Kamis, 08 September 2011

Aksi jual emas dalam dua hari terakhir bikin si kuning kembali diburu

Aksi jual emas dalam dua hari terakhir bikin si kuning kembali diburu
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia rebound siang ini. Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 1,5% menjadi US$ 1.843,82 per troy ounce. Pada pukul 11.34 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 1.830,65 per barel.

Rupanya, penurunan harga emas yang terjadi selama dua hari belakangan mendorong investor melakukan aksi beli si kuning kinclong untuk melindungi kekayaannya dari ketidakpastian ekonomi dan guncangan finansial. Seperti yang diketahui, harga emas melorot 4,4% dalam dua hari belakangan dari posisi rekor di level US$ 1.921,15 per troy ounce pada 6 September lalu.

"Satu-satunya faktor yang dapat menurunkan harga emas dari level ini adalah faktor fundamental, seperti bank Eropa melepas emas atau adanya pengurangan signifikan atas suplai emas. Hingga saat ini, kami belum ada melihat hal-hal semacam itu," jelas Tom Price, analis UBS AG dari Sydney.

Terkait pandangannya itu, UBS menaikkan proyeksi harga emas untuk 2012 sebesar 50%. Alasannya, data makroekonomi global saat ini sangat mengecewakan. "Harga emas rata-rata akan berada di kisaran US$ 2.075 per troy ounce pada tahun depan," jelasnya. Prediksi tersebut lebih tinggi ketimbang proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar US$ 1.200 per troy ounce.

Sesi I Sempat Jatuh, IHSG Bangkit Lagi 17 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjatuh ke zona merah akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Namun, penguatan saham-saham konsumer dan finansial mengangkat IHSG 17 poin.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 11,464 poin (0,28%) ke level 4.012,897. Indeks melanjutkan reli di hari keempatnya karena investor mulai percaya diri setelah krisis utang di eropa sedikit mereda.

Tekanan jual di saham-saham lapis unggulan sempat membawa IHSG anjlok ke zona merah sampai di posisi 3.978,343, padahal sebelumnya baru saja naik tinggi ke level 4.017,308 sesaat setelah pembukaan perdagangan.

Indeks harus berterima kasih kepada saham-saham berbasis konsumer dan finansial yang akhirnya bisa mengangkatnya kembali ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (8/9/2011), IHSG naik 17,079 poin (0,42%) ke level 4.018,512. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,619 poin (0,36%) ke level 712,714.

Saham-saham tambang yang kemarin naik paling tinggi kini terkena tekanan jual, indeks tambang menjadi salah satu yang memerah bersamaan dengan sektor industri dasar, properti dan infrastruktur.

Minat beli investor masih ada meski tidak terlalu tinggi, baik itu asing maupun lokal. Investor asing juga mencatat pemebelia bersih dengan nilai cukup besar hingga siang ini.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.277 kali pada volume 2,429 miliar lembar saham senilai Rp 2,364 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Bursa saham Asia bergerak mixed setelah pagi tadi kompak menguat. Sentimen negatif krisis utang Eropa sedikit mereda setelah Jerman diperkenankan membantu negara yang kesulitan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 45,57 poin (1,84%) ke level 2.516,09.
  • Indeks Hang Seng melemah 150,85 poin (0,75%) ke level 19.897,15.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 17,03 poin (0,19%) ke level 8.780,44.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 3,92 poin (0,14%) ke level 2.836,05.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 59.950, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 126.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 750 ke Rp 12.500, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 71.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 46.350, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 15.700, Hexindo (HEXA) turun Rp 150 ke Rp 8.400, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.750.

(ang/qom)

DSSA Jual 30% Saham Golden Energy ke GMR

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan melakukan pengalihan sebanyak 1,764 miliar lembar saham PT Golden Energy Mines kepada GMR Infrastruktur Investment (Singapore) Ltd, Pte.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan, Kamis (8/9). Saat ini perseroan memiliki 4,999 miliar lembar saham, atau sekitar 99,99% saham yang ditempatkan pada Golden Mines. Transaksi ini merupakan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam GEMS dikurangi jumlah saham yang diperoleh GMR Singapura dalam penawaran umum GEMS.

Pengambilalihan ini berlaku sejak 11 Agustus, dengan perseroan sebagai pengendali GEMS menandatangani CSPA dengan GMR Singapura.

Aliansi strategi yang dilakukan sebagai langkah positif guna mendukung pencapaian visi dan misi strategis bagi perseroan maupun GEMS untuk mengembangkan pasar batubara di Indonesia dan mengusahakan untuk merealisasikan ekspansi lanjutan di masa yang akan datang.

Perseroan juga tentunya akan memperkuat posisinya saat ini sebagai perusahaan terkemuka di bidang energi dan infrastruktur. [hid]

Transaksi pagi, saham ASII mengambang antara zona hijau dan merah

JAKARTA. Saham PT Astra International (ASII) bergerak mengambang antara zona hijau dan zona merah. Pada pembukaan pagi tadi, saham ASII sempat naik ke level 71.700. Tak lama setelah itu, saham ASII terseret jatuh ke posisi Rp 70.500. Per pukul 10.21, saham ASII tercatat turun 0,21% menjadi Rp 71.100.

Pergerakan saham ASII yang flutuatif terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT Astratel Nusantara, anak perusahaan ASII menandatangani dokumen pengalihan saham atas 95% saham-saham PT Marga Hanurata Intrinstic (MHI) dari PT Natpac Graha Arthamas (Natpac).

Akuisisi ASII terhadap jalan tol Kertosono-Mojokerto yang sepanjang 40,5 km diharapkan dapat meningkatkan pendapatan anak usahanya di bidang infrastruktur, yaitu PT Astratel. Saat ini, Astratel memiliki tiga ruas tol dengan total panjang 124,15 km. Biaya akuisisi sebesar Rp 750 miliar yang seluruhnya dari internal funding dari induk perusahaannya tanpa ada pinjaman.

Waspadai Beberapa Saham Jenuh Beli

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Awal perdagangan Kamis (8/9), bursa saham Indonesia dibuka menguat. Namun, ada beberapa saham yang sebaiknya dihindari karena sudah berada dalam posisi over bought.

Pengamat pasar modal Hendri Efendy menyarankan investor untuk menghindari saham batu bara hari ini. Terutama karena karena saham sektor ini sudah menguat cukup pesat kemarin.”Sell on strength saham-saham batubara karena sudah pada naik tinggi,” katanya kepada INILAH.COM.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (7/9) ditutup menguat tajam 111,46 poin (2,87%) ke level 4.001,433. Sektor pertambangan memimpin kenaikan, dengan menguat 4,19%.

Menurut Hendry, penguatan IHSG pada perdagangan kemarin didominasi saham-saham unggulan, salah satunya dari sektor tambang batu bara. Hal ini terjadi setelah ITMG bagi dividen interim, yang memicu munculnya kepercayaan diri dan minat atas sektor tambang batubara.

Apalagi harga spot batubara tidak turun banyak, meski harga minyak masih lanjutkan tren penurunan dan bertahan di kisaran US$80 - 90 per barel. “Stabilnya harga komoditas ini di level harga tinggi, didukung permintaan batu bara yang tidak terpengaruh oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia,”
paparnya.

Sementara Yuganur Wijanarko dari HD Capital menyarankan investor untuk melakukan penjualan atas beberapa emiten. Ia menilai, kondisi jenuh beli membayangi saham-saham unggulan yang sudah naik cukup pesat.

Salah satu emiten yang direkomendasikan jual adalah Charoen Pokphan (CPIN), emiten yang bergerak di pangan ayam dan produksi bibit yang intergrated. Yuga melihat, kenaikan yang terlalu tajam selama beberapa hari ini dan kondisi overbought (jenuh beli) dapat menimbulkan koreksi.

Terutama bila ada kenaikan untuk mencoba mencetak high baru diatas level Rp3.000. “Rekomendasi jual, dengan prediksi koreksi dapat mencapai Rp2.775, “katanya.

Yuga juga merekomendasikan jual Astra International (ASII). Menurutnya, kondisi jenuh beli overbought menandakan perlu diwaspadai potensi profit taking pada emiten ini. Sehingga, akan lebih bijak melakukan sell on strength dan menunggu koreksi untuk masuk kembali. “Rekomendasi jual dengan target koreksi dapat mencapai Rp70.300, “ujarnya. [mdr]

APEI Dukung Penerapan Pre Closing

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mendukung usulan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penerapan pre closing pada kuartal pertama 2012.

"Penerapan pre closing itu bagus supaya harga tidak terlalu fluktuaktif," ujar Ketua APEI, Lily Widjaja, Rabu (7/9) lalu.

Menurut Lily, meski penerapan pre closing dilakukan, maka itu tidak terlalu mempengaruhi likuiditas saham. Dengan pre closing dapat tercipta harga wajar. Sebelumnya BEI akan menerapkan pre closing pada kuartal pertama 2012 untuk menciptakan harga lebih fair dan wajar.

Saat ini perseroan sedang mengkaji penerapan pre closing itu bersamaan dengan penambahan jam perdagangan efek pada kuartal pertama 2012.

Selain itu, BEI sedang mengkaji untuk penerapan after trading atau aktifitas perdagangan saham yang berjalan setelah jam perdagangan reguler. Tapi penerapan after trading belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Lily menuturkan, penerapan after trading juga baik untuk perdagangan saham. Hal ini dikarenakan ada fund manager yang mau harga saham after trading.

"Sekarang ini juga sudah banyak dilakukan tetapi transaksi terjadi untuk keesokan harinya, Dengan after trading itu akan membantu karena transaksi terjadi pada hari itu juga tapi memang memakai harga tertentu jadi harga rata-rata," kata Lily.

After trading ini juga diakui diminta oleh invetor. Hal ini mengingat investor juga ada yang ingin memakai harga rata-rata. Menurut Lily, after trading berdampak positif karena transaksi dapat dilakukan hari itu juga. "Harga average market didapat setelah closing," tegas Lily. [hid]

Fund Manager Masih Andalkan Saham

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Seurvei HSBC menunjukkan fund manager (pengelola keuangan) masih andalkan saham untuk instrumen investasinya dalam tiga bulan ke depan.

"Gejolak pasar telah membuka peluang untuk potensi pembelian investasi bagi para investor jangka panjang," ujar Regional Head Wealth Management HSBC Asia Pasifik, Bruno Lee dalam keterangan resminya, Kamis (8/9).

Hasil survey menunjukkan dari 12 fund manager global yang disurvei, 63%-nya yakin bahwa investasi dalam bentuk saham masih berpotensi untuk meningkat di kuartal ketiga 2011. Sebagian besar fund manager juga yakin terhadap pertumbuhan positif instrumen obligasi Asia (83%) dan obligasi negara berkembang (71%).

"Para fund manager melihat peluang di ekonomi negara berkembang dan fokus pada pasar saham China dengan harapan akan berakhirnya siklus memperketat perekonomian dan turunnya inflasi di China," beber Lee.

Kecenderungan tinggi para fund manager untuk pasar saham China juga tumbuh lebih dari dua kali lipat sejak kuartal sebelumnya menjadi 57%. Fund manager juga menunjukkan penurunan terhadap preferensi instrumen obligasi Eropa (83%) dan separuhnya (50%) juga menunjukkan kurang percaya terhadap pasar saham Eropa.

Dalam Surevei HSBC ini, HSBC melakukan survei terhadap 12 fund manager global antarnegara dengan total pengelolaan aset US$4,4 triliun atau setara dengan 17% dari estimasi total dana pengelolaan investasi gobal. Tujuan dari survei ini diantaranya untuk melihat persebaran aset investasi dan mengamati aliran dana di level global, memprediksi tren instrumen investasi dan negara tujuan investasi. [hid]

IHSG Dibuka masih Naik 0,35%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (8/9) pagi dibuka naik 14,08 poin atau 0,35% ke 4.015,51. Volume perdagangan mencapai 33,6 juta saham senilai Rp71,3 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 23 saham naik, 3 saham turun dan 20 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp14,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp33,4 miliar dan penjualan asing sekitar Rp18,8 miliar.

Indeks JII naik 0,5 poin ke 558,30, indeks ISSI naik 0,14 poin ke 130,07 dan indeks LQ45 naik 1,27 poin ke 711,36. Penguatan dialami sektor perkebunan naik 12,3 poin ke 2.329 sedangkan sektor pertambangan turun 12,3 poin ke 3.023.

Pada perdagangan Rabu (7/9) dini hari tadi, Indeks Dow Jones ditutup naik 275,56 poin (2,47%) ke level 11.414,86 setelah Presiden AS Barrack Obama dikabarkan akan mengeluarkan dana sebesar US$300 miliar lagi untuk meningkatkan perekonomian negara tersebut.

Sementara bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,9% ke 19.856, indeks Nikkei naik 0,4% ke 8.804, indeks Shanghai turun 0,1% ke 2.513 dan indeks ASX turun 0,3% ke 4.168.

Saham yang menguat seperti saham GGRM naik Rp300 ke Rp59.000, IMAS naik Rp250 ke Rp11.450, KKGI naik Rp150 ke Rp6.350, SCMA naik Rp150 ke Rp6.000, AALI naik Rp100 ke Rp22.600, TRAM naik Rp100 ke Rp800, UNVR naik Rp100 ke Rp17.500, BBRI naik Rp50 ke Rp6.900.

Saham yang melemah seperti saham ASII truun Rp750 ke Rp70.500, ITMG turun Rp750 ke Rp45.900, INTP turun Rp200 ke Rp8.700.

Survei: Fund Manager Masih Andalkan Saham

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Survei HSBC menunjukkan fund manager (pengelola keuangan) masih andalkan saham untuk instrumen investasinya dalam tiga bulan ke depan.

"Gejolak pasar telah membuka peluang untuk potensi pembelian investasi bagi para investor jangka panjang," ujar Regional Head Wealth Management HSBC Asia Pasifik Bruno Lee dalam keterangan resminya, Kamis (8/9).

Hasil survei menunjukkan dari 12 fund manager global yang disurvei, 63%-nya yakin bahwa investasi dalam bentuk saham masih berpotensi untuk meningkat di kuartal ketiga 2011. Sebagian besar fund manager juga yakin terhadap pertumbuhan positif instrumen obligasi Asia (83%) dan obligasi negara berkembang (71%). "Para fund manager melihat peluang di ekonomi negara berkembang dan fokus pada pasar saham China dengan harapan akan berakhirnya siklus memperketat perekonomian dan turunnya inflasi di China," beber Lee.

Kecenderungan tinggi para fund manager untuk pasar saham China juga tumbuh lebih dari dua kali lipat sejak kuartal sebelumnya menjadi 57%. Fund manager juga menunjukkan penurunan terhadap preferensi instrumen obligasi Eropa (83%) dan separuhnya (50%) juga menunjukkan kurang percaya terhadap pasar saham Eropa.

Dalam survei HSBC ini, HSBC melakukan survei terhadap 12 fund manager global antarnegara dengan total pengelolaan aset US$4,4 triliun atau setara dengan 17% dari estimasi total dana pengelolaan investasi gobal. Tujuan dari survei ini diantaranya untuk melihat persebaran aset investasi dan mengamati aliran dana di level global, memprediksi tren instrumen investasi dan negara tujuan investasi. [cms]

Imbauan pelarangan ekspor emas membuat saham ANTM bergerak fluktuatif

JAKARTA. Saham PT Aneka Tambang (ANTM) bergerak liar pagi ini. Sesaat setelah dibuka, saham ANTM melaju hingga ke level Rp 1.970 atau naik 1,03%. Tak lama setelah itu, saham ANTM dilanda aksi jual sehingga turun 1,03% ke posisi Rp 1.930. Per pukul 10.01, saham ANTM tercatat turun 0,51% menjadi Rp 1.940.

Pergerakan liar saham ANTM terjadi seiring imbauan pemerintah untuk membatasi ekspor emas di tengah melonjaknya harga logam mulia ini. Kendati begitu, Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi menilai, imbauan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan ANTM. "Kami melihat, permintaan domestik dapat menyerap produk emas ANTM sehingga mampu menopang pendapatan ANTM kedepannya," jelasnya.

Pada tahun 2010, produk emas ANTM memberikan kontribusi sekitar 22% dari total pendapatan ANTM yang notabene sekitar 70% berasal dari nikel. Konsensus analis (Bloomberg) mencatat delapan analis merekomendasi beli, 11 analis merekomendasikan tahan, dan dua analis merekomendasikan jual. Adapun target harga saham ANTM Rp 2.329 per saham.

Delapan sektor tergelincir, IHSG terseret ke zona merah

Delapan sektor tergelincir, IHSG terseret ke zona merah
JAKARTA. Meskipun sempat dibuka di zona hijau, tapi beberapa menit kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah. Pada Kamis (8/9), pukul 09.46 WIB, IHSG turun 0,53% ke level 3.980,404. Padahal, kemarin indeks berhasil ditutup reli dan kembali menembus level 4.000.

Delapan sektor terseret ke zona merah, dengan pelemahan terbesar pada sektor infrastuktur yang jatuh 1,05%. Disusul sektor pertambangan yang turun 0,93%.

Sebanyak 93 sektor saham jatuh tersungkur, walaupun masih ada 48 saham lainnya yang berhasil naik. Sedangkan 77 saham masih diam di tempat.

Deretan saham yang menempati posisi top losers pagi ini, antara lain Argha Karya Prima Inds, Tbk (AKPI) yang anjlok 5,93%v ke Rp 1.270. Lalu, saham Central Omega Resources Tbk (DKFT) yang juga terkoreksi 5,88% ke Rp 2.000, dan Ancora Indonesia Resouces Tbk (OKAS) yang jatuh 5,17% ke Rp 275.

Sedangkan, posisi top gainers diisi saham PT Garga Tujuh Buana Tbk (GTBO yang naik 13,76% ke Rp 215. Kemudian, saham PT Trada Maritim Tbk (TRAM) yang naik 12,86% ke Rp 790.

Benakat Mining, Anak Usaha BIPI Terbitkan MEB

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Benakat Mining, anak usaha PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) akan melepas sebagian saham PT Java Mitra Sentosa (JAVA) melalui mekanisme mandatory exchangable bond (MEB).

Hal itu disampaikan manajemen BIPI dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/9). PT Benakat Mining akan melepas 4.480 saham JAVA atau setara 64% kepemilikan di JAVA kepada pemegang mandatory exchangable bond.

Perseroan melepas unit usaha untuk fokus di bidang usaha eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Selain itu, pelepasan unit usaha dilakukan karena unit usaha tersebut masih belum maksimal berkontribusi kepada perseroan dan membutuhkan dana serta resiko besar untuk berinvestasi. Meski begitu, perseroan tetap mempertahankan kepemilikan minoritas untuk mengantisipasi keuntungan ke depan.

Perseroan telah menandatangani exchangable note issuance dengan PT Arwa Artha Sejahtera sebagai pembeli meb pada 26 Agustus lalu. Nilai MEB sebesar Rp975 miliar dengan bunga pinjaman 0% per tahun. Dana hasil penerbitan meb untuk pengembangan bisnis minyak dan gas bumi perseroan.

Nilai transaksi ini sebesar Rp975 miliar atau lebih kurang 28,7% dari jumlah ekuitas sehingga ini merupakan transaksi material dan harus memenuhi peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.2. Seperti diketahui, saat ini Benakat Mining memiliki saham JAVA sebesar 91,43%. [hid]

TRAM akan Beli CB Awesome Coal

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Trada Maritime Tbk (TRAM) akan membeli convertible bond yang dikeluarkan oleh PT Awesome Coal.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Rencana ini sudah didukung dengan penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Zaka Limited. MoU tersebut telah dilakukan pada 6 September 2011 lalu.

Namun transaksi ini harus disetujui oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Luar Biasa (RUPSLB) perseroan. Zakia Limited adalah perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum Uni Emirat Arab, sementara PT Awesome Coal adalah perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum negara RI yang memiliki atas 99,99% saham dari seluruh saham dikeluarkan.

Serta disetor penuh pada PT Gunung Bara Utama yang memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi di Mandar, Damai, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Analis: IHSG berpotensi melanjutkan penguatan kemarin

Analis: IHSG berpotensi melanjutkan penguatan kemarin
JAKARTA. Pada perdagangan kemarin (7/9), indeks Dow Jones ditutup naik 275,56 poin (2,47%) ke level 11.414,86. Lonjakan tersebut terjadi setelah Presiden AS Barrack Obama, dikabarkan akan mengeluarkan dana sebesar US$ 300 miliar untuk mendongkrak perekonomian negara tersebut.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (7/9) ditutup naik 114,4 point (2,87%) ke level 4.001. Investor asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp 370 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli adalah ASII, HRUM, BMRI, TLKM dan LPKR.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, secara teknikal, IHSG bergerak menguat dan berhasil break dari garis resistance downtrend jangka pendeknya.

"Melihat candlestick yang telah membentuk Bullish Marubozu serta MACD yang telah membentuk golden cross dengan histogram yang memanjang di area positif, kami perkirakan IHSG akan kembali melanjutkan penguatannya dan bergerak pada kisaran 3.960-4.067," paparnya. Dia menyebutkan, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GJTL, PGAS, dan BMRI.

Hal yang sama diungkapkan oleh Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia. Dia menjelaskan, sentimen positif dari bursa AS diharapkan akan mengantar IHSG untuk menguji kisaran resisten 4.020-4.050.

"Meskipun demikian, perlu juga dicermati bahwa posisi penutupan dari indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum memberikan signal positif untuk jangka menengah, karena masih cukup jauh dari kisaran resisten 11.500-11.700," papar Satrio.

Pria yang akrab dipanggil Tomi ini menambahkan, meskipun IHSG bakal bergerak naik, tapi investor juga harus mencermati perkembangan dengan sebaik-baiknya. "Jika Anda menginginkan untuk melakukan profit taking, sebaiknya memperhatikan resisten level yang kuat," urainya.

Adapun rekomendasi Tomi antara lain: sell on strength (SOS) ASII di 72.500-73.000, SOS PGAS di 3.050-3.150, SOS INDF di 6.250-6.450.

Pemegang saham talangi seluruh belanja modal POLY

JAKARTA. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) optimistis kebutuhan belanja modal di 2011 ini bisa terpenuhi.

Tunaryo, Sekretaris Perusahaan POLY, menuturkan Damiano Investment BV sebagai pemegang saham mayoritas, menjamin akan terus mengucurkan dana untuk anggaran capital expenditure (capex).

POLY menganggarkan capex tahun ini US$ 23 juta. Dana itu dialokasikan untuk membiayai peningkatan kapasitas produksi fiber dari kisaran 144.000-148.000 ton per tahun menjadi 190.000 ton per tahun di 2012 nanti. Selain itu, perusahaan ini akan menggunakan belanja modal untuk program penghematan usaha dan mengembangkan produk-produk khusus (specialty products), seperti kain kebutuhan khusus.

Damiano akan memenuhi kebutuhan capex POLY secara bertahap. Hingga akhir semester satu 2011, Damiano sudah mengucurkan US$ 15 juta, atau setara 30% dari total capex 2011.

Pada akhir Agustus lalu, POLY kembali mendapat kucuran dana sebanyak US$ 4 juta. "Sisanya akan ditarik dalam empat bulan ini," papar Tunaryo, Rabu (7/9).

Perusahaan penghasil benang ini sempat khawatir akan kekurangan kucuran dana guna kebutuhan capex. Manajemen POLY sebelum ini sempat menuturkan bahwa Damiano hanya bisa menalangi sebagian kebutuhan dana capex, yakni sebesar US$ 11 juta. Pasalnya, kondisi pasar global tengah lesu.

Karena itu POLY sempat mencoba mencari pinjaman dari pihak ketiga untuk menutupi kebutuhan belanja modal. Produsen benang ini sempat mengajukan proposal pembiayaan ke beberapa institusi.

Namun, perusahaan ini kesulitan mendapat pinjaman karena proses restrukturisasi utang senilai US$ 284 juta tak kunjung selesai. Dus, tadinya POLY berharap restrukturisasi utang bisa cepat kelar.

Sampai saat ini POLY masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan terkait proses restrukturisasi utang tersebut. "Kami belum bisa menarik pinjaman karena restrukturisasi belum disetujui," imbuh Tunaryo.

Dengan adanya kepastian pendanaan belanja modal dari pemegang saham utama, perseroan ini optimistis rencana ekspansi tahun ini bisa berjalan. Emiten tekstil ini yakin program ekspansi produksinya bisa rampung sesuai jadwal semula, yaitu semester satu 2012 mendatang.

Perusahaan yang dulunya dimiliki oleh kelompok usaha Texmaco itu, juga yakin bisa meningkatkan kinerja keuangannya untuk paruh kedua tahun ini. Pengelola POLY memasang target pendapatan sebesar Rp 4,4 triliun untuk tahun ini. Target itu lebih tinggi 10% daripada realisasi pendapatan untuk tahun lalu yang sebesar Rp 4,32 triliun.

Sepanjang paruh pertama 2011 lalu, POLY sudah mencetak pendapatan Rp 2,82 triliun. Sementara laba bersih perusahaan benang di enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 456,2 miliar.

Aussie dan kiwi masih melanjutkan penguatan kemarin

Aussie dan kiwi masih melanjutkan penguatan kemarin
SYDNEY. Pergerakan dollar Australia pagi ini masih mempertahankan penguatan kemarin. Bahkan, mata uang yang kerap dipanggil aussie ini menguat ke level tertinggi dalam sepekan terakhir atas yen.

Pada pukul 09.38 waktu Sydney, aussie diperdagangkan pada posisi US$ 1,0641 dari US$ 1,0662 kemarin. Sementara, nilai tukar aussie ditransaksikan di posisi 82,31 yen dari 82,37 yen.

Tidak hanya aussie, pergerakan dollar Selandia Baru alias kiwi juga perkasa. Nilai tukar kiwi berada di posisi 83,29 per US sen dari sebelumnya 83,20 US sen. Kiwi juga menguat 0,2% menjadi 64,42 yen.

"Sentimen positif yang berasal dari AS kemarin malam akan menjalar ke pasar Asia hari ini. Pasar juga tengah menunggu data tenaga kerja Australia untuk Agustus yang akan dirilis hari ini. Data ini juga dapat menjadi kunci pendorong aussie untuk menguat lebih besar lagi," urai Alex Sinton, senior dealer ANZ National Bank Ltd di Auckland.

Sekadar tambahan saja, berdasarkan hasil survei Bloomberg kepada sejumlah ekonom, jumlah lapangan kerja baru Australia akan naik sebanyak 10.000 pada Agustus, setelah sebelumnya turun 100 pada Juli lalu.

Anak Usaha Benakat Lepas Sebagian Saham JAVA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Benakat Mining, anak usaha PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) akan melepas sebagian saham PT Java Mitra Sentosa (JAVA) melalui mekanisme mandatory exchangable bond (MEB).

Hal itu disampaikan manajemen BIPI dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/9). PT Benakat Mining akan melepas 4.480 saham JAVA atau setara 64% kepemilikan di JAVA kepada pemegang mandatory exchangable bond. Perseroan melepas unit usaha untuk fokus di bidang usaha eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Selain itu, pelepasan unit usaha dilakukan karena unit usaha tersebut masih belum maksimal berkontribusi kepada perseroan dan membutuhkan dana serta risiko besar untuk berinvestasi.

Meski begitu, perseroan tetap mempertahankan kepemilikan minoritas untuk mengantisipasi keuntungan ke depan.Perseroan telah menandatangani exchangable note issuance dengan PT Arwa Artha Sejahtera sebagai pembeli meb pada 26 Agustus lalu. Nilai MEB sebesar Rp975 miliar dengan bunga pinjaman 0% per tahun. Dana hasil penerbitan meb untuk pengembangan bisnis minyak dan gas bumi perseroan. Nilai transaksi ini sebesar Rp975 miliar atau lebih kurang 28,7% dari jumlah ekuitas sehingga ini merupakan transaksi material dan harus memenuhi peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.2.Seperti diketahui, saat ini Benakat Mining memiliki saham JAVA sebesar 91,43%. [cms]

IHSG Masih akan Menguat Jangka Pendek

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Secara teknikal, IHSG hari ini akan bergerak menguat dan berhasil break dari garis resistance downtrend jangka pendeknya.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Kamis (8/9). "Kami perkirakan IHSG akan kembali melanjutkan penguatannya dan bergerak pada kisaran 3,960-4,067 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GJTL, PGAS, dan BMRI," tulis riset tersebut.

Potensi penguatan ini dengna melihat candlestick yang telah membentuk Bullish Marubozu serta MACD yang telah membentuk golden cross dengan histogram yang memanjang di area positif.

Pada perdagangan Rabu (7/9) dini hari tadi, Indeks Dow Jones ditutup naik 275,56 poin (2,47%) ke level 11.414,86 setelah Presiden AS Barrack Obama dikabarkan akan mengeluarkan dana sebesar US$300 miliar lagi untuk meningkatkan perekonomian negara tersebut.

Sementara Minyak light sweet diperdagangkan di level $90 per barel menyusul rebound di pasar saham global dan badai tropis mengganggu produksi minyak di Teluk Meksiko.

IHSG pada perdagangan kemarin (7/9) ditutup naik 114.4 point (2,87%) ke level 4,001 dengan asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp370 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli antara lain ASII, HRUM, BMRI, TLKM dan LPKR.

Adanya rencana stimulus AS mendongkrak bursa Asia

Adanya rencana stimulus AS mendongkrak bursa Asia
TOKYO. Sebagian besar bursa acuan di kawasan Asia naik pagi ini. Pada pukul 09.46 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,6% menjadi 122,44. Untuk setiap enam saham yang naik, hanya ada satu saham yang turun.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,9%, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,9%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,5%.

Sedangkan saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia adalah: Toyota Motor Corp yang naik 1,1% di Tokyo, Canon Inc yang naik 1,4% di Tokyo, Sumco Corp yang naik 1,4% di Tokyo, dan Woori Investment & Securities Co yang terjungkal 13% di Seoul.

Beberapa faktor yang menstimulasi pergerakan bursa Asia diantaranya langkah AS yang akan kembali menyokong perekonomiannya dengan menyuntikkan dana senilai US$ 300 miliar lebih serta kemungkinan Eropa mampu menyelesaikan krisis utangnya. Dua faktor tersebut mendongkrak outlook bagi saham-saham eksportir di kawasan regional.

"Kecemasan mengenai perekonomian AS dan Eropa mulai mereda sekarang. Sentimen pengambilan resiko oleh investor asing rebound, setelah adanya kenaikan tinggi atas kontrak futures harga minyak," jelas Mitsushige Akino, analis Ichiyoshi Investment Management Co.

Sell on Strength BUMI di Rp2.875-2.900

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Kamis (8/9) diprediksi menguat. Hanya saja, belum akan mematahkan fase down trend-nya. Para trader, disarankan sell on strength di level Rp2.875 hingga Rp2.900.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, jika dilihat sejak pekan pertama Mei 2011 dan memasuki pekan kedua, saham PT Bumi Resources (BUMI) memasuki fase down trend dalam empat bulan terakhir. Kondisi tampak dari chart-nya yang selalu berada di bawah Exponential Moving Average (MA)20.

Menurutnya, setelah level Rp3.400-an ditembus ke bawah pada 23 Mei 2011 dari level tertingginya 3.625 pada 10 Mei 2011, BUMI terus turun ke level sekarang ini Rp2.500-an. Jadi, sejak Mei 2011 saham BUMI berada dalam down trend. “Pada Rabu (7/9) dan Selasa (6/9), BUMI mencoba untuk menembus MA20-nya di level Rp2.700-2.725,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (7/9).

Pada perdagangan Rabu (7/9), saham BUMI ditutup menguat Rp150 (5,82%) ke level Rp2.725 dari posisi sebelumnya Rp2.575. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.725 dan terendah Rp2.625. Volume transaksi mencapai 77,1 juta unit saham senilai Rp206,7 miliar dan frekuensi 2.830 kali.

Lebih jauh Tommy mengatakan, level Rp2.725 tersebut merupakan resistance saham sejuta umat ini. Jadi, penutupan kemarin, tepat di titik resistance-nya. “Karena itu, secara tren, saham ini masih turun dan penembusan MA20-nya belum mengkonfirmasi down trend-nya terpatahkan,” tandas Tommy.

Hanya saja, lanjut Tommy, resistance terdekatnya, memang berada di level Rp2.725 meskipun kenaikan kemarin cukup tajam. Karena itu, arah pergerakan saham BUMI ke depannya, belum bisa dipastikan secara teknikal. “Pasar masih harus melihat, apakah saham ini tembus level resistance tersebut atau tidak,” ungkap Tommy.

Menurut dia, jika berhasil menembus level resistance Rp2.725, target penguatan BUMI berikutnya di level Rp2.900-2.925. Level inilah yang mengkonfirmasi, fase down trend-nya terpatahkan. Karena itu, jika tembus level Rp2.925, jadi level aman untuk masuk bagi investor jangka panjang. “Saat ini, saham BUMI masih berada pada area trader (investor jangka pendek). Jadi, trader dipersilahkan masuk,” imbuhnya.

Sebab, dijelaskan Tommy, momentum BUMI sangat kuat dan mantul dari level support-nya. Tapi, ini sangat tergantung pada pergerakan bursa regional. Level support saham ini berada di level Rp2.450-2.475. “Investor jangka panjang, jangan main-main saham BUMI dulu kecuali jika mau berspekulasi,” timpalnya.

Dia memperkirakan, untuk Kamis (8/9) ini masih ada momentum kenaikan saham BUMI sehingga level Rp2.725 berpeluang ditembus. Tapi, berpeluang tertahan di level Rp2.900-an. Sebab, di level-level ini akan terjadi perlawanan jual dari pasar. “Jika tembus ke level Rp2.950-3.000, merupakan level aman karena fase down trend-nya aman dan sudah terpatahkan,” ungkapnya.

Sebab, saham BUMI akan memulai fase yang lain baik sideways ataupun up trend. Jika resistance Rp2.925 tembus, aman untuk masuk. Tapi, selama resistance 2.925-nya belum ditembus, saham ini masih down trend. Ini menjadi level kunci. “Karena itu, trader seharusnya sudah masuk di saham BUMI sejak kemarin,” ucapnya.

Hari ini, dijelaskannya, masih bisa naik tapi risk and reward-nya kurang bagus sehingga potential gain saham sejuta umat ini lebih kecil. “Di level Rp2.900 atau Rp2.875, trader bisa jualan, sell on strength dan bisa beli lagi jika level down trend-nya sudah terpatahkan,” imbuh Tommy Yu.

Outlook perusahaan ekspor positif, indeks Nikkei melaju

Outlook perusahaan ekspor positif, indeks Nikkei melaju
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang melaju pagi ini. Pada pukul 09.09 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,1% menjadi 8.855. Sementara, indeks Topix naik 1,1% menjadi 762,05.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Negeri Sakura antara lain: Honda Motor Co naik 1,5%, Sony Corp naik 1,5%, dan Kubota Corp naik 3,3%.

Salah satu faktor yang mendorong bursa Jepang adalah outlook kinerja perusahaan eksportir yang positif setelah rencana Presiden Barack Obama untuk menginjeksi dana lebih dari US$ 300 miliar ke sistem perekonomian AS. Selain itu, prospek krisis utang yang membelit Eropa juga kian membaik.

"Kecemasan mengenai perekonomian AS dan Eropa mulai mereda sekarang. Sentimen pengambilan resiko oleh investor asing rebound, setelah adanya kenaikan tinggi atas kontrak futures harga minyak," jelas Mitsushige Akino, analis Ichiyoshi Investment Management Co.

Reminder Cum Date Dividen CENT 08/09/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 08 September 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

CENT

CENTRIN ONLINE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 1.- per saham

Saham MITI Buka Jalan ke Level Rp100

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) berpotensi menuju level Rp100 per saham setelah dikabarkan diburu investor kakap baik lokal maupun asing.

Pasar merespon soal perusahaan batubara yang disebut-sebut asal Brunei Darussalam tertarik mengakuisisi saham perseroan sekitar 20%.

Pada perdagangan kemarin saham MITI naik Rp3 ke Rp56 dengan volume 54.961 saham senilai Rp1,5 miliar dengan 438 kali transaksi.

Bursa Asia Lanjutkan Penguatan

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia memperpanjang kenaikan pada Kamis (8/9) pagi, karena kekhawatiran krisis utang Eropa dan pertumbuhan ekonomi AS mereda.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang naik 1%, sedangkan Korea Selatan Kospi naik 0,6%, dan di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 0,7%.

Pasar saham global terapresiasi kemarin, didorong harapan bahwa stimulus fiskal dan moneter sedang berlangsung dan bahwa para pembuat kebijakan Eropa mengambil langkah konstruktif pada isu-isu fiskal," ujar Yelena Shulyatyeva, ahli strategis di BNP Paribas. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Beberapa berita optimis adalah, bahwa pengadilan Jerman turut mendukung usulan bailout zona euro, Beige Book Federal Reserve menunjukkan bahwa ekonomi AS masih tumbuh, dan rincian muncul atas proposal penciptaan pekerjaan presiden AS yang akan diluncurkan Kamis malam waktu setempat.

Dalam pidato Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada Kamis, investor juga berharap beberapa petunjuk tentang bagaimana bank sentral AS mendukung perekonomian.

"Pidato The Fed mengisyaratkan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut pada pertemuan Komite Pasar Terbuka federal yang diperpanjang hingga 20-21 September," kata Shulyatyeva.

Karena meredanya kekhawatiran tentang krisis utang Eropa, saham keuangan naik di Asia, dengan Aozora Bank Ltd naik 2,2% dan Mizuho Financial Group Inc naik 0,9% di Tokyo. Macquarie Group Ltd naik 1,3% dan National Australia Bank Ltd naik 1,2% di Sydney.

Produsen mobil juga mendapatkan harapan yang lebih baik karena ekonomi AS, dengan Nissan Motor Co naik 1,3% di Tokyo dan Hyundai Motor Co naik 1,5% di Seoul. Karena aksi beli investor terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi, perusahaan minyak dan gas juga naik, dengan Inpex Corp Jepang naik 2,1%, dan Caltex Australia Ltd naik 4,1% di Sydney. [ast]

Sst.. Saham BUDI Siap ke Rp600

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) berpotensi menembus level Rp600 dalam jangka pendek.

Potensi ini setelah disebut-sebut produsen komditas asal Amerika tertarik untuk mengakuisisi saham perseroan.

Kemarin saham BUDI ditutup menguat Rp50 ke level Rp325 dengan volume 49.063 saham senilai Rp7,5 miliar sebanyak 641 kali transaksi.

Meski yield dividen kecil, tetap menarik diburu

JAKARTA. Musim pembagian dividen di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum usai. Sejumlah emiten masih akan membagikan dividen dalam waktu dekat. Namun para analis menghitung bahwa yield dividen emiten-emiten tadi termasuk kecil dibanding risiko investasinya.

Emiten yang akan membagi dividen dalam waktu dekat antara lain PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Produsen semen ini akan membagikan dividen tunai interim senilai Rp 23 per saham.

Bila menggunakan patokan harga penutupan SMCB kemarin di Rp 2.050 per saham, yield dividen SMCB hanya 1%. “Yield dividen ini termasuk kecil,” kata Ni Putu Kurnia Sari, Analis Syailendra Capital, Rabu (7/9).

Putu menuturkan sebagai emiten yang bukan termasuk bluechips, seharusnya yield dividen yang diberikan SMCB di atas 3%. Pasalnya, risiko investasinya juga lebih tinggi.

Meski begitu, Putu menilai dividen SMCB cukup menarik diburu. Sebab emiten ini baru bisa mulai membagi dividen tahun ini, lantaran sebelumnya mengalami defisit.

Emiten lain yang akan membagi dividen adalah PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA). Emiten perkebunan ini berencana membagi dividen senilai Rp 20 per saham. "Ini berdasarkan hasil keputusan rapat direksi perseroan pada 5 September 2011," kata Widarto, Presiden Direktur TBLA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/9).

Dengan menggunakan patokan harga penutupan kemarin sebesar Rp 710 per saham, TBLA memberi yield dividen sekitar 2,81%. Analis menilai, dividen perusahaan ini cukup menarik diburu. TBLA menetapkan cum date untuk dividen ini pada 28 September.

Selain itu, dividen yang cukup menarik untuk diburu adalah dividen Pembagian dividen tersebut dilakukan setleah SMCB barau saja merampungkan kuasi reorganisasinya. Selain itu “Emiten semen biasanya memang butuh kas yang besar untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu membutuhkan perbaikan mesin, itu kenapa biasanya laba cenderung ditahan perusahaan,” kata Putu.

Beberapa emiten yang juga membagikan dividen diantaranya adalah PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) bakal membagikan dividen Rp 2 persaham dan harga kemarin Rp 270 per saham maka dividen yieldnya 0,74%. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen interim senilai Rp 20 per saham, dengan harga saham kemarin Rp 710 persaham, maka dividen yield berkisar 2,81%.

Sementara PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Perusahaan tambang ini membagi dividen sebesar Rp 1.168 per saham.

Artinya yield dividen emiten ini mencapai 2,5%. “Dividen ITMG terhitung menarik secara sektoral, mereka menyisihkan sebagian besar laba untuk dividen,” kata analis Erdhika Elit Sekuritas, Arief Fahruri. Asal tahu saja, besar dividen ITMG setara dengan 75% dari laba bersih semester satu lalu. Cum date ITMG di tanggal 28 September.

Analis menilai, saham-saham emiten pembagi dividen tersebut menarik diburu karena menjanjikan potensi kenaikan harga. Dus, pembagian dividen tidak hanya menarik karena dividen yang bisa didapatkan. Namun para investor bisa menikmati untung ganda.

Dalam perdagangan kemarin, harga saham ITMG naik 5,42% menjadi Rp 46.650 per saham. Sementara TBLA naik 4,41% jadi Rp 710 per saham.

Teknologi dan Otomotif Angkat Saham Jepang

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang memperpanjang kenaikan pada perdagangan Kamis (8/9), dengan saham eksportir menguat karena dolar tetap di atas 77 yen dan saham perbankan menguat atas meredanya kekhawatiran utang Eropa.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,1% menjadi 8.857,24, sedangkan Topix naik 1,2% menjadi 762,31. Saham teknologi dan otomotif yang fokus pada ekspor, yang membukukan kenaikan pada perdagangan sebelumnya, kembali memimpin penguatan.

Elpida Memory Inc naik 3%, NEC Corp naik 2%, Renesas Electronics Corp naik 2,9% dan Nintendo Co melonjak 3,9%. Di antara produsen mobil, Honda Motor Co naik 1,9%, dan Mazda Motor Corp naik 2,6%.

Sebuah putusan pengadilan Jerman yang memungkinkan negara berpartisipasi dalam rencana penyelamatan kawasan dan persetujuan rencana penghematan Italia, membantu meredakan kekhawatiran Eropa, serta menagngkat saham perbankan Jepang.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 1,5%, dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 1,3%. Di antara saham lain yang menguat, Bridgestone Corp naik 3,1% setelah Morgan Stanley meng-upgrade saham menjadi overweight dan menaikkan target harga. [ast]

Italia Reformasi Fiskal, Rupiah Terangkat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (8/9) diprediksi menguat. Parlemen Italia yang meloloskan UU reformasi penghematan fiskal jadi salah satu pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, Kamis (8/9) ini rupiah masih bisa menguat tipis seiring sudah besarnya peluang dari Parlemen Italia yang meloloskan Undang-Undang Reformasi kebijakan penghematan fiskal. Ini menjadi sentimen positif tambahan bagi euro dan rupiah.

Namun, lanjutnya, hari ini juga ada pertemuan Bank Sentral Inggris (BoE) dan European Central Bank (ECB). Jadi, investor berpeluang menahan posisi terlebih dahulu. Investor menantikan bagaimana persepsi bank sentral terhadap krisis utang zona euro yang belakangan ini cukup memburuk. "Karena itu, penguatan rupiah akan terbatas dan bergerak dalam kisaran 8.540 hingga 8.570 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Firman mengatakan, suku bunga BoE dan ECB kemungkinan akan ditahan setelah IHSG ditutup hari ini. "BoE memang tidak akan memberikan pernyataan, tapi komitmen Bank Sentral untuk tetap mempertahankan suku bunga bisa mengurangi persepsi negatif terhadap poundsterling," ujar Firman.

Sementara itu, lanjutnya, ECB lebih fokus pada pernyataan presidennya Jean-Claude Trichet yang diperkirakan masih akan memberikan gambaran suram ekonomi di zona euro. ECB juga bakal menegaskan agar pimpinan Eropa mempercepat penyelesaian krisis utang. "Terutama, setelah dua hari lalu, Trichet mengatakan, bahwa pembelian obligasi oleh ECB hanya bersifat sementara," ucapnya.

Dari dalam negeri, dikatakan Firman, hari ini Bank Indonesia akan mengumumkan BI rate yang seharusnya jadi sentimen positif bagi rupiah. Terutama dengan optimisme BI terhadap performa ekonomi Indonesia dan BI juga akan mempertahankan BI rate di level 6,75%. "Tapi, pasar juga menantikan data cadangan devisa dan penyaluran kredit 2011 ini," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (7/9) ditutup melemah tipis 2 poin (0,02%) ke level 8.550/8.560 per dolar AS.

Obligasi WEHA terbit Oktober

JAKARTA. PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA) berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar. Penerbitan obligasi ini dijadwalkan berlangsung antara Oktober-November tahun ini.

Manajemen WEHA menjelaskan, proses penerbitan obligasi masih berlangsung. “Kami usahakan tidak melewati semester dua tahun ini,” kata Sudjasmin Djambiar, Direktur dan Sekretaris Perusahaan WEHA, Rabu (7/9).

WEHA berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk menambah jumlah armada. Namun perusahaan yang mengelola jasa transportasi darat ini belum mengantongi perkiraan berapa jumlah kendaraan yang akan dibeli dengan menggunakan hasil penerbitan obligasi. WEHA juga akan mengalokasikan sebagian uang hasil penjualan surat utang untuk memenuhi modal kerja.

Rencana ini melengkapi agenda ekspansi penambahan armada perusahaan operator bus White Horse tersebut. Sebelum ini WEHA berencana membeli tambahan armada Hyundai Starex Mover untuk taksi premium sebanyak 100 unit. Perusahaan ini juga berniat menambah 20 unit bus Mercedes Benz berukuran besar. Jadi, total armada taksi WEHA dengan pembelian tersebut akan menjadi 300 unit dan bus berukuran besar menjadi 89 unit.

Untuk pembelian tersebut perusahaan ini akan menggunakan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri senilai Rp 60,3 miliar. Panorama sudah memperoleh kepastian atas fasilitas pinjaman tersebut Juni lalu. WEHA akan mencairkan pinjaman ini sesuai kebutuhan. Jangka waktu pelunasan kredit adalah 60 bulan sejak penarikan dilakukan.

Mengutip laporan keuangan per Juni 2011, total utang perusahaan mencapai Rp 154,82 miliar. Sedang total ekuitas Rp 76,29 miliar. Jadi, debt to equity ratio (DER) WEHA mencapai 2,03 kali. DER ini sudah di atas DER industri, yaitu 1,46 kali.

Pada paruh pertama tahun ini pendapatan perseroan mencapai Rp 147,47 miliar, naik dari pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 112,24 miliar. Sedang laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,65 miliar, naik tinggi dibanding laba semester 1-2010 di mana perseroan mengalami rugi sebesar Rp 1,88 miliar.

Raka Mahesa Wardhana

Bursa Global Menguat, IHSG Mantap di Level 4.000

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat hingga 111 poin didorong perburuan saham-saham blue chip. Membaiknya bursa-bursa di Asia membantu IHSG parkir di level 4.000.

Pada perdagangan, Rabu (7/9/2011), IHSG ditutup melesat 111,462 poin (2,86%) ke level 4.001,433. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melonjak 22,583 poin (3,28%) ke level 710,0,95.

Menguatnya kembali Wall Street dan bursa-bursa regional akan membawa sentimen positif ke bursa Indonesia. Investor akan melanjutkan perburuan saham-saham sehingga membuat IHSG pada perdagangan Kamis (8/9/2011) semakin mantan di level 4.000.

Bursa Wall Street tadi malam melesat hingga lebih dari 2%, seiring mulai memudarnya kekhawatiran seputar krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari Jerman yang bisa bebas berpartisipasi dalam bailout setelah keluarnya keputusan pengadilan.

Pada perdagangan Rabu (7/9/2011), indeks Dow Jones industrial average melesat hingga 275,56 poin (2,46%) ke level 11.414,86. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat hingga 33,38 poin (2,86%) je level 1.198,62 dan Nasdaq menguat 75,11 poin (3,04%) ke level 2.548,94.

Bursa-bursa Asia juga langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 104,76 poin (1,20%) ke level 8.868,17.
  • Indeks KOSPI naik 15,53 poin (0,85%) ke level 1.848,99.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

Ekspektasi stimulus fiskal oleh Pemerintah AS membuat bursa regional dan IHSG kembali menguat. Penguatan IHSG didukung didukung saham perbankan dan ASII. Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3920-4070 dengan ANTM dan MEDC sebagai saham pilihan.

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG Rabu (7/9) ditutup naik 111.4 point (+2.87%) ke level 4,001 dengan jumlah transaksi sebanyak 17 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6.5 triliun. Seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penguatan. Tercatat sebanyak 200 saham mengalami penguatan, 33 saham mengalami penurunan, 53 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 370.8 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah ASII, HRUM, BMRI, TLKM dan LPKR.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (7/9) IHSG bergerak menguat dan berhasil break dari garis resistance down trend jangka pendeknya. Pada perdagangan hari ini (8/9) diperkirakan IHSG akan kembali melanjutkan penguatanya melihat Candlestick yang telah membentuk Bullish Marubozu serta MACD yang telah membentuk golden cross dengan histogram yang memanjang di area positif. Diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3960-4067 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GJTL, PGAS, dan BMRI.

(qom/qom)

Swiss masuk ke pasar untuk menahan CHF

JAKARTA. Bank Sentral Swiss (SNB) berancang-ancang masuk ke pasar menahan laju penguatan valutanya. Otoritas moneter di negeri pegunungan itu menyatakan tidak akan membiarkan nilai tukar franc Swiss melambung tinggi, baik terhadap euro maupun dollar Amerika Serikat (AS).

Terhadap euro, ambil contoh, SNB tidak akan membiarkan kurs bergerak di bawah 1,200 franc Swiss per 1 euro. Kebijakan penerapan batas bawah nilai tukar ini baru pertama kalinya diberlakukan Swiss sejak tahun 1978. "Penguatan franc Swiss yang terjadi secara massif saat ini, mengancam ekonomi kami," demikian keterangan resmi Swiss National Bank, Selasa malam WIB (6/9).

Untuk mengantisipasi risiko terganggunya perekonomian ini, Swiss telah menyiapkan sejumlah jurus, termasuk mengambil posisi di pasar dalam jumlah tidak terbatas. Campur tangan menahan apresiasi itu dipilih karena strategi memompa likuiditas ke pasar uang sekaligus penerapan bunga 0% tidak menahan minat para pemilik dana untuk memborong franc Swiss.

Pasangan mata uang EUR/CHF langsung menguat ke posisi 1,20685 usai penegasan sikap ini. Padahal dalam dua bulan terakhir, EUR/CHF bergerak di kisaran 1,030-1,184.

Franc Swiss mencetak rekor terkuatnya terhadap euro pada 10 Agustus lalu di 1,03002. "Swiss berisiko jatuh terperangkap deflasi karena impor menjadi lebih murah." jelas Holger Schmieding, Kepala Ekonom Berenberg Bank di London.

Franc Swiss menjelma menjadi valuta safe haven berdampingan dengan yen Jepang, sepanjang tahun ini. Ketidakpastian ekonomi di Eropa dan AS menggiring investor beralih mengamankan asetnya ke dua valuta itu.

M Doddy Ariefianto, ekonom Universitas Ma Chung, pesimis langkah SNB ini bisa mengerem laju penguatan franc Swiss. Valuta ini akan terus menguat selama kondisi Eropa dan AS tidak mengirimkan sentimen positif terhadap proses pemulihan ekonomi global. "Intervensi SNB tidak akan kuat menahan tekanan pasar," kata dia.

Taufan Tito, dealer valuta Bank Rakyat Indonesia (BRI) berpendapat sama. "Investor tak akan serta merta beralih," ujarnya. Kendati dua hari ini melemah, reli franc Swiss akan kembali berlanjut. Prediksi Taufan, EUR/CHF, akhir September bisa tembus 1,15.

Doddy menyarankan agar investor berhati-hati berinvestasi di franc Swiss. "Jika berspekulasi dalam jangka pendek, kurang dari satu bulan, agak berisiko terkena cut-loss saat ini," katanya. Dalam 1-2 tahun nanti fluktuasi franc Swiss masih tinggi.

Pergerakan dollar melemah atas euro dan yen

Pergerakan dollar melemah atas euro dan yen
NEW YORK. Dollar melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Sebagai bukti, Dollar Index yang digunakan untuk mengukur pergerakan dollar terhadap enam mata uang yang menjadi partner perdagangan AS, turun sebesar 0,7% menjadi 75,423. Bahkan pada transaksi sebelumnya, Dollar Index sempat tergerus hingga 1%, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 15 Agustus lalu.

Pada pukul 17.00 waktu New York, euro menguat 0,7% menjadi US$ 1,4098. Euro juga perkasa 0,2% atas yen menjadi 108,90 yen. Sementara, dollar melemah 0,5% menjadi 77,26 yen.

Pelemahan dollar terjadi setelah the Federal Reserve mengungkapkan hasil survei Beige Book. Hasil survei itu menunjukkan adanya perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan AS.

"Aktivitas perekonomian tumbuh melambat, meskipun sejumlah distrik menunjukkan adanya pertumbuhan beragam," tulis Fed dalam survei Beige Book yang dirilis kemarin di Washington.

Sebaliknya, pergerakan euro perkasa atas dollar setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi memenangkan kepercayaan atas voting kebijakan penghematan. Dengan demikian, ada kemajuan dalam penanganan krisis utang di wilayah Eropa.

"Berlusconi mendapatkan dukungan atas paket penghematan yang ia ajukan, sehingga mendongkrak pergerakan euro atas dollar," jelas Kathy Lien, director of research online currency trader GFT Forex di New York.

Jerman Bantu Eropa Wall Street Melesat Naik 2%

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat naik lebih dari 2% pada penutupan perdagangan saham Rabu (7/9) dipengaruhi Jerman akan berpartisipasi ikut bailout sehingga dapat membantu krisis utang Eropa.

Tetapi investor melihat situasi ini masih lama untuk kembali pulih di bursa saham. Hal ini terlihat dari volume perdagangan saham kecil dilanjutkan dengan volatilitas tinggi yang terlihat dari indeks CBOE VIX turun 9,6%. Adapun selama perdagangan saham, sektor saham keuangan naik tajam dengan indeks KBW Bank naik mendekati 6%. Saham Bank of America Corp naik 7%.

Market strategist Nicolaus and Co Kevin Caron menuturkan, kekhawatiran krisis utang Eropa dan ekonomi Amerika Serikat tak menentu masih akan berlanjut mempengaruhi bursa saham. Pelaku pasar juga menginginkan melihat peningkatan data.

Indeks Dow Jones naik 275,56 poin atau 2,47% ke level 11.414,86. Indeks S&P 500 naik 33,38 poin atau 2,86% ke level 1.198,62. Indeks Nasdaq naik 75,11 poin atau 3,04% ke level 2.548,94.

Volume perdagangan saham sebesar 7 miliar saham di bursa saham New York, Amex, dan Nasdaq di bawah rata-rata perdagangan saham tahun lalu sebesar 7,56 miliar saham.

Saham Bank of America naik 7% ke level US$7,48. Kenaikan saham ini tertinggi di Dow Jones. Saham perusahaan energi juga naik tinggi. Indeks S&P. energi naik 3,7%. Sementara harga US crude naik US$3.

Saham Yahoo Inc naik 5,4% ke level US$13,61. Saham Darden Restaurants Inc turun 3,6% ke level US$44,54 setelah operator Red Lobster dan Olive Garden Restaurant memperingatkan badai fiskal akan mempengaruhi pendapatan.

Saham Nvidia Corp naik 8,1% ke level US$14,25 setelah perseroan memprediksikan penjualan meningkat pada 2013. [cms]

Kuasi Reorganisasi Lancar, BNBR bisa Bagi Dividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Investor dapat menikmati dividen tunai dari PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) jika proses kuasi reorganisasinya selesai.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. "Diharapkan denganrampungnya kuasi reorganisasi ini, pemegang saham dapat menikmati nilai tambah dari kinerja keuangan BNBR dalam bentuk dividen tunai.

Sampai dengan 30 Juni 2011, BNBR mencatatkan laba bersih (audited) Rp45,5 miliar dari sebelumnya rugi Rp171,5 miliar pada semester pertama 2010 (unaudited).

Perseroan akan menggelar RUPSLB untuk mempersiapkan rencana kuasi reorganisasi tersebut pada 6 Oktober 2011 mendatang. Rencana RUPSLB BNBR mengagendakan penghapusan defisit Rp27,7 triliun (per 31 Desember 2010) dalam rangka penuntasan rencana kuasireorganisasi menurut kami merupakan hal yang positif.

Saldo defisit tersebut merupakan akumulasi kerugian bersih sebesar Rp16,5 triliun di 2008, lalu Rp1,7triliun pada 2009 dan di 2010 lalu juga tercatat Rp7,6 triliun.

Bursa minta waktu penerapan stabilisasi harga saham IPO

JAKARTA. Kepala Biro Perundang-undangan dan Hukum Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Robinson Simbolon mengatakan peraturan Bapepam LK nomor XI.B.4 tentang stabilisasi Harga Saham dalam rangka penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) telah dikeluarkan awal September 2011 ini.

Pihaknya meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mulai memberlakukan aturan tersebut enam bulan ke depan. Namun, otoritas bursa menyampaikan keberatan dengan alasan belum siap secara sistem dan teknisnya.

"Kami baru mengirim surat dan meminta akan memberlakukannya enam bulan dari sekarang. Tapi bursa meminta delapan bulan dari sekarang. Ini tinggal kesiapan bursa, kalau bursa sudah siap maka segera diberlakukan," kata Robinson, Jakarta, Rabu (7/9).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan sistem stabilisasi harga saham tersebut membutuhkan persiapan secara bertahap. BEI harus mengubah sistem untuk mendukung proses stabilisasi harga saham. Sebab nantinya, dalam stabilisasi harga saham perdana ini, agen stabilisasi harga saham akan memberikan tanda flag atau bendera secara elektronik sedangkan perdagangan saham yang lain berjalan seperti biasa.

Selain melakukan perubahan sistem, pihaknya juga perlu melakukan sosialisasi serta pelatihan bagi petugas-petugas calon agen stabilisasi harga. "Uji coba telah dilakukan sejak lama, tetapi kan harus dilakukan secara bertahap," tuturnya.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja mengatakan anggota APEI siap menerapkan aturan stabilisasi harga saham tersebut. "Tidak ada masalah. Dengan adanya kasus ini bagus juga sih," tuturnya.

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Kamis (8/9)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan meskipun tipis dengan kisaran 3.998-4.030.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital, Andre Mahardika, kemarin. Secara teknikal IHSG masih berpotensi bullish lanjutan namun tipis dengan pergerakan IHSG di analisa akan mendekati 4.030.

Dari sthocastic, IHSG masih mengkonfirmasi bullish namun sudah terbatas. Dari DMI, IHSG mengkonfirmasi bullish kuat dengan tekanan beli sudah terlihat dan lebih besar dari tekanan jual.

"IHSG mulai mengalami kenaikan yang cukup baik , dimana sudah mulai mendapat tekanan beli yang besar. saran saya pantau IHSG di range 3.998-4.030. Jika tembus 4.030 besar kemungkinan akan meneruskan ke resistence selanjutnya di harga 4.070-4.090," jelasnya.

IHSG kemarin ditutup menguat tajam hingga 111,46 poin atau 2,8% ke 4.001,43. Volume perdagangan mencapai 8,5 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp346,1 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,5 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,2 triliun.

Saham pilihan seperti ADRO yang disarankan untuk trading buy jangka pendek dengan level 1.980-2.150. Rekomendasi beli di 2.050 dan jual di 2.125-2.150 dengan stop loss di 1.970.

Secara teknikal saham ADRO masih berpotensi bullish lanjutan dengan indikasi kenaikan sementara. "Saya sarankan melakukan aksi jual jangka pendek untuk satu atau dua hari," katanya.

Saham TBLA sudah mengkonfirmasi bullish lemah dengan kisaran 680-730, dengan rekomendasi beli di 700 dan jual di 720-730 dengan stop loss 680. Secara teknikal saham TBLA telah mengkonfirmasi bullish namun masih lemah dan boleh melakukan aksi beli jangka pendek.

Saham yang masih bullish seperti UNSP disarankan hold jika masih di atas 370 dengan potensi jual di harga 400-450. Saham KRAS masih melanjutkan kenaikan dan disarankan hold jika masih di atas 980 dengan potensi jual di harga 1.000-1.020.

Untuk saham BUMI masih melanjutkan kenaikan dan disarankan hold jika masih di atas 2.675 dengan potensi jual di harga 2.750-2.825. Saham PGAS masih berpotensi bullish dan disarankan hold jika masih di atas 2.875 dengan potensi jual di harga 2.950-3.025.

Wall Street melaju, indeks S&P melesat ke level tertinggi dalam dua pekan

Wall Street melaju, indeks S&P melesat ke level tertinggi dalam dua pekan
NEW YORK. Wall Street ditutup melesat kemarin malam. Bahkan, kenaikan indeks Standard & Poor's 500 merupakan yang terbesar dalam dua pekan terakhir. Investor berspekulasi, rencana Presiden Barack Obama untuk menginjeksikan dana lebih dari US$ 300 juta ke dalam sistem perekonomian akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi AS.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 reli 2,9% menjadi 1.198,62. Padahal, dalam tiga hari sebelumnya, indeks acuan AS ini anjlok 4,4%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melaju 2,5% menjadi 11.414,86.

Sepuluh sektor yang tergabung dalam indeks S&P menghijau, dipimpin oleh sektor finansial, energi, dan industri. Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS antara lain: Bank of America Corp yang naik 7% setelah mengubah strategi manajemen, Yahoo! Inc naik 5,4% setelah memecat CEO Carol Bartz dan mengumumkan review strategis untuk mendongkrak pertumbuhan, dan Nvidia Corp naik 8,1% setelah memprediksi pertumbuhan penjulan yang melampaui estimasi analis.

"Pasar tengah berupaya untuk mencari dasar saat ini. Kemungkinan, arahnya sudah benar, apalagi presiden menunjukkan dukungannya dengan konsep pro-bisnis dan pro-pertumbuhan," jelas Barry James, President James Investment Research Inc di Xenia, Ohio.

Harga Emas Turun Hingga 3%

New York - Investor melepas emas dan memburu saham-saham sehingga membuat harga emas turun hingga 3%. Keputusan pengadilan di Jerman yang diharapkan bisa membantu penyelesaian krisis di Eropa membuat investor semangat berburu saham lagi.

Pengadilan Jerman menolak gugatan yang ingin memblokir keinginan negara tersebut untuk bergabung dalam upaya pemberian bantuan kepada Yunani dan negara lain yang terkena krisis. Bursa Eropa dan AS juga langsung melesat oleh keputusan tersebut.

"Saya kira ini merupakan asumsi yang cukup valid bahwa orang-orang menjual emas dan membeli saham hari ini, dengan pasar saham mengalami reli akibat berita yang menyebutkan Jerman kemungkinan berpartisipasi lebih aktif untuk rencana bailout Yunani," ujar Adam Klopfeinstein, analis logam Lind-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2011).

Pada perdagangan Rabu (7/9/2011), harga emas di pasar spot tercatat turun hingga US$ 57 menjadi US$ 1.815 per ounce, bahkan sempat menembus rekor terendah intraday di US$ 1.793,19. Penurunan harga emas ini terjadi setelah harga emas sempat menembus rekor tertingginya di US$ 1.920 per ounce pada Selasa lalu.

Di pasar berjangka, emas AS untuk pengiriman Desember juga turun US$ 55,70 menjadi US$ 1.817,60 per ounce, dan bergerak di kisaran US$ 1.883,20-US$ 1.793,80.

"Kita sedang melihat tema flight-to-quality dalam memudarnya emas secara jangka pendek, tapi saya tidak berpikir pembeli jangka panjang dan pemegang emas telah mengubah pemikirannya. Apa yang kita lihat hanyalah koreksi di pasar yang bullish. Dalam 3 hari, orang yang tidak membeli ketika tembus di bawah US$ 1.800 mungkin akan menyesalinya," tambah Klopfeinstein.

Pada Selasa lalu, harga emas menembus rekor tertingginya di US$ 1.920,30 per ounce setelah Bank Sentral Swiss memutuskan untuk mematok mata uangnya terhadap euro guna mencegah penguatan lebih lanjut. Namun setelah rekor tertingginya, harga emas langsung mengalami koreksi.

Meski terjadi likuidasi, namun analis mengatakan emas masih berada dalam posisi reli karena intervensi Swiss kemungkinan bank sentral lain akan berupaya menyamainya untuk mencegah mata uangnya mengalami apresiasi berlebihan.

"Upaya untuk menahan apresiasi mata uang berarti emas akan bergerak naik karena dianggap sebagai safe havens," ujar UBS dalam catatannya.

(qom/qom)


Dow Jones Melonjak 275 Poin

New York - Bursa Wall Street melesat hingga lebih dari 2%, seiring mulai memudarnya kekhawatiran seputar krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari Jerman yang bisa bebas berpartisipasi dalam bailout setelah keluarnya keputusan pengadilan.

Pengadilan Jerman menolak gugatan yang ingin memblokir keinginan negara tersebut untuk bergabung dalam upaya pemberian bantuan kepada Yunani dan negara lain yang terkena krisis. Bursa Eropa juga langsung melesat oleh keputusan tersebut.

Pada perdagangan Rabu (7/9/2011), indeks Dow Jones industrial average melesat hingga 275,56 poin (2,46%) ke level 11.414,86. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat hingga 33,38 poin (2,86%) je level 1.198,62 dan Nasdaq menguat 75,11 poin (3,04%) ke level 2.548,94.

Volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 7 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,56 miliar lembar saham.

Meski demikian, investor masih tetap berhati-hati dan memperkirakan proses pemulihan butuh waktu yang lama. Hal itu terlihat dari tipisnya perdagangan dan berlanjutnya volatilitas di Wall Street.

Kevin Caron, market strategist Stifel, Nicolaus & Co mengingatkan, meski nilai S&P yang sudah turun hingga 12% sudah cukup menarik, namun ketidakpastian seputar krisis utang Eropa dan masalah perekonomian AS akan tetap membayangi Wall Street.

"Ini hanyalah langkah lain di jalan yang panjang. Kami ingin sekali melihat beberapa perbaikan beberapa data dan kita belum mendapatkannya," ujar Caron seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2011).

Saham Bank of America menguat hingga 7% menjadi US$ 7,48 dan menjadi top gainer di Dow Jones, setelah kepala consumer banking dan global wealth and investment management hengkang. Bank of America sudah kehilangan hampir setengah nilai pasarnya sepanjang tahun ini.

Demikian pula saham-saham sektor energi yang dekat dengan pertumbuhan ekonomi bergerak menguat. Indeks energi S&P tercatat naik 3,7%.

Saham Yahoo Inc naik hingga 5,4% menjadi US$ 13,61, setelah chairman Roy Bostock memecat CEO Carol Bartz. Pemecatan Bartz justru dianggap mengakhiri stagnasi Yahoo.

(qom/qom)