Senin, 05 September 2011

Sebanyak 30 emiten ingin kuasi reorganisasi

Sebanyak 30 emiten ingin kuasi reorganisasi
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membuka lebar pintu bagi setiap perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan kuasi reorganisasi. Dengan kuasi reorganisasi, kondisi keuangan perusahaan diharapkan bisa menjadi lebih sehat.

Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam LK Gonthor R. Aziz mengatakan, tahun ini setidaknya sudah ada 30 emiten di sektor jasa dan riil yang menyatakan niatnya melakukan kuasi reorganisasi. Paling lambat akhir September 2011, pihaknya bakal mengundang emiten-emiten tersebut untuk membahas rencana kuasi reorganisasi.

"Total ada 30 emiten yang ingin kuasi reorganisasi. Mereka baru mengajukan secara lisan, karena itu kami akan undang mereka," ujar Gonthor belum lama ini.

Di luar 30 emiten tersebut, setidaknya saat ini ada dua perusahaan yang siap melakukan kuasi reorganisasi. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Bapepam LK sendiri memprediksi kuasi reorganisasi BNBR rampung pada Desember 2011 sehingga dapat membagikan deviden pada 2012. Perusahaan investasi milik grup Bakrie tersebut akan menggunakan laporan keuangan Juni 2011 untuk melakukan kuasi reorganisasi. Gonthor berharap, langkah BNBR yang memanfaatkan kuasi reorganisasi tersebut bisa menjadi contoh bagi emiten-emiten lainnya.

Sedangkan GIAA, Gonthor bilang akan mengajukan kuasi reorganisasi kepada Bapepam-LK segera setelah libur Lebaran berakhir.

Usulkan perpanjangan

Melihat banyaknya emiten yang berminat mengajukan kuasi reorganisasi, Bapepam LK mengusulkan kepada Dewan Standar Akutansi Keuangan (DSAK) untuk memperpanjang pelaksanaan kuasi reorganisasi hingga tahun 2013.

Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 51 menyebutkan, kuasi reorganisasi adalah reorganisasi, tanpa melalui reorganisasi nyata yang dilakukan dengan menilai kembali akun-akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif atau defisit.

Defisit adalah jumlah akumulasi laba bersih sampai dengan periode berjalan bersaldo negatif. Semula, kuasi reorganisasi tersebut akan habis masa berlakunya pada 1 januari 2012.

Gonthor mengaku sudah berkomunikasi dengan DSAK melalui Biro Standar Akutansi Keuangan. "Kami mengusulkan agar emiten yang serius melakukan kuasi reorganisasi diberikan kesempatan melakukan kuasi di 2011 dan 2012. DSAK menerima usulan tersebut, dan kemungkinan pada 2013, PSAK 51 baru dicabut," tutur Gonthor.

Anak usaha PLN incar dana Rp 300 miliar dari IPO

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berniat melepas saham PT Prima Layanan Nasional Enjiniring ke publik. Rencana Initial Public Offering (IPO) perusahaan yang populer dengan nama PLN Enjiniring itu, terus digodok sang induk.

Perusahaan pengelola setrum ini telah menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi initial public offering (IPO) anak usahanya ini. "Memang kami tengah menyiapkan PLN Enjiniring untuk IPO," kata Nasri Sebayang, Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN kepada KONTAN, dua pekan lalu.

Nasri memaparkan, PLN memilih PLN Enjiniring untuk melakukan IPO pertama karena perusahaan itu dianggap paling siap di antara anak perusahaan PLN yang lain. Namun Nasri masih enggan mengungkapkan detial IPO PLN Enjiniring, termasuk target perolehan dana.

Namun menurut seorang sumber KONTAN yang mengetahui rencana tersebut, PLN Enjiniring akan melepas sekitar 20% hingga 30% saham melalui IPO. "Target dana yang diincar berkisar Rp 300 miliar," tutur dia.

Target dana yang diincar PLN Enjiniring dalam IPO memang terbilang kecil. Maklum, aset perusahaan yang menyediakan jasa pengadaan dan konstruksi (EPC) ini masih tergolong kecil, yakni sekitar Rp 1 triliun.

Sumber KONTAN menyebutkan, perusahaan yang juga menyediakan jasa operasi, pemeliharaan dan konsultasi manajemen ini menargetkan bisa mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia akhir tahun ini.

Namun menurut Nasri, pihaknya belum menentukan waktu IPO anak usahanya tadi. "Nanti kami lihat dulu," sebutnya. PLN juga belum memberitahukan rencana tersebut ke Kementrian BUMN

Spekulasi perlambatan ekonomi AS dan China bikin harga minyak melorot

Spekulasi perlambatan ekonomi AS dan China bikin harga minyak melorot
SYDNEY. Kontrak harga minyak berjangka dunia mengalami penurunan di New York. Investor berspekulasi, perekonomian AS dan China yang melambat mengindikasikan permintaan bahan bakar minyak akan terpangkas di dua negara konsumen minyak terbesar dunia itu.

Penurunan harga minyak juga dipicu oleh langkah Exxon Mobil Corp dan Royal Dutch Shell Plc yang sudah mempekerjakan kembali karyawannya di sejumlah paltform minyak dan gas alam setelah badai tropis Lee bergerak keluar dari Teluk Meksiko.

"Harga minyak melorot seiring lemahnya data ekonomi AS. Data tenaga kerja AS saat ini berpotensi meningkatkan penggelontoran stimulus baru di AS," jelas ekonom Australia & New Zealand Banking Group Ltd, yang dipimpin oleh Warren Hogan.

Catatan saja, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober turun 55 sen menjadi US$ 85,90 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.12 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di level US$ 85,94 per barel. Kendati begitu, dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melonjak sebesar 15,5%.

Hari ini, transaksi perdagangan Nymex ditutup karena perayaan Hari Buruh (Labor Day).

Mencari jalan baru di luar bisnis tol

Mencari jalan baru di luar bisnis tol
JAKARTA. Dua emiten jalan tol yaitu PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) memilih melakukan diversifikasi usaha mulai tahun ini.

META memilih bisnis pelabuhan. Bersama dalam konsorsium, META tengah mengejar proyek pelabuhan Petikemas Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta senilai Rp 11 triliun. META juga berencana mengakuisisi pelabuhan di Sumatra dan sebuah perusahaan penyediaan air bersih di Jawa.

Proyeksi pengelola META, nilai asetnya paska akuisisi, naik hingga Rp 4 triliun. Per akhir Juni lalu aset META Rp 1,8 triliun. Namun dalam lima tahun ke depan, kontribusi pendapatan terbesar, tepatnya 60%, masih datang dari bisnis jalan tol.

“Pendapatan tol masih akan terus bertumbuh,” kata Bernardus Djonoputro, Direktur Pengelola META, pekan lalu. Ruas tol yang dikelola META belum memasuki masa jenuh.

Sedangkan CMNP ingin mengakuisisi perusahaan penyedia infrastruktur tambang. CMNP telah menyiapkan dana hingga Rp 1,5 triliun untuk membiayai akuisisi sekaligus mengembangkan perusahaan itu.

Namun, CMNP tetap mengembangkan ruas tolnya. Perusahaan berniat untuk mengakuisisi tiga ruas tol di daerah urban. Untuk agenda akuisisi itu, manajemen CMNP telah menyiapkan dana Rp 3,5 triliun.

Dalam proyeksi pengelola CMNP, jika rencana akuisisi itu sukses, maka pendapatannya di 2014 bisa naik hingga 3,5 kali lipat daripada pemasukan di tahun ini.

Analis Mandiri Sekuritas, Maria Renata menilai, emiten pengelola tol melakukan diversifikasi usaha karena tidak mudah mendapatkan ruas tol yang menguntungkan untuk dikembangkan. “Saat ini konsesi ruas tol yang bisa menguntungkan ada di Jakarta,” kata Maria.

Penyebab lain, kebanyakan bisnis konstruksi tidak menghasilkan margin yang besar. Dia mengaku, belum bisa memproyeksikan pengaruh agenda ekspansi kedua emiten karena belum ada detail.

Namun, Maria memperkirakan ruas tol Depok-Antasari akan berkontribusi signifikan terhadap CMNP. Lalu lintas kendaraan di ruas tersebut diperkirakan mencapai 47.000 per hari. Maria memproyeksikan, trafik CMNP tahun ini naik 3,5% dibanding tahun sebelumnya.

Fokus di jalan tol

Sedang PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih berkosentrasi mengembangkan jalan tol. Pengelola 72% dari ruas tol di Tanah Air itu, menargetkan ruas jalan yang dikelolanya bertambah 219 kilometer selama periode 2012-2014. Saat ini, JSMR mengoperasikan ruas tol sepanjang 531 km.

Tambahan tersebut di luar rencana akuisisi perseroan. Rencana akuisisi terdekat adalah ruas tol dalam kota Surabaya yang diperkirakan, akuisisi selesai pada September 2011.

Parningotan Julio, Analis Batavia Prosperindo memperkirakan, JSMR punya prospek paling stabil di antara emiten infrastruktur karena rencana ekspansinya fokus. “Tambahan ruas tol JSMR hampir sebesar 50%,” kata Julio. Namun, dia mengingatkan, perlu cukup waktu untuk menambah trafik di ruas baru.

Maria memperkirakan, pendapatan JSMR pada tahun 2014 akan mencapai Rp 7,4 triliun dan laba bersih Rp 2,2 triliun. Sekedar perbandingan, pendapatan JSMR tahun lalu Rp 4,37 triliun, dan tahun ini diperkirakan Rp 4,8 triliun.

Dia menghitung, price to earning ratio (PER) JSMR 2011 sebesar 19,2 kali atau premium. "Namun, karena berbasis domestik, dan tarif tol naik mengikuti inflasi, tol termasuk defensif,” kata Maria.

Terjepit, tapi masih layak dikoleksi

Terjepit, tapi masih layak dikoleksi
JAKARTA. Kehadiran aturan yang melarang merokok tidak menyurutkan permintaan terhadap produk berbahan nikotin itu. Produsen rokok masih mampu mencetak pertumbuhan laba.

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, varian baru rokok di pasar merupakan bukti produk ini masih diminati. "Selain karena perkembangan gaya hidup, merokok seperti tradisi," kata Reza, Jumat (2/9).

Memang, produsen rokok tidak terlepas dari berbagai kendala. Salah satunya, harga bahan baku cengkeh dan tembakau yang terus menanjak. Berdasarkan catatan KONTAN, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memperkirakan harga tembakau tahun ini sekitar Rp 40.000 per kilogram (kg), naik dari Rp 35.000 per kg tahun lalu.

"Memang ada kenaikan biaya bahan baku, tapi masih bisa ditutup oleh penjualan," kata Reza. Meski tidak mengerek harga jual, produsen rokok bisa bermain di volume dengan cara memperluas distribusi sampai ke pelosok.

Menurut Reza, produsen rokok diuntungkan karena tidak harus mengelola sendiri perkebunan tembakau ataupun cengkeh. Jadi, pabrikan rokok tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.

Tantangan lain, tarif cukai yang selalu naik setiap tahun. KONTAN mencatat, kenaikannya tahun ini sebesar 9% untuk sigaret kretek tangan (SKT) dan 6% untuk sigaret kretek mesin (SKM).

Reza optimistis hal ini belum mengganggu arus kas produsen rokok skala besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai kinerja emiten rokok hingga semester I-2011 masih oke.

Laba terbesar dicatatkan oleh PT H. M. Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp 3,80 triliun. PT Bentoel International Tbk (RMBA) mengalami pertumbuhan laba tertinggi, hingga lebih dua kali lipat.

RPP tembakau

Kontraproduksi lain datang dari Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau Sebagai Zat Adiktif Bagi Kesehatan (RPP Tembakau), yang melarang produsen mencantumkan kata seperti mild atau light dan melakukan pencitraan rokok tidak berbahaya.

Jika RPP diterapkan, dampaknya terutama akan sampai pada HMSP yang produknya, A Mild diklaim sebagai pionir dan pemilik pangsa pasar terbesar rokok rendah tar rendah nikotin. RMBA juga memproduksi merk rokok jenis ini. Namun, Reza masih optimis terhadap penjualan rokok secara keseluruhan.

Karena itu, dia berpendapat saham-saham emiten produsen rokok sampai akhir tahun ini masih layak dikoleksi, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Hanya saja, Reza merekomendasikan investor supaya tidak hanya mencermati kinerja perusahaan, tapi juga likuiditas sahamnya.

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) merupakan yang paling likuid. Maklum, porsi saham publiknya paling banyak, yaitu 26,94%. Bandingkan dengan HMSP dan RMBA yang masing-masing sahamnya yang beredar di publik hanya 1,82% dan 1,04%.

Bursa Jepang Dibuka Anjlok

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang dibuka anjlok pada perdagangan Senin (5/9) dipimpin saham eksportir dan perbankan. Hal ini menyusul koreksi bursa AS dan data pekerjaan yang buruk.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3% menjadi 8.833,24, sedangkan Topix turun 1,1% menjadi 761,08. Kekhawatiran tentang ekonomi AS dan penguatan yen membebani saham eksportir, dengan Sony Corp turun 2,1%, Advantest Corp melemah 2,2%, Honda Motor Co dan Mazda Motor Corp masing-masing turun 2,5%.

Saham Nomura Holdings Inc turun 3,1%, karena unit AS yang menjadi salah satu dari 17 pemberi pinjaman untuk menghadapi gugatan pemerintah atas penjualan sekuritas berbasis mortgage menjelang krisis keuangan.

Saham keuangan yang melemah antara lain Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang turun 1,8% dan Shinsei Bank Ltd turun 3,4%.

Di antara saham utama lainnya yang turun, Fast Retailing Co kehilangan 3,4% setelah Unit Uniqlo membukukan penurunan dalam penjualan Agustus. [ast]

Pascalibur, Pilih Saham yang Terkoreksi

INILAH.COM, Jakarta - Setelah libur panjang, bursa saham Indonesia pada Senin (5/9) diperkirakan akan mengikuti sentimen pergerakan bursa regional. Investor pun direkomendasikan memilih saham yang sudah terkoreksi.

Nico Omer Jonchere, analis dari Valbury Asia Securities mengatakan, support untuk IHSG hari ini berada di 3.820, sementara resistance terletak di 3.965. Level ini masing-masing merupakan 38,2% maupun 61,8% fibonacci retracements dari wave A.

“‎Sekali lagi, kemungkinan besar wave C yang sedang berjalan, belum selesai terbentuk sepenuhnya,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, apabila bursa saham Indonesia naik pada pembukaan hari ini, investor bisa memanfaatkan untuk melakukan aksi sell on strength,”Terutama bila Anda mempunyai saham yang sudah untung,” katanya.

Faktor eksternal masih gloomy, karena data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan, mengecewakan pasar dan membuat sentimen negatif ke Wall Street sehingga Dow Jones kembali anjlok. Namun, pasar obligasi menguat terutama untuk Surat utang pemerintah AS yang bertenor panjang, durasi minimal 10 tahun.

Naiknya harga surat utang pemerintah AS jangka panjang memberi sinyal ke pasar, bahwa The Fed akan melakukan pembelian treasury 10 tahun untuk menekan yield obligasi-obligasi jangka pendek. Sehingga likuiditas jangka pendek masih aman.

Ini yang menyebabkan pergerakan harga saham masih fluktuatif untuk jangka pendek. “Dengan amannya likuiditas jangka pendek , investor berharap terjadi rebound di Wallstreet,” ucapnya.

‎Di tengah situasi ini, Nico merekomendasikan investor untuk beli di harga rendah untuk beberapa sektor saham. Seperti saham batu bara TB Bukit Asam (PTBA) dan Berau Energy (BRAU). Kemudian saham dari sektor perkebunan CPO BW Plantation (BWPT) dan Tunas Baru Lampung (TBLA).

Selain saham dari sektor properti Alam Sutera Realty (ASRI) dan Bumi Serpong Damai (BSDE), saham dari sektor keuangan, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Clipan Finance Indonesia (CFIN), saham consumer goods Mayora (MYOR) dan saham dari sektor alat berat Intraco Penta (INTA). “Buy on weakness untuk semua emiten ini,”ujarnya.

Pada perdagangan Jumat (26/8) dua pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731, dengan intraday terendah di 3.800,48 dan tertinggi di 3.847,25. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi yang mencapai 5,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,742 triliun dan frekuensi 85.775 kali.

Sebanyak 79 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan. Koreksi bursa didukung keluarnya dana asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp469 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,579 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,109 triliun. [ast]

JSMR Belum Akan Lunasi Utang pada Semester Kedua

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) belum akan melunasi utang pinjaman bank dan obligasi dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Sunito, pada pekan lalu. "Jumlah utang kita sekitar Rp9 triliun tapi modal kita sebesar Rp8 triliun, dan untuk pelunasan obligasi tidak ada dalam waktu dekat ini," ujar Frans.

Seperti diketahui, perseroan mencatatkan kewajiban jangka pendek sebesar Rp3,85 triliun dan jangka panjang sebesar Rp8,14 triliun per Juni 2011. Jumlah ekuitas perseroan sebesar Rp8,46 triliun pada 30 Juni 2011. Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).


Frans menuturkan, pihaknya akan menjajaki penerbitan obligasi apabila jalan tol yang sudah diakusisi dan dibangun perseroan telah beroperasi. Perseroan sedang mempersiapkan ruas tol baru sepanjang 215 KM dengan nilai investasi sebesar Rp25 triliun.Ruas tol baru tersebut diharapkan dapat beroperasi secara bertahap antara 2011-2014. Frans mengatakan, investasi tersebut sekitar 30% dari modal dan 70% dari pinjaman." Selama pembangunan jalan tol kita melakukan pinjaman kepada pihak bank setelah mulai beroperasi maka kita akan mencari dana dalam bentuk obligasi," kata Frans.

Data tenaga kerja AS stagnan, bursa AS memerah pada pekan lalu

Data tenaga kerja AS stagnan, bursa AS memerah pada pekan lalu
NEW YORK. Sepanjang pekan lalu, mayoritas saham di bursa AS dilanda aksi jual. Bahkan, Standard & Poor's 500 Index membukukan penurunan bulanan terbesar dalam setahun terakhir. Rupanya, data tenaga kerja AS yang stagnan pada Agustus lalu memicu kecemasan bahwa perekonomian Negeri Paman Sam itu akan jatuh ke jurang resesi.

Asal tahu saja, sepanjang minggu lalu, indeks S&P 500 turun 0,2% menjadi 1.173,97. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4% menjadi 11.240,26. Kedua indeks acuan AS ini membukukan penurunan bulanan terbesar sejak Mei 2010 pada Agustus lalu.

Sejumlah saham yang pergerakannya ikut mempengaruhi bursa AS diantaranya: Bank of America dan JOMorgan Chase & Co masing-masing turun 4,4%. Selain itu, AT&T Inc turun 3,4% dan First Solar Inc turun 11%.

"Banyak sekali emosi yang bermain di pasar. Data pengangguran juga tidak mendukung. Saya belum siap mengatakan kalau perekonomian AS mengalami penurunan tajam, namun, dapat dipastikan kita mengalami perlambatan pertumbuhan dan hal itu sangat tidak baik bagi pasar saham," jelas Santa Fe, manager Thornburg International Value Fund.

IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Regional

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (26/8/2011) sebelum libur panjang lebaran lalu ditutup melemah tipis 2 poin. IHSG melemah setelah melewati serangkaian perdagangan yang penuh tekanan jual akibat pencairan portofolio investor.

Pada perdagangan Jumat (26/8/2011), IHSG kembali menipis 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,148 poin (0,02%) ke level 676,255.

Managing Riset Indosurya Asset Management, Reza Priyambada mengatakan, berdasarkan data historis, IHSG dimungkinkan menguat setelah libur panjang lebaran. Namun mengingat kondisi bursa-bursa regional yang merosot setelah jatuhnya Wall Street pada akhir pekan lalu, IHSG pada perdagangan Senin (5/9/2011) diprediksi akan kembali lemah lesu.

Investor akan menantikan data inflasi yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Namun inflasi diprediksi cukup tinggi seiring adanya lebaran dan juga kenaikan harga emas yang cukup tinggi.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu merosot hingga 2% setelah keluarnya data yang menunjukkan sektor tenaga kerja hanya tumbuh nol selama Agustus. Data itu semakin menguatkan pemikiran investor tentang besarnya kemungkinan terjadinya resesi.

Pada perdagangan Jumat (2/9/2011), indeks Dow Jones ditutup merosot hinggga 253,31 poin (2,20%) ke level 11.240,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 30,45 poin (2,53%) ke level 1.173,97 dan Nasdaq melemah 65,71 poin (2,58%) ke level 2.480,33.

Bursa-bursa Asia pada Senin pagi ini juga langsung melemah mengikuti jatuhnya Wall Street. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks S&P/ASX melemah 72,3 poin (1,70%) ke level 4.170,6.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 122,28 poin (1,37%) ke level 8.828,46.
  • Indeks KOSPI melemah 45,31 poin (2,43%) ke level 1.822,44.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (5/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.783-3.812 dan resistance 3.859-3.877. IHSG membentuk dragonfly doji di posisi bawah yang umumnya mengindikasikan akan adanya pergerakan reversal. Posisi candle masih berada diantara lower bollinger bands dan middle bollinger bands. MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba kembali reversal menuju area overbought.

Berdasarkan data historis, IHSG dimungkinkan mengalami penguatan pada hari pertama setelah libur lebaran karena minat dan semangat investor untuk kembali bertransaksi saham pasca libur panjang. Akan tetapi, investor tetap mewaspadai data ekonomi global yang dirilis dan pergerakan bursa saham Asia pasca melemahnya bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan karena stagnannya data ketenagakerjaan AS.

eTrading Securities:

IHSG pada perdagangan pekan lalu (26/8) ditutup turun 3 point (-0.06%) ke level 3,841.73 dengan total transaksi yang terjadi di bursa tercatat sebanyak 10.6 juta lot atau setara dengan Rp3.7 triliun. Hampir seluruh sektor mengalami penurunan pada perdagangan hari ini kecuali sektor basic-industry (+1.44%), consumer (+1.41%), infrastructure (+0.26%) dan manufacture (+0.40%).

Tercatat sebanyak 72 saham mengalami kenaikan, 139 saham mengalami penurunan, 84 saham tidak mengalami perubahan dan 158 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. BBRI, TLKM, UNVR, GGRM dan CPIN sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, ADRO, PGAS, BMRI dan INDF.

Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp359 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. ADRO, PGAS, INDF, ASII dan BMRI.

Secara teknikal, IHSG dalam satu minggu perdagangan terakhir bergerak sideways sementara dari pergerakan indicator teknikal tampak masih bergerak netral. Pada perdagangan hari ini (5/9) diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3774-3881 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GJTL dan INDF.

(qom/qom)

Inilah Saham Pilihan Senin (5/9)

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan menguat dengan level support 3.830 dan level resistance 4.125 pada perdagangan saham Senin (5/9).

Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, IHSG akan rally untuk meniru pergerakan Dow Jones dari 23 Agustus dan berakhir turun di level 11.240 pada perdagangan saham 2 September 2011. Beberapa data ekonomi dalam negeri seperti GDP, inflasi dan suku bunga akan memberi sentimen positif untuk mengambil posisi pada perdagangan saham di awal September. "IHSG akan berada di level support 3.830-3.750-3.650 dan level resistance 3.950-4.020-4.125," ujar Yuganur seperti dikutip dari situs PT HD Capital Tbk, akhir pekan ini.

Kepala Riset PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman menuturkan, IHSG akan menguat pada perdagangan saham Senin (5/9). Hal ini didukung dari bursa saham Asia ditutup menguat selama seminggu lalu. Data ISM Amerika Serikat pun membaik. Penurunan indeks saham Dow Jones pada Jumat lalu ke level 11.240 tidak terlalu berpengaruh ke bursa saham Indonesia. Billy memperkirakan IHSG akan berada di area 3.980-4.000 pada minggu ini.

Untuk saham-saham yang direkomendasikan, Yuganur merekomendasikan saham PT Charoen Pokpand Tbk (CPIN), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). "Saya merekomendasikan buy untuk saham-saham tersebut," tutur Yuganur.

Sementara itu, Billy merekomendasikan saham antara lain saham ASII, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), saham PT Indofood Tbk (INDF), dan saham CPIN. Saham lapis kedua yang menjadi pilihan saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan saham SSIA.

Rabu, 31 Agustus 2011

Fed Dorong Bursa Eropa Dibuka Positif

Headline
INILAH.COM, London - Saham Eropa Rabu (31/8) dibuka naik, mengikuti Wall Street dengan harapan Federal Reserve AS akan bertindak segera untuk melakukan langkah-langkah stimulus untuk meningkatkan perekonomian.

Mengutip Reuters, pada pukul 07.08 GMT, indeks FTSEurofirst 300, saham top Eropa naik 0,6 persen ke 945,53, setelah naik 1 persen pada sesi sebelumnya, tetapi on track untuk mencatatkan penurunan lebih dari 12 persen pada bulan ini , penurunan terbesar sejak Oktober 2008.

Saham tambang tercatat sebagai saham yang menguat tajam Rabu, dengan indeks Eropa STOXX 600, Sumber Daya Alam naik 1,2 persen. "Pasar saham terlihat sedikit undervalue saat ini. Ada potensi untuk lebih baik ke depan," kata Lothar Mentel, kepala investasi di Octopus Investments, yang mengelola dana sebesar $ 4 miliar. "The Fed sangat prihatin dengan AS dan dunia Barat tersandung ke dalam perangkap likuiditas, suku bunga rendah dan inflasi yang rendah. Anda mendapatkan orang-orang Jepang untuk menunda penyakit konsumsi, investasi. Jika mereka perlu untuk mencadangkan inflasi, mereka akan lakukan."

Saham AS naik untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa dalam sesi volatil, setelah pertemuan bank sentral AS mendorong ekspektasi akan bertindak lagi untuk merangsang ekonomi.

Sinyal stimulus The Fed mencuat, bursa Eropa menghijau

PARIS. Bursa saham Eropa lanjut reli untuk hari ketiga. Menguatnya pasar saham Eropa setelah sebagian anggota Federal Reserve menunjukkan sinyal ingin menambah langkah-langkah stimulus ekonomi.

Indeks Stoxx 600 naik 1,4% ke 233,75 pada pukul 10.35 pagi waktu London. Namun, dalam bulan ini, indeks acuan Eropa ini masih jatuh 12% karena data ekonomi AS dan Eropa menambah kekhawatiran pemulihan ekonomi. Ini penurunan terbesarnya sejak Oktober 2008. Sementara, indeks acuan Jerman, DAX sudah menguat 1,4% ke 5.721,28 pada pukul 12.02 di Frankfurt.

Beberapa saham yang tercatat naik, seperti Bouygues SA dengan reli 10%. Lalu, saham Smith & Nephew Plc. yang reli 5,1%. Namun, saham Carrefour SA turun 3,4% setelah memangkas proyeksi laba tahunan.

Kemarin, The Fed merilis hasil pertemuan sebelumnya, di mana para pembuat kebijakan The Fed memperdebatkan cara memperkuat pemulihan dan penambahan pekerja. Hal ini berpotensi sebagai acuan untuk mengambil tindakan baru di pertemuan berikutnya, pada bulan September.

Manajer ekuitas Agilis Gestion SA Arnaud Scarpaci mengatakan, pertemuan The Fed menjadi sinyal yang baik, karena mayoritas setuju dan The Fed menyebut punya alat yang belum digunakan. "Semua orang berpikir The Fed akan melakukan semacam program pembelian untuk membantu perekonomian," ujarnya, di Paris.

Sore ini, indeks futures Standard & Poor's 500 juga tercatat menguat 0,8%, dan MSCI Asia Pacific naik 1,2%. Departemen Perdagangan AS akan merilis data pesanan pabrik dan penambahan pekerja, hari ini. Survei Bloomberg memprediksi, pesanan pabrik akan naik 2% per Juli, setelah turun 0,8% pada bulan sebelumnya. Sementara, ADP Employer Services mungkin melaporkan penambahan 100.000 pekerja di bulan ini.

"Angka perekonomian belum terlalu bagus, namun masih ada pertumbuhan. Ini terlalu dini untuk mengantisipasi double dip," kata Scarpaci.

Spekulasi stimulus The Fed berpotensi picu koreksi harga emas

Spekulasi stimulus The Fed berpotensi picu koreksi harga emas
WELLINGTON. Emas berpeluang melemah, setelah kemarin reli. Koreksi emas kemungkinan dipicu spekulasi Federal Reserve bakal melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter untuk merangsang ekonomi. Sentimen ini mendorong sebagian investor menjual emas.

Emas untuk pengiriman segera yang mencetak rekor di US$ 1.913,50 per ons troy pada 23 Agustus, sudah terkoreksi 0,5% ke level US$ 1.833,97 per ons troy pada pukul 10.54 waktu Singapura. Sementara, kontrak emas untuk pengiriman Desember masih menguat 0,4% ke US$ 1.836,50 per ons troy.

Direktur Mine Life Pty. Gavin Wendt mengatakan, ketika harga sudah naik tajam, akan ada semacam periode konsolidasi, diawali dengan profit taking, kemudian beberapa konsolidasi. "Ini benar-benar hanya konsolidasi setelah harga meroket begitu cepat ke US$ 1.900," ujar Wendt, hari ini, di Sydney.

Tahun ini, harga emas sudah melompat 29%, karena investor berusaha mendiversifikasi investasinya di tengah kekhawatiran goyahnya ekonomi global dan kemungkinan meluasnya krisis utang Eropa.

Kekhawatiran Fed Buat Bursa Eropa Bakal Turun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indeks DAX turun 18% sejak awal bulan, indeks CAC dan FTSE masing-masing turun 11% dan 8,7%.

Ini telah menjadi bulan yang mengerikan bagi pasar modal dan bulan menyenangkan bagi mereka yang berinvestasi di emas karena naik 13% selama 30 hari terakhir.

Mengutip CNBC, saham Eropa Rabu (31/8) diperkirakan dibuka melemah tipis mengikuti berita bahwa Federal Reserve semakin mengkhawatirkan ekonomi AS dan membahas langkah-langkah yang lebih berani untuk menopang pertumbuhan, namun tetap dibagi pada kebutuhan untuk langkah-langkah konvensional lebih lanjut.

Sementara pada pertemuan Agustus lalu menunjukkan (Federal Open Market Committee) membahas perjalanan tingkat pengangguran, dan Komite dibagi.

Charles Evans, presiden Federal Reserve Bank Chicago kepada CNBC Selasa menyatakan dia menikmati akomodasi bank sentral yang kuat untuk waktu yang cukup panjang, tetapi Presiden Fed Minneapolis Narayana Kocherlakota menunjukkan resistensi untuk pergerakan tersebut.

Menjelang pidato yang akan ditunggu mengenai penciptaan lapangan kerja minggu depan, Obama mengatakan dia melihat langkah-langkah yang bisa menciptakan sejuta lapangan kerja baru dalam sebuah wawancara radio.

Dalam sebuah sinyal, betapa tegangnya pasar Eropa yang mengarah ke perbankan Eropa, Danske Bank, dipaksa untuk meredam rumor rugi dagang yang besar yang muncul di Twitter Selasa sore. Setelah penutupan pasar, manajemen mengeluarkan pernyataan yang mengatakan desas-desus itu tidak benar dan bahwa Pasar Danske mencatatkan keuntungan di kuartal ketiga.

Agustus telah melihat peringkat downgrade rating AAA Amerika, beberapa data ekonomi yang buruk dari seluruh dunia dan Dow langsung berayun 500 poin dan dukungan Bank Sentral Eropa terhadap utang Italia dan Spanyol.

Perdana Menteri Finlandia Jyrki Katainen menjanjikan agunan pemerintah untuk pinjaman Yunani, yang telah menyebabkan ketidakpastian lebih lanjut dan goncangan di pasar, akan selesai dalam hitungan hari atau minggu. "Saya percaya bahwa solusi akan ditemukan. Hal ini sedang dinegosiasikan oleh pejabat dari beberapa negara Eropa," ujar Katainen kepada Reuters Selasa.

"Kita berbicara tentang hari dan minggu sekarang. Tujuannya adalah sesegera mungkin. Karena parlemen nasional menyetujui sebuah paket dimulai, dan kemudian menetapkan agunan untuk diketahui," ujar Wakil Menteri Keuangan Jerman.

Dibuka Mixed, Bursa Asia Berhati-hati

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia mixed untuk memulai berhati-hati pada Rabu (31/8) setelah sesi berombak di Wall Street karena kepercayaan konsumen AS merosot di tengah prospek ekonomi yang tidak menentu.

Mengutip Reuters, indeks utama Wall Street ditutup naik antara 0,2 persen dan 0,6 persen, setelah pada beberapa menit sebelum ditutup muncul ekspektasi Federal Reserve terbaru yang mendorong para pembuat kebijakan untuk bertindak lagi untuk mencoba merangsang ekonomi. Itu membantu untuk mengimbangi data yang menunjukkan kepercayaan konsumen jatuh ke titik terendah dalam dua tahun dan pasar perumahan masih melemah.

Indeks FTSE CNBC Asia 100, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik tipis 0,2 persen. Indeks Nikkei Jepang melemah akibat sentimen investor negatif terhadap berita bahwa kepercayaan konsumen AS jatuh ke level terburuk dalam dua tahun dan akibat kemungkinan profit taking setelah indeks naik selama empat hari berturut-turut.

Indeks acuan Nikkei turun 0,2 persen ke level 8.934,55. Indeks Topix yang lebih luas flat di 767,36.

Saham seoul dibuka menguat, dibantu oleh saham otomotif dan saham perbankan. Saham indutri otomotif top negara ini, Hyundai Motor naik 1 persen, memperpanjang keuntungan untuk tujuh sesi berturut-turut. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 0,45 persen menjadi 1.852,07.

Saham Australia jatuh 0,3 persen karena saham bank dan BHP Billiton dan Woodside Petroleum turun, terluka oleh penurunan kepercayaan konsumen AS ke level terburuk dalam dua tahun. Indeks saham acuan S & P / ASX 200 turun 14,7 poin di 4.254,5 pada awal perdagangan. Ini naik 0,1 persen pada Selasa. Indeks acuan NZX 50 Selandia Baru turun 0,4 persen menjadi 3.303,5.

Kepercayaan konsumen AS melemah, bursa Asia bergerak liar

Kepercayaan konsumen AS melemah, bursa Asia bergerak liar
TOKYO. Bursa saham Asia bergerak liar di antara zona merah dan zona hijau. Volatilitas pasar Asia dipicu tumbangnya indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) ke level terendah lebih dari dua tahun. Sentimen ini menggerus optimisme membaiknya pendapatan perusahaan.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat tipis 0,1% ke 123,48 pada pukul 10.28 di Tokyo. Reli ini mengakhiri koreksi indeks regional yang terjadi empat pekan terakhir, di saat pasar menanti kebijakan The Fed. Namun, Bernanke tidak mengumumkan rencana stimulus baru, dan malah memutuskan memperpanjang pertemuan untuk membahas kebijakan selanjutnya, pada bulan depan.

Sementara, hingga pukul 9.42 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,40%, indeks Kospi turun tipis 0,02%, dan S&P/ASX 200 koreksi 0,10%. Sedangkan, indeks Hang Seng masih menguat 0,16%, dan FTSE Straits Times Index melaju 1,17%.

Beberapa saham tercatat melemah, antara lain Samsung Electronics Co. yang tergelincir 1,2%. Lalu, saham eksportir elektronik terbesar di Jepang, Sony Corp. yang tumbang 1,8%. Sedangkan, saham pemasok komoditas pertanian, Olam International Ltd. melonjak 5,6% di Singapura setelah merilis laba yang lebih tinggi di kuartal keempat.

"Ketidakpastian ekonomi berlarut-larut, sementara pesimisme yang berlebihan telah surut," ujar Manajer ekuitas SMBC Nikko Securities Inc. Hiroichi Nishi, hari ini, di Tokyo. Dia menyebut, kepercayaan konsumen AS memburuk, dan belanja konsumen cenderung melemah pada Agustus, setelah membaik pada Juli lalu.

Dorongan Fed, Wall Street Kembali Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Selasa (30/8) setelah hasil pertemuan The Fed diharapkan bank sentral Amerika Serikat akan kembali memberi stimulus ekonomi.

Bank sentral Amerika Serikat mempertimbangkan mengambil langkah untuk menolong perekonomian. Hal ini memberikan sentimen positif ke bursa saham. Tingkat kepercayaan investor menurun ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Hal ini membuat harapan The Fed akan mengambil langkah agresif ketika pertemuan dilakukan pada September. Banyak partisipasi bursa saham mengharapkan langkah lebih banyak dari The Fed.

"The Fed melihat kondisi ekonomi membutuhkan aksi agresif yang memberikan harapan prospek lebih baik pada pertemuan berikut. Di waktu sama ada keraguan untuk tidak melakukan perdagangan saham," ujar Chief Investment Strategist Janney Montgomery Scott Mark Luschini, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Sebelumnya saham turun 1% setelah laporan The Confreance Board menyatakan tingkat kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam dua tahun. Bursa saham telah mengalami aksi jual yang panjang pada Agustus. Saham turun sekitar 18% sejak mendekati rekor tinggi pada April lalu.

Adapun saham yang mengalami kenaikan yaitu Caterpillar Inc dan Boeing Co. Boeing telah diupgrade menjadi netral oleh Nomura. Saham Caterpillar naik 1,9% ke level US$89,79 sementara Boeing naik 2,2% ke level US$65,99.

Indeks Dow Jones naik 20,39 poin atau 0,18% ke level 11.559,64. Indeks S&P 500 naik 2,80 poin atau 0,23% ke level 1.212,88. Indeks Nasdaq naik 14 poin atau 0,55% ke level 2.576.11. Kenaikan indeks saham ini menandakan aksi jual telah selesai. Saham yang mengalami penurunan Bank of America turun 3,2% ke level US$8,12 dan JPMorgan Chase and Co turun 1,5% ke level US$37,06. Saham Exxon Mobil Corp turun 0,3% ke level US$73,91. Sementara itu, saham Dollar General Corp naik 5,8% ke level US$35,76.

Volume perdagangan saham kecil sekitar 7,2 miliar diperdagangkan di bursa saham New York, the American Stock Exchange dan Nasdaq di bawah rata-rata harian tahun lalu 8,47 miliar saham. [cms]

TRIM Terbitkan Promissory Notes Rp24,10M

Headline
INILAH.COM, Jakarta – PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) menerbitkan promissory notes XVIII tahun 2011 senilai Rp24,10 miliar.

Demikian seperti dikutip dari situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (30/8). Promissorry notes ini memiliki tingkat kupon bunga sebesar 11,92%. Dengan tingkat kupon bunga tetap dan frekuensi selama Sembilan bulan. Untuk distribusinya pada 26 Oktober 2011.

Seperti diketahui, PT Trimegah Securities Tbk mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp9,93 miliar pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp7,07 miliar. Kenaikan laba periode berjalan ini tidak diikuti kenaikan pendapatan. Di mana pendapatan perseroan turun dari Rp86,75 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp83,65 miliar pada semester pertama 2011. Komisi perantara perdagangan efek perseroan turun dari Rp35,37 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp29,20 miliar pada semester pertama 2011.

Spekulasi surutnya permintaan AS menumbangkan harga minyak

Spekulasi surutnya permintaan AS menumbangkan harga minyak
SYDNEY. Minyak mentah diperdagangkan melemah hari ini, dan menggiringnya pada koreksi bulanan terbesar sejak Mei lalu. Jatuhnya harga minyak terpicu spekulasi bakal surutnya permintaan AS seiring naiknya cadangan minyak mentah di negara tersebut.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun 39 sen ke level US$ 88,90 di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, dan bergerak ke US$ 88,53 per barel, pada pukul 8.41 pagi waktu Sydney. Sedangkan, minyak Brent untuk penyelesaian Oktober reli 1,9% ke US$ 114,02 per barel di bursa ICE Futures Europe, kemarin.

Koreksi harga minyak terjadi setelah American Petroleum Institute melaporkan suplai minyak meningkat 5,13 juta barel, pada pekan lalu. Ini merupakan peningkatan terbesarnya sejak Maret.

Sementara, Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi, Departemen Energi bakal merilis cadangan minyak turun 500.000 barel pada sepekan terakhir.

Sinyal The Fed lanjutkan stimulus, Wall Street ditutup rebound

Sinyal The Fed lanjutkan stimulus, Wall Street ditutup rebound
NEW YORK. Sinyal positif dari Federal Reserve menopang bursa saham Amerika Serikat (AS). Wall Street rebound setelah The Fed mengatakan selama pertemuan di bulan ini, beberapa pembuat kebijakan berniat mengambil tindakan lebih untuk merangsang perekonomian.

Indeks Standard & Poor's 500 yang sempat tumbang hingga 1,2% di awal perdagangan, berhasil ditutup naik 0,2% ke 1.212,92, pada pukul 4 sore di New York. Sebelumnya, S&P tertekan akibat tumbangnya kepercayaan konsumen ke level terendah 28 bulan. Senada, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga ditutup reli 20,70 poin atau 0,2% ke posisi 11.559,95.

Beberapa saham penopang otot bursa antara lain, Boeing Co. dan Caterpillar Inc. yang sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Kedua saham ini masing-masing rebound sebesar 1,9%. Selain itu, saham perusahaan periklanan Monster Worldwide Inc. berhasil melesat 21%. Dengan begitu, selama dua pekan terakhir, saham ini sudah reli hingga 13%.

Chief investment strategist dari KeyCorp Bruce McCain mengatakan, The Fed tidak mengangkat bendera putih tanda menyerah. Dia bilang, bank sentral AS itu belum menerima gagasan yang menyebutkan mereka telah kehabisan cara untuk mendukung perekonomian AS. "Mereka mengakui ekonomi terlalu lemah, mereka akan melakukan apapun yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan. Ini meyakinkan," ujar McCain, di Cleveland, hari ini.

Ketika para pembuat kebijakan The Fed bertemu pada 9 Agustus, beberapa anggota yang tidak diidentifikasi mengutarakan sinyal stimulus tambahan. Mereka menyebut dengan kondisi ekonomi sekarang, diperlukan upaya lebih besar dari sekedar mempertahankan suku bunga utama pada rekor terendah hingga pertengahan 2013.

Laporan tersebut menyiratkan pejabat The Fed akan lebih memperdebatkan pilihan mereka, saat pertemuan bulan depan. Sebelumnya, pada pertemuan Agustus, pejabat bank sentral membahas berbagai cara, termasuk melanjutkan pembelian obligasi pemerintah, untuk meningkatkan perekonomian. Namun, mereka tidak mencapai suatu kesepakatan terkait langkah berikutnya yang akan dilakukan bank sentral.

Minggu, 28 Agustus 2011

Penjualan Alat Berat UNTR 728 Unit pada Juli 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penjualan alat berat sebesar 728 unit pada Juli 2011 dibandingkan periode Juni 2011 sebesar 742 unit.

Komposisi penjualan alat berat tersebut antara lain pertambangan sebesar 487 unit, kehutanan sebesar 44 unit, konstruksi sebesar 82 unit, dan agro sebesar 115 unit pada Juli 2011. Total penjualan perseroan sebesar 5.061 unit pada Juli 2011 dibandingkan periode sama sebesar 3.200 unit. Pangsa pasar perseroan sebesar 50% pada Juli 2011.

Selain itu, penjualan batu bara sebesar 2,55 juta ton batu bara per Juli 2011 dibandingkan periode sama sebesar 1,49 juta ton. Produksi batu bara mencapai 47,9 batu bara mio ton per Juli 2011 dibandingkan periode sama sebesar 44 batu bara mio ton. Demikian seperti dikutip dari situs perseroan pada Minggu (28/8).

Bursa Saham Asia Diperkirakan Menguat

Headline
INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia diperkirakan akan mengalami penguatan pekan depan dipengaruhi pernyataan Pimpinan The Fed Ben Bernanke pada akhir pekan ini.

Pimpinan The Fed Ben Bernanke mengatakan, perekonomian Amerika Serikat pulih meskipun melambat. Bank sentral pun memiliki sarana tambahan untuk menopang pertumbuhan. MSCI Asia Pacific Index mengalami penurunan 14% pada pekan lalu karena spekulasi pidato Bernanke untuk kebijakan stimulus tambahan pada pidato Ben Bernanke pekan ini.

Indeks S&P 500 naik 1,5% pada 26 Agustus lalu. Kontrak pada rata-rata Nikkei 225 Jepang naik 0,6% saham di Chicago."Kita melihat rebound yang layak. Bernanke terdengar jauh lebih percaya diri," ujar Nader Naemi, Strategist di AMP Capital Investors Ltd yang mengelola dana hampir US$100 miliar seperti dikutip dari Bloomberg.

Seperti diketahui, MSCI Asia Pacific Index turun 11% dari 30 Juni hingga 26 Agustus setelah The Fed mengakhiri program pembelian obligasi senilai US$600 miliar atau QE2 untuk meningkatkan perekonomian.

The Fed akan melakukan pertemuan bulan depan selama dua hari sehingga memicu spekulasi Bernanke untuk menempa konsesus kuat pada kebijakan moneter di perbedaan pendapat yang berkembang di Federal open Market Committee.

2 Operator Bursa Saham AS Siap Buka Perdagangan

Headline
INILAH.COM, New York - Dua operator bursa saham Amerika Serikat NYSE Euronext dan Nasdaq OMX Group Inc menyatakan siap untuk membuka perdagangan saham pada Senin (29/8) meski badai Irene mengancam.

Executive Vice President for Trasaction Services Nasdaq OMX Eric Noll mengatakan, keputusan untuk membuka bursa saham akan diputuskan bersama oleh pasar dan Securities and Exchange Commision."Kami cukup yakin akan buka bursa saham pada Senin depan. Ini akan menjaid upaya yang terkoordinasi antara operator bursa saham, pasar dan SEC. Semua pihak pun akan berkoordinasi dan siap untuk buka," kata Eric seperti dikutip dari bloomberg.com.

Gubernur New York Andrew Cuomo memaksa untuk mematikan sistem transportasi New York City karena badai. Selain itu, Walikota Michael Bloomberg pun diminta untuk mengevakuasi daerah dataran rendah.Pihaknya pun mempertimbangkan untuk mematikan daya listrik di Manhattan di mana New York Stock Exchange berada. Sementara perdagangan saham Amerika Serikat sebesar 13% berada di New York Stock Exchange. Adapun perdagangan saham sisanya ditangani secara elektronik di mana pusatd ata di New jersey dan tempat lainnya.

Eksekutif NYSE Euronest Louis Pastina menuturkan, pembukaan perdagangan saham setelah badai tergantung para trader akan bisa kembali bekerja di Manhattan. Badai Irene termasuk badai paling kuat yang menghantam New York setelah Badai Gloria pada 1985.

NYSE Euronext menyatakan telah menyelesaikan persiapan untuk badai di kantor pusat Manhattan dan pusat data. Komisi sekuritas dan bursa, berkonsultasi dengan SEC untuk menentukan apakah bursa saham akan dibuka pada Senin. Selain itu, Nasdaq OMX menyatakan telah cukup sumber listrik baik umum, generator dan baterai.Noll menuturkan, pihaknya dapat mengoperasikan bursa saham selama berhari-hari tanpa listrik.

Sebelumnya Badai Gloria memaksa bursa saham Amerika Serikat ditutup selama satu hari pada 27 September 1985. New York Stock Exchange ditutup karena badai salju pada 8 Januari 1996.

Total Emisi Obligasi & Sukuk Capai Rp28,61 Triliun

Headline
INILAH.COM,Jakarta - Total emisi obligasi, sukuk, dan efek beragun aset (EBA) senilai Rp28,61 triliun atau 32 emisi sepanjang 2011.

Emisi obligasi dan sukuk tersebut terdiri dari 30 emisi obligasi rupiah senilai Rp28,41 triliun dan dua emisi sukuk senilai Rp200 miliar. Emisi obligasi dalam bentuk dolar Amerika Serikat senilai US$50 juta. Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan ini.

Sebelumnya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah mencatatkan obligasi I senilai Rp1,2 triliun pada Jumat (26/8). Adapun obligasi APLN terdiri dari seri A senilai Rp325 miliar dengan jangka waktu tiga tahun dan seri B senilai Rp875 miliar dengan jangka waktu lima tahun. Emisi obligasi ini mendapatkan rating dari Pefindo dengan peringkat A. Yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Benakat Tertarik Saham BULL

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) akan menempatkan saham sebesar Rp300 miliar di PT Buana Listya Tama Tbk (BULL).

Direktur PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) Firlie Ganindito menuturkan, perseroan akan sebagai investor strategis di BULL. Perseroan tertarik dengan saham BULL karena PT Buana Listya Tama Tbk juga fokus kepada oil and gas. Aksi korporasi ini pun telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BIPI dengan agenda perubahan dana penawaran umum saham perdana pada akhir pekan ini.

"Kita menempatkan saham di BULL tapi tidak mayoritas. Kita akan beli saham BULL melalui pihak ketiga, penempatan saham senilai Rp300 milliar," ujar Firlie, pada akhir pekan ini.

Seperti diketahui, perseroan juga akan melunasi utang masing-masing sebesar Rp728 miliar dan Rp216 miliar kepada PT Indotambang Perkasa dan Amadia Investments Ltd. Dana pelunasan utang ini kemungkinan berasal dari dana penawaran umum saham perdana.

Perseroan mendapatkan dana sebesar Rp1,6 triliun dari hasil penawaran umum saham perdana pada Februari 2010. Selain itu, perseroan menerbitkan waran sebesar 6,5 miliar waran dengan nilai Rp942,5 miliar.

Tiga Faktor Penekan BUMI Sepekan

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan secara persentase sebesar 6,5%. Apa pasal?

Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, ada tiga faktor yang membuat saham BUMI mengalami tekanan pada pekan ini. Pertama adalah tekanan atas bursa saham Indonesia secara keseluruhan. “Kemudian investor yang mulai mengurangi posisi saham menjelang libur panjang Lebaran,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Pergerakan IHSG pada Jumat (26/8) kemarin ditutup melemah 2,646 poin (0,07%) ke level 3.841,731. Penurunan didukung keluarnya dana asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp469 miliar. Adapun jumlah transaksi tercatat 11 juta lot, senilai Rp 4,2 triliun.

Dengan koreksi ini, maka dalam lima hari perdagangan terakhir Agustus, IHSG membukukan penurunan tipis 1,01 poin (0,02%).

Edwin menyatakan, sebagian pelaku pasar sudah mengambil liburan panjang. Para pelaku pasar juga memilih mengurangi posisi portofolio, sehingga perdagangan cenderung sepi dan melemah.

Pasar juga menunggu kebijakan The Federal Reserve atas perekonomian AS. Semula diharapkan Gubernur The Fed Ben Bernanke mengungkapkan langkah bank sentral dalam menghadapi pelemahan pertumbuhan ekonomi AS. "Tapi pertemuan The Fed tidak ada program stimulus Quantitative Easing jilid 3, dan saya rasa pasar juga tidak panik menghadapinya," katanya.

Faktor pembeban saham BUMI selanjutnya, menurut Edwin adalah perkiraan turunnya permintaan batu bara. Ini merupakan sentimen terpenting, "Karena hal ini merujuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia, terlebih batu bara BUMI yang banyak diekspor ke China," katanya.

Rilisnya laporan keuangan perseroan, mempertegas membaiknya kinerja BUMI, dengan laba naik 2,77% di semester pertama 2011 menjadi US$ 278,57 juta, dari perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama US$ 271,04 juta. Adapun pendapatan perseroan naik cukup tinggi menjadi US$ 1,792 miliar dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar US$ 1,44 miliar.

Saham BUMI bergerak volatile sepekan kemarin. Ditutup melemah Rp100 ke level Rp2.600 pada Senin (22/8), emiten ini kembali naik Rp25 ke level Rp2.625 pada keesokan harinya. Namun, sejak Rabu (24/8) BUMI terus terkoreksi, hingga akhir pekan ditutup di level Rp2.525. [ast]

Indika Tunda Pengalihan Saham Petrosea ke Publik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) menunda pengembalian sebagian saham PT Petrosea Tbk ke masyarakat hingga Januari 2012.

Dalam penjelasannya ke BEI disebutkan pelepasan sebagian saham ke masyarakat ini sesuai dengan ketentuan bahwa Perseroan wajib melakukan pengalihan saham Petrosea kepada masyarakat minimal 16,6% atau sekitar 16.743.720 saham yang merupakan hasil pelaksanaan tender offer yang dilakukan perseroan setelah pengambilalihan Petrosea dan kewajiban mengalihkan saham Petrosea yang akan berakhir 28 Agustus 2011.

Sehubungan dengan sentimen negatif pasar keuangan global yang membawa pengaruh penurunan seluruh indeks pasar modal di seluruh dunia, perseroan telah mengajukan permohonan perpanjangan kewajiban pengalihan saham tersebut ke Bapepam-LK dan telah disetujui penundaannya hingga akhir Januari 2012.

Dalam sebulan, hanya 5 reksadana yang menoreh imbal hasil positif

Dalam sebulan, hanya 5 reksadana yang menoreh imbal hasil positif
JAKARTA. Selama periode 29 Juli 2011 - 24 Agustus 2011, hanya 5 produk reksadana campuran yang membuahkan return atau imbal hasil positif.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kelima produk tersebut antara lain, produk Marakan Prima yang pada periode tersebut mencatatkan kenaikan imbal hasil 2,3%, kemudian Pasific Balance Fund juga menuaikan kenaikan return 0,99%. Lalu disusul oleh produk Danamas Fleksi, Ins Dana Kombinasi dan First State Indonesian Liquid Plus Fund yang masing-masing menorehkan imbal hasil sebesar 0,79%, 0,53% dan 0,24%.

Sedangkan dominan produk reksadana campuran lainnya mengalami kinerja negatif dengan penurunan terdalam dihadapi produk Prospera Balance yang terperosok 10,48% dan produk Star Balanced yang terkoreksi 8,73% di periode yang sama.

Analis Infovesta Utama, Edbert Suryajaya menilai, kinerja reksadana campuran yang sekitar 80% underlying asetnya adalah saham, tentu tidak terhindar dari masalah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebulan lalu.

Walaupun pastinya, profil nasabah reksadana campuran merupakan investor moderat yang tidak suka resiko dan masih kurang pengalaman. "Dengan dominan portfolionya adalah saham, maka investor terkadang tidak menyadari bahwa mereka bermain di area agresif", kata Edbert, kepada KONTAN, Sabtu (27/8).

Oleh karena itu, bagi nasabah yang ingin berinvestasi di reksadana campuran ini, sebaiknya benar-benar mengetahui prospektus dan komposisi portfolio produk reksadana campuran yang akan dibeli. Sehingga produk tersebut dapat sesuai profil dan harapan yang diinginkan.

Kinerja PGAS di semester satu stagnan

Kinerja PGAS di semester satu stagnan
JAKARTA. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 9,41 triliun. Sedang laba operasi perusahaan ini di periode tersebut mencapai Rp 4,06 triliun.

Angka tersebut turun tipis jika dibandingkan pendapatan usaha di periode yang sama di 2010 lalu sebesar Rp 9,52 triliun, dengan laba operasional Rp 4,57 triliun. Penurunan ini terjadi lantaran volume penyaluran distribusi gas turun.

Selain itu, PGAS menanggung kenaikan beban pokok dan beban operasi. Peningkatan beban pokok merupakan dampak dari kenaikan harga beli gas dalam perpanjangan kontrak dan kontrak gas baru.

Laba bersih emiten Badan Usaha Milik Negara ini tidak banyak berubah. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di semester satu 2011 hanya mencapai Rp 3,26 triliun, naik tipis dari laba bersih semester satu 2010 yang sebesar Rp 3,21 triliun.

Di usaha transmisi, PGAS telah menyalurkan gas rata-rata 846 juta standar kaki kubik per hari alias million standard cubic feet per day (MMSCFD). Sedangkan lini usaha distribusi perusahaan ini menyalurkan gas 782 MMSCFD ke pelanggan rumah tangga, komersial, industri, dan pembangkit listrik di semester I-2011.

Pasokan gas

Dibanding tahun lalu, volume penjualan bisnis distribusi turun 5%. Penyebabnya, volume gas yang diperoleh PGAS dari produsen gas di hulu juga turun. "Fluktuasi pasokan akibat prioritas alokasi gas dan kegiatan pemeliharaan di sektor hulu masih terjadi semester satu tahun ini," kata Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGAS melalui keterangan pers yang diterima KONTAN, Jumat (26/8).

Tim Riset Kim Eng, dalam risetnya, menilai, kinerja PGAS tersebut sudah sejalan dengan prediksi. Meski begitu, para analis Kim Eng menilai, kinerja operasional perseroan ini mengecewakan.

Meski begitu, Hendi menegaskan beberapa minggu terakhir ini keadaannya sudah berangsur membaik. "Ke depan, kami harapkan agar alokasi gas bumi yang diberikan kepada PGN dapat terus meningkat," sebut Hendi.

PGAS sendiri baru saja mendapat tawaran pasokan gas tambahan dari lapangan Grissik, Sumatra Selatan. Perusahaan pelat merah ini akan mendapat pasokan gas sebesar 110 MMSCFD.

Pasokan gas tambahan tersebut nantinya akan dialokasikan untuk jalur distribusi pipa South Sumatra-West Java (SSWJ). "Dari BP Migas menawarkan tambahan pasokan dari Grissik Besarnya sekitar 110 MMSCFD sampai 20 tahun," kata Wahid Sutopo, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGAS kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Namun, PGAS masih harus melanjutkan negosiasi untuk tawaran tersebut. Saat ini, PGAS sudah memiliki pasokan gas sekitar 400 MMSCFD dari lapangan tersebut. Hampir seluruhnya dibeli sektor industri.

Bulan lalu, PGAS juga telah menandatangani head of agreement (HoA) dengan PT Indogas Kriya Dwiguna untuk pengelolaan dan pemanfaatan gas dari Lapangan Terang Sirasun Batur. PGAS berharap, lapangan ini bisa mengalirkan gas sejumlah 20 billion british thermal unit per day (BBTUD) mulai kuartal pertama 2012.

PGAS juga terus berusaha memenuhi kebutuhan pasokan gas bumi. Saat ini, PGAS tengah melakukan pembangunan terminal penerimaan LNG di Sumatra Utara dan Teluk Jakarta.

Central Omega incar dana Rp 983,74 miliar

JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengincar dana sebesar Rp 983,74 miliar dari penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. DKFT akan menggelar hajatan ini pada 14 Oktober-20 Oktober mendatang.

Dalam prospektus yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/8), DKFT menyatakan akan menerbitkan 983,74 saham bernominal Rp 500 per saham, dengan harga pelaksanaan Rp 1.000 per saham. Manajemen DKFT akan menggunakan dana tersebut untuk tiga keperluan.

Pertama, separuh hasil rights issue dicadangkan untuk penyertaan DKFT di perusahaan baru, yang dibentuk setelah pelaksanaan HMETD. Perusahan itu akan mengoperasikan smelter atau pabrik pengolahan hasil tambang anak usaha DKFT.Kedua, sekitar 30% akan digunakan untuk menambah atau (capex) anak usaha DKFT.

Sisanya untuk tambahan modal kerja atau working capital perusahaan dan anak usaha.,

modal ditempatkan dan disetor penuh DKFT akan naik 10 kali lipat, dari sebelumnya Rp 54,65 miliar menjadi Rp 546,52 miliar.Setiap pemegang saham satu saham DKFT yang tercatat hingga 12 Oktober 2011, memiliki hak membeli sembilan HMETD. Dengan rasio itu, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan alias terdilusi, maksimum 90% .

Dalam rights issue tersebut, DKFT juga menawarkan waran seri I secara cuma-cuma untuk setiap pelaksanaan 27 HMETD. Waran bisa digunakan untuk membeli satu saham biasa bernominal Rp 500 per saham, dengan harga pelaksanaan Rp 1.250 per saham.

DKFT akan menerbitkan 36, 43 juta waran seri I. Dari penerbitan waran, DKFT bisa mendapatkan tambahan dana segar sebesar Rp 45,54 miliar. Kelak, DKFT dan anak usahanya berniat menggunakan dana asil konversi waran tersebut untuk menambah dan kegiatan operasional.

Badai Irene Fokus Bursa AS Sepekan ke Depan

Headline
INILAH.COM, New York - Saham AS akan lebih banyak dipengaruhi oleh dampak badai Irene dan perkembangan tenaga kerja sepekan ke depan.

Pedagang Eropa menyulap kekhawatiran utang dan data ekonomi yang melunak sekarang akan menatap kepada gambar satelit, pelacakan jalur Badai Irene, yang diperkirakan akan memukul New York selama akhir pekan. Badai luar biasa dari perjalanannya ke Pantai Timur AS pada hari Jumat, mengancam 55 juta orang, dan diperkirakan menyebabkan kerusakan properti sebesar miliaran dolar.

Mengutip Reuters, Bursa utama AS sedang mempersiapkan untuk menghadapi pemadaman listrik dan banjir, dan yang mungkin mempengaruhi perdagangan pada hari Senin. Setidaknya untuk sekarang, NYSE dan Nasdaq berharap bisa membuka perdaganganseperti biasa pada Senin (29/8) pagi. Dewan Besar mengatakan keputusan akhir akan dibuat pada hari Sabtu atau Minggu, terutama di lantai bursa di distrik keuangan Manhattan dari dataran rendah, yang bisa melihat gelombang badai dan banjir.

Seorang trader senior senior di sebuah perusahaan perdagangan di New York mengatakan Jumat bahwa badai Irene telah menghancurkan setiap kesempatan reli yang tampaknya mustahil, mengingat besarnya posisi short yang telah dibangun di pasar ekuitas. "Jika badai ini adalah sebuah bencana, saya duga adalah kita akan turun menangani 30-40 pada hari Senin," katanya.

Saham Asuransi Properti Allstate dan Wisatawan Travelers terpukul dalam perdagangan intraday rendah dua tahun pada hari Jumat, sebagian karena kekhawatiran atas klaim yang disebabkan badai tersebut. "Kami bermaksud untuk terbuka, tapi alam mungkin memiliki rencana lain," kata Lou Pastina, wakil presiden eksekutif operasi NYSE.

Setelah itu, fokus baru akan berubah dari prospek ekonomi Federal Reserve kelaporan penggajian Agustus pada Jumat mendatang.

Ketua Fed Ben Bernanke, dalam pidatonya pada pertemuan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, mengatakan sebagian besar beban untuk memastikan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang terletak di kaki Gedung Putih dan Kongres AS. Presiden Barack Obama diperkirakan berencana menyampaikan secara detil untuk menciptakan lapangan kerja setelah dia kembali dari liburannya minggu depan.

Investor akan memiliki beberapa hari untuk memposisikan diri menjelang pidato Obama. "Ini jelas merupakan pertaruhan Bernanke kepada Obama, yang akan segera mengumumkan sebuah karya inisiatif," kata Lance Roberts, CEO Streettalk Advisors, sebuah perusahaan manajemen investasi di Houston. "Pasar berpikir kita sekarang bisa mendapatkan stimulus dari pemerintah."

Laba Bersih Pan Brothers Naik 195,53%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 195,53% menjadi Rp37,65 miliar pada semester 1-2011 dari Rp12,74 miliar pada periode serupa 2010.

Dalam laporan publikasinya ke BEI, perseroan menjelaskan kenaikan laba bersih pada semester 1-2011 ini disebabkan adanya peningkatan pendapatan menjadi Rp864,95 miliar dari Rp650,99 miliar tahun lalu.

Perseroan juga membukukan kenaikan total kewajiban pada tengah tahun 2011 menjadi Rp910,51 miliar dari Rp719,72 miliar tahun lalu. Sementara total ekuitas naik menjadi Rp631,89 miliar dari hanya Rp167,57 miliar.

Investor mau masuk ke produk lebih beresiko, dollar AS turun 0,8% terhadap euro

Investor mau masuk ke produk lebih beresiko, dollar AS turun 0,8% terhadap euro
NEW YORK. Mata uang dollar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, setelah pidato Ben S. Bernanke mengindikasikan perekonomian AS tidak dalam keadaan perlu stimulus dalam waktu dekat. Hal ini membuat investor berani untuk masuk ke dalam produk investasi yang lebih beresiko.

Dollar AS melemah 0,8% ke posisi US$ 1,4499 terhadap euro pada pukul 17:00 waktu New York. Dalam seminggu, dollar AS telah melemah 0,7%. Dollar AS pun terdepresiasi sebanyak 1,1% terhadap yen, sementara yen menguat terhadap euro sebesar 0,2% ke level 111,17 per euro.

Sementara itu, mata uang Swiss franc melemah 2,5% ke posisi 1,1690 per euro dan menyentuh angka 1,1736, menjadi yang terlemah sejak 25 Juli. Dollar Index melemah 0,8% ke level 73,712 dari posisi 74,279 pada hari sebelumnya.

"Bernanke paling tidak agak optimistis bahwa AS tdak dalam keadaan resesi. Orang-orang ingin kembali ke produk beresiko, meski pergerakannya masih lemah," ujar Alan Ruskin Kepala Strategi Mata Uang Deutche Bank AG di New York.

Harga emas menguat ikut tersengat sentimen positif pidato Bernanke

Harga emas menguat ikut tersengat sentimen positif pidato Bernanke
SEATTLE. Setelah pimpinan The Federal Reserve Ben S. Bernake tidak menyebut akan adanya rencana stimulus untuk menggenjot perekonomian AS, harga emas di New York lantas menguat untuk hari keduanya.

Harga emas untuk pengapalan Desember 2011 menguat US$ 34,10 atau 1,9% ke posisi US$ 1.797,30 pada pukul 13:58 waktu setempat di bursa Comex, New York. Padahal, harga emas telah turun sebanyak 3% dalam lima hari kebelakang, dan menjadi pelemahan pertama mingguan dalam delapan minggu terakhir.

"Semua isu yang akan kembali membuat harga emas melambung masih ada. Bernanke hanya mencari waktu yang lebih tepat untuk menentukan keputusan," ujar Frank Lesh, trader dari FuturePath Trading LLC di Chicago.

Emas terus reli

Pasar bullish emas berada dalam tahun kesebelasnya, mencetak penguatan terbesar sejak 1920 di London. Investor mencari diversifikasi investasi di luar saham dan mata uang.

Sebelum minggu ini, harga emas telah menguat dalam tujuh minggu, menjadi reli terpanjang sejak April 2007. Harga emas dalam setahun ini pun sudah menguat 26%.

Pasar respon positif pidato Bernanke, indeks Wall Street ditutup menguat

Pasar respon positif pidato Bernanke, indeks Wall Street ditutup menguat
NEW YORK. Indeks Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan ini hingga lebih dari 1%, mengakhiri pelemahan berturut-turut dalam empat minggu terakhir.

Sentimen positif datang dari pernyataan pimpinan The Federal Reserve (The Fed) Ben S. Bernanke yang mengindikasikan ekonomi AS tidak cukup buruk untuk membutuhkan stimulus dalam waktu dekat.

Bursa S&P naik 1,5% ke level 1.176,80 pada penutupan pukul 16:00 waktu setempat, setelah sebelumnya merosot sebanyak 2%. The Dow Jones Industrial Average juga ditutup naik 134,72 poin atau 1,21% pada posisi 11.284,54. Dan The Nasdaq Composite Index pun menguat 60,22 poin atau 2,49% menuju level 2.479,85.

Pasar menjadi optimistis setelah tidak ada sinyal dari Bernanke bahwa ia akan mencari stimulus untuk membantu perekonomian AS. Ia juga mengangkat pernyataan anggota Federal Open Market Committee yang mengatakan bahwa data perekonomian AS tidak menunjukkan AS menuju resesi.

Dalam pidato tahunannya di Jackson Hole, Wyoming, ia mengumumkan bahwa Federal Open Market Committee akan mengadakan pertemuan dua hari pada bulan September untuk melakukan pembahasan menyeluruh mengenai perekonomian dan langkah-langkah yang akan The Fed tempuh. Dia memang belum memberi keputusan terhadap isu-isu yang telah dibahas sebelumnya, termasuk pilihan untuk membeli obligasi pemerintah putaran ketiga atau tidak.

Pertemuan ini memiliki dua implikasi. Pertama, mungkin berarti mereka akan membahas lebih dalam mengenai langkah-langkah yang sudah mereka rencanakan. "Atau mereka akan membicarakan hal-hal yang belum mereka lakukan," ujar John Canally ekonom dari LPL Financial Corp.

Departemen Perdagangan mengumumkan, PDB AS meningkat 1% pada kuartal kedua, di bawah ekspektasi ekonom yang memprediksi PDB AS akan tumbuh 1,1%. "Meski masalah-masalah krusial masih mengancam, tapi secara fundamental perekonomian AS tidak secara permanen akan berada dalam kondisi buruk seperti dalam empat tahun terakhir ini," ujar Bernanke.

Bernanke menambahkan, semua itu memang butuh waktu, tapi ia berpendapat bahwa peringkat pertumbuhan perekonomian dan tingkat lapangan pekerjaan akan konsisten dengan fundamental ekonomi yang dimiliki AS saat ini.

Wall Street Akhir Pekan Ditutup Menguat

Headline
INILAH.COM, New York - Saham-saham AS berakhir menguat semalam, dengan Wall Street membukukan kenaikan mingguan pertama dari lima pekan.

Apresiasi terjadi setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengisyaratkan perekonomian tidak membutuhkan stimulus cepat.

"Kami kini berpikir, ekonomi AS akan meningkat," kata Ken Menara, analis senior di Quantitative Analysys Service, menyikapi pidato Bernanke. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 134,72 poin, atau 1,2% ke level 11.284,54, naik 4,3% dari penutupan Jumat pekan lalu lalu.

Indeks Standard & Poor 500 naik 17,53 poin, atau 1,5%, ke level 1.176,80, kenaikan mingguan 4,7%. Indeks komposit Nasdaq naik 60,22 poin, atau 2,5%, ke level 2.479,85, dan membukukan kenaikan mingguan 5,9%. [ast]

Defisiensi Modal, MIRA Masih Rugi Rp43,29 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) mengalami kerugian bersih sebesar Rp43,29 miliar pada semester 1-2011 atau turun dibanding kerugian pada periode yang sama 2010 sebesar Rp324,88 miliar.

Dalam laporan keuangan publikasi perusahaan disampaikan kerugian bersih semester 1-2011 ini dipicu beban pendapatan lain-lain sebesar Rp245,41 miliar pada semester 1-2011. Selain itu, beban administrasi juga naik menjadi Rp30,74 miliar dari Rp26,74 miliar tahun lalu. Penghasilan perusahaan pada tengah tahun 2011 juga turun menjadi Rp507,08 miliar dari Rp575,18 miliar tahun lalu. Kondisi ini menyebabkan perusahaan menderita rugi per saham sebesar Rp10,93.

MIRA juga masih mencatatkan kewajiban senilai Rp11,79 triliun pada semester 1-2011, sedang di sisi ekuitas terjadi defisiensi modal sebesar Rp3,61 triliun.