Kamis, 19 Januari 2012

IHSG Meroket, Pilih Tiga Sektor Saham

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan sore, indeks saham domestik diprediksi bakal terus meroket seiring positifnya sentiment internal dan eksternal. Pilih tiga sektor saham!

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memeperkirakan, indeks saham domestik bakal terus meroket hingga penutupan sore nanti. “Setelah tembus resistance 4.019, IHSG mengarah ke resistance berikutnya 4.065. Sedangkan support di level 3.953,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (19/1).

Penguatan indeks hari ini, menurut Alfian, dipicu oleh banyaknya sentimen postif baik dari internal maupun dari eksternal. Dari internal, menurutnya, ada kepercayaan baru dari investor setelah tiga lembaga pemeringkat internasional Japan Credit Rating Agency(JCRA), Fitch Rating dan Moody’s Investor Service, memberikan peringkat layak investasi (investment grade) bagi Indonesia.

Karena itu, dia yakini, penguatan IHSG di atas 4.000 masih bisa terjaga hingga penutupan sore nanti. Sebab, pemberian peringkat dari Moody’s kemarin, diharapkan akan diikuti oleh lembaga pemeringkat lainnya. “Yang dinantikan saat ini adalah peringkat dari Standard & Poor's Rating Service (S&P),” paparnya.

Kondisi ini, lanjutnya, akan memberikan kepercayaan bagi investor sehingga mengundang fresh money maupun hot money.

Dari eksternal, kata dia, indeks mendapat sentiment positif dari suksesnya lelang obligasi Portugal dan Jerman kemarin petang. Di sisi lain, International Monetary Fund (IMF) sudah memberikan pernyataan untuk membantu penyelesaian krisis utang di Eropa.

Pada saat yang sama, Jerman dan Perancis menyatakan kesiapannya untuk tetap mempertahankan Yunani jadi bagian dari zona euro. “Karena itu, jika saat pembukaan bursa Eropa siang ini tidak ada hal-hal yang negatif, IHSG akan bertahan di atas level psikologis 4.000,” tuturnya.

Secara historis, lanjut Alfian, setelah investment grade diraih, saham-saham sektor financial terdampak positif yang dipimpin oleh sektor perbankan. Karena itu, saham-saham pilihannya adalah saham perbankan terutama papan atas seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indoensia (BBNI), dan PT Bank Mandiri (BMRI).

Lalu, aliran dana asing juga akan masuk ke sektor infrastruktur terutama emiten BUMN. Apalagi, sektor ini mendapat dukungan dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Saham pilihannya PT Wijaya Karya (WIKA), PT Adhi Karya (ADHI) dan PT Jasa Marga (JSMR).

Lalu, untuk sektor riil, investasi juga akan masuk ke saham sektor otomotif. PT Astra Internasional (ASII) layak jadi pilihan. “Saya rekomendasikan trading buy untuk jangka pendek karena ada harapan besok masih menguat, dan buy untuk long term,” imbuhnya. “Di sesi dua belum ada sinyal profit taking meski IHSG sudah tembus 4.000.”

Bursa Asia Duduki Level Tertinggi dalam Dua Bulan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia dibuka menguat ke posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir seiring penguatan euro, usai berita bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan akan meningkatkan pendanaan untuk mengatasi krisis Eropa.

Lelang surat utang Portugal yang sukses dan perkiraan naiknya pendapatan Goldman Sachs Group Inc menambah suasana positif, usai mood investor yang melemah setelah membukukan keuntungan aset pada awal tahun baru.

Data ekonomi terbaru memperlihatkan bahwa masalah zona euro tidak begitu menekan kondisi ekonomi global, meski masih membebani ekspor Asia. Laporan AS semalam menunjukkan output pabrik tumbuh dalam laju tercepat sepanjang tahun.

Berdasar data yang dikutip dari CNBC.com hari ini, indeks MSCI naik 0,5% ke level tertinggi dalam dua bulan, sementara indeks Nikkei Jepang naik 1%.

"Berita bahwa IMF menambah jumlah dana menjadi US$1 triliun untuk menghapus kekhawatiran akan kondisi Eropa dan ditambah lagi data pertumbuhan ekonomi AS, membantu menyingkirkan kekhawatiran investor," ungkap General Manager Ekuitas SMBC Securities Nikko, Hiroichi Nishi.

IMF berupaya meningkatkan kemampuan perangnya dengan dana untuk membantu negara zona euro keluar dari krisis utang, sebesar US$600 miliar. Namun Amerika Serikat dan negara-negara lainnya, Eropa seharusnya juga menambah dana mereka.

Indeks saham AS melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2011, dengan acuan index Standard & Poor 500 yang naik dari level resisten 1.300. Saham Goldman Sachs naik sekitar 7% seiring pencapaian laba yang melebihi ekspektasi analis.

Bursa kerja Australia mengalami penurunan pada bulan Desember. Data juga menunjukkan pekerjaan penuh-waktu naik pada Desember lalu, sementara tingkat pengangguran tetap pada level 5,2%. Dolar Australia jatuh ke sesi terendah US$1,0376.

Sementara dari Yunani, negosiasi antara pihak kreditur dengan pemerintah masih belum menemukan kata sepakat. Keduanya masih melakukan tawar-menawar atas suku bunga.

Investor akan kembali dihadapkan pada kondisi tes kepercayaan dengan akan dilakukannya lelang obligasi utang Spanyol dan Perancis. Sejauh ini, lelang oligasi negara Eropa berjalan dengan lancar, walau S&P telah menurunkan rating sembilan negara euro akhir pekan lalu.

Rabu (18/1) lalu, Portugal berhasil menjual obligasi yang diterbitkan dengan membukukan dana 2,5 miliar euro, sementara lelang obligasi Jerman bertenor dua tahun juga menarik minat banyak investor.
Nilai tukar euro menguat ke US$1,2856.

Tolak Bantu IMF, AS: Eropa Bisa Selesaikan Sendiri Krisisnya

Gb
Washington - Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan menolak ambil bagian dari rencana IMF menambah dana talangan untuk membantu krisis Eropa. AS menyebut Eropa punya kapasitas untuk mengatasi krisisnya sendiri.

"Kami tetap percaya IMF dapat memainkan peranan penting di Eropa, tapi hany sebagai suplemen dari upaya Eropa sendiri," ujar juru bicara Departemen Keuangan AS, Kara Alaimo seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/1/2012).

IMF mencari tambahan dana hingga US$ 500 miliar untuk melindungi Eropa dari krisis yang semakin dalam. Namun AS meyakini, Eropa memiliki kapasitas penuh untuk mengatasi krisis itu.

"Eropa memiliki kapasitas untuk memecahkan masalahnya. IMF tidak dapat menggantikan dinding penjagaan kawasan Eropa yang kuat," jelasnya.

"Kami telah mengatakan kepada partner internasional bahwa kami tidak punya keinginan untuk memberikan tambahan sumber-sumber (pendanaan) untuk IMF," tambahnya lagi.

Pernyataan tersebut keluar beberapa saat setelah IMF mengumumkan rencananya menambah pendanaan seiring meningkatnya krisis utang Eropa yang dikhawatirkan bisa mengancam perekonomian glonal.

"Berdasarkan perkiraan kami potensi pembiayaan global membutuhkan sekitar US$ 1 triliun dalam beberapa tahun kedepan, IMF ingin menambahnya menjadi US$ 500 miliar sebagai tambahan sumber pembiayaan," jelas IMF dalam pernyataannya.

Jumlah itu termasuk dari komitmen negara-negara Eropa yang berkontribusi sekitar US$ 200 miliar.

(qom/qom)

Euro masih melanjutkan penguatan terhadap dollar AS dan yen

NEW YORK. Pergerakan euro kembali menguat untuk hari kedua versus dollar AS dan yen. Pada pukul 17.00 waktu New York, euro terapresiasi 1% menjadi US$ 1,2863, setelah sebelumnya menguat 0,5% kemarin. Sementara, posisi euro berada di level 98,83 yen atau menguat 1%. Sedangkan nilai tukar dollar AS terhadap yen tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 76,82 yen.

Penguatan dollar AS juga tercermin dari Dollar Index yang sering digunakan untuk mengukur pergerakan dollar terhadap enam mata uang utama dunia turun 0,8% menjadi 80,518. Ini merupakan level terendah sejak 5 Januari lalu.

Pelemahan dollar AS terhadap euro terjadi seiring penurunan tingkat permintaan dollar sebagai safe haven setelah data AS menunjukkan adanya rebound pada tingkat produksi industri.

Selain itu, "Pembicaraan mengenai rencana IMF untuk meningkatkan kapasitas pinjaman, hasil pembicaraan antara Yunani dan bank krediturnya, dan beberapa faktor lain cukup berhasil mempengaruhi penguatan euro hari ini," jelas Carl Forchesti, director of corporate currency sales desk Societe Generale SA di New York.

Impor Dibatasi AS-Eropa, GDP China Susut

Headline
INILAH.COM, Beijing - Setelah Bank Sentral China pekan lalu mengumumkan cadangan devisanya menurun pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir, kini giliran pemerintah mengungkapkan ekonomi China sepanjang 2011 menurun dan pertumbuhannya menjadi 9,2%.

Devisa China dalam mata uang asing tercatat sebesar US$ 3,181 triliun pada posisi tutup tahun kemarin, atau menurun US$20,55 miliar dibanding kuartal ke tiga 2011. Penurunan ini berkaitan dengan arus uang yang keluar dari khazanah bank sentral, karena investor meyakini ekonomi China mulai melambat pada 2012 ini.

Pemerintah China Selasa (17/1), menurut China Daily, mengungkapkan pertumbuhan ekonominya turun menjadi 9,2 %, mulai melambat dibandingkan pertumbuhan 2010 yang 10,4%. Angka pertumbuhan ini jauh dari di atas perkiraan pemerintah yang terlalu pruden memprediksi pertumbuhan ekonomi China. Pemerintah memprediksikan ekonomi China hanya tumbuh 8% sepanjang tahun lalu.

Pemerintah mengatakan penyebab penurunan pertumbuhan itu karena ekonomi dunia sedang diterpa angin puting beliung, di samping karena tingkat inflasi dunia yang juga relatif tinggi.

Namun pertumbuhan ekonomi nomor dua terbesar di dunia ini masih cukup sehat, sehingga tidak terhempas melakukan pendaratan keras (hard landing), kendati pasar ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa tergolong melunak, kata sejumlah analis. Mereka, para analis itu, memperkirakan bank sentral akan lebih ketat melepas kredit dalam waktu dekat.

“Ini mengindikasikan ekonomi China cukup bagus dan stabil, dan soft landing tampaknya akan terjadi. Karena itu, pemerintah China tampaknya lebih suka menunda kebijakan melonggarkan kredit,” ujar Li Huiyong, ekonomom pada Shenyin Wanguo Securitas di Shanghai.

Gross Domestic Product (GDP) China yang tumbuh 8.9% pada kuartal keempat tahun lalu, menurut Biro Statistik Nasional, termasuk melampaui harapan para analis. “Ya memang cenderung melambat, meskipun tidak secara khusus kelihatan agresif. Ekonomi China tampaknya secara mengejutkan menuju ketahanan baru,” ungkap Stephen Green, kepala riset regional pada Standard Chartered Bank di Hong Kong.

Output dari jutaan pabrik dan industri rumahan di China naik 13,9% sepanjang 2011, lebih lambat dibanding 2010, karena penurunan permintaan dari pasar ekspor. Belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur hanya naik sedikit pada pertumbuhan 23,8% tahun lalu, karena pemerintah pusat tak jadi memberikan stimulus kepada bidang infrastruktur ini.

Penjualan barang konsumsi sebagai indikator consumer spending naik 17,1% pada 2011, juga menurun dibanding, meskipun pemerintah menggalakan konsumsi domestik agar memacu pertumbuhan ekonomi.

Kepala Biro Statistik Nasional Ma Jiantung mengingatkan China yang mungkin bakal menghadapi situasi yang sulit sehubungan dengan krisis utang Eropa.“Kita harus menyadari turbulensi pasar finansial internasional dan semakin meningkatnya proteksionisme akan menambah serius tantangan yang harus kita hadapi,” kata Ma dalam suatu konferensi baru-baru ini.

“Namun kita percaya, jika kita bekerja keras, maka kita akan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang mantap pada 2012,” tambah Ma.

Para ekonom memprediksikan pertumbuhan GDP China akan mencapai sekitar 8 dan 8,5% pada 2012. Angka itu akan terlihat ketika semacam APBN China dibacakan di hadapan parlemen pada Maret mendatang.

Melihat kecenderungan penurunan GDP China, turbulensi pasar finansial dunia, serta kecenderungan AS dan Eropa mengerem impor barang-barang China, Indonesia harus juga mewaspadai imbas penurunan ini.

Misalnya, pemerintah SBY tak bisa lagi mempertahankan subsidi BBM yang lebih dari Rp100 triliun setahun. Viernam yang lebih miskin dari Indonesia saja menjual bensin Rp10.000 per liter. [mdr]

Di New York, harga kontrak minyak bergerak fluktuatif

NEW YORK. Harga kontrak minyak bergerak fluktuatif di New York. Pada pukul 13.35 waktu New York, harga kontrak minyak untuk pengantaran Febuari naik 4 sen menjadi US$ 100,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, harga minyak sempat turun ke posisi US$ 99,84 dari US$ 100,98 sebelum akhirnya rebound.

Sementara, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret turun 0,6% menjadi US$ 110,86 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga minyak adalah rebound data produksi industri pada Desember dan rencana Presiden AS Barack Obama untuk mengumumkan penolakan kilang minyak Keystone XL milik TransCanada Corp.

"Data ekonomi AS kian membaik dari prediksi. Kami masih melihat akan kenaikan harga minyak tahun ini," jelas David Greely, head of energy research Goldman Sachs Group Inc di New York.

Investor kembali optimistis, bursa AS ditutup melesat

NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa AS ditutup melesat. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 reli 1,1% menjadi 1.308,04. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,8% menjadi 12.578,95.

Kenaikan bursa AS kemarin malam terjadi setelah tingkat kepercayaan di tengah pengembang properti berhasil melampaui estimasi. Selain itu, beberapa pendorong kenaikan bursa AS lainnya adalah kenaikan saham Goldman Sachs Group Inc dan meredanya kecemasan mengenai Eropa.

"Sangat senang melihat pasar mencatatkan kenaikan. Investor menyadari bahwa Eropa sangat penting, namun bukan berarti seluruh dunia. Pegembang properti juga terlihat lebih stabil. Investor lebih optimistis mengenai kinerja. Secara keseluruhan, gambaran mengenai pasar cukup moderat," papar John Carey, money manager Pioneer Investments.

Catatan saja, indeks S&P 500 sudah melompat 4% di sepanjang 2012. Setidaknya, ada 48 emiten yang dijadwalkan akan merilis kinerja kuartalan pada pekan ini.

Dollar loyo. pesona emas kembali bersinar

NEW YORK. Harga kontrak emas menanjak ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Pada transaksi Comex, New York pukul 13.39 waktu lokal, harga kontrak emas untuk pengantaran Febuari naik 0,3% menjadi US$ 1.659,90 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi sejak 13 Desember lalu. Sepanjang bulan ini, harga kontrak emas sudah naik 5,9%.

Lonjakan harga emas tersebut terjadi seiring pelemahan posisi dollar atas sejumlah mata uang utama dunia. Tak ayal, kondisi itu mendongkrak pesona si kuning kinclong sebagai investasi alternatif.

Pelemahan posisi dollar sudah terjadi selama dua hari belakangan setelah data produksi AS pada Desember lalu mencatatkan kenaikan terbesar daam setahun terakhir.

"Keoknya posisi dollar AS menyokong pergerakan harga emas," jelas David Meger, director of metal trading Vision Financial Markets di Chicago. Dia menambahkan, secara teknikal, harga emas memiliki level resistan di posisi US$ 1.660 per troy ounce.

Dana Asing Kian Banjiri Indonesia

INILAH.COM, Jakarta - Dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moodys menjadi Baa3 memberikan keyakinan lebih kuat kepada para manajer investasi asing untuk masuk ke Indonesia. Dana asing pun diperkirakan akan semakin deras masuk ke Indonesia.

"Ini semakin menguatkan argumentasi untuk para hedge fund atau fund manager asing untuk masuk ke Indonesia. Setelah kenaikan rating dari Moodys ini harusnya semakin menguatkan keyakinan pemodal dalam negeri untuk masuk ke dalam pasar modal dengan alasan jangan sampai ketinggalan dengan pemodal luar negeri," ujar Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang saat dihubungi INILAH.COM, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, apalagi saat ini yield obligasi lima tahun dan 10 tahun Surat Utang Negara (SUN) semakin menurun serta bunga deposito semakin tidak menarik. Dampak positif terhadap bursa saham Indonesia sangat positif.

Edwin memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat ke level 4.500 pada akhir 2012.

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan, dengan adanya investment grade maka terbukalah kesempatan manajer investasi asing untuk masuk ke negara yang sebelumnya belum mendapatkan investment grade.

Sementara itu, Kepala Riset PT Henanputih Rai Securities Felix Sindhunata menuturkan, dalam jangka pendek kenaikan peringkat tersebut memberi momentum positif ke bursa saham. Tetapi dalam jangka panjang investor akan melihat fundamental ekonomi khususnya ekonomi eksternal.

Sedangkan Vice President Research PT Valbury Asia Securities, Nico Omer J mengatakan, kenaikan peringkat tersebut belum ada pengaruh besar dalam jangka pendek karena sebagian sudah terpotong. "Kalau dampak jangka panjang investor institusi akan bisa berinvestasi di pasar modal Indonesia," tegas Nico.

Menurut Edwin, kini Indonesia tinggal menunggu aliran dana asing yang semakin deras masuk ke Indonesia. Memang diakui kenaikan peringkat dari Moodys ini di luar dugaan. "Tinggal tunggu tanggal mainnya capital inflow akan masuk lebih deras ke Indonesia, kenaikan rating dari Moodys ini di luar dugaan karena diperkirakan sekitar Februari atau Maret," kata Edwin.

Sedangkan krisis Eropa, menurut Edwin, hal itu hanya memberikan pengaruh kecil terhadap indonesia." Krisis Eropa hanya dijadikan sebagai krikil-krikil saja," tutur Edwin. [hid]

IHSG Kembali Dapat Dorongan Positif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melaju 23 poin merespons kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody's. Dana asing pun mengalir cukup banyak masuk lantai bursa setelah pengumuman itu.

Pada perdagangan, Rabu (18/1/2012), IHSG melaju 23,373 poin (0,59%) ke level 3.978,128. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 5,249 poin (0,75%) ke level 701,206.

Menguatnya bursa-bursa utama dunia akan mendorong semangat investor untuk memborong lagi saham-saham. Ditambah sentiman positif kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody's, IHSG pada perdagangan Kamis (19/1/2012) akan bergerak menguat lagi.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat menembus titik tertingginya sejak Juli. Hal itu terjadi setelah IMF menyuarakan komitmen untuk membantu negara-negara Eropa yang terbelit utang.

Laporan Keuangan Goldman Sachs yang berhasil mengalahkan proyeksi analis langsung berhasil meredam kekhawatiran investor seputar laba perbankan. Saham Goldman Sachs langsung melonjak hingga 6,8% menjadi US$ 104,31, dengan indeks sektor finansial GSPF naik 1,7%.

Pada perdagangan Rabu (18/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 96,88 poin (0,78%) ke level 12.578,95. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 14,37 poin (1,11%) ke level 1.308,04 dan Nasdaq menguat 41,63 poin (1,53%) ke level 2.769,71.

Bursa-bursa Asia juga langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional Kamis pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 73,68 poin (0,86%) ke level 8.624,26.
  • Indeks KOSPI menguat 11,76 poin (0,62%) ke level 1.904,15.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
Setelah sempat masuk ke area negatif menyusul penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Bank Dunia, IHSG kembali berhasil ditutup menguat. Kenaikan IHSG didukung oleh langkah Moody's menaikkan rating Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3. Langkah Moody's ini mengikuti langkah Fitch yang bulan lalu telah lebih dahulu menaikkan rating Indonesia menjadi investment grade. Kenaikan rating ini semakin menambah kepercayaan investor asing akan prospek dan kestabilan ekonomi Indonesia. Sementara hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.855-4.000.

eTrading Securities:
Secara teknikal, Pada perdagangan Rabu (18/1) IHSG kembali menguat namun perlu diwaspadai potensi profit taking untuk menguji area Supportnya di 3954 melihat pergerakan indikator teknikal yang masih berada di area overbought. Pada perdagangan Kamis (19/1), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3943-4028 dengan kecenderungan mengalami aksi profit taking. Sementara itu saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, INDF, dan ADRO.

(qom/qom)

Bantuan IMF Angkat Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (18/1). Hal itu dipengaruhi IMF akan membantu negara yang terkena krisis utang Eropa sementara prediksi pendapatan dari Goldman Sachs membuat kekhawatiran keuntungan bank.

Indeks Dow Jones naik 96,88 poin atau 0,78% ke level 12.578,95 pada penutupan. Indeks S&P 500 naik 14,37 poin atau 1,11% ke level 1.308,04. Indeks Nasdaq naik 41,63 poin atau 1,53% ke level 2.769,71.

Penguatan kinerja dibandingkan harapan dari grup Goldman Sachs mengikuti kekecewaan hasil kinerja dari Citigroup pada Selasa dan JP Morgan Chase and Co pada minggu lalu. Saham Goldman ke level US$104,31, sementara sektor keuangan S&P naik 1,7%. Sektor perbankan memiliki outperformed sepanjang tahun ini, tetapi sektor keuangan memiliki performa lemah tahun lalu.

Sementara hasil Goldman mendukung saham sektor keuangan. IMF akan memberikan bantuan untuk menghadang krisis sehingga mendorong sektor keuangan lebih besar. Sektor keuangan mengalami kerugian sepanjang 2011 karena kekhawatiran krisis utang Eropa akan memukul sektor bank.

"Likuiditas yang ditambahkan dalam sistem keuangan akan memberikan sektor keuangan sedikit ruang,dan hasilnya dari harga bank yang tinggi," ujar Kevin Caron, Market Strategist
Stifel, Nicolaus & Co, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

IMF mencari dana sebesar US$600 miliar untuk menolong negara dari krisis, meski beberapa negara Eropa dimasukkan pertama untuk mendukung anggota.

Sementara saham home builder surged setelah data menunjukkan US homebuilder naik pada Januari. Indeks PHLX housing naik 3,1%. Sementara indeks home construction naik 4,4%.

Meski optimisme terjadi, investor juga tetap fokus terhadap Yunani dan kreditur dalam negoisasi rencana debt swap.

Selain itu, saham-saham mengalami kenaikan antara lain saham Yahoo Inc naik 3,2% ke level US$15,92. Sedangkan saham Bank of New York turun 4,6% ke level US$20,30 setelah pendapatan kuartal keempat turun. Saham state street turun 6,6% ke level US$39,95. Saham Bank of America naik 4,9% ke level US$

"Seperti dilihat pendapatan investment banking sangat lemah,dan kami berpikir hal itu masih berlanjut apalagi banyak tekanan dari Eropa," ujar Dan Neuger, Portfolio Manager, head of US and Europe active equities for PineBridge Investments di New York. [hid]

Pasar Masih Euforia 'Investment Grade'

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (19/1) diprediksi menguat. Investment grade, libur Imlek, dan lelang obligasi Portugal dan Jerman menjadi katalisnya.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini kasar pasar masih disemangati euforia investment grade yang didapat dari Moody's Investor Service.

Di sisi lain, lanjut Daru, permintaan rupiah juga meningkat mejelang libur Perayaan Imlek. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dan berpeluang tembus level 9.000 dalam kisaran 8.980 hingga 9.150 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, saat libur hari raya ini, sirkulasi rupiah semakin meningkat. Apalagi, umat yang merayakannya memiliki tingkat niaga yang sangat tinggi. Daru menjelaskan, meningkatnya permintaan rupiah saat libuer Imlek akan terefleksi pada inflasi Januari ini meskipun masih jauh di bawah angka inflasi saat libur Idul Fitri. "Tapi, Imlek cukup memperkuat rupiah," timpalnya.

Pada saat yang sama, kata Daru, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari suksesnya lelang obligasi Portugal dan Jerman kemarin petang. "Jerman behasil meraup dana sebesar 3,44 miliar euro setara dengan US$4,41 miliar dengan tenor dua tahun," imbuhnya.

Selain itu, lelang itu mendapat kenaikan permintaan 2,2 kali dari sebelumnya 1,4 kali pada lelang Desember 2011. Sementara itu, rata-rata yield obligasi mengalami penurunan ke level 0,17% dari 0,29% bulan lalu.

"Begitu juga dengan Portugal yang mendapatkan kesuksesan yang sama. Yield obligasi jangka pendek Portugal juga melandai. Portugal meraup dana sebesar 2,5 miliar euro setara US$3,18 miliar dengan yield yang secara umum lebih rendah," ucap Daru.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (18/1) ditutup menguat 60 poin (0,66%) ke level 9.010/9.050 per dolar AS.

Inilah Saham Pilihan Saat IHSG 'Sideways'

INILAH.COM, Jakarta – Perdagangan saham pada Kamis (19/1) diperkirakan masih melanjutkan pola sideways. Peluang trading terbuka di sejumlah saham-saham pilihan berikut ini.

Analis Waterfront Securities Oktavianus Marbun memprediksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang lanjutkan pola sideways dengan range sempit, 3.950-4.000, meski sudah berhasil memecah level resistan kuat di 3.950.

Sebelum menyentuh level 4.000, IHSG konsolidasi di level 3.950. Oktavianus menilai hal ini akan berlangsung cukup lama, seperti ketika IHSG mencoba tembus level 3.950. “Sebab, situasi eksternal juga masih fluktuatif,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Pasar global, lanjutnya, akan melihat perkembangan sektor keuangan dan perbankan Amerika Serikat (AS) yang pekan ini mempublikasikan kinerja keuangannya. Sebab, sejumlah bank besar AS membeli obligasi Yunani dan Portugal.

Sementara perkembangan Eropa belum banyak positifnya. Lelang obligasi Spanyol yang cukup sukses adalah obligasi yang tenornya pendek dan sifatnya fire sale.Sehingga investor masih mau beli meski yield-nya rendah, sekitar 2 %.

Namun Eropa akan mengalami kesulitan dalam lelang obligasi jangka panjang diatas tiga tahun, karena investor meminta imbal hasil diatas 7%. Sementara syarat Bank Sentral Eropa (ECB) dan Uni Eropa (UE), jika obligasi masih diatas 7%, harus ada program bailout.

Oktavianus menyatakan, sentimen domestik lebih banyak positifnya. Terutama setelah Moody's menaikkan rating RI menjadi layak investasi. Hal ini didukung kawasan Asia yang masih bisa tumbuh karena China masih mencatatkan PDB yang tinggi di 8,9%.

“IHSG akan menguji level 4.000 dengan upgrade peringkat Moody's. Tapi pola konsolidasi akan berulang karena sentimen eksternal yang dominan mempengaruhi,” tutur Oktavianus.

Dengan range yang relatif sempit ini, peluang trading terbuka di sejumlah saham. Seperti saham properti AKR Corpindo (AKRA), Alam Sutera Realty (ASRI) dan Bukit Sentul City (BSDE). Selain saham pertambangan London Sumatra (LSIP) dan PT Timah (TINS).

Kemudian juga saham perbankan Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). “Beli saham-saham tersebut,” tandasnya. [nat]

'Investment Grade' Hanya Sentimen Jangka Pendek

INILAH.COM, Jakarta – Peringkat investment grade dari Moody’s dinilai hanya sentiment positif jangka pendek bagi IHSG. Untuk jangka menengah-panjang, fokus pasar tetap pada faktor eksternal.

Kepala Riset Henan Putihrai Securities Felix Sindhunata mengatakanhal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya,peringkat ini melegitimasi iklim dan mengonfirmasi kelayakan investasi Indonesia.Tapi, gelar itu tidak mengubah ekonomi Indonesia secara signifikan.

Artinya, kata dia, ekonomi Indonesia tetap pada kondisi saat ini dengan outlook yang stabil. Karena itu, sentiment positif dari investment grade bersifat jangka pendek.“Dalam jangka menengah-panjang, investor akan kembali fokus pada tataran makro ekonomi, kondisi eksternal, dan perkembangan krisis utang di Eropa,” katanya.

Pada perdagangan Rabu (18/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 23,37 poin (0,59%) ke level 3.978,128 dengan intraday tertinggi 3.978,455 dan terendah 3.947,855. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 5,25 poin (0,75%) ke level 701,206.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah Fitch Rating, kini Moody's Investor Service yang menyematkan gelar ‘investment grade’ bagi Indonesia. Seberapa optimistis pengaruhnya pada pergerakan IHSG?
Investment grade yang diraih Indonesia dari Moody's Investor Service kemarin tetap harus dilihat sebagai berita positif jangka pendek. Peringkat ini melegitimasi iklim dan mengonfirmasi kelayakan investasi Indonesia.Tapi, gelar itu tidak mengubah ekonomi Indonesia secara signifikan. Artinya, ekonomi Indonesia tetap pada kondisi saat ini dengan outlook yang stabil. Karena itu, sentiment positif dari investment grade bersifat jangka pendek.

Bagaimana dengan respon pasar yang tercermin pada penguatan IHSG kemarin?
Ya. Kenaikan IHSG kemarin, juga semata faktor peringkat itu. Jika tidak ada investment grade, IHSG cenderung tertekan bahkan bisa melamah kemarin. Sebab, secara teknis, momentum penguatan market juga berkurang. Apalagi, IHSG sudah rally dalam 5 pekan terakhir. Karena itu, market sebenarnya sangat terbuka untuk mencari alasan koreksi. Tapi, karena momentum kenaikan rating ke investment grade, penguatan indeks terjadi.

Untuk itu,market tak perlu euforia atas investment grade yang diraih. Pasar harus melihat bagaimana tataran fundamental dan kondisi eksternal. Tidak ada perubahan yang luar biasa dari sisi ekonomi Indonesia.

Tidak luar biasa bagi IHSG?
Memang, gelar ini merupakan legitimasi yang terjaga dan momentum pertumbuhan ekonomi pun akan membaik ke depannya dengan potensi mengalirnya Foreign Direct Investment (FDI) yang besar. Tapi, dalam jangka menengah-panjang, investor akan kembali pada tataran makro ekonomi, kondisi eksternal, dan perkembangan krisis utang di Eropa. Kenaikan rating bisa menahan indeksdari koreksi yang dalam, tapi IHSG tetap tergantung pada pergerakan bursa global dan regional.

Kalau begitu, bagaiamana Anda melihat arah pergerakan IHSG Kamis (19/1) ini?
Bursa Eropa cenderung melemah sejak kemarin sore walaupun tidak terlalu besar. Terlepas dari faktor investment grade, potensi pelemahan IHSGcukup terbuka dan ini merupakan koreksi yang wajar terjadi.

Sekarang,tinggal seberapa kuat sentiment investment grade bisa mengimbangi (offset) situasi eksternal. Menurut saya, kecenderungan pelemahan cukup besar. Kecuali, jika bursa AS dan Eropa menguat tajam. Jika bursa global terutama Dow Jones turun 1-2%, berita investment grade akan diabaikan pasar. Tapi, jika Dow Jones hanya tutup melemah 0,2%, investment grade masih bisa menopang penguatan IHSG.

Level support dan resistance-nya?
Saya melihat potensi pelemahan IHSG lebih besar dari potensi penguatan. IHSG akan bergerak dalam kisaran support 3.920 dan resistance 4.015.

Saham-saham pilihan Anda?
Jika bursa Eropa menguat atau paling tidak stabil, saya suka pada saham-saham tambang seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT International Nickel Indonesia (INCO).Tapi, jika bursa Eropa melemah, saham-saham yang berbasis domestic demand yang menarik seperti PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Gudang Garam (GGRM). Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut.

IMF dan Goldman Sachs Dorong Penguatan Wall Street 1%

New York - Saham-saham di bursa Wall Street kembali menguat menembus titik tertingginya sejak Juli. Hal itu terjadi setelah IMF menyuarakan komitmen untuk membantu negara-negara Eropa yang terbelit utang.

Laporan Keuangan Goldman Sachs yang berhasil mengalahkan proyeksi analis langsung berhasil meredam kekhawatiran investor seputar laba perbankan. Saham Goldman Sachs langsung melonjak hingga 6,8% menjadi US$ 104,31, dengan indeks sektor finansial GSPF naik 1,7%.

Hasil yang menggembirakan dari Goldman Sachs itu keluar setelah sebelumnya 2 raksasa finansial, Citigroup dan JPMorgan Chase melaporkan keuangan yang mengecewakan.

Sentimen positif datang dari IMF yang ingin mencari sumber-sumber keuangan guna membantu negara-negara Eropa yang terbelit utang besar. IMF ingin menambah pendanaan hingga US$ 600 miliar penanganan krisis Eropa itu, namun syaratnya negara-negara Eropa harus memberikan support untuk mendukung anggota lainnya.

"Setiap saat likuiditas ditambahkan ke sistem keuangan, hal itu memberikan sedikit ruang untuk bernafas dan hasilnya adalah harga yang lebih tinggi di sektor perbankan," ujar Kevin Caron, analis dari Stifel, Nicolaus & Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/1/2012).

Pada perdagangan Rabu (18/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 96,88 poin (0,78%) ke level 12.578,95. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 14,37 poin (1,11%) ke level 1.308,04 dan Nasdaq menguat 41,63 poin (1,53%) ke level 2.769,71.

Data positif datang dari indeks pembangunan rumah yang melonjak ke titik tertinggi dalam 4,5 tahun terakhir, sehingga langsung membuat saham-saham perumahan melonjak tajam. Indeks perumahan PHLX naik 3,1%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,3 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian yang sebanyak 6,68 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Wall Street terdongkrak rencana IMF tambah dana pinjaman

NEW YORK. Rencana Dana Moneter Internasional (IMF) menambah kapasitas dana pinjaman untuk membantu negara-negara yang terpukul krisis utang Eropa mendongkrak bursa saham Amerika Serikat (AS). Bursa Wall Street pada Rabu (18/1) ditutup menguat 1%.

Selain rencana IMF, kenaikan saham Wall Street juga dipicu pendapatan Goldman Sachs yang melampaui perkiraan. Saham Goldman sendiri naik 6,8% menjadi US$ 104,31 per saham.

Indeks Standard & Poors’s (S&P) 500 ditutup menguat 1,1% menjadi 1.308, atau melewati level 1.300 untuk pertama kalinya sejak Juli 2011. Sementara indeks Dow Jones naik 96,88 poin atau 0,8% menjadi 12.578,95. Sedangkan indeks Nasdaq Composite melambung 1,5% menjadi 2.769,71 dan indeks Russell 2000 naik 1,8% menjadi 779,26.

Rabu, 18 Januari 2012

Asing Borong, IHSG Naik 0,5% ke 3.978

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia menguat 23,3 poin atau 0,5% ke 3.978,13 pada perdagangan Rabu (18/1). Volume perdagangan mencapai 6,6 miliar saham senilai Rp5,1 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 129 saham melemah, 123 saham menguat dan 107 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp596,05 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,3 triliun dan penjualan asing Rp1,7 triliun.

Indeks JII naik 4,7 poin ke 565,71, indeks ISSI turun 0,8 poin ke 131,48, indeks LQ45 naik 5,2 poin ke 701,21. Penguatan didukung sektor pertambangan yang naik 11,6 poin ke 2.677,41, disusul sektor konsumsi naik 9,5 poin ke 1.335. Sementara sektor perkebunan turun 17,4 poin ke 2,205,17.

Indeks sempat tertekan hingga ke zona merah pada sesi I. Untuk level terendah hari ini di 3.947 dan tertinggi di 3.978,46.

Indonesia Naik Peringkat, IHSG Melaju 23 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 23 poin menyusul dinaikkannya peringkat RI oleh Moody's. Dana asing pun mengalir cukup banyak masuk lantai bursa.

Sementara nlai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.130 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.180 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 2,753 poin (0,06%) ke level 3.957,508. Kemarin IHSG sudah naik tinggi sehingga masuk ke area jenuh beli.

Sempat flat di awal perdagangan karena masuk area jenuh beli, indeks melaju kembali akibat aksi beli selektif. Investor asing sudah mulai bergerak agresif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 3,141 poin (0,07%) ke level 3.957,896. Pembelian paling banyak dilakukan investor asing, sementara investor domestik mengambil untung.

Indeks sempat jatuh ke zona merah dan berhenti di level 3.947,855 sebelum akhirnya bergerak naik kembali terutama setelah pengumuman RI naik pangkat tersebut.

Menutup perdagangan, Rabu (18/1/2012), IHSG melaju 23,373 poin (0,59%) ke level 3.978,128. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 5,249 poin (0,75%) ke level 701,206.

Moody's Rating menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Baa3 dari sebelumnya Ba1. Outlook untuk peringkat ini ditetapkan stabil. Ini merupakan kali kedua Indonesia mendapatkan kenaikan peringkat.

Sebelumnya, pada 15 Desember 2011 lalu salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kelas dunia, Fitch's Rating menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Kedua peringkat ini setara dengan investment grade alias negara yang layak menjadi tempat berinvestasi.

Sentimen positif ini mendorong aksi beli di pasar saham lokal. Aksi beli saham masih dikuasai investor asing yang hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 594,871 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 153.609 kali pada volume 13,24 juta lot saham senilai Rp 5,188 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Pelaku pasar regional masih menunggu hasil penjualan surat berharga Portugal dan kepastian restrukturisasi pinjaman Yunani.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional di sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 31,99 poin (1,39%) ke level 2.266,38.
  • Indeks Hang Seng naik 59,17 poin (0,30%) ke level 19.686,92.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 84,18 poin (0,99%) ke level 8.550,58.
  • Indeks Straits Times turun 9,38 poin (0,33%) ke level 2.806,47.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 12.050, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 29.250, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 12.350, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 77.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 250 ke Rp 10.000, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 14.550, Resources Alam (KKGI) turun Rp 150 ke Rp 6.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 39.100.

(ang/qom)

Reli 0,59%, IHSG mendarat di level 3.978

JAKARTA. Meskipun sempat jatuh di awal sesi kedua, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan hari ini dengan bertengger di zona hijau. IHSG ditutup menguat 0,59% ke posisi 3.978,128.

Kabar kenaikan peringkat Indonesia menjadi investment grade oleh Moody's Investment Grade memacu indeks naik cukup signifikan di akhir perdagangan, sore ini.

Laju delapan sektor mengokohkan otot indeks. Penguatan terbesar terjadi pada sektor industri dasar yaitu naik 1,77%. Sedangkan, dua sektor yang masih tertekan, yaitu sektor perkebunan sebesar 0,78%, dan sektor kosntruksi yang melemah 0,16%.

Sejumlah 114 saham menguat, berbanding 116 saham yang jatuh. Adapun, 99 saham lainnya tidak bergerak dari posisi sebelumnya.

Saham Renuka Coalindo Tbk (SQMI) yang maju 10,29% ke posisi Rp 750, menjadi salah satu saham yang berhasil menempati posisi top gainers, sore ini. Diikuti, saham Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) yang reli 9,55% ke Rp 12.050, juga saham Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) yang naik 9,1% ke Rp 240.

Sedangkan, saham-saham yang terdepak ke posisi top losers, antara lain Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) yang jatuh 6,25% ke Rp 600. Lalu, saham Bumi Teknokultura Un Tbk (BTEK) yang tergerus 5,98% ke Rp 1.100.

Transaksi sepanjang hari ini cukup gemuk, yaitu melibatkan sekitar 6,620 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,188 triliun.

Tekanan terhadap rupiah surut setelah Moody's naikkan peringkat Indonesia

JAKARTA. Tekanan terhadap rupiah surut, setelah Moody's Investment Grade menaikkan peringkat utang Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3. Ini merupakan level terendah untuk peringkat investment grade.

Nilai tukar rupiah bergulir ke posisi Rp 9.142 per dollar AS pada pukul 14.38 di Jakarta, atau melemah 0,6% dari penutupan kemarin. Tadi pagi, mata uang Garuda ini sempat tumbang sebesar 1% sebelum adanya pengumuman dari Moody's.

Bursa Eropa Melemah di Awal Perdagangan

Medium
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Rabu (18/1) menjelang perundingan Yunani denan para pemegang obligasi.

Indeks FTSE turun 0,6% ke 5.658, indeks CAC turun 0,8% ke 3.243 dan indeks DAX turun 0,6% ke 6.292. Indeks saham bluechip turun 0,5% setelah mencapai level tertinggi sejak Agustus 2011 pada perdagangan kemarin. Pelemahan terdalam dialami saham minyak, Tullow yang turun hingga 6%. Demikian mengutip yahoofinance.com.

"Masalah-masalah Eropa telah menahan kenaikan indeks. Kami sudah merespon penjualan obligasi Portugal hari ini dan menunggu pembicayaan pemegang obligasi Yunani. Pasar sangat menunggu hasil tersebut," kata Keith Bowmand dari Hargreaves Lansdown.

Yunani mencoba memecahkan kebuntuan dalam negosiasi untuk mengurangi beban utang dan mencegah gagal bayar. Pembicaraan ini telah mengalami kebutuan pada Jumat pekan lalu tentang tingkat bunga dan kompensasi kerugian investor.

Negara Barat Tak Lagi Aman Risiko Investasi

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Penurunan peringkat kredit utang negara-negara Eropa menunjukkan bahwa berinvestasi di negara maju tidak lebih aman dari negara berkembang.

Beberapa tahun ke depan, para investor harus menganalisa lebih dalam seberapa besar mereka harus 'meminjamkan' dana ke negara Barat sehubungan dengan kondisi ekonomi, demografi, dan terutama kondisi politiknya.

Tekanan fiskal dan politik akan cukup besar dalam jangka panjang, sehingga membuat negara-negara maju kesulitan untuk mencari pendanaan dalam menyelamatkan negara lain atau bank-bank mereka sendiri atau untuk memenuhi kebutuhan dana dari meningkatnya populasi lansia.

"Intinya adalah daya tarik pasar kredit negara-negara maju menurun dan beban pensiun meningkat. Hal ini akan semakin memburuk dalam beberapa dekade ke depan," tutur Kepala Ekonom Renaissance Capital Charles Robertson, seperti dikutip dari CNBC.com, Rabu (18/1).

"Sementara pasar kredit negara berkembang dalam posisi yang jauh lebih sehat dan mayoritas memiliki prospek positif untuk jangka panjang," tambahnya.

Kepercayaan investor akan tumbuh dengan sendirinya, lanjut Robertson, seiring dengan berjalannya proses. Adanya dana pensiun yang berlebih dan investor lain yang mengalokasikan dana untuk membeli surat utang negara berkembang dibanding di pasar negara maju, hal ini akan semakin memacu negara berkembang tumbuh cepat.

Jumat pekan lalu, lembaga pemeringkat Standard & Poor's menurunkan peringkat utang sembilan negara zona euro. Perancis dan Austria turun satu takik (notch)dari triple-A dan Italia turun ke BBB+,level yang sama dengan Kazakhstan.

Portugal diikuti Yunani turun ke status "junk" sama seperti Filipina dan Turki, meski tetap jauh di status Athena CC-, level terburuk dari semua peringkat negara. Namun tindakan ini sudah diramalkan oleh pasar.

Dua lembaga pemeringkat utama lainnya, Fitch dan Moody's, belum mengikuti jejak S&P baik di Amerika Serikat atau banyak negara di Eropa. Namun tidak menutup kemungkinan langkah yang sama akan dilakukannya bila melihat kondisi yang ada.

Kredit rating Turki, berdasar analisa Renaissance Capital, telah naik 4 takik dalam satu dekade terakhir. Sementara kredit rating Spanyol telah jatuh 4 takik, Portugal 9 takik, dan Yunani 15 takik.

Kendati peringkat S&P untuk Portugal dan Turki sama, namun pasar yakin bahwa kondisi tersebut sudah berlalu. Biaya utang Portugak naik lebih dari tiga kali dibanding Turki.

Lalu apakah Turki dapat mempertahankan posisi itu, bagaimanapun sangat tergantung pada situasi politik, khususnya kemampuan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dalam menjaga defisit selain mempertahankan stabilitas negaranya. Ini jenis penilaian yang bisa mendominasi pasar utang untuk dekade berikutnya.

"Rusia naik tiga takik pada 10 tahun lalu saat Italia sedang turun lima takik," tulis Robertson. "Rusia masih satu tingkat di bawah Italia selama tahun-tahun mendatang, namun dengan utang Rusia yang rendah, kita mengasumsikan peringkat Rusia akan naik di atas Italia."

Namun Fitch tidak memiliki keyakinan yang sama akan rating Rusia. Pada awal pekan ini, Fitch memotong outlook peringkat BBB Rusia dari positif ke stabil sehubungan dengan pertumbuhan yang lemah dan tumbuhnya harga minyak serta peningkatan kekhawatiran politik.

Perdana Menteri Vladimir Putin mungkin telah dipandang sebagai penjamin stabilitas untuk lebih dari satu dekade, tapi saat dia bersiap kembali maju dalam pemilihan presiden tahun ini, kekhawatiran tumbuh dan ia harus lebih memperlihatkan kemampuannya.

Gambaran yang sama juga, berupa meningkatnya kepercayaan pasar, diasumsikan akan terjadi di banyak negara berkembang lain seperti di Afrika Selatan yaitu India, Brasil, Argentina, Kenya, Ukraina, Kazakhstan dan banyak lainnya. Kondisi politik akan sama pentingnya dengan kondisi ekonomi dalam membentuk pasar utang mereka dan menentukan nasib mereka pada beberapa tahun ke depan. Saat ini, keuangan di negara berkembang juga memburuk sebagai imbas krisis utang Eropa.

Tunggu Yunani, Bursa Eropa Berpotensi Mixed

Medium
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa berpotensi mixed pada perdagangan Rabu (18/1) menjelang pertemuan pejabat Yunani dengan para kreditor swasta dan lelang obligasi Portugal.

Indeks FTSE akan turun 11 poin, indeks DAX akan naik 2 poin dan indeks CAC akan turun 7 poin. Sementara bursa saham Asia sebagian menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,1%, indeks Nikkei naik 1,02%, indeks STI naik 0,02%, indeks ASX naik 0,05%, indeks Kospi turun 0,3%. Demikian mengutip yahoofinance.com.

Hari ini pemerintah Portugal akan melelang obligasi jangka pendek senilai 2,5 miliar euro atau senilai US$3,2 miliar. Lelang ini merupakan terbesar bagi Portugal sejak tahun lalu dan berharap dapat mengikuti kesuksesan Italia dan Spanyol.

Namun Jerman juga akan mengadakan lelang obligasi senilai 4 miliar euro atau setara dengan US$5,1 miliar dengan jatuh tempo pada Desember 2013.

Update: Moody’s naikkan peringkat Indonesia

SINGAPURA. Moody’s Investor Service akhirnya menaikkan peringkat Indonesia untuk obligasi lokal dan asingnya menjadi Baa3 dari Ba1. Artinya Indonesia sudah mulai memasuki era investment grade dan patut menjadi incaran investor-investor besar di dunia internasional.

Menurut rilis yang dikeluarkan dalam website Moddy’s ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menaikkan rating ini. Antara lain parameter finansial pemerintah Indonesia akan setara dengan negara-negara lain berperingkat Baa (peringkat tertinggi di Moody’s), pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan terhadap guncangan besar dari luar, adanya kebijakan-kebijakan yang bisa menahan sistem finansial yang rapuh, sistem perbankan yang lebih sehat dan cakap dalam menghadapi tekanan.

Pemain Bluechips, Keluar Pasar Dulu!

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan sore, laju IHSG berpeluang variatif seiring kondisi yang sama pada bursa Asia. Saham-saham ‘gorengan’ memanas, tapi bluechip rentan profit taking.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, ditengah kenaikan merata diatas 2% dari indeks pada bursa Asia kemarin, kenaikan sebesar 0,48% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) terlihat sangat mengecewakan. “Apalagi kalau melihat pergerakan hariannyayang jelas masih ‘malas’ untuk menembus level psikologis 12.500,” katanya di Jakarta, Rabu (18/1).

Itu sebabnya, kata Tommy (panggilan akrab Satrio Utomo) yang membuat indeks di kawasan Asia pagi ini hanya bergerak mixed.“Hal yang sama sepertinya juga bakal terjadi pada IHSGhingga penutupan sore pada kisaran support 3.930hingga resistance 4.025,” ujarnya.

Satu hal yang terpenting, dia menegaskan, kemarin IHSG sudah melewati level 3.954,86. Ini merupakan level tertinggi dari wave 3 kemarin.“Ini artinya, wave ke 5 sudah mulai,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam wave ke 5, yang penting, jangan sampai ada penembusan support. Terutama support 3.894 yang merupakan awal dari wave ke 5. “Sebab, jika itu terjadi, berarti wave 2 sudah jalan. Targetnya sih tidak jauh, paling 3.625 – 3.875.Tapi tetap saja, ceritanya adalah konsolidasi,” tuturnya.

Karena itu, dia menambahkan, dalam beberapa hari kedepandirinya hanya bisa Sell on Strength. Memang, ada posisi, tapi posisi trading. “Sumbu cut loss-nya pendek. Lagian, habis ini, sebagian besar bursa Asia liburan Imlek,” ucapnya.

Alhasil, Satrio menyimpulkan, sentimendi market bakalminim. “Mungkin, bagi Anda yang pemain ‘gorengan’, ‘goreng-gorengan’-nya bakal semakin panas. Tapi, buat pemain bluechip seperti saya, saya memilih untuk exit pasar dulu, kalau ada support yang tembus,” imbuhnya.

Saham Lapis Dua Bantu IHSG Naik Tipis 3 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 3 poin akibat aksi beli di saham-saham lapis dua. Pembelian paling banyak dilakukan investor asing, sementara investor domestik mengambil untung.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 2,753 poin (0,06%) ke level 3.957,508. Kemarin IHSG sudah naik tinggi sehingga masuk ke area jenuh beli.

Sempat flat di awal perdaganga karena masuk area jenuh beli, indeks melaju kembali akibat aksi beli selektif. Bahkan, indeks sempat menanjak hingga posisi tertingginya di 3.968,251.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (18/1/2012), IHSG naik tipis 3,141 poin (0,07%) ke level 3.957,896. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,350 poin (0,05%) ke level 696,307.

Pergerakan indeks masih serba tipis, pasalnya secara teknikal sudah overbought namun penguatan bursa-bursa regional membuat investor belum puas membeli saham.

Setelah kemarin libur menyambut hari Martin Luther King Jr, Wall Street berhasil menguat terdongkrak sentimen positif pertumbuhan GDP China dan suksesnya lelang surat berharga Spanyol.

Sentimen positif tersebut ikut mendorong pembelian saham yang dilakukan investor asing. Hingga siang ini pemodal asing sudah tercatat melakukan pembelian bersih.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 82.926 kali pada volume 6,329 juta lot saham senilai Rp 2,021 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Pelaku pasar masih menunggu hasil penjualan surat berharga Portugal dan kepastian restrukturisasi pinjaman Yunani.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 7,57 poin (0,33%) ke level 2.290,81.
  • Indeks Hang Seng naik 58,12 poin (0,30%) ke level 19.685,87.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 116,07 poin (1,37%) ke level 8.582,47.
  • Indeks Straits Times naik tipis 5,06 poin (0,18%) ke level 2.820,91.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 29.150, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 11.700, Hexindo (HEXA) naik Rp 300 ke Rp 9.250, dan Bayan (BYAN) naik Rp 300 ke Rp 18.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 39.000, Inovisi (INVS) turun Rp 150 ke Rp 5.850, dan Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 14.600.

(ang/qom)

Nyaris Turun, IHSG Sesi I Berakhir Positif

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Rabu (18/1), IHSG ditutup naik 0,07% ke level 3.957,9.

Penguatan indeks siang ini seiring dengan penguatan bursa regional lainnya. Di Asia, kecuali Shanghai yang turun 0,33%, Hang Seng naik 0,30%, Nikkei naik 1,37%, STI naik 0,22%, dan Seoul naik 0,02%.

Saham industri dasar menjadi penguat indeks siang ini dengan naik 1,11%. Bursa AS ditutup menguat semalam di mana Dow Jones mencatat level tertinggi sejak bulan Juli kemarin didukung oleh optimism akan keadaan ekonomi Jerman yang sesuai ekspektasi dan penurunan yield dari lelang obligasi baru 18 bulan Spanyol dari 4,226% menjadi 2,399%.

Sebanyak 108 saham naik siang ini, 120 saham turun, sementara 104 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 0,05% ke level 696,31, sementara JII naik 0,42% ke level 563,38.

Volume perdagangan siang ini mencapai 2,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,65 triliun. Asing juga masih melakukan aksi beli hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp221,81 miliar.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah UNTR naik 2,64%, GDYR naik 6,36%, HEXA naik 3,35%, BYAN naik 1,69%, MBAI naik 1,60%, dan TCID naik 2,56%.

Transaksi obligasi di pasar sekunder bergairah

JAKARTA. Perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Pada data Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 17 Januari 2012, tercatat total volume perdagangan obligasi pemerintah maupun korporasi sebesar Rp 9 triliun. Angka ini melesat 100% dari Rp 4,5 triliun pada hari sebelumnya.

Kenaikan total volume berbarengan dengan kenaikan frekuensi perdagangan sebesar 28,4%. Kemarin, frekuensi perdagangan sebanyak 588 transaksi, naik dari hari sebelumnya yang sebanyak 458 transaksi.

Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), Tumpal Sihombing, mengatakan, obligasi pemerintah seri FR0058 menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan total volume perdagangan sebesar Rp 2,6 triliun. Obligasi ini bertenor 20 tahun dan berkupon 7,0285%

Sementara Obligasi Berkelanjutan I Antam Tahap I Tahun 2011 Seri B (ANTM01BCN1) dengan yield to maturity (YTM) 8,3285% berkupon 9,05% menjadi seri obligasi korporasi teraktif. Total volume perdagangan obligasi ini sebesar Rp 15 miliar.

Analis Obligasi Mega Capital, Ariawan, bilang, keputusan Bank Indonesia (BI) memperlebar batas bawah simpanan bank di BI deposit facility berhasil mendorong investor, terutama perbankan masuk ke pasar sekunder obligasi.

Sekadar informasi, kemarin (17/1), Rapat Dewan Gubernur Harian BI memutuskan untuk kembali memperlebar batas bawah suku bunga deposit facility (simpanan bank di BI) menjadi 200 basis poin (bps) di bawah BI rate.

Dengan perlebaran batas bawah tersebut, mengurangi pendapatan bunga yang didapat perbankan apabila menyimpan likuiditasnya di BI. Dengan pelebaran batas bawah deposit facility sebesar 200 bps, maka bunga yang didapat perbankan dari BI hanya 4%. Angka ini didapat dari BI Rate sebesar 6% dikurangi 2%.

"Oleh karena itu, daripada menyimpan likuiditas di BI, perbankan lebih memilih menyimpan di pasar obligasi karena yieldnya yang masih unggul daripada bunga BI," ujar Ariawan, Rabu (18/1). Bahkan Ariawan memprediksi, menjelang lelang Surat Utang Negara pada 24 Januari ini, pasar sekunder obligasi masih akan ramai.

Selain dari sentimen domestik, kabar positif juga datang dari data perekonomian China pada kuartal-IV 2011 yang baik. "Pasar tampaknya makin percaya diri untuk bertransaksi di pasar saham maupun pasar obligasi," ujar Tumpak.

Siang ini, rupiah tergerus paling tajam sejak November

JAKARTA. Penguatan mayoritas mata uang Asia pagi ini, tidak diikuti oleh pergerakan rupiah. Hari ini, rupiah justru jatuh paling tajam sejak November silam.

Isu krisis utang Eropa bakal menggerus pertumbuhan ekonomi negara berkembang memicu asing keluar dari aset domestik. Alhasil, otot rupiah pun tertekan. Mata uang Garuda ini tergelincir 0,9% ke posisi Rp 9.163 pada pukul 10.24 di Jakarta. Ini pelemahan terbesarnya sejak 28 November lalu.

Pemicu mencuatnya kembali isu Eropa terjadi setelah kemarin, Fitch Ratings menyatakan, Yunani sepertinya cenderung akan gagal bayar utang pada Maret mendatang. Kepemilikan asing di surat utang pemerintah tercatat berkurang menjadi Rp 222,5 triliun per 16 Januari, dari sebelumnya Rp 222,9 triliun di akhir pekan lalu.

Wiling Bolung, kepala treasury ANZ Panin Bank menilai, orang-orang mengamati arus masuk ke pasar obligasi dan pergerakan mata uang dari hari ke hari. "Fitch Ratings muncul dengan peringatan terbarunya terhadap Yunani. Hal ini menunjukkan penyelesaian krisis utang Eropa akan memakan waktu lama," katanya, di Jakarta.

Ekonomi Negara Berkembang Bakal Susut di 2012

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Kondisi negara-negara berpenghasilan tinggi yang memburuk dan krisis global kedua terwujud, negara-negara berkembang akan menemukan operasi mereka sendiri dalam ekonomi global yang jauh lebih lemah, dengan modal yang jauh kurang melimpah, peluang dagang yang kurang bersemangat dan dukungan keuangan yang lemah baik untuk aktivitas sektor swasta dan publik.

Hal ini disampaikan Bank Dunia dalam laporan terbarunya yang dirilis Rabu (18/1).

Perluasan global yang lebih lambat sudah ditunjukkan melalui angka-angka perdagangan dan harga komoditas yang lebih rendah.

Untuk 2012, Bank Dunia meramalkan pertumbuhan Jepang akan turun 1,9 persen dari 2,6 persen pada prediksi Juni. Bank Dunia memperkirakan bahwa zona euro memasuki masa resesi pada kuartal keempat.

Pertumbuhan China akan melambat menjadi 8,4 persen tahun ini, sama seperti saat merevisi proyeksi yang dirilis pada bulan November. Bank Dunia juga memangkas proyeksi pertumbuhan India 1,9 persentase poin ke 6,5%.

Bank Dunia juga menjelajahi dampak di seluruh dunia dari krisis Eropa yang lebih parah. Bank Dunia memperkirakan bahwa pertumbuhan global bisa turun 3,8 persen dibanding perkiraan sekarang tahun ini jika dua negara besar, yang menguasai ekonomi 30 persen dari wilayah ekonomi euro menghadapi tekanan kredit.

Bank Dunia: Krisis Eropa tak Bisa Dikesampingkan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indeks MSCI semua negara turun 9,4 persen tahun lalu, drop pertama sejak 2008, akibat krisis utang Eropa dan memperlambat ekspansi ekonomi di seluruh dunia, sekaligus memberatkan permintaan investor terhadap aset berisiko.

"Meskipun tindakan signifikan telah diambil, kemungkinan eskalasi lebih lanjut dari krisis di Eropa tidak dapat dikesampingkan," kata Bank Dunia dalam rilis terbarunya, Rabu (18/1).

Pendapatan tinggi ekonomi sekarang terlihat tumbuh 1,4 persen tahun ini, turun dari perkiraan Juni 2,7 persen. Dibandingkan dengan 5,4 persen di negara-negara berkembang, termasuk negara-negara dari Indonesia hingga Afrika Selatan, yang pada bulan Juni yang diperkirakan tumbuh pada kecepatan 6,2 persen.

"Beberapa dari negara berkembang besar yang telah menjadi motor pertumbuhan dalam periode 2008-2009 sekarang telah melambat," tukas Andrew Burns, yang mengepalai tim global makroekonomi Bank Dunia, dalam acara jumpa persnya.

Penurunan pertumbuhan di negara-negara ini sebagian besar hasil dari kebijakan dalam negeri seperti bunga lebih tinggi, yang memang diinginkan karena negara-negara ini sedang mengalami kondisi ekonomi yang overheating.

BankDunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Global Terbesar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan global terbesarnya dalam tiga tahun dengan mengatakan bahwa resesi di zona euro mengancam untuk memperburuk perlambatan di pasar negara berkembang seperti India dan Meksiko.

Mengutip Bloomberg, lembaga yang berbasis di Washington ini mengatakan ekonomi dunia tahun ini akan tumbuh 2,5 persen, turun dari perkiraan Juni 3,6 persen. Bank Dunia melihat pertumbuhan kawasan euro akan kontraksi 0,3 persen pada tahun 2012, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 1,8%.

Pertumbuhan ekonomi AS dipangkas menjadi 2,2 persen dari 2,9 persen. "Bahkan itu jauh lebih lemah dan penuh ketidakpastian," ujar Bank Dunia dalam laporan prospek Ekonomi Global yang dirilis Rabu (18/1). "Penurunan di Eropa dan pertumbuhan yang lebih lemah di negara berkembang menimbulkan risiko bahwa dua perkembangan memperkuat satu sama lain, mengakibatkan yang lebih lemah.

Bank Dunia mendesak pengembangan ekonomi agar mempersiapkan hal yang terburuk akibat melihat risiko kekacauan Eropa yang terus menerus untuk memicu krisis keuangan global seperti yang terjadi pada 2008.

Produksi industri Euro turun selama 3 bulan berturut-turut hingga November, laporan minggu lalu menunjukkan, serta menambahkan tanda-tanda ekonomi yang gagal akan berlanjut hingga kuartal keempat akibat pemimpin Zona Euro berjuang untuk mengatasi krisis fiskal wilayah.

Revisi ini terbesar sejak Januari 2009, ketika Bank Dunia memotong estimasi global untuk tahun itu sebesar 2,1 persen. Bank Dunia melihat perluasan global dari 3,1 persen pada tahun 2013, 0,5 persentase poin lebih rendah daripada ramalan sebelumnya.

Fitch: Yunani Akan Bangkrut

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Lembaga Rating Fitch mengatakan Yunani akan default terhadap utang, meskipun dikatakan default seperti itu cenderung terjadi secara teratur.

"Itu akan terjadi. Yunani sedang bangkrut, sehingga akan default," kata Edward Parker, Managing Director untuk Sovereign and Supranational Group Fitch untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika kepada Reuters di sela-sela konferensi di ibukota Swedia. "Jadi dalam pengertian ini seharusnya tidak menjadi kejutan kepada siapa pun."

Komentar Fitch ini dilakukan setelah Moritz Kraemer, Kepala Unit Lembaga Rating Zona Euro Standar & Poor's mengatakan pada hari Senin bahwa Yunani akan default segera terkait kewajiban utangnya.

Parker mengatakan bahwa Fitch percaya bahwa perjanjian sukarela oleh investor swasta untuk melakukan haircut utang Yunani akan merupakan sebuah default. "Kita katakan untuk waktu yang lama bahwa kita tidak menganggap PSI ini adalah cara untuk pergi dan kita akan memperlakukan itu sebagai default. Itu jelas adalah default, namun mereka mencoba untuk memecahkan itu,' katanya.

Parker mengatakan hasil terburuk akan menjadi default adalah kekacauan. "Itu bagi kita situasi yang benar-benar merusak, tapi satu yang kita pasti tidak mengharapkan terjadi. Karena jelas, dalam situasi rasional Anda akan berpikir politikus Yunani dan pembuat kebijakan Eropa akan memastikan bahwa hal itu tidak terjadi."

Peso dan won memimpin penguatan mata uang Asia

SEOUL. Peso dan won memimpin penguatan mata uang Asia. Mayoritas mata uang regional perkasa seiring ekspektasi data industri AS bakal dirilis positif.

Peso Filipina maju 0,3% menjadi 43,518 per dolar AS pada pukul 11.16 di Manila. Sementara, won Korea Selatan menguat 0,2% ke posisi 1.143,65, dan dolar Taiwan naik 0,1% menjadi NT$ 29,956.

Hasil survei analis yang digelar Bloomberg memperkirakan, produksi industri AS pada Desember lalu naik 0,5%, dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 0,2%. Federal Reserve dijadwalkan merilis data tersebut pada hari ini. Spekulasi tersebut berhasil menutupi sentimen krisis utang Eropa, sehingga memperkuat prospek pasar negara berkembang.

Hari ini, penjualan ritel di Korea Selatan juga dilaporkan naik 11% pada bulan lalu. Ini yang terbesar sejak April. Sementara itu, besok, bank sentral Filipina diprediksi akan memangkas tingkat bunga acuan overnight rate menjadi 4,25%, dari sebelumnya 4,5%.

"Optimisme terhadap perekonomian global dan aliran dana ke saham menyokong mata uang regional. Namun, selama kekhawatiran utang Eropa berlarut-larut, investor tidak akan mengambil posisi agresif," ujar Sadaaki Kondou, senior wakil presiden untuk Asia dan emerging market dari Mizuho Corporate Bank Ltd., di Tokyo.

Risiko pelemahan otot yen

JAKARTA. Mata uang Negeri Sakura, yen Jepang (JPY), terpapar risiko melemah. Data indeks aktivitas industri tersier alias tertiary industry activity index Jepang, yang jauh dari ekspektasi pasar, bisa menggelindingkan yen.

Para analis pasar valuta semula memprediksi, penurunan indeks tersebut hanya akan terhenti di posisi -0,4%. Namun, realitanya, indeks yang mengukur aktivitas industri Jepang tersebut turun ke posisi -0,8% dibandingkan angka pada bulan sebelumnya, yaitu 0,6%.

Penurunan indeks ini menjadi sentimen negatif bagi kekuatan yen Jepang. Juni Sutikno, analis Phillip Futures, menambahkan, pemangkasan peringkat utang sejumlah negara Eropa oleh Standard and Poor\'s, juga makin mengikis pesona yen.

Yen berisiko melemah jika dipasangkan dengan poundsterling Inggris (GBP). Pasangan GBP/JPY, Selasa (17/1), senilai 117,791, naik tipis 0,1% dari hari sebelumnya.

Namun, jika yen dipasangkan dengan dollar Amerika Serikat (USD), yen masih cenderung menguat terhadap the greenback. Ariston Tjendra, Analis Monex Investindo Futures, memprediksi, sepanjang kuartal I-2012 ini, USD masih kalah kuat dengan yen. Pairing USD/JPY diramal akan berkisar 75,00-79,00. Pasangan tersebut, kemarin tergerus 0,21% ke posisi 76,63.

Bank sentral Jepang diprediksi tetap melonggarkan kebijakan moneter. Pelaku pasar akan memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi yen. Walhasil, yen memiliki tenaga untuk menanjak.

Sedangkan bila dipasangkan dengan euro (EUR), yen justru keok. Euro yang sempat terhantam sentimen negatif pengguntingan peringkat utang negara-negara Eropa, berpotensi kembali menguat. "Sentimen downgrade tidak lagi membebani euro," kata Kiswoyo Adi Joe, Analis Askap Futures.

Kesepakatan kebijakan fiskal negara-negara Eropa akan menyokong euro, untuk menghadapi yen. Kemarin, EUR/JPY, menguat 0,635% menjadi 97,88.