Jumat, 10 Juni 2011

KRAS Diincar Asing, Target 1350 Segera Tercapai

INILAH.COM, Jakarta- Saham PT Krakatau Steel (KRAS) diincar investor asing, sehingga target harga Rp1.350 pun diperkirakan segera tercapai.

Saat ini beredar kabar bahwa perusahaan baja terbesar di Jepang ingin membeli sebagian saham yang dimiliki oleh pemerintah melalui tender. Salah satu pelaku pasar “membisikkan” bahwa porsi yang akan dilepas pemerintah sekitar 5%. Hal ini memicu ekspektasi harga KRAS akan segera melonjak.

Laba bersih KRAS pada 2010 lalu mencetak angka Rp 1.062 triliun dan sebanyak 98%-nya akan dibagikan sebagai dividen senilai Rp1.051 triliun pada 15 Juli mendatang.

Mengenai proyek blast furnace yang ramai dibicarakan sebelumnya, pada akhirnya pihak KRAS berencana mengakuisisi salah satu perusahaan penambang batubara di Kalimantan Selatan untuk memasok kebutuhan batubara yang digunaka. Dana investasi akan didapatkan dari beberapa bank besar, salah satunya adalah Bank Mandiri.

Pada perdagangan Kamis (9/6) kemarin, KRAS ditutup di level Rp1.140 atau naik 20 poin (1,79%). Emiten ini diperdagangkan sebesar 52.46 juta lembar saham, senilai Rp58.53 miliar. [ast]

Saham MYRX Berpotensi Menuju Rp500

INILAH.COM, Jakarta - Fund manager asing dikhabarkan tengah memburu saham PT Hanson International Tbk (MYRX).

Hal ini terkait rumor mengenai keberhasilan perseroan dalam memenangkan proyek pengadaan tabung gas elpiji 3 kg. Selain itu, khabar Jinchuan menunjuk perseroan untuk menggarap tambang nikel dan tembaga juga ikut mendongkrak harga MYRX hingg ke level Rp500.

Pada perdagangan kemarin, saham MYRX ditutup stagnan di harga Rp220.

Diincar Asing, Cermati Saham DEWA

INILAH.COM, Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tengah diicar empat perusahaan tambang asing setelah memenangkan kontrak dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin.

Selain itu, harga DEWA relatif murah dan masih di bawah nilai buku sebesar Rp173 per saham. Due diligence pembelian saham tersebut diawaki Credit Suisse dan BOA Merrill Linch.

Pada perdagangan kemarin, saham DEWA ditutup turun 1 poin ke harga Rp114.

Bursa Australia Naik di Awal Perdagangan

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa Australia menguat pada awal perdagangan Jumat (10/6), menyusul rebound di pasar global.

Indeks acuan S & P / ASX 200 naik 0,9% menjadi 4.588,50. BHP Billiton Ltd menguat 1,0%, sedangkan rivalnya Rio Tinto Ltd naik 0,8%.

Sektor energi lebih kuat, dengan Karoon Gas Australia Ltd menguat 3,1%, Oil Search Ltd naik 1,7%, dan Origin Energy Ltd menguat 1,4%, setelah indeks patokan minyak mentah berjangka Nymex bergerak di atas US$ 102 per barel. [ast]

Bursa Jepang Rally, Susul Apreasiasi AS

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang naik dalam perdagangan Jumat (10/6) pagi, mengikuti kenaikan semalam di Wall Street. Saham kendaraan terapresiasi, menanti data kunci perdagangan China.

Indeks Nikkei Stock Average menguat 1,4% menjadi 9.596,86, sedangkan Topix naik 1,1% menjadi 821,98.

Dengan dolar yang naik tipis terhadap yen di level 80,35, membantu saham otomotif, seperti Toyota Motor Corp naik 2,1%, Honda Motor Co naik 1,4%, Nissan Motor Co naik 1,5%, dan Mazda Motor Corp naik 2,1%.

Pergerakan ini terjadi menjelang rilisnya data perdagangan Mei untuk mitra dagang utama Jepang, yakni China. [ast]

ELTY: Ada tiga perusahaan yang ingin bermitra

JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) masih sibuk mencari mitra strategis untuk mempercepat proyek propertinya. Satu proyek yang disiapkan ELTY untuk digarap bersama mitra strategis adalah Bukit Jonggol.

ELTY mengaku, sudah mendapatkan penawaran, setidaknya, dari tiga perusahaan, untuk menjadi mitra strategis di proyek Bukit Jonggol tersebut. "Ada yang perusahaan terbuka," ujar Kepala Hubungan Investor ELTY Nuzirman Nurdin, Kamis (9/6).

Namun hingga saat ini, perusahaan properti milik Grup Bakrie ini belum memutuskan bentuk kerjasama yang akan diambil. Nuzirman menjelaskan, selain mencari mitra strategis, masih ada kemungkinan ELTY memilih cara menjual langsung lahan yang ada.

Nuzirman mengakui, ELTY tidak sanggup jika harus mengelola sendiri lahan di Jonggol. Maklumlah, luas lahan ELTY di Jonggol mencapai 12.000 hektare (ha).

Lahan ini sendiri memang menjadi incaran banyak investor. Salah satu penyebabnya adalah rencana Pemerintah Daerah Bogor membangun jalan tol baru menuju Puncak dari Sentul. Jalan tol ini akan dibangun melewati Jonggol.

ELTY sendiri berniat membangun perumahan di kawasan ini. Selain itu, pengembang proyek Rasuna Epicentrum ini juga berencana membangun theme park yang diberi nama The Jungle Land.

ELTY nantinya tidak akan bersolo karier dalam mengelola taman hiburan tersebut. Di proyek ini, emiten properti itu juga berniat menggandeng mitra strategis.

Disneyland sempat disebut-sebut sebagai satu calon mitra strategis ELTY di proyek The Jungle Land. Namun emiten itu masih enggan mengomentari spekulasi tersebut. "Mendapatkan mitra strategis membutuhkan waktu," elak Hiramsyah S. Thaib, Presiden Direktur ELTY.

Sambil menunggu kepastian mitra strategis, ELTY akan memulai penggarapan proyek The Jungle Land. "Mungkin akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah bisa diumumkan mitra strategisnya siapa," ujar Hiramsyah.

Selain itu, banyak perusahaan properti yang menyatakan ketertarikan menjadi mitra strategis di proyek superblok Rasuna Epicentrum. Di kawasan ini ELTY memiliki lahan seluas 54 ha.

Saat ini luas kawasan yang sudah dikembangkan mencapai 30 ha. "Ada tiga sampai empat perusahaan yang berminat menjadi mitra di Rasuna Epicentrum. Mereka tertarik mengembangkan lahan dengan luas berkisar 3 sampai 8 ha," tutur Nuzirman.

Spekulasi yang beredar di pasar, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) termasuk satu perusahaan yang tertarik menjadi mitra ELTY dalam menggarap kawasan ini. Namun APLN membantah kabar tersebut.

Di sisi lain, tahun ini ELTY menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2,5 triliun. Saat ini, anak usaha Grup Bakrie ini telah menggunakan dana sekitar Rp 600 miliar.

Investor tak lagi cemas, bursa Asia tancap gas

Investor tak lagi cemas, bursa Asia tancap gas
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia dibuka menanjak. Beberapa pemicunya antara lain kian membaiknya tingkat kepercayaan konsumen AS sehingga meredakan kecemasan kalau pemulihan ekonomi global akan tersendat.

Pada pukul 09.30 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,6% menjadi 133,44. Kenaikan tersebut memperkecil penurunan bursa Asia pada minggu ini menjadi 0,4%.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS diantaranya: Honda Motor Co yang naik 1,6%, Toyota Motor Corp naik 2,1%, dan BHP Billiton Ltd yang naik 1%.

"Perekonomian AS belum begitu kuat, tapi kondisinya kian membaik. Investor saat ini tengah mencoba bertahan untuk mengempit aset-aset beresiko," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura Holdings Inc.

Lahan matang berlimpah, lahan baru BWPT siap tanam

Lahan matang berlimpah, lahan baru BWPT siap tanam
JAKARTA. Di tengah tren kenaikan permintaan dan harga minyak kelapa sawit (CPO), PT BW Plantation Tbk (BWPT) leluasa menggenjot produksi dengan menambah lahan tertanam dan membangun pabrik baru.

Emiten itu juga masih memiliki landbank yang luas. "BWPT bisa meraih margin tinggi karena usia pohon masih muda dan landbank masih berlimpah," kata Willy Gunawan, Analis Andalan Artha Securities, Selasa (7/6).

Pohon BWPT berusia rata-rata sepuluh tahun, sedang landbank yang belum ditanami per akhir kuartal pertama 95.000 hektar (ha).

Mengutip catatan Willy, lahan matang milik BWPT sudah 19.663 ha atau 36% dari total lahan emiten itu per akhir Maret 2011. Lahan tersebut bertambah dari 14.511 ha akhir tahun lalu.

Tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan BWPT sepanjang kuartal pertama bisa meningkat 51% di atas periode yang sama tahun lalu menjadi 11.748 ton.

Analis OSK Nusadana Securities Yuniv Trenseno juga memperkirakan, tahun ini BWPT akan mengalami pertumbuhan produksi tinggi, sebab 4.393 ha lahan yang ditanami tahun 2007 sudah mulai matang.

Yuniv optimistis, target manajemen melakukan penanaman baru seluas 10.500 ha bisa dicapai. Sampai akhir Maret, BWPT sudah melakukan penanaman baru seluas 2.395 ha. Luas penanaman baru bertambah 3.000 ha pada pertengahan April. "Pohon siap panen di tahun keempat setelah penanaman dan baru optimal di tahun kedelapan," ujar Willy.

BWPT juga berniat membangun pabrik baru di lokasi yang sama dengan dua pabrik yang sudah ada, yaitu Kalimantan Tengah. Pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersil akhir 2011, atau awal 2012 tersebut akan berkapasitas 30 ton per jam. Setelah pabrik itu beroperasi, total kapasitas produksi BWPT 135 ton per jam.

Inventory bertambah

Namun, analis Kresna Securities Gemilang Lim menyoroti harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) CPO BWPT yang lebih rendah dibanding emiten perkebunan lain. Kuartal pertama, ASP CPO BWPT hanya naik 21,2% menjadi Rp 7.877 per kg.

Menurut Gemilang, penyebabnya adalah penjualan di waktu yang salah. Penjualan lebih baik di kuartal dua akan mengonversi CPO berbobot 7.700 ton menjadi pendapatan Rp 55,5 miliar.

Yuniv juga menyoroti cadangan atau inventory BWPT yang cukup tinggi, mencapai 26%, lebih tinggi dibanding level normal 6,5%. "Jika inventory normal, seharusya laba bersih BWPT bisa lebih tinggi," kata dia.

Melihat potensi pertumbuhan BWPT, ketiga analis sama-sama memberi rekomendasi buy saham BWPT.

Target harga Gemilang yaitu Rp 2.025 mencerminkan rasio price to earning (PE) tahun ini 18,3 kali. Sedang Yuniv memasang target harga senilai Rp 1.333, yang mencerminkan rasio PE 16,9 kali.

Menurut Willy, harga saham BWPT di akhir 2011 bisa mencapai Rp 1.556, mencerminkan rasio saham terhadap labya berarti 19,1 kali. Sedangkan harga BWPT saat sesuai dengan potensi pertumbihan dan return perusahaan.

Harga BWPT, Kamis (9/6) tetap dari hari sebelumnya, Rp 1.200 per saham.

Indofarma berniat menggelar kuasi reorganisasi

JAKARTA. Bertambah satu lagi perusahaan yang berniat menggelar kuasi reorganisasi tahun ini. PT Indofarma Tbk (INAF) berencana melakukan kuasi reorganisasi tahun ini.

Dengan aksi korporasi tersebut, perusahaan farmasi ini berharap defisitnya bisa dihapus. "Defisit ini kebanyakan terjadi karena selisih mata uang," kata Djakfarudin Junus, Direktur Utama INAF, di Jakarta, Kamis (9/6).

Perusahaan farmasi yang banyak memproduksi obat generik ini akan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2010 sebagai dasar kuasi reorganisasi. Berdasarkan laporan keuangan itu, jumlah defisit saldo laba INAF mencapai Rp 87,7 miliar.

Djakfarudin menuturkan, dengan melakukan kuasi reorganisasi, nilai aset riil yang dimiliki emiten itu akan terungkap lebih jelas. Selain itu, dengan kinerja keuangan yang membaik, INAF juga bisa lebih bebas menjalankan aksi korporasinya. Djakfarudin berharap tahun depan perusahaan pelat merah ini bisa membagi dividen.

Namun, Djakfarudin menuturkan INAF masih berada di tahap awal kuasi reorganisasi. "Kami baru saja dalam tahap meminta persetujuan pemegang saham," ujar dia.

Jadi tak perlu heran jika INAF belum melakukan penilaian ulang alias revaluasi asetnya. Jadi perusahaan farmasi ini belum bisa memperkirakan bagaimana kondisi nilai aset dan kewajiban INAF setelah proses kuasi reorganisasi tuntas. Aksi korporasi INAF dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga 2011.

Selain berencana melakukan kuasi reorganisasi, INAF juga menyusun segepok rencana ekspansi tahun ini. Salah satunya adalah pembangunan pabrik di Cibitung.

Pabrik yang akan dibangun adalah pabrik Fixed Dose Combination (FCD), yang memproduksi obat anti tubercolusis (TBC). Nilai investasi pembangunan pabrik baru ini mencapai Rp 36 miliar.

Untuk pendanaan, INAF mengandalkan pinjaman perbankan. Sekitar 85% dari kebutuhan investasi akan dipenuhi dari pinjaman perbankan. "Saat ini kami sudah mendapat komitmen dari Bank Mandiri," ujar Djakfarudin. Sisa kebutuhan dana investasi akan dipenuhi dari dana kas internal.

RMBA tambah mesin baru demi mendorong kinerja 2011

RMBA tambah mesin baru demi mendorong kinerja 2011
JAKARTA. PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) terus berinovasi. Perusahaan rokok ini akan melakukan ekspansi melalui pengembangan proses produksi, termasuk pengembangan produk-produk baru.

RMBA bahkan sudah mempersiapkan produk baru. "Minggu depan kami akan meluncurkan produk baru," kata Andre Joubert, Group Chief Finance Officer RMBA, Kamis (9/6). Produk baru ini bernama Dunhill Switch.

Untuk menggulirkan agenda ekspansinya, RMBA akan membeli mesin produksi baru. Tujuan pembelian mesin baru itu apalagi kalau bukan memproduksi produk baru RMBA. Andre menolak membeberkan berapa detil nilai pembelian mesin ini.

Namun ia menegaskan penambahan mesin ini bukan untuk menambah kapasitas produksi. Saat ini, kapasitas produksi RMBA mencapai 35 miliar batang rokok per tahun. Jumlah tersebut masih lebih besar daripada volume penjualan di 2010 lalu yang sebesar 23,6 miliar batang.

Untuk penambahan mesin tadi, anak usaha British American Tobacco (BAT) ini menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) Rp 400 juta tahun ini. Belanja modal ini seluruhnya berasal dari kas internal. Sebagian besar capex digunakan untuk pembelian mesin.

Tahun ini RMBA juga harus menghadapi kenaikan harga cengkeh. Andre bilang, melejitnya harga cengkeh akan mempengaruhi kinerja industri rokok. Menurut data Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia, saat ini harga cengkeh Rp 130.000-Rp 135.000 per kilogram (kg). Padahal lazimnya harga cengkeh berkisar Rp 50.000-Rp 60.000 per kg.

Namun Andre tidak bersedia memaparkan seberapa besar tekanan harga cengkeh terhadap kinerja RMBA. "Tidak bisa menebak-nebak, lihat saja tahun depan," ujar dia.

Sekadar gambaran, selama ini biaya pembelian cengkeh mencapai sepertiga biaya pembuatan rokok. Karena itu, kenaikan harga cengkeh bisa mendorong harga rokok juga ikut naik.

Di kuartal satu 2011 volume penjualan rokok RMBA turun 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selama tiga bulan pertama 2011, penjualan rokok RMBA cuma 5,5 miliar batang.

Namun karena harga jual naik, RMBA bisa menikmati pertumbuhan nilai penjualan 9,31%. Total penjualan emiten itu di kuartal satu 2011 mencapai Rp 2,23 triliun.

Sedang laba bersih perseroan di kuartal 1-2011 sebesar Rp 111,67 miliar, naik 210,45% dari tahun sebelumnya. "Laba bersih naik signfikan karena kenaikan laba kotor naik, sedang biaya lain-lain mengalami turun," kata Andre. Ia menolak menyebut target pendapatan dan laba bersih RMBA tahun ini.

SIMP segera melunasi utang US$ 200 juta

SIMP segera melunasi utang US$ 200 juta
JAKARTA. Setelah sukses menggelar initial public offering (IPO), Kamis (9/6), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) memutuskan melunasi utang senilai US$ 200 juta di bulan ini. "Dananya menggunakan 51% hasil IPO," kata Paulus Moleonoto, Wakil Direktur Utama SIMP, Kamis (9/6).

Dari penawaran saham perdananya, SIMP menjala dana segar senilai Rp 3,48 triliun. Jadi, hasil IPO yang digunakan SIMP untuk melunasi utang sebesar Rp 1,77 triliun.

Paulus menjelaskan, utang ke bank lokal dan asing itu digunakan SIMP untuk mengakuisisi PT London Sumatra PP Tbk (LSIP) pada 2007 lalu. Porsi kepemilikan SIMP di LSIP mencapai 59,48%.

Berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2010, anak usaha IndoAgri Resources Ltd ini memiliki utang total Rp 8,78 triliun. Nilai utang perbankan mencapai Rp 1,8 triliun.

Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar Rp 940,39 miliar. "Kalau utang jatuh tempo di tahun ini bisa dilunasi, kami bisa mencari pinjaman untuk working capital," ujar dia.

Perusahaan yang memproduksi minyak goreng dengan merek dagang Bimoli itu, menganggarkan belanja modal di 2011 senilai Rp 2,2 triliun. Sebagian besar anggaran capital expenditure (capex) akan dipenuhi oleh dana hasil IPO.

Hulu sampai hilir

Perusahaan sudah memiliki berbagai agenda dengan capex tersebut. Sebesar Rp 150 miliar akan digunakan untuk membeli empat kapal tongkang pengangkut minyak sawit mentah. Saat ini, SIMP baru mempunyai tiga kapal.

Dalam dua tahun ke depan, emiten itu berniat memperluas lahan tanam tebu menjadi 18.000 hektare (ha). Saat ini, lahan tertanam tebu milik SIMP baru 11.000 ha.

Paulus menuturkan, dalam lima tahun perusahaan akan memperluas lahan perkebunan sawit menjadi 280.000 ha dari saat ini 204.000 ha. Target produksi juga akan ditingkatkan menjadi 75.000 ton.

Perusahaan setidaknya membutuhkan US$ 7.000 per ha untuk mengembangkan lahan sawit, membangun fasilitas dan pengolahannya.

SIMP tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan crude palm oil (CPO) di Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan. Masing-masing fasilitas pengolahan CPO itu ditargetkan selesai dibangun di tahun 2011 dan 2012.

Tiap pabrik dirancang memiliki kapasitas mengolah 40 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Dana yang dibutuhkan untuk kedua pabrik CPO itu Rp 250 miliar.

SIMP masih membutuhkan dana sekitar Rp 150 miliar untuk menambah sarana transportasi guna mengangkut CPO ke fasilitas penyulingan. SIMP juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik gula berkapasitas 8.000 ton tebu per hari (TCD). Rencananya, pembangunan akan selesai tahun ini.

Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Future, menilai wajar penggunaan hasil IPO SIMP. "Wajar jika melakukan IPO untuk membayar utang. Tujuannya, memperbaiki posisi keuangan," kata dia.

Meskipun pertumbuhan yang direncanakan tidak terlalu luar biasa, terutama di tengah harga CPO yang masih cenderung turun, Nico menilai prospek bisnis SIMP yang terintegrasi dari hulu ke hilir cukup baik.

Nico menargetkan, harga saham induk usaha LSIP ini Rp 1.500 per saham di akhir tahun 2011. Namun Nico mengingatkan investor berhati-hati karena situasi yang terjadi di pasar saat ini membuka peluang profit taking. Apalagi di hari perdagangan pertamanya, harga SIMP sudah meloncat 13,64% menjadi Rp 1.250.

Sekadar informasi, tahun ini, SIMP telah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi margarin, pengemasan minyak goreng, pergudangan serta riset dan pengembangannya di Tanjung Priok dengan nilai investasi Rp 165 miliar.

Sepanjang kuartal I-2011, perusahaan mencatat penjualan bersih Rp 2,9 triliun, sedangkan laba bersih Rp 527 miliar.

Ini dia sejumlah agenda penting yang diramal mempengaruhi pasar Asia hari ini

TOKYO. Sejumlah agenda penting ekonomi berikut diprediksi akan mempengaruhi pergerakan pasar mata uang dan obligasi Asia.

Jepang:
- Chief Cabinet Secretary Yukio Edano dan Finance Minister Yoshihiko Noda akan menggelar media briefings setelah pertemuan kabinet pagi ini.
- Hasil survei Bloomberg menunjukkan, Kementrian Perdagangan diprediksi akan melaporkan bahwa industri tertier Jepang bakalan naik 2,7% pada April dari bulan Maret. Data ini bakal dirilis pada pukul 08.50 waktu Tokyo.
- Pada pukul 08.50, the Bank of Japan akan merilis laporan mengenai corporate goods index pada Mei. Hasil survei menunjukkan, indeks akan naik 2,5% dibanding tahun sebelumnya.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 1,2% yang jatuh tempo Juni 2021 adalah 1,13%.

Korea Selatan:
- Bank sentral diprediksi akan menahan suku bunga acuan pada level 3%.

China:
- Hasil estimasi analis yang disurvei Bloomberg menunjukkan, tingkat surplus neraca perdagangan bakal melompat menjadi US$ 19,3 miliar pada Mei dari US$ 11,4 miliar pada April.
- China Development Bank akan menjual obligasi berjangkawaktu 10 tahun senilai 20 miliar yuan atau US$ 3,1 miliar.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 3,83% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 3,83%.

India:
- Analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, tingkat produksi industri akan tumbuh 5,6% pada April dibanding tahun sebelumnya.
- Pemerintah berencana menjual obligasi yang jatuh tempo 2018, 2021, dan 2027 senilai Rp 120 miliar rupe atau US$ 2,7 miliar.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 7,80% yang jatuh tempo April 2021 adalah 8,25%.

OPEC tahan produksi, harga minyak panas lagi

OPEC tahan produksi, harga minyak panas lagi
JAKARTA. Harga minyak mentah di pasar internasional kembali memanas. Kali ini penyebabnya adalah kegagalan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyepakati kenaikan kuota produksi minyak.

Nilai kontrak harian minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli 2011 di bursa New York, pada Kamis (9/6) pukul 17.00 WIB, meningkat 0,68% menjadi US$ 101,43 per barel.

OPEC memastikan kuota produksinya tidak berubah dari angka terakhir, yaitu 28,8 juta barel per hari.

Dalam penetapan kuota produksi terbaru, negara anggota OPEC terbelah dalam dua kubu. Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengusulkan kuota produksi ditambah sebanyak 1,5 juta barel per hari. Sedangkan Iran, Libia, Angola, Ekuador dan Aljazair menentang kenaikan produksi.

Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures, berpendapat, alasan OPEC mempertahankan kuota produksi karena mempertimbangkan kenaikan harga minyak selama ini bukan lantaran minimnya pasokan, tapi akibat spekulasi pasar.

Namun negara anggota OPEC seperti Libia menolak kenaikan produksi lantaran kapasitasnya terbatas akibat terbelit krisis politik. "Produksi mereka sudah maksimal. Jadi berat untuk menaikkan produksi," kata Nizar Hilmy, Analis Harumdana Berjangka.

Para analis memperkirakan, harga minyak mentah hingga akhir tahun nanti bakal menanjak. Selain dipicu langkah OPEC yang batal menaikkan produksi, harga minyak bakal terkerek oleh permintaan yang mulai meningkat.

Apalagi, Departemen Energi Amerika Serikat (AS) melaporkan persediaan minyak mentah mengalami penurunan paling tajam sejak Desember tahun lalu. Stok minyak mentah di AS menyusut 4,85 juta barel menjadi 369 juta barel, per pekan lalu.

Ibrahim memprediksi, harga minyak mentah bisa menyentuh lagi US$ 110 per barel di akhir tahun ini. "Departemen Energi AS menyebutkan permintaan minyak dunia akan naik menjadi 89,18 juta barel per hari selama kuartal ketiga nanti," imbuh dia.

Menurut Nizar, kenaikan harga minyak membebani keuangan sejumlah negara dan menghambat pertumbuhan. "Inflasi meningkat dan harga emas terangkat," ujar dia.

Tingkat ekspor AS tembus rekor, Wall Street menghijau

Tingkat ekspor AS tembus rekor, Wall Street menghijau
NEW YORK. Setelah enam hari ditransaksikan melorot, Wall Street kemarin malam berhasil ditutup dengan lonjakan. Salah satu penyebabnya, tingkat ekspor Negeri Paman Sam menembus rekor. Tidak hanya itu saja, tingkat kepercayaan konsumen AS juga kian membaik.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's naik 0,7% menjadi 1.289. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 12.124,36.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS diantaranya: Mosaic Co dan CF Industries Holdings Inc dengan kenaikan masing-masing 4,2%. Selain itu, American International Group Inc naik 2,9%, dan Brown-Forman Corp naik 2%.

"Pasar saham dilanda aksi jual. Kita mendapatkan beberapa berita positif di tengah data ekonomi yang lemah dalam beberapa minggu terakhir. Kinerja perusahaan masih kuat," jelas James Dunigan, chief investment officer PNC Wealth Management.

BI: Jangan Khawatir Berlebihan Soal Penguatan Rupiah

Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta penguatan rupiah terhadap dolar AS hingga ke titik tertingginya dalam 7 tahun terakhir tidak dikhawatirkan. Penguatan kurs terjadi tidak hanya di mata uang rupiah tetapi di beberapa negara lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (9/6/2011).

"Tingkat rupiah sampai hari ini masih dalam kisaran perkiraan kita yang bermanfaat untuk menurunkan imported inflation tanpa mengganggu sumber pertumbuhan ekonomi khususnya ekspor," jelas Hartadi.

Menurut Hartadi, adanya penurunan surplus current account alias neraca pembayaran yang terjadi dewasa ini lebih banyak diakibatkan oleh meningkatnya impor bahan bakar akibat tingginya konsumsi bahan bakar dalam negeri.

"Demikian pula menguatnya Rupiah hingga mencapai historical level ini juga akibat melemahnya US$ terhadap seluruh mata uang dunia sehingga kita tidak perlu khawatir yang berlebihan terhadap berkurangnya daya saing," katanya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap sempat mencapai nilai yang terkuatnya selama 7 tahun belakangan, yakni sempat di level Rp 8.500/US$ pada awal pekan ini.

Pada perdagangan Kamis (9/6/2011) kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.521 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.515 per dolar AS.

(dru/qom)

IHSG Siap Ikuti Rebound Global

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 19 poin merespons keputusan BI menahan BI Rate dalam rangka menghadapi ancaman risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi. Dana asing pun mulai kabur dari bursa.

Pada perdagangan, Kamis (9/6/2011), IHSG melorot 19,634 poin (0,51%) ke level 3.806,187. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 4,421 poin (0,65%) ke level 673,385.

Penguatan bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa menjadi sentimen positif yang akan mendorong penguatan IHSG. Pada perdagangan Jumat (10/6/2011), IHSG diprediksi akan bergerak menguat lagi meski belum terlalu signifikan.

Tadi malam bursa Wall Street akhirnya berhasil menguat setelah 6 hari berturut-turut mengalami tekanan. Sentimen positif datang dari catatan ekspor AS selama April yang cukup kuat, sehingga menggerus kekhawatiran investor seputar pelemahan ekonomi AS.

Pada perdagangan Kamis (9/6/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 75,42 poin (0,63%) ke level 12.124,36. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,44 poin (0,74%) ke level 1.289,00 dan Nasdaq menguat 9,49 poin (0,35%) ke level 2.684,87.

Bursa Jepang juga langsung ikut menguat. Mengawali perdagangan Jumat akhir pekan ini, indeks Nikkei-225 dibuka langsung menguat 125,10 poin (1,32%) ke level 9.592,25.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak melemah didorong oleh melemahnya bursa regional. Dipertahankannya BI Rate juga tidak mampu menahan indeks dari area negatif. Investor asing juga diindikasikan memilih untuk mengamankan keuntungan yang telah diperoleh. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas. Belum ada sentimen positif yang dapat menyebabkan indeks mengalami rebound besar. Disisi lain pasar juga masih dibayangi oleh wacana kenaikan harga BBM menyusul terus tingginya harga minyak mentah di pasar internasional. Kisaran support-resistance 3.786-3.819.

eTrading Securities:

IHSG kemarin kembali ditutup di zona merah untuk kedua harinya dengan turun 19.6 point (-0.51%) ke level 3,806.19 menyusul sentimen negatif dari bursa global dan regional yang mengalahkan berita tingkat suku bunga BI yang dipatok tetap di level 6.75%. Total transaksi tercatat sebanyak 10.7 juta lot atau setara dengan Rp 4.9 triliun dengan hampir seluruh sektor mengalami penurunan kecuali sektor agriculture.

Tercatat sebanyak 75 saham mengalami kenaikan, 144 saham mengalami penurunan, 102 saham tidak mengalami perubahan dan 126 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. BUMI, BORN, TBIG, KRAS dan SMMA sementara yang menjadi pemberat bursa a.l. ASII, BBRI, SMAR, BMRI dan TLKM. Asing sendiri tercatat melakukan net sell sebesar Rp577 miliar pada pasar reguler dengan saham yang paling banyak di jual adalah BUMI, TLKM, BMRI, INDF dan PGAS.

Secara teknikal, pergerakan indikator masih menunjukkan sinyal bearish bagi IHSG melihat MA 5 dan MA 10 yang berpotensi membentuk deathcross sementara stochastic dan RSI masih bergerak downtrend. Pada perdagangan hari ini (10/6), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3,781-3,825 dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BORN, INTP, dan KRAS.

Indosurya:

Pada perdagangan Jumat (10/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.778-3.792 dan resistance 3.824-3.843. Candle IHSG yang kembali melemah,kemarin membentuk candle spinning tops di posisi bawah. Pola ini memberikan gambaran kekuatan daya beli masih menahan kekuatan daya jual yang masih ingin menekan harga. Diharapkan bisa terjadi pola reversal. IHSG juga masih terlihat mengalami pola konsolidasi dengan kecenderungan masih sideways . MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju ke area oversold setelah tertahan penguatannya. Meski belum banyaknya sentimen positif, IHSG mendapatkanangin segar dari penguatan bursa saham Eropa dan AS. Diharapkan menghijaunya dua kawasan bursa saham tersebut mampu berimbas positif bagi IHSG. Investor bisa kembali mencermati saham-saham yang sudah terdiskon harganya.

(qom/qom)

Data Ekspor AS Akhiri 'Paceklik' di Wall Street

New York - Musim 'paceklik' di bursa Wall Street berakhir. Saham-saham akhirnya berhasil menguat setelah 6 hari berturut-turut mengalami tekanan. Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat lebih dari 1%, namun analis belum meyakini rebound tersebut akan berkesinambungan.

Sentimen positif datang dari catatan ekspor AS selama April yang cukup kuat, sehingga menggerus kekhawatiran investor seputar pelemahan ekonomi AS. Sementara lonjakan harga minyak mentah dunia telah mampu mendongkrak harga saham material dan energi.

Pada perdagangan Kamis (9/6/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 75,42 poin (0,63%) ke level 12.124,36. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,44 poin (0,74%) ke level 1.289,00 dan Nasdaq menguat 9,49 poin (0,35%) ke level 2.684,87.

Data menunjukkan defisit perdagangan AS menyusut secara tajam selama April menjadi US$ 43,7 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 46,8 miliar. Menyusutnya defisit itu disebabkan karena tingginya ekspor dan anjloknya impor.

Sejumlah analis mengatakan, lonjakan ekspor AS selama April dapat membantu revisi kenaikan pertumbuhan PDB AS pada kuartal II-2011, sehingga mampu menaikkan ekspektasi pelemahan ekonomi.

Namun keyakinan investor tersebut masih dibayangi kekhawatiran perjalanan ekonomi AS, setelah berakhirnya kebijakan quantitative easing Bank Sentral AS sebesar US$ 600 miliar.

"Setelah melemah selama 6 hari berturut-turut, pasar sedang mencari alasan untuk berbalik arah dan ini diperoleh dari data perdagangan," ujar Steve Blitz, ekonom senior ITG seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2011).

"Tapi Anda tidak bisa mengambil satu hari dan mengambil kesimpulan bahwa pelemahan pasar sudah berakhir," tambahnya.

Namun volume perdagangan masih tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,31 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun ini yang sebesar 7,59 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Kamis, 09 Juni 2011

Astra & BRI Pangkas IHSG 0,51% Sore Ini

alt
JAKARTA: IHSG sesi II ditutup turun 19,63 poin atau 0,51% ke posisi 3.806,19 sore ini dari level penutupan kemarin di 3.825,82.

Indeks harga saham gabungan bergerak pada rentang 3.797,16 - 3.829,81.

Dari 426 saham perusahaan yang menopang indeks, hanya 54 di antaranya yang menguat, sementara 165 lainnya tertekan dan 207 sisanya tidak bergerak.

Sejumlah saham yang memotori penurunan indeks dengan mengontribusi negatif adalah Astra International sebesar 4,28 poin, lalu Bank Rakyat Indonesia 2,87 poin, Bank Mandiri 2,71 poin, dan SMART 1,69 poin.

Saham-saham yang menahan laju penurunan indeks dengan memberi kontribusi positif adalah Bank Central Asia sebesar 1,43 poin, lalu Bumi Resources 1,22 poin, Adaro Energy 0,94 poin, dan Tower Bersama 0,40 poin.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral yang ada di BEI memberikan kontribusi negatif dipimpin oleh sektor finansial sebesar 35,07%, lalu infrastruktur dan utilitas 17,22%, aneka industri 16,94%, consumer goods 16,00%, jasa dan perdagangan 18,54%, industri dasar dan kimia 5,13%, serta pertambangan 2,79%.

Sementara itu, Indeks BISNIS-27 juga ditutup melemah 2,32 poin (0,71%) ke level 326,59 sore ini dari posisi 328,91 kemarin. BISNIS-27 bergerak pada rentang 325,83 - 329,12. (er)

Sampoerna Agro bagi dividen Rp108/saham

JAKARTA: PT Sampoerna Agro Tbk akan membagikan dividen tunai tahun fiskal 2010 sebesar Rp108 persaham dengan jumlah Rp204,12 miliar atau 45% dari laba bersih perseroan tahun lalu.

Tahun lalu, dividen yang dibagikan sebesar Rp45 per lembar saham atau 30% dari laba bersih 2009 sebesar Rp281,77 miliar.

Direktur Utama Sampoerna Agro Ekadharmajanto Kasih mengatakan dividen tunai akan dibayarkan pada 18 Juli 2011 kepada seluruh pemegang saham perseroan.

"Sebesar Rp10 miliar ditetapkan sebagai dana cadangan dan sekitar 2% dari laba atau Rp9 miliar akan didonasikan kepada Yayasan Putera Sampoerna [Putera Sampoerna Foundation]," katanya dalam paparan publik hari ini.

Sementara sisanya sebesar Rp228,59 miliar akan dibukukan sebagai saldo laba untuk mendukung pengembangan usaha perseroan dan anak-anak perusahaan perseroan.

Sepanjang 2010, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp452 miliar atau naik dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp282 miliar.(faa)

Ditekan Asing, IHSG Ditutup Turun 0,46%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (9/6) ditutup melemah 0,46% ke level 3.808,04.

Kekhawatiran pelemahan ekonomi global masih terimbas ke pasar saham Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini. Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke pada Selasa (7/6) waktu New York mengakui ekonomi AS melambat tetapi tidak memberikan saran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan. Hal ini memicu kejatuhan Wall Street dan bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Investor asing pun terlihat keluar dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp677,18 miliar. Sebanyak 168 saham tercatat turun, 103 saham stagnan, dan 70 saham naik.

Volume perdagangan sebanyak 2,19 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,99 triliun. Indeks LQ45 turun 0,6% ke level 673,72, sedang JII turun 0,55% ke level 525,61.

Di Asia, Shanghai turun 1,71%, Hang Seng turun 0,23%, Seoul turun 0,57%, sedang Nikkei naik 0,19%, KLSE naik 0,04%.

Saham-saham yang turun tajam sore ini adalah DSSA turun 5,53%, ASII turun 1,17%, MBAI turun 2,19%, SMAR turun 6,12%, AALI turun 1,7%, dan GGRM turun 0,76%.

Sedang saham-saham yang naik tajam sore ini adalah MLBI yang naik 2,01%, DLTA naik 1,26%, PBRX naik 9,04%, SIMP naik 13,63%, PBRX-W naik 33,33%, dan MAPI naik 2,85%.

ELTY Bidik Mitra Strategis

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) tengah melakukan pembicaraan dengan calon mitra strategis untuk pengembangan proyek Rasuna Episentrum untuk luas lahan sekitar tiga hingga delapan hektar.

"Kita terus melakukan pembicaraan dengan tiga hingga empat calon mitra strategis. Calon mitra strategis ada konsorsium, perusahaan non listed dan perusahaan terbuka," tutur Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib, Kamis (9/6).

Hiramsyah menambahkan, pengembangan proyek yang dilakukan untuk apartemen dan perkantoran. Saat ini belum ditentukan bentuk kerjasama. Tapi pihaknya menginginkan dalam bentuk kemitraan.

Sebelumnya PT Bakrieland Development Tbk dikabarkan akan menjual lahan sekitar 20 hektar di Rasuna Episentrum kepada salah satu perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Head of Investor Relation ELTY Nuzirman Nurdin, perseroan memilih menggandeng mitra strategis untuk pengembangan proyek agar biaya lebih kecil dan pemasaran, pengelolaan resiko, dan berhubungan dengan good corporate governance (GCG).

Selain itu, perseroan juga menggandengan tiga mitra strategis untuk pengembangan proyek 12 ribu hektar lahan di Jonggol. Sebelumnya perseroan telah menggandeng Societe Stracbourg untuk proyek Jonggol. [cms]

Teknikal: Investor masih bisa ambil gain dari momentum IPO SIMP

Teknikal: Investor masih bisa ambil gain dari momentum IPO SIMP
JAKARTA. Sejak resmi tercatat di lantai bursa tadi pagi, saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) terus melejit. Hingga pukul 15.41 WIB, saham anak usaha Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini sudah melonjak 13,64% ke posisi 1.250 per saham, dari level pencatatan awal di Rp 1.100 per saham.

Managing Research Indosurya Asset Management Rheza Priyambada menyebut, dari sisi fundamental laporan keuangan, perseroan menunjukkan kinerja yang bagus. Perusahaan punya aktivitas bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman hingga pengolahannya.

Namun, lanjut Rheza, dari sisi teknikal, jika dilihat dari pergerakan hari ini, belum sepenuhnya bisa dikatakan saham ini bisa naik lagi. Selain itu, pergerakan SIMP hari ini diuntungkan dengan tren pelemahan mayoritas harga saham yang terjadi.

Dia menilai, saham ini berhasil melejit pada hari pertama listing karena diapresiasi bagus investor. Di saat sebagian investor melakukan cut loss pada saham lain atau menunggu saham berbalik arah, mereka berusaha meminimalkan kerugian dengan mengejar keuntungan dari IPO SIMP. "Biasanya, saham pertama IPO kalau sudah diapresiasikan bagus oleh investor pasti naik di hari pertamanya," urai Rheza.

Selain itu, harga perdana SIMP ini terbilang undervalued, jika dibanding saham grup Indofood lain, seperti Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) saat listing. "Sekarang harganya sudah naik 150 poin atau sekitar 13,64%, sudah di atas target gain IPO sebesar 10%," sebutnya.

Rheza memperkirakan, karena SIMP reli kencang di hari pertama, maka kalaupun besok masih bisa menguat, akan mulai terbatas. Dia bilang, kalau melihat kisaran harga yang ditawarkan kemarin, dan kondisi perusahaan serta animo investor, maka dalam 1-3 bulan bisa menyentuh Rp 1.400 per saham.

Adapun, untuk jangka pendek, rentang support di Rp 1.100 - Rp 1.170, dan rentang resistance di Rp 1.280 hingga Rp 1.300 per saham.

Menurut Rheza, investor jangka pendek bisa langsung merealisasikan keuntungan, jika sudah masuk di harga opening Rp 1.200 atau Rp 1.100. "Setelah itu ketika melemah bisa kembali mengakumulasi. Lumayan ambil gain momentum IPO di tengah pelemahan mayoritas harga saham," sarannya.

BI Rate Ditahan, IHSG Melorot 19 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 19 poin menyusul pernyataan BI menahan BI Rate dalam rangka menghadapi ancaman risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi. Dana asing pun mulai kabur dari bursa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.521 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.515 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 3,731 poin (0,09%) ke level 3.822,090. Bursa regional tak mampu memberi dorongan karena masih terpuruk di zona merah.

Indeks sempat terbantu oleh saham perdana PT Salim Ivomas Tbk (SIMP) yang sempat menguat sampai di posisi Rp 1.230 per lembar. Ini membuat IHSG naik ke posisi tertingginya di 3.829,812.

Namun Investor lebih pilih berhati-hati dengan mengamankan portofolionya sebelum keluar pernyataan Bank Indonesia (BI) soal penetapan BI Rate. Indeks pun langsung kembali jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 14,134 poin (0,36%) ke level 3.811,687 akibat makin tingginya tekanan jual. Banyak investor mengamankan portofolionya jelang pengumuman BI Rate.

Meski BI memutuskan untuk menahan BI Rate di 6,75% dan menyatakan tekanan inflasi cenderung turun namun IHSG tetap tak beranjak dari jeratan zona merah. Indeks malah semakin jatuh dan nyaris tinggalkan level 3.800.

Menutup perdagangan, Kamis (9/6/2011), IHSG melorot 19,634 poin (0,51%) ke level 3.806,187. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 4,421 poin (0,65%) ke level 673,385.

BI mengingatkan agar investor mewaspadai sejumlah risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi dalam negeri. Hal ini membuat investor asing segera melarikan dananya keluar lantai bursa.

Investor asing yang melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sejak siang tadi kini nilainya menjadi semakin besar, yaitu Rp 694,991 miliar di seluruh pasar.

Tekanan jual pun melanda saham-saham unggulan sehingga hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa melemah. Hanya sektor agrikultur yang masih mampu menguat tipis.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 107.738 kali pada volume 5,361 miliar lembar saham senilai Rp 4,913 triliun. Sebanyak 82 saham naik, 153 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Keluarnya data ekonomi China yang tidak sesuai ekspektasi membuat bursa-bursa di Asia tertekan, terutama bursa saham China dan Hong Kong. Hanya bursa Jepang yang mampu mengakhiri pelemahan dan berhasil cetak rebound tipis.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 46,97 poin (1,71%) ke level 2.703,32.
  • Indeks Hang Seng melemah 51,80 poin (0,23%) ke level 22.609,83.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 17,69 poin (0,19%) ke level 9.467,15.
  • Indeks Straits Times turun tipis 0,71 poin (0,02%) ke level 3.102,27.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 7.000 ke Rp 355.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 120.000, Salim Ivomas (SIMP) naik Rp 150 ke Rp 1.250, dan Pan Brothers (PBRX) naik Rp 145 ke Rp 2.025.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 850 ke Rp 14.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 58.800, Multibreeder (MBAI) turun Rp 550 ke Rp 24.500, dan SMART (SMAR) turun Rp 450 ke Rp 6.900.
(ang/dnl)

Investor Buru Saham, Bursa Eropa Dibuka Naik

Medium
INILAH.COM, London - Saham Eropa naik pada Kamis (9/6) pagi, menghentikan penurunan enam sesi karena para investor kembali memburu saham setelah terjadi penjualan akibat melemahkan data terakhir ekonomi AS dan komentar Federal Reserve.

Mengutip Reuters, saham tambang termasuk yang berkinerja terbaik setelah terjadi penjualan dengan STOXX Europe 600 Basic Resources index naik. FTSEurofirst 300 indeks naik setelah ditutup ke level terendah dalam tiga bulan pada hari Rabu.

Investor akan melihat hasil pertemuan Bank Sentral Eropa, di mana Presiden Jean-Claude Trichet diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Juli mendatang. "Pasar telah berhenti menjual, meskipun dalam waktu dekat mungkin bisa memantul. Saya tidak memperkirakan itu menjadi intensif. Dalam menghadapi moderating data ekonomi dan tingkat mungkin meningkat, saya tidak akan mengharapkan pasar dengan banyak keuntungan, "kata Gerard Lane, strategist di Shore Capital.

Sampoerna Agro Ganti Komisaris

JAKARTA: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sampoerna Agro Tbk menyetujui pengunduran diri Mak Ping On dari kedudukannya sebagai komisaris perseroan.

Selanjutnya posisi tersebut akan diisi oleh Umar Bin Abdullah (Dilip Kumar S/O Kumar) untuk masa jabatan yang sama dengan sisa jabatan yang digantikannya.

Direktur Utama Sampoerna Agro Eka Dharmajanto Kasih mengatakan pergantian tersebut berlaku efektif sejak penutupan rapat yang digelar tadi pagi.

"Tapi tidak mengurangi hak dari RUPS untuk sewaktu-waktu memberhentikannya sebelum masa jabatannya berakhir," katanya usai RUPS, hari ini.

Mak Ping On menjabat sebagai komisaris perseroan sejak 2008. Dia juga bekerja sebagai Global Head of Engineering and Human Resources of PT Sampoerna Strategic. Sebelumnya, Mak Ping On pernah berkarir sebagai Direktur di Coca-Cola Central Pacific pada 1990-1994.

Selain itu, lanjut Eka, RUPS juga menyetujui pengangkatan Achmad Hadi Fauzan sebagai direktur perseroan untuk jangka waktu 5 tahun menggantikan Chang Poh Sang yang telah memasuki usia pensiun.

Rapat juga menetapkan paket remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2011 dengan jumlah remunerasi maksimal Rp300 juta per bulan gross untuk seluruh anggota dewan komisaris.

Investor Asing Siap Lepas 30% Saham Bank Mayapada US$ 300 Juta

Gb
Jakarta - Beberapa pemegang saham asing PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) berniat melepas sekitar 30% kepemilikan sahamnya dengan total dana sekitar US$ 200-300 juta.

Menurut Direktur sekaligus Sekretaris Korporasi MAYA Bambang Raharjo, keputusan penjualan saham tersebut merupakan kewenangan pemegang saham. Perseroan tidak akan ikut terlibat dalam penjualan tersebut.

"Kalau mereka mau jual kan itu keputusan mereka. Kalau sesuai peraturan Bapepam kan mereka lakukan dulu baru setelah itu lapor ke kita dan kita bikin keterbukaan informasi," katanya kepada detikFinance, Kamis (9/6/2011).

Menurutnya, sampai saat ini perseroan belum mendapat informasi mengenai hal tersebut. Namun, jika ada informasi yang perlu disampaikan ke publik, bank swasta itu akan segera mengumumkannya.

Dua dari pemegang saham yang sudah pasti akan melepas sahamnya di Bank Mayapada adalah Avenue Capital Group yang saat ini memegang 19,4% saham, dan Harmony Capital Partners yang memegang 3,8%, sebuah perusahaan keuangan berbasis di Asia yang didirikan oleh mantan bankir Merrill Lynch, Suresh Withana.

Selain itu, ada beberapa yang dikabarkan juga berniat melepas saham Bank Mayapada adalah Wingfield Global Trading Pte Ltd yang memiliki saham sebanyak 7,68%.

Avenue dan Harmony membeli saham Bank Mayapada berbarengan dengan Dubai Ventures, salah satu anak usaha Dubai Group. Ketiganya membeli 34,6% saham Bank Mayapada di 2007 dengan nilai sekitar US$ 60 million.

Sementara Dubai Ventures sendiri sudah melepas kepemilikan sahamnya di MAYA di 2010 lalu. Dengan meroketnya saham-saham bank sejak awal tahun ini, para fund manager asing ini berharap bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan.

Nilai 30% saham Bank Mayapada ini diprediksi bisa mencapai US$ 200-300 juta. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 15.02 waktu JATS, harga saham MAYA naik 50 poin (5,88%) ke level Rp 900 per saham. Sahamnya baru diperdagangkan satu kali sebanyak dua lot dengan nilai Rp 9 juta.
(ang/dnl)

Bakrieland Tidak Bagi Dividen

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) tidak membagikan dividen 2010.

"Tidak bagi dividen 2010. Laba bersih 2010 akan digunakan untuk pertumbuhan perusahaan karena momentum tumbuh lebih baik di industri properti pada 2011," tutur Head of Investor Relation ELTY Nuzirman Nurdin, Kamis (9/6).

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp178,7 miliar dan pendapatan sebesar Rp1,36 triliun pada 2010.

Dalam RUPST ini juga mengangkat susunan komisaris antara lain Presiden Komisaris Bambang Hendradi, Komisaris dijabat oleh Supartono dan Armansyah Yamin, dan Komisaris Independen dijabat oleh Lukman Purnomosidi dan Kanaka. Sedangkan susunan direksi antara lain Hiramsyah Thaib dan Achmad Amri Aswono Putro. [cms]

PTBA akan bayar dividen final Rp 456,37 per saham

PTBA akan bayar dividen final Rp 456,37 per saham
JAKARTA. Tahun ini, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan pembagian dividen total sebesar 60% dari laba tahun 2010. Itu artinya perusahaan pelat merah itu akan membagikan dividen senilai Rp 523,12 per saham, atau total sejumlah Rp 1,205 triliun.

"Sebenarnya, kita ajukan dividen 40%, tapi yang disetujui 60% dalam RUPS," kata Direktur Utama PTBA Sukrisno di Jakarta, Kamis (9/6).

Sebelumnya PTBA sudah membagikan dividen interim senilai Rp 66,75 per saham pada 29 Desember 2010. Maka, sisa dividen final yang masih akan dibayarkan kepada pemegang saham senilai Rp 456,37 per saham.

Ini merupakan dividen payout ratio terbesar yang pernah dibagikan perseroan.

Aliran Modal Masuk Deras, Rupiah Makin Perkasa

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tren menguatnya nilai tukar rupiah masih akan berlanjut meskipun pada tingkat yang lebih terbatas sejalan dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing. BI mencatat selama bulan Mei 2011 nilai tukar rupiah menguat 0,33% ke level Rp 8.536/US$.

Demikian disampaikan BI setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juni 2011 seperti disampaikan Kepala Biro Perencanaan Strategis BI Benny Siswanto dalam siaran persnya, Kamis (9/6/2011).

"Pada bulan Mei 2011 rupiah menguat 0,33% (ptp) ke level Rp 8.536/US$ dengan volatilitas yang tetap terjaga. Tren apresiasi nilai tukar rupiah tersebut sejalan dengan upaya BI untuk meredam tekanan inflasi," ungkap Benny.

Inflasi tersebut, lanjut Benny khususnya tekanan dari imported inflation dengan tetap mempertimbangkan terus dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. BI memandang bahwa penguatan nilai tukar rupiah sejalan dengan tren apresiasi mata uang di kawasan Asia. "Dan tidak memberikan tekanan pada kinerja ekspor, seperti terlihat pada tetap kuatnya pertumbuhan ekspor sejalan dengan masih tingginya harga komoditas internasional dan kuatnya permintaan luar negeri," ungkapnya.

Cadev Kokoh di US$ 118,1 Miliar

BI juga mengungkapkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2011 diperkirakan masih akan mencata surplus yang relatif besar. Menguatnya kegiatan ekonomi domestik dan eksternal telah mendorong kenaikan impor terutama migas untuk memenuhi konsumsi BBM dalam negeri.

"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan surplus transaksi berjalan dibanding triwulan sebelumnya," katanya.

Di sisi transaksi modal dan finansial, persepsi positif investor terhadap semakin kuatnya fundamental perekonomian Indonesia ditegah menariknya imbal hasi mendorong tingginya penanaman modal asing (FDI) sertal aliran investasi portofolio.

"Sejalan dengan itu, cadangan devisa pada akhir Mei 2011 tercatat sebesar US$ 118,1 miliar atau setara dengan 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

(dru/ang)


RMBA bagi dividen total senilai Rp 188,2 miliar

JAKARTA. PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) akan membagikan dividen sebesar Rp 188,2 miliar, pada 20 Juli 2011.

"Nilai dividen Rp 26 per saham," ujar Direktur RMBA Chirdianto Tedjawidjaja, Kamis (9/6).

Dividen tersebut mengambil porsi 86% dari total laba bersih perseroan tahun lalu yang mencapai Rp 218,6 miliar. Sisa laba bersih sebesar Rp 30,4 miliar dimasukkan sebagai saldo laba perseroan.

Adapun, hingga perdagangan pukul 13.59 di Jakarta, saham RMBA di perdagangkan di level Rp 860 per saham. Dengan mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungkan dividen yang bakal diterima setiap pemegang saham sekitar 0,03% per saham.

Reli minyak mentah picu kenaikan harga CPO hingga 1,2%

Reli minyak mentah picu kenaikan harga CPO hingga 1,2%
KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) menguat seiring reli minyak mentah, dan murahnya harga CPO setelah terkoreksi tiga hari terakhir.

Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Malaysia Derivatives Exchange (MDE) naik hingga 1,2% ke level RM 3.355 atau setara US$ 1.111 per metrik ton, dan mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 3.334.

Trader dari Sprint Exim Pte. Rajesh Modi menyebut, minyak sawit mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah semalam. "Ada semacam short covering pada level ini, yang membalikkan dari penurunan harga sebelumnya," ujarnya.

Minyak mentah reli untuk hari ketiga di New York setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak gagal mencapai kesepakatan mengenai target produksi untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir. Minyak WTI untuk pengiriman Juli di pada perdagangan elektronik bursa NYMEX naik ke level US$ 101,25 per barel, pada pukul 12.39 waktu Singapura. Naiknya harga minyak meningkatkan daya tarik minyak nabati sebagai bahan biofuel.

Investor juga terpicu membeli CPO, setelah harganya terkoreksi hingga menyentuh level terendah dalam tiga pekan.

Chief Executive Officer Sime Darby Bhd Bakke Mohd Salleh mengekspektasikan harga minyak sawit tetap berada di atas RM 3.000 per metrik ton hingga akhir tahun ini. Dia melihat harga CPO akan didukung naiknya permintaan dari India dan Timur Tengah.

Namun, Modi bilang, CPO mungkin akan pada tren downward, karena kenaikan produksi dari Indonesia dan Malaysia.

ANTM ajukan deviden 30%-50%

ANTM ajukan deviden 30%-50%
JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan mengajukan dividen tahun buku 2010 sebesar 30% hingga 50% dari laba bersih. Hal tersebut dikatakan Direktur Utama ANTM Alwin Syah Loebis di Jakarta, Kamis (9/6).

"Tahun lalu kita bagikan dividen 40%," kata Alwin. Sebelumnya kementerian BUMN sempat menyebut untuk sektor tambang diharapkan dapat memberikan kontribusi dividen sebesar 50%.

Alwin bilang, jika pemerintah ingin dividen sebesar 50% maka ANTM tidak akan keberatan. "Ya semua terserah pemerintah, kita hanya mengajukan," lanjutnya.

Masuknya SIMP Dukung Saham INDF?

Medium
INILAH.COM, Jakarta- Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) diyakini masih prospektif. Salah satunya didukung saham pendatang baru PT Salim Ivomas Pratama (SIMP).

Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, saham konsumsi INDF masih menarik. Dominasi pasar mie domestik sebesar 80%, eksposur ke CPO, penguatan rupiah dan proses restrukturasi hutang (deleveraging) menjadi katalis positif untuk perseroan. Apalagi ada ekspansi margin pada semester dua 2011 akibat kenaikan harga mie instan. “Saya rekomendasikan beli untuk INDF dengan target harga dapat mencapai Rp5.650,”ujarnya, Kamis (9/6).

Sedangkan Yualdo Yudoprawiro, analis dari Samuel sekuritas mengatakan, sentimen positif bagi INDF beradal dari penawaran saham perdana (IPO) anak usahanya, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) hari ini. “Rekomendasi beli untuk INDF, dengan target harga dapat mencapai Rp6.000,” ujarnya.

Seperti diketahui, SIMP hari ini melantai di Bursa Efek Indonesia dengan menerbitkan 3.163 miliar saham atau 20%, dengan harga penawaran di Rp1.100 per saham, level bawah dari kisaran awal Rp1.060 - 1.700 per saham.

Dari dana sebesar Rp3,35 triliun yang diperoleh dari IPO tersebut, sebesar Rp1,77 triliun atau 51% akan digunakan untuk membayar utang.Utang yang akan dilunasi oleh perseroan pada tahun ini adalah sebesar USD200 juta. Adapun utang bank yang akan dilunasi yaitu utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan bank asing lainnya.

Kemudian 39% membiayai belanja modal Divisi Perkebununan yaitu untuk program penanaman baru dan pemeliharaan tanaman, serta pembangunan fasilitas pengolahan beserta saran dan prasarana dalam kurun waktu lima tahun. Sedangkan 10% untuk membangun fasilitas produksi dan pembelian kapal transportasi divisi Minyak Goreng & Lemak Nabati.

Semula, SIMP merupakan anak perusahaan yang 90% sahamnya Indofood Agri Resources Ltd (IFAR), perusahaan yang dimiliki INDF secara tidak langsung sebanyak 57,8%. INDF juga memegang 8.4% langsung di SIMP. Namun setelah IPO, kepemilikan IFAR di SIMP akan terdilusi dari 90% menjadi 72%, dimana kepemilikan langsung INDF sebesar 8,4% akan terdilusi menjadi 6,7%.

Yualdo optimistis, IPO SIMP dapat menjadi katalis positif bagi INDF, terlihat dari kenaikan saham INDF sejak pemberitaan rencana IPO SIMP pada Februari lalu. Apalagi pascaIPO, SIMP akan punya net gearing yang lebih rendah sebesar 0,27 kali. “Kondisi ini akan memungkinkan perusahaan dan atau Grup memiliki alternatif pendanaan di masa depan untuk keperluan ekspansi,” katanya.

Menurutnya, dengan harga penawaran sebesar Rp1.100 per saham, SIMP akan diperdagangkan pada PE 2011 sebesar 9,9 kali (asumsi laba bersih SIMP 2011 sebesar Rp1, 757 miliar) terdiskon dibandingkan emiten perkebunan lainnya pada PE rata-rata 11,76 kali.

Ia pun yakin, SIMP akan menguat pada hari pertama pencatatan, karena pasar akan menyesuaikan dengan nilai wajarnya. Berdasarkan perhitungan, nilai wajar saham adalah Rp1.788 per saham, potensi kenaikan 63% dari harga penawaran.

Pada penutupan perdagangan Kamis (9/6) siang ini, SIMP diperdagangkan di level Rp1.220, atau naik 10,9% dari harga penawaran. Sedangkan INDF berada di level Rp5.250, atau turun 0,9% dari posisi penutupan kemarin. [mdr]

BI Rate Tetap di 6,75%

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada hari ini memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap yaitu sebesar 6,75 persen.

Adapun alasan untuk mempertahankan BI Rate di level tersebut karena Dewan Gubernur memandang kondisi perekonomian terus meningkat yang disertai dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing dan tren penguatan nilai tukar rupiah.

"Tekanan inflasi cenderung menurun, khususnya dengan berlanjutnya koreksi harga pangan" ungkap Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Benny Siswanto di Jakarta, Kamis (8/6/2011)

Dia menambahkan untuk kedepannya BI akan tetap mewaspadai sejumlah risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas makroekonomi, khususnya masih akan berlanjutnya arus modal asing pada tahun 2012.

Dia menyatakan BI juga akan terus memperkuat penerapan pada pengendalian bauran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial lanjutn, dengan penekanan pada pengendalian aliran masuk modal asing dan likuiditas domestik, disamping apresiasi rupiah yang sejalan dengan tren apresiasi nilai kawasan Asia.

(and)

Bursa Eropa Diperkirakan Dibuka Mixed

Headline
INILAH.COM, London - Saham Eropa diperkirakan akan dibuka mixed Kamis (9/6), diakibatkan investor mengambil sikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa.

Mengutip Reuters, Indeks FTSE diperkirakan akan dibuka naik 1 poin, DAX Jerman stabil, dan CAC 40 di Perancis turun 6 poin. Komentar ketua Federal Reserve Ben Bernanke tentang masih bearishnya perekonomian AS terus menjadi perhatian investor. Analis bahkan lebih memperkirakan aksi jual di tengah-tengah ketidakpastian.

FTSE London ditutup turun 55,76 poin menjadi 5.808,89 pada hari Rabu, indeks DAX turun 43,02 poin ke 7.060,23 dan indeks FTSEurofirst ditutup turun 0,9 persen ke 1.094,33. Di AS, saham berakhir lebih rendah untuk sesi keenam pada Rabu, setelah publikasi terbaru dari Fed's latest Beige Book, yang menyoroti tanda-tanda perlambatan di beberapa daerah.

Di Asia, saham jatuh untuk hari keenam berturut-turut pada hari Kamis karena investor menepi dari aset berisiko karena tanda-tanda pelemahan ekonomi global.

Pertemuan Dewan Pemerintahan ECB di Frankfurt pada Kamis pagi diikuti oleh pengumuman suku bunga pada 12:45 waktu London, dengan konferensi pers pada 13:30. Di Inggris Bank of England juga diperkirakan mengumumkan keputusan suku bunga pada 12:00. Di Jerman, ECB dan Federal Reserve Bank of New York akan mengadakan konferensi bersama untuk pendekatan alternatif guna memodelkan risiko sistemik dan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble akan menyampaikan pidato di sebuah konferensi DIW and Bundesbank pada pukul 10:30. Data penggajian Prancis kuartal pertama akan diumumkan pukul 6:30 waktu London.