Rabu, 07 Maret 2012

Saham Unggulan Picu Rontoknya IHSG Sesi I

INILAH.COM, Jakarta - Pada sesi I perdagangan Rabu (7/3/2012), IHSG ditutup melemah 0,84% ke level 3.933,71.

Pelemahan indeks siang ini masih seiring koreksi yang terjadi di bursa global.

Sebanyak 161 saham turun siang ini, 77 saham naik, dan 77 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 1,16% ke level 678,24, sedang JII turun 0,79% ke level 557,16.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,62 triliun. Asing melakukan net sell sebesar Rp72 miliar siang ini.

Bursa Eropa ditutup melemah signifikan sekitar 3% semalam memfaktorkan sentimen negatif dari rilis data GDP Uni Eropa yang terkontraksi -0,3% QoQ di kuartal 4-2011 dan pesimisme rencana debt swap Yunani akan berjalan lancar mendekati tenggat waktunya. Bursa AS turut bergerak melemah dan ditutup -1,5% memfaktorkan sentimen negatif dari Uni Eropa ini. Harga minyak dunia turut terkoreksi sekitar 1,9% ke level US$104,7/barel diikuti harga metal yang meneruskan koreksinya seperti Nikel -1,7% dan Timah -3,1%.

Bursa Asia sendiri siang ini masih meneruskan koreksi yang terjadi sejak awal pekan ini memfaktorkan sentimen negatif dari Uni Eropa dan rilis GPD Australia yang hanya tumbuh 0,4% QoQ di kuartal 4-2011, lebih rendah dari ekspektasi. Nikkei turun 0,78%, Hang Seng turun 0,75%, dan Shanghai turun 0,02%.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah GGRM turun 2,47%, ITMG turun 1,66%, ASII turun 0,86%, NIPS turun 7,24%, TLKM turun 2,81%, dan EXCL turun 3,22%.

Penurunan harga 148 saham benamkan IHSG

JAKARTA. Indeks bursa bergerak searah dengan pelemahan bursa regional pada sesi perdagangan pertama, Rabu (7/3). Pada penutupan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menurun sebesar 0,84% ke level 3.933,712.

Pelemahan indeks bursa dipicu penurunan 148 saham. Hanya 68 saham yang mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 73 saham tak bergerak.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga besar diantaranya, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang melorot 3,23% ke level Rp 4.500. Lalu, ada saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang melorot 2,88% ke level Rp 2.525. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melorot 2,82% ke level Rp 6.900 per saham.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melorot 2,06% ke level Rp 2.375 per saham dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,31 ke level Rp 6.350 per saham.

Sementara saham-saham yang mengalami kenaikan harga terbesar diantaranya, saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang naik sebesar 2,2% ke level Rp 186. Saham Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang naik 2,08% ke level Rp 2.450. Saham Indosat Tbk (ISAT) naik sebesar 0,93% ke level Rp 5.400 per saham.

Tiga hari melorot, harga emas mulai rebound

Tiga hari melorot, harga emas mulai rebound
SINGAPURA. Harga emas mulai rebound setelah tiga berturut-turut melemah. Di pasar spot Singapura pada pukul 11.44 waktu setempat, harga emas telah naik sebesar 0,3% menjadi US$ 1.678,82 per ounce.

Padahal kemarin, harga si kuning telah turun menjadi US$ 1.663, 30 per ounce. Ini merupakan harga terendah sejak 25 Januari lalu.

Analis First Futures Co, Lv Xiaowei mengatakan, kenaikan harga emas ini lantaran masih banyak orang yang ingin membeli logam mulia tersebut untuk melindungi kekayaannya. Menurutnya, penurunan harga kemarin menjadi kesempatan untuk membeli emas.

Selama tiga hari belakangan, harga emas telah melemah 2,6%. Pelemahan ini seiring dengan menguatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat.

Analis Scotiabank, Russel Browne menilai, harga emas masih rawan koreksi. Secara teknikal, dia melihat harga support emas berada di kisaran US$ 1.656 per ounce.

Kekhawatiran Ekonomi Global Hancurkan Saham Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia pada perdagangan Rabu (7/3/2012) awal jatuh, dengan Nikkei Jepang anjlok 1,1% akibat keprihatinan baru atas perlambatan pertumbuhan global setelah Brasil melaporkan pertumbuhan yang melemah untuk 2011 dan ketakutan bahwa Yunani tidak dapat memenuhi batas waktu restrukturisasi utang.

Mengutip CNBC.com, FTSE CNBC Asia 100 indeks, yang mengukur pasar di seluruh Asia, turun 0,7 persen.

Nikkei jatuh 104,99 poin ke level 9.532,64, turun untuk sesi ketiga berturut-turut, sementara indeks Topix jatuh 1,3 persen ke level 816,99. Saham Olympus turun 0,7 persen terkait laporan Kejaksaan Tokyo yang akan mengeluarkan surat penangkapan terhadap mantan Presiden Olympus Tsuyoshi Kikukawa dan tiga orang lainnya, dalam kaitannya dengan menutup-nutupi kerugian investasi perusahaan.

Saham Seoul jatuh dan bersiap untuk mengahdapi pukulan ketiga kalinya akibat keprihatinan atas default utang Yunani dan munculnya kembali ketidakpastian di China dan outlook ekonomi Eropa yang menekan saham global.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 1,5 persen ke level 1.970,77

Saham Australia jatuh 1,1% atau terendah dalam tujuh minggu pada hari Rabu, dipicu kejatuhan saham tambang karena kekhawatiran baru terhadap kesehatan ekonomi global yang menekan pasar dan harga tembaga turun hampir 3%.

Patokan S & P/ASX 200 indeks turun 45,3 poin ke level 4.159,4, titik terendah sejak 17 Januari. Indeks ini jatuh 1,4 persen pada hari Selasa. Selandia baru benchmark NZX 50 indeks jatuh 0,7 persen ke level 3.379 dalam perdagangan awal.

Belum ada alasan pertahankan euro

Belum ada alasan pertahankan euro
JAKARTA. Euro tersandung data ekonomi termutakhir Eropa. Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara zona Euro untuk kuartal IV-2011 turun 0,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kinerja ekspor dan belanja rumah tangga masing-masing merosot 0,4%.

Data ekonomi terbaru itu, mengonfirmasi fundamental ekonomi Benua Biru yang masih lesu. Sentimen negatif terhadap euro berlipat ganda akibat rencana bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan bunga acuan sebesar 1%, pekan ini.

"Membeli euro adalah sesuatu yang tidak masuk akal," kata Marito Ueda, Senior Managing Director FX Prime Corp, Tokyo, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

ECB masih disibukkan upaya penyelesaian krisis utang. "Tidak ada ruang untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter," imbuh Marito.

Chris Walker, Currency Strategist UBS AG, menambahkan, euro saat ini masih masuk dalam kelompok valuta berisiko. Potensi pelemahan diperkuat oleh gambaran kondisi fundamental terkini.

Selain tertekan sentimen negatifnya dana perekonomian, euro juga melemah menjelang penyelesaian utang Yunani dengan para kreditur swasta, 8 Maret nanti. Yunani berharap kreditur swasta bisa menerima rencana restrukturisasi utang senilai € 130 miliar.

"Jika kreditor Yunani menyetujui mekanisme debt swap, maka kekhawatiran terbesar pemodal akan mereda. Kemungkinan besar negosiasi akan berjalan lancar," ujar Noriaki Murao, Managing Director di Bank of Tokyo-Mitsubishi.

Dari sisi teknikal, untuk hari ini pamor euro masih akan kalah di hadapan beberapa pairing utamanya, yakni dollar Amerika Serikat (USD), poundsterling Inggris (GBP), dan yen Jepang (JPY).

Tiga analis merekomendasikan "jual" untuk euro mengingat risiko penurunan nilai tukar valuta 17 negara itu. Dengan demikian, dari sisi fundamental dan teknikal, euro menjadi valuta yang tak layak investasi.

Empat Saham Jagoan untuk Trading Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Rabu (7/3) diprediksi variatif melemah seiring rilis PDB Uni Eropa dan penantian pasar atas kejelasan debt swap Yunani. Empat saham layak trading!

Pada perdagangan Selasa (6/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 17,82 (0,45%) ke level 3.967,076 dengan intraday tertinggi 3.984,357 dan terendah 3.938,74. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 4,37 poin (0,63%) ke level 686,227.

Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto memperkirakan, indeks saham domestik bakal variatif-melemah hari ini. “Pada perdagangan hari Rabu (7/3), secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran support 3.940 dan resistance 4.010,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (6/3).

Menurutnya, data Produk Domestik Bruto (PDB) Uni Eropa yang akan dirilis, serta perkembangan dari proses restrukturisasi hutang antara Yunani dengan para kreditor swasta, akan dapat memberikan sentimen terhadap indeks.

Jika Yunani mencapai target 100 miliar euro dari program debt swap-nya itu, cukup memenuhi syarat untuk mendapatkan bailout. Tapi, berdasarkan Undang-undang di Yunani, jika jumlahnya sudah mencapai 75%, Athena bisa memaksa keikutsertaan semua pihak untuk mencapai target tersebut.

Artinya, Yunani dapat memaksa keikutsertaan para kreditornya secara sepihak untuk menghindari gagal bayar (default). Tapi, sejauh ini pasar justru mengkhawatirkan Yunani tidak berhasil mencapai angka 75% itu.

Debt swap adalah penukaran obligasi lama yang jatuh tempo dengan obligasi baru dengan tenor lebih panjang tapi nilainya dipangkas 50%.

Di atas semua itu, Jansen merekomendasikan positif 4 saham dari empat sektor berbeda—consumer goods, perbankan, pertambangan energi dan sektor ritel.

Saham-saham pilihannya adalah PT Mayora Indah (MYOR), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Medco Energi (MEDC), dan PT Mitra Adi Perkasa (MAPI). “Itulah saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading,” imbuh Jansen.

Efek proyeksi China

JAKARTA. Bursa regional kembali menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selasa (6/3), IHSG, ditutup melemah 0,45% menjadi 3.967.

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, mengatakan, bursa regional lesu setelah Pemerintah China memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 7,5%. Sejatinya, dampak perubahan pertumbuhan ekonomi China lebih terasa di Amerika Serikat (AS) maupun Eropa.

Dia memprediksi, pergerakan IHSG hari ini akan terpengaruh posisi terakhir Dow Jones Industrial Average (DJIA). Jika DJIA, Selasa (6/3) berakhir di atas support, 12.900, IHSG berpotensi rebound.

Pemodal juga harus mencermati pergerakkan saham BMRI dan PTBA. Dua saham tersebut terancam aksi jual, menyusul kinerja tahun 2012 yang di bawah ekspektasi. Jika dua saham ini terkena tekanan jual, kemungkinan besar IHSG goyah.

Indikator teknikal menunjukkan, IHSG bergerak mendatar, dan bisa melandai. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung melemah. "IHSG bisa melemah secara terbatas," ujar Muhammad Alfatih, Analis Samuel Sekuritas.

Alfatih memperkirakan IHSG, hari ini, akan bergerak di antara support 3.936 serta resistance 4.004. Proyeksi Satrio, IHSG akan bergerak di antara kisaran support 3.960-4.008 dan resistance 3.900-4.025.

Wall Street Melemah Terseret Isu Yunani

Headline
INILAH.COM, New York - Indeks Dow Jones turun lebih dari 200 poin pada perdagangan di Wall Street, Selasa (6/3/2012). Hal itu dipengaruhi ketakutan gagal bayar Yunani dan perlambatan ekonomi China akan mempengaruhi perekonomian global.

Indeks Dow Jones turun 203,66 poin atau 1,57% ke level 12.759,15. Indeks S&P 500 turun 20,97 poin atau 1,54% ke level 1.343,36. Indeks Nasdaq turun 40,16 poin atau 1,36% ke level 2.910,32.

Indeks Volatility atau VIX naik sekitar 16% ke 21. Kenaikan ini pertama kali sejak November. Sekitar 10 saham turun untuk satu saham yang naik di mana bank dan pertambangan menjadi sektor saham yang mengalami penurunan terbesar.

Baru-baru ini saham melanjutkan reli tanpa dorongan yang kuat sejak Desember. Pergerakan saham didorong dari harapan masalah utang di Eropa dapat diselesaikan dan China dapat menghindari hard landing.

"Ini mungkin waktu kita untuk memiliki dorongan di mana pasar menghilangkan kekhawatirn di mana ada potensi pertumbuhan pada tahun ini," ujar Burt White, Managing Director and Chief Investment Officer di LPL Financial, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Uni Eropa mengatakan, Eropa kelihatan menuju resesi. Hal ini disebabkan penurunan belanja household, ekspor, dan manufaktur pada 2011. Selain itu, sebuah grup yang mewakili pemegang obligasi Yunani memperingatkan kemungkinan ada gagal bayar senilai 1 triliun euro yang dapat menghancurkan Eropa.

Kreditur menerima untuk melakukan penukaran obligasi di mana mereka akan kehilangan tiga perempat dari nilai obligasinya. Kemungkinan jaminan akan hilang bila Yunani bersepakat dengan swasta. Trader pun menjual saham perbankan karena ada tekanan di Yunani.

Salah satu official menuturkan, Yunani tidak memiliki rencana untuk memperpanjang bond-swap yang ditawarkan kepada private creditor.

Sementara itu, GDP Brazil tumbuh kecil sebesar 2,7% pada 2011. Ini menambah konsentrasi setelah Cina memotong outlook pertumbuhan ekonomi. Harapan pertumbuhan dari emerging market sebagai katalis utama untuk keuntungan saham.

Adapun saham mengalami penurunan saham Apple Inc. Di mana saham Apple turun 0,5% ke level US$530,26. Indeks S&P sektor keuangan turun 2,5% dan indeks KBW bank turun 2,7%. Morgan Stanley turun 5,3% ke level US$17,32.

Saham basic material juga mengalami penurunan karena penurunan harga komoditi. Saham Alcoa Inc turun 4,1% ke level US$9,47. Saham Freeport McMoran Copper and Gold Inc turun 2,5% ke level US$39,44.

Volume perdagangan saham sekitar 7,5 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq di atas rata-rata perdagangan 6,9 miliar saham. [hid]

Yunani dan Australia Masih Ganduli Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (7/3) diprediksi datar-melemah. Pasar menanti kepastian debt swap Yunani dan berekspektasi perlambatan ekonomi Australia.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, kecenderungan pelemahan rupiah hari ini masih dipicu oleh sentimen global yang masih akan negatif hari ini. Salah satunya, faktor ketidakpastian program debt swap Yunani.

Karena itu, orang cenderung melakukan aksi jual pada euro sehingga dolar AS menguat dan jadi tekanan negatif bagi rupiah. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.100-9.170 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Selain dari Yunani, euro mendapat tekanan dari dari kurang baiknya data Pesanan Pabrik Jerman. Data ini akan dirilis sore nanti yang angkanya sudah diperkirakan turun jadi 0,5% dari sebelumnya 1,7%. "Kondisi ini akan kembali menegaskan ancaman resesi yang telah membayangi Eropa," ungkap Firman.

Di sisi lain, lanjut Firman, pagi ini pasar juga akan terpengaruh oleh data yang dirilis di Australia yang pertumbuhan ekonomi negeri Kanguru itu yang angkanya sudah diekspektasikan menunjukkan perlambatan. "Pada kuartal IV-2011 Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Australia sudah diperkirakan melandai ke level 0,8% dari kuartal sebelumnya 1%," ucap dia.

Kondisi itu, Firman menegaskan, turut memberikan sentimen negatif di market. "Tapi, secara umum rupiah akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah," timpalnya.

Sebab, jelang pelemahan rupiah ke 9.200 per dolar AS, rupiah bakal diintervensi oleh Bank Indonesia. "Jadi, intervensi BI bisa membatasi pelemahan rupiah seiring profit taking atas dolar AS jelang level 9.200," papar Firman.

Karena itu, kata dia, rupiah cenderung sideways sambil menanti even penting pada 8 Maret yang jadi deadline debt swap Yunani serta pengumuman suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI), European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). "Karena itu juga, hingga Kamis besok rupiah cenderung melemah," imbuh Firman.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jakarta, Selasa (6/3) ditutup melemah 15 poin (0,16%) ke level 9.130/9.145 per dolar AS.

Tekanan IHSG Mulai Mereda

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin turun 17 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Koreksi indeks ini termasuk paling tipis di antara pasar saham Asia yang seluruhnya jatuh sangat dalam.

Menutup perdagangan, Selasa (6/3/2012), IHSG turun 17,821 poin (0,45%) ke level 3.967,076. Sementara Indeks LQ 45 melemah 4,374 poin (0,64%) ke level 686,227.

Pada perdagangan hari ini tekanan eksternal masih ada namun sedikit mereda. Pergerakan indeks diprediksi masih akan serba tipis tanpa adanya dukungan sentimen positif.

Indeks Dow Jones di bursa saham Wall Street jatuh lebih dari 200 poin pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, menjadikannya koreksi terbesar sejak tiga bulan terakhir atau pertama kali di 2012.

Pemicunya, krisis utang Yunani yang belum juga berakhir serta pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China, yan keduanya diprediksi bisa menganggu laju pertumbuhan ekonomi dunia.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 203,66 poin (1,57%) ke level 12.759,15. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 20,97 poin (1,54%) ke level 1.343,36. Indeks Komposit Nasdaq ambles 40,16 poin (1,36%) ke level 2.910,32.

Bursa-bursa di Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun 88,88 poin (0,92%) ke level 9.548,75.
  • Indeks Straits Times anjlok 59,79 poin (2,00%) ke level 2.932,01.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

Panin Sekuritas
IHSG kembali melanjutkan penurunannya pada perdagangan kemarin. Sentimen negatif dari buruknya data makro ekonomi Amerika Serikat dan Eropa menjadi katalis negatif bagi bursa regional. Selain itu proyeksi Pemerintah China akan melambatnya pertumbuhan ekonomi mereka juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Meski demikian, untuk hari ini kami melihat tekanan indeks akan mulai mereda. Beberapa saham unggulan terlihat sudah turun cukup dalam pada dua hari terakhir perdagangan. Kami memperkirakan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.940-4.000. Saham pilihan : AISA, BMRI, APLN, LTLS, SMGR

eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG terkoreksi dalam dua hari terakhir dengan Indikator Stochastic berpotensi membentuk deathcross di area overbought dan RSI yang bergerak downtrend. Pada perdagangan Rabu (7/3), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3935-3992. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI, INTP, dan AALI.

(ang/ang)

Wall Street rontok diterpa Yunani dan China

Wall Street rontok diterpa Yunani dan China
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) sotak turun tajam setelah beberapa berita negatif bermunculan. Semua awak Wall Street terbenam di bawah garis merah sepanjang transaksi, Selasa (6/3).

Dow Jones Industrial Average (DJIA) amblas 203,66 poin atau 1,57% ke 12.759,15. Ideks S&P mundur 20,97 poin atau 1,54% ke 1.343,36. Kemudian bursa teknologi AS yaitu Nasdaq terpaksa minus hingga 40,16 poin atau 1,36% ke 2.910,32.

Wall Street terpuruk oleh permasalahan global. Di antaranya adalah masalah swap utang Yunani. Swap ini memiliki peranan cukup penting bagi pada bail out kedua agar negara terhidnar dari bangkrut.

Berita buruk juga datang dari China yaitu Beijing tak bisa mengelak dari krisis dan akhirnya memangkas target pertumbuhan 2012 ke level rendah 8 tahun pada 7,5%.

Koreksi Berlanjut, BOW Saham Unggulan

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Rabu (7/3) diperkirakan akan melemah. Saham unggulan yang sudah terkoreksi, bisa jadi pilihan.

Oktavianus Marbun, analis pasar modal dari Waterfront Sekuritas mengatakan, IHSG masih akan lanjutkan koreksi meskipun sudah mulai terbatas. Hal ini karena penurunan harga saham-saham big cap juga sudah terbatas.

“Bahkan di tengah koreksi dua hari berturut-turut ini, posisi nett buy asing mulai meningkat. Koreksi IHSG akan terbatas di FIBO Retracement 50%,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, trend IHSG sebenarnya masih menguat. Koreksi kemarin masih dianggap wajar menurut perhitungan Fibonacci Retracement, di mana Fibo 50% retracement konfirmasi di level 3.922,49, dengan perhitungan IHSG sudah rebound dari 3.838 ke 4.000-an, “Sehingga 50% koreksi masih wajar selama tidak menembus 3.922,49,”paparnya.

Koreksi ini dinilai masih wajar karena juga tidak diikuti oleh peningkatan net selling asing. “Jadi trend bullish IHSG belum berubah selama koreksi pada dua hari pekan ini belum menembus FIBO Retracement 50% di level 3.922,”imbuhnya.

Oktavianus menuturkan, sejauh ini faktor fundamental tidak banyak perubahan. Ada sedikit shock di bursa Asia karena China menurunkan target pertumbuhan ekonominya, “Tapi ini sudah diperhitungkan oleh investor, sejak China menaikkan GWM rasio perbankan di awal Februari lalu,”katanya.

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan buy on weakness pada saham Bank Mandiri (BMRI) dan Lonsum (LSIP). Demikian juga saham Astra International (ASII).”Ada gap ASII di level 68.750, jadi ada peluang buy on weakness,”tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (6/3) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 17,82 poin atau 0,4% ke 3.967,08. Volume perdagangan 2,4 miliar saham senilai Rp3,2 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 148 saham melemah, 82 saham menguat dan 114 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp973,1 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp1,352 triliun dan penjualan asing mencapai Rp1,353 triliun. [nat]

Inilah Daftar Saham Pilihan Rabu (7/3)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (7/3) diprediksi mulai mereda penurunannya dengan kisaran 3.940-4.000.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekurias, Purwoko Sartono, kemarin. "Untuk hari ini (besok), kami melihat tekanan indeks akan mulai mereda. Beberapa saham unggulan terlihat sudah turun cukup dalam pada dua hari terakhir perdagangan," katanya.

IHSG Selasa kemarin ditutup melemah 17,82 poin atau 0,4% ke 3.967,08. Volume perdagangan 2,4 miliar saham senilai Rp3,2 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp973,1 miliar.

Pada perdagangan kemarin, IHSG masih melanjutkan penurunannya lagi. Sentimen negatif dari buruknya data makro ekonomi Amerika Serikat dan Eropa menjadi katalis negatif bagi bursa regional.

Selain itu proyeksi pemerintah China akan melambatnya pertumbuhan ekonomi mereka juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. China memangkas target pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 7,5% dari 8%. "Saham pilihan, AISA, BMRI, APLN, LTLS, SMGR," jelasnya.

Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan beli untuk saham AALI jika break di 22.900 dan stop loss di 21.900. Saham AALI menguat lagi menguji Strong Resist Line-nya di area 22.200. Jika AALI mampu bertahan di atas level ini dan menguat menembus resisten 22900, saham ini berpeluang besar untuk mengakhiri konsolidasinya dan menguat menuju 26.900 dengan minor target 24.460.

Sedangkan saham GJTL disarankan sell on strength dengan strong sell jika break di 2.675. Saham GJTL gagal bertahan di atas MA200 dan saat ini mengalami tekanan jual di area support pola Invertd Cup & Handle di 2.675.

Jika GJTL tidak mampu bertahan di atas level ini maka berpelaung melanjutkan penurunan menuju 2.400 dengan minor target 2.575.

Kontraksi ekonomi Eropa bikin Wall Street meradang

Kontraksi ekonomi Eropa bikin Wall Street meradang
NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat meradang, karena tersengat isu kontraksi perekonomian Eropa. Akibatnya, hari ini, indeks Standard & Poor's mengalami koreksi tertajam di 2012.

Indeks S&P 500 tumbang 1,2% ke level 1.348,28 pada pukul 9.42 waktu New York. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 1,1% ke posisi 12.817,80.

Bursa Wall Street tiarap setelah sebuah laporan hari ini menunjukkan, ekonomi Eropa di kuartal keempat lalu terkontraksi sebesar 0,3%. Apalagi, investor saat ini masih menunggu perkembangan kesepakatan restrukturisasi utang Yunani.

Beberapa saham yang turut menggerus indeks, seperti saham Citigroup Inc. dan Morgan Stanley yang tergelincir setidaknya 2,3%. Kemudian, saham Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, juga Alcoa Inc. yang masing-masing jatuh lebih dari 2,7%.

Kevin Caron, ahli strategi pasar di Stifel Nicolaus & Co. menilai, ada dua hal yang sedang terjadi di pasar. Menurutnya, sebagian besar data sejauh ini bergerak ke arah yang benar, yang menjelaskan mengapa pasar bisa lebih baik.

"Namun, mengapa pasar tidak bergerak lebih tinggi hari ini? Ini karena ada data yang lebih rendah dari perkiraan, dan beberapa kekhawatiran terkait proses restrukturisasi utang Yunani," ujarnya, di New Jersey.

IHSG Sideways, Investor Jangan Agresif

INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, tren IHSG hingga akhir pekan diprediksi bakal sideways sehingga tidak terlalu menguntungkan bagi investor. Karena itu, jangan terlalu agresif.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, potensi berlanjutnya tren sideways IHSG hingga akhir pekan ini karena secara teknikal , 3 candle yang lalu pada tanggal 2 Maret 2012, indeks telah mencapai resistance atasnya dan disusul dengan pembalikan arah ke bawah.Kondisi itu, didukung oleh indikator RSI dan MACD yang menunjukkan penurunan.

Karena itu, untuk traders, Tommy menyarankan untuk wait and see dulu menunggu indeks turun di kisaran support di level 3.895-3.900. “Bagi investor, saya sarankan untuk hold portfolio, dan tidak melakukan pembelian yang agresif, karena tren yang sideways ini kurang favorable bagi investor,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (6/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 17,82 (0,45%) ke level 3.967,076 dengan intraday tertinggi 3.984,357 dan terendah 3.938,74. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 4,37 poin (0,63%) ke level 686,227. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG kembali melemah ke level 3.667. Sebenarnya, seperti tren pergerakan indeks saat ini?
Dari sisi tren, sejak pekan terakhir di Januari 2012, IHSG jelas sekali terlihat sideways. Harga bergerak dalam range 3.895 – 4.040. Tren sideways ini saya perkirakan akan masih terus berlanjut dalam pekan ini. Sebab, secara teknikal, 3 candle yang lalu pada tanggal 2 Maret 2012, IHSG telah mencapai resistance atasnya dan disusul dengan pembalikan arah ke bawah.

Bagaimana dengan penjelasan indikator teknikalnya?
Indikator The Relative Strength Indeks (RSI) terlihat masih mengarah turun. Hal ini menunjukkan bahwa masa-masa sideways ini masih akan berlanjut. Begitu juga dengan indikator Moving Average Convergence-Divergence (MACD) yang terlihat sempat membentuk Golden Cross (lingkaran merah) namun sepertinya gagal dan kembali turun.

Level support dan resistance IHSG?
Level support terdekat IHSG berada pada 3.895-3.900, sedangkan level resistanceterdekat berada pada 4.000-4.010.Level Support berikutnya berada pada 3.850 dan level resistanceberikutnya berada pada 4.040.

Lantas, bagaimana prediksiarah IHSG berikutnya?
Saya perkirakan dalam minggu ini IHSG akan terus tertekan dan menuju mencari support dibawah kisaran level 3.895-3.900. Level 3.900 menurut saya jadi support yang cukup kuat dimana telah diuji beberapa kali selama periode Januari hingga February 2012.

Strategy Trading-nya bagaimana?
Untuk traders saya sarankan untuk wait and see dulu menunggu indeks turun di kisaran support di level 3.895-3.900. Posisi indeks saat ini cukup tanggung menurut saya karena range untuk naik masih cukup sempit.Bila indeks turun mendekati 3.895-3.900, potensi range untuk profit ke atas akan lebih besar.Reward – Risk Ratio lebih baik.

Investor bagaimana?
Bagi investor, saya sarankan untuk hold portfolio, dan tidak melakukan pembelian yang agresif, karena trend yang sideways ini kurang favorable bagi investor.

Isu China bisa untungkan negara Asia lainnya

Isu China bisa untungkan negara Asia lainnya
JAKARTA. Pemangkasan target pertumbuhan ekonomi China justru berpotensi menguntungkan negara Asia lainnya. Peter Hickson, Managing Director Global Commodity Research and Basic Materials Strategy UBS AG menuturkan, kabar pemangkasan proyeksi ekonomi China akan menggiring investor global (foreign investment) masuk ke pasar modal Asia lainnya.

Menurutnya, walaupun penurunan prospek ekonomi China akan mengancam permintaan komoditas, seperti batubara. Namun, selain China, India juga masih memiliki permintaan yang besar terhadap batubara dan komoditas lainnya. "India diharapkan dapat menjadi pendukung bagi pertumbuhan Asia," urai Hickson, di Jakarta, Selasa (6/3).

Joshua Tanja, Head of Research UBS Securities Indonesia menambahkan, pada Februari lalu, aliran dana asing sudah masuk kembali ke negara-negara Asia. "Yang paling signifikan terjadi di negara Korea Selatan, Taiwan dan India," ujarnya, Selasa (6/3). Dia memperkirakan, capital inflow itu akan terus berlanjut.

Namun sayangnya, capital inflow yang signifikan tidak terjadi di Indonesia. Menurut Joshua, ini karena investor masih memperhatikan perkembangan tentang sentimen domestik di Indonesia khususnya mengenai besaran kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami ekspektasikan sales growth di Indonesia tahun ini hanya naik 15%, padahal tahun 2011 naik sebesar 19%," ujarnya. Penurunan ekspektasi sales growth ditengarai karena kemungkinan tingginya inflasi daripada perkiraan sebelumnya pasca harga minyak dunia yang terus naik dan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.

Koreksi Terbesar Wall Street di 2012

New York - Indeks Dow Jones di bursa saham Wall Street jatuh lebih dari 200 poin pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, menjadikannya koreksi terbesar sejak tiga bulan terakhir atau pertama kali di 2012.

Pemicunya, krisis utang Yunani yang belum juga berakhir serta pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China, yan keduanya diprediksi bisa menganggu laju pertumbuhan ekonomi dunia.

Para analis memperkirakan koreksi ini akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan, soalnya beberapa perdagangan terakhir indeks sudah reli. Meski sudah terkoreksi, indeks S&P 500 masih menguat 7% sejak awal tahun.

Sebanyak 10 saham jatuh setiap adan satu yang menguat di pasar saham New York itu, pelemahan dipimpin oleh saham-saham bank dan tambang yang masuk ke top losers.

Pasar modal negeri paman sam itu sudah reli sejak awal tahun, dengan ekspektasi pemulihan krisis utang di Eropa dan pertumbuhan pesat ekonomi China. Namun ternyata, yang terjadi sebaliknya.

"Sepertinya sudah saatnya pasar sedikit mundur sambil mengevaluasi seperti apa prospek pertumbuhan tahun ini yang sebenarnya," kata Burt White, Direktur dan Kepala Investasi LPL Financial di Boston, dikutip dari Reuters, Rabu (7/3/2012).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 203,66 poin (1,57%) ke level 12.759,15. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 20,97 poin (1,54%) ke level 1.343,36. Indeks Komposit Nasdaq ambles 40,16 poin (1,36%) ke level 2.910,32.

Ini merupakan koreksi masif pertama Dow Jones sejak 23 November lalu. Sementara untuk Indeks S&P 500, koreksi tajam terakhirnya diderita pada akhir Desember kemarin.

(ang/ang)

Selasa, 06 Maret 2012

Turun 17 Poin, Koreksi IHSG Paling Tipis di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 17 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Koreksi indeks ini termasuk paling tipis di antara pasar saham Asia yang seluruhnya jatuh sangat dalam.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis Rp 9.130 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.140 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 20,184 poin (0,51%) ke level 3.964,713 terseret koreksi pasar saham regional akibat kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Indeks semakin menjauhi level 4.000 akibat tekanan jual yang diakibatkan sentimen eksternal dari negeri tirai bambu tersebut. Seluruh indeks sektoral pun terpangkas.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 28,362 poin (0,71%) ke level 3.956,535 akibat tekanan jual di saham unggulan, terutama berbasis konsumer. Bursa-bursa di Asia juga jatuh semakin dalam.

Tekanan jual masih belum berhenti memasuki perdagangan sesi II, indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 3.953,461. Aksi beli jelang penutupan bisa sedikit mengurangi koreksi indeks.

Menutup perdagangan, Selasa (6/3/2012), IHSG turun 17,821 poin (0,45%) ke level 3.967,076. Sementara Indeks LQ 45 melemah 4,374 poin (0,64%) ke level 686,227.

Rencana bailout Yunani mengalami hambatan. Pasalnya, pihak swasta yang diharapkan berpartisipasi dalam penukaran surat utang kini belum memberikan jawaban.

Padahal, penukaran surat utang itu merupakan bagian dari syarat untuk pemberian dana talangan sebesar Rp 1.560 triliun. Kabar tersebut membuat bursa-bursa di Eropa terkena koreksi.

Indeks pun ikut terkoreksi berbarengan dengan amblesnya bursa-bursa di Asia. Pelemahan kali ini dipimpin oleh saham-saham berbasis infrastruktur dan finansial.

Tak satu pun indeks sektoral di lantai bursa yang bisa menguat, semuanya kompak bergerak di teritori negatif. Tekanan jual banyak dilakukan oleh investor lokal dan asing.

Hingga sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 1,658 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 88.983 kali pada volume 4,975 juta lot saham senilai Rp 3,343 triliun. Sebanyak 82 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Maraknya sentimen negatif membuat bursa-bursa di Asia jatuh semakin dalam, bahkan bursa saham Singapura dan Hong Kong ambles lebih dari dua persen.

Berikut kondisi dan situasi di bursa-bursa regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 34,56 poin (1,41%) ke level 2.410,45.
  • Indeks Hang Seng jatuh 459,06 poin (2,16%) ke level 20.806,25.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 60,96 poin (0,63%) ke level 9.637,63.
  • Indeks Straits Times ambles 65,97 poin (2,21%) ke level 2.925,83.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 550 ke Rp 15.800, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 17.000, Surya Esa (ESSA) naik Rp 230 ke Rp 1.760, dan Petrosea (PTRO) naik Rp 225 ke Rp 4.625.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 42.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 56.500, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 12.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 18.650.
(ang/dru)

Net Sell Asing Akhiri IHSG Sesi I Turun 0,71%

INILAH.COM, Jakarta - Pada sesi I perdagangan Selasa (6/3/2012), IHSG ditutup turun 0,71% ke level 3.956,53.

Penurunan indeks siang ini seiring koreksi yang terjadi di bursa regional, di mana Nikkei turun 0,81%, Hang Seng turun 1,51%, dan Shanghai turun 1,13%.

Sebanyak 149 saham turun siang ini, 57 saham naik, dan 90 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,97% ke level 683,89, sedang JII turun 0,91% ke level 560,47.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,02 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,20 triliun. Asing pun melanjutkan aksi net sell sebesar Rp53,26 miliar hingga siang ini.

Bursa AS dan Eropa ditutup melemah semalam memfaktorkan sentimen negatif dari China yang hanya menargetkan pertumbuhan GDP 7,5% di 2012, terendah sejak 2004. Rilis data factory orders AS di bulan Januari yang turun 1% turut menjadi sentimen negatif semalam. Harga minyak bergerak sideways semalam dan ditutup di level US$106,7/barel sementara harga batubara NEWC terkoreksi signifikan sekitar 4% ke level US$110,9/ton. Harga metal dunia turut terkoreksi semalam dengan Nikel -2% dan Timah -2,9%.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ITMG yang turun 3,59%, GGRM turun 1,40%, UNVR turun 1,57%, IMAS turun 1,08%, dan ACES turun 3,37%.

Sesi I, IHSG tak juga beranjak dari zona merah

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tak beranjak dari zona merah. Pada penutupan sesi I, indeks turun 0,71% menjadi 3.956,535.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, ada 141 saham yang turun. Sementara, 48 saham lainnya naik dan 85 saham diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,243 miliar saham senilai Rp 1,368 triliun.

Secara sektoral, semua sektor memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar antara lain: sektor barang konsumsi yang turun 1,11%, sektor pertambangan yang turun 1,03%, dan sektor konstruksi yang turun 0,93%.

Tiga saham yang berada di jajaran top losers antara lain: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 3,59% menjadi Rp 41.600, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,86% menjadi Rp 3.400, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 2,83% menjadi Rp 2.575.

Sementara itu, di jajaran top gainers, terdapat saham-saham: PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 5,95% menjadi Rp 445, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 5,68% menjadi Rp 4.650, dan PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) naik 4,76% menjadi Rp 660.

Saham Konsumer Tertekan, IHSG Turun 28 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 28 poin akibat tekanan jual di saham unggulan, terutama berbasis konsumer. Bursa-bursa di Asia juga jatuh semakin dalam.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 20,184 poin (0,51%) ke level 3.964,713 terseret koreksi pasar saham regional akibat kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Indeks semakin menjauhhi level 4.000 akibat tekanan jual yang diakibatkan sentimen eksternal dari negeri tirai bambu tersebut. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 3.953,461.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (6/3/2012), IHSG turun 28,362 poin (0,71%) ke level 3.956,535. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,712 poin (0,97%) ke level 683,889.

Investor berniat keluar sejenak dari lantai bursa sambil menunggu situasi pasar membaik. Hingga saat ini belum ada sentimen positif yang bisa membawa indeks ke zona hijau.

Saham-saham konsumer menjadi pemberat bursa dengan koreksi sektornya sebanyak lebih dari satu persen. Tak satu pun indeks sektoral yang mampun menguat. Seluruhnya terpaksa memerah akibat aksi jual.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 46.303 kali pada volume 1,243 miliar lembar saham senilai Rp 1,368 triliun. Sebanyak 48 saham naik, sisanya 141 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China menjadi hanya 7,5% tahun ini membuat sentimen negatif yang menjalar ke seluruh dunia. Bursa-bursa di regional pun jatuh semakin dalam di zona merah.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai ambles 27,71 poin (1,13%) ke level 2.417,29.
  • Indeks Hang Seng anjlok 320,77 poin (1,51%) ke level 20.944,54.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 81,99 turun (0,85%) ke level 9.616,60.
  • Indeks Straits Times turun 35,10 poin (1,17%) ke level 2.956,70.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 53.150, Petrosea (PTRO) naik Rp 250 ke Rp 4.650, Surya Esa (ESSA) naik Rp 150 ke Rp 1.680, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 150 ke Rp 2.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.550 ke Rp 41.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 56.250, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 18.700, dan Waran Royal Oak (RODA) turun Rp 205 ke Rp 235.

(ang/dru)

Analis: Investor masih wait and see

JAKARTA. Gerakan naik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepertinya cenderung akan terhambat beberapa sentimen negatif dari global.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang melihat, secara teknikal, IHSG membentuk pola hanging man yang mengindikasikan melemahnya aksi beli.

"Ditambah lagi kemarin, Wall street ditutup dominan tekoreksi cukup dalam akibat kekhawatiran rencana Greek Debt Swap Deal dan juga penurunan sektor swasta Zona Euro bulan Februari," urai Edwin. Selasa (6/3).

Analis Sinarmas Sekuritas, Jansen Kustianto juga mengingatkan, pemangkasan prospek tingkat pertumbuhan ekonomi China, sepertinya masih menggiring IHSG terkoreksi.

"Dari domestik, investor juga menantikan kejelasan kenaikan BBM dan TDL," tambah Purwoko Sartono, Research Analyst Panin Sekuritas, Selasa (6/3).

Purwoko melihat tampaknya di perdagangan hari ini (6/3), investor masih wait and see seperti yang terukur pada rendahnya nilai transaksi kemarin. Walaupun begitu, Purwoko masih optimistis indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 3.955-4.000. "Saham pilihan hari ini TBIG, BJBR, BMRI, WINS," tuturnya.


Sementara Jansen bilang secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3930-4030. "Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading, antara lain ada PGAS, BSDE, ASRI, SDRA," pungkasnya.

Yen melemah, bursa Jepang bersemangat

Yen melemah, bursa Jepang bersemangat
TOKYO. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa Jepang melesat pagi ini. Pada pukul 09.06 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,3% menjadi 9.724,62. Sementara, indeks Topix naik 0,2% menjadi 834,82.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Toyota Motor Corp yang naik 0,8% dan Kubota Corp yang turun 1,1%.

Aksi beli terhadap saham-saham di bursa Jepang terjadi seiring pelemahan yen, sehingga meningkatkan outlook kinerja eksportir. "Dengan pelemahan yen, investor berburu saham-saham berbasis ekspor. Namun kenaikan akan terbatas. Pasar saham akan mengikuti pergerakan mata uang serta pergerakan bursa Asia lainnya," jelas Ryuta Otsuka, strategist Toyo Securities Co di Tokyo.

Silahkan cek rekomendasi pilihan analis hari ini

JAKARTA. Berikut adalah saham-saham yang menjadi rekomendasi analis pagi ini.
- PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP)
BCAP, kemarin, bertahan di atas Moving Average (MA) 20, yang ditembusnya dua hari lalu. Itu pertanda penguatan berlanjut. Relative Strength Index (RSI) sudah keluar dari area overbought.
Rekomendasi : Trading buy
Support : Rp 860
Resistance : Rp 990
Analis : Fadillah Qudsi, Mega Capital Indonesia

- PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Pola triangle sudah terkonfirmasi pertengahan Februari, pertanda CTRA berpotensi menguat. Skenario triangle gagal, jika harga jatuh di bawah support. Itu merupakan saat untuk keluar.
Rekomendasi : Buy
Support : Rp 630
Resistance : Rp 760
Analis : Muhamad Alfatih, Samuel Sekuritas

- PT Royal Oak Developments Tbk (RODA)
Setelah rally selama sepekan, RODA akan kembali menguji resistance. RSI memang sudah overbought. Namun candlestick, volume, dan momentum belum indikasikan pembalikan arah.
Rekomendasi : Speculative buy
Support : Rp 250
Resistance : Rp 310
Analis : Purwoko Sartono, Panin Sekuritas

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kembali menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) pada semua kategori kredit. Melalui penurunan SBDK ini diharapkan dapat meningkatkan penyaluran kredit. Kredit yang tersalurkan dengan baik maka akan mendorong pertumbuhan sector riil. Dimana akan mengurangi beban keuangan bagi perusahaan yang berhutang.
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 7.950
Analis : Betrand Reynaldi, eTrading Securities

Inilah Kondisi Fundamental IHSG Terkini

INILAH.COM, Jakarta – Seiring krisis Eropa dan Timur Tengah, investor asing dinilai tak punya pilihan investasi selain emerging market. Tak terkecuali Indonesia, meski harga BBM naik per 1 April 2012.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, traktat baru yang diarsiteki oleh kebijakan ‘Merkola’ (Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, dan Managing Director of the International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde) diharapkan menjadi ‘dinding Berlin’ penangkal kuat untuk mencegah terjadinya potensi penyebaran kerusakan krisis ekonomi yang tercipta.

Penangkal kuat itu adalah kontrol anggaran oleh 25 negara anggota Uni Eropa yang berkomitmen menjaga anggaran agar seimbang. “Selain itu, defisit struktural dibatasi sebesar 0,5% dari PDB, kecuali Inggris dan Ceko,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, awal pekan ini.

Lalu, besaran dana US$1,95 triliun juga akan dikumpulkan hingga April 2012 oleh The European Financial Stability Facility (EFSF) [yang bersifat sementara] dan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) [yang bersifat permanen]. Total dana mencapai US$ 1 triliun untuk menyelamatkan perekonomian dunia (Eropa khususmya) dari resesi keuangan terbesar sejak 1930-an.

Pada saat yang sama, G20 memperkuat dana tersebut seiring permintaan IMF untuk menambah dana sebesar US$ 358 miliar dan ditambah lagi sebesar US$ 600 miliar. “Angka ini merupakan yang terbesar sejak 2008,” ujar David.

Pakta disiplin anggaran (utang pemerintah yang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) harus dikurangi) juga sudah digulirkan. Ada 14 negara yang masuk kategori itu. Antara lain, Yunani (berada di peringkat 1) dengan rasio utang publik terhadap PDB sebesar 163% pada 2011. Lalu, Belanda (di peringkat 14) dengan 64,2%.

Menurut David, Eropa harus terus menjalankan kebijakan disiplin fiskal yang ketat (austerity). “Zona Euro sudah ditolong dengan dana talangan 130 miliar euro yang bisa mengamankan utang jatuh tempo Yunani pada 20 Maret 2012 nanti,” tutur David.

David menegaskan, dapat dipastikan 17 negara pengguna euro 2012 akan berkontraksi 0,3%. Sementara itu, 27 negara Uni Eropa (UE) tidak akan mencatatkan pertumbuhan tahun ini. “Padahal, perekonomian UE berkontribusi 1/5 terhadap perekonomian dunia saat ini,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, kabar baik terbaru dari Bank Sentral Eropa pada 29 Februari 2012 adalah mengucurkan dana murah putaran 2 yang disebut long-term refinancing operation (LTRO) sebesar 530 miliar. “Angka ini lebih banyak dari putaran pertama 489 miliar euro,” timpal dia.

Dari dalam negeri, seiring pengaruh oleh krisis Timur Tengah dan Eropa fundamental IHSG terpengaruh oleh harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Pemerintah lebih memilih ‘business as usual’ walaupun melanggar UU APBN dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia yaitu dengan cara menaikkan harga BBM bersubsidi,” ujarnya.

David berpendapat, jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, tertutuplah peluang Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan BI Rate lebih lanjut. Padahal, pada Februari lalu, BI sudah memberi sinyal suku bunga acuan itu akan turun lagi menuju 5%.

Tentunya, kata dia, ini berdampak secara umum ke makro ekonomi dan perusahaaan/saham perbankan, infastruktur, dan barang-barang konsumsi.

Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi bertujuan untuk kesehatan dan keberlanjutan fiskal dan keseimbangan postur APBN. “Kebijakan ini sudah ada sejak rezim Orde Baru,” papar David.

Menurutnya, sejak 1967, harga BBM rata-rata naik setiap 1,6 tahun. Perbedaan harga domestik dan internasional yang sudah terlalu jauh dapat mendorong terjadinya penyelundupan dan pemanfaatan sumber daya alam secara tidak efisien. “Saat ini hanya ada 14 negara di dunia dengan harga BBM yang lebih murah dari Indonesia,” timpalnya.

David menambahkan, fluktuasi harga minyak dalam beberapa pekan terakhir relatif ekstrem dan mulai konvergen pada kesetimbangan resultan pada kisaran US$104-109 per barel, dengan target terdekat ke US$114 per barel.

Di atas semua itu, apakah investor asing masih akan melanjutkan aksi jual dengan belum pastinya kenaikan harga BBM? David menjawab, pastinya ada. Masalahnya, investor asing saat ini tidak punya banyak pilihan apalagi untuk memilih investasi di Eropa ataupun Timur Tengah.

Dia menegaskan, pilihan investasi asing jatuh ke emerging market yang punya struktur ekonomi yang solid. Menurutnya, Indonesia ada dalam daftar kategori itu selain negara BRICS (Brazil, Russia, India, China and South Africa).

Apalagi, Indonesia baru mendapatkan investment grade dari Fitch Rating dan Moody's Investor Service. Menurut dia, Standard & Poor's Rating Service (S&P) juga akan menyusul dalam waktu dekat. “Indonesia masih menawarkan return yang menarik dari sisi keuangan baik pasar modal maupun investasi riil (FDI). Angka FDI masih terus akan naik,” imbuhnya.

Yen perkasa terhadap mayoritas mata uang dunia

Yen perkasa terhadap mayoritas mata uang dunia
NEW YORK. Pergerakan yen di New York mencatatkan reli versus mayoritas mata uang dunia. Pada pukul 17.00 waktu New York, yen menguat 0,3% menjadi 81,56 per dolar. Pada transaksi sebelumnya, yen sempat menyentuh posisi 81,87 per dolar, level terlemah sejak Mei lalu. Sementara itu, yen menguat 0,2% menjadi 107,79 per euro. Sedangkan posisi euro menguat 0,1% menjadi US$ 1,3217.

Salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan mata uang dunia adalah sentimen China yang memangkas target pertumbuhan ekonominya menjadi 7,5%. Sedangkan penguatan euro terjadi setelah Yunani mengumumkan kreditur swasra akan menerima penawaran persyaratan terbaik mengenai debt swap.

"Saat ini, pelaku pasar kembali mencemaskan mengenai pertumbuhan ekonomi global. Sebut saja China dan kondisi terakhir di Eropa. Dengan kondisi seperti ini, dolar AS dan yen menjadi mata uang safe haven," papar Aroop Chatterjee, currency strategist Barcays Capital Inc di New York.

Empat Saham Cocok Trading Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG, Selasa (6/3) diprediksi variatif-melemah seiring turunnya target PDB China dan melandainya data manufaktur Uni Eropa. Tapi, empat saham dinilai layak trading.

Pada perdagangan Senin (5/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 19,97 poin (0,50%) ke level 3.984,897 dengan intraday tertinggi 4.004,759 dan terendah 3.966,717. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang melemah 4,61 poin (0,66%) ke posisi 690,601.

Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto memperkirakan, indeks saham domestik bakal variatif-melemah hari ini. “Pada perdagangan hari Selasa (6/3), secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran support 3.930 dan resistance 4.030,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (5/3/2012).

Kecenderung pelemahan indeks, menurut Jansen, salah satunya dipicu oleh diturunkannya proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) China menjadi 7,5%. Di sisi lain, indeks juga mendapat tekanan dari data manufaktur Uni Eropa yang berada di bawah estimasi. “Semua itu, dapat memberikan sentimen terhadap indeks,” timpalnya.

Di atas semua itu, Jansen merekomendasikan positif empat saham dari tiga sektor berbeda-infrastruktur, properti dan perbankan.

Saham-saham pilihannya adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) , PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Alam Sutera Realty (ASRI), dan PT Bank Himpunan Saudara (SDRA). “Itulah saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading,” imbuh Jansen.

Dilanda aksi jual, harga emas melorot

Dilanda aksi jual, harga emas melorot
NEW YORK. Kontrak emas dilanda aksi jual tadi malam. Alhasil, harga emas pun mencatatkan penurunan. Pada pukul 14.04 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran April turun 0,3% menjadi US$ 1.703,90 per troy ounce di Comex, New York. Sepanjang pekan lalu, harga emas anjlok 3,7%, terbesar sejak 16 Desember lalu. Sedangkan dolar AS perkasa 1,3% terhadap enam mata uang utama dunia.

Aksi jual terhadap komoditas emas terjadi setelah China mengumumkan target pertumbuhan ekonomi yang terendah dalam tujuh tahun terakhir. Kondisi itu tentunya memangkas prospek permintaan komoditas dan pertumbuhan ekonomi dunia.

Asal tahu saja, indeks MSCI All Country World Index turun sebesar 0,9%. Sementara itu, Standard & Poor's GSCI Index dari 24 komoditas turun sebesar 0,7%. Selain komoditas, isu China juga menyebabkan pasar saham dunia memerah.

"Pernyataan China menyebabkan sentimen pasar negatif hari ini (5/3)," ujar Stephen Platt, analis Archer Financial di Chicago.

Sementara itu, menurut Suki Cooper, analis barclays Capital di New York, dalam jangka pendek, harga emas masih akan tertekan karena sentimen penguatan dolar AS, turunnya pengambilan risiko oleh investor, serta aksi profit taking.
"Hal ini merupakan koreksi sehat. Dalam pandangan kami, perlambatan ekonomi makro masih akan menjadi pendorong harga emas karena suku bunga yang turun, kecemasan inflasi jangka panjang, dan ketidakpastian utang dunia," jelasnya.

Masih Banyak Sentimen Negatif yang Beredar

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 19 poin akibat terjegal oleh banyaknya sentimen negatif, mulai dari pasar regional hingga global. Transaksi sangat sepi dengan nilai transaksi hanya Rp 2,5 triliun.

Investor masih lakukan aksi tunggu sehingga transaksi di lantai bursa tidak terlalu ramai. Pasalnya, belum ada sentimen positif yang bisa menjadi katalis.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (5/3/2012), IHSG ditutup menipis 19,971 poin (0,49%) ke level 3.984,897. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 4,612 poin (0,66%) ke level 690,601.

Hari ini, indeks masih akan terkoreksi dengan banyaknya sentimen negatif yang beredar. Investor bisa memerhatikan saham-saham unggulan yang terdiskon akibat koreksi.

Semalam, Wall Street terkoreksi untuk hari keduanya pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat setelah China memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya tahun ini. Harga-harga komoditas ikut jatuh atas hal tersebut.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 14,76 poin (0,11%) ke level 12.962,81. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 5,30 poin (0,39%) ke level 1.364,33. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 25,71 poin (0,86%) ke level 2.950,48.

Bursa-bursa Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 9,92 poin (0,10%) ke level 9.708,51.
  • Indeks Straits Times melemah tipis 6,25 poin (0,21%) ke level 2.985,55.

Rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG terkoreksi untuk pullback menguji garis Resistance Short Term Downterndnya yang berhasil ditembus pada perdagangan Jumat (2/3) lalu. Dari pergerakan indikator teknikal, MA 5 dan MA 20 berhasil membentuk golden cross, namun perlu diperhatikan indikator Stochastic yang berpotensi bergerak reversal di area Overbought. Pada perdagangan Selasa (6/3), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3954-4008 dengan kecenderungan terkoreksi.

Panin Sekuritas
IHSG mengalami koreksi pada perdagangan kemarin setelah pekan lalu sukses ditutup diatas level psikologis 4.000. Penurunan indeks didorong oleh sentimen negatif dari melemahnya bursa regional pasca pernyataan dari Pemerintah China bahwa pertumbuhan negara tersebut akan melambat. Kami melihat antisipasi akan dampak kenaikan BBM dan TDL, serta faktor eksternal masih akan membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek. Terlihat investor juga masih melakukan wait and see seperti yang terlihat pada rendahnya nilai transaksi kemarin. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 3.955-4.000. Saham pilihan : TBIG, BJBR, BMRI, WINS.

(ang/ang)

Wall Street Melemah Didorong Sentimen China

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (5/3/2012). Hal itu dipengaruhi pelemahan saham basic material setelah China memotong target pertumbuhan ekonomi pada 2012.

Indeks Dow Jones turun 14,76 poin atau 0,11% ke level 12.962,81. Indeks S&P 500 turun 5,30 poin atau 0,39% ke level 1.364,33. Indeks Nasdaq turun 25,71 poin atau 0,86% ke level 2.950,48.

China sebagai negara nomor dua terbesar ekonominya di dunia menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih rendah pada 2012 menjadi 7,5% dari 8%. Selain itu, China melakukan ekspansi permintaan consumer sebagai prioritas utama. China kelihatannya keluar dari ekonomi berdasarkan modal luar negeri dan pengeluaran eksternal.

"Ini menakutkan semua pihak pagi ini. Mulai dari Asia,lalu ke Eropa,dan berakhir di Amerika," ujar Ken Polcari, Managing Director ICAP Equities di New York, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Lebih lanjut ia mengatakan, fakta ini menunjukkan China mengarahkan sedikit untuk mengontrol inflasinya.

Target pertumbuhan ekonomi China dipotong memberi sentimen negatif terhadap saham material. Sektor saham material sensitif terhadap tanda pelemahan di komoditi China. Sehingga sektor saham material mengalami pelemahan terbesar di Wall Street.

Indeks S&P sektor material turun 1,6% di mana Freeport McMoran Copper dan Gold Inc turun 3,8% ke level US$40,45. Selain itu, Nasdaq mencatatkan penurunan terbesar di antara tiga indeks utama Amerika Serikat. Penurunan Nasdaq didorong saham Apple Inc di mana turun 3,5% ke level US$526.

Pada penutupan perdagangan saham Apple ditutup 2,2% ke level US$533,16. Apple Inc mengharapkan akan meluncurkan debut baru iPad pada minggu ini. Indeks sektor teknologi S&P turun 1%.

"Ada pembicaraan tentang penjualan iPad mengalami penurunan. Jadi berita negatif mempengaruhi bursa saham sehingga pelaku pasar menarik uang dari bursa saham," kata Polcari.

Sentimen lain yang mempengaruhi bursa saham yaitu krisis utang Eropa. Yunani memperingatkan siap untuk kehilangan kreditur sektor swasta meski pemegang obligasi Yunani akan bersuara untuk dukungan kesepakatan.

Ketidakpastian kembali berlanjut pada kesepakatan Yunani. Hal ini menunjukkan data yang melambat dalam aktifitas bisnis di berbagai negara zona Euro sehingga menimbulkan kekhawatiran di regional dan mendorong bursa saham Eropa melemah.

Saham Alpha Natural Resources turun 6% ke level US$16,35 dan Arch Coal turun 5,4% ke level US$12,20. Hal itu bertanda dari harga gas alam rendah ditambah sentimen Cina sehingga menekan saham pertambangan.

Berita outlook pertumbuhan ekonomi Cina juga menekan saham pembuat baja. Saham AK Steel turun 6,1% ke level US$7,29. Saham US Steel turun 4,7% ke level US$26,21. Saham Nucor turun 2,4% ke level US$42,52.

Adapun volume perdagangan saham sekitar 6,08 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq di bawah rata-rata harian 6,9 miliar saham. [hid]

Rupiah Terimbas Dovish Bank Sentral Ausie

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (6/3) diprediksi konsolidasi. Sikap Bank Sentral Australia yang Dovish atau pro kebijakan moneter longgar dengan penurunan suku bunga acuan, menjadi salah satu pemicunya.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi konsolidasinya rupiah hari ini salah satunya karena sentimen global yang tidak begitu positif. Tapi, di sisi lain, intervensi dari Bank Indonesia saat rupiah mendekati 9.200 per dolar AS akan meredam pelemahan rupiah.

Lalu semalam, lanjut Firman, data dari AS memang menunjukkan sedikit perlambatan sehingga tenaga pemulihan ekonomi AS berkurang. "Karena itu, rupiah akan konsolidasi dalam kisaran 9.070-9.150 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, data ISM Manufacturing Index AS sudah diperkirakan melandai jadi 56,1 dari seblumnya 56,8. Ini seharusnya sedikit jadi tekanan bagi dolar AS. "Tapi, karena angka tersebut berada di atas level 50, masih tertutup kemungkinan bagi The Fed untuk melonggarkan moneternya," ucapnya.

Apalagi, The Fed sudah menegaskan tidak akan memberikan stimulus lanjutkan bagi ekonomi AS. Kondisi ini tentu tak membuat rupiah terdongkrak.

Selain itu, rupiah juga mendapat tekanan dari pasar yang pagi ini dihadapkan pada nada dovish dari Reserve Bank of Australia (RBA) yang hari ini akan mengumumkan hasil kebijakan moneternya. "RBA dipastikan dovish akibat adanya persepsi bahwa RBA akan segera menurunkan suku bunga acuannya dari level 4,25% saat ini," timpalnya.

Memang, kata Firman, untuk hari ini sudah diprediksi angka tersebut tidak akan berubah. "Namun, pernyataan dari bank sentral bisa menunjukkan adanya keinginan untuk menurunkan suku bunga acuannya," ungkap dia.

Di sisi lain, kata dia, Bank Sentral juga kemungkinan menunjukkan sedikit kecemasan terhadap kuatnya performa dolar Australia. Kondisi ini akan berdampak negatif bagi dolar Australia sehingga rupiah juga turut tertekan. "Selebihnya, rupiah konsolidasi karena juga masih menantikan proses debt swap Yunani," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (5/3) ditutup melemah 45 poin (0,49%) ke level 9.115/9.130 per dolar AS.

Sentimen China juga memukul Wall Street

Sentimen China juga memukul Wall Street
NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa AS dilanda aksi jual. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,4% menjadi 1.364,33. Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, penurunan indeks S&P sudah mencapai 0,7%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 12.962,81.

Sektor komoditas, teknologi, dan industri mencatatkan penurunan terbesar di antara sepuluh sektor lain yang ditransaksikan pada indeks S&P 500. Adapun penurunannya masing-masing sebesar 2,1%. Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Apple Inc turun 2,2%, Bank of America Corp turun 1,2%, dan Citigroup Inc turun 1,2%.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Wall Street memerah tadi malam. Pertama adalah langkah China yang memangkas target pertumbuhan ekonominya. Kedua, pemesanan barang-barang manufaktur yang turun untuk kali pertama dalam tiga bulan terakhir.

"Pada kondisi seperti ini, merupakan hal yang bijaksana untuk meletakkan uang di atas meja. Kita harus kembali mencemaskan data fundamental ekonomi. Apalagi, China menargetkan pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi 7,5%," ungkap David Joy, chief market strategist Ameriprise Financial Inc.

IHSG Sideways, Pilih Saham Bank & Properti

INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham domestik pada Selasa (6/3) diperkirakan akan bergerak dua arah. Saham perbankan dan properti masih bisa jadi pilihan.

Teuku Hendri, analis pasar modal dari Danpac Securities mengatakan, IHSG hari ini masih dalam trend sideways. “Ini berlangsung selama indeks belum menembus level 4.038, sebagai level resistan psikologis untuk mengkonfirmasi perubahan trend menjadi uptrend,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, sulit menembus level tersebut karena faktor eksternal kembali memburuk, khususnya setelah China kembali merevisi turun pertumbuhan ekonominya, “Ini menyebabkan China akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya,”imbuhnya.

Sementara di dalam negeri, ekspektasi melonjaknya inflasi seiring rencana kenaikan BBM bersubsidi, akan membuat BI mulai menghentikan penurunan suku bunga. Bahkan bisa jadi akan menaikkan lagi, karena trend rupiah sudah cenderung melemah, terus bergerak di atas 9.000 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah ini tidak bisa dihindari, karena penarikan dana investor dari pasar emerging untuk menjaga likuiditas, karena proses deleveraging masih berlangsung,” paparnya.

Situasi ini akhirnya membuat IHSG terus cenderung volatile dan sensitif terhadap sentimen-sentimen negatif. Investor kembali memanfaatkan fluktuasi IHSG dengan trading-trading jangka pendek. “Saat ini pasar memanfaatkan momentum laporan keuangan emiten,”ujarnya.

Teuku Hendri merekomendasikan investor untuk trading. Untuk sektor perbankan, pilihannya adalah Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). Sedangkan untuk sektor properti, iamenjagokan Alam Sutera Realty (ASRI) dan Bumi Serpong Damai (BSDE).

Menurutnya, prospek sektor properti masih bagus, karena rendahnya bunga KPR. Bunga kredit dari bank lebih mengikuti suku bunga penjaminan, meskipun BI rate naik untuk meng-counter inflasi, “Selama bunga penjaminan belum ikut naik, bunga kredit masih bisa murah,”pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (5/3) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 19,97 poin atau 0,5% ke 3.984,90. Volume perdagangan mencapai 2,3 miliar saham senilai Rp2,4 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 158 saham turun, 74 saham menguat dan 107 saham stagnan. Apresiasin didukung aksi beli asing, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp158,4 miliar. Rinciannya adalah aksi beli sebesar Rp1,1 triliun dan aksi jual sebesar Rp953,7 miliar. [nat]

Inilah Menu Saham Pilihan Selasa (6/3)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (6/3/2012) diperkirakan masih akan melanjutkan koreksi dengan kisaran di 3.968-4.025.

Demikian dikatakan analis saham AM Capital, Andre Mahardika kemarin. "Secara teknikal IHSG masih akan melanjutkan koreksi pada perdagangan selanjutnya karena masih adanya potensi menuju 3.968 untuk jangka pendek," katanya.

Dari sthocastic, IHSG masih mengkonfirmasi koreksi jangka pendek.
Dari MACD, IHSG masih mengkonfirmasi bullish jangka menengah.
Dari WIlliam R%, IHSG kembali mengkonfirmasi trend koreksi pada jenuh beli maka berpotensi melanjutkan penurunan pada perdagangan selanjutnya.

Dari DMI, IHSG masih mengkonfirmasi trend koreksi namun terbatas, dengan tren D+ mengalami penurunan diikuti Tren D-. Selain itu, IHSG masih mengkonfirmasi pada teknikal jangka pendek. "Penurunan IHSG saya prediksi masih positif dan wajar karena jika terjadi tekanan beli yang meningkat pada perdagangan selanjutnya maka IHSG berpotensi menuju 4.025 pada analisa DMI. Untuk rekomendasi, saya sarankan buy saat koreksi," jelasnya.

IHSG kemarin ditutup melemah 19,97 poin ata 0,5% ke 3.984,90. Volume perdagangan mencapai 2,3 miliar saham senilai Rp2,4 triliun. IHSG mengalami net foerign buy Rp158,4 miliar.

Sementara pelaku pasar modal, Iwan Firmansyah merekomendasikan saham ADRO untuk dikoleksi dengan support di 1.920 dan target harga di 2.150. Saham BSDE disarankan beli dengan support di 1.190 ketika break di 1.250 dengan target harga di 1.400. Saham BKSL support di 235 dan target harga di 325. Saham ASRI support di 570 dengan target harga di 650. Saham WINS support di 350 dengan target harga di 410.

"Saya optimis, bulan Maret ini IHSG akan bergerak positifdengan target 4.140. Jadi setiap penurunan atau koreksi yang terjadi merupakan peluang untuk mengoleksi saham," katanya yang juga dari komunitas saham warungijo ini.

Pada pekan ini, pasar menanti pengumuman BI soal BI rate pada 8 Maret 2012. Namun BI rate diprediksi akan tetap di level 5.75%.

Wall Street Melemah Usai China Pangkas Pertumbuhan Ekonomi

New York - Wall Street terkoreksi untuk hari keduanya pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat setelah China memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya tahun ini. Harga-harga komoditas ikut jatuh atas hal tersebut.

Indeks S&P 500 sudah melemah sejak pembukaan perdagangan, namun data sektor jasa Amerika Serikat (AS) yang naik di Februari cukup bisa menahan jatuhnya indeks.

S&P 500 yang biasa menjadi indeks acuan itu sudah naik 8,5% sejak awal tahun ini, menimbulkan harapan adanya pemulihan ekonomi AS. Sentimen ini bercampur dengan krisis utang di Eropa dan laju pertumbuhan ekonomi China.

China, negara terbesar kedua dalam pertumbuhan ekononomi, sudah menurunkan target pertumbuhan ekonominya di tahun ini menjadi hanya 7,5% dan lebih menekankan kepada konsumsi dalam negeri daripada pengeluaran dan pinjaman luar negeri.

"Hal itu membuat takut banyak orang pagi ini. Dimulai dari Asia, bergerak menuju Eropa dan langsung menuju ke mari," kata Ken Polcari, managing director ICAP Equities di New York dikutip dari Reuters, Selasa (6/3/2012).

"Faktanya, mereka mencoba menurunkan tingkat inflasi. Memang bukan benar-benar berita buruk, tapi cukup jadi alasan untuk keluar sejenak dari bursa," imbuhnya.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 14,76 poin (0,11%) ke level 12.962,81. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 5,30 poin (0,39%) ke level 1.364,33. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 25,71 poin (0,86%) ke level 2.950,48.

(ang/ang)