Selasa, 04 Oktober 2011

Krisis Yunani Masih Akan Tekan Saham Eropa

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Eropa diperkirakan dibuka melemah pada Selasa (4/10) setelah jatuh mendekati level terendah mereka dalam seminggu pada Senin dengan saham perbankan jatuh tajam terkait pengakuan Yunani yang kehilangan target untuk defisit tahun ini.

Mengutip CNBC, FTSE diperkirakan turun 100 poin, sementara DAX Jerman turun 114 poin, CAC Prancis diperkirakan akan turun sebesar 61 poin. Indeks Stoxx 600 Eropa indeks perbankan turun 2,7 persen sementara DAX Jerman kehilangan 2,28 persen, CAC40 turun 1,85 persen dan FTSE 100 turun 1,03 persen Senin.

Di Asia, kerugian saham sepertinya masih berlanjut pada Selasa karena investor keluar dari aset berisiko di tengah kekhawatiran baru atas default Yunani dan kemungkinan bailout kedua Uni Eropa / IMF.

Indeks KOSPI Korea Selatan yang paling terpukul, jatuh 5 persen dan memicu suspensi penjualan di indeks oleh operator Korea Exchange.

Yen mencapai puncaknya dalam 10 tahun terhadap euro di perdagangan Asia semalam, dengan mata uang umum turun di bawah $ 1,3200 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak 13 Januari. Euro terakhir berada di $ 1,3192, naik dari $ 1,3191 atau merupakan sesi terendah.

Direktur IMF Bidang Fiskal, Carlo Cottarelli memperingatkan pada Senin bahwa Italia perlu memperketat anggaran jika tekanan pasar berlanjut dan kekhawatiran atas utang cenderung tetap tinggi dalam agenda menteri keuangan zona euro akan menyimpulkan pertemuan mereka di Luksemburg hari ini.

Pada hari Senin, menteri keuangan dari zona euro mengendorse Joerg Asmussen karena penempatan Juergen Stark di dewan eksekutif Bank Sentral Eropa, kata sumber itu, tetapi Asmussen masih harus menunggu sampai 17 Oktober untuk melihat apakah pencalonannya disetujui .

Setelah kesimpulan dari pertemuan kepala keuangan zona euro, semua mata akan tertuju ke Brussels, di mana Kepala ECB Jean Claude Trichet akan ambil bagian dalam sesi kuartal terakhir sebelum Anggota Parlemen Eropa ini pensiun. Trichet diperkirakan akan pidato sekitar pukul 02:00 waktu London.

Uni Eropa 10 Agustus merilis Data PPI pada pukul 00:00 waktu London.

Dolar Menguat, Minyak Asia Tergelincir Lagi

Headline
INILAH.COM, Singapura - Minyak mentah AS pada perdagangan Selasa (4/10) di Asia melemah dengan kekhawatiran Yunani dan penguatan dolar AS.

Minyak mentah jenis light sweet tergelincir US$1,35 ke US$76,26 per barel dalam transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman November turun US$1,2 menjadi US$100,51 per barel, seperti dikutip dari yahooofinance.com.

"Minyak mentah Brent terus merasakan beratnya kekhawatiran terhadap ekonomi global. Apalagi Yunani gagal mencapai target defisit di bawah 8% untuk tahun ini sehingga mendorong kekhawatiran terhadap bank-bank Eropa," kata JP Morgan dalam catatan risetnya.

Dengan demikian, minyak dunia, pasar saham dan euro telah jatuh begitu masuk perdagangan pekan ini. Pemicunya tentu kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani yang berpotensi menular ke negara lainnya.

Asing banyak melepas saham bluechips finansial di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada sesi I. Pada pukul 12.00, indeks kehilangan 53,94 poin sehingga berakhir pada posisi 3.294,76.

Aksi jual saham-saham perbankan bluechips menjadi penyebab utama penurunan indeks. Mereka adalah:

- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI turun 3,48% menjadi Rp 5.550 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: Macquarie Capital senilai Rp 32,39 miliar, Deutsche Securities senilai Rp 14,37 miliar, dan Citigroup Securities senilai Rp 12,23 miliar.

- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA turun 2,04% menjadi Rp 7.200 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: Macquarie Capital senilai Rp 15,21 miliar, UBS Securities senilai Rp 8,38 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 6,22 miliar.

- PT Bank Negara Indonesia (BBNI)
Saham BBNI turun 5,11% menjadi Rp 3.250 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: Citigroup Securities senilai Rp 14,95 miliar, UBS Securities senilai Rp 12,31 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp 9,99 miliar.

Indeks masih tertekan, turun 1,61% di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini ditutup melorot. Pada pukul 12.00, indeks turun 1,61% menjadi 3.294,764.

Sekitar 194 saham ditransaksikan negatif. Sementara, saham yang positif hanya berjumlah 27 saham dan 41 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi hari ini melibatkan 2,299 miliar saham senilai Rp 2,051 triliun.

Sepuluh sektor memerah. Sektor pertambangan mencatatkan penurunan paling besar yakni 3,11%. Setelah itu, diikuti oleh sektor konstruksi urun 3,04% dan sektor keuangan turun 2,37%.

Saham-saham top losers hari ini antara lain: PT KMI Wire & Cable (KBLI) turun 20% menjadi Rp 12.273, PT Kedawung Setia Industri (KDSI) turun 18,37% menjadi Rp 80, dan PT Midi Utama Indonesia (MIDI) turun 15,91% menjadi Rp 370.

Sedangkan di posisi top gainers terdapat saham-saham: PT First Media (KBLV) naik 11,11% menjadi Rp 500, PT Pelangi Indah Canindo (PICO) naik 10,84% menjadi Rp 184, dan PT Mahaka Media (ABBA) naik 9,52% menjadi Rp 115.

Terendah 2011,IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Hampir 2%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Selasa (4/10) ini ditutup anjlok 1,67% ke level 3.292,54.

Pelemahan IHSG siang ini masih seiring koreksi yang terjadi di bursa regional terkait krisis utang Yunani.

Bursa AS semalam kembali terkoreksi sekitar 2,5% semalam dan mencetak rekor terendah sepanjang 2011 dengan indeks S&P500 akhirnya menembus level psikologis 1.100. Sentimen negatif dari krisis utang di Yunani terkait keputusan pemberian bail out berikutnya pada 13 Oktober mengkompensasi sentimen positif dari rilis data manufacturing index di bulan September yang naik.

Harga komoditas dunia melanjutkan koreksinya dengan harga minyak kembali turun 2% ke level US$77,6/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +8,2% dan Timah +0,7%.

Bursa Asia siang ini juga masih rontok, di mana Shanghai jatuh 0,25%, Hang Seng anjlok 1,59%, KLSE melemah 0,29%, Nikkei meluncur 1,45%, STI turun 1,81%, dan Seoul ambruk 4,85%.

Sebanyak 204 saham turun siang ini, 32 saham naik, dan 47 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup anjlok 1,74% ke level 574,05, sementara JII melorot 0,89% ke level 457,83.

Volume perdagangan siang ini mencapai 2,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,89 triliun. Asing terpantau masih melakukan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp175,27 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah GGRM turun 1,52%, PTBA turun 4,14%, HRUM turun 8,27%, ITMG turun 1,25%, UNVR turun 2,17%, dan INTP turun 2,36%.

Aussie keok ke level paling lemah dalam setahun terakhir atas dollar AS

Aussie keok ke level paling lemah dalam setahun terakhir atas dollar AS
SYDNEY. Pergerakan dollar Australia hari ini melemah terhadap dollar AS. Pagi tadi, mata uang yang kerap dipanggil aussie ini melemah ke level 94,56 per US sen. Ini merupakan level paling lemah sejak September 2010. Pada pukul 14.58 waktu Sydney, aussie berada di posisi 94,85 US sen dari 95,27 US sen kemarin.

Aussie juga keok terhadap yen ke level 72,73 yen dari 73,01 yen. Sebelumnya, aussie sempat bertengger di level 72,49 yen, level paling lemah sejak Mei 2010.

Keoknya mata uang dollar Negeri Kanguru ini terjadi setelah bank sentral menyatakan pertumbuhan inflasi yang moderat memungkinkan dilakukannya pemangkasan suku bunga acuan.

"Reserve Bank of Australia (RBA) membuka pintu untuk menurunkan suku bunga acuan. Hal itu akan menekan pergerakan dollar Australia," jelas Richard Grace, chief foreign exchange strategist and head of international economics Commonwealth Bank of Australia di Sydney. Dia memprediksi, dengan kondisi pasar saham yang masih menurun, aussie berpotensi untuk melorot hingga ke bawah level 90 US sen.

Kembali diburu, harga kontrak emas kembali melanjutkan reli di hari keempat

Kembali diburu, harga kontrak emas kembali melanjutkan reli di hari keempat
SINGAPURA. Harga kontrak emas masih melanjutkan reli pagi ini. Pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat naik 0,9% menjadi US$ 1.672,38 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi sejak 27 September lalu. Pada pukul 11.18 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.667,26 per troy ounce.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember naik 1% menjadi US$ 1.674,40 per troy ounce. Sekadar tambahan informasi, harga kontrak emas sudah naik 17% di sepanjang tahun ini.

Reli harga emas yang sudah terjadi selama empat hari terakhir dipicu oleh kecemasan investor akan krisis utang Eropa. Mereka memburu emas sebagai lindung nilai dari guncangan krisis finansial dan perlambatan ekonomi global.

"Sepertinya, emas kembali menjadi incaran karena fungsinya sebagai aset safe haven," demikian hasil riset dari Australia & New Zealand Banking Group Ltd, termasuk di dalamnya Mark Pervan.

Koreksi Saham Tambang & Bank Paksa IHSG Balik ke 3.200

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 53 poin akibat tekanan jual di saham-saham tambang dan bank kelas berat. Minimnya berita positif membuat IHSG sulit bergerak ke atas.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 37,005 poin (1,10%) ke level 3.311,703 ertekan buruknya situasi ekonomi global. Jatuh sangat dalam hingga ke posisi terendahnya sejak 7 September 2010.

Indeks sempat menguat tipis di awal perdagangan, berhenti di posisi tertingginya 3.352,395. Setelah itu, langsung ambles ke zona merah hingga ke level 3.276,552.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (4/9/2011), IHSG terpangkas 53,944 poin (1,62%) ke level 3.294,764. Sementara Indeks LQ 45 turun 9,711 poin (1,67%) ke level 574,507.

Saham-saham tambang dan bank kelas berat menjadi penyebab jatuhnya bursa. Saham-saham ini banyak dilepas setelah terkena sentimen negatif.

Sentimen tersebut antara lain anjloknya harga-harga komoditas dunia serta adanya potensi krisis perbankan di Eropa terkait banyaknya eksposure utang Yunani.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.474 kali pada volume 2,299 miliar lembar saham senilai Rp 2,051 triliun. Sebanyak 30 saham naik, sisanya 204 saham turun, dan 46 saham stagnan.

Maraknya sentimen negatif itu juga menekan pergerakan bursa-bursa di Asia. Setelah libur satu hari, bursa saham Korea Selatan jatuh sangat dalam dan menjadi yang terparah di Asia.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Hang Seng anjlok 268,12 poin (1,59%) ke level 16.554,03.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 131,69 poin (1,54%) ke level 8.413,79.
  • Indeks Straits Times terpangkas 49,19 poin (1,88%) ke level 2.572,21.
  • Indeks Kospi terjun 92,52 poin (5,23%) ke level 1.677,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bank Mega (MEGA) naik Rp 250 ke Rp 2.950, Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 7.600, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 10.250, dan Chandra Asri (TPIA) naik Rp 150 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 51.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 15.050, Harum Energy (HRUM) turun Rp 550 ke Rp 6.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 35.350.
(ang/dnl)

Mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar AS

Mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar AS
SEOUL. Mata uang Asia ramai-ramai melemah atas dollar AS pagi ini. Won Korea Selatan mencatatkan pelemahan terbesar di antara mata uang Asia lainnya.

Pada pukul 12.11 waktu Seoul, won melemah 2,2% dari level penutupan pekan lalu ke posisi 1.204,29 per dollar. Kemarin, pasar finansial Korsel ditutup karena libur nasional. Sementara itu, rupiah Indonesia melemah 0,7% menjadi 8.960, peso Filipina melemah 0,4% menjadi 44,143, dan ringgit malaysia melemah 0,2% menjadi 3,2133.

Pelemahan mata uang Asia hari ini disebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. "Perlambatan ekonomi global meningkatkan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi Asia yang bergantung pada ekspor. Kondisi itulah yang menekan pergerakan mata uang di kawasan regional," papar Hideki Hayashi dari Japan Center for Economic Research di Tokyo.

Dia menambahkan, saat ini, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan di Asia juga sudah mulai berkurang karena tingkat inflasi yang moderat. "Sentimen bagi pergerakan mata uang Asia masih lemah," jelas Hayashi.

Asing lepas saham Indonesia, rupiah keok lagi

Asing lepas saham Indonesia, rupiah keok lagi
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini masih melemah atas dollar. Pada pukul 09.08, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah (USD/IDR) berada di posisi 8.960. Itu artinya, rupiah melemah 0,7%. Sepanjang bulan lalu, mata uang Garuda keok 2,9%, pelemahan terbesar sejak Febuari 2009.

Pelemahan rupiah pagi ini terjadi setelah investor asing mengurangi kepemilikannya atas aset-aset Indonesia. Memang, krisis utang yang melanda Eropa memangkas permintaan atas aset-aset emerging market. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, investor asing menjual saham-saham Indonesia senilai US$ 60 juta kemarin.

"Kemungkinan default atas utang Yunani dan outlook perekonomian global yang buram menjadi kecemasan utama pasar global. Investor asing memilih untuk melakukan aksi ambil untung di pasar emerging market dan memilih menggenggam aset-aset berdominasi dollar," papar Mika Martumpal, currency analyst PT Bank Commonwealth kepada Bloomberg.

Oktober Kelabu 2008 Terulang Lagi ?

INILAH.COM, Jakarta – Pelaku pasar sebaiknya mewaspadai pergerakan IHSG memasuki Oktober. Secara historis, indeks mengalami masa terburuknya bulan ini. Namun, sentimen laporan keuangan dan meredanya kekhawatiran global, akan menopang bursa.

Yuganur Wijanarko, Senior Research HD Capital mengatakan, IHSG bulan ini berpeluang mengalami koreksi. Bila terjadi breakdown di bawah level 3.300, IHSG akan mengalami suspend, terutama bila penurunan berlebih. “Namun hal ini akan mempercepat momentum turun dibawah 3.000,” katanya.

Yuga melihat kondisi ini mirip dengan Oktober 2008. Ketika itu, terjadi penurunan sebesar 30% yang dimulai dengan down day sebesar 3% pada hari pertama trading di Oktober 2008. “Koreksi sebesar 30% dari 3.550 membuat IHSG berlabuh di kisaran 2.700 (perhitungan technical) dan 2.500 (perhitungan fundamental),” ujarnya.

Salah satu pemicu koreksi adalah faktor mata uang. Seperti diketahui, IHSG mempunyai korelasi negatif (inverse relationship) dengan rupiah, dengan beta 1 tahun sekitar -2x (-200%) dan beta 3 tahun sekitar -1x (-100%).

IHSG pun saat ini mulai menyesuaikan dengan perubahan kurs, contohnya bila rupiah di atas 9.000, harusnya IHSG bermain di 2.700- 2.500. “Walaupun data on screen 8.800, namun prakteknya, rate yang diperdangkan di luar adalah 9.050, sehingga terlihat likuiditas AS mulai kering,” paparnya.

Bagaimana dengan fundamental dan makro ekonomi jangka panjang?

Yuga melihat, begitu terjadi penarikan dana asing untuk kembali ke dolar AS (T-bonds) akibat krisis likuiditas interbank global yang disebabkan krisis Amerika dan Eropa yang belum pulih, fundamental tidak diperdulikan.

Lihat saja ASII yang pada 2008-2009 mencatatkan laba naik 5%, sedangkan saham terkoreksi lebih dari 60%.

Adapun pelemahan rupiah akan membuat perhitungan ekonomi (GDP, inflasi) dan model fundamental berubah, terutama untuk yang cost import dan menjual kepada hasil akhir ke pasar domestik.

Senada dengan Adrianus Bias Prasuryo, Analis Samuel Sekuritas. Ia menilai, IHSG Oktober ini masih akan volatile cenderung melemah, mengikuti pola historisnya. “IHSG bulan ini akan cenderung berada pada kisaran 3.250-3.270,” katanya.

Sentimen negatif lebih didominasi faktor eksternal, yakni ketidakpastian ekonomi global. Hal ini cenderung memicu investor melakukan peralihan portofolio dari aset-aset berisiko, “Mereka akan mencari instrumen investasi yang paling aman,” ujarnya.

Sementara Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities menilai, meski volatilitas bursa masih berlangsung hingga akhir tahun, pengumuman laporan keuangan emiten pada pekan ketiga keempat Oktober bisa mengangkat indeks. “Apalagi harga saham di BEI sudah sangat murah,” ujarnya.

Ia menuturkan, penurunan IHSG dan saham saat ini tidak mencerminkan fundamental. Kendati level bottom IHSG adalah di 3.426, namun kalau laporan kinerja bagus, bursa bisa naik ke level 4.000 hingga 4200 di akhir tahun. Terutama jika laba bersih per saham (EPS) kuartal tiga 2011 mencapai di atas 30%. Adapun EPS di BEI tahun ini diperkirakan tumbuh 33% dan PER 11 kali.

Mastono Ali, analis dari CIMB Securities juga melihat, volatilitas IHSG akan mereda bulan ini. Selain didukung kembali masuknya aliran dana asing, fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik. “Aksi window dressing, pembagian dividen emiten interim dan hasil kinerja bisa menjadi sentimen positif bagi investor,” ucapnya. [ast]

Krisis Utang Yunani Pukul IHSG Dibuka Anjlok 1,10%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (4/10) ini dibuka anjlok 1,10% ke level 3.311,87.

Pelemahan IHSG pagi ini seiring koreksi yang terjadi di bursa regional pagi ini.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya pagi ini memprediksi beberapa saham blue chip khususnya sektor banking, consumer dan otomotif diperkirakan masih akan melanjutkan koreksinya hari ini. Support indeks hari ini berada di level 3.217.

Bursa AS kembali terkoreksi sekitar 2,5% semalam dan mencetak rekor terendah sepanjang 2011 dengan indeks S&P500 akhirnya menembus level psikologis 1.100. Sentimen negatif dari krisis utang di Yunani terkait keputusan pemberian bail out berikutnya pada 13 Oktober mengkompensasi sentimen positif dari rilis data manufacturing index di bulan September yang naik.

Harga komoditas dunia melanjutkan koreksinya dengan harga minyak kembali turun 2% ke level US$77,6/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +8,2% dan Timah +0,7%.

Bursa Asia pagi ini kembali dibuka melemah meski tidak sesignifikan penurunan di bursa AS semalam. Harga minyak pagi ini melanjutkan koreksinya ke level US$76,4/barel. Sementara ETF Indonesia di bursa AS kembali terkoreksi signifikan sekitar 7% semalam dan nilai tukar Rupiah pagi ini menguat tipis ke level Rp8.950 per dolar AS.

Sebanyak 43 saham turun pagi ini, 3 saham naik, dan 10 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka anjlok 1,56% ke level 575,07, sementara JII melorot 1,21% ke level 456,37.

Volume perdagangan pagi ini mencapai 182,76 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp55,22 miliar. Asing terpantau melakukan aksi jual pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp5,9 miliar.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 1,61%, ITMG turun 2,23%, GGRM turun 0,85%, PTBA turun 2,54%, UNVR turun 2,17%, dan INTP turun 1,57%.

Inilah Saham-saham yang Akan Terkoreksi Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (4/10) ini diperkirakan masih akan melanjutkan koreksinya seiring koreksi yang terjadi di bursa regional pagi ini.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya pagi ini memprediksi beberapa saham blue chip khususnya sektor banking, consumer dan otomotif diperkirakan masih akan melanjutkan koreksinya hari ini. Support indeks hari ini berada di level 3,217.

Bursa AS kembali terkoreksi sekitar 2,5% semalam dan mencetak rekor terendah sepanjang 2011 dengan indeks S&P500 akhirnya menembus level psikologis 1.100. Sentimen negatif dari krisis utang di Yunani terkait keputusan pemberian bail out berikutnya pada 13 Oktober mengkompensasi sentimen positif dari rilis data manufacturing index di bulan September yang naik.

Harga komoditas dunia melanjutkan koreksinya dengan harga minyak kembali turun 2% ke level US$77,6/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +8,2% dan Timah +0,7%.

Bursa Asia pagi ini kembali dibuka melemah meski tidak sesignifikan penurunan di bursa AS semalam. Harga minyak pagi ini melanjutkan koreksinya ke level US$76,4/barel. Sementara ETF Indonesia di bursa AS kembali terkoreksi signifikan sekitar 7% semalam dan nilai tukar Rupiah pagi ini menguat tipis ke level Rp8.950 per dolar AS. [cms]

Bursa Asia memerah, mendekati level terendah sejak Juli 2009

Bursa Asia memerah, mendekati level terendah sejak Juli 2009
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia ditransaksikan melorot pagi ini. Dengan demikian, penurunan bursa Asia sudah terjadi selama tiga hari belakangan.

Pada pukul 10.05 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific anjlok 2,2% menjadi 107,72, mendekati level paling rendah sejak Juli 2009 lalu. Penurunan bursa Asia tersebut mengekor indeks Standard & Poor's 500 yang ditutup merosot ke posisi terendah dalam satu tahun terakhir, kemarin malam.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,9% pagi ini. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 5,7% dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,9%.

Saham-saham berkapitalisasi besar dilanda aksi jual. Di antaranya: Samsung Electronics Co yang turun 4,8% di Seoul, Honda Motor Co yang turun 4,3% di Tokyo, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 3,8% di Tokyo, dan BHP Billiton Ltd turun 0,7% di Sydney.

Investor saat ini masih mencemaskan kondisi utang Eropa. Apalagi, belum ada kata sepakat antar pemimpin Eropa mengenai penanganan krisis sehingga menyebabkan outlook kinerja eksportir dan perbankan Asia ikut negatif.

"Kecemasan masih menggerakkan pasar. Dengan terjungkalnya Eropa ke jurang resesi, pasar kredit kian memburuk. Hal itu akan berdampak pada pertumbuhan di Asia karena permintaan ekspor akan terpangkas. Selain itu, ada kecemasan lain di mana krisis Eropa juga akan menyeret ekonomi AS," papar Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Bursa Asia Dibuka Langsung Jatuh

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia jatuh pada Selasa (3/10), melanjutkan koreksi tajam sesi sebelumnya. Saham keuangan tergelincir atas peningkatan kekhawatiran masalah utang Eropa.

Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average turun 2,1%, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia turun 1,3%. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 5,4%, karena investor terjebak dengan beberapa koreksi, setelah libur tiga hari akhir pekan lalu.

Bursa Asia ditutup melemah tajam kemarin, mengikuti pelemahan bursa Eropa dan Amerika Serikat, setelah Yunani mengatakan bahwa kemungkinan tidak dapat memenuhi target pengurangan defisit untuk 2011 atau 2012.

Jean-Claude Juncker, Perdana Menteri Luksemburg dan menteri keuangan Eurogroup mengatakan bahwa zona euro akan melakukan segala hal untuk menghindari default Yunani.

Tahap berikutnya dari bantuan keuangan tidak mungkin akan tersedia untuk Yunani, setidaknya sampai 13 Oktober, ketika Eurogroup menerima laporan dari auditor Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional.

Analis di Royal Bank of Scotland yang berbasis di Asia mengatakan bahwa "keprihatinan yang meningkat atas bagaimana krisis utang Eropa akan mempengaruhi perbankan Asia." Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Mereka mengatakan bahwa, meskipun dampak langsung pada sektor ini kemungkinan kecil, "kita masih bisa melihat krisis yang menyebabkan tekanan pendanaan pada bank-bank yang bergantung pada pinjaman eksternal, terutama utang jangka pendek."

Bank-bank Korea lemah, dengan Hana Financial Group Inc anjlok 6,4% dan Korea Exchange Bank turun 5,4%.

"Ketergantungan bank Korea pada pinjaman eksternal masih tinggi dibandingkan rekan-rekan Asia mereka," kata para ahli strategi RBS.

Saham keuangan jatuh tajam di pasar Asia lainnya, termasuk Nomura Holdings Ltd, turun 4,4%, dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, turun 3,5% di Jepang, sedangkan National Australia Bank Ltd turun 3,1% di Australia.

Saham eksportir Jepang juga turun karena yen diperdagangkan pada tingkat yang relatif kuat terhadap euro dan dolar AS, dengan Sony Corp kehilangan 4,5% dan Mazda Motor Corp turun 3,4%.

Pembuat baja juga turun di Tokyo, dengan JFE Holdings Inc turun 4,4% dan Nippon Steel Corp melemah 3,2%.

Spekulasi tawaran kesepakatan memberikan beberapa dukungan untuk sektor tambang Australia, dengan Sundance Resources Ltd melonjak 11,6% setelah perusahaan menerima dan merekomendasikan kenaikan 1,65 miliar dolar Australia (US$ 1,57 miliar) tawaran pengambilalihan dari Sichuan Hanlong Mining, China. [ast]

IHSG Masih dalam Tekanan Global

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin merosot hingga 200 poin akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. IHSG jatuh paling dalam diantara bursa Asia.

Pada perdagangan, Senin (3/9/2011), IHSG terjun 200,324 poin (5,65%) ke level 3.348,708. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 38,418 poin (6,18%) ke level 584,218.

Kemerosotan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Selasa (4/10/2011) ini. Investor masih akan melanjutkan aksi jual saham-sahamnya di tengah kondisi pasar finansial global yang sedang bergejolak karena kekhawatiran krisis di Yunani akan menyeret pada krisis perbankan.

Bursa Wall Street kembali melanjutkan penurunannya hingga titik terendah dalam 13 bulan terakhir. Kemerosotan saham-saham terjadi merespons anjloknya saham perusahaan finansial blasteran Prancis-Belgia, Dexia hingga 10%, setelah Moody's memperingatkan seputar masalah likuiditas akibat eksposure surat utang Yunani yang cukup besar.

Pada perdagangan Senin (3/10/2011), indeks Dow Jones industrial ditutup merosot 258,08 poin (2,36%) ke level 10.655,30. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 32,19 poin (2,85%) ke level 1.099,23, Nasdaq merosot 79,57 poin (3,29%) ke level 2.335,83.

Kemerosotan Wall Street langsung diikuti oleh bursa-bursa regional. Berikut posisi bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 167,25 poin (1,96%) ke level 8.378,23.
  • Indeks KOSPI merosot hingga 5,18% ke level 1.677,93.
  • Indeks S&P/ASX turun 33,5 poin (0,86%) ke level 3.863,5.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:
Pada perdagangan Selasa (4/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.200-3.285 dan resistance 3.488-3.552. IHSG kembali mendekati lower bollinger bands . MACD gagal membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal reversal dari area oversold dan kembali bergerak turun . Pelemahan yang menimpa IHSG lebih disebabkan sentimen dari global. Padahal dari dalam negeri dirilis laporan yang positif. Kembali melemahnya bursa saham AS dan Eropa diperkirakan akan menekan laju pergerakan bursa saham Asia yang juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

eTrading Securities:
IHSG Senin (3/10) ditutup turun 200 point (-5.64%) ke level 3,348.71 ditengah kekhawatiran melemahnya perekonomian China serta keluarnya data inflasi bulan September yang tercatat lebih rendah dari satu bulan sebelumnya.Tercatat seluruh sektor mengalami penurunan dengan total transaksi di bursa tercatat sebanyak 9 juta lot atau setara dengan Rp 4 triliun.

Tercatat sebanyak 5 saham mengalami kenaikan, 200 saham mengalami penurunan, 19 saham tidak mengalami perubahan dan 166 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. SOBI, ETWA, VRNA, SQBI dan AIMS sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, BMRI, BBRI, BBCA dan UNTR.Asing hari ini tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp484 milliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual adalah BBRI, BMRI, BUMI, ASII dan BBNI. Rupiah diperdagangkan menguat 48 point ke level Rp8,903 per US Dollar.

Pada perdagangan kemarin (3/10), IHSG terkoreksi dengan candlestick membentuk pola Bearish Marubozu yang menandakan besarnya tekanan jual sementara dari pergerakan indicator tampak stochastic membentuk deathcross sementara RSI kembali bergerak reversal. Pada perdagangan hari ini (4/10) diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksinya untuk menguji garis Support Channelingnya dan akan bergerak pada range 3258-3426.

(qom/qom)

Penjualan Toyota September di AS Turun 17,5%

Headline
INILAH.COM, San Francisco - Toyota Motor Corp melaporkan penurunan penjualan September AS sebesar 17,5% menjadi 121.451 mobil dan truk.

Kurangnya persediaan, tetap menjadi penghambat kinerja, setelah gempa bumi di Jepang awal tahun ini. "Pada September, produksi di Amerika Utara dan Jepang kembali ke tingkat normal untuk kali pertama sejak gempa 11 Maret dan tsunami," kata Bob Carter, kepala penjualan Toyota AS.

"Pabrik kami sekarang bekerja lembur dan pengiriman agen akan terus meningkat hingga akhir 2011," katanya. [ast]

Analis: IHSG berpotensi melanjutkan koreksi kemarin

JAKARTA. Pada perdagangan Senin (3/10), indeks Dow Jones ditutup turun 258 point (2,36%) ke level 10.655,30. Penurunan ini masih disebabkan kekhawatiran investor akan krisis utang Yunani yang tak kunjung menemui titik terang.

Sementara, kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 200 point (5,64%) ke level 3.348,71. Investor asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp 484 milliar, dengan saham-saham yang paling banyak dijual adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bumi Resources (BUMI), PT Astra International (ASII), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

"Pada perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi dengan candlestick membentuk pola bearish marubozu yang menandakan besarnya tekanan jual. Sementara pergerakan indikator tampak stochastic membentuk deathcross sementara RSI kembali bergerak reversal," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Betrand memprediksi, pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji garis support channeling-nya dan akan bergerak pada kisaran 3.258-3.426. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT United Tractors (UNTR), dan PT Unilever Indonesia (UNVR).

Sementara itu, Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management memperkirakan, IHSG akan berada pada support 3.200-3.285 dan resistance 3.488-3.552.

"Secara teknikal, IHSG kembali mendekati lower bollinger bands. MACD gagal membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal reversal dari area oversold dan kembali bergerak turun," urai Reza.

Dia menambahkan, pelemahan yang menimpa IHSG lebih disebabkan sentimen dari global. Padahal dari dalam negeri dirilis laporan yang positif. "Kembali melemahnya bursa saham AS dan Eropa diperkirakan akan menekan laju pergerakan bursa saham Asia yang juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG," jelas Reza.

Indocement bangun dua pabrik baru

Indocement bangun dua pabrik baru
JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) melanjutkan program ekspansi produksinya. Produsen semen ini bakal mulai membangun dua pabrik semen berkapasitas 2 juta-2,5 juta ton per tahun pada akhir tahun ini.

Saat ini, Indocement masih melakukan studi kelayakan pembangunan pabrik baru ini. "Kalau studinya cepat, akan langsung kami bangun tahun ini. Bagi kami, lebih cepat akan lebih baik," ujar Sahat Panggabean, Sekretaris Perusahaan INTP, kepada KONTAN, Senin (3/10).

Indocement akan membangun satu pabrik di Jawa Tengah. Untuk pabrik yang satu lagi, pihak INTP masih mengkaji kemungkinan pembangunan di beberapa wilayah di luar Jawa.

Pembangunan pabrik tersebut menelan dana sekitar US$ 300 juta-US$ 350 juta. Besar kemungkinan, Indocement akan menggunakan dana dari kas internal dan pinjaman perbankan untuk mendanai ekspansi ini. Posisi kas internal INTP sendiri per akhir Juni 2011 cukup besar, yaitu Rp 6,19 triliun.

Pembangunan dua pabrik tersebut merupakan bagian dari proyek ekspansi produksi INTP. Di awal semester kedua 2011, produsen semen ini sudah menyelesaikan penambahan kapasitas pabrik di Cirebon, Jawa Barat sebesar 1,5 juta ton per tahun.

INTP juga menambah kapasitas pabrik di Citeureup, Bogor menjadi 2 juta ton per tahun. Nilai investasi penambahan kapasitas diperkirakan sekitar US$ 60 per ton.

Menurut Sahat, proyek pabrik di Jateng dan luar Jawa tadi bakal selesai bertahap di 2015 hingga 2016 mendatang. Selepas pabrik rampung, kapasitas produksi semen INTP bakal melar menjadi 22 juta-24 juta ton per tahun dari kapasitas sekarang yang masih sebesar 18,6 juta ton.

Pasar luar Jawa
INTP memang ingin mengambil lebih banyak pangsa pasar, terutama di luar Pulau Jawa. Selama ini penjualan semen INTP masih terkonsentrasi di Jawa.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi semester satu 2011, penjualan INTP di Jawa Rp 4,8 triliun atau 75,8% dari total pendapatan INTP. Porsi penjualan di luar Jawa baru sekitar 24,2% saja, yaitu Rp 1,43 triliun. "Kami juga ingin meningkatkan porsi penjualan dari luar Jawa," jelas Sahat.

Budi Rustanto, Analis Valbury Asia Securites memandang wajar rencana INTP membangun pabrik di tahun ini. Pasalnya, kapasitas produksi INTP sudah mencapai titik maksimal. Di sisi lain, penggunaan semen nasional terus meningkat seiring menggeliatnya pengembangan infrastruktur dan properti di beberapa daerah.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memperkirakan konsumsi semen nasional meningkat rata-rata 10% per tahun. Di 2010, konsumsi semen nasional diperkirakan mencapai 40 juta ton.

Artinya, konsumsi semen tahun ini diperkirakan bisa mencapai 56 juta ton semen. "Emiten semen seperti INTP mutlak ekspansi produksi guna merebut penjualan yang lebih banyak," papar Budi.

Budi juga menilai positif langkah INTP membangun pabrik di luar Pulau Jawa. Selama ini, produsen semen sering kesulitan mengail penjualan lebih banyak di luar Jawa karena terbentur ongkos pengiriman.

Aksi korporasi tersebut dinilai akan mampu mengatrol fundamental sekaligus kinerja saham INTP. Di tahun-tahun mendatang, INTP berpeluang meningkatkan penjualan yang akhirnya berimbas pada peningkatan pendapatan laba. Hal ini secara langsung akan berimbas positif terhadap valuasi saham INTP. "Valuasi saham INTP berpeluang menjadi lebih tinggi," tandas Budi.

Dalam perdagangan saham kemarin, harga INTP turun cukup dalam, yakni 9,29%. Harga saham ini ditutup senilai Rp 12.700 per saham.

Kapitalisasi bursa anjlok Rp 176 triliun

Kapitalisasi bursa anjlok Rp 176 triliun
JAKARTA. Aksi obral saham besar-besaran melanda Bursa Efek Indonesia, Senin (3/10). Efeknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 5,64% menuju 3.348,71. Ini adalah koreksi terburuk indeks sejak 8 Oktober 2008. Kala itu, IHSG anjlok 10,38% menjadi hanya 1.451,67.

Ancaman resesi ekonomi dunia turut menciutkan nyali investor saham domestik. Lihat saja, nilai kapitalisasi pasar BEI kemarin langsung menyusut Rp 176,16 triliun.

Hanya lima saham yang kemarin mencatatkan kenaikan. Sedangkan 263 saham anjlok dan 19 saham ditransaksikan tetap. Kejatuhan IHSG seirama dengan indeks saham regional. Kombinasi krisis utang Eropa dan pelambatan ekonomi AS masih menjadi pemicu utama koreksi pasar saham global.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, menilai keringnya likuiditas menjadi salah satu faktor penekan IHSG. Ia berharap pemerintah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas bursa untuk mengintervensi pasar.

"Jadi ini berhadapan antara likuiditas kering versus fundamental bagus. Jika pemerintah absen intervensi, saya khawatir IHSG akan terus menurun. Hingga kini belum ada langkah pemerintah melakukan intervensi," ungkap Edwin kepada KONTAN, kemarin.

Untuk mendongkrak laju IHSG, pemerintah mesti mengarahkan investor institusi seperti dana pensiun masuk pasar. Sebab, tidak ada kebijakan yang mengharuskan dana pensiun (dapen) masuk, jadi pengelola dana khawatir kalau masuk di posisi abu-abu. "Seharusnya Menteri BUMN mengeluarkan kebijakan dapen masuk bursa karena dana kelolaan mereka setiap bulan naik, dan ini bisa menjadi peluru yang cukup besar," ucap Edwin. Bapepam bersama BEI juga seharunya mendorong emiten melaksanakan pembelian kembali saham (buyback).

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, menilai posisi IHSG masih kuat mengingat bank sentral terus menjaga rupiah.
Dia melihat, IHSG masih berpotensi menurun ke level support 3.217 hingga 3.309. Tapi, Satrio bilang, hal itu tergantung kebijakan pemerintah nanti. Jika investor tak nyaman, level support IHSG berikutnya 3.000 dan 2.838.

Edwin memperkirakan, volatilitas bursa saham masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun. Tapi pengumuman laporan keuangan emiten pada minggu ketiga keempat Oktober bisa mengangkat indeks.

"Bottom IHSG bisa 3.426, namun kalau laporan keuangan bagus itu, bursa masih berpotensi naik ke 4.000 hingga 4.200 di akhir tahun ini," ujar Edwin.

Wow! Return dollar mengalahkan saham, komoditas, dan obligasi

Wow! Return dollar mengalahkan saham, komoditas, dan obligasi
NEW YORK. Untuk kali pertama sejak Mei 2011, return dollar AS mengalahkan return saham, obligasi, dan komoditas. Salah satu penyebabnya, investor memburu aset-aset aman untuk melindungi kekayaannya dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta krisis utang Eropa.

Berdasarkan data IntercontinentalExchange Inc's Dollar Index, mata uang AS menguat 6% pada September, mengalahkan Bank of America Merrill Lynch's US Treasury Master Index yang hanya naik sebesar 1,6%. Sementara itu, MSCI All-Country World Index of stocks dari 45 negara malah turun 8,9%. Ini merupakan penurunan bulanan paling besar sejak Mei 2010. Sedangkan indeks yang mengukur komoditas yakni Standard & Poor's GSCI Total return Index dari 24 komoditas anjlok 12%.

Penguatan dollar AS menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap surat utang AS. Padahal, Standard & Poor's sudah mencopot rating peringkat utang AAA dari AS dua bulan lalu. Selain itu, meskipun pimpinan partai republik di Kongres ikut mengkritisi kebijakan stimulus the Federal Reserve, namun, pergerakan dollar masih mengalahkan 16 mata uang dunia yang paling aktif diperdagangkan pada September.

"Pada masa krisis, investor menginginkan mata uang yang paling likuid. Dollar menjadi salah satu yang termasuk dalam reserve currency," jelas Aroop Chatterjee, currency strategist Barclays Capital Inc di New York.

Catatan saja, Dollar Index, yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang dunia, mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2008 pada September. Kemarin, Dollar Index bertengger di posisi 79,365, level tertinggi sejak 18 Januari lalu.

Pascalibur, Kospi Dibuka Langsung Anjlok

Pascalibur, Kospi Dibuka Langsung Anjlok
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Korea Selatan merosot tajam pada Selasa (3/10) setelah buka pascalibur akhir pekan tiga hari.

Koreksi ini untuk mengejar ketinggalan dengan koreksi besar yang terjadi di Asia kemarin dan bursa AS semalam. Indeks patokan Kospi diperdagangkan turun lebih dari 5,2% di menit awal perdagangan, dalam penurunan berbasis luas. [ast]

Euro keok atas yen ke level terlemah dalam satu dekade terakhir

Euro keok atas yen ke level terlemah dalam satu dekade terakhir
NEW YORK. Pergerakan euro terhadap sejumlah mata uang dunia kian melemah. Pagi tadi, euro keok ke level terlemah dalam satu dekade terakhir atas yen.

Pada pukul 17.02 waktu New York, euro melemah 2,1% menjadi 100,98 yen dari sebelumnya 103,12 kemarin. Sebelumnya, nilai tukar euro terhadap yen sempat bertengger di posisi 100,96, posisi paling lemah sejak Juni 2001.

Selain itu, mata uang 17 negara itu juga melemah ke level terendah dalam delapan bulan terakhir atas dollar. Euro keok 1,6% menjadi US$ 1,3184 dari sebelumnya US$ 1,3387 pada 30 September lalu. Sedangkan dollar melemah 0,6% menjadi 76,63 yen.

Mata uang euro keok setelah menteri keuangan Eropa belum menemui kata sepakat mengenai peningkatan kapasitas dari European Financial Stability Facility.

"Debat yang berkelanjutan antar negara uni Eropa menunjukkan adanya kemungkinan kenaikan kapasitas dana bailout untuk mencegah penyebaran krisis utang di kawasan tersebut. Nah, pelemahan euro yang terjadi saat ini merupakan refleksi dari kekecewaan investor atas belum adanya progres penanganan krisis Eropa," papar Kathy Lien, Dierctor of Currency Research GFT Forex di New York.

Yunani Genting, 'Capital Outflow' Tebar Ancaman

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Krisis utang Yunani benar-benar dalam situasi genting. Sebab, usaha pemangkasan defisit fiskal jauh dari target yang menjadi syarat bailout. Capital outflow pun jadi ancaman serius.

Pengamat ekonomi David Sumual mengatakan, kegagalan Yunani untuk mencapai target defisitnya sehingga sulit mendapatkan dana bailout dipicu oleh sistem fiskal dan moneter Uni Eropa sendiri yang lemah karena parlemen Uni Eropa yang terpisah-pisah.

Karena itu, lanjut dia, pada saat International Monetary Fund (IMF) mensyaratkan target budget defisit dan pemotongan belanja, harus mendapat persetujuan dari 17 parlemen anggotan Uni Eropa. Akibatnya, pengambilan keputusan menjadi lambat. “Karena itu, meski Parlemen Jerman setuju, belum tentu goal sebab harus ada persetujuan negara Eropa lainnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (3/10).

Di sisi lain, lanjut David, pasar bergerak sendiri. Padahal, Yunani berutang di market sehingga bunga utang dan asuransi utang, credit default swap (CDS) juga bergerak liar. “Karena itu, pada saat dana The European Financial Stability Facility (EFSF) disetujui sebesar 220 miliar euro pertengahan 2011, sekarang membengkak jadi 440 miliar euro karena faktor bunga dan asumsi kurs,” ujarnya.

David menilai, jika asumsi suku bunga berubah 1% saja, angka kebutuhan bailout dan kurs euro membengkak jauh lebih besar. Karena itu, sangat wajar jika Menteri Keuangan AS Timothy Geithner menyatakan, level aman dana EFSF perlu ditambah hingga 2 trilun euro.

David menegaskan, kebijakan fiskal dan moneter Uni Eropa tidak terkoordinasi. Berbeda dengan AS yang kebijakan moneternya dikoordinasioan oleh Fed dan kebijakan fiskalnya oleh Menteri Keuangan.

Berdirinya Uni Eropa, lanjut David, pada dasarnya ingin membentuk negara federal seperti AS untuk menyaingi besaran ekonomi Paman Sam dan menghindari perang di Eropa setelah Perang Dunia II. “Karena fiskal dan moneternya belum terkoordinasi, penyelesaikan krisis utang Uni Eropa masih rumit dan membutuhkan waktu lama,” ungkap David.

Sementara itu, Yunani membutuhkan dana bailout sesegera mungkin. Sebab, dana cash-nya akan habis akhir September ini. Karena itu, posisi Yunani sangat genting. Dalam situasi ini, menurut David, pelaku pasar lebih memilih untuk memegang dana cash.

Di sisi lain, satu-satunya instrument yang paling aman dan likuid adalah US Treasury dan dolar AS. “Karena itu, capital outflow bukan hanya menjadi ancaman bagi pasar Indonesia tapi juga negara-negara emerging market yang lain,” timpalnya.

Menurutnya, selama September 2011, dana asing yang keluar dari bursa saham sebesar Rp1,6 triliun setelah Juli terjadi capital outflow sebesar Rp5,2 triliun. Sementara itu, dana asing yang keluar dari Surat Utang Negara (SUN) sudah mencapai Rp33 triliun hingga akhir September sejak awal 2011 dari Rp251 triliun ke Rp118 triliun.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dana jangka pendek asing, sejak awal 2011 sudah mencapai Rp18 triliun hingga 20 September 2011. Sementara itu, yang keluar sudah mencapai Rp15-16 triliun. “Artinya, dana jangka pendek asing yang tersisa tinggal Rp2-3 triliun di market domestik,” ungkap Tommy.

Sementara itu, dana jangka panjang asing, sudah mencapai Rp40 triliun sejak 2008 hingga 20 September 2011. Hingga saat ini dana tersebut belum mengalami perubahan. Jika yang keluar hanya dana jangka pendek, masih bisa di- absurd oleh pasar. “Tapi, jika dalam bulan ini dana yang Rp40 triliun mulai keluar bertahap Rp2-3 trilun, bersiaplah atas peluang terjadinya longsor lebih lanjut di market,” katanya mengingatkan.

Perlu Anda tahu, Yunani kembali mengambil langkah 'kejam' dalam upaya pemulihan kondisi finansialnya. Pemerintah meloloskan program pemangkasan senilai 6,6 miliar euro (US$8,8 miliar) guna memangkas defisit yang tak kunjung surut.

Salah satu klausul pemangkasan yang paling tidak populer adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawai negeri guna mengikis defisit sampai 6,8% dari produk domestik bruto (GDP) atau setara dengan 14,7 miliar euro.

Defisit Yunani tahun ini masih berkutat di sekitar 8,5% dari angka perekonomian. Level defisit terkini masih sangat jauh dibanding apa yang sudah ditargetkan oleh Troika yakni delegasi Uni Eropa (EU), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Ketiga institusi memerintahkan Yunani memangkas defisit sampai 7,6% untuk 2011 dan 6,5% pada 2012 mendatang. 'Troika' kembali meminta Perdana Menteri George Papandreou untuk melakukan upaya efisiensi lebih keras supaya bisa mendapat bailout baru senilai 8 miliar euro dan jatah EFSF sejumlah 109 miliar euro.

Jika memperhitungkan kemajuan yang terjadi di Yunani, mustahil bagi pemerintah untuk memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Troika. Perlu suatu program luar biasa supaya target defisit tahun ini bisa terpenuhi. Untuk jangka pendek, Papandreou harus membuktikan bahwa negaranya layak mendapat suntikan likuiditas baru. [mdr]

Bursa Jepang Terkoreksi, Dipimpin Saham Eksportir

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (4/10), menyusul aksi sell-off di Wall Street semalam, penguatan yen Jepang, dan kurangnya berita positif dari Eropa.

Indeks Nikkei Stock Average merosot 1,8% menjadi 8.394,96 di menit awal, sementara Topix kehilangan 1,9%. Dengan Dollar bawah 77 yen dan euro tenggelam mendekati 100 yen, saham eksportir utama banyak yang anjlok, dengan Sony Corp turun 4,2%, Advantest Corp turun 4,8%, dan Mazda Motor Corp turun 3,4%.

Di sektor otomotif, Toyota Motor Corp turun 2% dan Honda Motor Co turun 3% karena penurunan penjualan kedua emiten di AS semalam, meskipun Nissan Motor Co, yang September kemarin mencatatkan penjualan terbaik di AS untuk seperempat abad, melihat sahamnya turun 2,3%.

Kegelisahan Eropa juga memukul perbankan Jepang, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 3,2%, Nomura Holdings Inc melemah 4%, dan Daiwa Securities Group Inc turun 4,6%. [ast]

Longsor di Bursa Saham Belum Usai

Longsor di Bursa Saham Belum Usai
INILAH.COM, Jakarta - Tingginya gunung bisa didaki, dalamnya lautan dapat diselami, tetapi tak seorang pun bisa menebak dengan tepat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Apalagi dalam situasi yang sedang dirundung krisis seperti sekarang. Lantaran tebalnya hawa ketidakpastian, ramalan yang dilontarkan para analis di pasar pun menjadi sering melenceng jauh. Malah terjadi sebaliknya.

Pekan lalu misalnya, para analis dan pelaku pasar masih optimistis bahwa pelemahan di pasar modal hanya bersifat sementara. Soalnya, selama empat hari berturut-turut indeks menunjukan penguatan walaupun kecil.

Tapi tidak demikian dengan yang terjadi pada Senin (3/10) ini, aksi jual besar-besar membuat indeks turun 5,64% ke level 3.348,71. Pelepasan saham juga terjadi di hampir semua pasar modal. Akibatnya, Senin (3/10) Hang Seng Indeks (HSI) mencatat pelemahan 4,38%, TWII (Taiwan) longsor hingga 2,93%, dan KLSE (Kualumpur) turun 1,41%.

Awal pekan yang begitu buruk, memang. Wajar jika pelaku pasar memperkirakan, pekan ini bursa akan melanjutkan pelemahannya. Itu disebakan masih kentalnya rasa khawatir para pemodal terhadap krisis di Amerika dan Eropa.

Bahkan mereka memprediksikan, penurunan indeks ini akan berlangsung hingga akhir tahun. Selain laporan kinerja emiten di triwulan III, “Hampir tak ada lagi sentimen positif yang bisa mengipas bursa,” kata seorang analis dari Kresna Securities.

Awan gelap juga tampak pada teropong seorang analis Danareksa. Ia meyakini, indeks masih akan melemah. Apalagi belum ada tanda-tanda penyelesaian krisis utang sejumlah negara di Eropa. Makanya, ia menyarankan investor (dalam jangka pendek dan menengah) untuk menjauhi pasar modal.

Tetapi untuk investor jangka panjang, si analis menunjukan sejumlah saham unggulan untuk dikoleksi. Seperti efek PT Bank Central Asia (BBCA), PT Telkom (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Aneka Tambang (ANTM). “Tetapi tetap selektif,” katanya. [mdr]

Yunani Paksa ECB dan BoE Pangkas Suku Bunga

Yunani Paksa ECB dan BoE Pangkas Suku Bunga
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (4/10) diprediksi melemah. Orderly default Yunani memaksa ECB dan BoE memangkas suku bunga.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini seiring ekspektasi penurunan suku bunga acuan European Central Bank (ECB) dan Bank of England pada Kamis (6/10). Menurutnya, peluang pemangkasan semakin tinggi dipicu oleh adanya krisis utang Eropa terutama Orderly Default Yunani.

Menurutnya, suku bunga ECB diperkirakan bakal dipangkas 50 basis poin ke level 1% dari sebelumnya 1,5%. Begitu juga dengan BoE yang berpeluang dipangkas sebesar 25 basis poin dari 0,5% jadi 0,25%. "Karena itu, arah pergerakan rupiah Selasa (4/10) ini masih melemah. Rupiah akan kembali menguji level 9.080 dan peluang penguatannya sudah terbatas di level Rp8.855 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Christian menuturkan, berdasarkan hasil penjajakan Reuters, para ekonomi melihat besarnya peluang pemangkasan suku bunga acuan kedua bank sentral itu. "Ke depannya, jika suku bunga berbagai bank sentral regional dipangkas, dengan sendirinya dolar AS bakal menguat," ungkap dia.

Tapi, dia menggarisbawahi, untuk suku bunga BoE, probabilitas rate cut-nya, masih 40%. Sebab, itu bisa berubah tergantung pada data ekonomi Service PMI Inggris yang akan dirilis Rabu (5/10). Sebelumnya, data sektor Manufacturing PMI Index-nya dirilis positif 51,1 dari sebelumnya 49,4. "Jika Service PMI-nya dirilis negatif, baru ada kemungkinan BoE akan menurunkan suku bunga acuannya," ungkap Christian.

Di sisi lain, sebelum kenaikan suku bunga, juga ada rapat menteri keuangan Eropa pada Senin (3/10) dan Selasa (4/10) ini di Luxemburg. Jika tiba-tiba ada kebijakan penambahan kapasitas dana The European Financial Stability Facility (EFSF) melampau 440 miliar euro, akan memperkuat rupiah dan memperlemah dolar AS. "Tapi, untuk ke arah sana peluangnya kecil saat ini," ujarnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (3/10) ditutup melemah tajam 118 poin (1,34%) ke level 8.898/8.908 per dolar AS.

Spekulasi permintaan minyak turun, harga minyak merosot lagi

Spekulasi permintaan minyak turun, harga minyak merosot lagi
SYDNEY. Harga kontrak minyak kembali ditransaksikan turun pagi ini. Dengan demikian, penurunan harga minyak sudah terjadi selama tiga hari terakhir.

Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran November turun sebesar US$ 1,41 menjadi US$ 76,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.42 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 76,31 per barel.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran November turun US$ 1,05 atau 1% menjadi US$ 101,71 per barel di ICE Futures Europe exchange, kemarin.

Kemerosotan harga minyak terjadi investor berspekulasi bahwa krisis utang Eropa dan kenaikan cadangan minyak AS mengindikasikan permintaan minyak akan terpangkas.

Sekadar tambahan, 10 analis yang disurvel Bloomberg memprediksi, cadangan minyak AS naik 1,9 juta barel pada minggu lalu. Hasil survei juga menunjukkan, suplai bensin naik 1,23 juta barel.

Duh.. Wall Street Melemah Dipicu Saham Bank

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (3/10) didorong investor menjual saham bank di tengah kekhawatiran memburuknya krisis keuangan Yunani dapat menyebabkan pemberi pinjaman besar Eropa gagal.

Dow Jones Industrial Average. DJI turun 258,08 poin atau 2,36%, ke 10.655,30. S & P 500. SPX jatuh 32,19 poin atau 2,85 %, ke 1.099,23. Nasdaq Composite. IXIC kehilangan 79,57 poin atau 3,29%, ke 2.335,83.

S & P 500 berhasil menembus tingkat dukungan teknis yang kuat yang sebelumnya dekat 1.120 sebelum memukul intraday 13-bulan rendah hanya di bawah 1.100.

Investor dipatok kerugian terhadap penurunan tajam dalam Franco-Belgia Dexia keuangan kelompok yang jatuh 10 % setelah peringatan Moody tentang likuiditas karena kekhawatiran tentang paparan ke Yunani.

Pasar telah dikhawatirkan pejabat Eropa tidak akan mampu mencegah krisis fiskal Yunani berubah menjadi krisis perbankan global. Yunani mengatakan akan kehilangan target defisit tahun ini dan berikutnya, yang dapat membatasi kemampuan negara untuk menerima lebih banyak bantuan.

"Kebanyakan investor takut bahwa pasar di Eropa akan berjalan dengan baik di depan politisi yang tidak akan bisa mendapatkan apapun solusi yang masuk akal," kata Jack de gan, kepala investasi di Harbor Penasehat Corp di Portsmouth, New Hampshire seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Bank-bank AS telah menjadi target untuk spekulan. Morgan Stanley (MS.N) ditutup pada level terendah sejak Desember 2008, dan biaya untuk memastikan utang telah melompat sebagai lindung nilai eksposur bank counterpart lain dan pedagang bertaruh pada situasi memburuk.

Resesi yang menyapu 12 tahun keuntungan dari S & P 500 sebagian disebabkan oleh krisis kredit.

"Kita akan memiliki standar kacau di Yunani dan mungkin ada lagi krisis perbankan di Eropa karena mereka kekurangan modal dan sarat dengan (berdaulat) utang," kata De Gan.

Morgan Stanley telah menjadi bank yang paling stabil dalam beberapa pekan terakhir, dengan biaya untuk memastikan utang meningkat sampai November 2008 tingkat, menurut data Markit.

Saham Morgan Stanley jatuh 7,6 persen menjadi $ 12,47 dan S & P sektor keuangan. GSPF turun 4,5 persen.

Fokus pasar pada Morgan Stanley berasal dari persepsi tentang ketergantungan mereka pada pendanaan jangka pendek, kata Harbor Penasehat De Gan. "Mereka mengandalkan pada pasar kredit dan itu adalah kejatuhan Lehman dan lembaga lainnya tiga tahun lalu," katanya.

Benchmark juga turun 19,4% dari penutupan tinggi tahun ini, hampir memasuki peluang turun, yang didefinisikan sebagai penurunan 20 persen dari set terakhir tinggi pada 29 April.

Bila melihat ukuran dari manufaktur AS sebentar mengangkat saham di Wall Street, tapi manufaktur global menyusut untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun pada September, memperkuat kekhawatiran resesi lain.

Selain itu, Athena akan kehilangan target defisit untuk kedua tahun ini dan berikutnya meskipun keras langkah-langkah penghematan baru akan menjadi fokus pembicaraan sebagai menteri keuangan zona Euro bertemu untuk membahas langkah-langkah selanjutnya menuju penyelesaian krisis utang Eropa.

Dexia disebut pertemuan dewan darurat setelah kekhawatiran tentang paparan untuk Yunani dan peringatan Moody tentang posisi likuiditas mengangkat tekanan pada Belgia dan Perancis untuk bertindak.

Saham AMR Corp (AMR.N), induk dari American Airlines, kehilangan sepertiga dari nilai pasar mereka sebagai analis memperdebatkan prospek untuk pengajuan kebangkrutan bagi maskapai penerbangan AS, yang tertinggal dariindustri.

Lebih dari 11 miliar saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, sekitar 38% di atas rata-rata harian tahun dari 7,98 miliar saham. [hid]

Saham Konsumsi Bisa Diakumulasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Selasa (4/10) masih akan tertekan. Namun, saham konsumsi masih menarik untuk diakumulasi.

Isfan Helmi, analis dari Waterfront Securities mengatakan, profit taking karena sentimen eksternal masih akan berlanjut dalam jangka pendek, “Hal ini berpotensi menekan IHSG hingga di bawah level support 3400,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, volatilitilas perdagangan harian di bursa Indonesia lebih tinggi dibanding bursa Asia lainnya. Setelah rebound pada April 2009, kenaikan IHSG jauh di atas bursa Asia lainnya. “Sehingga saat reversal, market bearish berlangsung dengan cepat,” katanya.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingginya volatilitas bursa Indonesai, karena valuasi harga saham yang premium dibanding harga saham bursa lain. Terlihat dari PER IHSG sebesar 12-13 kali, sementara Hangseng 8 kali dan Kospi 11,5 kali.

Selain itu pasar saham Indonesia juga relatif tipis, terkait total nilai transaksi dan volume perdagangan. “Ini berarti, jika terjadi tekanan jual atau beli sedikit saja, akan langsung mempengaruhi indeks komposit.”

Isfan menuturkan, aksi jual yang dilakukan investor awal pekan ini lebih banyak dilakukan short term trader. Namun, belum terjadi kepanikan jual di pasar obligasi, karena yield SUN Indonesia tenor panjang masih mengalami penurunan.

Panik jual yang dilakukan investor jangka pendek, dipicu kemungkinan default Yunani, akibat tidak bisa memenuhi target defisit, sehingga diperkirakan Yunani akan sulit untuk menerima program bailout Eropa.

Adapun sentimen positif inflasi dalamnegeri yang melandai, tidak banyak membantu. Justru investor mengkhawatirkan inflasi rendah September ini bisa mendorong BI menurunkan suku bunga, “Ini yang memicu aksi jual saham bank oleh sejumlah investor besar,” katanya.

Di tengah situasi ini, investor disarankan tidak dalam posisi long dan hold, karena bottom belum terlihat. Menurutnya, setelah menyentuh 3.217, level terendah 2011, belum ada konfirmasi itu adalah bottom IHSG. “Investor sebaiknya trading di saham-saham defensif yang relatif kuat terhadap volatilitas indeks,” ucapnya.

Pilihan untuk trading adalah Gudang Garam (GGRM). Sedangkan Unilever (UNVR), investor bisa terapkan beli di harga rendah.

Pada perdagangan Senin (3/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 200,324 poin (5,65%) ke level 3.348,708, dengan intraday terendah di 3.329,87 dan tertinggi di 3.548,11. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,517 miliar lembar saham, senilai Rp 4,028 triliun dan frekuensi 118.364 kali.

Sebanyak 5 saham naik, sisanya 279 saham turun, dan 22 saham stagnan. Keluarnya dana asing mengkontribusi pelemahan IHSG, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp541 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,777 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,236 triliun. [mdr]

Waduh, indeks S&P 500 merosot di bawah level 1.100

Waduh, indeks S&P 500 merosot di bawah level 1.100
NEW YORK. Pasar saham dan komoditas terguncang. Sebagai bukti, kemarin, indeks Standard & poor's 500 dan harga kontrak minyak anjlok ke level terendah dalam setahun terakhir. Penyebabnya, pelaku pasar cemas mengenai krisis Eropa.

Sekadar informasi, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 2,9% menjadi 1.099,23. Salah satu saham yang paling besar menggerus indeks S&P 500 adalah Bank of America yang penurunannya mencapai 9,6% ke level terendah dalam 30 bulan terakhir.

Sedangkan indeks S&P GSCI Commodities turun 0,9% dan menyentuh level terendah dalam 10 bulan terakhir. Tidak hanya itu, euro juga keok atas 13 dari 16 mata uang dunia ke level paling lemah dalam satu dekade terakhir terhadap yen. Sedangkan yield surat utang negara AS meorost 18 basis poin ke 2,74%, terkecil sejak Januari 2009.

"Eropa masih akan menjadi fokus utama perhatian investor. Pengambilan risiko (risk on) dan pelepasan risiko (risk off) dalam transaksi perdagangan masih akan terus berlanjut," papar Peter Jankovskis dari Oakbrook Investment di Lisle, Illinois.

Sekadar tambahan saja, indeks S&P 500 sudah anjlok 14% pada kuartal III. Sementara, Stoxx 600 anjlok 17% dan S&P GSCI melorot 12%. Kesemuanya mencatatkan penurunan terbesar sejak kuartal IV 2008 setelah Lehman Brothers Holdings Inc bangkrut.

Aksi jual menyebabkan Wall Street anjlok ke level terendah dalam setahun

Aksi jual menyebabkan Wall Street anjlok ke level terendah dalam setahun
NEW YORK. Mayoritas bursa AS anjlok pada penutupan perdagangan kemarin. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 merosot 2,9% menjadi 1.099,23. Ini merupakan level paling rendah sejak 8 September 2010. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melorot 2,4% menjadi 10.655,30, level terendah dalam setahun terakhir.

Saham-saham finansial mencatatkan penurunan terbesar dalam indeks S&P 500. Di antaranya, Bank of America turun 9,6% ke level terendah sejak Maret 2009. Selain itu, sejumlah saham lain yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS adalah Alcoa Inc yang turun 7% serta induk American Airlines AMR Corp turun 33%.

Kecemasan investor mengenai krisis utang Yunani masih menjadi pemicu utamanya. "Fokus utama masih mengarah pada Eropa, hingga mereka bisa mengatasi masalah utang tersebut," jelas Tom Wirth, senior investment officer Chemung Canal Trust Co.

Dia menambahkan, pesimisme pelaku pasar mengenai pasar saham dunia kian meningkat akibat resesi. "Namun di AS, kita memiliki data ISM positif, yang menunjukkan ekonomi AS melambat, namun tidak akan jatuh ke jurang resesi," jelasnya.

Catatan saja, pasar saham global memerah seiring akan digelarnya pertemuan pimpinan Eropa di Luxemburg hari ini. Pertemuan itu akan membahas mengenai jalan keluar bagi perbankan dari krisis utang serta meningkatkan dana bailout Eropa setelah Yunani gagal mencapai target defisit anggaran untuk 2012.

Wall Street Sampai ke Titik Terendah dalam 13 Bulan

New York - Bursa Wall Street kembali melanjutkan penurunannya hingga titik terendah dalam 13 bulan terakhir. Meski data ekonomi AS positif, namun bayangan krisis Eropa yang belum juga menghilang membuat investor semakin cemas.

Kemerosotan saham-saham terjadi merespons anjloknya saham perusahaan finansial blasteran Prancis-Belgia, Dexia hingga 10%. Hal itu terjadi setelah Moody's memperingatkan seputar masalah likuiditas akibat eksposure surat utang Yunani yang cukup besar.

Pasar khawatir pejabat Eropa tidak dapat mencegah krisis finansial beralih menjadi krisis perbankan global. Padahal sebelumnya Yunani sudah mengatakan target defisitnya tahun ini akan meleset, sehingga kemungkinan butuh dana lebih besar ketimbang bailout yang sudah dijanjikan.

"Sebagian besar investor khawatir pasar di Eropa akan berjalan lebih maju daripada para politisi yang kemungkinan tidak dapat mencapai solusi yang masuk akal," ujar Jack de Gan, chief investment officer Harbor Advisory Corp seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/10/2011).

Pada perdagangan Senin (3/10/2011), indeks Dow Jones industrial ditutup merosot 258,08 poin (2,36%) ke level 10.655,30. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 32,19 poin (2,85%) ke level 1.099,23, Nasdaq merosot 79,57 poin (3,29%) ke level 2.335,83.

Bank-bank di AS telah menjadi target para spekulator. Saham Morgan Stanley ditutup pada titik terendahnya sejak Desember 2008 dan biaya untuk menjamin utangnya melonjak. Saham Morgan Stanley merosot hingga 7,6% menjadi US$ 12,47, dengan indeks S&P Finansial turun 4,5%.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 11 miliar lembar saham, 38% di atas rata-rata yang mencapai 7,98 miliar lembar saham.

(qom/qom)