Senin, 13 Juni 2011

Lima bulan pertama di 2011, produksi CPO AALI meningkat 28,3%

Lima bulan pertama di 2011, produksi CPO AALI meningkat 28,3%
JAKARTA. Selama lima bulan pertama di tahun ini, produksi crude palm oil (CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meningkat 28,3%.

Manajemen AALI dalam keterbukaan informasi BEI menyebut, produksi CPO perseroan selama periode Januari hingga Mei 2011 mencapai 485.889 ton, dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 378.674 ton.

Perseroan mengklaim, kenaikan produksi CPO seiring membaiknya produksi tandan buah segar (TBS) pada periode tersebut yang mencapai 1,79 juta ton, atau naik 22,5% dari tahun sebelumnya.

Selama lima bulan pertama di 2011, area Sumatera menyumbang 41,4% dari total produksi. Sementara, area Kalimantan berkontribusi 38,6%, dan Sulawesi menyumbang 20%.

Oil World memperkirakan, produksi CPO Indonesia pada tahun ini akan mencapai 24 juta ton atau tumbuh 7,7% dari tahun lalu. Jumlah tersebut sekitar 49,8% dari total produksi CPO dunia. Kenaikan produksi disinyalir terjadi dengan adanya penambahan luas lahan menghasilkan sebesar 0,35 juta hektare menjadi 6,09 juta hektare.

Sesi I Saham 'Kelas Berat' Ambruk, IHSG Terkapar 55 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 55 poin akibat investor mengamankan portofolio investasinya dengan melepas saham-saham unggulan sehingga 254 saham jatuh dan hanya 20 yang mampu menguat.

Sentimen negatif kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia seiring ambruknya bursa-bursa regional membuat tekanan jual di lantai bursa makin kencang.

Mengawali perdagangan awal pekan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 13,660 poin (0,37%) ke level 3,773,98 seiring koreksi yang terjadi di seluruh bursa-bursa Asia. Indeks semakin jauh meninggalkan level 3.800.

Semakin lama, indeks jatuh semakin dalam karena tidak ada bantalan sentimen positif yang bisa menahan jatuhnya bursa. Posisi terendahnya yang diderita IHSG hari ini di level 3.728,402.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/6/2011), IHSG jatuh 55,774 poin (1,48%) ke level 3.731,874. Sementara Indeks LQ 45 merosot 9,706 poin (1,44%) ke level 660,360.

Saham-saham unggulan menjadi yang paling banyak terkena tekanan jual. Investor mengamankan portofolio sebelum harga saham dan indeks jatuh semakin dalam.

Meski demikian, investor asing tidak terlalu banyak melepas saham, tekanan jual justru datang dari investor lokal.

Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah, dipimpin oleh saham-saham komoditas tambang dan perkebunan. Belum ada sentimen positif yang mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.385 kali pada volume 2,680 miliar lembar saham senilai Rp 1,862 triliun. Sebanyak 20 saham naik, 254 saham turun, dan 34 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak melemah akibat data inflasi China yang tidak sesuai ekspektasi dan adanya kekhawatiran ekonomi global yang melambat. Selain itu, kekhawatiran hutang zona uni Eropa juga masih berisiko tinggi.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 30,04 poin (1,11%) ke level 2.675,10.
  • Indeks Hang Seng melemah 174,39 poin (0,78%) ke level 22.245,98.
  • Indeks Nikkei 225 turun 79,22 poin (0,83%) ke level 9.435,22.
  • Indeks Straits Times berkurang 20,02 poin (0,65%) ke level 3.058,33.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan (BYAN) naik Rp 100 ke Rp 19.100, Gas Negara (PGAS) naik Rp 25 ke Rp 3.975, Colorpak (CLPI) naik Rp 20 ke Rp 1.270, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 20 ke Rp 1.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 5.000 ke Rp 125.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 43.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.350 ke Rp 56.100, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.250 ke Rp 27.950.

(ang/qom)

ANTM dapat pinjaman sindikasi senilai US$ 292,5 juta

ANTM dapat pinjaman sindikasi senilai US$ 292,5 juta
JAKARTA. PT Aneka Tambang (ANTM) mendapatkan pinjaman senilai US$ 292,5 juta dari sejumlah sindikasi bank. Menurut Presiden Direktur ANTM Alwin Syah Loebis, dana sebesar itu bakal digunakan untuk mendanai pembangunan proyek alumina kimia Tayan di Indonesia.

Terkait hal itu, produsen emas ini sudah menandatangani perjanjian pinjaman dengan Japan Bank for International Cooperation, Mizuho Corporate Bank Ltd, dan Sumitomo Trust & Banking Co.

Aksi korporasi tersebut rupanya belum membuat saham ANTM menarik di mata investor. Hingga pukul 11.00, saham ANTM anjlok 2,35% menjadi Rp 2.075.

Reminder Cum Dividen MEDC,TLKM,TBLA,BUDI,PEGE 13/06/2011

Bersama ini kami informasikan bahwa Hari ini 13 June 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

MEDC

MEDCO ENERGI INTERNASIONAL Tbk

Dividen Tunai Rasio Dividen US$ 0.00748.- per saham

2.

TLKM

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Dividen Rp 295.84. per saham

3.

TBLA

TUNAS BARU LAMPUNG Tbk

Dividen Tunai Rasio Dividen Rp 7.75.- per saham

4.

BUDI

BUDI ACID JAYA Tbk

Dividen Tunai Rasio Dividen Rp 4.63.- per saham

5.

PEGE

PANCA GLOBAL SECURITIES Tbk

Dividen Tunai Rasio Dividen Rp 8.-. per saham

6.

PEGE

PANCA GLOBAL SECURITIES Tbk

Saham Bonus Rasio Setiap 500 saham yang dimiliki dapat 25 saham Bonus

Hari Ini, Metland Mulai Tawarkan Saham ke Publik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metropolitan Land Tbk mulai menawarkan saham sebesar 1.894.833.000 saham atau 25% pada 13-15 Juni 2011 dengan harga penawaran Rp240 per saham.

Total dana yang dihimpun dari masyarakat senilai hampir Rp455 miliar. "Dana hasil penawaran umum saham perdana akan digunakan untuk pengembangan proyek baru mal, apartemen, strata title, perluasan existing hotel, pembelian saham anak usaha dan modal kerja," tutur Vice Director Corporate Affairs dan Corporate Secretary PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo di Jakarta, Senin (13/6)

Sedangkan yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Danareksa Sekuritas dan PT Nikko Securities. Perseroan akan mencatatkan saham perdana pada 20 Juni 2011.

Saat ini, perseroan menangani enam proyek pembangunan perumahan, mal kelas menengah, dan hotel bintang 4 yang memiliki tingkat pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang tinggi. [hid]

Transaksi pagi, saham ASII sudah kehilangan 900 poin

JAKARTA. Saham PT Astra International (ASII) dilanda aksi jual pagi ini. Pada pukul 10.16, saham ASII tercatat anjlok 1,57% atau kehilangan 900 poin menjadi Rp 56.550.

Melorotnya saham ASII sudah diprediksi sebelumnya oleh tim riset eTrading Securities. Dalam riset mingguan yang dirilis hari ini, eTrading menulis, investor perlu mewaspadai adanya koreksi lanjutan pada minggu ini melihat ASII telah break dari support trend linenya dengan volume di atas
rata-rata 20 harinya.

"Sementara indicator stochastic telah membentuk deathcross dan RSI bergerak downtrend memasuki area oversold. Support pertama dan kedua ASII pada minggu ini masing-masing berada di 55.800 dan 54.800. Sementara resistance pertama dan kedua berada di 58.500 dan 59.300," papar kepada Riset eTrading Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, pada minggu ini eTrading memperkirakan ASII akan bergerak pada range 54.400-59.300.

Permintaan aset emerging market surut, rupiah tertekan pagi ini

Permintaan aset emerging market surut, rupiah tertekan pagi ini
JAKARTA. Sinyal pemulihan ekonomi global yang kehilangan momentum menyeret mata uang Garuda. Rupiah bergerak mundur dari dekat level terkuat tujuh tahun.

Rupiah melemah 0,1% ke level Rp 8.534 per dollar AS, pada pukul 10.07 di Jakarta. Pada 8 Juni lalu, nilai tukar rupiah menyentuh Rp 8.499 per dollar AS, yang merupakan level terkuatnya sejak Maret 2004.

Sinyal negatif pemulihan ekonomi menguatkan risk aversion di pasar, sehingga meredam permintaan terhadap aset emerging market. Pada pekan lalu, investor asing melepas saham lokal senilai US$ 186 juta, lebih dari jumlah yang mereka beli.

Profesor dari New York University Nouriel Roubini memprediksi, sebuah badai yang sempurna berasal dari kelemahan fiskal di AS, perlambatan ekonomi di China, restrukturisasi utang Eropa, dan stagnasi di Jepang yang dapat merusak ekonomi global. Pada 11 Juni kemarin, Roubini memprediksi terjadinya krisis keuangan global.

Kepala treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, krisis utang di Eropa belum berakhir, dan masih belum ada kepastian pada ekonomi AS. "Itu menyebabkan sentimen negatif. Apa yang mempengaruhi pasar regional, akan mempengaruhi rupiah juga," ujarnya.

Survei Bloomberg memprediksi, penjualan ritel di AS, akan turun 0,5% per Mei lalu. Padahal, AS tercatat sebagai pembeli ketiga terbesar ekspor non-migas dari Indonesia per April lalu.

Sementara, hari ini, harga obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sedikit bergeser. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi pemerintah yang jatuh tempo Juli2021 berada di level 7,37%.

Dollar Singapura dan ringgit Malaysia mengalami pelemahan terbesar di Asia

Dollar Singapura dan ringgit Malaysia mengalami pelemahan terbesar di Asia
SINGAPURA. Mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar AS. Pagi ini, pelemahan dipimpin oleh dollar Singapura dan ringgit Malaysia. Sejumlah pertanda perlambatan perekonomian global memangkas permintaan aset-aset emerging market.

Pada pukul 10.07 waktu Singapura, dollar Singapura melemah 0,4% menjadi S$ 1,2364 terhadap dollar. Sedangkan ringgit melemah 0,3% menjadi 3,0310 per dollar dan won Korea melemah 0,3% menjadi 1.085,75. Sementara peso Filipina dan baht Taiwan melemah masing-masing sebesar 0,2% menjadi 43,37 dan 30,45 per dollar.

"Pasar saham melemah secara global dan investor tak mau mengambil resiko. Dengan pelemahan data ekonomi AS, kita akan melihat adanya tekanan penurunan," jelas Shigehisa Shiroki, chief trader on the Asian and emerging markets team Mizuho Corporate Bank Ltd di Tokyo.

Seluruh sektor anjlok, IHSG pagi dibuka tumbang hingga 1,09%

Seluruh sektor anjlok, IHSG pagi dibuka tumbang hingga 1,09%
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka masih melemah. Senin (13/6) pukul 9.54 di Jakarta, IHSG sudah anjlok 1,09% ke level 3.746,413.

Sebanyak 172 saham tergelincir, dan hanya 14 saham yang berhasil nail. Sementara 53 saham lainnya belum bergerak.

Semua sektor memerah dengan sektor aneka industri memimpin penurunan dengan terkoreksi 1,52%. Disusul, menyusul sektor Agrikultur yang juga terpangkas 1,36%.

Top losers antara lain diisi saham Equity Development Investment (GSMF) yang anjlok 18,89% ke Rp 77. Di peringkat kedua ada saham PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) yang turun 11,11% menjadi Rp 400, dan saham PT Sinar MAs Multiartha Tbk (SMMA) juga turun 8,41% ke Rp 2.450.

Sedangkan, top Gainers ditempati saham PT Envesal Putra Megatrading (Tbk) yang naik 8% ke Rp 810, dan PT Intieramik Alamasri Inds.Tbk (IKAI) yang juga naik 3,70 ke Rp 168.

DSFI jual aset untuk bayar utang bank

DSFI jual aset untuk bayar utang bank
JAKARTA. PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) berencana menjual aset untuk mencicil utang kepada PT Bank BNI Tbk (BBNI) sebesar Rp 75,93 miliar.

DSFI mendapat pinjaman BNI pada tahun 2009. Pinjaman terdiri dari pinjaman dollar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 2,47 juta dan pinjaman rupiah sebesar Rp 49,11 miliar. Pada 29 Oktober 2010 pinjaman tersebut telah direstrukturisasi termasuk tunggakan bunga senilai Rp 7,9 miliar. Utang tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2015 mendatang. “Dalam lima tahun ke depan kita targetkan utang kita tinggal Rp 40 miliar,” kata Johanes Sarsito, Presiden Direktur DSFI

Manajemen DSFI menjelaskan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah utang tersebut adalah menjual aset. Aset yang akan dijual adalah kapal, cold storage, juga pabrik es. Selain itu, “Kita jual aset-aset menganggur, total nilai semua sekitar Rp 26 miliar,” kata Karel Cornelis Komala, Komisaris Independen DSFI. Namun begitu manajemen DSFI belum bisa memastikan kapan aset-aset tersebut bisa terjual.

Sejak Oktober 2010 manajemen DSFI mulai membayar bunga pinjaman tersebut. Untuk pinjaman rupiah DSFI dikenakan bunga sebesar 5%. Sedang dalam dollar Amerika DSFI terkena bunga sebesar 2%.

Manajemen DSFI tidak berencana menambah utang baru tahun ini, sebab fokus perseroan adalah mengurangi jumlah utang. Asal tahu saja sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perikanan DSFI juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan pinjaman bank. “Perikanan dianggap sebagai bisnis yang berisiko tinggi dengan keuntungan yang kecil,” kata Karel.

Total ekuitas yang dimiliki oleh DSFI saat ini adalah sebesar Rp 21 miliar, modal inilah yang digunakan oleh DSFI sebagai modal kerja yang terus diputar untuk mengejar target penjualan. Untuk mengatasi keterbatasan modal tersebut DSFI membuat kesepakatan dengan pemasok ikan. Kesepakatannya adalah penundaan pembayaran selama 1 bulan-2 bulan. Penundaan tersebut diperlukan karena selama proses menjual hingga mendapat hasil penjualan memerlukan waktu. Misalnya saja penjualan ikan ke Rusia, pembayaran dilakukan bertahap mulai dari uang muka hingga penyelesaian ketika barang telah diterima.

Target volume penjualan DSFI tahun ini adalah sebesar 3.000 ton naik 20,53% dari penjualan tahun 2010 yang sebesar 2.489 ton. Dengan proyeksi rata-rata harga jual US$ 6 per kg naik 5,25% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5,7 per kg. “Penjualan tahun ini sekitar US$ 15 juta naik dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 12,8 juta (Rp 120,46 miliar),” kata Johanes. Sedang laba bersih tahun 2011 diperkirakan akan mencapai Rp 7 miliar-Rp 8 miliar. Naik dari laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,05 miliar

Kelola Utang, UNSP harus Siapkan Dana Lebih

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) harus maka harus melakukan interest cost saving untuk membayar uang dengan bunga yang lebih murah.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk telah menunjuk PT Bank Internasional Indonesia, Credit Suisse Group AG, dan Raiffeisen Bank International AG untuk menyiapkan pinjaman (arranger) senilai US$250 juta bertenor lima tahun.

"Bunga yang akan diberikan relative mahal, saat ini labor berada pada level 0.1% maka dengan labor plus 1000 bps menjadi 10%, bila perseroan membayar hutang berbunga mahal dengan lebih murah maka akan ada interest cost saving."

Performance perseroan pada kuartal I 2011 semakin positif mulai dari penjualan yang meningkat dari periode sebelumnya menjadi Rp1,1 triliun. Demikian juga laba kotor dan laba usaha menjadi Rp423 miliar dan Rp432 miliar. Laba bersih meningkat 67,5% menjadi 134 miliar dengan eps kuartal I 2011 Rp22,59 atau annualized 90 atau PE 5 X.

Medco Tawarkan Obligasi US$50 Juta

INILAH.COM, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melakukan penawaran umum berkelanjutan dengan obligasi berkelanjutan sebesar US$150 juta.

Perseroan akan menawarkan obligasi senilai US$50 juta pada tahap pertama dengan tingkat bunga 5 tahun. pembayaran bunga pertama obligasi pada 7 Oktober 2011 sedangkan pembayaran bunga terakhir pada 7 Juli 2016. Adapun rencana penggunaan penawaran obligasi untuk pelunasan utang sekitar 60% dan 40% atau US$60 juta untuk belanja modal.

Pengunaan dana penawaran obligasi tahap pertama akan digunakan untuk pelunasan utang sebesar US$30 juta atau sekitar 60% dengan prioritas utang yang akan jatuh tempo dan memiliki tingkat bunga tinggi. Selain itu, dana sekitar US$20 juta akan digunakan untuk belanja modal.

Obligasi ini mendapat peringkat AA- dengan outlook negatif dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Bahana Securities dan wali amanat yaitu PT Bank Mega Tbk.

Perkiraan jadwal penawaran yaitu masa penawaran awal pada 14-23 Juni 2011, tanggal efektif, 28 Juni 2011, masa penawaran 1-4 Juli 2011, penjatahan pada 5 Juli 2011, distribusi saham secara elektronik pada 7 Juli 2011, dan pencatatan di BEI pada 8 Juli 2011. [hid]

Ikuti Regional, IHSG Senin Pagi Dibuka Turun 0,7%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (13/6) pagi dibuka turun 28,43 poin atau 0,7% ke 3.759,22. Volume perdagangan mencapai 145,6 juta saham seniilai Rp124,7 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 112 saham turun, 10 saham naik dan 48 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp9,3 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp40,5 miliar dan penjualan asing sebesar Rp31,2 miliar.

Indeks JII turun 5,3 poin ke 515,14, indeks ISSI trun 1,1 poin ke 120,29 dan indeks LQ45 turun 7,3 poin ke 662,74. Sektor yang melemah terdalam adalah sektor pertambangan turun 36,3 poin ke 3.233,42 disusul sektor perkebunan yang turun 27,6 poin ke 2.320,45.

Sementara bursa saham Asia bergerak negatif pada perdagangan Senin pagi. Pelemahan ini melanjutkan pekan lalu karena menjelang rilis data China yang diperkirakan negatif

Pergerakan bursa Asia dimotori saham Toyota Motor Corp turun 2,1%, saham Caon Inc turun 1,3% di Jepang. Sementara, saham Hankook Tire Co turun 3,4% di Seoul. Indeks Nikkei turun 0,9%, indeks Kospi di Seoul turun 0,4%. Untuk bursa Australia hari ini tutup karena merayakan libur nasional. Indeks FTSI turun 0,4%, indeks KLSE turun 0,4%.

Hyundai Lanjutkan Produksi di Pabrik Asan

Headline
INILAH.COM, Seoul - Hyundai Motor Co telah melanjutkan produksi di pabrik Asan sejak Sabtu pukul 6 pagi waktu setempat, atau Jumat 21.00 GMT.

Hal ini terjadi menyusul kesepakatan dengan serikat pekerja perusahaan, juru bicara perusahaan mengatakan melalui pesan email.

Perusahaan tidak merinci nilai estimasi dari setiap kerusakan yang mungkin disebabkan penghentian produksi. Pabrik Asan, yang memproduksi sedan Sonata dan Grandeur, dihentikan pada Kamis sekitar 05.40 GMT, setelah seorang karyawan bunuh diri di pabrik. [ast]

IPO Visi Media Asia Diperkirakan Juli 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja mengatakan, penawaran umum saham perdana PT Visi Media Asia dapat dilakukan pada Juli 2011.

"Kita masih menunggu efektif dari Bapepam-LK. Jumlah saham yang akan dilepas ke publik sebesar 23%," tutur Ferry, Rabu (8/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, penawaran umum saham perdana PT Visi Media Asia dapat dilakukan pada Juli 2011. PT Ciptadana Securities bersama PT Danatama Makmur akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pre marketing sales pun telah dilakukan dan mendapatkan tanggapan baik. Hal ini didukung dari industri media tumbuh pesat.

Selain itu, PT Visi Media Asia yang memiliki dua ijin penyiaran televisi memberikan keuntungan bagi perseroan. "Pre marketing sudah jalan,dan tangapannya bagus karena industri media luar biasa karena berhubungan dengan consumer sehingga belanja iklan pun menjadi besar, valuasi Visi Media Asia pun masih murah," kata Ferry.

Sebelumnya, hasil penawaran umum saham perdana PT Visi Media Asia juga akan digunakan untuk membayar utang. [cms]

BNBR bentuk infrastructure fund untuk cari pendanaan

BNBR bentuk infrastructure fund untuk cari pendanaan
JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah mencari pendanaan untuk berbagai proyeknya. Induk usaha dari berbagai bisnis Grup Bakrie saat ini tengah mempersiapkan infrastructure fund.

BNBR tengah mempersiapkan satu keranjang investasi berisi berbagai proyek yang sedang atau akan dikerjakan perseroan ini. Keranjang investasi ini kemudian akan ditawarkan ke berbagai investor di luar negeri. "Infrastructure fund inilah yang nantinya akan membiayai proyek-proyek infrastruktur di BNBR," kata Eddy Soeparno, Direktur Keuangan BNBR, kepada KONTAN, Rabu (8/6).

Perusahaan milik Aburizal Bakrie ini akan memasukkan seluruh proyek dalam fund tersebut. Proyek-proyek tersebut dibagi dalam tiga kategori, yakni tier satu sampai tier tiga.

Proyek yang masuk tier satu adalah proyek yang sudah siap dibangun atau sudah ada pembangunan awal. Proyek yang masuk kategori ini antara lain proyek PLTU Tanjung Jati A, proyek pipa gas dan jalan tol Cimanggis-Cibitung. Total ada enam proyek yang masuk kategori ini.

Di tier dua ada proyek-proyek yang masih dalam tahap negosiasi dan bisa segera masuk tier satu. Sedang di tier tiga adalah proyek yang masih dalam tahap perencanaan. "Total nominal proyek dalam buku kami itu US$ 5 miliar," sebut Eddy. Dari situ, US$ 2 miliar di antaranya adalah proyek PLTU Tanjung Jati A.

Investor tentu akan mendapat imbal hasil bila menempatkan dana di fund ini. Eddy mengaku belum bisa memberi angka akurat. "Tapi biasanya infrastructure fund itu punya return 13%-15%," ujar Eddy.

Tentu saja, nantinya bukan BNBR sendiri yang menawarkan keranjang investasi tersebut. "Harus ada kendaraannya, karena kami kan bukan lembaga keuangan," tandas Eddy. Institusi ini akan dibentuk dalam waktu dekat.

Analis Lautandhana Securindo Willy Sanjaya menilai fund yang ditawarkan BNBR akan diminati investor. "Proyek yang ditawarkan termasuk proyek yang menarik," papar Willy. Apalagi, proyek-proyek tersebut akan meningkatkan kinerja BNBR. Perusahaan ini juga akan melakukan kuasi reorganisasi.


PTBA ingin melebarkan sayap bisnis

PTBA ingin melebarkan sayap bisnis
JAKARTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperluas bisnisnya. Yang terbaru, produsen batubara ini berencana masuk ke bisnis kokas alias cooking coal.

Kokas merupakan hasil karbonasi dari batubara. "Kami lihat pasar kokas masih besar dan menguntungkan," kata Sukrisno, Direktur Utama PTBA, pekan lalu.

Apalagi, beberapa perusahaan besar di Indonesia tengah mencari pasokan kokas dalam skala besar. Sukrinso mencontohkan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang di 2014 nanti paling tidak membutuhkan 3,6 juta ton kokas untuk pabriknya.

Terkait rencana tersebut, PTBA tengah mengkaji kemungkinan bekerjasama dengan perusahaan dari Korea Selatan. "Masih dalam pembicaraan awal tentang kemungkinan masuk ke bisnis ini, tapi kami memang tertarik ikut memproduksi kokas," lanjut Sukrisno.

Proyek gas

Selain berniat masuk bisnis cooking coal, PTBA juga bersiap menggarap subsektor pertambangan lainnya. Dus, perseroan ini nantinya tidak hanya bergantung pada produksi batubara.

Salah satunya, proyek gasifikasi batubara bersama PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). "Untuk gasifikasi batubara dengan Pusri saat ini masih dalam studi final tentang lokasi pembangunannya, karena saat ini masih ada opsi seperti dibangun di tambang kami atau di pabrik Pusri sendiri," terang Sukrisno.

Gas yang dihasilkan dari batubara tersebut akan dijual kepada Pusri sebagai bahan baku produksi pupuk. Proyek ini diperkirakan membutuhkan batubara 1,6 juta ton. Rencananya, proyek ini jalan di 2012.

PTBA juga membidik empat tender PLTU. Tapi PTBA harus mengikuti prakualifikasi ulang dari dua tender di antaranya. Sebab, dari seluruh peserta yang lolos prakualifikasi, hanya PTBA yang ajukan penawaran.

Bagus Hananto, Analis Onix Capital, memperkirakan kinerja PTBA tahun ini akan solid. Perusahaan plat merah ini diuntungkan kenaikan harga dan volume penjualan batubara. Awal tahun ini, rata-rata harga jual batubara PTBA ke pembangkit listrik Suralaya naik 18% menjadi Rp 815.000 per ton. Harga jual ke pembangkit Bukit Asam naik 34%, dan Tarahan naik 28%.

Kenaikan volume penjualan PTBA antara lain didukung bertambahnya jumlah lokomotif kereta yang mengangkut hasil tambang PTBA. PTBA juga akan merealisasikan rencana penambahan saham di proyek Bukit Asam Transpacific Railway, dari 10% menjadi 30%.

Reksadana siap dijual secara elektronik

Reksadana siap dijual secara elektronik
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terus mematangkan aturan penjualan produk reksadana, termasuk ketentuan mengenai agen penjual. Rancangan beleid baru itu memungkinkan manajer investasi (MI) untuk memiliki jalur pemasaran selain bank.

Djoko Hendratto, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, mengatakan, regulator bersama Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) tengah menggodok mekanisme penjualan reksadana online yang akan dituangkan dalam Peraturan Bapepam-LK. Dia menyebut mekanisme penjualan itu sebagai electronic transaction (e-transaction).

Nantinya agen penjual dalam bertransaksi, baik menjual produk maupun surat-menyurat atau mengirimkan konfirmasi, dilakukan melalui program teknologi informasi (TI). "Kami sudah berdiskusi dengan asosiasi (APRDI), Bank Indonesia (BI), termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengetahui apakah praktik ini prudent atau tidak," ujar Djoko.

Penerapan e-transaction bertujuan menekan biaya penjualan produk yang dikenakan ke nasabah, seperti biaya pengiriman konfirmasi. Dengan e-transaction, pengiriman konfirmasi cukup lewat surat elektronik atau e-mail.

Investor menengah

Tujuan aturan baru itu apalagi kalau bukan meringankan biaya yang harus ditanggung investor reksadana. Bapepam-LK dan pelaku industri berharap adanya diversifikasi investor. Reksadana tak hanya ditawarkan kepada nasabah kelas atas (sesuai kriteria wealth management), tapi juga ke golongan menengah.

Tak hanya itu, dengan sistem online, biaya infrastruktur lebih murah, sehingga memungkinkan bukan hanya bank yang bisa menjual reksadana. Institusi tertentu, bahkan perorangan, juga bisa memasarkannya. "Kami sedang menggodok aturannya, termasuk ketentuan modal yang harus mereka punya untuk bisa menjual reksadana," jelas Djoko. Jadi, penjualan reksadana tidak hanya mengandalkan bank.

Menurut Djoko, apabila ketentuan ini berlaku, bank bisa-bisa hanya menjadi agen pembayar (paying agent). Jika nasabah yang memiliki rekening di suatu bank ingin membeli reksadana di suatu agen, bank akan mentransfer dana nasabahnya ke rekening reksadana yang sudah disiapkan sang agen. Namun, hal itu tak akan merugikan perbankan karena volume transaksi diperkirakan meningkat.

Ketua APRDI Abiprayadi Riyanto menyambut positif langkah Bapepam-LK yang mengakomodasi keinginan para pelaku industri. Sejumlah MI sempat terpukul atas keputusan BI yang memberhentikan sementara penjualan produk wealth management, termasuk reksadana di 23 bank. Selain sulit menjual produk yang sudah ada, MI pun sukar meraup nasabah baru karena tak bisa menerbitkan produk baru. "Kami berharap aturan ini segera dilegalisasi," kata Abipriyadi.

APRDI juga tengah membahas kemungkinan adanya variasi produk investasi seperti reksadana, real estate investment trust (REITs) dan efek beragun aset (EBA).

Spekulasi stimulus baru bank sentral Jepang bikin yen keok

Spekulasi stimulus baru bank sentral Jepang bikin yen keok
SINGAPURA. Pergerakan yen pagi ini melemah terhadap dollar dan euro. Pasar berspekulasi, Bank of Japan akan memperkenalkan kebijakan stimulus baru untuk menyokong pertumbuhan ekonomi.

Pada pukul 10.29 waktu Tokyo, yen melemah ke posisi 80,64 per dollar dari 80,32 di New York pada 10 Juni lalu. Sedangkan nilai tukar yen berada di posisi 115,54 per euro dari sebelumnya 115,24 per euro.

Bursa Asia masih berwarna merah

Bursa Asia masih berwarna merah
TOKYO. Bursa Asia masih berwarna merah. Pasar cemas, perekonomian global akan melambat.

Pada pukul 09.28 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5% menjadi 131,41. Dalam setiap lima saham yang meloort, hanya ada satu saham yang ditransaksikan naik.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Toyota Motor Corp yang turun 2,1%, Canon Inc turun 1,3%, Komatsu Ltd turun 0,7%, dan Hankook Tire Co turun 3,4%.

"Sentimen investor melemah. Ada sejumlah sinyal kalau perekonomian global kian melambat. Sementara, bursa Jepang melorot seiring dengan kecemasan mengenai penguatan yen," jelas Toshiyuki Kanayama, market analyst Monex Inc.

Isu utang Eropa masih membelit pergerakan euro

Isu utang Eropa masih membelit pergerakan euro
TOKYO. Pergerakan euro ditransaksikan mendekati level terendah dalam dua minggu atas dollar. Pelemahan mata uang bersama 16 negara Eropa itu terjadi setelah Presiden Bank Sentral Jean-Claude Trichet memberikan sinyal kalau kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini akan melambat.

Sementara, pergerakan yen tersokong setelah bursa Asia kembali melorot sehingga mendongkrak permintaan yen sebagai aset teraman.

"Pasar berspekulai bahwa ekonomi Eropa akan melambat terkait isu utang. Penentu kebijakan tidak dapat dengan mudah menaikkan suku bunga acuan seiring adanya isu krisis utang," jelas Junichi Ishikawa, market analyst IG Markets Securities Ltd.

Catatan saja, pada pukul 09.13 waktu Tokyo, euro diperdagangkan pada level US$ 1,4348 dari US$ 1,4347 di New York pada 10 Juni lalu. Sementara, nilai tukar euro terhadap yen berada di posisi 115,32 yen dari 115,24 yen. Sedangkan dollar berada di level 80,37 yen dari 80,32 yen.

Prediksi Toyota bikin bursa Jepang meriang

Prediksi Toyota bikin bursa Jepang meriang
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang pagi ini dibuka melorot. Bahkan penurunannya merupakan yang terbesar dalam satu minggu terakhir. Salah satu penyebabnya, Toyota Motor Corp merilis prediksi kalau tingkat perolehan laba akan mengalami penurunan sebesar 31% tahun ini pasca terjadinya musibah gempa dan tsunami hebat.

Pada pukul 09.03 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,1% menjadi 9.410,63. Sedangkan indeks Topix turun 1,1% menjadi 808,68.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: Toyota Motor Corp yang anjlok 2,6%, Mitsubishi Corp yang turun 1,3%, dan Komatsu Ltd yang turun 1,2%.

"Sentimen investor mengalami pelemahan. Ada spekulasi ekonomi global melambat. Sedangkan untuk pasar saham Jepang, ada kecemasan mengenai penguatan yen," jelas Toshiyuki Kanayama, market analyst Monex Inc.

Ingin Tidur Tenang? Lepas Saham ADRO!

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham ADRO, Senin (13/6) diprediksi melemah, seiring tren bearish IHSG, menyusul rontoknya bursa global dan regional akhir pekan lalu. Bagi yang memiliki saham ini, lebih baik keluar lepas dulu!

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, potensi pelemahan saham PT Adaro Energy (ADRO) awal pekan ini karena situasi market yang bearish. Kondisi itu menurutnya, dipicu ekspektasi global terkait perlambatan ekonomi setelah data-data makro ekonomi AS yang dirilis dalam dua pekan terakhir menunjukkan angka-angka di bawah ekspektasi.

Tapi, lanjut Irwan, dilihat dari indikator Bollinger Bands, saham ADRO masih bullish. Artinya, secara pola grafik jangka pendek, saham ini masih menguat. Sayangnya, saham ini juga sudah berada di garis tengah Exponential Moving Average (EMA)-20-nya. “Karena itu, jika hari ini masih bearish, ADRO berpeluang turun ke arah level support Rp2.200 dan Rp2.475 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (12/6).

Pada perdagangan Jumat (10/6) saham ADRO ditutup melemah Rp50 (2,04%) ke level Rp2.400 dari level sebelumnya Rp2.450. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendah Rp2.400. Volume transaksi mencapai 16,9 juta unit saham senilai Rp41,4 miliar dan frekuensi 803 kali.

Irwan menjelaskan, secara candlestick, saham ini sudah bearish dan berada di area support Rp2.400. Karena itu, market berpeluang bearish, support tersebut bakal ditembus ke bawah ke level Rp2.200. “Jadi, ADRO cenderung turun dan akan mencoba memasuki kisaran level Rp2.200-2.300 untuk pekan ini,” paparnya.

Dia menegaskan, selama level Rp2.200 masih bisa ditahan dalam pekan ini, saham ini berpeluang naik kembali jika market kembali bergerak tenang. Lalu, jika ADRO bisa ditutup di atas Rp2.475 di level Rp2.500, sangat positif bagi ADRO untuk melanjutkan penguatan. “Dengan catatan, market sudah kembali bergerak tenang,” tutur Irwan.

Negatifnya sentimen market, menurut Irwan, karena belanjamasyarakat AS berkurang secara drastis belakangan ini setelah data ISM Manufacturing Index yang dirilis negatif pada Rabu (1/6) . Karena itu, pasar melihat, ekspor ke AS pun akan berkurang terutama dari China yang selama ini menjadi pengekspor utama.

Akibatnya, produksi China kembali dieskpor ke negara lain termasuk Indonesia sehingga emiten di Indonesia bermasalah karena terlalu banyaknya impor. Di sisi lain, China sendiri, karena sudah kelebihan produksi, cenderung menghabiskan stok yang sudah ada dan tidak berproduksi atau paling tidak, mengurangi produksinya.

Karena itu, lanjutnya, kebutuhan bahan bakar atau batu bara akan berkurang sehingga suplainya pun dikurangi. Jika tidak, harganya akan turun. Karena itu, prediksi atas pendapatan emiten batu bara juga akan di-downgrade termasuk juga ADRO. “Sebab, harga batu bara berpeluang turun dari level US$120 per metrik ton saat ini ke bawah level US$90 per metrik ton,” ucapnya.

Pasar pun, pada akhirnya melihat, kinerja emiten termasuk ADRO, tidak akan sekinclong sebelumnya. Berkaca pada krisis 2008, setelah harga batu bara kuat di atas level US$200 per metrik ton, langsung hancur ke bawah US$100 ke level US$70-60 per metrik ton. “Krisis tersebut merontokkan market dalam waktu cepat 3-5 bulan,” timpalnya.

Dalam situasi ini, Irwan menyarankan investor keluar dulu dari saham ADRO untuk mengamankan posisi. Menurutnya, kalaupun tiba-tiba saham ADRO naik, itu bukan rezeki. “Toh untuk trading masih ada selama 240 hari dalam setahun,” tukasnya.

Jika trader tidak ingin keluar semua (100%), bisa keluar 50% terlebih dahulu untuk gambling. Artinya, jika punya 10 lot, bisa dibuang 5 lot untuk mengantisipasi jika ADRO melanjutkan bullishnya. “Tapi, jika ingin tenang tidur, lebih baik semuanya dilepas 100%, semua,” ungkapnya.

Setelah itu, pelaku pasar bisa wait and see untuk melihat perkembangan berikutnya. Sebab, jika saham ini bisa melanjutkan bullish dan market kembali tenang, trader bisa kembali masuk. “Yang penting sekarang, kita bisa memproteksi dana dulu. Daripada gambling dan aset berkurang, trading-nya akan lebih sulit,” imbuhnya. [ast]

Nippon Steel Naikkan Harga Baja Toyota

INILAH.COM, Tokyo - Nippon Steel Corp akan menaikkan harga baja lembaran yang memasok Toyota Motor Corp, untuk digunakan dalam produksi otomatis lebih dari 10 ribu yen per ton pada periode April-September.

Dikabarkan, Nippon Steel berencana menaikkan harga serupa untuk pembuat mobil Jepang lainnya. Kenaikan harga terjadi di tengah tingginya biaya bahan baku, seperti bijih besi. [ast]

Bursa Asia Negatif Jelang Rilis Data China

Headline
INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia bergerak negatif pada perdagangan Senin (13/6). Pelemahan ini melanjutkan pekan lalu karena menjelang rilis data China yang diperkirakan negatif

Pergerakan bursa Asia dimotori saham Toyota Motor Corp turun 2,1%, saham Caon Inc turun 1,3% di Jepang. Sementara, saham Hankook Tire Co turun 3,4% di Seoul, demikian dikutip dari yahoo.finance.com. "Sentimen yang dimiliki investor negatif. Ada kekhawatiran ekonomi global akan melambat. Namun untuk bursa Jepang khawatir penguatan yen akan berlanjut," kata Toshiyuki Kanayama, anlis pasar di Monex Inc di Tokyo.

Indeks Nikkei turun 0,9%, indeks Kospi di Seoul turun 0,4%. Untuk bursa Australia hari ini tutup karena merayakan libur nasional. Indeks FTSI turun 0,4%, indeks KLSE turun 0,4%.

Bursa Asia diperkirakan akan terpengaruh data ekonomi China yang melemah dan risiko utang Euro yang tinggi. China akan merilis data inflasi pekan ini. Analis memperkirakan inflasi China akan meningkat karena data bulan sebelumnya cenderung naik. Data bulan April naik 5,3% dari tahun sebelumnya, dan bulan Maret di kisaran 5,4%.

Apalagi indeks Dow Jones turun 172,45 poin di level 11.951,91. Harga komoditas minyak turun di level US$98,92 per barel. Harga emas naik di level US$1.532 per ons. Dow Jones turun karena kekhawatiran investor akan melemahnya perekonomian AS, terutama akibat berakhirnya program Quantitative Easing dari The Fed di tanggal 21 Juni mendatang.

Lloyds Akan Pangkas 15 Ribu Pekerjaan

Headline
INILAH.COM, London - Lloyds Banking Group PLC, yang 41% sahamnya dimiliki pemerintah Inggris, berencana memangkas 15 ribu pekerjaan, sebagai bagian dari rencana penghematan 1 miliar poundsterling.

Laporan ini muncul setelah Lloyds pekan lalu mengatakan itu telah memangkas 300 pekerjaan sebagai bagian dari program integrasi, menyusul pengambilalihan dari pemberi pinjaman bermasalah, HBOS pada 2008. Sejak itu, Llyods telah memotong sekitar 27.500 pekerjaan.

Terkait hal itu, jurubicara bank mengatakan pihaknya tidak mengomentari spekulasi pasar.

Secara terpisah, dilaporkan bahwa ratusan pekerjaan kemungkinan akan ditumpahkan dari bank pusat serta ribuan lebih dari seluruh negeri dan cabang internasional bank. Laporan itu tidak memberikan tenggat waktu pemangkasan.

Disebutkan, pemotongan itu tampaknya merupakan bagian dari tinjauan strategi yang akan diungkapkan kepala eksekutif baru Antonio Horta-Osorio pada 30 Juni, meskipun ia tidak mungkin memperkirakan angka kehilangan pekerjaan.

Kementrian Keuangan Inggris akan berperan sebagai broker dan melihat pembicaraan antara Lloyds dan Komisi Independen Perbankan atas jumlah cabang bank yang perlu dijual.

Pada April, ICB menerbitkan laporan interim tentang kestabilan dan persaingan sektor perbankan, yang merekomendasikan pelepasan lebih lanjut di Lloyds dari 600 cabang ritelnya. Penjualan 600 cabang diarahkan oleh Uni Eropa sebagai imbalan untuk menerima miliaran poundsterling bantuan negara di tengah krisis keuangan. [ast]

IHSG Berada di Ambang Crash?

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (13/6) diprediksi akan bergerak turun dengan penurupan Dow pada pekan lalu yang negatif.

Demikian dikatakan pengamat pasar modal, Desmond Wira. Selain itu harga emas naik di level US$1.532 per ons. Dow Jones kemarin ditutup turun di level 11.951. Harga minyak juga mengalami penurunan di level US$98,92 per barel.

"Hari ini kemungkinan IHSG akan terseret bursa regional yang turun dengan kisaran 3.750-3.800. Tetapi apakah IHSG benar-benar akan crash atau tidak?"

Menurut Desmond, akhir minggu kemarin IHSG turun 18,939 poin, ditutup di level 3787,648. Akhirnya IHSG ditutup di bawah level 3.800. Bursa global (Dow Jones) turun +172,45 di level 11.951,91. Harga komoditas minyak turun di level 98,92. Harga emas naik di level 1532. Dow Jones turun karena kekhawatiran investor akan melemahnya perekonomian AS, terutama akibat berakhirnya program Quantitative Easing dari The Fed di tanggal 21 Juni mendatang.

Kalau dilihat dari sisi teknikal, Moving Average mulai mengarah ke bawah. MACD masih bernilai positif, namun terlihat MACD berada di bawah garis signal dan mulai mendekati level 0. RSI untuk sementara masih berada di downtrend channel. RSI juga gagal menembus resistance dan kembali mengarah ke bawah.

"Jadi kalau dilihat dari teknikal, IHSG masih berada di channel uptrend. Cuma terlihat sudah mulai berusah menembus batas uptrend level ke bawah. IHSG juga terlihat membentuk pola segitiga yang melebar. Selain itu IHSG juga membentuk pola head and shoulder."

Namun kalau melihat dari sisi fundamental (makro ekonomi), rupiah masih kuat, belum terlihat adanya capital ouflow yang besar-besaran, SUN masih diburu investor, foreign direct investment masih masuk. Yang menjadi problem adalah inflasi. Sebab, sudah menjadi tradisi kalau di bulan Juni-Juni inflasi akan mengalami peningkatan.

Dengan demikian IHSG terlihat akan koreksi. Tanda-tandanya sudah ada. Juni-Juli inflasi naik, bursa regional turun. "Tetapi kalau dibilang kalau mau crash belum lah. Bukan saya bilang crash pasti tidak terjadi. Cuma tanda-tandanya belum ada, yang ada cuma tanda-tanda koreksi biasa. Cuma koreksi kali mungkin cukup lumayan. Apalagi kalau IHSG menembus pola segitiga ke bawah," jelasnya.

Pacific Asia Holdings Tambah Kepemilikan di LPPS

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Salah satu pelaku pasar menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Pacific Asia Holdings sebagai pemegang saham mayoritas Lippo Securities (LPPS), akan menambah porsi kepemilikannya melalui transaksi Tender Offer.

Dengan penambahan porsi kepemilikan, Pacific Asia Holdings diproyeksikan akan memiliki sekitar 60% saham LPPS dan berencana mengucurkan dana investasi untuk pengembangan usaha. Dikabarkan harga tender offer itu akan dilakukan pada harga Rp 150.

Tahun ini, rencana ekspansi LPPS meliputi penambahan beberapa cabang dan gerai di beberapa kota besar di Indonesia, serta peningkatan sistem IT untuk seluruh cabang. Mengenai proyeksi peningkatan pendapatan tahun ini, pelaku pasar itu optimis menetapkan angka di level 18-20%.

Pada perdagangan Jumat (10/6), LPPS ditutup di level Rp89 per lembar saham, atau naik 10 poin (12,66%). Emiten ini diperdagangkan sebesar 15.66 juta lembar saham dengan nilai Rp1.32 miliar. [ast]

Bursa Jepang Dibuka Melemah

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang jatuh pada perdagangan Senin (13/6) pagi. Aksi sell-off di Wall Street Jumat lalu menyeret turun pasar, dan turunnya harga minyak mentah menekan saham energi.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,9% menjadi 9.430,61, dan Topix turun 1,1% ke 808,58. Beberapa saham yang melemah adalah Elpida Memory Inc yang turun 1,8%, dan Fuji Heavy Industries Ltd turun 2,1%. Toyota Motor Corp juga kehilangan 2,3% setelah mengeluarkan proyeksi laba lebih rendah dari estimasi Jumat malam.

Harga minyak mentah Nymex turun ke bawah level US$ 99 per barel dan memukul saham energi, dengan Inpex Corp turun 2% dan Japan Petroleum Exploration Co 2,2% lebih rendah. [ast]

IHSG Potensi Menguat Didukung Saham Unggulan

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Senin (13/6) diperkirakan berusaha menguat. Beberapa saham unggulan masih akan mendukung apresiasi bursa.

Yuganur Wijanarko, analis dari HD Capital Securities mengatakan, walaupun IHSG masih dalam kisaran sideways, namun beberapa transaksi crossing negosiasi antara broker asing untuk big cap di kisaran harga atas, memberikan kesimpulan bahwa pelaku pasar masih melakukan akumulasi versus distribusi.

“IHSG hari ini akan berada di level support 3.770-3.700 dan resistance 3.880-3.950,”ujarnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan adalah TB Bukit Asam (PTBA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”katanya.

PTBA menarik, seiring optimisme kenaikan margin untuk proyeksi laba dengan EPS 2011 sebesar 7% dari outlook batubara. Selain kenaikan ASP (average selling price) yang belum sepenuhnya tercermin dalam harga,”Target harga PTBA dapat mencapai Rp21.800,” ujarnya.

Sementara BMRI direkomendasikan, karena pascakoreksi dan konsolidasi selama lebih dari dua pekan, pelaku pasar mulai memperhatikan bank big cap dengan valuasi PER 2011 sebesar 12 kali dan PBV 2,7 kali. Apalagi BMRI secara teknikal mulai membentuk pattern "U" untuk melaksanakan technical rebound menutup price gap di Rp7.250,”Target harga BMRI bisa mencapai Rp7.350,”katanya.

Yuga juga memilih saham bank BBRI karena akumulasi di emiten ini memperlihatkan upaya menahan laju penurunan IHSG, sehingga bila terjadi technical rebound, saham ini akan menjadi motor lokomotifnya.

Bisnis model yang solid dalam segmen micro lending dengan margin keuntungan tinggi dan pertumbuhan kredit di atas rata-rata, merupakan katali positif untuk menambah positif. “Rekomendasi beli dengan target harga Rp6.550.” ucapnya.

Emiten terakhir pilihannya adalah PGAS dengan target harga Rp4.100. Menurutnya, status bahan bakar gas sebagai alternatif yang lebih murah ketimbang diesel (75%) untuk sektor industri, dapat offset permasalahan suplai gas yang belum sepenuhnya terkuasi hingga kini.

Indeks Harga Saham Gabungan pada Jumat (10/6) ditutup melemah 18,539 poin (49%) ke level 3.787,648. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,468 miliar lembar saham, senilai Rp 3,137 triliun dan frekuensi 91.931 kali.

Sebanyak 61 saham naik, 168 saham turun, dan 99 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai tekanan jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp141 miliar. Dimana transaksi jual mencapai Rp1,111 triliun dan transaksi beli sebesar Rp969 miliar. [mdr]

Nantikan Arah Kebijakan The Fed, Rupiah Sideways

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (13/6) diprediksi sideways (mendatar). Pasar wait and see atas arah kebijakan The Fed pada Rapat Dewan Gubernur, 22 Juni mendatang.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi mendatarnya pergerakan rupiah hari ini karena laju dolar-euro, masih akan ranging (bergerak dalam kisarannya). Menurutnya, euro berpotensi melemah terbatas akibat krisis utang Yunani yang rating utangnya didowngrade ke level 'sampah' oleh tiga lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's, Fitch dan S&P.

Karena itu, imbuhnya, obligasi Yunani tidak layak dijadikan jaminan untuk mengakses likuiditas dari ECB. Hanya saja, outlook euro, tidak begitu buruk. Sebab, European Central Bank (ECB) akan menaikkan suku bunga pada Juli 2011 dari level 1,25% saat ini. "Karena itu, rupiah cenderung sideways, untuk Senin (13/6) ini dan akan bergerak dalam range 8.505-8.530.,” katanya kepada INILAH.COM.

Di lain pihak, lanjut Firman, dolar AS tidak akan mengalami pergerakan yang berarti. Sebab, pasar menanti arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, 22 Juni mendatang. "Karena itu, rupiah akan terperangkap sideways dalam 1-2 pekan mendatang," ungkapnya.

Secara teknikal pun, lanjutnya, rupiah kesulitan menembus level 8.500 per dolar AS. "Karena itu, peluang penguatan dan pelemahannya jadi terbatas dalam kisaran 8.500-8.550 per dolar AS untuk sepekan ke depan," paparnya.

Lebih jauh Firman menjelaskan, setengah dari total anggota Dewan Gubernur The Fed, sudah memberikan isyarat tentang keengganannya atas Quantitative Easing (QE) ketiga. "Karena itu, dolar AS tidak akan anjlok terlalu dalam," tuturnya.

Tapi, imbuhnya, selama mereka menunda penarikan stimulus moneter, dolar AS akan melemah meskipun bertahap. "Keculi, jika The Fed memang melakukan Quantitative Easing Ketiga," ucapnya.

Dia sendiri menilai, QE ketiga, sangat kecil kemungkinannya. AS akan melakukannya jika terjebak pada resesi (dua kuartal mengalami pertumbuhan minus). Pada akhirnya, inflasi yang akan menentukan ada tidaknya QE Ketiga itu. "Saat ini, inlfasi global suda mulai meninggi," tuturnya.

Jika penarikan situmulus usai pada awal 2012 dan ternyata inflasi AS tinggi, pilihan The Fed adalah kenaikan suku bunga tinggi, walaupun ekonomi resesi. "Kebijakan seperti ini pernah dilakukan The Fed antara January dan Desember 1979," ucapnya.

Lalu, bunga The Fed dibawa dari 10% ke 14% pada bulan Maret 1980. Fed Fund Rate pun meraih bunga tertinggi sebesar 20% akibat tingginya inflasi seiring melambungnya harga minyak saat itu. "Sementara itu, Pertumbuhan GDP triwulanan anjlok ke level 7,8% di triwulan kedua 1980 yang memicu pelemahan dollar," ungkapnya.

Sebaliknya, dia menegaskan, jika inflasi rendah atau deflasi dan pertumbuhan ekonomi minus (resesi) The Fed akan melaksanakan QE ketiga. "Sejauh ini, The Fed hanya akan mereinvestasikan kembali obligasi yang sudah jatuh tempo lalu dibelikan kembali ke obligasi yang tenornya lebih panjang hingga awal 2012," papar Firman.

Alhasil, pelemahan dolar AS akan terjadi secara perlahan. Karena itu, secara umum outlook dolar AS melemah hingga tahun depan. "Jika perekonomian AS sudah mulai membaik dan pemulihannya stabil, The Fed akan sedikit berani menarik stimulusnya," timpalnya.

Pola seperti ini, dikatakan Firman, juga dilakukan The Fed pada tahun lalu ketiga QE pertama berakhir pada Juni 2010. "Lalu, QE kedua dimulai pada November 2010," imbuh Firman.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (10/6) ditutup menguat tipis 2 poin (0,02%) ke level 8.516/8.519 per dolar AS.

IHSG dalam Bahaya, Pegang 'Cash' Saja!

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG pekan ini akan berada dalam tren bearish berbahaya setelah bursa regional dan global rontok akhir pekan lalu. Karena itu, tak satu pun saham mendapat rekomendasi positif.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, potensi bearish-nya indeks saham domestik pekan ini, salah satunya dipicu anjloknya bursa Dow Jones 172,45 poin (1,42%) ke level 11.951,90. Secara grafik, Dow berpeluang turun ke level support 11.548. Begitu juga dengan bursa Hang Seng dan Nikkei.

Menurutnya, selama tidak ada berita positif dari AS yang bisa men-trigger pergerakannya, market akan terus bearish. Negatifnya market bukan semata faktor teknikal, tapi juga didukung faktor fundamental.

Memang ada peluang kenaikan tipis 1-2%, tapi setelah itu akan turun lagi sebesar 3-5%. “Probabilitas untuk turun, jauh lebih besar dibandingkan probabilitas untuk naik,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (12/6).

Karena itu, Irwan memperkirakan, support indeks di level 3.760 berpeluang akan ditembus ke level 3.700 pekan ini. Sedangkan resistance berada di level 3.845. Pada perdagangan Jumat (10/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melamah 18,54 poin (0,49%) ke level 3.787,648.

Anjoknya bursa regional, lanjut Irwan, dipicu revisi turun atas pertumbuhan global setelah data-data ekonomi AS memburuk dua pekan terakhir. Apalagi, Quantitative Easing (Pelonggaran Kuantitatif / QE) tahap dua senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011 ini. “Market belum tahu apakah akan ada QE ketiga atau tidak,” ujarnya.

Lalu, Eropa juga bermasalah dengan krisis utang di Yunani. Sedangkan berita positif sangat minim. Secara historis, lanjutnya, market akan terus bearish hingga pada akhirnya AS mengeluarkan QE jilid tiga.

Irwan menuturkan, negatifnya indeks manufaktur ISM AS pada Rabu (1/6) menunjukkan aktivitas ekonomi AS yang melemah. Akibatnya, AS bermasalah dari sisi non-farm payroll, jobless claim dan tingkat pengangguran yang meningkat ke level 9,1%. “Jika masyarakat AS sudah merasa ekonominya sulit ke depan, demand di pasaran berkurang,” ucapnya.

Apalagi, 60-70% ekonomi AS ditopang oleh belanja masyarakatnya. Jika daya beli tertahan, ekonomi AS berantakan. Kondisi itu bisa dilihat dari penurunan harga minyak ke level US$98per barel. “Koreksi ini, menandakan bahwa pasar memprediksi perlambatan ekonomi global,” ucapnya.

Dalam situasi ini, tak satupun saham mendapat rekomendasi positif dari Irwan Ariston. Menurutnya, saat ini lebih baik mengamankan aset hingga 100% dari portofolio yang dimiliki sehingga ancaman krisis kedua (double dip) tidak terjadi. “Berkaca pada krisis 2008, market turun 60-70% dari level tertingginya dalam 3 bulan,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, kondisi fundamental maupun makro ekonomi tidak ada yang berubah dari dalam negeri dan cenderung positif. Karena itu, peluang koreksi market hanyalah sentimen negatif dari Wall Street, Eropa, dan regional yang sifatnya hanya sesaat.

Menurutnya, IHSG masih bertahan dalam trading range-nya 3.780-3.860 sejak 20 April lalu. Namun, pada Jumat (10/6), indeks mengakhiri negatif pergerakan sepekan laluhingga mendekati support trading range tersebut dan berhasil tutup di level 3.787,648. “Senin (13/6) ini menjadi hal yang kritis bagi IHSG untuk testing the support,” paparnya.

Market awal pekan, lanjut David, menguji apakah IHSG akan keluar dari trading range 3.780-3.860 selama sebulan terakhir atau tetap mempertahankan pergerakan di zona konsolidasinya.Tapi, dalam jangka pendek, IHSG masih bergerak 'sidelines' (flat). “Pekan ini, indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.740 dan 3.838 sebagai level resistance-nya,” ucap David.

Konsolidasi setelah bergerak bullish hingga 20 April, dinilainya suatu hal yang wajar. Bergerak sideways setelah melakukan rally sejak 21 Maret. “Adapun akhir pekan lalu, IHSG menguji level support . Sekarang, apakah support trading range tersebut ditembus pekan ini atau tidak,” timpalnya.

Dia sendiri memperkirakan, dalam pekan ini ada ekspektasi indeks, untuk menembus trading range tersebut dengan support-nya di 3.767-3.740 dan resistance 3.815-3.838.Pelaku pasar dan para bargain hunter sudah siap untuk memanfaatkan momentum ini untuk melakukan selective buying pada saham-saham unggulan yang sudah berada dekat level supportnya.

Karena itu,lanjutnya, investor tidak perlu khawatir. Momentum ini, ketika market testing support pekan ini, justru harus dijadikan persiapan untuk re-entry market. “Apalagi, tidak ada berita yang negatif dari dalam negeri. Data inflasi dan BI rate di level 6,75% sangat kondusif bagi market,” tuturnya.

Berbeda dengan Irwan Ariston, David Cornelis justru merekomendasikan selective buying beberapa saham di sektor perkebunan, perbankan, properti, pertambangan batu bara dan sektor semen.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bakrieland Development (ELTY), PT Tambang Bukit Asam (PTBA), PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Semen Gresik (SMGR). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuhnya. [ast]

Summarecon Agung Catatkan PE Capai 32,61 Kali

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memiliki Price Earning (PE) mencapai 32,61 kali dan tertinggi untuk industri properti.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities. Pertumbuhan Penjualan/pendapatan serta laba bersih perusahaan perusahaan property di tahun 2010 dan kuartal I 2011 memang sudah tampak peningkatannya. "Namun apabila kita bandingkan dengan P/E industrinya yang saat ini sebesar 22,83x, maka P/E SMRA saat ini merupakan P/E (32,61x) nomer dua tertinggi setelah Pakuwon Jati (PWON)."

Dari Revenue growth (Pertumbuhan Penjualan) sesama industri properti, SMRA berada pada peringkat ke-5, setelah LPKR (126,5%), PWON (117,86%), DILD ( 89,58%) dan BSDE (76,09%). Untuk rata-rata pertumbuhan penjualan perusahaan property sendiri dalam 1 (satu) tahun terakhir adalah 56,75%.

Perseroan mengalami pertumbuhan pendapatan cukup tinggi sebesar 42 persen dibanding tahun lalu, dan pertumbuhan laba bersih sebesar 40 persen.


Amankan Posisi, Keluar Dulu dari ADRO!

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham ADRO, Senin (13/6) diprediksi turun seiring negatifnya sentimen market. Meskipun, dilihat dari grafiknya, saham ini dalam tren bullish. Keluar saja dulu untuk amankan posisi.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu merekomendasikan untuk keluar terlebih dahulu dari saham PT Adaro Energy (ADRO) awal pekan ini untuk mengamankan posisi. Menurutnya, kalaupun tiba-tiba saham ADRO naik, itu bukan rezeki. Toh untuk trading masih ada selama 240 hari dalam setahun.

Tapi, lanjutnya, jika trader tidak ingin keluar semua (100%) bisa keluar 50% terlebih dahulu untuk gambling. Artinya, jika punya 10 lot, bisa dibuang 5 lot untuk mengantisipasi jika dalam kasus tertentu, ADRO melanjutkan bullish-nya. Jika ingin tenang tidur, lebih baik semuanya dilepas 100%. “Setelah itu, pelaku pasar bisa wait and see untuk melihat perkembangan berikutnya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (10/6) saham ADRO ditutup melemah Rp50 (2,04%) ke level Rp2.400 dari level sebelumnya Rp2.450. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendah Rp2.400. Volume transaksi mencapai 16,9 juta unit saham senilai Rp41,4 miliar dan frekuensi 803 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah Rp50, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham ADRO awal pekan ini?

Berpotensi melemah. Sebab, situasi market yang bearish. Kondisi itu dipicu oleh ekspektasi global terkait perlambatan ekonomi setelah data-data makro ekonomi AS yang dirilis dalam dua pekan terakhir menunjukkan angka-angka di bawah ekspektasi.

Tapi, dilihat dari indikator Bollinger Bands, saham ADRO masih bullish. Artinya, secara pola grafik jangka pendek, saham ini masih menguat. Sayangnya, saham ini juga sudah berada di garis tengah Exponential Moving Average (EMA)-20-nya.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Jika hari ini masih bearish, ADRO berpeluang turun ke arah level support Rp2.200 dan Rp2.475 sebagai level resistance-nya. Secara candlestick, saham ini sudah bearish dan berada di area support Rp2.400. Karena market berpeluang bearish, support tersebut bakal ditembus ke bawah ke level Rp2.200. Jadi, ADRO cenderung turun dan akan mencoba memasuki kisaran level Rp2.200-2.300 untuk pekan ini.

Tapi, selama level Rp2.200 masih bisa ditahan dalam pekan ini, saham ini berpeluang naik kembali jika market bergerak tenang. Lalu, jika ADRO bisa ditutup di atas Rp2.475 di level Rp2.500, sangat positif bagi ADRO untuk melanjutkan penguatan. Dengan catatan, market sudah kembali bergerak tenang.

Mengapa sentimen market begitu negatif?

Ini karena spending masyarakat AS berkurang secara drastis belakangan ini setelah data ISM Manufacturing Index yang dirilis negatif pada Rabu (1/6) . Karena itu, pasar melihat, ekspor ke AS pun akan berkurang terutama dari China yang selama ini menjadi pengekspor utama.

Akibatnya, produksi China bakal kembali dieskpor ke negara lain termasuk Indonesia sehingga emiten di Indonesia bermasalah karena terlalu banyaknya impor. Di sisi lain, China sendiri, karena sudah kelebihan produksi, cenderung menghabiskan stok yang sudah ada dan tidak berproduksi atau paling tidak, mengurangi produksinya.

Karena itu, kebutuhan bahan bakar atau batu bara akan berkurang sehingga suplainya pun dikurangi. Jika tidak, harganya akan turun. Karena itu, prediksi atas pendapatan emiten batu bara juga akan di-downgrade termasuk juga ADRO. Sebab, harga batu bara berpeluang turun dari level US$120 per metrik ton saat ini ke bawah level US$90 per metrik ton.

Pasar pun, pada akhirnya melihat, kinerja emiten termasuk ADRO, tidak akan sekinclong sebelumnya. Berkaca pada krisis 2008, setelah harga batu bara kuat di atas level US$200 per metrik ton, langsung hancur ke bawah US$100 ke level US$70-60 per metrik ton. Krisis tersebut merontokkan market dalam waktu cepat 3-5 bulan.

Lantas, apa rekomenasi Anda untuk ADRO?

Saya rekomendasikan keluar terlebih dahulu dari saham ADRO untuk mengamankan posisi. Kalaupun tiba-tiba saham ADRO naik, itu bukan rezeki. Toh untuk trading masih ada selama 240 hari dalam setahun.

Tapi, jika trader, tidak ingin keluar semua (100%) bisa keluar 50% terlebih dahulu untuk gambling. Artinya, jika punya 10 lot, bisa dibuang 5 lot untuk mengantisipasi jika dalam kasus tertentu, ADRO melanjutkan bullish-nya.

Menurut saya, jika ingin tenang tidur, lebih baik semuanya dilepas 100%. Setelah itu, pelaku pasar bisa wait and see untuk melihat perkembangan berikutnya. Sebab, jika saham ini bisa melanjutkan bullish dan market kembali tenang, trader bisa kembali masuk. Yang terpenting sekarang, kita bisa memproteksi dana kita terlebih dahulu. Daripada gambling dan aset berkurang, trading-nya akan lebih sulit.

Inilah Saham Pilihan Senin (13/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (13/6) diperkirakan masih akan mengalami tekanan jual dengan kisaran 3.782-3.809. IHSG akan terkoreksi tipis.

Menurut analis saham AMCapital, Andre Mahardika, secara teknikal IHSG telah mengkonfrimasi sinyal koreksi kembali dipenutupan sesi 2 perdagangan hari Jumat lalu. "IHSG ada sinyal bullish namun lemah maka saya menyimpulkan IHSG telah berada di MA 50 = 3809 dan harus memulihkan kondisi tersebut. Pekan ini adalah penentuan status IHSG, saya menyarankan wait and see dulu," katanya.

Andre merekomendasikan beli untuk saham Arwana Citramulia (ARNA), saham Garuda Indonesia (GIAA) dan saham Lippo General Insurance (LPGI). Untuk saham ARNA direkomendasikan di level 340-355 dengan stop loss di 330. Dari Sthocastic, saham ARNA telah keluar di zona downtrend dengan indikasi bullish.

Sedangkan saham GIAA memiliki sinyal spekuative buy dengan kisaran 530-560 dengan stop loss di 500. Secara teknikal saham GIAA telah mengkonfirmasi support MA 50 dan ada indikasi positif. Apabila MA 5 besok (hari ini) berhasil golden cross dengan MA 20 maka ada indikasi ke 560 - 580 dengan rekom buy support kuat 530.

Sementara untuk saham LPGI diprediksi bergerak di kisaran 1.670-1.750 dengan stop loss di 1.650. Dari Sthocastic, saham LPGI membentuk pola moment dan masih berada di bawah garis doentrend sthocastic dan indikasi bullish. Namun bisa dilakukan spekulasi profit taking di range 1.730 - 1.750.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan beli untuk saham PTBA, BBRI, BMRI dan PGAS. Untuk saham PTBA disarankan beli dengan target harga di 21.800 dari penutupan pekan lalu di 20.950. Strategi masuk pertama di 20.900 dan kedua di 20.700 dengan cut loss di 20.300.

Saham Bank Mandiri (BMRI) disarankan beli dengan target harga di 7.350 dari penutupan pekan lalu di 7.000. Strategi masuk pertama di 6.950 dan kedua di 6.850 dan cut loss di 6.750. Sedangkan saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.550 dari penutupan kemarin di 6.300. Strategi masuk pertama di 6.300 dan kedua di 6.100 dengan cut loss di 5.900.

Untuk saham PGAS disarankan beli dengan target harga di 4.100 dan kedua di 3.950. Strategi masuk pertama di 3.900 dan kedua di 3.800 dengan cut loss di 3.725. Status bahan bakar gas sebagai alternative yang lebih murah versus diesel (75%) untuk sektor industri dapat offset permasalahan suplai gas yang belum sepenuhnya teratasi hingga kini.

Dow Jones tumbang paling parah sejak 2002

Dow Jones tumbang paling parah sejak 2002
NEW YORK. Pelemahan bursa saham Amerika Serikat terus berlanjut hingga pekan keenam. Indeks Dow Jones bahkan mengalami pelemahan terparah sejak 2002 silam.

Dow Jones melemah sebesar 172,45 poin atau sebesar 1,4% menjadi 11.951,91 pada saat penutupan, kemarin. Ini merupakan pelemahan Dow Jones yang pertama kali dibawah level 12.000 sejak Maret lalu.

Sementara indeks Standard & Poor's 500 terjatuh sebesar 1,4% menjadi 1.270,98. Begitu pun juga dengan indeks Nasdaq. Indeks bursa saham-saham perusahaan teknologi ini terjerembab 1,5% menjadi 2.643,73.

Pelemahan indeks bursa saham ini terjadi karena berita pelemahan ekonomi. Kabar ini membuat para investor khawatir mengenai jumlah lapangan pekerjaan, output industri dan pasar perumahan.

Menurut Jan Loeys, analis JP Morgan Chase & Co., pelemahan ini terjadi karena penurunan permintaan barang-barang produksi akibat kenaikan harga minyak mentah. Dia mengatakan, banyak industri yang mengalami kelebihan produksi saat ini.

Selain itu, Loeys mengatakan, pelemahan indeks bursa saham juga disebabkan kecemasan terhadap utang negara-negara Uni Eropa. "Plus, investor juga mengkhawatirkan kebijakan pengetatan yang dilakukan oleh China," katanya.

Faktor lainnya, Loeys mengatakan, investor juga sedang menunggu kebijakan The Federal Reserve. Asal tahu saja, bank sentral Amerika Serikat ini akan membeli surat utang sebesar US$ 600 juta.

Seberapa besar koreksi indeks ini akan berlangsung, Loeys mengatakan sangat bergantung faktor pendorongnya. Namun, dia mengatakan data-data perekonomian Amerika Serikat masih menunjukkan pelemahan dan baru menunjukkan perbaikan pada kuartal ketiga.