Senin, 16 Januari 2012

IHSG Bisa Kena Imbas Penurunan Peringkat Prancis

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu secara perlahan tapi pasti terus menguat bahkan bisa bertahan di level 3.900. Investor kembali bersemangat terdorong oleh penguatan bursa-bursa utama dunia.

Penguatan IHSG ini mengikuti trend kenaikan di bursa Wall Street. Investor memilih merespons data positif dari perekonomian AS ketimbang perkembangan krisis Eropa yang seakan tiada ujungnya.

Mengawali perdagangan pekan lalu, IHSG langsung menguat, seiring terus meningkatnya dana-dana asing. IHSG sempat terkoreksi tipis sebelum ditutup menguat lagi di akhir pekan. Berikut pergerakan IHSG pada pekan lalu:
  • Senin (9/1/2012), IHSG menguat 19,657 poin (0,50%) ke level 3.889,072.
  • Selasa (10/1/2012), IHSG melesat 49,770 poin (1,28%) ke level 3.938,842.
  • Rabu (11/1/2012), IHSG terpangkas 29,202 poin (0,75%) ke level 3.909,640.
  • Kamis (12/1/2012), IHSG melemah tipis 0,143 poin (0,01%) ke level 3.909,497.
  • Jumat (13/1/2012), IHSG melaju 25,829 poin (0,66%) ke level 3.935,326.

Sementara bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup melemah setelah Stanard & Poor's memangkas peringkat Prancis dan kemungkinan sejumlah negara Eropa lainnya.

Pada perdagangan Jumat (13/1/2012), indeks Dow Jones ditutup melemah 48,96 poin (0,39%) ke level 12.422,06. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 6,41 poin (0,49%) ke level 1.289,09 dan Nasdaq melemah 14,03 poin (0,51%) ke level 2.710,67.

Penurunan peringkat Prancis akan menjadi sentimen negatif yang membayangi bursa regional, tak terkecuali Indonesia. IHSG pada perdagangan Senin (16/1/2012) diprediksi bergerak melemah lagi.

Bursa-bursa regional pagi ini langsung merosot merespons perkembangan negatif dari Eropa tersebut. Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 106,91 poin (1,26%) ke level 8.393,11.
  • Indeks KOSPI melemah 16,17 poin (0,86%) ke level 1.859,51.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:
Pada perdagangan Senin (16/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.895-3.915 dan resistance 3.950-3.960. IHSG membentuk pola candle abandoned baby di bawah dimana sebelumnya membentuk candle positif 2 kali berturut. Posisi candle telah sedikit berada di bawah upper bollinger bands. MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali reversal di atas area overbought. Penguatan IHSG karena sentimen positif dari Eropa pada pekan lalu kemungkinan akan terhalang oleh berita negatif dari S&P. Waspadai bila terdapat gejala profit taking . Setelah penutupan bursa saham AS, akhirnya S&P mengumumkan ada 4 negara yang peringkatnya turun 2 tingkat, yaitu: Italia BBB+ menjadi A (outlook negatif); Spanyol A menjadi AA (-); Portugal BB menjadi BBB (-); dan Siprus BB+ menjadi BBB (-). Sementara ada 5 negara yang peringkatnya turun 1 tingkat, yaitu: Prancis AA+ menjadi AAA (-); Austria AA+ menjadi AAA (-); Malta A- menjadi A (-); Slovenia A+ menjadi AA- (-); dan Slovakia A menjadi A+ (-). Sementara lainnya tetap namun, dengan outlook negatif kecuali Jerman dengan outlook stabil.

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan Jumat (13/1) IHSG bergerak menguat namun gagal tutup di atas resistance terdekatnya di 3938. Indikator Stochastic masih bergerak downtrend di area overbought sementara RSI bergerak sideways. Pada perdagangan Senin (16/1), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3890-3978. dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l IMAS, GJTL dan GGRM.

(qom/qom).

Jumat, 13 Januari 2012

Menu Sesi Dua: Saham Tambang & Grup Bakrie

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan sore nanti, indeks saham domestik dipastikan bertahan pada teritori positif. Saham-saham grup Bakrie dan beberapa saham tambang layak jadi pilihan.

Analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution memperikirakan, indeks saham domestik bakal menguat hingga penutupan sore nanti. “Indeks memiliki level resistance 3.956 dan support 3.902,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/1).

Menurutnya, penguatan indeks hari ini dipicu oleh positifnya sentiment dari eksternal. Salah satunya dipicu oleh suksesnya lelang obligasi Spanyol dan Italia kemarin. Kabar ini, menghalau sentiment negatif dari data ekonomiAS setelah jumlah klaim pengangguranmingguan (initial jobless claim) naik melebihi perkiraan.

MenurutDepartemen Tenaga Kerja,klaim pengangguran naik sebanyak 24ribu menjadi399ribu. Angka ini merupakan level tertinggi dalam 6 pekan. Sementara itu, tingkat klaimpengangguran bulanan juga naik menjadi 381.750 dari 374ribu.

Penguatan indeks, lanjut Gina, juga didukung oleh positifnya pergerakan Dow Jones Futures. “Pada saat yang sama, kinerja sektor perbankan di AS juga diekspektasikan positif pada 2012 sehingga mengangkat sentiment positif pada bursa global,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Gina merekomendasikan positif beberapa saham pada grup Bakrie dan saham-saham pertambagan logam dan batu bara. Saham pilihannya antara lain PT Bumi Resources (BUMI) yang tren jangka pendek dan menengahnya adalah bullish. “Memang untuk jangka pendek sudah jenuh beli tapi dalam bulan ini saham ini memiliki resistance di level Rp2.650 dan support Rp2.275,” ujarnya.

Lalu, PT Energi Mega Persada (ENRG) yang memiliki tenaga ke level resistance Rp230 dan support kuat di level Rp192. PT Bakrieland Development (ELTY) memiliki support Rp132 dan resistance Rp144. Stochastic-nya diharapkan terjadi golden cross dalam waktu dengan sehingga arahnya adalah penguatan. “Ketiga saham Bakrie ini berada dalam tren bullish,” paparnya.

Begitu juga dengan PT Aneka Tambang (ANTM) dengan resistance Rp1.750 dan support Rp1.670, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan resistance Rp3.400 dan stop loss di level Rp3.150, dan PT Timah (TINS) yang secara teknikal masih menjanjikan gain untuk dikoleksi dengan resistance Rp1.780 dan support Rp.1.780.

Cermati juga PT Adaro Energy (ADRO) jika berhasil menembus level resistance Rp1.830. Rekomendasi beli di level tersebut.Tapi, jika tidak bisa tembus level tersebeut, saham ini berada dalam tren bearish dan stop loss di level Rp1.770. Wait and see saja untuk ADRO jika itu yang terjadi. “Secara umum, saya rekomendasikan akumulasi beli saham-saham tersebut,” imbuhnya.

Akumulasi Saham Murah Angkat IHSG 13 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 13 poin akibat aksi beli selektif di saham-saham yang sudah oversold alias murah. Kabar baik dari Eropa membuat investor cukup bersemangat.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 8,060 poin (0,20%) ke level 3.917,557 atas sentimen positif dari pasar global. Italia dan Spanyol berhasil menjual surat utang dengan raupan dua kali lipat berimbal hasil rendah.

Akumulasi saham-saham murah dilakukan investor sehingga indeks langsung menuju posisi tertingginya di 3.932,626. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah hingga siang ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (13/1/2012), IHSG naik 13,251 poin (0,33%) ke level 3.922,748. Sementara Indeks LQ 45 menguat 2,874 poin (0,41%) ke level 692,768.

Italia dan Spanyol berhasil melakukan lelang obligasinya dengan yield yang lebih rendah dari bulan sebelumnya, namun dengan raupan dana yang lebih tinggi. Sentimen ini sempat membuat bursa-bursa di Asia melaju.

Kabar baik tersebut juga memicu aksi beli di pasar modal dalam negeri. Investor mulai akumulasi saham-saham yang sudah murah karena terkoreksi pada perdagangan sebelumnya.

Aksi beli ini dilakukan baik investor lokal maupun asing. Meski masih tipis, hingga siang ini pemodal asing sudah melakukan pembelian bersih.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 75.170 kali pada volume 5,633 juta lot saham senilai Rp 1,709 triliun. Sebanyak 132 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed setelah kompak menguat pagi tadi akibat sentimen positif dari Eropa. Bursa saham China dan Hong Kong terjatuh ke teritori negatif.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 40,20 poin (1,77%) ke level 2.234,81.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 5,92 poin (0,03%) ke level 19.089,46.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 83,46 poin (1,00%) ke level 8.469,05.
  • Indeks Straits Times naik 21,19 poin (0,77%) ke level 2.764,85.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough (SCPI) naik Rp 5.000 ke Rp 30.000, Petrosea (PTRO) naik Rp 3.700, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.500, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 950 ke Rp 76.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 17.500, Cahaya Kalbar (CEKA) turun Rp 170 ke Rp 780, FKS Multi Agro(FISH) turun Rp 150 ke Rp 2.150, dan Modernland (MDRN) turun Rp 150 ke Rp 3.050.
(ang/dnl)

Gunakan jurus bertahan, indeks ditutup naik 0,34% di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau. Pada pukul 11.30, indeks naik 0,34% menjadi 3.922,748.

Sebanyak 123 saham mencatatkan kenaikan. Sementara, ada 74 saham yang masih menurun dan 97 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 2,816 miliar saham senilai Rp 1,709 triliun.

Secara sektoral, delapan sektor kompak menghijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor industri lain-lain yang naik 1%, sektor manufaktur yang naik 0,74%, dan sektor industri dasar yang naik 0,73%. Sementara, dua sektor yang memerah adalah sektor konstruksi dan sektor keuangan dengan penurunan masing-masing 0,01% dan 0,40%.

Saham-saham yang bercokol di posisi top gainers antara lain: PT Schering Plough Indonesia (SCPI) yang naik 20% menjadi Rp 30.000, PT Jakarta International Hotel (JIHD) naik 18,64% menjadi Rp 700, dan PT Trimegah Securities senilai Rp 12,22% menjadi Rp 101.

Sedangkan saham-saham yang mencatatkan penurunan terbesar antara lain: PT Cahaya Kalbar (CEKA) turun 17,89% menjadi Rp 780, PT Sekawan Intipratama (SIAP) turun 9,09% menjadi Rp 100, dan PT Jaya Pari Steel (JPRS) turun 8,06% menjadi Rp 570.

Mata uang regional kembali perkasa untuk minggu yang kedua

Mata uang regional kembali perkasa untuk minggu yang kedua
SINGAPURA. Mata uang Asia mencatatkan kenaikan untuk minggu kedua. Hal itu tercermin pada the Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index, yang mengukur kekuatan 10 mata uang Asia terhadap dollar AS, di luar yen Jepang. Pada pukul 11.19 waktu Singapura, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar naik 0,3% dibanding pekan lalu menjadi 115,54.

Sementara itu, rupe India menguat 2,2% di sepanjang pekan ini menjadi 51,5837 per dollar di Mumbai. Pada periode yang sama, won Korea Selatan menguat 1% menjadi 1.151,50, peso Filipina menguat 0,7% menjadi 43,830, dan ringgit Malaysia menguat 0,4% menjadi 3,1325.

Sejumlah sentimen positif memang mempengaruhi pergerakan mata uang regional pagi ini. Salah satunya, upaya pimpinan Eropa dalam mengatasi krisis utangnya sudah membuahkan hasil. Kondisi itu mendongkrak sentimen investor dalam memburu aset-aset berisiko seperti aset emerging market.

"Penguatan mata uang Asia terjadi seiring sentimen positif dan stabilitas di Eropa. Data ekonomi AS dalam beberapa bulan belakangan juga turut menyokong risiko sentimen aset-aset emerging market," papar Roy Teo, currency strategist ABN Amro Private Bank di Singapura.

Sekadar tambahan informasi, pada pekan ini, Spanyol dan Italia menjual obligasi untuk kali pertama di tahun 2012. Kemarin, biaya pinjaman utang dua negara ini menciut seiring langkah mereka menerbitkan obligasi dengan nilai total mencapai 22 miliar euro atau setara US$ 28,2 miliar.

Rupiah tergerus 0,9% dalam sepekan ini

Rupiah tergerus 0,9% dalam sepekan ini
JAKARTA. Sentimen krisis utang Eropa kembali menjadi pemicu keoknya rupiah. Pagi ini, nilai tukar rupiah kembali tergerus 0,2% ke level Rp 9.181 per dollar AS pada pukul 09.19 di Jakarta.

Jika dihitung, dalam sepekan terakhir, rupiah pun sudah terpangkas 0,9%. Bahkan, pada 9 Januari lalu, mata uang Garuda ini sempat menyentuh level Rp 9.233 per dollar AS, level terlemah sejak 29 November.

Rupiah tertekan seiring keluarnya dana asing dari aset domestik, akibat kecemasan krisis Eropa bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Data Kementrian Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di surat utang pemerintah surut sebanyak Rp 2,27 triliun menjadi Rp 220,32 triliun dalam dua hari pertama di pekan ini. Sementara itu, pada pekan ini, investor asing tercatat menjual saham domestik mencapai US$ 14 juta hingga kemarin.

Head of treasury ANZ Panin Bank Wiling Bolung menilai, Eropa masih menjadi faktor pemicu sentimen negatif. "Kemarin, keputusan bank sentral mempertahankan bunga acuan diharapkan bisa mengurangi sedikit tekanan pada rupiah," sebutnya.

Kecemasan atas Eropa mereda, bursa Asia dilanda aksi beli

Kecemasan atas Eropa mereda, bursa Asia dilanda aksi beli
TOKYO. Sejumlah indeks acuan di kawasan regional pagi ini mendaki tinggi. Ambil contoh, indeks Nikkei melesat 1% dan indeks S&P/ASX 200 naik 0,49%. Alhasil, indeks MSCI Asia Pacific melonjak 0,6% menjadi 116,88 pada pukul 09.26 waktu Tokyo.

Saham-saham yang turut mendongkrak kinerja bursa Asia adalah: Canon Inc yang naik 2,3% di Tokyo, Inpex Corp naik 1,6% di Tokyo, dan BHP Billiton Ltd naik 1,5% di Sydney.

Lonjakan bursa Asia disebabkan optimisme yang berasal dari Eropa. Seperti yang diberitakan sebelumnya, beban biaya pinjaman Italia dan Spanyol menurun. Itu artinya, Eropa tidak akan kesulitan kredit dalam jangka pendek.

"Salah satu kekhawatiran mengenai utang Eropa setidaknya bisa dihilangkan dalam jangka pendek. Kita akan melihat performa yang positif di pasar Asia," jelas Diane Lin, fund manager Pengana Capital Ltd.

Penguatan IHSG Tak Mulus

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup stagnan di 3.909 setelah seharian bergerak fluktuatif. Investor tidak banyak merespons hasil pertemuan Bank Indonesia dan memilih menunggu hasil penjualan obligasi Italia dan Spanyol.

Pada perdagangan, Kamis (12/1/2012), IHSG ditutup melemah tipis 0,143 poin (0,01%) ke level 3.909,497. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 1,629 poin (0,24%) ke level 689,894.

Berlanjutnya penguatan bursa-bursa utama dunia akan menjadi sentimen positif yang terus mendorong IHSG ke teritori positif. Namun minimnya data dan berita baru membuat laju penguatan IHSG tersendat-sendat pada perdagangan Jumat (13/1/2012).

Bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat tipis. Penguatan yang lebih besar terhambat oleh minimnya data ekonomi baru. Saham-saham energi menahan penguatan indeks saham lebih lanjut, setelah saham Chevron turun cukup besar usai mengumumkan laba kuartal IV-2011 yang di bawah ekspektasi.

Pada perdagangan Kamis (12/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 21,57 poin (0,17%) ke level 12.471,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,02 poin (0,23%) ke level 1.295,50 dan Nasdaq menguat 13,94 poin (0,51%) ke level 2.724,70.

Bursa-bursa regional kembali bergerak menguat. Berikut posisi bursa regional Jumat pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 naik 79,99 poin (0,95%) ke level 8.465,58.
  • Indeks KOSPI naik tipis 0,23 poin (0,01%) ke level 7.186,58.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
IHSG bergerak melemah kemarin melanjutkan penurunan sehari sebelumnya. Meski mengalami penurunan, akan tetapi IHSG berhasil ditutup diatas level psikologis 3.900. Melemahnya indeks kali ini dipicu oleh kekhawatiran akan resesi di Eropa. Pasar juga masih menanti hasil dari rapat ECB yang diharapkan dapat mengeluarkan keputusan penting terkait krisis hutang Eropa. Dari dalam negeri, dipertahankannya BI Rate direspon netral oleh investor. Tampaknya mereka sudah mengantisipasi hal tersebut. Sementara hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance : 3.873-3.935.

eTrading Securities:
Secara teknikal, Candlestick IHSG membentuk pola Doji di area Upper Bollinger Band dengan indikator stochastic yang membentuk deathcross di area overbought. Support terdekat IHSG saat ini berada di 3875 sementara Resistance di 3938. Pada perdagangan Jumat (13/1), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3848-3954 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l AALI dan BKSL.

(qom/qom)

Bursa Jepang melaju 1% pada transaksi pagi

Bursa Jepang melaju 1% pada transaksi pagi
TOKYO. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa Jepang mencatatkan kenaikan pagi ini. Pada pukul 09.15 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average melaju 1% menjadi 8.471,13. Sementara, indeks Topix naik 0,9% menjadi 733,37.

Aksi beli sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi salah satu pemicunya. Di antaranya yakni Canon Inc yang naik 2,3%, Mizuho Financial Group Inc naik 0,9%, dan Inpex Corp naik 2%.

Salah satu sentimen positif yang mendorong aksi beli investor adalah beban biaya pinjaman Italia dan Spanyol yang menurun sehingga mendongkrak optimisme investor bahwa Eropa akan terhindar dari kesulitan kredit.

"Salah satu kekhawatiran mengenai utang Eropa setidaknya bisa dihilangkan dalam jangka pendek. Kita akan melihat performa yang positif di pasar Asia," jelas Diane Lin, fund manager Pengana Capital Ltd.

Wall Street Menguat Ditopang Ekspektasi Eropa

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup positif pada perdagangan saham Kamis (12/1). Investor berharap Eropa dapat melewati krisis utangnya.

Indeks Dow Jones naik 21,57 poin atau 0,2% ke level 12.471,02.
Indeks S&P 500 naik 3,02 poin atau 0,2% ke level 1.295,50. Indeks Nasdaq naik 13,94 poin atau 0,5% ke level 2.724,70.

"Anda dapat melihat fokus perhatian investor. Pelaku pasar modal bernafas baik hingga mendapatkan perkembangan dari laporan keuangan perusahaan di Amerika Serikat, ditambah langkah agresif pemimpin Eropa untuk menyelesaikan krisis utang. Pasar pun memberi waktu untuk Eropa dapat menyelesaikan krisis," ujar Chief Market Strategist BMO Asset Management Sandy Lincoln, seperti dikutip dari marketwatch.com.

Indeks Dow Jones mengalami kenaikan didorong dari saham Chevron Corp. Hal itu dikarenakan pendapatan kuartal keempat 2011 akan baik. Saham JPMorgan Chase and Co naik 0,5% didorong perseroan akan melaporkan pendapatan pada Jumat ini.

Volume perdagangan di bursa saham New York sekitar 770 juta saham, dibandingkan rata-rata volume 4 miliar saham.

Harga oil futures turun US$1,77 ke level US$99,10 per barel. Di mana Uni Eropa mengembargo minyak Iran dalam enam bulan.

Selain itu terkait data ekonomi Amerika Serikat, Departemen Tenaga Kerja melaporkan jobless clims naik 24 ribu ke 399 ribu pada minggu lalu di mana penjualan ritel naik 0,1% pada Desember.

"Data ekonomi seperti jobs, retail spendiung mendorong optimisme pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun. Tetapi tidak selamanya data ekonomi itu akan bagus," kata Chief Investment Officer Harris Private Bank Jack Ablin.

Sementara itu, Presiden bank sentral Eropa Mario Draghi menuturkan, pasar utang zona Euro masih beresiko tetapi likuidits baru-baru ini membantu Bank sentral Eropa pun tetap menahan suku bunga acuan di level 1%.

Selain itu, Spanyol menjual obligasi senili US$13 miliar dan Italia sebesar 12 miliar euro. [hid]

Tutup Pekan, Beli Saham Perkebunan-Properti

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Jumat (13/1) diperkirakan melanjutkan penguatan yang tertunda. Trading dengan saham perkebunan dan properti.

Pengamat pasar modal OSO Sekuritas Supriyadi mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di sekitar area overbought. Hal ini disebabkan pola deadcross yang diharapkan terjadi, gagal terbentuk.

“Demikian pula distribusi atau penjualan pada perdagangan kemarin yang juga tak terjadi,” ujarnya kepada INILAH.COM.

IHSG bergerak mixed di tengah tarik ulur volume pembeli dan penjual yang seimbang. Sehingga pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi lanjutkan penguatan yang tertunda. Sebab, pergerakan saham-saham sensitif suku bunga beru terjadi di menit-menit akhir.

Sentimen dari keputusan Bank Indonesia yang tetap mempertahankan suku bunga di 6% membuat sektor properti aktif bergerak. Selain trader yang juga masih memanfaatkan momentum efek Januari, dimana secara sejarah terjadi peningkatan volume pada Februari.

Namun, penguatan IHSG kemungkinan terbatas jika data tenaga kerja Amerika tak alami banyak perubahan dan tingkat pengangguran masih belum turun. Dalam situasi seperti ini, Supriyadi merekomendasikan sejumlah saham agri dan properti.

Seperti saham perkebunan Astra Agro Lestari (AALI), London Sumatera (LISP) dan Gozco Plantation (GZCO). Serta saham pertambangan Modernland Realty (MDLN), Surya Semesta Internusa (SSIA) dan Ciputra Development (CTRA).

“Saya merekomendasikan beli saham-saham tersebut di atas,” kata Supriyadi. [nat]

Lelang obligasi Spanyol sukses, euro tampil perkasa

Lelang obligasi Spanyol sukses, euro tampil perkasa
NEW YORK. Pergerakan euro pagi ini menyentuh level paling perkasa dalam satu minggu terakhir versus dollar AS. Pada pukul 17.00 waktu New York, euro menguat 0,8% menjadi US$ 1,2814. Pada transaksi sebelumnya, mata uang bersama 27 negara ini menyentuh posisi US$ 1,2845, yang merupakan level tertinggi sejak 5 Januari lalu. Kemarin, euro jatuh ke posisi US$ 1,2662 yang merupakan level terendah sejak September 2010.

Sementara itu, jika berhadapan dengan yen, euro menguat 0,7% menjadi 98,36 yen. Euro juga sempat ditransaksikan menguat 0,9% atas yen. Sedangkan nilai tukar dollar melemah 0,1% menjadi 76,76 yen.

Euro perkasa setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan, pemerintah berhasil mengatasi kekurangan kredit dan Spanyol berhasil menjual obligasi dua kali lebih tinggi dari target maksimum yang ditetapkan pada lelang kemarin.

"Setiap kabar baik dari zona euro akan menjadi pemicu bagi trader untuk mengambil posisi jangka pendek. Pasar akan fokus pada komentar positif mengenai perekonomian Eropa. Lelang obligasi Spanyol sangat baik sekali," jelas Mamoru Arai, foreign-exchange manager Mizuho Financial Group Inc di New York.

Embargo Iran ditunda, harga minyak catatkan penurunan terbesar dua pekan

Embargo Iran ditunda, harga minyak catatkan penurunan terbesar dua pekan
NEW YORK. Harga kontrak minyak dunia mencatatkan penurunan terbesar dalam dua minggu terakhir. Asal tahu saja, harga kontrak minyak untuk pengantaran Febuari meloroy US$ 1,77 ke posisi US$ 99,10 per barel di New York Mercantile Exchange. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah naik 7,9%.

Kemarin, hanya dalam kurun waktu delapan menit, harga kontrak minyak merosot 2,1% tersengat berita embargo minyak Iran. Bahkan, pada pukul 14.30 waktu New York, harga minyak di Nymex terus tertekan dan menyentuh US$ 98,50 sebarel. Ini merupakan harga harian terendah untuk komoditas minyak sejak 29 Desember lalu.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent turun 0,9% menjadi US$ 111,26 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London. Sebelumnya, harga minyak ini sempat bertengger di posisi US$ 115,12, tertinggi sejak 9 November lalu.

Penurunan harga minyak kali ini dipicu oleh proposal uni Eropa terkait embargo minyak Iran. Salah seorang pejabat Uni Eropa menuturkan, rencana Uni Eropa untuk melakukan embargo atas impor minyak Iran kemungkinan akan ditunda dalam enam bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah negara seperti Yunani, Italia, dan Spanyol untuk mencari suplai minyak alternatif.

Adanya jangka waktu pemberlakuan embargo ini akan meredakan kecemasan sejumlah negara yang memiliki ketergantungan besar akan minyak Iran, termasuk Italia, Yunani, dan Spanyol. Merujuk data yang diriki European Commission, nilai impor minyak tiga negara tersebut dari Iran mencari 68,5% dari Uni Eropa pada 2010.

Inilah Saham Pilihan Jumat (13/1)

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan indeks pada perdagangan Jumat (13/1) diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kemarin. Indeks akan bergerak di kisaran support-resistance 3.873-3.935.

IHSG pada perdagangan kemarin, bergerak melemah melanjutkan penurunan sehari sebelumnya. Meski mengalami penurunan, akan tetapi IHSG berhasil ditutup di atas level psikologis 3.900. Melemahnya indeks kali ini dipicu oleh kekhawatiran akan resesi di Eropa.

Pasar juga masih menanti hasil dari rapat ECB yang diharapkan dapat mengeluarkan keputusan penting terkait krisis hutang Eropa. Dari dalam negeri, dipertahankannya BI rate direspon netral oleh investor. Tampaknya mereka sudah mengantisipasi hal tersebut.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan beli untuk saham BBI, ASII, BJBR dan BMRI. Koreksi IHSG akibat pelemahan rupiah dan kecewanya market pasca-penetapan BI rate di level yang sama kelihatannya tidak akan berpengaruh banyak pada keseluruhan gambaran tren.

Saham BBRI disarankan beli dengan target harga 7.100 dengan cut loss di 6.650. Saham ASII disarankan beli dengan target 77.400 dengan cut loss di 74.000.

Sementara saham BJBR disarankan beli dengan target harga di 1.100 dengan cut loss di 970. Sedangkan saham BMRI disarankan beli dengan target harga di 7.050 dengan cut loss di 6.550.

Biaya pinjaman lelang obligasi Eropa turun, Wall Street rebound

Biaya pinjaman lelang obligasi Eropa turun, Wall Street rebound
NEW YORK. Wall Street sumringah pada transaksi akhir perdagangan. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 ditutup naik 0,2% menjadi 1.295,50. Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks S&P 500 sempat turun 0,5%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,2% menjadi 12.471,02.

Saham-saham berkapitalisasi besar turut menjadi penopang Wall Street. Beberapa di antaranya yakni Alcoa Inc dan Caterpillar Inc dengan kenaikan masing-masing 2,3%. Ada pula Target Corp yang naik 1,6%. Sementara, saham-saham berbasis energo anjlok seiring penurunan harga minyak. Ambil contoh Chevron Corp dengan penurunan 2,6%.

Salah satu sentimen yang mendongkrak kinerja bursa AS adalah penurunan biaya pinjaman pada lelang obligasi di Eropa. Hal itu mampu mengimbangi data pengajuan klaim pengangguran AS yang mengecewakan pada pekan lalu serta penurunan data penjualan ritel.

"Market sudah reli selama empat hari. Sudah mulai ada pemulihan optimisme di psar namun investor tetap tidak mau mengambil terlalu banyak risiko. Situasi di Eropa masih sangat kacau," jelas Bruce McCain, strategist KeyCorp di Cleveland.

Minim Data Baru, Wall Street Cuma Menguat Tipis

New York - Penguatan saham-saham di bursa Wall Street kembali berlanjut. Namun penguatan yang lebih besar terhambat oleh minimnya data ekonomi baru.

Saham-saham energi menahan penguatan indeks saham lebih lanjut, setelah saham Chevron turun cukup besar usai mengumumkan laba kuartal IV-2011 yang di bawah ekspektasi. Saham perusahaan minyak terbesar kedua AS itu turun 2,6% menjadi US$ 104,97.

Pada perdagangan Kamis (12/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 21,57 poin (0,17%) ke level 12.471,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,02 poin (0,23%) ke level 1.295,50 dan Nasdaq menguat 13,94 poin (0,51%) ke level 2.724,70.

Dalam 4 hari berturut-turut indeks S&P 500 telah naik sebesar 1,4%. Namun kemarin kenaikannya hanya 0,3% karena investor masih terus mencari bukti-bukti terbaru untuk mendukung perbaikan ekonomi AS, laporan keuangan ekonomi yang lebih solid dan perkembangan dari krisis Eropa. Analis juga melihat teknikal resisten di level 1.300.

"Kita mungkin bertahan di netral karena anda memiliki dua tekanan sangat kuat yang saling berlawanan. Anda memiliki fundamental yang tidak secara khusus fantastis pada saat ini, dengan pasar yang ingin membuat sesuatu yang baru tahun ini dan melakukan sedikit lebih baik," ujar Doreen Mogavero, CEO Mogavero, Lee & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/1/2012).

Volume perdagangan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,66 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata harian yang sebesar 6,7 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Kamis, 12 Januari 2012

IHSG Ditutup Stagnan di 3.909,50

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia melemah tipis 0,14 poin ke 3.909,50 pada penutupan perdagangan Kamis (12/1). Volume perdagangan mencapai 7,1 miliar saham seniai Rp3,7 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 131 saham menguat, 111 saham melemah dan 111 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp36,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,7 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,74 triliun.

Indeks JII nturun 0,6 poin ke 552,4, indeks ISSI naik 0,03 poion ke 128,59 dan indeks LQ45 turun 1,6 poin ke 689,89. Kenaikan saham sektor perkebunan hignga 33,3 poin ke 2.196 masih belum mampu membawa IHSG positif.

Indeks tidak dapat mempertahankan posisinya di zona positif. Meskipun pada sesi II berupaya untuk menembus zona positif. Level tertinggi hari ini di 3.918 dan level terendah di 3.890,93.

IHSG ditutup stagnan di level 3.909

JAKARTA. Setelah bergerak fluktuatif sejak sesi pagi, akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan di level 3.909,497 pada sore ini (12/1).

Tujuh sektor yang tergelincir telah menahan laju indeks. Koreksi terdalam pada sektor perdagangan, yaitu sebesar 0,34%. Namun, masih ada tiga sektor yang berhasil menguat, yang dipimpin sektor perkebunan dengan kenaikan sebesar 1,54%.

Sebanyak 101 saham terkulai, berbanding 122 saham yang berhasil reli. Adapun, 102 saham lainnya tidak bergerak dari level penutupan sebelumnya.

Saham Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) yang jatuh 11,97% ke Rp 58.100, terdepak ke deretan teratas saham top losers, sore ini. Diikuti, saham Sat Nusapersada Tbk (PRSN) yang tergerus 10,23% ke Rp 79, dan saham Chandra Asri Petrochem Tbk (TPIA) yang turun 10% ke Rp 2.700.

Sedangkan, beberapa saham yang berhasil melaju ke posisi top gainers, yaitu saham Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) yang melejit 25% ke Rp 1.500. Kenaikan yang sama yaitu sebesar 25% menghantarkan saham Intraco Penta Tbk (INTA) maju ke posisi Rp 800. Disusul, saham Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) yang reli 21,57% ke Rp 620.

Transaksi sepanjang hari ini cukup gemuk, yaitu melibatkan 7,180 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,441 triliun.

Sempat Fluktuatif, IHSG Stagnan di 3.909

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup stagnan di 3.909 setelah seharian bergerak fluktuatif. Investor belum bersemangat karena menunggu hasil penjualan obligasi Italia dan Spanyol.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.180 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.210 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 2,949 poin (0,07%) ke level 3.912,589 terbawa arus positif bursa-bursa Asia. Investor tetap waspada mencermati perkembangan krisis utang Eropa.

Awalnya, indeks menanjak hingga ke posisi tertinggi 3.918,586 akibat aksi beli. Setelah itu indeks bergerak fluktuatif, lebih sering habiskan waktu di zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 6,832 poin (0,18%) ke level 3.902,808. Investor masih menunggu pengumuman BI rate.

Indeks pun sempat jatuh ke posisi terendahnya akibat aksi ambil untung di 3.890,928. Aksi beli jelang penutupan berhasil mengurangi koreksi indeks.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (12/1/2012), IHSG ditutup melemah tipis 0,143 poin (0,01%) ke level 3.909,497. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 1,629 poin (0,24%) ke level 689,894.

Aksi borong saham terjadi di saham-saham berbasis agribisnis. Namun sayangnya, aksi ambil untung terjadi justru di hampir seluruh lapisan saham.

Emiten baru, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE), tak mampu menangkat bursa ke zona hijau meski sempat menguat 20% ke posisi tertingginya Rp 380 per lembar dari harga IPO Rp 310 per lembar.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap menahan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate di level 6%. Ini dilakukan untuk menjaga laju inflasi ke depan sesuai target.

Langkah ini tidak terlalu direspon oleh para pelaku pasar karena langkah BI tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 91,613 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 140.667 kali pada volume 14,36 juta lot saham senilai Rp 4,44 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 111 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Kekhawatiran akan krisis utang Eropa mendesak bursa-bursa di regional jatuh ke zona merah. Hanya bursa saham Singapura yang masih mampu menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 10,73 poin (0,47%) ke level 2.275,01.
  • Indeks Hang Seng turun 56.56 poin (0,30%) ke level 19.095,38.
  • Indeks Nikkei 225 berkurang 62,29 poin (0,74%) ke level 8.385,59.
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,64 poin (0,06%) ke level 2.748,77.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 118.000, Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 14.700, Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 22.250, dan Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 19.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara Surya Toto (TOTO) turun Rp 7.900 ke Rp 58.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 69.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.000 ke Rp 27.200, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 39.100.

(ang/qom)

Bursa Eropa Cenderung Mendatar

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa cenderung mendatar pada pembukaan perdagangan Kamis (12/1) menjelang lelang utang Spanyol sebagai ujian permintaan obligasi di tahun 2012.

Indeks FTSE turun 0,01% ke 5.670,39, indeks CAC naik 0,4% ke 3.219 dan indeks DAX naik 0,3% ke 6.170. Indeks saham bluechip Eropa naik 0,01%. Saham Tesco turun 9,6% yang merupakan pelemaan terdalam pada awal perdagangan. Demikian mengutip yahoofinance.com.

"Ada banyak dana yang harus diandalkan pada bulan-bulan berikutnya. Pasar tentu tidak ingin menempatkan dananya hanya dalam satu lelang saja," kata Colin McLean, dari SVM Asset Management.

Saat ini masih banyak dana yang ditempatkan di bank. Hal ini dapat digunakan ECB untuk mengurangi tekanan negatif di sektor keuangan. Meskipun untuk melakukan investasi bank kurang mempertimbangkannya.

Italia dan Spanyol akan melelang obligasi. Nilainya mencapai 3-4 miliar euro atau setara dengan US$3,8 miliar hingga US$5,08 miliar untuk jangka waktu 3 tahun. Sedangkan Italia akan melelang untuk jangka waktu 12 bulan. Lelang ini akan menunjukkan dua negara teringgi beban utangnya di Eropa sehingga akan mempengaruhi kepercayaan pasar.

Dolar Naik Tipis di Asia Jelang Rapat ECB

Headline
INILAH.COM, Singapura - Dolar AS naik tipis pada perdagangan Kamis (12/1) di Asia menjelang keputusan penting kebijakan moneter Eropa dan lelang obligasi Italia dan Spanyol.

Indeks dolar AS DXY naik 0,12%mejnadi 21,241 dari 81,313 pada perdagangan Rabu kemarin di AS. Sedangkan euro diperdagangkan naik 0,04% menjadi US$1,2718 dari US$1,2661. Kenaikan ini menjelang keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) soal suku bunga. Pasar mengharapkan suku bunga akan ditahan di level 1%.

"ECB tidak dibawah tekanan untuk bertindak cepat. Laporan ekonomi AS yang positif telah mengurangi beberapa keprihatinan mereka. Kondisi saat in menjadi tugas ECB untuk merangsang ekonomi," kata Kathy Lien dari GFT Forex. Demikian mengutip market watch.com.

Selain keputusan ECB, pasar juga menuggu keputusan Bank of England soal suku bunga dan lelang obligasi Italia dan Spanyol. Untuk kurs yen terhadpa rolar naik 0,13% menjadi 76,85 yen dari 76,87 yen.

Bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng naik 0,1%, indeks Nikkei turun 0,7%, indeks Shanghai naik 0,4%, indeks ASX turun 0,1%, indeks Kospi naik 0,7%, indeks STI naik 0,4%.

Asing Net Sell, IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,18%

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Kamis (12/1) IHSG ditutup turun 0,18% ke level 3.902,54.

Investor akan mengantisipasi penetapan BI rate hari ini yang diperkirakan akan dipertahankan di level 6% seiring potensi kenaikan inflasi di beberapa bulan ke depan.

Kondisi ketidakpastian utang di Eropa menyebabkan investor asing melakukan aksi jual siang ini. Dari catatan INILAH.COM, asing melakukan net sell sebesar Rp97,18 miliar.

Saham di Asia pun meyoritas turun, di mana Shanghai turun 0,57%, Hang Seng turun 0,12%, Nikkei turun 0,92%, sedang STI naik 0,38%, Seoul turun 0,31%, dan KLSE stabil.

Bursa Eropa ditutup melemah semalam seiring sentimen negatif dari rilis data GDP Jerman di kuartal 4-2011 yang turun 0,25% QoQ dan koreksi yang terjadi pada harga minyak dunia. Sementara bursa AS ditutup menguat tipis semalam ditopang oleh penguatan saham sektor banking di AS.

Sebanyak 103 saham tercatat turun siang ini, 112 saham naik, dan 109 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,34% ke level 689,13, sedang JII turun 0,25% ke level 552,16.

Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,44 triliun.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah TOTO yang turun 11,96%, UNTR turun 2,12%, GGRM turun 0,74%, TPIA turun 13,33%, ASII turun 0,33%, dan SOBI turun 10,98%.

Pilih Saham Bullish dan Sensitif Geopolitik Iran

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSGdiprediksi variatif seiring banyaknya data yang dinantikan. Pilih saham terdampak geopolitik embargo minyak Iran dan dalam tren bullish.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (12/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 6,83 poin (0,17%) ke level 3.902,808. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,33 poin (0,34%) ke angka 689,198.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,06 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 3,5 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,43 triliun di pasar regular dari total Rp1,79 triliun dan frekuensi 76.338 kali.

Sebanyak 111 saham menguat, sedangkan 103 saham melemah dan 109 saham stagnan. Pelemahan indeks juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp97,1 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp566,2 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp663,4 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Saham industri dasar memimpin pelemahan 0,63%, disusul sektor keuangan 0,53%, properti 0,26%, aneka industri 0,22%, pertambangan 0,18%, manufaktur 0,16%, dan perdagangan 0,05%. Tapi, tiga saham justru menguat, perkebunan naik 0,92%, konsumsi 0,20% dan infrastruktur 0,09%.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, laju indeks saham domestik bakal variatif hingga pentupan sore. “Indeks memiliki resistance 3.942 dan support 3.870,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (12/1).

Menurutnya, variatifnya pergerakan indeks hari ini dipicu oleh penantian pasar atas data-data dan agenda ekonomi hari ini baik dari Eropa maupun dari dalam negeri. “Karena itu, dalam bertransaksi, pasar cenderung spekulatif sehingga market bergerak fluktuatif,” ujarnya.

Dari Eropa, pasar menunggu pengumuman suku bunga acuan European Central Bank (ECB) dan agenda lelang obligasi Spanyol dan Italia. “Jika dua momentum itu memberikan indikasi positif, IHSG bakal menguat. Begitu juga sebaliknya. Sebelum pasar mendapatkan datanya, pasar cenderung spekulatif,” papar Alfiansyah.

Di sisi lain, pasar juga mendapat sentiment negatif dari pernyataan lembaga pemeringkat Fitch Ratings kemarin. Fitch menyatakan pihaknya akan men-down grade Italia dan Spanyol yang kemungkinan akan diumumkan Januari ini. “Di sisi lain, Fitch juga menyatakan kemungkinan Yunani keluar dari zona Euro,” tuturnya.

Sementara itu, dari dalam negeri, pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) siang yang akan memutuskan suku bunga acuan (BI rate). “Angkanya sudah diperkirakan bertahan di level 6%,” ucapnya.

Di atas semua itu, Alfiansyah merekomendasikan positif saham-saham yang terimbas positif oleh memanasnya tensi geopolitik di Iran. Menurutnya, setelah AS mendapat pengikut Eropa untuk mengembargo minyak Iran, sekarang AS sedang ‘merayu’ Jepang dan China.

Jika Jepang dan China ikut apa kata AS, harga minyak akan melambung. Sebab, China dan Jepang merupakan negara dengan konsumsi energy terbesar. Jika ini yang terjadi, sentimennya positif bagi saham-saham pertambangan energy dan batu bara yang menjadi substitusi minyak. “Tapi, jika China dan Jepang menolak, kenaikan harga minyak tidak akan signifikan,” imbuhnya.

Dia merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati saham PT Medco Energi (MEDC), PT Bukit Asam (PTBA), dan PT Bumi Resources (BUMI).

Selain itu, Alfiansyah juga merekomendasikan positif saham-saham yang secara teknikal berada dalam tren bullish. Saham-saham pilihannya, PT Semen Gresik (SMGR), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Astra Agro Lestari (AALI).

“Saya rekomendasikan trading dengan pola-pola jangka pendek, trading buy pada saham-saham tersebut karena situasi Eropa masih belum pasti,” imbuh Alfiansyah.

Tujuh sektor terkulai, IHSG ditutup jatuh 0,17%

JAKARTA. Laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bertahan hingga akhir sesi perdagangan pagi. IHSG ditutup tergelincir di zona merah, dengan penurunan sebesar 0,17% ke level 3.902,808.

Kenaikan 103 saham tak mampu menyelamatkan indeks, siang ini. Tercatat, 94 saham lainnya tersungkur, dan 100 saham lagi tidak bergerak dari posisi sebelumnya.

Sebanyak tujuh sektor terkulai, dengan penurunan terdalam pada sektor industri dasar yang jatuh 0,63%. Sedangkan, tiga sektor yang masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor perkebunan dengan kenaikan 0,92%, disusul sektor barang konsumsi yang reli 0,20%, dan sektor infrastruktur yang naik tipis 0,09%.

Deretan saham yang terdepak ke posisi top losers, yaitu saham Chandra Asri Petrochem Tbk (TPIA) yang jatuh 13,33% ke Rp 2.600. Diikuti, saham Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang juga terkoreksi 13,33% ke Rp 520. Kemudian, saham Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) yang tergerus 11,97% ke Rp 58.100.

Sedangkan, deretan saham yang berhasil menempati posisi top gainers, antara lain, saham Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) yang melejit 25% ke Rp 1.500. Disusul, saham Humpuss Intermoda Tbk (HITS) yang maju 16,67% ke Rp 280, dan saham Jakarta Kyoei Steel Tbk (JKSW) yang naik 15,79% ke Rp 110.

Transaksi di sesi pagi terbilang ramai, yaitu melibatkan sekitar 3,506 miliar saham. Adapun, nilai transaksi mencapai Rp 1,799 triliun.

Bergerak Fluktuatif, IHSG Melemah 6 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sejak pagi tadi dan akhirnya melemah 6 poin di sesi pertama. Investor masih menunggu pengumuman BI rate.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 2,949 poin (0,07%) ke level 3.912,589 terbawa arus positif bursa-bursa Asia. Investor tetap waspada mencermati perkembangan krisis utang Eropa.

Awalnya, indeks menanjak hingga ke posisi tertinggi 3.918,586 akibat aksi beli. Setelah itu indeks bergerak fluktuatif, lebih sering habiskan waktu di zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (12/1/2012), IHSG melemah 6,832 poin (0,18%) ke level 3.902,808. Indeks LQ 45 turun 2,325 poin (0,34%) ke level 689,198.

Investor masih menunggu Bank Indonesia (BI) mengumumkan tingkat suku bungan acuan alias BI rate siang ini. Aksi tunggu dilakukan investor sehingga perdagangan belum terlalu ramai.

Beberapa aksi lepas saham terjadi di saam-saham lapis dua. Hanya dua indeks sektoral yang masih menguat, yaitu agribisnis dan konsumer. Sisa sektor lainnya terkena koreksi.

Emiten baru, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE), tak mampu menangkat bursa ke zona hijau meski sempat menguat 20% ke posisi tertingginya Rp 380 per lembar dari harga IPO Rp 310 per lembar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 76.338 kali pada volume 7,012 juta lot saham senilai Rp 1,799 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 103 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia juga balik arah ke zona merah akibat kekhawatiran krisis utang Eropa. Hanya bursa saham Singapura yang masih mampu menguat.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 13,11 poin (0,57%) ke level 2.272,63.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 23,05 poin (0,12%) ke level 19.128,89.
  • Indeks Nikkei 225 turun 78,67 poin (0,93%) ke level 8.369,21.
  • Indeks Straits Times naik 6,94 poin (0,25%) ke level 2.754,07.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 119.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 11.000, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 19.700, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 22.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara Surya Toto (TOTO) turun Rp 7.900 ke Rp 58.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 27.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 60.050, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 400 ke Rp 2.600.

(ang/qom)

Baht memimpin pelemahan mata uang Asia

Baht memimpin pelemahan mata uang Asia
BANGKOK. Mata uang Asia melemah, hari ini (12/1), dipimpin oleh baht Thailand. Pemicunya, krisis utang Eropa diperkirakan akan menyeret Eropa ke dalam resesi, sehingga meredupkan prospek eksportir di kawasan Asia.

Indeks JPMorgan Asia Dollar jatuh untuk hari kedua. Bahkan, baht merosot ke level terendah 17 bulan, setelah turun 0,2% ke posisi 31,81 per dollar AS pada pukul 9.56 di Bangkok. Sementara itu, won Korea Selatan melemah 0,1% ke 1.157,50, dan rupiah Indonesia tergerus 0,5% di level Rp 9.208 per dollar AS.

Pelemahan mata uang seiring dengan koreksi di mayoritas bursa saham Asia. Indeks MSCI Asia-Pacific melemah, seiring Spanyol dan Italia mempersiapkan diri untuk menjual lebih banyak utang, di tengah kekhawatiran pemangkasan peringkat utang.

Data yang bakal dirilis hari ini pun diperkirakan akan menunjukkan produksi industri di zona Euro pada November lalu menyusut untuk bulan ketiga. Di sisi lain, Bank Sentral Eropa diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 1% pada pertemuan hari ini.

"Kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa semakin meningkat, sehingga sulit bagi investor untuk mengambil risiko. Kecemasan ini juga melukai prospek ekspor Asia, sehingga menekan mata uang," kata Hideki Hayashi, pengamat dari Japan Center for Economic Research, di Tokyo.

Jelang pengumuman suku bunga, rupiah kian tertekan

Jelang pengumuman suku bunga, rupiah kian tertekan
JAKARTA. Otot rupiah kian melemah jelang pengumuman suku bunga, hari ini. Mata uang Garuda ini tercatat telah tergerus untuk hari yang keempat.

Rupiah keok 0,4% ke level Rp 9.195 per dollar AS pada pukul 8.50 di Jakarta. Sebelumnya, rupiah bahkan sempat menyentuh Rp 9.233 per dollar AS pada 9 Januari lalu. Ini level terlemah sejak 29 November.

Sejumlah 13 dari 18 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, Bank Indonesia akan menjaga tingkat bunga acuan tidak berubah di 6%. Sementara, sisanya memperkirakan akan ada pemangkasan bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Sebelumnya, pada pekan lalu, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menyatakan, bank sentral melihat ruang untuk mengurangi biaya pinjaman jika diperlukan.

Jika dihitung, sejak 10 November lalu, saat BI secara tak terduga memangkas bunga acuan, maka rupiah sudah tertekan sebesar 2,3%.

"Beberapa investor berspekulasi BI akan memangkas suku bunga. Namun, kami kira mereka akan tetap menahannya, sebaba bank sentral akan mempertimbangkan tekanan yang terjadi pada rupiah," kata Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp., di Singapura.

IHSG masih tersengat profit taking

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kemarin (11/1) lesu darah. Pada penutupan perdagangan sesi I, indeks melemah 0,45%. Tekanan jual berlanjut pada sesi II hingga indeks ditutup tergerus 0,74% ke posisi 3.909,64.

Pemodal masih terombang-ambing sentimen global. Di satu sisi Amerika Serikat (AS) telah menunjukkan harapan pemulihan ekonomi dengan data ekonomi yang cukup positif. Namun, kekhawatiran krisis Eropa masih membayangi pasar.

Analis menilai, pelemahan indeks juga terjadi lantaran aksi profit taking, setelah IHSG mengalami penguatan beberapa hari terakhir. "Aksi ambil untung berasal terjadi pada beberapa saham bluechips," ujar Alwi Assegaf, Analis Universal Broker.

Alwi memperkirakan, IHSG hari ini (12/1) bakal melanjutkan pelemahan karena aksi ambil untung masih berlanjut. Maklum, beberapa saham ungulan yang telah melaju kencang menunjukkan kondisi jenuh beli. Indeks akan bergerak sempit di kisaran 3.875-3940.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG memiliki kecenderungan melemah pada pada kisaran 3.885-3.930. Investor akan melihat terlebih dahulu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) hari ini (12/1), terkait penetapan suku bunga kredit.

Sejumlah analis memperkirakan, BI berpeluang memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,75%. "Tingkat suku bunga akan menjadi katalis indeks ke depan," ujar Purwoko.

Kontraksi Jerman dan penguatan yen menyebabkan bursa Jepang terkulai

Kontraksi Jerman dan penguatan yen menyebabkan bursa Jepang terkulai
TOKYO. Setelah mencatatkan kenaikan selama dua hari terakhir, pagi ini, bursa Jepang dilanda aksi jual. Pada pukul 09.21 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,4% menjadi 8.415,94. Sedangkan indeks Topix turun 0,3% menjadi 731,38.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar ditransaksikan melorot. Ambil contoh, Canon Inc yang turun 0,9% dan Inpex Corp turun 0,2%. Sedangkan Olympus Corp berhasil naik 4,6%.

Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang adalah perekonomian Jerman yang mengalami kontraksi sehingga meningkatkan kekhawatiran investor bahwa Eropa akan jatuh ke jurang resesi. Selain itu, sentimen lainnya adalah penguatan yen.

"Penguatan yen terhadap euro masih akan memberatkan langkah indeks Nikkei," jelas Mitsushige Akino dari Ichiyoshi Investment Management Co di Tokyo.

Bursa Asia bergerak bimbang di dua zona

Bursa Asia bergerak bimbang di dua zona
TOKYO. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa Asia bergerak mengambang antara zona merah dan zona hijau. Pada pukul 09.40 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 116,16, setelah sebelumnya naik dan turun sebanyak enam kali. Lebih dari dua saham yang turun berbanding dengan satu saham yang naik.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Mizuho Financial Group Inc yang turun 1,8%, Dainippon Sumitomo Pharma Co yang turun 3,1%, dan James Hardie Industries yang naik 2,3%.

Pergerakan bursa Asia yang volatile dipicu oleh sejumlah sentimen. Sentimen negatifnya, kecemasan investor mengenai krisis utang Eropa semakin memuncak. Hal itu menenggelamkan sentimen positif berupa data positif ekonomi AS.

"Pelaku pasar sudah melihat besarnya kemungkinan terjadi resesi di Eropa. Reli pasar saham mungkin terjadi jika ekonomi Eropa tidak melanjutkan perlambatan. Sementara ekonomi AS kian membaik dan eksportir melihat bahwa kondisi ekonomi AS tidak terlalu buruk," jelas Will Seddon dari White Funds Management di Sydney.

Permintaan si kuning tembus rekor di China, harga emas kembali mendaki

Permintaan si kuning tembus rekor di China, harga emas kembali mendaki
SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia menanjak ke level tertinggi dalam empat pekan terakhir. Pada pukul 13.55 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Febuari naik 0,5% menjadi US$ 1.639,60 per troy ounce di Comex, New York. Pada transaksi sebelumnya, harga kontrak emas sempat bertengger di level US$ 1.648, posisi tertinggi sejak 13 Desember lalu.

Lonjakan harga emas dipicu oleh peningkatan permintaan fisik emas yang menembus rekor tertinggi di China. Selain itu, isu krisis utang Eropa kembali mendongkrak permintaan emas sebagai haven.

"Penurunan harga emas datang di saat yang tepat bagi pembeli di China. Emas kembali ke posisinya sebagai komoditas safe haven terbaik," urai James Cordier, founder Optionsellers.com di Florida.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menurut Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong, masyarakat China daratan membeli 102.779 kg emas dari Hong Kong di bulan November 2011. Jumlah tersebut naik dari 86.299 kg di Oktober 2011.

Permintaan emas makin besar di China sebab investor China hendak melindungi kekayaannya terhadap harga properti dan pasar saham yang merosot. Investasi emas juga akan melindung harta mereka dari inflasi yang kini di atas 4%.

"Impor emas ke China benar-benar meningkat. Kami melihat banyak investor yang kembali membangun portofolio emasnya lagi. Mereka masih mencemaskan kondisi Eropa," jelas Bernard Sin, head of currency and metal trading MKS Finance SA di Jenewa.

Waktunya Belanja Saham?

INILAH.COM, Jakarta - Seperti sudah diduga, Rabu (11/1) aksi profit taking mendominasi transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah dua hari berturut-turut mencatatkan kenaikan, investor ramai-ramai melepas barang.

Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin pun terkoreksi 29,20 poin (0,74%) ke level 3.909,64. Di mata analis, koreksi yang dilakukan investor sangat wajar. Selain harga berbagai saham sudah cukup mahal, aksi itu juga didorong oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan harga minyak.

Namun tidak demikian dengan pelaku pasar di manca negara. Mereka justru tengah bergairah, terutama setelah dilansirnya data perekonomian Amerika yang selama dua bulan berturut-turut menunjukan tren membaik. Mereka juga yakin, hasil pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicloas Sarkozy membawa angin baik bagi penyelesaian krisis utang di kawasan Eropa.

Itu sebabnya, hari ini, transaksi di pasar regional cukup menggairahkan. Kecuali Kospi, hari ini semua pasar modal di kawasan Asia mencatat kenaikan indeks. Nikkei misalnya, mencatat kenaikan sebesar 0.30%. Kenaikan juga dicatat Straits Times Index (0,84%), Hang Seng (0,86%), dan TWII (0,13%).

Lantas bagaimana dengan tren indeks Kamis (12/1)? Edwin Sembayang, analis MNC Securities, melihat pergerakan saham masih akan bervariatif. Setelah mengalami koreksi, indeks diperkirakan akan kembali naik hari ini.

Edwin memperkirakan harga akan bergerak di kisaran 3.909-4.000. Selama harga minyak masih tinggi, saham-saham berbasis energi diperkirakan terus melaju. Apalagi ada rencana untuk menyeragamkan harga batu bara di dalam dan luar negeri. Beberapa yang disebutkan Edwin adalah PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Indika Energy dan PT United Tractors.

Sungguh pun demikian, Edwin dan beberapa analis menyarankan investor untuk tidak melupakan saham-saham lainnya. Pasalnya, banyak saham yang prospeknya tak kalah kinclong. Sebut saja misalnya saham Bank Mandiri, Bank Jabar Banten (BJB) dan Astra International.

Namun seorang analis PT Kresna Securities mengatakan bahwa saham-saham tambang seperti PTBA, ANTM, INCO, BUMI dan TINS akan menjadi buruan para investor. Bagi pemodal jangka panjang, menurutnya, saat ini merupakan waktu untuk mengoleksi saham. “Dalam tiga bulan ke depan harga minyak masih belum stabil,” katanya. [mdr]

Wall Street Bergerak Mixed

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup mixed pada perdagangan saham Rabu (11/1). Investor menunggu tes pasar obligasi untuk Eropa dalam dua hari mendatang sehingga dapat melihat arah krisis zona Euro.

Indeks Dow Jones turun 13,02 poin atau 0,10% ke level 12.449,45. Indeks S&P 500 naik 0,40 poin atau 0,03% ke level 1.292,48. Indeks Nasdaq naik 8,26 poin atau 0,31% ke level 2.710,76.

Saham telah menunjukkan performa lebih baik menghadapi masalah utang Eropa. Ini masalah utama dari empat bulan lalu. Saat ini, investor melihat peningkatan data ekonomi Amerika Serikat dan pandangan optimis tentang pendapatan perusahaan.

Wall Street kembali pulih dari pelemahan pada Rabu, karena peringatan dari Fitch Ratings termasuk kemungkinan euro bisaa kolaps tanpa bantuan lebih dari bank sentral Eropa. Berita Fitch tersebut membuat euro ke level terendah dalam 16 bulan terhadap dolar AS.

" Amerika Serikat melihat jelas the safe-haven tidak hanya sisi fixed income tetapi juga investor saham," ujar Managing Director ICAP Equities Ken Polcari, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Adapun obligasi dari Italia dan Spanyol akan memberi sentimen ke pasar dalam minggu. Kedua negara ini mungkin mendapat sentimen kurang baik bila belum menunjukkan hal signifikan.

Saham materinal melompat tinggi didorong saham US Steel Corp naik 4,7% ke level US$28,56 setelah Credit Suisse menaikkan perusahaan AK Steel menjadi outperform rating. Sektor material di S&P naik 1%.

Saham Supervalu Inc turun 12,5% ke level US$7,34 setelah penjualan per kuartal belum sesuai harapan. Saham Urbank Outfitters Inc turun ke level US$23,93 setelah inventory dan margin mengalami penurunan. Saham Crocs naik 16,4% ke level US$18,56 setelah produsen sepatu ini menyatakan penjualan pada kuartal keempat melebihi haraapan.

Volume perdagangan saham sekitar 6,6 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq dibandingkan rata-rata harian sebesar 6,7 miliar.

Pasar Fokus Lelang Obligasi Spanyol dan Italia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (12/1) diprediksi melemah. Pasar yang mengantisipasi lelang obligasi Spanyol dan Italia hari ini jadi salah satu katalisnya.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini salah dipicu oleh fokus pasar pada Eropa terutama soal lelang obligasi Italia dan Spanyol hari ini. Inilah menurut Firman, yang bakal kembali mendorong penguatan dolar AS.

Kondisi itu diperparah oleh merebaknya ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) dapat melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut. "Karena itu, sepanjang perdagangan kita akan melihat rupiah melemah menguji level 9.200 dengan kiaran yang lebar antara 9.100 - 9.200 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Memang, kata Firman, ECB diprediksi mempertahankan suku bunga acuannya di level 1%. Tapi, pasar ingin melihat apakah ECB optimistis dengan pemulihan di zone euro setelah mengutarakan kemungkinan resesi pada pertemuan Desember 2011.

Di sisi lain, pasar juga ingin memastikan bahwa ECB akan kembali tegaskan kemungkinan resesi hari ini setelah data GPD Jerman dirilis turun ke level 3% dari sebelumnya 3,6% (year on year).

Selain ECB, pasar juga dihadapkan pada pertemuan Bank Sentral Inggris (BoE) yang diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga acuannya. "Karena itu, rupiah akan konsolidasi dengan kecenderungan pelemahan," ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, sifat pelemahan rupiah akan terbatas karena dapat diredam oleh Bank Indonesia. Sebab, BI berkepentingan menstabilkan rupiah jelang pengumuman BI rate bulannannya hari ini. "Tapi, kita selalu akan melihat tendensi berkurangnya pelememahan rupiah jelang penutupan sore seiring intervensi dari BI itu," ucapnya.

Menurutnya, Bank Indonesia diperkirakan menahan suku bunga acuannya (BI rate) pada level 6%. "Tapi, statemen dari Bank Indonesia akan menjadi indikator di market di mana outlook ekonomi Indonesia bisa mempertahankan pemulihan meskipun terancam oleh memburuknya situasi krisis utang pada zona euro," papar Firman.

Sebelum BI rate diumumkan, kata dia, pasar juga menanti rilis inflasi China yang diperkirakan melambat pada pukul 8.30 WIB. Jika inflasi China melambat, bank sentral China bisa melonggarkan kebijakan moneternya. "Ini bisa sedikit memberikan euforia bagi pasar Asia dan menopang sentimen," imbuh Firman.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (11/1) ditutup melemah 10 poin (0,10%) ke level 9.150/9.170 per dolar AS.