Kamis, 16 Februari 2012

Krisis Utang Yunani Mengancam, IHSG Terpangkas 21 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 21 poin setelah investor keluar sejenak mengamankan portofolionya. Risiko Yunani yang bisa gagal bayar surat utang bulan depan membuat pelaku pasar ketakutan.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terkoreksi 26,202 poin (0,66%) ke level 3.926,843 akibat sentimen negatif dari krisis Eropa. Yunani terancam gagal diberi dana talangan karena tidak bisa memenuhi syarat.

Sentimen dari Eropa tersebut membuat para pelaku pasar tidak pede bertransaksi. Kebanyakan keluar dari sejenak dari lantai bursa untuk mengamankan portofolionya.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (16/2/2012), IHSG terpangkas 21,103 poin (0,53%) ke level 3.931,942. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,356 poin (0,63%) ke level 682,839.

Tingginya tekanan jual di lantai bursa sempat membuat indeks jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 3.917,364. Indeks nyaris saja meninggalkan level 3.900 jika koreksinya tidak melambat.

Koreksi indeks bisa sedikit melambat setelah saham-saham bank yang kemarin anjlok kini mulai diburu investor karena harganya sudah murah. Indeks sektor finansial pun menjadi satu-satunya yang mampu cetak poin, dengan signifikan pula.

Sementara saham-saham di sektor lainnya terpuruk di zona merah dipimpin oleh saham-saham konsumer dan aneka industri akibat sentimen Eropa. Pasalnya, pertemuan khusus antara menteri-menteri keuangan Eropa dengan Yunani soal dana talangan kedua 130 miliar euro ditunda.

UNi Eropa beralasan Yunani gagal menunjukan cara memangkas anggaran 325 juta euro yang sudah dijanjikan. Selain itu, Yunani juga gagal membujuk semua parpol untuk menandatangani komitmen tertulis bagi implementasi tersebut.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 57.070 kali pada volume 1,955 miliar lembar saham senilai Rp 1,946 triliun. Sebanyak 69 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia akhirnya jatuh dengan kompak ke teritori negatif, meski koreksinya tidak terlalu dalam. Investor regional juga ikut dibayangi risiko gagal bayar Yunani atas surat utangnya.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 4,24 poin (0,18%) ke level 2.362,46.
  • Indeks Hang Seng melemah 129,25 poin (0,60%) ke level 21.235,98.
  • Indeks Nikkei 225 menipis 4,67 poin (0,05%) ke level 9.255,67.
  • Indeks Straits Times turun 17,01 poin (0,56%) ke level 2.994,67.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 41.900, Hexindo (HEXA) naik Rp 250 ke Rp 10.350, Waran Smartfren (FREN-W) naik Rp 125 ke Rp 139, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 ke Rp 6.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.300 ke Rp 71.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 54.700, Indomobil (IMAS) turun Rp 450 ke Rp 14.800, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 47.500.

(ang/qom)

Investasi Langsung Asing China Januari 2012 Turun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Investasi Langsung Asing di China turun untuk bulan ketiga pada Januari akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi dan krisis utang Eropa yang memaksa perusahaan untuk mengekang pengeluaran.

Bloomberg melaporkan investasi luar negeri turun 0,3 persen ke US$9,997 miliar bulan lalu dibanding periode serupa tahun sebelumnya seperti disampaikan Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan di Beijing hari ini. Pengeluaran turun 12,7 persen pada bulan Desember setelah terjadi kontraksi bulan sebelumnya, merupakan yang pertama sejak tahun 2009.

Dia pesimistis terhadap outlook investasi asing di China. Pelemahan pertumbuhan global dan perubahan kebijakan pinjaman luar negeri untuk beberapa industri kemungkinan akan menggerus keuntungan perusahaan tahun ini.

"Investasi asing masih akan tumbuh tahun ini meskipun kecepatan mungkin lambat karena pertumbuhan global yang lemah" ujar Fang Sihai, Kepaka Ekonom Hongyuan Securities Co. Beijing. "Tapi China akan terus sebagai tempat yang menarik bagi investor, terutama pada saat ekonomi utama lainnya sedang pulih perlahan-lahan.

Investasi asing naik 23,4 persen pada Januari tahun lalu ke US$10 miliar, data Kementerian menunjukkan.

Banyak perusahaan AS berencana untuk meningkatkan investasi mereka di China tahun ini , menurut sebuah survei dari Kadin Amerika di Shanghai yang dirilis kemarin. Disebutkan sebanyak 72% responden berniat untuk meningkatkan pengeluaran, dibandingkan dengan 72% di tahun 2011.

Risk aversion meningkat, rupiah terdepak ke 9.059

Risk aversion meningkat, rupiah terdepak ke 9.059
JAKARTA. Ketidakpastian bailout Yunani kian menekan rupiah, hari ini. Pada perdagangan pukul 11.28 WIB, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah (USD/IDR) bergulir ke level 9.059, dari posisi penutupan kemairn di 8.958. Itu artinya, rupiah melemah sebesar 1,1% terhadap dollar AS.

Head of trading PT Bank Commonwealth, Veni Kriswandi menilai, pelemahan rupiah hari ini masih terimbas dari aksi profit taking yang terjadi di pasar obligasi, kemarin.

"Risk aversion kian meningkat, apalagi dengan mencuatnya kabar penundaan bailout Yunani, dan tidak adanya stimulus lanjutan dari The Federal Reserves seperti yang diharapkan pasar," urai Veni, Kamis (16/2).

Namun, lanjutnya, secara fundamental ekonomi Indonesia terbilang bagus. Aksi profit taking murni terjadi karena harga obligasi sudah naik signifikan beberapa pekan terakhir.

Veni memperkirakan, hari ini, rupiah memang masih akan cenderung tertekan, dan bergulir di kisaran 9.000 - 9.050. "Adanya intervensi langsung oleh Bank Indonesia dengan menjual dollar ke pasar, menahan pelemahan tajam pada rupiah," imbuhnya.

Investor enggan ambil risiko, mata uang Asia loyo

Investor enggan ambil risiko, mata uang Asia loyo
KUALA LUMPUR. Ringgit Malaysia mencatatkan pelemahan terbesar di antara mata uang Asia lainnya pagi ini. Pada pukul 11.05 waktu Kuala Lumpur, ringgit loyo 0,9% menjadi 3,0610. Sementara itu, won Korea Selatan melemah 0,6% menjadi 1.128,15 dan peso Filipina melemah 0,5% menjadi 42,835.

Di negara Asia lain, rupiah Indonesia melemah 0,5% menjadi 9.073, baht Thailand melemah 0,2% menjadi 30,86, dolar Taiwan melemah 0,1% menjadi NT$ 29,570, dan yuan China tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 6,3012.

Alhasil, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index juga mencatatkan penurunan sebesar 0,1%. Asal tahu saja, indeks ini merupakan alat ukur pergerakan sepuluh mata uang Asia yang paling aktif diperdagangkan di Asia terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia pagi ini diperngaruhi oleh langkah pimpinan Eropa yang kembali menunda penggelontoran bailout kepada Yunani. Hal itu menyebabkan investor cemas Yunani akan default atas utang-utang obligasinya yang jatuh tempo bulan depan.

"Ketidakpastian mengenai Yunani semakin tinggi. Kondisi ini yang menekan pasar saham sehingga mendongkrak posisi dolar AS. Investor enggan mengambil risiko," urai Paisarn Lertkowit, currency trader Bangkok Bank Plc di Bangkok.

Isu Utang Yunani Kembali Pukul Saham Asia

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia jatuh pada awal perdagangan Kamis (16/2/2012) dipicu menjauhnya optimisme investor akibat keterlambatan bailout penting untuk Yunani, menggarisbawahi Eropa akan lebih lama untuk menyelesaikan krisis.

Reuters melaporkan FTSE CNBC Asia 100 Index, yang mengukur pasar di Asia tergelincir 0,6 persen. Saham Jepang Nikkei average mengakhiri reli selama tiga hari dari level tertingginya dalam enam bulan akibat aksi profit taking investor. Nikkei jatuh 0,3 persen menjadi 9.234,16 , sementara Topix turun 0,4 persen ke level 800,19.

Saham Seoul turun di awal perdagangan akibat aksi ambil untung investor setelah Wall Street jatuh semalam dan pembicaraan utang Yunani yang berlarut-larut. Indeks harga saham gabungan Korea (KOSPI) jatuh 0,7 persen ke level 2.010,26.

Saham Australia turun lebih dari 1 persen pada awal perdagangan terseret anjloknya saham keuangan, harga logam melemah. Benchmark S & P/ASX 200 indeks turun 44,7 poin menjadi 4.208,5. Benchmark Selandia Baru NZX 50 indeks flat di level 3.294,4.

Presiden Bank Dunia Akan Mundur Juni 2012

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan akan mundur pada Juni 2012 mendatang dan Washington berjanji untuk menempatkan calon penggantinya beberapa pekan mendatang.

Reuters melaporkan Administrasi Obama mengatakan akan membuka proses untuk kompetisi , menandai pertama kalinya ini telah memperlihatkan kesediaan untuk melonggarkan calon kandidat di World Bank. Zoellick mengambil kendali di Bank Dunia sejak 2007 setelah staf mendorong keluar Paul Wolfowitz , dan ia bergerak cepat untuk mengembalikan lembaga agar fokus untuk mengentaskan kemiskinan.

Negara-negara berkembang telah beberapa tahun mendesak pemilik suara yang lebih besar untuk bisa memimpin lembaga keuangan global ini dan kemungkinan besar tekanan ini penting untuk proses kompetitif, tetapi Amerika Serikat masih diperkirakan akan mempertahankan posisi tersebut.

Analis: Secara teknikal, IHSG akan bergerak flat

JAKARTA. Walaupun kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat ditutup di zona hijau, namun untuk hari ini (16/2), pergerakan IHSG masih menunggu sentimen terkuat dan arah gerak bursa Asia.

Kemarin malam, Wall Street ditutup mixwd dengan penurunan signifikan terjadi pada saham teknologi. Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada , menjelaskan berita negatif salah satunya datang dari Apple inc yang kemungkinan akan menghentikan penjualan Ipad nya ke China. "Padahal China merupakan konsumen besar produk Ipad milik Apple inc," ungkapnya.

Sedangkan sentimen positif datang dari Eropa, di mana China menegaskan komitmennya untuk membantu Eropa dengan memberikan dana stabilitas melalui European Financial Stability Facility (EFSF) dan European Stability Mechanism (ESM).

Secara teknikal, Reza bilang, IHSG saat ini berada di posisi membentuk doji star, yang biasanya menandakan kecenderungan reversal. "Apabila posisi doji star ada di bawah, maka pola reversal mengarah naik, begitupun sebaliknya," jelas Reza, Kamis (16/2).

Namun sayangnya, posisi doji star ini masih berada di tengah-tengah sehingga menandakan gerakan flat, tambah Reza. Dia masih melihat peluang pergerakan IHSG bergerak positif, asal katalis yang datang juga positif.

Dia memprediksi, hari ini, level support IHSG akan berada di level 3.938-3.947 dan resistancenya di 3.961- 3.978.

Reza merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Semen Gresik (persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). "Saham-saham di sektor perbankan saat ini sudah murah, kemungkinan investor akan mulai mengakumulasi saham-saham dari sektor perbankan," pungkasnya.

Mayoritas indeks emerging market melesat

Mayoritas indeks emerging market melesat
NEW YORK. Bursa saham emerging market mencatatkan kenaikan terbesar dalam sepekan terakhir. Pada penutupan pasar di New York, indeks MSCI Emerging Market naik 1,1% menjadi 1.058,47. Ini merupakan lonjakan terbesar sejak 8 Febuari lalu.

Sementara itu, indeks Micex Rusia naik ke level tertinggi dalam enam bulan, indeks BSE Sensitive India naik ke level tertinggi sejak Agustus, dan indeks Bovespa Brazil naik 0,5%.

Lonjakan yang terjadi pada pasar saham emerging market dipicu pernyataan China. Negeri Panda itu menyatakan akan terlibat lebih jauh dalam menangani permasalahan krisis utang Eropa. Hal ini yang kemudian mendongkrak permintaan aset-aset berisiko.

Sekadar informasi, Guberbur People's Bank of China Zhou Xiaochuan bilang, China akan melakukan investasi pada dana bailout Eropa dan tetap memegang aset-aset berdenominasi euro.

"Pernyataan China mendongkrak pasar saham. Hal itu hanya mengingatkan pelaku pasar bahwa China akan terys membeli obligasi pemerintah Eropa," jelas Nick Chamie, head of emerging markets RBC Capital Markets di Toronto.

Catatan saja, indeks MSCI emerging market sudah melonjak 16% sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan, indeks MSCI World negara maju naik 7,8%.

IHSG Kembali Tergiring Sentimen Negatif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup flat setelah seharian berfluktuatif. Koreksi saham-saham bank blue chip menghambat penguatan meski ada dorongan dari bursa regional.

Pada perdagangan, Rabu (15/2/2012), IHSG ditutup naik tipis 0,228 poin (0,01%) ke level 3.953,054. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 0,976 poin (0,14%) ke level 3.953,045.

Koreksi yang menghampiri sebagian besar bursa global akan menjadi sentimen negatif yang menggiring IHSG kembali ke teritori negatif. Pada perdagangan Kamis (16/2/2012), IHSG diprediksi kembali bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah, terutama didorong oleh merosotnya saham Apple, perusahaan terbesar di dunia. Saham Apple yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar itu terus mendikte pergerakan pasar.

Pada perdagangan Rabu (15/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 97,33 poin (0,76%) ke level 12.780,95. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,27 poin (0,54%) ke level 1.343,23 dan Nasdaq melemah 16 poin (0,55%) ke level 2.915,83.

Bursa-bursa regional juga ikut mengalami koreksi. Berikut pergerakan bursa regional pada Kamis pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 29,20 poin (0,32%) ke level 9.231,14.
  • Indeks KOSPI melemah 23,91 poin (1,18%) ke level 2.001,4.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
Tekanan pada saham unggulan membuat gerak IHSG sedikit tertahan kemarin ditengah menguatnya bursa regional Asia kemarin. Bursa Asia menguat didukung optimisme bahwa Yunani akan komit terhadap pemotongan anggaran yang disepakati. Terlihat beberapa saham besar seperti ASII, GGRM, BBCA, BBNI mengalami penurunan kemarin sehingga IHSG hanya bisa ditutup naik tipis +0,01%. Untuk hari ini kami melihat indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kami memproyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance : 3.925-3.977.

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG menguat tipis dan kembali melanjutkan fase konsolidasinya. Candlestick membentuk pola Spinning Top dengan indikator Stochastic yang berhasil membentuk golden cross. Pada perdagangan Kamis (16/2), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3909-4001 dengan kecenderungan menguat. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INDY, ADRO, dan BRAU.

Indosurya:
Pada perdagangan Kamis (16/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.931-3.942 dan resistance 3.964-3.974. IHSG membentuk pola candle doji dimana sebelumnya membentuk candle hanging man . Posisi candle masih berada di sekitar middle bollinger bands . MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak datar dan berusaha mencoba untuk naik menuju ke areaoverbought . Beragamnya sentimen yang ada di pasar diperkirakan masih akan membuat IHSG cenderung bergerak flat.

(qom/qom)

Isu Apple Jerumuskan Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (15/2/2012) dipengaruhi pelemahan saham Apple.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 97,33 poin atau 0,76% ke level 12.780,95. Indeks S&P 500 turun 7,27 poin atau 0,54% ke level 1.343,23. Indeks Nasdaq turun16 poin atau 0,55% ke level 2.915,83. Pada awal perdagangan saham, saham Apple naik 3% didorong dari fund manager membeli saham. Tapi saham Apple ditutup melemah 2,3% menjadi US$497,67. Chief Executive Mogavero Lee and Co Doreen Mogavero menuturkan, investor khawatir laporan Apple telah meminta pengecer online Amazon untuk menghentikan penjualan iPad di China. Sebuah perusahaan teknologi China sedang mencoba untuk melarang pengiriman tablet iPad Apple dalam dan luar negeri dalam pertempuran hukum atas nama iPad. Jurubicara Apple mengatakan, Amazon tidak penjual resmi dari iPad di China dan Amerika Serikat. "Pagi ini dalam serangan kepanikan Apple naik sekitar 17 poin menyeret pasar enggan bersamaan dengan itu. Penurunan tajam saham Apple turut mempengaruhi indeks saham dalam waktu cukup lama," kata President of McMillan Analysis Corp Larry McMillan dalam sebuah laporan, seperti dikutip dari yahoofinance.

Sentimen lain mempengaruhi indeks saham yaitu saham industri memimpin penurunan indeks saham S&P 500 di mana saham Deere and Co turun ke level US$84,28 setelah investor mengharapkan perusahaan dapat memberikan perkiraan kinerja yang kuat. Sementara itu, saham Caterpillar Inc turun 1,7% ke level US$112,53. Adapun data ekonomi Amerika Serikat yaitu data manufaktur Amerika Serikat pada Januari mengalami kenaikan dan aktifitas pabrik di New York mencapai tingkat tertinggi pada Februari. Volume perdagangan saham sekitar 7,38 miliar saham yang diperdagangkan di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq di atas rata-rata harian saham sebesar 6,98 miliar. [cms]

Menu Hari Ini : Tambang -Infrastruktur

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada perdagangan Kamis (16/2) diperkirakan akan bergerak mendatar. Saham sektor tambang dan infrastruktur bisa jadi pilihan.

Satrio Utomo, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, untuk trend jangka pendek dan menengah, IHSG sebenarnya masih flat. Upside sudah terbatas, karena peluang kenaikan akan terhambat di resistant kuat 4.000, dengan kisaran trading di 3.935 – 3.988. “Sedangkan trend jangka menengah masih flat 3.900–4.025,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Meskipun tekanan jual di saham perbankan sudah membuat sektor ini turun rata-rata 10%, IHSG seharusnya sudah price-in dan mulai rebound. "Namun, selama koreksi di sektor finansial ini masih berlanjut, maka IHSG akan sulit menyentuh 4000,"tuturnya.

Menurut Tommy, IHSG tidak banyak bergerak, di tengah kondisi mixed yang juga terjadi di hampir mayoritas bursa Asia. Faktor eksternal yang diperkirakan akan memicu sentimen adalah hasil pertemuan menteri-menteri keuangan Eropa pada 20 Februari.

“Sementara sejauh ini, ekspektasi investor adalah disetujuinya pencairan kedua dana bailout, setelah Yunani menyanggupi syarat pengetatan fiskal,” paparnya.

Namun faktor dalam negeri justru banyak menjadi alasan investor memilih wait and see. Pelaku pasar mengantisipasi rencana kenaikan BBM, yang bisa memicu inflasi. Apalagi sejumlah broker asing memperingatkan, bahwa penurunan suku bunga yang dilakukan BI adalah langkah final, karena kenaikan BBM pasti akan memicu inflasi.

Antisipasi kenaikan BBM ini terus membuat investor melakukan penjualan atas saham-saham perbankan dan otomotif. “Namun IHSG masih bisa bertahan tidak jatuh dalam karena ada kekuatan beli juga di sektor batubara, kontruksi dan properti,”ujarnya.

Pasar saham diharapkan mendapat limpahan likuiditas dari investor yang bermain di pasar surat utang, karena imbal hasil dari SUN /obligasi pemerintah semakin kecil, seiring dengan turunnya suku bunga acuan BI rate. Selain persepsi risiko terhadap kemampuan fiskal Indonesia. “Dengan yield 5,1 % , imbal hasil SUN bagi sebagian investor sudah tidak menarik,”imbuhnya.

Di tengah situasi ini, Tommy merekomendasikan saham infrastruktur seperti Adhi Karya (ADHI), Pembangunan Perumahan (PTPP), Total Bangun Persada (TOTL). Serta saham tambang Indika Energy (INDY) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG), “Investor bisa trading buy saham-saham ini,”tutupnya. [nat]

Inilah Menu Saham Kamis

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak pada kisaran 3.930-3.975 pada perdagangan Kamis (16/2/2012). Adapun saham yang bisa dikoleksi ITMG, BSDE, HRUM, JSMR.

Analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto menyatakan, pada perdagangan hari ini secara teknikal indeks akan bergerak mixed, dengan kecenderungan menguat pada kisaran 3.930-3.975.

"Pernyataan China yang akan mendukung European bailout fund serta antisipasi akan hasil pertemuan menteri keuangan uni Eropa yang akan memutuskan apakah akan memberikan dana talangan bagi Yunani, dapat memberikan sentimen terhadap indeks," paparnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (15/2/2012) malam.

Ia merekomendasikan beberapa saham terkait kondisi hari ini. Saham-saham tersebut adalah saham Indo Tambangraya Megah (ITMG), saham Harum Energy (HRUM), saham Jasa Marga (JSMR), dan saham Bumi Serpong Damai (BSDE). "Yang dapat diperhatikan untuk day trading ITMG, BSDE, HRUM, JSMR," ungkapnya.

Iran menahan impor ke Eropa, harga minyak menanjak

Iran menahan impor ke Eropa, harga minyak menanjak
MELBOURNE. Harga kontrak minyak dunia ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam lima pekan terakhir di New York. Pagi tadi, harga kontrak minyak jenis WTI untuk pengantaran maret berada di posisi US$ 101,90 per barel atau naik 10 sen di New York Mercantile Exchange. Kemarin, kontrak yang sama naik US$ 1,06 menjadi US$ 101,80, level tertinggi sejak 10 Januari lalu. Jika dihitung, harga minyak sudah naik 20% dibanding posisi tahun lalu.

Pergerakan harga minyak hari ini dipengaruhi oleh laporan bahwa Iran menunda pengiriman minyak ke Prancis dan Belanda. Langkah tersebut juga mengancam empat negara Eropa lainnya yang juga mengimpor minyak dari Iran.

Faktor lainnya, cadangan minyak AS mencatatkan penurunan untuk kali pertama dalam empat pekan terakhir. Data Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan minyak AS turun 171.000 barel pada minggu lalu. Padahal, berdasarkan survei kepada sejumlah analis yang dilakukan Bloomberg, cadangan minyak diprediksi naik menjadi 1,5 juta barel.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran April naik US$ 1,58 atau 1,4% menjadi US$ 118,93 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Wall Street memerah karena ancaman default Yunani

Wall Street memerah karena ancaman default Yunani
NEW YORK. Wall Street memerah pada penutupan tadi malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's turun 0,5% menjadi 1.343,23. Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks acuan AS ini sempat naik 0,4%. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,7% menjadi 12.780,95.

Saham-saham berkapitalisasi besar dilanda aksi jual. Beberapa di antaranya yakni: Apple Inc yang turun 2,3%, CSX Corp turun 2,8%, dan Union Pacific Corp turun 2,8%. Sementara itu, secara sektoral, sektor industri mencatatkan penurunan terbesar di antara sektor lainnya.

Faktor yang mempengaruhi pergerakan bursa AS kali ini adalah kecemasan investor bahwa Yunani akan default atas utangnya. Selain itu, the Federal Reserve mengungkapkan bahwa ada dua kubu di pemerintah terkait rencana pembelian aset.

"Penentu kebijakan di Eropa hanya terus berupaya untuk menunda situasi di Yunani. Apa yang menghantui semua orang adalah jika ditunda terlalu lama, akan menyebabkan masalah yang lain. Kita terpenjara dengan isu ini," jelas Peter Sorrentino, fund manager Huntington Asset Advisors di Cincinnati.

Saham Apple Jungkalkan Wall Street

Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup melemah, terutama didorong oleh merosotnya saham Apple, perusahaan terbesar di dunia.

Mengawali perdagangan, saham-saham bergerak menguat seiring melonjaknya saham Apple Inc hingga 3% di awal perdagangan. Lonjakan saham Apple dipicu oleh keterbukaan dari para manajer hedge fund yang terkemuka membeli saham tersebut.

Namun Apple yang kini merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar saham terbesar bergerak berlawanan arah di sesi siang. Saham Apple Inc akhirnya ditutup merosot 2,3% menjadi US$ 497,67, sekaligus membawa indeks saham ke teritori negatif. Saham Apple sempat menembus titik tertingginya di US$ 526,29.

Volume perdagangan produsen iPhone itu juga melonjak menjadi 50 juta saham, meningkat hingga 400% dibandingkan rata-rata 30 hari terakhir.

Doreen Mogavero, chief executive Mogavero, Lee & Co mengatakan, investor khawatir setelah keluarnya laporan yang menyebutkan Apple telah meminta peritel online Amazon untuk menghentikan sementara penjualan iPad di China.

Seperti diketahui, perusahaan teknologi di China berusaha untuk menghadang pengapalan tablet andalan Apple, iPad dan pada saat yang bersamaan sedang menghadapi gugatan tentang nama iPad.

Jurubicara Apple merujuk pada situs perusahaan tersebut mengatakan, Amazon tidak mendapatkan izin untuk menjual lagi iPad di China ataupun Amerika Serikat.

"Pagi ini, semua tentang panic buying, Apple naik 17 poin, menyeret pasar secara berbarengan. Penurunan secara tajam selanjutnya menjatuhkan pasar dan untuk pertama kalinya, reli yang terjadi di awal akhirnya tergerus akibat aksi jual di sore hari," ujar Larry McMillan, presiden McMillan Analysis Corp seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/2/2012).

Pada perdagangan Rabu (15/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 97,33 poin (0,76%) ke level 12.780,95. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,27 poin (0,54%) ke level 1.343,23 dan Nasdaq melemah 16 poin (0,55%) ke level 2.915,83.

Saham-saham industri memimpin penurunan di S&P 500, dengan saham Deere & Co turun hingga 5,4% menjadi US$ 84,28 setelah investor mengharapkan perusahaan peralatan pertanian tu memberikan proyeksi yang lebih baik.

Data ekonomi justru positif yakni produksi manufaktur AS naik secara solid pada Januari dan panduan aktivitas [abrikan di negara bagian New York mencapai titik tertingginya dalam 1,5 tahun.

Perdagangan berjalan ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,38 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang mencapai 6,98 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Rabu, 15 Februari 2012

Emas rebound setelah China janji bantu Eropa

Emas rebound setelah China janji bantu Eropa
JAKARTA. Janji China untuk membantu penyelesaian krisis utang Eropa telah mendongkrak harga emas. Kabar positif dari China itu menyebabkan lemahnya dollar AS. Pelemahan dollar pun memicu investor mengoleksi komoditas, termasuk emas.

Emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$ 1.725,68 per ons troy, dan diperdagangkan di level US$ 1.724,63 pada pukul 12.56 di Singapura. Sementara itu, emas batangan untuk pengiriman April menguat untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir. Kontrak emas naik sebesar 0,6% ke level US$ 1.727,50 per ons troy di Comex, New York.

Hari ini, Gubernur People’s Bank of China Zhou Xiaochuan menyatakan, siap untuk berpartisipasi dalam program penanganan krisis, termasuk dalam Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF). China merupakan negara yang memiliki cadangan dana terbesar di dunia, yaitu mencapai US$ 3,18 triliun pada akhir 2011.

Sentimen tersebut melemahkan posisi dollar AS terhadap euro untuk pertama kali dalam empat hari terakhir. Sebelumnya, harga emas telah tergerus 0,7% di bulan ini, karena dollar menguat 0,6% terhadap euro.

"Semua risiko saat ini berpusat pada euro, dan itu menjadi faktor pendorong terbesar untuk pergerakan harga," kata Jeremy Friesen, ahli strategi komoditas di Societe Generale SA, Hong Kong.

Selain faktor China, harga emas juga melaju, seiring tingginya kepemilikan di exchange-traded funds (ETF). Kemarin, ETF mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu mencapai 2.390,729 metrik ton. Pada kuartal terakhir lalu, miliarder George Soros dan Lone Pine Capital LLC dilaporkan telah menambah kepemilikannya di SPDR Gold Trust, produk ETF terbesar.

Bursa Regional Melompat, IHSG Masih Datar

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ketinggalan penguatan bursa-bursa di Asia dengan menipis 6 poin. Rencana China membantu krisis finansial di Eropa menjadi sentimen positif.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,048 poin (0,03%) ke level 3.953,865 akhirnya berbalik ke zona hijau secara perlahan dibantu penguatan bursa Asia. Kabar positif datang dari Yunani yang segera mendapat dana penyelamatan.

Indeks terus bergerak fluktuatif sejak pembukaan pagi tadi, sempat jatuh ke posisi terendah di 3.943,154. Setelah itu sempat juga menanjak ke posisi tertingginya di 3.963,530.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (15/2/2012), IHSG menipis 6,859 poin (0,17%) ke level 3.945,958. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,494 poin (0,36%) ke level 685,677.

Pergerakan indeks masih dalam rentang yang sempit. Saham-saham bank kelas berat masih terus terkena koreksi, sementara penguatan terjadi di saham-saham tambang dan properti.

Saham-saham tambang terapresiasi naiknya harga-harga komoditas dunia. Sementara sektor bank terkoreksi akibat dipangkasnya BI Rate oleh Bank Indonesia ke posisi 5,75%.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 83.252 kali pada volume 1,876 miliar lembar saham senilai Rp 1,957 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia melaju dengan kencang setelah muncul kabar bank di China siap untuk membantu krisis utang Uni Eropa. Poin yang dicetak bursa-bursa regional cukup tinggi.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,15 poin (0,86%) ke level 2.364,92.
  • Indeks Hang Seng melonjak 412,82 poin (1,97%) ke level 21.330,65.
  • Indeks Nikkei 225 melompat 231,31 poin (2,56%) ke level 9.283,38.
  • Indeks Straits Times naik 23,93 poin (0,80%) ke level 3.011,34.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 55.750, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 41.450, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 47.900, dan Harum Energy (HRUM) naik Rp 300 ke Rp 8.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 650 ke Rp 73.050, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 7.250, BNI (BBNI) turun Rp 125 ke Rp 3.375, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 6.150.

(ang/qom)

China siap bantu Eropa, mata uang Asia pun menguat

China siap bantu Eropa, mata uang Asia pun menguat
MANILA. Peso Filipina dan ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia, setelah China menyatakan akan membantu menyelesaikan krisis utang Eropa.

Peso terapresiasi 0,2% menjadi 42,675 per dollar AS pada pukul 11.21 waktu Manila, setelah sempat melemah 0,2%. Kemudian, ringgit menguat 0,1% menjadi 3,0410 per dollar AS. Lalu, dollar Taiwan menguat 0,2% menjadi NT$ 29,549, dan won maju 0,1% menjadi 1,122.85 per dollar AS.

Hari ini, Gubernur People’s Bank of China Zhou Xiaochuan menyatakan, siap untuk berpartisipasi dalam program penanganan krisis Eropa, termasuk dalam Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF). China merupakan negara yang memiliki cadangan dana terbesar di dunia, yaitu mencapai US$ 3,18 triliun pada akhir 2011.

Sebelumnya, indeks Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar sempat jatuh, karena pemimpin Eropa membatalkan pertemuan yang dijadwalkan hari ini, untuk membahas rencana bailout Yunani.

"Pasar selalu menyambut kabar yang berkaitan dengan jaminan partisipasi Cina pada penanganan krisis Eropa. Sejauh ini, fokus pasar masih soal isu Yunani," kata Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di Bank of Singapore Ltd.

Lagi, rupiah lunglai tersengat isu Yunani

Lagi, rupiah lunglai tersengat isu Yunani
JAKARTA. Isu Yunani kembali menekan pergerakan rupiah. Otot rupiah lunglai untuk hari yang kedua, setelah para menteri keuangan Eropa membatalkan pertemuan di Brussels yang dijadwalkan hari ini, dan mendesak Yunani berbuat lebih banyak untuk mengamankan bailout.

Nilai tukar rupiah tergerus 0,2% ke posisi Rp 9.048 per dollar AS pada pukul 9.36 di Jakarta. Kemarin, mata uang Garuda ini menyentuh Rp 9.130 per dollar AS, level terendah sejak 18 Januari.

Para menteri keuangan Eropa akan menggelar teleconference guna mendorong Yunani mengambil tindakan untuk meraih dana talangan senilai 130 miliar euro. Dana tersebut diperlukan Yunani untuk membayar utang senilai 14,5 miliar euro yang akan jatuh tempo pada 20 Maret mendatang.

Dari dalam negeri, kemarin, Pemerintah Indonesia meraih dana Rp 2,2 triliun dari lelang sukuk negara. Penawaran yang masuk melonjak hingga Rp 7,1 triliun.

"Penjualan obligasi tadi malam positif, tetapi fokus utama tetap pada Yunani. Risk appetite sedikit melemah semalam, sehingga pada sesi perdagangan Asia hari ini, dollar AS akan menguat," kata Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp., di Singapura.

Analis: Harga sudah murah, IHSG berpeluang rebound

Analis: Harga sudah murah, IHSG berpeluang rebound
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound mengingat harga saham-saham yang sudah dalam posisi yang cukup rendah. Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menyebut, IHSG juga akan mengikuti respon pasar saham Asia lainnya atas sentimen negatif yang datang dari Wall Street.

Asal tahu saja, Wall Street tekoreksi karena data ritel Amerika Serikat bulan Januari yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Data ritel AS di bulan Januari sebesar 0,4% sedangkan ekspektasi sebelumnya adalah sebesar 0,8%.
Menurut Reza, sebenarnya, rilis data tersebut tidak sepenuhnya buruk. Kenaikan belanja ritel Januari lebih tinggi dari Desember yang hanya 0,1%.

"Dari beberapa hari terakhir, kondisi teknikal IHSG cenderung berpeluang untuk rebound. Namun karena sentimen fundamental yang negatif ternyata lebih menggiring pasar, maka saat ini IHSG memerlukan katalis positif untuk menahan penurunan," urainya, Rabu (15/2).
Reza memprediksi, hari ini, IHSG akan bergerak pada level support 3.928 - 3.940, dengan area resistance di kisaran 3.965 - 3.975.
Adapun, beberapa saham yang direkomendasikan untuk beli, hari ini, antara lain saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk(INTP), PT United Tractor Tbk (UNTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Prospek suram Eropa turut menekan emas

Prospek suram Eropa turut menekan emas
JAKARTA. Penurunan peringkat enam negara Eropa menekan harga logam mulia. Harga emas untuk pengiriman April 2012 di bursa New York, Selasa (14/2), menyusut 0,20% menjadi US$ 1.721,40 per ons troi. Ini merupakan posisi terendah harga emas selama dua pekan terakhir.
Begitu lembaga pemeringkat internasional Moody\'s Investors Service memangkas peringkat enam negara Uni Eropa, pemilik modal langsung memburu dollar Amerika Serikat (AS). Investor menganggap dollar AS satu-satunya aset safe haven pilihan, ketimbang emas, di saat situasi pasar labil.
Mengacu ke kondisi krisis Eropa yang masih jauh dari penyelesaian, Moody\'s memangkas peringkat utang Italia, Spanyol, Portugal, Slovakia, Slovenia, dan Malta. Moody\'s juga merevisi outlook peringkat Inggris dan Prancis menjadi negatif. Ini menyebabkan nilai tukar euro jatuh terhadap dollar AS selama tiga hari berturut-turut.
Harga mayoritas komoditas seperti minyak dan tembaga ikut tumbang. "Pemotongan rating ini negatif bagi pasar dan akan mendorong permintaan terhadap dollar AS," ujar Wei Chisan, analis Shanghai Metals Market, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Kondisi tersebut tentu menekan harga emas, yang pergerakannya selalu berlawanan dengan arah dollar AS. Namun, menurut Chisan, tak sedikit investor yang membidik emas ketika harganya jatuh. Alhasil, pelemahan harga logam mulia ini diprediksi tidak terlalu tajam.
Apelles Rizal T. Kawengian, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Produk Monex Investindo, melihat harga emas dalam jangka pendek masih akan mengalami koreksi.
Tren melemah
Secara teknikal, harga emas masih dalam tren melemah karena penguatan dollar AS. "Jika dilihat dari indikator Moving Average, harga sudah di bawah harga rata-rata harian, ini merupakan sinyal penurunan," ungkap Apelles.
Menurut dia, level support emas berada di harga US$ 1.700 per ons troi. Jika jatuh di bawah level itu, emas bisa turun menuju U$ 1.685 per ons troi. "Sedang resistance berada di US$ 1.750. Tapi saya kira cukup berat untuk menembusnya dalam waktu dekat," tambah dia.
Pelaku pasar juga menunggu pertemuan menteri keuangan zona euro, yang membahas implementasi bailout kedua Yunani. "Saya melihat pasar masih pesimistis dengan Yunani, makanya euro cenderung melemah," ujar Apelles.
Kondisi ini berefek ke penguatan dollar AS. Apalagi jika rilis data ekonomi terbaru AS positif. "Ekspektasinya akan positif," ujar Apelles.
Analis Nine Star Futures, Iwan Cahyo, melihat penurunan harga emas hanya sementara. "Malah bisa jadi momentum untuk mendorong pembelian emas," ujar dia. Laju harga emas dalam dua tiga pekan mendatang diperkirakan masih sideways. "Saya memprediksi harga emas di level US$ 1.680 hingga US$ 1.730," ucap Iwan.
Emas sejatinya masih merupakan pilihan instrumen tepat untuk menghadapi krisis ekonomi maupun tekanan inflasi. "Untuk jangka panjang, walau range pergerakannya agak terbatas, emas masih bagus untuk dipegang," kata Iwan.
Ada beberapa faktor yang berpotensi mengerek harga emas dalam beberapa waktu ke depan. Di China, misalnya, bank sentral setempat sudah mulai membeli emas untuk cadangan devisa. India, yang juga negara pengguna emas terbesar, akan berlangsung upacara keagamaan yang banyak memakai emas. "Kondisi dollar AS juga belum terlalu bagus, meski masih lebih baik ketimbang euro dan poundsterling," tambah Iwan.

Yen melemah, mayoritas bursa Asia rebound pagi ini

Yen melemah, mayoritas bursa Asia rebound pagi ini
TOKYO. Setelah kemarin terkoreksi, pasar saham Asia rebound, pagi ini (15/2). Investor kembali masuk ke aset berisiko, karena optimisme Yunani akan berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah penghematan.

Penguatan bursa regional juga terjadi seiring melemahnya yen ke posisi terendah dalam tiga bulan terhadap dollar AS. Pelemahan yen mendorong prospek pendapatan bagi eksportir di Asia.

Indeks acuan bursa regional, MSCI Asia Pacific naik 0,6% ke 125,72 pada pukul 9.26 waktu Tokyo. Tujuh dari 10 kelompok industri bergulir di zona hijau. Sementara itu, indeks Nikkei 225 maju 0,96%, lalu indeks Kospi menguat 0,79%. Namun, indeks S&P/ASX 200 masih terkoreksi 0,24%.

Beberapa saham berkapitalisasi besar menyokong laju bursa Asia. Misalnya, saham eksportir elektronik terbesar di Jepang, Sony Corp. yang 21% pendapatannya berasal dari pasar Eropa, reli 2,6%, pagi ini. Kemudian, saham Medipal Holdings Corp. yang naik 5,4% di Tokyo, setelah produsen alat medis ini menyatakan akan menggelontorkan 10 miliar yen untuk buyback 11 juta sahamnya.

Hiroichi Nishi, manajer ekuitas di SMBC Nikko Securities Inc. menilai, ekspektasi pasar meningkat, seiring bailout baru untuk Yunani akan segera dieksekusi. "Pasar saham juga tertopang, karena yen melemah, dan dunia bergerak ke arah pelonggaran moneter seperti yang ditunjukkan oleh BOJ," ujarnya, di Tokyo.

Imbal hasil menarik, investor lirik produk RDPT

Imbal hasil menarik, investor lirik produk RDPT
JAKARTA. Minat investor atas reksadana berbasis proyek mulai membesar. Kondisi tersebut dimanfaatkan beberapa manajer investasi (MI).
Sudah ada dua MI yang tertarik untuk membundel produk reksadana penyertaan terbatas (RDPT) berbasis proyek. Mereka adalah Mandiri Manajemen Investasi (MMI) serta Batavia Prosperindo Aset Manajemen.
Abiprayadi Riyanto, Direktur Utama MMI menuturkan, sedang menggodok tiga RDPT dengan aset dasar berupa proyek pembangkit listrik, proyek penyediaan air minum dan proyek jalan tol. MMI menargetkan, reksadana tersebut bisa mengumpulkan dana sekitar Rp 400 miliar-Rp 500 miliar. Ketiga produk itu akan dirilis di tahun ini.
RDPT yang akan diterbitkan MMI itu memiliki jangka waktu menengah serta panjang. Sedangkan imbal hasil yang ditawarkan berkisar 9%-10%. "Semakin tinggi risiko proyek, maka return juga semakin besar," tutur dia.
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen juga bakal meluncurkan RDPT di semester II tahun ini. Direktur Utama Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi, memprediksi, target perolehan dana berkisar Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun. "Proyeknya masih kami diskusikan nanti akan menggunakan yang mana," ujar dia.
Produk RDPT ini diharapkan bisa menjadi penopang peningkatan dana kelolaan masing-masing MI. MMI menargetkan bisa mengantongi dana kelolaan Rp 25 triliun per akhir tahun ini. Target itu lebih tinggi daripada dana kelolaan per akhir tahun 2011 yang mencapai Rp 22,2 triliun. Selain menerbitkan RDPT, MMI juga berniat menerbitkan tiga reksadana saham.
Sedangkan Batavia menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 13,5 triliun per akhir tahun 2012. Naik dari perolehan dana kelolaan tahun lalu sebesar Rp 10,6 triliun.

Bursa Asia terseret Eropa

Bursa Asia terseret Eropa
JAKARTA. Langkah lembaga pemeringkat Moody\'s Investors Service memangkas peringkat enam negara Eropa, membuat bursa Asia tak bergairah. Kemarin (14/2), Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,05% menjadi 830,25.
Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir, mengatakan, meski penurunan peringkat di Eropa telah diantisipasi, tidak urung sentimen negatif membekap bursa regional. Beberapa faktor lokal ikut menghambat pergerakan indeks-indeks Asia.
Ia mencontohkan indeks Shanghai yang kemarin melemah 0,3% menjadi 2.344. Selain faktor Eropa, Zulfirman menilai, penyebab lain pelemahan indeks Shanghai adalah data ekspor dan impor China, yang mengecewakan. Ekspor China pada Januari lalu tercatat turun 0,5%, sementara impor turun 15,3%. "Ini mengisyaratkan permintaan domestik melambat," ujar dia.
Ia memperkirakan Indeks Shanghai masih akan melanjutkan pelemahan di kisaran 2.300-2.370 pada pekan ini. Sementara itu, Indeks Hang Seng menguat 0,15% menjadi 20.917.
Pekan ini Zulfirman memperkirakan Indeks Hang Seng masih akan bergerak konsolidatif di kisaran 20.700-21.120. Sementara, Indeks Kospi yang kemarin melemah 0,15% menjadi 2002,64 masih terperangkap dalam masa konsolidasi, dengan kecenderungan melemah. "Indeks Kospi perlu naik di atas 2.015 untuk mematahkan tren bearish," tutur dia.

IHSG Siap Ikut Penguatan Bursa Regional

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali gagal bertahan di teritori positif dan ditutup melemah 9 poin aibat aksi jual di saham-saham bank kelas berat. Penurunan peringkat beberapa negara di Eropa memberi sentimen negatif.

Pada perdagangan, Selasa (14/2/2012), IHSG menipis 9,085 poin (0,23%) ke level 3.952,817. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,044 poin (0,30%) ke level 688,171.

Menguatnya bursa-bursa regional merespons perkembangan positif dari Yunani dan data positif dari AS diharapkan menjadi sentimen baik yang akan membawa IHSG kembali ke zona positif. Pada perdagangan Rabu (15/2/2012), IHSG diprediksi kembali bergerak menguat.

Bursa Wall Street kemarin ditutup flat, meski sempat melemah cukup besar. Sentimen positif berhasil didapat setelah sumber-sumber mengkonfirmasi adanya dukungan dari pemimpin konservatif Yunani terhadap paket penyelamatan.

Pada perdagangan Selasa (14/2/2012), indeks Dow Jones berakhir menguat super tipis 4,24 poin (0,03%) ke level 12.878,28. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 1,27 poin (0,09%) ke level 1.350,50 dan Nasdaq menguat 0,44 poin (0,02%) ke level 2.931,83.

Bursa-bursa regional malah bergerak cukup signifikan. Berikut pergerakan bursa regional Rabu pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 92,83 poin (1,03%) ke level 9.144,90.
  • Indek KOSPI menguat 15,60 poin (0,78%) ke level 7,884,08.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG gagal melanjutkan penguatannya dan bergerak konsolidasi dengan resistance terdekat saat ini berada di level 3988. Indikator Stochastic masih bergerak downtrend menuju area oversold sementara MACD kembali bergerak downtrend dengan histogram yang memasuki area negatif. Pada perdagangan Rabu (14/2), diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan akan bergerak pada range 3909-4001. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG, ANTM, dan BUMI.

Panin Sekuritas:
Kemarin IHSG bergerak melemah didorong oleh sentimen negatif dipangkasnya rating hutang Italia, Spanyol, Portugal, beserta 3 negara Eropa lainnya. Investor global khawatir penurunan rating ini akan berdampak pada penurunan prospek ekonomi negara-negara lain. Sementara untuk hari ini kami melihat tekanan pasar relatif sudah mereda meski belum ada sentimen positif yang mampu mengangkat indeks. Disisi lain, menjelang pengumuman kinerja emiten tahun buku 2011, mulai terlihat investor melakukan antisipasi beli. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.924-3.982.

Indosurya:
Pada perdagangan Kamis (16/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.928-3.940 dan resistance 3.965-3.977. IHSG membentuk pola candle hanging man dimana sebelumnya membentuk candle bullish harami . Posisi candle masih berada di sekitar middle bollinger bands . MACD kembali bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan penguatan setelah terlihat reversal untuk menjauhi area oversold . Beragamnya sentimen yang ada di pasar diperkirakan akan membuat IHSG cenderung bergerak flat. Pelaku pasar kemungkinan akan wait and see sambil mencermati sentimen dan berita yang akan bermain di bursa saham.

(qom/qom)

Tertekan, hanya dua yang selamat di Wall Street

Tertekan, hanya dua yang selamat di Wall Street
NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak dengan fluktuasi yang tinggi di Selasa 14 Februari 2012. Dari awal perdagangan, Wall Street terseok-seok dan diperdagangkan jauh di bawah garis merah.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) hampir menyentuh titik 12.800. Sepanjang perdagangan, DJIA terus mengalami tekanan jual. Hanya diujung transaksi, Dow akhirnya berhasil menyundul zona hijau. Bursa acuan terbesar di AS ini tutup 4,24 poin lebih tinggi atau 0,03% dari transaksi sebelumnya ke 12,878,28.

Nasib serupa juga dialami oleh bursa teknologi AS yaitu Nasdaq. Terhuyung-huyung sepanjang transaksi, Nasdaq akhirnya selamat karena maju 0,44 poin atau 0,02% ke 2.931,83.

Hanya S&P yang menyerah pada situasi tersebut. Indeks gontai selama perdagangan dan terpaksa ambruk karena minus 1,27 poin atau 0,09% ke 1.350,5.

Semua mata pelaku pasar tertuju ke Yunani yang memicu aksi jual. Mereka khawatir bahwa Negeri Para Dewa gagal meraih dana bantun kedua dari Troika.

Tapi, dua personel Wall Street akhirnya berhasil mengalahkan drama Yunani karena tersokong berita positif dari dalam negeri. Departemen Perdagangan AS kemarin mengumumkan bahwa penjualan ritel AS tumbuh 0,4% di Januari yang merupakan tertinggi dalam empat bulan. Meskipun sebetulnya data tersebut di bawah ekspektasi pasar yang menghitung ada potensi kenaikan hingga 1%.

Wall Street Flat Respons Perkembangan Yunani

Jakarta - Pelemahan saham-saham berhasil tertahan, sehingga indeks saham di bursa Wall Street ditutup flat. Sentimen positif berhasil didapat setelah sumber-sumber mengkonfirmasi adanya dukungan dari pemimpin konservatif Yunani terhadap paket penyelamatan.

Tanda-tanda komitmen dari Yunani untuk memuluskan kebijakan penyelamatan sebagaimana diminta oleh pemimpin Eropa menjadi katalis beli di sesi-sesi akhir perdagangan. Para menteri keuangan Eropa dijadwalkan melakukan conference call untuk pemberian dana talangan 130 miliar euro untuk menghindarkan Yunani dari gagal bayar.

Pada perdagangan Selasa (14/2/2012), indeks Dow Jones berakhir menguat super tipis 4,24 poin (0,03%) ke level 12.878,28. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 1,27 poin (0,09%) ke level 1.350,50 dan Nasdaq menguat 0,44 poin (0,02%) ke level 2.931,83.

Saham-saham yang selalu terkena dampak paling besar dari masalah Yunani, berhasil mengurangi pelemahannya. Indeks finansial GSPF tercatat turun 1,1%, dengan saham Citigroup turun hingga 2,4% menjadi US$ 32,08. Sementara saham-saham material juga bergerak melemah, dengan indeks material GSPM turun 1,3%. Hal itu terutama disebabkan merosotnya saham Freeport-McMoRan hingga 3,8%.

Perdagangan berjalan lambat, dengan volume transaksi di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq hanya sebesar 6,78 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata harian yang sebesar 6,96 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Selasa, 14 Februari 2012

Bursa Negeri Sakura dilanda aksi jual

Bursa Negeri Sakura dilanda aksi jual
SINGAPURA. Saham-saham di bursa Jepang mencatatkan penurunan pagi ini. Pada pukul 09.33 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,1% menjadi 8.991,33. Dalam setiap lima saham yang turun, terdapat empat saham yang naik. Sementara itu, indeks Topix tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 781,79.

Saham-saham di bursa Tokyo yang mempengaruhi pergerakan indeks anatra lain: Sony Corp yang turun 1,7%, Insurance Group Holdings Inc turun 2,1%, dan Sumitomo Rubber Industries Ltd naik 2,6%.

Penurunan bursa Jepang terjadi setelah Moody's Investors Service memangkas peringkat utang enam negara Eropa. Termasuk di dalamnya Italia dan Portugal. Perusahaan pemeringkat global ini juga merevisi outlook atas peringkat utang Aaa milik Inggris dan Prancis menjadi negatif. Alasannya adalah krisis utang Eropa masih jauh dari kata selesai.

Moody's menjelaskan, peringkat utang Spanyol dipangkas menjadi A3 dari sebelumnya A1 dengan outlook negatif. Sedangkan peringkat utang Italia diturunkan menjadi A3 dari A2 dengan outlook negatif dan Portugal diturunkan menjadi Ba3 dari Ba2 dengan outlook negatif. Moody's juga menurunkan peringkat utang Slovakia, Slovenia, dan Malta.

"Moody's memangkas peringkat utang sejumlah negara Eropa. Realita ini sebenarnya sudah menjadi pembicaraan yang cukup lama dan bukan hal yang mengejutkan. Namun, sudah pasti akan mendapat reaksi negatif di pasar saham," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini (14/2). Sementara kemarin (13/2), IHSG sempat terkoreksi, namun terjadi gerakan reversal (pembalikan arah) yang menggiring IHSG ditutup naik 1,27%

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, IHSG berpeluang melanjutkan relinya seperti hari kemarin. Reza melihat, para Investor sudah mulai akumulasi sahamnya.

Sentimen fundamental yang bisa menjadi katalis penguatan IHSG adalah, Wall Street yang ditutup di jalur hijau. Selain itu, kata Reza, angin segarpun datang dari Uni Eropa, setelah parlemen Yunani menerima kebijakan penghematan atau pengetatan anggaran untuk memenuhi persyaratan bailout dari IMF dan Uni Eropa.

Secara teknikal, kata Reza, IHSG akan membentuk pola bullish harami dan berada di dua (2) candle, yaitu candle negatif dan candle posistif. "Namun terlihat panjang candle positif lebih pendek dari candle negatif," pungkas Reza.

IHSG juga berada diantara middle billinger bands dan lower bollinger bands. Menurut Reza, posisi ini menandakan adanya ruang penguatan bagi IHSG sampai bisa menembus batas middle.

Kemudian RSI dan Stochastic memperlihatkan gerakan reversal menjauhi area oversold. "Ini indikasi IHSG berpotensi rebound," tambah Reza.

Pada Selasa (14/2) ini, Reza memprediksi IHSG bergerak di 3.906 -3.931 sebagai level support nya dan di level 3.988-3.995 sebagai posisi resistance nya.

Di kesempatan yang sama, Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 3.938-3.996 dengan kecenderungan bullish reversal.

Walaupun ada kecenderungan untuk rebound, bursa saham domestik juga perlu mengantisipasi respon regional atas beberapa kabar buruk yang datang dari Eropa, salah satunya mengenai pemangkasan peringkat Utang Italia ke A3 dari A2.

Rekomendasi saham dari Edwin antara lain, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini (14/2). Sementara kemarin (13/2), IHSG sempat terkoreksi, namun terjadi gerakan reversal (pembalikan arah) yang menggiring IHSG ditutup naik 1,27%

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, IHSG berpeluang melanjutkan relinya seperti hari kemarin. Reza melihat, para Investor sudah mulai akumulasi sahamnya.

Sentimen fundamental yang bisa menjadi katalis penguatan IHSG adalah, Wall Street yang ditutup di jalur hijau. Selain itu, kata Reza, angin segarpun datang dari Uni Eropa, setelah parlemen Yunani menerima kebijakan penghematan atau pengetatan anggaran untuk memenuhi persyaratan bailout dari IMF dan Uni Eropa.

Secara teknikal, kata Reza, IHSG akan membentuk pola bullish harami dan berada di dua (2) candle, yaitu candle negatif dan candle posistif. "Namun terlihat panjang candle positif lebih pendek dari candle negatif," pungkas Reza.

IHSG juga berada diantara middle billinger bands dan lower bollinger bands. Menurut Reza, posisi ini menandakan adanya ruang penguatan bagi IHSG sampai bisa menembus batas middle.

Kemudian RSI dan Stochastic memperlihatkan gerakan reversal menjauhi area oversold. "Ini indikasi IHSG berpotensi rebound," tambah Reza.

Pada Selasa (14/2) ini, Reza memprediksi IHSG bergerak di 3.906 -3.931 sebagai level support nya dan di level 3.988-3.995 sebagai posisi resistance nya.

Di kesempatan yang sama, Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 3.938-3.996 dengan kecenderungan bullish reversal.

Walaupun ada kecenderungan untuk rebound, bursa saham domestik juga perlu mengantisipasi respon regional atas beberapa kabar buruk yang datang dari Eropa, salah satunya mengenai pemangkasan peringkat Utang Italia ke A3 dari A2.

Rekomendasi saham dari Edwin antara lain, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini (14/2). Sementara kemarin (13/2), IHSG sempat terkoreksi, namun terjadi gerakan reversal (pembalikan arah) yang menggiring IHSG ditutup naik 1,27%

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, IHSG berpeluang melanjutkan relinya seperti hari kemarin. Reza melihat, para Investor sudah mulai akumulasi sahamnya.

Sentimen fundamental yang bisa menjadi katalis penguatan IHSG adalah, Wall Street yang ditutup di jalur hijau. Selain itu, kata Reza, angin segarpun datang dari Uni Eropa, setelah parlemen Yunani menerima kebijakan penghematan atau pengetatan anggaran untuk memenuhi persyaratan bailout dari IMF dan Uni Eropa.

Secara teknikal, kata Reza, IHSG akan membentuk pola bullish harami dan berada di dua (2) candle, yaitu candle negatif dan candle posistif. "Namun terlihat panjang candle positif lebih pendek dari candle negatif," pungkas Reza.

IHSG juga berada diantara middle billinger bands dan lower bollinger bands. Menurut Reza, posisi ini menandakan adanya ruang penguatan bagi IHSG sampai bisa menembus batas middle.

Kemudian RSI dan Stochastic memperlihatkan gerakan reversal menjauhi area oversold. "Ini indikasi IHSG berpotensi rebound," tambah Reza.

Pada Selasa (14/2) ini, Reza memprediksi IHSG bergerak di 3.906 -3.931 sebagai level support nya dan di level 3.988-3.995 sebagai posisi resistance nya.

Di kesempatan yang sama, Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 3.938-3.996 dengan kecenderungan bullish reversal.

Walaupun ada kecenderungan untuk rebound, bursa saham domestik juga perlu mengantisipasi respon regional atas beberapa kabar buruk yang datang dari Eropa, salah satunya mengenai pemangkasan peringkat Utang Italia ke A3 dari A2.

Rekomendasi saham dari Edwin antara lain, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Langkah Moody's menyebabkan bursa Asia memerah

Langkah Moody's menyebabkan bursa Asia memerah
TOKYO. Mayoritas saham yang ditransaksikan pada bursa Asia mencatatkan penurunan pagi ini. Pada pukul 09.12 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 125,59. Kemarin, indeks acuan di kawasan regional ini naik 0,7%. Sembilan dari sepuluh sektor yang tergabung dalam indeks memerah.

Sementara itu, saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Sony Corp yang turun 1,3% di Tokyo, BHP Billiton Ltd turun 0,7% di Sydney, dan Macquarie Group Ltd yang turun 1% di Sydney.

Aksi jual yang melanda bursa Asia terjadi setelah Moody's Investors Service memangkas peringkat utang enam negara Eropa. Termasuk di dalamnya Italia dan Portugal. Perusahaan pemeringkat global ini juga merevisi outlook atas peringkat utang Aaa milik Inggris dan Prancis menjadi negatif. Alasannya adalah krisis utang Eropa masih jauh dari kata selesai.

"Moody's memangkas peringkat utang sejumlah negara Eropa. Realita ini sebenarnya sudah menjadi pembicaraan yang cukup lama dan bukan hal yang mengejutkan. Namun, sudah pasti akan mendapat reaksi negatif di pasar saham," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Di New York, harga minyak kembali menembus US$ 100

Di New York, harga minyak kembali menembus US$ 100
NEW YORK. Harga kontrak minyak mencatatkan kenaikan ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. Pada penutupan pasar di New York tadi malam, harga kontrak minyak untuk pengantaran Maret naik US$ 2,24 menjadi US$ 100,91 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level tertinggi sejak 10 Januari lalu. Sementara, jika dihitung, harga minyak sudah melejit 18% dibanding tahun lalu.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah parlemen Yunani menyetujui kebijakan penghematan anggaran. Langkah tersebut mengurangi kecemasan investor atas krisis utang Eropa dan sanksi terhadap Iran.

"Pasar minyak bergerak naik terdongkrak isu kebijakan penghematan anggaran Yunani. Pergerakan harga minyak sejalan dengan pasar saham. Jika pasar saham naik, maka harga minyak akan mengikuti," papar Stephen Schork, presiden Schork Group di Pennsylvania.

Sebagai perbandingan, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret naik 0,5% menjadi US$ 117,93 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Sebagai tambahan, Menteri Keuangan Uni Eropa dijadwalkan untuk melakukan pertemuan pada 15 Febuari mendatang di Brussels. Pertemuan tersebut untuk menentukan apakah mereka akan menyetujui dana talangan atau tidak.

IHSG Kembali Rawan Koreksi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 49 poin setelah ada kabar positif parlemen Yunani yang menyetujui program pengetatan anggaran. Bursa-bursa di Asia juga ikut menanjak atas kabar tersebut.

Pada perdagangan Senin (13/2/2012), IHSG melaju 49,509 poin (1,27%) ke level 3.961,902. Sementara Indeks LQ 45 menguat 10,866 poin (1,60%) ke level 690.215.

Setelah penguatan yang cukup besar pada perdagangan kemarin, posisi IHSG mulai rawan profit taking. Apalagi ada berita tentang downgrade Moody's terhadap Italia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, dan Malta. Pada perdagangan Selasa (14/2/2012), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat penguatan saham-saham perbankan. Hal itu terjadi setelah parlemen Yunani menyetujui paket reformasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana talangan sehingga terhindar dari gagal bayar.

Pada perdagangan Senin (13/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 72,81 poin (0,57%) ke level 12.874,04. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,13 poin (0,68%) ke level 1.351,77 dan Nasdaq menguat 27,51 poin (0,95%) ke level 2.931,39.

Bursa-bursa Asia yang kemarin menguat tajam, hari ini mengalami koreksi. Berikut posisi bursa regional pada Selasa pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 6,59 poin (0,2-%) ke level 8.992,29.
  • Indeks KOSPI melemah 2,10 poin (0,10%) ke level 2.003,25.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG berhasil bergerak rebound dengan Candlestick membentuk pola Bullish Harami mengindikasikan sinyal Bullish Reversal. Indikator Stochastic masih bergerak downtrend namun MACD Histogram telah bergerak memendek di area negatif. Pada perdagangan Selasa (14/2), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3924-4001. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI, MAPI, dan BUMI.

Indosurya:
Pada perdagangan Selasa (14/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.888-3.925 dan resistance 3.981-3.995. IHSG membentuk pola candle bullish harami dimana sebelumnya membentuk candle hammer . Posisi candle masih berada di antara lower bollinger band dan middle bollinger bands. MACD mulai tertahan penurunannnya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic terlihat reversal setelah menyentuh area oversold. Sentimen positif memang ada dan bisa membuat IHSG melanjutkan kenaikan namun, adanya rilis berita terbaru dari downgrade Moody's terhadap Italia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, dan Malta kemungkinan akan menahan penguatan bursa saham Asia yang akhirnya juga dapat menahan kenaikan IHSG.

(qom/qom)

Indeks emerging market ditutup rebound

Indeks emerging market ditutup rebound
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa emerging market rebound dari penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir. Pada penutupan pasar di New York, indeks MSCI Emerging Market naik 1% menjadi 1.503. Sementara itu, indeks saham-saham China yang tercatat di bursa Hong Kong atau Hang Seng China Enterprises Index naik 0,5%. Sementara, indeks Bovespa Brazil naik 2,6%, indeks Micex Rusia naik 2,3%, dan indeks Turki naik 2,1%.

Salah satu faktor yang mendorong bursa emerging market adalah dukungan parlemen Yunani atas kebijakan penghematan anggaran. Selain itu, ada juga faktor lain yakni pernyataan perdana menteri China Wen Jiabao yang bilang China membutuhkan kebijakan ekonomi yang bisa mendongkrak pertumbuhan.

Seperti yang diketahui, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan persetujuan parlemen terkait penghematan anggaran untuk mendapatkan bailout internasional. Meski demikian, pada saat yang bersamaan, kerusuhan di Yunani kian meluas di mana aksi demonstran kian anarkis dan menyebabkan puluhan gedung terbakar.

"Ini merupakan berita baik dari Yunani. Namun, akan menjadi lebih baik lagi jika negara-negara Eropa yang bermasalah bisa diatasi. Sayangnya, kita belum sampai ke sana. Jika ekonomi Eropa melambat, hal ini tentunya akan berdampak besar bagi ekspor China. China akan melakukan sesuatu untuk menstimulasi permintaan," jelas Greg Lesko, analis Deltec Asset Management di New York.

Catatan saja, indeks saham emerging market sudah melonjak 15% di sepanjang tahun ini. Lonjakan tersebut mengalahkan kenaikan indeks saham di negara-negara maju yang hanya naik 8,2%.

Bursa AS ditutup menanjak terdongkrak isu Yunani

Bursa AS ditutup menanjak terdongkrak isu Yunani
NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan pada bursa AS ditutup dengan pergerakan positif. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,7% menjadi 1.351,77. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 12.874,04.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Bank of America Corp, JPMorgan Chase & Co, dan Caterpillar Inc yang masing-masing mencatatkan kenaikan setidaknya 1,7%.

Sementara itu, Apple Inc naik 1,9% dan diperdagangkan di atas harga US$ 500 untuk kali pertama. Lalu, ada saham Chesapeake Energy Corp yang naik 2,4% dan Advanced Micro Devices Inc naik 3,4%.

Salah satu faktor positif yang mendongkrak bursa AS adalah dukungan parlemen Yunani untuk mendapatkan dana bailout internasional. "Ini merupakan reli yang diakibatkan oleh keinginan investor dalam mengambil risiko (risk-on)," jelas Mike Ryan, chief investment strategist UBS Wealth Management Americas.

Dia menambahkan, ada fakta lain di mana Parlemen Yunani mampu menerima kebijakan penghematan secara luas. "Namun hal itu tak serta merta menyelesaikan masalah Yunani. Kami menilai, Yunani masih akan kesulitan dalam membayar utang ke depannya," jelas Ryan.

Wall Street Menguat Berkat Kesepakatan Yunani

New York - Saham-saham perbankan kembali memimpin penguatan di bursa Wall Street, setelah parlemen Yunani menyetujui paket reformasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana talangan sehingga terhindar dari gagal bayar.

Keputusan parlemen tersebut mengamankan dana bailout hingga 130 miliar euro dari Uni Eropa dan IMF. Paket penyelamatan yang meliputi pemangkasan gaji, pensiun dan tenaga kerja itu sebelumnya mendapatkan penolakan dan aksi demonstrasi besar.

Para investor sudah bertaruh Yunani akan menyepakati paket penyelamatan itu sejak pekan lalu sehingga indeks S&P 500 berhasil menembus titik tertingginya dalam 7 bulan. Benchmark indeks bahkan diperdagangkan di sekitar level 1.355 yang terlihat seperti titik resisten sehingga bisa memicu pembalikan arah.

"Meskipun kita naik, kita masih belum mencapai puncak yang kita lihat pekan lalu di beberapa indeks. Ini adalah sebuh pertanda antusiasme pada prospek (kesepakatan Yunani) ketimbang pada berita-berita (lain)," jelas Bruce McCain, chief investment strategist Key Private Bank seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/2/2012).

Pada perdagangan Senin (13/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 72,81 poin (0,57%) ke level 12.874,04. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,13 poin (0,68%) ke level 1.351,77 dan Nasdaq menguat 27,51 poin (0,95%) ke level 2.931,39.

Indeks S&P 500 telah naik lebih dari 25% dari titik terendah selama Oktober. McCain mengaku ia khawatir reli pasar akhir-akhir ini telah melebihi perbaikan ekonomi.

"Anda harus menghormati fakta bahwa pasar sudah sangat kuat seperti sebelumnya, tapi kita tidak akan membeli hingga sekuat ini," tambahnya.

Saham-saham sektor finansial naik lebih dari 1% dan mencatat kinerja terbaik di S&P 500. Saham Bank of America tercatat naik 2,7% menjadi US$ 8,29 dan sudah naik hampir 50% sepanjang tahun ini.

(qom/qom)