Senin, 19 September 2011

Koreksi Berlanjut, Cermati Saham Kriteria Khusus

INILAH.COM, Jakarta- Koreksi bursa siang ini tampaknya akan berlanjut hingga penutupan. Namun, saham yang berorientasi ekspor, fokus pada pasar domestik dan berfundamental kuat bisa menjadi piilhan.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (19/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 49,57 poin (1,29%) ke level 3.785,613. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 10,07 poin (1,50%) ke angka 660.023.
Laju indeks siang ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,123 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 1,701 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,098 triliun di pasar reguler dan total Rp1,269 triliun dan 46.822 frekuensi kali. Hanya 29 saham menguat, sedangkan 189 saham melemah dan 61 saham stagnan.
Pelemahan indeks sesi pertama, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp43,7 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp347,1 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp390,8 miliar.
Semua sektor saham, kompak mendukung pelemahan indeks. Sektor konsumsi memimpin koreksi 1,65%, disusul sektor perkebunan dan keuangan yang masing-masing turun 1,54%, industri dasar turun 1,51%, manufaktur 1,49%, aneka industri 1,29%, properti 1,01%, perdagangan 0,93%, pertambangan 0,91% dan infrastruktur 0,80%.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore bakal melemah. Menurutnya, karena support 3.790 sudah ditembus, indeks berpeluang mengarah ke level support berikutnya 3.745 berdasarkan pola pivot point. “Sedangkan support 3.790 berubah jadi level resistance dan 3.865 jadi resistance berikutnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (19/9).

Pelemahan indeks hari ini, menurut Alfiansyah, salah satunya masih dipicu oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah menjadi konsentrasi pelaku pasar domestik saat ini karena pergerakannya sangat berpengaruh pada kondisi makro ekonomi Indonesia secara luas. “Karena itu, pasar saham mengalami kepanikan saat rupiah kembali melemah 91 poin ke level 8.894 per dolar AS,” ujarnya.

Dia menegaskan, selama pergerakan nilai tukar rupiah masih fluktuatif dalam kisaran yang lebar, indeks saham akan terdampak negatif. “Karena itu, indeks berpeluang melemah hingga penutupan kecuali jika terjadi pembalikan arah menguat pada rupiah,” papar dia.

Memang, lanjutnya, Bank Indonesia sudah membatasi transaksi dalam valuta asing. Pinjaman juga harus lebih banyak dalam rupiah dan membatasi pinjaman dalam dolar AS. Kebijakan ini diharapkan bisa menjaga rupiah pada level stabil. “Tapi, pasar punya penilaian berbeda sehingga rupiah tetap saja melemah,” ucap Alfiansyah.

Di sisi lain, seiring rencana European Central Bank (ECB) yang menyediakan fasilitas pendanaan (likuiditas) dolar AS, para hedge fund juga mulai menarik dananya dari pasar domestik. ECB bekerjasama dengan The Fed, Bank of England, Bank of Japan, dan Swiss National Bank (SNB).

Tapi, Alfiansyah menilai, penarikan dana ini semata untuk memenuhi kebutuhan likuiditas di pasar global. “Itu juga dilakukan karena bisa jadi mereka melihat peluang profit jangka pendek pada instrument investasi di pasar global,” tuturnya.

Pada saat yang sama, lanjutnya, asing juga berekspektasi positif atas Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Rabu (21/9) dan Kamis (22/9) yang diperkirakan bakal menggulirkan Quantitative Easing (QE) tahap ketiga. “Mereka punya harapan atas pasar modal di AS. Karena itu, mereka keluar terlebih dahulu dari Indonesia,” imbuhnya.

Dalam situasi ini, Alfiansyah, merekomendasikan positif saham-saham yang berorientasi ekspor, mendapat dukungan dari konsumsi domestik dan berfundamental kuat di sektor perkebunan, pertambangan, industri dasar, konsumsi, properti, perbankan dan grup Astra.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Agro Lestari (AALI), PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Aneka Tambang (ANTM). Lalu, PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Intraco Penta (INTA).

PT Astra Internasional (ASII), PT Indika Energy (INDY), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan buy on support dengan pola trading buy pada saham-saham tesebut,” imbuh Alfiansyah. [ast]

Koreksi Bursa Asia Seret IHSG Jatuh 43 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkoreksi 43 poin mengawali perdagangan awal pekan. Bursa saham lokal terseret arus negatif bursa-bursa di Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 8.800 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 43,852 poin (1,15%) ke level 3.791,329. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 10,884 poin (1,62%) ke level 659,212.

Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (19/9/2011), IHSG terpangkas 44,458 poin (1,15%) ke level 3.790,723. Indeks LQ 45 melemah 11,034 poin (1,65%) ke level 659,062.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, koreksi IHSG bisa sedikit ditahan, turun 37,078 poin (0,97%) ke level 3.798,103. Sementara Indeks LQ 45 melemah 8,344 poin (1,26%) ke level 661,752.

Pada akhir pekan lalu, IHSG menguat 60 poin atas aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks mengakhiri pelemahan yang sudah terjadi dalam lima hari perdagangan terakhir.

Seluruh bursa di Asia memerah akibat kehati-hatian investor menyusul masih belum berakhirnya krisis utang di Eropa. Sentimen negatif ini menghentui pergerakan IHSG.

Berikut situasi bursa-bursa regional pagi ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 32,10 poin (1,29%) ke level 2.450,24.
  • Indeks Hang Seng jatuh 409,17 poin (2,10%) ke level 19.046,14.
  • Indeks Straits Times melemah 24,88 poin (0,89%) ke level 2.764,16.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 8.800 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

(ang/ang)

Bapepam Terus Telaah Untuk Kelola Saham Terlantar

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terus melakukan penelaahan untuk pengelolaan saham terlantar.

Penunjukan lembaga untuk mengelola saham terlantar memerlukan dasar hukum agar tak disalahkan dalam mengelola saham terlantar di masa mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Biro PKP Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan, Senin (19/9). "Kita masih terus melakukan penelaahan untuk mengelola saham terlantar, nanti saham tersebut mau diapakan," ujar Anis.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengelolaan saham terlantar ini akan masuk dalam Biro Perundang-undangan dan Hukum. Hal ini dilakukan agar lembaga yang ditunjuk nanti memiliki dasar hukum dan saham terlantar dapat dikelola. "Fund itu ada dasar hukumnya agar tak disalahkan siapa yang kelola," kata Anis.

Anis belum dapat memastikan kapan penelaahan penunjukan lembaga untuk mengelola saham terlantar itu selesai.

Seperti diketahui, saham ditelantarkan adalah pemilik mengabaikan haknya, sebagian besar jumlahnya odd lot, dan biasanya tercatat secara warkat di Biro Administrasi Efek (BAE). Jumlah saham yang terbatas sering kali pemilik saham melakukan peminjaman KTP saat go public atau terkait registrasi (sebelum berlakunya scriptless). Selain itu, kemungkinan terjadinya saham ditelantarkan karena berubahnya rasio saham menjadi makin kecil terkait aksi korporasi yang dilakukan emiten. Meskipun saham tersebut ditelantarkan tetapi diharapkan perusahan dapat melindungi hak-hak pemegang saham. [cms]

Investor kembali mengoleksi emas

Investor kembali mengoleksi emas
MELBOURNE. Sudah dua hari terakhir, kontrak harga emas ditransaksikan naik. Pada pukul 11.57 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,9% menjadi US$ 1.828,74 per troy ounce. Sementara itu, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember juga naik 1% menjadi US$ 1.832,90 per troy ounce.

Sepertinya, kecemasan investor terkait krisis utang Eropa, yang dimulai dari Yunani, kian menjadi-jadi. Salah satu penyebabnya, pemerintah Eropa gagal menelurkan strategi baru untuk memulihkan perekonomian di kawasan tersebut. Alhasil, permintaan emas sebagai safe haven semakin melonjak.

"Masalah yang menggelayuti perekonomian global belum akan hilang dalam satu hingga dua hari. Sebagai konsekuensi, banyak investor yang memburu emas, khususnya pada saat harga emas melorot," urai Liu Yangyi, manager China National Peal Diamond Gem & Jewelry Import & Export Corp.

Saham China Coal Energy Disuspensi Senin (19/9)

Saham China Coal Energy Disuspensi Senin (19/9)
INILAH.COM, Jakarta - Saham China Coeal Energy disuspensi pada perdagangan Senin (19/9) pagi di Hong Kong Stock Exchange.

Mengutip Reuters, tidak ada rincian lebih lanjut terkait suspensi tersebut. Saham turun 17% sebelum suspensi.

Operasional tambang China National Coal di provinsi utara Shanxi ini dihentikan setelah delapan penambang tewas dalam banjir tambang batubara di salah satu anak perusahaan di sana, media pemerintah Xinhua News melaporkan pada Sabtu.

Bursa China terhempas ke level terendah 14 bulan

Bursa China terhempas ke level terendah 14 bulan
SHANGHAI. Bursa China terhempas pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini. Pada pukul 11.30 waktu setempat, Shanghai Composite Index turun 1,4% menjadi 2.447,38. Ini merupakan level terendah dalam 14 bulan terakhir atau sejak 14 bulan lalu.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar tergerus siang ini. Ambil contoh, saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd dan Poly Real Estate Group Co yang melorot paling dalam di sektor perbankan dan properti. Selain itu, Sinoma International Engineering Co turun 2,7%.

Aksi jual yang melanda bursa China hari ini terjadi setelah Perdana Menteri China Wen Jiabao mengungkapkan, pemerintah akan mengambil langkah untuk mengontrol laju inflasi. Selain itu, investor berspekulasi, penundaan rencana initial public offering (IPO) sejumlah perusahaan akan memangkas permintaan saham-saham yang ada saat ini.

"Rencana IPO perusahaan besar menjadi penyebab utama penurunan pasar saham China, karena menggerus likuiditas di pasar. Saat ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk menghimpun dana. Namun, pengetatan kebijakan pemerintah menyebabkan perusahaan tak memiliki pilihan lain," jelas Tu Jun, strategist Shanghai Securities Co.

Sekadar tambahan, Shanghai Composite Index sudah terjungkal hingga 13% di sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi dalam di sepanjang 2010 sebesar 14%.

Bursa Berjangka AS Pagi Ini Anjlok

Bursa Berjangka AS Pagi Ini Anjlok
INILAH.COM, Sydney – Bursa berjangka AS melemah tajam dalam perdagangan Asia, Senin (19/9).

Koreksi terjadi setelah pertemuan para menteri keuangan Eropa akhir pekan kemarin, membuahkan sedikit kemajuan untuk solusi utang kawasan. Meskipun kembali ada kekhawatiran tentang default Yunani.

Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka turun 1,3%, atau 153 poin, menjadi 11.293, Nasdaq 100 berjangka turun 1,4% atau 31,75 poin menjadi 2.275,50, sedangkan idneks S & P 500 berjangka melemah 1,6% atau 18,60 poin menjadi 1.193,10. [ast]

Saham-saham energi dilanda aksi jual seiring penurunan harga minyak dunia

Saham-saham energi dilanda aksi jual seiring penurunan harga minyak dunia
JAKARTA. Saham-saham berbasis energi pagi ini dilanda aksi jual. Ambil contoh saham PT Medco Energi (MEDC). Pada pukul 10.44, saham MEDC turun 0,99% menjadi Rp 2.500. Penurunan juga terjadi pada saham PT Energi Mega Persadana (ENRG) yang turun cukup dalam sebesar 2,81% menjadi Rp 173.

Aksi jual saham-saham berbasis energi ini disinyalir mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Asal tahu saja, pagi ini, harga minyak di New York kembali melorot di hari kedua. Penurunannya mencapai 1,4% menjadi US$ 86,71 per barel.

Sepekan terakhir, indeks harga obligasi pemerintah jeblok 3,25%

Sepekan terakhir, indeks harga obligasi pemerintah jeblok 3,25%
JAKARTA. Harga obligasi pemerintah terus tergerus. Pada akhir minggu kemarin, Indeks Inter Dealer Market Association (IDMA), acuan harga obligasi pemerintah, ditutup di level 103,87. Ini artinya, IDMA sudah terkoreksi 3,25% dari posisi tertingginya di level 107,36 per 9 September lalu.

I Made Adi Saputra, Analis Obligasi NC Securities menjelaskan, harga obligasi yang terkoreksi paling dalam terjadi pada obligasi pemerintah di atas tenor 10 tahun. "Yaitu seperti seri FR0054 bertenor 20 tahun, seri FR0056 bertenor 15 tahun dan seri FR0058 yang bertenor 21 tahun," katanya, Senin (19/9).

Asal tahu saja, pada periode 9 September-16 September, FR0054 turun 4,7% menjadi 116,3 dari 122,00. Kemudian seri FR 0056 pada periode yang sama juga terkoreksi 5,35% menjadi 107,55 dari 113,63. Penurunan paling dalam juga dialami seri FR0058 yang anjlok 5,5% menjadi 105,05 dari 111.

Menurut I Made, ramainya penarikan investor terhadap obligasi pemerintah bertenor panjang mencerminkan tanda-tanda kekhawatiran mereka terhadap situasi global. Hal itu yang kemudian mempengaruhi psikologi penanaman modal investor.

Dampaknya, tren nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kian melemah. Selain terbawa sentimen penurunan mata uang reginal secara umum, kata I made, penarikan investor terhadap obligasi pemerintah menambah beban terhadap pelamahan mata uang rupiah.

"Rupiah sepekan kemarin sempat anjlok 200 poin dalam sehari," tutur I Made. Kendati begitu, lanjut I Made, Bank Indonesia (BI) sudah melakukan terhadap pelemahan rupiah dengan melakukan penjualan dollar AS di pasar valuta untuk mengangkat rupiah.

I Made bilang, ada kemungkinan awal pekan ini, harga obligasi pemerintah akan mulai mendaki. Namun kelihatannya akan tersendat-sendat. "Jika pun ada kenaikan, selama sepekan paling hanya naik 1%," analisa I MAde.

Rupiah mendekati level terlemah dalam tujuh bulan terakhir

Rupiah mendekati level terlemah dalam tujuh bulan terakhir
JAKARTA. Rupiah pagi ini ditransaksikan mendekati level paling lemah dalam tujuh bulan terakhir. Pada pukul 08.44, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah Indonesia (USD/IDR) berada di level 8.861. Itu artinya, rupiah melemah 0,7% atas dollar AS.

Salah satu penyebab rupiah keok pagi ini adalah aksi pelepasan aset-aset Indonesia oleh investor asing seiring kecemasan investor akan krisis utang Eropa yang berdampak pada tingkat ekspor Indonesia.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, investor asing memangkas kepemilikan atas obligasi pemerintah Indonesia sebesar 2,1% menjadi 245,92 triliun atau setara dengan US$ 27,8 miliar dalam tiga hari pertama pada pekan lalu. Selain itu, di sepanjang pekan lalu, nilai saham yang dilepas oleh asing mencapai US$ 411 juta.

"Pelaku pasar saat ini sangat berhati-hati mengenai apa yang terjadi di kawasan Eropa. Hal itu menyebabkan mata uang Asia tertekan, tak terkecuali rupiah. Bank Indonesia juga secara aktif mengatur arus dana yang mengalir ke rupiah," urai Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura.

Analis: Indeks berpotensi melanjutkan penguatan akhir pekan

Analis: Indeks berpotensi melanjutkan penguatan akhir pekan
JAKARTA. Pada perdagangan Jumat lalu (16/9), indeks Dow Jones ditutup naik 76 point (0,66%) ke level 11.509,09. Kenaikan ini terjadi setelah bank sentral dari dari Eropa dan AS sepakat akan bahu-membahu dalam mengatasi krisis utang yang terjadi di Eropa.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir minggu lalu (16/9) ditutup naik 61 point (1,61%) ke level 3.835,18. Investor asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp 22 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli adalah BUMI, BBRI, BDMN, ASII dan BMRI.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities, secara teknikal, IHSG tampak mulai bergerak reversal dengan candlestick membentuk pola Bullish Marubozu sementara indikator stochastic membentuk golden cross di area oversold sementara RSI telah bergerak uptrend.

"Pada perdagangan hari ini (19/9), IHSG diperkirakan berpotensi untuk menguat dan akan bergerak pada range 3.761-3.880," jelasnya. Sementara itu, lanjut Betrand, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BMRI, INDY dan JPFA.

Sedangkan Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management meramal, pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan berada pada support 3.745-3.790 dan resistance 3.865-3.895.

Reza juga bilang, IHSG memiliki potensi mengalami penguatan meski terbatas. "Harga saham-saham yang telah terdiskon besar diharapkan kembali di buru investor sehingga mendukung penguatan," jelasnya.

ASRI bangun kondotel Rp 500 miliar di Bali

JAKARTA. Perusahaan property PTAlam Sutera Realty Tbk (ASRI) menggenjot ekspansi bisnis ke Pulau Bali. Emiten ini berniat membangun kondotel berbintang tiga di Pulau Dewata tersebut, tahun depan.

Lokasi kondotel direncanakan berada di kawasan Pantai Sanur, Denpasar. "Tidak jauh dari pantai," ungkap Hendra Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Alam Sutera, kepada KONTAN, Minggu (18/9).

Kondotel ini akan dibangun Alam Sutera di atas tanah seluas enam hektar yang baru saja diakuisisi. Kondotel dirancang memiliki 306 kamar.

Namun, Hendra masih enggan mengungkap lebih jauh rincian proyek baru ini. Pasalnya, masterplan proyek pembangunan masih dalam tahap penyelesaian. Yang pasti, di atas lahan tersebut ASRI tidak cuma membangun kondotel.

Nilai pembangunan kondotel ini diperkirakan sebesar Rp 500 miliar. Perinciannya, Rp 200 miliar untuk akuisisi lahan. Sedang biaya pembangunan satu unit kamar diperkirakan Rp 1 miliar. Alam Sutera akan menggunakan kas internal untuk menutup kebutuhan dana pembangunan proyek. "menggunakan ekuitas sendiri lebih aman, tidak khawatir dengan bunga,” kata Hendra.

Proses pembangunan kondotel diperkirakan akan kelar tahun 2013. Mulai tahun depan, Alam Sutera akan mulai memasarkannya. Rencananya, 50% unit kondotel tersebut akan dijual. Separuh yang tersisa akan disewakan.

Pilihan inilah yang melatarbelakangi keputusan Alam Sutera membangun kondotel, ketimbang membangun hotel. Namun, berapa kontribusi kondotel itu terhadap total pendapatan ASRI, Hendra belum bisa memastikan.

Banyaknya wisatawan asing dan domestik di Bali menjadi target pasar yang empuk untuk pasar properti. Selain kondotel yang berlokasi di Sanur, ASRI juga berniat menambah lagi properti di Bali.

Agenda ekspansi di Bali yang kini disiapkan ASRI adalah mengakuisisi proyek properti di Bali yang sudah berjalan. Tujuannya agar proyek itu bisa langsung memberi kontribusi. "Jadi bisa akuisisi perusahaannya, bisa juga asetnya," kata Hendra.

Saham eksportir Asia dilanda aksi jual, bursa Asia tergerus

TOKYO. Bursa Asia memerah pagi ini. Pada pukul 09.41 waktu Seoul, indeks MSCI Asia Pacific, di luar Jepang, turun 0,5% menjadi 412,39.

Indeks S&P/ASX 200 turun 1,52% menjadi 4.086,40. Sementara indeks Hang Seng Hongkong turun 1,07% menjadi 19.247,60. Sedangkan bursa Jepang ditutup karena libur nasional.

Penurunan bursa Asia tersebut sejalan dengan aksi jual atas saham-saham berkapitalisasi besar di kawasan regional. Salah satunya adalah BHP Billiton Ltd yang turun 1% di Sydney setelah harga minyak dunia melorot.

Selain itu, ada pula Rio tinto Group yang turun 1% di Sydney, Westpac Banking Corp turun 1,6% di Sydney, dan Hana Financial Group Inc turun 2,8% di Seoul.

Pelemahan bursa Asia pagi ini terjadi setelah pelaku pasar berspekulasi pelemahan perekonomian AS dan Eropa seiring krisis utang akan berdampak negatif pada kinerja eksportir Asia.

"Kami memprediksi, data ekonomi AS dalam jangka pendek masih akan moderat. Selain itu, kemungkinan gagal bayar utang Yunani juga mengancam keberadaan perbankan Eropa," jelas Angus Gluskie dari White Funds Management di Sydney.

Pilih Saham Penggerak Pasar!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Kepanikan pekan ini sudah jauh berkurang. Tapi, pasar harus tetap waspada. Sebab, perkembangan krisis Eropa bisa berubah dalam hitungan detik. Pilih saham yang menjadi penggerak pasar.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) berhasil menguat 60,85 poin (1,61%) ke level 3.835,181 akhir pekan lalu. Artinya, indeks berhasil ditutup di atas resistace 3.829. Karena itu, menurut Satrio, signal indeks domestik memang positif.

Yang penting juga, lanjut dia, akhir pekan lalu, aksi net sell asing sudah jauh berkurang dibandingkan dua hari sebelumnya yang masing-masing mencapai Rp1,4 triliun dan Rp1,7 triliun. “Pada Jumat (16/9) net sell asing hanya Rp24,2 miliar,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (16/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181, dengan intraday tertinggi di 3.838,86 dan terendah di 3.775,45. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 10,338 poin (1,56%) ke level 670,096.

Di sisi lain, Satrio kembali mengatakan, rupiah juga sudah menguat lagi ke level 8.755 setelah sempat melemah ke level 8.900-an per dolar AS. Semua itu menandakan, kepanikan pasar sudah berlalu setelah bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) yang diturunkan oleh Bank Indonesia, dari 5,75% menjadi 5,25%, pada Rabu (14/9).

Karena itu, dia menegaskan, di hari terakhir pekan lalu, kepanikan market sudah jauh berkurang dibadingkan tiga hari terakhir sebelumnya. Sekarang, tinggal melihat bagaimana pergerakan bursa regional.

Dia mempaparkan, indeks Hang Seng juga ditutup dengan signal positif jauh di atas resistance pertama 19.300. Meski begitu, posisi penutupannya terlihat kurang meyakinkan karena masih di bawah level psikologis 19.500.

Kondisi Hang Seng itu, lanjut dia, sejalan dengan posisi penutupan indeks Dow Jones sebelumnya, Kamis (15/9) yang masih ditutup di bawah level resistance 11.500. Dow Jones memang sudah memberikan sinyal positif, tapi kurang satu resistance lagi, 11.500. Kenyataannya, pada Jumat (16/9) Dow Jones naik 75,91 poin (0,66%) ke level 11.509,10.

Jika saja, Dow pada Jumat (16/9) malam, masih mencoba level support di level 11.250, IHSG juga bisa support testing. Tapi, selama indeks Dow berada di atas level 11.250-11.200, trennya masih naik. “Karena itu, pasar tidak perlu terlalu khawatir,” timpalnya.

Dalam sepekan ke depan, Satrio memperkirakan, laju IHSG berpeluang variatif (mixed) seiring pasar yang mencermati pergerakan bursa regional. Jika regional positif, IHSG pun berpeluang positif. “Yang jelas, indeks memiliki kisaran support kuat di level 3.700-3.800,” papar Satrio. “Koreksi indeks pekan lalu, sudah menguji level support ini dan ternyata kuat.”

Sementara itu, resistance indeks di level 3.825-3.850. Jika resistance tersebut mampu ditembus ke atas, IHSG bisa lari dengan mudah ke level resistance 3.950-4.000 lagi. “Sekarang, pasar tinggal melihat reversal naik IHSG yang sudah dimulai pada akhir perdagangan pekan lalu,” tutur Satrio.

Meskipun, kata Satrio, untuk mengofirmasinya, harus melihat bagaimana pergerakan indeks awal pekan ini, Senin (19/9). Dia menambahkan, jika awal pekan naik, IHSG berpeluang menguat dalam sepekan penuh.

Lebih jauh dia menjelaskan, pekan lalu, IHSG berhasil menyelematkan level support 3.700-3.800. Jika sepekan ke depan support ini masih terjaga, sangat positif bagi IHSG. Pasar bisa kembali berharap bahwa sebelum akhir tahun, indeks bisa mencetak rekor baru di atas level 4.200. “Sebab, level tertinggi terakhir di level 4.195,” ujarnya.

Hanya saja, Satrio mengingatkan, semua berita saat ini masih buruk terutama dari krisis Eropa. Karena itu, pasar harus melihat perkembangan terakhir meskipun, European Central Bank (ECB), The Fed, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank (SNB) bekerja sama untuk memberikan likuiditas dolar AS bagi perbankan Eropa yang membutuhkannya. “Pasar tetap harus melihat perkembangannya detik per detik. Tetap harus berhati-hati,” tandasnya.

Termasuk juga, pasar harus mencermati dengan seksama hasil pertemuan para menteri keuangan dalam The Economic and Financial Affairs Council (Ecofin), pada Jumat (16/9) dan Sabtu (17/9). Begitu juga dengan Federal Open Market Committee (FOMC) meeting, pada Kamis (22/9) pekan ini.

Dalam situasi ini, Satrio merekomendasikan positif saham-saham yang jadi penggerak utama pasar. Saham-saham pilihannya di lapis pertama adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Gudang Garam (GGRM). Lalu, PT Indo Tambang Raya (ITMG) dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Pada lapis kedua, PT United Tractor (UNTR) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Lapis ketiga, PT Mitra Adi Perkasa (MAPI), PT Gajah Tunggal (GJTL) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). “Kalau turun, saya rekomendasikan beli, buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuh Satrio. [mdr]

Inilah Faktor Penekan IHSG Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Senin (19/9) ini diperkirakan akan bergerak melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa regional meski secara teknikal indeks berada dalam momentum bullish jangka pendek yang cukup kuat.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya pagi ini melihat koreksi yang kembali terjadi pada nilai tukar Rupiah pagi ini yang melemah 0,6% ke level Rp8.855 per dolar AS juga akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Samuel memprediksi support indeks berada di level 3.800.

Bursa AS menutup akhir pekan kemarin dengan menguat sekitar 0,6% masih memfaktorkan pulihnya optimisme di Eropa pasca kesepakatan beberapa bank Sentral untuk meningkatkan likuiditas bank-bank di Eropa. Harga minyak dunia ditutup terkoreksi di akhir pekan kemarin ke level US$87,9/barel diikuti oleh harga metal dunia seperti Nikel -1,3% dan Timah -2,1%.

Sementara, bursa Asia pagi ini dibuka melemah cukup signifikan sekitar 1% seiring kembali munculnya pesimisme krisis utang di Eropa dan AS akan memicu perlambatan ekonomi di dua area tersebut dan potensi Yunani gagal mendapatkan bantuan dari EU seiring masih minimnya perbaikan kondisi fiskal negara tersebut.

Koreksi pagi ini juga dipicu oleh koreksi harga komoditas yang terjadi di akhir pekan lalu dan pagi ini dengan harga minyak kembali melemah ke level US$86,9/barel. Harga batubara NEWC masih bergerak sideways dan berada di level US$123,6/ton.

Bursa Hong Kong Melemah, Terseret Saham Keuangan

Medium
INILAH.COM, Los Angeles - Bursa Hong Kong terkoreksi Senin (19/9) pagi. Kekhawatiran atas krisis utang Eropa membawa saham keuangan melemah, dan saham sumber daya turun drastis.

Pada awal perdagangan, indeks Hang Seng turun 1,7% ke level 19.134,68, sementara indeks Enterprise Hang Seng China kehilangan 2,4%, dan indeks komposit Shanghai turun 0,9%.

Bank of China Ltd turun 1,7%, Bank of Communications melemah 2,4%, dan China Merchants Bank Co turun 2,3%. Antara perusahaan asuransi, Ping An Insurance Group Co turun 2,2%, dan China Life Insurance Co turun 2,3%.

Koreksi terjadi di tengah laporan bahwa Yunani tidak dapat menerima bantuan tahap berikutnya, bila tidak menerapkan langkah-langkah pengetatan lebih lanjut.

Saham sumber daya juga anjlok, dengan Aluminium Corp of China Ltd, atau Chalco turun 2,7%, Jiangxi Copper Co melemah 2%, dan PetroChina Co turun 2,6%. Di Shanghai, Chalco kehilangan 0,9%, Jiangxi Copper turun 1,6%, dan PetroChina turun 0,6%. [ast]

Daewoo Naikkan Target Price UNSP ke Rp550

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Daewoo Securities menaikkan target price saham PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) ke level Rp550.

Pemotongan pajak ekspor dinilai menguntungkan perseroan. Selain itu, perseroan telah mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar US$250 juta untuk melunasi utang dan membiayai modal kerja.

Pada perdagangan Jumat (16/9) saham UNSP ditutup stagnan di level Rp370.

Bursa Asia Awali Pekan dengan Penguatan

Bursa Asia Awali Pekan dengan Koreksi
INILAH.COM, Sydney - Bursa saham Australia dan Korea Selatan jatuh Senin (19/9), karena kembalinya kekhawatiran kegagalan utang Yunani, setelah laporan bahwa Eropa kehilangan kesabaran dengan upaya Yunani memangkas utang.

Indeks S & P / ASX 200 Australia jatuh 1,3% pada awal perdagangan, sementara indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 0,3%. Pasar ekuitas Jepang tutup hari ini karena libur.

Sektor keuangan adalah pembeban terbesar bursa awal pekan ini, dengan National Australia Bank Ltd turun 2,2%, Westpac Banking Group Ltd turun 2,1%, dan Macquarie Group Ltd melemah 2%.

Pada perdagangan di Korea Selatan, Industrial Bank of Korea turun 2,7% sementara Hana Financial Group Inc turun 2,8%.

Koreksi terjadi setelah pembicaraan antara menteri keuangan Eropa yang mencoba mencegah meningkatnya krisis utang di kawasan, berakhir dengan sedikit kemajuan.

Selain itu, laporan Eropa yang telah memperingatkan Yunani, bahwa bantuan keuangan lebih lanjut akan ditahan, kecuali Athena dapat memenuhi target tabungan, sedikit membantu. Tanpa lebih banyak dana, Yunani diperkirakan akan kehabisan uang bulan depan.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou memutuskan tetap di negaranya, daripada pergi ke AS seperti yang direncanakan dalam rangka pertemuan darurat pemerintah Yunani.

Perusahaan sektor komoditas juga melemah hari ini, dengan BHP Billiton Ltd turun 1,4% dan Fortescue Metals Group Ltd turun 2%.

Namun, Newcrest Mining Ltd berhasil naik 1,5%, dibantu pembelian emas, karena investor mencari rasa aman yang diperoleh dari logam mulia. Patokan emas berjangka Desember naik US$ 6,40 pada US$ 1,821.30 per ounce di perdagangan elektronik. [ast]

Diincar Investor Asing, Cermati Saham DAVO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah perusahaan makanan minuman olahan ternama asing dikabarkan berminat masuk ke PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) sebagai pemegang saham mayoritas.

Masuknya investor asing tersebut disebabkan mereka mendengar kabar perseroan bakal mencatatkan kenaikan kinerja yang sangat baik di kuartal 3-2011. Berdasarkan kabar yang beredar di pasar, bandar akan memanfaatkan berita ini untuk mengerek harga DAVO hingga ke level Rp150-200.

Pada perdagangan Jumat (16/9), saham DAVO ditutup naik Rp1 ke level Rp55.

Hacker Serang Mitsubishi Heavy, Infeksi 80 Server

Medium
INILAH.COM, Tokyo - Mitsubishi Heavy Industries Ltd pada Minggu (18/9) waktu setempat mengalami serangan peretas yang menginfeksi setidaknya 80 server perusahaan dengan virus komputer.

Hal ini diungkapkan Yomiuri Shimbun Senin (19/9). Ini adalah berita pelanggaran keamanan online terbaru untuk mempengaruhi perusahaan Jepang.

Komputer yang terinfeksi berisi informasi tentang bisnis pembangkit listrik nuklir, kapal selam dan rudal perusahaan itu, kata laporan itu. Meskipun informasi yang ditemukan telah dipindahkan ke server, tidak jelas apakah ada data yang dicuri dalam serangan itu.

Perusahaan ini melihat dalam pelanggaran keamanan, yang mempengaruhi sistem komputer di sembilan lokasi Jepang, mencoba untuk mengkonfirmasi rincian lebih lanjut. [ast]

BNBR bayar repo ke Recapital Rp 30 miliar

BNBR bayar repo ke Recapital Rp 30 miliar
JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berkomitmen melunasi utang berupa gadai saham atau repurchase agreement (repo). Pinjaman repo BNBR per Juni tahun ini mencapai Rp 490,18 miliar.

Kabar teranyar, induk usaha Grup Bakrie ini telah membayar repo senilai Rp 30 miliar kepada Recapital Securities. Jadi, secara keseluruhan utang repo BNBR kini menyusut menjadi Rp 460,18 miliar.

BNBR juga telah memperpanjang sejumlah repo yang telah jatuh tempo hingga setahun ke depan. "Sejumlah kreditur sepakat memperpanjang repo BNBR karena mereka menilai asetnya relatif likuid," ujar Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno kepada KONTAN, Ahad (18/9).

Manajemen BNBR mengklaim selalu membayar bunga dan pokok repo tepat waktu. Adapun bunga repo yang ditawarkan sekitar 15%. Selain kepada Recapital, BNBR memiliki utang repo kepada delapan sekuritas dan lembaga keuangan, antara lain One World Finance Management senilai Rp 90 miliar dan Sucorinvest Central Gani senilai Rp 78,57 miliar. BNBR bahkan masih punya sangkutan repo ke Sarijaya Permana Sekuritas, perusahaan sekuritas yang izinnya sudah dicabut.

BNBR meneken perjanjian repo dengan Sarijaya pada September 2008. Kala itu Sarijaya memberi pinjaman Rp 35 miliar, bertenor tiga bulan. Jaminan utang itu saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) milik BNBR. Di bulan yang sama, Sarijaya melakukan forced sell jaminan tersebut.

Tapi BNBR hanya mengakui forced sell atas 74.407.000 saham UNSP setara Rp 15 miliar. Kini BNBR ingin menebus dan meminta Sarijaya mengembalikan 191.720.088 saham UNSP lain setara Rp 20 miliar. "Kami telah meminta bantuan regulator," kata Eddy.

PNIN Targetkan Laba Bersih Akhir 2011 Rp 700 M

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Panin Insurance (PNIN) optimistis dapat mencetak laba bersih senilai Rp 700 miliar, atau naik 21% dibanding laba akhir tahun lalu.

PNIN optimis akan merealisasikan target laba tersebut seiring kemampuan perusahaan memperbesar capex pada tahun ini.

Untuk jangka pendek, PNIN juga berencana digandeng salah satu perusahaan pelayaran dan transportasi laut besar di Asia Tenggara, untuk menyediakan jasa asuransi maskapai pelayaran tersebut.

Pihak PNIN mengaku siap menjajagi kontrak kerjasama dengan perusahaan pelayaran itu, dengan nilai kontrak premi diperkirakan mencapai Rp 100 miliar per tahun. Dengan keberhasilan kerjasama ini, laba bersih PNIN ke depannya akan tumbuh minimal 15% per tahun.

Kabar yang berhembus di kalangan pelaku pasar, sejumlah investor berniat mengerek saham PNIN menuju Rp 750 dalam waktu dekat, sebagai antisipasi kenaikan laba bersih PNIN di akhir tahun.

Pada perdagangan Jumat (16/9), saham PNIN ditutup stagnan di level Rp 540. Volume transaksi tercatat sebesar 19.84 juta lembar, senilai Rp 10.63 miliar. [ast]

Awal pekan, indeks futures bursa AS melorot

Awal pekan, indeks futures bursa AS melorot
TOKYO. Kontrak futures bursa AS ditransaksikan turun pagi ini. Hal itu mengindikasikan, indeks Standard & Poor's 500 akan melorot setelah berhasil membukukan kenaikan mingguan ketiga terbesar sejak 2009.

Pada pukul 09.07 waktu Tokyo, indeks S&P 500 futures yang habis masa berlakunya pada Desember, turun 1,2% menjadi 1.196,80. Pada pekan lalu, indeks S&P 500 melesat 5,4%, yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak periode yang berakhir 1 Juli lalu.

Saat ini, investor masih menunggu apakah Yunani akan menerima bantuan yang akan mencegah negara tersebut default atau gagal bayar atas utangnya.

Memang, kemampuan membayar Yunani atas utangnya terlihat mengambang pekan ini. Dunia tengah memonitor apakah Perdana Menteri Yunani George Papandreou berhasil memenuhi persyaratan dalam menerima paket bantuan pinjaman.

Terkait hal itu, Papandreou membatalkan rencana kunjungannya ke AS yang sedianya dimulai kemarin. Dia mengatakan, saat ini dirinya harus tetap di Yunani pada masa-masa kritis selama tujuh hari.

Sekadar tambahan, indeks S&P 500 melonjak ke level tertinggi sejak 31 Agustus pada akhir pakan setelah Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet menekan pemerintahan di kawasan Eropa untuk mengambil langkah kongkret dalam mengatasi krisis utang. Bank Sentral Eropa sendiri memutuskan untuk memperpanjang masa utang kepada perbankan.

VW: Rusia Pasar Terbesar Mobil Eropa 2013

Headline
INILAH.COM, Rusia - Volkswagen AG berharap pasar mobil Rusia dapat menjadi yang terbesar di Eropa pada 2013.

Pasar Rusia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pasar mobil terbesar Eropa tiga tahun lalu, tapi penjualan mobil anjlok selama krisis keuangan.

Volkswagen berharap, penjualan mobil baru di Rusia mencapai 2,4 juta unit tahun ini, naik dari 1,9 juta pada 2010. Demikian ujar kepala Volkswagen Group di Rusia, Markus Ozegovich kepada forum investasi Sochi, akhir pekan lalu.

Ozegovich pun menyebut basis pasokan di Rusia sebagai tantangan. "Kualitas pemasok adalah masalah besar di Rusia, karena produktivitas yang rendah," kata Ozegovich.

Volkswagen menjalankan pabrik mobil di wilayah Kaluga, Rusia, dan berencana membangun pabrik mesin di negara itu. [ast]

Yunani Bicarakan Krisis, Euro Jatuh

Headline
INILAH.COM, Sydney - Euro jatuh ke 1.3692 per dolar AS pada jam perdagangan Asia, Senin (19/9), dari 1.3793 pada penutupan perdagangan Amerika Utara akhir pekan lalu.

Koreksi Euro disebabkan kekhawatiran investor yang tetap fokus pada krisis utang Eropa.

Laporan selama akhir pekan mengatakan Yunani sedang mengadakan pembicaraan krisis untuk mencoba memastikan bahwa negara tersebut akan menerima dana tahap berikutnya, yang diperlukan untuk mencegah default. [ast]

Tekanan jual mereda

Tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melaju diperkirakan kembali pekan ini. "Indeks berpeluang rebound," kata Dani Hotron, Analis Brent Asset Management, Jumat (16/9).

Menurut Dani, kondisi mayoritas saham yang oversold khususnya saham perbankan, memberi peluang kenaikan indeks. Tekanan jual diramalkan akan mereda, didukung indikator Relative Strenght Index (RSI) yang mulai bergerak naik dari area jenuh jual. Dani memprediksi, gerak IHSG, hari ini, Senin (19/9) di kisaran 3.799-3.929.

Seirama dengan IHSG, Reza Priyambada, Analis Indosurya Asset Management menilai, rupiah punya peluang menguat hari ini, meski terbatas. Ketidakpastian bursa global, seperti yang terjadi pekan lalu, plus penyelesaian utang Eropa yang belum jelas, membebani performa rupiah. Reza memprediksi, rupiah bermain di kisaran Rp 8.745-Rp 8.767 per dollar Amerika Serikat (AS).

Akhir pekan lalu, IHSG berhasil menguat hingga 3.835,18. Namun sepanjang pekan lalu, indeks tergerus 4,08%.

Pemicu pelemahan indeks, pernyataan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick dan Ketua International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde, bahwa ekonomi global memasuki fase bahaya. Jumat, indeks menguat, tersengat hijaunya bursa AS.

Kecenderungan pelemahan indeks juga menular pada kurs rupiah. Jumat, rupiah di level Rp 8.578 per dollar AS. Reza menjelaskan, kerisauan global mendorong investor mengalihkan portofolionya pada dollar AS yang dianggap sebagai safe haven.

Strategi 'Buy and Hold' Cocok untuk Pekan Ini

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG pekan ini diprediksi naik untuk menutup gap pelemahan pekan lalu. Dalam situasi ini, stratgi ‘buy and hold’ dinilai paling cocok. Sebab, tren indeks belum bullish.

Pada perdagangan Jumat (16/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )ditutup menguat 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181, dengan intraday tertinggi di 3.838,86 dan terendah di 3.775,45. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45yang naik 10,338 poin (1,56%) ke level 670,096.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, arah indeks sepekan ke depan cenderung naik. Sebab, bursa AS dan Eropa pun rebound akah pekan lalu. “Indeks memiliki support di level 3.700 yang sudah dicoba pekan lalu tapi tidak berhasil ditembus,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (18/9).

Sementara itu, lanjut dia, level resistance indeks berada di 3.947 yang merupakan level tertinggi terakhir sebelum gap down pekan lalu pada Senin (12/9). IHSG berpeluang menutup gap hingga 3.997. Jika level itu tercapai, level 4.000 sudah di-‘colek’. “Target penguatan berikutnya adalah 4.020-4.030. Level ini bisa dicapai dua pekan ke depan,” ujar dia.

Salah satu pendukung penguatan IHSG, Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Rabu (21/9) hingga Kamis (22/9). Gubernur The Fed Ben Bernanke akan mengeluarkan suatu kebijakan moneternya. “Itu akan jadi trigger pergerakan indeks baik Dow Jones maupun global,” ungkap Irwan.

Diharapkan, kebijakan yang dikeluarkan Bank Sentral AS itu bisa diterima oleh pelaku pasar sehingga pada akhirnya jadi sentimen positif di pasar global. “Tapi, meski indeks cenderung naik, indeks belum terjadi bullish trend. IHSG masih fluktuatif dan jika ditarik garis lurus jadi sideways,” ungkapnya.

Dia menegaskan, selama level 4.030 tetap bertahan, indeks cenderung sideways dan belum melanjutkan bullish trend. Kecuali jika sudah berada di atas 4.030 dengan konfirmasi di level 4.050, bullish trend IHSG baru berlanjut. “Saat ini, pergerakan indeks masih bolak-balik,” ucap Irwan.

Alasannya adalah pekan lalu, indeks menguji level support-nya dan pekan ini indeks menguji level resistance-nya. Strategi dalam situasi ini lebih cocok buy on hold. “Belu jelang mendekati level support dan hold untuk jual mendekati level resistance,” paparnya.

Menurutnya, sektor keuangan yang pekan lalu jatuh cukup tajam, akan digoyang pelaku pasar pekan ini. Di antaranya, PT Bank Negara Indoensia (BBNI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA). Lalu, PT Astra Internasional (ASII) dan PT United Tractor (UNTR). “Saham-saham tersebut masih berada dalam trading range,” paparnya.

Di sektor properti, saham PT Alam Sutera Realty (ASRI) yang termasuk saham yang kuat. Kalau mau spekulatif direkomendasikan saham lapis tida PT Agis (TMPI). “Tapi, harus hati-hati, karena secara chart, kenaikannya sudah cukup banyak,” tuturnya.

Selain itu, PT Lippo Cikarang (LPCK) yang sudah konsolidasi. Direkomendasikan, sell on strength. Risiko saham saham ini, menurutnya agak tinggi sehingga akan lebih baik dihindari saja dan kalaupun main harus cepat. “Sebab, saat ini sedang konsolidasi yang berpeluang terjadi hingga sebulan ke depan,” papar dia.

Dia merekomendasikan positif saham saham-saham sektor konstruksi yang juga mengalami pergerakan seperti PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dan PT Adhi Karya (ADHI). Saham-saham Crude Palm Oil (CPO) juga bisa diakumulasi seperti PT Tunas Baru Lampung (TBLA). “Sebab, secara valuasi menarik,” tutur Irwan.

Lalu, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di level Rp5.500 cukup oke dengan target Rp7.000 tahun ini. PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) juga menarik seiring rencana right issue dan ada kemungkinan bakal dimainkan pasar.

Jadi, ditegaskan Irwan, bagi yang sudah punya posisi lebih baik hold saja pada saham-saham tersebut dan pada area mendekati resistance bisa merealisasikan keuntungan. “Selain LPCK, saham-saham tersebut berpotensi melanjutkan penguatan ke level resistance bahkan bisa memecahkan resistance-nya,” imbuh dia.

Menakar prospek saham-saham kimia

JAKARTA. Nilai impor yang tinggi menjadi alasan pemerintah untuk mengembangkan industri dasar kimia. Bahkan, pemerintah menjanjikan bakal memberikan pembebasan pajak untuk jangka waktu tertentu atau tax holiday untuk produsen yang mendirikan pabrik petrokima.

Berdasarkan catatan Menteri Koordinator Perekonomian, sebanyak 75% dari nilai impor disumbangkan oleh bahan baku, seperti minyak dan gas serta petrokimia.

Wajar, Yuniv Trenseno, analis PT OSK Nusadana Securities Indonesia, menilai industri petrokimia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri ini menjadi pemain penting agar sektor produk barang konsumsi cepat berkembang.

Industri petrokimia berperan dalam pengolahan bahan mentah menjadi produk kimia setengah jadi yang disuplai ke industri konstruksi, agrikultur, tekstil, elektronik yang ujung-ujungnya merupakan barang konsumsi.

Industri ini kian menjanjikan ditopang kondisi makroekonomi dalam negeri yang kondusif. Ini akan menjaga kesehatan permintaan barang konsumsi masyarakat. Kondisi ini juga akan mengundang investor asing menanamkan modalnya di sektor riil.

Reza Priyambada, analis Indosurya Asset Management menambahkan, industri petrokimia bergantung pada permintaan pasar dan ketersediaan bahan mentah.

Menurut dia, industri petrokima di Indonesia masih kurang memenuhi kebutuhan secara utuh. Itu sebabnya, Indonesia masih sangat bergantung pada barang impor.

Ini justru memperlihatkan industri kimia masih memiliki ruang yang besar untuk terus berkembang. "Industri ini cukup menjanjikan untuk jangka menengah maupun jangka panjang," kata Reza.

Dalam catatan Yuniv, persaingan di bisnis ini akan semakin ketat. Beberapa investor asing dikabarkan ingin ikut bermain di ranah ini.

Satu nama yang sudah beredar adalah Lotte Group. Perusahaan asal Korea Selatan itu kabarnya akan menginvestasikan dana US$ 5 miliar di Indonesia melalui anak usahanya Honam Petrochemical Group. Honam sebelumnya sudah mengakuisisi Titan Chemical yang berbasis di Malaysia tahun 2010.

Kurang likuid

Yuniv membagi produsen petrokimia menjadi tiga bagian. Lini hulu atau upstream, produsen poliester (upstream to downstream), serta hilir alias downstream seperti produsen pengemasan plastik.

Dari beberapa produsen petrokimia di bursa, Yuniv menyebut PT Chanda Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebagai produsen petrokimia yang komplet, dengan merambah bisnis hulu sampai hilir.

Sebagai satu-satunya pemain hulu (upstream) petrokimia yang terdaftar di bursa, TPIA memproduksi berbagai bahan plastik seperti olefin, ethylene, polypropylene. Chandra Asri juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan yang memiliki naphtha cracker di Tanah Air.

Di bisnis downstream, produsen bahan baku plastik film seperti PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) dan PT Trias Sentosa Tbk (TRST) juga berpeluang menumbuhkan kinerja. Kinerja mereka akan didukung kondisi ekonomi dan ritel yang naik.

Reza menilai, selama ini fundamental industri petrokima secara keseluruhan masih positif. Selama ini, industri petrokimia terkendala masalah bahan mentah (raw material). Upaya pemerintah memperbanyak pembangunan kilang minyak yang terintegrasi dengan industri petrokimia akan membantu mengurangi fluktuasi bahan mentah.

Namun, Reza mengakui, selama ini, emiten petrokimia di bursa menjadi sasaran investor yang ingin mengejar keuntungan jangka pendek alias hit and run. Penyebabnya adalah perdagangan saham emiten petrokimia kurang likuid. Jadi, pergerakan saham tersebut cenderung terbatas. "Sentimen positif sedikit saja sudah bisa menggerakan saham ini," kata dia.

Yunani Krusial, Rupiah Konsolidasi Naik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (19/9) diprediksi konsolidasi cenderung menguat. Sebab, Yunani masih menyisakan masalah krusial akhir September ini.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, awal pekan ini, rupiah cenderung konsolidasi. Salah satunya, karena akhir September ini, merupakan waktu krusial yang menentukan apakah Yunani bakal default (gagal bayar) atau tidak.

Artinya, ditegaskan Firman, krisis utang Eropa belum bisa membuat pasar optimistis terhadap penyelesaian krisis. "Karena itu, rupiah akan konsolidasi dan bergerak dalam kisaran 8.730 - 8.780 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Tapi, hasil pertemuan The Economic and Financial Affairs Council (ECOFIN) akhir pekan lalu seharusnya memberikan harapan sehingga bisa membuat rupiah sedikit menguat. "Sebab, Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner hadir dalam pertemuan itu sehingga turut menekan petinggi Eropa lainnya untuk segera menyelesaikan krisis," timpalnya.

Karena itu, rupiah meksi konsolidasi cenderung menguat. Di sisi lain, pasar juga kemungkinan akan mengantisipasi hasil pertemuan Federal Open Market Committee pada Kamis (22/9).

Sejauh ini, Firman mengatakan, pasar masih berharap bahwa Fed akan memberikan stimulus sehingga ada perbaikan ekonomi di AS. "Walaupun, menurut saya, kemungkinan besar The Fed tidak akan memberikan stimulusnya itu," tuturnya.

Harapan itulah, lanjutnya, yang cukup untuk memberikan sentimen positif bagi rupiah hari ini. "Karena itu, rupiah berpeluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat," timpal dia.

Hanya saja, secara teknikal, rupiah masih tidak begitu positif. Hanya saja, selama mata uang RI ini tidak menguji level 8.790 per dolar AS, seharunya bisa melanjutkan penguatannya. "Karena itu, level resistance 8.790 harus diwaspadai. Ini didasarkan pada grafik pada pergerakan rupiah antar bank," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (16/9) ditutup menguat tipis 5 poin (0,05%) ke level 8.755/8.775 per dolar AS.

Financial Engineering Bakrie 1 Level Lebih Tinggi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Financial engineering atau aksi korporasi grup Bakrie dinilai satu tingkat di atas emiten-emiten lain. Karena itu, butuh kepintaran untuk menerjemahkan ke dalam valuasi saham grup ini.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengakui susah menghitung aksi korporasi grup Bakrie untuk memfaktorkannya ke dalam valuasi saham. Dia menilai, aksi korporasi grup ini rumit dibandingkan aksi korporasi berbagai emiten pada umumnya. “ Jadi, harus pintar-pintar menerjemahkan aksi korporasinya itu,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (18/9).

Irwan menegaskan, aksi korporasi grup Bakrie, berada satu level di atas emiten-emiten yang lain. Menurutnya, financial engineering grup ini, berada satu tingkat di atas emiten lain. “Kita baru mengetahui arah pergerakan saham grup Bakrie, setelah ada pergerakan pada harganya, bukan pada aksi korporasinya,” imbuhnya.

Asal tahu saja, salah satu aksi korporasi yang bakal digelar di grup ini adalah kuasi reorganisasi PT Bakrie & Brothers (BNBR). Guna memuluskan jalan untuk itu BNBR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Oktober 2011 mendatang. Rencana RUPSLB mengagendakan penghapusan defisit Rp27,7 triliun (per 31 Desember 2010) dalam rangka penuntasan rencana kuasi reorganisasi.

Lalu, aggota grup Bakrie yang lain adalah PT Bumi Resources (BUMI). Emiten ini kembali mengagendakan RUPSLB pada 21 Oktober 2011 yang sejatinya pada 26 September 2011. Hal ini disampaikan Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam keterbukaannya ke BEI.

Dalam RUPSLB ini perseroan akan menambah agenda Rapat untuk meminta persetujuan dalam rangka penjualan saham-saham milik Perseroan di PT Bumi Resouces Mineral (BRMS).

Selain itu, perseroan juga akan meminta persetujuan sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham perseroan (buyback). Perseroan juga akan melakukan perubahan beberapa pasal dalam Anggaran Dasar.

Indomobil mulai mengeduk batubara

Indomobil mulai mengeduk batubara
JAKARTA. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) kini fokus melebarkan sayap bisnisnya ke sektor pertambangan. Emiten yang biasanya menjual mobil ini siap menjalankan usaha kontraktor batubara.

IMAS resmi menjadi kontraktor batubara milik PT Nusantara Berau Coal di Kalimantan di wilayah Kalimantan mulai tahun ini. Sejatinya IMAS sudah bisa memproduksi batubara sebanyak 1,7 juta ton pada tahun ini.

Tapi proses penambangan batubara tertunda sehingga baru bisa dimulai pada Mei lalu. Imbasnya, produksi batubara hingga akhir tahun ini kemungkinan hanya mencapai 1,2 juta ton. "Jadi produksi batubara tahun ini sedikit meleset dari target," ujar Bambang Prijono, Asisten Presiden Direktur Divisi Kendaraan Komersial, Peralatan dan Pertambangan IMAS, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Manajemen IMAS bertekad bakal memacu produksi batubara mulai awal tahun depan. Menurut Bambang, pengelola perseroan optimistis bisa memproduksi tiga juta ton batubara sepanjang 2012. Pasalnya, persiapan IMAS sudah lebih matang, baik dari sisi infrastruktur maupun aspek pendukung lainnya.

Namun, Bambang enggan membeberkan nilai kontrak yang diterima IMAS dari proyek pertambangan batubara di tahun depan.

Dari hulu ke hilir

IMAS memang berniat lebih gencar menggarap sektor pertambangan batubara. Hal ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menguasai rantai pasokan, mulai dari sektor hulu hingga hilir pertambangan.

Selama ini, melalui anak usahanya, yakni PT Indotruck Utama, IMAS memasarkan alat berat untuk sektor pertambangan. "Kami ingin mensinergikan hal itu dengan sektor hulunya," papar Bambang.

Pada akhir pekan lalu, Indotruck baru ditunjuk oleh produsen alat berat dunia, yaitu Volvo Construction Equipment (VEC), sebagai distributor di Indonesia. Indotruck bakal memasarkan alat berat produksi VEC untuk kawasan Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Papua.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, Indotruck bakal membangun delapan cabang penjualan. Lokasinya di wilayah Jambi, Bengkulu, Muara Bungo, Muara Enim, Bangka, Sorong, Aceh dan Mataram.

Bambang masih enggan membeberkan nilai investasi pembangunan tiap kantor cabang. Dengan alasan, nilai proyeknya bervariasi satu sama lain. "Tiap cabang kelasnya berbeda, saya belum bisa memproyeksikan kebutuhan dananya," ungkap Bambang.

Sebagai informasi, selama ini divisi kendaraan komersial, peralatan dan pertambangan berkontribusi sekitar 14% hingga 15% terhadap total pendapatan IMAS.

Mengacu pada laporan keuangan per Juni tahun ini, IMAS mencatatkan pendapatan bersih senilai Rp 6,93 triliun. Ini berarti divisi kendaraan komersial, peralatan dan pertambangan menyumbang pendapatan sekitar Rp 970 miliar.

Di periode yang sama, IMAS mengantongi laba bersih Rp 412,21 miliar, tumbuh 72,32% dari laba bersih per Juni 2010. Harga saham IMAS, Jumat (16/9) lalu, naik 5,33% menjadi Rp 11.850 per saham.

Awal Pekan, Pilih Saham Berfundamental Menarik

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia Senin (19/9) diperkirakan akanmenguat. Saham-saham dengan fundamental analisis menarik bisa dipertimbangkan.

Ahmad Nurcahyadi, analis dari BNI Sekuritas mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi mengalami penguatan, seiring apresiasi yang terjadi di bursa AS dan Eropa. "Hal ini terdorong sentimen positif pernyataan pemerintah Jerman dan Perancis, serta China yang akan ‘membantu’ krisis di Yunani dam Uni Eropa, dengan memberi pinjaman dolar AS ke perbankan Eropa," ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pinjaman dolar ini akan membantu penambahan likuiditas mata uang AS di pasar, sehingga mencegah nilai tukareuro terus terdepresiasi. Selain itu opsi penerbitan Euro Bond diharapkan menjadi cara penyelesaian krisis di Eropa.

Ahmad menambahkan, weekly return JCI (Jakarta Composite Index) yang sudah signifikan memicu pelemahan beberapa saham hingga berada "cukup jauh" dibawah nilai wajarnya.

Di tengah situasi ini, beberapa saham secara fundamental analisis masih menjadi pilihan dengan rekomendasi beli. Saham-saham tersebut antara lain Astra International (ASII), XL Axiata (EXCL) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp69.500, Rp6.750 dan Rp6.950 masing-masing.

Saham sektor tambang seperti TB Bukit Asam (PTBA)dengan target harga Rp23.750 dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) dengan harga dapat mencapai Rp 47.500 juga dijagokan.

Pada perdagangan Jumat (16/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181, dengan intraday tertinggi di 3.838,86 dan terendah di 3.775,45. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,027 miliar lembar saham, senilai Rp 4,102 triliun dan frekuensi 126.617 kali.

Sebanyak 176 saham naik, sisanya 55 saham turun, dan 96 saham stagnan. Aliran dana asing mendukung penguatan bursa, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai sebesar Rp24 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp1,336 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,312 triliun. [mdr]

Inilah Pilihan Saham Senin (19/9)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan menguat pada perdagangan saham Senin (19/9) dengan level support 3.830 dan level resistance 3.920. Faktor global dan fluktuasi rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Kepala Riset PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman menuturkan, faktor global seperti pertemuan The Fed pada 20-21 September ditunggu oleh investor pada perdagangan saham Senin (19/9). Fluktuasi rupiah pun menjadi salah satu sentimen di bursa saham. Ia menyarankan investor untuk bermain dalam jangka pendek.

”IHSG selama masih bisa tahan di atas 3.700 masih aman. IHSG akan berada di level support 3.830 dan level resistance 3.920,” kata Billy saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Hal senada dikatakan Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko dalam situs PT HD Capital Tbk. IHSG akan berada di level support 3.720-3.600 dan resistance 3.925-4.020-4.125. “Bila terjadi penguatan tetap rekomen sell on strength karena beberapa factor global dan fluktuasi rupiah masih menjadi concern,” tegas Yuganur.

Yuganur merekomendasikan saham pilihan antara lain saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO).”Saya merekomendasikan sell untuk saham tersebut,” kata Yuganur.

Sementara itu, Billy merekomendasikan saham PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), saham PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN), saham PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP), saham ASII, dan saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).

Sinyal Rebound IHSG Cukup Solid

INILAH.COM, Jakarta – Kenaikan IHSG akhir pekan lalu dinilai sebagai sinyal rebound yang cukup solid. Hanya saja, harus dikonfirmasi dengan kekuatan volume transaksi dan validitas pergerakan Senin (19/9) ini.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, dalam sepekan ke depan, indeks berpeluang untuk balik ke target level psikologis di 4.000 hingga 4.120. Sebab, posisi akhir pekan lalu, sudah dekat dengan support kuat 3.700 dan berhasil rebound dengan cukup meyakinkan untuk diteruskan lagi penguatannya dalam sepekan ke depan.

Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak dalam trading range support 3.736 dan resistance 4.020. Menurutnya, investor saat ini sudah boleh re-entry karena saat ini posisi market adalah risiko (risk)-nya lebih kecil dibandingkan reward-nya. “Potensi naik relatif lebih besar,” katanya di Jakarta, Minggu (18/9).

Pada perdagangan Jumat (16/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181, dengan intraday tertinggi di 3.838,86 dan terendah di 3.775,45. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45yang naik 10,338 poin (1,56%) ke level 670,096. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah berhasil ditutup naik 1,61%, bagaimana Anda mempreyeksikan IHSG pekan ini?
Market pekan lalu bergerak cukup signifikan negatif dibarengi oleh pelemahan rupiah ke level 8.900 per dolar. Tapi, rupiah yang melemah kemarin, tidak perlu ditanggapi panik dan melebar. Sebab, pelemahan hingga 8.900 itu masih wajar dan dalam batas toleransi. Apalagi, rupiah memang cukup lama bergerak overvalued, dan ketika sedikit ada 'shock' di market, terlihat efeknya terhadap rupiah tapi tidak masalah untuk IHSG.

Pelemahan indeks pekan lalu, juga diiringi oleh volume transaksi yang tidak terlalu signifikan. Artinya, masih tergolong normal. Yang memberi harapan adalah terjadi pembalikan arah yang cukup memberi ketenangan di akhir pekan. Terjadi pembalikan arah yang relatif positif didukung bursa regional dan global. Sinyal rebound cukup solid sebagai permulaan rebound ke depannya, pekan ini.

Hingga level berapa target penguatan IHSG?
Dalam sepekan ke depan, indeks berpeluang untuk balik ke target level psikologis di 4.000 hingga 4.120. Posisi akhir pekan lalu, sudah dekat dengan support kuat 3.700 dan berhasil rebound dengan cukup meyakinkan untuk diteruskan lagi penguatannya dalam sepekan ke depan.

Sayangnya, rebound itu belum diikuti dengan kenaikan yang relatif besar, untuk mengonfirmasi kekuatan market yang menangkal serbuan bearish lebih lanjut akhir pekan lalu baik dari Eropa maupun WallStreet. Paling tidak, sudah memberi angin segar dengan ditutup hijau akhir pekan dari mayoritas bursa dunia. Jadi, dalam sepekan ke depan, ekspektasinya adalah market bergerak positif kembali, menutup (cover) penurunan yang terjadi di pekan lalu, hingga naik (kembali) di atas level psikologis 4.000.

Kalau begitu, kapan rebound tersebut harus dikonfirmasi?
Sinyal rebound sudah positif, namun perlu dikonfirmasi hari Senin(19/9) dengan kekuatan volume dan validitas pergerakan. Senin ini sangat menentukan apakah market sudah ready untuk bergerak naik, atau belum ada 'driver' atau 'mover' sehingga akan konsolidasi terlebih dahulu.

Level support dan resistance-nya?
IHSG akan bergerak dalam kisaran trading dengan support 3.736 dan resistance 4.020.

Bagaimana dengan situasi global?
Ekonomi Eropa dan AS yang slowdown tidak akan terlalu mempengaruhi pasar saham di Indonesia. Itu hanyalah sebatas sentimen market secara teknis. Kondisi fundamental kita solid, begitu juga performa emiten secara umum. Berita dan isu ekonomi Eropa dan AS yang slowdown sudah lama dan sudah terfaktorkan di market (priced-in).

Jadi, itu tidak punya efek terlalu besar lagi, karena semua (pelaku pasar) sudah mengantisipasi risiko sistematisnya. Jadi untuk saat ini, jangka pendek, IHSG masih punya potensi untuk kembali ke level psikologis. Sinyal pembalikan sudah ada, tapi perlu dikonfirmasi lagi 'kekuatan' sinyal itu, apakah lanjut meng-cover penurunan kemarin atau hanya akan sideways terlebih dahulu. Tapi, investor sudah boleh re-entry karena saat ini posisi market adalah risiko (risk)-nya lebih kecil dibandingkan reward--potensi naik relatif lebih besar.

Saham-saham pilihan Anda?
PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland Development (ELTY), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Bukit Asam (PTBA).

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?
Investor boleh re-entry lagi di posisi sekarang. Buy on weakness selektif untuk saham-saham pilihan. Sebab, kecenderungan market pekan ini akan melanjutkan penguatan akhir pekan lalu.Untuk saat ini (short term), kondisi bursa Indonesia dalam jangka pendek, risikonya lebih kecil dibandingkan reward-nya. Memiliki peluang naik lebih besar dibanding penurunannya.

Investor Masih Waspada, IHSG Berpotensi Menguat

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu mengalami koreksi tajam, bahkan sempat menyentuh titik terendah sepanjang tahun ini. IHSG terus menerus melemah seiring tingginya dana asing yang keluar akibat sentimen negatif krisis Eropa.

Namun seiring adanya setitik harapan dari penanganan krisis Eropa setelah para pemimpin Eropa menyatakan komitmennya untuk mencegah gagal bayar Yunani, IHSG secara perlahan ikut membaik.

Berikut pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu:
  • Senin (12/9/2011), IHSG ambles 102,383 poin (2,57%) ke level 3.896,119.
  • Selasa (13/9/2011), IHSG melemah 21,336 poin (0,55%) ke level 3.874,783.
  • Rabu (14/9/2011), IHSG terkoreksi 75,746 poin (1,96%) ke level 3.799,037.
  • Kamis (15/9/2011), IHSG terpangkas 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334.
  • Jumat (16/9/2011), IHSG menanjak 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181.
Koreksi yang sangat tajam sepanjang pekan lalu membawa potensi bagi penguatan IHSG. Investor akan mulai mengakumulasi saham-saham meski masih dalam posisi yang waspada mencermati gerak bursa regional merespons krisis Eropa. IHSG pada perdagangan Senin (19/9/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu masih melanjutkan penguatannya selama 5 hari berturut-turut. Pada perdagangan Jumat (16/9), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 75,91 poin (0,66%) ke level 11.509,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 6,90 poin (0,57%) ke level 1.216,01 dan Nasdaq menguat 15,24 poin (0,58%) ke level 2.622,31.

Sementara bursa regional masih variatif. Bursa Tokyo masih libur, namun bursa Korsel melemah dengan indeks KOSPI melemah 18,91 poin (1,03%) ke level 1.821,19.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (19/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.745-3.790 dan resistance 3.865-3.895. IHSG hampir membentuk white marubozu dimana sebelumnya membentuk spinning tops yang memperlihatkan pergerakan yang mulai rebound. Posisi candle masih berada di sekitar lower bollinger bands. MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak mulai bergerak menjauhi area oversold . IHSG memiliki potensi mengalami penguatan meski terbatas. Harga-harga saham yang telah terdiskon besar diharapkan kembali di buru investor sehingga mendukung penguatan.

eTrading Securities:

Setelah Kamis bergerak anomali, IHSG pada Jumat (16/9) ditutup naik 61 point (+1.61%) ke level 3,835.18. Hampir seluruh sektor mangalami kenaikan pada kecuali infrastructure (-0.20%) dengan total transaksi hari ini tercatat sebanyak 8 juta lot atau setara dengan Rp4.1 triliun.

Tercatat sebanyak 169 saham mengalami kenaikan, 48 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan dan 145 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. BMRI, BUMI, ASII, BBRI dan ADRO sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. PGAS, TLKM, INTP, BAYU dan APIC. Asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp22 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli a.l. BUMI, BBRI, BDMN, ASII dan BMRI.

Secara teknikal, IHSG tampak mulai bergerak reversal dengan candlestick membentuk pola Bullish Marubozu sementara indikator stochastic membentuk golden cross di area oversold sementara RSI telah bergerak uptrend.

Pada perdagangan hari ini (19/9), IHSG diperkirakan berpotensi untuk menguat dan akan bergerak pada range 3761-3880. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l BMRI, INDY, dan JPFA.

(qom/qom)