Kamis, 23 Juni 2011

Sesi Dua, Pilih Saham Incaran Asing

INILAH.COM, Jakarta – Koreksi bursa siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Investor sebaiknya fokus pada saham yang diincar asing. Apa saja pilihannya?

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (23/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 5,02 poin (0,13%) ke level 3.816,812. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun terbatas 0,40 poin (0,06%) ke angka 675.48.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,060 miliar lembar saham, senilai Rp1,526 triliun dan frekuensi 50.606 kali. Sebanyak 96 saham menguat, sedangkan 110 saham melemah dan 98 saham stagnan.
Namun, pelemahan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi beli asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 331.1 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp 632.5 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp 301.4 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Sektor perkebunan memimpin koreksi 0,69%, disusul infrastruktur 0,47%, pertambangan dan industri dasar masing-masing 0,29%, perdagangan 0,25%, properti 0,24%, keuangan 0,06% dan konsumsi 0,04%. Hanya dua sektor yang menguat, manufaktur 0,18% dan aneka industri 0,89%.
Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah. “Indeks akan mengarah ke level support 3.795 dan resistance 3.831,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (23/6).

Pelemahan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh pasar Asia yang merespon negatif pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke Kamis (23/6) dinihari tadi. The Fed menyatakan,perlambatan ekonomi AS di bawah ekspektasi. “Artinya, ekonomi AS lebih lambat dibandingkan perkiraan,” ujarPraska.

Apalagi, lanjutnya, The Fed juga merevisi negatif target pertumbuhan ekonomi AS untuk 2011 dari 3,1%-3,3% menjadi 2,7%-2,9%. Pada saat yang sama, The Fed belum memberikan sinyal akan adanya stimulus lanjutan setelah Quantitative Easing (QE) tahap dua senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011 ini. “Karena itu, pasar masih bersikap wait and see atas situasi makro ekonomi AS,” imbuhnya.

Jika tidak ada stimulus lanjutan, menurutnya, kecenderungan dolar AS akan menguat dan harga komoditas akan kembali tertekan. Jadi, hari ini fokus pasar adalah The Fed. “Sentiment negatif dari AS itu bersamaan dengan momentum profit taking IHSG jelang akhir pekan di market domestik mengingat kenaikan indeks dua hari berturut-turut sebelumnyayang signifikan,” paparnya.

Sementara itu, menurut Praska, sentimen negatif dari Yunani dinilai pasar sudah selesai. Sebab, Perdana Menteri Yunani George Papandreou sudah mendapatkan mosi percaya dari parlemen. Sekarang, tinggal menunggu mosi percaya parlemen untuk melakukan penghematan fiskal berupa pemangkasan anggaran, kenaikan pajak dan penjualan aset-aset negara. “Setelah itu, pasar tinggal menunggu realisasi bailout pada awal Juli 2011 senilai US$12 miliar euro,” ungkapnya.

Dalam situasi ini, dia menyarankan agar pasar fokus pada saham saham-saham yang dilirik investor asing. Sebab, asing saat ini hingga pukul 11.09 WIB masih melakukan net buy senilai Rp261 miliar. “Tapi, investor lokal banyak melakukan profit taking, karena khawatir investor asing justru akan melakukan aksi jual besok, sehingga koreksi IHSG jauh lebih dalam,” ucapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bumi Resources (BUMI), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Semen Gresik (SMGR). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut. Jika tidak mendapatkan harga rendah hari ini akibat belum meredanya profit taking, bisa melakukan pembelian besok,” imbuhnya.[ast]

Minyak Fluktuatif, Saham Batu Bara Tetap Moncer

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Kendati harga minyak mentah bergerak fluktuatif, saham sektor batu bara masih tetap moncer. Hal ini didukung ekspektasi permintaan komoditas ini ke depannya.

Edwin Sebayang dari MNC Sekuritas merekomendasikan sektor batu bara. Sentimen positif berasal dari demand yang akan meningkat jelang musim panas. Hal ini didukung kenaikan permintaan untuk pembangkit listrik, “Karena sejumlah negara melakukan switching dari reaktor nuklir ke tenaga baru bara,” katanya kepada INILAH.COM.

Edwin menambahkan, permintaan terbesar akan datang dari China. Pasalnya, dengan harga batu bara domestik China yang sama dengan harga di luar negeri atau pasar spot, maka permintaan ekspor dari negeri Tirai Bambu ini akan meningkat,”Terutama karena harga batu bara domestik China bisa naik terus,” paparnya.

Untuk sektor tambang, Edwin masih melihat ada peluang penguatan untuk saham TB Bukit Asam (PTBA) dan Indika Energy (INDY), “Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”katanya.

PTBA menarik karena proyek rel kereta api ganda yang rampung pada 2012. Selain itu, perseroan juga mendirikan anak usaha baru berbasis kontraktor batubara, PT Bukit Asam Bangko, yang akan menggarap tambang Bangko di Sumatera Selatan. Pengoperasian tambang baru ini akan dilakukan seiring selesainya proyek kereta api yang dikelola Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) pada 2013.

Sementara Pardomuan Sihombing, Kepala Riset Recapital Securities mengatakan, saham pertambangan masih menarik terkait kinerjanya yang diperkirakan positif. Merujuk pada tahun lalu. Domu meyakini kinerja emiten sektor ini bisa meningkat pada akhir tahun. “Return on equity (ROE) emiten sektor ini bisa mencapai 43,4%, tertinggi ketimbang sektor lain,” katanya.

Salah satu saham pilihannya untuk sektor tambang adalah Adaro Energy (ADRO). Hal ini didukung proyeksi pertumbuhan earning per share (EPS) perseroan yang bisa mencapai 93,2% sehingga PER berpotensi menuju 16,2 kali pada akhir 2011.

Saham lain pilihannya adalah Bayan Resources (BYAN) yang menarik karena proyeksi pertumbuhan EPS bisa mencapai 222,3%. Sedangkan PER diperkirakan bisa mencapai sebesar 29,1 kali. “Kedua emiten ini masih memiliki peluang menarik,” katanya.

Sedangkan Yuganur Wijanarko, Periset Senior HD Capital lebih menjagokan saham Bumi Resources (BUMI), karena grafik mingguan secara teknikal mulai menunjukkan sedikit perbaikan. Menurutnya, koreksi yang terjadi akibat kekecewaan pasar, menyusul kenaikan rasio hutang perseroan, akan menutup price gap bawah di Rp3.100 dan support berikutnya di Rp2.975, “Rekomendasi BUMI dengan target harga bisa mencapai Rp3.300,”katanya.

BUMI telah merilis laporan keuangan kuartal pertama 2011 dengan laba bersih turun 13,3% YoY menjadi US$123.3 juta, sementara pendapatan tumbuh 21% YoY menjadi US$850 juta. Penurunan laba bersih ini lebih disebabkan pencatatan kerugian atas pembatalan penjualan anak usaha yakni Gallo Oil senilai US$35.9 juta dan normalisasi tarif pajak menjadi 45% dari 30% di kuartal pertama 2010.

Dari sisi operasional, produksi batubara perseroan tercatat 11,7% YoY menjadi 15 juta ton. Sementara penjualan batubara hanya mencapai 14 juta ton dengan rata-rata harga jual US$87.7/ton (naik 39,4% YoY). Stripping ratio juga naik menjadi 11,9 kali dibandingkan 10,3 kali pada periode yang sama 2010.

BUMI saat ini berencana menurunkan jumlah utang sebesar US$1 miliar tahun ini dari posisi saat ini sebesar US$3.78 miliar. Caranya adalah dengan melakukan percepatan pembayaran utang tranche pertama kepada CIC senilai US$600 juta pada Oktober.

Terkait obligasi konversi (Convertible Bond) yang akan diterbitkan Vallar Plc. sebagai kompensasi pemindahan kepemilikan 75% saham PT Bumi Resources Mineral (BRMS), BUMI berencana menawarkan obligasi konversi tersebut ke beberapa pihak, salah satunya adalah CIC, sebagai pembayaran utang tranche pertama Oktober.

Obligasi konversi senilai US$2.07 miliar yang diterbitkan Vallar Plc. memiliki tenor 5,5 tahun dengan kupon 2% per tahun. Obligasi ini juga dapat dikonversi menjadi saham Vallar Plc. dengan harga konversi15.8841/saham.

Berdasarkan kinerja BUMI kuartal pertama, Christine Salim, Head of Research dari Samuel Sekuritas masih melihat peluang kenaikan pada saham BUMI. “Maintain buy untuk emiten ini,” ungkapnya. [mdr]

ursa Asia Mulai Pulih, IHSG Masih Melemah 5 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu cetak 5 poin dan turun tipis 6 poin meski mayoritas bursa regional sudah mampu balik arah ke jalur hijau. Profit taking di saham-saham komoditas masih marak terjadi.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 7,404 poin (0,20%) ke level 3.814,428 berbarengan dengan ambruknya bursa-bursa Asia merespons kekhawatiran perlambatan ekonomi global setelah pengumuman The Fed soal ekonomi AS.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti itu, investor menjadi tidak 'pede' untuk menanamkan modalnya. IHSG pun tak mampu bergerak ke atas dan hanya bisa terpuruk di zona merah dengan posisi terendahnya di level 3.801,700.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (23/6/2011), IHSG menipis 5,020 poin (0,14%) ke level 3.816,812. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,398 poin (0,06%) ke level 675,480.

Aksi beli selektif mulai terjadi secara perlahan sehingga laju pelemahan IHSG bisa sedikit ditahan. Dua indeks sektoral berusaha menarik IHSG keluar dari jeratan jaring merah, yaitu indeks aneka industri dan manufaktur.

Namun profit taking di saham-saham berbasis komoditas, terutama perkebunan, membuat IHSG semakin kehilangan poin. Harga minyak dunia yang naik tinggi menekan harga-harga komoditas lainnya.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 50.606 kali pada volume 3,060 miliar lembar saham senilai Rp 1,696 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 110 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia mampu balik arah ke zona hijau dengan penguatan tipis walaupun pagi tadi merespon negatif pernyataan The Fed soal ekonomi AS dan melemahnya Wall Street semalam. Hanya bursa Hong Kong dan BEI yang masih ketinggalan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,38 poin (0,24%) ke level 2.655,70.
  • Indeks Hang Seng melemah 171,90 poin (0,79%) ke level 21.688,07.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 8,37 poin (0,09%) ke level 9.637,80.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 3,44 poin (0,11%) ke level 3.046,27.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 60.500, Mandom (TCID) naik Rp 450 ke Rp 8.800, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 350 ke Rp 16.650, dan Indospring (INDS) naik Rp 325 ke Rp 4.875.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 380 ke Rp 1.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 20.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 45.100, dan Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 13.000.

(ang/qom)

Harga emas terkikis kuatnya permintaan dollar AS

Harga emas terkikis kuatnya permintaan dollar AS
LONDON. Emas akhirnya tumbang, setelah menyentuh rekor teringgi sejak bulan lalu dan reli selama tujuh hari berturut-turut. Si kuning ini sudah kehabisan tenaga menghadapi kian kuatnya permintaan dollar Amerika Serikat (AS), setelah The Fed meredam adanya spekulasi lanjutan stimulus.

Kontrak emas untuk pengiriman Agustus di bursa NYMEX terkoreksi 0,4% ke level US$ 1.547,6 per once troy, pada pukul 9.20 a.m di Singapura. Padahal kemarin, sempat menyentuh US$ 1.559,3 per once troy, level tertingginya sejak 2 Mei.

Kepala perdagangan Investec Bank (Australia) Ltd. Darren Heathcote menyebut, beberapa elemen di pasar menyangka adanya potensi QE3. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi emas.

Namun, Ketua The Fed Ben. S Bernanke sama sekali tidak menyinggung kelanjutan QE3, juga tidak membicarakan kenaikan suku bunga acuan. "Hal itu kemungkinan dapat mencegah harga emas melesat lebih tinggi dan memecah rekornya kembali," kata Heathcote.

The Federal Reserve hanya mengatakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi AS. Bank sentral akan menyelesaikan program pembelian obligasi senilai US$ 600 miliar bulan ini, tanpa ada indikasi putaran lanjutannya.

Investor beralih ke safe haven dollar, mata uang regional keok

Investor beralih ke safe haven dollar, mata uang regional keok
SINGAPURA. Mata uang Asia keok, dipimpin pelemahan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia. Tertekannya mata uang regional setelah The Fed memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, dan kekhawatiran Yunani akan gagal bayar masih bertahan.

Won jatuh 0,3% ke 1.077,40 per dollar AS pada pukul 11.54 di Seoul. Sementara, ringgit melemah 0,3% ke 3,0340 per dollar AS. Adapun, peso Filipina turun 0,3% ke 43,50 per dollar AS, dan yuan tertekan 0,10% ke 6,46695.

The Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan di tahun ini menjadi 2,7% hingga 2,9%. Sementara, dari Eropa, Presiden ECB Jean-Claude Trichet menyebut, sinyal risiko untuk stabilitas keuangan di kawasan euro menyala karena krisis utang mengancam terinfeksinya bank di sana.

Saham Asia yang tercermin dalam indeks regional MSCI Asia Pasifik pun mengalami koreksi paling besar dalam sepekan terakhir.

Trader valas dari EON Capital Bhd, D. Sivadass menyebut belum terselesaikannya krisis utang Yunani dan melemahnya outlook ekonomi AS memberatkan sentimen di pasar. "Dalam kondisi kacau, dollar AS menjadi mata uang safe haven," ujarnya.

Panen kedelai diproyeksi melonjak, CPO anjlok ke level terendah tujuh bulan

Panen kedelai diproyeksi melonjak, CPO anjlok ke level terendah tujuh bulan
KUALA LUMPUR. Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tumbang ke level terendah tujuh bulan. Koreksi harga CPO seiring jatuhnya harga minyak kedelai ke level terendah lima pekan, karena panen di AS dan Eropa diprediksi meningkat saat cuaca dingin.

Kontrak CPO untuk pengiriman September di Malaysia Derivatives Exchange anjlok 1,2% ke level RM 3.140 atau setara US$ 1.035 per metrik ton. Ini level terendahnya sejak 23 November silam. Kontrak yang sama diperdagangkan di RM 3.152 per metrik ton, hingga pukul 11.09 waktu Kuala Lumpur.

Sedangkan, kedelai untuk pengiriman November di Chicago Board of Trade turun 0,2% ke US$ 13,305 per bushel, setelah kemarin juga anjlok hingga 1,9%. Sementara, minyak kedelai untuk pengiriman Desember jatuh 0,7% ke posisi 57,11 cent per pound.

World Weather Inc. mengatakan, cuaca panas minggu depan di AS, mungkin lebih pendek dari perkiraan, sehingga bisa mendukung pertumbuhan tanaman baru. AS sebagai eksportir terbesar di dunia untuk produk kedelai, jagung dan gandum.

Sementara itu, Alfred C. Toepfer International GmbH memproyeksikan musim hujan di Ukraina dan Rusia, dan cuaca lembab di Eropa pada bulan ini, mungkin membatasi kerusakan tanaman gandum yang disebabkan kekeringan di Perancis dan Jerman.

Analis investasi ECM Libra Capital Sdn. Arhnue Tan bilang, ada prospek cuaca yang lebih bagus saat ini. "Peningkatan persediaan minyak nabati lainnya akan memicu lemahnya harga minyak sawit," ujarnya.

Pekan ini, Departemen Pertanian AS menyebut, sekitar 70% hasil panen jagung, dan 68% panen kedelai dalam kondisi yang sangat bagus, hingga 19 Juni kemarin.

Pabrik BOPET POLY akan Beroperasi Akhir Bulan Ini

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (POLY) menjelaskan pabrik biaxially oriented polyster (BOPET) di Purwakarta, Jawa Barat akan berproduksi pertama pada 27 Juni 2011 mendatang.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (23/6). Pabrik BOPET ini akan memproduksi sebanyak 65.000 ton per tahun. Untuk produksi pertama sebanyak 20.000 ton per tahun.

Perseroan juga memiliki pabrik BOPP di Purwakarta. Rencananya, pabrik BOPP I ini akan berkapasitas 10.000 ton per tahun. Untuk BOPP 2 sebanyak 35.000 ton per tahun.

Pada 26 April lalu, produksi mesin pertama untuk thermal lamination di Suzhou, China, milik perseroan memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 ton per tahun dan untuk produksi metalizing-nya bisa mencapai 7.000 ton per tahun.

Plastik kemasan BOPP dan BOPET adalah plastik kemasan yang digunakan oleh industri makanan dan minuman, farmasi, rokok, deterjen, shampo, garmen, kosmetik. Selain itu, BOPET juga digunakan untuk kemasan produk elektronik. [hid]

ELSA Tolak Gugatan Light Instrumenindo Soal Tanah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) menolak gugatan PT Light Instrumenindo dalam kasus tanah di daerah Pegangsaan Dua, Jakarta Utara.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (23/6). Perseroan menolak gugatan materiil dan immateriil yang diajukan oleh pihak penggugat yaitu PT Light Instrumenindo.

Selain itu, lanjut Suharyanto, menghukum tergugat bersama-sama penggugat untuk menandatangani Akta pelepasan hak atas tanah ex sertifikat hak guna bangunan No.26/Pengangsaan Dua dan tanah ex sertifikat hak guna bangunan No.32 Pegangsaan Dua, Jakarta Utara.

Swiss franc langsung tertekan setelah kecemasan Yunani mereda

Swiss franc langsung tertekan setelah kecemasan Yunani mereda
JAKARTA. Performa Swiss franc (CHF) terhadap euro sedikit tertekan setelah Yunani memberikan sinyal pemberian bailout berlanjut. Aura positif pada penanganan krisis utang Yunani mulai meredakan maraknya aksi beli investor terhadap Swiss franc sebagai mata uang berstatus safe haven.

Namun demikian, mayoritas analis memprediksi euro masih berpotensi diperdagangkan di bawah level 1,2 franc seiring masih berkembangnya kekhawatiran pada krisis utang di beberapa negara kawasan Uni Eropa.

Data The Swiss ZEW Investor sentiment index memperlihatkan bahwa sentimen negatif di kalangan investor Swiss pada Juni mengalami penurunan ke level terendah sejak November 2010.

Analis valuta asing Valbury Asia Futures, Ahim menyatakan, US$ terhadap CHF diperkirakan kembali melanjutkan pelemahan dan memperkuat proyeksi berlanjutnya tekanan downside sesuai sinyal bearish berdasarkan intraday chart dengan potensi tes kisaran 0,8322-0,8282. "Sementara itu di sisi lain intraday resistance pada sesi ini terdapat kisaran level 0,8460-0,8550," ujarnya.

Rupiah tersengat sentimen negatif pemangkasan prospek ekonomi AS

Rupiah tersengat sentimen negatif pemangkasan prospek ekonomi AS
JAKARTA. Sentimen negatif pemangkasan proyeksi ekonomi Amerika Serikat melemahkan otot rupiah, hari ini. Mata uang Garuda ini tumbang, setelah bergerak menguat dalam dua hari sebelumnya. Rupiah diperdagangkan melemah 0,1% ke level Rp 8.602 per dollar AS, hingga pukul 10.06 di Jakarta.

The Federal Reserves menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun ini menjadi 2,7% hingga 2,9%, lebih rendah dari proyeksi April lalu di kisaran 3,1% - 3,3%. Tak hanya itu, bank sentral juga menaikkan proyeksi tingkat pengangguran di kisaran 8,6% - 8,9%, lebih tinggi dari prediksi April lalu di 8,4% - 8,7%.

Sentimen negatif dari AS menghambat aksi pengambilan risiko oleh inevstor, sehingga mengurangi permintaan untuk aset emerging market. Indeks regional MSCI Asia Pasifik mengalami koreksi tertajam dalam sepekan. Asing tercatat mengurangi kepemilikan di surat utang pemerintah Indonesia sebesar 0,9% dari akhir pekan lalu menjadi Rp 235,6 triliun hingga 21 Juni.

Ekonom United Overseas Bank Ltd. Ho Woei Chen menyebut, ada beberapa kekecewaan karena data AS. "Minim katalis di pasar. Adapun, prospek di Eropa sudah sangat jelas," ujarnya.

Kemarin, Presiden bank sentral Eropa Jean-Claude Trichet menyebut sinyal risiko untuk stabilitas keuangan di kawasan Euro menyala karena krisis utang mengancam terinfeksinya bank di sana.

Sementara, harga obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik untuk hari kedua. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 turun satu basis poin ke 7,56%.

Inilah Sederet Saham Potensial Window Dressing

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Kuartal II/2011 segera berakhir. Para fund manager sudah siap-siap mengangkat harga saham (window dressing) agar kinclong pada semester ini. Inilah sederet saham yang berpotensi terdongkrak harganya.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, para fund manager sangat berkepentingkan mengangkat harga saham-saham (window dressing) yang mereka miliki. Menurut Irwan, mereka menginginkan nilai sahamnya bagus pada periode semester I/2011 sehingga kinerja mereka pun menjadi kinclong.

Pengangkatan harga saham, lanjutnya, juga mendapat dukungan dari kenaikan harga komoditas. Meski harga minyak saat ini masih di level US$93 per barel, punya peluang naik sebesar US$5 per barel dalam sepekan. “Kondisi itu, juga dipicu penguatan euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) setelah pasar optimistis atas resolusi krisis utang Yunani,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/6).

Irwan melanjutkan, setelah jejak pendapat, Perdana Menteri Yunani George Papandreou mendapat dukungan rakyat untuk melakukan penghematan fiskal, kenaikan pajak dan penjualan aset-aset negara. “Karena itu, pasar optimistis atas prospek bailout Yunani,” ujarnya.

Window dressing, menurutnya, akan terjadi terutama pada saham-saham pertambangan energi. Selain didukung oleh rebound-nya kembali harga komoditas, ekspektasi kinerja keuangan kuartal kedua 2011 pun positif. “Karena itu, IHSG ^JKSE pun akan menguat ke level 3.900 akhir Juni 2011,” tandas Irwan.

Di antara saham-saham yang harganya bakal terdongkrak window dressing adalah PT Antam (ANTM), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Timah (TINS) dan PT United Tractors (UNTR). Di sektor perbankan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target Rp7.200 dan PT Bank Mandiri (BMRI) di level Rp7.700.

Lalu, PT Bumi Resources (BUMI) dengan target harga Rp4.000 akhir Juni ini, PT Adaro Energy (ADRO) di level Rp3.000, PT Medco Energy (MEDC) di level Rp2.700, PT Indo Tambang Raya (ITMG) di level Rp51.000, PT Tambang Bukit Asam (PTBA) di level Rp3.000 dan PT Bayan Resources (BYAN) di level 21.000.

PT Berau Coal Energy (BRAU) di level Rp600. PT Astra Agro Lestari (AALI) di level Rp26.000, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) di level Rp18.000, PT Semen Gresik (SMGR) di posisi Rp12.000 serta PT Astra Internasional (ASII) di level Rp64.000. “Hari terakhir perdagangan semester 2 pada 30 Juni 2011, target harga tersebut bisa dicapai,” tandas Irwan.

Apalagi, secara global, tingkat suku bunga rendah sehingga investor berburu aset-aset yang berimbal hasil lebih tinggi seperti saham-saham di pasar domestik. “Saham-saham tersebut, sangat besar peluangnya terangkat oleh window dressing,” ucapnya.

Saham-saham tersebut, imbuhnya, merupakan bluechips yang selalu dipegang oleh fund manager internasional. Di sisi lain, tren market saat ini memang sedang bullish. Selain perbaikan harga market saham (window dressing), ada beberapa investor yang juga short position.

Pada saat harga tinggi harus beli di harga mahal. Karena itu, untuk pemain short position harus mengetahui struktur pasar, siapa saja pemainnya. “Saya rekomendasikan beli saat ini di saham-saham tersebut untuk antisipasi window dressing,” ungkapnya.

Sebab, jika beli mendekati akhir semester, harga saham sudah ‘keburu’ tinggi. Apalagi, kenaikan harga bukan hanya faktor window dressing. “Kenaikan harga saham, juga karena kenaikan harga komoditas sehingga berbagai saham mengalami perbaikan fundamental,” ungkapnya.

Head of Research Division PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo memperkirakan faktor window dressing bakal menggiring indeks saham domestik ke level 3.900 jika level resistance 3.825 berhasil ditembus. Menurutnya, jika level ini ditembus ke atas, IHSG akan memiliki rekor baru sebelum Juni berakhir. “Potensi kenaikannya ke level 3.900-3.950 setelah sebelumnya mencapai rekor 3.872,” tandasnya. [mdr]

Ikuti AS & Regional, IHSG Dibuka Turun 0,4%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (23/6) pagi dibuka turun 18,05 poin atau 0,4% ke 3.803,78. Volume perdagangan 945 juta saham senilai Rp344,4 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 87 saham turun, 26 saham naik dan 60 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp210,7 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp232,3 miliar dan penjualan asing Rp21,5 miliar.

Indeks JII turun 2,8 poin ke 521,24, indeks ISSI turun 0,6% ke 121,26 dan indeks LQ45 turun 4,06 poin ke 671,82. Penurunan dimotori sektor pertambangan yang turun 20,4 poin ke 3.236 disusul sektor perkebunan turun 15,13 poin ke 2.292,10.

Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu ditutup turun, mengakhiri 4 hari kenaikannya, setelah The Fed menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi AS ke depan tanpa rencana untuk stimulus. Dow Jones turun 80,34 poin (0,66%) ke level 12.109,67. S&P 500 turun 8,38 poin (0,65%) ke level 1.287,14 dan Nasdaq turun 18,07 poin (0,67%) ke level 2.669,19.

The Fed menyatakan akan menjaga tingkat suku bunga pada level rendah dan memprediksikan GDP sekitar 2,7%-2,9% pada tahun ini, turun dari 3,1%-3,3% dari prediksi April lalu.

Saham yang melemah seperti saham ITMG turun Rp500 ke Rp44.850, PTBA turun Rp200 ke Rp20.550, ASII turun Rp100 ke Rp59.900, GGRM turun Rp100 ke Rp46.850, HEXA turun Rp100 ke Rp6.500, INDS turun Rp100 ke Rp5.500, MAPI turun Rp75 ke Rp3.725.

Saham yang menguat seperti saham AUTO naik Rp150 ke Rp16.450, SCMA naik Rp150 ke Rp5.550, TBIG naik Rp100 ke Rp2.400, BBRI naik Rp50 ke Rp6.400.

Mengekor Dow Jones dan Asia, IHSG dibuka pada zona merah

Mengekor Dow Jones dan Asia, IHSG dibuka pada zona merah
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal di pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (23/6). IHSG mengalami penurunan 0,47% menuju posisi 3.804,637 pada pukul 09.30.

Pergerakan IHSG pagi ini mengikuti langkah Dow Jones dan bursa Asia Pasifik yang berada di zona merah pagi ini.

Sebanyak delapan sektor menyeret IHSG jatuh teritori negatif. Sektor aneka industri dan konstruksi memimpin pelemahan, masing-masing terperosok sedalam 0,71% dan 0,68%. Sedangkan sektor pertanian dan keuangan masih stagnan.

Pelemahan IHSG pagi ini tidak lepas dari menurunnya harga 77 saham yang ada di bursa. Sebanyak 22 saham lainnya melemah dan 55 saham lainnya belum meninggalkan harga penutupan kemarin alias stagnan.

Saham-saham yang menempati posisi top losers antara lain PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang turun 4,17% ke Rp 230, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang turun 3,88% ke Rp 2.475 dan PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) yang turun 3,39% ke Rp 570.

Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top gainer adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang naik 6,82% ke Rp 235, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang naik 4,88% ke Rp 215 dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang naik 2,13% ke Rp 960 masih bisa bertahan di jajaran top gainers.

Akusisi Infratel, saham TBIG melesat ke level tertinggi satu bulan

Akusisi Infratel, saham TBIG melesat ke level tertinggi satu bulan
JAKARTA. Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melesat ke level tertinggi lebih dari sebulan setelah meneken perjanjian pembelian saham sebuah perusahaan tower independen.

TBIG reli 4,4% ke level Rp 4.200 per saham, hingga pukul 9.39 di Jakarta. Ini level tertingginya sejak penutupan 3 Mei lalu.

Perseroan telah meneken perjanjian untuk mengakuisisi 100% saham PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel).

Agustus, SMMT umumkan kepastian bisnis baru

JAKARTA. PT Eatertainment International Tbk (SMMT) masih enggan membuka mulut mengenai bisnis inti terbarunya. Emiten yang dulu mengandalkan pendapatannya dari bisnis restoran, seperti Papa Ron's Pizza, baru mengumumkan arah bisnisnya pada Agustus nanti.

Darjoto Setyawan, Komisaris Utama SMMT menuturkan, SMMT akan memilih bisnis baru setelah diakuisisi oleh Grup Rajawali. Namun sebelum mengumumkan apa bisnis baru yang bakal dilakoninya, SMMT harus melapor ke otoritas bursa terlebih dulu.

Darjoto menegaskan SMMT akan segera melapor ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Baru setelah kami laporkan semuanya, akan kami umumkan," ucap Darjoto, Rabu (26/6).

Yang jelas, Darjoto menyangkal kabar bahwa SMMT akan beralih ke sektor pertambangan dan perkebunan. Ia juga menolak spekulasi yang sempat beredar di pasar bahwa SMMT tetap menekuni bisnis restoran dan hiburan.

SMMT sendiri sudah mulai bersiap menyongsong bisnis barunya. Satu agenda perubahan adalah pergantian dewan direksi. Rapat Umum Pemegang Saham yang berlangsung Rabu (22/6) di Jakarta sudah menyetujui direksi baru SMMT.

Grup Rajawali menempatkan dua orang wakil dalam jajaran direksi. Hendra Surya, yang sebelumnya sempat menjabat Deputy Managing Director Rajawali diangkat menjadi Presiden Direktur.

Selain itu, pemegang saham juga menunjuk Abed Nego sebagai Direktur SMMT. Abed Nego pernah masuk jajaran direksi PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) ketika masih dipegang Rajawali. "Pergantian ini untuk menunjang perubahan bisnis inti nanti," tegas Darjoto.

BRAU targetkan produksi naik 3 juta ton per tahun

BRAU targetkan produksi naik 3 juta ton per tahun
JAKARTA. Setelah sebagian besar sahamnya dikuasai Bumi Plc, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) tancap gas untuk ekspansi. Tahun ini BRAU telah menyiapkan dana sebesar US$ 126 juta untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex).

Dengan belanja modal tersebut, perusahaan batubara ini berniat meningkatkan produksi batubaranya hingga mencapai 20,3 juta ton tahun ini. "Sedangkan hingga 2014 nanti kami canangkan produksi bisa mencapai 30 juta ton," kata Rosan P. Roslani, Direktur Utama BRAU di Jakarta, Rabu (22/6).

Untuk mencapai target tersebut di 2014, Rosan memperkirakan perusahaannya akan membutuhkan dana sebesar US$ 350 juta. BRAU akan mendanai belanja modal menggunakan kas internal.

Perusahaan tambang ini juga menegaskan pihaknya masih belum berminat mencari pinjaman perbankan untuk mendanai belanja modal. "Kami akan penuhi capex dengan mengandalkan kas internal dan laba ditahan, itu cukup hingga 2014 mendatang," tegas Rosan.

Ekspor hasil produksi

Dengan masuknya Bumi Plc sebagai pemegang saham mayoritas, BRAU optimistis produksinya bisa meningkat pesat. Perusahaan tambang ini berencana meningkatkan produksinya hingga 3 juta ton per tahun. Di masa lalu, produksi batubara BRAU hanya bisa meningkat 1 juta ton setiap tahunnya.

Dengan target produksi batubara sebesar 20,3 juta ton tahun ini, BRAU mematok target volume penjualan bisa mencapai 20,1 juta ton. Di 2010, BRAU berhasil mencatatkan penjualan sebsar 17,07 ton dengan tingkat produksi sebesar 17,38 juta ton.

Rosan menuturkan, dari total target penjualan tersebut, sekitar 97% di antaranya sudah mendapat pembeli. Sebagian besar pembeli berasal dari luar negeri. Penjualan terbesar batubara BRAU memang untuk pasar ekspor. Negara tujuan ekspor BRAU antara lain China, Korea Selatan, India dan Taiwan.

Selain menargetkan peningkatan produksi, harga jual rata-rata batubara BRAU juga meningkat dari US$ 61 per ton jadi US$ 74 per ton. Kenaikan harga ini akan meningkatkan laba sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) hingga 70%.

BRAU menargetkan pendapatan sekitar US$ 1,49 miliar tahun ini. Namun kenaikan laba bersih diperkirakan tidak setinggi kenaikan EBITDA. "Laba bersih paling hanya naik 30% saja," pungkas Rosan.

Kepala Analis Teknikal Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman bilang, ini saat menguntungkan bagi perusahaan tambang batubara. BRAU bisa menikmati hasil dari tren kenaikan harga batubara. "BRAU juga bisa mendapat kepercayaan dari calon pembeli karena mereka berada di bawah Vallar," katanya.

Namun Billy belum tidak memberikan rekomendasi beli bagi BRAU. Ia menilai likuiditas emiten ini akan menipis seiring aksi tender offer Bumi Plc, yang dulu bernama Vallar. Namun secara terknikal Billy melihat saham BRAU bisa bergerak ke posisi Rp 600 per saham.
Sekadar catatan, Bumi Plc telah merampungkan tender offer saham BRAU. Masa penawaran tender berlangsung antara 11 Mei hingga 3 Juni.

Selama penawaran, Bumi Plc menerima penawaran 3,4 miliar saham. "Setelah penyelesaian penawaran tender, Vallar sekarang memiliki 29,57 miliar saham Berau, mewakili kurang lebih 84,7% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor," kata Lord Robin Renwick, Direktur Vallar Investment UK Ltd melalui keterbukaan informasi di BEI.


Pidato Bernanke juga Memerahkan Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Catatan negatif ekonomi AS dari The Fed dan perkiraan penurunan ekonomi AS telah menekan bursa saham Asia pada perdagangan Kamis (23/6).

Pandangan yang diberikan Gubernur The Fed, Ben Bernanke telah memaksa investor melakukan aksi jual yang telah rally sejak empat hari lalu. Pernyataan Bernanke ini memberikan sinyal tidak akan ada stimulus lanjutan setelah program Quantitative Easing II berakhir Juni ini.

Indeks Nikkei turun 0,3% ke 9.591 dan indeks Topix turun 0,6% menjadi 823,73. Bursa Nikkei digerakkan saham Nissan Motor Yorkshire justri naik 0,8% setelah CEO Carlos Ghosn yang mengatakan penjualan perusahaan akan lebih tinggi hingga Maret tahun ini.

Sedangkan indeks Kospi turun 0,4% ke 2.054, tetapi saham Korea express naik 10% setelah Samsung SDS akan menawarkan logistik kepada POSCO. Untuk indeks Australia turun diseret saham perbankan, beberapa saham pertambangan dan Woodside Petroleum setelah lembaga pemeringkat S&P mengevaluasi peringkat kredit perusahaan.

Saham Telstra naik setelah terjadi kesepakatan dengan Jaringan Broadband Nasional milik pemerintah sebesar US$11 miliar. Indeks ASX turun 0,5% ke 4.508 dan indeks NZX naik 0,2% ke 3.470.

Untuk indeks Hang Seng dibuka juga turun karena terbebani saham keuangan dengan penutupan Wall Street yang negatif. Indeks Hang Seng turun 0,7% ke 21.686. Indeks Singapura FTSE turun 0,3% ke 3.031 dan indeks Malaysia KLCI turun 0,1% ke 1.565.

Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu ditutup turun, mengakhiri 4 hari kenaikannya, setelah The Fed menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi AS ke depan tanpa rencana untuk stimulus. Dow Jones turun 80,34 poin (0,66%) ke level 12.109,67. S&P 500 turun 8,38 poin (0,65%) ke level 1.287,14 dan Nasdaq turun 18,07 poin (0,67%) ke level 2.669,19. The Fed menyatakan akan menjaga tingkat suku bunga pada level rendah dan memprediksikan GDP sekitar 2,7%-2,9% pada tahun ini, turun dari 3,1%-3,3% dari prediksi April lalu.

Proyeksi ekonomi AS dipangkas, mayoritas bursa Asia tertekan

Proyeksi ekonomi AS dipangkas, mayoritas bursa Asia tertekan
TOKYO. Pasar saham Asia melemah sehingga menggiring indeks regional ke level lebih rendah untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Bursa Asia terkoreksi setelah The Federal Reserves memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, dan langkah stimulus lebih lanjut kurang disukai. Hal ini memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,6% ke 131,12, pada pukul 9.43 pagi waktu Tokyo. Hampir tiga saham tumbang berbanding satu saham yang naik. Sementara, indeks Nikkei 225 melemah 0,43% ke 9.587,72. Lalu, indeks Kospi tumbang 0,63% ke 2.051. Indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,21% ke 4.523,10. Namun, indeks Hang Seng masih menguat 0,04% ke 21.860, dan Shanghai reli 0,10% ke 2.649,32.

"Proyeksi baru dari The Fed tidak memberi kejutan yang bernilai bagi pasar, malah mengkonfirmasi pemulihan yang lebih suam-suam kuku, yang mungkin mengecewakan pasar, "kata Tim Schroeders dari Pengana Capital Ltd, di Melbourne.

Pelemahan di pasar Asia juga disebabkan turunnya saham sektor komoditas seiring jatuhnya harga komoditas. Minyak mentah untuk pengiriman Agustus tumbang 1,5% di perdagangan elektronik di New York, hari ini. Harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan juga turun 0,7% di London, kemarin.

Beberapa saham di pasar Asia yang melemah, seperti saham Kyocera Corp yang lebih dari 20% penjualannya di pasar AS, melemah 1,5% di Tokyo. Lalu, saham produsen minyak dan gas terbesar kedua di Australia, Woodside Petroleum Ltd. jatuh 0,6% di Sydney. Dan, BHP Billiton Ltd. tumbang 0,5% seiring penurunan harga minyak dan tembaga.

Kilau Emas Semakin Memudar

Emas. Foto: Reuters
SINGAPURA - Harga emas kembali mengalami pelemahan lantaran nilai dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai menguat usai the Fed berkomentar pertumbuhan ekonomi AS akan melambat, tapi dia tidak memberikan petunjuk terkait stimulus lanjutan.

Nilai tukar dolar AS menguat atas euro dan basket currencies lainnya usai the Fed menguatakan akan mengakhiri program stimulus ekonominya senilai USD600 juta pada akhir bulan ini. Dana ini digunakan untuk program membeli obligasi pemerintah dalam rangka merangsang ekonomi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/6/2011), emas turun USD6,74 menjadi USD1.546,66 per ounce setelah sebelumnya ada di USD1.557,75 pada hari Rabu (22/6/2011). Harga emas sendiri menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah USD1.575 pada 2 Mei lalu.

Tapi, harga emas dalam mata uang poundsterling naik ke posisi tertingginya ke 969 per ounce karena nilai mata uang Inggris tersebut merosot ke level terendahnya di Asia dalam tiga bulan setelah Bank of England mengindikasikan akan melakukan rangsangan lebih lanjut. Di sisi lain, harga perak turun 0,3 persen menjadi USD36,25 per ounce.

Federal Reserve memangkas proyeksi Pertumbuhan ekonomi AS, tetapi tidak memberikan apakah akan kembali melakukan dukungan dalam bentuk stimulus lebih lanjut atau tidak. Dia hanya mengatakan pemulihan secara bertahap harus mengambil pos anggaran 2012.

Para pemimpin Eropa mencoba untuk meyakinkan Yunani untuk merealisasikan usulannya terkait pemangkasan anggaran agar mereka bisa masuk membantu YUnanu menghindari default utang dan kembali menstabilkan keuangannya.
(wdi)

Kenaikan Saham MEDC Sangat Atraktif

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham MEDC, Kamis (23/6) diprediksi menguat. Saham ini dalam reversal menguat setelah mencapai level bottom Rp2.225. Jika pecah resistance Rp2.450, saham ini bertenaga ke Rp2.600.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, saham tambang paling menarik saat ini adalah PT Medco Energy (MEDC) karena dilihat dari grafiknya, masih berpotensi rebound. Apalagi, saham ini sudah turun cukup banyak hingga mencapai level bottom Rp2.225 pada Senin (20/6).

Lalu, saham ini kembali naik ke 2.450 pada perdagangan kemarin. Artinya, sudah naik 10,1% dari level bottom-nya. Karena itu, saham ini sempat diwarnai profit taking setelah mencapai level tertingginya Rp2.450 itu dan pada akhirnya ditutup di level Rp2.375. “Level support MEDC Rp2.350 dan Rp2.450 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/6) malam.

Pada perdagangan Rabu (22/6) saham MEDC ditutup menguat Rp100 (4,39%) ke level Rp2.375 dari sebelumnya Rp2.275. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.450 dan terendah Rp2.275. Volume transaksi mencapai 16,5 juta unit saham senilai Rp39,6 miliar dan frekuensi 1.342 kali.

Irwan melihat adanya profit taking di level atas. Pasar mengalami trauma setelah saham ini turun tajam dan sekarang sudah naik signifikan sejak dua hari lalu. Karena itu, profit taking semacam itu sangat lumrah. “Profit taking banyak dilakukan di level Rp2.400-2.425,” tandasnya.

Tapi, dilihat dari grafik teknikal, saham MEDC, masih berpeluang menguat hari ini. Secara teknikal, imbuh Irwan, jika level resistance Rp2.450 ditembus ke atas, saham ini berpeluang menguat ke level Rp2.500-2.600. “Setelah profit taking, level Rp2.500-2.600 bisa dicapai pekan depan,” ungkapnya.

Kamis (23/6) ini, saham MEDC akan coba menguji level Rp2.450, apakah cukup kuat atau tidak. Menurutnya, jika bursa Eropa dan AS tidak mengalami koreksi yang tajam, saham ini akan kembali positif. “Apalagi, jika Dow Jones dan bursa Eropa kembali bergerak di area positif,” tandas Irwan.

Hanya saja, Irwan menggarisbawahi, dari sisi fundamental, saham MEDC kurang menarik. Sebab, di level harga saat ini, valuasi MEDC masih sangat tinggi dibandingkan saham-saham pertambangan yang lain. “Price to Earnings Ratio (PER) MEDC di level 20 kali dibandingkan rata-rata industri di bawah level 15 kali,” paparnya.

Apalagi, dengan situasi makro ekonomi global yang tidak menentu. Bahkan, kalau mau konservatif, valuasi industri tambang di level 10 kali sementara harga minyak sudah berada di kisaran US$90-an per barel. “Padahal, saham MEDC sangat erat kaitannya dengan minyak,” paparnya.

Irwan mewanti-wanti, untuk investasi jangka panjang, MEDC kurang cocok. Tapi, untuk trading, masih memberikan peluang gain karena secara grafik berpeluang technical rebound dengan target di level Rp2.500-2.600. “Awal pekan depan, mungkin bisa dicapai,” tandasnya.

Dalam situasi market yang masih bearish secara teknical, dia merekomendasikan beli saham MEDC di level bottom Rp2.350 dan setelah tiga hari bisa merealisaikan keuntungan. Apalagi, sudah dua hari MEDC ditutup di teritori positif dengan persentase yang signifikan. “Jika kenaikannya Kamis ini sudah melambat, lebih baik profit taking,” imbuhnya.

Sebaliknya, jika hari ini bisa tembus Rp2.450, saham ini bisa di-hold hingga hari Jumat (24/6). Sedangkan level cut loss di level Rp2.200. “Jika menggunakan strategi stop limit order, lebih baik jangan profit taking terlebih dahulu,” urai Irwan.

Dia menegaskan, jika hari ini level resistance Rp2.450 tidak terpecahkan, bisa profit taking. Jika Rp2.450 pecah hold saja. Misalnya, level tertinggi Kamis (23/6) ini di level Rp2.475 atau Rp2.500 dan pada Jumat (24/6) memecahkan level tertinggi Kamis ini, hold saja. “Baru di pekan depan bisa langsung hit and run,” tuturnya. [mdr]

Saham BBNI masih Bisa Menuju Level 3.900

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) masih berpeluang menuju level 3.900 kalau tidak turun di bawah 3.725.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham independen, Stefanus Mulyadi Handoko. Saham BBNI berhasil break out dari resisten down trend channel. Dari Stochastic masih bergerak uptrend merupakan sinyal positif.

Namun volume transaksi masih cenderung tipis di bawah VMA 20 days. saham BBNI dipresiksi akan bergerak di level support 3.725-3.675 dan level resisten di 3.825 dan 3.900.

Saham BBNI kemarin ditutup naik Rp50 ke Rp3.775 dengan volume 40.533 saham senilai Rp76,1 miliar sebanyak 1.308 kali transaksi.

Posisi Land Bank ELTY akan Naikkan Daya Jual

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakriland Development Tbk (ELTY) memiliki banyak land bank sehingga menguntungkan untuk pengembangan bisnis properti.

Hal ini dikutip dari hasil riset E Trading Securities. Keuntungan dari ELTY adalah perusahan ini memiliki land bankterbesar saat ini di pusat kota daerah Kuningan, hal tersebut merupakan keuntungan bagi ELTY untuk bisa meningkatkan daya jualnya dengan baik. Konsensus analis (Bloomberg) untuk saham ini adalah sebagai berikut: Buy:3, Holds:6 dan Sell:2 serta TP: 171.

Konsep Super Block yang dikembangkan perseroan, sudah mulai banyak menjadi pilihan beberapa perusahaan pengembang seperti Bakrieland, Ciputra, Agung Podomoro Land dan bebrapa pengembang lainnya bukanlah hal yang baru lagi di sektor ini. Namun yang akan menjadi faktor penentu dari sectoradalah timing yang tepat dalam fase ekonomi yang menunjang.

Selain itu, tentunya lokasi dari proyeknya sendiri, karena konsep Super Block sendiri adalah pemukiman vertikal yang terletak tidak jauh dari pusat perkotaan. Perseroan sedang mengintegrasikan apartemen, perkantoran, ruang komersial, dan hotel dalam satu lokasi akan mencipta suatu kawasan yang dikenal sebagai superblok untuk meningkatkan daya jual.

Sinyal permintaan bakal melemah, minyak terkoreksi di pasar Asia

Sinyal permintaan bakal melemah, minyak terkoreksi di pasar Asia
SYDNEY. Harga minyak melemah setelah Federal Reserve menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Proyeksi tersebut menjadi sinyal permintaan bahan bakar AS akan melemah.

Minyak WTI untuk pengiriman Agustus turun US$ 1,41 ke level US$ 94 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di US$ 94,12 per barel pada pukul 09.14 waktu Sydney. Kontrak yang sama kemarin naik ke US$ 95,41 per barel. Sementara, kemarin, minyak Brent untuk pengiriman Agustus reli 2,9%, dan mengakhiri sesi perdagangan di ICE Futures Europe pada posisi US$ 114,21 per barel.

The Fed memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 2,7% hingga 2,9%, dari proyeksi April di 3,1% hingga 3,3%. Adapun, pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan di kisaran 3,3% hingga 3,7%, dibanding proyeksi sebelumnya di 3,5% hingga 4,2%.

Minyak juga tertekan setelah Departemen Energi menunjukkan cadangan minyak AS turun kurang dari perkiraan. Stok minyak mentah turun 1,71 juta barel menjadi 363,8 juta pada pekan lalu, di bawah perkiraan pasar yaitu bakal turun 1,83 juta barel. Sementara, persediaan di Cushing, Oklahoma meningkat untuk pertama kalinya dalam empat minggu, yaitu naik 273.000 barel.

Kepala analis Adam Mesh Trading GroupTodd Horwitz menyebut, sepertinya pasar masih menuju ke level lebih rendah dalam jangka pendek. "Harga bisa bergerak kembali ke kisaran US$ 80 per barel, hingga pertengahan Juli. Stok minyak masih berlimpah," ujarnya.

Indomobil Makin Kokoh di Bisnis Multifinance

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) akan serius menekuni bisnis jasa keuangan dengan menyiapkan dana hingga Rp400 miliar.

Perseroan merambah multifinance melalui anak usahanya yaitu PT Indomobil Finance Indonesia. IMAS juga akan menyuntikkan modal untuk mengembangkan bisnis suku cadang dan kontraktor alat berat.

Pada perdagangan kemarin saham IMAS naik Rp50 ke Rp8.300 dengan volume perdagangan mencapai 1.358 saham senilai Rp5,6 miliar sebanyak 301 kali transaksi.

IHSG Terancam Kembali Longsor

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rencana Perdana Menteri Yunani George Papandreou melakukan aksi pengencangan ikat pinggang dan memuluskan dukungan dana, mendapat dukungan 51,66% anggota parlemen. Dengan adanya mosi percaya itulah, negeri para dewa tersebut diharapkan bisa terbebas dari gagal bayar alias default.

Peristiwa ini langsung disambut hangat pelaku pasar. Kendati belum seramai sebelum muncul suasana kelabu di Eropa, perdagangan d sejumlah bursa saham mengalami penguatan yang cukup signifikan. Dow Jones Industrial Average (^DJI) yang sudah terperosok ke level 11.000-an kini sudah kembali ke tataran 12.000, tepatnya di 12.190 (22/6).

Bursa efek Indonesia, juga demikian. Pada penutupan Rabu kemarin, IHSG tercatat sudah menclok di 3.821,83. Itu berarti, dalam waktu tiga hari indeks berhasil menguat 100 poin atau sekitar 2,6%. Harga saham-saham kelas satu dan second liner, yang semula jumpalitan, kini mulai merangkak naik.

Apakah ini pertanda bullish? Nanti dulu. Sejumlah analis mengatakan penguatan ini hanya didorong oleh sentimen sesaat. Sebab akar masalahnya, krisis Yunani dan sejumlah negara di Eropa serta Amerika, belum selesai.

Pengucuran dana bantuan untuk Yunani oleh sejumlah negara di Eropa senilai 12 miliar euro misalnya, belum mencapai kata sepakat. “Indeks akan kembali terkoreksi,” ungkap seorang kepala riset. Nasib negeri para dewa ini baru akan diketahui kepastiannya pasca European Summit yang diselenggarakan 23-25 Juni.

Jika pertemuan ini tetap tak menghasilkan kesepakatan yang bersifat membantu krisis Yunani, dipastikan, pasar akan kembali terguncang. Dampaknya, tentu saja, akan merembet ke Jakarta. Itulah yang membat investor asing melakukan pembelian dengan ekstra selektif. Mereka khawatir, akan muncul sentimen negatif dari pertemuan tersebut.

Sementara di dalam negeri juga tak ada berita yang menggembirakan hati. Setelah terbitnya laporan keuangan triwulan I dan pengumuman pembagian dividen oleh sejumlah emiten, nyaris tak ada lagi sentimen positif yangbisa mendorong perdagangan saham. Bahkan, yang ada malah sebaliknya, kekhawatiran terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

Makanya, tidak mengherankan jika para pelaku pasar tidak terlalu antusias dalam menyikapi penguatan IHSG di hari-hari terakhir ini. Mereka memperkirakan, dalam jangka pendek, indeks akan kembali melemah ke kisaran 3.710-3.800.

Berdasarkan ramalan itu, investor disarankan tetap berada di posisi aman dengan memegang uang kontan. Tapi bagi yang ingin mengadu peruntungan, disarankan untuk mengoleksi saham-saham dari second liner yang likuid dan efek unggulan yang harganya sudah terkoreksi cukup dalam.

Pilihan yang disodorkan, antara lain; PT Asia Pacific Flbers (POLY), PT Gajah Tunggal (GJTL), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Gas Negara (PGAS) dan PT Batu Bara Bukit Asam (PTBA). Saham-saham tersebut, diperkirakan masih mampu menelurkan gain antara 2%-3%. [mdr]

Bursa Australia Dibuka Turun, Terimbas The Fed

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Australia melemah pada awal perdagangan Kamis (23/6), menyusul komentar suram dari Federal Reserve AS atas pemulihan ekonomi.

Indeks acuan S & P / ASX 200 kehilangan 0,1% ke level 4.529,10. Saham perbankan melemah, dengan Westpac Banking Corp jatuh 0,5%, sementara Australia & New Zealand Banking Group turun 0,4%.

Sektor energi terkoreksi, dengan Karoon Gas Australia kehilangan 1,8% dan Beach Energy Ltd turun 1,1%, dimana patokan Nymex untuk minyak mentah berjangka turun ke US$ 94 per barel.

Saham operator telepon Telstra Ltd naik 0,2% setelah mengamankan kesepakatan US$ 11,6 miliar dengan pemerintah federal untuk menggunakan aset fixed-line-nya dalam jaringan broadband nasional. [ast]

Ekonomi AS Suram, Bursa Jepang Tertekan

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang jatuh pada awal perdagangan Kamis (23/6). Koreksi saham eksportir memimpin, setelah prospek ekonomi suram dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke lemahkan bursa AS.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,3% ke level 9.597,72, meskipun sempat naik 0,7% saat dibuka. Indeks Topix kehilangan 0,4% menjadi 825,88.

Perusahaan teknologi yang fokus di ekspor, memimpin koreksi saham unggulan. Elpida Memory Inc kehilangan 1,3%, Nintendo Co turun 2,3%, dan Renesas Electronics Corp turun 1%, meskipun Sony Corp naik 0,8%.

Toyota Motor Corp diperdagangkan flat, setelah mengatakan akan menggandakan pengiriman Prius Hibrida ke AS, tetapi Nissan Motor Co naik 1,2% setelah CEO-nya mengatakan, produksi hampir kembali normal setelah gempa bumi 11 Maret di Jepang. [ast]

Usai Pernyataan The Fed, Indeks Dolar Naik Tipis

Headline
INILAH.COM, San Francisco - Dolar AS naik tipis terhadap mata uang utama Kamis (23/6), setelah Federal Reserve mengeluarkan pernyataan atas kebijakan moneter.

Indeks dolar naik menjadi 74,699 dari 74,553 sebelumnya, dan 74,598 setelah pernyataan. Dolar mengalami kerugian kecil dibandingkan euro yang diperdagangkan di US$ 1,44.

Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol dan mengatakan, program pemeblian obligasi akan berakhir sesuai jadwal. Ia juga mengatakan pertumbuhan berada di laju moderat dan pasar tenaga kerja lebih lemah dari eskpektasi. [ast]

Pernyataan Fed Bakal Ikut Seret IHSG ke Zona Merah

Headline
INILAH.COM, New York - Pada perdagangan Kamis (23/6) ini IHSG bakal dibuka melemah mengikuti Wall Street yang tergilas oleh pernyataan The Fed.

Pernyataan Fed akan membuat investor keluar dari pasar. Investor akan melakukan profit taking setelah kemarin indeks naik tajam dan menepi untuk sementara menunggu adanya sentimen yang baik untuk masuk kembali ke pasar.

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (22/6) setelah The Fed memotong prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan tanpa rencana untuk stimulus.

Pelaku pasar mengharapkan komentar positif dari pimpinan The Fed Ben Bernanke yang ternyata mengecewakan, sehingga memberikan mereka alasan untuk melakukan aksi jual. "Setiap orang memutuskan untuk jual. Tidak ada hal baru. Kita juga tidak mengharapkan setiap orang untuk datang dan mengatakan perekonomian tumbuh," ujar Portofolio Manager Mirzam Capital Appreciation Albert Meyer, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Investment Advisor and Portofolio Manager Cozad Asset Management Bryant Evans menuturkan, pasar akan sideaways menuju pelemahan untuk tiga bulan seperti perekonomian yang membutuhkan waktu untuk momentum. Harapan stimulus The Fed pada tahap berikutnya pada yang lalu menolong pasar saham. Tetapi ada harapan The Fed akan membeli aset untuk tahap berikutnya, tetapi kebanyakan ekonom melihat hal itu tidak dilakukan saat ini.

Pilihan Hari Ini: Perbankan dan Blue Chips

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Kamis (23/6) diperkirakan melanjutkan penguatan. Saham perbankan dan saham unggulan lainnya masih bisa jadi pilihan.

Edwin Sebayang dari MNC Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini akan digerakkan oleh sentimen kinerja keuangankuartal dua dan kenaikan indeks Dow Jones yang mulai stabil 4 hari terakhir. “Terutama karena masalah Yunanisaat ini sudah terfaktorkan,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, kinerja keuangan perusahaan AS masih akan mengalami pertumbuhan pendapatan, sementara kontroversi soal quantitative easing hanya akan mempengaruhi psikologis pasar. “Hal ini mengurangi katalis negatif dari luar negeri,” ujarnya.

The Fed kini masih terapkan kebijakan likuiditas longgar,dan quantitative easingmasih dilanjutkan, meski dengan nilai yang lebih kecil dari jilid 1 dan 2. “Yang terpentingadalah The Fed tidak naikkan suku bunga, karena ini yang pengaruhi carry trade fund,” paparnya.

Edwin menambahkan, IHSG memiliki sentimen positif dari ekspektasi laporan keuangan kuartal dua yang akan dirilis awal Juli. Kinerja ini diperkirakan masih mengalami pertumbuhan earning paling tidak 25 %, sehingga IHSG bisa mengarah ke level 3.900-4.000, “Apalagi koreksi IHSG jugasejauh ini market ini tidak lebih dari 5%,” katanya.

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan saham sektor perbankan. Dengan penyaluran kredit kuartal pertama 25%, diperkirakan kuartal selanjutnya, kredit akan dikucurkan lebih banyak lagi. Pilihan sahamnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Jabar Banten (BJBR).

Sedangkan saham lain pilihannya adalah Astra International (ASII), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), United Tractor (UNTR), Intraco Penta (INTA), Jasa Marga (JSMR), TB Bukit Asam (PTBA), Indika Energy (INDY), “Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”katanya.

Pada perdagangan Rabu (22/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,893 poin (0,70%) ke level 3.821,832. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,224 miliar lembar saham, senilai Rp 3,823 triliun dan frekuensi 109.326 kali.

Sebanyak 142 saham naik, 84 saham turun, dan 100 saham stagnan. Asing mendukung kenaikan bursa hari ini, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp528 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,273 triliun dan transaksi jual mencapai Rp745 miliar. [mdr]

Pernyataan Fed Hancurkan Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (22/6) setelah The Fed memotong prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan tanpa rencana untuk stimulus.

Pelaku pasar mengharapkan komentar positif dari pimpinan The Fed Ben Bernanke yang ternyata mengecewakan, sehingga memberikan mereka alasan untuk melakukan aksi jual. "Setiap orang memutuskan untuk jual. Tidak ada hal baru. Kita juga tidak mengharapkan setiap orang untuk datang dan mengatakan perekonomian tumbuh," ujar Portofolio Manager Mirzam Capital Appreciation Albert Meyer, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Investment Advisor and Portofolio Manager Cozad Asset Management Bryant Evans menuturkan, pasar akan sideaways menuju pelemahan untuk tiga bulan seperti perekonomian yang membutuhkan waktu untuk momentum. Harapan stimulus The Fed pada tahap berikutnya pada yang lalu menolong pasar saham. Tetapi ada harapan The Fed akan membeli aset untuk tahap berikutnya, tetapi kebanyakan ekonom melihat hal itu tidak dilakukan saat ini.

Indeks Dow Jones turun 80,34 poin atau 0,66% ke level 12.109,67. Indeks S&P 500 turun 8,38 poin atau 0,65% ke level 1.287,14. Indeks Nasdaq turun 18,07 poin atau 0,67% ke level 2.669,19. Indeks S&P turun 5,6% sejak awal Mei.

Setelah penutupan, saham Bed Bath and Beyond Inc naik 3,3% ke level US$55,84 setelah peritel melaporkan keuntungan per kuartal sesuai harapan dan menaikkan prediksi pendapatan full year. Saham Adobe Systems Inc turun 6,3% ke level US$30,01 sehari setelah perseroan melaporkan keuntungan per kuartal naik 54% tetapi permintaan menurun di Eropa mempengaruhi perseroan.

Saham FedEx Corp naik 2,6% ke level US$91,44 setelah melaporkan keuntungan kuartal keempat kuat dan prediksi pendapatan yang baik pada 2012. Selain itu, The Fed menyatakan akan menjaga tingkat suku bunga pada level rendah. Program pembelian obligasi senilai US$600 miliar akan berakhir akhir bulan ini. The Fed memprediksikan GDP sekitar 2,7%-2,9% pada 2011. Prediksi GDP tersebut menurun dari 3,1% hingga 3,3% pada April.

The Fed juga mengurangi prediksi GDP sekitar 3,3% hingga 3,7% pada 2012. Indikator negatif lainnya posisi jangka pendek telah meningkat di S&P 500 yang dilakukan oleh hedge fund. Investor milionere Ken Fisher mengatakan, bursa saham Amerika Serikat akan sedikit naik pada 2011 sebelum kembali pada tren dua tahun lalu.

Volume perdagangan saham tipis sekitar 6,2 miliar saham di bursa saham New York, Nasdaq dan NYSE Amex exchanges dibandingkan rata-rata harian sekitar 7,58 miliar saham. [cms]

FOMC The Fed Bakal Picu Penguatan Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (23/6) diprediksi menguat. Keputusan Bank Sentral AS yang mempertahankan suku bunga rendah jadi katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini dipicu oleh keputusan Bank Sentral AS The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan di level rendah 0-0,25%. Situasi itu akan memperlemah dolar AS dan jadi katalis positif bagi rupiah.

Tapi di sisi lain, imbuh Firman, belum jelasnya nasib bailout Yunani membuat investor tidak berani untuk terlalu agreasif. Karena itu, peluang penguatan rupiah jadi terbatas. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.570-8.590 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Sebab, lebih lanjut dia menjelaskan, meski Perdana Menteri Yunani George Papandreou mendapatkan mosi percaya dari parlemen, tapi kongkritnya, negeri Para Dewa itu belum mendapatkan bailout sehingga terlambat. "Karena itu, pergerakan nilai tukar euro masih rentan," paparnya.

Lalu, Parlemen Yunani juga akan melakukan voting kembali dalam beberapa hari ke depan mengenai rencana kebijakan penghematan fiskal sebagai syarat mendapatkan bailout. Voting dilakukan untuk menentukan apakah parlemen setuju atau tidak atas kebijakan itu. "Bentuknya adalah pemangkasan anggaran, kenaikan pajak dan penjualan beberapa aset negara," papar Firman.

Tapi, imbuhnya, jika parlemen sudah memberikan mosi percaya kepada Papandreou untuk memimpin Yunani, parlemen juga seharusnya menyetujui penghematan fiskal itu.

Secara umum, ditegaskan Firman, outlook rupiah masih cukup cerah meskipun melemah tajam dalam beberapa hari terakhir. "Hanya saja, di tengah keenganan negara-negara maju untuk menaikkan suku bunga acuannya dan positifnya fundamental ekonomi Indonesia seharusnya bisa menopang penguatan rupiah lebih jauh," tandasnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (22/6) ditutup menguat 9 poin (0,10%) ke level 8.587/8.592 per dolar AS.

IHSG Cukup Kuat dari Terpaan Faktor Eksternal

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik dinilai kuat dari terpaan sentimen negatif eksternal. Buktinya, IHSG berhasil ditutup di atas level resistance 3.820 pada perdagangan kemarin.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, secara grafik teknikalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) di tutup sedikit di atas resitance 3.820. Sebelumnya, support indeks di level 3.760 dan resistance 3.820. “Kemarin, indeks ditutup di level 3.821,83. Secara grafik, iHGS sangat menarik,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/6).

Kondisi itu, lanjut Irwan, menandakan market Indonesia sejauh ini cukup kuat menghadapi terpaan-terpaan berita negatif dari luar. “Karena itu, secara grafik, peluang penguatan IHSG lebih lanjut masih ada,” paparnya.

Hanya saja, imbuhnya, perlu diwaspadai, market saat ini tidak bisa lepas dari pergerakan bursa regional setelah kemarin menguat cukup banyak. “Karena itu, IHSG juga punya peluang koreksi. Tapi, selama koreksi bursa regional wajar, tidak terlalu masalah,” timpalnya.

Tapi, jika penurunan market regional cukup dalam, pelaku pasar harus waspada. Karena itu, peluang kenaikan IHSG masih 50:50. Apalagi, indeks sudah menguat dalam dua hari terakhir berturut-turut. “Pada hari ketiga, indeks ada juga peluang profit taking. Hari ini adalah Kamis (24/6). Ada kemungkinan profit taking dilakukan pada Jumat (24/6/2011),” ungkapnya.

Jika terjadi kenaikan yang signifikan akan terjadi profit taking antara Kamis atau Jumat. Support IHSG berada di level Rp3.800 dan resistance di level 3.850. “Meski 50:50, jika melihat kecenderungan market yang kuat terhadap terpaan negatif dari luar, indeks cenderung bergerak ke arah positif ketimbang area negatif,” ungkapnya.

Walaupun, profit taking tetap mengancam pada Kamis-Jumat ini. Kalau kamis, terjadi profit taking biasanya terjadi di sesi dua. “Jika Jumat profit taking biasanya di sesi satu. Ini tergantung pelaku pasar kapan akan melakukan profit taking. Ini masih tanda Tanya,” imbuhnya.

Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (^JKSE) ditutup menguat 26,89 poin (0,71%) ke level 3.821,832.

IHSG Siap Alami Koreksi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 26 poin akibat derasnya arus dana asing yang masuk ke lantai bursa. Laju penguatannya sedikit tertahan oleh profit taking di perdagangan sesi II.

Pada perdagangan, Rabu (22/6/2011), IHSG ditutup melaju 26,893 poin (0,70%) ke level 3.821,832. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 5,040 poin (0,75%) ke level 675,878.

Koreksi yang menyambangi sebagian besar bursa-bursa utama dunia akan menjadi sentimen negatif yang akan menghadang laju penguatan IHSG. Pada perdagangan Kamis (23/6/2011), IHSG diprediksi akan mengalami koreksi dengan pergerakan yang fluktuatif.

Bursa Wall Street tadi malam bergerak melemah, merespons peringatan Bank Sentral AS (Federal Reserve) seputar pemulihan ekonomi yang terus berjalan dan tingkat suku bunga rendah yang terus dipertahankannya.

Federal Open Market Committee (FOMC) dalam pertemuannya selama 2 hari secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%, sekaligus mempertahankan kebijakan pembelian obligasi US$ 600 miliar yang akan berakhir 30 Juni.

FOMC mengatakan, pelemahan ekonomi itu sebagian berhubungan dengan faktor yang sifatnya sementara, seperti tingginya harga makanan dan energi yang menggerus daya beli konsumen serta gangguan rantai suplai akibat gempa dan tsunami di Jepang.

Pada perdagangan Rabu (22/6/2011), indeks Dow Jones ditutup melema 80,34 poin (0,66%) ke level 12.109,67. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,38 poin (0,65%) ke level 1.287,14 dan Nasdaq melemah 18,07 poin (0,67%) ke level 2.669,19.

Bursa Jepang juga langsung ikut mengalami koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 36,35 poin (0,38%) ke level 9.593,08.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG hari ini ditutup naik 26 point (+0.71%) ke level 3,821 dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp3.8 triliun Hampir seluruh sektor saham pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan kecuali agri. Tercatat sebanyak 135 saham mengalami penguatan, 77 saham mengalami penurunan, 94 saham tidak mengalami perubahan dan 142 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp723 miliar dengan sektor yang paling banyak di beli adalah ASII, BUMI, BBRI, INDF dan UNTR.

Secara teknikal, IHSG berhasil bergerak menguat dengan break dari garis MA 20 sementara candlestick kembali membentuk pola White Marubozu dengan indikator stochastic yang masih bergerak uptrend namun RSI mulai bergerak landai. Perlu diwaspadai adanya aksi profit taking menguji garis support di MA 20 melihat penguatan yang sudah berlangusng selama tiga harti berturut-turut. Pada perdagangan hari ini (23/6) IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3,790-3,844 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain MEDC dan BDMN.

(qom/qom)

The Fed pangkas proyeksi laju ekonomi, bursa AS terkoreksi

The Fed pangkas proyeksi laju ekonomi, bursa AS terkoreksi
NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat (AS) tumbang, dan mengakhiri reli yang berlangsung selama empat hari. Koreksi bursa AS terjadi setelah Federal Reserves memangkas proyeksi ekonomi, dan berencana mengakhiri program stimulus sesuai jadwal.

Indeks Standard & Poor's ditutup jatuh 0,7% ke level 1.287,14, pada pukul 4 sore di New York, setelah empat hari sebelumnya reli sebesar 2,4%. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average juga turun 0,7% ke 12.109,67, pada hari ini.

Beberapa saham yang tumbang, seperti Adobe Systems Inc yang jatuh 6,3% setelah melaporkan penjualan di Eropa lebih rendah dari perkiraan. Lalu, saham Sprint Nextel Corp turun 2,3% setelah Sanford C. Bernstein & Co mengatakan perusahaan menghadapi risiko dari strateginya untuk generasi keempat ponsel.

Pejabat The Fed memproyeksi pertumbuhan ekonomi berkembang sekitar 2,7% hingga 2,9% pada tahun ini, lebih rendah dari proyeksi April di kisaran 3,1% hingga 3,3%. Inflasi di luar makanan dan energi diperkirakan mungkin lebih tinggi dari prediksi sebelumnya. Sementara, pertemuan Federal Open Market Committee menyatakan, pemulihan ekonomi berlanjut pada kecepatan moderat, meskipun agak melambat dari ekspektasi. Komite ini menyebut akan mengakhiri program stimulus US$ 600 miliar di akhir bulan ini.

Direktur Axiom Capital Management Inc. Liam Dalton mengatakan, The Fed sangat menyadari fakta perekonomian sudah melunak. "Meskipun ekonomi mungkin stabil, tapi ada gambaran yang kurang menyenangkan sekarang. Investor saham akan menjadi sedikit lebih enggan mengambil risiko," ujarnya.

Dalam sebuah posting Twitter pagi ini, Bill Gross pengelola dana investasi di Pacific Investment Management Co. menyebut, The Fed dalam pertemuan Agustus ini mungkin akan menghindari sinyal putaran ketiga stimulus, dan berupaya membatasi biaya pinjaman dengan menggunakan suku bunga.

Sementara, analis senior investasi dari RidgeWorth Capital Management, Alan Gayle bilang, perekonomian secara material akan melambat jika The Fed melanjutkan putaran stimulus. "Ekonomi akan terus berada dalam pemulihan yang rendah. Fundamental dasar tetap bergerak di tempat," sebutnya.


Respons Pandangan The Fed, Wall Street Ditutup Melemah

New York - Saham-saham di bursa Wall Street bergerak melemah, merespons peringatan Bank Sentral AS (Federal Reserve) seputar pemulihan ekonomi yang terus berjalan dan tingkat suku bunga rendah yang terus dipertahankannya.

Federal Open Market Committee (FOMC) dalam pertemuannya selama 2 hari secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%, sekaligus mempertahankan kebijakan pembelian obligasi US$ 600 miliar yang akan berakhir 30 Juni.

"Pemulihan ekonomi terus berlanjut pada tingkat yang moderat, meskipun sebenarnya lebih lambat dari yang diperkirakan komite," ujar FOMC dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP.

FOMC mengatakan, pelemahan ekonomi itu sebagian berhubungan dengan faktor yang sifatnya sementara, seperti tingginya harga makanan dan energi yang menggerus daya beli konsumen serta gangguan rantai suplai akibat gempa dan tsunami di Jepang.

Secara terpisah, The Fed mengeluarkan proyeksi ekonomi per kuartal yang memangkas proyeksi PDB sekitar seperempat poin menjadi di kisaran 2,7% hingga 2,9%.

Merespons hasil pertemuan tersebut, saham-saham di bursa Wall Street bergerak melemah. Investor yang semula berharap ada komentar positif dari Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke akhirnya kecewa, sekaligus memiliki alasan untuk melakukan aksi jual.

"Setiap orang memutuskan bahwa itu adalah sinyal jual. Tidak ada yang baru. Kami tidak memperkirakan setiap orang keluar dan mengatakan perekonomian tumbuh," ujar Alber Meyer, manajer portofolio Mirzam Capital Appreciaton Fund seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/6/2011).

Pada perdagangan Rabu (22/6/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 80,34 poin (0,66%) ke level 12.109,67. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,38 poin (0,65%) ke level 1.287,14 dan Nasdaq melemah 18,07 poin (0,67%) ke level 2.669,19.

"Pasar sudah menguat dalam 4 hari berturut-turut hingga hari ini, relinya OK, tapi tidak cukup menunjukkan kekuatan untuk mendobrak momentum pelemahan pasar yang sudah terjadi sejak Mei," tambah Bruce Bittles, chief investment strategist Robert W. Baird & Co.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,58 miliar lembar saham.

(qom/qom)