Rabu, 14 September 2011

Seluruh sektor terbenam, IHSG tersungkur di zona merah pada sesi I

JAKARTA. Walapun sempat dibuka di zona hijau, namun Indeks Harga Saham Gabungan tersungkur ke zona merah pada akhir perdagangan sesi pertama. IHSG ditutup jatuh 1,75% ke level 3.807,159. Koreksi ini mengekor kejatuhan hampir seluruh bursa saham di kawasan Asia.

Sebanyak 203 saham memerah, dan hanya 29 saham yang berhasil reli. Sedangkan, 50 saham lainnya belum beranjak dari level penutupan kemarin.

Seluruh sektor yang diperdagangkan terbenam, dengan pelemahan terbesar pada sektor perdagangan yaitu sebesar 2,34%. Diikuti, sektor keuangan yang jatuh 2,32%, dan sektor industri dasar yang tumbang 2,22%.

Hingga siang ini, transaksi di bursa melibatkan 2,809 milair saham. Adapun, nilai perdagangan mencapai Rp 2,323 triliun.

Saham Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) yang tumbang 16,13% ke Rp 260 menempati posisi wahid top losers di siang ini. Diikuti, saham Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang tersungkur 13,61% ke Rp 165, dan Wicaksana Overseas Int.Tbk (WICO) yang jatuh 10,94% ke Rp 57.

Sementara, saham-saham yang masih menempati deretan top gainers, diantaranya Equity Development Invesment Tbk (GSMF) yang melejit 27,78% ke Rp 115. Lalu, saham Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) yang melambung 26,87% ke Rp 85, juga Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) yang naik 23,94% ke Rp 880.

Seiring Regional, IHSG Sesi I Ditutup Turun 1,7%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (14/9) sesi I ditutup melemah 67,62 poin atau 1,7% ke 3.807,16. Volume perdagangan 2,8 miliar saham senilai Rp2,1 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 215 saham turun, 33 saham naik dan 52 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell hingga Rp542,1 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp929,5 miliar dan pembelian asing sebesar Rp367,3 miliar.

Indeks JII trun 8,3 poin ke 527,02, indeks ISSI turun 1,8 poin kee 123,94 dan indeks LQ45 turun 13,9 poin ke 666,63. Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan yang turun hingga 45,6 poin ke 2.871, disusul sektor industri dasar 23,5 poin ke 1.230 dan sektor perkebunan turun 20,9 poin ke 2.255.

Pelemahan ini seiring dengan bursa Asia seperti indeks Hang Seng turun 1,3% ke 18.775, indeks Nikkei turun 0,8% ke 8.545, indeks Shanghai turun 0,5% ke 2.458 dan indeks ASX turun 1,01% ke 4.031.

Pilih Saham Berfundamental Positif dan Likuid

INILAH.COM, Jakarta – Koreksi indeks siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Namun, saham yang berfundamental baik dan didukung likuiditas tinggi bisa menjadi pilihan.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, indeks saham domestik akan melemah hingga penutupan sore nanti. Dalam pola pivot point, support indeks berada di level 3.769. Sebab, support di level 3.843 dan 3.812 sudah ditembus

“Sedangkan level resistance-nya, menurut dia, berada di level 3.843 yang sebelumnya jadi level support. Resistance berikutnya 3.918,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (14/9).

Menurutnya, kerontokan IHSG dipicu oleh kekhawatiran pasar atas depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam hingga level 8.794 per dolar AS hingga pukul 11.30 WIB dari posisi kemarin 8.650-an per dolar AS. Kondisi itu membuat pelaku pasar di bursa saham panik. Padahal, pada sesi pembukaan, indeks berada pada teritori positif.

“Selama rupiah masih mengalami depresiasi, IHSG akan bertahan di zona negatif. Berbeda halnya, jika koreksi rupiah terjadi secara perlahan, maka pelemahan IHSG pun bakal berkurang,” timpalnya.

Dalam situasi ini, Alfiansyah menyarakan pasar untuk mencermati saham yang berfundamental baik dan mendapat dukungan dari tingginya likuiditas di sektor pertambangan batu bara dan metal, perbankan, infrastruktur jalan tol, konsumsi makanan dan grup Astra.

Saham-saham pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA), PT Indo Tambang Raya (ITMG) dan PT Bumi Resources (BUMI). Lalu, PT Timah (TINS) dan PT Aneka Tambang (ANTM).

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indoensia (BBNI). PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) seiring rencana kenaikan tarif tol hingga 13% yang pengelolanya lebih banyak dikuasai JSMR.

Lalu, PT Astra Internasional (ASII) dan PT Astra Agro Lestari (AALI). PT London Sumatera Plantation (LSIP). Dalam kondisi market koreksi tajam, grup Astra reversal naiknya lebih cepat. PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). “Saya rekomendasikan buy on weakness atau buy near support untuk semua saham itu,” imbuh Alfian.[ast]

Buntuti Rupiah, IHSG Ikut Terpuruk

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terpuruk menyusul jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ambruknya bursa-bursa Asia juga memberi sentimen negatif.

Rupiah yang pagi tadi dibuka Rp 8.660 per dolar AS sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di Rp 8.938 per dolar AS pada sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara hingga siang ini rupiah berada di posisi Rp 8.789 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 14,168 poin (0,36%) ke level 3.888,951. Investor masih mencermati perkembangan krisis utang Eropa.

Indeks hanya berhasil mendaki hingga ke posisi 3.897,313 sebelum akhirnya terjun dan mendarat di posisi terendahnya 3.795,729. Indeks pun betah berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (14/9/2011), IHSG ambles 67,624 poin (1,75%) ke level 3.807,159. Sementara Indeks LQ 45 turun 13,913 poin (2,05%) ke level 666,631.

Gejolak yang terjadi di pasar uang berimbas ke pasar modal, investor juga ramai-ramai melakukan aksi jual. Tekanan jual sangat terasa di saham-saham bank.

Seluruh indeks sektoral pun melemah, dengan rata-rata koreksi lebih dari satu persen. Pelemahan ini dipimpin oleh sektor perdagangan yang melemah hampir 2,5%.

Investor asing mulai 'kabur'dari pasar modal dalam negeri, transaksi asing hingga siang ini terpantau melakukan jual bersih dengan nilai lebih dari setengah triliun.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 89.723 kali pada volume 2,809 miliar lembar saham senilai Rp 2,322 triliun. Sebanyak 32 saham naik, sisanya 215 saham turun, dan 52 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia kini berbalik arah ke zona merah, hanya bursa saham China yang masih kuat naik tipis. Investor masih khawatir akan krisis utang AS dan Eropa.

Meski sudah ada beberapa langkah yang akan dilakukan AS dan Eropa untuk memperbaiki stabilitas keuangan di negara-negaranya, namun hingga saat ini belum ada bukti nyata yang bisa meyakinkan investor.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 4,29 poin (0,17%) ke level 2.475,60.
  • Indeks Hang Seng anjlok 255,15 poin (1,34%) ke level 18.775,39.
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 92,39 poin (1,07%) ke level 8.524,16.
  • Indeks Straits Times melemah 6,34 poin (0,23%) ke level 2.723,03.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Central Omega (DKFT) naik Rp 400 ke Rp 3.550, Goodyear (GDYR) naik Rp 250 ke Rp 9.750, Duta Pertiwi (DPNS) naik Rp 170 ke Rp 880, dan Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 67.750, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 22.550, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 14.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 44.100.
(ang/dnl)

Rupiah 'Terkapar' Dimainkan Spekulan

Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif, hanya dalam beberapa jam sempat jatuh ke posisi Rp 8.900 per dolar AS. Pergerakan rupiah dimainkan oleh spekulan.

"Ada spekulan saja, cari untung sesaat," kata Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing kepada detikFinance, Rabu (14/9/2011).

Menurutnya, gejolak yang terjadi di pasar uang ini hanya jangka pendek. Investor latah karena banyak yang melepas rupiah.

"Ada shock jangka pendek di market saja, gejolak short term," ungkapnya.

Rupiah yang pagi tadi dibuka Rp 8.660 per dolar AS sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di Rp 8.938 per dolar AS pada sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara hingga perdagangan pukul 11.26 WIB rupiah berada di posisi Rp 8.789 per dolar AS.

Secara terpisah, Juru Bicara Bank Indonesia (BI) Difi Ahmad Johansyah mengatakan, gejolak rupiah ditimbulkan karena pengaruh eksternal. Ia mengatakan BI akan waspada terhadap perkembangan pasar hari ini.

"Kita (BI) tetap menjaga kestabilan makro ekonomi yang selama ini terus terjaga," ujarnya.
(ang/dnl)

Rupiah Ambles ke Rp 8.900 per Dolar AS

Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jatuh cukup dalam hanya dalam beberapa jam saja. Rupiah sempat ambles hingga ke posisi Rp 8.900 per dolar AS.

Rupiah yang pagi tadi dibuka Rp 8.660 per dolar AS sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di Rp 8.938 per dolar AS pada sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara hingga perdagangan pukul 11.26 WIB rupiah berada di posisi Rp 8.789 per dolar AS.

Menurut Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing, jatuhnya rupiah terjadi karena ada shock jangka pendek di pasar uang atas krisis di AS dan Eropa yang berkepanjangan.

"Ini ada gejolak short term saja, cadangan devisa masih oke kok," ujarnya kepada detikFinance, Rabu (14/9/2011).

Dengan demikian, menurut Pardomuan, tidak ada dana asing dalam jumlah besar yang lari keluar dari tanah air. Gejolak ini pun hanya bersifat jangka pendek.
(ang/dnl)

BUMI Habiskan Dana Eksplorasi US$ 4,96 Juta

Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) habiskan belanja operasional atau operational expenditure (opex) sebanyak US$ 4,966 juta untuk eksplorasi hingga Agutus. Dalam satu bulan terakhir, BUMI sudah habiskan US$ 529.225.

Menurut Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava, anggaran yang ada untuk eksplorasi tahun ini sebesar US$ 7,788 juta. Sampai Agustus, tersedia anggaran yang bisa dihabiskan sebanyak US$ 5,133 juta, sementara yang sudah terpakai US$ 4,966 juta.

Sementara untuk anggaran Agustus tersedia US$ 618.807, yang sudah terpakai US$ 529.225. Eksplorasi dilakukan oleh dua anak usahanya, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Gallo Oil (Jersey), Ltd. (Gallo).

Kaltim Prima Coal melakukan kegiatan pengeboran di daerah Pit Melawan, Inul East, dan Pit Tania. Jumlah meter total yang telah selesai dilakukan adalah 17.542,75 meter, terdiri dari 29 lubang terbuka dan 15 lubang inti.

Sedangkan Gallo saat ini sedang melakukan persiapan pemboran satu sumur eksplorasi di Block R2 dan Blok 13 di Yaman. Sampai saat ini belum ada hasil pengujian yang dperoleh Gallo karena belum ada aktivitas eksplorasi yang dilakukan.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.52 waktu JATS, harga saham BUMI turun 125 poin (-4,58%) ke level Rp 2.600 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 718 kali dengan volume 52.125 lot senilai Rp 69,504 miliar.
(ang/dnl)

Tunggu Solusi Yunani, Dolar di Asia Menguat

Medium
INILAH.COM, Sydney - Kurs dolar naik terhadap mata uang utama lainnya di Asia pada Rabu (14/9). Investor beralih ke greenback dengan krisis utang Eropa yang menekan pasar global.

Indeks dolar , DXY naik 0,23% mecapai 77,01 dari 76,925 di perdagangan AS pada Selasa atau Rabu (14/9) dini hari. Saat ini, dolar dinilai sebagai aset yang aman saat gejolak pasar dan perjuangan Eropa keluar dari krisis utang, seperti dikutip dari marketwatch.com.

"Suasana yang mendasari pasar masih terasa dengan kemungkinan kondisi berbalik di Eropa seperti euro tiba-tiba turun," tulis Credit Agricole.

Kekhawatiran default Yunani, Kanselir Jerman, Angela Mergel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy serta Perdana Menteri Yunani, George Papndreou dijadwalkan akan bertemu hari ini.

"Sentimen masih melemah untuk euro dan kekhawatiran yang masih menekan pasar," kata ahli strategi valas di Royal Bank of Canada.

IMF: Dana Pensiun Dipaksa Beli Aset Berisiko

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Dana pensiun berkantung tebal dan asuransi dapat meningkatkan investasi mereka di ekuitas dan aset berisiko lainnya di negara berkembang dan maju karena mereka berjuang dengan bunga historis rendah di pasar industri, IMF mengatakan pada hari Selasa (13/9).

Dana Pensiun Kanada, Jerman, Jepang, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat, yang biasanya bergantung pada investasi tradisional yang aman seperti obligasi, berada dalam bahaya karena tidak mampu menutupi utang mereka terhadap penerima manfaat, sebagian karena suku bunga rendah, IMF mengatakan dalam Global Financial Stability Report seperti dikutip Reuters.

Laporan lengkap akan dirilis pada 21 September. Dana pensiun dan asuransi merupakan kendaraan yang ditinggalkan karena investasi yang aman secara tradisional di negara-negara industri menghasilkan sedikit atau tidak ada karena secara historis suku bunga rendah, kata IMF. Salah satu cara untuk mencoba menghindari kekurangan itu harus menjadi lebih agresif dan pindah ke aset berisiko, kata Laura Kodres, asisten direktur departemen moneter dan pasar modal IMF.

Sampai sekarang, dana pensiun enggan untuk meningkatkan kepemilikan aset berisiko. "Sejauh ini tampaknya mereka takut untuk bergerak," kata Kodres.

Namun survei IMF, sekitar seperlima responden mengharapkan eksposur risiko yang lebih tinggi dalam portofolio mereka dalam tiga tahun ke depan. Investasi di pasar negara berkembang dipandang sebagai cara untuk meningkatkan pengembalian portofolio tanpa mengambil risiko berlebihan.

Laporan itu mengatakan dana kekayaan milik negara saat ini sebesar $4,7 triliun di aset, sedang cadangan nilai tukar mata uang asing internasional totalnya sekitar $ 10 triliun. Bersama-sama, nilai properti dan dana cadangan devisa berjumlah sekitar seperempat aset di bawah manajemen investor institusi swasta, kata IMF.

Sejak tahun 2009 krisis keuangan global, sovereign wealth fund manajer semakin memversifikasi portofolio mereka dengan meningkatkan investasi di ekuitas dan aset alternatif, biasanya dibiayai oleh uang tunai, dan pada tingkat lebih rendah kepemilikan di pendapatan tetap, kata IMF.

IMF memperkirakan penempatan cadangan inti memnutuhkan keseimbangan dalam ekonomi pasar antara $3-4,4 triliun, menyisakan $ 1,0 -2,3 triliun untuk diinvestasikan di luar mandat tradisional lebih seperti sovereign wealth funds. IMF mengatakan aset-aset alternatif seperti komoditas, real estate, infrastruktur dan investor hedge fund semakin menarik perhatian, tapi sejauh ini ada sedikit bukti perubahan yang signifikan ke arah itu.

Sementara perusahaan asuransi diwajibkan untuk memegang sebagian besar aset mereka di tempat yang aman, hasil investasi rendah, mereka mungkin menjadi lebih agresif dengan sisa portofolio mereka, yang dapat menyebabkan investasi lebih agresif di pasar negara berkembang adalah aset lebih kecil atau alternatif. "Meskipun ini tampaknya lebih berisiko dari luar, setelah Anda telah menempatkan mereka ke dalam portofolio yang benar-benar dapat mengurangi risiko portofolio," kata Kodres.

Salah satu perhatian dengan aset alternatif adalah investor mungkin tidak keluar dengan mudah pada saat terjadi gejolak, IMF mengatakan, seraya menambahkan bahwa sudah waktunya bagi negara-negara pasar berkembang untuk memperkuat sistem keuangan mereka.

Analis: Faktor krisis Eropa picu rupiah melemah tajam hari ini

Analis: Faktor krisis Eropa picu rupiah melemah tajam hari ini
JAKARTA. Isu krisis Eropa menggerus otot rupiah hari ini. Pada pukul 10.51 WIB, rupiah tercatat melemah 1,7% ke level Rp 8.863 per dollar AS. Ini level terlemah sejak Februari 2009.

Analis mata uang PT Commonwealth Bank Tbk Mika Martumpal menyebut, pelemahan tajam rupiah yang terjadi saat ini lebih dipicu faktor krisis Eropa yang menyebabkan dollar AS menguat. Menurutnya, masalah di Eropa sampai saat ini masih belum ada titik temu, dan ada kemungkinan Jerman dan Perancis menyerah terhadap program bailout Yunani.

Namun Mika bilang, dari sisi fundamental Indonesia tidak ada faktor negatif yang signfikan. "Memang saham dan harga obligasi melemah, tapi masih relatif kecil penurunannya," terang Mika.

Dia juga menilai pelemahan rupiah ini lebih cenderung ke arah penyesuaian. Selama ini, rupiah cenderung bertahan dan bergulir di kisaran 8.500 - 8.600, di saat mata uang lainnya sudah melemah tajam terhadap dollar AS. "Karena kita terlambat dibanding yang lain, sehingga pelemahan kali ini terlihat sangat besar," ujarnya.

Mika memprediksi, pelemahan rupiah saat ini sudah mendekati titik puncak atau sudah oversold. Dia memperkirakan, hari ini, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah (USD/IDR) akan bergulir di kisaran 8.700 hingga 8.900.

Regional mulai melemah, IHSG masih dibuka di zona hijau

Regional mulai melemah, IHSG masih dibuka di zona hijau
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibuka menguat pagi ini, meskipun sebagian besar bursa di kawasan regional mulai melemah. IHSG tercatat reli 0,17% ke level 3.880,691 hingga pukul 9.59 WIB.

Sejumlah 87 saham berhasil menguat, berbanding 39 saham yang melemah. Sedangkan, 91 saham lainnya masig stagnan.

Reli sembilan sektor yang diperdagangkan menopang otot bursa. Adapun, kenaikan paling besar terjadi pada sektor konstruksi sebesar 0,39%. Sementara, sektor yang masih melemah yaitu sektor perdagangan yang turun 0,12%.

Saham Equity Development Invesment Tbk (GSMF) yang melonjak 28,89% ke Rp 116, menempati posisi teratas top gainers pagi ini. Diikuti, Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) yang melejit 23,94% ke Rp 880, dan Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) yang maju 23,88% ke Rp 83.

Sementara, deretan top loser diisi oleh saham Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang jatuh 8,66% ke Rp 116, dan Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang jatuh 4,71% ke Rp 182.

Bursa Asia tertopang kabar positif perbankan Perancis

Bursa Asia tertopang kabar positif perbankan Perancis
TOKYO. Bursa saham Asia menguat setelah kecemasan investor terkait kesulitan akses pendanaan perbankan Perancis mereda. Hal itu mengurangi kekhawatiran terjadinya pembekuan pada pasar kredit yang disebabkan krisis utang Eropa.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% ke 118,56 pada pukul 10.01 di Tokyo, setelah di sempat jatuh 0,3%. Adapun, indeks Kospi tercatat tumbang 1,21% ke level 1.790,93. Sementara,

Adapun, indeks Nikkei 225 reli 0,5, dan indeks S & P/ASX 200 naik 0,7%. Lalu, indeks Shanghai menguat 0,30%, dan Straits Times Index naik 1,10%. Sedangkan, indeks Kospi turun 0,6%, setelah ditutup selama dua hari sebelumnya ketika indeks MSCI Asia Pacific tumbang 2,1%.

Namun, pada Agustus, indeks regional Asia tercatat anjlok sekitar 8,6%. Ini penurunan yang terbesar sejak Mei 2010. Koreksi indeks terjadi di tengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global seiring meluasnya krisis utang Eropa, dan setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang AS.

Chief Executive Officer Societe Generale Frederic Oudea mengungkapkan, potensi kerugian bank di Perancis akibat utang Eropa bisa dikelola. "Di bank kami, eksposure utang rendah. Kami memiliki banyak topangan likuiditas dan bisa menyesuaikan diri dengan pengurangan dana di pasar uang," kata Oudea.

Matt Riordan dari Paradice Investment Management Pty. menilai, saham melambung cukup banyak di saat semua mata masih tertuju pada Eropa.
"Kuncinya, bagaimana pemerintah mengelola sisi negatifnya, yaitu bagaimana mereka merestrukturisasi utang Yunani dan menopang bank-bank mereka," ujar Matt di Sydney, hari ini.

Saham Emas Australia Siap Bersinar

Headline
INILAH.COM, Sydney - Harga emas telah memecahkan rekor. Namun, kinerja saham emas di Australia gagal bersinar. Bagaimana pandangan beberapa analis atas prospek di sektor ini.

Harga emas telah melonjak hampir 30% tahun ini. Kombinasi kekhawatiran tentang krisis utang Eropa, pertumbuhan ekonomi global yang lamban dan berkurangnya kepercayaan pasar, telah mendongkrak harga emas beberapa bulan terakhir.

Berkembangnya ketidakpastian telah memicu daya tarik safe haven logam. Aksi beli emas besar-besaran oleh bank sentral, termasuk China, India, Meksiko dan Korea Selatan, juga berkontribusi pada reli harga emas.

Pada saat yang sama, indeks emas S&P/ASX200 Australia telah turun hampir 4%. Sedangkan acuan S&P/ ASX 200 yang lebih luas anjlok 14%. Demikian menurut data dari FactSet.

Andrew McLeod, analis riset di Limestreet Capital, fund sumber daya Australia yang mengecualikan indeks kelas berat BHP Billiton Ltd BHP dan Rio Tinto Ltd mengaku telah melihat reli harga emas secara signifikan. Namun, pihaknya belum melihat apresiasi pada saham emas.

"Kami memiliki bobot yang solid untuk sektor emas dan lebih mendukung emas saat ini ketimbang dana tunai. Namun, karena ketidakterkaitan komoditas emas dan saham sekarang, kita berpikir ada kesempatan besar dalam sektor itu, "kata McLeod. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Ia menambahkan, bank sentral kini hampir kehabisan tumpukan uang tunai, dan semua orang yang khawatir tentang kekayaan sebenarnya, mencoba mengurangi eksposur ke mata uang yang ditakutkan. "Pasar yang lebih luas hanya gugup bahwa investasi akan berhenti sepenuhnya."

UBS baru-baru ini menaikkan prediksi emas, karena kondisi saat ini dinilai lebih matang untuk pertumbuhan harga logam mulia tersebut. Menurut UBS, pemburukan pasar seperti penularan krisis utang zona euro akan menyebabkan emas semakin digunakan sebagai garis pertahanan terhadap datanngnya hasil pasar yang negatif.

"Dengan persaingan berbagai aset alternatif, uang baru akan mengalir ke pasar emas selama bulan ke depan dan 2012, dan ini akan memiliki implikasi harga yang signifikan," kata ahli strategi.

UBS menaikkan harga rata-rata emas 2011 dari US$ 1.500 per ons menjadi US$ 1.665 per ounce. Perkiraan untuk 2012 juga telah ditingkatkan, dari US$ 1.380 per ons, menjadi US$ 2.075 per ounce. Selain itu, UBS juga mengumumkan kenaikan signifikan untuk prediksi saham emas, dengan kenaikan pendapatan rata-rata laba fiskal rata 2012 mencapai 67%.

Penjelajah yang berbasis di Afrika Barat, Perseus Mining Ltd adalah pilihan utama broker. Selain memilih Adamus Resources Ltd dan sektor kelas berat Newcrest Mining Ltd di bursa Australia.

"Kami masih menyukai Perseus dan berharap adanya pemberian rating jangka pendek karena perusahaan telah mencapai status produsen. Adamus Resources juga telah mencapai kesepakatan positif dengan Endeavour yang terdaftar di TSX dan Newcrest Mining basis aset kelas dunia," kata UBS .

McLeod juga mengutarakan pandangan optimis terhadap Perseus Mining. Namun, Ia juga menjagokan Noble Mineral Ltd, penjelajah Afrika Barat lain yang diharapkan beralih ke produksi akhir tahun ini, dan Integra Mining Ltd, produsen berbiaya rendah dengan eksplorasi atas ke bawah. "

Saham Integra Mining dan Noble Minerals telah reli lebih dari 30% dalam tiga bulan terakhir, sementara Perseus Mining naik lebih dari 60%. "Jika mencari yang unggul, Anda akan terlibat dengan perusahaan kapitalisasi kecil, yang lebih dimanfaatkan untuk harga emas sebenarnya dan aset lebih kecil untuk beralih. Kami melihat banyak nilai di sektor ini, " tutup McLeod. [ast]

Bakal Rebound, IHSG Dibuka Naik 0,37%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (14/9) ini dibuka naik 0,37% ke level 3.889,21 setelah selama 3 hari terakhir telah terkoreksi 3,2% seiring sentimen negatif dari bursa global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, beberapa saham yang telah terkoreksi signifikan dalam 3 hari terakhir khususnya sektor banking seperti BBRI (-8%), BMRI (-4,8%) dan BDMN (-7,2%). Samuel Sekuritas memprediksi level resistance indeks hari ini berada di level 3.917.

Bursa AS kembali ditutup menguat semalam seiring kembali membaiknya sentimen di Eropa khususnya dibantahnya spekulasi bank-bank di Perancis mulai mengalami masalah likuiditas dan kesulitan pendanaan dalam basis dolar AS. Bursa Eropa khususnya saham-saham sektor banking di Perancis ditutup menguat semalam terkait sentimen ini. Harga komoditas kembali bergerak menguat semalam dengan minyak kembali menembus level US$90/barel meski harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,4% dan Timah +0,8.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka menguat meski tidak sesignifikan penguatan bursa global semalam dan bursa Korea dibuka melemah.

Sebanyak 89 saham tercatat naik pagi ini, sedang 12 saham turun, dan 56 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,52% ke level 684,12, sedang JII naik 0,54% ke level 538,3.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 208,44 juta saham pagi ini dengan nilai transaksi sebanyak Rp134,92 miliar. Asing masih menyisakan penjualan kemarin pada pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp21,93 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ITMG naik 1%, UNVR naik 1,75%, PTBA naik 1,06%, AALI naik 0,68%, INTP naik 1,01%, dan EXCL naik 1,96%.

Beli Saham Tol dari MTFN, 'Speculative Buy' BNBR

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), unit usaha Grup Recapital, menjual 25% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Proses penjualan tersebut akan rampung pada akhir September. Namun Manajemen belum menyebutkan nilai akuisisi tersebut. Setelah itu, BNBR akan menguasai 100% saham ruas tol Cimanggis – Cibitung dari sebelumnya 75%.

Pembebasan lahan akan dimulai pada 3Q11 sampai 2Q13 dan konstruksi akan dimulai pada 2014. "Kami pun merekomendasikan speculative buy untuk saham BNBR," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Rabu (14/9).

3 Hari Terkoreksi,IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (14/9) ini berpotensi rebound setelah selama 3 hari terakhir telah terkoreksi 3,2% seiring sentimen negatif dari bursa global.

Beberapa saham yang telah terkoreksi signifikan dalam 3 hari terakhir khususnya sektor banking seperti BBRI (-8%), BMRI (-4,8%) dan BDMN (-7,2%). Samuel Sekuritas memprediksi level resistance indeks hari ini berada di level 3.917.

Bursa AS kembali ditutup menguat semalam seiring kembali membaiknya sentimen di Eropa khususnya dibantahnya spekulasi bank-bank di Perancis mulai mengalami masalah likuiditas dan kesulitan pendanaan dalam basis dolar AS. Bursa Eropa khususnya saham-saham sektor banking di Perancis ditutup menguat semalam terkait sentimen ini. Harga komoditas kembali bergerak menguat semalam dengan minyak kembali menembus level US$90/barel meski harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,4% dan Timah +0,8.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka menguat meski tidak sesignifikan penguatan bursa global semalam dan bursa Korea dibuka melemah.

Investor Disarankan Cermati Kuasi BNBR

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Kuasi reorganisasi PT Bakrie & Brothers (BNBR) dinilai belum tentu menjadi jalan terbaik bagi emiten investasi ini. Investor pun diminta mencermati saham ini.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dari grup Bakrie, belum ada kabar menggembirakan. Salah satunya, soal deadline utang PT Bumi Resources (BUMI) ke China Investment Corporation (CIC) pada Oktober 2011 senilai US$600 juta. Hingga saat ini, menurutnya, deadline tersebut belum menemui perkembangan.

Begitu juga dengan rencana kuasi reorganisasi PT Bakrie & Brothers (BNBR). Kuasi reorganisasi, tidak cukup kuat untuk mendorong pergerakan saham di grup ini. Aksi korporasi ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 6 Oktober 2011. “Bagi saya, kuasi reorganisasi BNBR tidak menggembirakan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (13/9) malam.

Dia menegaskan, jika history investasi BNBR positif, seharusnya, kuasi ini jadi sentiment positif bagi BNBR dan grup Bakrie secara umum. Sebab, laporan keuangannya akan bersih dari utang dan laba bersih pun otomatis jadi positif. Pada akhirnya, pemegang saham pun bakal mendapatkan dividen.

Tapi, menurut dia, yang perlu dicermati adalah right issue BNBR baru bejalan 3 tahun sejak awal 2008. Dalam rentang itu, dinilai Satrio, investasi BNBR ceroboh. Idealnya, kuasi dilakukan 10 tahun setelah right issue atau minimal di atas 5 tahun untuk menguji aksi korporasi dari emiten.

Dia mempertanyakan, apakah setelah kuasi, akan ada jaminan bahwa BNBR tidak akan membeli perusahaan terafiliasi lagi alias anak usahanya sendiri seperti penggunaan dana hasil right issue pada 2008. “Apalagi, sempat ada rumor, setelah kuasi, BNBR akan melakukan right issue untuk dapat dana tambahan,” timpalnya.

Karena itu, dia menyarankan, pasar harus hati-hati merespon kuasi reorganisasi BNBR. Sebab, kuasi ini belum tentu menjadi jalan terbaik bagi BNBR, bursa saham dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Dia memaparkan, pada saat rights issue 2008, BNBR menyatakan, dana yang didapat akan digunakan investasi jangka panjang. Tapi, BNBR justru menggunakannya untuk trading pada perusahaan yang terafiliasi. “Itu sama artinya, BNBR membeli perusahaan dengan posisi utang,” tuturnya.

Alhasil, pada saat crash 2008, BNBR tidak bisa mempertahankan posisinya sehingga terpaksa jual. “Itulah yang menyebabkan kerugian besar bagi BNBR karena menjual investasinya pada harga yang jauh lebih murah,” paparnya.

Sebagai perusahaan investasi, orang bisa saja menilai kerugian tersebut sebagai risiko pasar. Tapi, bagi Satrio, BNBR sejak awal menyatakan dana right issue untuk investasi bukan trading. Pada 2008, BNBR meraup dana right issue hingga Rp40 triliunan. “Sekarang, BNBR akan melakukan kuasi aliasi penghapusan utang senilai Rp27,7 triliun.

Diberitakan, guna memuluskan jalan untuk melakukan kuasi reorganisasinya, BNBR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Oktober 2011 mendatang. Hal itu disampaikan perseroan dalam prospektus singkat yang dipublikasikan oleh perseroan, Jakarta, Selasa (6/9).

Rencananya, RUPSLB BNBR mengagendakan penghapusan defisit Rp27,7 triliun (per 31 Desember 2010) dalam rangka penuntasan rencana kuasi reorganisasi.

Etrading Securities dalam situsnya etrading.co.id menilai, aksi korporasi itu merupakan hal yang positif. Saldo Defisit tersebut merupakan akumulasi kerugian bersih sebesar Rp16,5 triliun di 2008, lalu Rp1,7 triliun pada 2009 dan di 2010 lalu juga tercatat Rp7,6 triliun. Menurut Etrading, diharapkan dengan rampungnya kuasi reorganisasi ini, pemegang saham dapat menikmati nilai tambah dari kinerja keuangan BNBR dalam bentuk dividen tunai.

Sebagai informasi, sampai dengan 30 Juni 2011, BNBR mencatatkan laba bersih (audited) Rp45,5 miliar dari sebelumnya rugi Rp171,5 miliar pada semester pertama 2010 (unaudited). [mdr]

Diburu Fund Manager, CNKO Berpotensi Melesat

Diburu Fund Manager, CNKO Berpotensi Melesat
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager asing dan lokal kabarnya sedang memburu saham PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO).

Hal ini seiring kabar perseroan yang tengah menjajaki kerjasama dengan pemerintah untuk menggarap proyek PLTU di sejumlah daerah. Selain itu, permintaan produk perseroan di mancanegara meningkat, terutama di Tiongkok.

Pada perdagangan kemarin saham CNKO ditutup turun Rp2 ke level Rp115.

Cermati! Saham BORN Lagi Diburu Investor

Cermati! Saham BORN Lagi Diburu Investor
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) dikabarkan tengah diburu investor.

Berdasarkan kabar yang beredar di pasar, perseroan akan membagikan dividen interim sebesar Rp50 per saham menyusul lonjakan laba bersih. Tahun ini, laba berish BORN diprediksi akan menyentuh Rp1,7 triliun. Dari sisi valuasi, BORN cukup murah dengan PER 12 kali atau di bawah industri 17 kali.

Pada perdagangan kemarin saham BORN ditutup stabil di level Rp1.180.

Sektor Sumber Daya Dukung Naiknya Bursa Hong Kong

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Hong Kong menguat pada awal perdagangan Rabu (14/9), dengan perusahaan-perusahaan sumber daya dan energi naik, setelah meredanya kekhawatiran tentang krisis utang Eropa.

Indeks Hang Seng naik 1,2% menjadi 19.248,64. Aluminium Corp of China Ltd naik 3,5% sementara China Coal Energy Co naik setelah perusahaan melaporkan kenaikan 17% dalam produksi batubara Agustus.

Sementara saham energi menguat setelah minyak berjangka Nymex naik lebih dari US$ 90 per barel di New York, dengan saham CNOOC Ltd naik 1,5% dan PetroChina Co juga naik 1,5%. [ast]

BI: Kredit Konsumsi Rawan Terhadap Guncangan Ekonomi

Gb
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai pesatnya pertumbuhan kredit konsumer perlu diwaspadai. Pertumbuhan kredit konsumsi bisa menimbulkan kerawanan jika terjadi gejolak ekonomi yang menyebabkan nasabah gagal bayar.

"Kredit konsumsi memiliki potensi kerawanan terhadap bank kalau ada shock ekonomi seandainya nasabah gagal bayar," ungkap Juru Bicara BI, Difi Johansyah ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Data BI menyebutkan nilai kredit konsumsi ini mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.

Meningkatnya kredit konsumsi ini menurut Difi, dikarenakan masyarakat yang cenderung menyukai kredit yang memang sangat mudah untuk mendapatkannya. Bayangkan saja, tanpa agunan dan dengan persyaratan yang mudah masyarakat sudah bisa mendapatkan kredit konsumsi seperti kredit kendaraan bermotor, kredit perumahan hingga kredit tanpa agunan.

"Demandnya memang tinggi, karena persyaratan yang lebih mudah, bahkan ada yang tidak perlu memakai agunan," terang Difi.

Melihat data BI kembali, saat ini kredit perumahan mencapai Rp 17,9 triliun. Sebanyak 45% di antaranya merupakan kredit rumah di bawah tipe 70 m2 atau masuk kategori rumah sederhana. Adapun kredit kendaraan senilai Rp 12,6 triliun dan kredit multiguna Rp 14,5 triliun.

"Kalau ada shock ekonomi bisa mengkhawatirkan ini," kata Dia.

Analis Bank Danamon Anton Gunawan bahkan secara gamblang menilai Kredit Tanpa Agunan (KTA) di bank asing berisiko menimbulkan penggelembungan (bubble) ketimbang kredit otomotif yang semakin diwaspadai dewasa ini.

Menurutnya, kredit yang memiliki agunan jauh lebih aman, seperti kredit otomotif maupun properti di Indonesia seperti sekarang ini.

"(Kredit) otomotif itu walaupun mungkin berisiko kan bisa di-repo. Lelang jual kembali ada nilainya meski menyusut," katanya.

Ia mengatakan, walapun memang ada risiko, tetapi kredit otomotif belum seheboh apa yang diberitakan selama ini dan kemungkinan bubble masih rendah. Karena, kredit tersebut masih ada nilainya, berbeda dengan KTA.

"Nah, masalahnya NPL timbul di bank asing itu masalah KTA itu yang harus diperhatikan. Untuk bubble otomotif justru masih rendah," ujarnya.

Seperti diketahui, tak hanya perbankan, sejumlah perusahaan pembiayaan kini menawarkan kredit konsumsi yang syaratnya sangat menggiurkan. Untuk kredit konsumsi motor misalnya, dengan uang muka hanya Rp 500 ribu, konsumen sudah bisa membawa pulang motor tanpa dokumen-dokumen yang rumit, cukup KTP dan Kartu Keluarga.

(dru/qom)

Teknologi-Energi Sokong Bursa Asia Menguat

Teknologi-Energi Sokong Bursa Asia Menguat
INILAH.COM, Sydney – Bursa Asia sebagian besar menguat pada Rabu (14/9), dengan saham teknologi dan perusahaan energi menjadi pemain terbaik. Namun, apresiasi terhambat oleh masalah utang Eropa.

Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average naik 0,5%, indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,8% sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,4%.

Penguatan di bursa Asia mengikuti kenaikan saham AS dan Eropa semalam, dimana dengan investor agak terpacu setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan optimisme bahwa para pemimpin Eropa akan menyelesaikan keberatan Finlandia untuk menyelamatkan Yunani.

Kanselir Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy akan berbicara dengan Perdana Menteri Yunani George Papandreou, sementara Menteri Keuangan AS Timothy Geithner akan bertemu dengan menteri keuangan Uni Eropa di akhir pekan ini.

"Geithner akan memperingatkan rekan-rekannya bahwa setiap bentuk ancaman untuk mengendapkan peristiwa sejenis Lehman. Ini berlaku global, tidak hanya konsekuensi zona euro yang spesifik," kata ahli strategi di BNP Paribas. "Selama Yunani terus menunjukkan niat untuk pulih dan melompat keluar dari masalah, maka dana akan tersedia dan default dapat dihindari," kata mereka.

Saham teknologi naik di bursa AS dan pengerek terbesar kenaikan di Tokyo, dengan Sharp Corp melonjak 5,7%, Sony Corp naik 2,5% dan pembuat perangkat lunak permainan komputer Konami Corp naik 3,8%.

Otomotif juga menunjukkan kekuatan, dengan Mazda Motor Corp naik 3,5% dan Isuzu Motors Ltd naik 2,3%. Produsen mobil Korea Selatan jatuh, dengan Kia Motors Corp melemah 1,0% dan Hyundai Motor Co Ltd turun 1,5%.

Saham energi juga mendukung penguatan bursa seluruh Asia, karena harga patokan minyak mentah berjangka Nymex berada di kisaran US$ 90 per barel.

Inpex Corp naik 2,3% pada sesi Tokyo, sementara Beach Energi Ltd. naik 3,0% dan Linc Energy Ltd naik 3,0% dalam perdagangan Sydney. Apresiasi saham sumber daya juga membantu pasar Australia, dengan Rio Tinto Ltd naik 1,5% dan Fortescue Metals Ltd naik 1,7%. [ast]

Awal Sesi, Bursa Australia Menguat

Medium
INILAH.COM, Sydney – Saham Australia naik di awal perdagangan Rabu (14/9), dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,6% ke level 4.098,70.

Saham sumber daya dan energi mendukung apresiasi di tengah sentimen buruk dari Eropa. Saham tambang raksasa BHP Billiton Ltd naik 1,1% dan Woodside Petroleum Ltd naik 0,9%. [ast]

Bursa Jepang Dibuka Naik Tipis

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Jepang naik tipis pada awal perdagangan Rabu (14/9), dengan Nikkei Stock Average menguat 0,1% ke level 8.621,63.

“Dengan pedagang mencermati utang Eropa, aliran berita terbaru tampaknya menunjukkan adanya langkah-langkah tambahan yang diumumkan Yunani pada akhir pekan. Sedangkan tahap berikutnya dari paket Yunani pertama yang akan dirilis akhir bulan ini, harus membatasi risiko default Yunani lebih tertib, "kata ahli strategi di Barclays Capital.

Saham produsen mobil dan perusahaan teknologi adalah salah satu pemain terbaik di Asia, dengan Mazda Motor Corp naik 2,8%, sementara Sharp Corp reli 4,3% dan Sony Corp naik 1,9%. [ast]

GDST Dilirik Asing, Menuju Rp 300

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) akan menuju Rp300 dalam waktu dekat. Hal ini terkait minat perusahaan asing terhadap perseroan.

GDST berencana menjual sebagian porsi saham yang dimiliki PT Jayapari Steel Tbk. kepada salah satu taipan perusahaan besi baja dari India, Arcelor Mittal. Harga penawaran tender diperkirakan berada di level Rp 300 per lembarnya yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Aksi ini di luar rencana korporasi, yang akan masuk dalam konsorsium proyek raksasa pembangunan sarana umum yang dimotori oleh salah satu BUMN.

Walaupun GDST mencatat penurunan laba pertengahan 2011, namun pihak perusahaan optimis akan mencetak peningkatan penjualan minimal 20% pada tahun ini dan mendorong peningkatan laba bersih perusahaan sedikitnya 17%.

Pada perdagangan Selasa (13/9), GDST ditutup menguat ke level Rp 191 atau naik 20 poin (11,7%). Didominasi aksi beli bersih broker-broker asing besar, GDST diperdagangkan dengan 326.45 juta lembar saham, senilai lebih dari Rp 62 miliar. [ast]

Tunggu Pertemuan Yunani, Wall Street Lebih Tinggi

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Selasa (13/9) dengan ekspektasi investor akan mengambil aksi secepatnya untuk mengatasi krisis utang Eropa pada pertemuan Rabu ini.

Indeks Dow Jones naik 44,73 poin atau 0,40% ke level 11.105,85. Indeks S&P 500 naik 10,60 poin atau 0,91% ke level 1.172,87. Indeks Nasdaq naik 37,06 poin atau 1,49% ke level 2.532,15.

Kekhawatiran krisis utang Eropa akan mempengaruhi ekonomi global menjadi resesi. Aksi jual saham pun tercermin dalam level harga. Tetapi sisi lain investor berharap ada kemajuan rencana konfrensi call antara Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Yunani George Papandreou pada Rabu.

Pembelian saham mendorong saham teknologi berkapitalisasi besar mengalami kenaikan. Hal ini dipengaruhi resiko yang tidak terlalu besar dan mengambil keuntungan untuk peningkatan ekonomi. Beberapa analis menyatakan, pasar dipengaruhi skenario negatif lebih besar jadi apabila ada peningkatan di Eropa maka ada alasan untuk membeli saham.

"Masih ada kesempatan dan masih ada penyelamatan, tetapi saya pikir investor telah melewati hal terburuk, dan skenario jangka pendek. Saya berpikir investor lebih nyaman apabila dengan ide Yunani kemungkinan gagal bayar," ujar Investment Adviser and Portfolio Manager Cozad Asset Management Bryant Evans, seperti dikutip yahoofinance.com.

Saham Oracle Corp, Intel Corp dan Apple Inc mencatatkan kenaikan terbesar di indeks Nasdaq di mana saham Oracle naik 3,6% ke level US$27,72. Sedangkan sektor industri mengalami kenaikan tinggi di S&P 500. Indeks S&P industri naik 1,9%.

Di antara saham mengalami penurunan, Best Buy mengalami penurunan saham 6,5% ke level US$23,35. Manajemen Best Buy menyatakan, penjualan per kuartal mengalami pelemahan karena permintaan televisi melemah.

Volume perdagangan saham sekitar 7,8 miliar saham di bursa saham NYSE, Amex, dan Nasdaq atau di atas rata-rata harian tahun lalu sebesar 7,6 miliar saham. [hid]

Rupiah Cemaskan Downgrade Perancis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/9) diprediksi melemah. Pasar masih cemas atas kebangkrutan Yunani dan penularannya ke Perancis.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, berdasarkan data-data ekonomi AS, belum cukup baik bagi markat sehingga aset-aset safe haven cenderung positif dan jadi tekanan bagi rupiah. Menurutnya, jika terjadi risk aversion (penghindaran risiko) yang dipicu oleh kecemasan pasar atas kebangkrutan Yunani dan penularannya ke negara Eropa yang lain terutama perancis, rupiah akan tertekan.

Apalagi, rumornya perbankan Perancis akan di-down grade oleh Moody's Investor Service pekan ini. Sebab, banyak eksposur bank-bank Perancis di Yunani. Karena itu, penguatan dolar AS akan terus tertopang lebih lanjut. "Rupiah bakal melemah dan akan mencoba area 8.690 dan jika menguat akan terbatas di level 8.600," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Christian menjelaskan, dari sisi fundamental makro ekonomi Indonesia belum ada perubahan. Sementara itu, dari AS pasar menantikan data sektor manufaktur AS pada Kamis (15/9) dan penjualan ritel Rabu (14/9) ini. "Data-data ini merupakan laporan kunci atau leading indicator untuk mengukur status ekonomi AS hingga pertengahan September dari pertengahan Agustus 2011," paparnya.

Penjualan ritel AS diperkirakan hanya naik 0,2% dari sebelumnya naik 0,50%. Data ini lebih lemah dibandingkan bulan sebelumnya karena imbas badai Irene. "Karena itu, jika melihat bukti sementara, belum juga ada data positif dari tingkat pengeluaran konsumen AS," ungkap dia.

Di sisi lain, lanjutnya, indeks manufaktur AS diperkirakan rebound setelah bulan sebelumnya anjlok ke titik terendahnya. Untuk regional New York, angkanya lebih baik dari sebelumnya -7,7 jadi -3,9. Sedangkan untuk kawasan Piladelphia dari sebelumnya 30,7 diperkirakan jadi 14,4. "Data ini merangkum rentang dari pertengahan Agustus hingga pertengahan September," paparnya. "Semua data itu masih mendukung risk aversion."

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (13/9) ditutup melemah tajam 63 poin (0,73%) ke level 8.658/8.668 per dolar AS.

Potensi Penguatan Didukung Saham Non Unggulan

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Rabu (14/9) diperkirakan akan bergerak fluktuatif. Namun, ada potensi penguatan didukung saham-saham lapis dua dan tiga.

Arif Fahruri, analis dari Erdhika Securities mengatakan, market hari ini masih akan bergerak volatile, tapi masih ada peluang menuju level 4.000. Menurutnya, ekspektasi stimulus berupa tambahan likuiditas hingga Rp300 miliar, membuat investor bersiap mengakumulasi saham-saham perusahaan CPO.

Pasalnya, efek banjir likuiditas ini justru akan memicu harga komoditas dan sedikit imbasnya terhadap sektor ini. “Antisipasi ini sudah terlihat di pasar futures soft komoditas seperti soybeans dan CPO,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Arif menambahkan, sektor keuangan akan banjir likuiditas sehingga bisa memicu inflasi. Untuk trading, ia masih menjagokan beberapa saham. Pilihannya adalah JAPFA Comfeed Indonesia (JPFA), Indofood (INDF), Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), Aneka Tambang (ANTM), Adaro Energy (ADRO) dan Boreno Energy (BORN). “Saham-saham ini masin menarik dan ada peluang penguatan lebih lanjut,” tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (13/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 21,34 poin (0,55%) ke level 3.874,78, dengan intraday terendah di 3.855,03 dan tertinggi di 3.929,54. Perdagangan di Bursa Efek Indonseia didukung volume transaksi sebesar4,242 miliar lembar saham, senilai Rp 3,343 triliun dan frekuensi 139.854 kali.

Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 105 saham stagnan. Asing mengkontribusi koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih asing (net foreign sell) mencapai Rp591 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,267 triliun dan transaksi beli mencapai Rp675 miliar. [mdr]

IHSG Masih akan Fluktuatif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 21 poin seiring keluarnya dana-dana asing hingga Rp 592 miliar. Nilai transaksi di lantai bursa tidak terlalu tinggi dengan perdagangan yang cukup sepi.

Pada perdagangan, Selasa (13/9/2011), IHSG ditutup terpangkas 21,336 poin (0,55%) ke level 3.874,783. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 3,640 poin (0,53%) ke level 680,544.

Setelah meluncur cukup tajam sejak awal pekan ini, IHSG pada perdagangan Rabu (14/9/2011) diprediksi akan mengalami rebound. Membaiknya bursa-bursa global akan mendorong investor mengakumulasi saham-saham kembali meski masih dalam kondisi siaga melihat perkembangan krisis Eropa.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat. Investor mulai bertaruh soal perkembangan krisis di Eropa sehingga membuat saham-saham di bursa Wall Street kembali ditutup menguat. Investor meyakini para pemimpin Eropa akan segera mengambil langkah mengatasi krisis utang Yunani.

Pada perdagangan Selasa (13/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 44,73 poin (0,40%) ke level 11.105,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,60 poin (0,91%) ke level 1.172,87 dan Nasdaq menguat 37,06 poin (1,49%) ke level 2532,15.

Namun bursa-bursa regional masih cukup variatif. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 naik tipis 15,39 poin (0,18%) ke level 8.631,94.
  • Indeks KOSPI melemah 17,48 poin (0,96%) ke level 1.795,45.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Setelah sempat rebound pada sesi pagi, IHSG akhirnya ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Penurunan indeks didorong oleh masih belum kondusifnya kondisi perekonomian Eropa yang dibayangi oleh kekhawatiran akan default-nya Yunani. Kami perkirakan tekanan terhadap indeks akan berlanjut. Tekanan jual asing diperkirakan juga masih berlanjut juga tercermin dari melemahnya nilai tukar rupiah. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada range 3.830-3.917.

Kresna Sekuritas:

Meningkatnya risiko default Yunani membuat bursa global tertekan dipicu kekhawatiran pasar terhadap provisioning perbankan Eropa. IHSG terkena imbas negatif mengingat tekanan asing di saham masih terjadi, sehingga hari ini IHSG diperkirakan masih akan di area negatif pada kisaran 3.800-3.920.

eTrading Securities:

IHSG Selasa (13/9) ditutup turun 21 point (-0.54%) ke level 3,874.78 dengan hampir sektor mengalami penurunan kecuali agriculture (+0.32%) dan consumer (+0.28%). Total transaksi hari ini di bursa tercatat sebanyak 8.48 juta lot atau setara dengan Rp3.3 triliun.

Tercatat sebanyak 100 saham mengalami kenaikan, 110 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. BUMI, GDST, APLN, GGRM dan BBCA sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BBRI, BMRI, ASII, UNTR dan HRUM.

Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp576 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli a.l. BBRI, BMRI, INDF, UNTR dan TLKM.

Secara teknikal, IHSG telah break dari garis Fibonacci Retracement 50% dengan Indikator MACD yang berpotensi membentuk deathcross, diperkirakan IHSG masih akan berpotensi melanjutkan koreksinya kembali menuju area garis Fibonacci Retracement 38,2% di level 3821. Pada perdagangan hari ini (14/9), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3821-3893 dengan kecenderungan melanjutkan kembali koreksinya. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l GGRM, AALI, dan ISAT.

(qom/qom)

Inilah Menu Saham Pilihan Rabu (14/9)

INILAH.COM, Jakarta - Koreksi yang melanda IHSG karena sentimen eksternaldapat dijadikan kesempatan untuk akumulasi saham lapis kedua maupun saham bluechip pada perdagangan Rabu (14/9).

Demikian dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko, kemarin. Koreksi pasar atas efek external sentimen negatif dari potensi default Yunani dan pecahnya pejabar bank Uni Eropa dapat memicu koreksi sehat di IHSG. "Namun bisa digunakan sebagai kesempatan untuk mencari bargain di emitten blue chip maupun lapis dua," katanya.

Indeks kemarin ditutup turun 21,34 poin atau 0,55% ke 3.874,78. Volume perdagangan mencapai 4,2 miliar saham senilai Rp3,3 triliun. IHSG diwarnai dengan net foreign sell sebesar Rp591,8 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,2 triliun dan pembelian asing sebesar Rp675,5 miliar.

Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di Support 3.830-3.760-3.550 dan resistance: 4.020-4.125-4.200.

Untuk saham pilihan, Alam Sutera (ASRI) disarankan beli dengan target harga 520 dari penutupan kemarin di 420. Strategi masuk pertama di 405 dan kedua di 390 dengan cut loss di 375.

Bila terjadi koreksi untuk menguji garis tren di Rp400 bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk trading. Sebab perusahaan adalah salah satu yang masih bisa menjual kavling tanah residential dan profitability selama 9 bulan terakhir meningkat pesat.

Saham ASII disarankan beli dengan target harga di 70.100 dari penutupan kemarin di 69.000. Strategi masuk pertama di 67.200 dan kedua di 66.000 dengan cut loss di 64.000.

Sementara saham BKSL disarankan beli dengan target harga di 310 dari penutupan kemarin di 300. Strategi masih pertama di 275 dan kedua di 260 dengan cut loss di 129.

Bila terjadi koreksi untuk menutup price gap bawah di Rp.275-260 bisa digunakan sebagai ajang trading buy. Fundamental persero jauh lebih baik versus 6 bulan sebelumnya, contohnya Net Profit Margin saja sudah 34%.

Untuk saham BUMI disarankan beli dengan target harga di 2.875 dari penutupan kemarin di 2.725. Strategi masuk pertama di 2.575 dan kedua di 2.500 dengan cut loss di 2.450.

Ditunda rencana konversi saham BRMS untuk melunasi opsi utang dapat mendorong koreksi. Jadi price gap Rp2.625-2.575 yang dapat dilhat sebagai kesempatan untuk trading buy.

Jangan Masuk Banyak-banyak di Grup Bakrie

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Investor disarankan jangan agresif bermain saham pada grup Bakrie. Sebab, dari sisi emiten belum ada kabar menggembirakan baik soal deadline utang ke CIC maupun kuasi reorganisasi.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menyarankan, agar pasar harus hati-hati dalam merespon kuasi regonasisasi PT Bakrie & Brothers (BNBR). Sebab, kuasi ini menurutnya, belum tentu jadi jalan terbaik bagi emiten investasi ini.

Bahkan, menurut dia, kuasi itu juga belum tentu juga baik bagi bursa saham dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. “Karena itu, jika pasar mau masuk pada saham grup ini, harus hati-hati, jangan banyak-banyak,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (13/9) malam.

Diberitakan, guna memuluskan jalan untuk melakukan kuasi reorganisasinya, BNBR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Oktober 2011 mendatang.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh perseroan dalam prospektus singkat yang dipublikasikan oleh perseroan, Jakarta, Selasa (6/9). Rencananya, RUPSLB BNBR mengagendakan penghapusan defisit Rp27,7 triliun (per 31 Desember 2010) dalam rangka penuntasan rencana kuasi reorganisasi. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Jelang RUPSLB pada 6 Oktober, bagaimana Anda melihat prospek saham-saham di grup Bakrie?

Belum ada kabar menggembirakan. Salah satunya, soal deadline utang PT Bumi Resources (BUMI) ke China Investment Corporation (CIC) pada Oktober 2011 senilai US$600 juta. Hingga saat ini, deadline tersebut belum menemui perkembangan.

Ada soal lain?

Begitu juga dengan rencana kuasi reorganisasi PT Bakrie & Brothers (BNBR). Kuasi reorganisasi, tidak cukup kuat untuk mendorong pergerakan saham di grup ini. Aksi korporasi ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 6 Oktober 2011.

Bagaimana Anda menilai kuasi yang dilakukan BNBR ini?

Bagi saya, kuasi reorganisasi BNBR tidak menggembirakan. Sebab, masih banyak pemegang saham BNBR pada modal atas saat right issue sebelum krisis 2008. Kuasi ini hanya meng-cut loss dana hasil right issue BNBR senilai Rp40-an triliun untuk investasi-investasi jangka pendek yang gagal. Seharusnya memang kuasi ini menjadi sentiment positif bagi BNBR dan grup Bakrie secara umum.

Sebab, laporan keuangannya akan bersih dari utang dan laba bersih pun otomatis jadi positif. Pada akhirnya, pemegang saham pun bakal mendapatkan dividen. Tapi, yang perlu dicermati adalah right issue BNBR baru bejalan 3 tahun sejak awal 2008.

Pada saat right issue 2008, BNBR menyatakan, dana yang didapat akan digunakan untuk investasi jangka panjang. Tapi, BNBR justru menggunakannya untuk trading pada perusahaan yang terafiliasi. Itu sama artinya, BNBR membeli perusahaan dengan posisi utang.

Apa akibatnya?

Alhasil, pada saat crash 2008, BNBR tidak bisa mempertahankan posisinya sehigga terpaksa jual. Itulah yang menyebabkan kerugian besar bagi BNBR karena menjual investasinya pada harga yang jauh lebih murah.

Sebagai perusahaan investasi, bukankah hal itu wajar?

Sebagai perusahaan investasi, orang bisa saja menilai kerugian tersebut sebagai risiko pasar. Tapi, bagi saya, BNBR sejak awal menyatakan dana right issue untuk investasi bukan trading. Pada 2008, BNBR meraup dana right issue hingga Rp40 triliunan. Sekarang, BNBR akan melakukan kuasi alias penghapusan utang senilai Rp27,7 triliun.

Misalnya, pada saat BNBR beli saham BUMI, di level Rp8.000 dan dijual ke Vallar Plc hanya Rp2.500 per saham. Dari sisi ini saja, kerugian BNBR bisa mencapai Rp10-an triliun.

Kalau begitu, idealnya kapan kuasi reorganisasi dilakukan?

Idealnya, kuasi dilakukan 10 tahun setelah right issu atau minimal di atas 5 tahun untuk menguji ceroboh tidaknya aksi korporasi dari emiten.Setelah kuasi pun, apakah BNBR tidak akan membeli perusahaan terafiliasi lagi alias anak usahanya sendiri seperti penggunaan dana hasil right issue pada 2008.

Apa saran Anda untuk pelaku pasar?

Pasar harus hati-hati merespon kuasi reorganisasi BNBR. Sebab, kuasi ini belum tentu jadi jalan terbaik bagi BNBR, bursa saham dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, jika pasar mau masuk pada saham grup ini, harus hati-hati, jangan banyak-banyak.

Stok bensin meningkat, minyak tergelincir dari level tertinggi enam pekan

Stok bensin meningkat, minyak tergelincir dari level tertinggi enam pekan
SYDNEY. Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi enam pekan di New York. Koreksi harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok bensin AS meningkat, sehingga menjadi sinyal akan surutnya permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia iu.

Minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun 40 sen ke level US$ 89,81 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di US$ 89,96 per barel pada pukul 08.57 waktu Sydney. Padahal, kemarin, kontrak yang sama bertengger di US$ 90,21 per barel, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak 3 Agustus.

Sementara, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 36 sen atau 0,3% ke US$ 111,89 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London, kemarin.

Harga minyak tergelincir setelah American Petroleum Institute melaporkan persediaan bensin naik 2,76 juta barel pada pekan lalu.

Adapun, Departemen Energi AS juga dijadwalkan merilis laporannya hari ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, Departemen Energi mungkin melaporkan pasokan bahan bakar motor turun 500.000 barel, dan cadangan minyak mentah berkurang 3 juta barel pada pekan lalu.

Eksplorasi BUMI Rambah Kawasan Afrika

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan akan melakukan eksplorasi di Mauritania di bagian barat laut Afrika yang akan dilakukan PT Bumi Mauritania SA.

Demikian mengutip keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Eksplorasi itu merupakan salah satu daerah yang menjadi aktifitas ekspolrasi BUMI beserta lima anak usahanya.

Di kawasan itu, PT Bumi Resources mengeksplorasi enam daerah yang sebagian besar memiliki kandungan besi. Hal tersebut disampaikan Emiten berkode BRMS tersebut melalui dokumen keterbukaan informasi yang disampaikan melalui BEI.

Kegiatan eksplorasi lanjutan di Mauritania diperkirakan memakan dana sebesar US$559,927. Daerah-daerah yang dieksplorasi dan memiliki kandungan besi yaitu Sfariat–Aednes, Tamagot, Tamagod West, dan Tamagot South. Sementara itu, Mkahana dan Bababe memiliki kandungan phosphate.

Rencana eksplorasi lanjutan di Mauritania, ditujukan untuk mengonfirmasi model geologi dan penambahan sumber daya. Untuk menyukseskannya BRMS bekerjasama dengan berbagai perusahaan dari Jerman, Hongkong, Irlandia, dan Australia.

Eksplorasi yang dilakukan PT Bumi Resorces Tbk melalui anak perusahaannya Mauritinia SA telah dilakukan sejak 2005. Saat ini, mereka sedang mengusahakan untuk melakukan peningkatan izin di daerah Tamagot untuk melakukan eksploitasi.

Pada perdagangan siang ini, saham BRMS menguat 10 poin, atau 1,61%, dari penutupan di hari sebelumnya. Hal tersebut menjadikannya berkapitalisasi pasar sebesar Rp16,11 Triliun.

Meski sempat tertekan, akhirnya Wall Street ditutup menghijau

Meski sempat tertekan, akhirnya Wall Street ditutup menghijau
NEW YORK. Meski sempat tertekan di awal perdagangan, namun bursa saham Wall Street berhasil ditutup menguat semalam. Indeks Standard & Poor’s 500 ditutup naik 0,9% ke 1.172,87 pada pukul 4 sore di New York, setelah sempat jatuh 0,4% di awal perdagangan. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,4% ke 11.105,85.

Reli pasar saham Amerika Serikat terjadi setelah kekhawatiran terhadap akses pendanaan perbankan Perancis mulai mereda. Selain itu, investor mulai melihat sinyal kemajuan dalam upaya menjinakkan krisis utang Eropa.

Saham bank terbesar di Prancis, BNP Paribas SA, serta Societe Generale SA pun menguat setelah Chief Executive Officer Societe Generale Frederic Oudea mengungkapkan, potensi kerugian bank akibat utang Eropa bisa dikelola, dan itu dapat dilakukan meski tanpa akses ke pasar uang AS. "Di bank kami, eksposure (paparan) utang rendah. Kami memiliki banyak topangan likuiditas dan bisa menyesuaikan diri dengan pengurangan dana di pasar uang," kata Oudea.

Analis dari Permanent Portfolio Funds Michael Cuggino menilai, perdagangan saham hari ini digerakkan oleh berita yang terjadi, dan berita tersebut cukup menguntungkan. "Sementara masalah likuiditas dan kesehatan sistem perbankan Eropa belum tuntas, hari ini investor mencari katalis di luar itu. Apalagi, koreksi pasar saham sudah cukup besar," ujarnya di San Francisco, hari ini.

Di awal perdagangan, pasar saham sempat tertekan setelah Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menyebut Yunani tidak harus mendapatkan bantuan tambahan di luar yang telah disepakati. Sementara itu, mantan penasehat Bank of England Mario Blejer mengungkapkan, Yunani harus default utang untuk menghentikan kemerosotan ekonomi lebih lanjut.

Cermati Krisis Eropa, Bursa Wall Street Membaik

New York - Investor mulai bertaruh soal perkembangan krisis di Eropa sehingga membuat saham-saham di bursa Wall Street kembali ditutup menguat. Investor meyakini para pemimpin Eropa akan segera mengambil langkah mengatasi krisis utang Yunani.

Kekhawatiran seputar krisis di kawasan Eropa yang bisa membawa dunia ke resesi lain telah menjungkalkan harga saham-saham, meski diyakini telah mencapai harga yang sudah memfaktorkan gagal bayar Yunani.

Beberapa analis mengatakan, pasar telah memfaktorkan skenario negatif lain sehingga setiap perkembangan dari Eropa akan menjadi alasan untuk membeli saham-saham.

"Masih ada kesempatan untuk datangnya paket penyelamatan baru, tapi saya pikir investor telah mempertimbangkan kasus terburuk, skenario jangka pendek," ujar Bryant Evans, penasihat investasi dan manajer portofolio Cozad Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/9/2011).

"Saya pikir investor mungkin menjadi sedikit lebih nyaman dengan ide Yunani mungkin akan mengalami gagal bayar," tambahnya.

Pada perdagangan Selasa (13/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 44,73 poin (0,40%) ke level 11.105,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,60 poin (0,91%) ke level 1.172,87 dan Nasdaq menguat 37,06 poin (1,49%) ke level 2532,15.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar naik karena dianggap sebagai saham yang berisiko lebih rendah untuk pertaruhan dan dipandang memberikan keuntungan dalam iklim ekonomi yang membaik.

Saham Oracle Corp, Intel Corp dan Apple Inc memberikan dorongan besar di Nasaq. Saham Oracle naik hingga 3,6%. Sementara sektor industri memberikan porsi terbesar untuk S&P 500.

Perdagangan juga berjalan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,8 miliar lembar saham, sedikit di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,6 miliar lembar saham.

(qom/qom)

CFO Rabobank: Kebangkrutan Yunani Tinggal Soal Waktu

Jakarta - Krisis Yunani memasuki babak baru. Pertanyaan 'apakah Yunani akan bangkrut' itu sudah lewat. Pertanyaannya sekarang adalah kapan.

Hal itu disampaikan Chief Financial Officer (CFO) Rabobank Bert Bruggink dalam wawancara dengan Het Financieele Dagblad seperti dilansir ad.nl, Selasa (13/9/2011).

Bruggink mengemukakan pendapatnya menyusul penurunan deras kurs saham-saham perbankan kemarin.

Menurut Bruggink, inventor semakin cemas bahwa Yunani tidak akan mampu memenuhi kewajiban membayar utang-utangnya.

"Juga ada kekhawatiran lembaga penilai kredit Moody's akan menurunkan solvabilitas bank-bank besar Prancis," ujar Bruggink.

Bruggink menambahkan bahwa para politisi memegang kunci atas krisis ini.

Sebelumnya bulan lalu CEO Rabobank Piet Moerland mengatakan bahwa para pemimpin 17 negara-negara Zona Euro harus mengambil langkah lebih tegas untuk mengatasi krisis utang Eropa.
(es/es)