Rabu, 18 Mei 2011

Pilih Saham yang Secara Valuasi Murah

INILAH.COM, Jakarta – Penguatan IHSG siang ini tampaknya akan berlanjut hingga penutupan. Investor disarankan memilih saham yang secara valuasi masih murah sehingga berpotensi rebound.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (18/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 30,81 poin (0,81%) ke level 3.830,038. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 6,2 poin (0,91%) ke angka 682,25.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,026 miliar lembar saham, senilai Rp2,613 triliun dan frekuensi 74.094 kali. Sebanyak 156 saham menguat, sedangkan 68 saham melemah dan 84 saham stagnan.

Namun, penguatan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp105,2 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp680,6 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp785,8miliar.

Semua sektor saham kompak menguat. Sektor perkebunan memimpin kenaikan 2,01%, disusul pertambangan 1,26%, property 0,94%, keuangan 0,94%, aneka industri 0,92%, industri dasar 0,73%, manufaktur 0,64%, infrastruktur 0,59%, konsumsi 0,34% dan perdagangan 0,07%.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo memperkirakan, pergerakan indeks saham hingga penutupan sore nanti akan menguat. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.782 dan 3.840 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/5).

Menurutnya, penguatan indeks domestik hari ini seiring dengan positifnya laju bursa Asia. Pada saat IHSG buka pascalibur, bursa Asia bergerak anomali terhadap pergerakan Wall Streets dan bursa Eropa yang melemah. “Kondisi itu dipicu oleh bargain hunting pelaku pasar. Mereka melakukan speculative buying,” ujarnya.

Praska menegaskan, bursa Asia mengabaikan sentimen negatif dari AS dan Eropa. Salah satunya, data-data ekonomi AS yang kurang solid seperti Housing Start dan Building Permit (perizinan mendirikan bagunan).

Data Housing Start dirilis turun jadi 523 ribu pada April 2011 dari bulan sebelumnya 585 ribu. Begitu juga dengan angka Building Permit yang angkanya turun jadi 551 ribu dari sebelumnya 574 ribu. “Intinya, data-data perumahan AS melambat pada April dibandingkan bulan sebelumnya baik perizinan pembangunan maupun pembangunannya itu sendiri,” timpalnya.

Pada saat yang sama, market juga masih dihantui kekhawatiran krisis utang zona euro karena faktor Yunani yang dikabarkan akan merestrukturisasi utang. “Kondisi itu, tidak mempengaruhi pergerakan bursa Asia. Seharusnya konidisi AS dan Eropa itu berdampak negatif, tapi burrsa Asia justru anomali,” ucapnya.

Karena itu, di bursa domestik pun terjadi bargain hunting (speculative buying) terutama di saham-saham pertambangan batu bara yang sudah banyak mengalami tekanan cukup dalam. Begitu juga sektor perbankan dan saham PT Astra Internasional (ASII). “Pertambangan batu bara, perbankan dan ASII jadi penggerak market hari ini,” tuturnya.

Tapi, Praska tidak merekomendasikan akumulasi (koleksi) untuk saham-saham yang memimpin penguatan market hari ini. Sebab, saham-saham tersebut tinggal menunggu waktu jualnya. “Seperti ASII, hold saja karena sudah naik tinggal menunggu target jualnya,” tandas Praska.

Saham-saham pilihannya adalah yang secara valuasi masih murah sehingga berpotensi rebound. Di antaranya, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), dan PT London Sumatera Indonesia (LSIP). “Saya rekomendasikan buy saham-saham tersebut,” imbuh Praska.[ast]

Meski Asing Net Sell, IHSG Sesi I Naik 0,8%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (18/5) sesi I ditutup naik 30,81 poin atau 0,8% ke 3.830,04. Volume mencapai 3,04 miliar saham senilai RpRp2,6 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 156 saham naik, 70 saham turun, 84 saham stagnan. Indeks JII naik 4,5 poin ke 529,4, indeks LQ45 naik 6,1 poin ke 682,2, indeks ISSI naik 0,9 poin ke 122,9. Penguatan ditopang kenaikan sektor perkebunan 45,4 poin ke 2.310,3 dan sektor pertambangan yang naik 40,3 poin ke 3.244,6.

IHSG mengalami net foreign sell mencapai Rp104,8 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp682,7 miliar dan penjualan asing mencapai Rp787,6 miliar.

Bank Pembayaran Talangi Transaksi Intraday

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mewajibkan lima bank pembayaran fasilitas intraday sebesar Rp100 miliar per transaksi sebagai dana talangan.

Menurut Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo, fasilitas intraday ini bertujuan mempercepat proses penyelesaian transaksi di pasar modal. "Fasilitas ini dana talangan dari bank pembayar. Ini untuk realignment (penyusunan kembali). Secara prinsip mereka sudah siap menyediakan," tuturnya yang ditemui dalam acara Investor Day di Jakara, Rabu (18/5).

Ananta mengatakan, lima payment bank yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI), akan melakukan penandatanganan kesepakatan fasilitas Intraday bersama KSEI pada Juli 2011.

Bank pembayaran wajib menyediakan dana maksimum Rp100 miliar per transaksi. Intraday ini dilakukan bertujuan memperlancar transaksi. "Maksimum mereka Rp100 miliar. Nanti bank bisa membayarkan langsung ke investor, tanpa menunggu dari payment bank investor yang menjual saham," kata Ananta.

Bila payment bank mengeluarkan dana talangan, mereka akan mendapat fee yang dibebankan kepada KSEI. "Fee-nya tergantung fasilitas Intraday yang dipakai. Ini fungsi kita untuk memajukan industri pasar modal dan untuk mencegah ketidakpastian di industri," tutur Ananta. [hid]

Lonjakan sektor perkebunan di sesi I berhasil membuat indeks berlari kencang

Lonjakan sektor perkebunan di sesi I berhasil membuat indeks berlari kencang
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan sesi I siang ini menguat 0,81% ke level 3.830.038 . Saham perkebunan menjadi pemimpin penguatan dari seluruh sektor yang menguat hari ini. Sebanyak 149 saham naik, 79 saham tidak bergerak, sementara hanya 61 saham yang turun. Volume perdagangan mencapai 3,039 milliar dengan nilai Rp 2,638 trilliun.

Kenaikan 2,01% dari sektor perkebunan disusul sektor pertambangan yang naik 1,26 % menjadi pendorong bursa. Sektor lainnya pun menguat meski dibawah 1%. Sementara sektor yang kenaikannya paling tipis adalah sektor perdagangan yang naik 0,07%.

Posisi top gainers dihuni oleh KMI Wire& Cable yang melejit 29,47% ke Rp 123, Indonesia Prima Property (OMRE) yang naik 15,38% ke Rp 225, serta Pioneerindo Gourmet diposisi ketiga yang menguat 13,46% ke Rp 590. Anggota MSCI Stock yang naik paling tinggi adalah Adaro Energy (ADRO) dengan penguatan 4,44% ke Rp 2.250.

Indonesia Paradise (INPP) menjadi pemimpin top losers dengan koreksi 16,20% ke Rp 150, disusul Indospring (INDS) yang melemah 9,41% ke Rp 3.850. Sedangkan anggota MSCI indeks yang terpaksa turun adalah Charoen Pokhpand (CPIN) dengan koreksi 0,52%, HM Sampoerna (HMSP) yang tergerus tipis 0,19% ke Rp 27.900, serta Gudang Garam (GGRM) yang terpangkas 0,11% ke Rp 44.100

Spekulasi pengetatan kebijakan the Fed bikin dollar lunglai

Spekulasi pengetatan kebijakan the Fed bikin dollar lunglai
SINGAPURA. Sudah tiga hari belakangan, pergerakan dollar melemah terhadap euro. Beredar spekulasi, the Federal Reserve akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa dalam memperketat kebijakan moneter.

Pada pukul 13.05 waktu Tokyo, dollar keok menjadi US$ 1,4272 per euro dari sebelumnya US$ 1,4237 kemarin di New York. Sementara, jika berhadapan dengan yen, dollar melemah ke posisi 81,10 yen dari sebelumnya 81,42 yen. Sedangkan nilai tukar yen berada di level 115,76 per euro setelah sebelumnya bertengger di posisi 116,41.

Keoknya dollar juga tercermin pada the Dollar Index, yang mengukur pergerakan mata uang dollar terhadap enam mata uang utama dunia. Hari ini, Dollar Index turun 0,3% menjadi 75,175.

"Investor memprediksi bakal ada kenaikan suku bunga acuan lagi dari Bank Sentral Eropa. Selain itu, isu fiskal juga memperberat langkah mata uang," jelas Keiji Matsumoto, currency strategist SMBC Nikko Securities Inc.

Sesi I Regional Positif, IHSG Ngebut Lagi ke Level 3.800

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali nongkrong di level 3.800 setelah menanjak 30 poin. Laju pergerakan IHSG banyak dipengaruhi sentimen positif bursa regional.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 19,207 poin (0,51%) ke level 3.818,433. Indeks terdorong tren positif bursa-bursa regional. Sentimen negatif melemahnya harga-harga komoditas masih membayangi pergerakan IHSG.

Laju perdagangan indeks sangat mulus di zona hijau pada perdagangan sesi I. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini berada di 3.831,782.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (18/5/2011), IHSG menanjak 30,812 poin (0,81%) ke level 3.830,038. Sementara Indeks LQ 45 menguat 6,152 poin (0,90%) ke level 682,252.

Investor mulai melakukan aksi beli selektif terhadap saham-saham unggulan yang pada perdagangan hari kejepit kemarin lusa banyak dilepas. Saham-saham komoditas menjadi pendorong laju bursa, terutama saham-saham perkebunan.

Aksi beli pun tidak hanya terjadi di saham-saham blue chip, tetapi juga di saham-saham lapis dua. Hal ini membuat seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 74,094 kali pada volume 3,029 miliar lembar saham senilai Rp 2,638 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 68 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Laju penguatan bursa-bursa di Asia banyak membantu pergerakan IHSG. Sentimen negatif memelahnya Euro akibat penahanan Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn, sudah mulai berkurang efeknya di regional.

Bursa Jepang melaju semakin kencang didorong oleh menguatnya saham-saham perbankan. Salah satunya saham Mizuho Financial Group Inc menyusul pernyataan merger beberapa bank unit usahanya.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,68 poin (0,72%) ke level 2.873,45.
  • Indeks Hang Seng naik 115,66 poin (0,51%) ke level 23.016,74.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 100,47 poin (1,05%) ke level 9.667,49.
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,52 poin (0,11%) ke level 3.140,00.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.700 ke Rp 23.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 45.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 550 ke Rp 59.600, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 14.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.300 ke Rp 17.200, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 129.000, Fast Food (FAST) turun Rp 450 ke Rp 10.000, dan Indospring (INDS) turun Rp 400 ke Rp 3.850.

Saham BORN masih 'Speculative Buy'

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) saat ini memasuki oversold area dengan volume yang meningkat secara signifikan.

Dalam riset trader independent, Stafanus Mulyadi Handoko menjelaskan stochastic untuk BORN bergerak turun memasuki oversold area dan dalam posisi death cross MACD bergerak turun dan akan menembus ke bawah centre line 0. "Volume pada saat (saham) turun, meningkat signifikan."

Candle keluar bibir bawah bolinger band cukup jauh, sehingga berpeluang terjadi technical rebound untuk masuk kembali ke dalam.

Spekucative buy di area support 1.520-1.530, dengan target technical rebound di 1.600-1.610, pasang stop loss ketat jika break down 1.500, karena akan menuju level 1.390-1.400. Pergerakan saham BORN berada di level support 1520-1500 dan level resisten 1.570-1.600. Pada pukul 11.40 perdagangan hari ini, saham BORN naik Rp10 ke Rp1.560 dengan volume 119.471 saham senilai Rp92 miliar.

BEI: Year to date, pertumbuhan IHSG capai 3%

BEI: Year to date, pertumbuhan IHSG capai 3%
JAKARTA. Pertumbuhan Indeks Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga sekarang (year to date) sudah mencapai 3%. Pencapaian ini tergolong tinggi dibandingkan bursa-bursa lainnya di kawasan Asia.

"Tapi kita masih kalah dibandingkan bursa Thailand yang year to date-nya sudah 5%," ujar Direktur Pengembangan BEI Friderica Dewi, Rabu (18/5).

Bursa Singapura hanya tumbuh 1%, Jepang turun 7%, sementara Bursa Bombay India turun 11%.

Pertumbuhan IHSG menurut Friderica tak lepas dari positifnya kinerja emiten-emiten di BEI. Selain itu juga ditunjang dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi serta kondisi sosial politik dalam negeri yang kondusif.

Friderica menuturkan, kinerja IHSG yang cukup baik ikut menarik investor-investor asing dalam menanamkan modalnya di BEI. Tahun lalu, pertumbuhan IHSG mencapai 46%. Untuk tahun ini, Friderica belum bisa menyebutkan proyeksi pertumbuhan IHSG. Namun, ia optimis masih dalam tren positif.

Menjadi incaran investor, saham KLBF sempat melesat 2,86% di transaksi pagi

Menjadi incaran investor, saham KLBF sempat melesat 2,86% di transaksi pagi
JAKARTA. Saham PT Kalbe Farma (KLBF) pagi ini ditransaksikan naik. Pada pukul 11.09, saham KLBF tercatat naik 0,71% menjadi Rp 3.525. Sebelumnya, saham KLBF sempat naik 2,86% menjadi Rp 3.600.

Hal ini sudah diperkirakan sebelumnya oleh Indosurya Securities. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Indosurya memperkirakan, saham KLBF akan berada pada support 3.350-3.425 dan resistance 3.550-3.600.

Secara teknikal, "Candle KLBF yang sebelumnya berada dalam tren penurunan tertahan dengan membentuk spinning tops setelah terbentuknya 2 hammer. Posisi candle juga telah mereposisi di atas lower bollinger bands dimana sebelumnya batas ini telah tersentuh. Posisi ini dimungkinkan untuk reversal," urai Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Securities.

Dia menambahkan, kekuatan daya beli mulai masuk dan mencoba mendorong harga ke atas. MACD masih berusaha membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Williams %R, dan Stochastic mencoba reversal setelah menyentuh batas area oversold .

"Bila pasar mendukung, KLBF dimungkinkan untuk buy pada kisaran harga Rp 3.500-3.525 dengan target harga 3.600. Cut loss bila menyentuh Rp 3.350," jelasnya.

Sementara, dari sisi keuangan, selama kuartal I 2011, KLBF berhasil meningkatkan penjualan sebesar 7% dari Rp 2,2 triliun di kuartal I 2010 menjadi Rp 2,4 triliun. Laba usaha naik 7,86% dari Rp 386,69 miliar menjadi Rp 417,12 miliar. Peningkatan penjualan ditopang oleh divisi distribusi dan logistik. Selain itu, biaya bahan baku yang digunakan dan beban keuangan perseroan mengalami penurunan.

BEI Tingkatkan Likuiditas Pasar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan Investor Day 2011 yang diisi dengan 16 perusahaan tercatat.

"Investor Day ini untuk menggaet investor institusi seperti dana pensiun, investor institusi dan fund management untuk mewadahi interaksi lebih intens," tutur Direktur Penilaian, Eddy Sugito di Jakarta, Rabu (18/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, investor asing siap menggelontorkan dana ke Indonesia. Tapi memang investor tersebut membutuhkan persedian saham baru di bursa. Dengan adanya saham baru ini dapat meningkatkan kapitalisasi pasar bursa saham.

Acara Investor Day ini diharapkan akan menjadi salah satu sarana untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman investor institusi terhadap kinerja perusahaan tercatat di BEI. Selain itu, menjadi media pertemuan antara investor institusi dengan manajemen perusahaan dan pelaku pasar modal serta meningkatkan likuiditas pasar sehingga dapat mengembangkan pasar modal di Indonesia. Perusahaan tercatat yang melakukan presentasi dan konfrensi pers pada Investor Day.

Eddy mengatakan, acara ini juga diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan minat dan realisasi pemodal dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia karena dari forum ini investor maupun calon investor dapat memperoleh informasi yang akurat sehingga tidak ragu lagi dalam merealisasikan investasinya di pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, acara Investor Day ini diisi dengan presentasi 16 emiten yaitu PT International Nickel Indonesia Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT PP Persero Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Agung Podomoro Land Tbk, PT Gozco Plantations Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Gajah Tunggal Tbk, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk, PT BW Plantations Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Intraco Penta Tbk, PT Harum Energy Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Surya Semesta Internusa Tbk, dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Aksi akuisisi perusahaan bikin saham JSMR terlihat seksi

Aksi akuisisi perusahaan bikin saham JSMR terlihat seksi
JAKARTA. Saham PT Jasa Marga (JSMR) hari ini menjadi incaran investor. Pada pukul 10.56, saham JSMR tercatat naik 1,46% menjadi Rp 3.475. Sebelumnya, saham operator jalan tol ini sempat berada di posisi Rp 3.525 atau naik 2,9%.

Aksi perburuan investor ini berhubungan dengan aksi korporasi JSMR. Seperti yang diketahui, JSMR mengakuisisi seluruh saham Xilin Enterprise di PT Margabumi Adhikarya (MBAR) sebanyak 51,17% atau setara 78,5 juta saham senilai Rp75 miliar. Akuisisi tersebut dalam rangka penyelesaian
proyek jalan tol Gempol -Pandaan.

Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi menyambut positif rencana akuisisi perseroan terhadap proyek jalan tol Gempol-Pandaan Xilin Entrerprise yang memiliki panjang 13,61 km tersebut. "Karena, dengan diakuisisinya ruas Gempol-Pandaan akan mendukung keberadaan proyek yang saat ini sedang digarap perseroan yaitu jalan tol Surabaya-Gempol dan Gempol-Pasuruan," urainya.

Apalagi, JSMR menargetkan ruas Gempol-Pandaan akan selesai di kuartal II 2014, dengan perkiraan traffic volume sebesar 23.200 kendaraan per hari.

Asing tambah kepemilikan di surat utang, rupiah sukses menguat pagi ini

Asing tambah kepemilikan di surat utang, rupiah sukses menguat pagi ini
JAKARTA. Rupiah menguat dari level terendahnya lebih dalam sepekan terakhir. Penguatan ini terjadi seiring masuknya dana asing ke surat utang negara guna mendapatkan hasil yang lebih tinggi.

Investor asing tercatat meningkatkan kepemilikan di surat utang pemerintah sebesar 0,9% dari akhir April hingga menjadi Rp 223,37 triliun per 12 Mei. Suku bunga acuan Indonesia sebesar 6,75%, lebih menarik dibandingkan dengan maksimal bunga di AS dan Inggris sebesar 0,5%.

Mata uang Garuda menguat 0,23% dari penutupan 16 Mei, ke level Rp 8.558 per dolar AS, pada pukul 10.55 di Jakarta. Pada, 16 Mei lalu, rupiah jauth ke level terlemahnya sejak 6 Mei.

Kepala treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, sebagian besar mata uang Asia lebih kuat saat ini, termasuk rupiah, yang didorong oleh pasar saham. "Ada risk appetite di pasar yang didorong oleh keyakinan terhadap pertumbuhan di Asia. Perekonomian Indonesia berjalan baik," ujarnya.

Ekonomi Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara tumbuh 6,5% pada kuartal terakhir, setelah naik 6,9% dalam tiga bulan sebelumnya. Bank Indonesia menyebut, produk domestik bruto mungkin akan naik sekitar 6% hingga 6,5% di tahun ini.

BEI segera ujicoba rencana pemajuan jam buka bursa di kuartal III

BEI segera ujicoba rencana pemajuan jam buka bursa di kuartal III
JAKARTA. Jadwal memajukan jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian dekat. Direktur Teknologi dan Informasi BEI Adikin Basirun mengungkapkan, rencana tersebut bakal segera direalisasikan pada semester kedua tahun ini.

"Kuartal keempat kemungkinan pemajuan perdagangan di BEI bisa dilakukan. Uji cobanya di kuartal ketiga" ujar Adikin, Rabu (18/5).

Menurutnya, dari segi teknologi, bursa sudah siap. Saat ini, yang menjadi fokus BEI adalah sosialisasi kepada para Anggota Bursa (AB) agar bisa menyesuaikan sistem perdagangan masing-masing dengan rencana memajukan jam perdagangan. Menurut Adikin, pemajuan jam perdagangan ini tidak sampai menambah biaya bagi AB. "Yang ada menambah peluang," katanya.

Seperti yang sudah diberitakan, rencana memajukan jam perdagangan ini bertujuan mendekatkan pembukaan jam perdagangan di BEI dengan pembukaan jam bursa regional. Khususnya, bursa Singapura dan Hongkong.

"Kalau terlalu jauh perbedaan waktu pembukaan, ada gap yang jauh juga dari segi order. Kita bisa tidak kebagian order," kata Adikin seraya menambahkan BEI masih belum memutuskan apakah jam perdagangan akan dimajukan setengah jam atau satu jam.

Kembali menjadi incaran asing, saham GJTL sempat melonjak 4,5%

Kembali menjadi incaran asing, saham GJTL sempat melonjak 4,5%
JAKARTA. Sejumlah saham terlihat melompat pada transaksi pagi ini. Salah satunya adalah PT Gajah Tunggal (GJTL). Pada pukul 10.31, saham GJTL tercatat naik 2,5% menjadi Rp 3.075. Bahkan sebelumnya, saham produsen ban ini sempat bertengger di level Rp 3.125 atau naik 4,5%.

Berdasarkan data Bloomberg, sejumlah broker yang memburu saham ini adalah UBS Securities senilai Rp 2,17 miliar, Macquarie Capital senilai Rp 1,69 miliar, dan JPMorgan senilai Rp 1,63 miliar.

Aksi perburuan saham GJTL sepertinya terkait dengan target kinerja perusahaan. Manajemen GJTL menargetkan, tingkat penjualan bersih tahun ini bakal mengalami peningkatan sekitar 20% hingga 25%. Optimisme itu didasari oleh meningkatnya volume penjualan serta kenaikan harga jual ban.

Spekulasi kembalinya dana eksportir, won lanjut menguat terhadap dollar AS

Spekulasi kembalinya dana eksportir, won lanjut menguat terhadap dollar AS
SEOUL. Mata uang Korea Selatan, won, kembali terangkat terhadap dollar Amerika Serikat untuk hari yang kedua. Penguatan won terjadi karena adanya spekulasi para eksportir memperoleh pendapatannya kembali, setelah kemarin won sempat menyentuh level terendahnya selama lima minggu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, won menguat 0,2% ke level 1.086,50 per dollar AS, pada pukul 10.03 waktu Seoul, mengikuti kenaikan 0,3% sehari sebelumnya.

"Eksportir mengambil keuntungan dari penurunan won, dengan menjual dollar AS," kata Jeon Ji Seung, analis mata uang dari Samsung Futures Inc. di Seoul.

Sebelumnya, won telah melemah 1,6% sejak April lalu terhadap dollar AS akibat keprihatinan krisis utang Eropa yang semakin memburuk. Apalagi, didukung naiknya permintaan atas dollar AS.

Masuk ke dalam indeks global, saham EXCL toreh rekor baru

Masuk ke dalam indeks global, saham EXCL toreh rekor baru
JAKARTA. Saham PT XL Axiata (EXCL) meroket menembus rekor baru. Salah satu pemicunya, saham EXCL baru-baru ini dicatatkan dalam global indeks MSCI Barra.

Asal tahu saja, pada pukul 09.42, saham operator milik Axiata Group Bhd ini melonjak 5,3% menjadi Rp 6.900. Ini merupakan level paling tinggi sejak debut trading pada September 2005 lalu.

Analis: Yen diprediksi konsolidasi dengan kecenderungan melemah

Analis: Yen diprediksi konsolidasi dengan kecenderungan melemah
JAKARTA. Hari ini, nilai tukar yen diprediksi bergerak konsolidasi di kisaran terbatas (rangebound), dengan kecenderungan melemah. Analis dari Divisi Tresuri Bank Negara Indonesia Apressyanti Senthaury memproyeksi, yen bakal bergerak di kisaran support 80,00 - 79,50 dan resistance 82,50 - 82,30.

Pergerakan JPY hari ini bakal dipengaruhi rencana pembahasan masalah krisis nuklir di kawasan Fukushima oleh Perdana Menteri Kan. Selain itu, kepercayaan diri Jepang dalam mengatasi krisis di negaranya berpotensi menopang Yen. "Namun, wait and see pengumuman suku bunga acuan oleh Bank of Japan (BoJ) pada 20 Mei mendatang mengisyaratkan beban pelemahan yang menerpa Yen," kata Apressyanti.

Selasa (17/5) kemarin, JPY ditutup melemah pada level 81,42 setelah sebelumnya dibuka di level 80,84. Kendati ditopang oleh JPY-funded carry trades, namun meningkatnya sentimen atas resiko investor membatasi pergerakan Yen di tengah dukungan otoritas menjaga stabilitas nilai tukar Jepang di market.

Ruas Tol Gempol-Pandaan Dukung Proyek JSMR

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Proyek jalan tol Gempol-Pandaan yang diakuisisi PT Jasa Marga akan mendukung proyek perseroan yang lain.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Rabu (18/5). Dengan diakuisisinya ruas Gempol-Pandaan akan mendukung keberadaan proyek yang saat ini sedang digarap perseroan yaitu jalan tol Surabaya-Gempol dan Gempol-Pasuruan. "Diharapkan ruas Gempol-Pandaan akan selesai di kuartal II-2014, dengan perkiraan traffic volume sebesar 23.200 kendaraan per hari."

Ruas tol Gempol-Pandaan diambilalih perseroan dari Xilin Entrerprise yang memiliki panjang 13,61 km di PT Margabumi Adhikarya (MBAR) sebanyak 51,17 persen atau setara 78,5 juta saham senilai Rp75 miliar. Akuisisi tersebut dalam rangka penyelesaian proyek jalan tol Gempol-Pandaan.

Awas, Indeks Saham Bisa Letoy Lagi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Wahai investor, jangan gembira dulu. Sebab, menguatnya indeks selama sepekan kemarin belum menjadi pertanda bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bullish dalam jangka panjang. Dengan kata lain, kemunghkinan indeks akan melemah pekan ini justru cukup kuat.

Faktor yang bakal memicu pelemahan tersebut adalah kinerja efek di belahan dunia lain. Sementara dari dalam negeri belum ada sentimen yang positif. Jadi, kemungkinan besar setelah liburan selama dua hari ini bakal terjadi aksi profit taking di lantai bursa.

Nah, kalau bicara soal bursa global angin yang akan menerpa Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam pekan ini tampaknya kurang begitu menggembirakan. Soalnya, pekan lalu bursa Wall Street dan Eropa anjlok akibat kekhawatiran para investor bahwa krisis utang Yunani yang akan menyeret negara-negara Eropa.

“Ini juga yang membuat dolar menguat terhadap Euro,” kata Praska Putrantyo, analis Infovesta Utama. Seperti biasa, lanjut Praska, BEI akan ikut-ikutan letoy jika bursa di Amerika, Eropa, dan negara lainnya melemah.

Karena bursa regional saat ini sedang liar dengan kecenderungan menukik, para investor diperingatkan untuk bersikap ekstra hati-hati. Jangan cepat membeli kendati sejumlah saham harganya bakal melorot. Praska memperkirakan, pekan ini indeks akan bergerak dikisaran 3.802-3.840.

Sementara Satrio Utomo dari Riset Universal Broker Indonesia memperkirakan indeks akan bergerak di level 3.810-3.849. Dibandingkan penutupan Jum’at pekan lalu yang berada di level 3.832, pergerakan tersebut sebenarnya tidak terlalu curam. Hal ini kemungkinan akibat arus modal asing yang masih mengalir ke Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan, apakah benar para investor tidak melakukan pembelian di saat kondisi bursa seperti ini? Ah, tidak juga. Krisis di Eropa akan mendorong kenaikan harga komoditi.

Itu sebabnya, Satrio menyodorkan saham komoditi seperti PT Astra Internasional(ASII), PT Bumi Resources (BUMI), dan PT Bukit Asam (BTBA). Hanya saja, kendati saham komoditi berpeluang naik, sejumlah analis lebih merekomendasikan untuk membeli saham-saham BUMN. [mdr]

Bluechip Naik, IHSG Rabu Pagi Dibuka Naik 0,4%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (18/5) pagi dibuka naik 18,41 poin atau 0,4% menjadi 3.817,64. Volume perdagangan 280,8 juta saham senilai Rp503,7 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 86 saham naik, 28 saham turun dan 78 saham stagnan. IHSG mengalami net forein sell mencapai Rp9,4 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp159,9 miliar dan pembelian asing sebesar Rp150,4 miliar.

Indeks JII naik 3,06 poin ke 527,9 dan indeks LQ45 naik 4,1 poin ke 680,2. Penguatan indeks ditopang sektor pertambangan naik 18,6 poin ke 3.222,9 dan sektor perkebunan naik 11,1 poin ke 2.276,1.

Saham yang mengalami kenaikan seperti saham ITMG naik Rp400 ke Rp45.100, GGRM naik Rp350 ke Rp44.500, ASII naik Rp300 ke Rp59.350, EXCL naik Rp250 ke Rp6.800, UNTR naik Rp250 ke Rp22.050, INTP naik Rp200 ke Rp16.550, AALI naik Rp150 ke Rp23.750, ISAT naik Rp150 ke Rp5.350, SMGR naik Rp150 ke Rp9.450.

Saham yang turun seperti saham INDY turun Rp75 ke 4.100, PGAS turun Rp25 ke Rp4.000, AMAG turun 10 ke Rp235.

Bursa saham Asia menguat di tengah aksi spekulasi takeover industri media di Australia dan rencana TEPCO stabilkan pembangkit nuklir. Indeks Nikkei naik 0,5% dan indeks Kospi naik 0,6%, indeks Australia naik tipis, indeks Singapura turun 0,01% dan indeks KLSE naik 0,3%.

Bursa Saham Asia Menguat Dengan Spekulasi Fairfax

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia menguat di tengah aksi spekulasi takeover industri media di Australia dan rencana TEPCO stabilkan pembangkit nuklir.

Saham Fairfax Media Ltb melampung hingga 3,9% di Sydney setelah putra Rupert Murdoch menawar untuk diakuisisi. Saham Austar Untied Communications Ltd naik 5,7% dengan spekulasi Foxtel dalam pembicaraan pengambilalihan, yagn dikutip dari yahoo.finance.com.

Demikian juga dengan saham Tokto Electric Power Co (TEPCO) naik 1,8% setelah menyatakan akan mendinginkan reaktor yang rusak pada awal Oktober di pabrik Cai-Ichi Fukushima. Chubu Electric Power Co juga naik 1,5%.

Indeks Nikkei naik 0,5% dan indeks Kospi naik 0,6%, indeks Australia naik tipis, indeks Singapura turun 0,01% dan indeks KLSE naik 0,3%.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 turun pada penutupan perdagangan saham Selasa (17/5) setelah hasil mengecewakan dari Wal-Mart dan Hewlett Packard. Meskipun begitu pelaku pasar akan mengambil kesempatan dalam jangka pendek.

Pelemahan sektor baru-bandeks Dow Jones dan S&P 500 turun pada penutupan perdagangan saham Selasa (17/5) setelah hasil mengecewakan dari Wal-Mart dan Hewlett Packard.ru ini memperketat pertumbuhan ekonomi dan penurunan tajam komoditi turut mempengaruhi pasar.

Dalam jangka pendek, trader melihat kesempatan dengan melihat keuntungan dari saham energi dan performance kekuatan keuangan bagus pada Selasa.

Saham INDY Bertenaga Menuju Rp5.550

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham INDY, Rabu (18/5) diprediksi menguat. Sebab, level psikologis 4.225 sudah ditembus dengan volume transaksi yang cukup besar. Buy on weakness dengan target Rp5.550!

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, potensi penguatan saham PT Indika Energy (INDY) hari ini terutama karena faktor teknikal. Menurutnya, saham batu bara ini diperdagangkan sangat ramai sehingga menembus level psikologis Rp4.225 ditembus ke level Rp4.275 per saham dengan volume transaksi yang sangat besar.

Karena itu, lanjutnya, pada dasarnya, saham INDY bertenaga ke level Rp4.450 untuk target jangka pendeknya. “Rabu (16/5) ini, saham INDY akan bergerak dalam kisaran support Rp4.125 dan Rp4.300 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (16/5).

Pada perdagangan Senin (16/5) saham INDY ditutup menguat Rp25 (0,6%) jadi Rp4.175 dibadingkan sebelumnya Rp4.150. Harga intraday tertingginya mencapai Rp4.275 dan terendah Rp4.150. Volume transaksi mencapai Rp25,4 juta unit saham senilai Rp107,08 miliar dan frekuensi 1.452 kali.

Menurutnya, pasar secara keseluruhan terkoreksi pada perdagangan Senin (16/5) sehingga saham ini pun mengalami tekanan akibat profit taking. Meski begitu, saham INDY ditutup di teritori positif di level Rp4.175 dan offer di level Rp4.200. “Rabu (18/5) ini, saham INDY bisa bermain di kisaran tersebut. Sebab, saham ini sudah breakout level psikologisnya Rp4.225,” tandas Cece.

Cece kembali menegaskan, saham INDY berpeluang menguat karena penguatan awal pekan ini diiringi volume yang signifikan. “Kalau indeks secara umum mendukung, level resistance Rp4.300 bisa ditembus untuk mencapai target terdekatnya Rp4.450,” ucapnya.

Apalagi, dari sisi valuasi pun, saham INDY termasuk yang masih murah dibandingkan saham-saham batu bara yang lain. Sebab, saham ini pernah berada di level Rp5.550 pada 4 Januari 2011. “Karena itu, valuasinya sangat murah di level Rp4.175 per saham saat ini,” timpalnya.

Lalu, dari sisi fundamental pun, emiten ini sangat baik. Selain karena faktor Initial Public Offering (IPO) anak usahanya yang memungkinkan emiten mendapat dana segar, juga laporan keuangannya yang cukup positif di sektor batu bara pada kuartal I/2011. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham INDY,” imbuh Cece. [mdr]

Seluruh sektor menguat, IHSG pagi dibuka di zona hijau

Seluruh sektor menguat, IHSG pagi dibuka di zona hijau
JAKARTA. Sehari setelah cuti bersama, Rabu (18/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan sinyal positif. IHSG menguat 0,43% menuju 3.813,27 saat dibuka pukul 09.30 WIB.

Seluruh sektor berada di zona hijau, dipimpin sektor pertambangan, keuangan, dan infrastruktur yang mengalami kenaikan terbesar.

Pada awal perdagangan pagi ini, 94 saham sudah mengalami penguatan, sedangkan 26 saham lainnya melemah. Adapun 82 saham lainnya masih belum bergerak.

Saham-saham yang mengisi posisi top gainers antara lain PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) yang naik 3,90% ke Rp 400, PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang reli 3,82% ke Rp 6.800, dan PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) yang menguat 2,70% ke Rp 152.

Sementara itu, di posisi teratas top losers ditempati saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) yang turun 4,55% ke Rp 147, PT Bentoel International Tbk (BNBA) yang melemah 2,33% ke Rp 840, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang jatuh 1,89% ke Rp 520.

Melesat tajam, bursa suspen saham POLY dan ADMG

Melesat tajam, bursa suspen saham POLY dan ADMG
JAKARTA. Perdagangan saham PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) dan PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) dihentikan sementara (suspensi), mulai sesi pertama, hari ini. Pasalnya, terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada kedua saham ini.

Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hari ini, menyebutkan selama periode 2 Mei hingga 16 Mei 2011, saham ADMG sudah melonjak sebesar Rp 375 atau setara 147,06% ke level Rp 630 per saham.

Pergerakan yang sama terjadi pada saham POLY. Saham ini melesat Rp 272 atau sekitar 148,63% pada periode perdagangan 2 Mei hingga 16 Mei 2011, dan ditutup di level Rp 455 per saham pada Senin (16/5) lalu.

Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down, dengan tujuan memberi waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham POLY dan ADMG.

Trading Emas: Tetap 'Buy on Dips'!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Harga emas diperkirakan konsolidasi dan belum bisa dipastikan ke mana arahnya. Kondisi itu, akan terjadi hingga pertemuan Bank Sentral AS pada 23 Juni. Pasar ingin memastikan kebijakan moneter AS lebih lanjut.

Analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, potensi konsolidasinya harga emas salah satunya dipicu oleh The Chicago Mercantile Exchange (CME) yang menaikkan margin requirement di bursa Comodity Exchange (Comex) dan The New York Mercantile Exchange (Nymex) untuk perdagangan perak dan emas pada 4 Mei 2011.

Karena itu, harga emas turun hingga 50% retracement dari US$ 1.576 ke level US$1.462 per troy ounce akibat aksi pelepasan posisi. Dua hari setelah itu, lanjut Ariston, harga emas kembali mencoba rebound ke level US$ 1.526. Namun, penguatan tersebut tidak kuat sehingga kembali melemah.

“Pasar mencari sentimen baru. Yang didapat, justru bukan sentimen yang bisa memperkuat emas, tapi mereka melihat kemungkinan Bank Sentral AS memperketat moneternya. Ha itu bisa menjadi tekanan bagi emas,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (16/5).

Lebih jauh dia menjelaskan, setelah Quantitative Easing (QE) tahap dua senilai US$600 miliar selesai pada Juni 2011, pasar justru melihat, kebijakan The Fed akan lebih ketat. Karena itu, diproyeksikan, bullish momentum emas sudah tidak ada lagi. “Tapi, itupun bukan berarti bearish. Emas bisa konsolidasi hingga pertemuan The Fed selanjutnya pada 23 Juni 2011,” ujarnya.

Menurut Ariston, level support emas terdekatnya US$1.478 dan support berikutnya US$1.462 per troy ounce. Sedangkan resistance terdekatnya US$1.498 dan kedua US$1.507. Resistance berikutnya US$1.516 per troy ounce. “QE AS sudah pasti dihentikan. Sebab, jadwal programnya berakhir Juni 2011,” ucapnya.

Menurutnya, pasar tinggal melihat kebijakan lanjutan untuk menggantikan program ini. Tapi pasar sudah melihat, setelah kebijakan moneter longgarnya dibuang satu item, otomatis moneter AS semakin ketat jika The Fed tidak memperpanjangnya menjadi Quantitative Easing (QE) tahap tiga atau mencari cara lain untuk melonggarkan moneter.

“Apalagi, AS belum tentu menaikkan suku bunga dari level saat ini 0-0,25%,” paparnya. Karena itu, dolar AS kemungkinan menguat sehingga harga emas bisa turun. Selama The Fed belum memberikan kejelasan terkait kebijakan moneternya baik memperketat maupun memperlonggar, harga emas akan ranging (bergerak bolak-balik) dalam kisaran resistance US$1,516 dan support US$1.462.

Jika level support justru ditembus ke bawah, harga emas memasuki tren bearish. Karena itu, investor emas was-was apakah koreksi akan terus atau justru bisa rebound. “Fktor moneter AS yang jadi penentu utama laju harga emas saat ini,” tuturnya.

Memang dia dia menambahkan, ada faktor-faktor lain yang juga memperlemah emas yakni soal restrukturisasi bailout Yunani yang jatuh tempo pada 2012-2013. Kondisi itu, bakal memperkuat dolar AS dan memperlemah harga emas. Sebab, emas ditransaksikan dalam denominasi dolar AS. “Tapi, faktor Yunani bukan yang utama,” timpalnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, jika dilihat dari indikator Moving Average (MA)- 4 dan MA-20 yakni grafik hariannya, harga emas menunjukkan corssing bearish. Jika dalam dua hari ke depan tetap bearish, crossing bearish-nya semakin membesar. “Artinya, MA-20 di atas MA-4 yang menunjukkan tekanan jual,” ungkapnya.

Tapi, dia menegaskan, harga emas saat ini belum memasuki tren bearish. Sebab, jika ditarik garis trend line-nya, dari tiga titik yang ditarik dari level terendah 27 Januari 2011, level terendah 15 Maret, dan level terendah 5 Mei, masih ada support untuk naik (bullish).

“Karena itu, tekanan turun dan naiknya seimbang sehingga saat ini harga emas mendatar atau konsolidasi,” papar Ariston. Kecuali, jika terjadi tekanan berlanjut hingga tembus US$1.462, trend line-nya berubah jadi bearish.

Strategi trading di emas tetap buy on dips (buy on weakness). Pelaku pasar bisa mengharapkan teknikal rebound. Sebab, jika harga emas turun lebih dari US$10 per troy ounce, selalu mengalami teknikal rebound. “Lakukan pembelian pada saat koreksi di kisaran US$1.480-an,” imbuh Ariston. [mdr]

IHSG akan Bergerak di Kisaran 3.768-3.838

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan saham pada Rabu (18/5) diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.768-3.838. Indeks masih akan tertekan seiring AS.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities. Saham–saham yang dapat diperhatikan antara lain BHIT, AKRA dan BBRI.

Pada perdagangan hari Selasa (17/5) Indeks Dow Jones ditutup turun 69 point (-0.55%) ke level 12,479.58 menyusul keluarnya data jumlah produksi dan perumahan AS yang tercatat lebih rendah dari estimasi semula. Minyak light sweet diperdagangkan di harga US$98 per barel menyusul turunnya jumlah pasokan minyak serta persediaan minyak di Cushing.

Rupiah pada hari Senin (16/5) turun 33 point terhadap US$ dan berada di level Rp8,579 /US$ sementara IHSG juga ditutup turun 33 point (-0.86%) 3,799.27. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp459 miliar di pasar regular dengan saham – saham yang banyak dijual a.l. BUMI, BORN, UNTR, BBCA dan ITMG.

Secara teknikal, pada perdagangan Senin (16/5) pelemahan IHSG berhasil tertahan oleh support garis MA20, waspadai apabila candlestick membentuk deathcross dengan MA20 karena IHSG akan berpotensi untuk menguji support-nya di 3,768. Sementara dari pergerakan indikator tampak stochastic telah membentuk deathcross dengan RSI bergerak downtrend.

Investor Swiss akan Akuisisi 49% Saham Agis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Agis Tbk (TMPI) akan dikuasai perusahaan asal Swiss, Global Emerging Market hingga 49%.

Dalam jangka pendek harga saham perseroan akan menuju level Rp350. Apalagi perseroan telah sukses mengakuisisi perusahaan tambang.

Pada perdagangan Senin lalu, saham TMPI naik Rp1 ke Rp123 dengan volume perdagangan 79.550 saham senilai Rp4,8 miliar sebanyak 546 kali transaksi.

Verena akan Diakuisisi Investor dari Korsel

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) dikabarkan akan diakuisisi PT Central Solt Agency dari Korsel hingga 20%.

Saham VRNA diperkirakan akan menuju Rp200 dalam jangka pendek. Apalagi perseroan juga akan memperluas usahanya setelah menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar.

Pada perdagangan Senin lalu, saham VRNA turun Rp2 ke Rp138 dengan volume 5.650 saham senilai Rp387,3 juta sebanyak 167 kali transaksi.

Indeks Nikkei Dibuka Menguat 0,7%

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Rabu (18/5) pagi, dipimpin saham perbankan dan minyak. Indeks Nikkei Stock Average naik 0,7% menjadi 9.631,24, sedangkan indeks Topix naik 0,6% menjadi 833,64.

Mizuho Financial Group Inc mendapat keuntungan dari kabar adanya kemungkinan menggabungkan ritel dan korporat perbankannya, terlihat dari naiknya harga saham sampai 2,4% pada awal perdagangan. Sementara Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 0,8%, Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 1,3%, dan Shinsei Bank Ltd naik 1,1%.

Sebuah rebound harga minyak mentah pada awal perdagangan Asia membantu saham energi, dengan Inpex Corp naik 3%, dan Japan Petroleum Exploration Co meningkat 1,6 %.

Sebuah laporan Nikkei terpisah menyebutkan Renesas Electronics Corp berencana mengembalikan kapasitas pembuatan chip karena pulih dari gempa bumi 11 Maret. Hal ini membantu saham-saham utama teknologi naik 2,6%. [ast]

Pascalibur, Investor Saham 'Wait and See' Dulu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia Rabu (18/5) berpeluang menguat terbatas. Namun, karena harus menunggu konsolidasi saham unggulan, investor disarankan untuk wait and see.

Viviet S. Putri, analis Anugerah Securindo mengatakan, IHSG hari ini akan didominasi pergerakan saham lapis kedua, dengan spekulasi beli akan mengembalikan indeks di atas level 3.800, “Indeks hari ini akan berada pada kisaran 3.778 -3.826,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, tekanan jual yang melanda akibat derasnya berita negatif di bursa global, membuat indeks terpaksa ditutup terkoreksi 32.79 poin ke level 3.799,22 atau kembali berada di bawah level 3.800. Hal ini didukung koreksi saham dari sektor pertambangan seperti Indo Tambangraya Megah (ITMG), United Tractor (UNTR), TB Bukit Asam (PTBA) dan Timah (TINS).

Sementara ketidakpastian krisis Yunani diperburuk dengan ditangkapnya pejabat IMF terkait kasus asusila. Alhasil, bursa global mengalami krisis kepercayaan. Di dalam negeri sendiri transaksi perdagangan terlihat sepi terkait libur cuti bersama dari pegawai negeri dan Bank Indonesia. Investor asing pun terlihat membukukan jual bersih sebesar Rp423 miliar.

Viviet menilai, saham dari kelompok Bakrie seperti Bakrieland (ELTY) dan Energi Mega Persada (ENRG) terlihat akan kembali atraktif meskipun situasi bursa global masih dibayangi oleh ketidakpastian. Sedangkan aksi profit taking akan membuat saham Astra International (ASII) dan Gudang Garam (GGRM) mengalami koreksi.

Di tengah situasi ini, ia menyarankan untuk buy on weakness pada saham-saham sektor perkebunan, seperti Lonsum (LSIP) dan Bakrie Plantation (UNSP).

Teuku Hendri analis dari Woori Sekuritas mengatakan, krisis kredit di Yunani memburuk karena program bantuan IMF kemungkinan terganggu oleh skandal pimpinan. Selain tarik ulur totalitas negara-negara Uni Eropa untuk bailout Yunani. “Pasar Wallstreet juga menunggu perkembangan restrukturisasi utang Eropa, karena akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global,”ujarnya dihubungi terpisah.

Sementara di dalam negeri, volume menipis terkait libur panjang dan katalis positif dari kinerja keuangan emiten sudah terefleksi di pasar. Dengan harga komoditas yang volatile, terutama setelah harga minyak anjlok di bawah US$100 per barel akan memberi tekanan pada harga saham-saham komoditas yang dominan di bursa Indonesia.

Di tengah situasi ini, Teuku Hendri menyarankan investor untuk wait and see dulu, karena IHSG masih potensi downtrend menguji level support 3.775. Sebenarnya untuk medium term chanelling uptrend masih valid, dan supportnya ada di level 3761. “Tapi beberapa saham big cap masih dalam posisi overbought (masih jauh dari support) sehingga harus konsolidasi dulu,” paparnya.

Salah satu saham pilihan berasal dari perbankan, seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia(BBRI), “Buy on weakness untuk emiten-emiten ini,” katanya.

Pada perdagangan Senin (16/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup turun 32,8 poin (0,85%) ke level 3.799,23. Begitu juga Indeks LQ45^JKLQ45 yang turun 6,3 poin (0,92%) ke angka 676,1. Perdagangan mencatatkan volume sebanyak 4,79 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,49 triliun.

Koreksi indeks diwarnai aksi jual investor asing yang tercatat melakukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp434,23 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,175 triliun dan transaksi beli sebesar Rp741 miliar. [mdr]

eTrading: BHIT, AKRA, dan BBRI layak diperhatikan

eTrading: BHIT, AKRA, dan BBRI layak diperhatikan
JAKARTA. Pada perdagangan hari Selasa (17/5), indeks Dow Jones ditutup turun 69 point (-0,55%) ke level 12.479,58. Penurunan tersebut menyusul keluarnya data jumlah produksi dan perumahan AS yang tercatat lebih rendah dari estimasi semula.

Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 459 miliar di pasar regular dengan saham–saham yang banyak dijual antara lain BUMI, BORN, UNTR, BBCA, dan ITMG.

"Secara teknikal, pada perdagangan Senin (16/5), pelemahan IHSG berhasil tertahan oleh support garis MA20. Waspadai apabila candlestick membentuk deathcross dengan MA20 karena IHSG akan berpotensi untuk menguji support-nya di 3.768," urai Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Sementara, dari pergerakan indikator, tampak stochastic telah membentuk deathcross dengan RSI bergerak downtrend.

Betrand memprediksi, pada perdagangan hari ini (18/5), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3.768 hingga 3.838. Adapun saham–saham yang dapat diperhatikan adalah BHIT, AKRA, dan BBRI.

Indosurya: Harga saham murah, investor kemungkinan akan kembali mengakumulasi

Indosurya: Harga saham murah, investor kemungkinan akan kembali mengakumulasi
JAKARTA. Tim riset Indosurya Securities merilis riset harian mengenai outlook perdagangan indeks hari ini. Indosurya memprediksi, pada perdagangan Rabu (18/5), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada level support di kisaran 3.757-3.778. Sementara, level resistance akan berada di kisaran 3.826-3.852.

Secara teknikal, candle IHSG yang sebelumnya membentuk white marubozu, di awal pekan sebelum libur membentuk candle pelemahan yang menggambarkan besarnya kekuatan daya jual untuk menekan harga. "Pola ini membawa IHSG bergerak menjauhi area overbought . MACD bergerak landai dan kecenderungan melemah dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang," papar Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area overbought. Menurut Reza, pelemahan yang terjadi kemarin merupakan hal yang wajar ditengah turunnya transaksi karena investor tidak semuanya berada di pasar.

Pada hari ini, kemungkinan indeks untuk turun masih ada. "Namun, melihat beberapa harga saham sudah melemah diperkirakan investor akan kembali mengakumulasi kembali. IHSG dimungkinkan masih bergerak mix dengan penguatan terbatas," pungkasnya.

IHSG berpotensi menguat hari ini

IHSG berpotensi menguat hari ini
JAKARTA. Setelah libur perayaan Waisak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat. Pengamat pasar modal dari UOB Securities Stefanus P Susanto optimistis faktor bargain hunting bisa mengangkat IHSG pada hari hari ini (18/5).

"Saham-saham yang sudah jatuh seperti pertambangan dan keuangan akan naik lagi dan diburu investor," ramal Stefanus. Ia memprediksi IHSG akan terangkat ke atas level 3.815 di hari Rabu.

Secara teknikal, IHSG masih berpeluang terkoreksi. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada dalam bearish cross over. Namun, Relative Strength Index (RSI) sudah mengarah ke garis overbought, sehingga koreksi tidak akan berlangsung lama.

Dani Hotron, Analis Brent Asset Management memproyeksikan, IHSG berada di kisaran 3.745 - 3.847.

Senin (16/5), IHSG sempat meninggalkan level 3.800 setelah melemah 0,84%. IHSG ditutup di 3.799,23 mengikuti pelemahan bursa regional.

Bernasib sama dengan IHSG, kurs rupiah juga diprediksi menguat hari Rabu. Dealer forex BRI, Rahadiyo Anggoro memprediksi rentangnya Rp 8.565 - Rp 8.575 per dolar Amerika Serikat (AS).

Senin, pasangan IDR/USD melemah 0,38% menjadi Rp 8.579 per dolar AS. "Bank Indonesia (BI) memang mengeluarkan imbauan supaya tidak terlalu aktif di pasar karena hari libur, jadi pergerakannya baru terlihat Rabu," kata Rahadiyo. Dia menambahkan, penyebab pelemahan nilai tukar rupiah adalah kabar buruk dari Eropa.

CPRO pertahankan kepemilikan di AWS

CPRO pertahankan kepemilikan di AWS
JAKARTA. PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) bertekad tetap mempertahankan kepemilikan terhadap tambak udang yang dikelola PT Aruna Wijaya Sakti (AWS). Produsen udang ini belum berniat melepaskan kepemilikan ke investor lain.

Besarnya potensi produksi tambak eks Dipasena ini membuat CPRO enggan melepas kepemilikan di sini. "Baik CP Prima maupun manajemen AWS tidak pernah ada niat untuk melepaskan tambak," kata Tarpin A. Nasri, Kepala Divisi Komunikasi AWS kepada KONTAN, Senin (16/5).

Tarpin menolak menyebut detil potensi produksi udang di tambak tersebut. Yang jelas, saat ini hasil produksi tambak Aruna masih belum optimal. "Saat ini produksi AWS dibatasi sesuai kapasitas pengolahan udang, sebetulnya produksi AWS bisa jauh lebih besar," ujar Tarpin.

Sampai saat ini AWS belum mengoperasikan kembali tambak di Lampung tersebut. Alasannya, belum ada kesepakatan antara petambak plasma dengan manajemen.

Albert Sebastian, Sekretaris Perusahaan CPRO melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu mengungkapkan, penghentian operasional AWS akan menurunkan nilai penjualan CPRO. Ia tidak merinci berapa potensi penurunan tersebut.

Tapi di lain pihak, terganggunya kegiatan tambak AWS juga menekan biaya yang harus ditanggung CPRO. Penurunan biaya itu mengimbangi penjualan yang tergerus, sehingga laba CPRO tak terganggu. Namun CPRO tidak mengungkap secara detail berapa besar penurunan biaya produksi, akibat tidak beroperasinya tambak AWS.

Sekadar mengingatkan, pemerintah saat ini tengah mengkaji untuk mengambil alih pengelolaan tambak Aruna. Sementara petambak yang tergabung di Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) meminta pemerintah mencari investor baru.

Bank Victoria gelar rights issue senilai Rp 199,45 miliar

JAKARTA. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) akan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Bank ini berencana melepas sebanyak-banyaknya 1,99 miliar saham baru ke pasar.

Emiten perbankan ini mematok harga rights isssue Rp 100 per saham. Dari aksi korporasi ini BVIC akan mendapat dana segar Rp 199,45 miliar. "Kami rights issue untuk menambah modal kerja agar capital adequacy ratio (CAR) naik," kata Daroel Oeloem, Direktur Utama BVIC, kepada KONTAN, Senin (16/5).

Setelah rights issue, BVIC berharap CAR-nya naik menjadi 16%. Penambahan CAR tersebut perlu dilakukan lantaran bank ini berniat meningkatkan penyaluran pinjaman. BVIC menargetkan nilai kredit per akhir 2011 Rp 5 triliun. Untuk perbandingan, di akhir tahun lalu nilai kreditnya Rp 3,52 triliun.

BVIC berharap kenaikan kredit membuat loan to deposit ratio (LDR) di 2011 mencapai 78%. "Sesuai batas bawah LDR yang ditetapkan Bank Indonesia," ujar Daroel.

Perseroan ini akan menggelar rights issue setelah aksi korporasi ini mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam jadwal terkini, RUPSLB BVIC akan digelar pada 17 Juni 2011.

Nantinya, setiap pemegang saham BVIC yang tercatat dalam daftar pada 30 Juni 2011 mempunyai 85 HETD. Setiap satu HMETD bisa digunakan membeli satu saham baru.

Sebagai pemanis rights issue ini, BVIC juga memberikan waran secara cuma-cuma. Total waran seri VI yang dibagi mencapai 1,48 miliar waran. Setiap 85 saham baru akan mendapat 63 waran seri VI. Dari eksekusi waran ini, BVIC bisa memperoleh dana sekitar Rp 147,83 miliar.

Pemilik saham yang tidak mengeksekusi haknya saat rights issue bisa mengalami penurunan persentase pemilikan hingga 29,82%. Pemegang saham yang tidak memanfaatkan warannya, terancam mengalami dilusi porsi kepemilikan sampai 42,53%.

Sebanyak 14 korporasi bersiap rilis obligasi Rp 12,3 triliun

JAKARTA. Pasar obligasi korporasi semakin bergairah. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah memproses izin efektif 14 perusahaan yang berniat merilis obligasi.

Mengacu data Bapepam-LK per awal Mei 2011, terdapat 14 perusahaan yang menunggu izin efektif penerbitan obligasi. Perusahaan itu antara lain Adira Dinamika Multi Finance, BCA Finance, Bank BPD Sumatera Utara, Bank Permata, Bank Tabungan Negara, dan Serasi Autoraya.

Nilai emisi obligasi baru ke-14 perusahaan semula Rp 11,8 triliun. Belakangan, Adira Dinamika menyatakan akan meningkatkan target penyerapan obligasi dari sebelumnya Rp 2 triliun menjadi Rp 2,5 triliun. Jadi, nilai total penerbitan obligasi bertambah menjadi Rp 12,3 triliun.

Perusahaan finansial, khususnya multifinance, mendominasi penerbitan obligasi pada tahun ini. BCA Finance, misalnya, akan melepas obligasi senilai Rp 1 triliun.

BCA Finance menawarkan lima seri obligasi dengan beragam tenor. Seri A bertenor 370 hari, seri B selama 15 bulan, seri C berjangka waktu 24 bulan, seri D bertenor 36 bulan, dan seri E akan jatuh tempo selama 48 bulan.

Adira Dinamika tak mau kalah. I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Dinamika, mengungkapkan, manajemen Adira sudah mantap akan menerbitkan obligasi senilai total Rp 2,5 triliun dalam empat seri. Perinciannya, seri A senilai Rp 612 miliar, seri B Rp 160 miliar, seri C sebesar Rp 567 miliar, dan seri D senilai Rp 1,161 triliun.

"Kami sepakati menerbitkan Rp 2,5 triliun, kami tinggal menunggu pernyataan efektif Bapepam-LK," kata Made. Adira akan memakai dana hasil penerbitan obligasi tersebut untuk ekspansi pembiayaan pada tahun ini.

Sepanjang tahun lalu, nilai outstanding pembiayaan Adira mencapai Rp 26 triliun. Anak usaha Bank Danamon ini menargetkan pembiayaan bisa tumbuh sedikitnya 15% pada tahun ini. Dalam kaitan itu, Adira memerlukan dana minimal Rp 8 triliun.

Made merinci, sebanyak Rp 1,25 triliun sudah Adira kantongi dari kredit bank. Ditambah Rp 2,5 triliun dari penerbitan obligasi. "Untuk sisa kebutuhan dana ekspansi, kami akan joint financing dengan induk kami yaitu Bank Danamon," ujarnya.

Sukuk global bisa menjadi alternatif

JAKARTA. Pemerintah berniat menerbitkan obligasi syariah atau sukuk global pada awal semester kedua tahun ini. Para analis memperkirakan penerbitan sukuk global bakal berjalan mulus.

"Sukuk global bisa menjadi instrumen alternatif untuk investor," ujar Helmi Therik, Analis Obligasi AAA Securities pada KONTAN, pekan lalu.

Pemerintah belum mempublikasikan secara resmi berapa nilai sukuk global yang akan dirilis. Tapi Helmi yakin permintaan terhadap instrumen investasi syariah masih mengalami pertumbuhan.

Sejak 2003 sampai sekarang, pertumbuhan nilai penerbitan obligasi syariah baru lebih tinggi dibandingkan dengan surat utang konvensional gres. Apabila obligasi konvensional meningkat 17%-18% per tahun, maka obligasi syariah bertambah 35% per tahun.

Pertumbuhan dua kali lipat tidak terelakkan lantaran penerbitan obligasi syariah terus berlanjut. Apalagi permintaan investor terhadap aset syariah itu semakin tinggi. Imbal hasil sukuk global juga lebih menarik di mata para investor.

Investor Timur Tengah

Ariawan, Analis Obligasi NISP Securities, juga melihat permintaan sukuk global masih ada, khususnya dari kawasan Timur Tengah dan Asia. "Kita bisa berkaca dari penerbitan sukuk global yang dilakukan pemerintah pada 2009 lalu, yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed)," ujar dia.

Dus, Ariawan optimistis lelang sukuk global pada tahun ini lebih sukses daripada tahun sebelumnya. Pemodal asing memang masih tertarik dengan sukuk. Hal itu bisa dilihat dari hasil lelang sukuk dalam negeri yang sudah berjalan sejak awal tahun ini. Setiap lelang, permintaan selalu melampaui penawarannya.

Ariawan juga melihat dari sisi return, tawaran obligasi terbitan pemerintah Indonesia masih lebih baik dibanding negara sekitar. "Return kita lebih tinggi dari Thailand, Filipina, dan Vietnam," jelas dia.

Ambil contoh, obligasi dengan tenor 10 tahun. Di Filipina return-nya hanya 1,4%, sedangkan di Indonesia mampu mematok return 1,52%. Tren tersebut tak lepas dari kondisi inflasi Indonesia yang rendah tahun ini.

Dari segi momentum, Ariawan dan Helmi menilai tahun ini adalah saat yang tepat menerbitkan obligasi. Meski pemerintah memundurkan rencana penerbitan sukuk global dari semula semester pertama menjadi awal semester kedua, hal itu bukan masalah.

Helmi menilai, mundurnya jadwal penerbitan lebih karena pertimbangan likuiditas sukuk global cukup tinggi. "Cost of fund pemerintah bisa rendah," kata Helmi.

Ariawan memperkirakan pada Juli-Agustus nanti yield obligasi akan relatif bagus. Investor yang berminat juga tak hanya perusahaan berbasis syariah. "Investor konvensional juga mulai ikut lelang," imbuh dia.

Pernyataan Gubernur bank sentral Jepang membuat yen dilanda aksi jual

Pernyataan Gubernur bank sentral Jepang membuat yen dilanda aksi jual
NEW YORK. Pergerakan yen pagi tadi melemah terhadap dollar AS. Keoknya yen terjadi setelah Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan, perekonomian Jepang saat ini tengah terluka berat. Pernyataan tersebut memicu spekulasi kalau Jepang akan terus melonggarkan kebijakan moneternya.

"Yen dilanda aksi jual akibat pernyataan Shirakawa. Pernyataan itu menjadi alasan investor melepas yen karena perekonomian Jepang benar-benar berada dalam masalah," jelas John Doyle, strategist Tempus Consulting Inc di Washington.

Catatan saja, pada pukul 17.00 waktu New York, yen melemah 0,8% menjadi 81,42 per dollar dari posisi 80,79 per dollar kemarin. Pada transaksi sebelumnya, yen sempat melorot 1,2%, penurunan harian terbesar sejak 27 April lalu.

Sebaliknya, euro malah menguat versus mayoritas mata uang utama dunia. Euro menguat 0,6% menjadi US$ 1,4237 dari US$ 1,4156 kemarin. Sementara, yen keok 1,4% menjadi 115,91 per euro dari sebelumnya 114,37 per euro.

Meski naik dua hari terakhir, euro masih rawan koreksi

Meski naik dua hari terakhir, euro masih rawan koreksi
JAKARTA. Mata uang euro menanjak untuk hari kedua berturut-turut terhadap dollar Amerika Serikat. Pasangan EUR/USD, Selasa (17/5), naik tipis 0,06% menjadi 1,4165.

Selain menaklukkan dollar AS, kurs euro menguat terhadap yen Jepang. Pasangan EUR/JPY kemarin naik 0,47% menjadi 114,91.

Nilai tukar euro menanjak setelah menteri keuangan negara-negara anggota Uni Eropa, Senin (16/5), menyepakati penyaluran dana talangan (bailout) ke Portugal, mulai akhir Mei nanti.

Negara-negara anggota Uni Eropa juga semakin dekat dengan penandatanganan perjanjian Mekanisme Stabilitas Eropa, Juni. Hal ini mendongkrak kepercayaan pasar atas penyelesaian krisis Eropa.

Sebelumnya, pasar keuangan Eropa juga diterpa kabar positif. Data akhir pekan lalu menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Jerman dan Perancis naik melampaui perkiraan para ekonom.

Ekonomi Jerman tumbuh 1,5% di kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut jauh di atas prediksi ekonom 0,9%. Perekonomian Perancis juga tumbuh 1%, melampaui konsensus ekonom 0,6%.

Para ekonom melihat, penguatan euro tidak berlangsung lama. Yudhie Teguh Setiawan, Pengamat Valuta Asing, memprediksi euro masih akan melanjutkan pelemahannya terhadap dollar AS. "Euro akan berada di rentang US$ 1,4000-US$ 1,5000 sampai semester pertama tahun ini," kata Yudhie memprediksi.

Krisis utang sejumlah negara Eropa masih mengancam posisi euro. Di sisi lain, koreksi harga komoditas memicu kebangkitan dollar AS. Dus, mata uang euro akan tertekan. Indeks dollar kemarin mulai naik 0,17% menjadi 75,602.

Nurul Eti Nurbaeti, Kepala Riset Divisi Tresuri Bank BNI, memperkirakan EUR/USD masih akan terkoreksi di rentang 1,4050-1,4400 selama sepekan ini.

Bursa saham Asia masuki fase menurun

Bursa saham Asia masuki fase menurun
JAKARTA. Mayoritas indeks bursa saham di kawasan Asia terpangkas. Pada perdagangan Selasa (17/5), indeks BSE Bombay terkoreksi 1,13%, Hang Seng melorot 0,26%, dan Kospi menurun 0,08%.

Adapun indeks Shanghai dan Nikkei naik masing-masing 0,13% dan 0,09%. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Straits Times Singapura, pada Senin (16/5), sama-sama terkoreksi 0,86%. Kedua bursa terakhir kemarin tutup karena hari libur nasional.

Kejatuhan pasar saham Asia sejalan dengan koreksi yang terjadi di Wall Street. Indeks Dow Jones, pada Senin, ditutup menurun 0,38%. Indeks S&P 100 juga melemah 0,66% menjadi 590,26. Ini merupakan level penutupan terendah S&P selama sebulan terakhir.

Koreksi pasar saham Amerika Serikat merupakan tanda-tanda pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam masih jauh dari harapan. Merosotnya indeks S&P 500 ke bawah level support, menurut analis, masih akan berlanjut.

Stimulus The Fed

Isu yang menekan bursa AS dan Asia masih sama, yaitu krisis utang yang membelit negara Eropa, seperti Yunani dan Portugal. "Isu utang Eropa masih memanas dan momentum tersebut bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS," ujar Naoteru Teraoka, General Manager Chuo Mitsui Asset Management Co., seperti dikutip Bloomberg, Selasa.

Suryadi, Head of Online Trading AM Capital, berpendapat, penurunan pasar saham global merupakan imbas dari aksi ambil untung (profit taking) investor sebelum berakhirnya program stimulus atau Quantitave Easing senilai US$ 600 miliar di AS. Kebijakan stimulus bank sentral AS, The Fed, ini akan berakhir pada Juni nanti.

"Investor mewaspadai penarikan dana besar-besaran dari pasar saham sehingga menyebabkan bursa jatuh cukup dalam," kata Suryadi.
Toh, terangkatnya bursa regional belakangan itu juga lantaran efek stimulus The Fed yang mengalir deras, khususnya ke negara emerging market. Apabila program tersebut tidak berlanjut, maka likuiditas akan berkurang di pasar keuangan global.

Di sisi lain, sebagian bursa saham Asia, seperti Indonesia, Malaysia dan Singapura, pada Selasa kemarin tutup untuk memperingati Waisak. Berhentinya aktivitas perdagangan mendorong para pelaku pasar wait and see dalam bertransaksi. "Investor cenderung lebih hati-hati menentukan sikapnya," ujar Apressyanti Senthaury, Analis Riset Divisi Tresuri Bank BNI.

Suasana liburan juga menyebabkan volume transaksi dan perdagangan saham cenderung sepi. Suryadi dan Apressyanti memperkirakan indeks bursa di kawasan Asia akan bergerak flat dengan kecenderungan melemah hingga akhir minggu ini.

Indeks Nikkei 225 diprediksi di 9.650-9.800. Sementara indeks Hang Seng secara teknikal masih berpotensi menurun selama pekan ini di kisaran 23.300-an. Adapun indeks Kospi masih terkena imbas penurunan harga sejumlah komoditas. Indeks ini berpotensi melemah ke kisaran 2.000 hingga 2.050. "Indeks Straits Times juga dalam masa konsolidasi dan memiliki kecenderungan melemah di rentang 3.100-3.200," tutur Apressyanti.

Aksi Beli Selektif Bisa Angkat IHSG

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kejepit Senin lalu terkoreksi 32 poin akibat maraknya sentimen negatif mulai dari global hingga regional. Atas koreksi itu, IHSG akhirnya parkir di level 3.799.

Pada perdagangan Senin (16/5/2011), IHSG terkoreksi 32,795 poin (0,86%) ke level 3.799,226. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,298 poin (0,93%) ke level 676,100.

Pergerakan bursa-bursa utama dunia akan membuat investor mulai berhati-hati. Namun posisi IHSG yang sudah turun tajam akan menimbulkan kesempatan untuk aksi beli selektif. Pada perdagangan Rabu (18/5/2011), IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung menguat tipis.

Bursa Wall Street tadi malam cukup beragam. Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 berakhir negatif karena data yang mengecewakan dari Wal-Mart dan Hewlett-Packard. Namun Nasdaq berhasil menguat meski sangat tipis.

Pada perdagangan Selasa (17/5/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 68,79 poin (0,55%) ke level 12.479,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 0,49 poin (0,04%) ke level 1.328,98, sementara Nasdaq menguat 0,90 poin (0,03%) ke level 2.783,21.

Namun Bursa Jepang dibuka sudah menguat tipis. Mengawali perdagangan Rabu, Indeks Nikkei menguat 35,86 poin (0,37%) ke level 9.602,88.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada Senin ditutup turun 33 point (-0.86%) 3,799.27 menyusul turunnya sejumlah harga komoditas yang turun menarik indeks ke zona merah pada perdagangan hari ini. Pada perdagangan Senin, tercatat sebanyak 11 juta transaksi dan sebesar Rp3.8 triliun dengan hampir seluruh sektor mengalami penurunan kecuali sektor Misc-Industry.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. ASII, GGRM, ADMF, KLBF dan GJTL sementara yang menjadi penarik bursa hari ini a.l. BBCA, BMRI, UNTR, BBRI dan ADRO.Asing hari ini tercatat melakukan net sell sebesar Rp459 miliar di pasar regular dengan saham – saham yang banyak dijual a.l. BUMI, BORN, UNTR, BBCA dan ITMG.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (18/5) pelemahan IHSG berhasil tertahan oleh support garis MA 20, waspadai apabila candlestick membentuk deathcross dengan MA 20 karena IHSG akan berpotensi untuk menguji supportnya di 3768. Sementara dari pergerakan indikator tampak stochastic telah membentuk deathcross dengan RSI yang bergerak downtrend . Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,768-3,838 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BHIT, AKRA dan BBRI.

Indosurya:

Pada perdagangan Rabu (18/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.757-3.778 dan resistance 3.826-3.852. Candle IHSG yang sebelumnya membentuk white marubozu, di awal pekan sebelum libur membentuk candle pelemahan yang menggambarkan besarnya kekuatan daya jual untuk menekan harga. Pola ini membawa IHSG bergerak menjauhi area overbought . MACD bergerak landai dan kecenderungan melemah dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area overbought . Pelemahan yang terjadi kemarin hal yang wajar ditengah turunnya transaksi karena investor tidak semuanya berada di pasar. Kemungkinan turun masih ada namun, melihat beberapa harga saham sudah melemah diperkirakan investor akan kembali mengakumulasi kembali. IHSG dimungkinkan masih bergerak mix dengan
penguatan terbatas.