Senin, 24 Oktober 2011

Jepang Akan Ambil Langkah Tegas Atas Apresiasi Yen

Jepang Akan Ambil Langkah Tegas Atas Apresiasi Yen
INILAH.COM, Los Angeles - Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi mengatakan pada Senin (24/1) bahwa pemerintah akan mengambil tindakan terhadap setiap kenaikan yen yang berlebihan atas dolar AS.

Hal ini terjadi setelah dolar AS jatuh ke level terendah pasca Perang Dunia II di 75,76 yen pada Jumat (21/10) akhir pekan lalu.

Azumi mengatakan penguatan yen benar-benar spekulatif dan tidak sesuai dengan fundamental ekonomi.

Namun, pagi ini, dolar terpantau telah naik kembali ke level 76,37 yen. Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing awal tahun ini untuk mencegah kerugian eksportir akibat kenaikan yen. [ast]

Rupiah tergerus untuk hari yang ketiga

Rupiah tergerus untuk hari yang ketiga
JAKARTA. Pagi ini, rupiah tergerus untuk hari yang ketiga. Mata uang Garuda melemah seiring investor asing mengurangi kepemilikan di pasar saham domestik pada akhir pekan lalu.

Data antar bank lokal menunjukkan, nilai tukar rupiah melemah 0,3% ke level Rp 8.885 per dollar AS pada pukul 9.10 di Jakarta. Di bulan ini, rupiah tercatat sudah tergerus 1,1%.

Di akhir pekan kemarin (21/10), asing tercatat melakukan penjualan bersih saham sejumlah US$ 34 juta, lebih besar dari jumlah yang mereka beli.

Analis mata uang dari PT Bank Commonwealth Mika Martumpal menyebut, rupiah berada di bawah tekanan lantaran importir mencari dollar AS menjelang akhir bulan. "Ada sebagian dana yang keluar dari pasar saham," ujarnya, di Jakarta, hari ini.

Namun, Mika bilang, pelemahan rupiah kemungkinan akan terbatas, sebab bank sentral akan berada di pasar untuk memantau pergerakan rupiah tetap stabil.

Sebagai informasi, pada 7 Oktober lalu, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menyebut, Bank Indonesia akan menjual dollar bila diperlukan untuk mempermudah volatilitas mata uang. Sebelumnya, Direktur kebijakan moneter Hendar juga menyatakan, bank sentral akan membeli obligasi pemerintah untuk menjaga rupiah.

Reminder Cum Date Dividen AALI 24/10/2004

Berikut ini kami informasikan bahwa hari ini 24 October 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

AALI

ASTRA AGRO LESTARI Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 300.- per saham

Prediksi permintaan terpangkas, harga kontrak minyak mencatatkan penurunan

Prediksi permintaan terpangkas, harga kontrak minyak mencatatkan penurunan
SYDNEY. Harga kontrak minyak dunia mencatatkan penurunan dari level tertinggi dalam tiga hari terakhir di New York. Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran Desember turun 40 sen menjadi US$ 87 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.36 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 87,13 sebarel.

Sekadar mengingatkan, harga kontrak minyak sempat naik 1,6% menjadi US$ 87,40 sebarel pada 21 Oktober lalu, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak 18 Oktober. Sepanjang tahun ini, harga kontrak minyak sudah turun 4,7%.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Desember berada di level US$ 109,55 per barel atau turun 1 sen di ICE Futures Europe exchange London.

Penurunan harga kontrak minyak terjadi setelah investor mencemaskan permintaan minyak akan terpangkas seiring langkah pimpinan Eropa untuk mengatasi krisis utangnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pimpinan Eropa belum akan merilis rencana komplit mengenai penanganan krisis utang Eropa hingga pertemuan pada 26 Oktober mendatang.

Euro mencatatkan pelemahan hari ini seiring kecemasan investor bahwa paket anti krisis Eropa akan berjumlah lebih kecil ketimbang dana yang tersedia. Menurut data Statistical Review of World Energy keluaran BP Plc, Uni Eropa menyumbang sekitar 16% dari konsumsi minyak dunia pada tahun lalu.

Saatnya Jual Saham-saham Sektor Otomotif!

INILAH.COM, Jakarta – Saat ini, pasar dinilai belum mendiskon banjir Thailand pada saham-saham di sektor otomotif. Karena itu, harga wajarnya jauh berada di bawah harga saat ini. Saatnya jual!

Pada perdagangan Jumat (21/10) saham PT Astra Internasional (ASII) ditutup turun Rp1.700 per saham (2,50%) ke level Rp66.100; PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) stagnan di level Rp11.750 dan PT Tunas Ridean (TURI) stagnan di level Rp600.

Kepala Riset HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, saham-saham sektor otomotif lebih terpengaruh oleh banjir di Thailand dibandingkan oleh perlambatan ekonomi AS dan Eropa. Sebab, produk mobil dalam negeri lebih dijual di pasar domestik.

Karena itu, menurutnya, target penjualan mobil Astra 2011 sebesar 870.000 unit, tidak akan tercapai. Karena itu, seharusnya asumsi dan target harga pun berubah. “Dengan perubahan asumsi proyeksi penjualan mobil dan laba, harga saham ASII seharusnya berada di bawah Rp60.000,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pasalnya, lanjut Yuga, harga wajar fundamentalnya berada di level Rp55.000 dengan support terdekat ASII di level Rp61.000 saat ini. “Penurunan penjualan ASII, bukan faktor berkurangnya demand, melainkan terganggunya suplai akibat banjir Thailand,” ujarnya.

Jadi, menurut Yuga, banjir Thailand lebih parah pengaruhnya dibandingkan Tsunami Jepang. Sebab, sektor otomotif yang terganggu Tsunami adalah spare part. Sedangkan banjir Thailand mengganggu produksi mobilnya (utuh) yang biasa didatangkan ke Indonesia.

Selama ini, Yuga menambahkan, banyak produk Toyota yang didatangkan dari Thailand ke Indonesia dengan kondisi Completely Built Up (CBU).“Karena itu, pengaruh banjir Thailand lebih parah daripada pengaruh Tsunami Jepang pada Maret 2011 sehingga mobil CBU tidak datang ke sini,” papar Yuganur.

Begitu juga dengan IMAS. Meski tidak separah ASII, menurutnya, IMAS juga terdampak sentiment negatif. Dia menegaskan, secara fundamental, semua produk mobil terdampak banjir Thailand. Sebab, rata-rata mobil Indonesia didatangkan dari Thailand.

Karena itu, dia menargetkan, support IMAS di level Rp10.600. Sebab, harga fundamentalnya seharusnya di level Rp9.900 per saham. Ini target akhir 2011. “Saham TURI berpeluang turun ke level Rp570 akhir 2011. Harga wajarnya di level Rp500,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat harga saham-saham penjual mobil turun, saham-saham spare part-nya juga turun. Dia merekomendasikan sell untuk semua saham otomotif. Saat ini, pasar belum mendiskon efek banjir Thailand terhadap industri otomotif di Indonesia. “Dividen pun tak akan banyak membantu saham-saahm di sektor ini. Sebab, orang lebih fokus pada performa perusahaan yang berubah negatif akibat banjir Thailand,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo justru mendiskon saham-saham di sektor otomotif karena faktor rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk mobil pelat hitam yang berlaku pada April 2011. “Orang berhitung, penjualan mobil bakal berkurang,” ujarnya.

Hanya saja, Satrio mempertanayakan, apakah pembatasan subsidi berpengaruh kuat pada penurunan penjualan mobil. Menurutnya, faktor pertumbuhan ekonomi lebih berperan terhadap naik-turunnya demand penjualan mobil. “Meskipun, pemangkasan BBM subsidi bisa saja mengurangi minat orang untuk membeli mobil,” ucapnya.

Menurut Satrio, untuk jangka pendek (sepekan ke depan), saham ASII cenderung terkoreksi ke level support pertama Rp65.000, kedua, Rp63.500 dan support ketiga Rp62.000. Sementara itu, resistance sepekan ke depan di level Rp69.000. “Jika tembus ke atas resistance ini, sinyal positif bagi ASII untuk menguat lebih jauh,” timpalnya.

Tapi, dia menggarisbawahi, pasar harus mencermati bagaimana kondisi bursa regional terutama setelah European Union Summit (EU Summit), Minggu (23/10) menunda kesimpulan KTT dan mengagendakan pertemuan kembali pada Rabu (26/10).

Dilihat dari potensi teknikalnya, lanjut Satrio, jika ASII tembus resistance Rp69.000, saham ini bisa menguat ke level Rp81.000 hingga semester I-2012. “Tapi, jika arah dari market secara keseluruhan masih turun, tinggal mencermati level support ASII di mana,” timpalnya.

Begitu juga dengan saham otomotif yang lain seperti IMAS yang tak bisa lepas dari pengaruh eksternal. IMAS memiliki support di level Rp10.500 hingga Rp9.800. Sementara itu, resistance-nya masih berada di rekornya Rp13.000. Lalu, saham TURI yang perdagangannya kurang aktif. “Pergerakannya masih berada dalam kisaran Rp550-650,” paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, saham-saham yang terkait otomotif juga bergerak bersama-sama dengan saham-saham otomotif. Di antaranya, PT Astra Otoparts (AUTO) yang memiliki support di angka Rp3.000-3.100. Sedangkan resistance hingga akhir tahun di level Rp3.550-3.750.

Lalu, PT Gajah Tunggal (GJTL). Jika terjadi Double Bottom Reversal (sebuah pola reversal naik), bisa naik ke level resistance Rp3.000-3.200. Jika gagal membentuk double buttom, supportnya di angka Rp2.100-2.250. “Support terdekatnya saat ini di level Rp2.500. Untuk saat ini, laju saham-saham tersebut akan mengikuti arah market secara umum,” tandasnya.

Eropa Semakin Tak Pasti, Rupiah Terus Lesu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah Senin (24/10) diprediksi konsolidasi cenderung melemah. Penyelesaian krisis utang Uni Eropa yang semakin tak pasti menjadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Albertus Christian mengatakan, untuk mengantisipasi ketidakpastian penyelesaian krisis utang Uni Eropa, rupiah cenderung terkonsolidasi dengan kecenderungan melemah akibat penguatan dolar.

Kondisi itu akibat para menteri keuangan Uni Eropa yang menunda kesimpulan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang sedianya disampaikan pada Minggu 23 Oktober 2011.

Para petinggi Uni Eropa, lanjutnya, justru mengagendakan pertemuan lanjutan Rabu (26/10) setelah Jerman dan Perancis mengalami silang pendapat. Dia menegaskan, dalam kondisi yang tidak pasti seperti ini, dolar AS menjadi pilihan safe haven. Sementara itu, emas belum jadi pilihan karena volatilitasnya tinggi.

"Rupiah akan konsolidasi cenderung melemah ke area 8.935. Jika ditembus, rupiah berpeluang melemah ke level 8.990 per dolar AS. Sementara itu, level penguatan rupiah sudah terbatas pada area 8.810," katanya kepada INILAH.COM.

Chrisitian menegaskan, Uni Eropa mengalami kemunduran soal penyelesaian krisis. Semula pasar berharap, pada Minggu 23 Oktober kemarin, mendapatkan resolusi definitif pepnyelesaikan krisis utang zona euro. "Para Menteri Keuangan Uni Eropa justu menunda kesimpulan KTT. Mereka mengagendakan untuk bertemu kembali pada Rabu (26/10)," ujarnyaa.

Semua itu, dipicu oleh perbedaan pendapat antara Perancis dan Jerman. Tapi, soal peningkatan kapasitas dana European Financial Stability Facility (EFSF) masih mengalami perbedaan dalam kisaran 1-2 triliun euro. Jadi, rencananya tetap dinaikkan. "Hanya saja belum pasti. Bagi pasar tidak masalah perbedaan tersebut. Sebab, selama dana EFSF dinaikkan tetap berpengaruh positif ke market," imbuhnya.

Dia memaparkan, yang jadi masalah adalah soal haircuts (pemangkasan nilai obligasi Yunani). Jika haircuts mencapai 60-65% sebagaimana diusulkan Jerman, akan sangat membebani Perancis. "Sebab, bank-bank di Perancis memiliki eksposure yang besar pada obligasi Yunani," imbuhnya.

Sedangkan jika tidak di-haircuts, Yunani tetap terancam gagal bayar. Di sisi lain, European Central Bank (ECB) dan Komisi Uni Eropa sudah menyatakan, haircut di atas 50% bisa menimbulkan risiko krisis kredit seperti yang terjadi pada Lehman Brothers pada 2008. "Tapi, untuk dana rekapitalisasi perbankan, angkanya mencapai 100 miliar euro. Soal ini tidak ada perbedaan pendapat," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah pada kontrak harga emas di London, Jumat (21/10) ditutup stagnan di level 8.898/8.908 per dolar AS.

Sinarmas Sekuritas tangani dua IPO di 2012

JAKARTA. PT Sinarmas Sekuritas mengaku tengah menangani proses penawaran umum saham perdana ke publik (IPO) untuk tahun depan dari dua perusahaan. Kokarjadi Chandra, Presiden Direktur Sinarmas Sekuritas, mengatakan, kedua perusahaan tersebut bergerak di sektor pertambangan dan tekstil.

"Perusahaan tekstil itu berencana IPO akhir 2011, namun mundur karena konsolidasi dulu dan melihat kondisi pasar saat ini," kata dia, akhir pekan lalu. Namun, Kokarjadi tidak mengungkapkan kepastian waktu pencatatan saham kedua perusahaan tersebut di bursa.

Yang jelas, lanjut Kokarjadi, salah satu perusahaan menargetkan perolehan dana IPO sekitar Rp 200 miliar. "Total keduanya kemungkinan Rp 500 miliar. Hanya itu belum angka pasti, karena nanti tergantung pasar," tandasnya.

Sinarmas Sekuritas sendiri menargetkan setidaknya dapat menangani IPO senilai total Rp 1 triliun pada tahun depan. "Kami harapkan bisa Rp 1 triliun. Tapi yang sudah berencana baru dua perusahaan ini," imbuh Kokarjadi.

Selain itu, Sinarmas juga tengah mengincar jasa penjaminan emisi obligasi.

Koreksi Berlanjut, Saham Defensif Jadi Pilihan

INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan ini, bursa saham Indonesia diperkirakan masih akan melanjutkan koreksi terbatas. Namun, saham-saham defensif masih tetap mendapat rekomendasi positif.

Reza Priambada, analis Indosurya Sekuritas mengatakan, penurunan indeks hari ini sebenarnya sudah mulai terbatas. Namun, semua sentimen postif domestik sudah terefleksi di pasar. “Hal ini menyulitkan penguatan signifikan di pasar,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, koreksi IHSG perdagangan akhir pekan lalu masih bisa bertahan, tidak menembus level support 3580. Hal ini dipicu ekpektasi pertumbuhan laba bersih emiten dan tendensi turunnya suku bunga karena inflasi masih diperkirakan turun.

Namun, penguatan IHSG menuju level resisten 3730 perlu sentimen kuat dari luar negeri, terutama hasil pertemuan komisi Uni Eropa soal penanggulangan krisis kredit di Eropa.

Di sisi lain, sentimen Wall Street cenderung membaik, karena laba bersih perusahaan-perusahaan di AS juga masih tumbuh, di tengah upaya negara adidaya ini menggulangi defisit fiskal yang membengkak. “Investor menilai, sektor riil AS masih tumbuh sehingga skenario AS masuk double dip recession bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Pekan ini, Reza memperkirakan pasar masih akan bergerak fluktuatif, didukung situasi pasar AS yang cenderung membaik, serta asumsi pertemuan Uni Eropa yang membuahkan keputusan bulat soal bailout Yunani dan rekapitalisasi perbankan Eropa dengan dana EFSF (European Financial Stability Fund). Namun, perlambatan ekonomi di China akan mengancam pengetatan likuiditas lagi di pasar Asia.

Di tengah situasi ini, investor disarankan untuk tetap fokus di saham-saham defensif. Salah satunya adalah Jasa Marga (JSMR), dengan proyeksi pertumbuhan laba meningkat karena kenaikan tarif tol dan penambahan ruas jalan tol.

Demikian pula saham Unilever (UNVR) dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang menarik setelah koreksi pada pertengahan September kemarin. Hal ini mengingat harga saham masih terdiskon terhadap nilai wajarnya. “buy on weakness untuk semua emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Jumat (21/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,112 poin (0,06%) ke level 3.620,664, dengan intraday terendah 3.594,48 dan tertinggi di 3.643,84. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,933 miliar lembar saham, senilai Rp 3,614 triliun dan frekuensi 100.973 kali.

Sebanyak 122 saham naik, sisanya 81 saham turun, dan 104 saham stagnan. Aliran dana asing yang keluar mewarnai bursa, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp301 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,22 triliun dan transaksi beli sebesar Rp926 miliar. [ast]

Inilah Saham Pilihan Senin (24/10)

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berfluktuaktif pada perdagangan saham Senin (24/10). Sentimen pertemuan pemimpin Uni Eropa dan laporan keuangan emiten pada kuartal ketiga 2011 menjadi sentimen pergerakan IHSG.

"IHSG cenderung sideaway. Di mana faktor yang mempengaruhi IHSG masih seputar Eropa. Pergerakan sideaway IHSG akan terjadi apabila tidak ada keputusan apapun dari hasil pertemuan pimpinan Uni Eropa," ujar Analis PT Indosurya Aset Management Reza Priyambada, saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, pergerakan IHSG akan berada di level support 3.575-3.595 dan level resistance 3.646-3.670.

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman. Sentimen pertemuan Uni Eropa masih menjadi faktor yang akan mempengaruhi IHSG. Selain itu, kestabilan rupiah dan laporan keuangan emiten pada kuartal ketiga 2011 masih akan mempengaruhi IHSG."Level support 3.850 kuat secara teknikal dan level resistance 3.670-3.690," tambah Billy.

Billy memprediksikan, pergerakan IHSG akan mengalami pelemahan pada akhir pekan. Hal itu dipengaruhi kemungkinan ada profit taking dan overbought."Akhir pekan kemungkinan ada profit taking karena sentimen positif semua cenderung sudah price-in," tegas Billy.

Saham-saham yang menjadi pilihan, Reza memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT United Tractor Tbk (UNTR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebagai saham pilihan."Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut," tutur Reza.

Sementara,Billy merekomendasikan saham PT Astra Internastional Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Billy merekomendasikan, trading buy untuk saham-saham tersebut.

Inilah Saham Pilihan Senin (24/10)

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berfluktuaktif pada perdagangan saham Senin (24/10). Sentimen pertemuan pemimpin Uni Eropa dan laporan keuangan emiten pada kuartal ketiga 2011 menjadi sentimen pergerakan IHSG.

"IHSG cenderung sideaway. Di mana faktor yang mempengaruhi IHSG masih seputar Eropa. Pergerakan sideaway IHSG akan terjadi apabila tidak ada keputusan apapun dari hasil pertemuan pimpinan Uni Eropa," ujar Analis PT Indosurya Aset Management Reza Priyambada, saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, pergerakan IHSG akan berada di level support 3.575-3.595 dan level resistance 3.646-3.670.

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman. Sentimen pertemuan Uni Eropa masih menjadi faktor yang akan mempengaruhi IHSG. Selain itu, kestabilan rupiah dan laporan keuangan emiten pada kuartal ketiga 2011 masih akan mempengaruhi IHSG."Level support 3.850 kuat secara teknikal dan level resistance 3.670-3.690," tambah Billy.

Billy memprediksikan, pergerakan IHSG akan mengalami pelemahan pada akhir pekan. Hal itu dipengaruhi kemungkinan ada profit taking dan overbought."Akhir pekan kemungkinan ada profit taking karena sentimen positif semua cenderung sudah price-in," tegas Billy.

Saham-saham yang menjadi pilihan, Reza memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT United Tractor Tbk (UNTR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebagai saham pilihan."Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut," tutur Reza.

Sementara,Billy merekomendasikan saham PT Astra Internastional Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Billy merekomendasikan, trading buy untuk saham-saham tersebut.

Saham Otomotif Belum Terdiskon Banjir Thailand

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Penjualan mobil diprediksi tak mencapai target 2011 akibat terganggunya suplai seiring banjir yang melanda Thailand. Target harga saham-saham otomotif pun terdiskon.

Kepala Riset HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, pasar seharunya mendiskon banjir Thailand pada penurunan saham-saham di sektor otomotif. Sebab, banjir Thailand dinilainya lebih parah pengaruhnya terhadap sektor ini dibandingkan faktor tsunami Jepang pada 11 Maret 2011.

Karena itu, ia memangkas target harga wajar saham ASII ke level Rp55.000 per saham, IMAS ke Rp9.900 dan TURI ke level Rp500 hingga akhir 2011. “Saya rekomendasikan sell untuk semua saham otomotif. Saat ini, pasar belum mendiskon efek banjir Thailand terhadap industri otomotif di Indonesia,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (21/10) saham PT Astra Internasional (ASII) ditutup turun Rp1.700 per saham (2,50%) ke level Rp66.100; PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) stagnan di level Rp11.750 dan PT Tunas Ridean (TURI) stagnan di level Rp600. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Banjir Thailand telah membuat pabrik mobil CBU Honda tak berfungsi. Bagaimana pengaruhnya terhadap saham-saham sektor otomotif di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
Ya. Saham-saham otomotif di Indonesia lebih terpengaruh oleh banjir di Thailand sebenarnya dibandingkan oleh perlambatan ekonomi AS dan Eropa. Sebab, produk mobil dalam negeri lebih dijual di pasar domestik. Karena itu, target penjualan mobil Astra 2011 sebesar 870.000 unit tahun ini , tidak akan tercapai. Seharusnya, asumsi dan target harga pun berubah.

Kalau begitu, hingga berapa harga saham ASII terdiskon?
Dengan perubahan asumsi proyeksi penjualan mobil dan laba, harga saham ASII seharusnya berada di bawah Rp60.000. Sebab, harga wajar fundamentalnya di level Rp55.000. Support terdekat saat ini di level Rp61.000.Penurunan penjualan ASII, bukan faktor berkurangnya demand, melainkan terganggunya suplai akibat banjir Thailand.

Jika dibandingkan dengan tsunami Jepang Maret lalu, seberapa besar efek negatif dari banjir Thailand?
Banjir Thailand lebih parah pengaruhnya dibandingkan Tsunami Jepang. Sebab, saat tsunami sektor otomotif yang terganggu adalah spare part. Sedangkan banjir Thailand mengganggu produksi mobilnya (utuh) yang biasa didatangkan ke Indonesia.

Jadi, ada beberapa produk Toyota yang didatangkan dari Thailand ke Indonesia dengan kondisi Completely Built Up (CBU).Karena itu, pengaruh banjir Thailand lebih parah daripada pengaruh Tsunami Jepang. Sebab, mobil CBU jadi tidak datang ke sini.

Bagaimana dengan saham otomotif lain seperti IMAS?
Begitu juga dengan IMAS. Meski tidak separah ASII, IMAS juga terdampak sentiment negative. Secara fundamental, semua produk mobil terdampak banjir Thailand. Sebab, rata-rata mobil Indonesia didatangkan dari Thailand.

Hingga level berapa Anda mendiskon saham IMAS?
Support IMAS di level Rp10.600. Sebab, harga fundamentalnya seharusnya di level Rp9.900 per saham. Ini target akhir 2011.

Saham TURI bagaimana?
Saham TURI berpeluang turun ke level Rp570 akhir 2011. Harga wajarnya di level Rp500. Saat harga saham-saham penjual mobil turun, saham-saham spare part-nya juga turun.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk saham-saham di sektor otomotif?
Saya rekomendasikan sell untuk semua saham otomotif. Saat ini, pasar belum mendiskon efek banjir Thailand terhadap industri otomotif di Indonesia. Dividen pun tak akan banyak membantu saham-saahm di sektor ini. Sebab, orang lebih fokus pada performa perusahaan yang berubah negative akibat banjir Thailand.

Bursa futures AS turun setelah investor mempertanyakan keputusan Eropa

Bursa futures AS turun setelah investor mempertanyakan keputusan Eropa
TOKYO. Bursa futures AS pagi ini mencatatkan penurunan setelah pimpinan Eropa memutuskan akan menekan neraca Bank sentral Eropa untuk mendongkrak dana penyelamatan serta rencana bantuan bagi perbankan di kawasan tersebut.

Pada pukul 08.41 waktu Tokyo, indeks S&P 500 futures yang habis masa berlakunya pada Desember mendatang, turun 0,4% menjadi 1.230,30. Padahal, sudah tiga pekan terakhir, indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 9,4%.

"Keputusan mengenai neraca perdagangan menimbulkan pertanyaan seberapa besar hal itu akan berefek positif. Selama masih ada pertanyaan, kecemasan akan krisis tak akan hilang," jelas James Dunigan, chief investment officer PNC Wealth Management di Philadelphia.

Catatan saja, indeks S&P 500 pada akhir pekan lalu bertengger di level tertinggi sejak 3 Agustus. Investor optimistis pimpinan Eropa akan mengumumkan rencana untuk mengatasi krisis utang di Eropa. Selain itu, sentimen positif lainnya adalah kinerja McDonald's Corp yang berhasil melampaui prediksi analis.

Pada pekan ini, 191 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan akan merilis laporan kuartalannya. Berdasarkan estimasi analis yang dihimpun Bloomberg, tingkat laba untuk seluruh perusahaan dalam indeks S&P 500 akan naik 16% di kuartal III dan akan naik 18% ke rekor tertingginya menjadi US$ 99,32 per saham di 2011.

Harga Turun, Emas di Antam Laris Manis Hingga 25 Kg/Hari

Jakarta - Pekan lalu, harga emas dunia mengalami penurunan, sehingga harga emas di anak usaha Antam yakni Logam Mulia ikut turun. Namun pembelian tetap ramai, hingga 25 kg per hari.

Hal ini disampaikan oleh Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko kepada detikFinance, Senin (24/10/2011).

"Penurunan harga emas dunia sudah terjadi selama seminggu terakhir ini, namun level support emas masih cukup kuat untuk bertahan di atas US$ 1.600-an/troy ounce," kata Bambang.

Bambang mengatakan penjualan emas murni batangan merek Logam Mulia di Antam masih tetap marak.

"Sehari bisa terjual 20-25 kg/hari, itupun penjualan ritel di counter dibatasi hanya 150 orang/hari. Sedangkan untuk emas murni batangan merek Logam Mulia yang dijual melalui reseller toko-toko emas diperkirakan bisa mencapai 75-100 kg/hari," jelas Bambang.

Harga emas dunia pada Jumat (21/10/2011) akhir pekan lalu tercatat naik hingga 1% lagi, beriringan dengan kenaikan harga saham di bursa Wall Street dan komoditas. Harga emas mencetak rebound harian terbesar dalam 2 pekan terakhir, namun secara keseluruhan sepanjang pekan lalu turun hingga 2,5% atau penurunan terbesar dalam 4 pekan.

Pada perdagangan Jumat, harga emas di pasar spot tercatat turun hingga 1,2% menjadi US$ 1.637,39 per ounce.

Sementara harga emas di Antam per 21 Oktober 2011 lalu adalah Rp 547.000 per gram, dengan harga buy back sebesar Rp 475.000 per gram.

(dnl/qom)

Jumat, 21 Oktober 2011

Ekspektasi Hasil KTT, Bursa Eropa Positif

Headline
INILAH.COM, London - Ekspektasi hasil peremuan para pemimpin Uni Eropa untuk krisis utang telah mendorong bursa saham Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (21/10).

Indeks FTSE naik 0,4% ke 5.407, indeks DAX naik 0,55 ke 5.796 dan indeks CAC naik 0,7% ke 3.107, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Investor mengharapkan para pemimpin Uni Eropa membuat kemajuan dalam sebuah rencana yang komprehensif. Hal ini untuk membantu negara anggota mengatasi krisis utang. Para KTT hari Minggu (23/10) besok hasilnya menjadi lebih pasti.

Saham perbankan sebagai sektor yang paling sensitif dengan krisis utang, indeksnya naik 1,4%. "Reaksi positif pada perdagangan pagi karena ada sesuatu yang diharapkan dalam pertemuan besok. Tetapi kalau tidak ada yang konkrit dalam waktu dekat maka akan turun lagi," kata trader senior di ETX Capital, Manoj Ladwa.

Sebagian besar investasi dilakukan oleh investor saat ini untuk tujuan jangka pendek. Sebab terlalu banyak ketidakpastian untuk bermain jangka panjang.

Bursa Asia sebagian menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,2% ke 18.021, indeks STI naik 0,7% ke 2.713, indeks Kospi naik 1,8% ke 1.836, indeks Shanghai turun 0,2% ke 2.324, indeks KLSE turun ke 1.441, indeks ASX turun 0,07% ke 4.141.

Yen Menguat Jelang KTT Uni Eropa

Headline
INILAH.COM, Singapura - Kurs yen Jepang menguat pada perdagangan Jumat (21/10) seiring dengan harapan investor terhadap hasil KTT Uni Eropa.

Yen diperdagangakan di level 105,89 per euro di London pada Jumat pagi ini dari 105,84 per euro di New York kemarin. Mata uang Jepang ini sedikit naik 0,6% ke 76,77 per US$. Yen naik 1,55 terhadap dolar Australia menjadi 78,86 per dolar Australia.

"Penguatan yen, saya pikir mencerminkan korelasi kekhawatiran yang mencermintkan risiko mata uang," kata Sacha Tihanyi, strategi valas Scotia Capital di Hong Kong.

Sementara dolar AS menjadi US$1,3794 per euro dari US$1.378 kemarin atau telah naik 0,6% pada pekan ini. Untuk kurs franc naik 1,2208 per euro dan naik 0,5% mejadi 88,9 sen per barel, seperti dikutip dari bloomberg.com.

Permintaan terhadap euro sangat terbatas sejak kemarin. Hal ini seiring dengan turunnya indeks kepercayaan bisnis Jerman pada bulan Oktober.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy sepakat untuk meminta para pemimpin Uni Eropa menilai secara komprehensif dan serius terhadap paket bailout pada pertemuan kedua pada 26 Oktober mendatang.

"Setiap orang memantau pasar keuangan untuk mengetahui risiko menularnya krisis berpotensi cukup besar," kata anggota Dewan Bank Sentral Eropa (ECB), Erkkie Liikanen.

Bursa Asia positif setelah pimpinan Eropa akan gelontorkan dana US$ 1,3 triliun

Bursa Asia positif setelah pimpinan Eropa akan gelontorkan dana US$ 1,3 triliun
TOKYO. Mayoritas indeks acuan di bursa Asia ditransaksikan melaju pagi ini. Sebut saja indeks Kospi Korea Selatan yang naik 0,9% dan indeks S&P/ASX 200 yang naik 0,3%. Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang tak banyak mengalami perubahan pagi ini.

Kondisi itu menyebabkan indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% menjadi 115,42 pada pukul 10.02 waktu Tokyo. Lebih dari separuh saham yang ditransaksikan di bursa Asia naik.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Fanuc Corp yang naik 1,2%, National Australia Bank Ltd naik 1,1%, dan Newcrest Mining Ltd turun 0,6%.

Kenaikan bursa Asia pagi ini disebabkan sentimen positif dari Eropa. Pasalnya, pimpinan Eropa mempertimbangkan untuk menggelontorkan dana senilai US$ 1,3 triliun untuk mengatasi krisis utang di kawasan tersebut.

"Sepertinya pertemuan pimpinan Eropa mengalami kemajuan. Namun jalan masih panjang. Pasar masih akan rentan," jelas Stephen Halmarick, head of investment market research Colonial First State Global Asset Management.

Tiga Sektor Saham Layak Speculative Buy

INILAH.COM, Jakarta – Risiko koreksi IHSG dinilai jauh lebih besar dibandingkan potensi penguatan. Trader disarankan tidak mengambil posisi. Speculative buy bisa dilakukan saat IHSG di level 3.500-3.525.

Pada perdagangan Kamis (20/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 62,530 poin (1,70%) ke level 3.622,776, dengan intraday terendah di 3.598,76 dan tertinggi di 3.684,84. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 12,739 poin (1,94%) ke level 641,276.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, kenaikan dan penurunan IHSG saat ini relatif masih sama. Menurutnya, indeks berpeluang turun dan menguji area support terdekat di level 3.500-3.525. “Sementrara itu, resistance indeks sama dengan kenaikan terakhir yang tertahan di level 3.700-3.725,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (31/10).

Tommy menegaskan, indeks saat ini sangat jelas berada dalam tren bearish. Menurutnya, indeks terimbas oleh penantian pasar atas hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa pada Minggu, 23 Oktober 2011. “Karena itu, dalam 3-4 candle terakhir, volatilitas indeks sangat tinggi,” ungkapnya.

Dia memperkirakan, support 3.500-3.525, bisa jadi baru dicapai pekan depan. Tapi, jika sebelum support tersebut bisa mantul ke atas, indeks akan bergerak volatile dalam kisaran yang lebar antara support 3.525-3.700. “Tapi, selama penyelesaian krisis utang Eropa belum jelas, akan berat bagi IHSG untuk naik,” tandasnya.

Memang, dia mengakui, fundamental bursa Indonesia cukup bagus. Hanya saja, jika bursa global ambruk, IHSG terkena imbasnya. “Sebaliknya, jika Eropa memberikan kabar positif dalam artian confirm bisa mengatasi krisisnya, kenaikan IHSG akan cepat,” ucapnya.

Di atas semua itu, Tommy menyarankan, trader (apalagi investor) untuk tidak mengambil posisi terlebih dahulu. Sebab, range pergerakan ke atas IHSG sudah sempit. “Karena itu, strategi trading bagi trader lebih menunggu IHSG turun terlebih dahulu,” ucapnya.

Sekali lagi, dia menjelaskan, di level saat ini sangat berat bagi IHSG untuk naik. “Saat ini sell dulu, dan untuk masuk tunggu saat IHSG berada dalam kisaran support 3.500-3.525,” ungkap Tommy.

Tapi, pada level-level support tersebut, pasar harus melihat apakah koreksi indeks mengalami perlawanan beli atau tidak. “Jika tidak ada demand, jangan dulu masuk. Sebab, IHSG ada potensi turun ke level 3.300-an. Level ini, merupakan support yang cukup kuat,” paparnya.

Menurutnya, jika terjadi perlawanan beli pada level 3.500-3.525, trader bisa melakukan pembelian saham-saham yang trennya saat ini sedang reversal (balik arah) menguat. Saham-saham pilihannya adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT International Nickel Indonesia (INCO) dan PT Aneka Tambang (ANTM). “Sedangkan saham tambang batu bara tidak direkomendasikan karena sedang berada di area resistance,” timpalnya.

Lalu, PT Ciputra Development (CTRA), PT Alam Sutera Realty (ASRI) dan PT Bukit Sentul City (BKSL). Di sektor perkebunan PT Astra Agro Lestari (AALI), PT BW Plantation (BWPT), dan PT Sampoerna Agro (SGRO).

Dia menyarankan, trader bisa speculative buy saham-saham tersebut jika pada support IHSG di level 3.500-3.525 terjadi perlawanan beli. Tapi, jika ditembus ke bawah, lebih baik jangan melakukan pembelian. “Yang sudah dibeli pun, lebih baik jual kembali dan baru masuk saat IHSG sudah berada di level 3.300-an,” imbuhnya. [mdr]

eTrading: Sentimen positif global bisa menjadi katalis IHSG

JAKARTA. Pada perdagangan Kamis (20/10), indeks Dow Jones ditutup naik 37 point (0,32%) ke level 11.541,80 setelah pemerintah Uni Eropa sepakat untuk menggelontorkan dana sebesar US$ 1,3 triliun untuk menangani krisis utang.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (20/10) ditutup turun 63 point (1,70%) ke level 3.622,77. Investor asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp 212,6 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah BBCA, BBRI, ADRO, BMRI dan SMGR.

Secara teknikal, penurunan IHSG pada perdagangan kemarin kembali berhasil tertahan oleh garis fibonnaci retracement 50% di 3,622. "Apabila level tersebut berhasil tertembus, maka IHSG berpotensi menguji level support selanjutnya di 3.579," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, pada perdagangan hari ini (21/10), IHSG masih berpotensi untuk terkoreksi, namun perlu diperhatikan sentimen positif dari bursa global yang dapat menjadi katalis positif bagi IHSG hari ini.

"IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.579-3.688 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain JSMR, CFIN dan ROTI," pungkasnya.

Indeks Jepang bergerak fluktuatif menunggu rencana strategis Eropa

Indeks Jepang bergerak fluktuatif menunggu rencana strategis Eropa
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang ditransaksi fluktuatif di zona hijau dan merah. Pada pukul 09.14, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,1% menjadi 8.691,39. Sedangkan indeks Topix tak banyak perubahan di posisi 745,84.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengarhui bursa Jepang antara lain: Nissan Motor Co turun 0,9%, Mizuho Financial Group Inc turun 0,9%, dan Kawasaki Heavy Industries Ltd naik 3,5%.

Pergerakan liar bursa Negeri Sakura terjadi di tengah kecemasan pimpinan Uni Eropa tidak mampu menyelesaikan rencana dalam mengatasi krisis utang Eropa pada pertemuan yang berlangsung pekan ini.

"Banyak sekali informasi dan ketidakpastian apakah pertemuan pada pekan ini akan menghasilkan sesuatu rencana strategis," jelas Stephen Halmarick, head of investment market research Colonial First State Global Asset Management.

Bursa Asia Menguat Jelang Pertemuan Eropa

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia membukukan keuntungan moderat pada awal perdagangan Jumat (21/10). Investor menyambut hati-hati pernyataan Perancis dan Jerman untuk memberikan rincian rencana penyelamatan zona euro beberapa hari mendatang.

Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average naik 0,1%, sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,9% dan di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 0,2%.

Saham Asia telah terkoreksi dalam kemarin, mengantisipasi pertemuan puncak pemimpin Eropa akhir pekan ini untuk rencana penyelamatan Eropa. Namun, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan akan memberikan respons yang komprehensif dan ambisius untuk krisis saat ini di kawasan euro.

Langkah-langkah akan dibahas Minggu (23/10) dan diadopsi pada pertemuan puncak kedua selambat-lambatnya Rabu.

Ahli strategi Barclays Capital mengatakan bahwa banyak ketidakpastian seputar KTT para pemimpin Eropa." Isu Kompleks tetap untuk Eropa, dan kami sarankan untuk hati-hati," katanya. Demikian menurut Yahoo.com.

Saham sektor keuangan Jepang sebagian besar menguat, dengan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 0,3%, Nomura Holdings Inc naik 1,4%, dan Daiwa Securities Group Inc naik 0,7%. Saham keuangan Australia juga meningkat, dengan Australia & New Zealand Banking Group Ltd naik 1% dan National Australia Bank Ltd naik 1%.

Perusahaan teknologi Jepang menguat, dengan Kyocera Corp naik 1% dan Fujitsu Ltd naik 1%. Musim laporan keuangan sektor teknologi berlanjut, dengan kinerja sektor raksasa Microsoft Inc sesuai estimasi, bahkan SanDisk Corp mengalahkan perkiraan Wall Street.

Sementara itu, saham TDK Corp naik 2,6%, sedangkan Showa Denko KK naik 2,9%. Baik TDK dan Showa Denko turun pada sesi sebelumnya, setelah prospek suram dari pembuat disk drive AS Western Digital Corp memukul sentimen. [ast]

Market Berfluktuasi, Pilih Saham Recehan!

INILAH.COM, Jakarta – Krisis Eropa belum bisa dipastikan sampai kapan. Selama itu pula IHSG bakal fluktuatif. Investor lebih baik di luar market sedangkan trader (jangka pendek) bisa bermain saham recehan.

Pengamat pasar modal Teguh Hidayat mengatakan, trader harian hingga bulanan masuk kategori investor jangka pendek. Menurutnya, dalam situasi market yang fluktuatif, mereka bisa melakukan pembelian saham saat IHSG turun dan jual saat naik.

Tapi, lanjutnya, untuk investor jangka panjang saat ini, lebih baik berada di luar market. Sebab, krisis utang Eropa belum bisa diraba kedalamannya sampai di mana. “Meskipun, pada Minggu, 23 Oktober 2011, merupakan puncak acara KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Uni Eropa untuk resolusi krisis utang kawasan itu,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (20/10).

Dalam situasi yang tak pasti, Teguh menyarankan para trader, untuk mencermati saham-saham yang tidak terpengaruh oleh laju IHSG. Saham-saham tersebut bukan saham-saham defensive melainkan saham yang memiliki pergerakannya sendiri. “Artinya, saat IHSG turun, dia tidak turun. Tapi, saat IHSG naik, juga tidak naik,” ujarnya.

Teguh menegaskan, saham-saham itu memiliki pergerakannya sendiri, kadang naik dan kadang turun. Saham-saham dalam kategori ini adalah yang masuk kategori harga saham recehan (dimmers stock) di bawah Rp1.000 per saham.

Adapun saham-saham yang masuk kategori seperti ini, Teguh memiliki dua pilihan: PT Garda Tujuh Buana (GTBO) dan PT Total Bangun Persada (TOTL). “Dua saham itu, secara fundamental bagus, tidak terpengaruh oleh fluktuasi IHSG, dan harganya saat ini cukup murah,” ujarnya.

Karena itu, dia menegaskan, trader tak perlu khawatir pembelian akan nyangkut pada saham tersebut. Kalaupun nyangkut, tinggal average down. Meski begitu, ia tetap menyarankan untuk mengambilnya secara bertahap. “Sebab, risiko market saat ini sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, jika trader bisa merealisasikan keuntungan GTBO di level Rp175 itu, sudah untung lumayan. Sementara itu, untuk pembelian, trader bisa mengambilnya di level Rp120 yang merupakan level terendahnya.

Sedangkan untuk TOTL, Teguh menargetkan harga di angka Rp300. Menurutnya, jika ingin masuk, pembelian bisa dilakukan di level Rp200-230. “Jika sudah berada pada kisaran level itu, trader bisa mengambilnya bertahap dan jika ternyata turun lagi ke level Rp220, bisa melakukan pembelian kembali,” ungkap Teguh.

Lebih jauh Teguh menegaskan, saking bagusnya fundamental kedua emiten ini, trader tidak perlu memasang stop loss dalam artian cut loss. “Kalaupun nyangkut, ini hanya soal waktu sebelum dia naik lagi,” paparnya.

Dia mencontohkan, posisi terendah TOTL di level Rp200. Level ini bisa tercapai jika IHSG jeblok. Tapi, menurutnya, level ini susah dicapai karena pola pergerakannya tidak terpengaruh indeks. “Tapi, kalaupun TOTL turun lebih rendah dari Rp200 ke level Rp190-an, tidak perlu panik. Ini hanya soal waktu sebelum dia naik lagi,” tandasnya.

Di sisi lain, valuasi di level Rp200 bagi TOTL sangat murah di bawah Price Earnings Ratio (PER) 10 kali. Begitu juga dengan GTBO. Sebab, GTBO merupakan perusahaan sektor pertambangan batu bara dan TOTL merupakan perusahaan konstruksi.

Dua sektor ini, kata Teguh, rata-rata valuasinya sangat mahal. Karena itu, untuk saham dengan PER di bawah 10 kali, cukup murah dibandingkan valuasi sektornya. “Saya rekomendasikan beli di level tadi, dan jual dalam rentang satu-dua pekan ke depan,” imbuhnya.

Pada perdagangan Kamis (20/10) pukul 15.10 WIB, saham GTBO ditransaksikan turun Rp7 (4,96%) ke level Rp134. Begitu juga dengan saham TOTL yang turun Rp5 (1,92%) ke level Rp255 per saham. [mdr]

Eropa Sedikit Optimis, Wall Street Bergerak Tipis

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup mixed pada perdagangan saham Kamis (20/10) dengan keuntungan tipis. Pemimpin Eropa berusaha untuk meyakinkan investor, solusi untuk krisis utang akan segera datang.

Indeks Dow Jones naik 37,16 poin atau 0,32% ke level 11.541,78. Indeks S&P 500 naik 5,51 poin atau 0,46% ke level 1.215,39. Indeks Nasdaq turun 5,42 poin atau 0,21% ke level 2.598,62, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Indeks S&P mencatatkan kenaikan dan melemah dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan indeks ini cukup ketat mengingat pasar terus berkonsentrasi pada penyelesaian krisis utang di Eropa. Jerman dan Eropa mengeluarkan pernyataan pada Kamis, pemimpin sekarang akan mengadakan dua KTT untuk mendiskusikan krisis utang dengan penyelesaiannya.

Meski begitu kecemasan pasar tetap tinggi. Indeks volatilitas CBOE naik lebih dari 1% mendekati 35. Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan aktifitas pabrik di wilayah Mid-Atlantic menunjukkan kenaikan pada Oktober.

Sementara itu, data klaim pengangguran turun pada minggu lain. Sentimen negatif lain, penurunan penjualan rumah yang ada pada bulan lalu dan hanya kenaikan kecil pada masa mendatang.

Ada pun sektor saham yang mengalami kenaikan yaitu keuangan dan material. Indeks S&P sektor keuangan naik 1,8% dan material naik 1%.

Kemajuan perkembangan krisis utang Eropa oleh para pemimpin Eropa untuk mencari solusi dianggap penting bagi Wall Street. Hal itu dikarenakan agar keluar dari jangkauan perdagangan mereka. Investor juga memperhatikan kinerja perusahaan yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat.

Setelah bel penutupan, saham Microsoft turun 0,5% menjadi US$26,87 setelah mengumumkan hasil kuartalan. Selama perdagangan reguler, saham ini turun 0,3% ke level US$27,04. Saham Ingersoll Rand Plc turun 7,9% menjadi US$27,38. Selain itu, saham Polycom Inc turun lebih dari 25% menjadi US%16,33.

Volume perdagangan saham sekitar 7,8 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq di bawah rata-rata harian tahun ini sekitar 8 miliar saham. [hid]

KTT Uni Eropa & G20 Cari Solusi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (21/10) diprediksi menguat. Beredar dokumen, EFSF Uni Eropa diperbolehkan membeli obligasi di pasar sekunder.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini salah satunya dipicu laporan yang diterima oleh Reuters, bahwa European Financial Stability Facility (EFSF) akan diperbolehkan membeli obligasi di pasar sekunder. Syaratnya, zona Euro tidak memiliki masalah solvency perbankan dan pemerintah punya track racord yang cukup bagus.

Menurutnya, meski ini bukan keputusan KTT Uni Eropa, tapi sudah jadi good news dan merupakan dokumen resmi yang diperoleh Reuters. "Jadi, rupiah masih akan menguat walaupun sifatnya menguat tipis. Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.750-8.900 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Terbatasnya penguatan, karena pasar masih harus menunggu hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa pada Minggu 23 Oktober 2011. "Jadi, investor cenderung akan menahan diri," ujarnya.

Tapi, lanjutnya, jika melihat dokumen yang diperoleh Reuters itu, tampak EFSF akan memiliki wewenang yang lebih besar untuk menolong penyelesaian krisis utang Uni Eropa. "Tapi, dokumen itu masih akan dibahas pada pertemuan tinggi tinggi Uni Eropa Minggu, 23 Oktober 2011," ujarnya.

Lebih jauh Firman menilai, sentimen dari KKT Uni Eropa cenderung variatif karena masih dibayangi ketidakpastian. Sebab, rumor pasti akan terus beredar baik positif maupun negatif.

Tapi, secara umum, pada 23 Oktober itu akan ada optimisme Uni Eropa akan memberikan solusi untuk meredakan krisis utang. Hasil KTT itu baru akan diketahui Senin (24/10) di sesi awal pasar Asia. "Jika hasilnya ternyata menegecewakan, euro akan kembali melemah dan rupiah akan terkena imbas negatifnya," ungkap Firman.

Menurut Firman, skenario terburuknya adalah default Yunani dan ini yang tengah diantisipasi pasar. "Artinya, Yunani tidak akan membayar utangnya sepeser pun jika Eropa membiarkan default itu terjadi," ucapnya.

Ia memperkirakan, Eropa tidak akan membiarkan Yunani default atas semua obligasi yang telah diterbitkan oleh Atena. "Paling-paling, nilai obligasi Yunani akan dipangkas (haircuts) yang lebih besar," timpalnya.

Karena itu, kemungkinan Yunani tidak akan dibiarkan default. Sebab, pada 3-4 November 2011 akan ada pertemuan G20. Uni Eropa akan memberikan solusi walaupun tidak komprehensif dan ini tentu akan diajukan pada petemuan G20 3-4 November di Paris. "Karena itu, negara maju lainnya juga bisa turut memberikan bantuan untuk selesaikan krisis utang zona euro," ucapnya.

Sebab, lanjutnya, pertemuan G20 terakhir meminta agar Eropa segera membenahi krisisnya. "Pada 23 Oktober adalah solusi untuk Uni Eropa dan pada 3-4 adalah solusi yang akan diberikan oleh G20," timpalnya.

Apalagi sebelumnya, Rusia dan China sudah menyatakan kesiapannya untuk membeli obligasi Eropa jika Eropa sendiri mau memberikan rencana yang kredibel. "Di sisi lain, IMF juga mengatakan, negara Eropa yang tidak mengalami masalah pendanaan tapi butuh dana tambahan bisa mengakses fasilitas kredit dari IMF (International Monetary Fund) yang tentunya tidak akan memberatkan negara Eropa," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (20/10) ditutup melemah 25 poin (0,28%) ke level 8.820/8.830 per dolar AS.

Pilihan Saham Untuk Trading Buy

INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Jumat (21/10) masih akan terkoreksi. Namun, beberapa saham masih menarik untuk trading buy. Apa saja?

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, volatilitas indeks semakin tinggi, apalagi setelah mendekati level kritikal 3.600. Ia memperkirakan untuk jangka pendek, IHSG akan tertahan di level 3.580 sebagai support yang cukup kuat. “Koreksi ini diperlukan untuk memperkuat pembalikan arah IHSG kembali ke kisaran 3800,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Sementara Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, setelah break 3600, support IHSG terbentuk di 3.400. “Tekanan jual meningkat karena koreksi kemarin dibarengi oleh volume yang relatif kecil, jadi belum banyak investor yang melepas barang,”ujarnya dihubungi terpisah.

Namun, hal ini justru dinilai akan menimbulkan gelombang koreksi besar pada perdagangan selanjutnya, apalagi jika tidak dicapai kesepakatan penuh dalam pertemuan Uni Eropa akhir pekan ini yang membahas EFSF (european financial stability fund) dan bail out Yunani. “Penurunan IHSG tanpa volume besar, mengindikasikan peluang rebound zero,”paparnya.

Di tengah situasi ini, Irwan merekomendasikan saham Clipan Finance Indonesia (CFIN), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Tunas Baru Lampung (TBLA) dan Perusahaan gas Negara (PGAS),”Rekomendasi trading buy untuk emiten-emiten ini,” ujarnya.

Sementara Yuga menyarankan investor untuk buy on weakness atau average down saham Astra International (ASII), BBRI, Gudang Garam (GGRM), Bakrieland (ELTY) dan Bukit Sentul (BKSL).

BKSL didukung oleh fundamental kuat. Dengan landbank lebih dari 9000 ha, BKSL adalah property terbesar di Indonesia. Sementara Net asset Valuenya : Rp 992, jelas ada potensial upside yang besar utk harga sahamnya .

Pada perdagangan Kamis (20/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 62,530 poin (1,70%) ke level 3.622,776, dengan intraday terendah di 3.598,76 dan tertinggi di 3.684,84. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,12 miliar lembar saham, senilai Rp 3,35 triliun dan frekuensi 106.775 kali.

Sebanyak 43 saham naik, sisanya 204 saham turun, dan 53 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai keluarnya dana asing, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) tercatat sebesar Rp193 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1.198 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,005 triliun. [ast]

Inilah Menu Saham Pilihan Jumat (21/10)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (21/10) diprediksi akan melemah dengan kisaran 3.578-3.650.

"Kami perkirakan pergerakan indeks masih dibayangi oleh aksi wait and see investor atas voting Yunani serta pertemuan Menteri Eropa pada akhir pekan ini," kata analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin.

IHSG kemarin ditutup melemah melemah 1,76% ke level 3.620,14. Total nilai perdagangan saham secara reguler senilai Rp2,91 triliun dan volume 3,06 miliar saham. "IHSG kemarin anjlok didorong oleh sentimen negatif dari ketidakpastian keputusan dana bailout Eropa," jelasnya.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan beli untuk saham ADRO, BKSL, BBRI dan ASII. Krisis Eropa yang belum jelas solusi sampai sekarang dan beberapa data ekonomi Amerika yang menyimpulkan recovery masih belum dimulai secara signifikan. "Ini dapat membuat IHSG terkoreksi cukup tajam terseret oleh bursa regional."

Untuk saham ADRO disarankan beli dengan strategi masuk pertama di 1.730 dan kedua di 1.650 dan cut loss di 1.590. Dengan price gap bawah di Rp.1.730-1.650 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi.

Saham ASII disarankan beli dengan target harga di 66.900 dengan strategi jual pertama di 65.200 dan 63.500 dengan cut loss di 61.800. Saham BKSL disarankan beli dengan target harga di 280. Saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.300.

IHSG Berpeluang Rebound Tipis

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melorot 62 poin menyusul jatuhnya bursa-bursa Asia. Sentimen negatif datang dari Eropa atas kembali memanasnya krisis utang setempat.

Pada perdagangan, Kamis (20/10/2011), IHSG ditutup terpangkas 62,530 poin (1,70%) ke level 3.622,776. Indeks LQ 45 ditutup turun 12,739 poin (1,94%) ke level 641,276.

Potensi IHSG untuk rebound tipis pada perdagangan Jumat (21/10/2011) terbuka lebar, berbarengan dengan penguatan sejumlah bursa regional lainnya. IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung menguat pada perdagangan terakhir pekan ini.

Bursa Wall Street tadi ditutup variatif setelah melalui sesi yang cukup bergejolak, merespons perkembangan penanganan krisis utang Eropa. Indeks S&P mengakhiri pelemahannya selama 7 hari berturut-turut.

Pada perdagangan Kamis (20/10/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 37,16 poin (0,32%) ke level 11.541,78. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 5,51 poin (0,46%) ke level 1.215,39 dan Nasdaq melemah 5,42 poin (0,21%) ke level 2.598,62.

Bursa-bursa Asia pagi ini langsung tercatat menguat tipis. Berikut pergerakan bursa regional pada Jumat pagi:
  • Indeks Nikkei-225 menguat tipis 7,50 poin (0,09%) ke level 8.689,65.
  • Indeks KOSPI menguat 25,76 poin (1,43%) ke level 1.830,98.
  • Indeks S&P/ASX menguat 21,9 poin (0,53%) ke level 4.166,8.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
IHSG kemarin anjlok didorong oleh sentimen negatif dari ketidakpastian keputusan dana bailout Eropa. Kami perkirakan pergerakan indeks masih dibayangi oleh aksi wait and see investor atas voting Yunani serta pertemuan Menteri Eropa pada akhir pekan ini. IHSG kami proyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. IHSG kami proyeksikan akan bergerak pada range 3.578-3.650.

eTrading Securities:
Perdagangan IHSG Kamis (20/10) ditutup turun 63 point (-1.70%) ke level 3,622.77 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.2 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp3.3 triliun. Seluruh sektor saham mengalami penurunan.

Tercatat sebanyak 39 saham mengalami penguatan, 194 saham mengalami penurunan, 48 saham tidak mengalami perubahan dan 174 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. PGAS, JSMR, TLKM, AMRT dan BNII, sedangkan saham-saham yang menjadi pemberat bursa pada hari ini a.l. ASII, BBCA, BMRI, BBRI dan ADRO.

Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 212.6 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah BBCA, BBRI, ADRO, BMRI dan SMGR. Rupiah diperdagangkan melemah 66 point ke level Rp8,889 per US Dollar.

Secara teknikal, penurunan IHSG pada perdagangan kemarin kembali berhasil tertahan oleh garis Fibonnaci Retracement 50% di area 3622, apabila level tersebut berhasil tersebut berhasil tertembus maka IHSG berpotensi menguji level support selanjutnya di 3579. Pada perdagangan hari ini (21/10), diperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi dengan range pergerakan beradai 3579-3688. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l JSMR, CFIN, dan ROTI.

(qom/qom)

Trader dan Investor Jangan Ambil Posisi Dulu

INILAH.COM, Jakarta – IHSG dinilai jelas berada dalam tren bearish. Karena itu, risiko koreksi jauh lebih besar dibandingkan potensi naik. Karena itu, trader apalagi investor disarankan, tidak berposisi beli.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, strategi trading bagi trader saat ini lebih baik menunggu IHSG turun terlebih dahulu. Di level saat ini sangat berat bagi IHSG untuk naik. “Saat ini sell dulu, dan untuk masuk tunggu saat IHSG berada dalam kisaran support 3.500-3.525,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (20/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )ditutup melemah 62,530 poin (1,70%) ke level 3.622,776, dengan intraday terendah di 3.598,76 dan tertinggi di 3.684,84. Demikian pulaindeks saham unggulan LQ45 yang turun 12,739 poin (1,94%) ke level 641,276.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG kembali melemah ke level 3.622, bagaimana Anda melihat arah berikutnya?
Kenaikan dan penurunan IHSG saat ini relatif masih sama. Tapi, indeks lebih berpeluang turun dan menguji area support terdekat di level 3.500-3.525. Sementrara itu, resistance indeks sama dengan kenaikan terakhir yang tertahan di level 3.700-3.725. Jadi, indeks saat ini sangat jelas berada dalam tren bearish.

Saya perkirakan, support 3.500-3.525, bisa jadi baru dicapai pekan depan. Tapi, jika sebelum support tersebut bisa mantul ke atas, indeks akan bergerak volatile dalam kisaran yang lebar antara support 3.525 dan resistance 3.700.

Apa yang menyebabkan, indeks masih berada dalam tren bearish?
Indeks terimbas oleh penantian pasar atas hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa pada Minggu, 23 Oktober 2011. Karena itu, dalam 3-4 candle terakhir, valatilitas indeks sangat tinggi. Tapi, selama penyelesaian krisis utang Eropa belum jelas, akan berat bagi IHSG untuk naik.

Bagaimana dengan kinerja keuangan emiten kuartal III-2011 yang diperkirakan positif?
Memang, fundamental bursa Indonesia cukup bagus. Hanya saja, jika bursa global ambruk, IHSG terkena imbasnya. Sebaliknya, jika Eropa memberikan kabar positif dalam artian confirm bisa mengatasi krisisnya, kenaikan IHSG akan cepat.

Apa saran Anda baik untuk trader maupun investor?
Trader, apalagi investor jangan mengambil posisi terlebih dahulu. Sebab, range pergerakan ke atas IHSG sudah sempit. Karena itu, strategi trading bagi trader lebih baik menunggu IHSG turun terlebih dahulu. Di level saat ini sangat berat bagi IHSG untuk naik. Saat ini sell dulu, dan untuk masuk tunggu saat IHSG berada dalam kisaran support 3.500-3.525.

Tapi, pada level-level support tersebut pun, pasar harus melihat apakah koreksi indeks mengalami perlawanan beli atau tidak. Jika tidak ada demand, jangan dulu masuk. Sebab, IHSG ada potensi turun ke level 3.300-an. Level ini, merupakan support yang cukup kuat.

Jika terjadi perlawanan beli pada level 3.500-3.525, trader bisa melakukan pembelian saham-saham yang trennya saat ini sedang reversal (balik arah) menguat.

Saham-saham apa saja yang sedang dalam tren naik?
Di sektor tambang, saham-saham pilihannya adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT International Nickel Indonesia (INCO) dan PT Aneka Tambang (ANTM).

Bagaimana dengan pertambangan batu bara?
Untuk saham tambang batu bara tidak direkomendasikan karena sedang berada di area resistance.

Ada lagi?
Lalu, PT Ciputra Development (CTRA), PT Alam Sutera Realty (ASRI) dan PT Bukit Sentul City (BKSL). Di sektor perkebunan PT Astra Agro Lestari (AALI), PT BW Plantation (BWPT), dan PT Sampoerna Agro (SGRO).

Saya sarankan, trader bisa speculative buy saham-saham tersebut jika pada support IHSG di level 3.500-3.525 terjadi perlawanan beli. Tapi, jika ditembus ke bawah, lebih baik jangan melakukan pembelian. Yang sudah dibeli pun, lebih baik jual kembali dan baru masuk saat IHSG sudah berada di level 3.300-an.

Harga kontrak emas masih ditransaksikan melorot pagi ini

Harga kontrak emas masih ditransaksikan melorot pagi ini
SINGAPURA. Pagi ini, harga kontrak emas kembali ditransaksikan melorot. Itu artinya, penurunan harga emas sudah terjadi selama lima hari belakangan, yang merupakan periode penurunan terlama sejak Januari.

Harga kontrak emas ditransaksikan turun 0,6% pagi ini menjadi US$ 1,611,82 per troy ounce di Comex, New York. Namun pada pukul 08.08 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.613,88. Dengan demikian, sepanjang pekan ini, harga kontrak emas sudah turun 4%.

Harga minyak terdongkrak sentimen Eropa, AS, dan Libia

Harga minyak terdongkrak sentimen Eropa, AS, dan Libia
NEW YORK. Harga kontrak minyak dunia ditransaksikan naik di New York. Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran Desember naik 43 sen menjadi US$ 86,50 sebarel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.41 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 86,36 per barel.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Desember naik 1,3% menjadi US$ 109,76 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah data manufaktur AS secara tidak terduga naik. Selain itu, pemerintah Eropa juga tengah mendiskusikan untuk menggelontorkan dana senilai US$ 1,3 triliun yang ditujukan untuk mengatasi krisis utang Eropa.

Faktor lainnya adalah kematian mantan Pimpinan Libia Muamar Khaddafi. Menurut National Oil Corp, kematian Khaddafi akan mendorong tingkat produksi minyak Libia kembali ke level normal.

Sentimen dari Eropa mendorong Wall Street positif

Sentimen dari Eropa mendorong Wall Street positif
NEW YORK. Setelah sebelumnya ditransaksikan melemah, kemarin malam, Wall Street berhasil ditutup positif. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,5% menjadi 1.215,39. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,3% menjadi 11.541,78.

Saham-saham finansial mencatatkan kenaikan tertinggi diantara sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks S&P 500, yakni sebesar 1,8%. Sementara, saham-saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Fifth Third Bancorp dan KeyCorp yang naik masing-masing 6,9% setelah kinerja berhasil melampaui proyeksi.

Selain itu, ada pula Philip Morris International yang reli 3,3% setelah tingkat pemesanan barang melonjak dan kenaikan harga rokok di Asia membantu perusahaan dalam melampaui estimasi laba. Sementara, EBay Inc turun 3,1% setelah perusahaan memprediksi akan membukukan penjualan dan pendapatan yang berada di bawah estimasi.

Kenaikan bursa AS terjadi setelah pemerintah Eropa mempertimbangkan untuk menggelontorkan dana senilai US$ 1,3 triliun untuk mengatasi krisis utang Eropa. "Pasar saat ini sangat supersensitif terkait apakah ada atau tidak rencana untuk menstabilkan Eropa," jelas Brian Barish, President Cambiar Investors LLC.

Masih Dibayangi Krisis Eropa, Wall Street Ditutup Mixed

Gb
New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup variatif setelah melalui sesi yang cukup bergejolak, merespons perkembangan penanganan krisis utang Eropa. Indeks S&P mengakhiri pelemahannya selama 7 hari berturut-turut.

Dari perkembangan krisis Eropa, Jerman dan Prancis mengeluarkan pernyataan soal para pemimpinnya yang akan menggelar 2 pertemuan guna mendiskusikan krisis utang, dengan solusi akan diambil pada pertemuan kedua pada Rabu.

"Pernyataan itu cukup bagi kami untuk bangkit dari titik terendah, namun masih ada jalan yang panjang," ujar Robert Pavlik, chief market strategist Banyak Partners LLC seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/10/2011).

Pada perdagangan Kamis (20/10/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 37,16 poin (0,32%) ke level 11.541,78. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 5,51 poin (0,46%) ke level 1.215,39 dan Nasdaq melemah 5,42 poin (0,21%) ke level 2.598,62.

Ketidakpastian pasar masih tinggi, dengan indeke volatilitas CBOE yang menjadi panduan kekhawatiran investor naik lebih dari 1% menjadi 35.

Sentimen positif pendukung pasar lain adalah data ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas pabrikan di kawasan Mid-Atlantik AS mengalami rebound selama Oktober. Laporan lain menunjukkan klaim pengangguran turun pada pekan lalu.

Namun dari sisi negatif, data lain menunjukkan turunnya penjualan rumah jadi pada bulan lalu, dan hanya ada kenaikan tipis untuk panduan kenaikan di masa mendatang.

Saham finansial dan material mencetak kinerja terbaik kemarin. Indeks Sektor Finansial S&P 500 GSPF tercatat naik 1,8%, indeks material GSPM naik 1%.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,8 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8 miliar lembar saham.

(qom/qom)