Selasa, 13 September 2011

Asia Mixed, IHSG Sesi I Ditutup Hanya Naik 0,38%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Selasa (13/9) ditutup naik 0,38% ke level 3.910,92.

Penguatan IHSG siang ini mengikuti sentimen positif Wall Street, sementara pasar regional mixed. Namun, penguatan indeks hari ini masih akan terbatas seiring minimnya sentimen positif baru dari domestik.

Menurut Samual Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, beberapa saham yang kemarin terkoreksi signifikan seperti saham-saham sektor banking diperkirakan akan rebound hari ini. Resistance indeks berada di level 3,968.

Bursa AS berhasil rebound semalam meski sempat dibuka terkoreksi sekitar 1% di awal perdagangan seiring koreksi yang terjadi di bursa Eropa sore kemarin. Penguatan bursa AS didorong oleh kabar positif bahwa pemerintah Italia sedang melakukan pendekatan kepada China Investment Corp. untuk melakukan pembelian obligasi Italia dan bentuk investasi lainnya di Italia. Sentimen positif ini juga berimbas pada harga minyak dunia yang turut rebound sekitar 2,5% ke level US$88.9/barel diikuti harga Nikel yang menguat 2,1%.

Bursa Asia siang ini mixed, di mana Sanghai turun 1,43%, sementara KLSE naik 0,25%, Nikkei naik 0,55%, dan STI naik 1,13%. Pasar Korea Selatan dan Hong Kong tutup untuk hari libur umum.

Sebanyak 171 saham tercatat naik saing ini, sedang 44 saham turun, dan 74 saham masih stagnan. Indeks saham unggulan LQ45 sesi I ditutup naik 0,40% ke level 686,92, sedang JII naik 0,43% ke level 541,06.

Volume perdagangan siang ini mencapai 1,69 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,31 triliun. Namun, asing masih melanjutkan penjualan saing ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp220,37 miliar.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah GGRM naik 1,48%, DKFT naik 21,78%, AALI naik 2,08%, UNVR naik 1,76%, BRAM naik 11,23%, dan ITMG naik 0,56%.

Masih beri sinyal positif, indeks sesi I naik 0,38%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memberikan sinyal positif hingga akhir perdagangan sesi I. Per pukul 12.00, IHSG naik 0,38% menjadi 3.910,923.

Dari sepuluh sektor yang ditransaksikan, ada delapan sektor yang bergerak positif. Sektor konstruksi naik paling tinggi sebesar 1,02%. Baru kemudian disusul oleh sektor consumer goods dengan kenaikan 0,96%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor perdagangan dan keuangan dengan penurunan masing-masing sebesar 0,24% dan 0,22%.

Sementara itu, ada 162 saham yang naik. Sedangkan 43 saham lainnya turun dan 67 saham tak berubah posisi. Total volume transaksi di sepanjang sesi I melibatkan 1,936 miliar saham senilai Rp 1,385 triliun.

Saham-saham top gainers di sesi siang ini antara lain: PT Zebra Nusantara (ZBRA) naik 28% menjadi Rp 64, PT Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) naik 24,56% menjadi Rp 710, dan PT Central Omega Resource (DKFT) naik 21,78% menjadi Rp 3.075.

Sedangkan saham-saham top losers di antaranya: PT Equity Development (GSMF) turun 12,50% menjadi Rp 70, PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) turun 10,71% menjadi Rp 1.000, dan PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) turun 4,61% menjadi Rp 3.625.

Euro keok atas yen ke level paling rendah sejak 2001 lalu

Euro keok atas yen ke level paling rendah sejak 2001 lalu
TOKYO. Pergerakan euro hari ini melemah atas yen ke level terendah sejak 2001 lalu. Dengan demikian, euro sudah keok atas yen selama empat hari belakangan.

Pada pukul 11.43 waktu Tokyo, euro melemah ke level 105,38 yen dari posisi sebelumnya 105,62 di New York. Sementara, kemarin, nilai tukar euro berada di level US$ 1,3682 dari sebelumnya US$ 1,3679. Sedangkan yen berada di posisi 77,02 per dollar dari 77,21 per dollar.

Salah satu faktor yang menyebabkan pelemahan euro adalah spekulasi akan default YUnani. Jika ini terjadi, dikhawatirkan dampaknya akan segera menyebar ke kawasan lain di Eropa.

"Kekhawatiran mengenai seluruh sistem di Eropa semakin menjadi-jadi. Saat ini, sangat sulit melihat kondisi bisa pulih lagi. Euro dapat dengan mudah melemah lebih dalam sebelum akhir tahun karena masih ada ruang bagi Bank Sentral Eropa untuk melonggarkan kebijakannya," papar Greg Gibbs, currency strategist Royal Bank of Scotland Group Plc di Sydney.

Sesi I Investor Belum Pede, IHSG Cuma Naik 14 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin atas aksi beli selektif investor. Sayangnya, investor belum sepenuhnya percaya diri akan kondisi ekonomi global sehingga laju IHSG tersendat.

Meski China sudah berniat membantu Italia dengan membeli surat utangnya, namun krisis utang Eropa masih jauh dari berakhir. Dana asing pun mengalir keluar lantai bursa.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Kekhawatiran krisis utang Eropa sedikit reda setelah China berniat membeli obligasi Italia.

Meski terus menguat secara perlahan, namun investor masih belum sepenuhnya percaya diri akan situasi ekonomi global. Pasalnya, krisis utang di Eropa masih belum benar-benar pulih.

Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di 3.929,549. Setelah itu pergerakan naiknya IHSG tidak terlalu tinggi, hanya di kisaran 15-25 poin.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (13/9/2011), IHSG menguat 14,804 poin (0,37%) ke level 3.910,923. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,740 poin (0,40%) ke level 686,924.

Situasi ekonomi global yang belum kondusif membuat investor masih ragu berinvestasi. Beberapa saham unggulan diburu, namun tak sedikit juga yang melarikan dananya keluar dari pasar modal.

Saat investor lokal memburu saham, sebaliknya investor asing justru mencairkan uangnya. Hingga siang ini transaksi pemodal asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai cukup besar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 74.729 kali pada volume 1,936 miliar lembar saham senilai Rp 1,385 triliun. Sebanyak 171 saham naik, sisanya 44 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Rata-rata bursa di regional mampu cetak poin dengan signifikan, kecuali bursa saham China yang masih ketinggalan di teritori negatif. Rencana China membeli surat utang Italia disambut negatif oleh investor setempat.

Sementara bursa saham Korea Kospi dan Hang Seng hari ini libur. Kospi libur karena Festival Fool Moon sedangkan Hang Seng libur karena Festival Musim Gugur.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 35,65 poin (1,43%) ke level 2.462,10.
  • Indeks Nikkei 225 naik ke 58,06 poin (0,68%) level 8.593,73.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,39 poin (1,11%) ke level 2.773,97.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 58.100, Central Omega (DKFT) naik Rp 550 ke Rp 3.075, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 17.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 11.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 23.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 18.950, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 175 ke Rp 3.625.
(ang/dnl)

Permintaan aset emering market terpangkas, rupiah melemah

Permintaan aset emering market terpangkas, rupiah melemah
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini melemah. Pelemahan mata uang Garuda ini bahkan mencapai level yang paling rendah dalam lima bulan terakhir.

Pada pukul 08.10, rupiah berada di level 8.630 atau melemah 0,1%. Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh posisi 8.644, level paling lemah sejak 27 April lalu.

Keoknya rupiah masih terkait degan kecemasan investor atas gagal bayar utang Yunani. Hal itu membuat permintaan aset-aset emerging market menjadi terpangkas.

"Pelemahan rupiah disebabkan adanya pelepasan aset-aset beresiko yang dipicu oleh kecemasan investor akan kemungkinan default Yunani. Kita sudah melihat adanya aksi jual atas saham dan obligasi Indonesia. Namun pelemahan rupiah hanya untuk jangka pendek karena fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik," jelas Mika Martumpal, analis PT Bank Commonwealth di Jakarta.

Kemarin, tingkat resiko default Yunani melonjak menembus rekor. Hal ini disebabkan, Perdana Menteri Yunani George Papandreou gagal meyakinkan investor internasional bahwa negaranya mampu mengatasi krisis utang yang dialami.

Bank Pundi Tawarkan Saham Rights Issue Rp100/Saham

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Pundi Indonesia Tbk menawarkan rights issue dengan harga pelaksanaan saham sebesar Rp100 per saham.

Dalam prospektusnya yang dipublikasi Selasa (13/9) disampaikan perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,98 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Penjualan saham baru ini akan dilakukan melalui penawaran umum terbatas II kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dalam hal ini dana yang diperkirakan bisa diraup perseroan melalui rights issue ini mencapai Rp498,02 miliar dan merupakan 45% dari jumlah saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT II. PT Recapital Securities sebagai pemegang saham utama telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan hak yang dimilikinya sebesar 2 miliar HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II.

Dikuasai Asing, Pasar Saham RI Rentan Terhadap Gejolak

Jakarta - Investor asing saat ini menguasai mayoritas perdagangan saham. Kondisi tersebut menyebabkan pasar saham Indonesia rentan terhadap gejolak, jika seandainya para investor asing itu tiba-tiba keluar.

"Data di bursa RI menunjukkan sebanyak 66% mungkin saat ini 63% itu memang pasar saham dimiliki asing. Juga di bond market sendiri itu ke arah 40% dimiliki asing termasuk SBI," ujar Ekonom PT Bank Danamon Tbk Anton Gunawan dalam sebuah seminar mengenai ketahanan industri perbankan di Kantornya, Palmerah, Jakarta, Selasa (19/9/2011).

Ia menjelaskan, krisis sangat rentan terjadi dan dapat dengan mudahnya masuk melalui pasar finansial. Rembetan ini disebabkan oleh perubahan persepsi dari investor portofolio saham.

Jika ada perubahan persepsi, Anton mengatakan perlu diwaspadai sudden reversal yang akan mengakibatkan anjloknya pasar saham.

"Trigger-nya di Indonesia itu persepsi. Seperti 2008 lalu, kita bisa keluar krisis dan sekarang dilihat dari balance of payment dimana so far so good. Current account surplus dan capital account surplus. Cadev juga naik, sebagai bumper dimana 7,1 bulan impor dan utang luar negeri terpenuhi," paparnya.

"Justru yang perlu diwaspadai adalah impor yang makin menggila. Jika masuk krisis global maka yang perlu diperhatikan adalah harga komoditi," tambah Anton.

Apa yang terjadi menurut Anton adalah pelan-pelan RI mengarah kepada defisit current account. Krisis harus diwaspadai kapanpun terjadinya.

(dru/qom)

Reminder Cum Date Dividen OKAS 13/09/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa pada hari ini 13 September 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

OKAS

ANCORA INDONESIA RESOURCES Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 1.02.- per saham

eTrading: Indeks masih akan melanjutkan koreksi kemarin

eTrading: Indeks masih akan melanjutkan koreksi kemarin
Pada perdagangan Senin (12/9) Indeks Dow Jones ditutup naik 69 point (0,63%) ke level 11.061.10 menyusul spekulasi yang beredar bahwa China akan melakukan investasi strategis di Italia.

Sedangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (12/9) turun 102 point (2,56%) ke level 3.896,12. Ini merupakan penurunan terbesar dalam dua hari terakhir, dengan asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp 283 miliar. Adapun saham-saham yang paling banyak di beli adalah BMRI, INDF, ITMG, BBRI dan HRUM.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, secara teknikal, pada perdagangan kemarin (12/9), IHSG terkoreksi dengan candlestick membentuk Bearish Marubozu sementara indikator Stochastic telah membentuk deathcross dengan RSI yang bergerak downtrend.

"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan koreksinya dan akan bergerak pada kisaran 3.835-3.936 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan adalah GZCO, LSIP dan BUVA," jelasnya.

Prima Java Kreasi Rencana IPO Akhir 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Prima Java Kreasi berencana melakukan penawaran saham perdana ke publik pada akhir tahun 2011 dengan target dana Rp300 miliar.

“Dengan sangat banyaknya konser musik yang akan kami tangani ke depan, kami melihat opsi pendanaan yang ideal saat ini adalah melalui IPO. Target dana yang dihasilkan sekitar Rp300 miliar, yang akan kami gunakan untuk pembiayaan aktivitas konser, pendidikan serta investasi infrastruktur,” ujar Presiden Direktur PT Prima Java Kreasi, Michael Rusli, dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM Senin (12/9).

Perseroan mengharapkan dapat melakukan penawaran saham perdana pada akhir tahun 2011 mendatang. Dengan proyek konser yang sudah didapat untuk setahun ke depan, Michael berharap saham perusahaannya akan dapat diapresiasi positif oleh publik.

PT Prima Java Kreasi sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pendatang baru di sektor bisnis promotor acara musik. Terkait kinerjanya dalam satu tahun ke depan, pihak Prima jAva Kreasi mengklaim telah memegang kontrak penyelenggaraan delapan konser musik dengan total nilai US$7 juta. “Konser terdekat yang akan kami garap adalah konser musisi dunia Big Wave Festival dan Linkin’ Park, A Thousand Suns: World Tour 2011. Penyelenggaraannya di bulan September ini,” tutur Michael.

Lebij lanjut ia mengatakan, khusus untuk penyelenggaraan konser Linkin’ Park, Perseroan telah menganggarkan investasi sebesar US$4 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli seperangkat sound system dari Kanada. “Antusiasme publik Indonesia untuk konser (Linkin’ Park) ini sangat tinggi. Terlihat dari penjualan tiket VVIP dan Festival yang sudah sold out. Karena itu kami harus tampil maksimal, diantaranya dengan mendatangkan langsung sound system teranyar keluaran Adamson Toronto untuk menunjang hentakan musikalitas Linkin’ Park yang dikenal sebagai high energy rock band,” tutur Michael. [cms]

Berita positif dari China berhasil mendongkrak bursa Asia

Berita positif dari China berhasil mendongkrak bursa Asia
TOKYO. Kecemasan akan krisis Eropa mulai mereda. Kondisi itu membuat bursa Asia dilanda aksi beli pagi ini. Pada pukul 09.36 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tak banyak berubah di posisi 118,02. Padahal, dalam dua hari sebelumnya, bursa acuan di kawasan regional ini turun 3,3%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,23% dan indeks S&P/ASX 200 naik 0,26%. Sementara, indeks hang Seng turun tajam 4,21%.

Saham-saham berkapitalisasi besar turut menjadi penopang bursa Asia pagi ini. Di antaranya, BHP Billiton Ltd yang naik 1,7%, Inpex Corp naik 1,2%, dan Westpac Banking Corp naik 0,9%. Sementara itu, Nintendo Co turun 2,5%.

Kenaikan pasar saham Asia pagi ini disebabkan oleh adanya kabar bahwa China akan berinvestasi di Italia. "Berita yang mengabarkan bahwa China akan membeli obligasi Italia datang tepat di waktu yang kritis di mana tingkat kepercayaan investor tengah diuji. Hal ini yang kemudian menjadi sentimen positif bagi pergerakan pasar," jelas Nader Naemi, strategist AMP Capital Investors Ltd.

Dia menambahkan, kendati demikian, masih ada pertanyaan terkait seberapa besar komitmen China dalam investasi yang sangat beresiko itu. "Meskipun langkah China bisa memperlambat proses pendarahan Eropa, namun hal itu belum dapat menyembuhkan luka," tambahnya.

Bursa Negeri Sakura ikut terdongkrak isu China dan Italia

Bursa Negeri Sakura ikut terdongkrak isu China dan Italia
TOKYO. Untuk kali pertama dalam tiga hari, bursa Jepang melonjak. Pada pukul 09.28 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4% menjadi 8.566,32. Sementara, indeks Topix naik 0,2% menjadi 742,95.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Kyocera Corp yang naik 2%, Inpex Corp naik 1,5%, dan Suzuki Motor Corp naik 3%.

Salah satu sentimen positif yang menjadi vitamin bagi bursa Negeri Sakura ini adalah rumor yang mengatakan China akan berinvestasi di Italia. Hal itu cukup ampuh meredakan kecemasan investor akan krisis utang Eropa.

"China sudah menunjukkan bahwa negara mereka tidak menginginkan terjadinya default di negara-negara Eropa. Sehingga, China berkemungkinan membeli obligasi pemerintah di sejumlah negara, seperti Italia," jelas Fumiyuki Nakanishi, strategist SMBC Friend Securities Co di Tokyo.

MI keluhkan sulitnya pasarkan reksadana syariah

JAKARTA. Manajer Investasi (MI) mengeluhkan sulitnya memasarkan reksadana syariah. Hal tersebut membuat pertumbuhan reksadana syariah stagnan. Direktur Utama PT BNI Asset Management Idhamshah Runizam memaparkan sejumlah penyebabnya antara lain, jenis aset penyertaan alias underlying asset yang digunakan untuk reksadana syariah masih sedikit.

Di sisi lain, sumber daya manusia (SDM) untuk tenaga yang memasarkan reksadana syariah juga masih kurang. "Pengetahuan investor terhadap reksadana syariah juga masih minim sehingga pertumbuhannya masih minim," tuturnya kepada KONTAN, Senin (12/9).

BNI Asset Management memiliki dua produk reksadana syariah, yakni reksadana syariah pendapatan tetap bernama BNI Dana Syariah dan reksadana syariah campuran bernama BNI Danaplus Syariah. Menurut Idham, NAB untuk dua produk tersebut masih di bawah Rp 100 miliar."NAB-nya tidak bagus, tidak sampai Rp 100 miliar," ujarnya.

Kendati demikian, dia meyakini reksadana syariah masih bisa berkembang pesat di Indonesia. Pasalnya, sekitar 80% penduduk di Indonesia merupakan muslim sehingga menjadi pasar yang potensial untuk reksadana syariah.

"Pasarnya masih besar dan belum banyak yang tersentuh. Selain itu, reksadana syariah lebih menguntungkan bagi investor karena memakai sistem bagi hasil sedangkan yang konvensional memakai bunga," tuturnya.

Oleh karena itu, tahun depan pihaknya berencana untuk menerbitkan reksadana syariah baru. Namun, Idham masih enggan membocorkan rencana tersebut. "Kami masih fokus di konvensional dulu karena baru saja spin off dari BNI Securities. Tahun depan mungkin kami terbitkan reksadana syariah," tuturnya.

Pertumbuhan reksadana syariah masih stagnan

JAKARTA. Pertumbuhan reksadana syariah masih stagnan. Dana kelolaan alias nilai aktiva bersih (NAB) reksadana syariah masih relatif kecil dibandingkan dengan total keseluruhan reksadana.

Menilik data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) hingga akhir Agustus 2011, total NAB reksadana syariah tercatat Rp 5,60 triliun atau hanya 3,53% dari total seluruh reksadana pada periode yang sama sekitar Rp 158,83 triliun.

Jumlah reksadana syariah pada akhir Agustus tersebut berasal dari 49 reksadana. Rinciannya, 14 reksadana syariah terproteksi yang memberi kontribusi terbesar terhadap NAB reksadana syariah, yakni mencapai Rp 2,28 triliun.

Kemudian, 10 reksadana syariah saham dengan NAB sebesar Rp 1,63 triliun, 16 reksadana syariah campuran dengan NAB senilai Rp1,08 triliun, 8 reksadana pendapatan tetap dengan NAB Rp 480,29 miliar, dan satu reksadana syariah indeks dengan NAB Rp 119,64 miliar. Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya sejak awal tahun ini, NAB reksadana syariah akhir bulan Juni tumbuh paling tinggi.

Total NAB reksadana syariah tersebut tidak jauh beranjak dari posisi akhir Juli 2011 yang sekitar Rp 5,69 triliun atau hanya tumbuh 1,58% di bulan Agustus. Adapun dibandingkan akhir tahun 2010 lalu NAB reksadana syariah mencapai Rp 5,22 triliun atau hanya tumbuh 7,27% di Agustus 2011.

Berhasil rebut posisi Malaysia, pasar saham Indonesia kian menarik di mata asing

Berhasil rebut posisi Malaysia, pasar saham Indonesia kian menarik di mata asing
JAKARTA. PT Panin Sekuritas mengatakan, pasar saham Indonesia terlihat lebih menarik di mata investor asing saat ini. Apalagi setelah Indonesia berhasil merebut posisi Malaysia sebagai pasar saham dengan kapitalisasi terbesar kedua di Asia Tenggara.

Sekadar informasi, data Bloomberg menunjukkan, nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia tahun ini hingga 9 September lalu sudah melonjak 17% menjadi US$ 416 miliar. Angka tersebut berhasil melampaui Malaysia yang nilainya sebesar US$ 407 miliar. Hal ini menjadikan Indonesia mengambil posisi Negeri Jiran sebagai pasar saham terbesar ke sembilan di Asia.

"Investasi asing ke pasar saham Indonesia sepertinya akan meningkat sejalan dengan terdongkraknya nilai kapitalisasi pasar saham," jelas Winston Sual.

Belakangan, investor asing memang secara bertahap meningkatkan pembelian atas saham-saham Indonesia seiring kenaikan permintaan batubara dan crude palm oil (CPO) oleh China dan India. Alhasil, sejumlah emiten turut menangguk untung. Sebut saja PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Astra Agro Lestari (AALI).

Ikuti Wall Street, Saham Asia Naik Tipis

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia naik tipis pada perdagangan Selasa (13/9) pagi mengikuti Wall Street, meskipun ada kekhawatiran yang berlama-lama tentang resolusi kesengsaraan utang zona euro.

Mengutip Reuters, saham AS naik pada hari Senin, bangkit kembali pada akhir perdagangan, setelah sebuah laporan bahwa Italia akan memperoleh dukungan keuangan dari investor China yang ikuti prihatin atas memburuknya krisis utang dari zona euro. Italia telah meminta China untuk melakukan pembelian utang Italia, Financial Times melaporkan dalam situsnya, Senin.

CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik tipis 0,2 persen. Volume tipis dari biasanya dengan pasar di Korea Selatan dan Hong Kong tutup untuk hari libur umum.

Mikkei Jepang naik karena Wall Street rebound di akhir perdagangan tapi kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran yang berlama-lama terhadap resolusi utang zona euro. Indeks acuan Nikkei naik 0,6 persen menjadi 8.582,88. Topix yang lebih luas naik 0,5 persen menjadi 744,90. Sekelompok perusahaan-perusahaan Jepang yang dipimpin oleh NTT DoCoMo diperkirakan akan bergabung dengan Samsung Electronics Korea Selatan untuk mengembangkan chip untuk generasi smartphone, harian bisnis Nikkei melaporkan pada hari Selasa. Tapi berita gagal mengangkat saham NTT DoCoMo, yang jatuh 1,6 persen. Suzuki Motor naik 2,5 persen.

Saham Australia juganaik mengikuti Wall Street yang pulih pada akhir perdagangan, terbantu oleh laporan bahwa Italia bisa mendapatkan beberapa dukungan finansial dari China. S & P / ASX 200 indeks naik 0,9 persen menjadi 4.076,1. Indeks acuan Selandia Baru NZX 50 naik tipis 0,3 persen menjadi 3.274,4.

Di Asia Tenggara, STI Singapura dan KLCI Malaysia masing-masing naik 1,2% dan 0,3%.

Cermati! Asing Rencana Backdoor Listing Saham ZBRA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) berpeluang terkerek di atas level Rp100.

Hal ini terkait kabar adanya investor asing yang akan melakukan backdoor listing melalui perseroan. Bahkan, kabarnya grup ternama domestik yang berbasis di angkutan turut melirik kepemilikan saham perseroan

Pada perdagangan kemarin, saham ZBRA ditutup stganan di level Rp50.

Buyback Saham, Fund Manager Sedang Buru PKPK

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager dikabarkan sedang memburu saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK).

Hal ini seiring rencana perseroan yang ingin membeli kembali sahamnya (buyback). Selain itu, perseroan juga dikabarkan berencana masuk ke bisnis migas. Berita positif ini bakal mendongkrak saham PKPK hingga ke level Rp300-400 dalam jangka pendek.

Pada perdagangan kemarin saham PKPK ditutup naik Rp6 ke level Rp187.

Saham Teknologi-Sumber Daya Dongkrak Bursa Jepang

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang naik pada perdagangan Selasa (13/9) pagi, dibantu rebound beberapa saham pembuat mobil, teknologi dan sumber daya.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,4% ke level 8.561,18, sementara Topix naik 0,2% menjadi 742,61. Saham teknologi menguat, karena investor masuk kembali setelah kerugian besar di sesi sebelumnya. Elpida Memory Inc melompat 6,9%, NEC Corp naik 0,7%, Renesas Electronics Corp naik 2,2% dan Advantest Corp naik 2,2%.

Beberapa saham mobil juga rebound, dengan Mitsubishi Motors Corp naik 3,1%, dan Honda Motor Co naik 0,7%. Saham di Suzuki Motor Corp naik 3,2% setelah mitranya Volkswagen mengatakan akan menjaga kesepakatan kedua perusahaan, setelah Suzuki sempat mengatakan siap meninggalkan perjanjian.

Toyota Motor Corp turun 0,5% setelah Fitch menurunkan peringkat utang perusahaan. Kenaikan beberapa harga komoditas membantu saham berbagai sumber daya, dengan Inpex Corp melompat 2,5%, dan JFE Holdings Inc naik 1,3%. [ast]

Inilah Strategi Trading Selama September

INILAH.COM, Jakarta – IHSG diprediksi berpeluang bullish hingga 70% pada Oktober dan November 2011. Karena itu, market tak perlu pesimistis atas koreksi tajam kemarin hingga 2,56%. Inilah strategi tradingnya!

Presiden dan pendiri PT Astronacci Internasional Gema Goeyardi mengatakan, bagaimanapun dalam sebuah pasar selalu terbagi beberapa jenis pelaku pasar yang tidak dapat disamakan. Karena itu, dia memberi pandangan untuk tiga jenis pelaku pasar sesuai arah major trend Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE).

Menurut Gema, berdasarkan probabilitas,dia melihat peluang bullish untuk Oktober dan November adalah sebesar 70%. “Oleh karena itu, posisi beli bukanlah pilihan yang salah. Namun semua itu tergantung dari time horizon tiap-tiap pelaku pasar,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (12/9).

Spekulan (Day Trader)

Menurutnya, dalam pekan ini, pelaku pasar dalam kategori ini bisa memanfaatkan koreksi yang dalam dari beberapa saham-saham denganmemiliki volatilitas tinggi untuk melakukan day trading. Dia menyarankan menghindari strategi break out trading dalam waktu 10 hari kedepan mengingat akan terjadi banyak false break out.

“Anda dapat melakukan trading saat harga terkoreksi cukup dalam pada sesi intraday-nya dan beli ketika rebound. Ambil keuntungan dari range harga terendah hingga tertinggi dari saham-saham tersebut,” ucapnya.

Short-term Trader (diBawah 2 Pekan)

Pekan ini, disarankan untuk wait and see dan tidak terburu-buru membeli saham. Gunakan kesempatan koreksi ini untuk membeli saham-saham yang terkoreksi selama 3-4 hari berturut-turut dan ambil keuntungan saat rebound maksimal 4 hari kenaikan.

Saham-saham seperti PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Mitra Adi Perkasa (MAPI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI)dan PT AKR Corporindo (AKRA)cukup menarik untuk pelaku pasar jenis ini.

Mid-term Investor (3 Bulan)

Menurutnya, jika Anda adalah seorang investor jangka menengah, kesempatan meraih keuntungan pada akhir kuartal 3 terbuka lebar. Bulan September di tahun ini adalah saat terbaik untuk membeli saham-saham berbasis retail, perbankan, dan automotifsaat mereka terjatuh signifikan.

Selama pertumbuhan earning per share(EPS)-nya stabil dari kuartal 1-III, strategi buy and holdpada saham-saham dari sektor tersebut dapat menjadi strategi yang baik. Bulan ini akan menjadi momen penting untuk mengambil posisi untuk investasi 3 bulanan.

Penggemar Reksadana

Menurut Gema, jika investasi Anda berbentuk reksadana, dia melihat bahwa pekan ke 4 September 2011 adalah saat yang baik untuk membeli reksadana. Anda disarankan masuk ke reksadana saat volatilitas koreksi IHSG sudah berkurang dan mulai membentuk formasi bottom. Lakukan buy andhold hingga akhir 2011. “Kemungkinan besar hasil investasinya akan memuaskan,” imbuh Gema.[mdr]

Kepanikan Yunani Picu Rupiah Konsolidasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (13/9) diprediksi konsolidasi-melemah. Rumor default Yunani telah membuat pasar panik sehingga memperkokoh dolar AS.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah cenderung konsolidasi walaupun ruang pelemahannya masih ada. Karena itu, peluang pelemahan rupiah hari ini jadi terbatas di tengah semakin memburuknya krisis utang zona euro.

Kondisi itu, masih lanjutan dari Yunani yang dirumorkan bakal mengajukan default (gagal bayar). "Rupiah akan konsolidasi dan bergerak dalam kisaran 8.580-8.620 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, lanjut Firman, rupiah juga kurang mendapat tenaga dari sentimen domestik. Karena itu, sulit mengharapkan penguatan rupiah hari ini jika hanya mengandalkan capital inflow. "Sebab, krisis utang di Eropa bakal membuat pasar begitu panik yang akan memperkuat dolar AS untuk jangka pendek," ucapnya.

Walaupun, digarisbawahi Firman, untuk jangka panjang, outlook rupiah masih tetap positif. Tapi, untuk saat ini rupiah masih konsolidasi. Apalagi, posisi Bank Indonesia (BI) saat ini sudah dovish (outlook ekonomi yang secara umum mendukung suku bunga rendah). "Karena itu, sulit mengharapkan penguatan rupiah yang signifikan," papar Firman.

Sementara itu, lanjut Firman, rencana Bank Indonesia untuk merepatriasi cadangan devisa (BI mewajibkan devisa eskpor disimpan di dalam negeri) dinilainya tidak berpengaruh banyak pada pergerakan rupiah saat ini. Memang, ini seharusnya positif bagi rupiah. Tapi, karena realisasinya masih butuh waktu, sentimen itu masih kalah oleh pengaruh negatif dari Yunani. "Jadi, faktor repatriasi baru akan terasa dampaknya bagi rupiah akhir September ini," imbuh Praska.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (12/9) ditutup melemah tajam 30 poin (0,35%) ke level 8.595/8.605 per dolar AS.

KLBF fokus menaikkan volume lantaran harga terbatas

KLBF fokus menaikkan volume lantaran harga terbatas
JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengubah strateginya demi meningkatkan kinerja. Produsen obat ini kini fokus meningkatkan volume penjualan karena celah bersaing di tingkat harga semakin terbatas. Maklumlah, soalnya, kisaran harga obat diatur pemerintah.

Langkah KLBF meningkatkan volume penjualan antara lain dengan membangun pabrik baru di Cikarang, juga pabrik di Filipina atau Vietnam. Perusahaan ini menyiapkan belanja modal tahun ini senilai Rp 700 miliar.

Pabrik di Cikarang akan meningkatkan kapasitas produksi obat generik KLBF hingga 50%. KLBF juga meningkatkan kepemilikan di PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) untuk memperkuat jalur distribusi obat.

Menurut analis Batavia Prosperindo Sekuritas, Andy Ferdinand, KLBF tidak punya masalah dana ekspansi karena memiliki kas Rp 2 triliun dan treasury stocks Rp 2 triltiun. "Ini bisa menjadi modal ekspansi, baik di dalam dan luar negeri," kata dia.

Namun menurut Analis Kresna Securities, Irwan Budiarto, pembangunan pabrik di Cikarang belum mendesak karena saat ini hanya menyumbang 2,2% dari penjualan. Dia memperkirakan, peningkatan kapasitas pabrik ini baru mendesak pada dua-tiga tahun nanti. Menurut Irwan, KLBF justru mendapat keuntungan dari produk-produk barunya, seperti Fatigon Hydro dan Tipco, yang diterima masyarakat.

Proyeksi Irwan, perusahaan ini akan mencapai target pendapatan Rp 6,5 triliun akhir tahun nanti. Salah satunya berkat ditopang kehadiran pabrik baru.

Selain memacu produksi, KLBF juga ingin meningkatkan ekspor lebih dari 25%, lebih tinggi dibanding kontribusi ekspor di tahun 2010 sebesar 4,1%. Meski begitu, Andy memperkirakan, penambahan penjualan ekspor tak signifikan dibanding pertumbuhan permintaan domestik.

Beban promosi

Di tengah gencarnya rencana untuk meningkat volume penjualan dan ekspansi, analis menilai, kinerja semester I-2011 kurang memuaskan. Gifar Indra Sakti, Analis Sucorinvest Central Gani dalam risetnya menulis, tingginya aktivitas promosi menggerus laba usaha KLBF. Selama semester I, laba operasi atau usaha KLBF hanya meningkat 4,8% menjadi Rp 878,6 miliar.

Padahal, penjualan semester I mencapai 4,95% atau naik 5,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Efisiensi biaya produksi dan penguatan kurs rupiah juga membuat laba kotor KLBF naik 8% menjadi Rp 2,5 triliun.

Kinerja KLBF, menurut Gifar, terbantu turunnya beban pajak dan hak minoritas. Ini mendorong laba bersih naik 18% menjadi Rp 676 miliar. Meski naik di beberapa sektor, Gifar menilai kinerja KLBF pada semester I-2011 berada di bawah konsensus para analis.

Ketiga analis memberi rekomendasi hold untuk KLBF. Target harga Gifar dan Irwan sama, Rp 3.650 per saham. Dalam hitungan Gifar, target harga tersebut mencerminkan price to earning ratio (PER) 19,8 kali dan 17,5 kali, untuk tahun 2011 dan 2012.

Berdasarkan kinerja semester I dan prospeknya, Andy menetapkan target harga lebih rendah, Rp 3.100 per saham. Harga KLBF, Senin (12/9), menguat 0,69% menjadi Rp 3.600 per saham.

Wells Fargo dan Barclays pangkas prediksi indeks S&P 500

Wells Fargo dan Barclays pangkas prediksi indeks S&P 500
NEW YORK. Situasi pasar finansial global yang penuh ketidakpastian membuat sejumlah analis memangkas prediksi untuk indeks Standard & Poor's 500 tahun ini.

Beberapa diantaranya yakni analis Wells Fargo & Co Gina Martin Adam dan analis Barclays Plc Barry Knapp. Selain mengemukakan ketidakpastian perekonomian global, alasan lain dibalik pemangkasan prediksi itu adalah potensi penurunan kinerja perusahaan.

Adam memangkas prediksi akhir tahun S&P 500 sebesar 10% menjadi 1.250. Sedangkan Knapp menurunkan target S&P 500 dari sebelumnya 1.450 menjadi 1.325.

Selain itu, Adam juga memangkas proyeksi laba perusahaan yang tergabung di indeks S&P 500 di 2011 dan 2012. Menurutnya, tingkat pendapatan perusahaan akan mencapai US$ 93,50 per saham di 2011. Ramalan itu lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar US$ 94,40.

Adam juga menurunkan estimasi untuk profit di 2012 menjadi US$ 98,70 per saham dari sebelumnya US$ 103,50 per saham. Sedangkan Knapp tak mengubah prediksinya untuk profit perusahaan yang tergabung di S&P 500 sebesar US$ 96 per saham di 2011 dan US$ 105 di 2012.

"Setelah melalui tiga kuartal yang buruk, resiko di 2011 sudah terbatas. Sementara itu, 2012 akan memiliki kisah yang berbeda," jelas Knapp.

Tutupi kerugian di pasar saham, investor lepas emas

Tutupi kerugian di pasar saham, investor lepas emas
NEW YORK. Kontrak futures harga emas melorot kemarin malam. Investor melakukan aksi jual emas untuk menutupi kerugian atas penurunan harga saham.

Asal tahu saja, pada pukul 13.30 waktu New York, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember turun 2,5% menjadi US$ 1.813,30 per troy ounce di Comex, New York. Dalam dua sesi sebelumnya, harga emas sempat melaju hingga 2,3%.

Sementara itu, kontrak harga spot emas berada di posisi US$ 1.815,30 pada pukul 17.00 waktu New York.

Seperti yang diketahui, kemarin, bursa saham global tergerus tajam. Sebagai perbandingan, indeks MSCI All-Country World melorot hingga 2,5%. Pasar bereaksi negatif atas isu yang berkembang terkait langkah persiapan pemerintah Jerman dalam menghadapi kemungkinan gagal bayar (default) utang Yunani. Selain itu, dollar perkasa ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir terhadap enam mata uang utama dunia.

"Penguatan dollar membuat harga emas terpangkas. Keperkasaan dollar akan menjadi batu sandungan bagi pergerakan emas untuk naik. Meski begitu, harga emas masih bisa terdongkrak seiring kecemasan investor akan default Yunani serta dampaknya terhadap sistem perbankan," jelas Edel Tully, analis UBS AG.

Rayuan Italia ke China Angkat Wall Street

Rayuan Italia ke China Angkat Wall Street
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Senin (12/9). Hal ini didukung dari ada harapan Italia akan mendapatkan dukungan keuangan dari China yang dapat meredakan kekhawatiran krisis utang di zona Eropa.

Indeks Dow Jones naik 68,99 poin atau 0,63% ke level 11.061,12. Indeks S&P 500 naik 8,04 poin atau 0,70% ke level 1.162,27. Indeks Nasdaq naik 27,10 poin atau 1,10% ke level 2.495,09.

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi kemungkinan penurunan rating bank di Perancis oleh Moody's Investors Service, tetapi sentimen ini dapat direda oleh kabar pejabat Eropa dapat mengurangi kekhawatiran krisis utang. Italia meminta Cina untuk membeli surat utang Italia dengan signifikan.

"Hal ini menunjukkan Cina seirus untuk mempengaruhi pasar," ujar Head of Equity Research Louis Capital Robbert Van Batenburg, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Nasdaq memimpin kenaikan saham dengan berita merger yang menolong saham teknologi. NetLogic Microsystems Inc ditutup naik 50,8% ke level US$48,12 setelah Broadcom Corp menyetujui membeli perusahaan sekitar US$3,7 miliar. Indeks semuconductor naik 3% sementara saham Broadcom turun 1,1% ke level US$33,06.

Selain saham teknologi, sektor keuangan juga mencatatkan performa baik. Indeks sektor keuangan naik 1,2%.

Hal lain mempengaruhi pasar yaitu US Treasury Secretary Timothy Geithner akan menghadiri pertemuan menteri keuangan zona Eropa pada minggu ini.
Selain itu, Italia dipaksa untuk membayar bunga tinggi untuk menarik pembeli untuk mengambil utang pada Senin ini.

Volume perdagangan saham sebesar 8,3 miliar saham di NYSE, Amex dan Nasdaq di atas rata-rata volume perdagangan saham sekitar 7,6 miliar saham. [hid]

Ambon Rusuh, BTN Tutup Cabang Entah Sampai Kapan..

Ambon Rusuh, BTN Tutup Cabang Entah Sampai Kapan..
INILAH,COM, Jakarta - Operasional kantor Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) cabang Ambon untuk sementara ditutup, sehubungan dengan kerusuhan di ibukota Maluku tersebut.

Demikian diungkap dalam keterangan tertulis perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (12/9) malam. "Sehubungan dengan terjadinya kerusuhan di Ambon tanggal 11 September 2011, maka kantor cabang Ambon untuk sementara tidak melakukan kegiatan operasional terhitung tanggal 12 September 2011 sampai waktu yang belum dapat ditentukan," ungkap keterangan tersebut.

Sementara untuk kantor cabang lainnya tetap beroperasi seperti biasanya.

Morgan dan Goldman incar sekuritas lokal

Morgan dan Goldman incar sekuritas lokal
JAKARTA. Semarak perdagangan saham di bursa lokal menggoda para raksasa global. Dua perusahaan investasi kelas berat, Goldman Sachs dan Morgan Stanley, akan berkiprah di Indonesia.

Kedua raksasa keuangan dari Amerika Serikat (AS) itu akan masuk ke Indonesia dengan cara mengakuisisi sekuritas lokal. Kantor berita Reuters mengutip sumber anonim yang mengetahui rencana tersebut, memberitakan, kedua perusahaan keuangan tadi sudah melakukan negosiasi dengan sekuritas lokal.

Goldman Sachs dikabarkan akan mengakuisisi Tiga Pilar Sekuritas. Goldman sudah menyelesaikan proses uji kelayakan terhadap Tiga Pilar. Akuisisi ini ditargetkan selesai akhir 2011 ini. Dus, tahun depan Goldman sudah bisa beroperasi di Indonesia.

Sementara, identitas sekuritas lokal yang akan diakuisisi Morgan Stanley masih belum terungkap. Reuters melaporkan, mengutip sumber lain yang tidak bersedia disebut namanya, Morgan berharap bisa melakukan due diligence tahun ini, sehingga bisa mulai beroperasi tahun depan.

Morgan Stanley saat ini sudah memiliki izin sebagai penjamin emisi di Indonesia. Sedang Goldman mungkin akan mengajukan izin berbisnis penjaminan emisi setelah mulai beroperasi di Indonesia.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Samsul Hidayat mengaku belum menerima permohonan izin dari Goldman Sachs untuk mengakuisisi Tiga Pilar. "Untuk menjadi pemegang saham mereka harus minta persetujuan Bapepam, tapi belum ada permohonan," paparnya kemarin (12/9).

Sedang Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia, menuturkan Morgan Stanley memang sudah beberapa kali melakukan pembicaraan untuk menjadi anggota bursa. Ia juga sudah mendengar rencana Morgan mengakuisisi sekuritas lokal. Namun ia tidak bersedia mengungkapkan identitas sekuritas tersebut.

Sekuritas yang saat ini sudah beroperasi, termasuk yang lokal, tidak khawatir dengan kehadiran dua pemain asing itu. Alasannya, potensi pasar modal Indonesia masih besar. "Ini terlihat dari kapitalisasi pasar yang masih kecil dibanding negara tetangga, seperti Malaysia," kata Marciano Herman, Direktur Utama Danareksa Sekuritas.

Pasar modal Indonesia memang tengah jadi incaran pemain asing. Sebelum ini, TPG Capital dikabarkan berniat mengambil alih 10% sampai 20% kepemilikan saham di Northstar Pacific. Patrick Walujo, pendiri Northstar, tidak menjawab panggilan telepon serta pesan singkat yang disampaikan KONTAN.

Saham Perbankan dan Defensif Bisa Jadi Pilihan

INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia, Selasa (13/9) berpeluang menguat secara teknikal. Namun, memburuknya situasi eksternal menekan bursa domestik. Saham perbankan dan defensif bisa menjadi pilihan.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, IHSG hari ini sebenarnya cenderung bullish. Terlihat dari bentuk grafik daily, yang membentuk Ascending triangle (higher low, dimana level bawah indeks terus naik, namun high-nya stagnan).

“Bentuk ascending triangle ini adalah sinyal konsolidasi. Jika terjadi rebound di bursa global, pola ini yang cepat berubah menjadi bullish jangka pendek,”katanya kepada INILAH.COM.

Sementara secara grafik, IHSG berpeluang tutup gap di bawah yaitu di level 3890, sementara gap atas di level 3947 masih terbuka. “Indikator MACD menunjukkan, masih ada peluang untuk naik, demikian juga dengan RSI,” ujarnya.

Namun, masalah risiko default utang Yunani meningkat. Terlihat dari bond yield Yunani yang melesat dan tidak rasional lagi. Banyak perbankan Eropa yang beli surat utang Yunani, berdampak pada turunnya harga bonds. Bank-bank ini pun harus mendapat suntikan dana. Salah satu penanganannnya adalah ECB harus bantu likuiditas bank-bank yang pegang bonds Yunani. “Namun, hingga kini belum ada kepastian arah yang jelas soal penyelesaian obligasi Yunani,” paparnya.

Sementara kondisi makro ekonomi AS dan Eropa melambat, The Fed akan mengadakan pertemuan FOMC, dimana Ben Bernanke akan mengumumkan kebijakan stimulus moneter. Akhir Agustus lalu di Jackson Hole, Bernanke indikasikan akan meluncurkan program stimulus sebesar US$400 - 500 miliar. Namun, kemungkinan bukan dengan cara pembelian US Treasury.

Irwan menilai, hal inilah yang membuat pasar surat utang berfluktuasi tinggi, terutama karena spekulan obligasi berulah dengan menjual bond jangka pendek di Eropa dan mempengaruhi pasar saham di Eropa yang merambat ke AS dan Asia.

Situasi Yunani sudah mirip dengan situasi AS pada 2008, ketika terjadi krisis Subprime mortgage. Apalagi perbankan Eropa nyaris seperti Lehman Brothers pada 2008, terjepit dengan likuiditas sangat tipis.

Namun, imbuh Irwan, indikator resesi tidak ada, meski terjadi stagnasi di pasar tenaga kerja AS. Ini karena ISM Manufaktur masih melebihi ekspektasi pasar, di atas 50%, sehingga belum ada kontraksi ekonomi. Indeks manufaktur di Jerman juga masih bagus.

Di tengah situasi IHSG membentuk pola ascending triangle, strategi trading buy dekat support dan sell dekat level resistant.

Beberapa saham yang menarik untuk trading adalah perbankan, seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). Serta Unilever (UNVR) yang merupakan defensive stock.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (12/9) ditutup anjlok 102,38 poin (2.56%) ke level 3.896,11, dengan intraday terendah di 3.880,69 dan tertinggi di 3.997,22. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3,662 miliar lembar saham, senilai Rp 3,328 triliun dan frekuensi 97.852 kali.

Sebanyak 35 saham naik, sisanya 235 saham turun, dan 48 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai dengan keluarnya aliran dana asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) tercatat sebesar Rp271 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,213 triliun dan transaksi beli mencapai Rp941 miliar. [mdr]

Wall Street sumringah setelah beredar isu China akan beli obligasi Italia

Wall Street sumringah setelah beredar isu China akan beli obligasi Italia
NEW YORK. Setelah sebelumnya sempat memerah, kemarin malam, mayoritas bursa AS melesat. Pada penutupan pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,7% menjadi 1.162,27. Padahal, indeks S&P 500 sempat tergerus hingga 1,6% pada transaksi sebelumnya. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 11.061,12.

Sembilan dari sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks S&P 500 juga menghijau. Kenaikan tersebut dipimpin oleh sektor teknologi dan finansial.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain Bank of America Corp yang naik 1% setelah mengumumkan rencananya untuk memangkas 30.000 karyawan dalam beberapa tahun ke depan untuk efisiensi serta NetLogic Microsystems Inc yang meroket 51% setelah Broadcom Corp setuju membeli perusahaan semikonduktor tersebut senilai US$ 3,7 miliar secara tunai.

Disinyalir, beberapa faktor turut mendongkrak Wall Street kemarin. Salah satunya, rencana China yang mempertimbangkan untuk melakukan investasi di Italia.

"Jika China bersedia berinvestasi di Italia, mungkin hal itu bisa menjadi salah satu solusi. Sebab, itu akan menciptakan sumber modal baru dari luar Eropa yang tidak terpikir sebelumnya. Mungkin saja negara-negara lain Eropa mampu mencari modalnya sendiri. Itu yang sangat diharapkan," jelas Mark Bronzo, analis Security Global Investors di New York.

Sekadar tambahan, sebelumnya, Financial Times memberitakan, pemerintah Italia saat ini tengah berupaya keras meyakinkan China untuk membeli obligasinya. Hal ini dikonfirmasi oleh salah seorang staf pemerintahan Italia yang tidak mau namanya disebut. Sang sumber bilang, pemerintah Italia sudah melakukan perundingan dengan China mengenai investasi potensial di kawasan Eropa.

Yuk! Pilih KLBF, ASRI, ICBP, BUMI

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak melemah pada kisaran 3.852-3.969.

"Pada perdagangan hari Selasa (13/9), secara teknikal indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3852-3969," ungkap analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto, melalui surat elektronik yang diterima INILAH.COM, Senin (12/9) petang.

Menurutnya, saham-saham yang layak dikoleksi untuk kondisi tersebut adalah saham Kalbe Farma (KLBF), saham Alam Sutera Realty (ASRI), saham Bumi Resources (BUMI), dan saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). "Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain KLBF, ASRI, ICBP, BUMI," pungkasnya.

Kemarin, IHSG ditutup melemah hingga 102,38 poin atau 2,5% ke 3.896,12 dengan volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp2,9 triliun.

Perdagangan mengalami 235 saham turun, 35 saham naik dan 48 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp271,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,2 triliun dan pembelian asing sebesar Rp941,6 miliar.

ABM raih pra-IPO, Big Daddy ingin IPO

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mengeluarkan izin pra efektif penawaran saham perdana PT ABM Investama akhir pekan lalu. Anak usaha Tiara Marga Trakindo ini menargetkan bisa menghimpun dana US$ 300 juta dari proses initial public offering (IPO).

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, Gonthor Ryantori Aziz, mengatakan, perusahaan tambang ini berencana menawarkan 550,6 juta saham ke publik. Jumlah ini setara 20% dari total modal disetor. "67% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal dan akuisisi proyek," beber Gonthor di Jakarta, Senin (12/9).

Perusahaan ini juga akan mengalokasikan 27% dana IPO untuk membayar utang. Sisanya, yaitu sekitar 6%, akan digunakan sebagai modal kerja perseroan itu.

ABM Investama menunjuk Mandiri Sekuritas dan Macquarie Capital Securities Indonesia sebagai penjamin emisi. Anak usaha Trakindo ini menyampaikan pernyataan pendaftaran IPO kepada Bapepam-LK 16 Agustus lalu. Gonthor bilang, perusahaan ini menargetkan pernyataan efektif keluar pada akhir Oktober nanti.

Selain ABM Investama, PT Prima Java Kreasi juga tengah bersiap melepas saham perdana ke publik. Promotor konser musik dan hiburan yang ngetop dengan sebutan Big Daddy ini menargetkan bisa IPO tahun ini.

Perusahaan ini akan melepas sampai dengan 35% saham ke pasar. "Sebagai underwriter adalah PT Minapadi," kata Michael Rusli, Presiden Direktur Prima Java Kreasi.

Melalui hajatan ini, Big Daddy berharap bisa meraup dana segar Rp 300 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, pendidikan dan komunikasi ini akan menggunakan dana hasil IPO untuk membiayai aktivitas konser, pendidikan dan investasi infrastruktur di awal 2012.

Krisis Eropa memicu peralihan dari emas ke dollar AS

Krisis Eropa memicu peralihan dari emas ke dollar AS
JAKARTA. Setelah berfluktuasi tajam sepanjang pekan lalu, harga emas mulai tergelincir. Nilai kontrak pengiriman emas untuk bulan Desember 2011 turun jadi US$ 1.842,5 per ons troi (oz) di bursa New York, pukul 19.30 WIB, kemarin (12/9).

Bahkan di bursa Singapura, nilai kontrak emas untuk pengiriman di saat ini adalah US$ 1.830,7 per oz, usai anjlok hingga US$ 1.826,75 per oz. Penyebab penurunan harga emas kali ini adalah kekalutan investor global mendapati ketidakpastian penyelesaian krisis utang Yunani.

Investor berlomba mengamankan aset dengan memilih uang tunai dalam dollar Amerika Serikat (AS). Mereka menjual emas untuk menutup kerugian di aset yang lain. "Lonjakan dollar AS mendorong para investor mengakhiri pertaruhan mereka di emas," ujar Ong Yi Ling, Analis Phillip Futures seperti dikutip Bloomberg, Senin (12/9).

Momen ini menunjukkan redupnya keyakinan sebagian investor terhadap masa bullish emas. Apalagi harga emas sudah membumbung tinggi. Merujuk data Bloomberg, volatilitas harga emas dalam 30 hari ini terbilang meningkat di kisaran tertinggi sejak delapan bulan terakhir.

Para pelaku pasar memprediksi kenaikan dollar AS hanya menyaingi emas untuk sementara waktu. "Dollar AS telah maju signifikan, tetapi sangat mungkin dollar AS dan emas naik bersama menjadi safe haven," ujar Gavin Wendt, Direktur Mine Life.

Alwy Assegaf, Analis Universal Broker, berpendapat bahwa krisis utang Eropa dalam jangka panjang justru bisa mengerek emas. Emas bisa bergerak seiring dengan dollar AS, seperti yang terjadi pada tahun 2008.

Alwy memperkirakan, koreksi terjauh emas akan terjadi pekan ini. Setelah itu, emas akan rebound ke posisi US$ 1.900 per oz, akhir September. "Faktor fundamental pemukul harga emas, masih jauh. Terutama, jika AS masih mempertahankan bunga rendah," tutur dia.

Suluh AW, Analis Askap Futures, menambahkan, secara teknikal emas menunjukkan pola double top, yaitu telah dua kali mencoba memecahkan rekor tertinggi di atas US$ 1.900 per oz.

Usai double top, harga emas cenderung terkoreksi. "Nilai topang terendah emas saat ini US$ 1.820 per oz. Secara fundamental, koreksi emas terjadi jika ada pernyataan positif mengenai krisis AS maupun Eropa," kata dia.

Harga Emas Turun Lagi 2,5%

New York/London - Harga emas kembali turun hingga 2,5% setelah pekan lalu mencetak rekor tertingginya. Merosotnya pasar saham akibat kekhawatiran krisis di Eropa membuat investor melepas emas untuk menutup kerugian di pasar saham.

Emas yang selama ini dianggap sebagai tempat investasi paling aman, kerap kali mengalami tekanan jual ketika pasar saham sedang mengalami aksi jual karena investor mencairkan emasnya untuk memenuhi marjin di pasar saham.

Kekhawatiran seputar gagal bayar Yunani yang bisa menyebar ke seluruh dunia telah memukul pasar saham dan memicu pencairan emas yang cukup besar. Rebound yang terjadi di bursa Wall Street di menit-menit akhir ternyata juga tidak mampu menutup penurunan tajam harga emas.

Beberapa analis bahkan mengingatkan sinyal teknikal untuk potensi penurunan harga emas lebih lanjut.

"Kita telah memiliki aksi jual teknikal sekarang datang ke pasar. Jika kita menempatkan kepala di bawah level US$ 1.800, maka kita dapat melhat penurunan yang fair secara cepat dan mungkin membawa kita kembali ke harga US$ 1.700," ujar Frank McGhee, head precious metal trader dari Integrated Brokerage Services LLC seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/9/2011).

Pada perdagangan Senin (12/9/2011), harga emas di pasar spot tercatat turun hingga 2,3% menjadi US$ 1.814,39 per ounce. Harga emas pada pekan lalu tercatat sudah turun lebih dari 1%, yang merupakan penurunan tertajam sejak akhir Juni.

Harga emas berjangka untuk Desember juga turun US$ 46,20 menjadi US$ 1.813,30 per ounce. Volume perdagangan sejalan dengan rata-rata 30 hari terakhir.

Sementara harga perak juga turun 3% menjadi US$ 40,10 per ounce.

Harga emas sepanjang tahun ini tercatat telah menguat hingga 305 lebih, atau 22% selama kuartal III saja. Ini adalah kenaikan harga emas terbesar sejak tahun 1986, dipicu oleh kondisi pasar saham dan valas yang sedang lesu sehingga membuat investor mencari tempat investasi alternatif.

"Kita memiliki situasi yang sama dengan tahun 2008, ketika pasar saham anjlok dan menyeret harga emas lebih rendah, dan beberapa hedge fund mengkompensasi kerugiannya dengan melikuidasi emas," ujar Peter Fertig, konsultan dari Quantitative Commodity Research.

"Tergantung pada bagaimana situasi di pasar saham bisa mereda, maka ini bisa terus berlangsung dalam beberapa hari," imbuhnya.

Situasi di Eropa memang terus berkembang. Yunani sebelumnya mengkonfirmasi bahwa mereka hanya memiliki dana tunai untuk beberapa pekan saja. Investor juga dibuat khawatir oleh kemungkinan penurunan peringkat bank-bank besar Prancis.

Namun selanjutnya sentimen positif datang dari Italia yang kemungkinan mendapatkan pendanaan lebih besar dari China. Italia diketahui telah meminta China untuk membeli surat utangnya lebih besar. China saat ini juga telah tercatat sebagai salah satu pemegang surat utang AS yang terbesar.

(qom/qom)

IHSG Siap Menguat Perlahan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin merosot hingga 102 poin akibat mencuatnya lagi kekhawatiran krisis utang Eropa. Indeks pun meninggalkan level 3.900.

Pada perdagangan, Senin (12/9/2011), IHSG ambles 102,383 poin (2,57%) ke level 3.896,119. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 21,066 poin (2,99%) ke level 684,184.

Setelah koreksi tajam, IHSG pada perdagangan Selasa (13/9/2011) diprediksi akan mengalami technical rebound. Apalagi ada sentimen positif dari penguatan bursa-bursa regional mengikuti Wall Street tadi malam, meski masih tipis-tipis.

Bursa Wall Street kemarin berhasil menguat pada sesi-sesi akhir didorong harapan Italia akan mendapatkan support pendanaan dari China. Harapan itu mulai mengurangi kekhawatiran investor akan memburuknya krisis utang Eropa.

Pada perdagangan Senin (12/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 68,99 poin (0,63%) ke level 11.061,12. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 8,04 poin (0,70%) ke level 1.162,27 dan Nasdaq menguat 27,10 poin (1,10%) ke level 2.495,09.

Bursa regional langsung ikut menguat. Pada Selasa pagi ini, indeks Nikkei-225 tercatat menguat tipis 46,12 poin (054%) ke level 8.582,15.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Sentimen negatif dari perkembangan ekonomi global terkait krisis hutang di Eropa masih membayangi pergerakan indeks untuk beberapa waktu ke depan. Kami melihat indeks berpotensi menguji support 3.830 hari ini dengan level resistance berada di 3.907. Disisi lain kami juga melihat stabilnya makro ekonomi Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi pemodal asing dan domestik bercermin dari performance pasar modal kita menghadapi krisis 2008 lalu. Saham sektor konsumer dan properti dapat menjadi pilihan trading pada hari ini.
Â
eTrading Securities:

IHSG pada Senin (12/9) ditutup turun 102 point (-2.56%) ke level 3,896.12 dengan seluruh sektor mengalami penurunan. Total transaksi di bursa kemarin tercatat sebanyak 7.83 juta lot atau setara dengan Rp 3.3 triliun.Tercatat sebanyak 32 saham mengalami kenaikan, 200 saham mengalami penurunan, 44 saham tidak mengalami perubahan dan 155 saham tidak diperdagangkan sama sekali.Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. KLBF, APIC, RMBA, PKPK dan DKFT sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BUMI, ASII, ADRO, BMRI dan BBRI. Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp283 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli a.l. BMRI, INDF, ITMG, BBRI dan HRUM.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (12/9) IHSG terkoreksi dengan candlestick membentuk Bearish Marubozu sementara Indikator Stochastic telah membentuk deathcross dengan RSI yang bergerak downtrend. Pada perdagangan hari ini (13/9), IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan koreksinya dan akan bergerak pada range 3835-3936 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l GZCO, LSIP, dan BUVA.

(qom/qom)

Kabar dari Italia Dorong Penguatan di Wall Street

New York - Bursa Wall Street berhasil menguat pada sesi-sesi akhir didorong harapan Italia akan mendapatkan support pendanaan dari China. Harapan itu mulai mengurangi kekhawatiran investor akan memburuknya krisis utang Eropa.

Mengawali perdagangan, investor harus menghadapi sentimen negatif dari kemungkinan penurunan peringkat bank-bank besar Prancis oleh Moody's. Namun sentimen itu membaik karena para pejabat di Eropa berhasil meredam kekhawatiran bahwa para pemimpin akan kehilangan kontrol terhadap situasi di kawasan tersebut.

Italia juga telah meminta China membeli sebagian besar surat utangnya. Kabar yang ditulis Financial Times itu langsung memberikan harapan Italia tidak akan mengikuti jejak rekan-rekannya di Eropa yang sedang mengalami krisis.

"Itu menunjukkan bahwa China serius tentang menanggapi tekanan pada pasar," ujar Robbert Van Batenburg, head of equity research Louis Capital seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/9/2011).

Pada perdagangan Senin (12/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 68,99 poin (0,63%) ke level 11.061,12. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 8,04 poin (0,70%) ke level 1.162,27 dan Nasdaq menguat 27,10 poin (1,10%) ke level 2.495,09.

Nasadw memimpin penguatan berkat berita merger yang langsung mendorong penguatan saham-saham teknologi. Berita merger datang dari Broadcom Corp yang mengumumkan pembelian NetLogic Microsystem Inc senilai US$ 3,7 muliar. Saham NetLogic langsung melesat 50,8%, namun Broadcom turun 1,1%.

Perdagangan berjalan ramai dengan volume transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,3 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,6 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Senin, 12 September 2011

Rumor Liar di Eropa Picu Koreksi Tajam

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah dan IHSG kompak melemah tajam. Rumor gagal bayar Yunani, kemunduran Jurgen Stark dari petinggi ECB dan rumor down grade bank-bank Perancis menjadi katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini lebih dipicu oleh memburuknya situasi krisis utang di zona euro. Salah satunya, karena pasar sangat mencemaskan kondisi Yunani di tengah rumor, bahwa negara itu secara terpaksa bakal mengumumkan default (gagal bayar) dengan tidak membayar utang-utangnya.

Rumor itu, lanjutnya, muncul setelah terjadi peningkatan pertentangan dari Jerman yang menginginkan Yunani untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 8.615 dan terkuatnya 8.580 dari poisi pembukaan di level 8.580 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (12/9).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (12/9) ditutup melemah tajam 30 poin (0,35%) ke level 8.595/8.605 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu di level 8.565/8.575.

Di sisi lain, lanjut Firman, mundurnya Jurgen Stark dari jajaran petingi European Central Bank (ECB) juga semakin memperburuk keadaan. Sebab, Jurgen Stark merupakan salah satu petinggi ECB yang hawkish (lebih menyukai pengetatan moneter melalui kenaikan suku bunga). "Karena itu, pasar melihat sikap hawkish di ECB akan berkurang sehingga menjadi tekanan bagi mata uang kawasan itu," ujarnya.

Sebab, lanjut dia, ECB dilihat oleh pasar tidak akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunganya. Karena itu, tidak banyak insentif pasar untuk memegang euro di tengah memburuknya krisis utang zona Eropa. "Sejak awal tahun, ECB sudah dua kali menaikkan suku bunganya ke level 1,5%," paparnya.

Sejauh ini dengan masih tingginya inflasi di zona euro, ECB seharusnya melanjutkan siklus kenaikan suku bunganya itu. Hanya saja, dengan memburuknya krisis utang zona euro, memang ECB sempat menghentikan siklus kenaikan suku bunganya. "Kemunduran Jurgen Stark memicu burkurangnya pendukung pengentatan kebijakan moneter," timpalnya.

Karena itu, ditegaskan Firman, ECB akan lebih banyak argumen pelonggaran moneter baik dalam bentuk penambahan jumlah obligasi maupun pertimbangan untuk menurunkan suku bunga dibandingkan pengetatan moneter. "Rumor yang beredar, kemunduran Stark karena silang pendapat atas rencana pembelian obligasi oleh bank sentral," paparnya.

Menurut Firman, Stark menginginkan, pembelian obligasi dihentikan. Tapi, mayoritas petinggi ECB menginginkan berlanjutnya pembelian obligasi itu. Tapi, Strak masih efektif bekerja hingga penggantinya ditemukan.

Rumor lain yang memperburuk situasi pada adalah peluang downgrade pada perbankan Perancis oleh Moody's Investor Service setelah hasil stress test diumumkan pekan ini.

Tapi, ditegaskan Firman, kuncinya tetap pada Yunani. "Jika Yunani default, Perancis dan Jerman sebagai pemegang terbesar surat utangnya bakal menghapus (write off) utang-utang Yunani sehingga Capital Adequacy Ratio (CAR) bank-bank Jerman dan Perancis bakal menyusut dan berujung down grade," paparnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama terutama terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke level 77,329 dari sebelumnya 77,192. "Terhadap euro, dolar AS menguat tajam ke level US$1,3607 dari sebelumnya US$1,3654 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 102,38 poin (2,56%) ke level 3.896,119 dipicu oleh anjloknya bursa Dow Jones Industrial Average (DJIA) akhir pekan lalu yang ditutup turun tajam 303,68 poin (2,69%) ke level 10.992,10 yang berimbas negatif ke bursa Asia termasuk IHSG.

Kondisi itu, lanjutnya, akibat keraguan investor di Amerika atas stimulus yang dugulirkan Presiden AS Barack Obama senilai US$447 miliar bisa mengangkat perekonomian AS. Di sisi lain, lanjutnya, dari Eropa market juga mendapat sentimen negatif setelah Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Juergen Stark, tiba-tiba mengudurkan diri dari posisinya Jumat (9/9) waktu setempat.

Seperti diberitakan, secara resmi, Stark (63) hanya menyatakan mengundurkan diri karena alasan pribadi, sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2014. Tapi, menurut Cece, para pengamat membaca bahwa tindakan ini menunjukkan telah terjadi perpecahan berat di dalam tubuh ECB dalam langkahnya untuk menyelamatkan zona euro. “Jadi, faktor AS dan Eropa menjadi sentimen negatif di market saat ini,” ujarnya. [mdr]