Kamis, 15 September 2011

Tak ada satu pun sektor yang positif, indeks tumbang 1,61% di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot pada transaksi sesi I. Pada pukul 12.00, indeks tercatat turun 1,61% menjadi 3.737,73.

Dari semua sektor yang ditransaksikan, tak ada satu pun sektor yang positif. Dari data RTI, sektor consumer goods turun paling dalam sebesar 3,52%. Baru kemudian disusul oleh sektor manufaktur dan industri lain-lain dengan penurunan masing-masing 2,51% dan 2,04%.

Sementara itu, ada 162 saham yang jeblok. Sedangkan 34 saham berhasil naik dan 83 saham diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini terbilang sepi karena hanya melibatkan 1,930 miliar saham senilai Rp 2,065 triliun.

Tiga saham yang menghuni posisi top loser di sesi I adalah: PT Inti Agri Resources (IIKP) turun 23,61% menjadi Rp 550, PT Zebra Nusantara (ZBRA) turun 10% menjadi Rp 81, dan PT Bank Danamon (BDMN) turun 6,73% menjadi Rp 1.937.

Sedangkan saham-saham top gainers diantaranya: PT Bhakti Capital Indonesia (BCAP) naik 13,46% menjadi Rp 590, PT Tigaraksa Satria (TGKA) naik 11,11% menjadi Rp 1.000, dan PT Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) naik 9,09% menjadi Rp 960.

IHSG Melempem di Tengah Penguatan Bursa Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 61 poin di tengah menguatnya pasar saham regional akibat sentimen positif dari Eropa. Aksi profit taking banyak dilakukan investor asing.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 20,775 poin (0,54%) ke level 3.819,812. Krisis utang Eropa sedikit mereda setelah kesepakatan para pemimpinnya untuk membantu Yunani.

Tekanan jual di lantai bursa belum reda. Indeks yang baru saja mendaki hingga posisi tertingginya di 3.829,376 terpaksa terjun ke zona merah dan mendarat di level terendahnya 3.736,179.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (15/9/2011), IHSG anjlok 61,308 poin (1,62%) ke level 3.737,729. Indeks LQ 45 melemah 13,784 poin (2,08%) ke level 651,150.

Investor asing belum berhenti melarikan dananya keluar dari lantai bursa, hingga siang ini transaksi asing sudah tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai moderat. Investor lokal pun tak mau ketinggalan mengamankan portofolionya.

Aksi ambil untung terjadi di saham-saham konsumer dan manufaktur, indeks sektor keduanya pun masing-asming terkoreksi hingga lebih dari tiga dan dua persen. Tak satu pun indeks sektoral yang menghijau.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 69.365 kali pada volume 1,93 miliar lembar saham senilai Rp 2,065 triliun. Sebanyak 35 saham naik, sisanya 170 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Para pemimpin-pemimpin di Eropa sepakat mencari segala cara untuk menghindarkan Yunani dari gagal bayar, sentimen positif ini membuat bursa-bursa di Asia menguat. Hanya bursa saham China dan Indonesia yang gagal naik.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,37 poin (0,02%) ke level 2.484,45.
  • Indeks Hang Seng naik 89,01 poin (0,47%) ke level 19.134,45.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 128,37 poin (1,51%) ke level 8.646,94.
  • Indeks Straits Times menguat 15,43 poin (0,56%) ke level 2.754,78.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 14.700, Hexindo (HEXA) naik Rp 200 ke Rp 8.200, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 150 ke Rp 5.550, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.800 ke Rp 55.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 22.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 16.250.
(ang/dnl)

Risiko Resesi Kedua Meningkat di Negara Maju

INILAH.COM, Jakarta - Ekonomi negara-negara maju telah terjerat dalam perlambatan pertumbuhan yang mengancam untuk mengarah ke dalam resesi, ketika ruang untuk manuver dengan respon kebijakan yang berani telah menyempit secara signifikan, jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Survei lebih dari 250 ekonom di Amerika Utara, Eropa dan Jepang meramalkan kemungkinan meningkat bahwa bank sentral akan perlu senjata baru mereka untuk meninggalkan dan mencegah bencana. Dalam jangka menengah propabilitas resesi kedua di Amerika Serikat, zona euro dan Inggris telah meningkat menjadi sekitar satu dalam tiga, yang hampir membahayakan sesuai prediksi masa lalu.

Konsensus memperkiraan resesi jarang mendapatkan hingga 50 persen sebelum membuktikan sejarah ekonomi sudah menyatu. "Ekonomi (AS) sedang dalam bahaya," kata Aneta Markowska, ekonom di Societe Generale. "Tidak ada penyangga, dan bahkan shock yang cepat bisa merusak siklus."

Sementara beberapa ekonom terkemuka telah mengiyakan akan terjadinya resesi, mereka yang bekerja di industri keuangan tampaknya enggan untuk menempatkan tanda minus di depan prakiraan ekonomi. Dikatakan, untuk bankir sentral global pada Senin mengatakan tidak ada tanda-tanda resesi, meskipun pertumbuhan melambat.

Mungkin yang paling mencolok selama beberapa bulan terakhir adalah perubahan dalam prospek kebijakan untuk pasar keuangan yang jatuh ke dalam kekacauan dan kekhawatiran tentang masa depan mata uang bersama Eropa. "Utang Eropa sekarang tengah menghadai risiko terbesar secara makro," kata John Lonski, ekonom di Moody's Capital Market.

Ekonom sebagai sebuah kelompok tidak mengharapkan suku bunga naik dari kedua federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, Bank of England atau Bank Jepang sampai tahun 2013.

Ini adalah berita buruk bagi ECB, yang telah tampak keluar dari langkah dengan bank sentral lainnya untuk menaikkan suku bunga dua kali tahun ini - meskipun dalam jumlah kecil - sedangkan krisis utang di beberapa negara zona euro sedang berkobar.

Memang, beberapa ekonom meramalkan ECB akan memangkas suku bunga sebelum tahun berakhir. "Kami berada dalam lingkungan di mana ... hasil yang tak terduga telah menjadi lebih mungkin, yang telah meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral akan memberikan pelonggaran lebih lanjut," kata Divyang Shah, ekonom IFR Markets, sebuah perusahaan Thomson Reuters. "Anda telah melihat perdebatan di The Fed, Anda telah melihat perdebatan di Bank of England, dan kita telah melihat bahwa perdebatan di ECB, yang pada pertemuan terakhir mereka lebih terfokus pada sisi negatifnya risiko terhadap pertumbuhan dan penyesuaian untuk prospek inflasi prospek," kata Shah.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi, hanya lima dari sekitar 200 responden dalam jajak pendapat yang memperkirakan terjadi kontraksi di kuartal 3 untuk Amerika Serikat, zona euro dan Inggris.

UNTR targetkan akuisisi Duta Sejahtera bakal kelar akhir tahun

UNTR targetkan akuisisi Duta Sejahtera bakal kelar akhir tahun
JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan, proses akuisisi terhadap 60% saham di PT Duta Sejahtera dapat rampung sebelum akhir tahun 2011.

"Tinggal closing saja karena ada beberapa kondisi yang harus diselesaikan keduanya, jadi sebelum akhir tahun bisa selesai," kata Sekretaris Perusahaan UNTR Sara Loebis, di Jakarta, Rabu malam (14/9).

Sebenarnya proses akuisisi ini telah berlangsung sejak Juli lalu, dimana PT Tuah Turangga Agung yang merupakan anak usaha UNTR menandatangi dokumen sale and purchase agreement untuk pembelian 60% saham PT Duta Sejahtera yang memiliki tambang batubara di Kalimantan Tengah.

Dalam kesepakatan tersebut, disebutkan jika pembelian 60% saham PT Duta Sejahtera, maka TTA memiliki opsi untuk mendapatkan 60% kepemilikan saham di PT Duta Nurcahya. Kedua perusahaan itu memiliki tambang batu bara di Kalimantan Tengah.

Adapun luas lahan PT Duta Sejahtera sebesar 4.912 hektare (ha) dan PT Duta Nurcahya seluas 4.999 ha. Dana yang dibutuhkan untuk penuntasan kepemilikan di Duta Sejahtera mencapai US$ 11 juta.

APLN akuisisi 80% saham Alam Hijau Teduh

APLN akuisisi 80% saham Alam Hijau Teduh
JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kembali memperluas investasi lahan properti. Kali ini, perseroan mengakuisisi 80% saham PT Alam Hijau Teduh (AHT) yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Wakil Direktur Utama APLN Ariesman Widjaja dalam keterbukaan informasi BEI, hari ini (15/9), menyebut perseroan telah meneken perjanjian pengikatan pengoperan hak atas saham AHT pada 12 September 2011.

Lebih lanjut, Ariesman bilang, pengambilalihan saham ini sebagai realiasi terhadap rencana penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi tahun 2011. Selanjutnya, AHT bakal mengembangkan lahan di kawasan Jakarta Barat.

Sebelumnya, perseroan juga baru mengakusisi dua perusahaan yaitu Karya Gemilang Perkasa dan Putra Adhi Prima. Dana akuisisi diambil dari hasil penerbitan obligasi pada Agustus lalu yang total senilai Rp 800 miliar.

Hingga pukul 11.00 WIB, saham APLN diperdagangkan stagnan di level penutupan kemarin di Rp 350 per saham.

Mata uang Asia masih memberikan sinyal pelemahan

Mata uang Asia masih memberikan sinyal pelemahan
KUALA LUMPUR. Mata uang Asia masih tampak loyo pada transaksi perdagangan hari ini. Lihat saja, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index ditransaksikan mendekati level terendahnya dalam lima bulan terakhir.

Sementara itu, posisi Asia Dollar Index tak banyak berubah di level 117,53. Kemarin, indeks yang megukur kekuatan 10 mata uang Asia teraktif (di luar Jepang) berada di posisi 117,18. Ini merupakan level paling rendah sejak 31 Maret lalu.

Pagi ini, ringgit Malaysia dan peso Filipina menjadi dua mata uang regional yang terpukul paling besar pagu ini. Pada pukul 11.09 waktu Kuala Lumpur, pasangan (pair) dollar AS dan ringgit Malaysia (USD/MYR) berada di level 3,0825. Itu artinya, ringgit melemah 0,3%. Sedangkan pair dollar AS dan peso Filipina (USD/PHP) berada di posisi 43,283. Dengan kata lain, peso melemah 0,1% atas dollar AS. Pada saat yang sama, pair dollar AS dan dollar Singapura (USD/SGD) berada di level S$ 1,2442, yang artinya dollar Singapura keok 0,1%.

Sementara itu, pair dollar AS dan won Korea Selatan (USD/KRW)) berada di level 1.106,95 per dollar atau melemah 0,1%. Sedangkan pair dollar AS dan yuan China (USD/CNY) berada di posisi 6,3887 atau menguat 0,12%.

Sejumlah faktor yang membuat mata uang Asia melemah adalah isu krisis utang Eropa serta perlambatan ekonomi AS. Dua hal tadi mendorong investor melepas kepemilikannya pada pasar saham. Asal tahu saja, data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, investor asing sudah menjual kepemilikannya atas saham-saham di India, Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand senilai US$ 2,2 miliar di sepanjang pekan ini.

Bank sentral intervensi pasar, rupiah menguat pagi ini

Bank sentral intervensi pasar, rupiah menguat pagi ini
JAKARTA. Rupiah menguat karena spekulasi bank sentral melakukan intervensi untuk menopang pergerakan rupiah. Pasalnya, kemarin, mata uang Garuda ini sempat anjlok ke posisi terlemah sejak 14 Februari di Rp 8.939 per dollar AS.

Hingga pukul 9.58 WIB, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah (USD/IDR) berada di level 8.754, dari posisi kemarin di 8.884.

Otot rupiah menguat setelah kemarin, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan yakin akan masa depan Yunani di zona Euro. Perdana Menteri Yunani George Papandreou berkomitmen memenuhi target pengurangan defisit, sebagai syarat untuk bailout internasional.

Selain itu, kemarin, Deputi Gubernur Hartadi Sarwono menyebutkan Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar rupiah dan obligasi setelah sempat jatuh 2,6%. Bank sentral melakukan intervensi di pasar mata uang dengan mengatur pembelian atau penjualan valuta asing. Indonesia memiliki US$ 125 miliar cadangan yang dapat digunakan untuk mempertahankan rupiah.

Kepala treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menilai, Bank Indonesia melakukan langkah yang benar kemarin karena mereka tidak ingin melihat volatilitas dalam mata uang. "Laporan dari Eropa juga membantu meredakan kekhawatiran krisis Eropa mulai masuk ke Asia," ujarnya, di Jakarta, hari ini.

Kemarin, asing tercatat melakukan penjualan saham Indonesia senilai US$ 160 juta, lebih besar dari jumlah yang mereka beli, Sementara, harga obligasi pemerintah jatuh untuk hari ketiga, kemarin. Adapun yield obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 naik 29 basis poin menjadi 7,02%.

SCTV Bagi-bagi Dividen Interim Rp 205 per Saham

Gb
Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), induk usaha dari SCTV, berniat membagikan dividen interim sebesar Rp 205 per lembar. Dividen tunai ini akan dibagikan pada 18 Oktober 2011.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Kamis (15/9/2011), rencana pembagian dividen interim ini berdasarkan keputusan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 13 September 2011 lalu.

Dividen ini akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan untuk periode Januari sampai Juli 2011. Untuk cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Oktober, sementara ex dividen di keesokan harinya.

Sedangkan cum dividen di pasar tunai pada 6 Oktober 2011, dan ex dividen juga di keesokan harinya. Pembayaran dividen tunai ini akan dilakukan pada 18 Oktober.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.35 waktu JATS, harga saham SCMA naik 50 poin (+0,92%) ke level Rp 5.450 per lembar. Sebanyak 42 lot sahamnya ditransaksikan 12 kali senilai Rp 114,45 juta.
(ang/dnl)

Hatta: Pelemahan Rupiah Hanya Sesaat

Jakarta - Pemerintah tidak khawatir terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemarin yang sempat membuat rupiah tersungkur hingga Rp 8.900 per dolar AS. Karena fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2011).

"Ini (pelemahan) sesaat, karena tidak berkaitan dengan fundamental ekonomi kita. Kita bagus kok. Di pasar modal memang ada aksi profit taking dari para pemain luar negeri, itu biasa saja. Dan yang dilepas saham perbankan kita harusnya sudah terbiasa. Anda sudah pahamlah arahnya ke mana. Profit taking itu biasa," tutur Hatta.

Hatta mengatakan pemerintah tidak mau diremehkan soal kesiapan pertahanan ekonominya. Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan seluruh kebijakan untuk merespon apabila dalam jangka pendek terjadi resesi ekonomi di AS dan Eropa.

"Resesi AS dan Eropa itu tidak berlangsung ke kita. Tapi kalau China terpukul, maka gelombang berikutnya akan bisa ganggu ekspor kita. Makanya kita perkuat diversifikasi ekspor," jelas Hatta.

Dikatakan Hatta, perdagangan ekspor-impor di antara negara Asia semakin kuat. Indonesia juga terus meningkatkan nilai perdagangannya dengan negara-negara di Asia.

"Contohnya dengan Thailand kita sudah US$ 14 miliar. Vietnam kita tingkatkan US$ 5 miliar. Lalu jaga daya beli masyarakat agar konsumsi cukup. Inflasi kita kendalikan dan rebut pasar domestik dengan produk kita. Makanya perdagangan dalam negeri kita benahi," tukas Hatta.
(dnl/ang)

Kredit Macet Perbankan Naik Rp 1 Triliun dalam Sebulan

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga Juli 2011 jumlah kredit macet perbankan naik Rp 1,1 triliun menjadi Rp 36,138 triliun, dari Juni 2011 yang sebesar Rp 34,99 triliun. Jumlah kredit macet ini juga tercatat naik jika dibandingkan dengan Juli 2010 yang sebesar Rp 30,339 triliun

Demikian terungkap dari data statistik perbankan yang dikutip detikFinance dari Bank Indonesia (BI), Kamis (15/9/2011).

Berdasarkan data BI tersebut, jumlah kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) dari perbankan per Juli 2011 mencapai Rp 60,32 triliun, naik dari posisi Juli 2010 yang sebesar Rp 56,478 triliun. Rasio NPL perbankan di Juli 2011 mencapai 2,01%.

Sampai dengan Juli 2011, jumlah kredit yang dikucurkan perbankan mencapai Rp 1.973,599 triliun. Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1.597,98 triliun.

Dari total kredit di Juli 2011 tersebut, sebanyak Rp 1.830,436 triliun masuk kategori lancar. Sementara Rp 88,67 triliun masuk kategori kurang lancar, lalu Rp 9,051 triliun masuk kategori diragukan, dan Rp 36,138 triliun masuk kategori macet.
(dnl/ang)

Inilah Risiko Yang Masih Menggelayuti IHSG

Headline
INILAH.COM, Jakarta – IHSG berisiko koreksi Kamis (15/9) karena beberapa faktor. Seperti besarnya net sell asing hingga wacana repatriasi ekspor. Rekomendasi saham-saham di level support.

Vice President dan Senior Technical Analyst PT Samuel Securities Muhammad Al Fatih mengatakan, dengan aksi net sell asing lanjutan hingga Rp1,41 trilun kemarin, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor regional. Semua itu dipicu kondisi memburuknya krisis utang di Eropa.

Menurutnya, kepercayaan terhadap penyelesaian krisis utang melemah, setelah nasib bailout Yunani mengambang.“IHSG memiliki support di level 3.700 hingga 3.750 sedangkan level resistance berada di 3.930 hingga 4.020,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (14/8) kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada Rabu (14/9) ditutup anjlok 75,75 poin (1,95%) ke level 3.799,03, dengan intraday terendah di 3.775,36 dan tertinggi di 3.897,31. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 15,61 poin (2,29%) ke level 664,93.

Menurutnya, kisaran pergerakan market saat ini sangat lebar karena volatilitas market yang sangat tinggi. Dalam satu hari, indeks bisa turun-naik sebesar 100-an poin. Tapi, hingga penutupan potensi pelemahan indeks relative kecil.

Bahkan, ditegaskan Al Fatih, mungkin di akhir sesi, indeks bisa bergerak positif dengan tetap memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada bursa regional. Secara teknikal, ada level support yang belum disentuh oleh IHSG di level 3.750. “Jadi, jika terjadi penurunan berpeluang terjadi technical rebound sebelum level tersebut dicapai,” paparnya.

Risiko market lainnya, lanjut dia, adalah kondisi kesehatan perbankan di Eropa juga menurun. Sebab, banyak eksposur perbankan di Eropa pada obligasi Yunani dan negara-negara lain yang sedang bermasalah di Eropa seperti Portugal, Spanyol, dan Italia.

Karena itu, penurunan peringkat 2 bank di Perancis oleh Moody’s Investor Service juga jadi faktor pergerakan market hari ini.Lembaga pemeringkat Moody’s telah menurunkan peringkat utang jangka panjang dua bank Prancis yaitu Credit Agricole SA dan Societe Generale.

Kekuatan keuangan bank Credit Agricole diturunkan ke C dari C+. Bank ini konsisten dengan eksposur bank yang cukup besar pada Yunani. Utang jangka panjang Credit Agricole dan penilaian deposito diturunkan satu tingkat ke Aa2 dari Aa1. Sedangkan penilaian Moody's untuk utang jangka panjang Societe Generale dan penilaian deposito dipangkas sebanyak satu tingkat ke Aa3 dari Aa2.

Sebelum di-downgrade, lanjut Al Fatih, beredar kabar bahwa pinjaman antar bank menurun. Artinya, ada bank-bank di Perancis yang tidak bisa memberikan pinjaman antar bank seperti yang terjadi di Indonesia pada 1998. “Karena takut bank lain tidak bisa bayar (default) bank enggan memberikan pinjaman sehingga likuiditas antar bank terganggu,” imbuhnya.

Lalu, ditambahkan Al Fatih, market juga mendapat tekanan dari Asian Dovelopment Bank (ADB) yang menurunkan perkiraan pertumbuhan Asia sebesar 7,5% untuk 2011 dan 2012. Padahal, perkiraan sebelumnya di bulan April, ADB memprediksi pertumbuhan sebesar 7,8% untuk 2011 dan 7,7% di 2012. “Meski begitu, market Indonesia masih menarik dibandingkan kawasan lainnya,” paparnya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, tinggal masalah sentiment negatif dari wacana repatriasi eskpor dari Bank Indonesia. Para eksportir diwajibkan menyimpan devisanya pada sejumlah bank lokal. Menurutnya, kebijakan ini dilihat atau ada kekhawatiran terutama oleh investor asing bahwa BI terlalu jauh mengontrol devisa. “Ini tidak disukai asing,” kata Al Fatih singkat.

Dia menilai, seharusnya memang berpengaruh positif bagi capital inflow di pasar domestik. Tapi, ada anggapan bahwa kebijakan tersebut seolah-olah akan adanya control devisa oleh BI. Karena itu, sentimennya jadi negatif. “Tapi, ini baru sebatas sentimen. Saya rasa, BI bisa mengemas rencana ini dengan lebih baik,” timpalnya.

Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif beberapa emiten yang masih berada di level supportnya. Antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT United Tractor (UNTR), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP).

Menurutnya, saham-saham tersebut,berpotensi balik arah (reversal) menguat har ini Tapi, jika indeks secara umum masih melemah, koreksi pada saham-saham itu akan terbatas. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuhnya. [ast]

Jaminan Atas Yunani, Bursa Asia Menguat

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia menguat pada Kamis (15/9). Sentimen positif berasal dari jaminan Perancis dan Jerman bahwa Eropa akan mendukung Yunani untuk membantu mengatasi krisis utangnya.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang naik 1,6%, sedangkan di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 2,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan melonjak 3%.

Saham AS menguat semalam, dibantu laporan bahwa tujuan Prancis, Jerman dan Yunani adalah membantu Yunani tetap berada di zona euro.

Perdana menteri Yunani mengatakan bahwa negaranya bertekad memenuhi semua kewajiban dan bahwa langkah-langkah penghematan terakhir akan membantu Yunani mencapai target fiskal 2011-2012.

Kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang dampak Eropa ke ekonomi Asia, telah menekan bursa Asia secara mingguan dan bulanan. Namun, perusahaan-perusahaan sensitif terhadap tren pertumbuhan ekonomi di Asia.

Hyundai Motor Co melonjak 3,4% dan Kia Motors Corp naik 2,7% di Korea Selatan, sementara Honda Motor Co naik 3% di Tokyo.

Pembuat chip Jepang Elpida Memory Inc melonjak 7,2% setelah laporan bahwa perusahaan akan menggeser 40% kapasitas produksi dalam negeri ke Taiwan.

Elpida akan mengalihkan produksi agar bisa bersaing dengan rival yang lebih besar, Samsung Electronics Co Korea Selatan dan Hynix Semiconductor Inc, yang diuntungkan pelemahan won Korea. Hynix naik 6,1%, sementara Samsung naik 3,3%.

Perusahaan sektor komoditas, juga sensitif terhadap prospek pertumbuhan, dengan Inpex Corp naik 1,3% di Tokyo, dan BHP Billiton Ltd naik 2,1% di Sydney.

Dengan berita dari Eropa, bank juga menguat, seperti Daiwa Securities Group Inc Jepang yang naik 1,7%, dan Macquarie Group Ltd Australia naik 3,5%. [ast]

Pernyataan dua pimpinan Eropa berhasil membuat bursa Asia melambung

Pernyataan dua pimpinan Eropa berhasil membuat bursa Asia melambung
TOKYO. Pergerakan bursa Asia melambung cukup tinggi pada transaksi pagi ini. Pada pukul 09.56 waktu Tokyo, data Bloomberg menunjukkan, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,5% menjadi 117,95.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,73%. Sementara, indeks Hang Seng Hongkong dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik masing-masing sebesar 0,74% dan 1,46%.

Saham-saham unggulan yang melonjak pagi ini antara lain: Commonwealth Bank of Australia yang melonjak 2,5% di Sydney, Samsung Electronics Co naik 3,3% di Seoul, BHP Billiton Ltd naik 1,9% di Sydney, dan Elpida Memory Inc naik 7,3% di Tokyo.

Pernyataan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel menjadi vitamin segar bagi pasar saham global dan regional. Seperti yang diberitakan sebelumnya, kedua pimpinan ini memastikan bahwa Yunani akan tetap berada di kawasan Eropa.

"Komitmen Jerman dan Prancis untuk terus memberikan dukungan kepada Yunani menggerus anggapan bahwa negara itu akan default. Jika Yunani terhindar dari default, dampak terhadap sistem perbankan global bisa diminimalisir sehingga memberikan sinyal positif bagi pasar saham Asia," jelas Tim Schroeders, analis Pengana Capital Ltd di Melbourne.

Sekadar tambahan, sepanjang tahun ini hingga kemarin, indeks MSCI Asia Pacific sudah terjungkal 16%. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, indeks S&P 500 turun 5,5% dan Stoxx Europe 600 turun 19%.

Ayo Sambut Booming Investasi Domestik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Dalam 1-5 tahun, diprediksi terjadi booming investasi RI baik langsung maupun portofolio investasi. Faktor investment grade dan kuatnya konsumsi domestik menjadi katalisnya.

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi mengatakan, dalam jangka menengah-panjang, booming investasi bakal terjadi di Indonesia. Salah satunya government bond Indonesia yang bakal digandrungi investor asing. Sebab, ada ekspektasi, Indonesia akan masuk investment grade 2012 di tengah perlambatan pertumbuhan dunia termasuk Asia.

Menurutnya, saat investment grade diraih, bond investor yang tadinya tidak boleh masuk ke Indonesia, menjadi bebas masuk. “Ada beberapa real money fund atau hedge fund yang bakal masuk. Sebab, aturan mereka saat ini baru boleh memegang obligasi suatu negara setelah mencapai investment grade,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (14/9).

Pada saat yang sama, booming investasi juga didukung oleh terkendalinya inflasi. Sejauh ini, BI melihat inflasi Indonesia sangat positif. “Karena itu, Indonesia akan tetap atraktif di mata investor sehingga dana-dana sepeti itu akan terus masuk ke Indonesia,” ujar Eric.

Dari sisi pasar modal, lanjutnya, mendapat dukungan dari potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. Akibatnya, pengaruh positif pun dapat diraih pada corporate earnings. “Apalagi, jika indeks mengalami koreksi, potensi investor asing masuk untuk membeli saham murah didukung kuatnya fundamental ekonomi Indonesia,” kata Eric menegaskan. Menurutnya, investor akan tetap masuk ke pasar domestik sehingga investor protofolio akan tetap mengalir ke Indonesia.

Sementara itu, pemangkasan pertumbuhan Asia oleh Asian Development Bank (ADB) dinilai Eric tentu akan berimbas negatif bagi pertumbuhan Indonesia. Sebab, negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah Amerika, Jepang, China dan Singapura. “Apalagi, negara-negara tersebut juga bermitra dagang dengan AS,” paparnya.

Hanya saja, dia menegaskan, dampak dari pemangkasan tersebut tidak signifikan. Sebab, pengaruh negatif terhadap ekonomi Indonesia itu sedikit banyak dapat diredam oleh konsumsi rumah tangga.

Dia memaparkan, kontribusi net ekspor terhadap PDB hanya 10% atau kurang. Menurutnya, ekonomi Indonesia lebih digerakan oleh faktor domestik terutama konsumsi rumah tangga yang kontribusinya mencapai 57%-an terhadap GDP. “Selama konsumsi rumah tangga masih positif, meski ekonomi melambat, perekonomian akan tetap positif juga,” timpalnya.

Seiring dengan itu, investasi akan tetap masuk dengan catatan tidak terjadi resesi global. Sebab, jika resesi terjadi, perusahan-perusahaan asing juga akan merasionalisasi atau melakukan pengetatan investasi mereka.

Menurutnya, jika hanya terjadi perlambatan global, investasi asing untuk Foreign Direct Investment (FDI) akan tertarik ke Indonesia. Apalagi, dengan pasar Indonesia yang besar.

Kalaupun, terjadi kerontokan pada bursa saham juga tidak berpengaruh langsung ke sektor riil. Apalagi, perusahaan yang listed di stock market, jumlahnya relatif sedikit dibandingkan total perusahaan di Indonesia. “Jadi, ini tergantung pada bagaimana bisa memanfaatkan potensi market sebaik mungkin,” paparnya.

Kalaupun tidak bisa dikatakan booming investasi, dia melihat investasi asing masih akan terus masuk ke pasar domestik baik portofolio maupun direct investment. “Indonesia bakal booming investasi dalam jangka menengah 1-5 tahun,” ungkapnya.

Eric memproyeksikan PDB Indonesia di level 7% pada 2012 lebih tinggi dari 2011 6,5%. Sebab, konsumsi rumah tangga masih besar sehingga investasi baik domestik maupun asing akan terus tumbuh.

Dia menegaskan, ekonomi Indonesia cukup tahan dari gejolak eksternal selama mata uang tidak jatuh. Namun cadangan devisa cukup melimpah sehingga mata uang bisa dijaga. Pada 1997-1998, cadangan devisa hanya US$14-16 miliar sehingga rupiah melemah. “Sekarang, devisa sudah mencapai US$124 miliar. Jadi, BI masih punyak banyak amunisi jika rupiah anjlok. Apalagi dengan berbagai initiative dengan negara lain,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, badai ekonomi global akan dirasakan di Asia, menurut Bank Pembangunan Asia (ADB). Pertumbuhan di wilayah ini terlihat moderat pada paruh kedua tahun ini. Dalam outlook terbarunya, ADB menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan Asia sebesar 7,5% untuk 2011 dan 2012.

Sementara pada perkiraan sebelumnya di bulan April, ADB memprediksi pertumbuhan sebesar 7,8% untuk 2011 dan 7,7% di 2012. "Asia tidak sepenuhnya dipisahkan dari dunia Barat. Ekspor negara Asia lebih besar ke negara-negara maju, sehingga mau tidak mau negara-negara dengan sektor-sektor ekspor yang lebih besar akan terpengaruh oleh perlambatan," ujar Rhee Changyong, Kepala Ekonom ADB kepada CNBC Rabu (14/9).

Meskipun terjadi risiko eksternal, Rhee memperkirakan permintaan domestik yang kuat dan perdagangan intra-regional, terus menjaga momentum pertumbuhan di wilayah ini. Ini terjadi karena karena ekonomi yang kuat di Asia Tenggara dan Asia Selatan. “Indonesia memiliki arus modal masuk lebih banyak dan booming investasi,” imbuh Rhee. [mdr]

Tambang-Bank Dukung Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Australia menguat pada Kamis (15/9) pagi, dengan sektor keuangan dan sumber daya memimpn kenaikan. Hal ini terjadi setelah bursa AS semalam menguat dan Eropa menyatakan default Yunani akan dicegah.

Indeks S & P / ASX 200 naik 2,2% menjadi 4.092,40, menutup koreksi 1,6% pada sesi sebelumnya. Di antara saham sumber daya, BlueScope Steel Ltd naik 3,8%, pertambangan raksasa BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Ltd naik 2,3% dan 2,4%, masing-masing.

Dari sektor keuangan, Westpac Banking Corp naik 3,2%, dan Macquarie Group Ltd bergerak lebih tinggi sebesar 4,2%. Saham energi juga naik, meskipun minyak mentah Nymex melemah pada sesi AS, dimana Oil Search Ltd naik 2,9%, dan WorleyParsons Ltd naik 3,9%. [ast]

Sokongan terhadap Yunani mendongkrak bursa Jepang

Sokongan terhadap Yunani mendongkrak bursa Jepang
TOKYO. Sebagian besar saham di bursa Jepang dibuka melaju pagi ini. Pada pukul 09.24 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 1,6% menjadi 8.653,92. Ini merupakan kenaikan tertinggi sepanjang 7 September lalu. Sementara, indeks Topix naik 1,3% menjadi 751,31.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang turut mempengaruhi bursa Jepang adalah: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 1,2%, Sony Corp naik 1,7%, dan Toyota Motor Corp naik 1,3%.

Sentimen positif bursa Asia pagi ini datang dari Eropa. Pimpinan Jerman dan Prancis mengatakan, mereka yakin Yunani akan tetap berada di kawasan Eropa. Selain itu, ada juga spekulasi yang berkembang di mana China kemungkinan akan membantu negara-negara Eropa yang terbelit utang.

"Sebelumnya ada kecemasan bahwa Prancis dan Jerman akan menyalahkan Yunani secara sepihak dan tidak akan memberikan dukungan. Namun, ternyata, situasi di Yunani tidak seburuk yang diperkirakan," jelas Mitsushige Akino, analis Ichiyoshi Investment Management Co.

Sokongan atas Yunani juga membuat euro perkasa. Mata uang bersama di Eropa ini terapresiasi menjadi 105,59 per yen dari sebelumnya 104,82 per yen.

Saham Jepang Ikuti Bangkitnya Bursa AS

Medium
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa Jepang dibuka menguat pada Kamis (15/9) pagi, didukung saham eksportir yang sebelumnya terkoreksi dan penguatan Wall Street.

Indeks saham unggulan Nikkei Stock Average komponen 225 naik 1,8% menjadi 8.668,83, sedangkan Topix naik 1,4% ke ke 751,98.

Bahkan dengan dolar di bawah level psikologis penting 77 yen, eksportir mengikuti kenaikan AS dan pernyataan Eropa bahwa Yunani tidak akan default.

Saham teknologi memimpin keuntungan, seperti Sony Corp naik 2%, Sharp Corp naik 2,7%, Advantest Corp naik 5,1%, dan Elpida Memory Inc melonjak 8%, dengan yang terakhir dibantu laporan bahwa perusahaan akan outsource beberapa pembuatan chip ke Taiwan untuk menghindari tekanan dari penguatan yen.

Perusahaan pembuat mobil dan sumber daya juga membantu kenaikan bursa, dengan Honda Motor Co naik 2,8%, Mazda Motor Corp naik 2,7%, energi utama Inpex Corp naik 2,3%, dan produsen baja JFE Holdings Inc naik 3%. [ast]

Ekspektasi Solusi Eropa Picu Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup naik 1% pada perdagangan saham Rabu (14/9) setelah pimpinan Eropa menunjukkan usaha baru untuk mengatasi krisis utang Eropa.

Indeks Dow Jones naik 140,88 poin atau 1,27% ke level 11.246,73. Indeks S&P 500 naik 15,81 poin atau 1,35% ke level 1.188,68. Indeks Nasdaq naik 40,40 poin atau 1,60% ke level 2.572,55.

Juru bicara Jerman menyatakan, pimpinan Jerman dan Perancis telah melakukan konfrensi call dengan Yunani untuk mereformasi semua sektor keuangan agar lebih ketat dan efektif. Yunani mengharapkan pembuat kebijakan untuk melaporkan Athena perlu menerima bantu dan memenuhi target agar terhindar dari gagal bayar.

Selain itu, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi juga memenangkan kepercayaan dalam pemilihan untuk Itali.

Krisis Eropa dikhawatirkan akan menuju resesi dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Saham seperti General Electirc dan saham sektor industri mencatatkan performa baik. "Apa yang kita lihat hedge fund global mulai berbalik arah untuk investasi dari dolar AS menuju euro dan saham global," ujar Fred Dickson, Chief Market Strategist DA Davidson and Co seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Langkah pimpinan Eropa diikuti oleh US Treasury Secretary Timothy Geithner untuk bertindak menyelesaikan krisis utang Eropa. Geithner mengatakan,pihaknya memiliki kapasitas ekonomi dan uang untuk melakukan hal serupa. Geithner akan menghadiri pertemuan informal
Menteri Keuangan zona Eropa pada Jumat ini.

Saham Conglomerate GE ditutup naik 2,5% ke level US$15,79. Saham teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi. Saham Nvidia Corp naik 5,2% ke level US$15,28. Sementara saham SanDisk Corp naik 4,2% ke level US$42,66. Saham Dell Inc naik 3,3% ke level US$14,86 setelah direksi menyetujui penambahan buyback saham sebesar US$5 miliar.

Volume perdagangan saham sebesar 8,5 miliar saham di NYSE,Amex dan Nasdaq di atas rata-rata harian sebesar 7,6 miliar saham. [hid]

Masih Fokus Yunani, Rupiah Konsolidasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (15/9) diprediksi konsolidasi. Pasar fokus pada telekonference presiden Yunani, Kanselir Jerman dan presiden Perancis.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pergerakan rupiah pada Kamis (15/9) ini cenderung konsolidasi. Sebab, investor mencermati kondisi eksternal lebih lanjut.

Menurutnya, teleconference Presiden Yunani, Kaselir Jerman dan presiden Perancis semalam masih akan jadi fokus pasar hari ini sambil menanti harapan yang positif bagi rupiah. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.690 - 8.730 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Hanya saja, lanjut Firman, semalam sudah dirilis beberapa data AS yang dirilis yang sentimennya dapat mengurangi penguatan dolar AS. Data-data tersebut adalah retail sales dan indeks harga produsen. Indeks harga produsen sudah diprediksikan turun jadi -0,1% dari sebelumnya plus 0,2% untuk bulan Agustus 2011.

"Sementara itu, retail sales sudah diprediksi naik 0,2% dari sebelumnya 0,5%. Karena itu, bisa saja rupiah menguat tipis," paparnya.

Apalagi, lanjut Firman, pada sesi Eropa ada keputusan suku bunga Bank Sentral Swiss yang memungkinkan pasar mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai intervensi bank sental itu terharap pergerakan euro-frank. "Sebab, euro-frank saat ini mendekati level minimum yang ditetapkan oleh Bank Sentral Swiss," ucap dia.

Menurut Firman, jika Swiss mempertahankan nilai minimum nilai tukarnya, akan memperkuat euro dan jadi sentimen positif bagi rupiah. "Tapi, penguatan rupiah akan terbatas oleh perlambatan ekonomi di Eropa," imbuhnya. "Karena itu, secara umum pergerakan rupiah akan konsolidasi."

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/9) ditutup melemah tajam 57 poin (0,65%) ke level Rp8.715/8.725.

PTIS Angkut 2,4 Juta Barubara PT Arutmin

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Straits Tbk (PTIS) mendapatkan kontrak dari PT Arutmin Indonesia untuk mengangkut 2,4 juta ton batubara.

Demikian mengutip keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Kontrak tersebut ditandai dengna nota kesepakatan atau letter of intent (Lol) dengan anak usaha PT Bumi Resources Tbk. Kesepakatan pengangkutan ini akan dilakukan selama enam bulan dan telah dimulai September 2011 serta memiliki perpanjangan enam bulan ke depan.

Pengangkutan ini dilakukan di tempat batubara Arutmin di Satui, Kalimantan Selatan. Dengan demikian kontrak ini memberikan keuntungan bagi perseroan yang sudah 26 tahun menekuni bidang logistis dan integrasi laut.

Bapepam-LK belum memberi izin kuasi reorganisasi BNBR

Bapepam-LK belum memberi izin kuasi reorganisasi BNBR
JAKARTA. Kuasi reorganisasi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) belum mendapatkan izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam LK Gonthor Ryantori Aziz mengatakan akan memanggil kembali BNBR.

Otoritas pasar modal ingin meminta penjelasan tambahan dari pengelola perusahaan induk grup Bakrie tersebut. "Minggu ini kami minta keterangan tambahan karena masih ada yang kurang terkait proyeksi usaha perseroan ke depan seperti apa," papar Gonthor kepada KONTAN di Jakarta, Rabu (14/9).

Menurut aturan main kuasi reorganisasi, perusahaan yang berniat melakukan aksi bersih-bersih laporan keuangan tersebut wajib bisa membukukan untung di laporan keuangan akhir tahun buku selama lima tahun berturut-turut. Bila ternyata perusahaan tersebut gagal membukukan untung, maka defisit yang dihapus harus kembali dicatatkan di dalam neraca.

Meski masih berniat meminta penjelasan kepada perusahaan infrastruktur dan investasi tersebut, Bapepam-LK memberi sinyal kuasi reorganisasi BNBR bisa rampung paling lambat di Desember tahun ini. Artinya, BNBR akan kembali bisa bagi-bagi dividen mulai tahun depan.

BNBR sendiri telah mengajukan kembali minat melakukan kuasi reorganisasi pada 19 Agustus 2011 lalu. Untuk aksi korporasi tersebut, BNBR menggunakan laporan keuangan Juni 2011. "Mereka sudah memenuhi persyaratan, sebelumnya mereka sudah datang ke Bapepam-LK untuk meminta penjelasan terkait kuasi reorganisasi aspek keuangan dan akuntansinya," beber Gonthor.

BNBR saat ini mencatatkan defisit dan selisih nilai restrukturisasi entitas sepengendali sekitar Rp 38 triliun. Nilai itu merupakan akumulasi kerugian BNBR sejak krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial di 2008.

Kinerja PGAS terhadang harga beli dan kenaikan biaya

JAKARTA. Awal tahun ini bukan masa yang baik bagi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Perusahaan ini kesulitan mencetak pertumbuhan kinerja yang signifikan di semester pertama.

Stevanus Juanda, analis J.P. Morgan Securities Indonesia, menyebut kinerja PGAS sepanjang semester pertama lalu masih di bawah prediksi. Perusahaan pelat merah ini hanya mampu membukukan laba bersih Rp 3,2 triliun di periode tersebut.

Jumlah ini hanya sekitar 46% dari prediksi laba bersih akhir tahun 2011 yang dibuat J.P. Morgan, yakni Rp 6,9 triliun. "Kinerja di kuartal kedua 2011 lemah," tulis Stevanus dalam risetnya.

Maklum saja, di kuartal dua 2011, PGAS hanya mampu mencetak laba bersih sekitar Rp 1,2 triliun. Analis OSK Nusadana Securities Indonesia Arief Budiman menghitung, jumlah tersebut lebih rendah 45% dari realisasi laba bersih di kuartal dua 2010.

Penyebabnya adalah harga beli gas meningkat. Selain itu, PGAS juga menanggung peningkatan biaya operasional yang cukup signifikan.

Terkendala harga gas

Tambah lagi, volume distribusi gas di kuartal kedua 2011 turun 4% bila dibandingkan dengan volume distribusi di kuartal satu tahun ini. Sementara bila dihitung selama satu semester, volume distribusi di enam bulan pertama tahun ini lebih rendah 5% dibandingkan volume di periode yang sama tahun sebelumnya.

PGAS juga masih harus menyelesaikan masalah renegosiasi harga gas. Asal tahu saja, ketidakpastian soal harga gas ini membuat saham PGAS terus anjlok.

Per 2 Agustus lalu, harga saham perusahaan ini masih Rp 4.000 per saham. Pada penutupan perdagangan kemarin (14/9), harga PGAS anjlok hingga 2.725 per saham. Artinya, PGAS melemah sekitar 31,88% dalam waktu kurang dari dua bulan.

PGAS masih membuka peluang melakukan renegosiasi harga gas. Menurut Chandra P. Pasaribu, analis Danareksa Sekuritas, PGAS akan terus melakukan diskusi dengan pihak terkait untuk mencari solusi win-win.

Apalagi, PGAS masih punya ruang menaikkan harga gas. Perusahaan pelat merah ini juga mengindikasikan bersedia mengkaji ulang harga beli gas jika pihaknya mendapat kepastian pasokan gas.

Melihat kinerja dan berbagai hambatan bisnis PGAS tadi, Arief menurunkan proyeksi laba bersih PGAS di 2011 menjadi Rp 6,1 triliun. Ini lebih rendah 16% daripada proyeksi awal Arief.

Meski begitu, analis masih optimistis dengan kinerja PGAS. Stevanus menilai volume distribusi akan membaik, terutama setelah volume pengiriman gas dari Conoco Philips kembali normal.

Arief menilai PGAS memiliki model bisnis yang kuat karena menguasai sekitar 94% pangsa pasar distribusi gas di Indonesia. Plus, valuasi saham ini masih menarik. Karena itu Arief masih memasang rekomendasi beli untuk PGAS. Ia mematok target harga saham ini di Rp 3.875 per saham.

Sedang Stevanus memilih memberi rekomendasi netral untuk saham ini. Ia memprediksi harga saham PGAS bisa kembali naik menjadi Rp 3.300 per saham.

Sementara Chandra merekomendasikan tahan untuk PGAS. Untuk target harga, ia mematok PGAS bisa mencapai Rp 3.400 per saham.

IHSG Siap Ikuti Penguatan Global

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah hingga 75 poin setelah dana asing Rp 1,4 triliun 'kabur' dari lantai bursa. Situasi ekonomi global yang belum stabil memicu aksi jual saham dalam jumlah banyak.

Pada perdagangan, Rabu (14/9/2011), IHSG terkoreksi 75,746 poin (1,96%) ke level 3.799,037. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 15,610 poin (2,30%) ke level 664,934.

Membaiknya bursa-bursa utama dunia akan membawa sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (15/9/2011), IHSG diprediksi bergerak menguat meski masih diwarnai kehati-hatian.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat tekanan untuk penanganan krisis Eropa dengan segera. Wall Street sudah menguat selama 3 hari berturut-turut.

Pada perdagangan Rabu (14/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 140,88 poin (1,27%) ke level 11.246,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,81 poin (1,35%) ke level 1.188,68 dan Nasdaq menguat 40,40 poin (1,60%) ke level 2.572,55.

Bursa-bursa Asia juga langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 146,86 poin (1,72%) ke level 8,665,43.
  • Indeks KOSPI menguat 51,69 poin (2,96%) ke level 1.800,85.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG Rabu (14/9) ditutup turun 76 point (-1.95%) ke level 3,779.04 dengan seluruh sektor mengalami penurunan. Total transaksi di bursa tercatat sebanyak 10 juta lot atau setara dengan Rp5.1 triliun.

Tercatat sebanyak 44 saham mengalami kenaikan, 200 saham mengalami penurunan, 57 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa hari ini a.l. BDMN, HRUM, UNVR, TPIA dan CTRA sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BMRI, ASII, BBCA, BBRI dan INTP.

Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp1.3 triliun dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. BBRI, BMRI, UNTR, ASII dan BBCA.

Secara teknikal, Pada perdagangan kemarin (14/9) IHSG kembali bergerak melemah dengan break dari garis Fibonacci Retracement 38,2% di 3822 dan masih belum menunjukan sinyal reversal. Indikator Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend menuju area oversold sementara MACD telah membentuk deathcross dengan MACD Histogram yang kembali memasuki area negatif. Target koreksi IHSG berikutnya berada pada garis Fibonacci Retracement 23,6% di level 3733 yang juga merupakan Support kuat untuk IHSG. Pada perdagangan hari ini (15/9), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3733-3835 dengan kecenderungan melanjutkan kembali koreksinya. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l CMNP, HRUM, dan BDMN.

(qom/qom)

Hindari Trading, Fokus Untuk Akumulasi

INILAH.COM, Jakarta- Fluktuasi di bursa saham domestik pada Kamis (15/9) diperkirakan masih akan terjadi. Investor disarankan untuk menghindari trading, namun melakukan akumulasi jangka panjang, terutama pada saham perbankan.

Felix Sindhunata, analis saham dari Henan Putihrai mengatakan, IHSG hari ini masih akan bergerak volatile. “Hal ini karena pelemahan rupiah akibat pengalihan ke aset investasi safe haven (US treasury),” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, tekanan jual masih akan berlangsung karena investor akan cenderung bertahan dalam posisi cash, dan melakukan penjualan atau deleveraging di saham-saham unggulan Indonesia.

Dalam situasi seperti ini, Felix menilai sangat beresiko jika melakukan pola-pola trading. Investor disarankan untuk stay cash untuk jangka pendek, “Lakukan ini sampai gejolak pasar keuangan global mereda,” katanya.

Sementara pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu menyarankan investor untuk melakukan akumulasi jangka panjang, terutama di saham-saham perbankan Indonesia. Terutama mengingat sektor ini tidak terpengaruh faktor eksternal karena tidak ada eksposur ke pasar ekspor.

Selain itu perbankan nasional masih dalam posisi likuiditas cukup, dan BI melakukan policy moneter yang membuka ruang perbankan mencari likuiditas di PUAB (pasar uang antar bank) dan lempar kredit.

“Adapun secara valuasi, saham-saham perbankan Indonesia juga masih terdiskon jauh dari nilai wajarnya,” katanya.

Beberapa saham pilihan Irwan adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). “Rekomendasi buy and hold emiten-emiten ini,” ucapnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (14/9) ditutup anjlok 75,75 poin (1,95%) ke level 3.799,03, dengan intraday terendah di 3.775,36 dan tertinggi di 3.897,31. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,032 miliar lembar saham, senilai Rp 5,096 triliun dan frekuensi 153.454 kali.

Sebanyak 47 saham naik, sisanya 217 saham turun, dan 59 saham stagnan. Asing mendukung koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih asing (net foreign sell) tercatat sebesar Rp1,418 triliun. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,456 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,037 triliun. [mdr]

Analis: Reksadana campuran lebih aman dari reksadana saham

Analis: Reksadana campuran lebih aman dari reksadana saham
JAKARTA. Reksadana campuran menjadi instrumen paling laris selama Agustus 2011. Mengacu data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana campuran tumbuh 63% menjadi Rp 32,94 triliun hanya dalam tempo satu bulan.

Kenaikan NAB reksadana campuran lebih tinggi daripada pertumbuhan NAB reksadana saham yang hanya 4%. NAB reksadana saham bergerak dari Rp 56,01 triliun per akhir Juli menjadi Rp 58,28 triliun per akhir Agustus.

Adapun reksadana pendapatan tetap naik 33,7% dari Rp 26,14 triliun per akhir Juli menjadi Rp 34,97 triliun per Agustus. Total dana kelolaan reksadana per akhir Agustus 2011 mencapai posisi tertinggi, yakni Rp 180,87 triliun.

Analis Infovesta Utama, Edbert Suryajaya, mengatakan investor melirik reksadana campuran karena reksadana jenis itu dinilai lebih aman dibandingkan reksadana saham. Sedang jika disandingkan dengan reksdana pendapatan tetap, reksadana campuran unggul dalam kemampuan mencetak yield.

Banyak investor takut bermain reksadana saham tetapi ingin mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap. "Mereka larinya ke reksadana campuran," tutur Edbert, Rabu (14/9).

Presiden Direktur Panin Asset Management, Winston Sual, menyebutkan investor memilih reksadana campuran karena alasan risiko. Reksadana campuran dinilai lebih aman dibandingkan reksadana saham. "Investor melihat aset penyertaan (underlying asset) reksadana campuran ada sahamnya, namun lebih aman dibandingkan reksadana saham," papar dia.

NAB reksadana campuran di Panin Asset Management hanya naik tipis 10% menjadi Rp 1,2 miliar per akhir Agustus. "Kalau dari unit penyertaan, reksadana campuran kami naik dari 225 juta unit menjadi 257 juta unit per Agustus 2011," ujar Winston.

Sedang NAB reksadana saham Panin naik 12% dari Rp 4,8 triliun menjadi Rp 5,3 triliun. Adapun NAB reksadana pendapatan tetap tidak beranjak, sekitar Rp 400 miliar per Agustus. "Total NAB kami Rp 8,5 triliun, itu 65% di reksadana saham, sekitar 15% di reksadana campuran dan sisanya reksadana pendapatan tetap," tutur dia.

Harga minyak kembali terkoreksi di hari kedua

Harga minyak kembali terkoreksi di hari kedua
SYDNEY. Kontrak harga minyak kembali ditransaksikan melorot di New York. Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober di New York Mercantile Exchange turun sebesar 31 sen menjadi US$ 88,60 per barel. Pada pukul 08.49 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 88,72 per barel. Sementara kemarin, harga minyak turun 1,4% menjadi US$ 88,91 sebarel. Kendati begitu, dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melonjak 17%.

Sedangkan kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober naik 51 sen menjadi US$ 112,40 per barel di ICE Futures Europe exchange, London.

Penurunan harga minyak terjadi setelah investor bertaruh mengenai kenaikan cadangan minyak AS dan perlambatan pertumbuhan AS mengindikasikan permintaan minyak di Negeri Paman Sam itu akan terpangkas.

Sekadar tambahan, data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan suplai bensin AS naik 1,94 juta barel pada pekan lalu. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak Juni. Sementara, data yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan pertumbuhan stagnan penjualan ritel pada Agustus.

Inilah Saham Pilihan Kamis (15/9)

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia diprediksi masih berpotensi terkoreksi sehingga perlu wait and see di kisaran 3.756-3.905.

"Secara teknikal IHSG dapat mengalami koreksi tipis sebelum bullish," kata analis saham AMCapital dalam catatannya kemarin.

Dari sthocastic, IHSG masih konfirmasi bullish pada trend jenuh jual. Dari DMI, IHSG kembali mengelami tekanan jual yang lebih besar dari tekanan beli. Dari MACD, IHSG berpotensi mengkonfirmasi sinyal death cross jika tidak kembali bullish pada perdagangan selanjutnya.

"Saya menyimpulkan Wait And see , karena IHSG masih akan berpotensi koreksi. Tunggu tekanan beli selanjutnya pada IHSG dan untuk sementara pantaulah saham yang sudah jenuh jual dengan volume besar," jelasnya.

Saham yang dapat dipantau seperti saham BBRI dengan rekomendasi beli jika bertahan di 6.150 yang berpotensi bullish di harga 6.600. Saham INDF disarankan beli jika tertahan di 6.450 yang berpotensi bullish di harga 6.850.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko meilai dengan melemahnya rupiah akibat tekanan regional dan sentimen negatif dari terpangkasnya asumsi pertumbuhan GDP regional Asia dan Indonesia memberikan tekanan ke pasar. "Namun bila masih ada koreksi bisa memberikan kesempatan bargain huting," katanya kemarin.

Saham yang direkomendasikan seperti saham BMRI dengan target harga di 6.850 dari penutupan kemarin di 6.420. Strategi masuk pertama di 6.250 dan kedua di 6.000 dengan cut loss di 5.750.

Untuk saham ASII disarankan beli dengan target harga di 67.700 dari penutupan kemarin di 66.750. Strategi masuk pertama di 65.500 dan kedua di 64.200 dengan cut loss di 62.000.

Sentimen negatif dari proses melemahnya rupiah yang ditakutkan dapat meningkatkan biaya produksi mobil membuat ASII terkoreksi tajam, namun saham in mulai memasuki area oversold sehingga ada kesempatan akumulasi untuk technical rebound terbuka jika masih ada penekanan.

Selama suku bunga BI rate tidak dinaikan, permintaan kredit mobil akan stabil walaupun harganya akan terkerek naik akibat cost of good sold menjadi mahal.

Sementara saham BBCA disarankan beli dengan target harga di 7.850 dari penutupan kemarin di 7.750. Strategi masuk pertama di 7.450 dan kedua di 7.300 dengan cut loss di 7.100.

Saham HRUM disarankan beli dengan target harga di 8.250 dari penutupan kemarin di 8.050. Strategi masuk pertama di 7.800 dan kedua di 7.550 dengan cut loss di 7.400.

Di sektor batubara, pemain small cap (lapis dua) lebih memberikan value untuk cerita pertumbuhan skala operasional produksi tambang dan kinerja fundamental, salah satunya HRUM perlu dilirik oleh investor.

Pilih Saham yang Masih di Area Support

INILAH.COM, Jakarta – Net sell asing, penurunan kepercayan terhadap Eropa, down grade bank-bank Perancis, pemangkasan outlook pertumbuhan Asia dan wacana repatriasi ekspor jadi risiko di market.

Vice President dan Senior Technical Analyst PT Samuel Securities Muhammad Al Fatih mengatakan, semua itu, bisa membuat risko kareksi bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ). Hanya saja, lanjut Al Fatih indeks berpeluang mengalami technical rebound sebelum level support 3.750 tersentuh.

Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif beberapa saham yang masih berada di level support. Antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT United Tractor (UNTR), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP). Saham-saham tersebut, berpotensi balik arah (reversal) naik Kamis (15/9) ini. “Tapi, jika indeks secara umum masih melemah, koreksi pada saham-saham itu akan terbatas. Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” katanya kepada INILAH.COM.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada Rabu (14/9) ditutup anjlok 75,75 poin (1,95%) ke level 3.799,03, dengan intraday terendah di 3.775,36 dan tertinggi di 3.897,31. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 15,61 poin (2,29%) ke level 664,93. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah net sellasing mencapai Rp1,4 trilun, bagaimana Anda melihat risiko koreksi pada IHSG berikutnya?

Dengan aksi net sell asing lanjutan sebesar itu, laju IHSG tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor regional. Semua itu, antara lain dipicu oleh kondisi memburuknya krisis utang di Eropa. Kepercayaan terhadap penyelesaian krisis utang menurun setelah nasib bailout Yunani jadi mengambang.

Kalau begitu, support dan resistance IHSG di level berapa?
IHSG memiliki support di level 3.700 hingga 3.750 sedangkan level resistance berada di level 3.930 hingga 4.020. Kisaran pergerakan market saat ini sangat lebar karena volatilitas market yang sangat tinggi. Dalam satu hari, indeks bisa turun-naik sebesar 100-an poin. Tapi, hingga penutupan potensi pelemahan indeks relative kecil.

Bahkan, mungkin di akhir sesi, indeks bisa bergerak positif dengan tetap memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada bursa regional. Apalagi, secara teknikal, ada level support yang belum disentuh oleh IHSG di 3.750. Jadi, jika terjadi penurunan berpeluang terjadi technical rebound sebelum level tersebut dicapai.

Bagaimana dengan risiko market lainnya?
Risiko market lainnya adalah kondisi kesehatan perbankan di Eropa yang juga menurun. Sebab, banyak eksposur perbankan di Eropa pada obligasi Yunani dan negara-negara lain yang sedang bermasalah di Eropa seperti Portugal, Spanyol, dan Italia.

Karena itu, penurunan peringkat 2 bank di Perancis oleh Moody’s Investor Service juga jadi faktor pergerakan market hari ini.Sebelum didowngrade, beredar kabar bahwa pinjaman antar bank menurun.

Artinya, ada bank-bank di Perancis yang tidak bisa memberikan pinjaman antar bank seperti yang terjadi di Indonesia pada 1998. Karena takut bank lain tidak bisa bayar (default) bank enggan memberikan pinjaman sehingga likuiditas antar bank terganggu.

Bagaimana dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan Asia oleh Asian Development Bank (ADB)?
Ya. Market juga mendapat tekanan dari ADB yang menurunkan perkiraan pertumbuhan Asia sebesar 7,5% untuk 2011 dan 2012. Padahal, perkiraan sebelumnya di bulan April, ADB memprediksi pertumbuhan sebesar 7,8% untuk 2011 dan 7,7% di 2012. Meski begitu, market Indonesia masih menarik dibandingkan kawasan lainnya.

Faktor domestik bagaimana?
Dari dalam negeri, tinggal masalah sentiment negatif dari wacana repatriasi eskpor dari Bank Indonesia. Para eksportir diwajibkan menyimpan devisanya pada sejumlah bank lokal. Kebijakan ini dilihat atau ada kekhawatiran terutama oleh investor asing bahwa BI terlalu jauh mengontrol devisa. Ini tidak disukai asing.

Seharusnya memang berpengaruh positif bagi capital inflow di pasar domestik. Tapi, ada anggapan bahwa kebijakan tersebut seolah-olah akan adanya control devisa oleh BI. Karena itu, sentimennya jadi negatif. Tapi, ini baru sebatas sentimen. Saya rasa, BI bisa mengemas rencana ini dengan lebih baik.

Dalam situasi ini, saham-saham apa yang Anda rekomendasikan?
Beberapa emiten yang masih berada di level supportnya. Antara lain, BBRI, UNTR, BBCA dan INTP. Saham-saham tersebut, berpotensi balik arah (reversal) naik Kamis (15/9) ini. Tapi, jika indeks secara umum masih melemah, koreksi pada saham-saham itu akan terbatas. Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut.

Pelemahan rupiah hanya efek sementara

Pelemahan rupiah hanya efek sementara
JAKARTA. Rupiah kembali bergerak bagai roller coaster. Dalam perdagangan kemarin (14/9), nilai tukar rupiah sempat anjlok hingga menyentuh Rp 9.110 per dollar Amerika Serikat (AS), sebelum akhirnya kembali menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, di pasar spot rupiah ditutup melemah 2,55% menjadi Rp 8.884 per dollar AS. Ini nilai tukar rupiah terendah sejak 17 Februari 2011.

Mata uang garuda ini melemah lantaran investor memilih cabut dari Indonesia dan kembali menempatkan dana di dollar AS. "Sekarang terjadi capital reversal. Rupiah pun ikut goncang," kata Farial Anwar, Direktur Currency Management Group, Rabu (14/9).

Pelaku pasar khawatir kondisi ekonomi Eropa semakin buruk setelah Moody\'s menurunkan peringkat dua bank besar di Prancis, Societe Generale dan Credit Agricole. Moody\'s juga masih mengkaji performa BNP Paribas, bank besar lain di Prancis.

Hal ini diperburuk dengan pernyataan Perdana Menteri China Wen Jiabao beberapa waktu lalu yang memutuskan menunda bantuan kepada Eropa. Tambah lagi, ekonomi AS juga belum pulih.

Ketidakpastian terhadap ekonomi global ini membuat pasar tidak memiliki banyak pilihan instrumen investasi. "Sehingga investor memilih bermain aman," sebut Rachmat Wibisono, dealer valuta asing Bank Rakyat Indonesia.

Kendati begitu, para analis dan pengamat yakin penurunan rupiah ini hanya sementara. "Ini bukan karena fundamental ekonomi Indonesia, tapi lebih karena kondisi global," tegas Bambang Brodjonegoro, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Bank Indonesia juga sudah siap mengantisipasi fluktuasi nilai tukar rupiah. "Dengan risiko ekonomi global, kebijakan BI tidak hanya fokus pada inflasi, tapi akan kami seimbangkan dengan kebijakan untuk pertumbuhan ekonomi," sebut Perry Warjiyo, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Analis juga tetap tidak mengubah target nilai tukar rupiah di akhir tahun. Rachmat optimistis rupiah tetap akan mencapai kisaran Rp 8.400-Rp 8.500 per dollar AS di akhir tahun. Tapi, dalam jangka nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam kisaran yang lebar.

Eropa belum kehilangan harapan atas Yunani, Wall Street ditutup reli

Eropa belum kehilangan harapan atas Yunani, Wall Street ditutup reli
NEW YORK. Secara tidak terduga, mayoritas saham di bursa AS melonjak. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,4% menjadi 1.188,68. Dengan demikian, dalam tiga hari belakangan, lonjakan indeks S&P 500 mencapai 3%. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,3% menjadi 11.246,73.

Sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks S&P 500 bergerak positif. Sementara, sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain: General Electric Co, Home Depot Inc, dan Monsanto Co yang masing-masing naik 2,4%. Selain itu, lonjakan harga juga terjadi pada saham FedEx Corp yang naik 1,4% serta Dell Inc yang naik 3,3%.

Aksi beli atas saham-saham Wall Street terjadi setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel meyakinkan bahwa Yunani akan tetap berada di kawasan Eropa.

"Lonjakan yang terjadi kemarin malam disokong oleh faktor psikologis. Negara-negara Eropa belum kehilangan harapan. Ada keinginan untuk mempertahankan penguatan euro. Pertanyaannya adalah, apakah mereka memiliki mekanisme untuk menghindari efek domino krisis utang itu?" urai Peter Sorrentino, money manager Huntington Asset Advisors di Cincinnati.

Sekadar tambahan, kecemasan mengenai kondisi ekonomi global tergelincir ke jurang resesi di tengah memburuknya krisis utang Eropa memicu penurunan indeks S&P 500 jeblok 18% pada periode April hingga 8 Agustus. Namun, sejak saat itu, indeks acuan AS itu sudah rebound 6,2%.

Sukuk Negara akan terbit akhir 2011

JAKARTA. Pemerintah siap menggali utang baru dari pasar keuangan domestik. Pemerintah akan merilis surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk pada akhir tahun ini. Tapi belum jelas berapa target perolehan dana dari penerbitan SBSN itu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengatakan, sukuk yang underlying asset atau aset dasarnya proyek-proyek pemerintah sejatinya sudah bisa dihimpun lantaran payung hukumnya telah terbit.

Tapi berhubung masih banyak aset negara yang bisa dijadikan dasar, maka pemerintah memprioritaskan sukuk dengan underlying asset barang milik negara (BMN). "BMN sisanya masih Rp 30 triliun, jadi belum perlu menggunakan proyek Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam APBN," ujar Rahmat, belum lama ini. Adapun nilai proyek di DIPA tahun ini mencapai Rp 19 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan penerbitan sukuk untuk membiayai proyek-proyek baru (project financing). Regulasi untuk aksi ini masih digodok. Pemerintah tengah melakukan harmonisasi peraturan pemerintah, disusul peraturan menteri keuangan sebagai dasar aturan pelaksananya. "Paling cepat akan terbit pada tahun 2012," ujar Rahmat.

Dia belum bisa menyebutkan nilai penerbitan sukuk ini. Hal tersebut sangat tergantung pada proyek milik kementerian/lembaga, juga mengacu permintaan pasar.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPU Kementerian Keuangan, Dahlan Siamat, menambahkan, PP untuk sukuk project financing sudah berada di meja presiden. Selanjutnya, pemerintah akan menyosialisasikan ke kementerian/lembaga, serta melakukan studi kelayakan atas proyek yang akan dibiayai itu.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menerbitkan sukuk berbasis proyek. Ada dua jenis sukuk, yakni sukuk berbasis proyek dengan underlying asset proyek-proyek APBN yang tengah berjalan dan sukuk project financing.

Ada 1.606 proyek senilai Rp 20,9 triliun milik Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum yang akan menjadi underlying asset penerbitan sukuk negara. Jenis proyeknya antara lain pembangunan jalan sebanyak 40%, fasilitas penyeberangan atau pelabuhan 16%, dan rumah susun untuk disewakan sebanyak 15%.

Tekanan Penyelesaian Krisis Eropa Dorong Penguatan Wall Street

New York - Tekanan untuk penanganan krisis Eropa dengan segera membawa saham-saham di bursa Wall Street menguat hingga 1%. Saham-saham sudah menguat selama 3 hari berturut-turut.

Para pemimpin Jerman dan Eropa telah mendesak Yunani untuk mengimplementasikan seluruh reformasi finansial secara ketat dan efektif. Yunani diharapkan melaporkan rencananya untuk memenuhi target dan menerima bantuan yang diperlukannya untuk menghindari gagal bayar.

Kabar baik juga datang dari Italia, dimana Perdana Menteri Silvio Berluscono memenangkan voting untuk rencana penyelamatan negara tersebut dari krisis.

Langkah dari para pemimpin Eropa itu merupakan lanjutan dari desakan Menteri Keuangan AS Timothy Geithner yang meminta mereka berupaya sepenuh tenaga untuk menyelesaikan krisis Eropa. Geithner mengatakan mereka memiliki kapasitas finansial dan ekonomi untuk mengatasinya.

"Apa yang kita amati adalah hedge fund global, paling tidak secara momentum, membawa kembali perdagangan yang berisiko, mengarahkan dana-dana menjauh dari dolar ke euro dan saham-saham global," ujar Fred Dickson, chief market strategist DA Davidson & Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/9/2011).

Pada perdagangan Rabu (14/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 140,88 poin (1,27%) ke level 11.246,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,81 poin (1,35%) ke level 1.188,68 dan Nasdaq menguat 40,40 poin (1,60%) ke level 2.572,55.

Saham-saham dalam beberapa pekan terakhir tergerus cukup besar karena dibayangi kekhawatiran krisis Eropa bisa membawa kawasan tersebut ke jurang krisis. Namun setiap secercah harapan dari krisis Eropa langsung membawa penguatan harga saham-saham.

Sektor yang secara tipikal mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi seperti General Electric dan industri baru kemarin mencetak kenaikan terbesar. Saham GE tercatat naik hingga 2,5% menjadi US$ 15,79.

Saham Nvidia Corp melonjak hingga 5,2% menjadi US$ 15,28, sementara produsen chip lainnya, SanDisk Corp naik hingga 4,2% menjadi US$ 42,66. Saham Dell Inc naik hingga 3,3% menjadi US$ 14,86, sehari setelah Dewan mengumumkan tambahan program buyback hingga US$ 5 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,5 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian tahun lalu yang sebesar 7,6 miliar lembar.

(qom/qom)