Kamis, 29 Desember 2011

Cermati Eropa, Wall Street Melemah

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup melemah lebih dari 1% pada perdagangan saham Rabu (28/12). Hal itu dikarenakan pelaku pasar kembali fokus pada keuangan zona Euro.

Indeks Dow Jones turun 139,94 poin atau 1,14% ke level 12.151,41. Indeks S&P turun 15,79 poin atau 1,25% ke level 1.249,64. Indeks Nasdaq turun 35,22 poin atau 1,34% ke level 2.589,98.

Aksi jual saham mengikuti penurunan euro terhadap dolar AS. Hal itu memicu kekhawatiran utang zona euro sehingga terjadi aksi jual dengan perdagangan kecil. "Kelihatannya pelemahan euro telah mematahkan level US$1,30 sehingga investor pun melakukan aksi jual," ujar Ryan Detrick, Senior Technical Strategist with Scheffer Investment Research.

Pergerakan rally di Wall Street didukung oleh data ekonomi AS yang positif sehingga memindah fokus mereka dari kekhawatiran krisis utang zona Euro. Investor pun optimis ekonomi AS akan kembali pulih sesuai jalur. Tetapi tanpa berita ekonomi domestik maka kebanyakan fokus kembali ke Eropa.

Selain itu, sentimen yang mempengruhi bursa saham AS yaitu pelemahan euro ke level US$1.2939.

Pelaku pasar pun akan konsentrasi pada krisis utang Eropa dan perlambatan Asia,serta dampak resesi Eropa terhadap pemulihan Amerika Serikat pada 2012.

Sebelumnya sektor yang mengalami kenaikan tertinggi dalam lima hari lalu seperti sektor material dan energi. Tetapi saham ini mendorong pelemahan indeks saham pada Rabu (28/12) dikarenakan harga komoditas turun. Indeks sektor material turun 2,2%.

Sepanjang tahun ini, Dow naik 5%, S&P turun 0,6%, dan Nasdaq turun 2,4%.

Saham Medicis Pharmaceutical Corp turun 1,2% ke level US$33,35 setelah memotong outlook pendapatan kuartal keempat. Saham Citigroup Inc ke level US$26,13 setelah regulator memenangkan delay securities fraud lawsuit dengan bank. Dengan US Securities and Exchange Commission menolak transaksi US$285 juta dengan bank.

Volume perdagangan saham kecil dengan nilai sekitar 4,31 miliar saham di New York Stock Exchange, Nasdaq dan Amex dibandingkan rata-rata harian saham 7,9 miliar saham. [hid]

Fokus Data Ritel AS, Rupiah Siap Menanjak

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah pada kontrak harga emas di London, Kamis (29/12) diprediksi sideways cenderung menguat. Pasar merespon positif data penjualan ritel AS semalam.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, volatilitas rupiah masih rendah. Sebab, secara keseluruhan volume transaksi sangat tipis.

Apalagi, sebagian bursa regional baru dibuka kembali hari ini setelah libur Natal. Tapi, ini tidak begitu berarti karena kebanyakan investor sudah mengambil cuti hingga akhir tahun. "Karena itu, rupiah cenderung sideways-menguat dan akan bergerak dalam kisaran 9.040-9.122 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Hanya saja, rupiah juga punya peluang terimbas profit taking akibat penguatan dolar AS yang terjadi sebelumnya. Namun secara keseluruhan, masih ada sinyal untuk penguatan rupah lebih lanjut. "Karena itu, untuk Kamis (29/12), rupiah bakal sideways cenderung menguat," tuturnya.

Apalagi, kata Christian, semalam dirilis data penjualan ritel AS selama musim belanja Natal 2011. Angkanya sudah diperkirakan terjadi kenaikan signifkan sebesar US$72 miliar dari US$62 miliar pada tahun lalu. "Penjualan ritel jadi fokus market saat ini," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah pada kontrak harga emas di London, Rabu (28/12) ditutup stagnan di level 9.070 per dolar AS.

IHSG Beresiko, 'Wait and See'

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Kamis (29/12) diperkirakan beresiko. Investor disarankan untuk wait and see.

Pengamat pasar modal Ridwan Novayanto dari Bumiputra Capital memprediksikan, sentimen negatif dari pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak mentah membuat bursa yang sudah menipis transaksinya menjadi rentan.

“Pasar terpengaruh tekanan jual. Terutama karena aksi jual besar-besaran di saham yang sensitif terhadap kenaikan harga minyak mentah dan depresiasi nilai tukar,” ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM.

Sementara sentimen positif di pasar yang bisa memicu rebound teknikal sudah menipis. Meski kemungkinan window dressing masih ada, Ridwan menilai hal tersebut takkan melambungkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“IHSG akan sulit menembus level 3.800,” lanjutnya.

Window dressing kemungkinan terbatas hanya pada saham-saham yang sudah sangat lagging dan tertekan harganya, dengan valuasi/PE relatif terhadap IHSG di bawah 1%. Seperti saham infrastruktur dan pertambangan logam yang banyak diburu lokal.

“Misalnya saham Wijaya Karya (WIKA), Jasa Marga (JSMR) dan PT Gas Negara (PGAS),” katanya, memberi contoh saham-saham yang tertunda kenaikannya ini.

Namun, lanjut Ridwan, karena PE relatif indeks untuk sektor yang lagging ini di bawah 1%, dampak window dressing takkan banyak berpengaruh pada apresiasi IHSG. Yakni kemungkinan untuk ditutup di atas level 3.800.

“Saya merekomendasikan untuk wait and see, karena valuasi harga saham masih bisa turun lagi. Perdagangan selama dua hari terakhir ini sangat beresiko,” ujarnya.

Rekomendasi Ridwan agar investor menunggu bukan karena ekspektasi pertumbuhan EPS atau earning korporasi. Namun karena sentimen pasar yang masih didominasi isu negatif akibat krisis Eropa.

Sehingga, katanya, investor mengurangi porsi di pasar saham dan cendering melakukan aksi untuk menghindari resiko (risk aversion). Pertumbuhan EPS 2012 diperkirakan mencapai 18-19% yang bisa memicu penurunan PE/valuasi.

“Jadi, PE IHSG bisa mencapai 14 kali jika mencapai 4.200. Dengan sentimen negatif dari Eropa, PE bisa mengarah ke 10 kali,” tandasnya.

Harga kontrak minyak catatkan penurunan pertama dalam tujuh hari

Harga kontrak minyak catatkan penurunan pertama dalam tujuh hari
NEW YORK. Harga kontrak minyak ditransaksikan melorot untuk kali pertama dalam tujuh hari terakhir. Harga kontrak minyak untuk pengantaran Febuari turun US$ 1,98 menjadi US$ 99,36 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level terendah sejak 21 Desember lalu. Tidak hanya itu, penurunan tersebut juga merupakan yang terbesar sejak 14 Desember. Sepanjang tahun ini, harga kontrak minyak sudah naik 8,7%. Sedangkan tahun lalu, harga minyak mencatatkan kenaikan sebesar 15%.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent turun US$ 1,71 atau US$ 1,6% menjadi US$ 107,56 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Penurunan harga kontrak minyak terjadi setelah neraca Bank Sentral Eropa (ECB) menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini memberikan sinyal kenaikan risiko dari krisis utang Eropa sehingga mengancam tingkat permintaan minyak dunia.

"Berita terbesarnya saat ini adalah penguatan euro yang terlalu besar. Ini saatnya terjadi koreksi setelah menguat selama enam hari," jelas Tom Bentz, director BNP Paribas Prime Brokerage Inc di New York.

Sekadar informasi, neraca Bank Sentral Eropa menembus rekor baru senilai 2,73 triliun euro atau US$ 3,55 triliun. Pada pekan lalu, Bank Sentral Eropa sudah menggelontorkan pinjaman tiga tahun kepada 523 perbankan dengan nilai total 489 miliar euro untuk mendongkrak pengucuran kredit. Sejauh ini, perbankan hanya menyimpan dananya kembali ke Bank Sentral Eropa.

Neraca ECB menembus rekor, bursa AS dilanda aksi jual

Neraca ECB menembus rekor, bursa AS dilanda aksi jual
NEW YORK. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa AS ditutup dengan penurunan kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor\'s 500 turun 1,3% menjadi 1.249,64. Penurunan tersebut menghapus seluruh kenaikan di 2011 karena indeks melorot di bawah harga rata-ratanya dalam 200 hari terakhir.

Sejumlah saham yang mempengaruhi bursa AS antara lain: Alcoa Inc dan Chevron Corp yang turun masing-masing sebesar 1,8%. Lalu ada saham Morgan Stanley Cyclical Index yang melorot 1,9% seiring penurunan Caterpillar Inc dan Ford Motor Co yang melorot lebih dari 2,3%. Sedangkan Bank of America Corp masih melanjutkan penurunan pada transaksi sebelumnya sebesar 3,6%.

Aksi jual yang melanda bursa AS dipengaruhi oleh neraca Bank Central Eropa (ECB) meningkat ke rekor tertinggi setelah kenaikan pengucuran pinjaman untuk perbankan dalam mengatasi krisis utang Eropa.

"Perekonomian mendapatkan tekanan dari pinjaman Bank Sentral Eropa kepada perbankan. Dengan kondisi Eropa yang akan jatuh ke jurang resesi, perbankan sulit menggelontorkan pinjaman," jelas Timothy Ghriskey, chief investment officer Solaris Group LLC di New York.

Catatan saja, bursa saham melempem setelah neraca Bank Sentral Eropa menembus rekor baru senilai 2,73 triliun euro atau US$ 3,55 triliun. Pada pekan lalu, Bank Sentral Eropa sudah menggelontorkan pinjaman tiga tahun kepada 523 perbankan dengan nilai total 489 miliar euro untuk mendongkrak pengucuran kredit. Sejauh ini, perbankan hanya menyimpan dananya kembali ke Bank Sentral Eropa.

Euro Merosot, Wall Street Terpangkas 1%

New York - Saham-saham di bursa Wall Street kembali melemah hingga 1% setelah reli berturut-turut. Kekhawatiran tentang masalah baru di krisis Eropa membuat investor melepas saham-saham menjelang tutup tahun.

Pelemahan saham-saham terjadi berbarengan dengan melemahnya euro ke titik terendah dalam 11 bulan atas dolar AS. Volume yang rendah terus memicu volatilitas yang tinggi.

"Ini sepertinya pelemahan euro yang menembus level US$ 1,30, benar-benar membuat investor menekan tombol 'jual'," ujar Ryan Detrick, analis senior dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/12/2011).

"Tapi bagaimanapun ini bukanlah pergerakan yang tidak usah dibesar-besarkan dengan mempertimbangkan tidak banyak volume dan bisa berakhir sebagai aksi jual harian," tambahnya.

Pada perdagangan Rabu (28/12/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah hingga 129,94 poin (1,14%) ke level 12.151,41. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 15,79 poin (1,25%) ke level 1.249,64 dan Nasdaq melemah 35,22 poin (1,34%) ke level 2.589,98.

Indeks saham di Wall Street terus menguat dalam beberapa hari sebelumnya didorong data ekonomi AS yang positif. Investor bisa mengalihkan perhatian sejenak dari masalah krisis Eropa.

"Tapi tanpa berita ekonomi domestik untuk menuntun langkah, sebagian besar fokus kini di Eropa," ujar Frederic Ruffy, analis dari WhatsTrading.com.

Saham Citigroup Inc turun hingga 2,9% menjadi US$ 26,13 setelah regulator AS memenangkan penundaan gugatan terhadap pembobolan surat utang terhadap bank. Bapepam AS tengah melawan keputusan hakim yang menolak penyelesaian dengan bank senilai US$ 285 juta.

Volume perdagangan sangat tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 4,31 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,9 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Rabu, 28 Desember 2011

Seiring Regional, IHSG Melemah 0,5%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (28/12) melemah 20,21 poin atau 0,5% ke 3.769,21. Volume perdagangan mencapai 6,2 miliar saham senilai Rp2,6 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 125 saham menguat, 102 saham melemah dan 96 saham stagnan. IHSG mengalami net foriegn sell Rp27,3 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp683,9 miliar dan penjualan asing sebesar Rp656,6 miliar.

Indeks JII turun 3,3 poin ke 529,18, indeks ISSI turun 0,4 poin ke 123,47 dan indeks LQ45 turun 6,3 poin ke 663,69. Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan yang turun 17,4 poin ke 2.493,61 dan penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan hingga 14,17 poin ke 2.170,27.

Sementara bursa saham Asia mayoritas juga melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,7%, indeks Shanghai turun 0,3%, indeks Nikkei turun 0,2%, indeks Kospi turun 0,9%, indeks STI turun 0,2%.

Investor Lokal Lepas Saham, IHSG Melemah 20 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 20 poin akibat aksi jual saham yang dilakukan investor lokal. Koreksi bursa-bursa di Asia juga turut memberi sentimen negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.110 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.205 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 6,619 poin (0,18%) ke level 3.782,806 terseret arus negatif bursa Asia. Volume perdagangan yang masih serba tipis membuat indeks sulit bergerak ke atas.

Tekanan jual langsung terjadi begitu pembukaan perdagangan, indeks langsung parkir di posisi terendahnya di zona merah. Indeks Sama sekali tak menyentuh zona hijau hari ini.

Pada penutupan perdagangan, IHSG berkurang 16,314 poin (0,43%) ke level 3.773,111. Investor kurang bergairah berdagang sehingga volume dan nilai transaksi tipis seperti perdagangan sebelumnya.

Koreksi hebat langsung terjadi di perdagangan sesi II, indeks anjlok ke posisi terendahnya hari ini di 3.744,631. Tekanan jual semakin tinggi dilakukan oleh investor lokal.

Menutup perdagangan, Rabu (28/12/2011), IHSG melemah 20,211 poin (0,54%) ke level 3.769,214. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,323 poin (0,95%) ke level 663,692.

Melambatnya tingkat konsumsi serta bertambahnya jumlah pengangguran di Jepang membuat bursa-bursa di Asia terkena koreksi cukup dalam. Sentimen negatif ini berimbas juga ke bursa saham lokal.

Investor kurang bergairah dalam bertransaksi karena sudah menjelang akhir-akhir perdagangan tahun 2011. Aksi window dressing yang biasanya terjadi di penghujung tahun sepertinya belum banyak dilakukan.

Aksi jual saham banyak dilakukan investor lokal, sementara investor asing menjadi pihak penampung. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 27,394 miliar di seluruh pasar.

Aksi jual banyak dilakukan di saham-saham berbasis infrastruktur dan finansial. Sementara saham-saham yang paling diincar berada di sektor argikultur, properti dan perdagangan.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 78.770 kali pada volume 6,163 miliar lembar saham senilai Rp 2,698 triliun. Sebanyak 124 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia belum menggembirakan sejak pagi tadi, mayoritas masih terpuruk di zona merah. Hanya bursa saham China yang akhirnya mampu menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,81 poin (0,18%) ke level 2.170,01.
  • Indeks Hang Seng melemah 110,50 poin (0,59%) ke level 18.518,67.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 16,94 poin (0,20%) ke level 8.423,62.
  • Indeks Straits Times turun 11,27 poin (0,42%) ke level 2.662,35.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.650 ke Rp 13.500, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 111.000, Indomobil (IMAS) naik Rp 700 ke Rp 13.550, dan Mayora (MYOR) naik Rp 650 ke Rp 13.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 60.100, Astra Internasional (ASII) turun Rp 750 ke Rp 73.250, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 37.350, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 16.750.

(ang/qom)

Isu Iran Paksa Bursa Eropa Bergerak Tipis

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa cenderung melemah pada perdagangan Rabu (28/12) dengan kekhawatiran terhadap ancaman Iran untuk menghentikan pasokan minyak yang melalui Selat Hormuz.

Indeks FTSE naik 0,02% ke 5.514, indeks CAC turun 0,03% ke 3.102 dan indeks DAX turun 0,4% ke 5.861. Untuk indeks saham bluechip naik 0,1%. Demikian mengutip yahoofinance.com.

Meskipun menerima kebijakan baru dengan injeksi likuiditas besar-besaran oleh Bank Sentral Eropa (ECB) tetapi indeks saham sektor bank turun 0,6%. Sebab sesama bank tidak ada saling kepercayaan sehingga mereka memilih instrumen deposito di fasiltias seperti di ECB dari pada meminjamkan satu sama lain.

"Ini soal keengganan bank yang harus meminjamkan satu sama lain. Mereka lebih memilih menahan dana dari pada masuk dalam pasar antar bank," kata Chriss Weston, dari IG Markets.

Sementara bursa saham Asia mayoritas juga melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,7%, indeks Shanghai turun 0,3%, indeks Nikkei turun 0,2%, indeks Kospi turun 0,9%, indeks STI turun 0,2%.

Perbankan Zona Euro Ramai-ramai Simpan Dana di ECB

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bank-bank zona euro dilaporkan menyimpan sejumlah dana di Bank Sentral Eropa (ECB), beberapa hari usai bank sentral tersebut menyuntikan likuiditas. Ada apa?

Bank-bank tersebut menempatkan dana hampir 412 miliar euor atau sekitar US$539 miliar dalam fasilitas deposito ECB selama libur Natal, yang menyebabkan suku bunga rendah. Saat kondisi normal deposit ini hanya digunakan bank-bank untuk memarkir kelebihan dana tunai.

Penggunaan fasilitas deposit ini terjadi sesudah penyuntikan likuiditas ECB, oleh lebih dari 520 bank yang meminjam 489 miliar euro dari ECB minggu lalu dengan skema pinjaman 3 tahun. Menurut analis, hal ini justru menunjukkan bahwa banyak dari dana yang disediakan oleh bank sentral belum dimanfaatkan oleh bank.Namun mereka juga mengingatkan bahwa terlalu dini untuk menilai ECB berhasil dalam pemberian pinjaman pada saat perdagangan hari libur tipis.

Rekor sebelumnya untuk penggunaan fasilitas deposito ECB tercatat sebesar 384 miliar euro pada Juni 2010. Popularitas fasilitas ini naik-turun dengan adanya krisis keuangan, dimana setiap peningkatan dana yang besar terjadi bisa menjadi indikasi bukti ketegangan pasar. Volume pasar antar bank telah merosot dalam beberapa bulan terakhir.

Fasilitas deposito ECB hanya memiliki suku bunga 0,25%, lebih redah dibanding tingkat suku bunga 1% yang diberikan ECB dalam penyuntikan likuiditas berskema 3 tahun. Pengamat pasar setuju bahwa suntikan likuiditas telah memangkas risiko kegagalan bank Eropa, tetapi menunjukkan bahwa bank-dan nasabah mereka-kemungkinan masih kurang percaya diri untuk meningkatkan pasokan kredit.

"Meskipun suntikan likuiditas dengan skema tiga tahun cukup besar, namun bank masih khawatir akan sistem saat ini terkait ketidakpastian kondisi Uni Eropa," ungkap analis perbankan Morgan Stanley Huw van Steenis, seperti dikutip dari CNBC.com di Jakarta, Rabu (28/12). Penggunaan fasilitas deposito hingga tahun baru menunjukkan bahwa bank sentral telah gagal dalam meringankan neraca bank.

Sebuah tes ketertarikan akan surat utang Eropa akan berlangsung saat lelang surat utang Italia berjangka waktu 6 bulan sebesar 9 miliar euro dan surat utang berjangka waktu 2 tahun sebesar 2,5 miliar euro. Roma juga berencana melelang surat utang dengan nilai antara 5-8 miliar euro pada hari Kamis waktu setempat. Beberapa analis khawatir bila bank tetap memilih untuk menyimpan dana di ECB daripada berinvestasi di surat utang Italia.

Harga emas turun ke titik terendah dalam sepekan

Harga emas turun ke titik terendah dalam sepekan
SINGAPURA. Harga emas turun ke titik terendah dalam sepekan ini. Penurunan harga ini akibat kekhawatiran eskalasi krisis utang Eropa yang akan memberatkan pertumbuhan ekonomi global serta menurunnya permintaan dari India dan China.

Di pasar spot, harga emas sudah turun sebesar 0,5% ke level US$ 1.586,13 per troy ounce. Ini merupakan harga terendah sejak 19 Desember 2011 lalu.

Sedangkan harga kontrak emas untuk pengiriman Februari sudah turun 0,4% ke level US$ 1.588,8 per troy ounce di Bursa Comex, New York.

Melorotnya harga emas seiring dengan kebijakan China yang melarang perdagangan emas di pasar spot dan berjangka di Shanghai Gold Exchange dan Shanghai Futures Exchange. Kebijakan China ini sebagai upaya untuk menindak tegas perdagangan ilegal emas.

Sementara permintaan di India menurun seiring dengan melemahnya nilai tukar rupee. "Pelemahan nilai tukar rupee telah menahan harga emas tetap tinggi dan membendung hasrat warga India membeli perhiasan," katan James Steel, Analis HSBC Securities USA Inc.

Net Buy Asing Gagal Angkat IHSG Sesi I

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Rabu (28/12) IHSG ditutup turun 0,43% ke level 3.773,11.

Penurunan indeks siang ini masih seiring sentimen negatif dari koreksi yang terjadi di bursa regional memfaktorkan data ekonomi AS yang mixed terutama penurunan harga rumah di beberapa wilayah AS dan rilis data factory output Jepang di bulan November yang turun 2,6% seiring penurunan ekspor negara tersebut karena tingginya nilai tukar Yen dan banjir di Thailand. Di Asia, selain KLSE yang naik 0,31%, semua saham mengalami koreksi. Shanghai turun 0,66%, Hang Seng turun 0,67%, Nikkei turun 0,06%, STI turun 0,29%, dan Seoul turun 1,12%.

Bursa AS dan Eropa semalam bergerak sideways dengan volume perdagangan yang sangat tipis seiring investor masih dalam masa libur panjang akhir tahun. Sentimen positif dari rilis data consumer confidence AS di bulan Desember yang kembali naik lebih tinggi dari ekspektasi terkompensasi oleh sentimen negatif penurunan harga rumah di beberapa wilayah AS.

Sebanyak 97 saham terpantau turun siang ini, 90 saham naik, dan 111 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,63% ke level 665,77, sedang JII turun 0,57% ke level 529,51.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp608,46 miliar. Namun asing masih terus berada di pasar hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy senilai Rp91,42 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah MBAI turun 6,32%, ASII turun 0,74%, GGRM turun 0,73%, AALI turun 1,16%, BYAN turun 1,39%, dan ITMG turun 0,52%.

Pilih Saham Target Window Dressing

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG hingga penutupan diprediksi melemah. Tapi, saham-saham berfundamental kuat dan berkapitalisasi besar bakal jadi target window dressing.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (28/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 16,31 poin (0,43%) ke level 3.773,111. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 4,25 poin (0,63%) ke angka 665,766.

Laju indeks siang ini sangat sepi, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,06 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 4,3 miliar. Sementara itu, nilai transaksi hanya mencapai Rp608,4 miliar di pasar regular dari total Rp1,01 triliun dan frekuensi 39.921 kali.

Sebanyak 89 saham menguat, sedangkan 97 saham melemah dan 111 saham stagnan. Hanya saja, pelemahan indeks, justru diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp91,4 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp278,8 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp187,4 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Saham sektor infrastruktur memimpin pelemahan 0,78%, disusul keuangan 0,68%, pertambangan 0,57%, aneka industri 0,44%, industri dasar 0,36%, manufaktur 0,31%, perkebunan 0,19%, konsumsi 0,16%, dan perdagangan 0,02%. Hanya sektor properti yang menguat 0,48%.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, laju indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti bakal melemah. “Support indeks berada di level 3.763 dan resistance 3.811,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (28/12).

Menurutnya, pelemahan indeks hari ini salah satunya dipicu oleh kondisi eksternal yang tidak mendukung sehingga memiliki risiko yang tinggi bagi market. Karena itu, pelaku pasar lebih memilih untuk memegang cash dibandingkan transaksi saham. “Pasar masih melihat bayang-bayang negatif yang bisa menekan kondisi pasar,” ujarnya.

Momentum itu, dimanfaatkan untuk aksi ambil untung (profit taking) seiring minimnya insentif ke pasar untuk mengimbangi sentiment negatif. “Kecuali, jika ada berita yang signfikan positifnya. Tapi, hingga penutupan hari ini insentif positif itu di market diperkirakan tidak muncul,” ungkap Alfiansyah.

Bayang-bayang negatif, lanjtunya, datang dari Eropa di mana pasar menghawatirkan ancaman downgrade dari lembaga pemeringkat pada awal 2012. Berbagai lembaga akan kembali mengkaji semua peringkat utang kawasan eurozone. “Dikhawatirkan, mereka tidak akan segan-segan untuk kembali men-downgrade peringkat utang Uni Eropa,” paparnya.

Lalu, pasar juga masih mencemaskan lonjakan yield obligasi Eropa pada tiap lelang yang memberikan pengaruh cukup kuat pada pasar modal global. Di sisi lain, pasar masih menantikan rencana AS untuk melanjutkan program stimulus ekonomi yakni Quantitative Easing (QE) tahap ketiga. “Jika direalisasikan, seharusnya jadi sentiment positif di market. Sebab, kebijakan itu diekspektasikan akan mendongkrak perekonomian AS menjadi lebih baik pada 2012,” tuturnya.

Dalam situasi market yang tak pasti, menurutnya, strategi yang cocok adalah pola trading jangka pendek pada saham-saham yang berfundamental kuat dan berkapitalisasi besar. Memang, dalam tekanan jual yang kuat, saham-saham dalam kategori ini juga bakal terimbas negatif. “Tapi, saham-saham ini berpeluang jadi penggerak indeks untuk membentuk pola window dressing dalam 3 hari sisa perdagangan 2011,” ucapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Telkom (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Semen Gresik (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), PT Bukit Asam (PTBA), PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT United Tractor (UNTR). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut dengan pola trading jangka pendek,” imbuhnya.

Tekanan Jual Tinggi, IHSG Berkurang 16 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena tekanan jual sehingga berkurang 16 poin. Investor kurang bergairah berdagang sehingga volume dan nilai transaksi tipis seperti perdagangan sebelumnya.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 6,619 poin (0,18%) ke level 3.782,806 terseret arus negatif bursa Asia. Volume perdagangan yang masih serba tipis membuat indeks sulit bergerak ke atas.

Tekanan jual langsung terjadi begitu pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat parkir di posisi terendahnya hari ini 3.768,972. Indeks Sama sekali tak menyentuh zona hijau hari ini.

Pada penutupan perdagangan, Rabu (28/12/2011), IHSG berkurang 16,314 poin (0,43%) ke level 3.773,111. Sementara Indeks LQ 45 menipis 4,249 poin (0,63%) ke level 665,766.

Saham-saham berbasis infrastruktur paling banyak terkena tekanan jual, disusul oleh saham-saham di sektor finansial dan aneka industri. Hanya indeks sektor properti yang masih bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis.

Investor kurang bergairah dalam bertransaksi karena sudah menjelang akhir-akhir perdagangan di tahun 2011. Aksi poles saham alias window dressing yang biasanya terjadi di penghujung tahun sepertinya belum banyak dilakukan hari ini.

Aksi jual saham banyak dilakukan investor lokal, sementara investor asing menjadi pihak penampung. Transaksi asing hingga siang ini tercatat melakukan pembelian bersih.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 39.921 kali pada volume 4,302 miliar lembar saham senilai Rp 1,156 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 97 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia akhirnya kompak berjalan di zona merah. Bursa Jepang yang sempat menguat akhirnya jatuh akibat melambatnya belanja konsumen di negeri matahari terbit itu.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 14,23 poin (0,66%) ke level 2.151,97.
  • Indeks Hang Seng turun 125,50 poin (0,67%) ke level 18.503,67.
  • Indeks Nikkei 225 menipis 6,31 poin (0,07%) ke level 8.434,25.
  • Indeks Straits Times turun tipis 6,84 poin (0,26%) ke level 2.666,78.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 13.350, Ace Hardware (ACES) naik Rp 150 ke Rp 4.150, Goodyear (GDYR) naik Rp 100 ke Rp 9.550, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 100 ke Rp 3.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 11.100, Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 73.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 60.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 21.250.

(ang/qom)

Profesor Harvard & eks Pejabat Kemenkeu Jadi Calon Petinggi Fed

Washington - Presiden AS Barack Obama menominasikan profesor Harvard dan mantan pejabat Kementerian Keuangan AS untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS. Dua nama itu diajukan setelah calon-calon sebelumnya ditolak partai Republik.

Dua calon tersebut adalah Profesor Jeremy Stein yang merupakan ahli dalam pergerakan pasar saham, manajemen risiko dan perbankan. Calon lainnya adalah Jerome Powell, mantan petinggi Kementerian Keuangan di era pemerintahan Presiden George H.W. Bush.

"Latar belakang mereka yang jelas dan pengalaman, digabungkan dengan pengetahuan ekonomi dan kebijakan moneter yang mengesankan membuat mereka sangat kometen untuk memainkan peranan yang penting ini," jelas Obama dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/12/2011).

Jika Senat AS menyetujui nominasi ini, maka mereka akan mengisi dua dari 7 posisi Dewan Gubernur Bank Sentral AS yang saat ini kosong. Mengisi dua posisi yang lowong menjadi tantangan tersendiri bagi Obama. Pada Juni lalu, Senat menolak pengajuan pemenang Nobel Peter Diamond karena dianggap tidak cukup pengalaman atau kebijakan.

Menurut para ahli, dua calon ini cukup adil karena terdiri dari 1 orang Demokrat dan 1 orang Republik. Stein telah bekerja pada pemerintahan Obama selama 6 bulan di tahun 2009 sebagai anggota Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih dan penasihat Kementerian Keuangan. Ia mengajar keuangan di Harvard dan sebelumnya bekerja di Massachusetts Institute of Technology Sloan School of Management. Stein juga merupakan anggota Financial Advisory Roundtable Bank Sentral New York.

Sementara Powell akan menjadi satu-satunya anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS dengan pengalaman bekerja di Wall Street. Ia sebelumnya adala pengacara dan bankir investasi di New York sebelum akhirnya bergabung dengan kementerian keuangan. Ia sebelumnya merupakan partner dari Carlyle Group, perusahaan investasi swasta yang berkaitan dengan pemerintahan Presiden Bush.

(qom/qom)

Data Ekonomi AS Turun Terbatas, Saham Asia Mixed

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia pada perdagangan Rabu (28/12) pagi mixed dengan volume perdagangan kecil, dengan beberapa pasar seperti Korea dan Australia jatuh, tetapi data ekonomi AS positif dengan turun terbatas.

Reuters melaporkan Nikkei average Jepang diperdagangkan flat, meskipun Tokyo Electric Power Co underperformed di pasar luar negeri setelah Menteri perdagangan Jepang mendesak utilitas bermasalah untuk mempertimbangkan agar sementara akan di bawah kontrol negara. Nikkei naik 0,2 persen ke 8.456,33, meskipun itu masih terjebak di antara rata-rata pergerakan saham selama 25 hari di 8.465,8 dan retracement 50% dari rally akhir November sampai awal Desember di 8.431. Sementara indeks Topix naik 0,1 persen ke 724,76.

Saham Seoul dibuka turun tapi diperkirakan akan downside terbatas karena data ekonomi AS positif dan setelah spekulasi yang menyebabkan kerugian pada hari Selasa. Indeks jatuh dipimpin saham-saham telekomunikasi, di mana SK Telecom turun 5,96 persen dan KT anjlok 5,31 persen. Indeks harga saham gabungan Korea (KOSPI) turun 0,86 persen pada pukul 00.05 GMT.

Saham Australia turun pada sesi pagi setelah perdagangan tidak relatif berubah, mengikuti Wall Street. Benchmark S & P/ASX 200 indeks naik 1,6 poin ke 4.142. Benchmark Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,3 persen menjadi 3.225,7 pada perdagangan pagi yang sepi.

Ditutup variatif, hanya Dow Jones yang memerah

Ditutup variatif, hanya Dow Jones yang memerah
NEW YORK. Meski bergerak di zona merah pada awal perdagangan, bursa Wall Street ditutup bervariasi, Selasa (27/12). Hanya Dow Jones yang berada di teritori negatif.

Rinciannya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terbenam 2,65 poin atau 0,02% ke 12.291,35. Indeks S&P, maju 0,1 poin atau 0,01% ke 1.265,43 dan bursa teknologi Nasdaq, lompat 6,56 poin atau 0,25%.

Pasar bergerak dengan spekulasi bahwa The Federal Reserve mempertimbangkan akan melanjutkan program pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) tahun depan.

Sebagian bursa di Wall Street kembali terangkat oleh indeks keyakinan konsumen yang naik ke level 64,5 di Desember ini. Angka tersebut merupakan titik tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Bulan lalu, indeks kepercayaan konsumen ada di level 55,2.

Namun Dow Jones tersengat oleh kekhawatiran beberapa masalah yang ada di Eropa.

Wall Street Flat dalam Volume Ekstra Tipis

New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup flat setelah bergerak pada kisaran sempit dengan volume yang ekstra tipis. Investor berhenti sejenak setelah reli yang mendorong indeks saham naik hingga 5% pada pekan lalu.

Pergerakan saham-saham sangat labil antara teritori positif dan negatif. Sentimen positif datang dari data keyakinan konsumen yang lebih baik dari ekspektasi dan menembus titik tertingginya dalam 8 bulan selama Desember. Keyakinan konsumen terutama berasal dari optimisme terhadap membaiknya pasar tenaga kerja dan situasi finansial.

Sentimen tersebut sudah mendorong Wall Street naik tajam pada pekan lalu. Dan kini yang tersisa hanyalah penantian investor sebelum akhirnya pasar saham 2011 berakhir.

"Ini adalah pekan yang ulet untuk perdagangan teknikal ataupun fundamental terutama karena pemain besar sudah pergi," jelas Joseph Cusick, analis senior dari OptionXpress Inc seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/12/2011).

Pada perdagangan Selasa (27/12/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 2,65 poin (0,02%) ke level 12.291,35. Indeks Standard & Poor's 500 menguat tipis 0,10 poin (0,01%) ke level 1.265,43 dan Nasdaq menguat 6,56 poin (0,25%) ke level 2.625,20.

Perdagangan berjalan sangat sepi, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 3,59 miliar lembar saham, atau hanya setengah dari transaksi harian yang sebesar 7,9 miliar lembar.

Salah satu saham yang bergerak cukup besar adalah Sears Holdings Corp yang merosot hingga 27,2% menjadi US$ 33,38 setelah peritel itu berencana menutup 100 dari 120 unit Kmart and Sears sekaligus menyatakan pendapatannya bakal merosot hingga setengahnya sejak tahun lalu.

Doug Roberts, chief investment strategist Channel Capital Research.com mengatakan, saham-saham sepertinya akan bergerak menguat hingga akhir tahun meski jika kenaikannya tipis.

"Kta mungkin akan melihat sedikit dorongan naik, tapi volumenya tidak banyak. Tanpa hadirnya berita buruk, kita mungkin akan melihat kenaikan dalam 4 hari kedepan," jelasnya.

(qom/qom)

Selasa, 27 Desember 2011

Asing Net Buy, IHSG hanya Turun 0,2% ke 3.789

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia melemah 7,7 poin atau 0,2% ke 3.789,43 pada penutupan perdagangan Selasa (27/12). Volume perdagangan mencapai 4,8 miliar saham senilai Rp2,3 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 139 saham turun, 98 saham naik dan 90 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy Rp106,8 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp916,4 miliar dan penjualan asing Rp809,5 miliar.

Indeks JII turun 0,2 poin ke 532,56, indeks ISSI naik 0,04 poin ke 123,88 dan indeks LQ45 turun 1,3 poin ke 670,02. Pelemahan terdalam dialami sektor konsumsi hingga 14,8 poin ke 1.292,11 dan penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan 13,16 poin ke 2.158,10.

Sementara bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Shanghai turun 1,09%, indeks Nikkei turun 0,4%, indeks Kospi turun 0,8%. Sedangkan indeks Hang Seng naik 1,3%. Untuk indeks ASX libur.

Saham yang menguat seperti saham ASII naik Rp300 ke Rp74.000, EMTK naik Rp275 ke Rp3.275, AALI naik Rp250 ke Rp21.500, BYAN naik Rp200 ke Rp17.950, SMAR naik Rp200 ke Rp6.900, AMGR naik Rp200 ke Rp10.950, PTBA naik Rp150 ke Rp17.350, UNTR naik Rp150 ke Rp25.050, ISAT naik Rp100 ke Rp5.350.

Saham yang melemah seperti saham GGRM turun Rp700 ke Rp61.100, UNVR turun Rp450 ke Rp18.300, AMDF turun Rp400 ke Rp11.000, DSSA naik Rp300 ke Rp11.000, ITMG turun Rp250 ke Rp38.000, INTP naik Rp150 ke Rp17.500.

Asing Keluar, IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,83%

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Selasa (27/12) IHSG ditutup turun 0,83% ke level 3.765,41.

Penurunan indeks siang ini seiring koreksi yang terjadi di bursa regional. Sentimen negatif regional ini berasal dari statement bank sentral Jepang yang menyatakan penurunan neraca perdagangan Jepang disebabkan oleh perlambatan ekonomi dunia dan rilis data consumer confidence Korea Selatan di bulan Desember yang melemah. Nikkei turun 0,36%, dan Seoul turun 1,14%.

Di pasar dalam negeri, investor asing pun melakukan aksi jual menyikapi hal tersebut. Tercatat siang ini, asing melakukan net foreign sell sebesar Rp69,19 miliar.

Volume perdagangan diperkirakan akan relatif sepi sepanjang pekan ini karena telah memasuki musim libur akhir tahun. Indeks hari ini diperkirakan akan bergerak sideways dengan rentang support-resistance di level 3.770 – 3.820.

Bursa AS kembali ditutup menguat di akhir pekan lalu dan melanjutkan relinya dalam 4 hari berturut-turut seiring rilis data durable goods order dan penjualan rumah baru di bulan November yang lebih baik dari ekspektasi.

Sebanyak 145 saham terpantau turun siang ini, 58 saham naik, dan 88 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,93% ke level 665,14, sedang JII turun 0,88% ke level 528,03.

Volume perdagangan siang sangat kecil hanya 736,93 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp470,28 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ASII turun 1,08%, GGRM turun 0,88%, ITMG turun 1,30%, IMAS turun 3,42%, ADMF turun 3,50%, dan INTP turun 1,74%.

Indeks tertekan penurunan 133 saham di sesi I

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat melempem di sesi I. Pada pukul 12.00, indeks tercatat turun 0,84% menjadi 3.765,414.

Sekitar 54 saham naik, sementara 133 saham lainnya dilanda aksi jual. Sedangkan posisi 83 saham lain diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,638 miliar saham senilai Rp 1,070 triliun.

Dari sepuluh sektor yang ditransaksikan, sembilan sektor kompak memerah. Beberapa di antaranya yakni sektor industri lain-lain yang turun 1,09%, sektor pertambangan turun 1,04%, dan sektor manufaktur turun 1,03%. Sedangkan sektor agrikultur menjadi satu-satunya sektor yang berhasil naik, meski tipis, sebesar 0,06%.

Tiga saham penghuni top losers antara lain: PT SMR Utama (SMRU) yang turun 7,25% menjadi Rp 640, PT Asuransi Harta Aman (AHAP) turun 6,83% menjadi Rp 191, dan PT Titan Kimia Nusantara (FPNI) turun 6,78% menjadi Rp 165.

Sedangkan saham-saham top gainers di sesi I adalah PT Duta Anggada Realty (DART) naik 19,7% menjadi Rp 395, PT Wicaksana Overseas (WICO) naik 11,29% menjadi Rp 69, dan PT Suparma (SPMA) naik 6,52% menjadi Rp 245.

IHSG di Persimpangan: Follow

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG hari ini jadi penentuan. Jika support 3.775 ditembus, laju indeks bakal mendatar antara support 3.600-3.75 hingga resistance 3.800-3.875. Follow the market!

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, market saat ini masih menunggu apakah menembus resistance atas support. Pasar masih wait and see apakah ‘year eend rally’ akan terjadi atau tidak. “Semua itu, masih ditunggu-tunggu,” katanya kepada di Jakarta, Selasa (27/12).

Menurutnya, hingga hari ini, signal IHSG masih belum jelas. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) Jumat (23/12) malam memang masih ditutup di bawah resistance 12.303. IHSG juga masih ditutup di bawah resisten 3.811. “Mau nembus ke atas, mau melanjutkan trend, mau rally sampai minggu pertama-kedua Januari, semua memang masih menunggu penentuan,” ujarnya.

Dan, kata dia, penentuannya memang hari-hari ini. Menurutnya, arah pergerakan harga ada tiga: naik, turun, atau flat. Kalau mau naik, IHSG harus menembus resistance. Tapi kalau suport 3.775 yang ditembus, berarti memang marketnya masih flat. “Flat dengan support di kisaran 3.600-3.675 dan resisten di 3.800-3.875,” ungkap Satrio.

Karena itu, baik naik atau turun, pelaku pasar lebih baik follow the market. Kalau tembus resistance, berarti bakal nambah posisi, bahkan menggunakan margin jika diperlukan. “Tapi kalau suport yang ditembus, berarti saya akan kembali ke posisi minim,” timpalnya.

Nanti kalau IHSG di bawah 3.700, pelaku pasar baru kembali belanja saham. “Trend naik jangka pendek sedang berada di persimpangan. Lanjut atau tidak, tergantung Eropa mau ke mana. Semoga lanjut ke atas deh,” imbuhnya.

Rupiah tertekan tipisnya likuiditas dollar

Rupiah tertekan tipisnya likuiditas dollar
JAKARTA. Rupiah kembali tertekan ke titik terendah satu minggu. Nilai tukar mata uang Garuda tergerus spekulasi para importir yang tengah memburu dollar untuk membayar tagihan yang jatuh tempo.

Nilai tukar rupiah tergelincir 0,4% dari posisi 23 Desember ke Rp 9.093 per dolar AS pada 9:30 waktu Jakarta. Rupiah sempat menyentuh Rp 9.200, titik terlemah sejak 15 Desember. Pasar setempat ditutup kemarin dalam rangka cuti bersama.

"Likuiditas dollar umumnya tipis di akhir tahun," jelas Saktiandi Supaat, kepala riset valas di Malayan Banking Bhd, Singapura. Ia memprediksi, rupiah kembali tertekan dollar AS ke Rp 9.150 pada akhir Maret 2012.

China Rencana Tambah Emas di Cadangan Devisa

Headline
INILAH.COM, Jakarta - China akan membeli emas untuk lebih diversifikasi dan melindungi cadangan devisa.

Hal ini disampaikan Kepala Riset Bank Sentral China Zhang Jianhua dalam komentarnya yang diterbitkan kemarin. "Emas telah menjadi safe heaven untuk menghindari risiko investor ketika aset lain dari obligasi pemerintah untuk properti kehilangan nilai," ujarnya dalam tulisannya di koran Bank Sentral 'Financial News' seperti dikutip Reuters.

"Pemerintah China perlu lebih mengoptimalkan portofolio aset valuta asing dan mencari titik entri yang relatif rendah untuk membeli emas," tukas Zhang.

Beijing telah menghabiskan dana sebesar US$3,2 triliun untuk cadangan devisa emas seperti diungkapkan para analis.

Yi Geng, Kepala Administrasi Devisa Negara mengatakan awal tahun ini pasar emas terlalu kecil dan terlalu fluktuatif untuk cadangan devisa China. Menurut Bank Sentral China, china saat ini memegang 33,89 juta ons emas pada cadangan, tidak berubah sejak april 2009.

zhang menulis bahwa sebagian besar bank sentral dunia diperkirakan akan memompa likuiditas yang lebih tinggi ke pasar uang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negaranya yang kendur - seperti Bank of England yang mulai kembali meredakan program kuantitatif - emas hanya akan terlihat lebih menarik. "Itu tidak diketahui apakah penyuntikan dana baru akan membantu meningkatkan kepercayaan investor yang lagi rapuh, tetapi itu cukup dapat diprediksi bahwa likuiditas akan banjir lagi untuk menciptakan tambahan tekanan inflasi," katanya.

Emas dalam pembelian tradisional sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan telah reli ke level tertingginya karena bank sentral telah terlibat dalam kebijakan moneter dan mencetak uang untuk mulai kembali bangkit dari krisis keuangan di tahun 2008 / 2009.

Perdagangan Sepi, Saham Asia Dibuka Mixed

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia stabil pada hari Selasa (27/12) dengan volume perdagangan sangat tipis akibat investor menepi sejenak hingga pasar AS kembali dibuka setelah pekan panjang dan keluarnya data yang dapat memberikan petunjuk atas prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Reuters melaporkan pasar di Selandia baru, Australia, dan Hong Kong masih tutup untuk liburan Natal yang diperpanjang dan perdagangan diperkirakan akan tetap tenang dengan volume yang kecil.

Nikkei average Jepang dibuka turun 0,43 persen ke 8.443. Saham Sony naik 0,3 persen ke 1.398 yen setelah perusahaan setuju untuk menjual sahamnya di perusahaan patungan LCD ke Samsung seharga $940 juta. Saham Samsung di Korea Selatan juga diperdagangkan lebih tinggi, hampir 1 persen setelah berita ini.

Keio Corp Jepang beringsut naik 0,2 persen ke level tertinggi dalam dua bulan ke 551 yen setelah Harian Bisnis Nikkei mengatakan operator kereta api berencana untuk mengakuisisi anak usaha real estat, Tokyo Electric Power co (Tepco) awal bulan depan. Sementara, saham Tepco diperdagangkan turun 0,9 persen ke 211 yen.

Di Korea, saham Seoul naik, di mana investor mengabaikan data ekonomi yang negatif.

Indeks sentimen konsumen Korea Selatan jatuh tajam pada bulan Desember akibat kekhawatiran tentang krisis utang dan perlambatan ekonomi global, menurut survei bank sentral yang dirilis pada hari Selasa. Indeks harga saham gabungan Kores (KOSPI) naik 0,2.

Ini dia daftar saham pencetak untung di 2011

JAKARTA. Tahun ini kinerja pasar saham Indonesia terbilang loyo. Bila dihitung sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan pekan lalu (23/12), kinerja IHSG hanya tumbuh sekitar 2,53%.

Meski bursa suram, masih ada, lo, saham yang mampu mencetak keuntungan fantastis tahun ini. Tengok saja daftar saham top gainers 2011.

Di urutan pertama ada saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). Di awal tahun, saham ini masih dilego Rp 64 per saham. Akhir pekan lalu, harga saham ini sudah naik jadi Rp 570 per saham.

GTBO sudah memberi keuntungan 819,35%. Bahkan, harga saham ini sempat mencapai Rp 640 (15/12), 10 kali lipat dari harga awal tahun.

Harga saham perusahaan batubara ini mulai bergerak liar setelah berhasil mencetak laba bersih Rp 86,9 miliar di kuartal tiga, setelah tahun sebelumnya merugi Rp 21,9 miliar. Perseroan untung lantaran bisnis batubaranya mulai memberikan keuntungan.

Saham lain yang masuk daftar top gainers tahun ini adalah PT Myoh Technology Tbk (MYOH). Sepanjang tahun ini, saham perusahaan teknologi ini naik 380,30%. Saham MYOH bergerak tajam setelah perusahaan ini melakukan serangkaian aksi korporasi, termasuk mengumumkan rencana masuk bisnis batubara.

Meski kinerja dahsyat, analis menilai pergerakan saham-saham tadi lantaran ada bandar yang menggerakkan. "Mereka menggoreng saham tersebut sehingga peningkatannya signifikan," kata Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management, Senin (26/12).

Karena itu, bila dilihat secara fundamental, belum tentu saham-saham top gainers tadi bakal kembali mencetak prestasi yang sama tahun depan. Meski begitu, investor bisa menjadikan saham-saham tadi sebagai alternatif membiakkan dana di saat pasar saham tidak bergairah.

Sebagian besar saham yang masuk daftar top gainers memang saham tidur. Tapi ada juga saham yang memang memiliki fundamental bagus, seperti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Jumat lalu (23/12) harga SSIA sudah naik jadi Rp 720, dari Rp 225 di awal tahun. Analis OSK Nusadana Securities Arief Budiman memprediksi harga saham ini masih bisa naik jadi Rp 1.000 per saham tahun depan.

Namun, jika Anda mau memburu saham top gainers yang terhitung saham tidur, Reza menyarankan agar investor mengetahui terlebih dulu penyebab pergerakan tajam harga saham tersebut.

Selain itu, investor tidak boleh serakah. Investor harus siap keluar jika sudah mendapatkan keuntungan lumayan. Reza menyarankan investor sebaiknya keluar bila sudah raih keuntungan 15%-20%.

Dollar melemah, harga emas di London mencatatkan kenaikan

Dollar melemah, harga emas di London mencatatkan kenaikan
NEW YORK. Harga kontrak emas mencatatkan kenaikan di London. Pada pukul 16.54 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat naik 60 sen menjadi US$ 1.606,95 per troy ounce. Sementara, transaksi pada perdagangan Comex di New York ditutup karena libur Natal.

Kenaikan harga kontrak emas terjadi setelah dollar ditransaksikan melemah terhadap euro. Hal ini mendongkrak pesona emas sebagai aset alternatif.

Jika dihitung, di sepanjang tahun ini, harga kontrak emas sudah melaju 13%. Investor memburu emas karena mencemaskan pertumbuhan ekonomi global akan melambat sehingga mendongkrak permintaan si kuning kinclong sebagai haven. Kendati begitu, harga emas masih turun 1% sejak 30 September lalu.

"Pasar emas sepertinya mengalami rebound. Harga emas kemungkinan akan terus menanjak tahun depan seiring pelemahan dollar," jelas Rich Ilczyszyn, chief market strategist and founder liftrader.com di Chicago.

Catatan saja, dollar ditransaksikan melemah 0,3% terhadap euro selama masa liburan kemarin.

Bauran Teknikal-Fundamental Maksimalkan Profit

INILAH.COM, Jakarta – Market masuki momentum window dressing, disusul Januari Effect 2012. Strategi yang membaurkan indikator teknikal dan fundamental dinilai bisa memaksimalkan profit.

Pada perdagangan Jumat (23/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat tipis 1,71 poin (0,05%) ke level 3.797,151 dengan intraday tertinggi 3.821,988 dan terendah 3.777,024. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 0,41 poin (0,06%) ke level 671,388.

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, window dressing menjadi momentum bagi para fund manager untuk memperbaiki performance portofolio pada tutup buku 2011. Karena itu, menurutnya, banyak harga saham-saham yang akan lebih baik dari harga sebelumnya.

Akibatnya, kata dia, hingga akhir 2011, IHSG berpotensi ditutup di level 3.850-3.900 yang merupakan titik resistance dengan sisa perdagangnan 4 hari lagi untuk 2011. “Tapi, dengan apresiasi dari Fitch Rating yang memberikan gelar investment grade dan bakal disusul oleh Moody’s dan S&P, akan membuat semakin atraktifnya investasi di lantai bursa,” katanya kepada INILAH.COM.

Lalu, lanjut Aji, pada momentum January Effect 2012, level 3.900 bakal ditembus sebelum mencapai target resistance 4.000 pada Januari. “Indeks akan kembali pada titik psikologis 4.000 dengan asumsi investment grade,” tandasnya.

Di sisi lain, dia menilai, krisis utang Eropa, justru akan membuat investor mengalihkan dana-dana segarnya ke Asia dan melihat grade yang bagus yang tidak lain adalah Indonesia. “Memang, January Effect tidak akan terjadi pada awal-awal bulan, melainkan setelah para fund manager selesai berlibur akhir 2011,” tuturnya.

Para fund manager, menurutnya, akan melirik saham-saham yang berfundamental kuat, terutama saham-saham bluechip yang pada 2011 memberikan profit signifikan. Mereka akan mengakumulasi kembali saham-saham tersebut sehingga terefleksi positif pada pergerakan IHSG.

Selain itu, lanjutnya, para fund manager juga berburu dividend yield pada saham-saham yang berfundamental kuat. Apalagi, mereka juga melihat laju invetasi di Indonesia cukup bagus sehingga memberikan ruang besar bagi capital gain pada 2012. “Inilah yang akan dilakukan pada Januari 2012,” timpalnya.

Secara historis, ucap Aji, January effet, dilakukan pada pekan kedua bulan Januari. Itu juga yang mungkin terjadi pada Januari 2012. “Bahkan, sangat mungkin hingga pekan pertama Februari, mereka bargaining position,” tandas Aji.

Adapun, saham-saham yang berpeluang terdongkrak window dressing dan January Effect, menurutnya, adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi index mover dan saham-saham berfundamental bagus BUMN. Di antaranya PT Telkom (TLKM), PT Semen Gresik (SMGR), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Hampir semua saham BUMN cukup menarik karena punya good will yang menarik,” tuturnya.

Termasuk juga, saham-saham di sektor konstruksi seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dan PT Adhi Karya (ADHI). Begitu juga dengan PT Jasa Marga (JSMR) yang mendiversifkasi usahanya ke sektor properti.

Lalu, seiring konversi minyak ke gas dan UU Agraria, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan lebih mudah menyalurkan gasnya. “Karena itu, jika terjadi technical correction pada saham-saham tersebut sebaiknya investor jeli mengakumulasi saham-saham tersebut,” paparnya.

Di atas semua itu, Aji menyarankan, agar pelaku pasar tetap hati-hati dalam trading. Ia menyarankan untuk membaurkan strategi teknikal dan fundamental. Tindakan ini dinilainya bisa memaksimalkan profit dan mengurangi kerugian. “Seiring investment grade, januari Effect 2012 bisa jauh lebih atraktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Resesi Swiss Hantui Laju Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (27/12) diprediksi menguat tipis. Pasar merespon Monetary Policy Minutes Bank Sentral Jepang (BoJ).

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini karena pagi ini, ada data Monetary Policy Minutes Bank Sentral Jepang (BoJ) sehingga bisa memberikan sedikit sentimen positif. Pasalnya, Bank of Japan (BoJ) sudah berkomitmen untuk tetap menegaskan menopang perekonomian negeri sakura itu.

Tapi, lanjut Firman, rupiah tidak akan mengalami pergerakan berarti karena faktor libur Natal 2011. "Karena itu, rupiah akan bergerak sideways dengan kecenderung menguat (tipis) dalam kisaran 9.000-9.100 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, dia menegaskan, perdagangan Selasa (27/12) masih akan sepi karena yang buka baru pasar Jepang, Korea, dan Swiss. "Karena itu, seharusnya rupiah bergerak sideways," ujarnya.

Apalagi, pasar juga mencemaskan kondisi Eropa yang masih dibayangi ancaman pemangkasan peringkat kredit. "Pada saat yang sama, siang hari ini akan dirilis juga Indeks Konsumsi Swiss versi UBS yang diperkirakan melambat dari data sebelumnya -5,8%," ungkapnya.

Data tersebut, lanjut Firman, sudah diperkirakan semakin memburuk. Sebab, Swiss tengah dibayangi ancaman resesi seiring memburuknya ekonomi di Eropa dan berlanjutnya penguatan mata uang franc Swiss sehingga mengancam performa ekspor.

Memang, kata Firman, nilai franc Swiss sudah dipatok terhadap euro. Tapi, menurut pengusaha Swiss dan pemerintah, nilai tukar Swiss terlampau kuat. "Kalau kita lihat pada chart-nya, franc Swiss stabil di level penguatannya meski bukan di level rekor-nya, tapi masih lebih tinggi dibandingkan pembukaan tahun 2011," timpalnya.

Di atas semua itu, Firman menegaskan, dalam sitausi market yang mayoritas masih libur, apapun data yang keluar akan jadi petunjuk pasar untuk trading. "Itulah faktor-faktor yang berpengaruh pada laju rupiah Selasa ini," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (23/12) ditutup menguat 10 poin (0,11%) ke level Rp9.050/9.060 per dolar AS.

IHSG Positif, Koleksi Saham Favorit

INILAH.COM, Jakarta – Perdagangan saham domestik pada Selasa (27/12) diprediksikan masih positif, meski investor cenderung wait and see. Trading dengan saham-saham favorit fund manager berikut ini.

Berdasarkan riset CLSA, data-data ekonomi yang keluar di Amerika Serikat (AS) cukup baik sebelum libur natal. Meski reaksi di pasar relatif minim karena volume perdagangan memang sudah menipis.

Namun, outlook Indonesia pada 2012 amat menarik investor karena upgrade rating oleh Fitch. Valuasi harga saham yang dipersepsi premium dinilai CLSA sebagai pertumbuhan return of equity yang tinggi.

“Pertumbuhannya tinggi, bahkan yang tertinggi di Asia. Apalagi, ditopang tingginya net interest margin (NIM) perbankan Indonesia,” demikian CLSA.

Harga saham domestik saat ini diperdagangkan dengan valuasi 13 kali proyeksi earning 2012. Dengan NIM perbankan tertinggi di Asia, Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk melonggarkan likuiditas.

Inflasi relatif lunak dengan dukungan rupiah yang stabil dan defisit fiskal hanya 1,5% terhadap PDB. “Sementara total utang terhadap PDB hanya 25%,” lanjut CLSA.

Sedangkan pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu menilai, tanda-tanda di pasar masih bagus. Namun, investor masih cenderung wait and see. “Meski begitu, masih ada juga yang tetap akumulasi,” ujarnya, kepada INILAH.COM.

Secara teknikal, selama IHSG belum menembus level 3.875, tren masih berada di kisaran 3.850-3.875. Jika sudah pecah, maka bisa bergerak ke level 4.195. Banyak saham BC Indonesia yang sudah terlalu murah.

Seperti saham perbankan yang rata-ratanya 10-11 kali seperti perbankan.”Sebab jika dibandingkan pertumbuhan NIM yang tinggi, maka PE menjadi lebih murah,” lanjutnya.

Potensi window dressing di pekan terakhir perdagangan tahun ini, besar kemungkinan akan terjadi. Ini terlihat dari grafik yang saat menunjukkan Eropa banyak alami penurunan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah bisa naik.

Menurut Irwan, sudah ada yang mengakumulasi dengan menjaga kejatuhan indeks agar tidak terlalu dalam. Selain kepentingan fund manager, dana pensiun, perusahaan asuransi dan investor institusi untuk memaksimalkan return akhir tahun sangat besar.

IHSG sejak awal 2011 hanya naik 5%, bagi pengelola dana minimal profit tahunan harus di atas return deposito yang 6-10%. “Jadi, window dressing merupakan momen terakhir untuk memaksimalkan return,” lanjutnya.

Bagi trader yang masih ingin berdagang di pekan terakhir ini, lanjut Irwan, direkomendasikan mengikuti langkah fund manager yang akan melakukan window dressing.Terutama di saham-saham favorit fund manager, ringan untuk ditarik dan sedikit di pasar.

Irwan merekomendasikan Unilever (UNVR), Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Pembangunan Perumahan (PTPP) dan Adhi Karya (ADHI). “Beli saham-saham tersebut di atas,” ujarnya.

Inilah Menu Saham Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan usai hari libur Natal ini. Saham-saham kapitalisasi besar (big caps) bisa menjadi pertimbangan untuk dikoleksi.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo mengatakan, bursa regional yang berakhir di zona hijau pada Senin (26/12) lalu, memberi sentimen positif bagi pergerakan IHSG pada hari ini. Kendati krisis utang Eropa masih akan terus membayangi. "Tidak ada sentimen negatif ya, jadi IHSG masih bisa menguat hari ini walau krisis di Eropa masih bisa untuk menyeret IHSG," tuturnya kepada INILAH.COM di Jakarta, kemarin.

Ia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran resisten 3.800-3.811 dan support di kisaran 3.750-3.725. "Kalau hari ini bisa tembus ke 3.811 saja, diperkirakan akan terus menguat hingga sekitar 1-2 minggu pada bulan Januari 2012. Window dressing akan terjadi pada tahun ini," paparnya.

Saat ini beberapa fund manager masih melakukan penyeimbangan (rebalancing) portofolio sehingga volume perdagangan cenderung tipis. Sementara asing masih aktif melakukan pembelian saham, walau hanya tipis saja.

Adapun saham yang direkomendasikannya dalam memulai perdagangan pada pekan terakhir tahun ini adalah saham-saham kapitalisasi besar dengan rekomendasi speculative buy. "Saham-saham big caps seperti GGRM, ASII, BMRI, UNTR. Saham mid caps dan small caps juga akan menguat karena adanya window dressing nanti," tandasnya.

Analis: IHSG berpeluang menguat, rupiah berpeluang perkasa

JAKARTA. Meski volume dan nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia cenderung menyusut, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menanjak pada hari ini (27/12).

Alwi Assegaf, Analis Universal Broker Indonesia, melihat kondisi perekonomian Amerika Serikat menunjukkan perbaikan. Klaim pengangguran turun, data konsumer di AS menanjak di atas ekspektasi sehingga kekhawatiran resesi di Negeri Uwak Sam berkurang.

Indeks Dow Jones Industrial Average, Jumat (23/12) lalu, ditutup menguat 1,02% menjadi 12.294. Kenaikan Dow Jones berefek positif bagi IHSG pada hari ini.

Dari sudut pandang analisis teknikal, IHSG berpotensi melaju. Indikator stochastic masih bullish, demikian pula dengan indikator moving average yang memperlihatkan indeks bergerak uptren.

Ancaman utama laju IHSG masih berasal dari Eropa. Tapi Alwi melihat sentimen krisis utang Eropa sedikit mereda menjelang akhir tahun. Dia menebak, IHSG pekan ini berkisar 3.700-3.875 dengan kecenderungan menanjak. Pada Jumat lalu, IHSG naik tipis 0,05% menjadi 3.797.

Sejalan dengan IHSG, posisi rupiah terhadap dollar AS juga bisa menguat. Rahadiyo Anggoro, Treasurry Business Telkom Sigma, menilai rupiah bergerak stabil dan cenderung naik. Proyeksi dia, hari ini rupiah di rentang Rp 9.000-Rp 9.075 per dollar AS.

Hingga akhir tahun ini, menurut Rahadiyo, rupiah berpeluang ke Rp 9.000 per dollar AS. Satu pemicunya adalah predikat investment grade Indonesia. “Angka itu adalah level yang nyaman bagi rupiah," ucap dia. Pendorong rupiah antara lain, sentimen investment grade masih memberi energi bagi penguatan rupiah dan indikator APBN 2011 yang dibuat pemerintah semuanya memenuhi target. Kemarin, Senin (26/12), rupiah menguat 0,49% jadi Rp 9.055 per dollar AS.

Bursa dunia menanjak seiring optimisme ekonomi Negeri Uwak Sam

Bursa dunia menanjak seiring optimisme ekonomi Negeri Uwak Sam
TOKYO. Mayoritas saham dunia mencatatkan lonjakan kemarin. Itu artinya, MSCI All Country World sudah reli selama lima hari belakangan. Pada pukul 13.34 waktu New York, indeks acuan saham dunia itu naik 0,1%. Hal itu tidak mengherankan mengingat lonjakan dialami oleh bursa Jepang, India, Rusia, dan Brazil yang naik lebih dari 0,1%.

Aksi beli yang melanda bursa dunia seiring optimisme investor mengenai perekonomian AS yang kian membaik. Data yang bakal dirilis hari ini diprediksi akan menunjukkan adanya penurunan harga rumah di 20 kota AS dan kenaikan tingkat kepercayaan konsumen ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

"Perekonomian AS tumbuh lebih baik ketimbang prediksi. Rasa pesimisme konsumen AS juga mulai mereda seiring pulihnya pasar tenaga kerja dan kestabilan di pasar saham," urai Hideyuki Ishiguro, assistant manager Okasan Securities Co di Tokyo.

Kondisi itu juga menyebabkan posisi dollar kian melemah. Dollar keok 0,2% menjadi US$ 1,3074 per euro. Sedangkan yuan menyentuh level 6,3160 versus si hijau, yang merupakan level paling perkasa sejak 1993.