Jumat, 05 Agustus 2011

3 Mitra Strategis Tertarik Lirik Bakrie Tool Road

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Tiga calon mitra strategis tertarik untuk PT Bakrie Toll Road, anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebelum melakukan penawaran umum saham perdana Bakrie Toll Road paling lambat awal 2012.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib, Kamis (4/8) malam. "Sudah ada tiga calon mitra strategis yang tertarik dengan PT Bakrie Toll Road, ada lokal dan asing," ujar Hiramsyah.

Sebelumnya perseroan akan mencari mitra strategis untuk Bakrie Toll Road sebelum melepas saham ke publik. Hiramsyah menuturkan, PT Bakrie Toll Road akan melepas 20%-30% saham ke publik paling lambat pada awal kuartal pertama 2012. Tapi penawaran umum saham perdana ini tergantung dari kondisi pasar saham.

Menurut Investor Relation PT Bakrieland Development Tbk Nuzirman Nurdin, kontribusi PT Bakrie Toll Road masih sekitar 5%-7% terhadap total pendapatan perseroan. Saat ini, PT Bakrieland Development Tbk masih akan fokus untuk mengembangkan proyek residential. [cms]

Petinggi perusahaan mengundurkan diri, saham INCO rontok

Petinggi perusahaan mengundurkan diri, saham INCO rontok
JAKARTA. Harga saham PT International Nickel Ind. Tbk (INCO) melorot sebesar 6,13% ke level Rp 3.825 per saham pada pukul 11.30 WIB. Berdasarkan data Bloomberg, harga produsen nikel ini merupakan yang terendah 5 Mei 2010 lalu.

Anjloknya harga saham INCO ini terjadi setelah para petinggi perusahaan itu mengundurkan diri. Per Juni lalu, setidaknya enam orang petinggi di perusahaan ini mengundurkan diri.

Kabar terbaru, Presiden Direktur INCO Tony Wenas juga tengah mempersiapkan pengunduran dirinya. Seorang sumber KONTAN yang dekat dengan INCO bercerita, pria yang berma lengkap Clayton Allen Wenas ini sudah mengumumkan pengunduran diri di depan karyawan INCO di Sorowako, Sulawesi, Kamis (28/7) lalu.

Tony mengulang pernyataannya, Jumat (29/7), di depan karyawan di Jakarta. "Per September 2011 Tony sudah tidak memimpin INCO lagi," terang sang sumber.

Padahal Tony baru bergabung dengan INCO pada Maret 2010 lalu. Menurut kabar yang beredar, Tony memilih hengkang lantaran tidak nyaman dengan kondisi INCO. "Salah satunya karena adanya ketidakharmonisan dalam tubuh INCO," tutur sumber KONTAN tadi.

Sesi I Anjlok Paling Tajam di Asia, IHSG Terjun Bebas 212 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 212 poin akibat aksi jual masif. Banyak investor investor mengamankan portofolionya dalam menyikapi situasi global yang kini penuh risiko.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka langsung merosot tajam 134,502 poin (3,27%) ke level 3.987,584. Investor panik dan mengamankan portofolionya karena khawatir AS akan kembali masuk ke resesi.

Koreksi IHSG semakin lama semakin tajam, tidak tanggung-tanggung indeks sempat mendarat di level 3.904,569. Tekanan jual melanda seluruh saham yang ada di pasar modal.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/8/2011), IHSG terjun bebas 212,081 poin (5,15%) ke level 3.910,005. Sementara nilai Indeks LQ 45 ambruk 40,003 poin (5,48%) ke level 690,101.

Indeks sektoral di pasar modal rata-rata terkoreksi lebih dari 5% akibat aksi jual masif di seluruh saham tadi. Transaksi hari ini langsung melonjak cukup tinggi akibat aksi ambil untung.

Hanya dalam beberapa jam saja dana asing langsung mengalir keluar lantai bursa, nilainya hingga siang ini cukup sudah cukup besar. Beberapa saham terkena autoreject batas bawah karena koreksi yang cukup dalam.

Investor memilih keluar dari pasar modal dalam rangka mengantisipasi terjadinya krisis akibat AS yang diprediksi masuk ke masa resesi. Belum lagi ditambah krisis utang di Eropa yang belum tuntas sampai sekarang.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 109.282 kali pada volume 5,298 miliar lembar saham senilai Rp 4,822 triliun. Hanya 5 saham naik, sisanya 304 saham turun, dan 11 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih terpuruk di zona merah, namun pelemahannya masih belum apa-apa jika dibandingkan IHSG yang turun lebih dari 5%. Kekhawatiran akan AS kembali masuk ke masa resesi menghantui para investor.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 50,52 poin (1,88%) ke level 2.633,52.
  • Indeks Hang Seng terjun bebas 1.022,08 poin (4,67%) ke level 20.862,66.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 348,16 poin (3,60%) ke level 9.311,02.
  • Indeks Straits Times anjlok 101,19 poin (3,26%) ke level 3.005,82.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.700, Tempo Scan (TSPC) naik Rp 250 ke Rp 3.025, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 100 ke Rp 6.350, dan Sinarmas (SMMA) naik Rp 25 ke Rp 3.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 6.900 ke Rp 28.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.000 ke Rp 45.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.800 ke Rp 67.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.600 ke Rp 50.100.

(ang/qom)

ELTY tolak jadi pembeli siaga right issue BKSL

ELTY tolak jadi pembeli siaga right issue BKSL
JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyatakan tidak berminat jadi pembeli siaga atau mengambil jatah dalam penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) yang dilakukan PT Sentul City Tbk (BKSL).

"Kami sudah putuskan tidak akan ambil di saat mereka lakukan penerbitan itu," kata Sekretaris Perusahaan ELTY Nurziman Nurdin, Kamis (4/8).

Nurziman bilang, salah satu alasan manajemen ELTY memutuskan untuk tidak jadi pembeli siaga dalam hajatan right issue itu karena lahan yang akan diakuisisi BKSL menggunakan dana penerbitan saham baru itu tidak krusial. "Sebenarnya saat ini kita sudah merasa cukup dengan rencana Pemda Bogor yang akan membangun jalan tol melalui Sirkuit Sentul. Dengan adanya akses disana, bisa jadi pintu masuk ke Sentul Nirwana," ujarnya.

Sentul Nirwana merupakan lahan yang berada di Jonggol yang kepemilikannya dimiliki bersama oleh ELTY dan BKSL. Luas lahan tersebut mencapai 12.000 hektare.

Di sisi lain, dengan keputusan tidak ambil bagian dalam penerbitan saham baru BKSL, dipastikan kepemilikan ELTY di BKSL akan terdilusi. Namun, Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thalib menyebut, tidak masalah jika saham terdilusi, karena penerbitan saham hanya 10% dari saham yang disetor. "Jadi kalau terdilusi hanya sedikit. Saat ini kita punya sekitar 5,6% dan jika terdilusi tinggal 4,5% lah," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BKSL akan mengeluarkan 2,854 miliar saham baru seri C tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) di harga penawaran Rp 117 per saham. BKSL akan mendapat dana segar mencapai Rp 333,92 miliar. Sebagian besar dari perolehan dana tersebut yaitu sebesar Rp 276,81 miliar akan digunakan untuk akuisisi PT Aftanesia Raya. Adapun, Aftanesia akan menggunakan dana itu untuk melunasi utang kepada PT Biomedia Investment Ltd.

Sisanya, Rp 55,108 miliar akan digunakan perseroan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Sementara, Rp 2 miliar untuk membeli saham Aftanesia yang dipegang Ridwan Imam dan Irwansyah, sehingga BKSL menguasai 100% saham Aftanesia.

Harga saham-saham unggulan rontok

Harga saham-saham unggulan rontok
JAKARTA. Saham-saham unggulan di bursa lokal rontok. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) sudah anjlok sebesar 3,76% menjadi Rp 67.750 per saham pada pukul 10.54 WIB.

Harga saham ASII ini merupakan yang terendah sejak 13 Juli lalu. Harga saham produsen otomotif terbesar di Indonesia ini sempat mencatatkan nilai tertinggi 27 Juli lalu sebesar Rp 75.000 per saham.

Begitu juga dengan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Harga saham produsen batubara berkualitas tinggi ini sudah anjlok 5,59% menjadi Rp 45.600 per saham. Ini merupakan level terendah sejak 7 Juli lalu.

Sementara saham PT Gudang Garam TBk (GGRM) sudah turun sebesar 4,84%. Harga saham produsen rokok ini sudah turun ke level Rp 50.150 per saham.

Penurunan harga saham unggulan ini seiring dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hingga pukul 11.08 WIB, IHSG sudah anjlok 4,98%ke level 3.916,934.

Semua indeks sektoral memerah. Penurunan yang paling besar adalah indeks sektor pertanian yang turun 5,84%.

Rupiah terseret ke level terlemah lima pekan

Rupiah terseret ke level terlemah lima pekan
JAKARTA. Rupiah jatuh ke level terlemahnya dalam lima pekan terakhir. Mata uang Garuda ini tertekan karena kekhawatiran perlambatan pemulihan ekonomi di AS menekan sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai lebih dari 6% .

Mata uang Garuda melemah 0,6% ke Rp 8.557 per dollar AS, hingga pukul 10.47 di Jakarta. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp 8.599 per dollar AS, yang merupakan level terlemahnya sejak 30 Juni.

Nilai tukar rupiah ini terdepresiasi untuk hari kedua, seiring tertekannya pasar saham global karena sentimen negatif data industri dan belanja konsumen di AS. Laju produksi industri AS di bulan Juli merupakan yang paling lambat sejak Februari 2010. Sementara, belanja konsumen pada Juni tumbang untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun terakhir.

Hari ini, Badan Pusat Statistik merilis data produk domestik bruto Indonesia naik 6,49% pada kuartal kedua, dari bulan sebelumnya di 6,47%. Dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai US$ 66,5 juta, lebih besar dari yang mereka jual, kemarin.

Ekonom regional dari Barclays Capital Prakriti Sofat menyebut, pasar masih khawatir terhadap risiko melemahnya pertumbuhan global setelah indikator ekonomi AS melemah. "Sentimen eksternal jelas mendominasi pasar mata uang," ujarnya, hari ini, di Singapura.

Sentimen negatif global belum berpotensi hentikan reli harga SUN

JAKARTA. Reli harga obligasi pemerintah (Surat Utang Negara/SUN) terus berlanjut sejak akhir pekan kemarin. Pada Kamis (4/8), indeks IDMA Government Bond yang mencerminkan harga rata-rata SUN, meloncat ke posisi 105,02 atau naik 0,28% dari hari sebelumnya di 104,73.

Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing mengatakan, lonjakan harga obligasi karena optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 6,5%, lebih tinggi dibanding kuartal pertama yang naik 6,46%.

Bank Indonesia (BI) pun telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,8% di tahun ini, setelah naik 6,1% pada tahun lalu.

"Sentimen kekhawatiran perlambatan ekonomi AS yang juga ikut andil di penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), belum berpotensi menghentikan reli harga SUN," tuturnya, Jumat (5/8).

Data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) menunjukkan, harga Surat Berharga Negara (SBN) yang terlihat dari IBPA-IGB Clean Price Index pada penutupan kemarin (4/8) menguat ke level 123,7567, setelah pada pembukaan berada di level 123,3481.

Rata-rata semua yield SUN turun yang mengindikasikan resiko kepemilikan obligasi pemerintah terus berkurang dan menambah nilai surat utang tersebut. Sebut saja, yield seri FR0057 yang bertenor 30 tahun, kemarin ditutup di posisi 8,312% dari 8,517% di hari sebelumnya. Kemudian yield SUN seri FR0058 yang bertenor 21 tahun turun menjadi 8,034% kemarin, dari sebelumnya 8,039%

ELTY Temukan Pembeli Tanah Rasuna Episentrum

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengatakan, pihaknya telah mendapatkan pembeli untuk pengembangan luas lahan sekitar tiga hektar di Rasuna Episentrum senilai Rp500 miliar.

"Ada dua perusahaan dari satu grup yang membeli luas tiga hektar lahan di Rasuna Episentrum," ujar Investor Relations PT Bakrieland Development Tbk Nuzirman Nurdin, Kamis (4/8) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, nilai pembelian lahan seluas tiga hektar tersebut sekitar Rp500 miliar. Lahan seluas tiga hektar tersebut akan dibangun perkantoran. Saat ini luas land bank di Rasuna Episentrum sekitar 13 hektar. Nuzirman mengklaim, saat ini sudah banyak pihak yang tertarik untuk membeli lahan di Rasuna Episentrum. Land bank tersebut akan dibangun apartemen dan perkantoran.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib menuturkan, pihaknya menarik mitra strategis untuk menambah nilai proyek perseroan sehingga pasarnya semakin luas. Selain itu, pengembangan proyek pun semakin cepat dilakukan perseroan. [cms]

Panik Jual, IHSG Dibuka Anjlok 3,12% ke 3.993,09

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (5/8) ini, IHSG dibuka melemah 3,12% ke level 3.993,09.

Pelemahan indeks pagi ini mengikuti anjloknya Wall Street dan Bursa Asia menyusul kekhawatiran ekonomi global, yang menyebabkan investor juga mengalami panik jual pagi ini. Asing terpantau melakukan aksi jual dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp565,18 miliar.

Dow semalam ditutup turun 4,31%. Di Asia, Shanghai turun 1,78%, Hang Seng turun 4,14%, KLSE turun 1,28%, Nikkei turun 3,36%, STI turun 2,75%, dan Seoul turun 3,3%.

Sebanyak 172 saham tercatat turun pagi ini, sedang 88 saham yang naik, dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 4,38% ke level 698,09, sedang JII turun 3,9% ke level 544,85.

Volume perdagangan pagi sebanyak 5,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,06 triliun.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 4,82%, ITMG turun 5,79%, GGRM turun 4,17%, UNTR turun 5,13%, AALI turun 5,17%, dan PTBA turun 4,07%.

Bapepam masih kaji perpanjangan refloat saham BAEK

Bapepam masih kaji perpanjangan refloat saham BAEK
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang mengkaji permintaan HSBC Holdings Plc untuk memperpanjang masa pelepasan kembali saham ke publik (refloat) atas saham Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK). Adapun batas akhir kewajiban refloat HSBC adalah 21 Agustus 2011.

"HSBC minta perpanjangan enam bulan lagi, kami masih mengkajinya," ujar Gonthor Ryantori Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, Kamis (5/8).

Gonthor bilang, pihaknya harus melihat terlebih dahulu alasan yang bersangkutan, apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam aturan Bapepam-LK No IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang telah direvisi awal tahun ini, pemberian perpanjangan masa refloat dilakukan jika terjadi penurunan harga saham perusahaan yang diambil alih sehingga merugikan pemegang saham pengendali. Kondisi lainnya, jika pemegang saham pengendali telah melakukan refloat tetapi tidak ada pihak yang bersedia menyerapnya.

Gonthor mengatakan, pada April 2011 lalu, HSBC sudah menyampaikan dokumen permintaan perpanjangan waktu itu kepada Bapepam-LK. Mereka beralasan, minat investor terhadap saham Bank Ekonomi rendah sehingga tidak terserap pasar.

HSBC mengklaim, pihaknya akan mengalami kerugian signifikan jika memaksa menjual pada harga murah. Saat ini HSBC Holdings menguasai 2,64 miliar saham atau 98,94% saham Bank Ekonomi Raharja.

Sebanyak 10% saham Bank Ekonomi Raharja yang dimiliki oleh HSBC Holdings harus dilepas kepada publik. Pergerakan saham Bank Ekonomi Raharja memang kurang likuid karena porsi saham yang beredar di publik hanya 1,06% atau 28,18 juta saham.

Sebeliumnya, wasit pasar modal itu memberikan izin perpanjangan masa refloat kepada Malayan Banking Berhard (Maybank) atas saham Bank Internasional Indonesia (BNII). Sejatinya, masa refloat bank asal Malaysia ini berakhir November 2010 dan Bapepam-LK memberikan perpanjangan waktu selama enam bulan, sampai Juni 2011. Untuk kedua kalinya Maybank kembali mengajukan penundaan refloat selama enam bulan. Berarti batas waktu akan berakhir Desember 2011.

Maybank berkewajiban menggelar refloat setelah mengakuisisi 55,6% saham Bank International Indonesia pada Maret 2008 silam, dengan membeli dari anak usaha Temasek Holdings, Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd, serta bank asal Korea Selatan, yaitu Kookmin Bank.

Teseret kejatuhan bursa global, IHSG dibuka anjlok 5,02%

Teseret kejatuhan bursa global, IHSG dibuka anjlok 5,02%
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada perdagangan akhir pekan (5/8) ini. Indeks melorot tajam 5,02% ke posisi 3.916,073, pada pukul 09.37 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, tercatat belum ada saham yang naik. Sebanyak 246 saham terkoreksi, dan 7 saham lainnya masih stagnan.

Semua sektor bergerak di zona merah, dengan pelemahan terbesar terjadi pada sektor konstruksi yang anjlok 5,65%, dan sektor pertambangan yang jatuh 5,52%.

Saham pengisi top losers antara lain, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) yang turun 16,67% ke Rp 130, kemudian di peringkat kedua ada saham PT Star Pasific Tbk (LPLI) yang juga terpuruk 16% ke Rp 210, dan juga saham Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang turun 13,91% ke Rp 189.
Sementara ini, belum ada saham yang menempati posisi top gainers pagi ini.

Panik Jual, Bursa Asia Anjlok 3-4%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia turun 3 sampai 4 persen pada Jumat (5/8) setelah panik jual memicu kejatuhan Wall Street sejak krisis keuangan global, membuat investor menjauh dari pasar dan berebut kas dan obligasi pemerintah.

Hal-hal rumit adalah bahwa Jepang dan Swiss telah melakukan intervensi minggu ini untuk melemahkan mata uang mereka, yang dianggap paling aman di negara maju. Ini membuat investor untuk mencari tempat lain jika volatilitas pasar keuangan sangat besar.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, pasar mengukur pasar di Asia, turun 3,3 persen. Saham acuan Jepang Nikkei jatuh ke level terendah sejak gempa 11 Maret, terpukul oleh penurunan tajam di pasar AS karena kekhawatiran terhadap ekonomi global yang didominasi mood dan offset akibat dorongan dari intervensi mata uang Jepang dan pelonggaran moneter hari sebelumnya.

Indeks acuan Nikkei langsung terjun mendekati 9.300, di mana indeks melayang untuk beberapa waktu setelah turun mengikuti situasi saat gempa bulan Maret. Nikkei turun 3,8 persen ke 9.288,56 pada perdagangan pagi awal setelah terpukul ke level terndah intraday di 9.264,09 segera setelah pembukaan. Indeks Topix jatuh di bawah 800-an, untuk pertama kalinya sejak 17 Maret, turun 3,4 persen menjadi 798,33. Mitsubishi Heavy Industries turun 4,7 persen dan Hitachi kehilangan 4 persen dalam perdagangan pagi setelah sumber mengatakan pembicaraan antara kedua perusahaan untuk menggabungkan beberapa infrastruktur bisnis kemungkinan akan ditangguhkan.

Saham Seoul turun tajam karena kekhawatiran tentang ekonomi global memicu aksi jual, melanggar di bawah level psikologis 2.000 secara signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 3,4 persen menjadi 1.950,64. Indeks dibuka turun 4,03 persen. Konsumen bermain melawan tren penurunan dengan pandangan bahwa saham kebal terhadap downdraft ekonomi global.

Saham Australia tertarik kembali dari posisi terendah sebelumnya, tetapi masih 3,8 persen lebih rendah dalam perdagangan pagi karena kekhawatiran tentang penyebaran krisis utang Eropa dan melemahnya ekonomi AS melaju kerugian di seluruh papan. S & P / ASX 200 indeks turun 162,4 poin menjadi 4.114,1, setelah perdagangan awal terendah pada dua tahun di 4.097,5. Yang diikuti penurunan sebesar 1,3 persen pada Kamis, dengan total kerugian sekitar 7,7 persen selama seminggu. Bendahara Australia Wayne Swan mencoba untuk menenangkan ketakutan dengan mengatakan pasar lokal dalam pertumbuhan Asia-Pasifik kuat meskipun krisis utang Eropa, meskipun ia memperingatkan kawasan itu tidak kebal terhadap kekacauan.

Saham China dibuka 2,4 persen lebih rendah, setelah menjual di pasar global di tengah kekhawatiran ekonomi global. Shanghai Compositet turun di 2.620,3. Saham Hong Kong menembus level terendah untuk tahun ini karena kekhawatiran krisis memburuk di Eropa dan pertumbuhan ekonomi global mendorong investor membuang aset berisiko.

Indeks Hang Seng anjlok 4,8 persen pada 20.829,4, level terendah dalam sepuluh bulan.

Bapepam-LK evaluasi KPD Rp 54 triliun

Bapepam-LK evaluasi KPD Rp 54 triliun
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan mulai membenahi karut marut industri keuangan. Regulator tengah memeriksa 1.000 kontrak pengelolaan dana (KPD) beserta pihak-pihak terkait, mulai dari manajer investasi, wakil manajer investasi, bank kustodian, agen penjual, hingga wakil agen penjual reksadana.

"Kami sedang memeriksa 1.000 KPD senilai Rp 54 triliun," ujar Djoko Hendratto, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Kamis (4/8). Tapi dia tak bersedia menjabarkan indentitas pengelola KPD tersebut.

Pemeriksaan ini mengacu Peraturan Bapepam-LK Nomor V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Nasabah Secara Individual. Beleid ini terbit pada 16 April 2010. Regulator pasar modal itu memberikan jangka waktu hingga 16 April 2011 bagi MI untuk memenuhi aturan tersebut. Bapepam juga akan mengevaluasi 80 MI, 21 agen penjual reksadana (Aperd), 17 bank kustodian, 1.938 wakil manajer investasi (WMI), dan 12.105 wakil agen penjual reksadana (Waperd).

Djoko mengungkapkan, pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaku industri pengelolaan investasi itu sudah berlangsung sejak 2007. Dari hasil evaluasi itu, Bapepam mencabut izin para pelaku industri. Hingga Juli 2011, ada 38 MI, 17 WMI, 8 Aperd, dan 3.353 Waperd yang bermasalah. Sanksinya berupa pencabutan izin. Ada pula mereka yang mengembalikan lisensi.

Pada 2010, Bapepam membenahi produk KPD yang semula tidak diatur. Maka itu, terbitlah Peraturan Bapepam-LK Nomor V.G.6 tersebut.
Kala itu, Bapepam mengevaluasi 750 KPD senilai Rp 48 triliun. Salah satu KPD yang bermasalah melibatkan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang dikelola tiga MI, yaitu Jakarta Investment, Reliance Asset Management, dan Harvestindo Asset Management.

Ketiga MI tidak melaporkan bahwa mereka mengelola KPD milik Askrindo. Belakangan, kisruh KPD senilai kurang dari Rp 500 miliar itu masuk ranah hukum.

Saham CPIN Masih Kokoh Melaju ke Rp3.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham CPIN, diperkirakan menguat Jumat (5/8) ini. Tren kenaikan saham sektor konsumsi, murahnya valuasi dan kokohnya fundamental menjadi katalisnya. Rekomendasi buy on support.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, saham-saham sektor konsumsi seperti PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) masih menarik akhir pekan ini karena potensial melanjutkan kenaikannya. Sebab, sektor ini menguat 2,15% kemarin.
Apalagi, lanjutnya, tren bullish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) masih terjaga, karena ditutup di atas 4.100 kemarin di level Rp4.122 setelah mencapai level terlemahnya 4.095. “Saham yang paling menarik akhir pekan ini adalah CPIN dengan target mendekati Rp3.000 sebagai level resistance –nya. Sedangkan level support di angka Rp2.750,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (4/8).
Pada perdagangan Kamis (4/8), saham CPIN ditutup menguat Rp100 (3,63%) ke level Rp2.850 dari posisi sebelumnya Rp2.750. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.875 dan terendah Rp2.750. Volume transaksi mencapai 49,9 juta unit saham senilai Rp140,4 miliar dan frekuensi 3.278 kali.
Potensi penguatan CPIN pun, lanjut Cece, mendapat dukungan dari sisi valuasi dan fundamental emiten. Menurutnya, saham ini lebih murah dibandingkan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA). Price to Earnings Ratio (PER) CPIN masih di angka 18 kali dibandingkan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di level 19-20 kali.
Dari fundamental pun, ditegaskan Cece, saham CPIN sangat positif. Emiten ini berhasil mencetak laba bersih Rp1,256 triliun untuk semester I/2011. Laba bersih perseoran tersebut naik 33,20% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp943 miliar. Kenaikan laba bersih ditopang kenaikan penjualan 26,27% menjadi Rp8,781 triliun.
Hanya saja, Cece mengingatkan, pelaku pasar hari ini tetap harus melihat pergerakan bursa regional. Sebab, pasar secara umum masih fokus pada krisis di Italia dan Spanyol di mana yield obligasinya terus merangkak naik dari hari ke hari mendekati 7%.
Di sisi lain, lanjutnya, pasar juga akan mencermati data non-farm payroll AS yang akan dirilsi Jumat (5/7) ini. Apalagi, dalam dua hari terakhir, asing benar-benar merealisasikan keuntungan. Sebelumnya Rp500-an miliar dan kemarin Rp565 miliar. “Itu juga harus menjadi perhatian pasar. Tapi, rupiah masih kokoh di level 8.495 per dolar AS,” ucapnya.
Karena itu, jika bursa regional menguat, saham CPIN dipastikan bakal naik. Artinya, untuk memastikan kenaikan saham ini harus melihat terlebih dahulu bagaimana situasi market. Tapi, kelihatan, investor asing kembali melakukan pembelian di saham ini. “Saya rekomendasikan buy on support untuk CPIN. Tapi, jika tembus level resistance-nya, beli saja di harga pasar, follow the market,” imbuh Cece. [mdr]

Direksi INCO rame-rame mundur

Direksi INCO  rame-rame mundur
JAKARTA. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) bak bahtera yang sedang limbung. Beberapa pejabat yang memegang posisi penting di perusahaan tambang ini mengundurkan diri.

Hingga Juni lalu, setidaknya enam orang petinggi di perusahaan ini mengundurkan diri. Kabar terbaru, Presiden Direktur INCO Tony Wenas juga tengah mempersiapkan pengunduran dirinya.

Seorang sumber KONTAN yang dekat dengan INCO bercerita, pria yang berma lengkap Clayton Allen Wenas ini sudah mengumumkan pengunduran diri di depan karyawan INCO di Sorowako, Sulawesi, Kamis (28/7) lalu.

Tony mengulang pernyataannya, Jumat (29/7), di depan karyawan di Jakarta. "Per September 2011 Tony sudah tidak memimpin INCO lagi," terang sang sumber.

Padahal Tony baru bergabung dengan INCO pada Maret 2010 lalu. Menurut kabar yang beredar, Tony memilih hengkang lantaran tidak nyaman dengan kondisi INCO. "Salah satunya karena adanya ketidakharmonisan dalam tubuh INCO," tutur sumber KONTAN tadi.

Tony sendiri menolak mengomentari kabar pengunduran dirinya. Ia hanya mengatakan saat ini masih menjabat sebagai CEO di anak usaha Vale Ltd tersebut. "Penggantian direksi merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham," kata dia kepada KONTAN, Kamis (4/8).

Sejatinya, INCO memiliki agenda penting saat ini, yaitu mempertahankan tambangnya di Sulawesi. Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu sempat meminta INCO angkat kaki dari wilayah tersebut.

Sebelum ini Tony menegaskan INCO tidak akan melepas wilayah tambangnya. "Tahun ini atau tahun depan kami tidak akan lepas konsesi tambang kami," tegas dia.

Selain Tony, di awal tahun Chief Operating Officer INCO Ciho D. Bangun telah mengundurkan diri. Lalu di April Sekretaris Perusahaan INCO Indra Ginting juga hengkang.

Setelah itu beberapa pejabat juga ikut mundur, termasuk Direktur Mining INCO Harry Asmar. Terakhir, Juni lalu Direktur Media dan Komunikasi INCO Jannus T.H. Siahaan juga ikut mundur.

Meski manajemen INCO tengah goyang, analis menilai kinerja INCO tidak akan terlalu terganggu. "Tapi sentimen ini bisa mempengaruhi pergerakan saham, koreksinya mungkin dalam," tutur Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia.

Harga saham INCO memang terus melandai. Pada penutupan Kamis (4/8), INCO menyentuh harga terendahnya di tahun ini, Rp 4.075 per saham. Jika diukur dari harga tertingginya, Rp 5.150 per saham pada 7 Maret lalu, harga INCO sudah melorot 20,87%.

DAVO Tawarkan Saham ke Investor Besar

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) disebut-sebut pelaku pasar tengah menawarkan saham ke perusahaan makanan terbesar dunia.

Hal ini terkait rencana Nestle yang akan membangun pabrik dan kebun cokelat di Indonesia. Kabar ini disebut-sebut akan dimanfaatkan bandar untuk mengkerek DAVO hingga ke level Rp200 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin, saham DAVO ditutup turun Rp1 ke level Rp71.

Saham MTDL Berpeluang Menuju Rp500

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berpeluang untuk terangkat ke level Rp300-500 dalam waktu dekat.

Dari berita beberapa pelaku pasar, perusahaan mesin pencari dari AS sedang mengincar saham perseroan untuk membangun bisnisnya di Indonesia. Selain itu, kabarnya perseroan bakal mengakuisisi perusahaan untuk mendongkrak kinerja keuangan.

Pada perdagangan kemarin, sahanm MTDL ditutup naik Rp1 ke level Rp127.

Bursa saham Asia-Pasifik terbakar, dari Jepang sampai Australia membara

Bursa saham Asia-Pasifik terbakar, dari Jepang sampai Australia membara
JAKARTA. Ibarat wabah, kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bersumber dari Amerika Serikat (AS) menyebar dengan cepat ke kawasan Asia Pasifik pagi ini. Menyusul bursa Jepang yang telah anjlok pagi tadi, bursa-bursa saham di kawasan Asia Pasifik juga berguguran.

Beberapa saat setelah dibuka, indeks S&P/ASX 200 di Australia telah turun 4,26% menjadi 2.094,20. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga anjlok 4,69% menjadi 2.0861,66. Sementara, Kospi, indikator bursa saham Korea Selatan, merosot 3,74% menjadi 1.942,96.

Di Singapura, indeks FTSE Straits Times juga turun 3% lebih menjadi 3.012,61. Sementara, indeks FTSE Bursa Malaysia turun 1,61% menjadi 1.521,92.

Hingga berita ini ditulis belum terlihat tanda-tanda aksi jual investor akan berhenti.

Universal: Koreksi IHSG maksimal 30% dari posisi terakhir

Universal: Koreksi IHSG maksimal 30% dari posisi terakhir
JAKARTA. Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan sulit bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan pada tren naiknya, setelah Dow Jones Industrial terkoreksi tajam.

Namun, menurutnya, yang terpenting adalah koreksi ini sepertinya hanya jangka pendek (maksimal dua pekan sampai dua bulan), dengan level koreksi yang sehat, tidak melebihi 30% dari posisi IHSG terakhir. Satrio juga optimis, arah IHSG tahun depan masih tetap di level 5.000.

Satrio bilang, bagi trader, positioning sebaiknya baru mulai dilakukan ketika indeks sudah mencapai kisaran target jangka pendek di 3.890 - 4.000.

Saham yang menarik untuk jangka panjang tetap saja berkutat di antara kelompok otomotif dan alat berat, seperti ASII, UNTR, HEXA, dan INTA. Lalu, sektor perbankan seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA. Sementara, saham sektor konsumsi yaitu GGRM, UNVR, MAPI, dan GJTL, serta, pakan ternak seperti CPIN dan JPFA.

"Perhatikan support kuat dari saham-saham tersebut berupa retracement 50%-nya," saran Satrio.

Waspadalah, Nikkei 225 sudah anjlok 3,6%

Waspadalah, Nikkei 225 sudah anjlok 3,6%
JAKARTA. Para investor di bursa saham di dalam negeri harus bersiap menyaksikan gejolak IHSG hari ini. Pasalnya, mengekor bursa Amerika Serikat (AS) yang babak-belur semalam, pagi ini, bursa-bursa saham di kawasan Asia Pasifik juga berguguran.

Pada pukul 10.31 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 telah longsor 3,6% ke angka 9.311,10. Ini artinya, Nikkei telah meninggalkan angka keramat 9.500 dan berada di titik terendah sejak Juni 2011.

Saham Sang Primadona Kian Tertekan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Seiring pemotongan anggaran dan kenaikan pagu utang Amerika, harga sejumlah komoditi langsung ikut tergelincir. Lihat saja harga harga kapas, nikel dan minyak mentah yang selama enam hari terakhir terus melorot.
Rabu (3/8) kemarin, The Standard & Poor’s GSCI Indeks mencatat 24 bahan baku turun 0,3% hingga menjadi 681,88. Penurunan harga ini membuat emiten berbasis komoditi terpaksa mengoreksi target penjualannya yang telah ditetapkan di awal tahun.
Situasi yang benar-benar tidak bersahabat, apalagi sebagian kalangan percaya resesi akan kembali datang. Tapi bukan berarti peluang meraih untung di lantai bursa tertutup sama sekali.Sejumlah analis yakin, isu negatif ini akan membuat saham komoditi semakin tertekan. Terutama untuk saham emiten berbasis logam. Solanya, selama semester I-2011, 12 emiten logan yang saat ini tercatat di Bursa Efek Jakarta mengalami penurunan laba bersih 68,59%.
Seorang analis dari Kresna Securities menuturkan, penurunan harga di pasar internasional menunjukan bahwa komoditi tambang dan perkebunan sudah mencapai puncaknya. Selama ini, akibat melonjaknya harga komoditi, hampir semua investor berkonsentrasi di saham komoditi.
Nah, ketika harganya turun, banyak investor yang bingung. Oleh sebab itu, ia menyarankan investor untuk mengalihkan portfolionya ke sektor lain. Misalnya sektor ritel yang sebentar lagi bakal ketiban rezeki perayaan Idul Fitri. Saham Matahari Putra Prima (MPPA) boleh dijadikan pilihan.
Jangan lupakan saham telekomunikasi, yang biasanya pendapatannya naik setiap menjelang Lebaran. Saham perbankan termasuk yang disarankan para analis untuk dikoleksi, mengingat kinerjanya selama semester I cukup menjanjikan. Begitu juga dengan emas yang harganya terus meroket. [mdr]

Gunawan Steel Memperluas Lahan Pabrik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) berencana memperluas lahan pabrik dan menambah peralatan untuk proses pembuatan hot rolled steel plate.
Mulanya rencana tersebut akan dilaksanakan pada awal bulan ini, berbarengan dengan bulan Ramadhan. Namun, diundur dua pekan oleh perusahaan karena proses produksi untuk memenuhi kebutuhan sebelumnya masih berjalan.
Rencana perluasan pabrik akan berjalan pada pertengahan bulan ini. Dengan selesainya perluasan lahan pabrik dan penambahan peralatan pabrik, maka ke depannya, GDST dapat menambah kapasitas produksi sebesar 60-80%.
Kabar yang beredar di pasar mengatakan, sejumlah investor akan mengangkat GDST ke level Rp 300.
Pada perdagangan Kamis (4/8) kemarin, saham GDST ditutup di area hijau atau naik 11 poin (6,47%) ke level Rp181. Volume transaksi tercatat sebesar 112.37 juta lembar, senilai Rp20,55 miliar. [ast]

Indosurya: Cermati saham ULTJ, MYOR, INDS, dan GJTL

Indosurya: Cermati saham ULTJ, MYOR, INDS, dan GJTL
JAKARTA. Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM) mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi sebelumnya, belum begitu kuat mempertahankan IHSG di area positif. Apalagi semalam bursa saham global masih terkoreksi.

Reza memperkirakan, pada perdagangan Jumat (5/8), IHSG akan berada pada support 4.063 - 4.092, dengan resistance di 4.154 - 4.187.

Menurutnya, secara teknikal, IHSG kembali membentuk candle negatif berupa spinning tops. Indeks juga telah membentuk candle negatif selama tiga hari berturut-turut atau membentuk pola three black crows. Candle kian mendekati middle bollinger bands. MACD masih membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. Sementara RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak turun dan menembus area overbought (jenuh beli).

Reza bilang, bagi investor yang berorientasi jangka panjang masih bisa hold untuk saham-saham pilihan yang memiliki fundamental baik. "Cermati saham ULTJ, MYOR, INDS, dan GJTL," sarannya.

Saham sektor barang konsumsi & aneka industri prospektif di semester II

Saham sektor barang konsumsi & aneka industri prospektif di semester II
JAKARTA. Saham-saham di sektor barang konsumsi dan aneka industri diprediksi bakal bersinar terang di semester II-2011. Hal itu merujuk pada menterengnya kinerja laporan keuangan emiten-emiten dua sektor itu pada 6 bulan pertama tahun ini.

Managing Director Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menuturkan, pertumbuhan sektor aneka industri terutama terjadi pada subsektor otomotif & komponennya dan tekstil dan garmen. Pertumbuhan dua sektor ini, secara nasional memang cukup signifikan sehingga mengatrol kinerja laporan keuangan para emiten. "Ini bakal menjadi modal yang dapat memperkuat saham-saham mereka di semester II 2011," ujar Reza kepada KONTAN, Kamis (4/8).

Untuk subsektor otomotif dan komponennya, Reza menilai setidaknya ada 4 (empat) saham yang punya prospek bagus, yaitu PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Astra Otopart Tbk (AUTO), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). Keempat saham ini punya sisi fundamental yang kokoh terlihat dari kinerja laporan keuangannya.

ASII misalnya, sepanjang semester I-2011, membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 76,26 triliun. Padahal, pada periode sama tahun 2010, pendapatan bersih ASII baru mencapai Rp 61,51 triliun. Laba bersih emiten ini juga tercatat Rp 8,59 triliun, naik 33% dibandingkan semester I-2010. Kinerja IMAS juga cukup memuaskan, terbukti dari pendapatan bersihnya yang meningkat 40% menjadi Rp 6,93 triliun. Laba bersih emiten ini juga melonjak 72,32% menjadi Rp 412,21 miliar.

Sementara itu, saham-saham subsektor tekstil dan garmen juga cukup prospektif. Hal ini didasarkan pada aspek teknikal saham-saham itu sepanjang semester I kemarin. Reza bilang, pergerakan saham-saham seperti PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) dan PT Asia Facific Fiber Tbk (POLY) cukup atraktif. Imbasnya, saham-saham ini bisa memberikan return lumayan jika ditahan selama 6-7 bulan.

Saham-saham sektor barang konsumsi juga bakal bersinar terang. Pasalnya, pertumbuhan konsumsi masyarakat Indonesia kian meningkat seiring tumbuhnya perekonomian nasional. Reza menilai, prospek saham barang konsumsi yang paling bagus adalah saham makanan & minuman dan rokok. Di kelompok makanan & minuman, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) patut menjadi perhatian lebih. "Fundamental dan teknikal-nya cukup bagus," jelas Reza.

Di kelompok rokok, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ditaksir punya prospek yang paling bagus. Sepanjang semester I kemarin, pergerakan saham GGRM terbilang atraktif. Reza menduga, kondisi itu disebabkan sentimen positif para investor terhadap industri rokok nasional. Para investor melihat konsumsi rokok masyarakat terus meningkat. Hal ini secara langsung dapat mengerek kinerja emiten rokok.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menambahkan, selain dua sektor itu, saham-saham di sektor industri alat berat juga cukup prospektif. Pasalnya, kinerja laporan keuangan para emiten di sektor ini lumayan bagus seiring pertumbuhan industri pertambangan dan perkebunan.

Satrio menilai, saham PT United Tractor Tbk (UNTR) merupakan salah satu yang direkomendasikan. Pada semester I lalu, emiten ini meraup pendapatan bersih sebesar Rp 25,618 triliun. Padahal, pada periode sama tahun lalu, pendapatan UNTR masih sebesar Rp 18,08 triliun. Laba perseroan juga melonjak sekitar 34,35% menjadi Rp 2,538 triliun dari Rp 1,889 triliun pada semester I tahun lalu.

Sektor ritel juga ditaksir menyuguhkan prospek yang bagus. Kinerja beberapa emiten seperti PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) terbilang memuaskan meski dibayang-bayangi inflasi tinggi. Pada semester I-2011, MAPI berhasil mengatrol penjualan bersih sebesar 23,8% menjadi Rp 2,65 triliun. Laba bersih MAPI juga tumbuh 57% menjadi Rp 157 miliar. Hal itu didukung oleh aspek teknikal saham MAPI sepanjang semester I kemarin. Pergerakan saham ini sangat atraktif sehingga terus mengerek harganya. "Saham MAPI berpotensi menjadi blue-chip baru," kata Satrio.

Namun, tidak semua saham punya prospek bagus di semester II nanti. Satrio bilang, saham-saham di sektor industri semen justru kurang direkomendasikan. Ini disebabkan oleh masih fluktuatifnya harga minyak bumi. Saat harga minyak tinggi, beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional ikut membengkak. Dalam kondisi itu, pemerintah punya kecenderungan untuk mengurangi pembangunan infrastruktur karena anggarannya tersedot untuk subsidi BBM. "Ini secara langsung bisa berimbas pada kinerja emiten semen," jelas Satrio.

Bursa Regional Berjatuhan, IHSG Terancam

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melemah 14 poin karena tekanan pelemahan bursa-bursa regional. Dana asing kembali mengalir keluar lantai bursa sebanyak Rp 500 miliar.

Pada perdagangan, Kamis (4/8/2011), IHSG terpangkas 14,421 poin (0,35%) ke level 4.122,086. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,640 poin (0,37%) ke level 730,104.

Jatuhnya bursa Wall Street akan menjadi sentimen negatif pada pergerakan IHSG di akhir pekan ini. Investor akan melepas sejenak saham-saham mengikuti trend global. Pada perdagangan Jumat (5/8/2011), IHSG diprediksi melemah mengikuti irama global.

Sentimen negatif datang dari bursa Wall Street yang dilanda aksi jual hebat, terburuk sejak pertengahan krisis di awal era 2009. Investor melakukan koreksi besar karena khawatir AS akan kembali masuk ke resesi.

Pada perdagangan Kamis (4/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot hingga 512,46 poin (4,31%) ke level 11.383,98. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 60,21 poin (4,78%) ke level 1.200,13 dan Nasdaq merosot 136,68 (5,08%) ke level 2.556,39.

Bursa-bursa Asia Pasifik langsung ikut merosot. Berikut pergerakan bursa Asia Pasifik pada Jumat pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 merosot 395,09 poin (4,09%) ke level 9.264,09.
  • Indeks KOSPI merosot 81,30 poin (4%) ke level 1.937,17.
  • Indeks S&P/ASX 200 merosot 174 poin (4%) ke level 4.102.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 14 point (-0.35%) ke level 4,122.09 masih karena dampak sentiment negatif dari bursa global ditambah dengan aksi profit taking dari sejumlah investor asing. Hampir seluruh sektor kemarin mengalami penurunan kecuali consumer (+2.15%) dan manufacture (+0.69%) dengan total transaksi sebesar 13 juta lot atau setara dengan Rp 6.8 triliun.

Tercatat sebanyak 84 saham mengalami penguatan, 161 saham mengalami penurunan, 79 saham tidak mengalami perubahan dan 129 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi penahan turunnya indeks kemarin a.l. UNVR, TLKM, GGRM, ICBP dan CPIN sementara yang menjadi pemberat terbesar bursa kemarin a.l. PGAS, BBRI, UNTR, ASII dan BBCA. Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp554 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah PGAS, ASII, UNTR BMRI dan BBNI..

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (4/8) IHSG break dari support uptrend channelnya, sementara dari pergerakan indikator tampak MACD membentuk deathcross. Pada perdagangan hari ini (5/8), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 4082-4145 dengan kecenderungan bergerak terkoreksi terbatas. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. MAPI, MYOR, dan AALI.

(qom/qom)

Sinyal perlambatan ekonomi AS picu minyak koreksi terbesar dalam tiga pekan

Sinyal perlambatan ekonomi AS picu minyak koreksi terbesar dalam tiga pekan
MELBOURNE. Minyak mentah tumbang di New York, menuju pelemahan mingguan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Koreksi terjadi lantaran investor berspekulasi sinyal perlambatan ekonomi di AS akan menggoyahkan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia itu.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman September turun 50 sen ke US$ 86,13 per barel, di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di posisi US$ 86,35 per barel, pada pukul 9.11 waktu Sydney. Kontrak yang sama kemarin anjlok US$ 5,30 ke US$ 86,63 per barel. Pada pekan ini, harganya sudah melemah 9,8%. Bahkan, minyak sudah tertekan 5,5% dalam tahun ini.

Sementara, minyak Brent untuk penyelesaian September jatuh US$ 5,98 atau 5,3% ke posisi US$ 107,25 di ICE Futures Europe, London, kemarin.

Reli harga minyak di tahun ini terhapus setelah AS merilis data klaim pengangguran dan penurunan kepercayaan konsumen ke level terendah lebih dari dua bulan. Kemarin, Departemen Tenaga Kerja menyebut klaim pengangguran hanya turun 1.000 menjadi 400.000, pada pekan yang berakhir 30 Juli. Sementara, indeks The Bloomberg Consumer Comfort minus 47,6 dalam sepekan yang berakhir 31 Juli, dari minus 46,8 pada periode sebelumnya. Itu yang terendah sejak Mei.

Adapun, hari ini, Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data pengangguran yang diprediksi bakal menunjukkan AS gagal menciptakan lapangan kerja yang cukup selama Juli untuk mengurangi pengangguran. Survei Bloomberg memprediksi tingkat pengangguran bakal bertahan di level 9,2%, setelah naik dalam tiga bulan terakhir.

Kepala ekonom energi dari Deutsche Bank AG Adam Sieminski menyebut, yang terlihat saat ini kekhawatiran terhadap permintaan yang disebabkan oleh kondisi perekonomian. "Pertumbuhan ekonomi mungkin melambat, dan perlambatan itu akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan permintaan minyak," ujarnya, di Washington, hari ini.

Pada 3 Agustus lalu, data Departemen Energi AS menunjukkan stok minyak mentah AS naik sebesar 950.000 barel menjadi 354,9 juta barel, dalam sepekan yang berakhir 29 Juli.

Bakrieland Belum Merasa Ada Bubble Properti

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menilai, saat ini bubble properti belum terjadi.

Hal ini dikarenakan rasio pdb dengan kredit KPR masih rendah di Indonesia yang masih sekitar 3,5%. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib, Kamis (4/8) malam. "Bank Indonesia menganggap ada kekhawatiran bubble, tapi menurut saya masih jauh. Hal ini dilihat dari rasio PDB kita dengan kredit KPR. Saat ini Indonesia masih 3,5% sementara Amerika Serikat ketika terjadi krisis subprime mortgage tahun 2008 hampir 80% dan singapura hampir 30%, jadi ruang properti masih besar," ujar Hiramsyah.

Lebih lanjut ia mengatakan, properti belum menunjukkan bubble juga dapat dilihat dari developer semakin selektif dan perbankan memberikan kredit konservatid." Sekarang makin konservatif di mana bank beri kredit konservatif, yang beli juga konersevatif, dan developer juga makin selektif karena developer yang sekarang adalah lolos dari krisis 1998 dan properti masih akan bagus dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan," tambah Hiramsyah.

Hiramsyah menilai, sektor properti akan terus menarik dan mencapai booming pada 2014. Hal ini didukung dari dampak bisnis menyambut pemilu pada 2014. Masyarakat yang memiliki dana lebih dari hasil bisnis pemilu akan berinvestasi. Emas dan properti pun menjadi pilihan."Setelah mendapat limpahan dana dari hasil pemilu, masyarakat Indonesia kemungkinan akan menempatkan dana investasi di emas dan properti karena masih jarang yang menanamkan investasi di saham jadi properti masih akan baik ke depan," kata Hiramsyah. [cms]

Inilah Saham-saham Jagoan Sektor Konsumsi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham-saham di sektor konsumsi, dinilai paling menarik akhir pekan ini. Sebab, semuanya masih menyisakan potential upside-nya. Apalagi, IHSG kemarin masih ditutup di atas 4.100.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, saham-saham di sektor konsumsi masih menarik akhir pekan ini. Cece menyebutkan saham PT Gudang Garam (GGRM), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).
Sebab, lanjut Cece, tren bullish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) masih terjaga, karena ditutup di atas 4.100 kemarin di level Rp4.122 setelah mencapai level terlemahnya 4.095. “Yang paling menarik akhir pekan ini adalah CPIN dengan target mendekati Rp3.000 sebagai level resistance-nya. Sedangkan level support di angka Rp2.750,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (4/8).
Tapi, selain CPIN pun masih cukup menarik seperti UNVR dengan target Rp18.300, GGRM dengan target Rp55.500 dan INDF dengan target Rp6.900-7.000.
Hanya saja, lanjut Cece, pelaku pasar hari ini tetap harus melihat pergerakan bursa regional. Sebab, pasar secara umum masih fokus pada krisis di Italia dan Spanyol yang yield obligasinya terus merangkak naik dari hari ke hari mendekati 7%.
Di sisi lain, pasar juga akan mencermati data non-farm payroll AS yang akan dirilis Jumat (5/7) ini. Apalagi, dalam dua hari terakhir, asing benar-benar merealisasikan keuntungan. Sebelumnya Rp500-an miliar dan kemarin Rp565 miliar. Itu juga harus jadi perhatian pasar. Tapi, rupiah masih kokoh di level 8.495 per dolar AS.
Selain sektor konsumsi, Cece merekomendasikan positif saham PT Telkom (TLKM) yang memprogramkan buy back saham dengan target harga TLKM di level Rp8.000. “Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut. Tapi, jika tembus level resistance-nya, beli saja di harga pasar, follow the market Saham-saham secondliner pun bisa dimainkan hari ini,” imbuhnya.
Asal Anda tahu saja, pada perdagangan Kamis (4/8) saham GGRM menguat Rp700 (1,34%) ke level Rp52.700; CPIN naik Rp100 (3,63%) ke angka Rp2.850; UNVR menguat Rp900 (5,59%) ke level Rp17.000; INDF naik Rp50 (0,77%) ke level Rp6.500; dan ICBP menguat Rp150 (2,60%) ke angka Rp5.900. Sedangkan TLKM menguat Rp250 (3,31%) ke level Rp7.800. [mdr]

Aksi Jual Seret Wall Street ke Zona Merah

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Kamis (3/8). Aksi jual yang dilakukan investor membuat indeks saham melemah.

Indeks Dow dan S&P mengalami volatilistas lebih dari 4% pada perdagangan saham Kamis (4/8). Indeks Nasdaq turun 5% karena ketakutan Amerika Serikat akan mengalami resesi ekonomi lain dan masalah utang Eropa semakin membesar. Yield surat utang dua tahun turun ke level terendah. Investor mencari aman untuk surat utang pemerintah dalam jangka pendek.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan lebih dari 10% sejak 29 April. Sekitar 14 miliar saham diperdagangkan.

Data ekonomi Amerika Serikat mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada semester pertama. Krisis utang Eropa pun makin luas ke Spanyol dan Itali. "Masalah utang Eropa khususnya yield obligasi pemerintah Itali dan Spanyol mempengaruhi investor di bursa saham," ujar Managing Director Wedbush Morgan Stephen Massocca.

Indeks Dow Jones turun 512,46 poin atau 4,31% ke level 11.383,98. Indeks S&P 500 turun 60,21 poin atau 4,78% ke level 1.200,13. Indeks Nasdaq turun 136,68 poin atau 5,08% ke level 2.556,39.

Sekitar 13,92 miliar saham diperdagangkan di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq dibandingkan rata-rata harian di atas 7,48 miliar saham.

Saham Bank of America turun 7,4% ke level US$8,83. Citigroup turun 6,6% ke level US$34,81. Saham Hewlett-Packard turun 5,1% ke level US$32,54. Indeks S&P energi turun 6,8% dan material turun lebih dari 6,6%. US crude futures turun US$5,30 ke level US$86,63. Indeks CBOE volatility naik 35,4% ke 31,66.

Selain itu, bank sentral Eropa juga memberi sinyal akan membeli obligasi pemerintah merespon krisis utang Eropa semakin dalam. [cms]

GDP RI Tepis Sentimen Eropa & AS

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (5/8) diprediksi menguat terbatas. Positifnya ekspektasi atas pertumbuhan RI yang dirilis hari ini jadi katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah akhir pekan ini karena Badan Pusat Satistik (BPS) akan merilis Produk Domestik Bruto (PDB) hari ini. Menurutnya, PDB akan memberikan sentimen positif di tengah ketidakpastian sentimen global.

Berdasarkan survei Reuters, GDP Indonesia tidak mengalami perubahan di level 6,5% (year on year) tapi berdasarkan survei Dow Jones mengalami penurunan ke level 6,47% untuk kuartal kedua 2011. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.480-8.505 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurut Firman, selama pertumbuhan Indonesia masih cukup tinggi, seharusnya jadi sentimen positif bagi rupiah untuk jangka panjang. Tapi, ditegaskan, jika Jumat (5/8) ini dirilis lebih rendah dari ekspektasi, kemungkinan profit taking akan terus melanda rupiah. "Terget pelemahan rupiah berikutnya ke level 8.510-8.530," imbuhnya.

Tapi, kalaupun PDB RI ditilis sesuai ekspektasi, tidak begitu signifikan pengarunya bagi rupiah. Sebab, pelemahan rupiah mungkin akan terjadi di awal sesi mengingat semalam, pasar kembali cemas dengan kondisi di Eropa seiring keengganan European Central Bank (ECB) memberikan stimulus lebih lanjut dan tidak menaikan suku bunga acuannya dari level saat ini 1,5%.

Di sisi lain, lanjutnya, investor ingin melihat data non-farm payroll untuk Juli 2011 yang akan dirilis nanti malam. Pasar ingin melihat pemulihan lebih lanjut AS. "Angkanya diperkirakan naik jadi 85 ribu dari sebelumnya 18 ribu," imbuhnya.

Kondisi itu, lanjut Firman, menjadi sentimen positif bagi dolar AS untuk jangka pendek tapi tidak akan signifikan mengubah arah dolar AS dalam jangka panjang. Sebab, penambahan non-farm payroll di bawah 100 ribu, juga tidak signifikan. "Data ini mungkin akan jadi acuan untuk pertemuan The Fed pada Selasa (9/8) pekan depan," ucap Firman.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (4/8) ditutup melemah 20 poin (0,23%) ke level 8.495/8.503 per dolar AS.

DEWA masih Bisa Raih Margin Laba Bersih 2%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Semester I 2011, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masih berhasil mengalami kenaikan margin laba bersih 2% menjadi US$2,67 juta.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. Jika dibandingkan kuartal I 2011 dan semester I 2011, laba bersih perseroan mengalami penurunan sebesar 65% dari US$7,76 juta menjadi US$2,7 juta.
Hal ini dikarenakan peningkatan beban usaha. Persentase beban usaha terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 80% pada 1Q11 menjadi 93% pada semester I 2011.

Pada semester I tahun ini, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$2,67 juta. Pada periode yang sama tahun lalu perseroan membukukan rugi bersih sebesar US$3,247 juta. Kinerja ini didorong pendapatan yang meningkat 41,78%. Pendapatan perseroan pada semester I tahun ini sebesar US$147,62 juta sedangkan semester I 2010 senilai US$104,12 juta.

Meskipun beban usaha perseroan meningkat, perseroan masih membukukan Margin laba kotor perusahaan yang positif sebesar 7%. Sedangkan pada semester I 2011, margin laba bersih perusahaan sebesar 2%. Perseroan tahun ini merencanakan pertumbuhan laba sebesar 30% dan pendapatan sebesar 20% disbanding tahun lalu.

BoW Saham Berorientasi Domestik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada perdaganganJumat (5/8) dapat berbalik arah. Investor sebaiknya buy on weakness (BoW) untuk saham-saham yang berorientasi domestik.
Felix Sindhunata, analis dari Henan Putihrai Sekuritas menilai, koreksi yang terjadi di bursa domestik kemarin, masih tergolong wajar. Ia pun melihat peluang kenaikan IHSG hari ini masih terbuka, “Karena target indeks akhir tahun adalah di level 4.400,” ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, pelemahan IHSG kemarin lebih didominasi faktor eksternal, terutama karena pemulihan ekonomi AS belum kuat. Sementara di Eropa, fluktuasi obligasi pemerintah Spanyol dan Italia terus memberi kekhawatiran pasar, terhadap adanya kemungkinan default.
“Biaya untuk bailout Spanyol dan Italia jauh lebih besar ketimbang Yunani. Karena obligasi kedua negara tersebut merupakan eurobond yang dimiliki oleh banyak investor global,” paparnya.
Situasi ini, imbuh Felix, mengkonfirmasi ekonomi dunia melambat. Namun, masih temporer sehingga memungkinkan penempatan dana di emerging market.
Ia menambahkan, kontradiksi terjadi di AS, dimana ekonomi melambat tapi earning korporasi meningkat, terlihat dari rating utang korporasi AS yang lebih tinggi dari rating sovereign (negara). “Alhasil, investor masih mengkalkulasi risk dan return, sehingga aliran dana ke emerging market masih maksimal.”
Ini berarti, ada peluang bagi investor untuk beli di harga rendah di sektor yang orientasinya domestik. Pilihannya adalah Astra International (ASII), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), United Tractor (UNTR), Semen Gresik (SMGR) dan Indocement (INTP). “Buy on weakness untuk emiten-emiten ini,” ujarnya.
Pada perdagangan Kamis (4/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 14,42 poin (0,35%) ke level 4.122,08, dengan intraday terendah di level 4.095,62 dan tertinggi di 4.157,25. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,493 miliar lembar saham, senilai Rp 6,808 triliun dan frekuensi 171.721 kali.
Sebanyak 87 saham naik, 172 saham turun, dan 85 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai keluarnya dana asing dari pasar saham, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) tercatat sebesar Rp565 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,262 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,697 triliun. [ast]

Inilah Menu Saham Pilihan Jumat (5/8)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia diperkirakan berpotensi melemah pada perdagangan Jumat (5/8). Investor cenderung wait and see dengan pergerakan IHSG di 4.075-4.133.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital Andre Mahardika, kemarin. Secara teknikal IHSG masih mengkonfirmasi potensi koreksi , saran saya jangan terlalu aktif dulu di saham dan pilihlah saham yang sudah risiko rendah.

Dari sthocastic, IHSG masih melanjutkan koreksi terbatas di soft support. Dari DMI, IHSG telah mengkonfirmasi kenaikan terbatas yang saat ini Tekanan beli semakin berkurang dan tekanan jual semakin meningkat.

Dari MACD, IHSG mengkonfirmasi wait and see , jika tidak tertahan di 4.075 maka IHSG potensi death cross.

Saham yang menjadi pilihan seperti saham KRAS yang masih berpotensi bullish dengan rekomendasi beli di 1.070 dan jual di 1.090 dengan stop loss di 1.040. Saham KRAS diprediksi akan bergerak di kisaran 1.040 dan resisten di 1.120.

Secara teknikal saham KRAS masih potensi bullish mendekati resistence dan boleh melakukan akumulasi di bawah 1.080. Dari Sthocastic, saham KRAS mengalami potensi bullish kembali. Dari DMI, saham KRAS mengalami Tekanan beli yang lebih besar dari jual. Dari MACD, saham KRAS masih death cross atau koreksi jangka pendek.

Saham PWON masih bisa bullish lagi dengan rekomendasi beli di 890 dan rekomendasi jual di 920-940 dengan stop loss di 870. Saham PWON di akan bergerak di kisaran 870-950. Secara teknikal saham PWON masih kembali mengalami potensi bullish. Dari DMI, saham PWON kembali mengalami tekanan beli kembali dengan mengindikasikan bullish pada perdagangan selanjutnya.

Untuk saham yang masih bullish lainnya adalah saham CNKO disarankan hold kita masih di atas 116 dengan potensi jual di harga 121-128. Saham UNVR masih bullish disarankan hold jika masih di harga 16.400 dengan potensi jual di harga 17.000-19.000.

Saham INDF disarankan hold jika masih di atas 6.200 dengna potensi jual di harga 6.600-7.200. Saham ICBP potensi beli disarankan hold juga di atas 5.800 dengan potensi jual di harga 6.300-7.000. Sedangkan rekomendasi beli di 5.800-5.900.


Saham CPIN Paling Menarik di Sektor Konsumsi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham CPIN dinilai paling menarik di sektor konsumsi untuk akhir pekan ini. Secara teknikal, targetnya di level Rp3.000 untuk jangka pendek. Itu juga didukung faktor valuasi dan fundamental.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, saham yang paling menarik di sektor konsumsi akhir pekan ini adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dengan target mendekati Rp3.000 sebagai level resistance –nya. Sedangkan level support di angka Rp2.750.
Kondisi itu, lanjutnya mendapat dukungan dari faktor valuasi yang masih murah dan kokohnya fundamental emiten. Hanya saja, pasar harus mewaspadai situasi regional. “Saya rekomendasikan buy on support untuk CPIN. Tapi, jika tembus level resistance-nya, beli saja di harga pasar, follow the market,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Kamis (4/8), saham CPIN ditutup menguat Rp100 (3,63%) ke level Rp2.850 dari posisi sebelumnya Rp2.750. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.875 dan terendah Rp2.750. Volume transaksi mencapai 49,9 juta unit saham senilai Rp140,4 miliar dan frekuensi 3.278 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Setelah menguat Rp3,63%, bagaimana Anda memperkirakan laju saham CPIN akhir pekan ini?
Saham-saham sektor konsumsi seperti CPIN masih menarik akhir pekan ini karena potensial melanjutkan kenaikannya. Sebab, sektor ini menguat 2,15% kemarin. Apalagi, tren bullish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) masih terjaga, karena ditutup di atas 4.100 kemarin di level Rp4.122 setelah mencapai level terlemahnya 4.095.
Level support dan resistance-nya?
Saham yang paling menarik di sektor konsumsi akhir pekan ini adalah CPIN dengan target mendekati Rp3.000 sebagai level resistance –nya. Sedangkan level support di angka Rp2.750.
Bagaimana dengan faktor valuasi dan fundamental emiten?
Potensi penguatan CPIN, mendapat dukungan dari sisi valuasi dan fundamental emiten. Secara valuasi, saham ini lebih murah dibandingkan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA). Price to Earnings Ratio (PER) CPIN masih di angka 18 kali dibandingkan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di level 19-20 kali.
Faktor fundamental bagaimana?
Dari sisi fundamental pun, saham CPIN sangat positif. Sebab, emiten berhasil mencetak laba bersih perseroan Rp1,256 triliun untuk semester I/2011. Laba bersih tersebut naik 33,20% dibandingkan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp943 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang kenaikan penjualan 26,27% menjadi Rp8,781 triliun.
Apakah situasi market juga mendukung kenaikan saham CPIN?
Hanya saja, memang, pelaku pasar hari ini tetap harus melihat pergerakan bursa regional. Sebab, pasar secara umum masih fokus pada krisis di Italia dan Spanyol di mana yield obligasinya terus merangkak naik dari hari ke hari mendekati 7%.
Di sisi lain, pasar juga akan mencermati data non-farm payroll AS yang akan dirilis Jumat (5/7) ini. Apalagi, dalam dua hari terakhir, asing benar-benar merealisasikan keuntungan. Sebelumnya Rp500-an miliar dan kemarin Rp565 miliar. Itu juga harus jadi perhatian pasar. Tapi, rupiah masih kokoh di level 8.495 per dolar AS.
Karena itu, jika bursa regional menguat, saham CPIN dipastikan bakal naik. Artinya, untuk memastikan kenaikan saham ini harus melihat terlebih dahulu bagaimana situasi market. Tapi, kelihatan, investor asing kembali melakukan pembelian di saham ini.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan buy on support untuk CPIN. Tapi, jika tembus level resistance-nya, beli saja di harga pasar, follow the market. [mdr]

Yen kian tertekan karena spekulasi Jepang bakal intervensi lagi

Yen kian tertekan karena spekulasi Jepang bakal intervensi lagi
TOKYO. Yen kian tertekan terhadap mayoritas mata uang utama yang diperdagangkan di dunia. Pelemahan yen terpicu spekulasi Jepang bakal kembali mengintervensi pasar setelah kemarin menjual yen untuk membendung penguatan yang mengancam pemulihan ekonominya.

Sementara, euro merosot ke rekor terendah terhadap Swiss franc sebelum rilis indikator ekonomi Jerman yang memprediksi produksi industri mengalami perlambatan di bulan Juni. Hari ini, AS juga diperkirakan akan melaporkan tingkat penganggurannya berada di atas 9%.

Mata uang Jepang turun 0,5% ke level 79,30 per dollar AS, pada pukul 8.33 di Tokyo, setelah jatuh 2,3%, kemarin. Yen juga terdepresiasi 0,3% ke 111,47 per euro, setelah turun 0,7% ke posisi 111,16, kemarin.

Sedangkan, euro sendiri tertekan ke US$ 1,4064, dari posisi sebelumnya di US$ 1,4092. Mata uang Uni Eropa ini bahkan menyentuh rekor terendahnya di 1,07112 Swiss franc, sebelum diperdagangkan pada 1,07444 Swiss franc.

Kemarin merupakan kali ketiga Jepang menjual mata uangnya. Menteri Keuangan Yoshihiko Noda mengatakan tindakan itu dilakukan sepihak. Bank of Jepang (BoJ) telah menjual 692,5 miliar yen (US$ 8,8 miliar) pada 18 Maret lalu, untuk melawan lonjakan yen setelah gempa dan tsunami terjadi 11 Maret 2011. Sebelumnya, pada September 2010, Jepang secara sepihak telah menjual mata uangnya sebesar 2,12 triliun yen.

Analis senior dari Mizuho Trust & Banking Co. Hitoshi Asaoka menyebut, Jepang ingin menunjukkan tidak akan membiarkan yen naik ke posisi rekor pasca perang di 76,25 per dollar AS. "Jika yen mendekati level itu lagi, saya pikir Jepang akan campur tangan sekali lagi," ujarnya, hari ini, di Tokyo.

Pasar cemas resesi global, S&P 500 alami koreksi tertajam sejak Februari 2009

Pasar cemas resesi global, S&P 500 alami koreksi tertajam sejak Februari 2009
NEW YORK. Waspadalah. Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok semalam. Bahkan, indeks Standard & Poor's (S&P) 500 mengalami koreksi terdalam sejak Februari 2009. Pasar saham berjatuhan karena investor cemas pelemahan ekonomi global akan mendorong terjadinya resesi.

Indeks S&P 500 ditutup tumbang 4,85% ke level terendah delapan bulan di angka 1.200,07 pada pukul 16.00 waktu New York. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 4,3% ke level 11.383,68. Koreksi yang terjadi bahkan telah menghapus penguatan Dow yang terjadi dalam tahun ini.

Hanya tiga dari 500 saham dalam indeks S&P, acuan kinerja bursa AS, yang berhasil naik. Koreksi lebih dari 10% terjadi pada 13 saham, termasuk pada Alpha Natural Resources Inc. dan Gap Inc., setelah angka penjualan ritel meleset dari perkiraan. Bahkan, 10 sektor yang menaungi saham-saham anggota S&P 500 tergelincir, dipimpin koreksi 5,3% pada sektor energi, material, dan industri. Saham Chevron Corp. dan Alcoa Inc. turun lebih dari 5,7% setelah Jepang menjual mata uangnya sehingga memicu jatuhnya harga komoditas dalam dollar.

Sebelum perdagangan bursa reguler dibuka, AS merilis klaim tunjangan pengangguran untuk sepekan lalu. Angka pengangguran turun tipis ke tingkat yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja di AS hanya meningkat terbatas. Para ekonom memproyeksikan, hari ini, Departemen Tenaga Kerja akan melaporkan penambahan 85.000 lapangan kerja (payroll) selama Juli atau gagal untuk mengurangi tingkat pengangguran yang telah bertahan di atas 9%.

Kekhawatiran akan terjadi resei global ini juga membuat bursa saham global telah mengalami kejatuhan terbesar sejak Maret 2009. Indeks acuan bursa saham negara maju dan berkembang (MSCI All-Country World Index) turun 4,1% ke 311,60. Yen yang mengalami penurunan paling tajam sejak Oktober 2008 terhadap dollar AS memperparah kondisi pasar finansial. Yen sendiri melemah karena Jepang melepas yen untuk membendung penguatan mata uangnya yang mengancam pemulihan ekonomi Negeri Matahari Terbit itu.

Nilai tukar euro terhadap dollar AS juga tertekan setelah bos Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet mengatakan akan menawarkan tambahan uang tunai guna meredakan ketegangan di pasar keuangan. Trichet juga mengindikasikan, ECB enggan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Kepala analisis pasar Ameriprise Financial Inc. David Joy menyebut, saat ini, aspek emosional sangat mendominasi pasar. Maklum, semua orang memiliki persepsi hal-hal yang tidak bagus akan terjadi. "Situasi di Eropa semakin memicu orang khawatir. Juga ada dampak dari intervensi Jepang di pasar mata uang," ujarnya.

Wall Street Kena 'Badai Jual', Dow Jones Ambles 512 Poin

Jakarta - Bursa Wall Street dilanda aksi jual hebat, terburuk sejak pertengahan krisis di awal era 2009. Investor melakukan koreksi besar karena khawatir AS akan kembali masuk ke resesi.

Investor juga khawatir krisis utang di Eropa terus meluas dan akan menerpa dua negara terbesarnya yakni Italia dan Spanyol.

Analis memrediksi penurunan saham-saham masih akan berlanjut meski saham-saham sudah merosot selama 9 dari 10 hari perdagangan. Tingkat imbal hasil surat utang pemerintah AS juga telah turun ke titik terendahnya.

"Orang-orang mulai melempar handuk karena tidak dapat menemukan pertolongan dari sisi manapun," ujar Milton Ezrati, analis dari Lord Abbett Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/8/2011).

Pada perdagangan Kamis (4/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot hingga 512,46 poin (4,31%) ke level 11.383,98. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 60,21 poin (4,78%) ke level 1.200,13 dan Nasdaq merosot 136,68 (5,08%) ke level 2.556,39.

Indeks S&P 500 tercatat merosot lebih dari 10% setelah menembus rekor tertingginya pada 29 April. Transaksi perdagangan sangat ramai dengan volume mencapai 13,91 miliar lembar saham, terbesar sepanjang 2011.

Kemerosotan pasar yang sudah terjadi sejak awal pekan ini terjadi karena eberapa faktor. Data perekonomian AS yang memburuk menunjukkan perlambatan ekonomi AS sudah mencapai titik terendahnya selama semester I. Sementara krisis utang di Eropa terus meluas dan mengancam dua negara terbesar kawasan tersebut yakni Spanyol dan italia.

"Masalah utang di Eropa, terutama tingkat imbal hasil surat utang pemerintah Italia dan Spanyol melonjak, sehingga membuat investor meraup likuiditas sebesar mungkin," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan.

Saham-saham yang mengalami kemerosotan terbesar antara lain Bank of America yang merosot 7,4%, Citigroup anjlok 6,6% dan Hewlett-Packard ambles 5,1%.

Demikian pula saham-saham sektor energi dan material ikut merosot, dengan indeks energi S&P turun hingga 6,8% dan material turun 6,6%.

(qom/qom)