Senin, 06 Juni 2011

Lippo Karawaci Raih Peringkat B+

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fitch Ratings (Fitch) menetapakn peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) untuk Long-Term Foreign dan Local Currency Issuer Default (IDRs) di level ‘B+’ dan menaikkan peringkat Nasional Jangka Panjang dari 'BBB+(idn)' menjadi 'A(idn)', dengan outlook ‘Stabil’.

“Pada saat yang bersamaan, Fitch menetapkan peringkat senior unsecured LPKR ‘B+’. Fitch juga menyatakan peringkat untuk obligasi US$395 juta yang jatuh tempo 2015 yang dikeluarkan oleh Sigma Capital Pte. Ltd. dan dijamin oleh LPKR adalah ‘B+’ dengan peringkat recovery ‘RR4’.

Peringkat tersebut merefleksikan posisi LPKR sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, peningkatan porsi recurring revenue yang kuat dan likuiditas yang baik. Laba dari healthcare, hospitality and infrastructure, dan asset management telah mengurangi volatilitas dalam pengembangan properti dan saat ini adalah 50% dari laba LPKR, meskipun total pendapatan LPKR meningkat lebih dari 50% sejak 2007. Kekuatan ini juga mendorong peningkatan peringkat Nasional.” seperti dikutip dari pengumuman Fitch Ratings tanggal 1 Juni 2011.

Roberto Feliciano, Direktur Keuangan LPKR menyatakan senang bahwa Fitch menyatakan dan menegaskan kembali peringkat ‘B+’ untuk LPKR dengan outlook ‘stabil’. LPKR terus menetapkan tolok ukur baru bagi perusahaan-perusahaan properti lainnya di Indonesia. LPKR ada di posisi yang kuat untuk mengejar pertumbuhan transformasional pada aktivitas utama Perseroan yaitu Residential/Township, Hospitals, Retail Malls dan Asset Management.”

LPKR belum lama ini mengumumkan hasil kuartal I yang berakhir 31 Maret 2011, Pendapatan dan Laba Bersih masing-masing Rp882 miliar dan Rp136 miliar didukung oleh penjualan rumah yang kuat sebagai hasil dari peningkatan pendapatan masyarakat kelas menengah Indonesia yang memicu peningkatan permintaan yang lebih besar bagi pemilikan rumah dan peningkatan konsumsi.

Recurring Income LPKR terus meningkat dan tumbuh 20% menjadi Rp471 miliar dan merupakan 53,4% dari total Pendapatan Perseroan di kuartal I.

LPKR berada di garis depan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditandai dengan kenaikan PDB sebesar 6% per tahun dalam 5 tahun terakhir, penurunan angka pengangguran, kenaikan tingkat upah dan peningkatan arus urbanisasi.

Hal ini tercermin melalui hasil kinerja yang kuat dari seluruh unit usaha strategis Perseroan. Pendapatan per kapita yang melebihi US$3.000 sangat mendorong penjualan Residential/Township, belum terpenuhinya permintaan akan layanan kesehatan yang berkualitas terus mendorong pertumbuhan Divisi Hospitals dan juga kegiatan operasional retail malls milik Perseroan.

Unit-unit Usaha LPKR terdiri dari Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels and Asset Management.

LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp14,7 triliun atau US$1,7 miliar.

Perebutan 7% Saham 'Kunci' Newmont

Jakarta - Divestasi terakhir 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) kini masih memicu perselisihan, meski pemerintah pusat sudah resmi membelinya. Perselisihan itu rupanya timbul karena divestasi terakhir itu akan menjadi saham 'kunci' yang akan mengubah total komposisi kepemilikan saham NNT.

Sebelum divestasi 7% saham, komposisi kepemilikan saham NNT adalah Group Newmont sebesar 34,6%, Group Sumitomo sebesar 21,4%, Pukuafu Group sebesar 20%, dan PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sebesar 24%.

Jika saja MDB yang merupakan konsorsium 3 Pemda dan anak usaha Bakrie, Multicapital mendapatkan 7% sisa jatah divestasi, maka MDB akan menguasai 31% atau mayoritas di PT NNT. Lain halnya jika Pukuafu yang mengambil alih, maka struktur kepemilikan menjadi seimbang.

Dengan menjadi mayoritas di NNT, tentu saja si pemegang saham bakal mendapatkan keuntungan yang sangat menggiurkan. Seperti diketahui, NNT merupakan tambang emas dan tembaga terbesar kedua (dari sisi produksi) di Indonesia dan Asia. Kontribusi pendapatan NNT ke pemerintah Indonesia sejak awal beroperasi hingga saat ini yang meliputi pajak, royalti, retribusi dll telah mencapai Rp 21,7 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan NNT per 30 September 2010, NNT meraup laba bersih sebesar US$ 838,8 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun, dengan pendapatan US$ 1,255 miliar. NNT juga sama sekali tidak memiliki utang, sehingga diperkirakan memiliki kapasitas pendanaan utang sekitar US$ 5 miliar.

Selain itu, ada potensi pertumbuhan melalui penambahan cadangan dan pengembangan dari Blok Elang dan Blok Rinti. Blok Elang diketahui memiliki potensi cadangan mineral yang lebih besar dari Batu Hijau.

"Dengan kondisi PT NNT yang merupakan aset strategis tersebut, cukup banyak investor yang berminat untuk memiliki kepemilikan saham divestasi sebesar 7% dikarenakan adanya potensi yang akan menyebabkan perubahan komposisi pemegang saham secara signifikan," demikian tertulis dalam kajian pertimbangan pemerintah pusat untuk membeli saham Newmont yang diperoleh detikFinance, Senin (6/6/2011).

Atas dasar prospek NNT yang sangat cerah tersebut, pemerintah pusat melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) akhirnya memutuskan untuk membeli sisa divestasi sebesar 7%. PIP membeli 7% saham Newmont dengan harga US$ 246,8 juta. Pembelian saham oleh pemerintah pusat itupula yang akhirnya memicu konflik antara Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Komisi XI DPR RI.

Dan permasalah seputar divestasi ini juga muncul karena ternyata 24% saham milik Pemda yang dimiliki bersama konsorsium MDB ternyata digadaikan ke Credit Suisse Singapore (CSS). Karena digadaikan itu pula, Pemda yang seharusnya menerima dividen, hingga saat ini belum menerima sepeser pun dividen. Dana sebesar Rp 80 miliar yang diharapkan masuk ke kas Pemkab Sumbawa Barat pun nihil.

"Awalnya kami kan dijanjikan dividen, tapi ternyata dividennya digunakan untuk membayarkan utang pembelian saham Newmont ke Credit Suisse. Ini penjarahan," kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Sahril Amin kepada detikFinance, Senin (6/6/2011).

Seperti diketahui, Pemda NTB Pemkab Sumbawa, Pemkab Sumbawa Barat membentuk BUMD yakni PT DMB untuk memiliki saham Newmont. PT DMB selanjutnya bergabung dengan Multicapital membentuk konsorium Multi Daerah Bersaing (MDB). Multicapital sendiri merupakan salah satu unit usaha Bakrie Group, lewat PT Bumi Resources Mineral.

Sesuai kontrak karya, pemegang saham asing Newmont diwajibkan mendivestasikan 51% saham asingnya yang berjumlah 80% itu ke pihak nasional dengan jadwal paling akhir seharusnya Maret 2010. Sebanyak 20% sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga Newmont mesti mendivestasikan 31% sisanya. Jadwal divestasi 31% saham Newmont sesuai kontrak karya adalah 3% Maret 2006, 7% Maret 2007, 7% Maret 2008, 7% Maret 2009, dan 7% di Maret 2010.
(qom/dnl)

Saham Tokyo Electric jatuh ke rekor terendah, indeks Nikkei melempem

Saham Tokyo Electric jatuh ke rekor terendah, indeks Nikkei melempem
TOKYO. Sudah tiga hari belakangan, mayoritas saham di bursa Tokyo melorot. Data negatif mengenai pertumbuhan lapangan kerja di AS memicu kecemasan akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, saham Tokyo Electric Power Co juga anjlok ke rekor terendah.

Melorotnya saham Tokyo Electric sebesar 22% terjadi setelah harian Asahi menuliskan pernyataan Tokyo Stock Exchange President Atsushi Saito yang mengatakan kalau utilitas perusahaan harus dilikuidasi.

Sementara itu, sejumlah saham lain yang turut mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang melorot 2,7% dan Sony Corp yang anjlok 2,1%.

"Situasi lapangan kerja AS saat ini cukup mencemaskan. Perlambatan ekonomi AS menunjukkan kurangnya tingkat likuiditas di pasar," kata Kenichi Hirano, general manager and strategist Tachibana Securities di Tokyo.

Catatan saja, pada pukul 12.34 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average jatuh 0,8% menjadi 9.413,41. Sedangkan indeks Topix anjlok 0,8% menjadi 810,22.

IHSG 4.000? Tidak Perlu Konfirmasi

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan secara optimistis diperkirakan akan melesat ke level 4.000. Kendati ada beberapa koreksi dan sentimen negatif, pelaku pasar dinilai tidak perlu menunggu konfirmasi.

Hal ini diungkapkan Yuganur Wijanarko, periset senior HD Capital pada Senin (6/6). Menurutnya, IHSG akan segera menuju level 4.000. Sedangkan secara fundamental, seharusnya IHSG diperdagankan di level 4.200 dengan asumsi PER 2011 sebesar 16 kali.

Meskipun analis teknikal yang berbasis di Zurich, Swiss berpendapat bahwa menurut Elliot Wave, IHSG akan mengalami koreksi besar sebelum menguat lebih lanjut, Yuga menilai hal itu tidak akan terjadi. “Investor tidak perlu menunggu koreksi ke level 3.700,” ujarnya.

Salah satu sentimen positif yang mendongkrak pasar adalah data inflasi terkendali akibat menguatnya rupiah dibawah 9.000 per dolar AS. Hal ini akan mendorong BI rate bertahan untuk Juni ini, sehingga pertumbuhan ekonomi akan sesuai target.

Selain beberapa katalis lain seperti pengesahan peraturan akuisisi tanah oleh pemerintah, valuasi saham yang menjadi menarik pascalaporan keuangan kuartal pertama 2011 dan upgrade rating Indonesia ke investment grade yang dapat memperbaiki akses korporasi Indonesia kepada pinjaman luar negeri (terutama Bakrie grup).

“Semua sentimen ini dapat mendorong IHSG menembus angka 4.000 pada Juni ini,” katanya. [ast]

Spekulasi bailout Yunani bikin euro perkasa ke level tertinggi dalam sebulan

Spekulasi bailout Yunani bikin euro perkasa ke level tertinggi dalam sebulan
SINGAPURA. Pergerakan euro perkasa ke level tertinggi dalam sebulan terakhir versus dollar. Penguatan euro terjadi akibat prospek positif Uni Eropa yang diprediksi akan memberikan paket bantuan bailout baru untuk Yunani. Hal itu secara otomatis meredakan kecemasan akan krisis utang di Eropa.

"Poin utamanya adalah Yunani. Kami memprediksi Yunani bisa keluar dari krisis utang dalam jangka pendek," jelas Kurt Magnus, executive director of currency sales Nomura Holdings Inc di Sydney.

Pagi tadi, euro menguat ke posisi US$ 1,4658 yang merupakan level paling perkasa sejak 5 Mei lalu. Pada pukul 12.20, euro ditransaksikan di posisi US$ 1,4639 di Tokyo dari US$ 1,4635 di New York pada 3 Juni lalu. Jika berhadapan dengan yen, nilai tukar euro berada di level 117,51 dari 117,48.

Sementara itu, dollar berada di level 80,27 yen dari 80,34 yen pada minggu lalu.

BNI Raih Pinjaman US$50 Juta dari Bank AS

Medium
INILAH.COM, Denpasar - PT BNI Tbk menandatangani perjanjian kerjasama bilateral loan senilai US$50 juta dengan Wells Fargo Bank N.A.

Fasilitas pinjaman dengan tenor 2 tahun ini akan digunakan untuk memperkuat likuiditas valas BNI serta memperbaiki komposisi pendanaan jangka pendek dan jangka panjang. Secara khusus, fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan aset seperti trade finance atau aset lainnya dengan tenor yang setara di BNI Cabang London, sekaligus memenuhi regulasi Financial Service Autority (FSA) di Inggris, terkait likuiditas.

Kerjasama fasilitas bilateral loan ini ditandai penandatanganan kerjasama antara Adi Setianto, Direktur Tresuri dan Financial Intitution BNI, dengan Jones Castro, Jr, Executive Vice President - Regional Manager South East Asia & India Wells Fargo Bank N.A, di Denpasar (6/6).

Menurut Adi, diperolehnya fasilitas bilateral loan ini merupakan kesempatan bagi BNI untuk meningkatkan dan mendukung ekspansi bisnis internasional yang dilakukan melalui kantor cabang luar negeri. “Selain itu, kerjasama dengan Wells Fargo Bank N.A. ini juga menunjukkan kepercayaan lembaga internasional terhadap reputasi dan kredibilitas BNI, serta kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia,” kata Adi dalam siaran pers perseroan Senin (6/6).

Wells Fargo Bank N.A. merupakan salah satu dari 4 bank terbesar dari sisi asset dan 2 bank terbesar dari sisi kapiltalisasi pasar di AS.

Saham Batu Bara Menarik Sesuai Karakteristiknya

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Semua saham batu bara dinilai menarik sesuai karakteristik dan pangsa pasarnya. Sebab, permintaan batu bara terus meningkat baik dari dalam maupun luar negeri. Bagaimana strategi tradingnya?

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono menyebutkan saham prospektif seperti PT Adaro Energy (ADRO), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Harum Energy (HRUM), PT Bumi Resources (BUMI), PT Tambang Bukit Asam (PTBA) dan PT Borneo Lumbung Energi (BORN).

Menurutnya, saham-saham tersebut memiliki karakteristiknya dan pangsa pasarnya sendiri. Permintaan batu bara juga terus meningkat baik dari luar maupun dalam negeri. “Karena itu, pada perdagangan pekan ini bahkan mungkin hingga akhir tahun, saham-saham di sektor batu bara akan menjadi rujukan untuk mengakumulasi sebagai ajang spekulasi,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (6/6).

Dia mencontohkan, ADRO yang secara fundamental memiliki kekuatan lokalnya dengan kalori batu bara yang tidak terlalu tinggi. Lalu secara teknikal, setelah menguat kemudian terkoreksi ke level Rp2.200 dan sekarang sudah bergerak ke level Rp2.450.

Pekan lalu, lanjut Aji, terjadi profit taking di saham BORN sehingga saham ini melemah ke level Rp1.400-an. Tapi, sekarang sudah kembali naik ke level Rp1.520. “Artinya, setelah koreksi, saham ini lajunya sudah kembali stabil di level penguatan,” paparnya.

Sementara itu, saham BUMI, yang sempat mencapai level tertinggi Rp3.625, terkoreksi ke level terendahnya Rp3.275 dan kembali merangkak naik ke level Rp3.350-3.375. PTBA yang sempat terkoreksi ke level Rp19.000, sekarang sudah kembali ke level Rp20.000-21.000-an. “Secara perlahan saham ini sudah mengalami kenaikan,” tuturnya.

Begitu juga dengan HRUM yang sulit melemah atau pecah level Rp9.000 ke bawah. Saham ini sangat menarik di level Rp9.100-an. HRUM teredah sempat ‘dicolek-colek’ di level Rp8.950 dan kemudian diakumulasi sehingga harganya naik ke level Rp9.050-9.150 dan terakhir di level Rp9.250. “Karena itu, masih terbuka peluang dengan akumulasi bertahap ke level Rp9.700,” ujarnya.

Jika melihat performance saham-saham batu bara, investor tampaknya harus bermain jangka pendek. Pasalnya, jika terjadi koreksi terhadap market, saham-saham batu bara akan dilirik untuk mendapatkan level support saham-saham tersebut. “Tapi, jika market mengalami kenaikan dan didukung penguatan harga komoditas yang juga mendorong kenaikan saham-saham di sektor batu bara, akan memicu aksi profit taking,” ungkap Aji.

Saat ini, lanjut Aji, orang lebih merujuk pada pergerakan Hang Seng dan Nikkei. Jika dibuka negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pun akan melemah. Pelemahan tersebut juga didukung oleh koreksi di sektor saham-saham pertambangan energi tak terkecuali batu bara.

“Karena itu, investor lebih baik melakukan pembelian jangka pendek di sektor batu bara yang mengalami penurunan baik di PTBA, ITMG, HRUM, BUMI, ADRO, maupun BORN,” timpalnya.

Tapi, kalaupun saham-saham tesebut mengalami penguatan, kenaikannya akan tipis. Karena itu, investor harus bersiap-siap dengan pergerakan range trading (bergerak sempit dalam kisarannya). “Padahal, investor lebih suka saham-saham yang koreksi tajam dengan volume yang terkendali,” tutur Aji.

Karena itu, ditegaskan Aji, investor akan melakukan analisis risiko. Jika volume penjualan sudah cukup besar, sedangkan bidder-nya sudah habis, investor menunggu kemungkinan penurunan pada saham ini bisa terjadi di hari selanjutnya.

Di atas semua itu, Aji menyarankan, bagi yang belum punya posisi lebih baik melirik pergerakan saham-saham tersebut apabila terkoreksi untuk melakukan akumulasi. Tapi, jika mengalami pergerakan yang cukup signifikan, lebih baik melakukan profit taking.

Artinya, lanjut Aji, selama market mengalami koreksi, pelaku pasar bisa terus mengakumulasi untuk jangka pendek. “Sebab, koreksi yang terjadi bisa menurunkan capital gain dari nilai investasi, jika tidak segera direalisasikan,” imbuhnya. [mdr]

Ringgit Malaysia dan dollar Singapura memimpin penguatan mata uang Asia pagi

Ringgit Malaysia dan dollar Singapura memimpin penguatan mata uang Asia pagi
BANGKOK. Mata uang Asia mengalami penguatan pagi ini, dengan ringgit Malaysia dan dollar Singapura yang memimpin keperkasaan. Di pasar mata uang beredar spekulasi, kalau the Federal Reserve bakal kembali menggelontorkan dana tambahan ke sistem perekonomian setelah data ekonomi AS yang dirilis minggu lalu menunjukkan perlambatan ekonomi.

"Pasar berpendapat the Fed harus menggelontorkan kembali quantitative easing. Kondisi itu secara umum mendorong pasar mata uang Asia. Selain itu, ekonomi AS dan global masih menunjukkan tren melemah. Sementara, dalam jangka menengah, Asia masih menunjukkan sinyal positif," urai Thomas Harr, head of Asian foreign-exchange strategy Standard Chartered Plc di Singapura.

Catatan saja, pada pukul 10.46 waktu Kuala Lumpur, ringgit menguat 0,4% menjadi 2,9995 per dollar. Sementara, dollar Singapura menguat 0,4% menjadi S$ 1,2288 dan baht Thailand menguat 0,2% menjadi 30,26.

Sedangkan Asia Dollar Index naik ke posisi 118,76, yang merupakan level tertinggi sejak 11 Mei lalu.

Kekhawatiran atas Eropa mereda, rupiah melesat ke level terkuat tujuh tahun

Kekhawatiran atas Eropa mereda, rupiah melesat ke level terkuat tujuh tahun
JAKARTA. Rupiah menunjukkan keperkasaannya di awal pekan ini dengan melesat ke level terkuatnya dalam tujuh tahun terakhir. Mata uang Garuda ini diperdagangkan menguat 0,2% ke Rp 8.508 per dollar AS, pada pukul 9.22 di Jakarta. Ini level terkuatnya sejak Maret 2004.

Oto rupiah menguat seiring optimisme bahwa pejabat Uni Eropa akan menyiapkan dana bantuan baru untuk Yunani. Hal ini memadamkan kekhawatiran krisis utang zona Euro akan bertahan, dan permintaan atas dollar AS pun teredam.

Uni Eropa dan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) setuju mengucurkan sejumlah bantuan tahap kelima kelima dari total bailout yang sudah disepakati tahun lalu senilai 110 miliar-euro atau setara US$ 161 miliar. Selain itu, ketua grup menteri keuangan kawasan Euro Jean-Claude Juncker, dan Komisaris Ekonomi dan Moneter Uni Eropa dijadwalkan bertemu di Perancis, hari ini.

Kepala Treasury PT Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, ada indikasi Yunani akan mendapat bantuan dari Uni Eropa, dan dapat mengakhiri krisis utang. "Sentimen risiko sudah kembali. Dari dalam negeri, inflasi dapat dikelola dan bank sentral diekspektasikan menahan tingkat suku bunganya minggu ini," ujarnya.

Bank Indonesia akan bertemu pada 9 Juni untuk meninjau suku bunga acuan. Inflasi melambat selama empat bulan hingga Mei lalu. Adapun, Departemen Keuangan merencanakan lelang surat utang senilai Rp 5 triliun, besok.

BTN Tawarkan Obligasi Rp2 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menawarkan obligasi XV tahun 2011 sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.

Obligasi ini berjangka waktu 10 tahun dengan tingkat bunga tetap. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan. Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Senin (6/6).

Rencana penggunaan dana untuk sumber pembiayaan kredit. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat AA dengan stable outlook. Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi PT Bahana Securities, PT CIMB Securities Indonesia, dan PT Danareksa Sekuritas. Adapun yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk. [cms]

Adapun jadwal sementara penawaran obligasi perkiraan masa bookbuilding 7-14 Juni 2011, tanggal efektif 20 Juni, masa penawaran 22-23 Juni, penjatahan 24 Juni 2011, pembayaran pada 27 Juni 2011, distribusi secara elektronik pada 28 Juni 2011 dan pencatatan di BEI pada 30 Juni 2011.

Rumor Asiariver mendorong saham DGIK ke level tertinggi dalam enam minggu

JAKARTA. Saham PT Duta Graha Indah (DGIK) dilanda aksi beli pagi ini. Kondisi itu membuat emiten berkode saham DGIK ini melonjak ke level tertinggi dalam enam minggu terakhir.

Pada pukul 10.09, saham DGIK naik 1,67% menjadi Rp 122. Sebelumnya, saham ini sempat bertengger di level Rp 123 atau melonjak 2,5%. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 20 April lalu.

Aksi beli yang melanda DGIK seiring dengan rencana aksi korporasi perusahaan. Kabar yang beredar di pasar saham menyebutkan, Asiariver Advisors Pte Ltd berencana membeli 20% saham DGIK pada kisaran harga Rp 120 hingga Rp 150 per saham.

Bank NTT bakal terbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal menerbitkan obligasi perdana dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, Senin (6/6), masa penawaran awal akan dilakukan pada 7 Juni hingga 17 Juni 2011. Tanggal efektif pada 24 Juni 2011 dengan masa penawaran 28 Juni - 30 Juni 2011.

Obligasi bernama obligasi I Bank NTT tahun 2011 ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sebanyak tiga seri. Seri A berjangka waktu tiga tahun, Seri B berjangka waktu lima tahun, dan seri C berjangka waktu 7 tahun.

Penjamin pelaksana emisi adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas. Bank NTT berencana menggunakan dana perolehan obligasi untuk ekspansi kredit perseroan.

Awal pekan, indeks tergelincir ke zona merah

Awal pekan, indeks tergelincir ke zona merah
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi sinyal negatif di awal pekan ini. Senin (6/6) pukul 09.40, IHSG terperosok sedalam 0,42% menuju posisi pembukaan 3.827,78.

Semua sektor yang berada di zona saham tergelincir ke zona merah. Koreksi paling signifikan terjadi pada sektor aneka industri dan manufaktur, masing-masing pelemahannya 0,62% dan 0,54%.

Sebanyak 51 saham melemah dan 16 lainnya menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini. Sementara 74 saham sisanya yang berada di bursa saham masih belum meninggalkan harga penutupan akhir pekan lalu.

Saham-saham yang menduduki posisi top losers antara lain PT Sat Nusapersada tbk (PTSN) yang turun 10,47% ke Rp 77, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) yang turun 7,04% ke Rp 66, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang turun 3,53% ke Rp 4.100.

Sedangkan saham-saham yang masih bisa bertahan di posisi teratas top gainers antara lain PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang naik 6,38% ke Rp 150, PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) yang naik 4,48% ke Rp 3.500, dan PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) yang naik 3,77% ke Rp 275.

IHSG Senin (6/6) Dibuka Turun 0,33%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Terimbas Global, IHSG pada perdagangan Senin (6/6) pagi dibuka melemah 0,33% ke level 3.831,32.

Mengutip Reuters, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pengusaha mempekerjakan 54.000 pekerja pada bulan Mei, pertumbuhan lapangan kerja bulanan terendah sejak September 2010, jauh di bawah perkiraan ekonom dari peningkatan 150.000. Pengangguran naik menjadi 9,1 persen dari 9 persen pada bulan April.

Investor asing tercatat lebih banyak menjual sahamnya di pasar pagi ini dengan net foreign sell sebesar Rp7,89 miliar. Sebanyak 14 saham tercatat turun, 11 saham stagnan dan belum ada saham yang naik.

Volume perdagangan sebanyak 47,89 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp35,4 miliar. Indeks LQ45 dibuka turun 0,47% ke level 681,24, sedang JII turun 0,33% ke level 530,46.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 0,59%, GGRM turun 0,44%, UNTR turun 0,65%, BBRI turun 1,53%, BBCA turun 0,69%, dan BMRI turun 0,7%.

IHSG Hari Ini Diuji di Level 3.810 - 3.850

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan hari ini akan kembali mencoba bergerak dalam interval harga 3.810 - 3.850.

Berbeda dengan kondisi perdagangan hari sebelumnya, di penghujung akhir pekan lalu akumulasi pembelian terhadap sejumlah saham favorit maupun saham unggulan berhasil menahan laju tekanan yang menyeret IHSG menguji support harga 3.810 sebelum akhirnya bergerak memasuki area positif dengan membukukan nilai positif 0,2% ditutup pada level 3.844.

Penguatan IHSG pada akhir pekan lalu mendorong leading indicator memasuki area overbought, tanpa disertai pertumbuhan rasio volume perdagangan yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa, penguatan IHSG tersebut cenderung bergerak moderat. Leading Indicator yang juga cenderung menggambarkan indikasi signal negatif deadcross di penghujung perjalan melanjutkan rally penguatannya menguji resistensi harga 3.850, mencerminkan bahwa IHSG di awal pekan ini rawan akan aksi lanjutan profit taking dan jual.

Waspadai sentimen negatif pelemahan indeks bursa global kemarin dengan memperketat stop loss level harga 3.780, apabila pada perdagangan hari ini IHSG gagal melakukan penetrasi resistensi kuat 3.850.

"IHSG pada perdagangan hari ini akan kembali mencoba bergerak dalam interval harga 3.810 - 3.850," ujar Trimegah Securities dalam ulasan pasarnya Senin (6/6).

Ganti Nama, Saham INCO Direkomendasi 'Buy'

INILAH.COM, Jakarta - PT International Nickel Tbk (INCO) akan mengikuti jejak induk usahanya untuk mengganti nama perusahaan menjadi PT Vale Indonesia Tbk.

Rencana tersebut harus mendapatkan persetujuan para pemegang saham dalam RUPSLB mendatang. Selain itu, INCO akan focus untuk penyelesaian PLTA Karrebe dan eksploitasi bijih nikel di Bahodopi, Sulawesi Selatan. INCO juga memperkirakan produksi nikel untuk tahun ini akan turun sekitar 13,4% karena produksi perseroan akan terganggu akibat furnace rebuild yang membutuhkan waktu 21 minggu.

Karenanya, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham INCO.

Ekonomi AS Lambat, Bursa Asia Pagi Jatuh

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia jatuh pada hari Senin (6/6) setelah data tenaga kerja AS mengecewakan memicu kekhawatiran pertumbuhan melambat, memicu pelemahan dolar, sedangkan obligasi dan emas rally.

Mengutip Reuters, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pengusaha mempekerjakan 54.000 pekerja pada bulan Mei, pertumbuhan lapangan kerja bulanan terendah sejak September 2010, jauh di bawah perkiraan ekonom dari peningkatan 150.000. Pengangguran naik menjadi 9,1 persen dari 9 persen pada bulan April.

CNBC Asia FTSE 100 Index dengan susah payah naik 0,2 persen. Volume lebih tipis dari normal, dengan pasar di Korea Selatan, Hong Kong, China, Taiwan dan New Zealand tutup selama hari libur.

Saham Jepang turun akibat data pekerja AS yang menambahkan bukti bahwa perekonomian negara terbesar di dunia itu melambat, tetapi pelemahan mungkin terbatas akibat penilaian atas saham Jepang yang dilihat masih menarik.

Nikkei turun 0,3 persen menjadi 9.460,14. Topix turun 0,3 persen menjadi 814,42. Saham Toyota Motor naik 0,5 persen setelah presiden perusahaan mengatakan Sabtu untuk melanjutkan produksi penuh secara global pada bulan November dan produksi diperkirakan akan pulih 90 persen dari tingkat sebelum gempa bumi pada bulan Maret.

Saham Australia jatuh 0,3 persen setelah laporan pekerja AS lebih lemah dari yang diharapkan memicu keprihatinan tentang perlambatan pertumbuhan dan pelemahan dolar AS. Foster's Group naik 2,5 persen pada spekulasi lanjutan bahwa Meksiko Grupo Modelo dan Molson Coors Brewing menawarkan eksplorasi bersama untuk sebuah pabrik pembuat bir di Australia. Benchmark S & P / ASX 200 index turun 13,6 poin di 4.569,5.

Laju Saham HRUM, Tergantung Arah Market

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham HRUM, Senin (6/6) sangat tergantung pada laju market secara keseluruhan. Bagi investor yang sudah punya posisi, hold saja. Bagi yang belum, lebih baik tunggu koreksi.

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, pada prinsipnya, semua saham batu bara menarik sesuai karakteristik masing-masing. Begitu juga dengan saham PT Harum Energy Indonesia (HRUM) yang memiliki karakteristik dan pangsa pasarnya tersendiri.

Menurutnya, seiring permintaan batu bara yang terus meningkat baik dari luar maupun dalam negeri saham batu bara seperti HRUM sangat menarik. Karena itu, pekan ini bahkan mungkin hingga akhir tahun, saham-saham di sektor batu bara akan jadi rujukan untuk akumulasi. “HRUM akan bergerak dalam kisaran support Rp8.950 dan resistance Rp9.700,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (5/6).

Pada perdagangan Jumat (3/6) saham HRUM ditutup menguat Rp50 (0,54%) ke level Rp9.250 dari posisi sebelumnya di level Rp9.200. Harga intraday tertingginya mencapai Rp9.250 dan terendah Rp9.150. Volume transaksi mencapai 5,2 juta unit saham senilai Rp48,1 miliar dan frekuensi 515 kali.

Dilihat dari grafiknya, lanjut Aji, saham HRUM sulit melemah ke bawah Rp9.000. Karena itu, saham ini sangat menarik di level Rp9.100-an untuk diakumulasi. “Karena itu, jika melihat performance seperti itu, harus bermain untuk jangka pendek di saham ini,” ujar Aji.

Sebab, jika dilihat dari historical chart-nya, saham HRUM sempat mencapai level teredah Rp8.950 dan kemudian diakumulasi investor. Akibatnya, harga saham ini naik ke level Rp9.050-9.150 dan terakhir di level Rp9.250. “Karena itu, akumulasi bertahap atas saham ini juga terbuka peluang akan mendorong kenaikan harga ke level Rp9.700,” tandas Aji.

Aji menegaskan, jika terjadi koreksi pada market secara keseluruhan, saham HRUM akan dilirik untuk mendapatkan level support-nya. Sebaliknya, jika market mengalami kenaikan dan didukung oleh penguatan harga komoditas, akan memicu profit taking. “Sebab, harga batu bara secara umum pun akan naik,” tambahnya.

Para pembeli di level support, lanjut Aji, bisa memanfaatkan momentum saat market secara keseluruhan berbalik arah menguat. Market menunjang keseluruhan pergerakan saham HRUM. “Jika indeks Hang Seng dan Nikkei di sesi pagi cenderung melemah, indeks domestik pun berpeluang melemah,” ucapnya.

Kondisi ini, juga akan berimbas negatif ke saham-saham di sektor batu bara termasuk HRUM. Tapi, koreksi itu itu merupakan koreksi normal hingga level Rp9.100-9.150. “Setelah itu, akumulasi saham ini, masih terus dilakukan oleh beberapa investor, sehingga saham HRUM cukup defensif untuk disimpan oleh investor,” tandasnya.

Di atas semua itu, Aji merekomendasikan hold position untuk saham HRUM di tengah situasi market yang volatile. Sebab, untuk mencapai titik resistance Rp9.700 sangat pelan. Level ini tidak mungkin dilihat dalam satu hari perdagangan. “Tapi, untuk mencapai level tersebut sangat terbuka peluangnya. Terlihat jelas, bargaining position sangat terlihat jelas di saham ini,” ungkapnya.

Tapi, bagi yang belum punya posisi di saham HRUM, lebih baik melakukan pembelian pada saat terjadi koreksi di level Rp8.950-9.000. Di level Rp9.100 pun saham ini sudah menarik. “Tapi, jika mengalami pergerakan yang cukup signifikan, lebih baik melakukan profit taking di saham ini,” tuturnya.

Alhasil, jika market mengalamki koreksi, bisa terus mengakumulasi untuk jangka pendek. Sebab, koreksi yang terjadi bisa menggerus capital gain dari nilai investasinya, jika keuntungan tidak segera direalisasikan,” imbuhnya. [mdr]

Saham BPFI Berpeluang Menuju Rp350

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) berpotensi menuju level Rp350 dalam jangka pendek.

Saat ini berembus kabar perseroan tengah menjadi target akuisisi bank asing terkemuka. Ini seiring dengan melesatnya kinerja keuangan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada perdagangan Jumat (3/6) saham BPFI ditutup naik 5 poin ke level Rp195.

Saham JTPE Sedang Diburu Fund Manager

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager asing dikabarkan sedang memburu saham PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE).

Hal ini disebabkan rencana perseroan untuk memecah nilai nominal saham (stock split) 1:4. Bahkan sumber di pasar menghembuskan harga saham akan terkerek menuju level Rp2.000 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Jumat (3/6) saham JTPE ditutup turun 80 poin ke level Rp1.480.

Anglo American Pertimbangkan Jual Saham Minas-Rio

Headline
INILAH.COM, London- Tambang yang terdiversifikasi secara global, Anglo American PLC sedang mempertimbangkan menjual saham minoritas di tambang bijih besi Minas-Rio, Brasil, untuk membuktikan nilai aset utama perusahaan.

Demikian laporan The Independent pada Minggu (5/6) kemarin, tanpa menyebutkan sumber. Dikatakan, dewan frustrasi bahwa proyek, yang memerlukan lebih dari US$ 5 miliar pembelanjaan modal, berada di bawah penilaian pasar. "Dengan menjual saham minoritas 25-49% di Minas-Rio, Anglo dapat menunjukkan nilai dari aset," katanya.

Menurut laporan itu, pemain komoditas Jepang telah membuat pertanyaan tentang pembelian saham tersebut.

Seorang juru bicara untuk Anglo mengatakan telah membahas opsi untuk memperkenalkan partner dalam proyek Minas-Rio pada banyak kesempatan selama beberapa tahun terakhir, “Dan terus mengeksplorasi berbagai pilihan untuk proyek tersebut untuk kepentingan terbaik pemegang saham kami. " [ast]

BHP dan Rio Tinto Bawa Bursa Australia Turun

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Bursa saham Australia jatuh pada perdagangan Senin (6/6) pagi, dengan saham sektor sumber daya turun, menyusul melemahnya data pekerjaan AS.

Indeks acuan S & P / ASX 200 kehilangan 0,3% menjadi 4,570.10. Saham utama penambang BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Ltd, masing-masing turun 0,5% dan 0,4%.

Namun, saham di grup Foster melanjutkan penguatan, dengan naik 2%, atas spekulasi tawaran akuisisi untuk saham penyulingan bir. [ast]

Resourcehouse Tunda IPO di Hong Kong

Headline
INILAH.COM, Sydney - Perusahaan pertambangan Australia Resourcehouse Ltd telah menarik penawaran umum perdana (IPO) perusahaannya di Hong Kong, karena kondisi pasar menurun.

Hal ini dikatakan perusahaan dalam sebuah pernyataan pada akhir pekan kemarin. Perusahaan yang semula berencana menaikkan hingga US$ 3,6 miliar, menurunkan ekspektasi hingga US$2,54 miliar atas menyusutnya minat investor, sebelum akhirnya menarik seluruh penawaran.

Ini adalah keempat kalinya Resourcehouse menangguhkan atau menunda rencana mendaftarkan diri di bursa Hong Kong. [ast]

Bursa Jepang Tergelincir Data Tenaga Kerja AS

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang diperdagangkan turun tipis pada Senin (6/6) pagi, terimbas reaksi pertama atas lemahnya data pekerjaan AS yang dirilis pekan lalu.

Indeks Nikkei Stock Average tergelincir 0,2% menjadi 9,470.08, sedangkan Topix yang lebih luas turun 0,2% ke level 815,29.

Saham sektor finansial melemah, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,1%, dan Shinsei Bank Ltd turun 2,4%.

Saham Nintendo Co flat setelah perusahaan mengatakan mengalami serangan cyber pada jaringan, tetapi bahwa data pelanggan tidak terganggu. Sementara Sony Corp mengalami penurunan berkelanjutan 0,8%, setelah serangkaian insiden pembajakan yang menghasilkan pelanggaran data. [ast]

Pilih Saham Unggulan-Batubara di Awal Pekan

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (6/6) berpeluang melanjutkan penguatan. Saham unggulan bisa jadi pilihan awal pekan ini.

Yuganur Wijanarko, analis HD Capital mengatakan, IHSG pekan ini berpotensi membentuk trend naik dan mengarah ke rekor baru di 3.880. Pola sideways yang terbentuk beberapa pekan terakhir, menyebabkan terbentuknya double bottom, sehingga support IHSG relatif kuat,

“Ini berarti, IHSG tinggal menguji resistan-nya di 3.870-an,”ujarnya kepada INILAH.COM. Selain itu, sentimen positif juga datang dari kembalinya pelaku pasar untuk trading. Selain sentimen internal yang bagus, seperti inflasi yang naik tapi terbatas dan BI masih belum akan menaikkan suku bunga BI rate.

Menurutnya, IHSG sudah mengadjust koreksi besar Dow yang terjadi setelah data manufaktur AS dirilis. Bursa Indonesia cukup diuntungkan ketika koreksi Dow terjadi, karena memang sudah tidak terlalu banyak volume trading, “Hal ini karena adanya libur cuti bersama, sehingga panik selling tidak sempat terjadi,” katanya.

Di tengah situasi ini, Yuga merekomendasikan beberapa emiten seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp67.000 dan Astra International (ASII) dengan target harga Rp61.000. Kemudian saham tambang batubara seperti Bumi Resources (BUMI) dan Adaro Energy (ADRO) dengan target harga masing-masing Rp3.550 dan Rp26.000. “Rekomendasi beli untuk saham-saham tersebut,” ucapnya.

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat (3/6) ditutup menguat 6,2 poin (0,1%) ke 3.844,02. Volume perdaganagn mencapai 3,4 miliar saham senilai Rp4,2 triliun. Menjelang penutupan terjadi transaksi negosiasi saham dengan volume 10 miliar saham senilai Rp1,2 triliun.

Sepanjang perdagangan hingga penutupan terdapa 330 saham yang diperdagangakan dengan 137 saham turun, 85 saham naik dan 108 saham stagnan. Indeks juga diwarnai net foreign buy sebesar Rp93,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,1 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,07 triliun. [mdr]

Suspensi bank usai, industri reksadana siap tancap gas

JAKARTA. Industri reksadana sumringah menyambut pencabutan suspensi layanan wealth management. Kendati Bank Indonesia (BI) baru mencabut suspensi atas 60% kantor cabang dari 23 bank pemilik layanan wealth management, manajer investasi (MI) tetap optimistis pemasaran reksadana yang sempat tersendat sebulan terakhir, akan kembali normal.

Beberapa MI akan mengeksekusi jadwal peluncuran reksadana baru yang sempat tertunda. "Pekan kedua Juni ini, kami harap bisa merilis produk yang tertunda," ujar Edward P. Lubis, Direktur Utama Bahana TCW Investment Management, pekan lalu.

Selain Bahana, MI lain yang siap-siap meluncurkan produk baru di antaranya adalah Danareksa Investment Management, BNP Paribas, dan BNI Securities. Kendati banyak evaluasi penting dari pemberlakuan suspensi, termasuk tentang keberadaan wakil agen penjual reksadana di bank yang belum berlisensi, para MI masih belum membahas kemungkinan evaluasi perjanjian kerjasama mereka dengan bank. "Yang jelas, kami harus lebih selektif memilih rekan perbankan," imbuh Edward.

Menurut dia, lebih baik menggandeng sedikit bank namun kompeten dibandingkan sebaliknya. Selain itu, para MI juga terpicu untuk lebih jeli menangkap peluang dalam pemasaran produk reksadana. "Sudah saatnya MI memiliki kanal penjualan lain, jadi jangan hanya bergantung pada bank," ungkap Denny R. Thaher, Direktur Utama Trimegah Asset Management.

Saat ini, 90% pemasaran reksadana memanfaatkan jalur perbankan. Porsi tersebut sejatinya bisa diturunkan menjadi 70%-80% saja. "Sisanya, MI menjual melalui cabangnya sendiri," jelas dia.

Nurhaida, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), mengungkapkan, otoritas siap duduk bersama dengan kalangan industri untuk membahas strategi pengembangan bisnis reksadana di Tanah Air. Pembenahan sisi regulasi termasuk agenda yang akan dibahas.

Menurut Nurhaida, jika MI punya inovasi, Bapepam siap menampung keinginan MI. "Kalau belum ada ketentuannya, kami akan akomodasi dalam peraturan," ujar Nurhaida. Hingga saat ini, Bapepam-LK mengaku belum menerima laporan resmi dari MI terkait agenda pengembangan reksadana.

Harga emas kembali menanjak seiring sinyal perlambatan ekonomi AS

Harga emas kembali menanjak seiring sinyal perlambatan ekonomi AS
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia kembali naik pagi ini. Sejumlah faktor yang mendorong pergerakan emas antara lain adanya spekulasi kalau ongkos pinjaman di AS akan tetap rendah setelah data ekonomi memberikan sinyal kalau pemulihan ekonomi global bakal melambat. Kondisi itu memukul dollar dan menaikkan pamor emas.

Pada pukul 08.49 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,2% menjadi US$ 1.545,10 per troy ounce. Pada 3 Juni lalu, harga emas sempat naik 0,6%.

"Data rendah dari ekonomi AS menimbulkan spekulasi kalau the Federal Reserve bakal kembali menggelontorkan quantitative easing," jelas Lachlan Shaw, analis Commonwealth Bank of Australia.

Tembaga berpeluang menembus US$ 9.500

JAKARTA. Banderol harga tembaga melesat signifikan pada penutupan perdagangan, akhir pekan kemarin. Tembaga untuk pengiriman Agustus 201, Jumat (3/6), mencatat kenaikan harga hingga 2% menjadi US$ 9.097,5 per ton di London Metal Exchange. Ini merupakan rekor harga tertinggi selama sepekan terakhir.

Pemicu terkereknya harga tembaga kali ini ada beberapa faktor. Pertama, penurunan cadangan tembaga di China yang cukup signifikan. Cadangan tembaga di Negeri Tembok Raksasa Maret lalu masih sekitar 600.000-700.000 metrik ton.

Namun posisi cadangan tembaga Negeri Panda itu bulan lalu tinggal yaitu 350.000-400.000 metrik ton. "China akan terus mengimpor tembaga untuk memenuhi permintaan ke depan," ungkap Gayle Berry, Xinyi Chen, dan Nicholas Snodown, Analis Barclays Capital, seperti dikutip Bloomberg, akhir pekan lalu.

Kedua, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penguatan mata uang komoditas yaitu Australian Dolar atau aussie. Akhir pekan kemarin, indeks dolar AS melemah menjadi 73,783, sedangkan Pairing AUD/USD menguat 0,43% menjadi 1,0716. Australia adalah pengekspor tembaga terbesar, jadi pergerakan aussie mempengaruhi banderol tembaga.

Ketiga, pengaruh tren kenaikan harga komoditas lain, terutama emas. Akhir pekan lalu, harga emas di pasar spot untuk pengiriman Agustus 2011 melonjak lagi ke US$ 1.542,4 per ons troi. "Saat ekonomi global melambat, harga logam mulia termasuk tembaga cenderung naik," ujar Herry Setyawan, analis Indosukses Futures.

Namun, Herry pesimistis kenaikan harga tembaga akan terus berlanjut. Alasan dia, kondisi fundamental negara-negara utama pengkonsumsi tembaga seperti AS dan Jepang masih lemah. Ini mempengaruhi tingkat permintaan komoditas tersebut. "Selama tidak ada gangguan aktivitas produksi, pasokan tembaga yang mencukupi tidak akan menerbangkan harganya," ujar Herry. Terlebih, sejauh ini harga tembaga termasuk agak "steril" dari spekulasi pasar.

Sebaliknya, Ibrahim analis senior Harvest International Futures, optimis harga tembaga bakal menembus US$ 9.500 per ton, akhir semester satu ini. Pemicunya, kebutuhan tembaga di negara-negara pasca konflik di Timur Tengah dan Afrika Utara akan meningkat mulai semester dua nanti hingga tahun 2012.

Data lapangan kerja AS mengecewakan, bursa Asia bergerak turun

Data lapangan kerja AS mengecewakan, bursa Asia bergerak turun
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia ditransaksikan melorot pagi ini. Kondisi itu terjadi seiring melambatnya pertumbuhan lapangan kerja baru di AS. Data itu menunjukan pemulihan ekonomi global masih tersendat.

Pada pukul 09.35, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 134,07. Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: James Hardie Industries SE yang turun 1,7% di Sydney, Tokyo Electric Co anjlok 13% di Tokyo, dan Iluka Resources Ltd melesat 11%.

"Data mengenai kondisi lapangan kerja di AS memburuk. Perlambatan ekonomi AS menunjukkan tingkat likuiditas di pasar saat ini sangat rendah," jelas Kenichi Hirano, general manager and strategist Tachibana Securities Co di Tokyo.

Berseluncur laba dari dunia maya

Berseluncur laba dari dunia maya
JAKARTA. Setelah perang harga berakhir, operator seluler harus mencari jurus baru mengundang laba. Adalah layanan data yang kini menjadi andalan operator telekomunikasi untuk menggemukkan pundi uang masing-masing.

Analis BNI Securities Akhmad Nurcahyadi menuturkan, pertumbuhan seluler sebenarnya sudah mengarah ke data dan internet sejak 2008. "Pertumbuhan layanan suara sudah stagnan," kata dia.

Tak heran, operator halo-halo saat ini lebih memfokuskan layanan data, meski layanan suara masih menawarkan margin lebih tinggi.

Tahun lalu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berhasil menumbuhkan pendapatan layanan data sebesar 7% year on year. Ini menutup kerugian stagnasi pertumbuhan telepon seluler 2,1% dan penurunan pendapatan telepon kabel 9,4%.

Analis Mandiri Sekuritas Raditya Christian Artono memperkirakan, segmen layanan data dan internet TLKM akan tumbuh kuat. Potensi bisa diukur dari jumlah pelanggan dan pertumbuhannya, di layanan fixed dan mobile masing-masing 44% dan 128% sepanjang tahun lalu.

Aditya Srinath, Analis JP Morgan Securities juga mencatat pendapatan rata-rata per user atau average revenue per user (ARPU) layanan suara PT Indosat Tbk (ISAT) lebih rendah daripada prediksi. Namun ARPU dari layanan data unggul, sehingga ARPU keseluruhan masih positif.

Operator seluler raksasa lainnya PT XL Axiata Tbk (EXCL) berniat memaksimalkan kapasitas generasi ketiga (3G). Analis Kresna Securities, Gemilang Lim menghitung, setiap 5% peningkatan pendapatan layanan data, laba bersih bisa bertambah 1,7%.

Perkuat Infrastruktur

Akhmad menuturkan, operator seluler sejatinya tidak membutuhkan infrastruktur baru untuk mengembangkan bisnis layanan data. Jadi, layanan itu tidak membutuhkan investasi tidak besar. "Tinggal dimaksimalkan sesuai jenis layanan," kata dia.

Langkah ini memang sudah terlihat. Ambil contoh TLKM yang berniat mengganti kabelnya dengan serat optik dan menerapkan router baru.

EXCL juga akan memperbesar utilisasi kapasitas 3G yang saat ini baru 40%. Ini masih lebih kecil dibanding utilisasi 2G yaitu 75% pada jam puncak. Itu juga berarti belanja modal perusahaan (capex) masih akan bertambah.

Peluang pengembangan layanan data juga ditangkap operator CDMA PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) lewat anak usahanya, Bakrie Connectivity tahun lalu. "Kecepatan koneksi bisa menyamai bahkan mengungguli operator GSM yang menjadi kompetitornya," tulis Chandra S Pasaribu, Analis Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Namun jumlah pelanggan masih sedikit membuat kapasitas jaringan BTEL banyak belum terpakai. "Pelanggan bisa tumbuh secara eksponensial. Yang harus diperhatikan adalah jaringan harus memadai," kata Chandra.

INCO akan mengganti nama menjadi Vale Indonesia

INCO akan mengganti nama menjadi Vale Indonesia
JAKARTA. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) akan mengikuti jejak induk usahanya mengganti nama. Penggantian nama perusahaan ini dilakukan menyusul akuisisi induk usaha INCO oleh Vale SA pada 2007 lalu.

Dengan demikian, nama INCO akan berubah menjadi PT Vale Indonesia Tbk. "Ya, kami akan ganti nama, tapi sebelumnya kami akan minta persetujuan pemegang saham," ungkap Tony Wenas, Direktur Utama INCO di Jakarta, pekan lalu. INCO segera akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Sekadar informasi, induk usaha INCO sudah berganti nama menjadi Vale Canada Limited. Vale yang merupakan perusahaan tambang asal Kanada menguasai sekitar 58,73% saham INCO, sementara porsi saham publik mencapai 20,49%.

Selain mengganti nama, INCO akan fokus berbagai rencana ekspansi di tahun ini. Salah satunya adalah menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karebe.

INCO juga berencana mengeksploitasi bijih nikel di Blok Bahodopi di Morowali, Sulawesi Tengah. Untuk itu, perusahaan tambang ini bakal membangun infrastruktur di kawasan tersebut.

Menurut hitungan INCO, pembangunan infrastruktur tersebut akan membutuhkan dana mencapai US$ 100 juta. "Kami akan membangun screening station dan jalan sepanjang 80 kilometer (km)," beber Tony.

Meski gencar berekspansi, INCO memperkirakan volume produksi nikel tahun ini bakal turun. Menurut Tony, hal ini terjadi karena INCO akan melakukan pembangunan kembali tempat pembakaran (furnace rebuild) di pabriknya. "Kami membutuhkan 21 minggu untuk proses furnace rebuild ini," jelas dia.

Menurut hitungan INCO, jika pabrik tidak berproduksi selama 21 minggu, volume produksi bisa merosot hingga 13,4%. Angka itu diperoleh dengan asumsi satu pabrik INCO menghasilkan 50 juta pon nikel per tahun. Namun Tony enggan merinci lebih detail mengenai kemungkinan penurunan produksi.

Andai volume produksi tidak berkurang, jumlah yang dihasilkan akan mirip-mirip dengan hasil produksi INCO di 2010. Tony mengungkapkan, tahun lalu produksi nikel INCO mencapai 150 juta pon. Jumlah tersebut merupakan hasil produksi dari tiga pabriknya yang terletak di Soroako, Sulawesi Selatan.

Tapi INCO juga berencana menambah jumlah pabrik. Perusahaan tambang ini berencana membangun pabrik lagi di Soroako. Tony menegaskan, penambahan pabrik tersebut bisa mendongkrak kapasitas produksi nikel.

Tapi INCO belum bisa memastikan berapa besar tambahan hasil produksi dari pabrik ini. "Masih belum tahu akan dibangun dengan kapasitas berapa, karena masih rencana," kata Tony.

Perlambatan ekonomi AS dorong penguatan Aussie ke level tertinggi tiga minggu

Perlambatan ekonomi AS  dorong penguatan Aussie ke level tertinggi tiga minggu
TOKYO. Dollar Australia pagi ini menguat ke level tertinggi dalam tiga minggu atas dollar. Adanya sejumlah sinyal perlambatan pertumbuhan ekonomi AS mendorong kenaikan yield aset-aset Negeri Kanguru itu.

"Ada sejumlah data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat lebih dari yang diantisipasi. Selain itu, jika bank sentral menaikkan suku bunga acuan seperti yang diprediksi pada minggu ini, dollar Australia akan menguat ke level resistance di posisi US$ 1,0890," jelas John Kyriakopoulos, analis National Australia Bank Ltd.

Pada pukul 08.55 waktu Sydney, dollar Australia menguat ke posisi US$ 1,0749 dari US$ 1,0716 di New York pada 3 Juni lalu. Jika berhadapan dengan yen, Aussie berada di level 86,23 yen dari 86,05.

IHSG dibayangi sentimen global

IHSG dibayangi sentimen global
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat pekan ini. Analis Universal Broker Indonesia Alwi Assegaf memprediksi, IHSG akan bergerak dengan titik support 3.820 serta resistance 3.870 dalam perdagangan di awal pekan.

Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) mengindikasikan IHSG tetap berada di jalur menanjak. Jika IHSG mampu mencapai kisaran 3.850 di pekan ini, Alwi optimistis IHSG bisa bergerak naik lebih tinggi lagi ke kisaran 3.900-3.950.

Pengumuman BI rate pada 9 Juni mendatang bakal membawa dampak besar untuk sektor bank. "Akan ada akumulasi saham perbankan dan itu itu bisa mendorong penguatan IHSG," kata dia.

Namun bukan tidak mungkin indeks tergelincir di awal pekan. Pengamat pasar modal dari UOB Securities Stefanus P. Susanto meramal, mood long weekend masih mempengaruhi perdagangan bursa hari ini.

Apalagi, pada akhir pekan lalu indeks di beberapa pasar saham utama di kawasan Asia ditutup melemah. Indeks bursa saham di Amerika Serikat (AS) pun rata-rata ditutup lebih rendah ketimbang posisi sebelumnya. Penyebabnya, data ekonomi yang dirilis AS masih buruk.

Selain itu, indeks bursa saham Indonesia ini juga masih dibayangi sentimen negatif dari Eropa. Stefanus mengatakan, pelaku pasar terus mengamati kemampuan Yunani membayar utangnya yang jatuh tempo tahun ini.

Tambah lagi, krisis politik masih berlangsung di Suriah dan Yaman. Stefanus memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 3.840-3.850.

ADRO lirik truk Komatsu

ADRO lirik truk Komatsu
TANJUNG. Untuk menggenjot produksi, PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO) menjajaki kerjasama penyediaan alat-alat berat dengan Komatsu Ltd. Komatsu akan menawarkan truk pengangkut hasil tambang yang dilengkapi dengan teknologi Autonomous Haulage Service (AHS).

Menurut Kunio Noji, Direktur Utama Komatsu, teknologi AHS memungkinkan truk beroperasi tanpa awak. Truk ini dioperasikan dengan global positioning system (GPS).

Hal ini membuat pengoperasian truk jadi lebih efektif, dan bisa mengurangi kesalahan pengoperasian oleh operator truk. "Karena menggunakan GPS, ketepatannya akan jauh lebih baik," ujar Noji, akhir pekan lalu.

Karena beroperasi lebih efektif, penggunaan bahan bakar serta biaya pemakaian ban otomatis berkurang. Dengan begitu, maka ongkos operasional tambang akan berkurang. Tingkat kecelakaan di tambang juga bisa ditekan dengan menggunakan teknologi tersebut.

Sekretaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin menuturkan rencana kerjasama tersebut baru sebatas penjajakan. Karena itu ia menolak menyebut nilai investasi pembelian truk tersebut.

Tapi Devindra mengakui penggunaan truk Komatsu akan membuat produksi ADRO lebih efisien. Apalagi tahun ini ADRO akan menambah tiga-empat tambang baru. "Lokasi tambang yang akan diakuisisi di Sumatera dan Kalimantan," ujar Devindra.

Perusahaan tambang ini sedang berupaya membuat proses produksi menjadi lebih efisien dan hemat. Misalnya, ADRO berencana menggunakan bahan bakar biodiesel untuk kendaraan tambang mereka. Tahun ini, ada sekitar 100 truk yang menggunakan bahan bakar nabati tersebut. Dengan demikian, ADRO berharap bisa menekan penggunaan solar sampai 20%.

Ketegangan di Yaman mendorong lonjakan harga minyak dunia

Ketegangan di Yaman mendorong lonjakan harga minyak dunia
SYDNEY. Kontrak harga minyak di New York kembali merangsek naik. Penyebabnya, ketegangan politik di Yaman menimbulkan kecemasan baru terpangkasnya suplai minyak dari Timur Tengah.

Lonjakan harga minyak terjadi sebelum Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menggelar pertemuan di Vienna pada 8 Juni mendatang untuk memutuskan jumlah kuota. Berdasarkan hasil survei Bloomberg terhadap 30 analis, OPEC kemungkinan tidak akan mengubah target produksi minyak pada pertemuan mendatang.

Adanya prediksi tersebut mendorong kenaikan harga minyak. Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli naik 46 sen menjadi US$ 100,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 08.32 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 100,52 per barel. Pada 3 Juni lalu, harga minyak sempat melorot 18 sen menjadi US$ 100,22. Dengan demikian, dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melejit 41%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juli naik 10 sen menjadi US$ 116,04 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London.

Emiten sawit belum terimbas moratorium

 Emiten sawit belum terimbas moratorium
JAKARTA. Perusahaan perkebunan kelapa sawit mengaku tidak akan terpengaruh dengan kebijakan Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Sekadar informasi, Presiden menandatangani moratorium ini 19 Mei 2011 lalu. Aturan jeda penebangan tersebut akan berlaku selama dua tahun. Sebelumnya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) khawatir moratorium akan memangkas pembukaan lahan sawit baru per tahun menjadi 100.000-200.000 hektare (ha) per tahun, dari biasanya 500.000-600.000 ha.

"Kebijakan moratorium akan mempengaruhi rencana ekspansi. Tapi kami akan memanfaatkan lahan yang sudah ada dan meningkatkan produktivitas tanaman melalui intensifikasi," kata Tofan Mahdi, Head of Public Relation PT Astra Agro Lestari TBK (AALI), Minggu (5/6).

Hingga akhir April 2011, AALI sudah menanam di seluruh lahannya yang seluas 264.893 ha. Perinciannya, tanaman menghasilkan seluas 207.889 ha, dan sisanya belum menghasilkan.

Manajemen AALI menyatakan, perluasan lahan akan dilakukan dengan memperhatikan moratorium. Namun AALI belum menentukan nilai investasi dan daerah mana saja yang akan diincar untuk penambahan lahan tersebut.

Manajemen PT BW Plantation Tbk (BWPT) berencana menambah lahan baru seluas 100.000-150.000 ha dalam waktu 3 tahun-4 tahun mendatang. “Kami dalam tahap negosiasi izin. Tapi lahan yang kami incar di luar peta moratorium,” kata Kelik Irwantono, Sekretaris Perusahaan BWPT.

Lokasi incaran BWPT di Kalimantan merupakan lahan yang ditawarkan pemerintah setempat maupun perusahaan. Saat ini, luas lahan tertanam BWPT mencapai 58.818 ha, dari total 93.000 ha. BWPT menyiapkan investasi senilai Rp 275 miliar untuk akuisisi lahan tersebut.

Masih punya landbank

PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) mengaku tidak terganggu moratorium, karena tidak berencana menambah lahan perkebunan baru dalam waktu dekat. “Kami masih punya landbank seluas 50.000 hektare,” kata Ambono Janurianto, Presiden Direktur UNSP.

Tahun ini, UNSP berencana menanam kelapa sawit di lahan seluas 10.000 hektare serta karet di lahan seluas 1.500-2.000 hektare.

Begitu juga PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA). Hardy, Sekretaris Perusahaan TBLA, menjelaskan, perseroan masih memiliki lahan belum tertanam seluas 51.182 hektare, dari total landbank seluas 101.080 hektare.

“Kalau hanya dua tahun, pengaruhnya tidak akan terasa, karena kami masih punya landbank luas,” kata dia. Tahun ini TBLA menambah penanaman di area seluas 10.000 hektare. Nilai investasinya Rp 239 miliar.

Andy Wibowo Gunawan, Analis Reliance Securities, menilai, pengaruh dari berlakunya moratorium akan berdampak pada emiten sawit yang memiliki rencana untuk melakukan penambahan area tanaman. “Pengaruhnya diperkirakan baru akan terasa tiga sampai empat tahun ke depan karena adanya penundaan,” kata dia.

Namun Andy mengaku belum bisa memberikan perkiraan pengaruh moratorium tersebut terhadap pertumbuhan produksi sawit.

Anak usaha KRAS batal IPO tahun ini

Anak usaha KRAS batal IPO tahun ini
JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menunda rencana penjualan saham perdana anak perusahaannya. "Sulit merealisasikan rencana itu," kata Sukandar, Direktur Keuangan KRAS, akhir pekan lalu.

Dalam rencana awal KRAS, initial public offering (IPO) PT Krakatau Wajatama pada tahun ini. Anak usahanya tersebut bergerak di sektor produksi baja olahan. Sukandar bilang, IPO anak usaha KRAS sulit dilaksanakan lantaran KRAS tengah fokus membangun dua pabrik besi dengan tanur tinggi (blast furnace). Kedua pabrik ini akan dibangun di Cilegon.

Padahal, KRAS sudah membentuk tim untuk mengevaluasi anak usaha yang layak melakukan IPO. Direktur Utama KRAS Fazwar Bujang mengatakan, langkah ini penting agar anak usaha KRAS bisa mendapat pendanaan, sehingga ekspansi lancar.

PBB: Lonjakan harga komoditas yang berpotensi bubble membutuhkan intervensi

PBB: Lonjakan harga komoditas yang berpotensi bubble membutuhkan intervensi
LONDON. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, pasar komoditas membutuhkan pengawasan dan intervensi dari dunia internasional sehingga bisa lebih transparan dan menghindari bubble. Pasalnya, aksi spekulan yang terjadi belakangan menunjukkan, pergerakan harga tak lagi didorong oleh besaran suplai dan demand.

Dalam report bertajuk UN's Conference on Trade and Development menunjukkan, adanya lonjakan investasi di pasar komoditas mendorong perilaku aksi ambil untung dan menciptakan bubbles. Dalam report tersebut juga disebutkan, antisipasi dari adanya pemulihan ekonomi global tidak memiliki peran yang proporsional dalam lonjakan harga komoditas.

"Harga komoditas dapat bergerak jauh dari level standar fundamental dalam beberapa periode. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya bubble pada harga," jelas PBB.

Asal tahu saja, UN's Food Price Index kembali mendekati harga rekor Febuari pada bulan lalu seiring kenaikan harga komoditas. Beberapa komoditas yang mengalami lonjakan tertinggi adalah jagung yang ditransaksikan di Chicago Board of Trade dan perak yang harganya sudah melonjak dua kali lipat dalam setahun terakhir. Sementara, harga emas sudah naik 27% dan harga beras naik 32%.

Beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut antara lain: memberikan data lebih banyak mengenai data fundamental kepada investor, memberikan informasi mengenai pelaku pasar khususnya di Eropa, menaikkan batas transaksi, dan melarang transaksi perdagangan oleh institusi finansial yang terlibat dalam melakukan keputusan hedging klien mereka.

Selain itu, dibutuhkan pula sistem pajak yang dapat memperlambat aktivitas pasar finansial. PBB juga mengungkapkan, pentingnya keterlibatan pemerintah dalam transaksi perdagangan untuk memastikan trader melakukan investasi berdasarkan suplai dan demand.

Simak agenda penting yang diramal akan mempengaruhi pasar Asia hari ini!

Simak agenda penting yang diramal akan mempengaruhi pasar Asia hari ini!
TOKYO. Sejumlah event dan agenda ekonomi penting yang dirilis hari ini di Asia kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dan mata uang di kawasan regional.

Jepang:

- Chief Cabinet Secretary Yukio Edano akan menggelar media briefing pada pukul 11.00 dan 16.00 waktu Tokyo.

- Yasuchika Hasegawa, head of the Japan Association of Corporate Executives, akan menggelar konferensi pers pada pukul 12.00 waktu Tokyo.

- Tingkat yield dari obligasi pemerintah dengan bunga 1,2% yang jatuh tempo Juni 2021 adalah 1,125%. Pada pukul 06.52 waktu Tokyo, yen berada di posisi 80,22 per dollar.

Malaysia:

- Bank sentral akan mempublikasikan data cadangan mata uang Asing per 31 Mei besok. Pada 13 Mei lalu, cadangan mata uang asing Malaysia berada di posisi US$ 132,62 miliar.

- Tingkat yield dari obligasi pemerintah dengan bunga 4,16% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 4,04%. Ringgit berada di posisi 3,0115 per dollar.

Korea Selatan:

- Pemerintah akan menjual obligasi pemerintah berjangkawaktu tiga tahun senilai 1,7 triliun won atau US$ 1,6 miliar besok.

- Tingkat yield dari obligasi pemerintah dengan bunga 3% yang jatuh tempo Desember 2013 adalah 3,57%. Won berada di posisi 1.080,08 per dollar.

Taiwan:

- Sejumlah analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, indeks harga konsumen Taiwan akan naik 1,6% pada Mei dibanding tahun sebelumnya. Pada April lalu, indeks harga konsumen berada di posisi 1,34%.

- Pemerintah akan menjual obligasi berjangkawaktu 10 tahun senilai NT$ 40 miliar atau US$ 1,4 miliar besok.

- Tingkat yield dari obligasi pemerintah dengan bunga 1,375% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 1,42%. Dollar Taiwan berada di posisi NT$ 28,750 per dollar.

Tender Offer

Ilustrasi
KOMPOSISI pemegang saham di perusahaan publik tidak selamanya tetap. Selalu ada peluang untuk terjadi perubahan susunan pemegang saham, bahkan perubahan di level pemegang saham pengendali sekalipun. Dalam perjalanan waktu karena sebab-sebab tertentu pemegang saham utama atau pendiri (founders) bisa saja mengalihkan kepemilikannya ke pihak lain.

Banyak contoh untuk itu. Pada 2002 misalnya, Pemerintah RI melalui Kementerian BUMN melepas 41,92 persen saham PT Indosat Tbk (ISAT) ke Temasek Holding Pte Ltd seharga Rp12.950 per saham atau Rp5,62 triliun yang kemudian pada Juni 2008 dilepas lagi oleh Temasek Holding ke Qatar Telecom (QTEL) senilai 2,4 miliar dolar Singapura atau USD1,8 miliar. Contoh lain adalah langkah Putera Sampoerna yang melepas hampir seluruh sahamnya di PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) ke Philip Morris, produsen rokok asal Amerika Serikat. Jika ditelusuri, masih banyak contoh lain yang bisa digali.

Perjalanan sebuah perusahaan publik memang tidak bisa diterka karena hal itu menyangkut sikap manusia yang mengendalikannya. Pada satu kurun waktu tertentu pihak pengendali sangat antusias untuk mengembangkan perusahaan seolah-olah seluruh waktunya akan dihabiskan untuk perusahaan. Namun, pada kurun waktu yang lain entah karena jenuh, atau karena himpitan utang atau karena ingin kosentrasi di bisnis lain pihak pengendali melepas mayoritas sahamnya ke pihak lain.

Meski begitu transaksi material yang menyangkut perpindahan saham mayoritas ini perlu juga diwaspadai. Sebab, bisa jadi transaksi perpindahan kepemilikan itu dilakukan dengan pihak yang terafiliasi sehingga meskipun saham mayoritas telah berpindah, namun pengendali di belakang adalah pihak yang sama.

Transaksi material yang menyebabkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali sering disebut dengan istilah hostile take over. Jika hostile take over itu dilakukan secara wajar dan transparan maka ia tidak akan merugikan pemegang saham publik atau minoritas. Namun, jika hostile take over dilakukan dengan pihak yang terafiliasi dan kurang transparan maka bukan tidak mungkin menimbulkan kerugian pada investor publik.

Nah, untuk menghindarkan munculnya kerugian pada investor publik akibat adanya perubahan pemegang saham pengendali (hostile take over), maka Bapepam meluncurkan peraturan tentang penawaran tender (tender offer). Penawaran tender atau tender offer adalah penawaran efek melalui media massa yang wajib dilakukan oleh pihak yang melakukan hostile take over.

Dalam peraturan tentang tender offer, pada awalnya pihak yang wajib melakukan tender offer adalah pihak yang membeli saham emiten sebesar 25 persen atau sebesar 20 persen dengan tujuan ikut mengendalikan perusahaan. Jadi, jika ada pihak yang membeli saham emiten sebesar 20 persen tetapi tidak bertujuan ingin mengendalikan emiten tersebut maka ia tidak diwajibkan menggelar tender offer. Tapi untuk pihak yang membeli saham emiten sebesar 25 persen (tanpa ada keterangan ingin atau tidak ingin mengendalikan perusahaan), maka ia wajib melakukan tender offer.

Peraturan ini pada pertengahan 2008 direvisi. Peraturan hasil revisi menyebutkan pihak yang wajib melakukan penawaran tender adalah jika membeli atau mengambil alih saham emiten sebesar 50 persen ke atas. Dalam peraturan tender offer revisi ini, pihak yang melakukan penawaran tender tidak dibolehkan ‘’menyedot’’ habis kepemilikan saham publik di pasar. Jika dalam proses tender offer ternyata menyebabkan pihak yang melakukan penawatan tender memiliki saham emiten lebih dari 80 persen maka ia wajib menjual kembali ke masyarakat sebesar 20 persen. Melalui ketentuan ini, kepemilikan saham masyarakat dipertahankan sebesar 20 persen. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan likuiditas saham di pasar.

Dalam perkembangannya, peraturan soal tender offer mengalami revisi kembali. Pekan lalu, 31 Mei 2011, Bapepam-LK merevisi peraturan tender offer sehingga peraturan tentang tender offer kini ada dua macam yakni tender offer yang sifatnya wajib dan tender offer yang sifatnya sukarela. Perubahan ini juga untuk menyempurnakan perlindungan kepada investor. (Tim BEI)
(//wdi)

Sabtu, 04 Juni 2011

Danamon Siap Layani Wealth Management Lagi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Danamon Tbk menegaskan pihaknya lolos dari suspensi Bank Indonesia (BI) terhadap layanan wealth management.

"Kemarin BI sudah kasih surat ke kita, dan katanya kita sudah bisa beroperasi lagi," demikian menurut Direktur Keuangan Bank Danamon, Vera Eve Liem, usai acara 'Bulan Kepedulian Lingkungan' di Taman Langsat Jakarta, Sabtu (4/6).

Bank Indonesia menghentikan pelayanan wealth management selama satu bulan sejak 2 Mei hingga 2 Juni terhadap 23 bank. Dalam kurun waktu tersebut BI melakukan seleksi terhadap bank yang diperbolehkan melakukan layatanan tersebut lagi.

Dalam kesempatan itu, Vera juga menjelaskan pihaknya masih terus berbenah untuk menghindari kesalahan dalam memberikan layanan wealth management, dan tidak semua cabang bisa memberikan layanan tersebut.

"Kita masih terus membenahi semua aturannya, untuk menerapkan Good Coorporate Governance (GCG) dan menjaganya. Selain itu juga gimana kita melakukan prinsip 'know your customer' itu dengan benar, dan bagaimana menjaga operational risk untuk mitigasi kesalahan, ya saya pikir ini berkelanjutanlah," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai sertifikasi yang harus dipenuhi bagi setiap karyawan yang menanangani layanan wealth management, menurutnya hal tersebut sudah seharusnya dilakukan oleh masing-masing bank. Hal ini, agar karyawan yang menangani layanan terebut mengerti benar risiko yang dihadapinya.

Mengenai kerugian selama suspensi selama satu bulan kemarin, Vera menegaskan Bank Danamon tidak terlalu mengalami kerugian yang berarti. "Ya ngga lah, itu kan untuk nasabah yang baru saja, tapi kalau untuk nasabah yang existing kan kita tetap bisa melayani," ungkapnya. [hid]