Rabu, 16 Maret 2011

Bursa saham rebound, harga emas ikut melejit


Date : Mar 16 2011, 12:40
Title : News Story
Header : Bursa saham rebound, harga emas ikut melejit


Story
=======================================================================================
SINGAPURA. Kontrak harga emas kembali naik hari ini. Pagi tadi, kontrak
harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,3% menjadi US$ 1.400,38 per troy
ounce. Pada pukul 12.42 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$
1.398,77.
Sekadar mengingatkan, kemarin, harga emas melorot 3,2% menjadi US$
1.381,22 per troy ounce. Ini merupakan level paling rendah sejak 17 Febuari
lalu. Sementara, kontrak harga emas untuk pengantaran April di New York naik
0,2%.
"Kembali terjadi aksi beli, tidak hanya pada emas melainkan sektor
komoditas di pasar. Terjadinya rebound pada pasar saham juga cukup ampuh
meredakan kecemasan investor," kata Park Jong Beom, senior trader Tongyang
Futures Co di Seoul.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 16 Mar 2011 ( 12:38:33 WIB )
=======================================================================================

Darmin: BI Rate Tetap atau Naik

Jakarta - Arah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) untuk April nanti tidak mungkin turun. Meskipun banyak pihak yang memperkirakan inflasi di Maret rendah, bahkan cenderung terjadi deflasi.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan meski terjadi deflasi di Maret ini, namun inflasi tahunan (year on year) belum tentu rendah. Karena inflasi Maret 2010 lalu sudah sangat rendah.

"Jadi tidak selalu deflasi menyebabkan inflasi year on yearturun, karena Maret tahun kemarin (inflasi) rendah. Kita lihat dulu, tapi arahnya (BI Rate) cuma dua, tetap atau naik," jelas Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Darmin mengatakan, untuk penentu kebijakan arah BI Rate ini, inflasi menjadi indikator utama. BI akan melihat arah inflasi dalam beberapa bulan ke depan untuk memutuskan arah kebijakan BI Rate.

Rupiah Bisa Terus Menguat

Selain itu, soal nilai tukar rupiah, Darmin menyatakan BI akan membiarkan rupiah terus menguat. Namun penguatannya akan dijaga sehingga tidak merugikan daya saing ekspor Indonesia.

"Soal kurs, jawaban saya selalu standar. Kita tak pernah mematok angka di nilai tukar. Kita biarkan rupiah menguat tapi terukur. Artinya bagaimana kurs ke depan, kita lihat bagaimana negara lain, jangan sampai kita biarkan menguat tapi merugikan daya saing di bidang ekspor di sisi nilai tukar," tukas Darmin.

Laba Elnusa Anjlok 86% jadi Rp 63 Miliar


Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) meraup laba bersih Rp 63,9 miliar di akhir 2010, turun 86,3% jika dibandingkan di 2009 yang sebesar Rp 466,2 miliar.

Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Rabu (16/3/2011), atas turunnya laba tersebut, maka laba bersih per saham dasar perseroan pun turun menjadi hanya Rp 9 per lembar dibandingkan di 2009 sebesar Rp 65 per lembar saham.

Turunnya laba di 2010 ini karena di 2009 lalu perseroan meraup laba penjualan penyertaan saham yang cukup tinggi yaitu Rp 437,82 miliar. Sementara di 2010 hanya Rp 45,98 miliar.

Dengan demikian, meski pendapatan emiten berkode ELSA itu naik, dari Rp 3,66 triliun di 2009 menjadi Rp 4,21 triliun di 2010, laba bersih perseroan akhirnya turun.

Laba penjualan penyertaan saham itu membuat beban bersih perseroan positif di 2009, sementara di 2010 negatif Rp 43,58 miliar.

Menguatnya nilai tukar rupiah membuat rugi kurs perseroan turun menjadi Rp 8,29 miliar di 2010, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 43 miliar.

Sepanjang 2010, harga saham ELSA ikut turun sebanyak 8,45%. Pada akhir 2009, saham ELSA berada di Rp 355 per lembar, sementara di akhir 2010 sahamnya menjadi Rp 325 per lembar.

Hingga penutupan perdagangan Sesi I hari ini, saham ELSA turun 5 poin (1,69%) ke Rp 290 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 1.979 kali dengan volume 49.534 lot senilai Rp 7,3 miliar.
(ang/dnl)

Ancaman Inflasi Tinggi, IHSG Terkoreksi 22 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 22 poin atas ancaman tingginya inflasi akibat harga minyak yang terus melonjak. Selain itu, Bank Indonesia juga menilai harga pangan masih menjadi ancaman.

Membuka perdagangan, Rabu (16/4/2011), IHSG naik tipis 7,495 poin (0,21%) ke level 3.531,978. Indeks tidak terpengaruh oleh teror bom yang terjadi di tanah air dan menyusul Bursa Jepang yang rebound cukup tinggi.

Namun sayangnya, penguatan indeks ini tidak bertahan lama. Hanya beberapa menit berselang, IHSG langsung masuk ke zona merah serta sempat mendarat di posisi terendahnya di 3.493,610.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (16/3/2011), IHSG terkoreksi 22,862 poin (0,65%) ke level 3.501,621. Sementara Indeks LQ 45 turun 5,458 poin (0,87%) ke level 623,845.

Kekhawatiran akan tingkat inflasi yang tinggi baik di dalam negeri maupun regional membuat investor kembali tidakpede dalam berinvestasi. Salah satu faktor pemicunya adalah semakin tingginya harga minyak dunia.

Penanam modal banyak melepas saham-saham unggulan di sektor bank dan konsumer. Namun ada satu sektor industri yang berhasil menguat yaitu sektor pertanian.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 49.228 kali pada volume 1,345 miliar lembar saham senilai Rp 1,827 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 113 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional bergerak mixed di siang hari ini. Sementara bursa Jepang masih menguat tajam, bursa Hong Kong masih terpuruk di zona merah layaknya IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 11,33 poin (0,39%) ke level 2.907,59.
  • Indeks Hang Seng melemah 99,09 poin (0,44%) ke level 22.579,16.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 313,38 poin (3,64%) ke level 8.918,53.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 6,17 poin (0,21%) ke level 2.952,25.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 250 ke Rp 12.900, Asahimas (AMFG) naik Rp 175 ke Rp 5.000, Adira Finance (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 10.900, dan Fajar Surya (FASW) naik Rp 100 ke Rp 3.025.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 54.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 40.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 46.750, dan Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 14.550.

BI: Bunga Kredit Tinggi, Bank RI Belum Efisien


Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui bisnis bank di Indonesia masih jauh dari efisien. Suku bunga kredit yang tinggi menjadi salah satu tandanya. Jika bank efisien, harusnya bunga kredit rendah.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

"Memang ada inefisiensi dalam perbankan, itu benar. Dan kita punya concern bunga kredit turun. Karena itu kita siapkan langkah-langkah," tutur Darmin.

Dikatakan Darmin, saat ini perbedaan bunga kredit dan bunga simpanan bank cukup tinggi yang mencerminkan besarnya beban operasional perbankan saat ini.

BI mengakui, perbankan di Indonesia bisa dibilang yang paling boros dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN. BI mencatat BOPO perbankan alias rasio biaya operasional dibagi pendapatan operasional mencapai 88,6%. Tingginya BOPO tersebut salah satunya dikarenakan faktorbiaya gaji yang tinggi.

Darmin menyampaikan, salah satu langkah yang diambil untuk menekan bunga kredit adalah kewajiban bank mengumumkan suku bunga dasar kredit (prime lending rate) kepada nasabah.

"Kebijakan ini saya kita dalam 3 sampai 6 bulan akan terlihat dampaknya," imbuh Darmin.

BI juga akan mengambil langkah memanggil bank-bank besar untuk mendorong penurunan bunga kreditnya. "Kita akan panggil jika bunga terlalu mahal. Kita lihat mana yang kurang masuk akal," kata Darmin.

Dalam kesempatan tersebut, Darmin juga mengomentari soal tudingan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal adanya praktik kartel perbankan. Menurut Darmin, praktik kartel perbankan tidak pernah ada.

"Saya sebetulnya melihat tidak ada kartel. Karena masing-masing cukup beragam tingkat bunganya, tidak sama satu sama lain. Tidak ada pembagian pasar dan sebagainya," kata Darmin.

Kenaikan 59 saham tak berhasil angkat indeks di zona hijau pada sesi I


Date : Mar 16 2011, 12:28
Title : News Story
Header : Kenaikan 59 saham tak berhasil angkat indeks di zona hijau pada sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Berbeda dengan mayoritas bursa di kawasan Asia yang mengalami
rebound hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melempem. Pada pukul
12.00, indeks ditutup dengan penurunan 0,65% menjadi 3.501,621.
Mayoritas sektor memerah. Penurunan terbesar dialami sektor industri
lain-lain sebesar 1,12%. Baru kemudian disusul oleh sektor infrastruktur dan
pertambangan dengan penurunan masing-masing sebesar 1% dan 0,96%.
Sepanjang transaksi hari ini, sebanyak 105 saham menurun dan 80 saham
lainnya tak banyak bergerak. Sedangkan saham yang naik hanya 59 saham saja.
Total volume yang ditransaksikan di sesi I mencapai 1,345 miliar saham senilai
Rp 1,8 triliun.
Saham-saham yang menduduki posisi top losers diantaranya: PT Sekawan
Intipratama (SIAP) turun 11,54% menjadi Rp 69, PT Voksel Electric (VOKS) turun
8,51% menjadi Rp 430, dan PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) turun 7,14% menjadi
Rp 2.275.
Sedangkan di posisi top gainers ada PT Sunson Textile (SSTM) naik 9,09%
menjadi Rp 240, PT Pioneerindo Gourmet naik 7,14% menjadi Rp 375, dan Garda
Tujuh Buana (GTBO) naik 5,45% menjadi Rp 58.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 16 Mar 2011 ( 12:19:15 WIB )


=======================================================================================

Outlook kinerja naik tipis, saham TLKM ditransaksikan turun


Date : Mar 16 2011, 12:02
Title : News Story
Header : Outlook kinerja naik tipis, saham TLKM ditransaksikan turun


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Sepertinya, kinerja PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) di tahun
2011 tidak begitu memuaskan. Menurut Presiden Direktur TLKM Rinaldi Firmansyah,
pendapatan perusahaan halo-halo itu di tahun ini hanya akan naik tipis kurang
dari 6%.
Pada pukul 11.40, saham TLKM melorot 0,72% menjadi Rp 7.100. Jika dilihat,
pergerakan saham TLKM sepanjang pagi tadi tampak volatil. Saham TLKM sempat
bertengger di level Rp 7.250 pagi tadi. Namun menjelang siang, saham ini
mengalami penurunan.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 16 Mar 2011 ( 11:45:48 WIB )

Recomnet : Buy If break 7000. Support 6.950 --> Support Kedua 6.500.

Saham INCO terjungkal seiring penurunan harga nikel dan timah dunia


Date : Mar 16 2011, 12:00
Title : News Story
Header : Saham INCO terjungkal seiring penurunan harga nikel dan timah dunia


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT International Nikel Indonesia (INCO) terjungkal ke zona
merah. Hingga pukul 11.26, saham INCO berada di posisi Rp 4.625 atau turun
1,6%.
Penurunan saham INCO disinyalir akibat melorotnya harga nikel dan timah
dunia. Alhasil, kondisi itu mengurangi outlook kinerja perusahaan produsen
nikel terbesar di Indonesia itu.
Catatan saja, kontrak harga timah turun 4,3% menjadi US$ 24.705 per metrik
ton di London kemarin. Sementara, harga timah anjlok 4,4% menjadi US$ 28.600
per ton, terbesar sejak 16 November lalu.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 16 Mar 2011 ( 11:34:39 WIB )
=======================================================================================

Permintaan Baja Naik, Saham JPRS Sentuh Rp 800?




Harga saham PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) diprediki akan menembus Rp 800 per lembar karena harga baja yang akan naik tahun ini. Salah satu pemicu naiknya harga baja adalah permintaan yang tinggi oleh Jepang dalam rangka membangun kembali infrastruktur pasca gempa.

"Bencana gempa dan tsunami yang merusak infrastruktur di Jepang dapat memberikan dampak bagi kenaikan harga-harga komoditas saat masa pemulihan berlangsung," ujar salah satu pelaku pasar, Rabu (16/3/2011).

Ia mengatakan, kebutuhan baja diperkirakan akan meningkat untuk membangun kembali kawasan pesisir timur Jepang. Sehingga berdampak bagi kenaikan harga baja internasional.

Naiknya harga akan memengaruhi pendapatan produsen baja, salah satunya JPRS. Sejumlah bandar dikabarkan siap mengerek harga saham JPRS menuju kisaran Rp 800 per lembar saham.

Pada perdagangan hari ini, sampai pada pukul 10.20 waktu JATS, saham JPRS naik 20 poin (3,63%) ke level Rp 570 per lembar. Sahamnya sudah diperdagangkan 42 kali dengan volume 1.357 lot senilai Rp 385 juta.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Nikkei rebound, bursa Asia pagi ini melaju

Date : Mar 16 2011, 08:48
Title : News Story
Header : Nikkei rebound, bursa Asia pagi ini melaju


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Setelah kemarin babak belur, pagi ini, mayoritas saham di bursa
Asia melesat. Ini merupakan kenaikan pertama dalam lima hari terakhir.
Pada pukul 09.30, indeks MSCI Asia Pacific naik 2,6% menjadi 128,22.
Indeks Nikkei 225 Stock Average juga rebound dari penurunan terbesar dalam dua
hari terakhir.
"Saat ini, saham-saham di Jepang berada di level yang sangat murah.
Perekonomian AS juga mulai pulih dan perekonomian China dan emerging market
lainnya tidak berkinerja buruk," jelas Hiroichi Nishi, equities manager Nikko
Cordial Securities Inc di Tokyo.
Perbaikan juga terlihat di pasar mata uang. Yen melemah ke 80,94 per
dollar dari 80,72 kemarin di New York. Yen juga melemah ke posisi 113,11
terhadap euro dari 112,99. Pelemahan mata uang terjadi setelah Bank of Japan
menggelontorkan dana stimulus sejumlah 15 triliun yen atau US$ 184 miliar ke
sistem finansial pada 14 Maret lalu dan 8 triliun yen kemarin.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 16 Mar 2011 ( 08:44:11 WIB )


=======================================================================================

Batubara laris, penambang sulit mendapat alat berat

Date : Mar 16 2011, 08:48
Title : News Story
Header : Batubara laris, penambang sulit mendapat alat berat


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Permintaan batubara dari dalam negeri dan ekspor naik pesat.
Celakanya, produsen batubara kesulitan menambah alat berat, seperti buldoser,
ekskavator, dump truck dan jenis lain.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI), Supriatna
Sahala membenarkan, banyak pengusaha tambang batubara sedang kesulitan
mendapatkan alat berat. Bahkan, kesulitan tersebut sudah berlangsung sejak
akhir 2010.
Dia belum tahu persis jumlah pembeli alat berat yang mengantre dan maupun
jumlah indent alat berat. "Yang jelas makin sulit, misalnya membeli truk
tambang ada beberapa perusahaan yang terpaksa harus indent selama setahun" kata
Supriatna kepada KONTAN, Selasa (15/3).
Kesulitan mendapatkan alat berat itu agaknya terdorong ekspansi
besar-besaran perusahaan batubara. Pesta pora pebisnis batubara ini sekadar
mengimbangi kenaikan permintaan batubara, utamanya dari China dan India.
Kebutuhan batubara bagi proyek pembangkit listrik 10.000 Megawatt (MW)
tahap I dan II turut memacu produksi batubara. "Ditambah lagi harga batubara
sedang bagus," terang Supriatna.
Supriatna menilai, harga batubara berkorelasi positif dengan permintaan
alat berat. Berdasarkan riset dari Philip Securities, tahun ini permintaan alat
berat hanya dari industri pertambangan naik 13% menjadi 4.673 unit. Tahun lalu,
permintaan alat berat dari industri pertambangan sebanyak 4.133 unit. Tahun
2009, permintaan alat berat dari industri pertambangan sekitar 3.175 unit.
Kenaikan permintaan alat berat ini terus mengekor peningkatan produksi
batubara Indonesia. Tahun 2009 misalnya, produksi batubara mencapai 260 juta
ton. Jumlah ini melampaui target produksi sebesar 230 juta ton. Tahun lalu,
produksi batubara mencapai 300 juta-320 juta ton, melebihi target produksi yang
sebesar 275 juta ton. Tahun ini, kalangan produsen menargetkan produksi
batubara sebanyak 340 juta ton.
Mayoritas batubara
Tak pelak, permintaan alat berat pun melonjak tajam. Corporate Secretary
PT United Tractors Tbk, perusahaan distributor alat berat, Sara Loebis
mengakui, lantaran permintaan tinggi, para pembeli terpaksa harus menunggu
selama beberapa bulan.
Masa indent pembelian alat berat kategori kecil dan sedang, berlangsung
selama tiga hingga empat bulan. Masa tunggu pembelian alat berat kategori besar
berlangsung antara enam hingga delapan bulan. "Ada beberapa model yang butuh
indent lebih lama lagi," kata Sara.
UNTR memasarkan alat berat merek Komatsu. Menurut Sara, penjualan alat
berat UNTR selama ini kebanyakan diserap sektor pertambangan. Porsinya 40% dari
total penjualan. Pada Januari 2011 penjualan alat berat UNTR mencapai 731 unit.
Dari jumlah itu, sebanyak 541 unit dibeli industri pertambangan, khususnya
batubara dan sebagian kecil ke pertambangan nikel. Sisanya masuk sektor
pertanian, kehutanan dan konstruksi. Tahun 2010, UNTR menjual 5.386 unit alat
berat ke berbagai industri.
[ Sofyan Nur Hidayat, Fitri Nur Arifenie ]

KONTAN Wed, 16 Mar 2011 ( 08:40:00 WIB )


=======================================================================================

Selasa, 15 Maret 2011

Saham Tambang dan Konsumer Tahan Koreksi Tajam IHSG


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih turun 45 poin dan belum berhasil keluar dari zona merah akibat tekanan bencana di Jepang. Namun, aksi beli di saham-saham tambang dan konsumer bisa sedikit menahan pelemahan indeks.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 8.785 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.765 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 29,115 poin (0,85%) ke level 3.540,724. Selain makin memburuknya bursa Jepang, turunnya Wall Street juga menjadi sentimen negatif pada pergerakan bursa.

Sepanjang perdagangan sesi I, indeks terus berada di teritori negatif. Bahkan indeks sempat menyentuh posisi terdalamnya di level 3.476,693. Posisi tertingginya pun di zona merah di level 3.569,282.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 81,727 poin (2,29%) ke level 3.488,112. Krisis nuklir di Jepang menyebabkan investor panik dan mengamankan portofolionya.

Menjelang penutupan perdagangan, beberapa investor memanfaatkan posisi indeks yang rendah untuk mengkoleksi saham-saham bank dan konsumer. Atas aksi beli itu, laju pelemahan indeks bisa sedikit diredam.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (15/3/2011), IHSG ditutup turun 45,356 poin (1,28%) ke level 3.524,483. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 8,809 poin (1,39%) ke level 629,303.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 106.477 kali pada volume 4,104 miliar lembar saham senilai Rp 4,969 triliun. Sebanyak 38 saham naik, 197 saham turun, dan 63 saham stagnan.

Meski indeks masih mengalami koreksi, dana asing masih terus masuk ke lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett buy) tipis sebesar Rp 41,355 miliar di seluruh pasar.

Indeks Nikkei 225 menjadi faktor penentu pergerakan bursa-bursa regional pada perdagangan hari ini, ditutup terkoreksi 1.015,34 poin (10,55%) ke level 8.605,15.

Bursa Jepang anjlok ke titik terendahnya hari ini, pasar sudah kehilangan nilai perdagangannya sampai seperlima, dihitung sejak gempa dan tsunami melanda Jepang akhir pekan lalu.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 40,57 poin (1,38%) ke level 2.897,06.
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 667,63 poin (2,86%) ke level 22.678,25.
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 1.015,34 poin (10,55%) ke level 8.605,15.
  • Indeks Straits Times anjlok 71,85 poin (2,37%) ke level 2.959,01.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya
Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.500 ke Rp 47.000, Sari Roti (ROTI) naik Rp 125 ke Rp 2.600, Adira Finance (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 10.750, dan FKS (FISH) naik Rp 50 ke Rp 1.630,

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 550 ke Rp 12.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 21.700, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 54.900, dan Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 350 ke Rp 13.500.

Indeks jeblok seiring dengan penurunan 222 saham di sesi I

Date : Mar 15 2011, 12:22
Title : News Story
Header : Indeks jeblok seiring dengan penurunan 222 saham di sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti arus
bursa Asia. Pada penutupan sesi I, indeks tercatat melorot 2,29% menjadi
3.488,112.
Seluruh sektor memerah. Penurunan terbesar dialami sektor industri dasar
sebesar 2,81%. Baru kemudian disusul oleh sektor agrikultur dan sektor
konstruksi masing-masing sebesar 2,74% dan 2,62%.
Sekitar 222 saham melorot. Sementara hanya 12 saham yang naik dan 23 saham
lainnya tak banyak berubah. Total volume transaksi di sepanjang hari ini
mencapai 2,497 miliar saham senilai Rp 2,887 triliun.
Saham-saham yang menduduki posisi top losers antara lain: PT Bhakti
Capital Indonesia turun 20% menjadi Rp 480, PT Multibreeder Adirama (MBAI)
turun 10,98% menjadi Rp 11.750, dan PT Darya-Varia Laboratorium (DVLA) turun
10,68% menjadi Rp 920.
Sementara, saham-saham di jajaran top gainers adalah: PT FKS Multi Agro
(FISH) naik 7,59% menjadi Rp 1.700, PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) naik 5,77%
menjadi Rp 550, dan PT Prima Alloy Steel (PRAS) naik 4,05% menjadi Rp 77.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 15 Mar 2011 ( 12:14:18 WIB )


=======================================================================================

Krisis Nuklir Jepang Tekan IHSG Balik ke 3.400


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa kembali ke level 3.400 dengan anlok 81 poin. Krisis nuklir di Jepang menyebabkan investor panik dan mengamankan portofolionya.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 29,115 poin (0,85%) ke level 3.540,724. Selain makin memburuknya bursa Jepang, turunnya Wall Street juga menjadi sentimen negatif pada pergerakan bursa.

Sepanjang perdagangan sesi I, indeks terus berada di teritori negatif. Bahkan indeks sempat menyentuh posisi terdalamnya di level 3.476,693. Posisi tertingginya pun di zona merah di level 3.569,282.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (15/3/2011), IHSG anjlok 81,727 poin (2,29%) ke level 3.488,112. Sementara Indeks LQ 45 turun 15,448 poin (2,43%) ke level 622,664.

Seluruh sektor industri di lantai bursa terpuruk. Koreksi terdalam dialami oleh sektor industri dasar, diikuti oleh sektor pertanian, properti dan finansial.

Meski indeks terpuruk, namun dana asing masih masuk ke lantai bursa. Transaksi investor asing hingga siang hari ini masih membukukan pembelian bersih (foreign nett buy) senilai Rp 116,095 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.784 kali pada volume 2,497 miliar lembar saham senilai Rp 2,887 triliun. Hanya 13 saham naik, 240 saham turun, dan 24 saham stagnan.

Investor kembali mengamankan portofolio sahamnya dengan melakukan aksi jual sebelum nilainya semakin turun. Situasi ini dipicu oleh kekhawatiran radiasi serta kembali meledaknya pembangkit nuklir di Jepang.

Atas sentimen ini, bursa Jepang sempat melemah hingga lebih dari 1.300 poin atau lebih dari 14%. Menanggapi hal tersebut, bursa-bursa di Asia juga ikut terpuruk.


  • Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Hang Seng melemah 896,28 poin (3,84%) ke level 22.449,60.
  • Indeks Nikkei 225 terjun bebas 1.204,85 poin (12,52%) ke level 8.415,64.
  • Indeks Straits Times anjlok 86,82 poin (2,86%) ke level 2.944,04.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 45.750, FKS (FISH) naik Rp 120 ke Rp 1.700, Sari Roti (ROTI) naik Rp 50 ke Rp 2.525, dan Tifico (TFCO) naik Rp 30 ke Rp 550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.450 ke Rp 11.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.300 ke Rp 54.050, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 40.800, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 21.650.

Nikkei 225 anjlok 13%

Date : Mar 15 2011, 11:00
Title : News Story
Header : Nikkei 225 anjlok 13%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Nikkei 225 terperosok semakin dalam setelah Perdana
Menteri Jepang Naoto Kan mengumumkan kemungkinan terjadinya kebocoran zat
radioaktif di PLTN Fukushima.
Hingga pukul 10.53 WIB, Nikkei telah melorot hampir 13% ke level 8.390,72.
Ini merupakan level terendah sejak April 2009 lalu.
[ Edy Can, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 15 Mar 2011 ( 10:58:43 WIB )


=======================================================================================

Bursa Jepang Semakin Terpuruk, IHSG Turun 29 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun 29 poin pada pembukaan perdagangan pagi ini. Selain makin memburuknya bursa Jepang, turunnya Wall Street juga menjadi sentimen negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus posisi terkuatnya dalam 3 tahun terakhir. Rupiah dibuka menguat di Rp 8.755 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.765 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 29,048 poin (0,81%) ke level 3.540,791. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 7,467 poin (1,17%) ke level 630,645.

Mengawali perdagangan, Selasa (15/3/2011), IHSG dibuka melemah 29,115 poin (0,85%) ke level 3.540,724. Indeks LQ 45 dibuka turun 7,484 poin (1,17%) ke level 630,628.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam, turun 50,674 poin (1,42%) ke level 3.519,165. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 11,587 poin (1,82%) ke level 626,525.

Kemarin, IHSG berhasil rebound bersamaan dengan sejumlah bursa regional lainnya kecuali Jepang. IHSG menguat 27,611 poin (0,77%) ke level 3.569,839.

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi bursa negeri sakura. Pagi ini bursa Jepang pun masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 335,86 poin (3,49%) ke level 9.284,63.

Bursa-bursa di Asia kembali melemah terkena sentimen bursa Jepang yang secara perlahan tapi pasti terus mengalami koreksi. Indeks Nikke 225 telah melemah lebih dari 6%.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 48,85 poin (1,66%) ke level 2.888,77.
  • Indeks Hang Seng anjlok 443,91 poin (1,90%) ke level 22.901,97.
  • Indeks Nikkei 225 terjun bebas 620,76 poin (6,45%) ke level 8.999,73.
  • Indeks Straits Times ambruk 66,90 poin (2,21%) ke level 2.963,96.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di Rp 8.755 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.765 per dolar AS. Posisi rupiah ini merupakan yang terkuat sejak Mei 2007 lalu.

Benakat Kembali Perpanjang Jatuh Tempo Surat Utang


Jakarta - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) kembali memperpanjang pembayaran surat utang (promissory notes) yang diterbitkan kepada induk usaha perseroan, yaitu PT Indotambang Perkasa (IP). Perpanjangan untuk waktu jatuh tempo sebanyak 6 bulan ke September 2010.

"Sehubungan dengan promissory notes yang diterbitkan Benakat kepada IP yang akan jatuh tempo pada 12 Maret 2011, perseroan dan IP sepakat untuk melakukan perpanjangan tanggal jatuh tempo sampai dengan 12 September 2011," katanya.

Meski diperpanjang, namun bunga dan ketentuan lain yang sudah disepakati dalam perjanjian surat utang itu tidak akan berubah.

Seperti diketahui, Benakat menerbitkan surat utang senilai Rp 894,81 miliar kepada IP pada Maret 2010 lalu. Dananya digunakan untuk membeli 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) yang dimiliki PT Tridaya Esta.

Perseroan sudah melakukan perpanjang tanggal jatuh tempo untuk surat utang itu pada 7 September 2010 lalu selama 6 bulan ke depan. Sehingga tanggal jatuh temponya menjadi Maret 2011 sekarang ini.

Laba Latinusa Naik 78% Menjadi Rp 74 Miliar di 2010


Jakarta - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 77,58% menjadi Rp 74,58 miliar di tahun 2010, dibandingkan laba tahun 2009 yang sebesar Rp 41,99 miliar.

Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Selasa (15/3/2011), dengan adanya kenaikan laba itu maka laba bersih per saham dasar perseroan juga naik dari Rp 27,61 per lembar di 2009 menjadi Rp 29,55 per lembar saham di 2010.

Naiknya laba anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ini disokong oleh tumbuhnya pendapatan, penjualan aset serta berkurangnya rugi kurs perseroan secara drastis.

Pendapatan perseroan naik 15% menjadi Rp 1,36 triliun di tahun 2010, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,18 triliun.

Emiten berkode NIKL itu juga telah mendapat laba dari penjualan aset tetap dan aset lain-lain dari sebelumnya Rp 3,5 miliar di 2009 menjadi Rp 14,66 miliar tahun ini.

Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat rugi kurs perseroan turun drastis menjadi hanya Rp 444,59 juta di 2010, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 7,07 miliar.

Seiring dengan kinerja tahun 2010 itu, selama satu tahun penuh harga saham perseroan sudah naik 62,26%. Saham NIKL di akhir tahun 2009 berada di Rp 265 per lembar, sementara di akhir tahun 2010 menjadi Rp 430 per lembar.

Latinusa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Desember 2009 lalu di harga Rp 325 per lembar saham. Sampai pada perdagangan hari ini, hingga pukul 9.55 waktu JATS, saham NIKL stagnan di Rp 370 per lembar.

Sahamnya diperdagangkan 91 kali dengan volume 4.881 lot (2,44 juta lembar saham) senilai Rp 905 juta.

Bursa Jepang Belum Pulih, IHSG Mulai Hati-hati


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di tengah jatuhnya bursa Jepang akibat gempa dan tsunami. IHSG rebound bersamaan dengan sejumlah bursa regional lainnya.

Pada perdagangan di awal pekan, Senin (14/3/2011), IHSG menguat 27,611 poin (0,77%) ke level 3.569,839. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,613 poin (1,04%) ke level 638,112.

Pelemahan bursa Jepang dan juga Wall Street yang masih berlanjut menyusul memburuknya dampak gempa, tsunami dan bocornya pembangkit nuklir akan membawa sentimen negatif untuk pergerakan IHSG. Investor akan melihat dampak terhentinya kegiatan ekonomi Jepang tersebut pada kinerja emiten. Pada perdagangan Selasa (15/3/2011) diprediksi akan bergerak lemah lesu.

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah merespons memburuknya kondisi Jepang pasca gempa, tsunami dan kebocoran pembangkit listrik nuklirnya. Saham-saham yang berhubungan dengan Jepang langsung melemah.

Pada perdagangan Senin (14/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 51,24 poin (0,43%) ke level 11.993,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,89 poin (0,6%) ke level 1.296,39 dan Nasdaq melemah 14,64 poin (0,54%) ke level 2.700,97.

Sedangkan bursa Jepang masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 335,86 poin (3,49%) ke level 9.284,63.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada perdagangan Senin kemarin (14/3), ditutup menguat sebesar 27.6 poin (0.77%) ke level 3,569.84. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya saham-saham sector pertambangan menyusul rusaknya reaktor nuklir akibat gempa dan tsunami di Jepang memicu meningkatnya permintaan terhadap komoditas batu bara. Sektor pertambangan pada perdagangan kemarin tercatat menguat 2.1% disusul oleh sector miscellanious industries yang menguat 1.49%. Sementara itu, investor asing tercatat membukukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 204 milliar.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin candlestick IHSG membentuk pola spinning top yang mengindikasikan pergerakan pasar masih diliputi keraguan para investor. Indikator Srochastic bergerak down trend meninggalkan area overbought dan MACD mulai bergerak sideway di area positif. Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin. Pada perdagangan hari ini (15/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,537-3,611 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INCO, HRUM , dan ITMG.

Panin Sekuritas:

Perdagangan kemarin IHSG berhasil bergerak menguat menyusul perkiraan bahwa bencana alam di Jepang tidak terlalu berdampak besar bagi Indonesia. Investor global ditenggarai juga melakukan pengalihan dana dari Jepang ke emerging market seperti Indonesia. Kami juga memperkirakan harga komoditas kemungkinan juga akan menguat dipengaruhi oleh kebutuhan energi pasca kerusakan di PLTN mereka. Secara teknikal kami memproyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.550-3.598. Saham pilihan : ITMG, BORN, KLBF, LSIP.

Kresna Sekuritas:

Pergerakan saham energi di tengah kenaikan suku bunga di Asia mampu menahan tekanan jual JCI pada hari ini. Secara teknikal, level 3530 masih menjadi level kunci bagi IHSG yang diperkirakan bergerak di kisaran 3,530-3,600. PTBA dan TINS menjadi pilihan hari ini.

(qom/qom)

Wall Street Melorot Respons Bencana di Jepang



Indeks saham di bursa Wall Street ditutup melemah merespons memburuknya kondisi Jepang pasca gempa, tsunami dan kebocoran pembangkit listrik nuklirnya. Saham-saham yang berhubungan dengan Jepang langsung melemah.

Saham-saham yang berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) merosot menyusul kebocoran reaktor di Jepang akibat hempasan tsunami. Shaw Group anjlok 9,2%, Cameco Corp merosot 13%. Kedua perusahaan tenaga nuklir itu diperdagangkan pada volume 10 kali lipat dari rata-rata 10 hari terakhir.

Market Vectors uranium and nuclear energy ETF anjlok 12%, Global X Uranium ETF anjlok 17%. Namun Market Vectors Solar Energy ETF melonjak 7,2%.

Pada perdagangan Senin (14/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 51,24 poin (0,43%) ke level 11.993,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,89 poin (0,6%) ke level 1.296,39 dan Nasdaq melemah 14,64 poin (0,54%) ke level 2.700,97.

Namun volume perdagangan cukup rendah jika dibandingkan aksi jual lain. Transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,68 miliar lembar saham, dibandingkan rata-rata harian tahun lalu yang sebanyak 8,47 miliar.

"Saya menilai bahwa apa yang kita lihat dengan volume lebih rendah di tengah pelemahan saham-saham dibandingkan sebelumnya, hal itu dapat menunjkkan kurangnya minat untuk jual," ujar Hank Herrmann, chief executive Waddel & Reed Financial Inc seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/3/2011).

General Electric Co yang memiliki perusahaan kerjasama nuklir dengan Hitachi Ltd, sahamnya juga turun 2,2% dan menjadi faktor pemberat penurunan Dow Jones.

Saham Texas Instruments Inc juga turun 2,2% pada perpanjangan perdagangan, setelah produsen chip itu mengumumkan akan kehilangan pendapatannya karena adanya penundaan produksi di fasilitasnya di Jepang akibat gempa.

Saham-saham perusahaan Jepang yang tercatat di bursa AS juga melemah seperti Toyota Motor turun 4,6%.

(qom/qom)

KPI Kembali Panggil Manajemen Grup SCTV dan Indosiar



Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali akan memanggil manajemen SCTV dan Indosiar, untuk mengklarifikasi skema perjanjian jual beli bersyarat diantara keduanya.

Menurut Anggota KPI, Moch. Riyanto, perjanjian jual beli bersyarat antara PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan atau PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), secara fakta hukum belum terjadi. Pasalnya, belum ada persetujuan dari Bapepam-LK, dan mendapat legal opinian dari lembaga terkait.

"Kami akan ketemuan satu kali lagi, dengan Kominfo dan Bapepam-LK. Dengan televisi juga, dan mereka akan minta asistensi ke Bapepam," jelasnya di kantor Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (14/3/2011).

Menurutnya, Bapepam hingga kini belum menyetujui skema kerja sama diantara kedua emiten televisi tersebut. Yang ada hanya kesepakatan diantara EMTK dengan IDKM dalam pembelian 551.708.684 saham (27,24%), di harga Rp 900 per lembar.

"Bapepam baru mensyaratkan ini. Fakta hukum belum ada. Ternyata baru wacana. Baru deskripsi mereka atas keinginan aksi korporasi. Memang ada kesepakatan," ungkap Riyanto.

Bahkan Bapepam-LK baru akan menyetujui aksi ini, saat keduanya mendapat opini hukum yang diberikan oleh KPI pusat. "Ada opini-opini, payung hukumnya demikian. Dari sisi Undang-Undang PT, memang dimungkinkan sebelum aksi dilakukan, diumumkan terlebih dahulu," tegasnya.

"Kalau saham, selalu timbulkan gejolak. Tapi tidak itu saja, karena kepentingan publik harus kita lindungi. Harus clear dulu. Nanti kami akan duduk bermsa, porsinya masing-masing, karena punya kewenangan yang berbeda (Bapepam dan KPI), dan kita formulasikan bersama," imbuh Riyanto.

(wep/ang)

Senin, 14 Maret 2011

Lonjakan 124 saham berhasil bikin indeks tersenyum sumringah


Date : Mar 14 2011, 16:33
Title : News Story
Header : Lonjakan 124 saham berhasil bikin indeks tersenyum sumringah


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berhasil ditutup
sumringah. Pada pukul 16.00, IHSG tercatat naik 0,78% menjadi 3.569,839.
Sekitar 124 saham naik, 84 saham turun, dan 70 saham lainnya tak mengalami
perubahan. Volume transaksi mencapai 3,95 miliar saham senilai Rp 4,2 triliun.
Sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah pertambangan sebesar
2,11%. Baru kemudian disusul oleh sektor industri lain-lain sebesar 1,50% dan
sektor industri dasar sebesar 0,90%. Hanya satu sektor yang melempem hari ini
yaitu sektor perdagangan yang turun 1,42%.
Saham-saham yang menduduki posisi top gainers di antaranya: PT Lamicitra
Nusantara (LAMI) naik 11,73% menjadi Rp 200, PT Sumalindo Lestari (SULI) naik
9,82% menjadi Rp 123, PT Kedawung Setia Industri (KDSI) naik 8,47% menjadi Rp
205, PT PP (PTPP) naik 8,2% menjadi Rp 660, dan PT Harum Energy (HRUM) naik
7,14% menjadi Rp 9.000.
Sementara itu, saham-saham penghuni top losers adalah: PT AKR Corporindo
(AKRA) turun 8,02% menjadi Rp 1.490, PT Tigaraksa Satria (TGKA) turun 7,69%
menjadi Rp 600, PT FKS Multi Agro (FISH) turun 7,06% menjadi Rp 1.580, PT Prima
Alloy Steel (PRAS) turun 6,33% menjadi Rp 74, dan PT Hexindo Adiperkasa (HEXA)
turun 5,84% menjadi Rp 6.450.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 14 Mar 2011 ( 16:24:20 WIB )


=======================================================================================

Laporan BJBR

ASII, BUMI, dan ITMG menjadi penopang indeks sesi pertama hari ini

Date : Mar 14 2011, 13:02
Title : News Story
Header : ASII, BUMI, dan ITMG menjadi penopang indeks sesi pertama hari ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham Astra International Tbk (ASII), menjadi saham utama
penopang indeks pada sesi pertama, hari ini, setelah naik 1,29% ke level Rp
55.100.
Diikuti, di posisi kedua oleh saham Bumi Resources Tbk (BUMI) yang reli
3,33% ke Rp 3.100. Sementara, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berada di
posisi ketiga, setelah melaju hingga 5,13% ke Rp 45.050.
Reli ketiga saham ini mendukung indeks melaju hingga 0,74% ke level 3.568,
515, hingga penutupan perdagangan siang ini.
Data Bloomberg menunjukkan, hingga penutupan sesi pertama hari ini, volume
transaksi saham ASII mencapai 1,62 juta saham. Tiga broker yang terbanyak
mengoleksi saham ini yaitu, Merrill Lynch Indonesia sebanyak 610.500 saham,
Bahana Securities 230.000 saham, dan UBS Securities Indonesia sejumlah 199.500
saham.
Adapun, volume transaksi BUMI mencapai 62,5 juta saham. Broker yang paling
banyak membeli saham ini adalah Kim Eng Securities sejumlah 16,13 juta saham,
J.P. Morgan Securities 10,841 juta saham, dan AmCapital Indonesia sebanyak
4,297 juta saham.
Sementara, jumlah saham ITMG yang diperdagangkan berjumlah 3,39 juta
saham. Tiga broker yang paling aktif mengoleksi saham tambang ini yaitu
Deutsche Securities sebesar 675.500 saham, Bahana Securities 570.000 saham,
lalu UBS Securities Indonesia sebanyak 282.000 saham.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Mon, 14 Mar 2011 ( 12:44:26 WIB )


=======================================================================================

Sembilan sektor melaju, indeks sesi pertama ditutup naik 0,87%

Date : Mar 14 2011, 12:23
Title : News Story
Header : Sembilan sektor melaju, indeks sesi pertama ditutup naik 0,87%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sempat dibuka melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai
tancap gas ke zona hijau. Sektor pertambangan membuka ruang indeks naik 0,74%
ke level 3.568, 515.
Mayoritas sektor naik, kecuali sektor perdagangan. Sektor pertambangan
naik 2,55%, disusul sektor aneka industri dan consumer good yang masing-masing
naik 1,16%, dan 1,12%. Sementara, sektor perdagangan terkoreksi 1,17%.
Hingga penutupan sesi I, sebanyak 119 saham berhasil menguat, dan 67 saham
terkoreksi, sementara 65 saham lainnya tidak bergerak.
Menguatnya bursa disokong nilai transaksi yang tinggi. Volume perdagangan
mencapai 2,17 milliar saham, dengan total nilai perdagangan mencapai Rp 2,087
trilliun.
Pemimpin penguatan bursa, sekaligus menjadi pemimpin sektor pertambangan
adalah Harum energy (HRUM) yang naik 7,74% ke Rp 9.050. Posisi kedua top
gainers dipegang Ristia Bintang Mahkotasejati (RBMS) yang naik 7,32% ke Rp 88.
Saham Garuda Indonesia (GIAA) menguat 5,66% ke Rp 560.
Setelah terkoreksi cukup dalam, pemimpin anggota indeks MSCI ke jajaran
top gainers adalah Indo Tambangraya (ITMG) yang naik 5,13% ke Rp 45.050.
Disusul Charoen Pokhpand yang naik 3,75% ke Rp 1.660.
Pemimpin top losers adalah Star Pasific (LPLI) yang terkoreksi 11,11% ke
Rp 200. Disusul Kokoh Intibama (KOIN) yang melemah 8,11% ke Rp 170. Anggota
MSCI indeks yang tergusur ke top losers adalah United Tractors (UNTR) yang
turun 3,42% ke Rp 22.600, dan Bank Central Asia (BBCA)
yang koreksi 0,74%. Saham Telkom (TLKM) juga turun tipis 0,68% ke Rp
7.250.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Mon, 14 Mar 2011 ( 12:21:44 WIB )


=======================================================================================

Di sesi I, indeks ditutup naik 0,74%


Date : Mar 14 2011, 12:21
Title : News Story
Header : Di sesi I, indeks ditutup naik 0,74%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sempat dibuka melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai
tancap gas ke zona hijau. Sektor pertambangan membuka ruang IHSG naik 0,74% ke
level 3.568, 515. Semua sektor naik, kecuali sektor perdagangan.
Hingga penutupan sesi I, sebanyak 119 saham berhasil menguat dan 67 saham
terkoreksi, sementara 65 saham lainnya tidak bergerak. Sektor pertambangan naik
2,55%, disusul sektor aneka industri dan consumer good yang masing-masing naik
1,16% dan 1,12%. Sektor perdagangan terkoreksi 1,17%. Menguatnya bursa ternyata
disokong oleh nilai transaksi yang tinggi. Volume perdagangan cukup tinggi 2,17
milliar dan total nilai perdagangan mencapai Rp 2,087 trilliun.
Pemimpin penguatan bursa, sekaligus menjadi pemimpin sektor pertambangan
adalah Harum energy (HRUM) yang naik 7,74% ke Rp 9.050. Posisi kedua top
gainers dipegang oleh Ristia Bintang Mahkotasejati (RBMS) yang naik 7,32% ke Rp
88. Saham Garuda Indonesia (GIAA) menguat 5,66% ke Rp 560. Setelah terkoreksi
cukup dalam, pemimpin anggota MSCI indeks ke jajaran top gainers adalah Indo
Tambangraya (ITMG) yang naik 5,13% ke Rp 45.050. Disusul Charoen Pokhpand yang
naik 3,75% ke Rp 1.660.
Pemimpin top losers adalah Star Pasific (LPLI) yang terkoreksi 11,11% ke
Rp 200. Disusul Kokoh Intibama (KOIN) yang melemah 8,11% ke Rp 170. Anggota
MSCI indeks yang tergusur ke top losers adalah United Tractors (UNTR) yang
turun 3,42% ke Rp 22.600, dan Bank Central Asia (BBCA) yang turun 0,74%. Saham
Telkom (TLKM) juga turun tipis 0,68% ke Rp 7.250.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Mon, 14 Mar 2011 ( 12:19:00 WIB )


=======================================================================================

Ekonomi Jepang Terancam, Posisi Utang Kian Membengkak


Jakarta - Perekonomian Jepang diprediksi akan mengalami guncangan sementara akibat gempa dan tsunami yang sejauh ini sudah menelan 10.000 ribu lebih korban jiwa. Posisi utang Jepang yang sudah besar juga diperkirakan semakin mengkhawatirkan.

Jepang diprediksi akan mengalami guncangan ekonomi secara temporer, sebelum akhirnya bisa menggeliat lagi setelah rekonstruksi. Namun biaya untuk rekonstruksi wilayah Jepang itu akan memperburuk posisi utang Jepang yang kini sudah tinggi.

Kondisi perekonomian Jepang saat ini dinilai lebih buruk ketimbang tahun 1995, ketika terjadi gempa di Kobe. Akibat gempa di Kobe 16 tahun silam itu, perekonomian Jepang sempat menyusut hingga 2% sebelum akhirnya membaik. Namun perekonomian Jepang saat ini lebih lemah karena besarnya utang yang mencapai 2 kali lipat dari PDB negara tersebut yang sebesar US$ 5 triliun.

Akibat tingginya utang itu, lembaga pemeringkat telah menurunkan peringkat Jepang. Seperti diketahui, pada Januari lalu, Standard & Poor's telah memangkas peringkat Jepang satu notch dari "AA" menjadi "AA-".
Lembaga pemeringkat internasional itu mulai mengkhawatirkan tingkat utang Jepang yang mencapai 200% dari PDB yang merupakan tertinggi dibandingkan negara maju lainnya.

"Ketika kita berbicara tentang bencana alam, kita cenderung untuk melihat penurunan tajam dari sisi produksi... kemudian Anda cenderung untuk memiliki rebound dengan pola 'V'. Namun awalnya, semua orang akan underestimates terhadap kerusakan," ujar Michala Marcussen, kepala ekonom global Societe Generale seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2011).

Lembaga pemeringkat, Moody's pada Minggu kemarin mengatakan, dampak fiskal dari gempa akan temporer dan hanya terbatas mempengaruhi peringkat Jepang.

Para ekonom mengatakan, skala bencana dan konsekuensinya masih belum jelas, terutama setelah terjadinya ledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang menyebabkan kebocoran radiasi. Namun diperkirakan perekonomian Jepang bisa membaik pada tahun depan.

"Setelah penurunan awal dari pertumbuhan PDB, aktivitas ekonomi Jepang akan meningkat dengan dorongan rekonstruksi," ujar Mohamed El-Erian, dari PIMCO yang mengelola dana investasi lebih dari US$ 1 triliun.

PDB Jepang diperkirakan tumbuh 3% secara tahunan, jika dalam tiga kuartal ke depan mengikuti pola seperti ketika terjadi bencana gempa Kobe yang berskala 7,2 Skala Richter.
Perekonomian Jepang kini berjuang keras setelah kena hantaman krisis. PDB Jepang pada kuartal IV-2010 tercatat tumbuh 1,3%. Polling Reuters memperkirakan perekonomian Jepang sebelum terjadinya gempa akan tumbuh 0,5% pada kuartal I.

Satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah posisi utang Jepang yang sangat rentan. Biaya utang diperkirakan bertambah 2% hingga 10% dari PDB.

"Jika utang publik tumbuh lebih dari 5%, maka akan muncul spekulasi pemerintah Jepang akan memegang cadangan devisa dalam valasnya yang besar dan mengatakan akan menjual US Treasury-Bonds-nya ketimbang menerbitkan tambahan surat utang," ujar Brendan Brown, ekonom dari at Mitsubishi UFJ Securities.

Bencana tsunami di Jepang memang telah menghancurkan pasar finansial negara tersebut. Indeks Nikkei-225 tercatat merosot hingga 632,43 poin (6,17%) ke level 9.622. Sementara mata uang yen justru menguat tajam karena adanya repatriasi.
Yen tercatat menguat hingga 1% ke level 81,87 yen, setelah terjadinya repatriasi dari asuransi dan juga sejumlah perusahaan. Bank Sentral Jepang juga telah memerintahkan tambahan likuiditas hingga US$ 183 miliar ke pasar uang untuk stabilisasi.

Gempa dan tsunami di Jepang sejauh ini telah menelan korban jiwa hingga 10.000 orang. Reuters melaporkan, gempa dan tsunami di Jepang diperkirakan menelan kerugian asuransi hingga US$ 35 miliar. Angka tersebut menjadikan bencana tersebut sebagai 'bencana termahal' dalam sejarah, mengalahkan bencana Katrina.

Angka kerugian hingga US$ 35 miliar itu sekaligus hampir menyamai kerugian bencana yang ditutup oleh industri asuransi selama 2010.
(qom/dnl)

Tsunami Jepang Ancam Harga Batubara

Jakarta - Harga batubara terancam turun pasca tsunami Jepang. Karena, Jepang selama merupakan importir batubara yang cukup besar untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit listriknya.

Menurut keterangan Kementerian ESDM yang dikutip, Senin (14/3/2011), Jepang selama ini mengimpor batubara Indonesia dengan jumlah besar. Di 2010, jumlah impor batubara Jepang mencapai 24 juta ton atau 10% dari total produksi batubara Indonesia di 2010 yang sebesar 275 juta ton.

Sementara realisasi impor batubara Jepang di 2010 adalah 116,5 juta ton. Jadi 20% kebutuhan impor batubara Jepang dipasok dari Indonesia.

Kementerian ESDM menjelaskan, pembeli dari Jepang merupakan pembeli utama thermal coal Australia seperti Tokyo Electric Power Co (TEPCO), Tohoku Electric Power Co Inc and Chubu Electric. Nama-nama tersebut merupakan perusahaan pembangkit listrik terkemuka Jepang yang tengah bernegosiasi dengan perusahaan tambang Xstrata, eksportir thermal coal terbesar dunia.

"Namun, adanya bencana yang menimpa Jepang akan sangat mungkin mempengaruhi proses kontrak jual-beli yang sedang berlangsung sehingga otomatis akan mempengaruhi harga batubara di Asia," jelas keterangan Kementerian ESDM tersebut.

Pada Maret, Kementerian ESDM mengumumkan Harga Batubara Acuan (HBA) mencapai US$ 122,43/ton, turun dari Februari 2011 yang sebesar US$ US$127,05/ton. Ini merupakan pertama kalinya harga patokan batubara turun sejak konsisten mengalami kenaikan dari Oktober 2010 yang sebesar US$ 92,68/ton hingga puncaknya di Februari 2011 US$ 127,05/ton.

Harga patokan ini ditetapkan pada Kamis (10/3/2011), sehari sebelum bencana tsunami di Jepang.

Grup Bakrie berpeluang menguasai Newmont

JAKARTA. Akhir Maret ini merupakan tenggat akhir bagi pemerintah pusat menentukan sikap soal pembelian jatah terakhir saham divestasi saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar 7%. Naga-naganya, saham tersebut akan jatuh ke pangkuan PT Multi Daerah Bersaing, perusahaan kongsi anak usaha Grup Bakrie dan tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah sudah menawarkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar mengajukan penawaran. Nyatanya, sampai detik terakhir, tak satu pun BUMN yang tertarik membeli saham senilai US$ 271,6 juta itu. Maka itu, "Saya kembalikan lagi rencana pembelian ini ke menteri Keuangan," tandas Menteri BUMN Mustafa Abubakar, akhir pekan lalu.

Sikap menyerah BUMN ini tentu saja memperbesar peluang Grup Bakrie menambah lagi porsi kepemilikan di Newmont. Secara tak langsung, kini Grup Bakrie menguasai 24% saham Newmont. Jika berhasil memborong lagi porsi terakhir jatah divestasi, perusahaan ini akan menguasai 31% saham Newmont.

Grup Bakrie masuk Newmont lewat PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), induk usaha Multicapital. Multicapital berkongsi dengan PT Daerah Maju Bersaing membentuk Multi Daerah Bersaing. Daerah Maju Bersaing adalah perusahaan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Komisaris Multi Daerah Bersaing, Heryadi Rachmat mengaku sudah siap membeli sisa saham divestasi Newmont. "Minggu ini kami juga bisa menghadap Menteri Keuangan karena sudah ada uangnya," ujar dia kepada KONTAN, Minggu (13/3).
Yuanita Rohali, Direktur Keuangan Bumi Resources Mineral juga menyatakan, jika pemerintah pusat tak jadi membeli, mereka akan mengambil kendali di Newmont.

Listing di London Positif Bagi BUMI


INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Senin (14/3) diprediksi naik karena laporan keuangan yang berstandar internasional jelang listing di London. Potensi pelemahannya pun sudah ter-counter. Buy on weakness!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini karena laporan keuangannya ‘wajib’ fully audited. Sebab, emiten sejuta umat ini akan go internasional dengan listing di bursa London April 2011.

Pasar melihat, Laporan keuangan perseroan akan sesuai dengan standar internasional. Namun, untuk menguat lebih jauh, emiten ini masih mendapat guncangan dari situasi market. Begitu bursa regional mengalami koreksi yang cukup dalam, saham ini juga ikut melemah.

Tapi, begitu mencapai level support Rp2.950, saham ini tertahan pelemahannya karena adanya daya beli yang sangat besar. “Karena itu, koreksi saham BUMI sudah ter-counter dengan baik sehingga untuk kembali rebound sangat cepat,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (11/3), saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,63%) jadi Rp3.000 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.050. Harga intraday tertinggi mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.925. Volume transaksi mencapai 86,8 juta unit saham senilai Rp259,4 miliar dan frekuensi 1.978 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup melemah 1,63%, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI awal pekan ini?

Berpeluang naik. Sebab, laporan keuangannya ‘wajib’ fully audited. Sebab, emiten sejuta umat ini akan go international dengan listing di bursa London April 2011. Pasar melihat, Laporan keuangan perseroan akan sesuai dengan standar internasional. Sebab, saham ini juga sudah dimiliki secara internasional.

Listingnya emiten ini di London, sentimennya sangat positif karena kriteria laporan keuangannya sudah kelas internasional. Kesalahan pencatatan dalam laporan keuangannya seperti yang terjadi sebelumnya, tidak akan terjadi lagi. Karena itu, jika BUMI lulus untuk listing di bursa London sangat positif.

Di sektor pertambangan batu bara, saham BUMI yang paling menarik. Pada April 2011, emiten ini sudah listing di bursa London di mana Vallar Plc berubah nama jadi Bumi Plc. BUMI potensial naik.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI potensial naik ke arah level resistance Rp3.100 dan Rp2.950 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan sentimen market setelah Jepang dilanda gempa dan tsunami akhir pekan lalu?

BUMI masih cukup tangguh. Pada saat market mengalami koreksi akhir pekan lalu, saham ini bertahan di level psikologis Rp3.000, meskipun sempat ‘dihajar’ ke level Rp2.925. Secara teknikal, saham ini sebenarnya sudah kecil peluangnya untuk melemah. Tapi, saya akui untuk menguat lebih jauh pun mendapat guncangan-guncangan dari situasi market.

Misalnya, pada perdagangan BUMI pada Kamis (10/3) pekan lalu, yang sempat mencapai level tertingginya Rp3.075. Tapi, begitu bursa regional koreksi cukup dalam, saham ini juga ikut melemah. Di sisi lain, begitu mencapai level support Rp2.950, saham ini tertahan pelemahannya karena adanya daya beli yang sangat besar.

Karena itu, koreksi saham BUMI sudah ter-counter dengan baik sehingga untuk kembali rebound sangat cepat. Tapi saat ini, kebetulan terjadi bencana alam di Jepang yang tak bisa diprediksikan sehingga juga turut jadi tekanan bagi emiten ini akhir pekan lalu.

Kalau begitu, kapan BUMI potensial naik lebih jauh?

Saya perkirakan, pergerakan signifikan di saham ini akan terjadi di bulan April jelang emiten ini listed di bursa London. Apalagi, pasar juga menantikan dirilisnya laporan keuangan perseoran untuk full year 2010. Untuk sementara ini, laju saham BUMI masih mengikuti arus market dengan tahanan kuat tetap di level Rp2.950.

Pada akhirnya, jika laporan keuangan BUMI sudah dirilis dan emiten ini sudah listing di bursa London, saham ini bisa bertenger di level Rp4.000. Apalagi, jika mendapat dukungan dari situasi market yang postif.

Apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness saham ini. Sebab, pasar juga masih harus fokus pada data-data dampak gempa dan tsunami Jepang. Hingga akhir 2011, saya targetkan Rp4.500 untuk saham BUMI. [mdr]

BIPI menunda bayar utang jatuh tempo Rp 592 miliar

JAKARTA. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) gagal melunasi utang jatuh temponya dan berniat memperpanjang pembayaran utang kepada PT Indo Tambang Perkasa. Artinya, telah dua kali BIPI memperpanjang pembayaran utangnya yang jatuh tempo berupa promissionary notes alias surat utang jangka pendek kepada induk usahanya itu.

Sebelumnya, BIPI sudah memperpanjang pembayaran utang saat jatuh tempo pada 12 September 2010 selama enam bulan menjadi 12 Maret 2011. Nyatanya, kini, "Manajemen memutuskan untuk memperpanjang lagi selama enam bulan," ungkap Direktur BIPI Firlie Ganindito kepada KONTAN, Sabtu (12/3) lalu.

Jadi, BIPI baru akan membayar sisa utang mereka sebesar Rp 592,51 miliar pada 12 September 2011. Utang itu merupakan bagian dari promissionary notes senilai Rp 894,81 miliar yang dijual BIPI kepada Indo Tambang. Bunganya 5,6% per tahun.

Duit itu untuk membeli 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dari PT Tridaya Esta. BIPI telah melunasi promissionary notes sebesar
Rp 302,3 miliar. Dananya berasal dari pinjaman Amadia Investment senilai US$ 30 juta dengan bunga 12% per tahun. Jaminannya adalah 12,5% saham ELSA serta saham PT Delta Samudra, perusahaan batubara kepunyaan BIPI.

Namun, BIPI kesulitan membayar sisa utang dan hingga jatuh tempo belum mendapatkan dana segar. Maklum, kondisi kas perusahaan minyak dan gas bumi ini belum baik. Berdasarkan laporan keuangan BIPI per akhir September 2010, dana kas dan setara kas mereka hanya mencapai Rp 63 miliar.

Jual saham ELSA

Sebelumnya, manajemen BIPI sempat optimistis bakal bisa melunasi utangnya tepat waktu. Salah satu harapan sumber pendanaannya adalah menjual kepemilikan sahamnya di ELSA.

Firlie menilai cara inilah yang dapat dilakukan untuk melunasi utang. "Saat mengambil Elnusa, sebenarnya kami memikirkan untuk investasi jangka panjang di sana. Tapi ternyata saat ini keadaannya tidak sesuai," ungkap dia.

Tapi persoalannya, belakangan ini harga saham ELSA terus melorot dan jauh di bawah harga akuisisi. Sekadar informasi, BIPI membeli saham ELSA di harga Rp 330 per saham. Sedangkan pada Jumat (11/3) pekan lalu, harga saham ini Rp 295 per saham. Karena itu, BIPI dikabarkan mulai berpikir ulang menjual saham ELSA.

Selain berencana menjual saham ELSA, manajemen BIPI juga dikabarkan akan menerbitkan obligasi maupun saham baru alias rights issue. Namun, rencana tersebut juga sulit terealisasi, karena keadaan perekonomian dan kondisi perusahaan yang belum bagus.

Analis E-Trading Securities Teddy Dwitama mengatakan, perpanjangan pembayaran utang BIPI bisa mempengaruhi keuangan perusahaan tersebut. "Yang seharusnya beban itu bisa dihilangkan di kuartal satu ini, namun kali ini akan membebani mereka sampai September 2011," kata dia.

Teddy menambahkan, "Ini bisa sangat mempengaruhi investor karena terkesan BIPI tidak menepati omongannya dan apalagi ini bukan kejadian pertama."

Dia menyarankan, sebaiknya BIPI segera melepas saham ELSA jika kontribusi perusahaan itu tidak lagi menguntungkan atau tidak sesuai ekspektasi. Pasalnya, jika tidak segera dilepas, kondisi keuangan BIPI akan terus terbebani.

Nantinya, BIPI bisa menggunakan dana penjualan saham untuk mengembangkan bisnis. Maklum, tahun ini BIPI berniat mengakuisisi blok minyak dan gas baru dengan cadangan yang mencapai 40 juta barel. Selain itu, BIPI berniat mengakuisisi tambang batubara dengan jumlah cadangan 100 juta ton.

Sekadar tambahan informasi, hingga kuartal III-2010, BIPI masih membukukan rugi bersih Rp 96,32 miliar. Karena itu, Teddy belum bisa merekomendasikan saham BIPI, yang seharga Rp 89 per saham.

Saham asuransi Eropa rontok setelah gempa Jepang

Date : Mar 14 2011, 09:00
Title : News Story
Header : Saham asuransi Eropa rontok setelah gempa Jepang


Story
=======================================================================================

LONDON. Saham Eropa terus terkoreksi selam tiga hari berturut-turut. Saham
sektor asuransi tersungkur paling dalam setelah gempa dan tsunami menghantam
Jepang.
Swiss Reasuransi Co dan Munich Re yang merupakan perusahaan reasuransi
terbesar dunia, merosot lebih dari 3,5%. K + S AG anjlok 6,4% setelah BASF SE
mengumumkan rencana penjualan saham senilai 1 miliar euro atau setara US$ 1,4
miliar.
Indeks Stoxx Eropa 600 turun 0,5% menjadi 276,44 jam 8:59 di London turun
1,9 % dalam hitungan mingguan dan 0,2% secara year on year.
"Bencana Jepang menjadi hadiah risiko yang buruk bagi perusahaan
asuransi," kata Graham Secker, kepala strategi ekuitas Eropa, Morgan Stanley di
London. Menurutnya, bencana akan berdampak secara global namun hanya berjangka
pendek. "Orang lebih memilih memegang dana kontan," ujarnya, hari ini (11/3).
Benchmark MSCI Asia Pacific Index turun 1,4% setelah gempa terjadi di
lepas pantai utara Jepang.
[ Dyah Megasari, Bloomberg, Reuters ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 17:00:01 WIB )


=======================================================================================

Bursa Tokyo Jatuh Parah Hingga 5%


Tokyo - Bursa Saham Tokyo langsung mengalami kejatuhan terparah hingga 5% pada awal perdagangan Senin ini, atau tepat tiga hari setelah terjadinya tsunami yang diperkirakan menelan kerugian ratusan triliun di Jepang. Indeks Nikkei-225 jatuh di bawah level 10.000.

Mengawali perdagangan Senin (14/3/2011), indeks Nikkei-225 langsung merosot hingga 556 poin (5,42%) ke level 9.698,37. Kejatuhan bursa saham yang merupakan terburuk dalam sejarah Jepang itu terjadi setelah gempa dan tsunami yang terburuk melanda negara tersebut.

Bursa Australia juga mengawali perdagangan Senin ini dengan penurunan cukup besar. Indeks S&P/ASX200 dibuka anjlok 71,9 poin (1,54%) ke level 4.572,9.

"Jepang adalah fokus berita-berita. Mood sekarang cukup tertahan, namun jelas bukan pada sisi yang panik," ujar Andrew Sekely, direktur Intersuisse seperti dikutip dari AFP.

Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) menginjeksikan 7 triliun yen (US$ 85,7 miliar) ke pasar uang jangka pendek, dalam rangka membangun kepercayaan setelah gempa dan tsunami yang sudah menelan banyak korban tewas itu.

Intervensi tersebut merupakan operasi tunggal terbesar yang dilakukan BoJ.

"Kami akan mengambil semua kebijakan yang memungkinkan, termasuk memberikan likuiditas, menjamin stabilitas pasar finansial dan menjaga setelmen kesepakatan bisnis," ujar juru bicara BoJ.

Sementara Reuters melaporkan, gempa dan tsunami di Jepang diperkirakan menelan kerugian asuransi hingga US$ 35 miliar. Angka tersebut menjadikan bencana tersebut sebagai 'bencana termahal' dalam sejarah, mengalahkan bencana Katrina.

Angka kerugian hingga US$ 35 miliar itu sekaligus hampir menyamai kerugian bencana yang ditutup oleh industri asuransi selama tahun 2010.

(qom/qom)

IHSG Kena Imbas Jatuhnya Bursa Jepang


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu bergerak cukup fluktuatif. Namun IHSG terpangkas cukup dalam pada akhir pekan seiring banyaknya sentimen negatif, mulai dari belum surutnya krisis di Timur Tengah hingga tsunami yang melanda Jepang.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
Senin (7/3/2011), IHSG menguat 18,814 poin (0,53%) ke level 3.561,717.
Selasa (8/3/2011), IHSG menguat 18,597 poin (0,52%) ke level 3.580,314
Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675.
Kamis (10/3/2011), IHSG melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648.
Jumat (11/3/2011), IHSG turun 45,420 poin (1,27%) ke level 3.542,228.

"IHSG masih terkena aksi jual di akhir pekan. Secara tidak terduga, terjadi bencana alam di Jepang dan langsung berimbas pada pelemahan regional, termasuk Indonesia. Di akhir sesi, IHSG sempat menguat dan berakhir di level 3.542,23," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).

Anjloknya bursa Jepang akan menjadi sentimen negatif yang menggerus penguatan IHSG. Pada perdagangan Senin (14/3/2011), IHSG diprediksi akan bergerak di teritori negatif.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu berhasil keluar dari tekanan dampak tsunami Jepang. Pada perdagangan Jumat (11/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 59,79 poin (0,5%) ke level 12.044,4. Indeks Nasdaw juga naik 14,59 poin (0,54%) ke level 2.715,61. Untuk indeks S&P 500 juga naik 9,17 poin (0,71%) ke level 1.304,28.

Bursa Tokyo mengawali perdagangan Senin ini dengan kemerosotan tajam. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 540,39 (5%) ke level 9.714.04.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada jumat minggu lalu (11/3) ditutup turun 45 point (-1.27%) ke level 3,542.23 menyusul kekhawatiran mengenai krisis politik di Timur Tengah yang sudah mulai menyebar ke Arab Saudi serta gempa besar dan Tsunami yang terjadi Jepang. Asing kemarin (11/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp 295.26 milliar. Dimana sektor yang paling banyak dijual oleh asing adalah sektor perbankan sebesar Rp 89 miliar, sektor plantation Rp 73 miliar, dan sektor batubara sebesar Rp 45 miliar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya melihat indicator stochastic masih bergerak down trend di area overbought dan RSI masih bergerak down trend. Pada perdagangan hari ini (14/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,475-3,568 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNVR.

Kresna Sekuritas:

Data ekonomi Asia yang dibawah ekspektasi mendorong tekanan jual yang secara merata pada saham unggulan. Stochastic yang masih dalam tren turun membuat JCI diperkirakan masih akan tertekan. Penutupan di bawah level 3530 mengkonfrimasi perubahan tren jangka pendek. Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3500-3560 dengan TLKM dan MEDC sebagai saham pilihan.

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (11/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.473-3.507 dan resistance 3.582-3.621. Kekuatan daya jual dalam menurunkan harga masih besar namun, kekuatan daya beli berusaha menahannya yang terlihat dari terbentuknya candle yang tidak membentuk black marubozu . Posisi ini membawa IHSG kembali ke awal Maret 2011 atau sama seperti pada pertengahan Januari 2011 dimana terjadi penurunan. Candle sedang menyesuaikan posisinya setelah upper bollinger band tersentuh. MACD mulai tertahan pergerakannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought dan mulai sedang reversal. Meski penurunan ini sementara namun, persepsi terhadap bencana di Jepang masih menyelimuti IHSG. Kemungkinan ada baiknya investor beralih sementara ke saham-saham local oriented dan menghindari saham-saham yang berhubungan langsung dengan produk-produk Jepang. Selain itu, juga cermati rilis laporan keuangan emiten.

(qom/qom)