Selasa, 02 Agustus 2011

Sektor Bank dan Otomotif Potensi Profit Taking

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (2/8) ini berpotensi mengalami koreksi setelah menguat signifikan kemarin memfaktorkan rilis data inflasi Juli yang lebih baik dari ekspektasi pasar di level 0,67% MoM.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Selasa (2/8) menyampaikan beberapa saham yang kemarin menguat signifikan terutama saham-saham sektor banking dan otomotif yang diperkirakan akan mengalami tekanan profit taking hari ini.

Minimnya sentimen domestik baru pasca earning season di semester 1-2011 akan membuat indeks bergerak seiring bursa global. "Kami prediksi support indeks berada di level 4.145," ujar Samuel.

DEWA Catatkan Laba US$2,95 Juta

INILAH.COM, Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan laba komprehensif berjalan senilai US$2,95 juta pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya rugi US$3,24 juta.

Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/8). Jumlah laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$2,65 juta pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya rugi US$3,27 juta. Pendapatan perseroan naik sekitar 41% dari US$104,11 juta pada semester pertama 2010 menjadi US$147,62 juta pada semesteIr pertama 2011.

Pada pos beban usaha, perseroan mencatatkan kenaikan beban usaha menjadi US$136,86 juta pada semester pertama 2011 dari periode sama sebelumnya US$107,38 juta. Laba usaha perseroan sebesar US$10,75 juta pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya rugi US$3,18 juta.

Kewajiban perseroan turun dari US$124,69 juta pada Desember 2010 menjadi US$121,50 juta pada semester pertama 2011. Aset perseroan turun dari US$462,51 juta pada Desember 2010 menjadi US$462,28 juta pada semester pertama 2011. Kas dan setara kas perseroan turun dari US$29,87 juta pada Desember 2010 menjadi US$28,45 juta pada Juni 2011.

Indosurya: IHSG bisa melemah sebelum akhirnya mendekati level 4.200

Indosurya: IHSG bisa melemah sebelum akhirnya mendekati level 4.200
JAKARTA. Dalam hasil risetnya yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management menulis, pada perdagangan Senin (2/8), diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.101-4.132 dan resistance 4.194-4.224.

Secara teknikal, IHSG membentuk candle white marubozu dimana candle kembali menyentuh Upper bollinger bands. "MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba naik dari area overbought," jelas Managing Research Indosurya Reza Priyambada.

Dia menambahkan, meski IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya, namun, bersifat terbatas mengingat IHSG masih berada di atas area overboght. "IHSG dimungkinkan mengalami konsolidasi dan bisa melemah sebelum akhirnya kembali naik mendekati level 4.200," prediksinya.

META mengincar dua proyek air minum di tahun ini

JAKARTA. Setelah gagal memenangkan tender proyek air minum di Umbulan, Jawa Timur, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengejar 11 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang lain. Sebelas proyek itu termasuk dalam 30 proyek SPAM yang ditawarkan pemerintah melalui skema Public Private Partnership (PPP).

Sebenarnya, META mengincar 12 proyek dari 30 yang ditawarkan. Dari 12 proyek tersebut, kemungkinan hanya tiga proyek yang ditenderkan di tahun ini. Ketiga proyek tersebut adalah SPAM Umbulan, Jawa Timur dengan nilai Rp 1,8 triliun, SPAM Jati Luhur senilai US$ 200 juta serta SPAM Lampung dengan nilai sekitar US$ 50 juta.

META membentuk konsorsium dengan tiga perusahaan lain untuk mengikuti proyek Umbulan. Namun konsorsium META ini tidak lolos prakualifikasi Juni lalu.

META sempat menyampaikan sanggahan atas hal tersebut, namun tidak mendapat tanggapan dari Pemerintah Daerah setempat. "Ada empat pihak yang lolos, di antaranya ada grup Bakrie," kata Bernardus Djonoputro, Managing Director META, Senin (1/7).

META memperkirakan dua proyek lain akan mulai ditawarkan akhir tahun ini. Tapi perseroan ini belum menentukan sumber pendanaan yang akan digunakan untuk mendanai proyek tersebut. “Kami akan ikuti bagaimana aturan pendanaan yang diperbolehkan dalam proyek tersebut,” tegas Bernardus.

Selain proyek SPAM, emiten yang mengelola jalan tol Jakarta-Serpong itu, menargetkan akuisisi pelabuhan di 2011. Namun manajemen META belum bersedia menyebutkan berapa nilai akusisi dari pelabuhan tersebut.

Pada semester 1-2011 META mencatatkan pendapatan sebesar Rp 106,22 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 88,96 miliar. Pendapatan tersebut naik karena rata-rata trafik per bulan di tiga ruas tol yang dikelola naik sebesar 17%.

Misal, trafik rata-rata di ruas tol Serpong-Pondok Aren yang dikelola melalui PT Bintaro Serpong Damai (BSD) mencapai 71.700 kendaraan per bulan.
Tapi rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada paruh pertama tahun ini malah membengkak menjadi Rp 25,14 miliar. Nilai tersebut naik dari rugi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 13,67 miliar.

Hal ini terjadi karena beban umum dan administrasi perseroan mengalami kenaikan. “Gaji dan benefit jasa profesional naik,” jelas Bernardus. Di enam bulan pertama beban umum dan administrasi META sebesar Rp 23,74 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 15 miliar.

Perseroan memproyeksikan belum bisa mencetak untung tahun ini. Sebab META masih butuh dana untuk menambah ruas tol Serpong-Pondok Aren. “Trafik di BSD sudah beberapa kali melewati batas maksimal, jadi akhir tahun ini akan ada penambahan jalur.” kata Bernardus.

Didera Profit Taking, IHSG Dibuka Turun 0,13%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (2/8) IHSG dibuka turun 0,13% ke level 4.187,87 akibat aksi profit taking.

Pelemahan IHSG hari ini disebabkan terjadinya koreksi setelah menguat signifikan kemarin memfaktorkan rilis data inflasi Juli yang lebih baik dari ekspektasi pasar di level 0,67% MoM. Beberapa saham yang kemarin menguat signifikan terutama saham-saham sektor banking dan otomotif diperkirakan akan mengalami tekanan profit taking hari ini. Minimnya sentimen domestik baru pasca earning season di semester 1-2011 ini akan membuat indeks bergerak seiring bursa global.

Sebanyak 20 saham mengalami penurunan, 4 saham naik, dan 36 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 0,18% ke level 741,12, sedang JII turun 0,31% ke level 572,96. Volume perdagangan pagi ini sangat kecil sebanyak 36,44 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp68,22 miliar.

Namun, asing masih berada di pasar dengan melakukan net foreign buy sebesar Rp24,92 miliar.

Dow semalam ditutup turun 0,09%. Di Asia, Shanghai turun 1,6%, Hang Seng turun 0,66%, KLSE turun 0,05%, Nikkei turun 1,32%, STI turun 0,93%, dan Seoul turun 1,59%.

Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah GGRM yang naik 0,94%, UNVR naik 0,62%, dan MEDC naik 1%.

IndoAgri Miliki 72% Saham SIMP

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Indofood Oil&Fats Pte Ltd (IOFPL) telah mengalihkan saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) kepada PT Indofood Agri Resources Ltd senilai 11,38 miliar saham pada Senin (1/8).

Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan SIMP Ira Sawitri dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin malam. Pengalihan saham ini sebagai pelaksanaan dari tranksasi penggabungan usaha IOFPL ke dalam IndoAgri sebagaimana diuraikan dlaam prospektus perusahaan pada akhir Mei lalu.

Dengan transaksi ini IndoAgri menjadi pemilik 11,387 miliar saham langsung dalam perseroan yang merupakan 72% dari total saham yang dikeluarkan oleh perseroan. Seperti diketahui, pada perdagangan saham Senin kemarin, transaksi perdagangan mencapai Rp18,50 triliun. Perdagangan saham ini dipengaruhi transaksi tutup sendiri atau crossing saham senilai Rp12,60 triliun. Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI).

eTrading: Masih konsolidasi, perhatikan GGRM, BORN dan SMGR

eTrading: Masih konsolidasi, perhatikan GGRM, BORN dan SMGR
JAKARTA. Pada perdagangan Senin (1/8), indeks Dow Jones ditutup turun 10,7 point (0,09%) ke level 12.132,49 menyusul keluarnya data manufaktur yang tercatat lebih rendah dari estimasi semula.

Sementara, IHSG kemarin (1/8) ditutup naik 63 point (1,51%) ke level 4.193,44 menyusul keluarnya data inflasi bulan Juli yang tercatat lebih rendah dari estimasi semula.

Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp222 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, BUMI, BMRI, PGAS dan BORN.

"Secara teknikal, IHSG berhasil menguat dengan candlestick membentuk pola Bullish Marubozu yang mengindikasikan sinyal Bullish Continuation," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, sementara indikator stochastic dan RSI mulai kembali bergerak reversal kembali memasuki area overbought setelah dua hari sebelumnya bergerak downtrend.

Pada perdagangan hari ini (2/8), "IHSG kami perkirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 4.162-4.210 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan adalah GGRM, BORN dan SMGR," ungkapnya.

ASII Masih Jadi Buruan Hedge Fund Asing

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham ASII, Selasa (2/8) diprediksi naik. Selain faktor positifnya fundamental emiten, saham konglomerasi ini juga jadi perburuan hedge fund asing. Target Rp100 ribu pada Oktober 2011.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, rally saham PT Astra Internasional (ASII) masih terus berlanjut. Selain kuatnya faktor fundamental, aksi beli dari investor dan hedge fund asing masih terus masuk di saham ini. Asing masih memburu saham ASII.

Pasalnya, lanjut Irwan, ASII merupakan saham konglomerasi. Hedge fund asing yang besar-besar lebih comfortable dengan perusahaan besar seperti ASII dibandingkan dengan saham-saham ritel (emiten kecil) meskipun secara fundamental cukup positif.

“Target penguatan saham ASII Selasa (2/8) ini ke level Rp73.000 jika resistance Rp72.500 ditembus. Sementara itu, level support sudah terbentuk di level Rp71.000,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (1/8).

Pada perdagangan Selasa (1/8) saham ASII ditutup menguat Rp1.150 (1,63%) ke level Rp71.650 dari posisi sebelumnya Rp70.500. Harga intraday tertingginya mencapai Rp72.400 dan terendah Rp69.800. Volume transaksi mencapai 5,5 juta unit saham senilai Rp395,08 miliar dan frekuensi 3.197 kali.

Lebih jauh Irwan menegaskan, saham ini masih berpotensi naik tajam hingga akhir tahun dengan target harga akhir tahun di level Rp110.000. Karena itu, pada Oktober 2011, saham ASII bisa mencapai Rp100.000. “Sebab, IHSG di level 4.500 sudah di depan mata pada Oktober 2011 dan ASII jadi salah satu penggerak utamanya,” ungkap Irwan.

Ia menambahkan, dengan berburu saham ASII, asing tidak perlu saham lain di grup Astra seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) atau PT Astra Graphia (ASGR). Apalagi, PT United Tractors (UNTR) yang secara valuasi sudah tinggi. “Saham ASII paling menarik hari ini,” timpalnya.

Sebagai saham konglomerasi, lanjut Irwan, harga saham ASII saat ini masih murah. Karena itu, pada Oktober valuasi bisa naik ke level Price to Earnings Ratio (PER) 40-50 kali. “ASII sama persis dengan saham-saham bluechips di AS yang kenaikan valuasinya sangat pesat,” ucapnya.

Di atas semua itu, Irwan merekomendasikan long term buy untuk saham ASII. Sebab, untuk spekulasi kenaikan 1,5% masih kecil sehingga cukup berisiko jika tiba-tiba jatuh. Karena itu, hindari berspekulasi jangka pendek untuk saham seperti ini. “Untuk level saat ini masih posisi beli dengan target Rp110.000 akhir tahun,” imbuh Irwan. [mdr]

MAPI memperkuat margin di pasar fashion dan sport

 MAPI memperkuat margin di pasar fashion dan sport
JAKARTA. Kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) di semester pertama bertumbuh baik di tengah ancaman inflasi. Nilai penjualan menembus Rp 2,66 triliun, tumbuh 23,8% dibanding periode sama di 2010. Laba bersih peritel raksasa itu bertambah 57,5% menjadi Rp 157 miliar.

Berkaca dari kinerja semester pertama, analis Danareksa sekuritas, Chandra S Pasaribu dan Vina Hosea yakin, MAPI bisa memenuhi target pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 20%. Kinerja MAPI didukung portofolio merk yang luas dan daya beli kelas menengah atas yang kuat.

Villya Christin Purba, analis Mandiri Sekuritas meramal, penjualan di semester kedua akan lebih baik. "Terutama specialty store, yaitu fashion dan sport," kata dia kepada KONTAN, Senin (1/8).

Alasan Villya, hampir semua merk food and beverage (F&B) MAPI, seperti Starbucks, mencapai titik mature sehingga sulit dikembangkan lebih jauh jika tidak membuka target pasar baru. "Kecuali Domino\'s Pizza masih bisa berkembang," tambah dia.

Analis Danareksa Sekuritas menilai, tahun ini MAPI lebih mengembangkan speciality store dan F&B karena margin kotornya lebih tinggi ketimbang department store.

Per akhir Juni 2011, MAPI memiliki 931 gerai. Sejak awal tahun, emiten itu membuka 77 gerai baru, terdiri dari 53 specialty store dan 23 F&B. Penambahan lahan gerai seluas 14.130 meter persegi (m2). Sebanyak 60% merupakan specialty store dan sisanya adalah F&B.

Villya menyebut, margin kotor specialty store berkisar 47,5%-50%. Sedang margin department store hanya 35%. Margin kotor F&B bisa lebih tinggi lagi, hingga 60%. Namun pertumbuhan margin F&B sudah terbatas.

Padahal dari segi penjualan, department store merupakan penyumbang terbesar kedua penjualan MAPI, sampai 42%. Kontributor utama masih specialty store, 46%. Sedangkan F&B menyumbang 3%.

Sementara itu, Andrey Wijaya, analis OSK Nusadana Securities mencatat, margin laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) MAPI untuk department store terus naik karena perusahaan berhasil menumbuhkan same-store-sales-growth (SMSG).

Terpusat di Jakarta

Dalam jangka pendek, MAPI harus berhadapan dengan wacana penghentian pembangunan mal dengan luasnya lebih dari 5.000 m2 sampai tahun depan di Jakarta. Padahal, agenda ekspansi MAPI berkutat di Jakarta.

Chandra dan Vina tidak melihat pembatasan mal baru sebagai ancaman. Minimal ada tiga mal baru tahun depan dengan gerai MAPI di dalamnya. MAPI juga bisa melebarkan ekspansi ke Tangerang dan Bekasi.

Melihat peluang MAPI, seluruh analis merekomendasikan buy untuk MAPI. Target harga Vina dan Chandra Rp 5.150 per saham, yang menunjukkan price to earning ratio (PER) periode 2011-2012 berkisar 27,4 kali-21,8 kali.

Andrey memberi target harga Rp 5.300 per saham berdasar PER tahun 2011-2012 21,2 kali-17,0 kali. Dia menilai saham MAPI saat ini lebih murah dibanding rata-rata emiten ritel Indonesia. Villya merekomendasi beli dengan target Rp 3.720 per saham.

Harga MAPI, penutupan Senin (1/8) turun 1,62% menjadi Rp 4.550 per saham.

Diincar Perusahaan Rokok, Cermati Saham IATA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Surya Air yang dimiliki perusahaan rokok besar disebut-sebut pelaku pasar tengah membidik saham PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA).

Berita ini dikabarkan akan dimanfaatkan sejumlah broker untuk mengangkat saham IATA hingga menuju Rp150. Selain itu, perseroan juga diberitakan sedang mengikuti tender carter pesawat dari perusahaan pertambangan Kalimantan.

Pada perdagangan kemarin, saham IATA ditutup naik Rp7 ke level Rp60.

Mayoritas bursa Asia melorot seiring kecemasan akan ekonomi AS

Mayoritas bursa Asia melorot seiring kecemasan akan ekonomi AS
TOKYO. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa Asia melorot. Investor rupanya mencemaskan mengenai perlambatan ekonomi AS yang disinyalir akan memukul pemulihan ekonomi global.

Pada pukul 09.16 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 1%. Padahal, kemarin, indeks acuan Asia naik 1,6%, yang merupakan lonjakan terbesar sejak 26 Mei lalu.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,17% menjadi 9.848,40, indeks Hang Seng turun 0,13% menjadi 22.592,90, dan indeks S&P/ASX 200 turun 1,33% menjadi 4.437,8.

"Kita melihat ekonomi AS saat ini tengah berjuang keras agar terlepas dari krisis. Pemerintah AS saat ini tengah berupaya untuk melakukan pemangkasan anggarannya dan hal itu memperlambat pertumbuhan ekonomi," jelas Michael Yoshikami, chief executive officer YCMNet Advisors.

Saham ALMI Berpotensi Menuju Rp2.500

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) berpeluang menembus level Rp2.000-2.500 dalam waktu dekat.

Potensi kenaikan saham ALMi ini terkait rencana pembagian dividen sebesar Rp70 per saham yang akan dilakukan perseroan pada September tahun ini. Selain itu, perseroan juga dikabarkan akan menjajaki stock split 1:2 pekan ini.

Pada perdagangan kemarin, saham ALMI ditutup naik Rp50 ke level Rp1.420.

KAEF menunda kerjasama dengan perusahaan Jepang

KAEF menunda kerjasama dengan perusahaan Jepang
JAKARTA. Rencana PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bekerjasama dengan perusahaan Jepang dalam pembuatan bioplastik harus tertunda. Perusahaan farmasi ini belum bisa memastikan kapan proyek pengembangan biji jarak ini bisa terlaksana.

Penundaan ini terjadi akibat bencana tsunami yang melanda Jepang di awal tahun. "Bencana Tsunami ternyata sangat berdampak sehingga proses kerjasama tertunda," kata Sjamsul Arifin, Direktur Utama KAEF beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sebenarnya KAEF sudah mendatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan asal Negeri Sakura tersebut, yakni Toray dan BGL dalam pengembangan dan pengolahan biji jarak. Namun belum ada keputusan mengenai nilai investasinya.

Tahun ini sejatinya perusahaan-perusahaan Jepang tersebut akan melakukan studi kelayakan untuk membangun pabrik sebacic acid. Ini adalah zat kimia yang diolah dari minyak jarak. Bahan kimia ini kemudian bisa diolah menjadi bioplastik.

Rencananya pabrik sebacic acid tersebut akan dibangun di Kalimantan atau Nusa Tenggara. Bahkan Sjamsul sebelum ini sempat mengutarakan KAEF tengah mencari lahan untuk pabrik tersebut di Kalimantan atau Lombok, Sumbawa dan Sumba.

Namun bencana tsunami ternyata berdampak pada rencana investasi dua perusahaan Jepang tersebut. "Belum tahu kapan akan mulai lagi, jadi proyek ini ditunda dulu," papar Sjamsul.

Dengan mandeknya proyek ini, KAEF kini fokus pada tiga proyek lainnya. Ketiga proyek tersebut adalah kerjasama dengan perusahaan China Tian Jin King York, penambahan kepemilikan di PT Sinkona Indonesia Lestari dan kerjasama dengan Averroes, perusahaan asal Malaysia.

Bersama Tian Jin King York, KAEF akan membuat joint venture. Nantinya dua perusahaan ini akan membangun pabrik di Indonesia.

Bursa Asia Jatuh Tertekan Saham Eksportir

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Asia jatuh pada Selasa (2/8), dengan saham eksportir tertekan setelah indikasi terbaru dari pelambatan manufaktur AS, dan perusahaan Jepang terkoreksi di bawah penguatan yen.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3%, indeks S & P / ASX 200 Australia kehilangan 1% menjelang keputusan suku bunga, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 1,2%.

Washington juga menjadi fokus bagi investor, dengan Kongres (DPR AS) telah mengambil suara untuk mengesahkan RUU menaikkan batas hutang dan menghindari kemungkinan default. RUU itu sekarang menuju ke Senat AS, yang diharapkan akan mengambil suara pada Selasa (2/8) waktu setempat.

Saham Asia telah menguat tajam kemarin, di tengah optimisme kemajuan pembicaraan untuk menaikkan plafon utang AS dan pemangkasan belanja. Namun, sebagian besar keuntungan menguap hari ini, menyusul data AS yang menunjukkan aktivitas manufaktur hampir tidak tumbuh pada Juli.

Saham eksportir sebagian besar melemah, dengan Hyundai Motor Co turun 1,5% di Korea Selatan, dan Nintendo Co turun 1,4% di Jepang.

Pada Senin kemarin, Honda Motor Co membukukan penurunan tajam pada laba bersih kuartalan, dan meskipun hasilnya masih mengalahkan perkiraan analis, saham diperdagangkan datar, karena penguatan yen.

Dolar diperdagangkan di 77,22 yen pada Selasa, setelah terpukul ke 76,27 yen semalam, dari level terendahnya Maret lalu di 76,25 yen.

Pemerintah Jepang sedang bersiap melakukan intervensi di pasar mata uang untuk melemahkan yen Jepang, dan Bank of Jepang mencermati pelonggaran moneter tambahan. [ast]

INCO membukukan laba bersih US$ 238,1 juta di semester I-2011

INCO membukukan laba bersih US$ 238,1 juta di semester I-2011
JAKARTA. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) meraup laba bersih senilai US$ 238,1 juta di semester I-2011. Angka tersebut lebih tinggi 9% dari perolehan laba bersih tahun lalu yang sebesar US$ 218,8 juta. Laba bersih meningkat seiring dengan pertumbuhan penjualan serta volume produksi.

Penjualan INCO juga meningkat dari US$ 619,19 juta di semester satu 2010 menjadi US$ 715,38 juta di 2011. Hal ini membuat laba kotor INCO terkerek jadi US$ 347,69 juta.

Pada paruh pertama 2011 INCO membukukan total penjualan 19.438 metrik ton, naik dibanding penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar 15.689 metrik ton. Namun realisasi harga rata-rata nikel dalam matte turun dari US$ 20,246 per metrik ton di 2010 menjadi US$ 19,895 per metrik ton selama paruh pertama 2011.

Meski mencatat pertumbuhan kinerja, produksi INCO di semester satu 2011 masih di bawah target. Penyebabnya adalah bencana gempa dan badai petir yang melanda Sorowako di kuartal satu lalu. "Akibatnya, sambungan listrik dan beberapa fasilitas jadi rusak dan menyebabkan penghentian produksi sementara," kata Direktur Keuangan INCO Fabio Bechara.

Produksi INCO di kuartal satu 2011 hanya 16.501 metrik ton, turun sekitar 8% dari produksi di kuartal empat 2010. "Karena gempa itu, volume produksi masih sedikit di bawah target yang kami tetapkan," lanjut Tony Wenas, Direktur Utama INCO.

Meski begitu, kenaikan harga pokok penjualan membantu kinerja anak usaha Vale ini. Total harga pokok penjualan INCO di triwulan kedua meningkat menjadi US$ 212,4 juta dari US$ 155,3 juta pada triwulan I 2011.

Peningkatan harga pokok penjualan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya diesel dan bahan bakar. Selain itu, biaya tenaga kerja serta biaya layanan dan kontrak untuk aktivitas tambahan di pabrik pengolahan dan fasilitas hidroelektrik terkait gempa juga meningkat.

INCO menganggarkan dana US$ 232 juta untuk pengeluaran modal di 2011. Dana ini akan digunakan untuk menggenjot produksi tahunan hingga mencapai 90.000 metrik ton di 2015 nanti.

Untuk mencapai target tersebut, INCO sudah menyiapkan beberapa inisiatif. Di antaranya adalah proyek fasilitas baru di Bahodopi dan proyek optimisasi produksi fase 1. Dalam proyek ini, INCO akan melakukan pembangunan kembali dan pemutakhiran salah satu tanur elektrik milik perseroan ini.

INCO juga sedang dalam proses penyelesaian kajian kelayakan untuk mencapai produksi sebesar 120.000 metrik ton dalam beberapa tahun mendatang. Kajian ini dilakukan berdasarkan konstruksi lini pengolahan tambahan di Sorowako dan proyek Bahodopi. Selain itu, mulai beroperasinya PLTA Karebbe memungkinkan perseroan ini mencapai target tersebut.

Biaya di Tingkat Aman, PUDP Menuju Rp 1000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Pudjiadi Prestige Limited Tbk (PUDP) menyiapkan dana sebesar US$ 7,5 juta atau Rp 62 miliar untuk mengembangkan proyek residensial mewah dan komersial di daerah Bali dan Serang, serta merenovasi sebagian hotel miliknya.

Biaya yang ditetapkan pihak korporasi berada di level aman, ketimbang tingkat pendapatan per semester 2011. Target laba PUDP pada 2011 ini diproyeksikan meningkat 43% dibanding laba tahun lalu. Namun tersiar kabar, bahwa dalam semester awal 2011, PUDP telah membukukan peningkatan laba sebesar 28% dibanding tahun lalu.

Dengan tingkat laba semester yang lebih tinggi dibanding tahun lalu, PUDP akan mengalokasikan sebagian besarnya untuk membiayai rencana pengembangan dan renovasi tersebut.

Pada perdagangan Senin (1/8) kemarin, saham PUDP ditutup pada harga auto reject atas yaitu Rp650 per lembar, atau mengalami kenaikan Rp650 (25%). Volume transaksi tercatat sebesar 2,99 juta lembar saham, senilai Rp1,84 miliar. [ast]

Investasi VALUTA Selasa, 02 Agustus 2011 | 07:44 oleh Barratut Taqiyyah, Bloomberg PERGERAKAN AUSSIESpekulasi RBA naikkan suku bunga bikin aussie

Spekulasi RBA naikkan suku bunga bikin aussie kian perkasa
SINGAPURA. Mata uang Australia atau yang kerap dipanggil aussie kembali menguat untuk hari kedua versus yen. Keperkasaan aussie terjadi atas spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan hari ini.

Aussie juga mengakhiri masa pelemahannya atas dollar AS seiring adanya rumor yang mengatakan tingkat inflasi tahunan melonjak di atas target bank sentral. Jika hal itu terjadi, maka besar kemungkinan RBA akan menaikkan suku bunga acuannya.

Selain itu, "Jika RBA optimistis perekonomian di 2012 akan jauh lebih baik dan memiliki momentum untuk naik, suku bunga saat ini kemungkinan terlalu rendah. Secara umum, kami sangat positif terhadap dollar Australia," jelas Grant Turley, senior currency strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Sydney.

Pada pukul 09.47 waktu Sydney, aussie diperdagangkan di posisi US$ 1,0991 dari US$ 1,0971 di New York kemarin. Aussie juga perkasa terhadap yen ke posisi 85,23 yen dari 84,71 yen kemarin.

Laba Naik, Saham SMDR Naik ke Level Tertinggi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) diperkirakan akan segera melesat ke level Rp10.000 per lembarnya, dipicu kinerja yang memuaskan.

Pada kuartal pertama 2011, perusahaan pelayaran SMDR mencatatkan peningkatan laba usaha sebesar 191,86% menjadi Rp 24,56 miliar dibandingkan perolehan pada periode yang sama 2010 sebesar Rp 8,42 miliar.

Investor pada perdagangan kemarin melakukan aksi borong, melihat peluang naiknya saham SMDR yang masih terbilang undervalued dari nilai bukunya, yaitu Rp 10.500.

Melonjaknya saham SMDR juga terkait rencana perusahaan untuk menggunakan dana capital expenditure (capex) senilai Rp 1,5 triliun tahun ini untuk ekspansi usaha. Capex tersebut akan dialokasikan ke tiap lini bisnis, disesuaikan dengan proyeksi kontribusi setiap lini. Strategi ini diterapkan SMDR untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi global, yang memicu peningkatan permintaan pengiriman barang.

Selain itu, ada kabar yang berhembus di kalangan pelaku pasar bahwa SMDR tengah menjadi incaran investor asal Australia karena performanya yang cukup mengesankan. Dengan semua faktor ini, SMDR disebut-sebut akan segera diangkat ke level Rp 10.000.

Pada perdagangan Senin (1/8), SMDR melonjak 850 poin (16,04%) ke level Rp 6.150 per lembar. Volume transaksi tercatat sebesar 5,05 juta lembar saham, senilai Rp30.26 miliar. [ast]

Debt Ceiling AS Masih Pacu Rupiah Perkasa

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/8) diprediksi menguat. Lolosnya debt ceiling pada Parlemen AS masih jadi katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah masih akan melanjutkan penguatan seiring positifnya sentimen dari AS. Sebab, logikanya, jika kenaikan AS lolos dari dua chamber (Senat dan Kongres AS), seharusnya memberikan sentimen positif untuk pasar.

Menurutnya, target terdekat penguatan rupiah adalah 8.440 yang merupakan level terkuat pada Maret 2004. "Jika level tersebut tembus ke bawah, rupiah berpeluang menguat ke level 8.400 pekan ini. Sedangkan potensi pelemahannya terbatas di level 8.480 untuk Selasa (2/8) ini dan 8.500 untuk pekan ini," katanya kepada INILAH.COM.

Hanya saja, lanjut Firman, meski parlemen AS menyetujui kenaikan batas atas utang, pasar harus melihat reaksi dari lembaga pemeringkat atas kesepakatan tersebut, apakah berbagai lembaga pemeringkat itu puas atau tidak atas lolosnya kebijakan tersebut. "Sejauh ini, lembaga rating belum memberikan statemen. Mungkin baru akan keluar setelah program debt ceiling AS diloloskan," ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, efek dari kebijakan ini terhadap dolar AS, bisa melemahkan mata uang AS itu. Sebab, kebijakan itu akan menambah jumlah utang AS yang akan beredar di market. "Tapi, beberapa lembaga rating mungkin akan mengubah outlook rating AS menjadi negatif meski peringkatnya dipertahankan di level AAA," imbuh Firman.

Apalagi, lanjutnya, secara umum sentimen global belum pasti. Meski keraguan atas debt ceiling AS sudah hilang, pasar masih sensitif atas data-data AS yang dirilis. "Sebab, data pertumbuhan AS dan non-farm payroll yang dirilis sebelumnya menunjukkan perlambatan," paparnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/8) ditutup menguat 40 poin (0,47%) ke level 8.455/8.465 per dolar AS.

Jelang Kesepakatan Debt Ceiling, Wall Street Negatif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (1/8).

Hal ini dipengaruhi kesepakatan untuk menghindari gagal bayar semakin mendekat dan ekonomi menunjukkan tanda stagnan. Bursa saham melemah sehari sebelum Kongress diharapkan dapat melakukan voting pada Senin dengan pemerintah termasuk memotong belanja US$2,4 triliun lebih dari 10 tahun. Waktu deadline kesepakatan termasuk menaikkan limit pinjaman Amerika Serikat hingga Selasa tengah malam.

"Pelaku pasar meyakini batas utang akan dinaikkan, voting ini akan positif untuk senat dan pemerintah tetapi masih ada skeptis," ujar Chief Invesment Officer LLC Hugh Johnson, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Saham juga turun setelah the Institute for Supply Management mengatakan, sektor manufaktur Amerika Serikat tumbuh melambat selama dua tahun ini pada Juli. Laporan ISM juga diikuti laporan dari Asia dan Eropa. Sektor perawatan kesehatan dan pertahanan akan menjadi subyek pemotongan budget Amerika Serikat apabila kesepakatan tidak diraih. The iShares Dow Jones US aerospace dan defense exchange traded fund turun 1,1% sementara indeks S&P's healthcare turun 1,7%.

Saham healthcare turun setelah the Centers untuk Medicare and Medicaid Services menyatakan, akan memotong fasilitas pelatihan keperawatan sebesar 11%. Saham Kindred Healthcare turun 30% dan Skilled Healthcare turun lebih dari 43%.

Indeks Dow Jones turun 10,75 poin atau 0,09% ke level 12.132,49. Indeks S&P 500 turun 5,34 poin atau 0,41% ke level 1.286,94. Indeks Nasdaq turun 11,77 poin atau 0,43% ke level 2.744,61. Saham diperdagangkan dengan rentang lebar. Bursa saham yang bergerak rally dimulai di Asia dipengaruhi akan ada kesepakatan mengenai utang. Bila pembuat kebijakan menyetujui kesepakatan utang sebelum Selasa maka Amerika Serikat akan terhindar dari gagal bayar utang. Meski default tidak disukai oleh banyak investor tetapi lembaga rating akan melanjutkan penurunan rating Amerika Serikat yang memberikan sentimen negatif ke pasar saham.

Saham United Health turun 3,2% ke level US$48,02 sementara Humana Inc turun 3% ke level US$72,36 meskipun Humana melaporkan keuntungan kuartal kedua lebih tinggi dari yang diharapkan. Saham Pfizer ke level US$19,01. Sementara itu, volume perdagangan saham sekitar 8,3 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq di atas rata-rata harian sekitar 7,48 miliar. [cms]

Data Ekonomi Stagnan, Wall Street Negatif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (1/8). Hal ini dipengaruhi kesepakatan untuk menghindari gagal bayar semakin mendekat dan ekonomi menunjukkan tanda stagnan.

Bursa saham melemah sehari sebelum Kongress diharapkan dapat melakukan voting pada Senin dengan pemerintah termasuk memotong belanja US$2,4 triliun lebih dari 10 tahun. Waktu deadline kesepakatan termasuk menaikkan limit pinjaman Amerika Serikat hingga Selasa tengah malam.

"Pelaku pasar meyakini batas utang akan dinaikkan, voting ini akan positif untuk senat dan pemerintah tetapi masih ada skeptis," ujar Chief Invesment Officer LLC Hugh Johnson, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Saham juga turun setelah the Institute for Supply Management mengatakan, sektor manufaktur Amerika Serikat tumbuh melambat selama dua tahun ini pada Juli. Laporan ISM juga diikuti laporan dari Asia dan Eropa.

Sektor perawatan kesehatan dan pertahanan akan menjadi subyek pemotongan budget Amerika Serikat apabila kesepakatan tidak diraih.
The iShares Dow Jones US aerospace dan defense exchange traded fund turun 1,1% sementara indeks S&P's healthcare turun 1,7%.

Saham healthcare turun setelah the Centers untuk Medicare and Medicaid Services menyatakan, akan memotong fasilitas pelatihan keperawatan sebesar 11%. Saham Kindred Healthcare turun 30% dan Skilled Healthcare turun lebih dari 43%.

Indeks Dow Jones turun 10,75 poin atau 0,09% ke level 12.132,49. Indeks S&P 500 turun 5,34 poin atau 0,41% ke level 1.286,94. Indeks Nasdaq turun 11,77 poin atau 0,43% ke level 2.744,61.

Saham diperdagangkan dengan rentang lebar. Bursa saham yang bergerak rally dimulai di Asia dipengaruhi akan ada kesepakatan mengenai utang. Bila pembuat kebijakan menyetujui kesepakatan utang sebelum Selasa maka Amerika Serikat akan terhindar dari gagal bayar utang. Meski default tidak disukai oleh banyak investor tetapi lembaga rating akan melanjutkan penurunan rating Amerika Serikat yang memberikan sentimen negatif ke pasar saham.

Saham United Health turun 3,2% ke level US$48,02 sementara Humana Inc turun 3% ke level US$72,36 meskipun Humana melaporkan keuntungan kuartal kedua lebih tinggi dari yang diharapkan. Saham Pfizer ke level US$19,01.

Sementara itu, volume perdagangan saham sekitar 8,3 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq di atas rata-rata harian sekitar 7,48 miliar. [hid]

Silahkan cek agenda penting yang diramal akan mempengaruhi pasar obligasi Asia

Silahkan cek agenda penting yang diramal akan mempengaruhi pasar obligasi Asia
TOKYO. Sejumlah event dan agenda berikut turut mempengaruhi pasar obligasi dan mata uang di kawasan regional.

Jepang:
- Menteri Keuangan YoshihikoNoda, Menteri Perekonomian Kaoru Yosano, dan Sekretaris Negara Yukio Edano akan menggelar media briefing setelah pertemuan kabinet. Kementrian Keuangan akan menjual obligasi berjangka waktu 10 tahun senilai 2,2 triliun yen.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 1,2% yang jatuh tempo Juni 2021 tak mengalami perubahan di posisi 1,08%.
- Yen diperdagangkan di posisi 77,34 per dollar pada pukul 07.06 di Tokyo.

Singapura:
- Pemerintah akan merilis purchasing manager's index untuk Juli hari ini. Berdasarkan Singapore Institute of Purchasing & Materials Management, indeks turun ke level 50,4 pada Juni lalu.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 2,25% yang jatuh tempo Juni 2021 adalah 2%. Dollar Singapura berada di posisi S$ 1,2000.

Thailand:
- Bank of Thailand akan menjual surat utang berjangkawaktu 28 hari senilai 15 miliar baht, berjangkawaktu 91 hari senilai 18 miliar baht, berjangkawaktu 182 hari senilai 15 miliar baht, dan berjangkawaktu 365 hari senilai 35 miliar baht.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 5,4% yang jatuh tempo Juli 2016 adalah 3,80%. Nilai tukar baht berada di posisi 29,71 per dollar.

Indonesia:
- Pemerintah akan menawarkan surat utang berjangkawaktu enam bulan dan sukuk dengan masa jatuh tempo 5,5 tahun hingga 25 tahun hari ini.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 8,25% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 6,97%. Rupiah berada di posisi 8.458.

Filipina:
- Pemerintah akan menjual obligasi berjangkawaktu 10 tahun senilai 9 miliar peso atau US$ 215 juta pada hari ini.
- Nilai tukar peso berada di posisi 41,925 per dollar.

Masih Melaju, Pilih Saham Perbankan

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Selasa (2/8) diperkirakan akan melanjutkan penguatan. Saham perbankan masih bisa menjadi incaran pelaku pasar.

Isfhan Helmi, analis pasar modal dari Waterfront Sekuritas mengatakan, untuk daily trading, target IHSG di level 4.200 bisa tersentuh dalam dua tiga hari. “Hal ini karena euforia kesepakatan kenaikan debt ceiling AS dan inflasi Indonesia Juli yangtercatat 4,7% year on year,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, kesepakatan kenaikan batas utang ini lebih cepat dari estimasi pasar. Alhasil, euforia di bursa saham datang lebih awal. “IHSG yang sudah menembus level 4000 jadi kian cepat akselerasinya dan target 4300 di akhir tahun bisa lebih cepat tercapai,” paparnya.

Sementara itu, meskipun ada potensi koreksi minor IHSG hingga 10%, namun karena data fundamental Indonesia yang kuat, dengan target inflasi bisa dijaga di 5% (plus minus 1%) dan kemungkinan tidak ada kenaikan suku bunga, maka koreksi indeks dianggap wajar.

Di tengah situasi ini, Isfhan melihat masih ada peluang trading di saham perbankan. Pilihannya adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Bukopin (BBKP) dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

Menurutnya, dengan tingkat inflasi terjaga dan bertahannya suku bunga acuan, bank masih kuat permodalannya untuk melempar kredit, sehingga bisa membukukan laba di semester dua. Apalagi price to book value (PBV) bank saat ini di level 3-4 kali, masih di bawah historical high sebesar 4-5 kali.

“Sementara BBRI memang premium, karena kredit marketnya terbesar di sektor perbankan. PBV BBRI saat ini adalah 4,27 kali, dengan historical high 6 kali,” tutupnya.

Pada perdagangan Senin (1/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 62,64 poin (1,52%) ke level 4.193,44, dengan intraday tertinggi di 4.193,55 dan terendah di 4.131,73. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 19,482 miliar lembar saham, senilai Rp 18,575 triliun dan frekuensi 174.295 kali.

Sebanyak 182 saham naik, 82 saham turun, dan 86 saham stagnan. Penguatan bursa didukung masuknya aliran dana asing, yang mencatat nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp248 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp14,177 triliun dan transaksi jual sebesar Rp13,928 triliun. [mdr]

Investasi di Indonesia paling prospektif

JAKARTA. Indonesia kian mempesona di mata investor. Ini tercermin dari Credit Default Swap (CDS), yang mengukur persepsi investor asing terhadap risiko berinvestasi di Indonesia yang semakin melandai. Pergerakan CDS surat utang Indonesia untuk seluruh tenor melandai, jauh di bawah rata-rata selama satu tahun terakhir.

CDS tenor lima tahun, misalnya, kini berada di posisi 133,25. Angka itu jauh di bawah level rata-ratanya dalam setahun terakhir, 141,044. Apalagi dibandingkan posisi tertinggi tahun 2011 yang mencapai 163,74. Demikian juga CDS untuk utang berjangka waktu satu, tiga, tujuh serta 10 tahun.

Di saat CDS tergerus, aliran dana asing (capital inflow) yang masuk ke instrumen pasar keuangan Indonesia makin kencang. Sampai akhir pekan lalu (28/7), duit investor asing yang parkir di Surat Berharga Negara (SBN) Rp 247,5 triliun, atau 25,3% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.

SBN tumbuh 26,9% selama tahun ini. Atau naik Rp 12,5 triliun selama Juli 2011. "Satu bulan ini, investor asing lebih banyak menyerbu obligasi ketimbang saham," kata Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas, Senin (1/8).

Dana asing di bursa saham serta Sertifikat Bank Indonesia juga terus menanjak. Indeks Harga Saham Gabungan, Senin (1/8) menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi 4.193,44, sedang rupiah mencapai Rp 8.464 per dollar AS. "Di kelompok emerging market, tidak ada yang semenarik Indonesia," ujar Stefanus P.S., pengamat pasar modal UOB Kay Hian Securities.

Selain faktor yield yang menarik, prospek ekonomi Indonesia menjadi penarik terbesar minat investor asing. Ekonom Mirza Adityaswara, menunjukkan, indikator makro ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Terlebih jika inflasi terjaga stabil hingga akhir tahun. Tanpa kenaikan bahan bakar minyak, inflasi hingga tutup tahun, dalam hitungannya, akan berkisar 5%-5,5%.

Dengan situasi ini, ia memprediksi porsi dana asing bisa mencapai 40% dari seluruh dana yang berputar di SBN pada akhir tahun ini. "Di saham, asing akan merambah ke saham berkapitalisasi kecil," tutur Mirza.

A. Prasetyantoko, Ekonom Universitas Atmajaya, menambahkan, ekses likuiditas di pasar global masih besar. Indonesia menjadi pilihan di antara emerging market, di saat motor-motor ekonomi dunia seperti AS, Eropa dan Jepang masih belum stabil.

Lana menimpali, jika kemelut utang tidak berakhir dengan kebijakan penyelesaian yang jelas dan tuntas, AS tetap terbebani ketidakpastian tingkat tinggi. Namun, jika yang terjadi sebaliknya, aliran dana asing ke Indonesia berpeluang melambat. "Perkiraan saya, kuartal IV-2011, ada penurunan dana asing jika ekonomi AS membaik," kata dia.

Lana memprediksi, dana asing di SBN per akhir 2011 bisa turun jadi Rp 140 triliun-Rp 160 triliun.

IHSG Pantau Bursa Regional Setelah Kesepakatan Utang AS

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah mencatat kenaikan 62 poin. Bursa-bursa Asia yang menguat serta meredanya krisis utang AS menjadi faktor pendorong naiknya IHSG.

Pada perdagangan Senin (1/8/2011), IHSG ditutup menanjak 62,641 poin (1,51%) ke level 4.193,441. Sementara Indeks LQ 45 melesat 12,666 poin (1,73%) ke level 742,502.

Pelemahan bursa-bursa utama akan menjadi sentimen negatif yang menghadang laju IHSG, meski sudah tercapai kesepakatan soal utang AS. IHSG pada perdagangan Selasa (2/8/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Sentimen negatif datang dari bursa Wall Street yang akhirnya ditutup melemah, meski sempat menguat tajam merespons kesepakatan soal penanganan utang AS yang disumumkan oleh Presiden Barack Obama.

Saham-saham berbalik arah melemah setelah Institute for Supply Management mengatakan sektor manufaktur AS tumbuh pada tingkat paling lambat dalam 2 tahun terakhir pada bulan Juli. Laporan dari ISM itu mengikuti laporan serupa dari Asia dan Eropa.

Pada perdagangan Senin (1/8/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 10,75 poin (0,09%) ke level 12.132,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,34 poin (0,41%) ke level 1.286,94 dan Nasdaq melemah 11,77 poin (0,43%) ke level 2744,61.

Kabar baik persetujuan DPR AS untuk rencana kenaikan batas utang AS ternyata tak mampu mendongkrak bursa Asia. Mengawali perdagangan Selasa, indeks Nikkei-225 justru kembali tergerus 97,86 poin (0,98%) ke level 9.867,15.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan Senin (1/8) IHSG ditutup naik 62.6 point (+1.52%) ke level 4,193.44 menyusul keluarnya data inflasi bulan Juli yang lebih rendah dari estimasi semula didukung oleh sinyal positif dari AS mengenai polemik batas kredit negara tersebut. Total transaksi kemarin tercatat sebanyak 18 juta lot atau setara dengan Rp3.8 triliun dengan hampir seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali sektor agriculture.

Tercatat sebanyak 172 saham mengalami penguatan, 78 saham mengalami penurunan, 79 saham tidak mengalami perubahan dan 124 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi motor penggerak indeks hari ini a.l. BBRI, BBCA, BMRI, ASII dan GGRM sementara yang menjadi pemberat indeks kemarin a.l. EXCL, IMAS, GJTL, INDY dan PNBN. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp222 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, BUMI, BMRI, PGAS dan BORN.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG berhasil menguat dengan Candlestick membentuk pola Bullish Marubozu yang mengindikasikan sinyal Bullish Continuation. Sementara dari pergerakan Indikator stochastic dan RSI kembali mulai bergerak Reversal memasuki kembali area overbought setelah 2 hari sebelumnya bergerak downtrend. Pada perdagangan hari ini (2/8), diperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada range 4162-4120 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, BORN, dan SMGR.

(qom/qom)

Carrefour Lakukan Penawaran Tender Saham AMRT

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rencana PT Carrefour Indonesia untuk menguasai 100% saham PT Alfa Retailindo Tbk (AMRT) terwujud setelah penawaran tender untuk 0,4% efektif pada 29 Juli 2011.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan, Senin (1/8). Penawaran tender yang dilakukan atas 2.135.550 saham yang mewakili 0,46% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh PT Alfa Retailindo Tbk (AMRT).

Harga penawaran tender dipatok Rp4.500 per lembar atau premium 87,5% dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian selama 90 hari.

Untuk masa penawaran tender sukarela akan dilakukan pada 1 Agustus - 5 September dengan tanggal pembayaran pada 12 September.

Carrefour Indonesia kini telah memiliki 99,54% saham Alfa, sehingga dengan tender offer itu, Carrefour akan menguasai 100% saham Alfa. Sebanyak 40% saham Carrefour dikuasai PT Trans Retail, 39,02% oleh Carrefour SA, 11,47% oleh Onesia BV, dan 9,51% oleh Carrefour NBV.

Laba bersih semester I Alfa naik 91% menjadi Rp64,44 miliar dari Rp33,70 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kereta batubara menanti pinjaman

Kereta batubara menanti pinjaman
JAKARTA. PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) berharap mengantongi kesepakatan kredit di akhir tahun. Perusahaan yang akan mengelola kereta api pengangkut batubara, pelabuhan serta logistik itu, sudah mengajukan permohonan kredit ekspor ke empat bank China.

Para kandidat kreditur adalah Bank of China, China Development Bank, China Exim dan ICBC. "Mereka sedang due dilligence," ujar Rudiantara, Chief Executive Officer (CEO) BATR. Pinjaman bank diandalkan untuk menutup 70%-85% dari total kebutuhan dana BATR, yaitu US$ 1,8 miliar.

Sisa kebutuhan dana akan ditutup pemegang saham BATR sesuai porsi kepemilikan. Saat ini, 90% saham BATR berada di tangan Rajawali Asia Resources (RAR), yang merupakan anak perusahaan Rajawali Grup. Sisanya, 10%, berada di tangan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, yang memiliki kode saham PTBA.

Sebagian besar anggaran, yaitu US$ 1,3 miliar, dialokasi untuk engineering, procurement and construction (EPC) infrastruktur kereta api yang terbentang dari Bangko Tengah, Tanjung Enim, Sumatra Selatan hingga Srengsem, Lampung.

Hingga kini, BATR sudah bergerak memroses izin serta pembebasan lahan. Kementerian Perhubungan telah menerbitkan izin bagi BATR untuk mengoperasikan kereta api berikut infrastrukturnya. BATR juga sudah mengantongi izin dari dua pemerintah provinsi serta tujuh pemerintah kabupaten, yang wilayahnya dilalui proyek kereta batubara.

BATR yang dibentuk tahun 2008 itu juga telah melakukan ujicoba pembebasan wilayah sepanjang 1 kilometer di Lampung. Lebar minimal lahan yang dibebaskan adalah 100 meter.

Perubahan di Bangko

Calon kreditur BATR kini menanti skema pengelolaan tambang Bangko. Maklumlah, tambang Bangko dan proyek transportasi merupakan satu paket yang tak terpisahkan. Tambang Bangko yang diestimasi memiliki cadangan batubara hingga 500 juta ton, tidak punya nilai ekonomis tanpa sarana pengangkutan. Di sisi lain, kereta api berikut infrastrukturnya akan mubazir, tanpa tambang Bangko.

Mengutip hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)-nya di tahun 2008, PTBA berniat mengelola tambang Bangko berikut sarana transportasinya dengan membentuk usaha patungan. Mitra yang digandeng PTBA sejak tahun lalu adalah RAR.

PTBA dan RAR bermitra di BATR yang mengelola infrastruktur serta di PT Bukit Asam Banko (BAB), pengelola tambang. Porsi kepemilikan saham di BAB adalah 65% untuk PTBA dan 35% untuk RAR.

Dalam skema awal, BAB yang akan menambang sekaligus menjual batubara ke BATR. Namun model bisnis itu belakangan terganjal Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. BAB tidak bisa mengelola Bangko karena tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), seperti ketentuan UU Nomor 4. Pemilik IUP Bangko adalah PTBA.

Masa depan BAB yang suram bisa menjadi alasan kreditur meragukan kelayakan proyek kereta milik BATR. Achmad Sudarto, Corporate Secretary PTBA, memastikan kendati ada perubahan dalam pengelolaan tambang di Bangko, BATR tetap kebagian jatah batubara.

Bagaimana mekanisme penjualan batubara dari PTBA sebagai pengelola tambang ke BAB ataupun BATR, Achmad masih enggan bercerita. "Kami masih membahas secara internal," ujar dia.

BATR berharap skema baru itu tuntas, agar due dilligence calon kreditur segera tuntas. Jika gagal financial closing di akhir tahun, BATR menghadapi dua ancaman. "Selain nilai proyek bisa melonjak, kemungkinan mendapat pendanaan juga berbeda," ujar Rudiantara.

Mengutip laporan riset Mandiri Sekuritas, pengoperasian tambang di Bangko berikut infrastruktur kereta api bisa meningkatkan laba bersih PTBA hingga empat kali lipat. Andai berhasil memperoleh pinjaman di akhir 2011, BATR menargetkan kereta api beroperasi di awal 2015.

DPR AS Restui Kenaikan Batas Utang untuk Hindari Gagal Bayar

Washington - House of Representatives atau DPR AS akhirnya memberikan persetujuan untuk kenaikan batas utang guna menghindari gagal bayar, sekaligus rencana pemangkasan belanja pemerintah. Rencana tersebut kini tinggal meminta persetujuan dari Senat AS.

Persetujuan itu diperoleh melalui voting 269-161 yang dilakukan Kongres AS pada Senin (1/8/2011) malam waktu setempat, sesaat sebelum tenggat waktu penyelesaian kenaikan batas utang pada 2 Agustus.

Voting yang ditunggu-tunggu publik tersebut terasa dramatis setelah hadirnya anggota Kongres, Gabrielle Giffords yang selamat dari aksi penembakan brutal di Arizona pada 8 Januari lalu. Kehadiran perdana Giffords di Kongres tersebut langsung mendapatkan standing ovation dari hadirin.

"Saya tidak senang dengan ini, tapi saya bangga atas beberapa hal yang bisa diselesaikan dengan baim dan itulah kenapa saya voting," ujar Nancy Pelosi, mantan juru bicara DPR AS.

"Tolong berpikir apa yang bisa terjadi jika AS gagal bayar. Tolong, tolong, tolong duduk bersama untuk mencegak kerusakan kolateral pada para senior dan veteran kita," ujar Pelosi seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/8/2011).

Dalam rencana yang diusulkan pemerintah AS sebelumnya, batas utang akan dinaikkan hingga US$ 2,4 triliun melalui 2 tahap. Pemerintah AS sebelumnya telah mencapai batas utang US$ 14,3 triliun pada 16 Mei dan sejak itu pemerintah AS beroperasi melalui penyesuaian belanja dan akuntansi, juga penerimaan pajak yang melebihi ekspektasi.

Cetak biru yang disepakati Presiden Obama dan pemimpin Kongres itu juga termasuk pemangkasan anggaran lebih dari US$ 900 miliar dalam 10 tahun, dimana US$ 350 miliar diantaranya adalah anggaran pertahanan. Komite khusus kongres kemudian menugaskan pemangkasan anggaran lain US$ 1,5 triliun untuk dilaporkan pada 23 November.

(qom/qom)

Semester I, laba POLY naik 95,88%

JAKARTA. Kinerja PT Asia Pacifik Fibers Tbk (POLY) sepanjang semester I-2011 terbilang memuaskan. Emiten tekstil ini membukukan pendapatan Rp 2,82 triliun, naik 31,25% dibanding pendapatan di periode sama tahun lalu, yaitu Rp 2,15 triliun.

Bahkan laba bersih di enam bulan pertama melonjak hingga 95,88% menjadi Rp 456,2 miliar. Di semester satu 2010 lalu POLY hanya mencatatkan laba bersih Rp 232,9 miliar.

Tunaryo, Sekretaris Perusahaan POLY, menuturkan peningkatan laba ini ditopang kenaikan harga beberapa produk seperti fiber dan benang akibat melonjaknya harga bahan baku. Hal ini otomatis mengerek nilai penjualan.

Penjualan fiber di pasar lokal misalnya, naik 99,84% menjadi Rp 1,046 triliun. "Adapun penjualan benang meningkat dari Rp 740 miliar jadi Rp 1 triliun," kata Tunaryo pada KONTAN, Senin (1/8).

Sementara volume produksi relatif tidak berubah. Produksi purified terephtalic acid (PTA) bertahan di angka 130.000 ton. Produksi benang filamen juga masih sama, yaitu 70.840 ton. Peningkatan produksi hanya terjadi pada fiber yang naik dari 57.000 ton menjadi 61.000 ton.

POLY optimistis kinerja cemerlang ini akan berlanjut di paruh kedua 2011. "Setidaknya kami yakin dapat mencatat penjualan lebih tinggi ketimbang 2010 yang mencapai Rp 4,4 triliun," ujar Tunaryo.

POLY juga masih berharap bisa mendapat kucuran dana segar dari investor untuk membiayai belanja modal tahun ini. POLY mematok capital expenditure (capex) di 2011 senlai US$ 23 juta dan US$ 50 juta untuk 2013.

Dana capex tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi, pengembangan produk-produk khusus dan program penghematan usaha. POLY antara lain berniat meningkatkan kapasitas produksi fiber dari 144.000-148.000 ton per tahun menjadi 190.000 ton per tahun di 2012.

Hingga saat ini, POLY sudah menggunakan capex sebesar US$ 15 juta atau 30% dari kebutuhan hingga 2013 nanti.

Sejauh ini, pendanaan capex POLY seluruhnya masih dipasok pemegang sahamnya, Damiano Investment BV. Namun, dalam waktu dekat, POLY yakin bisa mendapat kucuran dana segar dari investor institusi baru. Sayang, perseroan ini belum bersedia berbicara lebih detil soal ini.

Inilah Menu Saham Pilihan Selasa (2/8)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia diprediksi masih berpotensi bullish dengan kisaran di 4.177-4.210.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital, Andree Mahardika, kemarin. "Secara teknikal IHSG masih potensi bullish sementara," katanya.

Dari sthocastic, dengan analisa IHSG masih potensi bullish sementara. Dari DMI, IHSG kembali mengalami potensi bullish karena mengalami tekanan beli yang lebih besar dari tekanan jual. Dari MACD, IHSG Masih potensi bullish jangka pendek.

Demikian dikutip dari data BEI, Senin (1/8). Indeks ditutup menguat 62,64 poin atau 1,52% ke 4.193,44 atau capai rekor tertinggi baru. Volume perdagangan mencapai 19,4 miliar saham dan Rp18,5 triliun.

Indeks mengalami net foreign buy sebesar Rp248,8 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp14,1 triliun dan penjualan asing sebesar Rp13,9 triliun.

Saham yang menjadi pilihan seperti saham BUMI, yang masih berpotensi bullish lagi dengan rekomendasi beli di Rp3.100 dan jual di 3.175-3.225 dengan stop loss di 3.050. Saham BUMI akan bergerak di kisaran 3.050 resisten di 3.250.

Secara teknikal saham BUMI masih mengalami kenaikan menuju resistence terdekat. Dari sthocastic, saham BUMI telah mengkonfirmasi bullish menunggu perdagangan hari ini. Dari DMI, saham BUMI mengalami tekanan beli yang lebih besar dari tekanan jual dengan indikasi bullish. Dari MACD, saham BUMI masih potensi bullish jangka pendek.

Saham SMCB masih berpotensi bullish lagi dengan rekomendasi bei di 2.075 dan jual di 2.250 dengan stop loss di 2.025. Saham SMCB akan bergerak di kisaran 2.075-2.250.

Secara teknikal saham SMCB masih potensi bullish kembali, buy saat koreksi. Dari sthocastic, saham SMCB masih potensi koreksi dulu. Dari DMI, saham SMCB sudah mendapat tekanan beli kembali dan ada indikasi bullish jika masih tertahan di support 2.075.

Sementara saham yang diprediksi masih bullish seperti saham BRON untuk ditahan juga masih di atas harga 1.420 dengan potensi jual di 1.450-1.500. Saham TLKM disarankan hold jika harga masih di atas 7.400 dengan otensi jual di 7.500-7.700.

Saham BNGA masih berpotensi bullish dengan saham juka harga masih di atas 1.650 untuk hold. Dengan potensi jual di harga 1.660-1.710. Saham MPPA berpotensi bullish dengan saham hold juga masih di atas 1.270 dengan potensi jual di harga 1.320-1.400.

Harga minyak menanjak dari level terendah dalam sebulan terakhir

Harga minyak menanjak dari level terendah dalam sebulan terakhir
SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia menanjak dari level terendahnya dalam sebulan terakhir. Terkereknya harga minyak terjadi setelah Pimpinan Kongres Mayoritas Eric Cantor bilang, Kongres akan menggelar voting untuk menyetujui rencana menaikkan plafon utang AS.

Selain itu, ada pula faktor lainnya. Data yang dirilis DigitalGlobe Inc menunjukkan, cadangan minyak di Cushing, Oklahoma, turun 1,9% pada 29 Juli dari 26 Juli. Dengan demikian, ini merupakan kenaikan harga minyak pertama dalam tiga hari terakhir.

Pagi tadi, kontrak harga minyak dunia untuk pengantaran September naik 0,5% menjadi US$ 95,35 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.00 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 95,33 sebarel. Kemarin, harga minyak turun sebesar 81 sen menjadi US$ 94,89, yang merupakan level terendah sejak 29 Juli lalu. Kendati begitu, harga minyak sudah naik 17% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September naik 7 sen menjadi US$ 116,81 per barel di ICE Futures Europe exchange, London.

Asing Nyaman dengan Saham ASII

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Hedge fund asing dinilai lebih comfortable dengan saham konglomerasi seperti ASII dibandingkan saham-saham ritel. Karena itu, saham ini ditargetkan ke level Rp110 ribu akhir 2011.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Selain itu, sebagai saham konglomerasi, harga saham PT Astra Internasional (ASII) saat ini masih murah. Karena itu, pada Oktober 2011, valuasi bisa naik ke level Price to Earnings Ratio (PER) 40-50 kali.

Dia mengaskan, ASII sama persis dengan saham-saham bluechips di AS yang kenaikan valuasinya sangat pesat. “Saya rekomendasikanlong term buy untuk saham ASII. Sebab, untuk spekulasi, kenaikan 1,5% masih kecil sehingga cukup berisiko jika tiba-tiba jatuh,” katanya.

Pada perdagangan Selasa (1/8) saham ASII ditutup menguat Rp1.150 (1,63%) ke level Rp71.650 dari posisi sebelumnya Rp70.500. Harga intraday tertingginya mencapai Rp72.400 dan terendah Rp69.800. Volume transaksi mencapai 5,5 juta unit saham senilai Rp395,08 miliar dan frekuensi 3.197 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat ke level Rp71.650, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham ASII hari ini?

Rally saham ASII masih terus berlanjut. Selain kuatnya faktor fundamental, aksi beli dari investor dan hedge fund asing masih terus masuk di saham ini. Asing masih memburu saham ASII.

Apa yang menjadi alasan asing berburu saham ini?

ASII merupakan saham konglomerasi. Hedge fund asing yang besar-besar lebih comfortable dengan perusahaan besar seperti ASII dibandingkan dengan saham-saham ritel (emiten kecil) meskipun secara fundamental cukup positif.

Akan bergerak dalam kisaran support dan resistance berapa?

Target penguatan saham ASII Selasa (2/8) ini ke level Rp73.000 jika resistance Rp72.500 ditembus. Sementara itu, level support sudah terbentuk di level Rp71.000.

Ada perubahan target, untuk harga akhir 2011?

Saham ini masih berpotensi naik tajam hingga akhir tahun dengan target harga tetap di level Rp110.000. Karena itu, pada Oktober 2011, saham ASII bisa mencapai Rp100.000. Sebab, IHSG di level 4.500 sudah di depan mata yakni pada Oktober 2011 dan ASII jadi salah satu penggerak utamanya.

Bagaimana dengan saham-saham Grup Astra lainnya?

Dengan berburu saham ASII, asing tidak perlu saham lain di grup Astra seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) atau PT Astra Graphia (ASGR). Apalagi, PT United Tractors (UNTR) yang secara valuasi sudah tinggi. Karena itu, saham ASII paling menarik hari ini.

Apakah valuasi saham ASII sudah mahal?

Sebagai saham konglomerasi, harga saham ASII saat ini masih murah. Karena itu, pada Oktober 2011, valuasi bisa naik ke level Price to Earnings Ratio (PER) 40-50 kali. ASII sama persis dengan saham-saham bluechips di AS yang kenaikan valuasinya sangat pesat.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan long term buy untuk saham ASII. Sebab, untuk spekulasi, kenaikan 1,5% masih kecil sehingga cukup berisiko jika tiba-tiba jatuh. Karena itu, hindari berspekulasi jangka pendek untuk saham seperti ini. Untuk level saat ini masih posisi beli dengan target Rp110.000 akhir tahun. [mdr]

Wall Street kembali memerah, tergerus indeks manufaktur AS

Wall Street kembali memerah, tergerus indeks manufaktur AS
NEW YORK. Warna merah kembali mendominasi wajah bursa AS kemarin malam. Dengan demikian, Wall Street sudah melorot selama enam hari berturut-turut.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,4% menjadi 1.286,94, setelah sempat terbang 1,2% pada transaksi pembukaan. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,1% menjadi 12.132,49.

Salah satu saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS di antaranya: FedEx Corp yang turun 1%. Selain itu, saham-saham yang berhubungan dengan peralatan kesehatan juga anjlok 1,7% di S&P 500.

"Pergerakan pasar kemarin cukup liar, naik dan turun. Saat ini, investor masih dicemaskan mengenai data ekonomi yang lemah. Meski pemimpin Kongres AS sudah menyetujui mengenai kenaikan batasan utang AS, namun, kelegaan itu hanya bersifat jangka pendek. Masih ada kecemasan jangka panjang terkait defisit negara dan perekonomian secara keseluruhan," papar John Carey, money manager Pioneer Investments.

Penurunan bursa AS terjadi setelah dikeluarkannya data indeks manufaktur AS yang jauh berada di bawah prediksi analis. Sekadar informasi, Institute for Supply Management's factory index turun ke posisi 50,9 pada Juli dari posisi 55,3 pada bulan sebelumnya. Sementara, nilai tengah ekonom yang disurvei Bloomberg memproyeksikan, indeks hanya akan turun ke posisi 54,5%.

Pada bulan lalu, indeks manufaktur negara-negara Asia hingga Eropa pada bulan lalu memang melorot seiring turunnya permintaan dan tersendatnya pemulihan ekonomi global.

Data Manufaktur Gerus Wall Street

Gb
Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street akhirnya ditutup melemah, meski sempat menguat tajam merespons kesepakatan soal penanganan utang AS yang diumumkan oleh Presiden Barack Obama.

Saham-saham melemah sehari menjelang voting Kongres AS untuk mencari persetujuan kesepakatan utang. Gedung Putih sebelumnya mengumumkan tercapainya kesepakatan, termasuk pemangkasan belanja hingga US$ 2,4 triliun dalam 10 tahun.

Tenggat waktu kesepakatan atas usulan tersebut, termasuk kenaikan batas utang AS jatuh pada Selasa (2/8/2011) tengah malam. Jika tidak, AS harus menghadapi gagal bayar.

"Ini adalah sebuah pasar yang mati lagi, hidup lagi dan itu merefleksikan sifat mendasar dari pemikiran mendalam soal batas utang yang juga hidup lagi, mati lagi," ujar Hugh Johnson, chief investment officer Hugh Johnson Advisors seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2011).

Mengawali perdagangan, indeks Dow Jones sempat melesat mengikuti reli yang sudah terjadi di bursa Asia sebelumnya, karena investor merasa optimistis akan tercapainya kesepakatan soal penyelesaian utang AS.

Namun saham-saham berbalik arah setelah Institute for Supply Management mengatakan sektor manufaktur AS tumbuh pada tingkat paling lambat dalam 2 tahun terakhir pada bulan Juli. Laporan dari ISM itu mengikuti laporan serupa dari Asia dan Eropa.

"Investor sekarang percaya bahwa batas utang akan dinaikkan, dan hasil voting akan positif di Senat dan juga Kongres, tapi masih ada sedikit skeptisme ataupun kehati-hatian," ujar Johnson.

Pada perdagangan Senin (1/8/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 10,75 poin (0,09%) ke level 12.132,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,34 poin (0,41%) ke level 1.286,94 dan Nasdaq melemah 11,77 poin (0,43%) ke level 2744,61.

Saham-saham sektor pertahanan dan kesehatan, yang akan menjadi subyek pemangkasan anggaran jika kesepakatan tercapai, mengalami pukulan paling keras. indeks kesehatan S&P tercatat turun 1,7%.

Saham-saham sektor kesehatan juga melemah setelah Centers for Medicare & Medicaid Services mengatakan akan memangkas pembayaran fasilitas perawat yang terlatih hingga 11%.

Perdagangan berjalan ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,3 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,48 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Senin, 01 Agustus 2011

Dana Asing akan Tetap Menyerbu RI

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Meskipun pembatasan pagu utang atau debt ceiling AS diperkirakan disetujui, tetapi capital infllow tetap akan masuk ke Indonesia.

Demikian menurut pengamat pasar modal, Sem Susilo, Senin (1/8) kepada INILAH.COM. "Untuk capital inflow akan tetap mengalir ke IHSG. Bagaiamanapun Indonesia aalah "mesin baru" ekonomi. Sedangkan Eropa dan Amerika adalah mesin-mesin tua yang mengasilkan ekonomi biaya tinggi," katanya.

Krisis yang yaris terjadi di AS tetap diupayakan dapat teratasi. Meskipun ada dugaan sengaja dipolitisir untuk kepentingan pemilu 2013. "Saya tetap yakin hal ini tidak akan dibiarkan terjadi. Kompromi politis demi kepentingan kenegaraan yang lebih besar akan menyingkiran tujuan-tujuan sempit politik pragmatis kepartaian.

Amerika, lanjutnya, akan mundur dan kembali kepada demokrasi primitif, kalau memanfaatkan issue negosiasi pagu utang atau debt ceiling sebagai alat politik hitam menjelang pemilu 2013.

Selain tidak akan terjebak demi kepentingan-kepentingan sempit kepartaian, mereka juga cukup sadar akan rasionalitas pemilik hak suara yang tidak mudah dibodohi dengan aksi-aksi politik pragmatisme. Jadi pada akhirnya mereka akan bermain cantik untuk menjaga simpati rasionalitas pendukungnya.

Dengan demikian apa kemungkinan American debt default? Menurut Sem, ini adalah masalah integritas dan harga diri semua bangsa yang telah susah payah mereka bangun selama ratusan tahun. "Saya justru melihat peristiwa ini menjadi momentum emas bagi bangsa amerika untuk menyadari dan merekonstruksi secara total bangunan fundamental ekonomi bangsanya dan mulai berhenti sebagai bangsa yang boros, bangsa yang membiayai perang dengan utang."

Kalau tidak, maka era Amerika tinggal menunggu waktu. Hal ini seperti yang pernah dialami bangsa Inggris beberapa abad yang lalu. Jadi, kemungkian kebuntuan negosiasi politik sangat kecil. Kecuali politikus Amerika telah didominasi politikus hitam dan sudah "dibeli" kepentingannya.