Jumat, 12 Agustus 2011

Inilah Beberapa Saham Penggerak IHSG Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Jumat (12/8) ini diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya seiring sentimen positif dari bursa global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Jumat (12/8), beberapa saham yang kemarin masih melemah seperti sektor banking, semen dan batubara diperkirakan akan bergerak menguat hari ini. Saham-saham berbasis metal mining juga diperkirakan akan menguat seiring sentimen positif dari lonjakan harga metal dunia semalam. Resistance indeks berada di level 3.921.

Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten dimana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi ini melemah tipis ke level US$85,2/barel.

Menteri: "Sulit Bagi BUMN IPO Tahun Ini"

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku sulit untuk kembali menggelar initial public offering (IPO) perusahaan BUMN pada tahun ini.

"Untuk 2011 kita realistis kelihatannya sulit. Bukan berarti kita tidak senang, saya sangat eager (ingin) untuk IPO lagi, oleh karenanya mulai 2012 sudah mulai ada lagi," ujar Mustafa usai acara buka puasa bersama di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (11/8) malam.

Ia melanjutkan, beberapa perusahaan pelat merah yang diperkirakan akan menggelar IPO antara lain Semen Baturaja dan salah anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk pada 2012. Selain itu, perusahaan pelat merah yang sudah terprivatisasi namun belum sampai 40%, diharapkan untuk kembali melepas sahamnya.

"Mulai dari Baturaja, mungkin katakanlah anak dari Krakatau Steel. Kemudian yang right issue seperti Bank BTN yang belum penuh silahkan pakai sampai 40 persen, nah seperti itu. Yang belum 40 persen yang sudah IPO itu juga banyak, mereka me-right issue kan lagi kalau bisa sampai 40 persen dengan harapan selain mendapat dana murah itu juga mendapat diskon pajak," paparnya.

Sementara untuk penjamin emisi (underwriter) IPO, ia menyatakan, masih akan tetap menggunakan underwriter yang berada di bawah bendera BUMN dengan dalih cukup berkualitas. "Masih. Kalau mereka itu kelihatannya dari segi itu, masih qualified (berkualitas) walaupun ada kesulitan keuangan misalnya sekarang," ujar Mustafa.

Sebagai informasi, pada saat IPO Garuda digelar, 3 sekuritas BUMN menjadi penjamin emisinya yaitu Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Bahana Securities. Ketiganya menyerap 47% atau setara dengan 3,01 miliar saham senilai Rp1,04 triliun IPO saham Garuda.

Menurutnya, besarnya 'tanggungan' yang dilakukan penjamin emisi merupakan bagian dari konsekuensi saat IPO digelar. "Ya ada kesulitan kan, itu biasa dalam bisnis. Ada yang berhasil ada yang tidak, itu biasa. Sebagai underwriter atau sebagai penjamin emisi," ujarnya.

Terkait dengan kondisi Bahana sendiri, ia mengungkapkan, tengah ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). "Sekarang kita minta PT PPA untuk menyehatkan Bahana. Bahana seperti kita tahu dilamar juga oleh Bank BNI. Tapi yang lebih dekat kepada kebutuhan adalah PPA. Kami beri kesempatan PPA tapi belum tahu berapa yang kami harus injeksi ke situ," pungkasnya. [cms]

Inilah Strategi Bermain Saham BUMI

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, masih memberikan ruang penguatan. Tapi, akan terbatas karena saham sejuta umat ini terbelenggu oleh fase down trend. Inilah strategi tradingnya.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, arah pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) sejauh ini memang memperlihatkan potensi penguatan terbatas. Sayangnya, tren pergerakan saham sejuta umat ini sudah berubah menjadi down trend. Sebab, BUMI memiliki gap di level Rp2.825-2.875.

Karena itu, saham ini harus bisa menembus gap tersebut sebelum bisa confirm untuk naik. “Jadi, saat ini, saham ini dalam kondisi yang tidak pasti (uncertain). Sebab, kalaupun naik, akan terkena resistance di level 2.825-2.875,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (11/8).

Pada perdagangan Kamis (11/8) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.700. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.725 dan terendah Rp2.650. Volume transaksi mencapai 129,9 juta unit saham senilai Rp349,8 miliar dan frekuensi 3.888 kali.

Selama level resistance itu belum bisa ditembus, menurut Tommy, saham anak usaha grup Bakrie ini akan tetap berada dalam fase down trend kemudian akan turun lagi atau sideways. “Tapi, jika ditembus, akan men-trigger naik lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, level support terdekat saham BUMI di level Rp2.500 karena kisaran kejatuhannya yang cukup dalam dan resistance di level Rp2.875. Jadi, untuk saat ini, saham BUMI berpeluang bergerak pada kisaran ini atau sideways. “Pilihannya adalah jika tidak sideways, adalah turun. Kondisi ini berlaku hingga sepekan ke depan,” tandasnya.

Lebih jauh Tommy menegaskan, jika tembus resistance Rp3.875 pun, saham BUMI belum konfirmasi bullish. Sebab, angka itu hanya resistance terdekatnya. Resistance berikutnya yang lebih kuat di level Rp3.125-3.150 dan jika tembus baru akan mematahkan level down trend-nya.

Sejauh ini, menurutnya, pergerakan saham BUMI kurang baik. Sebab, pada saat IHSG meroket pun, saham ini tidak mengalami pergerakan yang berarti.

Tommy merekomendasikan, bagi investor yang sudah membeli BUMI di level bawah pada saat kejatuhannya ke level Rp2.425, bisa melakukan hold. Hal itu bisa dilakukan sambil melihat apakah dalam 2 atau 3 candle ke depan saham ini sanggup menembus level resistance-nya itu atau tidak.

Jika ternyata tidak tembus, lebih baik saham BUMI dilepas terlebih dahulu untuk trader bukan investor. Sebab, ada potensi untuk terus turun. Jadi, bagi pemain cepat bisa hit and run. Trader bisa merealisasikan keuntungan di level Rp2.825-2.875.

Bisa juga, imbuhnya, dijual 50% terlebih dahulu sambil melihat kuat atau tidak untuk naik lebih jauh sehingga selebihnya, bisa dijual di level Rp3.125. Atau hold terus hingga Rp3.125 tercapai. Ini sangat tergantung pada tipe investornya. “Peluang itu ada jika bursa Eropa dan AS bisa berada di teritori positif. Trader hanya menyimpan saham BUMI 2-3 hari,” ucapnya.

Sedangkan bagi investor jangka panjang, sejauh ini direkomendasikan untuk tidak membeli saham BUMI terlebih dahulu karena sangat riskan. “Kecuali jika fase down trend-nya terpatahkan,” imbuh Tommy. [mdr]

Pembangunan BTS molor, FREN pangkas target pelanggan

JAKARTA. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) tak yakin mampu mencapai target jumlah pelanggan di tahun ini. FREN sebelumnya menargetkan 10 juta pelanggan.

Djoko Tata Ibrahim, Deputy Chief Executive Officer Commercial FREN, memperkirakan, jumlah pelanggan tahun ini hanya mencapai 8 juta sampai 9 juta. Alasan Djoko, sampai Juni lalu, total pelanggan FREN sebesar 6,9 juta. Jumlah pelanggan tumbuh tipis dibanding kuartal I-2011, sebesar 6,1 juta.

Penyebab lain manajemen FREN pesimistis adalah target pembangunan base trasceiver station (BTS) yang tidak terpenuhi. "Seharusnya semua selesai Juli, tapi kami mundur sampai Oktober nanti," kata Djoko, Kamis (11/9).

FREN menargetkan pembangunan 4.500 unit BTS demi mendorong kinerja di kuartal III. Sampai saat ini, jumlah BTS yang berhasil terbangun baru 3.600. BTS tersebut berada di Jawa, Lombok, Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Makasar, Manado, Bangka, Padang, Batam, dan Jambi.

Djoko menjelaskan, kontraktor BTS rekanan FREN mengalami kesulitan mengerjakan pembangunan secara serempak. "Padahal, di luar pulau kita pakai Samsung, disini kami pakai ZTE. Tapi ternyata tidak mudah membangun serempak," kata Djoko.

Meski begitu, perusahaan ini belum merevisi target penjualan tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Pada semester I-2011, perusahaan ini mencatat penjualan Rp 445,17 miliar, naik 126% secara tahunan.

Untuk mendongkrak pendapatan, manajemen lebih berharap pada penjualan di bisnis layanan data, dibanding bisnis suara (voice) yang tidak sesuai proyeksi sebelumnya.

Maklumlah, pendapatan dari setiap pengguna atau average revenue per user (ARPU) layanan data bernilai empat kali lipat dari voice. FREN menyatakan ARPU dari layanan data kini Rp 70.000. Jumlah pelanggan data mencapai 700.000 pelanggan, dari target 1 juta tahun ini.

eTrading: IHSG masih berpotensi menguat, perhatikan GGRM , PTBA dan DEWA

eTrading: IHSG masih berpotensi menguat, perhatikan GGRM , PTBA dan DEWA
JAKARTA. Pada perdagangan hari Kamis (11/8), indeks Dow Jones ditutup naik 423 point (3,95%) ke level 11.143,31. Kenaikan tersebut menyusul laporan pendapatan sejumlah emiten yang tercatat lebih baik dari estimasi semula.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik tipis 6 point (0,14%) ke level 3.869,36 menyusul aksi beli yang dilakukan oleh investor domestik ditengah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing yang tercatat melakukan net sell sebesar Rp 651 miliar dengan saham yang paling banyak di jual oleh asing adalah ADRO, BUMI, BMRI, ASII dan INTP.

"Secara teknikal, hari ini (12/8) diperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak menguat melihat indikator stochastic yang masih bergerak uptrend sementara MACD histogram memberikan sinyal reversal dengan begerak memendek di area negatif dalam dua hari terakhir," jelas Kepala Riset eTrading Betrand Reynaldi.

Dia memperkirakan, IHSHG akan bergerak pada kisaran 3.828-3.906 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GGRM , PTBA dan DEWA.

Terbitkan Obligasi, Antam Tunjuk Underwriter

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan menunjuk penjamin pelaksana emisi penerbitan obligasi dan jumlah besaran obligasi yang diterbitkan pada akhir kuartal keempat 2011 untuk proyek FeNi Halmahera.

Direktur Keuangan PT Aneka Tambang Tbk Djaya Tambunan menuturkan, komposisi pendanaan pinjaman dan obligasi serta underwriter tergantung konsorsium yang telah ditunjuk perseroan untuk proyek FeNi Halmahera. Penunjukan underwriter pun harus dari konsorsium. Djaya menuturkan, pendanaan untuk proyek FeNi Halmahera dan penunjukkan underwriter baru ditetapkan akhir tahun 2011. "Proses pendanaan dan penetapan underwriter tergantung dari konsorsium tapi kita harapkan akhir tahun 2011 sudah bisa menunjuk underwriter," ujar Djaya, Kamis (11/8).

Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan sedang fokus untuk pendanaan proyek FeNi Halmahera, CGA dan belanja modal rutin. Sekedar informasi, proyek FeNi Halmahera sekitar US$1 miliar. Perseroan telah menunjuk financial arranger yang terdiri dari BRI, Bank Mandiri, Mandiri Sekuritas, Standard Chartered, Deutsche Bank, Sumitomo. Lembaga keuangan tersebut akan membuat skim pendanaan untuk proyek FeNi Halmahera. "Dana US$1 miliar untuk proyek FeNi Halmahera itu akan kombinasi obligasi dan pinjaman, tapi komposisinya belum tahu," tutur Direktur Utama ANTM Alwinsyah Loebis.

Seperti diketahui, PT Aneka Tambang Tbk dikabarkan akan menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum obligasi berkelanjutan senilai US$350 juta. Obligasi ini untuk mendanai sebagian dari proyek FeNi Halmahera. [cms]

Universal: Ada harapan IHSG sudah mencapai bottom dari penurunan tajam

Universal: Ada harapan IHSG sudah mencapai bottom dari penurunan tajam
JAKARTA. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Universal Broker Indonesia menulis, harapan untuk tercapainya bottom dari trend penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bursa regional lainnya, kembali muncul pada hari ini. Hal ini terjadi setelah indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam mengalami kenaikan sebesar 423.37poin (+3.95%).

Menurut Kepala Riset Universal Satrio Utomo, indeks DJI memang belum memberikan signal bullish karena masih belum mampu menembus kisaran resisten di 11.200-11.250.

"Akan tetapi, dengan posisi resisten dari bursa di kawasan Asia yang relatif rendah, berakhir atau tidaknya kepanikan pasar akibat penurunan peringkat surat hutang pemerintah Amerika sepertinya bakal lebih mudah untuk di deteksi lebih dini," jelasnya.

Dia meramal, resisten pertama dari IHSG hari ini berada di kisaran 3.875-3.883. "Jika IHSG mampu menembus resisten ini, maka IHSG memiliki potensi penguatan hingga kisaran 3890-3975," urainya.

Bursa Asia beri sinyal positif di akhir pekan

Bursa Asia beri sinyal positif di akhir pekan
TOKYO. Bursa acuan di Asia berjalan di zona positif pagi ini. Rupanya, lonjakan harga komoditas dan kinerja positif perusahaan menjadi obat kuat bursa regional pada akhir pekan ini.

Pada pukul 09.16 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5% menjadi 122,69. Kenaikan ini berhasil mengurang penurunan dalam sepekan menjadi sebesar 2,6%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 naik 0,14% menjadi 8.994,11 dan indeks S&P/ASX Australia naik 1,5% menjadi 4.203. Sedangkan indeks Hang Seng turun 0,95% menjadi 19.595,10.

Bursa Asia mulai pulih setelah jatuh 13% terhitung sejak 1 Agustus lalu akibat kecemasan mengenai krisis utang Eropa dan pertarungan politik mengenai batasan utang AS.

Namun, sejumlah data positif berhasil membuat bursa Asia bangkit. Sebut saja data pengajuan klaim pengangguran AS yang menurun dan data penjualan ritel AS yang diprediksi bakal mengalami kenaikan tertinggi dalam empat bulan.

Sementara itu, pemerintah Prancis, Spanyol, Italia, dan Belgia akan mengeluarkan kebijakan pelarangan short selling mulai hari ini untuk menstabilkan pasar setelah saham-saham perbankan Eropa jeblok.

Diburu Asing, UNSP Bakal Tembus Rp700

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Langkah Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UBSP) untuk menggarap bisnis oleokimia kabarnya menuai sentimen positif dari investor asing.

Bahkan, mitra strategis asing disebut-sebut akan masuk dalam kepemilikan saham di UNSP. Dari keterangan beberapa analis, hal itu akan mendorong UNSP menembus level Rp700 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin, saham UNSP ditutup melemah Rp5 ke level Rp370.

Bandar Bakal Giring Saham EMDE ke Rp250

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Megapolitan Land Tbk (EMDE) disebut-sebut bakal diburu sejumlah bandar dan menggiringnya hingga ke level Rp250.

Hal ini terkait rencana perseroan yang akan membentuk usaha patungan dengan perusahaan properti asal Tiongkok untuk membangun tiga proyek besar di Jabodetabek.

Pada perdagangan kemarin, saham EMDE ditutup naik Rp1 ke level Rp137.

Jual Saham Anak Usaha, INDY Ditarget di Rp4.000

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) dikabarkan akan menjual 30% saham anak usahanya PT Petrosea Tbk (PTRO) September 2011.

Berita ini membuat broker berkode CLSA memasang target harga di Rp4.000 untuk INDY karena akan meraup dana segar dari aksi tersebut.

Pada perdagangan kemarin, saham INDY ditutup turun Rp75 ke level Rp3.175.

CIMB Minat Beli LPPS Dari Pacific Asia Holdings

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Lippo Securities (LPPS) akan segera mengarah ke harga Rp 250 per lembar sahamnya, karena rencana tender offer kepada CIMB.

Pacific Asia Holdings, pemegang saham utama Lippo Securities dikabarkan sedang menggarap rencana tender offer sebagian besar kepemilikan sahamnya kepada CIMB. Bahkan tersiar kabar bahwa Pacific Asia Holdings akan melepas seluruh porsi kepemilikannya di LPPS.

Jika rencana ini sukses dijalankan, maka LPPS akan berada di bawah nahkoda salah satu perusahaan jasa keuangan terbaik dari Singapura. Dalam waktu dekat pun, LPPS siap ‘diarahkan’ di bawah naungan manajemen yang lebih agresif.

Salah satu pelaku pasar mengatakan, rencana harga tender offer berada di level Rp 260 berdasarkan perhitungan harga wajar dari pihak CIMB. Hal ini diperkirakan akan mengerek harga saham LPPS ke level RP250 per lembarnya,.

Pada perdagangan Kamis (11/8) kemarin, saham LPPS ditutup menguat 17 poin (15,04%) ke level Rp130 per lembar, dengan volume transaksi sebesar 11,3 juta lembar saham, senilai Rp1,42 miliar. [ast]

Bursa Jepang kembali positif tersokong data klaim pengangguran Paman Sam

Bursa Jepang kembali positif tersokong data klaim pengangguran Paman Sam
TOKYO. Indeks Nikkei 225 Stock Average dibuka melaju pagi ini. Data klaim pengangguran AS yang melorot menjadi vitamin segar bagi bursa Negeri Sakura ini.

Pada pukul 09.15 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 bertambah 0,4% menjadi 9.015,85. Dengan demikian, sepanjang pekan ini, indeks Nikkei sudah turun 3,1%. Sementara, indeks Topix naik 0,5% menjadi 774,75.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang diantaranya: Toyota Motor Corp yang naik 0,4%, Canon Inc naik 5%, dan Dai-Ichi Life Insurance Co naik 3,9%.

"Data terakhir mengenai klaim pengangguran AS serta hasil kinerja perusahaan menjadi indikator kesehatan ekonomi dan mengindikasikan bahwa kondisi pasar tidak seburuk yang dicemaskan. Meski begitu, faktor fundamental belum menjadi faktor utama penggerak bursa. Adanya rebound kemungkinan terjadi akibat sudah oversold," papar Prasad Patkar, analis dari Platypus Asset Management Ltd.

Produsen pakan ternak membiakkan kinerja di semester kedua

JAKARTA. Produsen pakan ternak yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis bisa meningkatkan kinerjanya di semester kedua. Mereka yakin bisa mencapai target untuk sepanjang tahun 2011.

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) memprediksi penjualan di semester kedua 2011 bisa melampaui perolehan di semester satu. Selama enam bulan pertama tahun ini, SIPD berhasil mencetak penjualan Rp 2,5 triliun.

Itu alasan SIPD memasang target penjualan senilai Rp 2,5 triliun di paruh kedua. "Target penjualan sepanjang tahun 2011 sebesar Rp 4,5 triliun pasti akan tercapai," ujar Elies Lestari, Sekretaris Perusahaan SIPD ke KONTAN.

Perusahaan ini yakin lantaran kinerja di semester satu meningkat pesat. Di periode ini, SIPD mencatatkan penjualan Rp 2,01 triliun. Angka itu mencerminkan peningkatan 17,73% daripada nilai penjualan untuk semester satu 2010 senilai Rp 1,7 triliun.

Kenaikan ini antara lain ditopang pertumbuhan penjualan segmen pakan ternak dan kemitraan. Untuk semester satu 2011, segmen pakan ternak SIPD menyumbang penjualan sebesar Rp 1,51 triliun, atau setara dengan 51,08% total penjualan emiten itu.

Sementara segmen kemitraan memberi kontribusi sebesar Rp 1,04 triliun, setara 35,3% dari total penjualan. Sisanya merupakan kontribusi dari penjualan bibit ayam alias day old chicken (DOC), ayam potong dan lainnya.

Laba yang dapat diatribusikan SIPD mencapai Rp 21,46 miliar. Jumlah ini lebih tinggi 41,57% dari laba di semester satu 2010.
Secara historis, kinerja SIPD di semester dua biasanya memang lebih bagus ketimbang di paruh awal. Hal ini antara lain didukung momen puasa dan lebaran.

Elies menuturkan, produksi ayam di bulan puasa dan lebaran biasanya naik 15%-20% dari biasanya. "Efek puasa dan lebaran akan positif bagi kami," sebutnya.

Selain SIPD, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) juga yakin bisa mencetak penjualan lebih tinggi dari semester satu 2011. Di periode tersebut, MAIN mencatatkan kenaikan penjualan 40,2% hingga mencapai Rp 1,27 triliun.

Sementara laba bersih perseroan naik sekitar 57,14% menjadi Rp 78,36 miliar. Di periode yang sama tahun sebelumnya laba bersih MAIN hanya Rp 49,87 miliar.

Namun pihak MAIN masih belum bisa memprediksi berapa besar penjualan perseroan di akhir tahun. Pasalnya, perseroan ini masih mencari tahu dampak kondisi ekonomi Amerika Serikat pada ekonomi nasional. "Kami lihat perkembangan dulu, baru kami paparkan targetnya," sebut Vincent Lim Aun Seng, Direktur Keuangan MAIN.

IHSG jatuh, reksadana saham kian diburu

JAKARTA. Kejatuhan pasar saham domestik turut menggerus dana kelolaan reksadana berbasis saham. Di sisi lain, penurunan itu membuka peluang bagi investor untuk mengakumulasi beli reksadana.

Direktur Danareksa Investment Management Prihatmo Hari mengakui koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut menekan kinerja sejumlah reksadana saham yang mereka kelola. Persentase penurunannya hampir sama dengan koreksi IHSG beberapa waktu lalu.

IHSG terpapar lemas, pada penutupan Selasa (9/8), yakni 3.735,12. Angka ini anjlok 10,93% dari level terkuatnya sepanjang sejarah, 4.193,44, yang tercipta awal Agustus.

Danareksa juga meraih berkah dari kejatuhan indeks. "Beberapa nasabah justru masuk ketika itu, meskin nilainya masih di bawah Rp 500 miliar," ungkap Prihatmo kepada KONTAN, Kamis (11/8).

Direktur Schroder Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi menyebutkan, rata-rata nilai aktiva bersih (NAB) per unit reksadana saham yang mereka kelola menurun 7% hingga 8%. Angka itu mengikuti koreksi IHSG yang hampir 11%.

Tapi, kondisi tersebut justru mengundang masuk investor. "Kami memperoleh subscribtion baru di awal Agustus senilai Rp 1,4 triliun hingga
Rp 1,5 triliun," ungkap dia. Dari jumlah itu, sekitar 70% masuk reksadana saham.

Prihatmo mengemukakan, investor saat ini lebih mengerti strategi berinvestasi. Tatkala pasar terpuruk, pemodal justru masuk, lalu kemudian memetik untung di saat pasar bullish.

Instrumen saham dinilai masih akan menarik pada semester kedua tahun ini. Pasalnya, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia segera melanjutkan aksi ekspansinya.

Hal ini tentu berdampak positif terhadap kinerja perusahaan dan sahamnya di pasar. "Jadi, reksadana saham bisa menjadi pilihan investasi," kata Prihatmo.

Edbert Suryajaya, analis PT Infovesta Utama, sebuah perusahaan pemeringkat reksadana menilai saat ini investor yang berkarakter agresif bisa masuk pasar reksadana saham berbasis saham.

Menurut dia, indeks saham hanya terkoreksi sementara dan akan menanjak lagi di akhir tahun nanti. "Untuk sementara, Infovesta menargetkan IHSG hingga akhir tahun di level 4.350," ucap Edbert.

Dengan asumsi itu, potensi pertumbuhan indeks saham dan reksadana saham di akhir tahun nanti di atas 15%.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan mencatat nilai total NAB reksadana sejak awal tahun hingga Selasa (9/8) naik 10,49% menjadi Rp 188,41 triliun.

Harga minyak ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam empat hari

Harga minyak ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam empat hari
SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam empat hari belakangan di New York. Investor bertaruh adanya penguatan ekonomi AS yang mengindikasikan permintaan minyak akan meningkat di AS.

Kontrak futures minyak tak banyak mengalami perubahan setelah pasar saham AS dan Eropa melonjak tinggi. Kenaikan pasar saham terjadi setelah aplikasi klaim pengangguran AS mengalami penurunan sebesar 7.000 menjadi 395.000 pada minggu lalu.

"Harga minyak kembali menanjak sesaat setelah data klaim pengangguran dirilis. Kecemasan mengenai krisis utang dan perekonomian turut mempengaruhi pasar saham. Pergerakan harga minyak juga ikut terkena dampaknya," jelas Addison Armstrong, director of market research Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Pada pukul 08.47 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran September berada di posisi US$ 85,56 per barel atau turun 16 sen di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak naik US$ 2,83 atau 3,4% menjadi US$ 85,72 sebarel, yang merupakan level tertinggi sejak 5 Agustus lalu. Sepanjang pekan ini, harga minyaj sudah mengalami penurunan 1,4% dan 13% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September naik US$ 1,34 atau 1,3% menjadi US$ 108,02 per barel di ICE Futures Europe exchange di London, kemarin.

Catatan saja, indeks Standard & Poor's naik 4,6% menjadi 1.172,64 pada penutupan pukul 16.00 di New York. Sementara, Stoxx Europe Index reli 3,2%, rebound dari level terendah dalam dua tahun.

Spekulasi bank sentral pangkas suku bunga, euro melemah atas yen dan dollar

Spekulasi bank sentral pangkas suku bunga, euro melemah atas yen dan dollar
TOKYO. Pergerakan euro saat ini menuju penurunan lima harian terburuk dalam empat minggu terhadap yen. Pelemahan euro terjadi setelah para trader bertaruh bahwa Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga acuannya untuk memacu pertumbuhan di kawasan regional.

Selain itu, mata pelaku pasar juga akan tertuju pada perilisan data Produk Domestik Bruto, yang dijadwalkan dirilis hari ini.

"Sejumlah faktor yang mempengaruhi euro adalah pemangkasan suku bunga acuan dari Bank Sentral Eropa dan data PDB Yunani. Jika data yang dirilis negatif, kita akan melihat pergerakan euro terus mengalami pelemahan," jelas Greg Gibbs, currency strategist Royal Bank of Scotland Group Plc di Sydney.

Pada pukul 08.30 waktu Tokyo, euro diperdagangkan di posisi 109,29 yen dari 109,42 di New York, kemarin. Dengan demikian, dalam sepekan ini, pelemahan euro sudah mencapai 2,4%, terbesar sejak periode mingguan yang berakhir 15 Juli lalu.

Sementara, jika berhadapan dengan dollar, nilai tukar euro berada di level US$ 1,4215 dari US$ 1,4241 kemarin. Posisi dollar sendiri saat ini berada di level 76,87 yen dari 76,84 yen, kemarin.

Sekadar tambahan, berdasarkan estimasi empat ekonom yang disurvei Bloomberg, tingkat PDB Yunani akan turun 0,8% dari kuaral pertama, dimana pada waktu itu PDB Yunani naik 0,2%. Jika ramalan itu benar, maka hal tersebut akan menjadi kontraksi ke sembilan dalam 11 kuartal terakhir.

Kontrak futures emas di New York alami penurunan terbesar dalam tujuh minggu

Kontrak futures emas di New York alami penurunan terbesar dalam tujuh minggu
NEW YORK. Kontrak futures harga emas mengalami penurunan terbesar dalam tujuh minggu terakhir di New York setelah pasar saham AS rebound, kemarin malam. Selain itu, peningkatan margin untuk perdagangan kontrak Comex oleh CME Group Inc mendorong investor menjual emas setelah sebelumnya reli menembus US$ 1.800 per troy ounce.

Sekadar informasi, CME Group, owner market futures emas terbesar dunia, sudah meningkatkan margin atas transaksi emas sebesar 22%. Sedangkan jumlah dana tunai yang harus dimiliki spekulator dalam deposit rekeningnya naik menjadi US$ 7.425 dalam setiap kontrak 100 ounce dari sebelumnya US$ 6.075.

"Penguatan di pasar saham, ditambah dengan peningkatan margin, membuat harga emas menurun. Investor tengah menunggu adanya koreksi dalam sebelum akhirnya mereka mulai melakukan pembelian lagi," jelas Matthew Zeman, strategist Kingsview Financial di Chicago.

Catatan saja, kontrak futures untuk pengantaran Desember turun 1,8% menjadi US$ 32,80 sehingga menjadi US$ 1.751,50 per troy ounce pada pukul 13.39 waktu New York di Comex. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 23 Juni lalu. Sebelumnya, harga emas sudah naik 1,9% dan menembus rekor baru di posisi US$ 1.817,60 per troy ounce.

Sebelumnya, dalam tiga hari belakangan, harga emas melompat 8% setelah S&P memangkas peringkat utang AS sebesar 8% dari AAA menjadi AA+ pada 5 Agustus lalu. Dalam setahun terakhir, harga emas sudah melonjak 46% seiring aksi buru investor akibat kecemasan berlebihan krisis utang AS dan Eropa.

"Seiring dengan adanya masalah ekonomi di seluruh belahan dunia, lebih banyak investor yang mengidentifikasi emas sebagai aset safe haven," jelas Nick Barisheff, president Bullion Management Group Inc.

Wow! 200-an Orang Rela Antre Beli Emas Murni di Aneka Tambang

Jakarta - Harga emas yang semakin tinggi bahkan telah menyentuh angka level US$ 1.800 per ounce di pasar spot tidak menyulutkan masyarakat berburu emas. Bahkan terjadi peningkatan pembelian terutama untuk emas di bawah 100 gram.

Menurut Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis, pada pemantauan penjualan emas di Logam Mulia --unit usaha perseroan khusus jual beli emas-- terlihat 200-an orang mengantre untuk beli emas.

"Masyarakat kita itu kaya juga ya. Kemarin (Rabu, 10/8/2011) ada 200 orang yang antre. Kita senang tapi sulit melayani permintaan yang besar," ungkap Alwin kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2011) malam.

Meski minat masyarakat terhadap emas ANTM tinggi, namun ia mengaku perseroan belum dapat memenuhi secara langsung. Pasalnya pasokan dari tambang-tambang perseroan pun tidak bertambah signifikan.

"Suplai juga segitu-gitu saja. Dan itu juga yang terjadi di dunia. Dari sisi penjualan kami di semester I sebenarnya sudah naik 6%, kita sudah usaha termasuk produksi (emas) di Cibaliung dan disuplai dari penambang lain," kata Alwin.

Sebagai catatan, target produksi emas perseroan 2011 mencapai 3.025 kg, dimana 1.241 kg (41%) terealisasi hingga semester I ini. Sementara penjualan dicanangkan mencapai 5.820 kg hingga Desember, dengan realisasi 3.611 kg (61%) di semester I.

Alwin berjanji akan memaksimalkan produksi dari area penambangan perseroan. Namun Alwin belum belum melakukan akuisisi tambang emas baru, untuk memenuhi permintaan berlebih tersebut.

"Kita kan punya area eksplorasi, kita akan lakukan lebih banyak ekspoitasi di kawasan itu. Kalau akuisisi belumlah," paparnya.

Dengan harga emas (pasar spot) yang sudah menyentuh level US$ 1.800 per ounce, Antam masih mempertahankan target harga rata-rata emas perseroan pada level US$ 1.250 per ounce.

"Kalau sekarang sudah US$ 1.800 (per ounce) Alhamdulillah. Belum ada revisi lagi, kan kita habis revisi dari US$ 950 menjadi US$ 1.250 secara average. Pada semester I saja mencapai US 1.472, naik 26% dari tahun lalu," tegas Alwin.

"Kemarin US$ 1.700 saya saja kaget, sekarang kaget lagi. Mudah-mudahan kaget-kaget terus, tapi ke atas. Emas ini sangat dipengaruhi banyak, utamanya mata uang dolar AS yang melemah, kemudian kondisi AS yang tidak on the track. Kita nggak tahu sampai kapan," imbuhnya.

(wep/qom)

MEDC menikmati berkah kenaikan harga minyak

MEDC menikmati berkah kenaikan harga minyak
JAKARTA. Meningkat namun di bawah ekspektasi. Demikian kinerja PT Medco Energi International Tbk (MEDC) untuk semester satu 2011. Pertumbuhan kinerja MEDC berada di bawah proyeksi para analis, yaitu 50%.

Pendapatan usaha MEDC meningkat 46,1% year-on-year menjadi US$ 580,04 miliar. Sedang laba bersih mengalami pertumbuhan tahunan 46,8% menjadi US$ 21,00 juta.

Pertumbuhan penjualan kimia dan petroleum justru menyalip minyak dan gas (migas), yang merupakan bisnis inti MEDC. Pendapatan segmen itu tumbuh hingga 127,7% menjadi US$ 117, 28 juta.

Raditya Artono, Analis Mandiri Sekuritas, menilai margin bisnis kimia dan petroleum tipis. Ini yang menyebabkan laba operasional dan laba bersih MEDC di kuartal kedua 2011 relatif stagnan jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2011.

Bisnis migas memang masih menyumbang lebih dari separuh penjualan MEDC. Namun pertumbuhannya hanya 37,2% menjadi US$ 354,84 juta. Faktor yang dominan mendorong penjualan adalah kenaikan harga minyak di awal tahun.

Dalam catatan Stevanus Juanda, Analis JP Morgan Securities, harga minyak MEDC di semester satu naik hingga 41% menjadi US$ 113 per barel. Harga gas meningkat 6% menjadi US$ 3,8 per million british thermal unit (mmbtu).

Proyeksi Stevanus, harga minyak bisa melejit hingga US$ 110 per barel di kuartal tiga tahun ini dan US$ 130 per barel di kuartal keempat tahun depan. "MEDC diuntungkan tren kenaikan harga," ujar Stevanus dalam risetnya.

Berkaca dari kinerja semester satu, Arief Budiman, analis OSK Nusadana Securities menurunkan target laba bersih MEDC untuk tahun ini menjadi US$ 44 juta, dari semula, US$ 48 juta.

Perubahan itu merujuk ke asumsi biaya eksplorasi yang akan meningkat, hingga beban penjualan membengkak. Padahal MEDC harus membuka blok baru, untuk mengimbangi produksi dari blok lama yang mulai seret.

Restrukturisasi utang

Arief menilai positif rencana MEDC merestrukturisasi utang. Perluasan utang lama dengan yang baru membantu meringankan biaya, mengingat MEDC bisa memangkas bunga dari 7,5% jadi 5%.

Katalis penopang kinerja MEDC lainnya adalah bisnis batubara yang dijalankan sejak awal tahun ini. Pengelola MEDC menargetkan produksi 1,9 juta ton di tahun ini. MEDC juga masih berharap bahwa Blok 47 di Libya bisa kembali beroperasi. Blok ini bisa menyumbang total pendapatan hingga US$ 25 miliar.

Dengan katalis tersebut, Arief mempertahankan rekomendasi buy untuk MEDC, dengan target harga Rp 3.200 per saham. Target itu disesuaikan dengan rasio price to earning (PE) MEDC di akhir 2011 sebesar 19,0 kali.

Stevanus memberi rekomendasi overweight untuk saham MEDC. Berdasar rasio PE tahun 2012 sebesar 22,1 kali, dia menetapkan target harga Rp 3.900 per saham.

Raditya memilih rekomendasi neutral untuk MEDC dengan target harga Rp 3.200 per saham. Dengan menggunakan rasio nilai perusahaan per cadangan migas yang dimiliki (EV/2P), Raditya menyimpulkan MEDC diperdagangkan senilai US$ 5,2 per barel.

Harga MEDC, Kamis (11/8), menguat hingga 4,17% menjadi Rp 2.500 per saham.

Bursa Asia Dibuka Menguat Moderat

Headline
INILAH.COM, Sydney - Bursa Asia naik pada perdagangan Jumat (12/8), meskipun bergerak relatif moderat ketimbang volatilitas tajam yang terlihat secara umum di pasar global pekan ini.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang naik 0,4%, indeks S & P / ASX 200 Australia naik 1,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7%.

Saham AS ditutup naik tajam semalam, karena laba perusahaan dan penurunan klaim pengangguran mingguan membantu memperbaiki sentimen terhadap saham.

Ini adalah hari keempat beruturt-turut Dow Jones mencetak kenaikan 400 poin, di tengah kekhawatiran investor atas kemungkinan pelambatan pertumbuhan ekonomi, serta utang di AS dan Eropa.

Menyusul kenaikan saham perbankan AS, saham bank di Asia menguat, dengan Nomura Holdings Inc naik 1,7%, Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 1,5%, dan Macquarie Group Ltd, naik 3,8%. Kenaikan ini tak lama setelah regulator di beberapa negara Eropa mengatakan mereka akan melarang short selling, terutama di saham keuangan.

Data AS juga menenangkan beberapa kekhawatiran tentang ekonomi Amerika dan tren permintaan di masa mendatang. Perusahaan-perusahaan energi juga menguat, Inpex Corp naik 2,1% di Tokyo, sementara Woodside Petroleum Ltd naik 1,2% di Sydney.

Saham eksportir dan perdagangan Jepang juga naik, meskipun yen terus menguat, dengan Mitsubishi Corp naik 1,5%, dan Canon Inc naik 4,9%. [ast]

Analis Masih Optimistis IHSG Tembus 4.500

INILAH.COM, Jakarta - Meski bursa saham global bergejolak, para analis optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi tembus level 4.000-4.500.

Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan, pihaknya masih menargetkan IHSG berada di level 4.500 pada akhir 2011. Penguatan IHSG didukung dari data ekonomi Indonesia yang baik dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,6% dan inflasi terkendali.

"Penurunan IHSG hanya dipengaruhi sentimen sesaat. Kami masih optimistis IHSG dapat tembus 4.500 apalagi pertumbuhan EPS (earning per share) emiten sampai 30%," ujar Edwin, Kamis (11/8).

Sementara Kepala Riset PT Universal Broker, Satrio Utomo, melihat saat ini memang ada kepanikan di bursa saham global. Namun ia meyakini dana asing belum keluar dari Indonesia karena mata uang rupiah masih terkendali.

"Kalau rupiah tidak goyah maka tak panik. Rupiah masih kuat meski dana ditarik dari bursa tetapi dana itu belum keluar," tegas Satrio. Satrio memperkirakan, IHSG akan berada di level 4.150-4.650 dalam jangka panjang. Penurunan IHSG pun diharapkan tidak tembus level support 3.500.

Sementara itu, Kepala Riset PT Recapital Securities Pardomuan Sihombing mengatakan, ketika terjadi volatile bursa saham maka saham yang berorientasi pasar domestik akan menjadi pilihan. Sektor saham consumer goods, Perbankan, properti dan aneka industri akan menjadi pilihan.

Menurut Pardomuan, penurunan IHSG juga karena volatilitas tinggi, edukasi terhadap investor masih terbatas, dan perusahaan yang tercatat di bursa masih sedikit. Hal itu juga mempengaruhi penurunan IHSG cukup besar. Meski begitu, Pardomuan menuturkan, ekonomi dan fundamental Indonesia masih baik akan mendukung pertumbuhan IHSG. [mdr]

Kecemasan Baru Pasar: Finlandia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (12/8) diprediksi konsolidasi cenderung menguat. Ekspektasi pelemahan ekonomi AS dan kenaikan biaya jaminan default di Eropa jadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah masih konsolidasi tapi cenderung menguat. Selain karena faktor ekspektasi pelemahan ekonomi AS, juga karena faktor indikasi kenaikan biaya jaminan default di negara-negara Eropa.

Kondisi itu, lanjutnya, terjadi seiring kekhawatiran pasar atas penyebaran krisis di kawasan itu. "Rupiah cenderung menguat dan akan bergerak dalam kisaran 8.525 dan level atasnya terbatas di level 8.560 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Kondisi Eropa, lanjut Christian, hampir tidak berimbas negatif ke rupiah kecuali ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebab, Indonesia tidak memegang eksposur ke negara-negara di Eropa yang sedang bermasalah. "Di antaranya, level biaya jaminan default Perancis dilihat pasar bakal mengejar 5% seperti Italia dan Spanyol," paparnya.

Selain Perancis, lanjutnya, pasar juga mengkhawatirkan Finlandia yang biaya jaminan default-nya terus merangkak naik ke level 4,8% dari 3,2%. "Kondisi Eropa akan terus seperti ini sehingga ketegangan pasar semakin meningkat," tandasnya.

Kecuali, menurut Christian, jika Eropa meningkatkan kapasitas pinjaman, The European Financial Stability Facility (EFSF) dari level 400 miliar euro saat ini. "Padahal angka itu dinilai pasar masih sangat kurang untuk memberikan kenyamanan bagi pasar pasar," ungkapnya.

Dia menegaskan, untuk Spanyol dan Italia saja, membutuhkan hingga 1 triliun euro. Jadi, meski hingga saat ini Eeropean Central Bank (ECB) terus membeli obligasi Italia dan Spanyol, tidak cukup. "Apalagi, Finlandia jadi calon kecemasan baru pasar," tuturnya.

Sebab, seperti Perancis, perbankan Finlandia juga memiliki eksposur yang besar pada aset-aset beracun. "Jadi, untuk jangka pendek, perbankan Eropa mengalami ancaman likuiditas. Karena itu, bantuan dari ECB belum cukup untuk mengatasinya," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (11/8) ditutup melemah 24 poin (0,28%) ke level 8.544/8.554 per dolar AS.

Hore! Klaim Pengangguran Angkat Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup naik 4% pada perdagangan saham Kamis (11/8) dipengaruhi investor ingin melakukan bargain setelah khawatir dalam dua minggu ini.

Investor menggunakan hasil dari Cisco dan klaim data jobless Amerika Serikat sebagai katalis untuk memberikan sentimen positif terhadap saham.

Kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa meluas telah sedikit mereda setelah pertemuan Nicolas Sarkozy dan Angela Merkel yang akan disiapkan pada Selasa.

Indeks CBOE Volatility naik 9,3%, hal ini mengingatkan kekhawatiran belum mereda tahun ini. Volume perdagangan saham,NYSE Amex, dan Nasdaq sebesar 12,99 miliar saham, di atas rata-rata harian 7,8 miliar saham.

Indeks Dow Jones naik 423,37 poin atau 3,95% ke level 11.143,31. Indeks S&P 500 naik 51,88 poin atau 4,63% ke level 1.172,64. Indeks Nasdaq naik 111,63 poin atau 4,69% ke level 2.492,68.

"Kita melihat net flow untuk beli dari investor ritel, jadi mereka mencari bargain,dan saya melihat akan ada volatilitas tinggi," ujar Fred Dickson, chief market strategist at D.A. Davidson & Co seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Setelah penutupan, saham Nvidia Corp naik 15,6% ke level US$15,50 setelah perusahaan memberikan perkiraan pendapatan sesuai perkiraan.

Ritel juga menyediakan support untuk Kohl's Corp sebesar 7,3% ke level US$47,50 setelah department store memberikan perkiraan pendapatan per kuartal. Indeks S&P consumer discretionary naik 4,5%.

Data departemen Tenaga Kerja menunjukkan data klaim pengangguran turun dalam empat bulan.

Cisco Systems Inc naik 16% ke level US$15,92 setelah menyampaikan laporan pendapatan dan laba bersih naik melebihi ekspektasi. [hid]

Selective Buying pada Saham Unggulan

INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Jumat (12/8) berpotensi melanjutkan penguatan. Investor bisa melanjutkan aksi bargain hunting pada beberapa saham unggulan.

Alwi Assegaf, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, menurut analisa teknikal, stockhastic yang mulai golden cross mengindikasikan IHSG mulai bullish jangka pendek hari ini, “IHSG telah mengkonfirmasi level 3.870, namun harus stabil di angka ini untuk kembali ke level 4000-4050,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan kemarin, IHSG sempat anjlok di awal sesi karena terpuruknya Dow Jones. Namun, menjelang penutupan terjadi rebound karena adanya aksi bargain hunting di BEI, “Pasar melihat kondisi indeks yang oversold, sehingga melakukan selective buying,” katanya.

Sentimen dari eksternal masih lemah karena yield spread obligasi Perancis naik, seiring ekspektasi krisis utang Eropa berpotensi menular ke perekonomian Perancis yang memiliki rating utang AAA. Bagaimanapun, The Fed telah memberi sinyal pertahankan suku bunga rendah hingga 2013 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kendati belum menegaskan akan melanjutkan quantitative easing.

Dari dalam negeri, IHSG ditopang fundamental yang kuat, dengan PDB Indonesia tumbuh 6.5%, suku bunga tetap di 6.75%, dan inflasi masih terkendali.

Di tengah situasi ini, Alwi merekomendasikan investor untuk melanjutkan bargain hunting pada saham-saham yang sudah terdiskon. Ini kalau IHSG bertahan di 3872 (trend line)

Beberapa saham pilihannya adalah Astra International (ASII), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA) dan United Tractor (UNTR), “Trading buy untuk emiten-emiten ini,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (11/8) ditutup menguat 5,79 poin (0,15%) ke level 3.869,36, dengan intraday terendah di 3.803,25 dan tertinggi di 3.871,28. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 7,355 miliar lembar saham, senilai Rp 6,392 triliun dan frekuensi 144.309 kali.

Sebanyak 133 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 75 saham stagnan. Aliran dana asing yang keluar, mendukung koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp688 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,380 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,691 triliun. [mdr]

Produksi CPO LSIP Naik 25,2% di Semester I 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Produksi CPO PT London Sumatera Tbk (LSIP) meningkat 25,2% menjadi 199,447 ton pada semester I 2011 dan produksi inti sawit naik 17,2% menjadi 47.436 ton dibanding periode yang sama 2010.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (11/8). Hasil panen TBS inti sebesar 590.026 ton pada semester I 2011 dibadningkan dengan 511.768 pada tahun lalu atau naik 15,3%.

TBS yang dibeli dari plasma dan pihak ketiga naik 58,8% menjadi 270.865, sedangkan total TBS yang diproses naik 26% menjadi 859.319ton pada semester 1 2011. Hasil panen intin meningkat dari 8 ton per hektar menjadi 8,6 ton per hektar pada semester I 2011. Rendemen minyak sawit dan rendemen inti sawit yaitu masing-masing 23,25 dan 5,5%.

Hasil panen inti karet relatif sama dengan tahun lalu. Tetapi karena penurunan pembelian bahan olah karet dari plasma dan pihak ketiga, produksi karet turun 25,3% menjadi 7.932 ton pada semester I 2011.

Pada akhir Juni 2011 total area inti yang dikelola mencapai 99.386 hektar. Dengan komposisi 79% ditanami kelapa sawit 18% dan sisanya merupakan tanaman lain.

Inilah Menu Saham Pilihan Jumat (12/8)

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan bursa Jumat (12/8) diperkirakan terjadi proses upward retracement dari keadaan jenuh jual untuk menguji resistance atas di moving crossover dead cross average 5 dan 50 harian di 3.920.

Demikian dikutip dari hasil riset HD Capital, Yuganur Wijanarko, kemarin. "Jadi sudah dimulai rekomen melirik emitten big cap yang masih mempunyai gap atas yang belum tertutup," katanya.

IHSG kemarin ditutup menguat 5,79 poin (0,15%) ke level 3.869,36. Aliran dana asing yang keluar, mendukung koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp688 miliar.

Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,380 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,691 triliun. Untuk hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran support 3.730-3.650-3.550 dan resistance 3.925-4.060.

Saham pilihan seperti PGAS disarankan beli dengan target harga 3.575 dari penutupan kemarin di 3.350. Strategi masuk pertama di 3.350 dan kedua di 3.250 dengan cut oss di 3.175.

Diperkirakan fair value fundamental saham in seharusnya diatas Rp3.300 dan secara technical memang ada price gap antara Rp3.525-3.600 yang belum tertutup sehingga membuka potensi untuk kenaikan harga.

Untuk saham ASII disarankan beli dengan target harga di 69.500 dari penutupan kemarin di 67.000. Strategi masuk pertama di 67.150 dan kedua di 66.000 dengan cut loss 65.000.

Sedangkan saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.950 dari penutupan kemarin di 6.450. Strategi masuk pertama di 6.350 dan kedua di 6.250 dengan cut loss di 6.150.

Saham ADRO disarankan beli di 2.550 dari penutupan kemarin di 2.300. Strategi masuk pertama di 2.250 dan kedua di 2.200 dengan cut loss di 2.100.

Sektor pertambangan batubara (coal) memiliki 20% dari kapitalisasi IHSG, dimana emitten dengan kapitalisasi terbesar adalah ADRO, yang secara teknikal memang berpeluang untuk menutup price gap atas di Rp.2.550 dalam jangka waktu dekat ini.

Profit Taking BUMI di Rp2.825-2.875

INILAH.COM, Jakarta – Trader disarankan bermain cepat (hit and run) pada saham BUMI dan bisa merealisasikan keuntungan di level Rp2.825-2.875. Tapi, bagi investor diwanti-wanti untuk tidak mendekat.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Tapi, lanjutnya, bisa juga, saham PT Bumi Resources (BUMI) dijual 50% terlebih dahulu sambil melihat kuat atau tidak untuk naik lebih jauh sehingga bisa dijual di level Rp3.125. Atau, hold terus sepenuhnya hingga Rp3.125 tercapai. Ini sangat tergantung pada tipe investornya.

Peluang itu ada jika bursa Eropa dan AS bisa berada di teritori positif. Trader hanya menyimpan saham BUMI 2-3 hari. “Investor jangka panjang, sejauh ini direkomendasikan untuk tidak membeli saham BUMI terlebih dahulu karena sangat riskan. Kecuali jika fase down trend-nya terpatahkan,” ” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (11/8) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.700. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.725 dan terendah Rp2.650. Volume transaksi mencapai 129,9 juta unit saham senilai Rp349,8 miliar dan frekuensi 3.888 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup stagnan di level Rp2.700, bagaimana Anda melihat potensi pergerakan saham BUMI?

Arah pergerakan saham BUMI sejauh ini memang memperlihatkan potensi penguatan terbatas. Sayangnya, tren pergerakan saham sejuta umat ini sudah berubah jadi down trend. Sebab, BUMI memiliki gap di level Rp2.825-2.875. Karena itu, saham ini harus bisa menembus gap tersebut sebelum bisa confirm untuk naik.

Jadi, saat ini, saham ini dalam kondisi yang tidak pasti (uncertain). Sebab, kalaupun naik, akan terkena resistance di level 2.825-2.875. Selama level resistance itu belum bisa ditembus, saham ini akan tetap berada dalam down trend-nya. Akan turun lagi atau sideways. Tapi, jika ditembus, akan men-trigger naik lebih lanjut.

Di level berapa level support-nya?

Level support terdekat saham BUMI Rp2.500 karena kisaran kejatuhannya yang cukup dalam dan resistance di level Rp2.875. Jadi, untuk saat ini, saham BUMI berpeluang bergerak pada kisaran ini atau sideways. Pilihannya adalah jika tidak sideways, adalah turun. Kondisi ini berlaku hingga sepekan ke depan.

Jika tembus resistance Rp3.875, apakah BUMI akan confirm bullish?

Belum. Jika tembus resistance Rp3.875 pun, saham BUMI belum confirm bullish. Sebab, angka itu hanya resistance terdekatnya. Resistance berikutnya yang lebih kuat di level Rp3.125-3.150 dan jika tembus baru akan mematahkan level down trend-nya. Sejauh ini, pergerakan saham BUMI kurang baik. Sebab, pada saat IHSG meroket pun, saham ini tidak mengalami pergerakan yang berarti.

Kalau begitu, bagaimana strategi trading di saham BUMI?

Saya merekomendasikan, bagi yang sudah membeli BUMI di level bawah pada saat kejatuhannya ke level Rp2.425, bisa di-hold. Hal itu bisa dilakukan sambil melihat apakah dalam 2 atau 3 candle ke depan saham ini sanggup menembus level resistance-nya itu atau tidak.

Jika ternyata tidak tembus, lebih baik saham BUMI dilepas terlebih dahulu untuk trader bukan investor. Sebab, ada potensi untuk terus turun. Jadi, bagi pemain cepat bisa hit and run.

Di level berapa, trader bisa merealisasikan keuntungan?

Trader bisa merealisasikan keuntungan di level Rp2.825-2.875. Bisa juga, dijual 50% terlebih dahulu sambil melihat kuat atau tidak untuk naik lebih jauh sehingga selebihnya, bisa dijual di level Rp3.125. Atau, hold terus sepenuhnya hingga Rp3.125 tercapai. Ini sangat tergantung pada tipe investornya. Peluang itu ada jika bursa Eropa dan AS bisa berada di teritori positif. Trader hanya menyimpan saham BUMI 2-3 hari.

Investor jangka panjang bagaimana?

Investor jangka panjang, sejauh ini direkomendasikan untuk tidak membeli saham BUMI terlebih dahulu karena sangat riskan. Kecuali jika fase down trend-nya terpatahkan. [mdr]

Valuta andalan jadi tempat investasi aman

Valuta andalan jadi tempat investasi aman
JAKARTA. Di saat arah pasar belum menentu, kebutuhan terhadap aset lindung nilai alias safe haven masih tinggi. Tidak heran jika harga emas, yang selama ini dikenal sebagai safe haven andalan, terus terbang tinggi. Harga emas, Kamis (11/8) dinihari WIB, sudah mencapai US$ 1.800 per ons troi.
Di kelompok komoditas, posisi emas sebagai safe haven memang tidak tergoyahkan. Namun di kelompok valuta, posisi sebagai aset paling aman mulai bergeser dari dollar Amerika Serikat (AS) ke Swiss franc dan yen Jepang.

Pamor dollar AS makin jatuh setelah Standard & Poor\'s menggunting peringkat surat utang terbitan Negeri Paman Sam, akhir pekan lalu. Penurunan peringkat utang AS ini mengguncang bursa saham di seluruh dunia. "Franc Swiss dan yen Jepang adalah calon kuat pengganti dollar AS saat ini," ujar Apressyanti Senthaury, Analis Tresuri Bank BNI, Kamis (11/8).

Branko Windoe, Kepala Tresuri Bank Central Asia (BCA), menyatakan pendapat senada. Seiring outlook ekonomi Negeri Paman Sam yang suram, the greenback mulai kehilangan pamor. "Saat ini minat investor lebih tertuju ke Swiss franc," ujar Branko.

Pasangan (pairing) CHF/USD menembus level tertingginya, yaitu 1,3872 pada 9 Agustus lalu, kendati kemudian berangsur luruh dan berhenti di posisi 1,3527, kemarin. Saat yang sama, pasangan JPY/USD menembus posisi tertingginya di level 0,013072.

Apressyanti menilai, yen lebih menarik untuk dikoleksi dalam jangka panjang ketimbang Swiss franc. Alasan Apressyanti, Negeri Matahari Terbit sudah terbukti mampu mengatasi berbagai faktor dari dalam maupun luar negeri yang bisa menekan pasar.

Ia memprediksi, pasangan USD/JPY bisa terus melaju ke posisi 82-76. "Neraca pembayaran Jepang bagus, berkebalikan dengan AS yang double deficit," imbuh Rachmat Wibisono, Head of Derivative Bank Rakyat Indonesia (BRI). Daya tarik yen yang lain adalah valuta itu banyak digunakan dalam transaksi perdagangan internasional.

Branko merekomendasikan Swiss franc sebagai alternatif safe haven melihat rekam jejak valuta ini yang relatif kebal sentimen negatif di pasar. Kondisi politik Swiss yang stabil meningkatkan daya tarik Swiss franc.

Ketika kepanikan pasar global memuncak pekan lalu, bank sentral Jepang maupun Swiss serta merta turun ke pasar mengerem penguatan mata uangnya akibat serbuan investor. Swiss bahkan memangkas bunga acuannya untuk menurunkan animo pasar. Namun, ini tidak cukup efektif karena investor terus menyerbu mata uang ini.

Yuan menguat

Mata uang China, yakni yuan, Kamis kemarin, juga memecahkan rekor penguatan terhadap dollar AS untuk pertamakalinya dalam 17 tahun terakhir. Pairing USD/CNY anjlok ke posisi terendah yakni 6,3962.

Ini adalah catatan bersejarah mengingat selama ini China tidak mau membiarkan mata uangnya menguat demi menjaga kestabilan neraca pembayarannya. Intervensi China itu yang menjadi pangkal ketegangan Beijing-Washington, dua tahun terakhir.

Dana Moneter Internasional (IMF), Juli lalu melontarkan pendapat, penguatan yuan dapat membantu menstabilkan ekonomi global. "Pertumbuhan ekonomi yang kuat serta ekspor yang tinggi mengerek kepercayaan investor untuk membeli yuan di situasi terkini," kata Banny Lam, ekonom CCB International Securities, di Hong Kong.

Wall Street meroket setelah kecemasan investor mereda

Wall Street meroket setelah kecemasan investor mereda
NEW YORK. Data penurunan klaim pengangguran AS menjadi vitamin bagi Wall Street. Kemarin malam, mayoritas bursa AS mengalami lonjakan.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's melompat 4,6% menjadi 1.172,64. Sementara, indeks Dow Jones reli 4% menjadi 11.143,31.

Saham-saham perbankan melaju, yang kenaikannya dipimpin oleh JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, Bank of America dan Wells Fargo yang masing-masing melonjak hingga 6%.

Selain itu, sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS adalah Cisco Systems Inc reli 16% setelah berhasil membukukan laba yang melampaui estimasi analis serta News Corp melompat 17% setelah berhasil pendapatan yang lebih baik dari estimasi dan meningkatkan dividennya sebesar 27%.

Indeks S&P mengalami rebound setelah terjungkal 18% dari 22 Juli hingga 11 Agustus di tengah kecemasan mengenai krisis utang Eropa. Tidak hanya itu, adanya ketegangan politik mengenai batasan pagu utang AS juga mendorong indeks S&P memangkas peringkat utang AS.

"Jika tidak ada resesi, berarti saham-saham sudah terdiskon parah akibat banyaknya kabar buruk saat ini. Memang, data klaim pengangguran AS menjadi indikasi lain kalau perekonomian kita tumbuh moderat. Kendati begitu, pasar masih sangat rentan. Salah satu faktor yang menggerakkan pasar adalah kondisi di Eropa. Apakah kita akan mengulangi krisis finansial di 2008? Saya rasa tidak," urai Dan Veru, chief investment officer Palisade Capital Management LLC di New Jersey.

Bursa Regional Makin Pulih, IHSG Siap Rebound Lagi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil ditutup naik tipis 5 poin setelah seharian bergerak di zona merah. Penguatan saham konsumer berhasil mengalahkan pelemahan saham finansial.

Pada perdagangan, Kamis (11/8/2011), IHSG naik tipis 5,789 poin (0,14%) ke level 3.869,365. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,047 poin (0,15%) ke level 682,294.

Rebound bursa Wall Street yang cukup tajam diharapkan bisa memberikan sentimen positif ke pasar. Investor akan melanjutkan aksi perburuan saham-sahamnya, meski masih dalam kondisi waspada mencermati kondisi global. Pada perdagangan Jumat (12/8/2011), IHSG diprediksi akan kembali menguat.

Tadi malam bursa Wall Street menguat sangat signifikan. Saham-saham finansial yang sempat terpuruk langsung melesat sehingga indeks saham melesat tajam setelah sebelumnya terpuruk jauh.

Pada perdagangan Kamis (11/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melonjak 423,37 poin (3,95%) ke level 11.143,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 51,88 poin (4,63%) ke level 1.172,64 dan Nasdaq melonjak 111,63 poin (4,69%) ke level 2.492,68.

Bursa-bursa regional pagi ini juga sudah menguat cukup signifikan. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks S&P/ASX naik 28,9 poin (0,7%) ke level 4.169,7.
  • Indeks KOSPI naik 26,69 poin (1,47%) ke level 1.844,13.
  • Indeks Nikkei menguat 84,41 poin (0,94%) ke level 9.066,35.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG kemarin ditutup naik 5.7 point (+0.15%) ke level 3,869 dengan jumlah transaksi sebanyak 14 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6.3 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami penguatan kecuali sektor mining, basic industry, MISC industry dan finance. Tercatat sebanyak 125 saham mengalami penguatan, 104 saham mengalami penurunan, 70 saham tidak mengalami perubahan dan 154 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 651 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah ADRO, BUMI, BMRI ASII dan INTP.

Secara teknikal, pada perdagangan hari ini (12/8) Diperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak menguat melihat indikator stochastic yang masih bergerak uptrend sementara MACD histogram memebrikan sinyal reversal dengan begerak memendek di area negatif dalam dua hari terakhir. Diperkirakan IHSHG akan bergerak pada range 3828-3906 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM , PTBA, dan DEWA.

Millenium Danatama:

Untuk perdagangan hari ini, IHSG kemungkinan berpotensi menguat, sehubungan adanya sentimen positif dari bursa AS dan Uni Eropa. Indeks hari ini diperkirakan berpeluang bergerak di rentang 3832-3920. Saham-saham unggulan berpeluang kembali rebound pada perdangan hari ini, seperti saham ASII, BMRI, BBRI, INDF, ADRO, BUMI, dan UNTR. Ruang kenaikan IHSG hari ini masih cukup besar, mengingat area IHSG saat ini masih berada di area oversold dan beberapa saham sudah berada dalam nilai wajarnya.

Walaupun demikian, kondisi ekonomi global yang belum stabil membuat investor juga perlu waspada, karena tekanan jual juga masih berpotensi terjadi, khususnya dari investor asing, dimana dalam tiga hari terakhir, investor asing masih cenderung melakukan aksi jual yang sudah mencapai hampir Rp 1 triliun. Kondisi di AS dan Uni Eropa saat ini masih cukup beresiko. Tetapi, kondisi Fundamental ekonomi Indonesia yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang mencapai 6,5 %, inflasi yang masih cukup terkendali, dan tingkat suku bunga yang cukup menarik menjadi faktor yang menjadi daya tarik.

(qom/qom)

EXCL akan lunasi utang Rp 2,5 triliun

EXCL akan lunasi utang Rp 2,5 triliun
JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengubah rencana pelunasan utang di tahun ini. Nilai utang yang akan dilunasi diperbesar menjadi Rp 2,5 triliun, dari rencana awal, yaitu Rp 2 triliun.

Emiten telekomunikasi itu juga mengubah sumber dana pelunasan utang. Semula, EXCL berniat menggunakan kas internal. Kini, EXCL mengandalkan kombinasi kas dan pinjaman bank.

Willem Lucas Timmermans, Direktur Keuangan EXCL, menjelaskan, nilai kas yang akan digunakan untuk pelunasan utang Rp 1,5 triliun. Dana itu merupakan arus kas masuk yang tersisa, setelah dikurangi kebutuhan belanja modal di 2011 yang mencapai Rp 6 triliun.

Utang yang tersisa senilai Rp 1 triliun akan dilunasi dengan pinjaman baru dari bank alias refinancing. "Kami sudah berbicara dengan beberapa bank lokal dan asing," kata Willem, Rabu (10/8).

Kendati belum meraih komitmen pinjaman baru, Willem tidak khawatir. Dia menyebut EXCL tidak akan kesulitan mencari pinjaman karena neracanya tergolong sehat. Kini, EXCL masih mempertimbangkan bunga pinjaman. "Kalau menarik, kami tidak cuma mengambil utang untuk pembayaran utang di tahun ini, tetapi juga untuk kegiatan pelunasan utang di tahun depan," kata dia.

Mengutip laporan keuangan perseroan per akhir Juni 2011, total utang EXCL Rp 16,04 triliun. Dengan nilai ekuitas sebesar Rp 12,37 triliun, maka debt to equity ratio (DER) EXCL 1,3 kali.

Rasio itu lebih rendah dibandingkan angka per akhir Juni 2010, yaitu 1,7 kali. "Kami tidak terlalu memperhatikan DER, leverage ratio kami termasuk rendah dibanding perusahaan telekomunikasi lain," kata Willem.

Dia menyatakan, EXCL lebih mengutamakan return on equity (ROE). Itu sebabnya, kelebihan dana akan digunakan untuk melunasi utang. "Kami menjaga ROE sekitar 25%," kata Willem. Per akhir Juni tahun ini ROE EXCL mencapai 24,98%.

Manajemen EXCL menolak mengungkap target tahun ini. Namun Willem optimistis, laba bersih EXCL bisa tumbuh lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan.

Di paruh pertama 2011, pertumbuhan laba EXCL, 15,5%, memang lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan, 7,91%.

EXCL memasang target jumlah pelanggan di akhir 2011 mencapai 45 juta pengguna. Average Revenue Per User (ARPU) EXCL saat ini berkisar Rp 32.000-Rp 33.000, turun dibanding tahun lalu, ARPU 2010, yaitu Rp 35.000.

Wall Street Rebound, Dow Jones Melesat 423 Poin

New York - Saham-saham di bursa Wall Street berbalik arah dengan cepat. Aksi perburuan oleh investor yang sudah lelah melihat kejatuhan saham, mampu membuat indeks saham melonjak hingga 4%.

Lonjakan indeks saham pada Kamis kemarin membuat perdagangan di Wall Street pada pekan ini berlangsung bak yo-yo. Indeks S&P yang sempat merosot hingga 17% sejak 22 Juli, kini kondisi pasar sudah menunjukkan tanda-tanda menguat.

"Ini pasar yang menyerupai lompatan dengan tali elastis. Kita sudah turun jauh dari jembatan kecil, namun kemudian tali elastis menarik kita ke atas lagi," ujar Fred Dickson, chief market strategist D.A Davidson & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/8/2011).

Pada perdagangan Kamis (11/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melonjak 423,37 poin (3,95%) ke level 11.143,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 51,88 poin (4,63%) ke level 1.172,64 dan Nasdaq melonjak 111,63 poin (4,69%) ke level 2.492,68.

Investor menggunakan hasil laporan keuangan Cisco dan penurunan klaim tenaga kerja AS sebagai katalis untuk melawan pelemahan saham-saham. Kekhawatiran seputar meluasnya krisis utang Eropa juga sudah mulai mereda setelah adanya pertemuan antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Indeks Volatilitas CBOE atau VIX juga sudah turun 9,3%, meski masih mendekati level tertingginya. Perdagangan juga berjalan sangat ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 12,99 miliar lembar saham, di atas estimasi rata-rata harian sebesar 7,8 miliar.

"Kita melihat aliran order beli bersih dari investor ritel disini, jadi mereka sedang melakukan perburuan. Saya belum melihat ada orang yang memanggil saya dan mengatakan 'Ini yang saya miliki. Katakan kepada saya apa yang bisa saya jual' dan saya telah melihat itu pada periode volatilitas tinggi lainnya," imbuh Dickson.

Sektor yang mencatat kinerja terbaik adalah finansial, dengan indeks finansial S&P tercatat melonjak hingga 6,3% dan semikonduktor yang naik 5,2%. Demikian pula Dow Jones Transportation Average naik 4,3%.

Saham Cisco System melonjak hingga 16% menjadi US$ 15,92, sehari setelah melaporkan pendapatan dan labanya yang melebihi ekspektasi para analis.

(qom/qom)

Kamis, 11 Agustus 2011

Klaim Pengangguran Turun, Dorong Wall Street Naik

Headline
INILAH.COM, New York - Data klaim tunjangan pengangguran AS yang turun mendorong bursa saham Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (11/8).

Indeks Dow Jones naik 1,2% ke 10.853, indeks Nasdaq naik 1,8% ke 2.425 dan indeks S&P naik 1,3% ke 1.136. Penguatan Dow dipimpin saham Cisco yang naik 13,6% dan saham Bank of America naik 3,09%. Sedangkan indeks S&P dan Nasdaq naik didukung sektor keuangan dan teknisi, demikian dikutip dari yahoofinance.com.

Sementara bursa saham Eropa jatuh terseret sektor perbankan Prancis. Ini melanjutkan koreksi indeks pada perdagangan kemarin. Investor tetap berhati-hati dengan masalah perbankan di Eropa. Perbankan Prancis diterpa rumor akan kehilangan rating dari AAA dan setidaknya satu bank Prancis akan runtuh.

Dari sisi ekonomi, klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu turun 7.000 ke 395.000. Analis memperkirakan akan stabil di 400.000.

Sementara defisit perdagangan AS semakin melebar mejadi US$53,1 miliar pada bulan Juni sebagai defisit terbesar sejak Oktober 2008. Ekspor AS menurun seiring dengan lesunya ekonomi global.