Rabu, 18 Januari 2012

Risiko pelemahan otot yen

JAKARTA. Mata uang Negeri Sakura, yen Jepang (JPY), terpapar risiko melemah. Data indeks aktivitas industri tersier alias tertiary industry activity index Jepang, yang jauh dari ekspektasi pasar, bisa menggelindingkan yen.

Para analis pasar valuta semula memprediksi, penurunan indeks tersebut hanya akan terhenti di posisi -0,4%. Namun, realitanya, indeks yang mengukur aktivitas industri Jepang tersebut turun ke posisi -0,8% dibandingkan angka pada bulan sebelumnya, yaitu 0,6%.

Penurunan indeks ini menjadi sentimen negatif bagi kekuatan yen Jepang. Juni Sutikno, analis Phillip Futures, menambahkan, pemangkasan peringkat utang sejumlah negara Eropa oleh Standard and Poor\'s, juga makin mengikis pesona yen.

Yen berisiko melemah jika dipasangkan dengan poundsterling Inggris (GBP). Pasangan GBP/JPY, Selasa (17/1), senilai 117,791, naik tipis 0,1% dari hari sebelumnya.

Namun, jika yen dipasangkan dengan dollar Amerika Serikat (USD), yen masih cenderung menguat terhadap the greenback. Ariston Tjendra, Analis Monex Investindo Futures, memprediksi, sepanjang kuartal I-2012 ini, USD masih kalah kuat dengan yen. Pairing USD/JPY diramal akan berkisar 75,00-79,00. Pasangan tersebut, kemarin tergerus 0,21% ke posisi 76,63.

Bank sentral Jepang diprediksi tetap melonggarkan kebijakan moneter. Pelaku pasar akan memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi yen. Walhasil, yen memiliki tenaga untuk menanjak.

Sedangkan bila dipasangkan dengan euro (EUR), yen justru keok. Euro yang sempat terhantam sentimen negatif pengguntingan peringkat utang negara-negara Eropa, berpotensi kembali menguat. "Sentimen downgrade tidak lagi membebani euro," kata Kiswoyo Adi Joe, Analis Askap Futures.

Kesepakatan kebijakan fiskal negara-negara Eropa akan menyokong euro, untuk menghadapi yen. Kemarin, EUR/JPY, menguat 0,635% menjadi 97,88.

Saham-saham Perbankan Tetap Oke!

INILAH.COM, Jakarta – Pengetatan kartu kredit dinilai tak signifikan menggerus laba perbankan. Apalagi, aturan tersebut baru berlaku 1 Januari 2013. Inilah level pembelian saham-saham bank.

Pada perdagangan Selasa (17/1), saham PT Bank Mandiri (BMRI) ditutup menguat Rp100 (1,49%) ke Rp6.800; PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menguat Rp150 (2,20%) ke level Rp6.950; PT Bank Negara Indoensia (BBNI) stagnan di level Rp3.700; PT Bank Central Asia (BBCA) stagnan di level Rp7.950; dan PT Bank Danamon (BDMN) naik Rp25 (0,53%) ke posisi Rp4.675.

Analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, memang aturan yang mempeketat katu kredit oleh Bank Indonesia (BI) baru akan berlaku pada 1 Januari 2013. Tapi, perbankan diharapkan sudah menerapkannya tahun ini.

Hanya saja, kata Gina, Citibank sudah menerapkan aturan itu sejak 2011 setelah mencuatnya kasus penggelapan dana nasabah oleh Senior Relationship Manager Citibank, Malinda Dee. “Beberapa bank pun, sudah ketat memantau nasabah yang kartu kreditnya banyak dari beberapa bank,” katanya kepada INILAH.COM.

Tapi, lanjutnya, jika melihat pada pergerakan saham-saham perbankan, aturan tersebut belum berpengaruh signifikan pada saham-saham perbankan. “Sebab, investor lebih melihat lini utama bisnis perbankan dibandingkan spesifik pada kartu kredit,” ujarnya.

Gina mencontohkan, emiten BBRI yang concern pada lini bisnis kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Pengaruhnya pada saham-saham bank mungkin akan tampak pada semester kedua 2012 sebelum aturan tersebut diberlakukan awal Januari 2013,” paparnya.

Tapi, Gina menegaskan, secara fundamental, pengetatan kartu kredit baru akan tercermin pada kinerja emiten di sektor perbankan pada semester pertama 2013. “Menurut saya kalaupun pembatasan itu menggerus pendapatan bank, akan kecil pengaruhnya,” timpal Gina.

Memang, lanjutnya, hampir semua bank menerbitkan kartu kredit. Tapi, lini bisnis utama yang menopang pendapatan bukan bisnis ritel kartu kredit. “Meskipun, ada juga bank yang mencapai 15-20% pendapatan kartu kredit, menopang pendapatan total lini bisnisnya,” tuturnya.

Di atas semua itu, Gina tetap melihat prospek saham-saham perbankan sangat oke untuk 2012. Kata dia, diharapkan tidak ada sentiment negatif dari eksternal. “Semoga saja, pada kuartal kedua 2012 tidak ada kabar utang jatuh tempo di Eropa yang gagal bayar (default) sehingga outlook perbankan Indonesia tetap positif,” ucapnya. “Meskipun, disinyalir akan ada negara yang bakal gagal bayar pada kuartal dua tahun ini.”

Dia tetap menjagokan saham-saham perbankan BUMN seperti BMRI, BBRI, dan BBNI. Tapi, BDMN dan BBCA juga oke. Sejauh ini, market berharap January Effect pada saham-saham di sektor perbankan. Sayangnya, hal itu masih belum terjadi. Karena itu, menurutnya, masih ada potential gain untuk dikoleksi.

Menurutnya, BBRI yang sempat menguat ke level Rp7.000, bisa dikoleksi di level Rp6.500 dengan target hingga akhir Januari. Begitu juga dengan BMRI yang bisa dikoleksi di level Rp6.200-6.300 jika mengalami koreksi. BBNI bisa masuk di level Rp3.675-3.650. Jadi, pada level-level tersebut bisa diakumulasi. “Sementara itu, BBCA masih bullish,” timpalnya.

Asal tahu saja, pengetatan aturan kartu kredit terangkum dalam Peraturan BI 14/2/PBI/2012 yang dikeluarkan 6 Januari 2012 untuk menyempurnakan aturan sebelumnya, PBI 11/11/PBI/2009. Dalam aturan yang akan mulai berlaku 1 Januari 2013, dengan masa transisi sampai 1 Januari 2015 tersebut, disebutkan, pemegang kartu kredit harus berumur minimum 21 tahun atau telah kawin untuk kartu utama, dan 17 tahun atau telah kawin untuk kartu tambahan.

Selain itu, pemegang kartu kredit juga hanya untuk nasabah dengan minimum pendapatan Rp3 juta per bulan, yang mengacu pada 3 kali rata-rata Upah Minimum UMP secara nasional, yang harus dibuktikan dengan bukti resmi pendapatan. Sementara itu, maksimal plafon kredit juga diatur 3 kali pendapatan per bulan, kecuali nasabah penghasilan di atas Rp10 juta.

BI juga membatasi kepemilikan kartu kredit maksimal dua kartu dari dua penerbit, kecuali bagi pemegang kartu dengan penghasilan Rp10 juta per bulan. BI mengharapkan berbagai ketentuan baru ini bisa diterapkan bank penerbit kartu kredit mulai tahun ini.

Selain itu, BI juga melarang penerbit kartu kredit menerapkan sistem bunga majemuk yang dikenal sebagai bunga berbunga.Hal tersebut juga tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia nomor 14/2/PBI/2012 tentang perubahan atas PBI 11/11/PBI/2009tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu (APMK), yang terbit pada 6 Januari 2012.

Ketentuan anyar tersebut tertera dalam pasal 17 ayat 7 butir d yang menyatakan “biaya dan denda, serta bunga terutang dilarang digunakan sebagai komponen penghitungan bunga.”Hal itu tidak diatur dalam PBI sebelumnya, sehingga sebagian bank menerapkan sistem bunga berbunga dalam kartu kredit.

Aksi Korporasi Dukung IHSG Gapai 4.000

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Rabu (18/1) diprediksi melanjutkan penguatan. Peringkat utang Indonesia yang kokoh, net buy asing dan beberapa aksi korporasi dari emiten jadi katalisnya.

Pada perdagangan Selasa (17/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 45,062 poin (1,15%) ke level 3.954,755 dengan intraday tertinggi 3.955,736 dan terendah 3.910,059. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 7,88 poin (1,15%) ke level 695,957.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, indeks bakal melanjutkan penguatan hari ini. Bahkan menurutnya, target 4.000 tidak tertutup kemungkinan akan terpecahkan Rabu (18/1) ini setelah gagal tercapai akibat downgrade 9 negara zona euro. “Support IHSG berada di level 3.915 dan resistance 4.026,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (17/1).

Lebih jauh Willy menjelaskan, pasca-downgrade 9 negara zona euro, IHSG justru menguat tajam. Hal ini, kata dia, menandakan indeks saham domestik berada dalam teritori bullish. “Beberapa analis yang mengatakan bearish, sekarang terpatahkan. Hingga saat ini, saya tetap menganut prinsip bullish,” ujarnya. “Saya melihat, Rabu ini akan pecah level 4.000-nya.”

Menurutnya, penguatan indeks, salah satunya dipicu oleh Indonesia sendiri yang tidak bermasalah dengan utang seperti negara-negara di zona euro. Karena itu, di tengah krisis Eropa, Indonesia justru menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor. “Investment grade yang diberikan ke Indonesia terbukti dengan net buy asing kemarin,” paparnya.

Di sisi lain, penguatan indeks, juga mendapat dukungan dari rumor-rumor pasar yang menarik. Salah satunya adalah PT Borneo Lumbung Energi (BORN) yang sudah membayarkan pembeliannya atas BUMI Plc kepada PT Bakrie & Brothers (BNBR). “Itu jadi berita positif sehingga BORN menguat ke level Rp890,” ucapnya.

Willy memperkirakan, BORN berpeluang kembali ke level Rp1.100 hingga akhir Januari 2012 dan Rp1.500 hingga akhir tahun ini. Karena BORN sudah melakukan pembayaran ke BNBR, saham BNBR pun sudah siap berlari. “Taget harga BNBR bisa kembali ke level Rp100 untuk 2012,” timpal Willy.

Begitu juga dengan PT Bumi Resouces Mineral (BRMS)yang siap melesat. Sebab, Direktur Utama Samin Tan yang keluar dari BORNakan konsentrasi untuk mengurus BUMI Plc. Salah satu programnya adalah memasukkan BRMS ke dalam BUMI Plc.

Saat ini, lanjut Willy, penawarannya masih dalam negosiasi pada harga premium di level Rp770. “Tapi, ini masih berita pasar. Karena itu, BRMS Rabu ini berpeluang menguat ke level Rp650,” tuturnya.

Kabar positif lain, adalah pemerintah melalui Menteri BUMN yang akan segera me-merger-kan PT Kimia Farma (KAEF) dengan PT Indofarma (INAF). Tujuannya untuk efisiensi. “Langkah ini sangat tepat,” tandas Willy.

Karena itu, kata dia, pasar akan melihat pergerakan saham KAEF dan INAF berlari kencang. Willy memperkirakan, INAF berpeluang bertenger di level Rp300-an dan KAEF di level Rp800-an hingga merger terlaksana. “INAF akan masuk ke dalam KAEF,” tegasnya.

Rencana ini, menurutnya, sebenarnya sudah lama didengungkan sehingga jika jadi kenyataan, kedua emiten ini akan menjadi saingan bagi PT Kalbe Farma (KLBF) yang sahamnya berlari sendirian. “Silahkan akumulasi beli bagi investor yang belum memilikinya,” kata Willy menyarankan.

Saham pilihannya lainnya adalah PT Adhi Karya (ADHI) dan Nusantara Infrastructure (META) yang berkaitan dengan infrastruktur. Dia menargetkan saham META di level Rp330.

Semenetara itu, ADHI sudah dizinkan oleh menteri BUMN untuk membangun dua menara pencakar langit di kawasan SCBD Jakarta yaitu Signature Tower dan Menara Adhi Karya setinggi 600 meter dan 111 lantai. Proses pembangunannya dipegang oleh ADHI. Karena itu, target harga jangka pendek hingga akhir Januri di level Rp880 dan Rp1.800 untuk jangka panjang. “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” imbuh Willy.

Laba Citigroup Bawa Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup positif pada perdagangan saham Selasa (17/1). Hal itu dipengaruhi hasil kinerja saham sektor keuangan Citigroup dan Wells Fargo.

Indeks Dow Jones naik 60,01 poin atau 0,48% ke level 12.482,07. Indeks S&P 500 naik 4,58 poin atau 0,36%. Indeks Nasdaq naik 17,41 poin atau 0,64% ke level 2.728,08.

"Kami mempunyai Citigroup untuk penurunan dan Wells Fargo untuk peningkatan, dan ada pertarungan antara Citigroup dan Wells Fargo yang dimenangkan Citigroup," ujar US Market Strategist Cantor Fitzgerald Marc Pado, seperti dikutip dari marketwatch.com.

Lebih lanjut ia mengatakan, bursa saham mengalami "gugup" pada sore hari ini. Hal itu dikarenakan sektor bank melemah. Beberapa institusi keuangan seperti Goldman Sachs Group Inc, Bank of America Corp,dan American Express Co akan melaporkan kinerja keuangan esok hari. "Pelaku pasar mengira akan tidak mendapatkan berita bagus dari Goldman Sachs dan Bank of America," tambah Marc.

Indeks Dow Jones naik tipis karena penurunan saham JP Morgan Chase and Co setelah melaporkan pendapatan mengalami penurunan pada Jumat lalu. Sedangkan kenaikan indeks S&P 500 didukung dari kenaikan sektor energi.

Volume perdagangan saham sekitar 810 juta saham di bursa saham New York, dengan composite volume mendekati 3,9 miliar saham.

Saham Carnival Corp turun mendekati 14%. Hal itu dipengaruhi kapal pesiar perseroan yang mengalami kecelakaan pada Jumat lalu. Saham Citigroup Inc turun 8,2% setelah melaporkan laporan keuangan kuartal keempat mengalami penurunan. Wells Fargo naik 0,7% setelah laporan pendapatan kuartal keempat mengalami kenaikan.

Indeks Federal Reserve Bank of New York's naik 13,5. Itu level tertinggi sejak April. Pertumbuhan ekonomi Cina diperkirakan melambat pada kuartal keempat 2011 di mana pertumbuhan sekitar 8,9%.

"Ketika GDP Cina mengejutkan, angka itu dapat mendorong emerging market soft landing," kata Chief Market Strategist JP Morgan Funds David Kelly.

Selain itu sentimen lain, euro melawan dolar AS dan Yen setelah Spanyol dan Yunani meminjam dengan biaya murah. Yunani dapat gagal bila pembicaraan pemerintah dengan kreditur tidak menemui jalan untuk pembayaran obligasi senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret.

"Pendorong terbesar bursa saham bila utang negara Eropa dapat diselesaikan, Ujar Art Hogan, Strategist Lazard Capital Markets. [hid]

Pasar Antisipasi (Lagi) Potensi Default Yunani

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (18/1) diprediksi konsolidasi. Salah satunya, karena pasar kembali mengantisipasi potensi gagal bayar Yunani.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi konsolidasi rupiah hari ini, salah satunya dipicu oleh hasil lelang obligasi Perancis awal pekan ini yang belum cukup untuk mengubah sentimen negatif di Eropa. Menurutnya, suksesnya lelang obligasi Perancis untuk tenor 12 minggu dan 25 minggu belum bisa menghilangkan kecemasan pasar terhadap kemampuan pendanaan pemerintah di Eropa.

Apalagi, semalam ada lelang obligasi Spanyol dan Yunani. "Karena itu, rupiah cenderung konsolidasi dalam kisaran 9.050-9.150 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Di lain pihak, lanjutnya, investor juga mencemaskan bond swap Yunani dengan para kreditur swasta di mana 50% nilai obligasinya dipangkas. "Batas waktu kesepakatan bond swap itu harus tercapai, semakin dekat," ujarnya.

Pada saat yang sama, Troika kemarin sudah mulai mengunjungi Yunani setelah menegaskan dibutuhkan Yunani harus mencapai kesepakatan bond swap sebelum diloloskannya pencairan bailout berikutnya. "Jika kesepakatan tersebut tidak dicapai, pasar akan mengantisipasi kemungkinan default Yunani pada Maret 2012," ungkap Firman.

Sejauh ini, kata Firman, jika melihat laporan yang berkembang, sangat sulit bagi Yunani untuk mencapai kesepakatan dengan kreditur. Pasalnya, ada perbedaan klausul antara Yunani dengan pihak kreditur.

Perbedaan itu antara lain, kreditur swasta menginginkan tingkat suku bunga sebesar 8% sementara Yunani hanya ingin 2%. Karena itu, kesepakatan tersebut masih dalam tahap negosiasi. "Itulah yang krusial bagi market," ucapnya. "Sulit mengharapkan penguatan rupiah yang berkelanjutan di tengah memburuknya sentimen global."

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (17/1) ditutup menguat 80 poin (0,87%) ke level 9.070/9.100 per dolar AS.

Bursa Asia tergelincir karena isu default utang Yunani

TOKYO. Mayoritas bursa saham Asia tergelincir pagi ini (18/1), setelah berhasil rebound kemarin. Pasar regional tertekan setelah Fitch Ratings menyatakan Yunani cenderung akan default utang, dan Morgan Stanley memangkas target harga saham beberapa produsen mobil Jepang.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% ke posisi 117,68 pada pukul 10.05 waktu Tokyo. Kemarin, indeks acuan bursa regional ini maju 1,9%, yang terbesar sejak 21 Desember.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 tercatat melemah tipis 0,01% ke 8.465,24, dan indeks Topix jatuh 0,14% ke 730,47. Lalu, indeks Australia S&P/ASX 200 tergerus 0,13% ke 4.210,20. Namun, indeks Kospi masih berhasil reli tipis 0,10% ke posisi 1.895,54.

Beberapa saham berkapitalisasi besar turut melemahkan indeks, seperti saham produsen video permainan asal Jepang, Nintendo Co. yang terkoreksi 1,3%. Perusahaan ini mendapat 42% penjualannya dari wilayah Eropa. Lalu, saham produsen mobil Jepang, Mazda Motor Corp. yang bergerak liar di dua arah, setelah Morgan Stanley memangkas target harga sahamnya menjadi 170 yen, dari sebelumnya 190 yen.

"Pasar telah digerakkan oleh ancaman default Yunani. Kekhawatiran utama yaitu akan ada efek domino di seluruh wilayah," kata Hisakazu Amano dari T&D Asset Management Co., di Tokyo.


Investor lirik aset berisiko

JAKARTA. Keengganan pelaku pasar memegang aset berisiko sedikit mereda. Berbagai sentimen positif ini mengangkat rupiah, Selasa (17/1).

Dari Eropa, kekhawatiran lelang surat utang Prancis bakal memble pasca pemangkasan rating, tak terjadi. Prancis berhasil menjual obligasi senilai € 8,59 miliar dengan yield yang justru turun. Alhasil, euro menguat 0,9%. Sedang indeks dollar turun menjadi 80,98.

Dus, tekanan dollar terhadap rupiah berkurang. Kabar baik juga datang dari China, yang membukukan pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat 2011 sebesar 8,9%, lebih tinggi dari ekspektasi.

Analis Bank BNI, Klara Pramesti memprediksi kepercayaan pasar akan bertahan hari ini. "Rebound di bursa saham juga memberi sentimen positif. Nampaknya, pasar mulai jenuh dengan isu Eropa," imbuh dia. Proyeksi Klara, USD/IDR hari ini berkisar 9.050-9.110.

Analis Tresuri Telkom Sigma Rahadiyo Anggoro mengatakan optimisme petinggi Eropa mengangkat minat investor di aset beresiko. Dari dalam negeri, kedatangan anggota Fitch terkait investment grade Indonesia, meningkatkan keinginan investor asing memegang aset rupiah. Ia memprediksi hari ini rupiah menguat di kisaran Rp 9.090-Rp 9.140.

Harga emas masih bisa ke US$ 1.900

JAKARTA. Banderol emas kembali merangkak, pekan ini. Di Comex-New York, kontrak emas untuk pengiriman Februari 2012 menanjak ke level US$ 1.668 per ons troi (oz), kemarin (17/1). Kenaikannya mencapai 2,31% dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu.

Di pasar spot, emas rata-rata diperdagangkan di posisi US$ 1.657,25 per oz. Alwy Assegaf, Analis SoeGee Futures, menuturkan, kenaikan harga emas di awal pekan ini memang cukup tajam, setelah jatuh di ujung pekan lalu.

Pengungkit harga emas kali adalah lonjakan permintaan, terutama dari China, menjelang perayaan Imlek. Di sisi lain, pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) begitu kekhawatiran pelaku pasar atas Eropa mereda, menjadi sentimen positif bagi emas.

Meski belum sepenuhnya pulih, optimisme pelaku pasar terangkat setelah melihat cukup suksesnya perhelatan lelang obligasi tenor pendek Perancis. "Peminat lelang banyak dengan biaya yang lebih rendah dari sebelumnya," kata Alwy, kemarin.

Hal ini menghapuskan keraguan tentang masa depan Eropa setelah sebelumnya peringkat beberapa negara, termasuk Prancis, digunting oleh Standard and Poor\'s. Di sisi lain, data ekonomi terbaru China yakni kenaikan GDP menjadi 8,9%, merangsang lagi risk appetite investor. "Pergerakan harga emas saat ini tidak lagi seperti safe haven, melainkan sudah digolongkan menjadi aset berisiko," jelas Alwy.

Prediksi dia, harga emas bakal menembus US$ 1.700-US$ 1.750 per oz, dalam tiga bulan mendatang. Jika level ini tertembus, harga emas bisa berlari lagi ke rekor tertingginya US$ 1.920, enam bulan ke depan.

Alwy yakin, jangka panjang, harga emas masih dalam tren naik. "Selama emas bertahan di atas US$ 1.500 per oz, target psikologis US$ 2.000 bisa pecah tahun ini," kata Alwy.

Morgan Stanley memperkirakan, harga emas tahun ini akan bergerak rata-rata di level US$1.845 per oz. Atau naik 17% dari harga rata-rata emas tahun ini di kisaran

US$ 1.572,28 per oz. "Kenaikan harga emas ini akan berlanjut disetir oleh peningkatan investasi emas dan pembelian bank sentral," tulis Morgan Stanley.

Goldman Sachs juga melemparkan proyeksi senada. Prediksinya, dalam jangka panjang emas akan kembali menggeliat. "Emas akan naik ke posisi US$ 1.940 per oz dalam 12 bulan mendatang," tulis Goldman Sachs seperti dikutip Bloomberg.

Ibrahim, Analis Harvest International Futures, berpendapat sebaliknya. Level tertinggi harga emas tahun ini hanya di posisi US$ 1.800 per oz. "Isu Eropa masih menjadi penahan gerak emas," kata dia. Setiap Eropa diguncang isu negatif, dollar AS akan naik menekan emas.

Indosurya: Penguatan Eropa & AS menjadi angin segar pendongkrak IHSG

JAKARTA. Sentimen hasil lelang obligasi Spanyol dan Yunani telah memacu penguatan bursa Eropa dan AS. Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menilai, sentimen tersebut akan kembali memberikan angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melanjutkan reli pada perdagangan Rabu (18/1) ini.

Reza memperkirakan, IHSG akan bergerak pada support 3.895 - 3.925, dengan resistance di kisaran 3.970 - 3.986.

Secara teknikal, dia menyebut, indeks membentuk pola menyerupai white marubozu, di mana sebelumnya membentuk hanging man. Posisi candle hampir mendekati upper bollinger bands. MACD gagal membentuk deatch cross, dan melanjutkan penguatan dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih melanjutkan kenaikan di sekitar area jenuh beli (overbought).

Reza memproyeksikan beberapa saham pilihan, hari ini. Salah satunya, saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang diperkirakan akan berada pada support 6.750 - 6.850, dan resistance 7.000 - 7.050. Menurutnya, jika pasar mendukung, bisa beli BBRI di kisaran harga 6.900 - 6.950, dengan target harga di 7.050. Cut loss, bila menyentuh 6.700.

Sementara, untuk saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Reza memperkirakan saham ini akan berada pada support 17.450 - 17.900, dan resistance di 18.600 - 18.850. "Jika pasar mendukung, INTP bisa beli pada kisaran 18.400 - 18.450, dengan target harga 18.600. Cut loss bila menyentuh level 17.950," sarannya.

Pertengahan tahun ini, transaksi repo sudah harus ikuti standar

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) segera memberlakukan aturan standar perjanjian gadai saham dan obligasi (repo) yang mengacu pada standar perjanjian internasional atau Global Master Repuchase Agreement (GMRA). Bapepam-LK menargetkan, bisa merampungkan aturan tersebut pada pertengahan tahun ini.

"Kami akan mengeluarkan GMRA dan targetnya di bulan Juni ini akan selesai," kata Ketua Bapepam-LK Nurhaida, Selasa (17/1). GMRA merupakan standar perjanjian repo yang berlaku secara internasional dalam industri keuangan dunia. Standar perjanjian ini berdasarkan hukum yang berlaku di Inggris.

International Capital Market Association (ICMA) memiliki draft tambahan agar negara tempat perjanjian repo bisa menyesuaikan aturan itu dengan hukum setempat. Dengan begitu, sengketa bisa diselesaikan berdasarkan perjanjian ini.

Nurhaida menjelaskan, beberapa yang akan diatur dalam beleid itu antara lain tentang bunyi kontrak, pengamanan untuk kedua belah pihak yang berkontrak, dan penyelesaian sengketa di antara kedua pihak. "Kami harapkan bagi mereka yang melakukan repo memiliki standar yang sama sehingga pengawasan bisa lebih efektif," ujarnya.

Jika Anda masih ingat, pasar modal Indonesia berulang kali tersandung skandal repo yang berbuntut sengketa hukum. Contohnya pengalaman buruk investor dengan transaksi repo saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di tahun 2008 silam.

Di tengah krisis global, sejumlah kreditur BNBR yang sebagian juga pemegang repo saham Bakrie menjual paksa (forced sell) saham-saham anak usaha BNBR yang menjadi jaminan seperti saham PT Bumi Resources (BUMI). Pasalnya, harga saham itu anjlok sementara BNBR tidak bisa menambal kecukupan jaminannya seperti sediakala.

Selain itu, mencuat juga repo saham tanpa izin PT Duta Anggada Realty Tbk oleh Eurocapital Peregrine Securities serta kasus repo saham yang menimpa Askrindo.

Transaksi repo bermasalah itu berakhir pada sengketa hukum, lantaran tidak adanya standar perjanjian. Kerap terjadi, saat saham atau obligasi direpokan dan kemudian ketika ditagih, barangnya sedang dijaminkan ke pihak lain.

Karena itu, Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menyambut baik rencana Bapepam-LK. Apalagi, selama ini sama sekali tak ada peraturan yang mengatur pelaksanaan repo itu. Alhasil, beberapa kali terjadi kisruh tentang penyelesaian repo. "Selama ini kan banyak perjanjian orang per orang, padahal perpindahan barang yang dijaminkan itu menyangkut pasar modal," terangnya.

Ia berharap aturan dan standar repo baru itu bisa meminimalisir sengekta-sengketa repo yang sempat terjadi. Untuk itu, yang paling penting dipertegas adalah bagaimana Standard Operating Prosedur (SOP) transaksi repo. "Historical likuiditas sahamnya harus diperhatikan. Kemudian, kinerja pembeli dan penjualnya, fundamentalnya, rasio utang, serta penyelesaian sengketanya," ujarnya.

China Topang IHSG, Beli Saham Perbankan

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Rabu (18/1) diperkirakan menguat, ditopang pertumbuhan ekonomi China. Saatnya beralih ke saham perbankan.

Pengamat pasar modal Alwi Assegaff dari Universal Broker mempridiksikan, seiring rebound bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat lebih dari 1%. Penguatan bursa Asia ditopang pertumbuhan ekonomi China yang masih kuat di 8,9%.

“Meski sebenarnya China sedang dalam proses mengerem pertumbuhan ekonominya, untuk menghindari terjadinya hard-landing,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Optimisme Asia kembali naik karena pertumbuhan Negeri Tirai Bambu masih kuat. Sebab, pasar ekspor masih bisa diserap oleh China, di tengah melemahnya perekonomian negara-negara berkembang di Eropa dan Amerika.

Sentimen penurunan peringkat sembilan negara Eropa telah mereda. Sebab, investor menilai kekuatan Eropa masih ditopang oleh Jerman yang luput dari downgrade rating. Sementara Prancis, meski ikut diturunkan peringkatnya, dinilai masih layak investasi.

“Ini terbukti dari lelang obligasi yang dilakukan pemerintah Prancis masih berhasil menyerap likuiditas, melebihi perkiraan,” lanjut Alwi.

Investor masih meminta imbal hasil yang tinggi terhadap obligasi pemerintah Prancis. Hal tersebut disebabkan resiko kawasan Eropa yang dinilai masih tinggi. Pulihnya euro dari koreksi dalam terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin, meningkatkan risk appetite.

Harga emas juga mulai rebound. Sedangkan rebound yang terjadi pada IHSG di perdagangan kemarin mengkonfirmasi tren bullish karena bertahan di level resistan 3.954-3.980. Meskipun sempat dilanda koreksi tajam.

Dengan rebound ini, Alwi menilai IHSG berpotensi menembus level resistant 3.954 yang cukup sulit dipecah. Indikasi penembusan level tersebut terlihat dari indikator candle stick yang membentuk bullish engulfing.

“Ini mengkonfirmasi kekuatan pembeli lebih besar ketimbang penjual,” lanjutnya. Meskipun indikator stockhastic memperlihatkan overbought, IHSG masih bisa bergerak naik. Maka peluang IHSG ke level 4.000 masih terbuka.

Dalam kondisi ini, Alwi menilai sejumlah saham perbankan sudah mulai murah dengan koreksi yang terjadi beberapa hari ini. Ia merekomendasikan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang telah menunjukkan sinyal reversal kuat dan harganya berpeluang naik.

Selain Bank Central Asia (BBCA) yang bertahan di area support ketika terjadi koreksi. “Saya merekomendasikan beli kedua saham ini,” kata Alwi.

Untuk Bank Negara Indonesia (BBNI), Alwi merekomendasikan speculative buy karena sinyal reversal masih relatif lemah dibanding BBRI dan BBCA. BBNI sudah mendekati area support dan indikator stokastiknya sudah oversold.

“Saham ini berpotensi terjadi golden cross yang mengkonfirmasi siap untuk berbalik arah dan naik,” lanjutnya.

Selain saham-saham perbankan tersebut, Alwi juga merekomendasikan beli saham Astra International (ASII) dan United Tracktor (UNTR). Selain saham AKR Corpindo (AKRA) yang tertahan di area support kuat cukup lama, sehingga berpeluang rebound. [nat]

Jangan Terpesona Kenaikan IHSG

INILAH.COM, Jakarta - Seperti mobil sedang tancap gas, itulah yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa ini (17/1). Lihat saja, begitu pasar dibuka, perdagangan langsung meriah.

Berbagai jenis saham, terutama yang blue chips, menjadi rebutan para investor asing dan lokal. Hasilnya, indekspun langsung meroket. Setelah mengalami naik turun, indeks akhirnya ditutup di level 3.954,75 atau menguat 45,06 poin (1,15%).

Tak hanya di Jakarta, kemeriahan juga bisa disaksikan di bursa lainnya. Di China misalnya, hari ini indeks Hang Seng menguat sebesar 3,24%. Kenaikan juga dicatat oleh indeks Straits Times (2,15), Kospi (1,80%), dan Nikkel (1,05%).

Ada beberapa faktor yang membuat bursa di kawasan Asia semarak. Salah satunya adalah janji Bank Sentral Eropa (ECB) segera memulihkan krisis utang di Eropa. Pernyataan itu muncul setelah pekan lalu Standard & Poors menurunkan peringkat utang sembilan negara Eropa.

Faktor lainnya adalah pernyataan Haruhiko Kuroda di Asian Financial Forum (AFF) Hong Kong, Senin lalu. Presiden Asian Development Bank (ADB) itu yakin, tahun ini Asia akan tumbuh pesat.

“Khususnya tiga ekonomi besar, yakni China, India dan Indonesia,” katanya. Tak hanya itu, Kuroda pun yakin pondasi negara-negara di kawasan Asia cukup kuat untuk menghadapi dampak krisis Eropa. Itu terlihat dari surplus neraca berjalan, cadangan devisa yang semakin kuat, serta perbankan yang kian sehat.

Namun demikian, hal itu bukan berarti pekan ini indeks bakal merangkak dengan mulus. Octavianus Marbun, analis Waterfront Securities, memperkirakanbursa pekan ini akan memasuki masa konsolidasi. Sebab, indeks Dow Jones dan Nasdag diperkirakan masih akan melemah sebagai akibat keluarnya data ekonomi Amerika yang belum membaik.

Kenaikan harga minyak mentah juga diyakini bakal menekan harga saham. Mungkin itu sebabnya, Octavianus meramalkan pekan ini indeks akan bergerak di kisaran 3.890-3.940. “Saya perkirakan indeks masih akan melemah,” katanya.

Setelah indeks naik, memang, biasanya akan diikuti dengan aksi profit taking. Karena itu, seorang analis dari PT Kresna Securities mengingatkan agar investor tetap hati-hati dalam memilih pasar. Sebab, selain aksi profit taking, beberapa saham dinilai sudah kemahalan.

Harga saham blue chips, seperti PT Telkom (TLKM) dan PT Bank Mandiri (BMRI) sudah berada di atas rata-rata. Artinya, saham-saham seperti ini biasanya akan mengalami koreksi. Jadi, jangan terpesona oleh saham-saham unggulan. Api masih membara di bursa, lho. [mdr]

Inilah Daftar Saham Pilihan Rabu (18/1)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (18/1) diprediksi akan mixed dengan kecenderungan menguat dengan banyaknya sentimen positif dan negatif yang terjadi.

"Kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance di 3.915-3.985," kata analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin.

IHSG pada perdagangan kemarin berhasil rebound dengan meredanya sentimen negatif dari downgrade rating negara-negara Eropa. Sebaliknya pasar merespon positif data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal keempat 2011. Selain data dari China, sentimen juga datang dari imbal hasil obligasi Perancis yang rendah.

IHSG kemarin ditutup menguat 45,06 poin atau 1,1% ke 3.954,75. Volume perdagangan mencapai 7 miliar saham senilai Rp4,4 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp183,2 miliar.

Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi menyarankan untuk mencermati saham BJBR. Untuk BJBR berpotensi menguji resistensi kuat dengan strategi stong buy juka break di 1.070 dengan stop loss di level 990. Saham BJBR sahaam ini menguju resisten di 1.070.

Jika level ini mampu dilampaui, BJBR berpeluang melanjutkan penguatannya menuju target harga di 1.260 dengan minor target 1.140. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif.

Untuk saham KLBF berpeluang mengakhiri konsolidasi berkepanjangan jika break di minor di 3.525 dengan strategi stong buy jika break di 3.600 dengan stop loss di 3.400.

Saham KLBF yang sejak awal 2011 mengalami konsolidasi yang panjang dan saat ini selain bertahan di atas support psikologis MA200, KLBF menguji resisten kuat-nya di 3.600. Jika resisten ini berhasil dilampaui, KLBF berpeluang mengakhiri konsolidasi yang berkepanjangan menuju target penguatannya di 4.525 dengan minor target 4.025. MACD relatif bergerak mendatar menunjukkan KLBF butuh Break Out Resisten untuk mengkonfirmasi kenaikannya.

Sedangkan analis saham AM Capital Andre Mahardika merekomendasikan saham ASGR dan BBCA. Menurutnya, saham ASGR masih akan berpotensi bullish jangka pendek. Area beli di 1.100 dan jual di 1.140-1.180 dengan stop loss di 1.080. Saham ASGR masih boleh dilakukan buy namun untuk trading jangka pendek atau oneday. Jadi jika sudah profit maka dijual terlebih dahulu.

Untuk saham BBCA disarankan beli saat koreksi dengan area beli di 7.850 dan jual di 8.050-8.200 serta stop loss di 7.750. Saham BBCA masih akan berpotensi koreksi terbatas dulu sebelum memulai kenaikan.

IHSG Berpeluang Terkoreksi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat hingga 45 poin berbarengan dengan penguatan bursa Asia yang cukup kencang. Sentimen positif datang dari membaiknya bursa-bursa Eropa juga pertumbuhan ekonomi China yang sesuai ekspektasi pasar.

Pada perdagangan, Selasa (17/1/2012), IHSG ditutup melesat 45,062 poin (1,15%) ke level 3.954,755. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melaju 7,882 poin (1,14%) ke level 695,957.

Penguatan IHSG yang cukup tajam pada perdagangan kemarin membuka peluang koreksi. IHSG pada perdagangan Rabu (18/1/2012) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street tadi malam menguat ke titik tertingginya sejak Agustus. Namun penguatan tidak bertahan lama seiring merosotnya saham Citigroup setelah melaporkan penurunan laba.

Di awal perdagangan, saham-saham sempat menguat hingga 1% setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China lebih baik dari ekspektasi, meski melemah ke titik terendahnya dalam 2,5 tahun terakhir.

Pada perdagangan Selasa (17/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 60,01 poin (0,48%) ke level 12.482,07. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,58 poin (0,36%) ke level 1.293,67 dan Nasdaq menguat 17,41 poin (0,64%) ke level 2.738,08.

Sementara bursa-bursa regional justru terkoreksi setelah kemarin menguat tajam. Berikut posisi bursa regional Rabu pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah tipis 11,90 poin (0,14%) ke level 8,454,50.
  • Indeks KOSPI melemah 3,38 poin (0,18%) ke level 1.889,36.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan Selasa (17/1) IHSG berhasil menguat dengan tutup tepat pada level Resistancenya di 3954. Apabila level tersebut berhasil ditembus maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya menguji level Resistance selanjutnya di 4003. Dari pergerakan indicator teknikal, Stochastic dan RSI masih berada di area overbought. Pada perdagangan Rabu (18/1), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3909-4003 dengan kecenderungan melanjutkan penguatannya. Sementara itu saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. MAPI, HRUM, BBTN, dan HEXA.

Panin Sekuritas:
IHSG berhasil rebound kemarin menyusul meredanya sentimen negatif dari downgrade rating negara-negara Eropa. Sebaliknya pasar merespon positif data pertumbuhan ekonomi China K4-11. Selain data dari China, sentimen juga datang dari imbal hasil obligasi Perancis yang rendah. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance hari ini 3.915-3.985.

(qom/qom)

IHSG Berpeluang Besar Pecahkan 4.000 Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta – Setelah berhasil menguat ke level 3.954, IHSG diprediksi bakal mencapai 4.000 hari ini. Saham pilihannya: BORN, KAEF, INAF, BNBR, BRMS, ADHI dan META.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, pasca-downgrade 9 negara zona euro, IHSG justru menguat tajam. Hal ini, kata dia, menandakan indeks saham domestik berada dalam teritori bullish. Beberapa analis yang mengatakan bearish, sekarang terpatahkan. “Hingga saat ini, saya tetap menganut prinsip bullish. Saya melihat, Rabu ini akan pecah level 4.000-nya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (17/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 45,062 poin (1,15%) ke level 3.954,755 dengan intraday tertinggi 3.955,736 dan terendah 3.910,059. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 7,88 poin (1,15%) ke level 695,957. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG kembali menguat ke level 3.954. Bagaimana Anda melihat arahnya hari ini?
Indeks bakal melanjutkan penguatan hari ini. Bahkan, target 4.000 tidak tertutup kemungkinan akan terpecahkan Rabu (18/1) ini setelah gagal tercapai akibat downgrade 9 negara zona euro. Support IHSG berada di level 3.915 dan resistance 4.026.

Faktor apa saja yang bisa membawa indeks pecah level 4.000 hari ini?
Pasca-downgrade 9 negara zona euro, IHSG justru menguat tajam. Hal ini, menandakan indeks saham domestik berada dalam teritori bullish. Beberapa analis yang mengatakan bearish, sekarang terpatahkan. Hingga saat ini, saya tetap menganut prinsip bullish. Saya melihat, Rabu ini akan pecah level 4.000-nya.

Faktor lain?
Indonesia sendiri, tidak bermasalah dengan utang seperti negara-negara di zona euro. Karena itu, di tengah krisis Eropa, Indonesia justru menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor. Investment grade yang diberikan ke Indonesia terbukti dengan net buy asing kemarin.

Bagaimana dengan daya dukung dari sisi aksi korporasi per emiten?
Ya itu juga. IHSG mendapat dukungan dari rumor-rumor pasar yang menarik. Salah satunya adalah PT Borneo Lumbung Energi (BORN) yang sudah membayarkan pembeliannya atas BUMI Plc kepada PT Bakrie & Brothers (BNBR). Itu jadi berita positif sehingga BORN menguat ke level Rp890. Saya perkirakan, BORN berpeluang kembali ke level Rp1.100 hingga akhir Januari 2012 dan Rp1.500 hingga akhir tahun ini.

Target harga BNBR sendiri?
Karena BORN sudah melakukan pembayaran ke BNBR, saham BNBR pun sudah siap berlari. Taget harga BNBR bisa kembali ke level Rp100 untuk 2012. Begitu juga dengan PT Bumi Resouces Mineral (BRMS)yang siap melesat.

Sebab, Direktur Utama Samin Tan yang keluar dari BORNakan konsentrasi untuk mengurus BUMI Plc. Salah satu programnya adalah memasukkan BRMS ke dalam BUMI Plc. Saat ini, penawarannya masih dalam negosiasi pada harga premium di level Rp770. Tapi, ini masih berita pasar. Karena itu, BRMS Rabu ini berpeluang menguat ke level Rp650.

Ada lagi?
Kabar positif lain, adalah pemerintah melalui Menteri BUMN yang akan segera me-merger-kan PT Kimia Farma (KAEF) dengan PT Indofarma (INAF). Tujuannya untuk efisiensi. Langkah ini sangat tepat. Karena itu, pasar akan melihat pergerakan saham KAEF dan INAF berlari kencang. Saya perkirakan, INAF berpeluang bertenger di level Rp300-an dan KAEF di level Rp800-an hingga merger terlaksana. INAF akan masuk ke dalam KAEF.

Rencana ini, sebenarnya sudah lama didengungkan sehingga jika jadi kenyataan, kedua emiten ini akan menjadi saingan bagi PT Kalbe Farma (KLBF) yang sahamnya berlari sendirian. Silahkan akumulasi beli bagi investor yang belum memilikinya.

Bagaimana dengan saham-saham di sektor infrastruktur?
Saham pilihannya lainnya di sektor ini adalah PT Adhi Karya (ADHI) dan Nusantara Infrastructure (META) yang keduanya berkaitan dengan infrastruktur. Saya menargetkan saham META di level Rp330.

Semenetara itu, ADHI sudah dizinkan oleh menteri BUMN untuk membangun dua menara pencakar langit di kawasan SCBD Jakarta yaitu Signature Tower dan Menara Adhi Karyasetinggi 600 meter dan 111 lantai.Proses pembangunannya dipegang oleh ADHI. Karena itu, target harga jangka pendek hingga akhir Januari di level Rp880 dan Rp1.800 untuk jangka panjang. Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut.

Wall Street menguat ditopang perbankan dan harga komoditas

NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) melenggang di jalur hijau sepanjang perdagangan. Wall Street konsisten mencatat kenaikan sejak awal perdagangan hingga penutupan.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) berhasil lompat 60,01 poin atau 0,48% ke 12.428,07. Indeks S&P maju 4,58 poin atau 0,36% ke 1.293,67 dan bursa teknologi AS yaitu Nasdaq positif 17,41 poin atau 0,64% ke 2.728,08.

Saham perbankan menjadi salah satu perhatian dimana Citigroup berhasil mencatat kenaikan laba sebesar 6% menjadi US$ 11,3 miliar.

"Ada sedikit battle di pasar antara Citigroup dan Well Fargo dan dimenangkan oleh Citi," ulas Marc Pado, market strategist di Cantor Fitzgerald.

Reli Wall Street juga disokong oleh spekulasi harga komoditas di mana China sebagai pengguna energi terbesar di dunia setelah AS menaikkan jumlah permintaan.

Saham Citigroup Hambat Penguatan di Wall Street

New York - Bursa Wall Street menguat ke titik tertingginya sejak Agustus. Namun penguatan tidak bertahan lama seiring merosotnya saham Citigroup setelah melaporkan penurunan laba.

Saham Citigroup merosot hingga 8,1% menjadi US$ 28,25 setelah mengeluarkan laporan keuangan yang di bawah ekspektasi investor. Pelemahan saham Citigroup langsung menyeret saham finansial lainnya, dengan Indeks Bank KBW turun 1,4%.

Di awal perdagangan, saham-saham sempat menguat hingga 1% setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China lebih baik dari ekspektasi, meski melemah ke titik terendahnya dalam 2,5 tahun terakhir.

"Angka yang lebih baik dari China pada pagi ini memberikan permulaan yang lebih baik di pasar, namun kemudian tidak ada kelanjutan dan Anda harus melihat dari JPMorgan dan Citigroup yang pendapatannya tidak cukup baik," ujar Eric Kuby, chief investment officer North Star Investment Management Corp seperti dilansir dari Reuters, Rabu (18/1/2012).

Keluarnya laporan keuangan Citigroup yang mengecewakan ini mengulang hal yang dilakukan JPMorgan Chase & Co pada Jumat pekan lalu.

Pada perdagangan Selasa (17/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 60,01 poin (0,48%) ke level 12.482,07. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,58 poin (0,36%) ke level 1.293,67 dan Nasdaq menguat 17,41 poin (0,64%) ke level 2.738,08.

Saham-saham sektor perbankan juga tertekan setelah Jumat akhir pekan lalu Standard & Poor's mengumumkan penurunan peringkat 9 bank dari kawasan Eropa.

"Diperkirakan beberapa bank besar akan terus berjuang, terutama yang sangat terlibat pada bank investasi karena bagian dari sistem finansial itu secara jelas melemah," jelas Bryant Evans, penasihat investasi dan manajer portofolio Cozad Asset Management.

Setelah perdagangan usai, dalam periode perpanjangan perdagangan, saham Yahoo melonjak 3,6% ke level US$ 15,99 setelah co-founder-nya Jerry Yang mengundurkan diri. Pada sesi regular, saham Yahoo tercatat turun 0,3% ke level US$ 15,43.

Perdagangan berjalan moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 6,8 miliar lembar saham, sedikit di atas rata-rata harian yang sebesar 6,68 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Selasa, 17 Januari 2012

Asing Net Buy, IHSG Naik 1,1% ke 3.954,75

INILAH.COM, Jakarta - IHSG menguat 45,06 poin atau 1,1% ke 3.954,75 pada penutupan perdagangan Selasa (17/1). Volume perdagangan mencapai 7 miliar saham senilai Rp4,4 triliun.

Pada penutupan hari ini, tercatat 175 saham menguat, 85 saham melemah dan 97 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp183,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,7 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,5 triliun.

Indeks JII naik 5,9 poin ke 559,75, indeks ISSI naik 1,2 poin ke 130,35 dan indeks LQ45 naik 6,4 poin ke 694,48. Penguatan tertinggi dialami sektor pertambangan hingga 33,8 poin ke 2.660,83 disusul sektor aneka industri naik 20,5 poin ke 1.377 dan sektor perkebunan naik 15,1 poin ke 2.212.

Sip, indeks ditutup melaju 1,15% di sesi sore

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan lonjakan 1,15% di sesi sore. Alhasil, posisi terakhir indeks saat ini adalah 3.954,755.

Volume transaksi sepanjang hari ini terbilang cukup ramai dengan melibatkan 7,001 miliar saham. Adapun nilai transaksinya adalah Rp 4,482 triliun.

Sepuluh sektor kompak menghijau. Kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor industri dasar sebesar 1,7%, sektor industri lain-lain sebesar 1,52%, dan sektor pertambangan sebesar 1,48%.

Sementara itu, sejumlah saham yang menghuni posisi top gainers antara lain: PT Kimia Farma (KAEF) naik 22,39% menjadi Rp 410, PT Renuka Coalindo (SQMI) naik 21,43% menjadi Rp 680, dan PT Schering Plough Indo (SCPI) naik 16,67% menjadi Rp 42.000.

Sedangkan di jajaran top losers, terdapat saham-saham: PT Humpuss Intermoda (HITS) turun 14,55% menjadi Rp 235, PT Lionmesh Prima (LMSH) turun 9,62% menjadi Rp 4.700, dan PT Perdana Bangun Pusaka (KONI) turun 8,89% menjadi Rp 205.

Bursa Asia Melaju Kencang, IHSG Melesat 45 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 45 poin buntuti bursa Asia yang melaju kencang. Sentimen positif datang dari membaiknya bursa-bursa Eropa juga pertumbuhan ekonomi China yang sesuai ekspektasi pasar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.200 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.150 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 14,204 poin (0,36%) ke level 3.923,897 disokong penguatan bursa-bursa di Asia. Investor juga fokus menanti laporan keuangan emiten 2011.

Indeks terus bertahan di teritori positif sejak pembukaan perdagangan. Aksi beli di awal perdagangan sempat mendorong indeks naik cukup tinggi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 18,753 poin (0,47%) ke level 3.928,446 akibat aksi beli selektif di saham-saham lapis dua yang sudah murah. Menguatnya bursa Asia juga turut membantu sentimen.

Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks pada perdagangan hari ini di level 3.955,736. Aksi beli semakin marak menjelang penutupan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (17/1/2012), IHSG ditutup melesat 45,062 poin (1,15%) ke level 3.954,755. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melaju 7,882 poin (1,14%) ke level 695,957.

Aksi beli selektif terjadi di saham-saham lapis dua yang kemarin sudah turun secara signifikan. Indeks sektor aneka industri menguat paling tinggi.

Investor lokal paling aktif pada perdagangan hari ini, tapi pemodal asing juga tak mau ketinggalan. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 181,405 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 139.402 kali pada volume 14,003 juta lot saham senilai Rp 4,482 triliun. Sebanyak 175 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Indeks bursa saham Asia melesat ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir. Penguatan didorong oleh kecilnya imbal hasil obligasi Perancis dan pertumbuhan ekonomi China yang sesuai prediksi analis meski secara tahunan melambat.

Laju penguatan bursa-bursa di regional pun semakin kencang, bahkan bursa saham China meroket lebih dari empat persen, diikuti oleh bursa-bursa saham lainnya.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai meroket 92,18 poin (4,18%) ke level 2.298,38.
  • Indeks Hang Seng melonjak 509,15 poin (2,68%) ke level 19.521,35.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 88,04 poin (1,05%) ke level 8.466,40.
  • Indeks Straits Times melaju 41,99 poin (1,52%) ke level 2.798,48.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough (SCPI) naik Rp 6.000 ke Rp 42.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 123.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.100 ke Rp 77.300, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 900 ke Rp 15.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 1.500 ke Rp 36.000, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 750 ke Rp 11.200, Lionmesh (LMSH) turun Rp 500 ke Rp 4.700, dan BFI Finance (BFIN) turun Rp 350 ke Rp 5.000.
(ang/qom)

Abaikan Downgrade, Bursa Eropa Menguat

Medium
INILAH.COM, London - Bursa saaham Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (17/1) melanjutkan reli pada perdagangan kemarin, Investor mengesampingkan downgrade Eropa dan merespon data China di kuartal IV 2011.

Indeks FTSE naik 1% ke 5.715, indeks DAX naik 1,3% ke 6.301 dan indeks CAC naik 1% ke 3.258. "Pasar Eropa cendrung mendapatkan momentum mengangkat indeks dari data China yang menaikkan aset berisiko," kata Stan Shamu dari IG Market Strategi.

Senin malam, Standard & Poor memangkas rating kredit dari Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa. Dana untuk penyelamatan zona Euro turun satu tingkat menjadi AA+ dari AAA.

Data yang dirilis dari ekonomi China menunjukkan pada kuartal IV PDB hanya mencapai 8,9%. Padahal pada kuartal III 2011 PDB China mencapai 9,1%. Penyebabnya karena output industri melambat kurang dari yang diperkirakan.

Untuk indeks Hang Seng naik 2,2%, indeks Shanghai naik 3,9%, indeks Nikkei naik 1,05%, indeks Kospi naik 1,8%, indeks STI naik 1,3%, indeks ASX naik 1,6%.

Menu Sesi Dua: Saham Astra, Semen, Agri, & Bank

INILAH.COM, Jakarta – IHSG diprediksi bertahan pada zona hijau hingga penutupan seiring positifnya laju bursa Asia. Saham-saham pada grup Astra, semen, perkebunan dan perbankan layak jadi pilihan.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (17/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 18,75 poin (0,48%) ke level 3.928,446. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 2,47 poin (0,36%) ke angka 690,541.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,3 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 3,4 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,42 triliun di pasar regular dari total Rp1,85 triliun dan frekuensi 64.641 kali. Sebanyak 132 saham menguat, sedangkan 87 saham melemah dan 106 saham stagnan.

Penguatan indeks juga diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp63,4 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp715,13 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp651,6 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan indeks. Saham sektor perdagangan memimpin kenaikan 1,09%, disusul industri dasar 1,03%, keuangan 1%, aneka industri 0,60%, manufaktur 0,47%, perkebunan 0,34%, properti 0,16%, dan infrastruktur 0,04%. Hanya sektor konsumsi yang melemah tipis 0,01% dan pertambangan stagnan.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, indeks saham domestik bakal bertahan pada teritori positif hingga penutupan sore nanti. “Indeks memiliki support di level 3.859 dan resistance 3.955,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (17/1).

Penguatan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh positifnya pergerakan burs regional Asia. “Karena pasar saham AS libur, bursa saham Asia mengacu ke bursa saham Eropa yang begerak positif pasca-downgrade 9 negara zona euro,” ujarnya.

Kenaikan bursa saham Eropa, kata Cece, seiring komitmen dari European Central Bank (ECB) dan petinggi Uni Eropa lainnya untuk lebih fokus pada penanganan krisis pasca-dowgrade meskipun pasar belum mengetahui detilnya. “Karena itu, setelah pasar melakukan profit taking kemarin, hari ini kembali buy back saham-saham yang mereka jual itu meskipun IHSG sudah jenuh beli,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Cece merekomendasikan saham-saham di sektor semen, grup Astra, perkebunan, dan perbankan yang menurunya, belum mencapai level tertingginyanya. Saham-saham di sektor perbankan masih menarik untuk jangka pendek. “Sebab, sektor ini yang secara historis selalu merilis kinerja keuangan termasuk untuk kuartal IV-2011,” imbuhnya.

Tapi, untuk jangka panjang pasar harus mewaspadai inflasi 2012 yang diperkirakan melambung ke level 5% (year on year) dari 3,79% pada 2011,” ucapnya. Kenaikan inflasi dipicu oleh rencana pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah pada 1 April 2012.

Selain itu, kenaikan inflasi juga didukung pada oleh rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada bulan yang sama. “Karena itu, hati-hati pada saham-saham yang sensitive inflasi termasuk sektor perbankan,” papar Cece.

Saham-saham pilihannya adalah PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), PT Semen Gresik (SMGR), PT Astra Internasional (ASII), dan PT United Tractor (UNTR).

Di sektor perkebunan, direkomendasikan PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT Sampoerna Agro (SGRO). Di sektor perbankan direkomendasikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” ujarnya.

Kenaikan indeks di sesi I disokong tujuh sektor

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada sesi I. Pada pukul 12.00, indeks tercatat naik 0.48% menjadi 3.928,446.

Sekitar 125 saham ditransaksikan naik. Sementara, jumlah saham yang turun sebanyak 79 saham dan 94 saham lainnya diam di tempat. Total volume transaksi hari ini melibatkan 3,343 miliar saham senilai Rp 1,992 triliun.

Sementara itu, secara sektoral IHSG tampil beragam. Tujuh sektor berhasil naik, di mana sektor perdagangan dan industri dasar memimpin kenaikan dengan lonjakan masing-masing sebesar 1,13% dan 1,04%. Sedangkan tiga sektor yang memerah adalah sektor pertambangan turun 0,11%, sektor konstruksi turun 0,04%, dan sektor consumer goods turun 0,02%.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di paruh pertama adalah PT Voksel Electric (VOKS) naik 25% menjadi Rp 1.000, PT Schering Plough Indonesia (SCPI) naik 16,67% menjadi Rp 42.000, dan PT Bank Internasional Indonesia (BNII) naik 16,67% menjadi Rp 490.

Sedangkan tiga saham dengan penurunan paling dalam ialah: PT Humpuss Intermoda (HITS) turun 14,55% menjadi Rp 235, PT Goodyear Indonesia (GDYR) turun 11,43% menjadi Rp 9.300, dan PT Perdana Bangun Pusaka (KONI) turun 8,89% menjadi Rp 205.

Aksi Beli Selektif Dorong IHSG Naik 18 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 18 poin akibat aksi beli selektif di saham-saham lapis dua yang sudah murah. Menguatnya bursa Asia juga turut membantu sentimen.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka menanjak 14,204 poin (0,36%) ke level 3.923,897 disokong penguatan bursa-bursa di Asia. Investor juga fokus menanti laporan keuangan emiten 2011.

Indeks terus bertahan di teritori positif sejak pembukaan perdagangan. Aksi beli di awal perdagangan sempat mendorong indeks mencapai posisi tertingginya hari ini di 3.938,589.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (17/1/2012), IHSG naik 18,753 poin (0,47%) ke level 3.928,446. Sementara Indeks LQ 45 menguat 2,466 poin (0,35%) ke level 690,541.

Aksi beli selektif terjadi di saham-saham lapis dua yang kemarin sudah turun secara signifikan. Indeks sektor industri dasar menguat paling tinggi.

Mayoritas indeks sektoral berhasil menguat di zona hijau, namun masih ada pula beberapa yang ketinggalan di zona merah, seperti indeks sektor konsumer dan infrastruktur.

Situasi krisis Eropa dan laporan keuangan emiten tahun 2011 menjadi fokus investor pekan ini. Bursa saham Wall Street tutup menyambut hari Martin Luther King Jr sehingga menimbulkan minimnya sentimen dari pasar global.

Suasana perdagangan juga lebih bergairah dibandingkan perdagangan beberapa hari terakhir. Meski tidak terlalu agresif, investor asing masih mencatat pembelian bersih hingga siang hari ini.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 64.641 kali pada volume 6,869 juta lot saham senilai Rp 1,993 triliun. Sebanyak 132 saham naik, sisanya 87 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih kompak menguat di jalur hijau, dipimpin oleh bursa saham Hong Kong. Meski pertumbuhan ekonomi China melambat, namun masih sesuai ekspektasi pasar analis.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,47 poin (0,93%) ke level 2.226,67.
  • Indeks Hang Seng melonjak 357,71 poin (1,88%) ke level 19.369,91.
  • Indeks Nikkei 225 naik 58,92 poin (0,70%) ke level 8.437,28.
  • Indeks Straits Times menanjak 24,86 poin (0,90%) ke level 2.781,35.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough (SCPI) naik Rp 6.000 ke Rp 42.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 28.250, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 18.150, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 450 ke Rp 4.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.200 ke Rp 9.300, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 14.600, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.200, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 39.000.

(ang/qom)

Bursa Jepang bergerak positif pada transaksi pagi

TOKYO. Saham-saham yang diperdagangkan di bursa Jepang mencatatkan kenaikan pagi ini. Pada pukul 09.24 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5% menjadi 8.423,86. Sementara, indeks Topix naik 0,4% menjadi 727,87. Dalam delapan saham yang naik, hanya ada satu saham yang melorot. Kemarin, kedua indeks acuan tersebut mencatatkan penurunan terbesar sejak 15 Desember lalu.

Sejumlah saham turut mempengaruhi pergerakan bursa Negeri Sakura. Beberapa di antaranya adalah Sumitimi Mitsui Financial Group Inc yang naik 1%, Inpex Corp yang naik 1,2%, dan Taiyo Yuden Co yang naik 3,3%.

Aksi beli yang melanda bursa Jepang terdongkrak sentimen penurunan biaya pinjaman Prancis. Selain itu, pasar memprediksi, data yang bakal dirilis hari ini akan menunjukkan perlambatan ekonomi China sehingga akan mendorong pemerintah Negeri Panda tersebut memperlonggar kebijakan dengan tujuan mendongkrak kembali pertumbuhan.

"Pembelian surat utang Eropa oleh Bank Sentral Eropa menyebabkan stabilitas dan menyokong lelang surat utang Prancis. Investor memang sudah memprediksi bakal ada pemangkasan peringkat utang di sejumlah negara Eropa," jelas Fumiyuki Nakanishi, strategist SMBC Friend Securities Co.

Catatan saja, kemarin, Stoxx Europe 600 Indexditutup dengan kenaikan 0,8% menjadi 251,12 kemarin.

Inilah Target Teknikal Saham Batu Bara Januari

INILAH.COM, Jakarta – Pascapemangkasan massal rating utang zona euro, mayoritas saham batu bara turun, Senin (16/1). Tapi, saham sektor ini dinilai prospektif hingga akhir Januari. Seperti apa?

Pada perdagangan Senin (16/1), saham PT Bumi Resources (BUMI) ditutup melemah Rp50 (1,98%) ke level Rp2.475; PT Adaro Energy (ADRO) turun Rp30 (1,65%) ke Rp1.780; PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp150 (0,77%) ke level Rp19.400;

PT Indo Tambang Raya (ITMG) turun Rp500 (1,25%) ke Rp39.200. PT Harum Energy (HRUM) turun Rp200 (2,73%) ke level Rp7.100; dan PT Berau Coal Energy (BRAU) turun Rp10 (2,29%) ke level Rp425 per saham.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, sumber daya energi dan batu bara di Indonesia bersifat jangka panjang. Karena itu, investor asing sangat tertarik untuk masuk pada perusahaan batu bara di Tanah Air.

Salah satunya, Aditya Birla Group, perusahaan konglomerasi multinasional asal India yang tertarik pada 15% saham BUMI. “Secara goegrafis, Indonesia sangat strategis dengan pangsa pasar Asia yang besar,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurut Alfiansyah, India dan China merupakan pasar batu bara Indonesia terbesar. Apalagi, tingkat pertumbuhan kedua negara ini di atas rata-rata Asia. “Untuk menopang pertumbuhan itu, China dan India butuh batu bara sebagai substitusi minyak,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, perluasan pangsa pasar juga masih terbuka. Apalagi, jika ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global naik, seiring meredanya krisis Eropa di mana permintaan batu bara akan tinggi. “Memang, dalam situasi krisis Eropa, permintaan turun tapi pangsa pasarnya tetap ada,” ungkap Alfiansyah.

Karena itu, lanjutnya, harga batu bara terus meroket dari tahun ke tahun di New Castle yang jadi acuan. Pada 2009 harga batu bara bertenger di level Rp71,7 per metrik ton, pada 2010 di level Rp99 per metrik ton, dan 2011 di level US$120,53 per metric ton.

Begitu juga dengan 2012 di mana harga batu bara sangat prospektif. Menurutnya, berdasarkan compound annual growth rate(CAGR), harga batu bara 2012 berpotensi ke level US$143 per metrik ton. “Hingga 13 Januari, harga batu bara di level US$119,56 per metrik ton,” ucapnya.

Di atas semua itu, Alfiansyah menjagokan saham-saham batu bara yang jadi pemain besar seperti BUMI, ADRO, PTBA, ITMG, HRUM, dan BRAU. Sementara itu, dari sisi pertumbuhan laba yang di atas rata-rata industrinya adalah ADRO 102%, HRUM 90% dan PTBA 67% per kuartal III-2011. “Pada kuartal keempat 2011 pun diperkirakan tidak akan jauh berbeda,” imbuh Alfiansyah.

Karena itu, dia menegaskan, saham-saham di sektor batu bara masih sangat menjanjikan. Apalagi, batu bara menjadi kebutuhan pokok bagi industri. Artinya, masih ada demand yang cukup terbuka sehingga potential gain cukup terbuka juga untuk saham di sektor ini.

Dia merekomendasikan selective buying saham-saham tersebut dengan melihat potensi pertumbuhan kinerja per emiten. Tapi, kata dia, secara teknikal, tren pergerakan saham BUMI punya upside potential ke resistance Rp2.725 hingga akhir Januari.

Sementara itu, ADRO, masih sideways. Tapi, jika tembus resistance Rp1.830, berpeluang menguji level psikologis Rp2.000. “Untuk Januari ini, agak berat dicapai. Mungkin ada gap di level Rp1.920 untuk Januari ini secara teknikal,” ucapnya.

PTBA dinilainya, memasuki area jenuh beli (overbought). Tapi, target yang akan dicapai adalah resistance Rp19.950. Untuk ITMG, Alfiansyah menyarankan untuk menyikapinya dengan pola buy on weakness. Sebab, secara teknikal menuju level support terlebih dahulu Rp38.600. “Jika support ini menjadi tahanan yang solid, bisa diakumulasi di level support ini,” timpalnya.

Pasalnya, jika ITMG tahan pada support tersebut, bisa balik arah (reversal) ke level resistance Rp41.000. “Tapi, jika support tidak kuat, berpotensi melemah ke level Rp36.900,” kata dia mewanti-wanti.

Sedangkan saham HRUM, menurutnya, secara teknikal menguji resistance Rp7.400. Memang sempat tersentuh, tapi tidak tembus sehingga kembali membentuk pola konsolidasi. “Hati-hati, karena akan menuju support Rp6.900. Jika tembus support ini, siap-siap untuk cut loss. Sebab, ada potensi pelemahan lebih jauh ke Rp6.300. Sedangkan level resistance ada di Rp7.400,” tuturnya.

Terakhir saham BRAU. Menurutnya, beberapa indikator teknikal BRAU masih variatif. Ada yang naik, tapi indikator lainnya dalam pola konsolidasi. Karena itu, sikapi dengan pola buy on weakness di level Rp425. Hati-hati jika bergerak di bawah Rp425. “Sebab, ada potensi turun ke Rp370. Cut loss di level Rp420 dan target resistance di level Rp455 jika support Rp425 cukup kuat,” imbuh Alfiansyah.