Kamis, 15 September 2011

Masih Fokus Yunani, Rupiah Konsolidasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (15/9) diprediksi konsolidasi. Pasar fokus pada telekonference presiden Yunani, Kanselir Jerman dan presiden Perancis.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pergerakan rupiah pada Kamis (15/9) ini cenderung konsolidasi. Sebab, investor mencermati kondisi eksternal lebih lanjut.

Menurutnya, teleconference Presiden Yunani, Kaselir Jerman dan presiden Perancis semalam masih akan jadi fokus pasar hari ini sambil menanti harapan yang positif bagi rupiah. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.690 - 8.730 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Hanya saja, lanjut Firman, semalam sudah dirilis beberapa data AS yang dirilis yang sentimennya dapat mengurangi penguatan dolar AS. Data-data tersebut adalah retail sales dan indeks harga produsen. Indeks harga produsen sudah diprediksikan turun jadi -0,1% dari sebelumnya plus 0,2% untuk bulan Agustus 2011.

"Sementara itu, retail sales sudah diprediksi naik 0,2% dari sebelumnya 0,5%. Karena itu, bisa saja rupiah menguat tipis," paparnya.

Apalagi, lanjut Firman, pada sesi Eropa ada keputusan suku bunga Bank Sentral Swiss yang memungkinkan pasar mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai intervensi bank sental itu terharap pergerakan euro-frank. "Sebab, euro-frank saat ini mendekati level minimum yang ditetapkan oleh Bank Sentral Swiss," ucap dia.

Menurut Firman, jika Swiss mempertahankan nilai minimum nilai tukarnya, akan memperkuat euro dan jadi sentimen positif bagi rupiah. "Tapi, penguatan rupiah akan terbatas oleh perlambatan ekonomi di Eropa," imbuhnya. "Karena itu, secara umum pergerakan rupiah akan konsolidasi."

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/9) ditutup melemah tajam 57 poin (0,65%) ke level Rp8.715/8.725.

PTIS Angkut 2,4 Juta Barubara PT Arutmin

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Straits Tbk (PTIS) mendapatkan kontrak dari PT Arutmin Indonesia untuk mengangkut 2,4 juta ton batubara.

Demikian mengutip keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Kontrak tersebut ditandai dengna nota kesepakatan atau letter of intent (Lol) dengan anak usaha PT Bumi Resources Tbk. Kesepakatan pengangkutan ini akan dilakukan selama enam bulan dan telah dimulai September 2011 serta memiliki perpanjangan enam bulan ke depan.

Pengangkutan ini dilakukan di tempat batubara Arutmin di Satui, Kalimantan Selatan. Dengan demikian kontrak ini memberikan keuntungan bagi perseroan yang sudah 26 tahun menekuni bidang logistis dan integrasi laut.

Bapepam-LK belum memberi izin kuasi reorganisasi BNBR

Bapepam-LK belum memberi izin kuasi reorganisasi BNBR
JAKARTA. Kuasi reorganisasi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) belum mendapatkan izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam LK Gonthor Ryantori Aziz mengatakan akan memanggil kembali BNBR.

Otoritas pasar modal ingin meminta penjelasan tambahan dari pengelola perusahaan induk grup Bakrie tersebut. "Minggu ini kami minta keterangan tambahan karena masih ada yang kurang terkait proyeksi usaha perseroan ke depan seperti apa," papar Gonthor kepada KONTAN di Jakarta, Rabu (14/9).

Menurut aturan main kuasi reorganisasi, perusahaan yang berniat melakukan aksi bersih-bersih laporan keuangan tersebut wajib bisa membukukan untung di laporan keuangan akhir tahun buku selama lima tahun berturut-turut. Bila ternyata perusahaan tersebut gagal membukukan untung, maka defisit yang dihapus harus kembali dicatatkan di dalam neraca.

Meski masih berniat meminta penjelasan kepada perusahaan infrastruktur dan investasi tersebut, Bapepam-LK memberi sinyal kuasi reorganisasi BNBR bisa rampung paling lambat di Desember tahun ini. Artinya, BNBR akan kembali bisa bagi-bagi dividen mulai tahun depan.

BNBR sendiri telah mengajukan kembali minat melakukan kuasi reorganisasi pada 19 Agustus 2011 lalu. Untuk aksi korporasi tersebut, BNBR menggunakan laporan keuangan Juni 2011. "Mereka sudah memenuhi persyaratan, sebelumnya mereka sudah datang ke Bapepam-LK untuk meminta penjelasan terkait kuasi reorganisasi aspek keuangan dan akuntansinya," beber Gonthor.

BNBR saat ini mencatatkan defisit dan selisih nilai restrukturisasi entitas sepengendali sekitar Rp 38 triliun. Nilai itu merupakan akumulasi kerugian BNBR sejak krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial di 2008.

Kinerja PGAS terhadang harga beli dan kenaikan biaya

JAKARTA. Awal tahun ini bukan masa yang baik bagi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Perusahaan ini kesulitan mencetak pertumbuhan kinerja yang signifikan di semester pertama.

Stevanus Juanda, analis J.P. Morgan Securities Indonesia, menyebut kinerja PGAS sepanjang semester pertama lalu masih di bawah prediksi. Perusahaan pelat merah ini hanya mampu membukukan laba bersih Rp 3,2 triliun di periode tersebut.

Jumlah ini hanya sekitar 46% dari prediksi laba bersih akhir tahun 2011 yang dibuat J.P. Morgan, yakni Rp 6,9 triliun. "Kinerja di kuartal kedua 2011 lemah," tulis Stevanus dalam risetnya.

Maklum saja, di kuartal dua 2011, PGAS hanya mampu mencetak laba bersih sekitar Rp 1,2 triliun. Analis OSK Nusadana Securities Indonesia Arief Budiman menghitung, jumlah tersebut lebih rendah 45% dari realisasi laba bersih di kuartal dua 2010.

Penyebabnya adalah harga beli gas meningkat. Selain itu, PGAS juga menanggung peningkatan biaya operasional yang cukup signifikan.

Terkendala harga gas

Tambah lagi, volume distribusi gas di kuartal kedua 2011 turun 4% bila dibandingkan dengan volume distribusi di kuartal satu tahun ini. Sementara bila dihitung selama satu semester, volume distribusi di enam bulan pertama tahun ini lebih rendah 5% dibandingkan volume di periode yang sama tahun sebelumnya.

PGAS juga masih harus menyelesaikan masalah renegosiasi harga gas. Asal tahu saja, ketidakpastian soal harga gas ini membuat saham PGAS terus anjlok.

Per 2 Agustus lalu, harga saham perusahaan ini masih Rp 4.000 per saham. Pada penutupan perdagangan kemarin (14/9), harga PGAS anjlok hingga 2.725 per saham. Artinya, PGAS melemah sekitar 31,88% dalam waktu kurang dari dua bulan.

PGAS masih membuka peluang melakukan renegosiasi harga gas. Menurut Chandra P. Pasaribu, analis Danareksa Sekuritas, PGAS akan terus melakukan diskusi dengan pihak terkait untuk mencari solusi win-win.

Apalagi, PGAS masih punya ruang menaikkan harga gas. Perusahaan pelat merah ini juga mengindikasikan bersedia mengkaji ulang harga beli gas jika pihaknya mendapat kepastian pasokan gas.

Melihat kinerja dan berbagai hambatan bisnis PGAS tadi, Arief menurunkan proyeksi laba bersih PGAS di 2011 menjadi Rp 6,1 triliun. Ini lebih rendah 16% daripada proyeksi awal Arief.

Meski begitu, analis masih optimistis dengan kinerja PGAS. Stevanus menilai volume distribusi akan membaik, terutama setelah volume pengiriman gas dari Conoco Philips kembali normal.

Arief menilai PGAS memiliki model bisnis yang kuat karena menguasai sekitar 94% pangsa pasar distribusi gas di Indonesia. Plus, valuasi saham ini masih menarik. Karena itu Arief masih memasang rekomendasi beli untuk PGAS. Ia mematok target harga saham ini di Rp 3.875 per saham.

Sedang Stevanus memilih memberi rekomendasi netral untuk saham ini. Ia memprediksi harga saham PGAS bisa kembali naik menjadi Rp 3.300 per saham.

Sementara Chandra merekomendasikan tahan untuk PGAS. Untuk target harga, ia mematok PGAS bisa mencapai Rp 3.400 per saham.

IHSG Siap Ikuti Penguatan Global

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah hingga 75 poin setelah dana asing Rp 1,4 triliun 'kabur' dari lantai bursa. Situasi ekonomi global yang belum stabil memicu aksi jual saham dalam jumlah banyak.

Pada perdagangan, Rabu (14/9/2011), IHSG terkoreksi 75,746 poin (1,96%) ke level 3.799,037. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 15,610 poin (2,30%) ke level 664,934.

Membaiknya bursa-bursa utama dunia akan membawa sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (15/9/2011), IHSG diprediksi bergerak menguat meski masih diwarnai kehati-hatian.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat tekanan untuk penanganan krisis Eropa dengan segera. Wall Street sudah menguat selama 3 hari berturut-turut.

Pada perdagangan Rabu (14/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 140,88 poin (1,27%) ke level 11.246,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,81 poin (1,35%) ke level 1.188,68 dan Nasdaq menguat 40,40 poin (1,60%) ke level 2.572,55.

Bursa-bursa Asia juga langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 146,86 poin (1,72%) ke level 8,665,43.
  • Indeks KOSPI menguat 51,69 poin (2,96%) ke level 1.800,85.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG Rabu (14/9) ditutup turun 76 point (-1.95%) ke level 3,779.04 dengan seluruh sektor mengalami penurunan. Total transaksi di bursa tercatat sebanyak 10 juta lot atau setara dengan Rp5.1 triliun.

Tercatat sebanyak 44 saham mengalami kenaikan, 200 saham mengalami penurunan, 57 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa hari ini a.l. BDMN, HRUM, UNVR, TPIA dan CTRA sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BMRI, ASII, BBCA, BBRI dan INTP.

Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp1.3 triliun dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. BBRI, BMRI, UNTR, ASII dan BBCA.

Secara teknikal, Pada perdagangan kemarin (14/9) IHSG kembali bergerak melemah dengan break dari garis Fibonacci Retracement 38,2% di 3822 dan masih belum menunjukan sinyal reversal. Indikator Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend menuju area oversold sementara MACD telah membentuk deathcross dengan MACD Histogram yang kembali memasuki area negatif. Target koreksi IHSG berikutnya berada pada garis Fibonacci Retracement 23,6% di level 3733 yang juga merupakan Support kuat untuk IHSG. Pada perdagangan hari ini (15/9), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3733-3835 dengan kecenderungan melanjutkan kembali koreksinya. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l CMNP, HRUM, dan BDMN.

(qom/qom)

Hindari Trading, Fokus Untuk Akumulasi

INILAH.COM, Jakarta- Fluktuasi di bursa saham domestik pada Kamis (15/9) diperkirakan masih akan terjadi. Investor disarankan untuk menghindari trading, namun melakukan akumulasi jangka panjang, terutama pada saham perbankan.

Felix Sindhunata, analis saham dari Henan Putihrai mengatakan, IHSG hari ini masih akan bergerak volatile. “Hal ini karena pelemahan rupiah akibat pengalihan ke aset investasi safe haven (US treasury),” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, tekanan jual masih akan berlangsung karena investor akan cenderung bertahan dalam posisi cash, dan melakukan penjualan atau deleveraging di saham-saham unggulan Indonesia.

Dalam situasi seperti ini, Felix menilai sangat beresiko jika melakukan pola-pola trading. Investor disarankan untuk stay cash untuk jangka pendek, “Lakukan ini sampai gejolak pasar keuangan global mereda,” katanya.

Sementara pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu menyarankan investor untuk melakukan akumulasi jangka panjang, terutama di saham-saham perbankan Indonesia. Terutama mengingat sektor ini tidak terpengaruh faktor eksternal karena tidak ada eksposur ke pasar ekspor.

Selain itu perbankan nasional masih dalam posisi likuiditas cukup, dan BI melakukan policy moneter yang membuka ruang perbankan mencari likuiditas di PUAB (pasar uang antar bank) dan lempar kredit.

“Adapun secara valuasi, saham-saham perbankan Indonesia juga masih terdiskon jauh dari nilai wajarnya,” katanya.

Beberapa saham pilihan Irwan adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). “Rekomendasi buy and hold emiten-emiten ini,” ucapnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (14/9) ditutup anjlok 75,75 poin (1,95%) ke level 3.799,03, dengan intraday terendah di 3.775,36 dan tertinggi di 3.897,31. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,032 miliar lembar saham, senilai Rp 5,096 triliun dan frekuensi 153.454 kali.

Sebanyak 47 saham naik, sisanya 217 saham turun, dan 59 saham stagnan. Asing mendukung koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih asing (net foreign sell) tercatat sebesar Rp1,418 triliun. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,456 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,037 triliun. [mdr]

Analis: Reksadana campuran lebih aman dari reksadana saham

Analis: Reksadana campuran lebih aman dari reksadana saham
JAKARTA. Reksadana campuran menjadi instrumen paling laris selama Agustus 2011. Mengacu data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana campuran tumbuh 63% menjadi Rp 32,94 triliun hanya dalam tempo satu bulan.

Kenaikan NAB reksadana campuran lebih tinggi daripada pertumbuhan NAB reksadana saham yang hanya 4%. NAB reksadana saham bergerak dari Rp 56,01 triliun per akhir Juli menjadi Rp 58,28 triliun per akhir Agustus.

Adapun reksadana pendapatan tetap naik 33,7% dari Rp 26,14 triliun per akhir Juli menjadi Rp 34,97 triliun per Agustus. Total dana kelolaan reksadana per akhir Agustus 2011 mencapai posisi tertinggi, yakni Rp 180,87 triliun.

Analis Infovesta Utama, Edbert Suryajaya, mengatakan investor melirik reksadana campuran karena reksadana jenis itu dinilai lebih aman dibandingkan reksadana saham. Sedang jika disandingkan dengan reksdana pendapatan tetap, reksadana campuran unggul dalam kemampuan mencetak yield.

Banyak investor takut bermain reksadana saham tetapi ingin mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap. "Mereka larinya ke reksadana campuran," tutur Edbert, Rabu (14/9).

Presiden Direktur Panin Asset Management, Winston Sual, menyebutkan investor memilih reksadana campuran karena alasan risiko. Reksadana campuran dinilai lebih aman dibandingkan reksadana saham. "Investor melihat aset penyertaan (underlying asset) reksadana campuran ada sahamnya, namun lebih aman dibandingkan reksadana saham," papar dia.

NAB reksadana campuran di Panin Asset Management hanya naik tipis 10% menjadi Rp 1,2 miliar per akhir Agustus. "Kalau dari unit penyertaan, reksadana campuran kami naik dari 225 juta unit menjadi 257 juta unit per Agustus 2011," ujar Winston.

Sedang NAB reksadana saham Panin naik 12% dari Rp 4,8 triliun menjadi Rp 5,3 triliun. Adapun NAB reksadana pendapatan tetap tidak beranjak, sekitar Rp 400 miliar per Agustus. "Total NAB kami Rp 8,5 triliun, itu 65% di reksadana saham, sekitar 15% di reksadana campuran dan sisanya reksadana pendapatan tetap," tutur dia.

Harga minyak kembali terkoreksi di hari kedua

Harga minyak kembali terkoreksi di hari kedua
SYDNEY. Kontrak harga minyak kembali ditransaksikan melorot di New York. Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober di New York Mercantile Exchange turun sebesar 31 sen menjadi US$ 88,60 per barel. Pada pukul 08.49 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 88,72 per barel. Sementara kemarin, harga minyak turun 1,4% menjadi US$ 88,91 sebarel. Kendati begitu, dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melonjak 17%.

Sedangkan kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober naik 51 sen menjadi US$ 112,40 per barel di ICE Futures Europe exchange, London.

Penurunan harga minyak terjadi setelah investor bertaruh mengenai kenaikan cadangan minyak AS dan perlambatan pertumbuhan AS mengindikasikan permintaan minyak di Negeri Paman Sam itu akan terpangkas.

Sekadar tambahan, data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan suplai bensin AS naik 1,94 juta barel pada pekan lalu. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak Juni. Sementara, data yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan pertumbuhan stagnan penjualan ritel pada Agustus.

Inilah Saham Pilihan Kamis (15/9)

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia diprediksi masih berpotensi terkoreksi sehingga perlu wait and see di kisaran 3.756-3.905.

"Secara teknikal IHSG dapat mengalami koreksi tipis sebelum bullish," kata analis saham AMCapital dalam catatannya kemarin.

Dari sthocastic, IHSG masih konfirmasi bullish pada trend jenuh jual. Dari DMI, IHSG kembali mengelami tekanan jual yang lebih besar dari tekanan beli. Dari MACD, IHSG berpotensi mengkonfirmasi sinyal death cross jika tidak kembali bullish pada perdagangan selanjutnya.

"Saya menyimpulkan Wait And see , karena IHSG masih akan berpotensi koreksi. Tunggu tekanan beli selanjutnya pada IHSG dan untuk sementara pantaulah saham yang sudah jenuh jual dengan volume besar," jelasnya.

Saham yang dapat dipantau seperti saham BBRI dengan rekomendasi beli jika bertahan di 6.150 yang berpotensi bullish di harga 6.600. Saham INDF disarankan beli jika tertahan di 6.450 yang berpotensi bullish di harga 6.850.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko meilai dengan melemahnya rupiah akibat tekanan regional dan sentimen negatif dari terpangkasnya asumsi pertumbuhan GDP regional Asia dan Indonesia memberikan tekanan ke pasar. "Namun bila masih ada koreksi bisa memberikan kesempatan bargain huting," katanya kemarin.

Saham yang direkomendasikan seperti saham BMRI dengan target harga di 6.850 dari penutupan kemarin di 6.420. Strategi masuk pertama di 6.250 dan kedua di 6.000 dengan cut loss di 5.750.

Untuk saham ASII disarankan beli dengan target harga di 67.700 dari penutupan kemarin di 66.750. Strategi masuk pertama di 65.500 dan kedua di 64.200 dengan cut loss di 62.000.

Sentimen negatif dari proses melemahnya rupiah yang ditakutkan dapat meningkatkan biaya produksi mobil membuat ASII terkoreksi tajam, namun saham in mulai memasuki area oversold sehingga ada kesempatan akumulasi untuk technical rebound terbuka jika masih ada penekanan.

Selama suku bunga BI rate tidak dinaikan, permintaan kredit mobil akan stabil walaupun harganya akan terkerek naik akibat cost of good sold menjadi mahal.

Sementara saham BBCA disarankan beli dengan target harga di 7.850 dari penutupan kemarin di 7.750. Strategi masuk pertama di 7.450 dan kedua di 7.300 dengan cut loss di 7.100.

Saham HRUM disarankan beli dengan target harga di 8.250 dari penutupan kemarin di 8.050. Strategi masuk pertama di 7.800 dan kedua di 7.550 dengan cut loss di 7.400.

Di sektor batubara, pemain small cap (lapis dua) lebih memberikan value untuk cerita pertumbuhan skala operasional produksi tambang dan kinerja fundamental, salah satunya HRUM perlu dilirik oleh investor.

Pilih Saham yang Masih di Area Support

INILAH.COM, Jakarta – Net sell asing, penurunan kepercayan terhadap Eropa, down grade bank-bank Perancis, pemangkasan outlook pertumbuhan Asia dan wacana repatriasi ekspor jadi risiko di market.

Vice President dan Senior Technical Analyst PT Samuel Securities Muhammad Al Fatih mengatakan, semua itu, bisa membuat risko kareksi bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ). Hanya saja, lanjut Al Fatih indeks berpeluang mengalami technical rebound sebelum level support 3.750 tersentuh.

Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif beberapa saham yang masih berada di level support. Antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT United Tractor (UNTR), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP). Saham-saham tersebut, berpotensi balik arah (reversal) naik Kamis (15/9) ini. “Tapi, jika indeks secara umum masih melemah, koreksi pada saham-saham itu akan terbatas. Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” katanya kepada INILAH.COM.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada Rabu (14/9) ditutup anjlok 75,75 poin (1,95%) ke level 3.799,03, dengan intraday terendah di 3.775,36 dan tertinggi di 3.897,31. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 15,61 poin (2,29%) ke level 664,93. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah net sellasing mencapai Rp1,4 trilun, bagaimana Anda melihat risiko koreksi pada IHSG berikutnya?

Dengan aksi net sell asing lanjutan sebesar itu, laju IHSG tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor regional. Semua itu, antara lain dipicu oleh kondisi memburuknya krisis utang di Eropa. Kepercayaan terhadap penyelesaian krisis utang menurun setelah nasib bailout Yunani jadi mengambang.

Kalau begitu, support dan resistance IHSG di level berapa?
IHSG memiliki support di level 3.700 hingga 3.750 sedangkan level resistance berada di level 3.930 hingga 4.020. Kisaran pergerakan market saat ini sangat lebar karena volatilitas market yang sangat tinggi. Dalam satu hari, indeks bisa turun-naik sebesar 100-an poin. Tapi, hingga penutupan potensi pelemahan indeks relative kecil.

Bahkan, mungkin di akhir sesi, indeks bisa bergerak positif dengan tetap memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada bursa regional. Apalagi, secara teknikal, ada level support yang belum disentuh oleh IHSG di 3.750. Jadi, jika terjadi penurunan berpeluang terjadi technical rebound sebelum level tersebut dicapai.

Bagaimana dengan risiko market lainnya?
Risiko market lainnya adalah kondisi kesehatan perbankan di Eropa yang juga menurun. Sebab, banyak eksposur perbankan di Eropa pada obligasi Yunani dan negara-negara lain yang sedang bermasalah di Eropa seperti Portugal, Spanyol, dan Italia.

Karena itu, penurunan peringkat 2 bank di Perancis oleh Moody’s Investor Service juga jadi faktor pergerakan market hari ini.Sebelum didowngrade, beredar kabar bahwa pinjaman antar bank menurun.

Artinya, ada bank-bank di Perancis yang tidak bisa memberikan pinjaman antar bank seperti yang terjadi di Indonesia pada 1998. Karena takut bank lain tidak bisa bayar (default) bank enggan memberikan pinjaman sehingga likuiditas antar bank terganggu.

Bagaimana dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan Asia oleh Asian Development Bank (ADB)?
Ya. Market juga mendapat tekanan dari ADB yang menurunkan perkiraan pertumbuhan Asia sebesar 7,5% untuk 2011 dan 2012. Padahal, perkiraan sebelumnya di bulan April, ADB memprediksi pertumbuhan sebesar 7,8% untuk 2011 dan 7,7% di 2012. Meski begitu, market Indonesia masih menarik dibandingkan kawasan lainnya.

Faktor domestik bagaimana?
Dari dalam negeri, tinggal masalah sentiment negatif dari wacana repatriasi eskpor dari Bank Indonesia. Para eksportir diwajibkan menyimpan devisanya pada sejumlah bank lokal. Kebijakan ini dilihat atau ada kekhawatiran terutama oleh investor asing bahwa BI terlalu jauh mengontrol devisa. Ini tidak disukai asing.

Seharusnya memang berpengaruh positif bagi capital inflow di pasar domestik. Tapi, ada anggapan bahwa kebijakan tersebut seolah-olah akan adanya control devisa oleh BI. Karena itu, sentimennya jadi negatif. Tapi, ini baru sebatas sentimen. Saya rasa, BI bisa mengemas rencana ini dengan lebih baik.

Dalam situasi ini, saham-saham apa yang Anda rekomendasikan?
Beberapa emiten yang masih berada di level supportnya. Antara lain, BBRI, UNTR, BBCA dan INTP. Saham-saham tersebut, berpotensi balik arah (reversal) naik Kamis (15/9) ini. Tapi, jika indeks secara umum masih melemah, koreksi pada saham-saham itu akan terbatas. Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut.

Pelemahan rupiah hanya efek sementara

Pelemahan rupiah hanya efek sementara
JAKARTA. Rupiah kembali bergerak bagai roller coaster. Dalam perdagangan kemarin (14/9), nilai tukar rupiah sempat anjlok hingga menyentuh Rp 9.110 per dollar Amerika Serikat (AS), sebelum akhirnya kembali menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, di pasar spot rupiah ditutup melemah 2,55% menjadi Rp 8.884 per dollar AS. Ini nilai tukar rupiah terendah sejak 17 Februari 2011.

Mata uang garuda ini melemah lantaran investor memilih cabut dari Indonesia dan kembali menempatkan dana di dollar AS. "Sekarang terjadi capital reversal. Rupiah pun ikut goncang," kata Farial Anwar, Direktur Currency Management Group, Rabu (14/9).

Pelaku pasar khawatir kondisi ekonomi Eropa semakin buruk setelah Moody\'s menurunkan peringkat dua bank besar di Prancis, Societe Generale dan Credit Agricole. Moody\'s juga masih mengkaji performa BNP Paribas, bank besar lain di Prancis.

Hal ini diperburuk dengan pernyataan Perdana Menteri China Wen Jiabao beberapa waktu lalu yang memutuskan menunda bantuan kepada Eropa. Tambah lagi, ekonomi AS juga belum pulih.

Ketidakpastian terhadap ekonomi global ini membuat pasar tidak memiliki banyak pilihan instrumen investasi. "Sehingga investor memilih bermain aman," sebut Rachmat Wibisono, dealer valuta asing Bank Rakyat Indonesia.

Kendati begitu, para analis dan pengamat yakin penurunan rupiah ini hanya sementara. "Ini bukan karena fundamental ekonomi Indonesia, tapi lebih karena kondisi global," tegas Bambang Brodjonegoro, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Bank Indonesia juga sudah siap mengantisipasi fluktuasi nilai tukar rupiah. "Dengan risiko ekonomi global, kebijakan BI tidak hanya fokus pada inflasi, tapi akan kami seimbangkan dengan kebijakan untuk pertumbuhan ekonomi," sebut Perry Warjiyo, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Analis juga tetap tidak mengubah target nilai tukar rupiah di akhir tahun. Rachmat optimistis rupiah tetap akan mencapai kisaran Rp 8.400-Rp 8.500 per dollar AS di akhir tahun. Tapi, dalam jangka nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam kisaran yang lebar.

Eropa belum kehilangan harapan atas Yunani, Wall Street ditutup reli

Eropa belum kehilangan harapan atas Yunani, Wall Street ditutup reli
NEW YORK. Secara tidak terduga, mayoritas saham di bursa AS melonjak. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,4% menjadi 1.188,68. Dengan demikian, dalam tiga hari belakangan, lonjakan indeks S&P 500 mencapai 3%. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,3% menjadi 11.246,73.

Sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks S&P 500 bergerak positif. Sementara, sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain: General Electric Co, Home Depot Inc, dan Monsanto Co yang masing-masing naik 2,4%. Selain itu, lonjakan harga juga terjadi pada saham FedEx Corp yang naik 1,4% serta Dell Inc yang naik 3,3%.

Aksi beli atas saham-saham Wall Street terjadi setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel meyakinkan bahwa Yunani akan tetap berada di kawasan Eropa.

"Lonjakan yang terjadi kemarin malam disokong oleh faktor psikologis. Negara-negara Eropa belum kehilangan harapan. Ada keinginan untuk mempertahankan penguatan euro. Pertanyaannya adalah, apakah mereka memiliki mekanisme untuk menghindari efek domino krisis utang itu?" urai Peter Sorrentino, money manager Huntington Asset Advisors di Cincinnati.

Sekadar tambahan, kecemasan mengenai kondisi ekonomi global tergelincir ke jurang resesi di tengah memburuknya krisis utang Eropa memicu penurunan indeks S&P 500 jeblok 18% pada periode April hingga 8 Agustus. Namun, sejak saat itu, indeks acuan AS itu sudah rebound 6,2%.

Sukuk Negara akan terbit akhir 2011

JAKARTA. Pemerintah siap menggali utang baru dari pasar keuangan domestik. Pemerintah akan merilis surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk pada akhir tahun ini. Tapi belum jelas berapa target perolehan dana dari penerbitan SBSN itu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengatakan, sukuk yang underlying asset atau aset dasarnya proyek-proyek pemerintah sejatinya sudah bisa dihimpun lantaran payung hukumnya telah terbit.

Tapi berhubung masih banyak aset negara yang bisa dijadikan dasar, maka pemerintah memprioritaskan sukuk dengan underlying asset barang milik negara (BMN). "BMN sisanya masih Rp 30 triliun, jadi belum perlu menggunakan proyek Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam APBN," ujar Rahmat, belum lama ini. Adapun nilai proyek di DIPA tahun ini mencapai Rp 19 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan penerbitan sukuk untuk membiayai proyek-proyek baru (project financing). Regulasi untuk aksi ini masih digodok. Pemerintah tengah melakukan harmonisasi peraturan pemerintah, disusul peraturan menteri keuangan sebagai dasar aturan pelaksananya. "Paling cepat akan terbit pada tahun 2012," ujar Rahmat.

Dia belum bisa menyebutkan nilai penerbitan sukuk ini. Hal tersebut sangat tergantung pada proyek milik kementerian/lembaga, juga mengacu permintaan pasar.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPU Kementerian Keuangan, Dahlan Siamat, menambahkan, PP untuk sukuk project financing sudah berada di meja presiden. Selanjutnya, pemerintah akan menyosialisasikan ke kementerian/lembaga, serta melakukan studi kelayakan atas proyek yang akan dibiayai itu.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menerbitkan sukuk berbasis proyek. Ada dua jenis sukuk, yakni sukuk berbasis proyek dengan underlying asset proyek-proyek APBN yang tengah berjalan dan sukuk project financing.

Ada 1.606 proyek senilai Rp 20,9 triliun milik Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum yang akan menjadi underlying asset penerbitan sukuk negara. Jenis proyeknya antara lain pembangunan jalan sebanyak 40%, fasilitas penyeberangan atau pelabuhan 16%, dan rumah susun untuk disewakan sebanyak 15%.

Tekanan Penyelesaian Krisis Eropa Dorong Penguatan Wall Street

New York - Tekanan untuk penanganan krisis Eropa dengan segera membawa saham-saham di bursa Wall Street menguat hingga 1%. Saham-saham sudah menguat selama 3 hari berturut-turut.

Para pemimpin Jerman dan Eropa telah mendesak Yunani untuk mengimplementasikan seluruh reformasi finansial secara ketat dan efektif. Yunani diharapkan melaporkan rencananya untuk memenuhi target dan menerima bantuan yang diperlukannya untuk menghindari gagal bayar.

Kabar baik juga datang dari Italia, dimana Perdana Menteri Silvio Berluscono memenangkan voting untuk rencana penyelamatan negara tersebut dari krisis.

Langkah dari para pemimpin Eropa itu merupakan lanjutan dari desakan Menteri Keuangan AS Timothy Geithner yang meminta mereka berupaya sepenuh tenaga untuk menyelesaikan krisis Eropa. Geithner mengatakan mereka memiliki kapasitas finansial dan ekonomi untuk mengatasinya.

"Apa yang kita amati adalah hedge fund global, paling tidak secara momentum, membawa kembali perdagangan yang berisiko, mengarahkan dana-dana menjauh dari dolar ke euro dan saham-saham global," ujar Fred Dickson, chief market strategist DA Davidson & Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/9/2011).

Pada perdagangan Rabu (14/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 140,88 poin (1,27%) ke level 11.246,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,81 poin (1,35%) ke level 1.188,68 dan Nasdaq menguat 40,40 poin (1,60%) ke level 2.572,55.

Saham-saham dalam beberapa pekan terakhir tergerus cukup besar karena dibayangi kekhawatiran krisis Eropa bisa membawa kawasan tersebut ke jurang krisis. Namun setiap secercah harapan dari krisis Eropa langsung membawa penguatan harga saham-saham.

Sektor yang secara tipikal mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi seperti General Electric dan industri baru kemarin mencetak kenaikan terbesar. Saham GE tercatat naik hingga 2,5% menjadi US$ 15,79.

Saham Nvidia Corp melonjak hingga 5,2% menjadi US$ 15,28, sementara produsen chip lainnya, SanDisk Corp naik hingga 4,2% menjadi US$ 42,66. Saham Dell Inc naik hingga 3,3% menjadi US$ 14,86, sehari setelah Dewan mengumumkan tambahan program buyback hingga US$ 5 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,5 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian tahun lalu yang sebesar 7,6 miliar lembar.

(qom/qom)

Rabu, 14 September 2011

Emas terseret imbas pelemahan pasar saham dan komoditas

Emas terseret imbas pelemahan pasar saham dan komoditas
SINGAPURA. Emas terkoreksi setelah pasar saham dan komoditas merosot akibat keengganan China menyelamatkan negara yang sedang dirundung utang.

Emas untuk pengantaran segera turun 0,7% ke level US$ 1.821,05 pada pukul 3.05 sore di Singapura, menghapus reli sebesar 0,6% yang terjadi sebelumnya. Sementara, emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,4% ke US$ 1.823,50 per once troy, setelah sempat naik 1%.

Indeks saham regional MSCI Asia Pacific jatuh ke level penutupan terendah dalam setahun. Pemicunya, pernyataan Perdana Menteri China Wen Jiabao yang menyebut agar negara-negara berutang untuk tidak bergantung pada dana talangan dari Cina. Pernyataan itu meningkatkan kekhawatiran krisis utang Eropa akan merugikan pertumbuhan ekonomi global.

Akibatnya, harga komoditas mulai dari minyak hingga tembaga turun hari ini. Investor terkadang menjual emas untuk menutupi kerugian di pasar lain. Selain itu, emas tergerus karena hari ini dollar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia.

Richard O'Brien, CEO Newmont Mining Corp. memperkirakan, akan ada banyak volatilitas di pasar emas. Naik, namun volatil. "Tapi, tidak akan banyak koreksi. Berlanjutnya kekhawatiran terhadap krisis Eropa akan menjadi penyebab harga emas lebih tinggi," ujarnya, hari ini.

"Emas akan diperdagangan lebih seperti mata uang, bukan seperti komoditas," imbuh O'Brien.

Dana Asing Keluar, IHSG Terjerembab

INILAH.COM, Jakarta – IHSG kembali terpuruk di zona negatif. Keluarnya dana asing dari bursa domestik menekan penguatan indeks di awal perdagangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (14/9) ditutup anjlok 75,75 poin (1,95%) ke level 3.799,03, dengan intraday terendah di 3.775,36 dan tertinggi di 3.897,31. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 15,61 poin (2,29%) ke level 664,93.

Penguatan indeks di awal sesi, tidak mampu bertahan lama. Dibuka naik 0,37% ke level 3.889, indeks melemah hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.807. Tekanan terus terjadi hingga indeks akhirnya ditutup di level 3.779,03.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,032 miliar lembar saham, senilai Rp 5,096 triliun dan frekuensi 153.454 kali. Sebanyak 47 saham naik, sisanya 217 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Asing mendukung koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih asing (net foreign sell) tercatat sebesar Rp1,418 triliun. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,456 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,037 triliun.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Multibintang (MLBI) turun Rp 22.550 ke Rp 342.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.250 ke Rp 66.750, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 125.000, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 30.000.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Central Omega (DKFT) naik Rp 500 ke Rp 3.650, Duta Pertiwi (DPNS) naik Rp 170 ke Rp 880, Harum Energy (HRUM) naik Rp 150 ke Rp 8.050, dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 5.200.

Bursa regional Asia sore ini terpantau variatif. Indeks Komposit Shanghai naik 4,41 poin (0,18%) ke level 2.475,71, indeks Hang Seng menguat 14,90 poin (0,08%) ke level 19.045,44, indeks Nikkei 225 turun 97,98 poin (1,14%) ke level 8.518,57, indeks Straits Times naik 13,66 poin (0,50%) ke level 2.743,03. [mdr]

Sektor keuangan menyeret jatuh IHSG ke level 3.799

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian terpuruk pada akhir perdagangan sore ini. Koreksi tajam hampir seluruh sektor yang diperdagangkan di bursa menyeret jatuh IHSG sebesar 1,95% ke level 3.799,037.

Sektor keuangan yang tumbang 3,10% berpengaruh paling besar terhadap jatuhnya indeks. Selain juga sektor aneka industri yang tergerus 3,11% dan sektor industri dasar yang tertekan 2,30%.

Hingga penutupan sesi sore, sebanyak 205 saham tergelincir di zona merah. Hanya 44 saham yang berhasil reli, sementara 57 saham lainnya stagnan.

Transaksi sepanjang hari ini diramaikan perdagangan sebanyak 5,033 milair saham. Adapun, nilai perdagangan mencapai Rp 5,097 triliun.

Saham-saham yang terdampar di deretan top losers sore ini, diantaranya Indo Kordsa Tbk (BRAM) yang anjlok 19,19% ke Rp 2.000. Lalu, Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang tumbang 14,66% ke Rp 163, dan Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang jatuh 8,13% ke Rp 147.

Sementara, saham yang berhasil menempati posisi top gainers, yaitu Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) yang meroket 34,33% ke Rp 90. Diikuti, Equity Development Invesment Tbk (GSMF) yang naik 26,67% ke Rp 114, dan Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) yang melejit 23,94% ke Rp 880.

Asing Net Sell hingga Rp1,4 T, IHSG Jatuh 1,9%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (14/9) ditutup melemah 75,75 poin atau 1,95% ke 3.799,04. Volume perdagangan mencapai 5,03 miliar saham senilai Rp5,02 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 217 saham turun, 48 saham naik dan 59 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell hingga Rp1,4 triliun dengan penjualan asing mencapai Rp2,4 triliun dan pembelian asing senilai Rp1,03 triliun.

Indeks JII turun 8,8 poin ke 526,48, indeks ISSI turun 1,9 poin ke 123,85 dan indeks LQ45 turun 15,6 poin 664,93. Pelemahan terdalam masih dialami sektor pertambangan turun 40,6 poin ke 2.876,17, disusul sektor industri dsar turun 38,9 poin ke 1.215,46.

Dengan banyaknya sentimen negatif dari regional dan global, indeks terus melemah. Level tertinggi terjadi hanya saat pembukaan saja di 3.897,31 dan terus melemah hingga mantul di level 3.775,37.

Padahal bursa Asia sudah bergerak mixed seperti indeksa Hang Seng naik 0,08% ke 19.045, indeks Nikkei turun 1,1% ke 8.518, indeks Shanghai naik 0,5% ke 2.484 dan indeks ASX turun 1,6% ke 4.005.

Dana Asing 'Kabur' Rp 1,4 Triliun, IHSG Terkoreksi 75 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 75 poin setelah dana asing Rp 1,4 triliun 'kabur' dari lantai bursa. Situasi ekonomi global yang belum stabil memicu aksi jual saham dalam jumlah banyak.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 14,168 poin (0,36%) ke level 3.888,951. Investor masih mencermati perkembangan krisis utang Eropa.

Indeks hanya berhasil mendaki hingga ke posisi 3.897,313 sebelum akhirnya terjun dan mendarat di posisi terendahnya 3.775,369. Indeks pun betah berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ambles 67,624 poin (1,75%) ke level 3.807,159. Indeks ikut terpuruk menyusul jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Memasuki perdagangan sesi II, pergerakan indeks dihabiskan di teritori negatif. Tekanan jual semakin tinggi, banyak investor memutuskan melepas dulu portofolionya sambil menunggu situasi reda.

Menutup perdagangan, Rabu (14/9/2011), IHSG terkoreksi 75,746 poin (1,96%) ke level 3.799,037. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 15,610 poin (2,30%) ke level 664,934.

Aksi jual dilakukan oleh investor lokal dan asing, tak hanya di saham-saham unggulan, tetapi di saham-saham lapis dua juga. Seluruh indeks sektoral pun 'kebakaran'.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) dalam jumlah yang masif, senilai Rp 1,416 triliun di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 153.454 kali pada volume 5,032 miliar lembar saham senilai Rp 5,096 triliun. Sebanyak 47 saham naik, sisanya 217 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Lembaga pemeringkat Moody's memangkas peringkat dua bank Prancis, yaitu Credit Agricole SA dan Societe Generale karena memiliki hubungan dengan surat utang Yunani. Hal ini merupakan pukulan yang telak bagi pemerintah di Eropa.

Para pengambil kebijakan di daerah setempat sebaiknya segera mengambil langkah-langkah nyata guna mengembalikan kepercayaan investor. Dipangkas peringkat dua bank itu mengisyaratkan krisis utang Eropa masih jauh dari selesai.

Meski demikian, bursa-bursa di regional tidak terlalu ambil pusing atas sentimen negatif itu. Beberapa masih ada yang mampu menguat, meninggalkan IHSG di zona merah.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 4,41 poin (0,18%) ke level 2.475,71.
  • Indeks Hang Seng menguat tipis 14,90 poin (0,08%) ke level 19.045,44.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 97,98 poin (1,14%) ke level 8.518,57.
  • Indeks Straits Times naik 13,66 poin (0,50%) ke level 2.743,03.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Central Omega (DKFT) naik Rp 500 ke Rp 3.650, Duta Pertiwi (DPNS) naik Rp 170 ke Rp 880, Harum Energy (HRUM) naik Rp 150 ke Rp 8.050, dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 5.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibintang (MLBI) turun Rp 22.550 ke Rp 342.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.250 ke Rp 66.750, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 125.000, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 30.000.

(ang/qom)

Rupiah anjlok, bank sentral intervensi pasar

Rupiah anjlok, bank sentral intervensi pasar
JAKARTA. Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menghentikan pelemahan rupiah yang hari ini mencapai 2,6%. Tekanan terhadap rupiah mencerminkan penurunan permintaan untuk investasi berisiko di saat memburuknya krisis utang Eropa.

Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengaku, bank sentral campur tangan dalam pasar rupiah dan obligasi. "Bank Indonesia perlu menenangkan pasar dan tidak ingin mata uang jatuh lebih jauh, katanya, hari ini.

Defisit anggaran Yunani meningkat 22% dalam delapan bulan pertama di tahun ini. Kondisi ini memperkuat spekulasi Yunani akan gagal untuk memenuhi syarat mendapatkan dana talangan berikutnya. Sementara, Asian Development Bank memangkas prediksi pertumbuhan Asia, tidak termasuk Jepang, untuk tahun ini menjadi 7,5%, dari sebelumnya 7,8%.

Analis senior valas dari Societe Generale SA Sebastien Galy menilai, tekanan tajam pada rupiah sebagai sinyal kuat yang menunjukkan pasar Asia dapat tertular krisis Eropa. Data Bloomberg menunjukkan, hingga pukul 15.34 di Jakarta, nilai tukar rupiah masih melemah 2% ke level Rp 8.883 per dollar AS.

Kemarin, Direktur riset ekonomi Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, pembuat kebijakan siap untuk menyesuaikan tingkat suku bunga. Bank sentral juga siap melonggarkan kebijakan moneter jika inflasi melambat dan pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari yang diharapkan akibat perlambatan ekonomi global.