Rabu, 10 Agustus 2011

Rebound, IHSG Rabu (10/8) Dibuka Naik 2,12%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (10/8) ini, IHSG dibuka rebound dengan naik 2,12% ke level 3.814,47.

Kenaikan IHSG pagi ini diperkirakan seiring kembalinya optimisme investor di pasar global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.

Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.

Harga minyak dunia rebound ke level US$79,3/barel setelah sempat menyentuh level US$75,7/barel kemarin. Harga metal bergerak mixed dengan Nikel -0,2% dan Timah +1,1%.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia.

Sebanyak 202 saham tercatat naik pagi ini, sedang 3 saham turun, dan 16 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,98% ke level 680,21, sedang JII naik 2,78% ke level 524,44.

Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan aksi jual pagi ini, namun cenderung berkurang dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp49,06 miliar.

Volume perdagangan pagi sebanyak 788,52 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp886,13 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 3,74%, GGRM naik 3,50%, ITMG naik 2,80%, PTBA naik 4,48%, UNTR naik 2,8%, dan INTP naik 4,16%.

Inilah Beberapa Saham Pendorong IHSG Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Beberapa saham yang kemarin sempat menunjukkan potensi rebound secara intraday seperti ASII, PGAS, INTP, UNTR dan BBRI diperkirakan akan menjadi pendorong kenaikan indeks hari ini.

IHSG Rabu (10/8) ini diperkirakan akan turut bergerak rebound seiring kembalinya optimisme investor di pasar global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.

Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.

Harga minyak dunia rebound ke level US$79,3/barel setelah sempat menyentuh level US$75,7/barel kemarin. Harga metal bergerak mixed dengan Nikel -0,2% dan Timah +1,1%.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia.

Global Positif, IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Rabu (10/8) ini diperkirakan akan turut bergerak rebound seiring kembalinya optimisme investor di pasar global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.

Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.

Harga minyak dunia rebound ke level US$79,3/barel setelah sempat menyentuh level US$75,7/barel kemarin. Harga metal bergerak mixed dengan Nikel -0,2% dan Timah +1,1%.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia.

Minyak rebound 4%, saham-saham energi melaju kencang

Minyak rebound 4%, saham-saham energi melaju kencang
JAKARTA. Saham-saham energi pagi ini melangkah pasti di zona hijau. Sebut saja saham PT Medco International (MEDC) yang pada pembukaan ini naik 1,08% menjadi Rp 2.350 pada pukul 09.58. Lonjakan juga dialami saham PT Energi Mega Persada (ENRG) yang naik 4,79% menjadi Rp 197.

Aksi beli saham-saham berbasis energi ini seiring dengan melejitnya harga minyak dunia. Asal tahu saja, pada transaksi pasca penutupan perdagangan di New York kemarin malam, kontrak harga minyak mengalami lonjakan 4% menjadi US$ 82,43 per barel. Dengan demikian, harga minyak mengalami rebound dari level terendahnya dalam sepuluh bulan terakhir.

Bursa Global Mulai Pulih, IHSG Menanjak 83 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhenti turun dan mulai bergerak ke atas. Membaiknya situasi di bursa global dan regional mendorong IHSG ke zona hijau.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di posisi Rp 8.520 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.560 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 79,349 poin (2,12%) ke level 3.814,468. Sedangkan Indeks LQ 45 bertambah 19,695 poin (2,98%) ke level 680,209.

Membuka perdagangan, Rabu (10/8/2011), IHSG menanjak 83,585 poin (2,23%) ke level 3.818,704. Indeks LQ 45 melonjak 20,747 poin (3,14%) ke level 681,261.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melesat 139,191 poin (3,73%) ke level 3.874,310. Sementara Indeks LQ 45 melaju 28,968 poin (4,39%) ke level 689,482.

Kemarin, IHSG ditutup merosot hingga 155 poin meski sempat cetak rebound tipis di tengah perdagangan sesi II. Investor masih mengikuti bura-bursa regional yang memburuk setelah penurunan peringkat AS.

Melonjaknya bursa Wall Streetmenjadi sentimen positif yang mendorong IHSG ke teritori positif. Investor memulai lagi pembelian saham-saham yang sudah terdiskon besar.

Bursa-bursa di Asia pun mulai pulih dan mampu cetak poin cukup signifikan pagi hari ini. Sayangnya bursa Singapura masih ketinggalan dan melemah tipis.

Berikut situasi bursa-bursa di regional pagi hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 26,62 poin (1,05%) ke level 2.552,69.
  • Indeks Hang Seng melonjak 634,20 poin (3,28%) ke level 19.964,90.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 102,57 poin (1,15%) ke level 9.047,05.
  • Indeks Straits Times turun tipis 1,91 poin (0,07%) ke level 2.882,09.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat di posisi Rp 8.520 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.560 per dolar AS.

(ang/ang)

Prospek saham ASII di saat bursa guncang

Prospek saham ASII di saat bursa guncang
JAKARTA. Bulan Juli lalu merupakan puncak bisnis otomotif di tahun ini. Dari hitungan sementara Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Juli mencapai 88.000 unit, meningkat 25% dibanding Juni.

Produsen otomotif besar dipastikan menikmati pertumbuhan penjualan selama bulan lalu. Dalam catatan KONTAN, Direktur Utama PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan pernah menyebut, penjualan Toyota di bulan Juli berkisar 29.00-30.000 unit.

Angka penjualan sementara untuk Juli itu lebih tinggi dibandingkan penjulan di bulan Juni, yaitu 26.175 unit.

Melihat pencapaian Astra, analis sepakat lini bisnis otomotif akan menentukan kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di semester dua. "Pasokan dari Jepang sudah normal kembali," kata Aditya Srinath, analis JP Morgan.

Dalam pandangan Aditya, sebagai pemimpin pasar, ASII, tidak akan kesulitan mengejar target penjualan di tahun ini. Hanya saja, penjualan ASII sensitif terhadap ancaman di bisnis otomotif, seperti kenaikan pajak.

Bagus Hananto, analis Onix Capital menambahkan, pasokan dari Jepang yang kembali normal tidak bukan hanya memuluskan bisnis akan menjadi katalis positif bisnis otomotif ASII saja. Unit usaha ASII yang menggarap , tapi juga bisnis alat berat juga akan terbantu.. Saham PT Astra International Tbk (ASII) yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di lantai bursa terlihat mengalami penurunan sejak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk akhir pekan lalu. Volume transaksi ASII juga terlihat meningkat karena banyak investor yang melepas sahamnya.

Sejatinya, seperti yang dikatakan analis OSK Nusadana Securities Andrey Wijaya kepada KONTAN, Selasa (9/8), "Ini kesempatan untuk beli saham ASII." Dari segi valuasi, dia menilai saham ASII masih murah. Apalagi prospek jangka panjangnya sangat cerah.

Pendapat serupa juga disampaikan analis J. P. Morgan Securities Aditya Srinath. "Saham ASII punya outlook jangka panjang menguntungkan," tulis Aditya dalam risetnya. Dia optimis investor akan tenang menyikapi ancaman jangka pendek.

Prospek ASII tercermin dari kinerja ciamiknya di semester satu. Perusahaan sudah mengantongi laba bersih Rp 8,59 triliun, tumbuh 33,4% di atas semester satu tahun lalu. Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh pendapatan yang naik 23,1% menjadi Rp 76,26 triliun.

Berdasarkan catatan Andrey, 49% pendapatan ASII merupakan kontribusi lini bisnis otomotif yang selama ini memang identik dengan Astra. Selanjutnya, lini bisnis alat berat menyumbang 33% pendapatan, sedangkan agribisnis dan finansial masing-masing menyumbang 7%.

Namun dari segi pertumbuhan, kinerja lini bisnis agribisnis dan alat berat mencatatkan pertumbuhan paling pesat, masing-masing sebesar 50,6% dan 41,7%. Lini bisnis otomotif hanya tumbuh moderat sebesar 11,6%. Maklum, pasokan di bulan April-Mei sempat terganggu akibat gempa bumi Jepang, sehingga penjualan menurun.

Sedangkan lini bisnis agribisnis diuntungkan kenaikan harga jual crude palm oil (CPO) di semester satu, sehingga marjin EBIT bisa terangkat. Lini bisnis alat berat juga bisa tumbuh tinggi karena kuatnya permintaan akan batubara.

Fundamental kuat

Meskipun pertumbuhannya di semester satu bisa dibilang konservatif, analis sepakat lini bisnis otomotif akan menentukan kinerja ASII di semester dua. "Pasokan dari Jepang sudah normal kembali," jelas Aditya. Selain otomotif, hal ini juga bisa mendorong kinerja lini bisnis alat berat. Sedangkan kinerja lini bisnis agribisnis diramalkan akan stabil.

Analis Onix Capital Bagus Hananto juga mengatakan pemulihan pasokan otomotif dan alat berat akan menjadi katalis pertumbuhan ASII di semester dua, di samping volume produksi dan penjualan lini bisnis agribisnis yang naik.

Bagus menyebut profitabilitas ASII di semester satu solid, dengan marjin bersih yang naik menjadi 11,3% dari 10,4% di semester satu tahun lalu.

Sependapat dengan Andrey dan Bagus, Aditya memprediksi ASII akan fokus mengejar ketertinggalan penjualan otomotif di sisa tahun. Ini bukan hal yang sulit, mengingat ASII masih mendominasi pasar baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Namun yang menjadi catatan, ASII sangat sensitif terhadap ancaman di bisnis otomotif, seperti kenaikan pajak.

Bagus Hananto, analis Onix Capital menambahkan, pasokan dari Jepang yang kembali normal tidak hanya memuluskan bisnis otomotif ASII saja. Unit usaha ASII yang menggarap bisnis alat berat juga akan terbantu.

eTrading: Indeks masih akan fluktuatif dengan kecenderungan rebound

eTrading: Indeks masih akan fluktuatif dengan kecenderungan rebound
JAKARTA. Pada perdagangan hari Selasa (9/8), indeks Dow Jones ditutup naik 430 point (3,98%) ke level 11.239,77 menyusul hasil rapat FOMC yang mengatakan bahwa pemerintah AS akan menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendorong perekonomian negara tersebut.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (9/8) ditutup turun 115 point (3,00%) ke level 3.735,12 dengan asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 914 milliar. Adapun saham yang paling banyak di jual adalah ASII, BBCA, BBRI, UNTR, dan ADRO.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan jual, diperkirakan pada perdagangan hari ini (10/8) IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan rebound melihat sentiment positif dari bursa global dan regional meskipun masih belum adanya sinyal reversal dari pergerakan indikator seperti stochastic dan MACD yang masih bergerak downtrend," papar Kepala Riset eTrading Betrand Reynaldi.

Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada range 3.568-3.870 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan adalah AKRA, INTA, dan BBRI.

Inilah Saham-saham Potensial Upside 10%

INILAH.COM, Jakarta – IHSG segera mencapai level support kuatnya, 3.640-3.650. Investor baru bisa mengakumulasi beli saham di level-level tersebut. Inilah saham-saham yang potensial upside-nya 10% dalam 1-3 bulan.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) terus turun dalam sepekan terakhir sekitar 8%. Tapi, karena penurunan tersebut, dalam jangka pendek, sebenarnya indeks segera mencapai support kuatnya di level 3.640-3.650 berdasarkan indikator Fibonacci retracement 50%.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, IHSG sudah mencerminkan Price to Earnings Ratio (PER) di level 17 kali. “Karena itu, investor bisa mengakumulasi saham saat IHSG di bawah 3.750 dengan kisaran 3.720-3.750. Tapi, tentu tidak dengan strategi full power,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (9/8).

Pada perdagangan Selasa (9/8), IHSG ditutup melemah 115,15 poin (2,99%) ke level 3.735,119, dengan intraday terendah di 3.590,94 dan tertinggi di 3.873,54. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 21,432 poin (3,14%) ke level 660,514.

Praska melanjutkan, pelemahan indeks yang terjadi beberapa hari terakhir ini semata terimbas kerontokan bursa regional. Menurutnya, market sedikit shock setelah Dow Jones rontok di atas 5%.

Secara fundamental PER, harga wajar indeks jika sudah menyentuh 3.550. Ini berdasarkan rata-rata PER, LQ45 dalam lima tahun terakhir yang berada di level 16 kali. Tapi, untuk target harga 2011, harga wajar IHSG di level 4.350-4.550 dengan level PE 19-21 kali. “Karena itu, outlook indeks semester II-2011, masih rebound,” tandas Praska.

Sedangan PE di level 17-17,5 kali berada pada angka 3.640-3.650 yang merupakan level support kuatnya saat ini. Level ini, sudah memasuki harga murah, jika mempertimbangkan kinerja emiten yang cukup positif. “Sebab, setiap kenaikan laba bersih emiten memicu murahnya PER. Apalagi, dengan kinerja berbagai emiten kuartal II-2011 yang cukup bagus sehingga mendorong IHSG semakin menarik,” ujarnya.

Praska menambahkan, setelah indeks mencapai 4.150 merupakan kenaikan yang cukup tinggi sehingga jenuh beli (overbought). Sekarang, jika mengunakan indikator The Relative Strength Index (RSI) pada penutupan Selasa (9/8) di level 3.735, indeks baru mencapai level oversold (jenuh jual)-nya.

Tapi, bukan berarti, investor bisa full power masuk melainkan harus melihat situasi. Target di level 3.650 merupakan momentum atau sinyal di mana investor bisa melakukan akumulasi beli. Sebab, dalam sepekan ke depan, indeks cenderung rebound.

Dalam situasi ini, Praska merekomendasikan positif saham-saham yang cukup tahan (defensive) dari pengaruh eksternal yang negatif di sektor infrastruktur, perbankan dan konsumsi. “Selain itu, saat ini jadi momentum bagi saham-saham di ketiga sektor itu untuk naik karena momentum puasa dan hari raya Lebaran di mana masyarakat cenderung berburu kebutuhan pokok,” ujarnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Telkom (TLKM), PT XL Axiata (EXCL) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Lalu, saham top five di sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

“BBRI dan BMRI merupakan indeks mover sehingga saat bursa naik, akan menguat lebih cepat dan kuat dibandingkan saham lain,” ungkap Praska. Di sektor konsumsi, PT Kalbe Farma (KLBF) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Menurut Praska, saham-saham tersebut memiliki katalis penguatan pada semester kedua 2011 sehingga bisa memberikan return 10% dalam1-3 bulan. Apalagi, mayoritas saham tersebut sudah terkoreksi lebih dari 10% dalam sepekan terakhir.

Dia menegaskan, secara teknikal maupun fundamental, saham-saham tersebut masih di bawah harga wajarnya sehingga relatif murah apalagi setelah tertekan tajam seiring kerontokkan IHSG dalam sepekan terakhir. “Saham-saham tersebut, mendekati harga terendah dalam enam bulan terakhir,” tandasnya.

Di atas semua itu, dia merekomendasikan buy and hold untuk short term, 1-3 bulan untuk saham-saham tersebut. Kecuali TLKM, sesuai karakteristiknya direkomendasikan buy and hold untuk long term 6 bulan.

“Pada intinya, ada kesempatan untuk bagi investor untuk akumulasi beli secara bertahap sekitar 20% dari modal. Bisa dilakukan lima kali pembelian secara bertahap masing-masing 20% dari modal, sambil wait and see kondisi bursa regional,” imbuhnya. [mdr]

KLBF akan bangun pabrik obat bebas

KLBF akan bangun pabrik obat bebas
JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) semakin gencar berekspansi. Emiten farmasi ini berniat membangun pabrik baru di kawasan Delta Sillicon, Cikarang, Jawa Barat. Pabrik yang khusus memproduksi obat bebas, seperti obat maag itu, rencananya dibangun awal 2012.

Direktur KLBF, Vidjongtius bilang, luas pabrik tersebut sekitar 5.000 meter persegi (m2) sampai 6.000 m2. Nilai investasi pabrik tersebut diperkirakan berkisar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar.

Sumber dana seluruhnya berasal dari kas internal perseroan ini. KLBF memang belum membutuhkan pinjaman dari pihak ketiga untuk membiayai ekspansi produksinya. Maklum saja, nilai kas internal KLBF terkini lumayan besar, Rp 2 triliun. "Utang kami kecil, sekitar Rp 160 miliar. Itu pun untuk modal kerja," ujar dia, di Jakarta, Selasa (9/8).

Pembangunan pabrik itu merupakan kelanjutan dari program ekspansi produksi perusahaan. Tahun ini, KLBF sudah membangun dua pabrik baru. Masing-masing adalah pabrik obat generik yang berlokasi di Cikarang serta pabrik obat kanker di Pulogadung, Jakarta Timur. Pabrik di Cikarang sudah siap beroperasi, dan tinggal menanti izin Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) yang diperkirakan turun dalam satu dua bulan mendatang.

Saat ini, pembangunan pabrik obat kanker di Pulogadung masih berlangsung. Pabrik seluas 3.000-4.000 m2 itu diperkirakan menelan investasi lebih besar lagi, sekitar Rp 200 miliar. Pabrik obat kanker itu dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini.

Selain gencar membangun pabrik di dalam negeri, KLBF juga berniat sedang mengambil ancang-ancang untuk membangun pabrik di beberapa negara terutama Filipina, Vietnam dan Thailand karena dianggap memiliki pasar yang prospektif pada KLBF.

Filipina misalnya, selama ini sudah menjadi pasar produk KLBF yaitu Extra Joss. Hingga semester I-2011, KLBF sudah meraih penjualan Extra Joss di sana senilai US$ 5 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, berkisar US$ 3 juta-US$ 4 juta. Pembangunan pabrik bisa menelan investasi US$ 5 juta.

Saham ARNA Berpotensi Tembus Rp500

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan multinasional disebut-sebut pelaku pasar tertarik berinvestasi di PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA).

Salah satu investornya adalah Siam Cement. Terkait itu, saham ARNA berpotensi naik ke kisaran Rp450-500 per saham.

Pada perdagangan kemarin, saham ARNA ditutup melemah Rp15 ke level Rp290.

Pasar oversold, saatnya berburu saham blue chip

JAKARTA. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awet selama enam hari berturut-turut. Indeks, Selasa (9/8), menurun 2,99% menjadi 3.735,12. Jika dihitung dalam sepekan, IHSG sudah anjlok anjlok Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG mencapai titik tertingginya pada Senin (1/8) lalu di posisi 4.193,44 , sedang Selasa (9/8) IHSG berada 3735,12 . Artinya Indeks telah turun sekitar 10, 60%

Investor sejatinya bisa mengail untung dari kejatuhan pasar saham. Para analis menilai, harga sejumlah saham bluechip, seperti saham sektor perbankan, sudah terbilang murah dan dibawah harga wajarnya.

Misalnya harga saham Bank Central Asia (BBCA) sudah murah. "Seharusnya price to book value (PBV) BBCA bisa 4,1 kali, saat ini berkisar 3,9 kali,” kata AG Pahlevi, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Selasa (9/8).

Dengan PBV 4,1 kali, harga BBCA sejatinya Rp 8.000 per saham. Harga BBCA, kemarin, Rp 7.850 per saham. Sekedar gambaran, harga saham BBCA terus mengalami penurunan selama lima hari perdagangan berturut-turut. Selasa (2/8) harga saham BBCA Rp 8.750 per saham.

Pahlevi bilang, secara fundamental BBCA memiliki cost of fund yang terjaga, sedangkan kreditnya terus bertumbuh. “Tentunya bottom line akan semakin besar,” kata dia.

Selain BBCA, analis mencermati saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “BBRI termasuk emiten yang domestic base, yang seharusnya tidak berpengaruh efek krisis Eropa maupun Amerika,” kata Jansen Kustianto, analis Sinarmas Sekuritas. Dia menambahkan, fokus bisnis BBRI ke kredit mikro sejatinya tidak terpengaruh sentimen negatif global.

Menurut Jansen, harga wajar BBRI berkisar Rp 6.900-Rp 7.000 per saham. Harga saham BBRI kemarin senilai Rp 6.300 per saham, merosot 13,10% dibandingkan harga seminggu lalu di posisi jauh turun dibanding harga saham pada selasa (9/8) yang senilai Rp 7.250 per saham.

Di luar saham bank, analis menyoroti saham otomotif, yaitu Astra International (ASII). “Harga saham Astra seharusnya bisa Rp 75.000-Rp 80.000 per saham,” kata Nico Omer Jonckheere, Vice President Research & Analysist Valbury Asia Securities. Harga ASII kemarin menurun 1,46% menjadi Rp 64.100 per saham.

Tapi tidak semua saham menurun. Ada beberapa saham sektor consumer goods yang tetap bertahan di atas harga wajarnya. “Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) lebih tinggi dari target harga saya,” kata Yualdo Yudoprawiro, analis Samuel Sekuritas. Harga INDF kemarin di posisi Rp 6.100 per saham.

Untuk saham consumer goods, Jansen menilai saham Nippon Indosari Corpindo (ROTI) cukup menarik. Dia menghitung harga wajar ROTI berkisar Rp 13.400 per saham. Harga ROTI kemarin Rp 3.100 per saham. Secara fundamental, ROTI memiliki pertumbuhan bisnis menjanjikan, dengan ekspansi di luar Jawa.

Saham sektor lainnya yang cukup menarik adalah saham Kalbe Farma (KBLF). "Harga wajarnya berkisar Rp 3.375 per saham," ungkap Yualdo. Harga saham KLBF kemarin anjlok 6,30% menjadi Rp 2.975 per saham.

Nico menilai investor sebaiknya memanfaatkan koreksi pasar saham untuk mengoleksi saham-saham yang valuasinya cukup murah. “Saat pasar panik, investor seharusnya masuk,” kata dia.

Pahlevi menambahkan, indeks saham Indonesia tidak banyak terkena pengaruh sentimen global. Sebab, Indonesia pada dasarnya bergantung pada konsumsi domestik. Selama inflasi bisa ditekan dengan apresiasi rupiah, Pahlevi memproyeksikan IHSG masih tetap menanjak.

Sedangkan Yualdo menyarankan investor menunggu momentum tepat untuk masuk pasar. “Ada faktor di luar fundamental yang mempengaruhi pergerakan saham,” kata dia. Dus, IHSG butuh sentimen kuat untuk kembali bangkit.

Menurut Jansen tren laporan keuangan semester pertama tahun ini yang menunjukan peningkatan kinerja emiten bisa meningkatkan kembali IHSG. Para analis optimistis IHSG segera bangkit. Analis memasang target indeks di kisaran 4.000 hingga 4.500 hingga akhir tahun nanti.

Saham Asia Melonjak, Ikuti Reli Wall Street

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Asia melambung tinggi pada Rabu (10/8), karena investor melangkah kembali ke pasar ekuitas, menyusul kerugian besar baru-baru ini. Sentimen dibantu reli di saham AS semalam.

Pada awal perdagangan, Nikkei Stock Average naik 1,7% dan meredam kerugian mingguan untuk indeks menjadi 5,7%. Sedangkan kenaikan 2,4% untuk indeks S & P/ ASX 200 Australia, memangkas kerugian di Sydney dalam periode yang sama menjadi 4,6%. Adapun kenaikan 3,2% di Kospi Korea Selatan mengurangi kerugian mingguan menjadi 10,2%.

Akibat kekhawatiran potensi resesi global atas utang AS dan Eropa, investor telah melepas saham selama sepekan terakhir, dengan saham Hong Kong turun lebih dari 12% dan saham Korea turun hampir 13%.

Penguatan bursa Asia hari ini dipimpin saham komoditas, bank dan eksportir .

BHP Billiton Ltd naik 3,1% di Sydney, meredam kerugian mingguan menjadi 8,1%. Inpex Corp Jepang naik 2,2%, mengurangi penurunan mingguan 15,2%. Saham unggulan Korea, LG Electronics Corp naik 4,6%, meredam koreksi mingguan 20,4%.

Apresiasi ini terjadi menyusul janji Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat sangat rendah hingga pertengahan 2013. Ini membantu menenangkan kekhawatiran dan mendongkrak saham AS menjelang penutupan ke level yang lebih tinggi, dengan Dow Jones ditutup naik 4%.

"Pernyataan FOMC meyakinkan pasar bahwa Fed akan tetap terlibat dan menjaga suku bunga di tingkat sangat rendah untuk dua tahun ke depan," kata ahli strategi di Barclays Capital. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

"Mengingat dukungan kebijakan, pergeseran bertahap dalam kombinasi kebijakan, dan potensi penilaian yang tersedia di banyak pasar, kita berharap pasar segera pulih," katanya. [ast]

Bursa Jepang Melesat, Teknologi Memimpin

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang menguat di awal perdagangan Rabu (10/8), dengan saham teknologi memimpin kenaikan. Reli bursa AS semalam membantu pasar menutup beberapa kerugian baru-baru ini.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,6% menjadi 9.090,86, dengan Topix naik 1,3% menjadi 780,56. Melonjaknya Nasdaq sebesar 5,3% membantu saham teknologi Jepang melesat, dengan Elpida Memory Inc naik 3,8%, NEC Corp naik 2,6%, dan Kyocera Corp naik 2,7%.

Saham lain yang menguat adalah Mitsubishi Motors Corp naik 3,2%. Sementara saham yang volatile, Fukushima Daiichi, Operator pabrik nuklir Tokyo Electric Power Co melambung 5,9%, meskipun membukukan kerugian kuartalan yang tajam awal pekan ini. [ast]

Janji the Fed membuat wajah bursa Asia sumringah

Janji the Fed membuat wajah bursa Asia sumringah
TOKYO. Setelah melempem selama beberapa hari belakangan, pagi ini, wajah bursa Asia tampak cerah. Mayoritas saham yang ditransaksikan melonjak setelah the Federal Reserve AS berjanji untuk menahan suku bunga acuannya di rekor terendah hingga pertengahan 2013 mendatang. Selain itu, the Fed juga mengatakan akan menambah sejumlah kebijakan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pada pukul 09.20, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,6% menjadi 122,36. Padahal, pada pekan lalu, bursa acuan Asia ini memasuki masa koreksi setelah jatuh 10% dari level tertingginya pada Mei.

Saham-saham yang menyokong pergerakan bursa Asia diantaranya: BHP Billiton Ltd yang melompat 3,1% di Sydney seiring kenaikan harga minyak dan loga, Commonwealth Bank of Australia melejit 2,6% setelah membukukan kenaikan laba bersih sebesar 22% ke rekor tertinggi, dan Canon Inc yang naik 1,6% setelah outlook kinerja perusahaan ekspor Asia kian membaik.

"Pernyataan the Fed sangat mendukung. Pasar saat ini menyadari fakta bahwa mereka saat ini harus memikirkan kondisi pasar saham dan fundamental ekonomi dibandingkan hal lainnya," jelas Angus Gluskie dari White Funds Management di Sydney.

Spekulasi intervensi bikin yen keok atas 16 mata uang utama dunia

Spekulasi intervensi bikin yen keok atas 16 mata uang utama dunia
TOKYO. Penguatan yen yang sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut, memicu spekulasi kalau pemerintah Jepang kemungkinan akan menjual mata uangnya. Tak ayal, pagi ini, yen keok terhadap 16 mata uang utama dunia.

Pada pukul 07.10 waktu Tokyo, yen melemah ke posisi 111,14 per euro di Tokyo dari 110,63 di New York kemarin. Yen juga melemah ke posisi 77,24 per dollar dari 76,96 kemarin. Sementara itu, mata uang AS diperdagangkan di level US$ 1,4390 per euro dari US$ 1,4376.

Pelemahan dollar atas 10 dari 16 mata uang utama dunia lainnya terjadi setelah the Federal Reserve kemarin menyatakan akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga di rekor terendah hingga pertengahan 2013.

"Bank of Japan sangat serius dalam mencegah penguatan yen," jelas Kurt Magnus, executive director of currency sales Nomura Holdings Inc di Sydney.

Adaro Segera Tuntaskan Akuisisi 3 Tambang Baru

Gb
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan menyelesaikan akuisisi tiga tambang baru di 2011. Dana yang perseroan siapkan untuk pengembangan usaha ini mencapai US$ 1,96 miliar.

"Ya mudah-mudahan," ungkap Corporate Secretary ADRO, Devindra Ratzarwin, kepada wartawan di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (9/8/2011) malam.

Meski tidak menyebut secara spesifik daftar nama incaran tambang barunya, ia optimis penyelesaian akuisisi dapat terlaksana tahun 2011. "Kita belum spesifik untuk itu dan nggak bisa sebut nama," ujar Devindra.

Dana pun tidak menjadi soal. Menurut Devindra, perseroan masih punya cukup uang dari kas internal sekitar US$ 600 juta, ditambah fasilitas pinjaman perbankan yang belum dicairkan dengan total sebesar US$ 610 juta.

Ia menambahkan, perseroan pun masih memiliki anggaran US$ 750 juta yang baru saja mereka dapat dari DBS Bank Ltd, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Oversea-Chinese Bank Corporation Limited, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd cabang Singapura dan Jakarta. Pada awalnya peruntukkan pinjaman ini sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja. Namun Devindra pun tidak menutup kemungkinan US$ 750 juta dipakai sebagai dana akuisisi.

"Yang US$ 750 juta itu juga bisa kan," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir menyatakan kesiapannya untuk mengakuisisi tambang baru di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan serta Sumatra Selatan. Tambang yang perseroan incar terlebih dahulu harus memenuhi kriteria cadangan terbukti minimal 100 juta ton batu bara, dengan tingkat kalori sedang atau 5.000 kilo kalori.

Nama yang sempat ia sebut adalah PT Bhakti Energi Persada (BEP) yang telah perseroan jajaki sejak tahun 2010. Informasi yang persoan dapat tambang BEP memiliki dua konsesi tambang di Kalimantan Timur. Yaitu, Blok I Bulungan dengan cadangan batu bara 110 juta ton. Satu lagi Kutai Timur dengan cadangan 5,6 miliar ton.

(wep/qom)

Wall Street Melonjak, IHSG Siap Mengekor

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot hingga 155 poin meski sempat cetak rebound tipis di tengah perdagangan sesi II. Investor masih mengikuti bura-bursa regional yang memburuk setelah penurunan peringkat AS.

Pada perdagangan, Selasa (9/8/2011), IHSG ditutup anjlok 155,147 poin (3,00%) ke level 3.735,119. Indeks LQ 45 ditutup ambruk 21,432 poin (3,14%) ke level 660.514.

Melonjaknya bursa Wall Street diharapkan bisa menjadi sentimen positif yang mendorong IHSG ke teritori positif. Investor akan memulai lagi pembelian saham-saham yang sudah terdiskon besar, sehingga membuat IHSG pada perdagangan Rabu (10/8/2011) bergerak di teritori positif.

Tadi malam bursa Wall Street menguat tajam merespons keputusan Bank Sentral AS yang mempertahankan suku bunga ekstra rendahnya dalam 2 tahun ke depan. Investor berharap keputusan tersebut bisa membuat proses pemulihan ekonomi berjalan di jalurnya yang benar.

Pada perdagangan Selasa (9/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melesat hingga 429,92 poin (3,89%) ke level 11.239,77. Indeks Standard & Poor's 500 juga melesat 53,07 poin (4,74%) ke level 1.172,53 dan Nasdaq melonjak 124,83 poin (5,29%) ke level 2.482,52.

Bursa-bursa Asia langsung ikut menguat. Pergerakan bursa regional Rabu pagi ini adalah:
  • Indeks KOSPI naik 76,05 poin (4,22%) ke level 1.877,40.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 166,33 poin (1,86%) ke level 9.110,81.
  • Indeks S&P/ASX menguat 66 poin (1,4%) ke level 4.100,8.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin kembali ditutup turun 115 point (-3.00%) ke level 3,735.12 ditengah paniknya para investor menanggapi sentiment negatif dari AS mengalahkan berita keluarnya data mengenai BI Rate yang berada di level tetap 6.75%. Seluruh sektor pada hari ini mengalami penurunan dan total transaksi tercatat sebesar 20.3 juta lot atau setara dengan Rp9.5 triliun.

Tercatat sebanyak 29 saham mengalami kenaikan, 200 saham mengalami penurunan, 37 saham tidak mengalami perubahan dan 142 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi penahan turunnya indeks hari ini a.l. EMTK, EXCL, INTP, MTFN dan FPNI sementara yang menjadi pemberat terbesar bursa kemarin a.l. BBCA, BBRI, TLKM, UNVR dan ADRO. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp914 milliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah ASII, BBCA, BBRI, UNTR dan ADRO.

Secara teknikal IHSG masih berada dalam tekanan jual, diperkirakan pada perdagangan hari ini (10/8) IHSG masih akan bergereak fluktuatif dengan kecenderungan masih terkoreksi melihat masih belum adanya sinyal reversal dari pergerakan indikator seperti stochastic dan MACD yang masih bergerak downtrend. Diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3568- 3870 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. AKRA, INTA, dan BBRI.

(qom/qom)

Harga minyak rebound dari level terendah sepuluh bulan di New York

Harga minyak rebound dari level terendah sepuluh bulan di New York
SYDNEY. Kontrak harga minyak rebound dari posisi terendahnya dalam sepuluh bulan terakhir di New York. Investor bertaruh bahwa permintaan minyak akan kembali naik akibat menyusutnya cadangan minyak. Asal tahu saja, data American Petroleum Institute menunjukkan, cadangan minyak juga mengalami penyusutan terbesar sejak Juni.

Selain itu, pernyataan the Fed bahwa bank sentral akan mempersiapkan sejumlah kebijakan untuk mendongkrak perekonomian juga turut memicu lonjakan harga minyak. Dengan demikian, ini merupakan kenaikan pertama dalam tiga hari setelah the Fed menyatakan akan menahan suku bunga mendekati 0% hingga pertengahan 2013.

"Sepertinya pasar akan kembali rebound. Trader membeli minyak setelah pernyataan the Fed dan harga minyak kembali positif setelah API merilis datanya," jelas Peter Beutel, president of Cameron hanover Inc.

Catatan saja, pagi ini, kontrak harga minyak untuk pengantaran September naik sebesar US$ 3,13 atau 4% menjadi US$ 82,43 sebarel di New York Mercantille Exchange. Pada pukul 08.54 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 81,62 sebarel. Kemarin, harga minyak sempat anjlok 2,5% menjadi US$ 79,30, yang merupakan level terendah sejak 29 September. Kendati begitu, harga minyak masih lebih tinggi 1,7% dibanding tahun lalu.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September turun US$ 1,17 atau 1,1% menjadi US$ 102,57 per barel di ICE Futures Europe Exchange London.

Kalbe Farma akan Bangun Pabrik Obat Bebas di 2012

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan membangun pabrik untuk obat bebas dengan investasi Rp150 miliar pada 2012.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius menuturkan, perseroan akan membangun pabrik obat bebas untuk menambah kapasitas produksi menjadi 30%-50%. Dana pembangunan pabrik Rp150 miliar akan didapatkan dari dana internal.

Pembangunan pabrik seluas 5.000-6.000 m2 di Cikarang akan berlangsung selama 1 tahun-1,5 tahun. "Kontribusi dari pabrik baru obat bebas ini baru terasa pada 2015," tambah Vidjongtius, Selasa (9/8) malam.

Perseroan juga sedang membangun pabrik untuk obat kanker dan akan mengembangkan obat diabetes di Pulogadung dengan investasi Rp200 miliar. Selain itu, perseroan juga menjajaki untuk membangun pabrik di luar negeri khususnya negara ASEAN pada 2012. Biaya pembangunan pabrik diperkirakan mencapai US$5 juta-US$10 juta. "Kita bangun pabrik di luar negeri untuk melengkapi produk kita," ujar Vidjongtius.

Belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp700 miliar pada 2012. Belanja modal ini akan digunakan untuk membangun pabrik obat bebas pada 2012. Dana belanja modal diperkirakan dari kas internal. "Saat ini kita punya kas sekitar Rp2 triliun dan treasury stock Rp2,7 triliun. Rencananya treasury stock akan digunakan untuk akuisisi perusahaan," tutur Vidjongtius.

Untuk target pendapatan, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp11 triliun -Rp11,5 triliun pada 2011.

Vidjongtius mengatakan, pendapatan ini akan ditopang dari ekspansi distribusi dan produk baru. Produk baru biasa menyumbang kontribusi sekitar 2% terhadap pendapatan perseroan. "Tahun ini kita banyak pertumbuhan dari volume tetapi kita tidak menaikkan harga, kalau pun ada kenaikan harga sekitar 1-2%," tambah Vidjongtius. [hid]

Di New York, harga emas masih mendaki dan cetak rekor

Di New York, harga emas masih mendaki dan cetak rekor
NEW YORK. Kontrak harga emas berjangka masih terus mendaki dan mencetak rekor baru di hari kedua. Pemicunya, the Federal Reserve menyatakan akan tetap menahan suku bunga acuan di level terendah hingga pertengahan 2013.

Namun, harga emas mulai beranjak turun setelah pasar saham AS mengalami reli. Rupanya, investor tengah mempelajari pernyataan kebijakan yang dikeluarkan the Fed. Jika dilihat, dalam setahun belakangan, harga emas sudah melompat 45% seiring adanya aksi buyback obligasi oleh the Fed dalam dua ronde quantitative easing.

"Sebenarnya, investor kecewa karena the Fed sama sekali tidak menyinggung mengenai program quantitative easing 3. Namun, pernyataan tersbeut menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan terlalu gencar dalam menstimulasi ekonomi," jelas Adam Klopfenstein, senior strategist MF Global Holdings Ltd di Chicago.

Asal tahu saja, kontrak harga emas berjangka untuk pengantaran Desember naik US$ 1,7% dan ditutup di posisi US$ 1.743 per troy ounce pada pukul 13.49 waktu New York, di Comex New York. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di posisi US$ 1.782,50. Bahkan, pasca pernyataan the Fed, harga emas sempat melampaui US$ 1,780 dan diperdagangkan di posisi US$ 1.740 pada pukul 16.03 waktu New York.

Sehari sebelumnya, harga emas melonjak hingga 3,7%, kenaikan terbesar sejak Maret 2009.

Lelang Obligasi AS, Rupiah Cenderung Menguat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (10/8) diprediksi menguat terbatas. Pasar menanti hasil lelang obligasi AS yang diperkirakan kurang laku.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan terbatas rupiah hari ini akibat down grade peringkat utang AS ke level AA+ oleh Standard & Poor's Rating Service (S&P), yang memicu penurunan permintaan terhadap dolar AS atau treasury.

Karena itu, lanjutnya, dolar AS secara keseluruhan masih tertekan dan mata uang yang relatif aman cenderung terapresiasi seperti yen Jepang dan yuan China. "Rupiah cenderung menguat dan akan bergerak terbatas dalam kisaran 8.580-8.525 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Karena itu, dia menegaskan, dolar AS akan tertekan, sehingga rupiah berpleuang kembali menguat terbatas. Meskipun nanti, cenderung masih volatile. Sebab, pasar juga masih mencermati langkah Bank Sentral AS The Fed untuk mengatasi perekonomian AS. "Jika ada Quantitative Easing (QE) tahap ketiga, pasar tak lagi bergerak liar. Pasar baru akan stabil," ungkapnya.

Di sisi lain, pasar juga fokus pada hasil lelang obligasi AS yang dilaksanakan sejak Selasa (9/8) hingga Kamis (11/8) senilai US$32 miliar dengan tenor 3 tahun, 5 dan 10 tahun. "Pasar ingin melihat bagaimana permintaan terhadap treasury AS itu," ujarnya.

Jika ternyata laku, jadi sentimen positif bagi dolar AS. Sebab, meski obligasi AS di-downgrade masih ada jaminan untuk pembayarannya. "Karena itu, demand yang cukup tinggi menciptakan kenaikan yield obligasi AS sehingga memperkuat dolar AS," ungkapnya.

Jika yang terjadi sebaliknya, skenarionya tetap pelemahan dolar AS. Sebab, kenaikan demand merepresentasikan kepercayaan pasar. "Tapi, kemungkinannya sih, obligasi AS tak laku. Sebab, downgrade rating memicu kenaikan bunga sehingga biaya pinjaman meningkat tapi, harganya menurun," ungkapnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (9/8) ditutup melemah 57 poin (0,67%) ke level 8.557/8.567 per dolar AS.

Bearish jika indeks di bawah 3.500

JAKARTA. Pasar keuangan makin lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa (9/8), melanjutkan pelemahan sedalam 2,99% sampai level 3.735,12.

Di saat pasar finansial lokal terkepung sentimen negatif dari pasar global, para analis melontarkan optimisme terhadap fundamental dalam negeri. "Penurunan indeks lebih disebabkan faktor psikologis, yaitu panic selling oleh spekulator," kata Nico Omer Jonckheere, VP Research and Analysis Valbury Securities.

Berdasarkan perhitungan Purwoko Sartono, analis Panin Securities, setelah batas bawah 3.850 tembus, maka support selanjutnya adalah 3.550. "Kalau break, indeks bisa berbalik arah menjadi bearish," ujar dia. Sedangkan batas bawah versi Nico adalah 3. 730. Jika angka tersebut terlampaui, maka support berikut adalah 3. 590.

Purwoko menilai, penurunan indeks yang terjadi saat ini bersifat sementara. Harga-harga saham berguguran karena investor sedang profit taking. Dia optimistis pasar finansial Indonesia saat ini mampu bertahan, seperti ketika krisis global 2008.

Nico optimis, rebound bisa terjadi jika ada langkah konkrit menyelamatkan ekonomi global. Nah, yang menjadi perhatian pasar saat ini adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada Selasa siang waktu AS.

Di dalam negeri, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi kejatuhan indeks.

Kebijakan yang dilakukan secara bertahap itu, melibatkan prosedur perdagangan saham, mulai dari perubahan parameter batas transaksi perdagangan secara otomatis atau auto rejection. Jika penurunan harga masih berlanjut, regulator akan melakukan pembatasan nilai transaksi masing-masing broker.

Tahap akhir, pemberlakuan suspensi bursa baik setengah hari maupun sehari perdagangan, jika IHSG sudah melorot sampai batas 10%.

Namun, suspensi ini tidak akan diberlakukan secara otomatis. Artinya, ada beberapa pertimbangan lain. Namun, Ketua Bapepam-LK Nurhaida enggan menyebutkan pertimbangan yang dimaksud. Itu semua akan disesuaikan dengan seberapa besar anjloknya bursa saham," ujar Nurhaida tanpa menjelaskan standar anjlok dengan rinci.

BEI juga berjanji segera melakukan koordinasi dengan Bapepam-LK, apabila bursa terjungkal ke zona krisis. Bapepam-LK juga sedang menggodok protokol penanganan krisis, seperti penentuan batas normal hingga waspada penurunan indeks.

Pilihlah Saham Hemat Energi

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham domestik Rabu (10/8) diperkirakan melanjutkan pelemahan. Analis memberi rekomendasi untuk saham-saham yang bisa hemat biaya energi dan orientasi pasar domestik.

Adrian Rusmana, analis dari Sucorinvest mengatakan, IHSG hari ini masih akan mengalami koreksi. Terutama karena foreign fund butuh likuiditas, seiring redemption yang dilakukan di pasar negara maju. "Pasar emerging market yang sudah relatif tinggi harga sahamnya, masih memungkinkan dapat melakukan profit taking," ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, dampak penurunan memang terasa di emerging market karena size pasar yang kecil, sehingga likuiditas cepat mengering. Downgrade rating S&P atas AS Treasury Rating menjadi pemicu koreksi di bursa global, meski sebenarnya dengan rating AA+ masih kategori investment.

Momentum ini justru dimanfaatkan oleh pemerintah AS untuk menjual surat utang negara. Pasalnya, penurunan rating menyebabkan yield obligasi negara naik dan memicu demand. Pemerintah AS menjual lagi obligasi karena kenaikan debt limit hasil kesepakatan Kongres tidak maksimal.

"Apalagi dengan syarat memotong belanja anggaran yang tidak mungkin dilakukan di tengah ekonomi AS yang melambat." Situasi ini, imbuhnya, membuat secara perlahan terjadi capital reversal dari emerging market, termasuk Indonesia yang masih profit.

Adrian menilai, investor perlu melihat kenaikan IHSG di tengah koreksi pasar saham dunia, yang justru bisa menjadi pintu keluar dana-dana asing ke instrumen safe haven. Dengan harga minyak turun dan perlambatan ekonomi global, ada alternatif investasi terutama di saham-saham yang bisa hemat biaya energi dan orientasi pasar domestik.

Salah satunya sektor semen yang 30% biaya produksinya digunakan untuk belanja energi. Ini berarti, dengan turunnya harga minyak dunia, biaya bisa ditekan. Pilihannya adalah PT Indocement (INTP), PT Holcim Indonesia (SMCB) dan PT Semen Gresik (SMGR).

Saham lain pilihannya adalah PT Garuda (GIAA), yang terangkat oleh turunnya biaya bahan bakar. Sedangkan PT Indosat (ISAT) menarik karena utang dalam dolar AS sedikit. Hal ini didukung pasar domestik kuat, apalagi dengan penetrasi IT yang masih rendah.

Pada perdagangan Selasa (9/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 155,147 poin (3,00%) ke level 3.735,119, dengan intraday terendah di 3.590,94 dan tertinggi di 3.873,54. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 10,138 miliar lembar saham, senilai Rp 9,464 triliun dan frekuensi 223.733 kali.

Sebanyak 35 saham naik, sisanya 255 saham turun, dan 40 saham stagnan. Keluarnya dana asing, mengkontribusi pelemahan bursa, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp952 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,539 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,587 triliun. [mdr]

Trimegah andalkan aset manajemen untuk capai target

Trimegah andalkan aset manajemen untuk capai target
JAKARTA. PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) terpaksa mengandalkan divisi asset management-nya untuk mencapai target kinerja 2011. Hal itu menyusul target penjaminan emisi perseroan hingga akhir tahun diperkirakan di bawah target.

Menurut Direktur Utama Trimegah Securities Omar S Anwar, awalnya, Trimegah menargetkan bisa menangani aksi pelepasan perdana saham (IPO) senilai Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar. Namun, hingga saat ini, perseroan baru menangani satu IPO seniliai Rp 267 miliar milik Martina Bertho Tbk (MBTO).

Sebenarnya, saat ini perseroan tengah melakukan pembicaraan dengan salah satu perusahaan sektor manufaktur yang berniat melepaskan sahamnya ke publik. Nilai pelepasan sekitar Rp 800 miliar. Namun, Omar memperkirakan IPO baru bisa dilaksanakan kuartal I 2012 mendatang.

Sementara target penjaminan emisi terbilang pas-pasan. Perseroan menargetkan bisa menangani penjaminan emisi obligasi sebesar Rp 6 triliun-Rp 7 triliun hingga akhir tahun. Hingga Juni 2011, nilai penjaminan emisi obligasi Trimegah sebesar Rp 3,1 triliun. Di semester II 2011, Trimegah akan kembali menangani penerbitan obligasi milik Exim Bank senilai Rp 2 triliun.

Omar bilang ada tiga perusahaan lagi yang ada di pipeline, dua perusahaan multifinance, satu perusahaan yang bergerak di sektor energi. Nilai obligasi masing-masing perusahaan pembiayaan itu sekitar Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. Sementara untuk perusahaan sektor energi nilai penerbitan obligasinya sekitar Rp 500 hingga Rp 600 miliar."Pencapaian di bawah target divisi investment banking itu akan ditutup dari asset management," ujarnya, Senin (8/8).

Perseroan menargetkan bisa mencatatkan pendapatan sebesar Rp 170 miliar dan laba bersih senilai Rp 22 miliar. Sebesar 40% dikontribusikan divisi perantara perdagangan efek, 40% dari divisi asset management, dan sisanya investment banking.

Direktur Utama Trimegah Asset Management Denny R Thaher menargetkan bisa membukukan aset kelolaan (AUM) sebesar Rp 5 triliun sampai akhir tahun. Hingga Juni 2011, AUM perseroan sekitar Rp 3 triliun. "Pendapatan kami targetkan bisa Rp 70 miliar di akhir tahun, di semester I pendapatan kami sekitar Rp 25-Rp 30 miliar," paparnya.

Untuk mengejar target tersebut, Trimegah Asset Management akan menerbitkan sekitar lima produk reksadana baru.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menerbitkan reksadana terproteksi dan reksadana pendapatan tetap. Target dana kelolaan untuk terproteksi sekitar Rp 100 miliar, sementara reksadana pendapatan tetap ditargetkan bisa meraup dana Rp 200 miliar untuk dikelola.

Keputusan The Fed Dorong Wall Street Menguat

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Selasa (9/8) dipengaruhi signal baik The Fed terhadap ekonomi.

Indeks Dow Jones naik 429,92 poin atau 3,98% ke level 11.239,77. Indeks S&P 500 naik 53,07 poin atau 4,74% ke level 1.172,53. Indeks Nasdaq naik 124,83 poin atau 5,29% ke level 2.482,52.

Bursa saham merespon positif setelah The Fed memberikan pernyataan akan mempertahankan suku bunga rendah atau 0% selama lebih dari dua tahun. Saham perbankan mulai naik dengan indeks KBW capital markets.

"Selama tiga minggu terakhir saham mengalami diskon karena kekhawatiran resesi,ujar Managing Director Beam Capital Management, Mohannad Aama seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah pernyataan The Fed, pasar mulai merespon dan ada kesempatan kecil untuk stimulus fiskal agar menciptakan lapangan kerja. Pernyataan The Fed memberikan sentimen positif untuk bursa saham.

Volume perdagangan saham sekitar 16,4 miliar saham diperdagangkan di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq. Volume ini lebih dari dua kali rata-rata harian sebesar 7,75 miliar saham.

Investor mengharapkan The Fed dapat membantu mengatasi masalah krisis utang di Amerika Serikat. Sebelumnya lembaga pemeringkat S&P memberikan dowgngrade terhadap surat utang Amerika Serikat dari AAA menjadi AA+. Hal itu berimbas terhadap bursa saham pada Senin (8/8). [hid]

ELTY harus Percepat Proyek Rasuna Epicentrum

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) diharapkan mampu mempercepat pembangunan Rasuna Epicentrum untuk meningkatkan revenue perusahaan.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. Perusahaan lebih baik lagi dari Marketing Sales yang dimulai saat pembangunan sudah mencapai 75%.

"Kami melihat potensi Perusahaaan menurut Nialai Aktiva Bersih (NAV) Perusahaan Per Desember 2010 sebesar Rp. 341/share, dengan discount 40% (maximum Industry) maka berdasrkan NAV Perusahaan, saham ELTY masih dinilai undervalued yang saat ini diperdagangkan seharga Rp150/saham," sebut riset tersebut.

Proyek Rasuna Epicentrum yang menjadi icon Bakrieland untuk daerah CBD (Kuningan) sudah berjalan cukup lama sekitar 3 tahun sejak 2008. Sebab di dalam proyek tersebut ada partner ELTY dari Singapura (Limitless LLC). Proyek yang disebut-sebut memakan biaya Rp5-6 triliun.

Apabila ELTY dapat mempercepat proyek Epicentrum (The Grove & The Wave) maka yang menjadi kendala Perusahaan selama ini, yaitu persepsi buruk mengenai ELTY paling tidak dapat berkurang. Hal yang terpenting adalah perusahaan dapat melakukan penjualan secepatnya untuk meningkatkan revenue perusahaan.

Perseroan sudah menyatakan akan merampungkan pembangunan konstruksi empat menara apartemen di kawasan terpadu Rasuna Epicentrum pada akhir 2011. Hal ini dilakukan melalui PT Bakrie Swasakti Utama sebagai anak usaha perseroan.

Keempat menara apartemen tersebut di antaranya masing-masing dua apartemen The Groove dan The Wave. Menara-menara itu bernama The Groove Masterpiece, The Groove Empyral, The Wave Coral, dan The Wave Sand.

Inilah Menu Saham Pilihan Rabu (10/8)

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan bursa saham Indonesia Rabu (10/8) memiliki kesempatan untuk melirik emitten big cap yang masih mempunyai gap atas yang belum tertutup.

Demikian dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. "Proses upward retracement IHSG dari keadaan jenuh jual (oversold) untuk menguji resistance atas di moving average 5 harian di level 3.960," katanya.

IHSG kemarin ditutup melemah 115,15 poin atau 2,99% menjadi 3.735,12. Volume perdagangan sebesar 10,1 miliar saham senilai Rp9,3 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp952,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,5 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,5 triliun.

Hari ini, IHSG akan bergerak di level support 3.730-3.650-3.550 dan resistance di 3.925-4.060.

Saham pilihan seperti saham PGAS disarankan beli dengan target harga di 3.550 dari penutupan kemarin di 3.225. Strategi masuk pertama di 3.200 dan kedua di 3.050 dengan cut loss di 2.975.

Diperkirakan fair value fundamental saham ini seharusnya diatas Rp3.500. Secara technical memang ada price gap antara Rp3.525-3.600 yang belum tertutup sehingga membuka potensi untuk kenaikan harga.

Sementara saham ASII disarankan beli dengan target harga di 69.500 dari penutupan kemarin di 64.100. Strategi masuk pertama di 63.800 dan kedua di 2.700 dengan cut loss di 61.550.

Outlook penjualan mobil dan suku bunga yang masih kondusif membuat investor asing melirik saham dengan kapitalisasi terbesar di IHSG yang masih belum menutup rice gap atas di Rp69.500 sehingga masih ada potensi upside.

Untuk saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.950 dari penutupan kemarin di 6.400. Strategi masuk pertama di 6.300 dan kedua di 6.100 dengan cut loss di 5.900.

Sektor perbankan memiliki kapitalisasi terbesar di IHSG (33%) sehingga bisa dipastikan akan memimpin momentum market dalam technical rebound. Outlook suku bunga dan kepercayaan konsumen masih optimis didukung oleh rupiah stabil dan tidak terpengaruhnya sector mikro UKM terhadap faktor luar.

Saham ADRO disarankan beli dengan target harga di 2.550 dari penutupan kemarin di 2.250. Strategi masuk pertama di 2.250 dan kedua di 2.200 dengan cut loss di 2.100.

Sektor pertambangan batubara (coal) memiliki 20% dari kapitalisasi IHSG. Dengan emitten dengan kapitalisasi terbesar adalah ADRO, yang secara teknikal memang berpeluang untuk menutup price gap atas di Rp2.550 dalam jangka waktu dekat ini.

Wall Street rebound, alami lonjakan terbesar dalam dua tahun!

Wall Street rebound, alami lonjakan terbesar dalam dua tahun!
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS mengalami lompatan terbesar dalam dua tahun terakhir. Wall Street rebound dari penurunan terburuk sejak 2008.

Pada pukul 16.00 waktu New York, Standard & Poor's 500 Index terbang 4,7% menjadi 1.172,53. Ini merupakan lonjakan terbesar sejak Maret 2009 lalu. Kemarin, S&P 500 anjlok hingga mencapai 6,7%.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average reli 429,92 poin atau 4% menjadi 11.239,77. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak bull market Maret 2009.

Sektor finansial memimpin lonjakan pada indeks S&P 500 dengan lonjakan mencapai 8,2%. Saham Bank of America Corp dan Hartford Financial Services Group Inc masing-masing naik 17% dan 16% sehingga memimpin kenaikan diantara 80 bank, asuransi, dan perusahaan investasi yang tergabung dalam indeks tersebut.

Yield treasury turun

Selain itu, tingkat yield atas surat utang AS (treasury) berjangkawaktu 10 tahun juga menyentuh rekor terendahnya, yakni turun sebesar 28 basis poin menjadi 2,03%. Sementara Dollar Index turun 1,2%, yang merupakan penurunan paling besar sejak Oktober. Sebaliknya, franc Swiss menguat sebesar 6,5% ke rekor tertinggi di posisi US$ 1,4099.

Positifnya kondisi pasar finansial kemarin dipicu oleh pernyataan the Federal Reserve yang berjanji untuk menahan suku bunga acuan tetap mendekati 0% hingga pertengahan 2013.

Selain itu, the Fed juga mendiskusikan mengenai beragam kebijakan untuk mendongkrak perekonomian. Pernyataan itu memicu spekulasi kalau bank sentral akan mempertimbangkan untuk menggelontorkan kembali program quantitative easing 3 melalui pembelian obligasi sehingga dapat memacu pertumbuhan yang saat ini melambat.

"The Fed sangat jelas menciptakan situasi yang dapat menawarkan potensi untuk melakukan sesuatu yang sinifikan jika dibutuhkan. Hal itu merupakan sesuatu yang positif. Investor juga menyadari, apa yang saat ini terjadi di pasar merupakan reaksi yang berlebihan," jelas Bruce McCain, chief investment strategist KeyCorp di Cleveland.

Bapepam-LK sudah siapkan kebijakan untuk hadapi krisis

Bapepam-LK sudah siapkan kebijakan untuk hadapi krisis
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi terjadinya kejatuhan pasar yang lebih dalam. Kebijakan itu akan dilakukan secara bertahap.

Tahapan kebijakan itu adalah pemberlakuan perubahan parameter batas pemberhentian transaksi perdagangan secara otomatis (auto rejection), lalu pembatasan nilai transaksi oleh masing-masing broker, dan terakhir dilakukannya suspensi.

"Itu akan disesuaikan dengan seberapa besar anjloknya bursa saham," ujar Ketua Bapepam-LK Nurhaida, Selasa (9/8). Sayang, Nurhaida tidak bersedia menyebutkan persentase penurunan maksimal IHSG yang dimaksud. Ia beralasan, itu merupakan prosedur standar operasional otoritas bursa yang tidak dipublikasikan.

Yang jelas, lanjut dia, pihaknya telah membuat perubahan parameter auto rejection saham. Batasan auto rejection yang sudah berlaku selama ini adalah pemberhentian perdagangan secara otomatis jika terjadi kenaikan atau penurunan sebesar 35% untuk harga saham di kisaran Rp 50-Rp 200 per saham .

Untuk harga saham di rentang Rp 200-Rp 5.000 batas kenaikan atau penurunannya lebih dari 25%. Sedangkan, untuk harga saham di atas Rp 5.000 per saham, maka batas auto rejection-nya lebih dari 20%.

Selain itu, kata Nurhaida, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) telah mengatur adanya batas transaksi di setiap broker agar tidak terjadi penurunan lebih dalam. Jika dua kebijakan itu tidak mempan, maka suspensi akan dilakukan.

"BEI akan melakukan koordinasi dengan Bapepam-LK jika bursa melihat kondisi masuk ke zona krisis," katanya.

Ia mengaku batas anjloknya IHSG yang akan terkena suspensi sekitar 10%. Namun, hal itu tidak akan secara otomatis diterapkan. Artinya, ada beberapa pertimbangan lain. Namun, Nurhaida enggan menyebutkan sejumlah pertimbangan yang dimaksud. Suspensi pun bisa dilakukan hanya satu sesi perdagangan atau sepanjang hari. Tergantung dari hasil analisis regulator.

Saat ini Bapepam-LK juga tengah menggodok adanya protokol penanganan krisis. Di dalam protokol tersebut akan ditentukan batas normal hingga waspada terkait adanya penurunan indeks.

"Misal penurunan 1%-2% itu masih dianggap normal, kalau turun 5% waspada, tapi itu bukan angka baku, karena masih dibahas," tutur Nurhaida. Ia mengaku belum dapat memastikan kapan protokol akan diluncurkan.

Wall Street Melesat Kuat Berkat The Fed

Jakarta - Hasil pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve) membuat bursa Wall Street kembali cerah ceria. Indeks Dow Jones bahkan melesat hingga hampir 4% setelah 2 hari sebelumnya terpuruk ke titik terendah sejak 2 tahun terakhir.

The Fed dalam pertemuannya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga ekstra rendah di kisaran 0-0,25% untuk 2 tahun ke depan sehubungan dengan melemahnya perekonomian. Suku bunga ekstra rendah yang sudah dipatok sejak Desember 2008 akan dipertahankan paling tidak hingga pertengahan 2013.

Federal Open Market Committee (FOMC) usai pertemuan selama 1 hari menyatakan, saat ini mereka memperkirakan pertumbuhan pada tingkat yang lebih lambat dalam beberapa kuartal kedepan, dibandingkan perkiraan pada Juni. Risiko pelemahan ekonomi juga meningkat.

Namun FOMC tidak menyebutkan adanya pengganti dari program Quantitative Easing (QE2) snilai US$ 600 miliar yang sudah berakhir pada Juni lalu, kendati mereka menyatakan tengah mereview perangkat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang saat ini melambat.

Lonjakan saham-saham terjadi pada jam-jam terakhir perdagangan, dengan indeks Dow Jones sempat berada 150 poin di teritori negatif 45 menit menjelang pengumuman. Pasar berbalik arah hingga 6 kali lipat setelah pernyataan The Fed tersebut.

"Tiga atau 4 pekan terakhir, pasar saham telah terdiskon ke resesi ringan," ujar Mohannad Aama, managing Director Capital Management LLC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/8/2011).

"Sekarang setelah pengumuman the Fed, pasar telah mulai memfaktorkan pada apa respons dari the Fed dan pemerintah kedepannya. Masih ada sedikit kemungkinan untuk stimulus fiskal yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja. Pernyataan FOMC hari ini positif untuk saham-saham," tambahnya.

Pada perdagangan Selasa (9/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melesat hingga 429,92 poin (3,89%) ke level 11.239,77. Indeks Standard & Poor's 500 juga melesat 53,07 poin (4,74%) ke level 1.172,53 dan Nasdaq melonjak 124,83 poin (5,29%) ke level 2.482,52.

Saham-saham sektor perbankan melonjak dan bangkit dari keterpurukannya, dengan indeks KBW naik hingga 6,7%. Saham Bank of America melonjak hingga 16,74% setelah pada Senin lalu terpuruk hingga 20,3%.

Di Nasdaq, saham eBay melonjak hingga 11,6%, Yahoo melonjak 8,75% dan Apple naik 5,6%.

Perdagangan berjalan sangat ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 16,4 miliar lembar saham, hampir dua kali lipat dari rata-rata harian yang sebesar 7,75 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Selasa, 09 Agustus 2011

Pemerintah Mengaku Siapkan Dana Mitasi Krisis Ekonomi Rp 103 Triliun

Gb
Jakarta - Antisipasi krisis ekonomi, pemerintah Indonesia menyiapkan dana mitigasi Rp 103,1 triliun pada APBN-P 2011. Dana tersebut dialokasikan dalam empat pos anggaran. Selain itu, pemerintah merencanakan pembelian kembali (buyback) obligasi negara sebesar Rp 3,07 triliun.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menyebutkan dalam APBN-P 2011 pemerintah mengalokasikan anggaran belanja yang polanya diarahkan untuk memitigasi krisis ekonomi.

Pertama, mengalokasikan dana cadangan risiko perubahan asumsi makro dan stabilisasi harga Rp 4,7 triliun. Kedua, melalui pos belanja bantuan sosial sebesar Rp 81,8 triliun yang digunakan untuk mendanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dan mitigasi bencana alam.

Ketiga melalui anggaran subsidi pangan Rp 15,3 triliun. Keempat, pemberian beras untuk rakyat miskin atau Raskin ke-13 sebesar Rp 1,3 triliun.

"Selain itu, pemerintah menyiapkan pula sejumlah langkah mitigasi krisis. Yaitu melalui buyback SBN, lalu bond stabilization framework, dan juga ada manajemen protokol krisis," jelasnya dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (9/8/2011).

Menurut Bambang, risiko investasi Indonesia mengalami kenaikan belakangan ini karena sentimen global yang bermuara dari krisis utang di Amerika Serikat dan Eropa. Hal itu tercermin dari meningkatnya credit default swap (CDS) Indonesia untuk yang berjangka waktu 10 tahun, dari 186.46 per 31 Juli 2011 menjadi 202,75 pada 5 Agustus 2011, dan 240,37 pada 8 Agustus 2011.

"CDS Indonesia kira-kira hampir sama dengan Filipina yang sebesar 234.98, serta Turki 231.11. Jadi memang ada peningkatan risiko, tapi kenaikan risikonya masih pada tahap bisa di-manage," ujarnya.

Bambang menyatakan meningkatnya risiko juga bisa dilihat dari penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Bursa terpengaruh signifikan tapi rupiah terkontrol," jelasnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menyatakan pada dasarnya pasar obligasi negara bisa merefleksikan keyakinan pelaku pasar terhadap pemerintah. Saat ini obligasi negara sebesar Rp 690 triliun dipegang oleh investor institusi di pasar domestik, seperti perbankan, asuransi, dana pensiun, reksa dana, dan perorangan. Sementara sisanya, sekitar Rp 249 triliun dipegang oleh asing.

"Jadi kalau krisis di pasar SBN, itu dampak yang terjelek dua itu. Yang pertama cost of borrowing (biaya Utang) pemerintah naik dan akan membebani APBN, dan kedua reversal, karena Rp 249 triliun SBN yang dipegang asing mungkin sebagian akan keluar,” ujarnya.

Namun, jelas Rahmat, sejauh ini belum ada indikasi terjadinya krisis di pasar surat utang negara (SUN). Untuk mengantisipasi itu, pemerintah sudah memiliki krisis manajemen protokol dan menyiapkan kebijakan buyback SBN.

"Situasi pasar masih normal, namun kita harus waspadai prakrisis dan krisis. Kemarin terjadi nett sell asing sebesar Rp 3,86 triliun, dan hari ini turun jadi Rp 1,24 triliun. sebelumnya, Jumat (pekan lalu) Rp 663 miliar,” pungkasnya.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mengungkapkan pemerintah merencanakan buyback SBN pada tahun ini sebesar Rp 3,07 triliun. Dari rencana tersebut, sejauh ini realisasinya baru sebesar Rp 367,2 miliar.

(nia/dnl)