonjaknya harga emas terjadi setelah penentu kebijakan AS bersaing untuk menggolkan proposalnya masing-masing sebelum deadline 2 Agustus mendatang.

Asal tahu saja, kontrak harga emas di pasar spot ditransaksikan tak banyak mengalami perubahan di level US$ 1.614,30 pada pukul 08.36 waktu Singapura. Kontrak harga emas berjangka di New york juga tak banyak berubah di posisi US$ 1.617,20 per troy ounce setelah menyentuh rekor tertinggi di level US$ 1.631,20 per troy ounce kemarin.

"Ada sejumlah faktor fundamental terkait besaran utang dan ketidakmampuan dalam membayarnya kembali. Kondisi itu membuat investor kembali beralih pada emas," jelas Sean Boyd, chief executive officer Agnico-Eagle Mines Ltd.

Indosurya: Investor layak perhatikan saham JPFA, INDR, dan INDS

Indosurya: Investor  layak perhatikan saham JPFA, INDR, dan INDS
JAKARTA. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management memprediksi, pada perdagangan Kamis (28/7), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.107-4.141 dan resistance 4.192-4.211.

"IHSG membentuk candle spinning tops di posisi atas. Upper bollinger bands telah terlewati. MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang," jelas Managing Research Indosurya Reza Priyambada.

Dia menambahkan, RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan bergerak dalam rentang tipis. "Bila melihat polanya, kemungkinkan IHSG akan mengalami konsolidasi terlebih dahulu, mengingat posisi IHSG yang sudah melewati area overbought. Investor tetap mewaspadai potensi terjadinya profit taking," urainya panjang lebar. Cermati saham JPFA, INDR, dan INDS.

KRAS menjajaki pinjaman dari bank Eropa

KRAS menjajaki pinjaman dari bank Eropa
JAKARTA. Ternyata PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih terus mencari pinjaman untuk membangun pabrik besi dengan tanur tinggi. Kali ini KRAS tengah menjajaki pinjaman dari institusi keuangan asal Eropa.

Direktur Keuangan KRAS Sukandar menyebutkan, emiten ini sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa bank asal Benua Biru. "Ya akhirnya kami juga lakukan pembicaraan dengan pihak lain, yaitu dari Eropa," kata dia, Senin (25/7).

Selama ini KRAS sudah melakukan penjajakan untuk mendapat pinjaman dari sejumlah bank asal China. Sukandar menuturkan KRAS masih melakukan pembicaraan dengan beberapa bank asal Negeri Tembok Raksasa.

Selain ke perbankan, KRAS juga menjajaki peluang mencari pinjaman dari export credit agency di kedua wilayah tersebut. Sayang Sukandar masih bungkam soal identitas lembaga keuangan yang tengah dijajaki perusahaannya.

Yang jelas, KRAS berharap ada lebih dari kreditur yang bersedia menyalurkan pinjaman untuk menutup kebutuhan dana sebesar US$ 600 juta. "Bentuknya konsorsium. Bisa jadi campur dari China dan Eropa," tambah dia.

KRAS akan berusaha memastikan pinjaman tersebut segera. Maklum saja, perusahaan pelat merah ini berencana memulai pembangunan tahap awal di kuartal tiga ini. Pabrik blast furnace ini sendiri ditargetkan selesai pada 2014 mendatang.

Nantinya, KRAS akan membutuhkan batubara jenis cooking coal untuk operasional pabrik ini. Kebutuhan batubara tersebut diperkirakan mencapai 900.000 ton tiap tahunnya. KRAS sudah membuat kesepakatan lisan dengan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) untuk memasok batubara tersebut.


TBLA pakai kas internal untuk capex

JAKARTA. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menutup anggaran belanja modal di tahun ini dengan dana internal. Pertimbangan emiten itu adalah kinerja di semester satu 2011 yang memuaskan.

Emiten perkebunan itu sempat berencana mengambil pinjaman dari bank untuk membiayai sebagian besar kebutuhan capital expenditure (capex). Tapi, "Harga sawit bagus, arus kas internal bagus, sehingga perseroan tak tergesa-gesa mencari pinjaman," kata Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur TBLA, Rabu (27/7).

Manajemen TBLA belum bersedia membuka detail kinerjanya di semester satu. Namun Sudarmo menuturkan, laba bersih TBLA dalam paruh pertama 2011 tumbuh di atas 100%. "Kami terbaik di antara emiten sawit. Emiten yang lain tidak meningkat di atas 100%," klaim dia.

Tahun ini TBLA menganggarkan capex Rp 754 miliar. Capex ini terdiri atas capex rutin dan capex investasi baru. TBLA menyiapkan capex rutin sebesar Rp 265 miliar, yang akan digunakan untuk perawatan dan infrastruktur. Pendanaan capex ini seluruhnya dari kas internal.

Sedang nilai capex investasi baru Rp 489 miliar. Capex ini digunakan untuk pembangunan dua dermaga di Lampung dan pabrik pengolahan kelapa sawit Palembang dan kapal perseroan. Semula, 60% pendanaan capex akan ditutup oleh pinjaman bank.

TBLA sendiri sudah mendapat persetujuan kredit untuk beberapa proyek. “Sampai saat ini belum kami cairkan karena arus kas masih bagus,” kata Sudarmo. TBLA berharap 70% kebutuhan dana capex bisa dipenuhi kas internal. Dus, perseroan bisa menekan beban bunga bank.

TBLA juga mengubah rencana pendanaan pabrik gula rafinasi di Lampung. Untuk mendanai pembangunan pabrik senilai US$ 30 juta ini perseroan akan mengandalkan kas internal. Pabrik gula tersebut memiliki kapasitas produksi 600 ton per hari.

Pasar dilingkupi sentimen negatif, harga minyak ditransaksikan melorot

Pasar dilingkupi sentimen negatif, harga minyak ditransaksikan melorot
SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia ditransaksikan melorot pagi ini. Dengan demikian, sudah dua hari belakangan ini harga minyak melorot. Penurunan itu terjadi setelah investor berspekulasi mengenai perlambatan ekonomi AS seiring melonjaknya cadangan minyak di negara itu.

Sekadar tambahan informasi, data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan minyak AS naik 2,3 juta barel menjadi 354 juta barel pada minggu lalu. Data tersebut jauh lebih besar ketimbang prediksi analis yang disurvei Bloomberg dengan prediksi kenaikan cadangan minyak sebesar 2 juta barel.

"Data mengenai cadangan minyak AS itu mendorong penurunan harga minyak. Saat ini, ada sejumlah faktor yang membuat pasar minyak bearish. Selain cadangan minyak, ada juga data mengenai durable goods, isu utang, dan pergerakan dollar. Kesemuanya menekan pasar," jelas Peter Beutel, President of Cameron Hanover Inc.

Pagi tadi, kontrak harga minyak dunia untuk pengantaran September turun 60 sen menjadi US$ 96,80 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.11 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 96,83 sebarel. Kemarin, kontrak harga minyak turun 2,2% menjadi US$ 97,40 per barel, yang merupakan level terendah sejak 18 Juli lalu. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah naik 26%.

Makin perkasa, yen kian mendekati level paling kuat dalam empat bulan terakhir

Makin perkasa, yen kian mendekati level paling kuat dalam empat bulan terakhir
NEW YORK. Pergerakan yen masih dalam tren menguat pagi ini. Yen hanya berada 0,5% dari posisi paling perkasanya dalam empat bulan terakhir atas dollar. Pelaku pasar mencemaskan upaya AS dan Eropa dalam menangani permasalahan utangnya sehingga mendongkrak permintaan mata uang Negeri Sakura itu.

"Pergerakan market mengambang antara isu krisis Eropa dan AS. Investor tak memiliki banyak pilihan selain franc dan yen. Kami tidak melihat adanya faktor lain untuk meredakan dua isu tadi," jelas Toshiya Yamauchi, senior currency analyst Ueda Harlow Ltd.

Catatan saja, pada pukul 08.14 waktu Tokyo, yen diperdagangkan pada posisi 77,93 per dollar. Sebelumnya, yen sempat diperdagangkan pada level 77,58, posisi paling perkasa sejak 17 Maret lalu. Jika berhadapan dengan euro, yen berada di level 112,01 per euro dari 112,04 per euro.

Sementara itu, nilai tukar si hijau berada di posisi US$ 1,4376 per euro dari US$ 1,4369 per euro. Dollar AS juga diperdagangkan di posisi 80,12 Swiiss centimes, setelah kemarin menyentuh rekor terendah di posisi 79,96.

Bursa Australia Dibuka Melemah

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Australia jatuh di perdagangan Kamis (28/7) pagi, menyusul koreksi AS semalam, karena kebuntuan utang Washington menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Indeks acuan S & P / ASX 200 kehilangan 1,2% menjadi 4.482.70, dengan BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto masing-masing turun 1,5% Ltd. BlueScope Steel Ltd melemah 2,3%.

Grup Supermarket Wesfarmers Ltd turun 2,3%, setelah penjualan di unit Kmart dan Target melihat penurunan penjualan pada kuartal terakhir.

Di antara saham keuangan, Macquarie Group Ltd kehilangan 3%, setelah mengatakan kuartal pertama kinerja menurun dibandingkan kuartal fiskal keempat. [ast]

Bursa Jepang Ikuti Koreksi Wall Street

Headline
INILAH.COM, Tokyo - Saham Jepang dibuka anjlok tajam Kamis (28/7), setelah saham AS melemah di tengah kebuntuan kesepakatan plafon kredit di Washington.

Indeks Nikkei Stock Average turun kembali di bawah angka 10.000, jatuh 1,3% menjadi 9.916,59, sementara Topix kehilangan 1,1% menjadi 849,37.

Penurunan 2,7% semalam di Nasdaq dan penguatan yen, dengan satu dolar di bawah 78 yen, saham teknologi terimbas paling besar.

Elpida Memory Inc turun 3%, dan Advantest Corp turun 4,9%. Sony Corp diperdagangkan turun 1,4% menjelang rilisnya hasil pendapatan, setelah penutupan perdagangan. Namun, Panasonic Corp naik 0,7% setelah kabar akan menjual anak perusahaan unit peralatan rumah Sanyo Electric Co kepada China Haier Electronics Group Co.

Data yang dirilis sebelum pasar dibuka menunjukkan penjualan ritel Jepang Juni naik lebih dari perkiraan ke 1,1%. Namun saham peritel diikuti pasar yang melemah, dengan Takashimaya Co turun 1,7%. [ast]

Investor Akumulasi saham KRAS

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Meskipun kinerja keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menurun dibanding periode sebelumnya, investor asing kemarin terlihat memanfaatkan momentum untuk mengakumulasi saham KRAS pada harga yang dianggap murah.

Tampaknya hal ini terkait dengan percepatan rencana KRAS dalam meningkatkan produksi, dengan bersinergi dengan Pohang Iron and Steel Corporation (POSCO). Perusahaan asal Korea Selatan ini nantinya akan memenuhi kebutuhan industri perkapalan,otomotif, konstruksi, dan untuk ekspor ke Korea.

Dilihat dari segi rasio keuangan, PE ratio KRAS masih rendah dibanding BUMN lain. Ini yang membuat rekor KRAS masuk dalam daftar BUMN public listed dengan PE ratio terkecil, yakni sekitar 14 kali.

Kabar yang berhembus KRAS akan diangkat ke level Rp1.500 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Rabu (27/7) kemarin, KRAS ditutup menguat 60 poin (5,56%) ke level Rp1.140. Volume transaksi mencapai 85.52 juta lembar saham, senilai Rp94.9 miliar. [ast]

Kinerja positif, saham PTBA makin atraktif

Kinerja positif, saham PTBA makin atraktif
JAKARTA. Sepanjang semester satu 2011, PT Tambang Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencetak kinerja gemilang. Laba bersih emiten itu mengalami pertumbuhan 77,4% year-on-year menjadi Rp 1,61 triliun. Pendapatan produsen batubara itu naik 34,9% jadi Rp 5,12 triliun.

Padahal volume penjualan hanya naik sekitar 2%. Namun kenaikan average selling price (ASP) tahun lalu berhasil menutup volume yang stagnan. ASP batubara PTBA di tahun ini Rp 760.544 per ton untuk pasar domestik dan US$ 98,8 untuk pasar ekspor. Harga itu merupakan ASP tertinggi PTBA.

Analis Kresna Securities Yohan Kurniawan menilai pencapaian PTBA di semester satu cukup kuat. Namun analis Samuel Sekuritas Christine Salim menilai kinerja PTBA di bawah ekspektasi.

Toh, kedua analis yakin kinerja PTBA akan membaik di semester kedua. Penyebabnya, perusahaan ini akan kedatangan gerbong pengangkut batubara yang baru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama Agustus-September tahun ini. "Secara historis, volume produksi PTBA di semester kedua akan meningkat," kata Christine.

Berdasarkan riset Christine, pembangunan PLTU Tanjung Enim saat ini sudah mencapai sekitar 90%. Di samping itu, PTBA juga sedang membangun satu PLTU lagi di Tarahan, Lampung untuk kebutuhan sendiri. PLTU Tarahan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2013.

Menunggu proyek

Anthony Yunus, analis NISP Sekuritas, meramalkan kinerja PTBA bisa tumbuh pesat di tahun ini, sebagai buntut dari naiknya penjualan. Apalagi, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim, Sumatra Selatan akan segera beroperasi.

Pembangunan PLTU Tanjung Enim sudah mencapai sekitar 90%. PTBA juga membangun satu PLTU lagi di Tarahan, Lampung. PLTU Tarahan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2013.

PTBA juga serius menggarap proyek rel kereta api. Emiten itu telah menandatangani perjanjian dengan PT KAI untuk mengotimalkan jalur kereta yang ada hingga bisa mengangkut 22,7 juta ton batubara di 2014.

Anthony menilai, dengan perjanjian ini, pengangkutan batubara PTBA bisa mencapai 13,6 juta ton di 2011. Di 2012 volume pengangkutan diramal naik menjadi 15,5 juta ton.

PTBA juga tengah membangun jalur kereta Tanjung Enim-Lampung bersama Grup Rajawali dan China Railway Engineering. Targetnya di 2014 jalur ini bisa mengangkut hingga 7 juta ton.

PTBA telah menandatangani perjanjian dengan PT KAI untuk mengotimalkan jalur kereta api yang sudah ada secara bertahap sampai 22,7 juta ton tahun 2014. Selain itu, PTBA juga tengah membangun jalur kereta Tanjung Enim-Lampung bersama Grup Rajawali dan China Railway Engineering, yang pada tahun 2014 ditargetkan memiliki kapasitas angkut 7 juta ton.

Namun, Yohan tidak melihat perkembangan signifikan dari kedua proyek tersebut. "Ada kemungkinan proyek meleset dari jadwal," ujarnya. Berdasarkan penuturannya, manajemen PTBA sudah mengundur target dari pertengahan 2014 menjdi 2015.

Alasannya, PTBA belum mengantongi izin dari pemerintah Sumatera Selatan dan Lampung. Padahal, perusahaan membutuhkan izin untuk membebeskan lahan untuk jalur kereta api sepanjang 304 km.

Melihat potensi pertumbuhan kinerja PTBA, ketiga analis memberi rekomendasi beli. Target harga versi Anthony Rp 27.000 per saham, berdasarkan price to earning ratio (PER) tahun ini 12,4 kali serta EV/EBITDA sebesar 8,4 kali.

Sedang Christine memasang target harga Rp 27.500 per saham yang mencerminkan PER 12,5 kali di 2012. Yohan mematok target harga yang tertinggi bagi PTBA, yaitu Rp 37.400 per saham.

Pada Rabu (27/7) harga PTBA menguat 1,66% menjadi Rp 21. 500 per saham.

Kinerja positif, saham makin atraktif

JAKARTA. Sepanjang semester satu 2011, PT Tambang Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencetak kinerja gemilang. Laba bersih emiten itu mengalami pertumbuhan 77,4% year-on-year menjadi Rp 1,61 triliun. Pendapatan produsen batubara itu naik 34,9% jadi Rp 5,12 triliun.

Padahal volume penjualan hanya naik sekitar 2%. Namun kenaikan average selling price (ASP) tahun lalu berhasil menutup volume yang stagnan. ASP batubara PTBA di tahun ini Rp 760.544 per ton untuk pasar domestik dan US$ 98,8 untuk pasar ekspor. Harga itu merupakan ASP tertinggi PTBA.

Analis Kresna Securities Yohan Kurniawan menilai pencapaian PTBA di semester satu cukup kuat. Namun analis Samuel Sekuritas Christine Salim menilai kinerja PTBA di bawah ekspektasi.

Toh, kedua analis yakin kinerja PTBA akan membaik di semester kedua. Penyebabnya, perusahaan ini akan kedatangan gerbong pengangkut batubara yang baru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama Agustus-September tahun ini. "Secara historis, volume produksi PTBA di semester kedua akan meningkat," kata Christine.

Berdasarkan riset Christine, pembangunan PLTU Tanjung Enim saat ini sudah mencapai sekitar 90%. Di samping itu, PTBA juga sedang membangun satu PLTU lagi di Tarahan, Lampung untuk kebutuhan sendiri. PLTU Tarahan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2013.

Menunggu proyek

Anthony Yunus, analis NISP Sekuritas, meramalkan kinerja PTBA bisa tumbuh pesat di tahun ini, sebagai buntut dari naiknya penjualan. Apalagi, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim, Sumatra Selatan akan segera beroperasi.

Pembangunan PLTU Tanjung Enim sudah mencapai sekitar 90%. PTBA juga membangun satu PLTU lagi di Tarahan, Lampung. PLTU Tarahan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2013.

PTBA juga serius menggarap proyek rel kereta api. Emiten itu telah menandatangani perjanjian dengan PT KAI untuk mengotimalkan jalur kereta yang ada hingga bisa mengangkut 22,7 juta ton batubara di 2014.

Anthony menilai, dengan perjanjian ini, pengangkutan batubara PTBA bisa mencapai 13,6 juta ton di 2011. Di 2012 volume pengangkutan diramal naik menjadi 15,5 juta ton.

PTBA juga tengah membangun jalur kereta Tanjung Enim-Lampung bersama Grup Rajawali dan China Railway Engineering. Targetnya di 2014 jalur ini bisa mengangkut hingga 7 juta ton.

PTBA telah menandatangani perjanjian dengan PT KAI untuk mengotimalkan jalur kereta api yang sudah ada secara bertahap sampai 22,7 juta ton tahun 2014. Selain itu, PTBA juga tengah membangun jalur kereta Tanjung Enim-Lampung bersama Grup Rajawali dan China Railway Engineering, yang pada tahun 2014 ditargetkan memiliki kapasitas angkut 7 juta ton.

Namun, Yohan tidak melihat perkembangan signifikan dari kedua proyek tersebut. "Ada kemungkinan proyek meleset dari jadwal," ujarnya. Berdasarkan penuturannya, manajemen PTBA sudah mengundur target dari pertengahan 2014 menjdi 2015.

Alasannya, PTBA belum mengantongi izin dari pemerintah Sumatera Selatan dan Lampung. Padahal, perusahaan membutuhkan izin untuk membebeskan lahan untuk jalur kereta api sepanjang 304 km.

Melihat potensi pertumbuhan kinerja PTBA, ketiga analis memberi rekomendasi beli. Target harga versi Anthony Rp 27.000 per saham, berdasarkan price to earning ratio (PER) tahun ini 12,4 kali serta EV/EBITDA sebesar 8,4 kali.

Sedang Christine memasang target harga Rp 27.500 per saham yang mencerminkan PER 12,5 kali di 2012. Yohan mematok target harga yang tertinggi bagi PTBA, yaitu Rp 37.400 per saham.

Pada Rabu (27/7) harga PTBA menguat 1,66% menjadi Rp 21. 500 per saham

AS Bakal Terjebak pada 'Credit Crunch'

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (28/7) diprediksi menguat. Besarnya peluang downgrade AS yang bakal memicu credit crunch menjadi tekanan bagi dolar AS.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, tren penguatan rupiah masih berlanjut hari ini. Kecuali, jika ada kejutan adanya kesepakatan pemerintah Obama dengan Kongres AS. Jika mereka sepakat memangkas anggaran sebagai syarat kenaikan batas atas utang AS, risiko downgrade menjadi hilang.

Tap, imbuhnya, selama kesepakatan kenaikan batas atas utang AS tidak terjadi, tren penguatan rupiah belum akan terpatahkan. "Jika dilihat dari indikatornya, variasi harga rupiah akan lebar dalam kisaran 8.430 untuk pekan ini jika support 8.465 ditembus ke bawah dan level atasnya 8.500,” katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Christian menjelaskan, downgrade AS akan memicu kesulitan pinjaman antar bank (credit crunch) seperti yang terjadi pada era kebangkrutan Lehman Brothers pada 2008. "Tapi, default AS akan berimbas 5 kali lebih besar dibandingkan imbas negatif dari Lehman Brothers," timpalnya.

Meskipun, dikatakan Christian, jika AS hanya di-downgrade dari level AAA satu level saja. "Bank-bank akan enggan meminjamkan likuiditasnya satu sama lain di AS," imbuhnya. "Jika bank saja tidak memberikan pinjaman, apalagi masyarakatnya."

Memang, lanjutnya, semua analis optimistis AS pada akhirnya akan mencapai kata sepakat karena default akan menggerus popularitas Presiden AS Barack Obama. Obama pun tidak akan terpilih jadi presiden AS berikutnya. "Tapi, sejauh ini, pasar melihat risiko gagal bayar dan down grade AS yang semakin meningkat," ucapnya.

Potensi penguatan rupiah, juga dipicu mata uang RI ini yang tidak terkait dengan krisis utang Eropa dan dari sisi perbedaan tingkat suku bunga semakin melebar antara BI rate 6,75% dengan The Fed Fund Rate 0-0,25%. AS terlilit utang dan dari sisi ekonomi moneter, The Fed mengambil kebijakan zero rate policy. "Arus modal asing akan terus mengalir ke aset-aset rupiah sehingga memperkuat nilai tukranya," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiahdi pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (27/7) ditutup menguat 18 poin (0,21%) ke level 8.482/8.492 per dolar AS.

Bursa Global Berjatuhan, IHSG Terancam

Gb
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak anomali bahkan mencetak rekor tertingginya di level 4.174 setelah berhasil mendapatkan 41 poin. IHSG menguat meski bursa-bursa regional sedang berada dalam tekanan.

Pada perdagangan, Rabu (27/7/2011), IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 9,954 poin (1,36%) ke level 740,992.

Meski terus bergerak anomali, namun merosotnya bursa-bursa utama dunia akan kembali menjadi batu sandungan di pasar saham Indonesia. IHSG pada perdagangan Kamis (28/7/2011)

Bursa Wall Street kembali mencatat hari terburuknya dalam 8 bulan terakhir. Laporan keuangan yang lemah, data perekonomian yang tidak baik dan kemelut utang AS yang tak kunjung ada penyelesaian membuat saham-saham melemah.

Pada perdagangan Rabu (27/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 198,75 poin (1,59%) ke level 12.302,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 27,05 poin (2,03%) ke level 1.304,89 dan Nasdaq melemah 75,17 poin (2,65%) ke level 2.764,79.

Bursa Jepang juga langsung ikut mengalami koreksi tajam. Mengawali perdagangan Kamis, indeks Nikkei-225 langsung terpuruk di bawah level 10.000, yakni di level 9.927,91 setelah merosot hingga 119,28 poin (1,19%).

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan kemarin IHSG naik 41 point (+1.00%) ke level 4,174.11 dengan jumlah transaksi sebanyak 16 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6.2 triliun. Hampir semua sektor saham pada perdagangan mengalami penguatan kecuali sektor consumer dan infrastructure.

Tercatat sebanyak 126 saham mengalami penguatan, 108 saham mengalami penurunan, 95 saham tidak mengalami perubahan dan 124 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi motor penggerak terbesar bursa kemarin a.l. BBRI, BBNI, BMRI, ENRG dan UNTR. Sementara yang menjadi pemberat bursa terbesar a.l. BUMI, ELTY, BORN, PGAS dan ITMG. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp394 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, BBNI, UNTR, BMRI dan ADRO.

Secara teknikal, IHSG yang kembali bergerak menguat untuk dua hari berturut-turut membawa candlestick keluar dari garis upper Bollinger bandnya di saat indikator telah memasuki area overbought untuk itu perlu diwaspadai sinyal reversal atau pembalikan arah untuk menyesuaikan posisi IHSG yang telah berada di area overbought . Pada perdagangan hari ini (28/7), IHSG kami perkirakan akan bergerak konsolidasi pada range 4133-4212, sementara itu saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. MAPI, BBRI, dan PTBA..

Indosurya:

Pada perdagangan Kamis (28/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.107-4.141 dan resistance 4.192-4.211. IHSG membentuk candle spinning tops di posisi atas. Upper bollinger bands telah terlewati. MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan bergerak dalam rentang tipis. Bila melihat polanya kemungkinkan IHSG akan mengalami konsolidasi terlebih dahulu, mengingat posisi IHSG yang sudah melewati area overbought. Investor tetap mewaspadai potensi terjadinya profit taking. Cermati saham JPFA, INDR, dan INDS.

(qom/qom)

IHSG tetap menarik meski sudah mahal

IHSG tetap menarik meski sudah mahal
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bosan menampilkan kejutan. Di saat sebagian indeks saham Asia anjlok, indeks saham merah putih ini kembali mencetak rekor tertinggi yang baru.

Pada penutupan perdagangan Rabu (27/7), IHSG sebesar 4.147,11 atau menguat 1% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. Jika diukur dari awal tahun ini, indeks bursa lokal sudah mengalami pertumbuhan 12,71%.

Sejauh ini IHSG masih merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik di kawasan Asia.

Namun tingginya IHSG saat ini memunculkan kekhawatiran indeks bakal bubble. Muhammad Alfatih, analis Samuel Sekuritas, menilai rasio harga saham terhadap laba per saham alias price to earning ratio (PER) IHSG memang sudah tinggi. Makin tinggi PER, berarti jauh di atas harga wajarnya.

Dia menghitung, PER IHSG saat ini sudah mencapai 19,04 kali. Besaran itu jauh di atas rata-rata PER IHSG selama lima tahun terakhir, yaitu 13 kali. Rekor PER tertinggi IHSG sebelumnya adalah 17 kali yang terjadi di 2007.

Hitungan Kepala Riset Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, PER IHSG saat ini mencapai 18 kali. Namun, ia menilai IHSG masih jauh dari ancaman bubble. Sebab, kenaikan IHSG masih memiliki dasar yang kuat. "Kenaikan kali ini didukung kinerja emiten di semester satu yang bagus," jelas dia, Rabu (27/7).

Kabar baik lain, indikator price to earning per growth (PEG) bursa di Indonesia masih rendah dibandingkan bursa sekawasan. PEG adalah rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba emiten. Makin rendah rasio PEG suatu emiten berarti harga sahamnya masih di bawah harga wajarnya.

Alfatih menghitung, PEG Indonesia baru 0,6 kali. Artinya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar. "PEG Indonesia paling menarik," ujar Alfatih.

Alfatih membandingkan dengan PEG Korea dan Hongkong yang sebesar 0,8 kali. Sementara PEG Taiwan, Malaysia dan Filipina sudah mencapai 1 kali, dan PEG Singapura 1,5 kali. Tambah lagi, kini Indonesia sudah mendekati investment grade.

Tapi Pardomuan mengakui bahwa sebenarnya saat ini IHSG sudah termasuk overbought. Meski begitu, secara fundamental IHSG masih menarik. "Jadi sebaiknya jika investor sudah mengakumulasi dan sudah terjadi gain bisa diambil dulu sambil menunggu koreksi," tutur dia.

Pardomuan memprediksi IHSG bisa mencapai kisaran 4.500 di akhir tahun ini.

IHSG tetap menarik meski sudah mahal

IHSG tetap menarik meski sudah mahal
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bosan menampilkan kejutan. Di saat sebagian indeks saham Asia anjlok, indeks saham merah putih ini kembali mencetak rekor tertinggi yang baru.

Pada penutupan perdagangan Rabu (27/7), IHSG sebesar 4.147,11 atau menguat 1% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. Jika diukur dari awal tahun ini, indeks bursa lokal sudah mengalami pertumbuhan 12,71%.

Sejauh ini IHSG masih merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik di kawasan Asia.

Namun tingginya IHSG saat ini memunculkan kekhawatiran indeks bakal bubble. Muhammad Alfatih, analis Samuel Sekuritas, menilai rasio harga saham terhadap laba per saham alias price to earning ratio (PER) IHSG memang sudah tinggi. Makin tinggi PER, berarti jauh di atas harga wajarnya.

Dia menghitung, PER IHSG saat ini sudah mencapai 19,04 kali. Besaran itu jauh di atas rata-rata PER IHSG selama lima tahun terakhir, yaitu 13 kali. Rekor PER tertinggi IHSG sebelumnya adalah 17 kali yang terjadi di 2007.

Hitungan Kepala Riset Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, PER IHSG saat ini mencapai 18 kali. Namun, ia menilai IHSG masih jauh dari ancaman bubble. Sebab, kenaikan IHSG masih memiliki dasar yang kuat. "Kenaikan kali ini didukung kinerja emiten di semester satu yang bagus," jelas dia, Rabu (27/7).

Kabar baik lain, indikator price to earning per growth (PEG) bursa di Indonesia masih rendah dibandingkan bursa sekawasan. PEG adalah rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba emiten. Makin rendah rasio PEG suatu emiten berarti harga sahamnya masih di bawah harga wajarnya.

Alfatih menghitung, PEG Indonesia baru 0,6 kali. Artinya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar. "PEG Indonesia paling menarik," ujar Alfatih.

Alfatih membandingkan dengan PEG Korea dan Hongkong yang sebesar 0,8 kali. Sementara PEG Taiwan, Malaysia dan Filipina sudah mencapai 1 kali, dan PEG Singapura 1,5 kali. Tambah lagi, kini Indonesia sudah mendekati investment grade.

Tapi Pardomuan mengakui bahwa sebenarnya saat ini IHSG sudah termasuk overbought. Meski begitu, secara fundamental IHSG masih menarik. "Jadi sebaiknya jika investor sudah mengakumulasi dan sudah terjadi gain bisa diambil dulu sambil menunggu koreksi," tutur dia.

Pardomuan memprediksi IHSG bisa mencapai kisaran 4.500 di akhir tahun ini.

Data pemesanan durable goods negatif, S&P terjungkal ke level terendah 2 bulan

Data pemesanan durable goods negatif, S&P terjungkal ke level terendah 2 bulan
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS anjlok pada penutupan kemarin malam. Penurunannya bahkan menyeret indeks Standard & Poor's 500 melorot ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan adalah, tidak ada indikasi kalau Senat AS akan segera mencapai kata sepakat mengenai batasan utang negara.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 2% ke level 1.304,89. Ini merupakan penurunan terdalam sejak 1 Juni lalu. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,6% menjadi 12.302,55.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS di antaranya: Caterpillar Inc dan General Electric Co yang masing-masing anjlok lebih dari 2,4%. Penurunan saham teknologi dan saham industri itu terjadi setelah pemerintah mengumumkan adanya penurunan pemesanan barang tahan lama (durable goods) di bawah prediksi.

Selain itu, penurunan juga dialami Corning Inc yang melorot 7,2% dan Amazon.com Inc yang reli 3,9%.

"Data ekonomi makro yang menggerakkan pasar. Di luar fakta situasi politik masih tegang, investor juga harus menghadapai data ekonomi yang tidak memuaskan," jelas Sarah Hunt, portfolio manager Alpine Mutual Funds di New York.

Kemelut Utang Terus Menekan Wall Street

New York - Bursa Wall Street kembali mencatat hari terburuknya dalam 8 bulan terakhir. Laporan keuangan yang lemah, data perekonomian yang tidak baik dan kemelut utang AS yang tak kunjung ada penyelesaian membuat saham-saham melemah.

Perdebatan mengenai masalah kenaikan batas utang AS menjelang tenggat waktu 2 Agustus paling menyita perhatian investor. Namun sentimen negatif itu masih ditambah oleh kekecewaan terhadap laporan keuangan dari sektor industri dan teknologi.

Pernyataan terakhir dari Gedung Putih adalah pemerintah bisa 'kehilangan asap' jika batas utang tidak dinaikkan hingga tenggat waktu. Selain potensi gagal bayar utang AS, pemerintah AS juga menghadapi penurunan peringkat kredit.

"Pasar mulai menunjukkan kekhawatiran yang sesungguhnya terhadap default. Saya tidak berpikir ini akan terjadi, namun apakah kita menghadapi penurunan (peringkat)? Inilah yang semakin menjadi kemungkinan setiap harinya," ujar Peter Cardillo, chief market economist Avalon Partners seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/7/2011).

Pada perdagangan Rabu (27/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot 198,75 poin (1,59%) ke level 12.302,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 27,05 poin (2,03%) ke level 1.304,89 dan Nasdaq melemah 75,17 poin (2,65%) ke level 2.764,79.

"Kekecewaan terhadap laporan keuangan terakhir menyebabkan orang-orang berpikir ulang tentang portofolionya dan menggerakkan beberapa hal ke sekitarnya, terutama di sekitar sisi teknologi," ujar Adam Tracy, analis dari Stifel Nicholas.

Saham-saham finansial mendapat tekanan berat dari ketidakpastian tersebut, dengan saham Bank of America tercatat melemah 3,2%. Sementara saham yang sensitif terhadap perekonomian seperti Caterpillar juga melemah 3,7%.

Saham Delta Air Lines merosot hingga 5,1%, setelah mengumumkan labanya merosot hingga 58% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perdagangan berjalan sangat ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,69 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian yang mencapai 7,47 miliar lembar.

(qom/qom)

Kondisi AS Makin Kacau, Wall Street Kembali Anjlok

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (27/7) dipengaruhi pendapatan melemah, data ekonomi kurang bagus dan tidak ada perubahan mengenai diskusi debt ceiling menjelang deadline.

Perdebatan debt ceiling menjadi perhatian investor minggu ini menjelang deadline pada 2 Agustus. Selain itu, pendapatan mengecewakan di sektor industri dan teknologi memberikan sentimen negatif di bursa saham.

Saham Juniper Networks turun 20,9% ke level US$24,66 memberikan sentimen negatif ke sektor teknologi. Indeks S&P teknologi turun 3%. Pernyataan White House bahwa pemerintah akan "running on fumes" jika debt ceiling tidak dinaikkan. Di samping potensi gagal bayar utang Amerika maka pemerintah akan menghadapi penurunan rating. Sepanjang minggu ini, indeks S&P 500 turun 3%. "Pasar mulai menunjukkan terhadap masalah gagal bayar. Saya pikir itu tidak akan terjadi tapi kita akan menghadapi penurunan rating itu kemungkingan terjadi," ujar Chief Market Economist Avalon Partners Peter Cardillo seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Kebanyakan investor menunggu hasil perdebatan mengenai debt ceiling sebelum kembali masuk ke pasar saham. Volume perdagangan saham meningkat pada perdagangan saham Rabu (27/7). Ini merupakan tanda keyakinan investor melemah. Setiap 14 saham turun untuk setiap saham yang naik di bursa saham New York.

Indeks Dow Jones turun 198,75 poin atau 1,59% ke level 12.302,55. Indeks S&P 500 turun 27,05 poin atau 2,03% ke level 1.304,89. Indeks Nasdaq turun 75,17 poin atau 2,65% ke level 2.764,79.

Pertumbuhan moderat di Emerson Electric Co menambah kekhawatiran mengenai pendapatan sehingga mempengaruhi saham industri. Saham Emerson turun 6,7% ke level US$50,43. Indeks CBOE volatility naik 13,6% pada hari ketiga. Analis mengatakan, indeks ini dipengaruhi kemungkinan US credit downgrade.

Outlook Emerson juga dipengaruhi tanda kurang baik dari Caterpillar, Ingersoll-Rand dan PepsiCo. Saham ini pun mendapatkan "ganjaran" dari investor. Saham Akamai technologies turun 11,8% ke level US$26 setelah laporan hasil kinerja. Adapun volume perdagangan saham sebesar 8,69 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq dibandingkan di bawah rata-rata harian 7,47 miliar saham. [cms]

Menu Hari Ini: Saham Tambang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia,Kamis (28/7) diperkirakan akan terus melesat. Saham tambang batu bara bisa menjadi pilihan menarik investor.

Pengamat pasar modal Cece Ridwanullah mengatakan, dua hari terakhir, pasar Indonesia bergerak anomali. Namun, setelah tembus target akhir bulan 4.150, IHSG berpeluang ke 4.300 dengan dukungan dari saham-saham pertambangan batubara yang belum banyak pergerakan naiknya.

“Ada jeda waktu kenaikan harga minyak mentah diikuti harga batubara di pasar international,” ujarnya kepada INILAH.COM. Apresiasi IHSG menembus level tertinggi baru, lebih didukung faktor domestik, karena solidnya kinerja keuangan perusahaan semester pertama.

“Selain karena beberapa sektor dari perbankan, properti, konsumer, grup Astra, dan batubara masih belum bergerak.” Adapun di AS belum ada kesepakatan soal batas atas utang. Hal ini menyebabkan aliran dana asing yang masuk ke pasar Indonesia.

Di tengah situasi ini, Cece merekomendasikan investor untuk fokus di saham-saham batubara, karna saham perbankan, properti dan grup Astra sudah mulai jenuh beli dan rentan profit taking.

Peluang harga minyak kembali ke atas US$100 per barel masih cukup kuat, apalagi dengan belum pulihnya pertumbuhan ekonomi AS, yang memicu investor keluar dari dolar AS dan hedging di komoditas. Selain itu cadangan minyak di AS juga turun, sehingga mendorong harga minyak naik.

Beberapa saham pilihannya adalah TB Bukit Asam (PTBA), Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan Bumi Resources (BUMI). Menurutnya, pada kuartal pertama dan kedua ini, memang ada gangguan produksi, tapi dengan harga jual rata-rata (ASP) yang naik, masih bisa membukukan pertumbuhan margin laba.

PTBA dinilai menarik karena peluang pemulihan produksi paling besar, jika railway rampung pada 2012. Demikian juga ITMG yang memiliki kualitas batubara high calorie, dengan pasar khusus, sehingga produksi masih bisa terserap.

Sementara BUMI dijagokan karena transaksi menggunakan sistem kontrak. Dengan kuota produksi yang telah diatur dan harga sudah diset di harga tinggi dalam kontrak, perseroan masih tetap bisa mendapat margin laba besar.

Pada perdagangan Rabu (27/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 41,34 poin (1%) ke level 4.174,11, dengan intraday tertinggi di 4.177,73 dan terendah di 4.125,95. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume perdagangan sebesar 8,139 miliar lembar saham, senilai Rp 6,279 triliun dan frekuensi 174.243 kali.

Sebanyak 135 saham naik, 114 saham turun, dan 100 saham stagnan. Asing mengkontribusi penguatan bursa, dengan mencatat transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp422 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,851 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,429 triliun. [mdr]

Pendapatan TOWR Kurangi Beban Keuangan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pendapatan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) pada semester I 2011 Rp772,2 miliar telah mengurangi beban keuangan perseroan.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. Perseroan mencatatkan laba Rp257,09 miliar di semester I 2011, dari sebelumnya menderita rugi sebesar Rp38,6 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Untuk pendapatan, perseroan meraih Rp772,2 miliar di periode enam bulan pertama tahun ini dibandingkan Rp664,6 miliar di tahun sebelumnya.

Kenaikan laba perseroan pada kuartal-II tahun ini dikontribusikan dari kenaikan pendapatan dan penurunan beban keuangan. Jadi pendapatan tercatat naik 16,19% dibanding tahun sebelumnya sementara beban keuangan menurun menjadi sebesar Rp 231,48 miliar dari sebelumnya Rp 556,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu yang berdampak pada penurunan beban lain-lain.

Sementara itu, laba per saham juga ikut naik dari rugi Rp38 per lembar menjadi Rp252 per lembar sahamnya.

Inilah Menu Saham Pilihan Kamis (28/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Beberapa emitten second liner dan big cap yang belum mengikuti siklus kenaikan sebelumnya bisa dilirik untuk trading.

Demikian dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. Kenaikan IHSG ke all time high dan keadaan yang overbought atau jenuh beli dapat menyebabkan profit taking. "Namun masih ada beberapa emitten second liner dan big cap yang belum mengikuti siklus kenaikan sebelumnya bisa dilirik untuk trading."

IHSG kemarin ditutup naik 1% ke level 4.174,11. Volume perdagangan tercatat sebanyak 6,74 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,68 triliun. Asing terpantau masih berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy senilai Rp422,71 miliar. Untuk hari ini, indeks akan bergerak di level support 4.086-4.056-3.970 dan resistance 4.175-4.250.

Saham pilihan seperti saham BUMI disarankan beli dengan target harga di 3.275 dari penutupan kemarin di 3.125. Strategi masuk pertama di 3.100 dan kedua di 3.050 dengan cut loss di 2.950.

Saham BNBR disarankan beli dengan target harga 78-85 dari penutupan kemarin di 73. Strategi masuk pretama di 72 dan ketida di 70 dengan cut loss di 68. Selain menjadi pemilik saham dari BUMI resources, biasanya pergerakan BNBR mengikutinya alias sudah satu paket dengan BUMI.

Untuk saham INDF disarankan beli dengan target harga di 6.300 dari penutupan kemarin di 6.100. Strategi masuk pertama di 6.050 dan kedua di 5.900 dengan cut loss di 5.750.

Penguatan rupiah yang mengurangi beban hutang dan import cost gandum dalam US$, daya beli masyarakat tinggi yang dapat menopang kenaikan harga mie merupakan katalis positif untuk akumulasi.

Sementara saham BMRI disarankan jual dengan target koreksi di 7.900 dari penutupan kemarin di 8.050. Strategi keluar pertama di 8.050 dan kedua di 8.150 dengan reverse posisi di 8.200.

Rabu, 27 Juli 2011

Sst.. Wall Street Diprediksi Bergerak Mixed

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi bergerak mixed pada perdagangan Rabu (27/7). Pasar mengalami kebingungan dengan kebuntuan plafon utang AS mengantar harga emas naik dan laba Amazon.com melebihi ekspektasi.

Indeks Dow Jones diprediksi akan menguat 0,11% naik atau 11 poin ke 12.443 dan indeks S&P turun 0,02% naik 0,5 poin ke 1.326,70. Nasdaq diprediksi turun 0,13% atau 2 poin ke 2.421,50, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Pasar AS jatuh selama sesi ketiga berlangsung pada Selasa. Dow turun 0,73% atau jatuh hampir 92 poin ketika batas waktu 2 Agustus untuk mengangkat plafon utang AS yang semakin dekat.

Ketua DPR John Boehner tengah menulis ulang RUU untuk mengangkat plafon utang dan memotong pengeluaran setelah Kantor Anggaran Kongres (CBO) memutuskan rencananya akan menurunkan pengeluaran kurang dari yang dinyatakan. DPR sekarang diekspektasi akan memvoting atas program itu pada pada hari Kamis bukan Rabu.

Harga emas terus naik, dengan kontrak Agustus hingga US$5,50 hingga US$1.622,30 per ons. Sementara dolar menyentuh level terendah baru sepanjang waktu terhadap mitranya di Australia, Singapura dan Swiss.

Pasar mencermati saham Amazon.com, yang melaporkan penurunan dalam profit kuartal kedua menjadi US$191 juta dari US$207 juta. Tetapi masih nyaman melampaui ekspektasi pasar untuk keduanya laba dan pendapatan.

Juniper Networks Inc naik 1,63%, di sisi lain, merosot 18% menjelang pembukaan setelah meleset perkiraannya pada kedua garis top and bottom.

Pasar Eropa melemah Rabu turun 0,5%, indeks CAC turun 0,73%, setelah serentetan pengumuman laba yang mengecewakan dari PSA Peugeot Citroen dan Merck Jerman turun 5,50%. Sementara, bursa Asia berakhir variatif.Indeks Nikkei turun 0,49%, sedangkan indeks Shanghai naik 0,8%.