Rabu, 09 November 2011

Jadwal Pembagian Dividen

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2011

NO.

Nama Saham

Kegiatan

Cum Date

Rec Date

Terima dari Emiten

Rasio Perlembar

1

BNGA

Dividen Interim

11-Nov-11

16-Nov-11

30-Nov-11

Rp 7.95

2

SSIA

Dividen Interim

14-Nov-11

17-Nov-11

01-Dec-11

Rp 4.50

3

SMSM

Dividen Interim

17-Nov-11

22-Nov-11

01-Dec-11

Rp 50.00

4

BBLD

Dividen Interim

16-Nov-11

21-Nov-11

05-Dec-11

Rp 30.00

5

BRAM

Dividen Interim

22-Nov-11

25-Nov-11

09-Dec-11

Rp 75.00

6

PTBA

Dividen Interim

28-Nov-11

01-Dec-11

15-Dec-11

Rp 103.46

7

ADRO *

Dividen Interim

28-Nov-11

01-Dec-11

09-Dec-11

USD 0.00235

*Untuk nasabah Domestik Dividen ADRO dibayarkan dalam mata uang Rupiah (Rp) Sesuai Kurs BI tgl. 1 Desember 2011

Restrukturisasi Utang Yunani Berisiko ke Bank

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Preseden yang ditetapkan oleh restrukturisasi utang Yunani berisiko meninggalkan bank yang lebih memicu krisis keuangan di masa mendatang di negara-negara lain.

Hal ini disampaikan seorang sumber yang ikut membantu untuk mengatur keiikutsertaan sektor swasta dalam openyelamatan utang Yunani.

"Bank dan pemegang obligasi lain yang dengan sukarela memotong 50% dari nilai utang Yunani bisa menjadi preseden pemotongan utang lainnya," ujar Josef Ackermann, kepala eksekutif Deutsche Bank dan kepala perbankan yang paling menonjol di Zona Euro. Dia menegaskan kesepakatan untuk utang Yunani ini harus dikecualikan, menggemakan bahasa dari bankir lain dan politisi.

"Jika Abnda membuka lotak Pandora, lalu siapa yang akan berinvestasi di utang berisiko?" ujarnya kepada Financial Times. "Pelanggaran terhadap kelas aset bebas risiko akan memiliki konsekuensi jangka panjang."

Tapi bankir kelahiran veteran Swiss ini juga meramalkan kesepakatan sukarela dengan kreditor sektor swasta akan terus memicu default, yang dapat memicu potensi klaim yang berbahaya pada credit default swap polis asuransi terhadap risiko default.

Ackermann mengatakan sekarang jelas bahwa utang CDS berdaulat kurang layak dari sebelumnya. "Saya tidak berpikir Anda akan melihat terjadi default di negara lain dan Anda selalu secara sukarela untuk berbagi beban," katanya.

Berita ini datang akibat France's Societe Generale mencatatkan penurunan nilai obligasi Yunani sebesar 60%, sejalan dengan saingan terbesarnya BNP Paribas yang ditulis pekan lalu yang mencatatkan penurunan profit 30% menjadi 622 juta euro (US$861 juta). SocGen menahan dividen untuk pertama kali guna menghemat modal.

Baik PSI dan perusahaan pendamping dari Pemerintah, di mana 70 bank zona euro harus menambah mosal sebesar 106 miliar euro adalah paket kebijakan 26 Oktober untuk untuk mengatasi krisis dan keprihatinan investor atas neraca bank.

Ackermann, yang menjembatani Kanselir Jerman Angela Merkel dan bank internasional akibat kepala Institut Keuangan Internasional mengatakan skeptis bahwa aturan modal baru akan meningkatkan kepercayaan investor.

"Rasio modal adalah elemen penting," kata Ackermann. Ackermann mengatakan investor tetap waspada terhadap zona euro seperti Yunani dan Italia yang telah gagal menciptakan rencana yang kredibel untuk menyeimbangkan anggaran mereka, dan memperkirakan bahwa pemulihan ekonomi Eropa akan terjadi 3-5 tahun lagi.

Yes! Bursa Eropa Diprediksi akan Reli

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa diprediksi akan menguat pada perdagangan Rabu (9/11) dengan kesediaan PM Italia, Silvio Berlusconi untuk mundur pada akhir bulan ini.

Indeks FTSE diprediksi akan naik 65 poin, indeks DAX akan naik 33 poin dan indeks CAC akan naik 40 poin. Pasar juga seiring dengan penguatan yang terjadi di bursa saham Asia, demikian mengutip yahoofinance.com.

Hari ini pasar juga akan menunggu pengumuman pemerintahan koalisi jangka pendek Yunani. Para pemimpin partai Yunani telah melakukan pertemuan untuk menentukan pengganti George Papandreou yang mengundurkan diri.

Bursa saham dan kurs euro menguat setelah Berlusconi mengumumkan akan mengundurkan diri setelah undang-undang anggaran baru disetujui pada akhir bulan ini. Berlusconi terus mendapat tekanan karena dinilai gagal mengurangi beban utang dalam anggaran negara.

Desakan mundur mulai dilakukan oleh 3 orang anggota parlemen dari partainya. Selanjutnya diikuti 6 pihak yang menilai Italia berpotensi tertular krisis utang. Meskipun Italia masih dianggap terlalu besar untuk jatuh menanggung utang.

Bursa saham Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,9%, indeks Nikkei naik 1,1%, indeks Shanghai naik 0,8%, indeks ASX naik 1,2%.

Asing Bertahan, IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,12%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Rabu (9/11) ditutup naik 1,12% ke level Rp3.848,59.

Penguatan indeks siang ini disebabkan berita positif dari Eropa, khususnya rencana mundur Perdana Menteri Italia yang membuat asing tetap bertahan di pasar. Asing siang ini tercatat melakukan net foreign buy sebesar Rp337,55 miliar.

Bursa AS dan Eropa kemarin menguat rata-rata sekitar 1% setelah perdana menteri Berlusconi berjanji mengundurkan diri setelah dalam voting kemarin mengalami kekalahan yakni hanya memperoleh 308 suara dari minimal 316 suara. Berlusconi berencana secepatnya mundur setelah parlemen menyetujui pengetatan anggaran.

Dalam perkembangan lain, pasar menunggu kesediaan Yunani untuk menerima persyaratan menerima bailout US$11 miliar. Dari pasar komoditas minyak ditutup menguat 1,34% kemarin sedangkan rata-rata harga metal menguat 0,07%.

Namun bursa Asia siang ini terpantau mixed. Shanghai turun 0,35%, STI turun 0,08%, dan Seoul turun 0,14%. Sementara Hang Seng naik 1,58%, KLSE naik 0,40%, dan Nikkei naik 0,56%.

Sebanyak 127 saham naik siang ini, 59 saham turun, dan 108 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,4% ke level 687,92, sedang JII naik 1,38% ke level 535,69.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2 triliun.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ASII yang naik 2,4%, GGRM naik 2,27%, UNTR naik 3,97%, AALI naik 3,52%, ITMG naik 1,02%, dan PTBA naik 1,66%.

Sesi I, indeks positif tersokong oleh lonjakan 122 saham

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I mencatatkan kenaikan 1,13% menjadi 3.848,617.

Dari seluruh saham yang ditransaksikan, ada 122 saham yang mencatatkan kenaikan. Sementara, 54 saham melorot dan 96 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi melibatkan 2,222 miliar saham senilai Rp 2,798 triliun.

Sembilan sektor mencatat kenaikan. Sektor industri lain-lain merupakan sektor dengan kenaikan terbesar yakni 2,04%. Baru kemudian disusul oleh sektor agrikultur dan sektor perdagangan dengan kenaikan masing-masing 1,89% dan 1,54%.

Tiga saham yang mencatatkan kenaikan terbesar di antaranya: PT Apac Citra Centertex (MYTX) naik 11,11% menjadi Rp 150, PT Catur Sentosa Adiprana (CSAP) naik 6,38% menjadi Rp 250, dan PT Ratu Prabu Energi (ARTI) naik 5,56% menjadi Rp 285.

Sedangkan tiga saham yang tergerus paling dalam (top losers) adalah: PT Kedawung Setia Industri (KDSI) turun 16,67% menjadi Rp 200, PT Verena Multi Finance (VRNA) turun 6,43% menjadi Rp 131, dan PT Jembo Cable Company (JECC) turun 4,92% menjadi Rp 580.

Investor Kembali Pede, IHSG Menanjak 43 poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 43 poin atas perburuan saham-saham unggulan. Kepercayaan investor mulai pulih setelah ada tanda-tanda penyelesaian krisis utang Eropa segera terlaksana.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 23,461 poin (0,61%) ke level 3.829,109. Rencana mundur Berlusconi memberi sinyal positif terhadap penyelesaian krisis Eropa.

Para pelaku pasar kembali percaya diri setelah rencana reformasi di Italia tersebut. Indeks pun sama sekali menghindari zona merah sepanjang perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (8/11/2011), IHSG menanjak 43,174 poin (1,13%) ke level 3.848,822. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,617 poin (1,41%) ke level 687,986.

Semalam, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi berniat mengundurkan diri secepatnya bila parlemen menyetujui kebijakan penghematan anggaran pada voting pekan depan.

Investor berharap pengunduran dirinya ini bisa menjadi titik awal bagi Italia untuk keluar dari krisis. Selama Berlusconi berkuasa, banyak keraguan bahwa pemerintah Italia mampu melakukan reformasi.

Sentimen positif ini membuat para pelaku pasar sedikit bernafas lega dan mulai akumulasi saham-saham unggulan dan lapis dua. Aksi beli investor asing cukup tinggi dan hampir mendominasi perdagangan.

Saham-saham di sektor industri dasar malah terkena aksi ambil untung, karena sudah naik paling tinggi dalam beberapa hari terakhir. Naiknya harga minyak mendorong perburuan di saham-saham komoditas.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 46.909 kali pada volume 2,222 miliar lembar saham senilai Rp 2,798 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mulai terkena profit taking setelah naik signifikan di pembukan pagi tadi. Beberapa masih bertahan di zona hijau, namun bursa saham China dan Singapura sudah jatuh ke teritori negatif.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 8,79 poin (0,35%) ke level 2.495,05.
  • Indeks Hang Seng melonjak 311,83 poin (1,58%) ke level 19.990,30.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 57,08 poin (0,66%) ke level 8.712,59.
  • Indeks Straits Times turun tipis 2,58 poin (0,09%) ke level 2.863,94.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.650 ke Rp 70.150, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 62.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 1.000 ke Rp 26.150, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 22.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.500, Surya Citra Media (SCMA) turun Rp 150 ke Rp 6.500, Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 100 ke Rp 4.100, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 100 ke Rp 6.700.

(ang/qom)

PTBA akan bayar dividen interim Rp 103,46 per saham

PTBA akan bayar dividen interim Rp 103,46 per saham
JAKARTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan membagikan dividen interim tahun 2011 sejumlah Rp 238,385 miliar atau setara Rp 103,46 per saham.

Direktur Utama PTBA Sukrisno dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hari ini (9/11) menuturkan, dividen interim tersebut setara 10,3% dari total laba bersih yang dibukukan Perseroan dalam sembilan bulan di tahun ini yang mencapai Rp 2,326 triliun.

Keputusan pembagian dividen interim itu dilakukan melalui Rapat Direksi dan Dewan Komisaris PTBA pada 7 November 2011. Adapun, dividen tersebut akan dibayarkan pada 15 Desember mendatang.

Batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan negosiasi sampai 28 November 2011. Sementara, cum dividen di pasar tunai hingga 1 Desember 2011.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham PTBA ditutup naik 1% ke level Rp 18.300 per saham. Jika mengacu pada harga saham tersebut, maka potensi keuntungan (dividen yield) yang bakal diterima setiap pemegang saham sekitar 0,0057%.

Golden Energy hanya tawarkan 3% saham ke publik

JAKARTA. Bersiaplah bagi para investor yang berniat membeli saham perdana PT Golden Energy Mines Tbk, karena perusahaan hanya menjatahkan 3% untuk publik. Sebelumnya Golden Energy Mines memang menawarkan sebanyak-banyaknya 882,353 juta saham atau setara dengan 15% saham perusahaan.

"Jadinya yang untuk publik memang 3%, karena 12% diambil GMR," kata Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) L. Krisnan Cahya di Jakarta, Rabu (9/11).

DSSA sendiri merupakan induk dari Golden Energy Mines. Sedangkan GMR Infrastruktur Investments Pte Ltd (GMR Singapura) adalah perusahaan yang akan masuk ke Golden Energy Mines dengan menguasai 30% saham disana.

Untuk menguasai 30% saham di Golden Energy, GMR akan masuk melalui dua cara, yaitu dengan mengambil 18% kepemilikan DSSA di Golden Energy, dan melalui IPO yaitu dengan mengambil sebanyak 12% dari target penawaran saham.

Walaupun hanya menyisakan 3% bagi publik, Krisnan mengaku tidak kuatir karena menurutnya kapitalisasi pasar untuk saham tersebut masih cukup besar. "Untuk 3% saham itu kan setara dengan US$ 50 juta. Jadi masih cukup besarlah," ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengapit 30% kepemilikan di Golden Energy Mines, GMR Infrastruktur harus menrogoh kocek hingga US$ 500 juta.

Pemegang saham DSSA setujui private placement ke GMR Singapura

JAKARTA. Para pemegang saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyetujui rencana transaksi material sehubungan dengan penjualan dan pengalihan 18% saham milik perusahaan dalam PT Golden Energy Mines Tbk kepada GMR Infrastructure Investments Pte. Ltd. Harga penjualan saham ke GMR Singapura adalah sebesar Rp 2.500 per saham.

Sehingga nilai keseluruhan nilai dari transaksi private placement ini mencapai Rp 2,65 triliun. "Rencana transaksi adalah salah satu upaya pembentukan aliansi strategis yang dilakukan perusahaan dengan GMR Group yang berpusat di India. Aliansi ini akan mengembangkan pasar batubara di Indonesia dan mengusahakan untuk merealisasikan rencana ekspansi lanjutan kedepannya," kata Presiden Direktur DSSA L Krisnan Cahya di Jakarta, Rabu (9/11).

Realisasi rencana transaksi ini baru akan efektif dilakukan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham Golden Energy Mines di BEI, serta dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan sebagaimana diatur dalam conditional sale and purchase agreement (CSPA). Sebelumnya pada 11 Agustus lalu, kedua perusahaan telah menandatangani CSPA dan shareholders agreement dalam rangka pembentukan aliansi strategis ini.

IHSG Bertenaga, Pilih Saham Berkapitalisasi Besar

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Rabu (9/11) ini, diprediksi naik menguji resistance 3.875, meski pasar masih fokus pada krisis utang Eropa. Saham-saham berkapitalisasi besar jadi pilihan.

Pada perdagangan Selasa (8/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 27,41 poin (0,73%) ke level 3.805,648. Harga intraday tertingginya mencapai 3.806,924 dan terendah 3.778,697. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 4,54 poin (0,67%) ke level 678,389.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dilihat dari posisi penutupan IHSG kemarin di atas 3.800, memberikan sinyal positif. Menurutnya, setelah bursa Hang Seng ditutup kemarin sore, euro menguat terhadap dolar AS ke level US$1,3787 per euro. Kondisi itu, disusul dengan kenaikan bursa saham di Eropa.

Begitu juga dengan Dow Jones Futures yang banting setir dari minus 50 jadi positif 30 poin. Karena itu, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. “Tapi, perkembangan market, bisa berubah drastis detik per detik. Tapi, sejauh ini, IHSG cenderung naik meskipun semuanya tergantung dari bagaimana arah pergerakan Dow Jones,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (8/11).

Menurutnya, indeks saham domestik, memiliki resistance di level 3.825-3.875 dan support di level 3.775. Jika indeks ditutup di bawah support menandakan IHSG akan menguji support berikutnya 3.650. “Tapi, sejauh ini, IHSG berada dalam bullish trend. Paling tidak, bakal mengarah level resistance-nya,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pasar tinggal melihat support di level 3.775. Jika support ini masih bisa bertahan, arah IHSG masih naik. “Jika ditembus ke bawah, bisa buy on weaknes beberapa saham sambil menunggu IHSG di bawah 3.650,” paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, pasar saat ini masih fokus mencermati perkembangan krisis di Eropa. Tapi, yang penting saat ini adalah mencari arah pasar pada 2012. Tapi, kelihatannya, indeks bakal sideways tahun depan. “Berkaca pada 2011, banyak analis menargetkan indeks di level 4.400-an akhir 2011 ini dan ternyata tidak ke mana-mana,” timpal Satrio.

Di sisi lain, secara fundamental, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sedikit di bawah ekspektasi 6,6% untuk kuartal III-2011 di level 6,5%. Secara historis, pelaku pasar cenderung profit taking. “Karena itu, untuk 2011 ini orang tidak akan muluk-muluk dengan memasang target terlalu tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, soal pergantian Perdana Menteri Yunani dan Italia, menurutnya, tidak terlalu masalah bagi market. Ia menegakan, Berlusconi lengser atau tidak, indeks akan tetap naik. “Sebab, Krisis Yunani sudah memperlihatkan, skenario terburuk Italia akan sama seperti Yunani,” ucapnya.

Meskipun, size ekonomi Italia dengan utang lima kali lipat Yunani, jauh lebih besar. Tapi, hingga saat ini, pelaku pasar masih percaya diri. Dalam dua hari terkahir pasar tidak terlalu khawatir. “Jadi, reading trend-nya masih seperti itu,” paparnya.

Karena itu juga, Satrio yakin, arah jangka menengah (1-3 bulan) IHSG masih positif. Begitu juga dengan tren jangka panjang (di atas tiga bulan). Hanya tren jangka pendeknya yang sedang bermasalah dan memberikan sinyal variatif. “Tren jangka pendek (2 pekan), baru bisa dilihat dalam 1-2 hari ke depan. Hopefully naik, tapi saya mengharapkan ada satu kali penuurunan lagi,” tuturnya.

Untuk jangka menengah, Satrio menargetkan IHSG masih di atas 4.000. Sedangkan, untuk jangka panjang, support IHSG di level 3.525. Jika support ini masih bertahan, IHSG bisa mencapai 5.000-8.000 dalam 2-3 tahun.

Hanya saja, untuk jangka pendek, penguatan indeks lebih jauh masih harus menunggu penyelesaian krisis utang di Eropa yang solusinya hingga saat ini masih terus berkembang. Dalam situasi ini, Satrio menjadikan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pilihan utama. Apalagi, dengan kinerja emiten dalam kategori ini untuk kuartal III-2011 yang cukup positif.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Gudang Garam (GGRM), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT United Tractor (UNTR), PT Indo Tambang Raya (ITMG) dan PT Bukit Asam (PTBA).

Di atas semua itu, jika IHSG tembus support 3.775, dia merekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut. Tapi, indeks cenderung menguji resistance 3.875. Karena itu, pelaku pasar bisa speculative buy saham ITMG, PTBA dan ASII. “Yang lain, potensi kenaikannya ada tapi terbatas. Karena itu, selain ketiga saham ini, memang bisa beli tapi jangan terlalu banyak,” imbuhnya.

Bursa Asia bergerak positif terdongkrak keputusan PM Italia

Bursa Asia bergerak positif terdongkrak keputusan PM Italia
TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia melaju kencang. Pada pukul 09.21 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 1% menjadi 120,29. Dari setiap enam saham yang naik, hanya ada satu saham yang mencatatkan penurunan. Pada pekan lalu, bursa Asia anjlok 3,6%. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar sejak 23 September lalu.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,9%, indeks Kospi Korea Selatan naik 1%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,5%.

Saham-saham berkapitalisasi besar juga melaju pagi ini. Ambil contoh, Westpac Banking Corp yang naik 1,2% di Sydney, Woodside Petroleum Ltd naik 1,7% di Sydney, dan Daikin Industries Ltd naik 1,7% di Tokyo.

Sentimen positif yang mendongkrak bursa Asia berasal dari Italia. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri secepatnya bila parlemen Italia menyetujui kebijakan penghematan anggaran pada voting pekan depan. Langkah tersebut dia ambil setelah Berlusconi gagal mendapat dukungan mayoritas parlemen pada voting anggaran kemarin.

"Di bawah kepemimpinan Berlusconi, situasi politik di Italia semakin tidak menentu. Dengan rencana pengunduran dirinya, risiko politik Italia mulai berkurang. Sebaliknya ekspektasi keberhasilan pemerintahan baru dalam menangani krisis semakin tinggi. Dengan kata lain, sentimen investor sudah membaik," urai Hiroichi Nishi, equities manager SMBC Nikko Securities Inc.

Investor asing terus membeli efek lokal

JAKARTA. Investor asing terus merangsek masuk ke pasar modal domestik. Prospek ekonomi Indonesia yang terus membaik menjadi satu alasan bagi asing untuk mengoleksi instrumen lokal.

Rajiv Louis, Direktur Utama UBS Securities Indonesia, melihat, minat asing untuk memiliki saham maupun obligasi lokal masih tinggi. "Investor asing memang cenderung pegang cash, tapi bukan berarti mereka tak mau masuk ke sini (Indonesia)," papar dia.

Rajiv mencontohkan tingginya minat asing terhadap saham perdana (IPO) PT Atlas Resources Tbk. Investor asing menyerap 25% dari total 650 juta saham yang dilepas.

MI asing juga tertarik menjual produk reksadana berbasis saham-saham Indonesia di negara asalnya. Misalnya Aberdeen Asset Management. MI berbasis di AS ini telah lama memasarkan produk reksadana tertutup (close-end fund), yakni Aberdeen Indonesia Fund. Produk ini berisi saham berkapitalisasi besar di Indonesia, antara lain saham Astra International, Bank OCBC NISP, Bank Permata, serta Unilever Indonesia.

Nilai aktiva bersih (NAB) Aberdeen Indonesia Fund US$ 108,5 juta dan NAB per saham US$ 13,12. Dalam tiga tahun terakhir, return NAB produk ini 25% per tahun.

Pemodal asing juga tertarik pada obligasi korporasi domestik. Ada investor asing yang hanya menyerap obligasi berperingkat setara investment grade. "Tapi banyak juga yang tidak, terutama investor agresif," kata Rajiv.

Maquarie Capital juga melirik peluang ini. Sebagai penjamin emisi IPO ABM Investama, Maquarie akan menawarkan IPO ke sejumlah negara. "Kami akan roadshow ke Singapura, Hong Kong, Eropa, Inggris, dan Amerika," ujar Benny Surjadharma, Presiden Direktur Maquarie Capital.

Mengacu Data Kustodian Sentral Efek Indonesia, porsi asing di saham pada Oktober 2011 mencapai Rp 1.243 triliun, atau 61,41% total saham. Porsi asing naik daripada September Rp 1.159 triliun setara 61,11% total nilai saham.

Rencana Mundur PM Italia Dongkrak Saham Asia

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia menguat pada Rabu (9/11) awal mengikuti saham AS yang naik semalam setelah presiden Italia mengatakan Perdana Menteri Silvio Berlusconi akan mengundurkan diri setelah undang-undang anggaran baru disetujui.

Reuters melaporkan FTSE CNBC Asia 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, melonjak 1,1 persen. Nikkei Jepang naik setelah keluar berita bahwa Perdana Menteri Italia akan mengundurkan diri, membuka jalan bagi reformasi penghematan anggaran untuk mengurangi krisis utang zona euro. Nikkei average naik 0,9 persen menjadi 8.730,98, sedangkan Topix naik 0,8 persen menjadi 744,26.

Saham Toyota Motor naik 0,6 persen meskipun membukukan penurunan laba operasi sebesar 32% pada kuartal 3-2011 dan memperkirakan terjadi penurunan laba tahunan akibat banjir Thailand yang telah memaksa produsen mobil ini untuk berhenti bekerja di tiga pabrik kendaraan di pusat ekspor di Asia Tenggara setidaknya sampai 12 November.

Saham Seoul dibuka menguat setelah keuntungan di Wall Street dan berita tentang rencana pengunduran diri Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, memicu harapan reformasi yang dapat membantu mengatasi krisis kredit global. Laba perusahaan di bank seperti KB Financial, yang naik 1,1 persen, memberikan dukungan pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 1,4 persen ke 1.92,74.

Saham australia naik 1,2 persen disebabkan restrukturisasi di Italia bahwa investor berharap akan mengarah pada reformasi dan mencegah krisis kredit global, mendorong naiknya saham tambang dan bank. Indeks saham acuan S & P / ASX 200 naik 47,1 poin ke 4.343,1. Indeks acuan Selandia Baru NZX 50 naik 0,2 persen menjadi 3.358,6.

Penambang global BHP Billiton dan Rio Tinto naik lebih dari 2 persen disebabkan naiknya harga komoditas.

Sentimen positif Italia mendongkrak bursa Jepang

Sentimen positif Italia mendongkrak bursa Jepang
TOKYO. Setelah dua hari terakhir dilanda aksi jual, mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa Jepang melesat pagi ini. Pada pukul 09.20 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,9% menjadi 8.731,26. Sedangkan indeks Topix naik 1,1% menjadi 745,47. Dari setiap empat saham yang naik, hanya ada satu saham yang mencatatkan penurunan.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang adalah: Honda Motor Co yang naik 2,3% dan Nomura Holdings Inc melonjak 5,7%.

Sentimen positif yang mendongkrak bursa Jepang berasal dari Italia. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri secepatnya bila parlemen Italia menyetujui kebijakan penghematan anggaran pada voting pekan depan. Langkah tersebut dia ambil setelah Berlusconi gagal mendapat dukungan mayoritas parlemen pada voting anggaran kemarin.

"Perubahan kepemimpinan akan membantu penanganan risiko guncangan politik karena kritik terhadap Berlusconi sangat kuat. Pengunduran diri Berlusconi memberikan sentimen positif untuk jangka pendek bagi pasar," jelas Ayako Seera, market strategist Sumitomo Trust & Banking Co di Tokyo.


Surplus susut, kurs aussie ikut tergerus

Surplus susut, kurs aussie ikut tergerus
JAKARTA. Posisi dollar Australia menyusut di hadapan dollar Amerika Serikat. Pasangan AUD/USD, Selasa (8/11), terkoreksi 0,85% menjadi 1,0291. Investor menjauhi Aussie karena surplus perdagangan Australia menurun.

Laju dollar Australia seirama dengan pergerakan euro dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya adalah valuta yang memberikan imbal hasil tinggi. Euro terhadap dollar AS (EUR/USD) kemarin tergerus 0,3% menjadi 1,3734.

Kondisi Eropa kian memanas karena pelaku pasar cemas krisis utang yang semula hanya membekap Yunani, kini menular ke Italia. Imbal hasil atau yield surat utang pemerintah Italia yang bertenor 10 tahun kembali naik 9 basis poin menjadi 6,74%.

Data-data ekonomi domestik juga menekan Aussie. Angka neraca perdagangan Negeri Kanguru, Senin (7/11), memperlihatkan surplus perdagangan menurun per akhir September lalu. Di periode ini, neraca perdagangan Aussie mencatatkan surplus senilai AS$ 2,56 miliar. Angka tersebut mencerminkan penurunan 13,22% year-on-year.

Nilai ekspor Negeri Kanguru menurun 2,6% ke A$ 27,33 miliar. Sedang nilai impor berkurang 1,27% menjadi A$ 25,08 miliar. "Dollar Australia mulai jatuh karena indikator domestik di negara itu melemah," ujar Sue Trinh, Senior Strategist Royal Bank of Canada seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Sebelumnya, survei Bloomberg terhadap sejumlah ekonom menyimpulkan neraca perdagangan Aussie surplus AS$ 3 miliar per September.

Bisa bangkit cepat
Bukan hanya neraca perdagangan yang menyusut, data lowongan pekerjaan Australia juga menunjukkan penurunan di bulan Oktober. Berdasarkan data Australia & New Zealand Banking Group, iklan lowongan pekerjaan swasta di Australia merosot 0,7% dari September. Padahal, lowongan selama September menurun 2,2% dari posisi Agustus.

Para analis juga memproyeksikan tingkat pengangguran Australia yang akan dirilis pada Kamis (10/11) nanti berpotensi meningkat dari sebelumnya 5,2% menjadi 5,3%.

"Aussie bakal tertekan hingga dua pekan mendatang," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. Menurut dia, pairing AUD/USD di periode itu bisa menyentuh support 1,0100.

Meski begitu Ariston melihat Aussie masih berprospek cerah dan layak koleksi. "Di antara major currency, dollar Australia memiliki performa paling bagus. Inilah negara maju yang paling sedikit terkena imbas krisis ekonomi," tambah Ariston.

Pendapat senada disampaikan Kepala Divisi Tresuri Bank BNI, Nurul Eti Nurbaeti. Meski berpotensi melemah, Aussie masih bisa tertahan di atas US$ 1,00. Nurul memprediksi AUD/USD dalam dua pekan mendatang berada di kisaran 1,0030-1,0650.

"Dollar Australia merupakan mata uang yang sensitif terhadap risk appetite. Apalagi, neraca perdagangannya juga terkena imbas krisis Eropa. Namun, jika masalah Eropa mereda dan risk appetite meningkat, maka nilai tukar dollar Australia bisa kembali pulih," ujar Nurul.

Suksesi PM Yunani-Italia Pacu Hasrat Pasar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (9/11) diprediksi menguat. Pergantian perdana menteri Yunani & Italia jadi katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, risk appetite (hasrat pasar atas aset-aset berisiko) akan kembali pulih seiring dengan persetujuan Perdana Menteri Yunani yang baru nantinya untuk mendukung reformasi ekonomi negeri Para Dewa itu.

Karena itu, lanjut Christian, kekhawatiran pasar terhadap program-program penghematan anggaran Yunani akan mereda. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.850-8.935 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Christian mengatakan, Yunani akan memilih Perdana Menteri yang baru sehingga ada angin positif untuk mata uang utama sehingga dolar AS berpotensi kembali melemah.

Di sisi lain, lanjutnya, hasrat pasar juga terpacu, jika Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi akhirnya mau mengundurkan diri setelah voting dari parlemen untuk itu semalam. Selama ini, Italia enggan untuk mereduksi anggarannya karena faktor Berlusconi. "Jika Berlusconi mundur, akan lebih positif ke market. Karena itu, rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya," paparnya.

Pada saat yang sama, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari potensi penambahan pelonggaran moneter Bank Sentral AS The Fed, serta berkurangnya minat asing terhadap aset-aset AS. "Walaupun Dow Jones positif, secara keseluruhan pertumbuhan global masih menurun sehingga Fed perlu melonggarkan moneternya," paparnya.

Apalagi, Christian menegaskan, utang AS yang cukup besar dan jatuh tempo akhir November ini akan menjadi perhatian pasar. "Utang AS mencapai US$14,7 triliun atau 100% dari Gross Domestic Product (GDP)," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah dalam kontrak harga emas di London, Selasa (8/11) ditutup menguat 35 poin (0,39%) ke level 8.915/8.925 per dolar AS.

Berlusconi Siap Mundur, Wall Street Menang Tempur

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (8/11) setelah berita tentang Eropa menjelang penutupan telah menghapus kelemahan bursa saham.

Indeks Dow Jones naik 101,79 poin atau 0,84% ke level 12.170,18. Indeks S&P500 naik 14,80 poin atau 1,17% ke level 1.275,92. Indeks Nasdaq naik 32,24 poin atau 1,20 % ke level 2.727,49, demikian mengutip yahoofinance.com.

Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi menyatakan, pihaknya akan mengundurkan diri setelah hukum anggaran baru disetujui. Pelaku pasar mengharapkan pengunduran diri tersebut dipandang untuk membuka jalan bagi pemimpin yang akan bertindak jauh lebih agresif untuk mengatasi masalah utang negara.

Indeks sektor PHLX atau yang meliputi saham Eropa naik 1,8%. Semua 10 sektor di indeks S&P 500 mengalami kenaikan kecuali sektor perbankan yang biasa menderita ketakutan setiap kali gelombang Eropa tidak menunjukkan hal yang baik.

Indeks S&P sektor keuangan naik 1,9%. Saham Wells and Fargo naik 4,4% ke level US$26,53, dan saham Citigroup Inc naik 2,9% ke level US$31,42.

Perdagangan bursa saham bergerak fluktuaktif pada Selasa (8/11) setelah Berlusconi memenangkan suara pada ratifikasi anggaran, tetapi ia gagal mendapatkan mayoritas mutlak di Chamber of Deputies sehingga membuat ia untuk mundur.

Indeks S&P energi naik 1,4% sedangkan rata-rata Dow Jones transportation average naik 1,2%.Volatilitas indeks CBOE atau VIX turun 7,9%. Saat ini perhatian investor tetap pada Eropa mengingat kalender ekonomi Amerika Serikat sedikit dan musim laporan keuangan yang hampir berakhir.

Saham Targacept Inco turun 60,2% ke level US$7,61. Saham Rockwell Automation Inc naik 6,5% menjadi US$74,33.

Volume perdagangan saham kecil dengan nilai sekitar 7,13 miliar saham yang diperdagangkan di bursa saham New York, American Stock Exchange, dan Nasdaq di bawah rata-rata harian tahun lalu sebesar 8,47 miiliar saham. [hid]

Dollar melanjutkan pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama dunia

Dollar melanjutkan pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama dunia
TOKYO. Pergerakan dollar pagi ini masih melanjutkan pelemahan kemarin terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Pada pukul 08.30 waktu Tokyo, dollar ditransaksikan pada level US$ 1,3826 per euro dari posisi US$ 1,3834 per euro di New York kemarin.

Dollar juga ditransaksikan pada posisi 77,75 yen setelah sebelumnya melemah 0,4% menjadi 77,73 yen kemarin. Nilai tukar mata uang bersama 17 negara itu berada di level 107,50 yen dari 107,52 yen kemarin.

Pelemahan dollar terjadi setelah pasar berspekulasi tingkat inflasi China mulai mereda. Hal itu yang lantas mendongkrak minat investor terhadap aset-aset ber-yield tinggi.

Tingkat permintaan dollar juga mencatatkan penurunan setelah para ekonom memproyeksikan tingkat kepercayaan konsumen AS meningkat untuk bulan ketiga. Kondisi itu menghilangkan spekulasi bahwa the Federal Reserve akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya.

Sebaliknya, penguatan euro terjadi setelah Perdana Menteri Italia menawarkan untuk mengundurkan diri sehingga meningkatkan optimisme bahwa pemimpin baru Italia nantinya mampu mengatasi masalah utang di negara tersebut.

"Pasar sangat optimistis dengan kondisi Italia. Jika data ekonomi China sesuai dengan yang diprediksi analis, maka, dollar masih akan terus melemah," jelas Grant Turley, senior currency strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Sydney.

Harga kontrak minyak bergerak mendekati level tertinggi tiga bulan

Harga kontrak minyak bergerak mendekati level tertinggi tiga bulan
SYDNEY. Harga kontrak minyak ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam tiga bulan terakhir di New Yok. Pada pukul 10.52 waktu Sydney, harga kontrak minyak untuk pengantaran Desember naik 6 sen menjadi US$ 96,86 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kemarin, harga kontrak minyak naik US$ 1,28 menjadi US$ 96,80 per barel, level tertinggi sejak 28 Juli lalu. Jika dihitung, sepanjang tahun ini, harga kontrak minyak sudah naik 6%.

Sementara itu, harga kontrak minyak untuk pengantaran Desember naik 0,4% menjadi US$ 115 per barel di ICE Futures Europe exchange kemarin.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri secepatnya bila parlemen Italia menyetujui kebijakan penghematan anggaran pada voting pekan depan. Langkah tersebut dia ambil setelah Berlusconi gagal mendapat dukungan mayoritas parlemen pada voting anggaran kemarin.

Faktor lain pendongkrak harga minyak adalah cadangan bahan bakar AS juga mencatatkan penurunan. Data yang dirilis API menunjukkan, cadangan bahan bakar distilat , yang mencakup bensin dan diesel, turun 2,88 juta barel di AS. Berdasarkan estimasi 13 analis yang disurvei Bloomberg, cadangan minyak kemungkinan akan turun sebesar 2,2 juta barel. Dijadwalkan, Departemen Energi akan merilis data cadangan minyak AS hari ini.

Mencoba naik lagi

JAKARTA. Analis memprediksi hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak fluktuatif. Krisis utang Eropa masih menjadi penggerak utama bagi IHSG.

Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures, memperkirakan hari ini IHSG masih berpeluang menguat, meski terbatas. Maklum, "Pelaku pasar masih menunggu perkembangan Yunani dan Italia," terang dia, Senin (8/11).

Penguatan ini merupakan kelanjutan penguatan yang terjadi kemarin. Dalam perdagangan kemarin, pelaku pasar melakukan aksi beli lantaran melihat harga saham sudah cukup murah. Alhasil, IHSG menguat ke level 3.805,65.

Indikator teknikal juga menunjukkan IHSG masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan penguatan. Fadlillah Qudsi, analis Mega Capital Indonesia, menuturkan indikator stochastic membentuk pola golden cross, yang menunjukkan momentum penguatan meski tipis.

Fadlilah memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 3.750-3.875. Sedangkan Ariston memprediksi IHSG akan bergerak di antara 3.765 hingga 3.832.

Berbeda dengan IHSG, analis memperkirakan rupiah hari ini masih akan tertekan. Taufan Tito, dealer valas Bank Rakyat Indonesia, memprediksi rupiah akan bergerak melemah di rentang Rp 8.950 hingga Rp 8.990 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penyebabnya, permintaan dolar AS meningkat. "Menjelang akhir tahun permintaan dolar AS memang tinggi," kata Tito. Di pasar spot, pasangan USD/IDR, kemarin, ditutup senilai 8.920.

IHSG Siap Ikuti Penguatan Regional Setelah Berlusconi Mundur

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menempel lagi level 3.800 di tengah perdagangan yang sepi. Investor mulai mengkoleksi saham-saham di tengah kondisi krisis Eropa yang belum terselesaikan.

Pada perdagangan, Selasa (8/11/2011), IHSG naik 27,408 poin (0,72%) ke level 3.805,648. Sementara Indeks LQ 45 bertambah 4,538 poin (0,67%) ke level 678,369.

Sentimen positif kembali hadir dengan rencana pengunduran diri Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi. Bursa Wall Street dan regional positif menanggapinya sehingga diharapkan juga menyeret IHSG ke teritori positif pada perdagangan Rabu (9/11/2011).

Bursa Wall Street tadi malam ditutup menguat dan menghapus pelemahan yang terjadi sejak awal perdagangan, setelah PM Italia Silvio Berlusconi menyatakan siap mundur. Pengunduran diri itu memunculkan optimisme hadirnya pemimpin baru yang lebih agresif menangani krisis utang di Italia.

Pada perdagangan Selasa (9/11/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 101,79 poin (0,84%) ke level 12.170,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 14,80 poin (1,17%) ke level 1.275,92 dan Nasdaq menguat 32,24 poin (1,20%) ke level 2.727,49.

Bursa-bursa regional pagi ini juga langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks S&P/ASX menguat 48,4 poin (1,13%) ke level 4.342,2.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 69,09 poin (0,80%) ke level 8.724,60.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Secara teknikal, resistance terdekat IHSG berada di level 3836 yang apabila berhasil ditembus maka resistance selanjutnya berada di level 3875. MA 20 dan MA 60 berhasil membentuk golden cross sementara stochastic dan RSI masih bergerak uptrend. Pada perdagangan hari ini (9/11), diperkirakan berpotensi menguat dan akan bergerak pada range 3771-3876. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l PTBA, BORN, dan BBCA.

Panin Sekuritas:
IHSG berhasil ditutup menguat +0,7% pada 3.805,648 ditengah sepinya perdagangan kemarin. Kami melihat investor masih melakukan wait and see atas perkembangan makro ekonomi global. Kemarin pasar sedikit bergairah oleh berita bahwa ECB (bank sentral Eropa) akan mempercepat pengucuran dana talangan EFSF menjadi akhir November dari rencana semula akhir tahun ini. Kami proyeksikan hari ini indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Kami perkirakan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.758-3.826.

(qom/qom)

Inilah Menu Saham Pilihan Rabu (9/11)

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG pada perdagangan Rabu (9/11) diperkirakan jenuh beli sehingga cenderung spekulasi. IHSG akan bergerak di kisaran 3.725-3.996.

Demikian mengutip hasil riset analis saham AM Capital, Andre Mahardika kemarin. Secara teknikal IHSG masih akan bullish. Namun kondisi bullish perdagangan selanjutnya sudah mulai berspekulasi.

"Ada kemungkinan profit taking dari saham-saham bluechip yang sudah jenuh beli. IHSG masih akan bullish jika dapt menembus 3.808," katanya.

Dari sthocastic, IHSG masih akan berpotensi bullish pada trend jenuh beli. Sedangkan dari DMI, IHSG masih akan berpotensi bullish dengan penutupan IHSG didukung adanya potensi tekanan beli yang lebih besar dari tekanan jual. Meskipun tidak signifikan yang mengindikasikan adanya potensi bullish selanjutnya cenderung naik tipis lagi.

"Saran saya sell profit semua saham jika IHSG tidak berhasil menembus 3.808 diakhir perdagangan," jelasnya.

Sementara analis senior HD Capital menyarankan beli untuk saham BORN, BBRI, ASII dan ELTY. "Dalam keadaan pasar yang tak menentu ini rekomen mengunakan weakness sebagai entry point dan exit pada kenaika pasar nantinya," katanya.

Saham BORN disarankan beli dengan target harga Rp910 dari penutupan kemarin di Rp880. Strategi masuk pertama di 860 dan kedua 840 dengan cut loss di 820. Sementara saham ASII disarankan beli dengan target harga di 69.800 dari penutupan kemarin di 68.500. Strategi masuk pertama di 66.500 dan kedua di 65.500 dengan cut loss di 64.500.

Untuk saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.850 dari penutupan kemarin di 6.850. Strategi masuk pertama di 6.650 dan kedua di 6.550 dengan cut loss di 6.450. Sedangkan saham ELTY disarankan beli dengan target harga di 120 dari penutupan kemarin di 116. Strategi masuk pertama di 113 dan kedua di 110 dengan cut loss di 106.

Euro menguat setelah Berlusconi setuju mundur

Euro menguat setelah Berlusconi setuju mundur
SYDNEY. Untuk pertama dalam tiga hari terakhir, euro menguat versus dollar AS. Pada pukul 17.00 waktu New York, euro terapresiasi 0,4% menjadi US$ 1,3834. Sebelumnya, euro bahkan sempat menyentuh posisi US$ 1,3725.

Sementara, posisi euro tak banyak mencatatkan perubahan atas yen di level 107,52 yen. Sedangkan yen menguat 0,4% menjadi 77,73 per dollar setelah sebelumnya menyentuh level 77,60, level paling perkasa sejak 31 Oktober lalu.

Penguatan euro terjadi setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri secepatnya bila parlemen Italia menyetujui kebijakan penghematan anggaran pada voting pekan depan. Langkah tersebut dia ambil setelah Berlusconi gagal mendapat dukungan mayoritas parlemen pada voting anggaran kemarin.

"Kita semua mengetahui bahwa kita dapat memiliki pemerintahan teknokrat di Italia dan hal itu lebih baik dibanding Berlusconi. Masih banyak hambatan yang harus dihadapi dan posisi euro masih bisa tertekan," jelas Greg Anderson, senior currency strategist Citigroup Inc.

Bursa AS sumringah setelah Berlusconi setuju mundur

Bursa AS sumringah setelah Berlusconi setuju mundur
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS ditutup melesat kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu Tokyo, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,2% menjadi 1.275,92. Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks S&P 500 sempat turun 0,5%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,8% menjadi 12.170,18.

Sepuluh sektor yang tergabung dalam indeks S&P 500 melonjak. Sektor finansial, energi, dan teknologi mencatatkan reli minimal 1,1%. Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS adalah JPMorgan Chase & Co, Occidental Petroleum Corp, dan Intel Corp yang naik lebih dari 1,9%.

Lonjakan bursa AS terjadi setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri. Hal itu mendongkrak optimisme bahwa Italia akan menunjuk pimpinan baru yang dapat menangkal krisis utang.

"Berlusconi bisa digambarkan sebagai karakter kartun pemimpin dunia. Banyak sekali tangan yang menolong di Eropa yang bekerja keras. Pasar memiliki pandangan jelas bahwa Berlusconi sangat tidak membantu. Dia merupakan bagian dari masalah, bukan solusi," jelas Michael Holland, chairman and founder Holland & Co di New York.

Sekadar informasi, Presiden Italia Giorgio Napolitano mengungkapkan, Berlusconi setuju untuk mengundurkan diri setelah parlemen menyetujui rencana penghematan anggaran pada pekan depan.

Berlusconi Siap Mundur, Wall Street Meriah

Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Stret ditutup menguat kembali. Rencana pengunduran diri Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi langsung membuat saham-saham berbalik arah menguat menjelang akhir perdagangan.

PM Berlusconi mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri setelah UU Anggaran disetujui. Investor sudah lama mengharapkan pengunduran diri itu sehingga bisa memunculkan jalan adanya pemimpin baru yang lebih agresif dalam menangani masalah utang Italia.

Perdagangan berjalan sangat fluktuatif hampir di sepanjang perdagangan setelah PM Berlusconi memenangkan sebuah voting untuk meratifikasi anggaran. Namun ia gagal mendapatkan mayoritas pada Chamber of Deputies, sehingga dia harus mengundurkan diri.

Meski saham-saham menguat setelah adanya kabar tersebut, sebagian besar analis memperkirakan volatilitas terkini masih akan tetap ada.

"Pandangan optimistis adalah apa yang kita butuhkan, Kita akan mendapatkan darah baru yang akan membiarkan kita konstruksi dan bergerak untuk reformasi," ujar Mark Lookabil, penasihat Carson Wealth Management seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/11/2011).

"Tapi ada juga pandangan pesimistis yang tidak peduli siapa yang bertanggung jawab, berpikir kita hanya akan mendapatkan hal lama yang sama tanpa rencana kredibel baru. Ketika pesimistis datang untuk mempertanyakan apa yang terjadi disini, kita dapat bergerak melemah lagi," tambahnya.

Pada perdagangan Selasa (9/11/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 101,79 poin (0,84%) ke level 12.170,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 14,80 poin (1,17%) ke level 1.275,92 dan Nasdaq menguat 32,24 poin (1,20%) ke level 2.727,49.

Seluruh 10 sektor S&P menguat, namun perbankan yang biasanya melemah ketika ada kabar buruk dari Eropa, bergerak menguat. Indeks finansiap S&P malah menjadi top gainer dengan kenaikan 1,9%. Saham Wells Fargo & Co naik 4,4% menjadi US$ 26,53, Citigroup Inc naik 2,9% menjadi US$ 31,42.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan volume perdagangan hanya sebesar 7,13 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian perdagangan di New York Stock Exchange yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

(qom/qom)