Senin, 05 September 2011

Inflasi Agustus Topang IHSG Sesi I Melesat 1,61%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Senin (5/9) ditutup menguat 1,61% ke level 3.903,93.

Penguatan indeks siang ini didukung angka inflasi Agustus yang diumumkan Badan Pusat Statistik pagi tadi masih di bawah 1%.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya melihat di tengah bayang-bayang krisis AS sepekan terakhir, indeks IHSG akan mengalami bullish (tren naik). “Posisi tetap akan bullish. Cuma overallnya perlahan akan naik terus. Kalau kita lihat indeks Amerika naik tajam dari 10.900 naik hingga 11.638 atau 11.650-an kalau nggak salah. Jadi kenaikan hampir 600 poin. Overallnya akan sangat bulish. Mereka telah melakukan perbaikan-perbaikan,” tukasnya.

Willy menambahkan, dampak krisis AS terhadap indeks seharusnya membawa keuntungan. Pasalnya, tidak ada data-data ekonomi Indonesia diberi rapor merah. “Kalau ada masalah di Amerika seharusnya kita yang diuntungkan. Kita punya data apa yang jelek? Terus pertumbuhan ekonomi kita masih sangat bagus, terus laba bersih emiten rata-rata 25%-35% selama kuartal II 2011. Jadi pertumbuhan emiten juga harus dilihat,” paparnya.

Selain itu, Willy memperdiksi, IHSG senin akan gaping lari naik karena IHSG sudah libur selama satu minggu. “Selama kita libur, kita memberikan catatan yang sangat fantastis adalah 4 hari mereka (indeks Amerika) plus dan satu hari minus. Dalam 4 hari plus angkanya rata-rata di 2%. Saya bisa mengatakan senin kita akan gaping lari naik,” tegasnya.

“Kalau kita mengatakan bearish, buktinya saham Amerika ngga pernah tutup di bawah 10.000 kok. Di bawah 11.000 cuma satu hari,” tukasnya.

Bursa Asia siang masih terkoreksi memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa AS di akhir pekan kemarin. Shanghai turun 1,63%, Hang Seng turun 2,17%, KLSE turun 0,22%, NIkkei turun 1,86%, STI turun 2,56%, dan Seoul turun 3,5%. Harga minyak dunia juga terkoreksi pagi ini ke level US$85,7/barel sementara harga batubara NEWC naik tipis ke level US$122,5/ton.

Sebanyak 130 saham tercatat naik siang ini, sementara70 saham turun, dan 76 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 2,14% ke level 690,77, sementara JII naik 1,88% ke level 539,11.

Asing terlihat masih lebih banyak melakukan pembelian hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp350,66 miliar. Volume perdagangan sebanyak 2,46 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,69 triliun.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ASII yang naik 3,25%, GGRM naik 2,36%, UNTR naik 3,38%, AALI naik 1,39%, BDMN naik 5,76%, dan ISAT naik 5,71%.

Indeks masih sumringah dan ditutup di atas level 3.900 di sesi I

JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus mendaki sejak dibuka pertama kali setelah libur panjang sepekan kemarin. Gairah para investor untuk melanjutkan peruntungan tampaknya tak terbendung. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (05/09), indeks ditutup pada level 3.903,93 atau naik 1,62%.

Kenaikan indeks bukan tanpa alasan. Pasalnya kesepuluh sektor mendukung reli tersebut. Tiga sektor bahkan mampu mencetak kenaikan di atas 2% yakni aneka industri 2,61%, keuangan 2,54% dan infrastruktur 2,13%.

Saham yang mengalami kenaikan pun mendominasi perdagangan sesi pertama yakni sebanyak 121 saham. Sisanya, 66 saham turun dan 72 saham tak bergerak. Nilai perdagangan sesi pertama sebesar Rp 3,16 triliun dengan total saham yang diperdangkan sebanyak 2,15 miliar.

Tiga penghuni top gainers adalah FKS Multi Agro Tbk (FISH) yang naik 15% menjadi Rp 2.300, Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang naik 13,51% menjadi Rp 420 dan Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang naik 9,32% menjadi Rp 129.

Sementara trio top losers adalah Myoh Techmology Tbk (MYOH) yang turun 13,4% menjadi Rp 84, Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) turun 12,5% menjadi Rp 350 dan Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) yang turun 7,27% menjadi Rp 2.550.

Harga emas meroket, transaksi emas di BKDI melonjak selama Agustus

Harga emas meroket, transaksi emas di BKDI melonjak selama Agustus
JAKARTA. Reli harga emas yang berlangsung belakangan ini berimbas pada maraknya transaksi emas di bursa berjangka. Volume transaksi produk emas di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) selama Agustus naik lebih dari 100%.

Selama hampir sebulan, per 25 Agustus 2011, volume transaksi produk GOLDID yang berbasis rupiah melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 1.115 lot, dari bulan sebelumnya 418 lot. Sementara, volume transaksi GOLDGR naik 87% menjadi 1.652 lot, dari bulan sebelumnya sebesar 882 lot.

Kemudian, untuk produk GOLDUD yang menggunakan dollar AS, di periode yang sama naik 43% menjadi 8.157 lot, dari bulan sebelumnya 5.719 lot. Walaupun kenaikan volume transaksi bulanan GOLDUD tidak sesignifikan produk emas BKDI lainnya, namun volume transaksi hariannya sempat beberapa kali menembus di atas 1.000 lot per hari, pada Agustus kemarin.

Direktur Utama BKDI Megain Wijaya optimis, sampai akhir tahun nanti volume transaksi untuk ketiga produk emasnya bisa mencapai 2.000 lot per hari.

Menurut Megain, krisis yang melanda Amerika Serikat (AS) dan krisis perbankan yang melanda Uni Eropa secara bertubi-tubi, cenderung akan mengalihkan investor kepada emas. "Jika harga emas terus naik, tentunya minat investasi emas di bursa berjangka akan terkena imbas positif, ikut naik juga," ujarnya, Minggu (4/9).

JSMR masih menjadi operator Suramadu hingga akhir tahun

JSMR masih menjadi operator Suramadu hingga akhir tahun
JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kembali mendapatkan perpanjangan sebagai operator di Jembatan surabaya-Madura (Suramadu) hingga akhir 2011. Hal tersebut didapatkan JSMR setelah pemerintah belum juga melaksanakan tender bagi operator di ruas tol tersebut.

"Untuk di Suramadu, kita diperpanjang sebagai operatornya hingga akhir tahun karena pelaksanaan tendernya belum juga jalan," kata Frans Sunito, Direktur Utama JSMR di Jakarta belum lama ini.

Ini adalah kali kedua, JSMR kembali diperpanjang masa kerjanya sebagai operator di jembatan yang menghubungkan pulau jawa dengan pulau Madura. Sebenarnya masa kerja JSMR sudah selesai pada akhir 2010 lalu, tapi diperpanjang hingga April lalu. Waktu itu, disebutkan jika pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum belum siap untuk melakukan tender tersebut.

Sebenarnya perusahaan pelat merah tersebut sudah berminat untuk terus menjadi operator Suramadu. Sehingga JSMR pun berencana akan mengikuti tender yang akan diselenggarakan bagi pengoperasian dan pemeliharan Suramadu selama lima tahun.

Awalnya pemenang tender tahap dua yang seharusnya dilakukan tahun ini akan melanjutkan pengoperasian jalan tol Suramadu termasuk jalur motor, pemeliharaan rutin causeway sisi Madura, causeway sisi Surabaya dan penyediaan listrik untuk kebutuhan suplay daya operasi peralatan dan penerangan gerbang tol.

Walaupun terus menjadi operator di jembatan Suramadu, sebenarnya pendapatan di sana tidaklah terlalu besar. Manajemen JSMR menyebut jika JSMR paling tidak hanya mereguk pendapatan sebesar Rp 11 miliar sepanjang 2010 lalu.

Data payrolls AS mengecewakan, mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar

Data payrolls AS mengecewakan, mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar
SEOUL. Won Korea Selatan pagi ini memimpin pelemahan mata uang Asia. Data tenaga kerja (payrolls) AS yang lebih rendah ketimbang prediksi memicu kecemasan kalau perekonomian Negeri Paman Sam itu akan jatuh ke jurang resesi. Kondisi itu membuat outlook ekonomi di kawasan regional menjadi negatif.

Pada pukul 11.40 waktu Seoul, won Korea Selatan melemah 0,6% menjadi 1.068,95 per dollar. Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,3% menjadi 2,9750, peso Filipina melemah 0,2% menjadi 42,23, dan yuan China melemah 0,08% menjadi 6,3879.

"Data payrolls AS sangat mengecewakan. Namun, adanya kebijakan stimulus dari the Federal Reserve bisa membatasi kejatuhan pasar saham dan mata uang Asia," jelas Jonathan Cavenagh, currency strategist Westpac Banking Corp di Singapura.

Sekadar informasi, indeks MSCI Asia Pacific sudah anjlok lebih dari 2% setelah dirilisnya data payrolls AS pada 2 September lalu yang menunjukkan tidak adanya perubahan pada Agustus. Sementara, sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi adanya kenaikan sebesar 68.000.

Sesi I Aksi Borong Saham Angkat IHSG Naik 62 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 62 poin akibat aksi borong saham investor pasca libur panjang lebaran. Investor mencoba menata kembali portofolio investasinya setelah libur panjang.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 28,395 poin (0,73%) ke level 3.870,126. Indeks menjadi satu-satunya yang menguat di tengah jatuhnya bursa-bursa regional.

Investor seperti kehausan untuk menempatkan dananya di pasar modal setelah libur berdagang satu pekan, saham-saham unggulan dan lapis kedua pun menjadi incaran.

Atas perburuan saham-saham ini, IHSG sempat mendaki hingga ke posisi tertingginya di posisi 3.912,187 awal-awal perdagangan. Setelah itu, laju pendakian IHSG sedikit melambat.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (5/9/2011), IHSG menanjak 62,202 poin (1,61%) ke level 3.903,933. Sementara Indeks LQ 45 melesat 14,510 poin (2,14%) ke level 690,765.

Investor seolah mengacuhkan sentimen negatif yang datang dari berbagai penjuru dunia, seperti melemahnya Wall Street akhir pekan lalu akibat data tenaga kerja AS yang stagnan dan ambruknya bursa-bursa regional.

Para penanam modal, baik asing dan lokal, terus melakukan aksi beli untuk mengembalikan portofolio sahamnya yang sudah dicairkan pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang menjelang hari raya lebaran.

Tingkat inflasi yang naik tinggi menjadi 0,93% akibat hari raya lebaran juga tidak menyurutkan aksi beli investor. BPS sudah mengumumkan bahwa inflasi kumulatif Januari-Agustus 2,69%, lalu inflasi year on year 4,79%

Indeks sektor finansial, infrastruktur dan aneka industri menguat cukup tinggi, lebih dari dua persen, diikuti oleh sektor lain yang juga menghijau rata-rata dengan penguatan di atas satu persen.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 62.948 kali pada volume 2,154 miliar lembar saham senilai Rp 3,162 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 70 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia terkena sentimen kekhawatiran masuknya AS di masa resesi yang bisa menghambat laju perekonomian dunia sehingga seluruhnya kompak melemah. Koreksinya kali ini lebih tajam ketimbang pagi tadi.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 41,29 poin (1,63%) ke level 2.486,99.
  • Indeks Hang Seng ambruk 437,90 poin (2,17%) ke level 19.775,01.
  • Indeks Nikkei 225 berkurang 159,14 poin (1,78%) ke level 8.791,60.
  • Indeks Straits Times jatuh 73,90 poin (2,60%) ke level 2.769,19.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.150 ke Rp 68.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 56.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 24.400, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 21.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 28.500, Indomobil (IMAS) turun Rp 300 ke Rp 10.900, Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 2.550, dan Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 14.900.

(ang/qom)

Inflasi Agustus naik ke level 4,79%

Inflasi Agustus naik ke level 4,79%
JAKARTA. Untuk kali pertama dalam tujuh bulan terakhir, tingkat inflasi Indonesia pada Agustus mengalami kenaikan. Penyebabnya, tingkat permintaan makanan melonjak jelang perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Data yang dirilis Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, indeks harga konsumen naik 4,79% pada bulan lalu dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Juli, tingkat inflasi berada di level 4,61%. Sementara, 17 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi angka inflasi di level 4,7%.

Wow! Emas Antam Laris 30 Kg per Hari

Jakarta - Menjelang akhir bulan ramadan lalu aktivitas perdagangan emas di PT Logam Mulia, salah satu unit produksi dari PT Aneka Tambang (ANTM), tetap tinggi. Volume emas yang dapat ditransaksikan naik hingga 30 kg per hari.

Dengan kembalinya geliat aktivitas ekonomi pasca libur panjang Hari Raya Lebaran, apakah harga emas akan kembali meningkat?

Menurut Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo, pada pekan terakhir Agustus perdagangan emas tetap tinggi. Semakin banyak masyarakat yang mengantre di Logam Mulia (LM) untuk mengantre emas.

"Permintaan emas tetap banyak di mana pengunjung mencapai 375 orang," tuturnya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (5/9/2011).

Atas semakin banyaknya masyarakat yang mengantre, ANTM terpaksa membatasi jumlah pembeli, hanya 200 orang. Di Agustus pun volume transaksi emas telah naik menjadi 30 kg per hari, dibandingkan periode normal 20 kg per hari.

Meski pada akhir Agustus harga emas dunia mengalami penurunan drastis, lanjut Bimo, tidak menyulutkan permintaan dari masyarakat. "Pada saat harga turun kemarin malah pengunjung jam 6 pagi sudah tiba di LM," tuturnya.

Pada perdagangan emas di Bursa Nymex, emas masih berada di level US$ 1.890 per ounce naik 0,87% dibandingkan periode sebelumnya. Namun pada pekan lalu, emas sempat mengalami koreksi tipis karena membaiknya data ekonomi AS.

Untuk diketahui, transaksi ritel pembelian logam mulia di Antam baru dibuka kembali 7 September 2011, setelah diliburkan sejak 26 Agustus 2011 lalu menjelang hari raya Idul Fitri.

(wep/dnl)

Inflasi Rendah, IHSG Dibuka Naik 0,73%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Senin (5/9) dibuka menguat 0,73% ke level 3.870,14.

Penguatan indeks pagi ini diperkirakan angka inflasi Agustus yang masih rendah.

Namun Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini tidak akan mengalami pergerakan yang signifikan seiring penguatan bursa global selama libur panjang kemarin akan terkompensasi oleh koreksi di bursa regional pagi ini.

Sentimen domestik datang dari rilis data inflasi bulan Agustus yang diperkirakan tidak akan terlalu signifikan, hanya 0,8% MoM (4,7% YoY). Indeks diperkirakan akan bergerak melemah dengan support di level 3.800.

Bursa global secara absolut bergerak relatif sideways selama libur panjang kemarin meski sempat menguat di awal pekan. Koreksi signifikan terjadi di akhir pekan seiring rilis data payrolls di bulan Agustus yang jauh lebih rendah dari ekspektasi. Unemployment rate AS di bulan Agustus tetap di level 9,1% yang kembali memicu spekulasi investor bahwa ekonomi AS berpotensi kembali mengalami resesi. Secara absolut, Dow +0,9% sementara S&P 500 hanya naik 1.2%. Harga komoditas dunia juga bergerak relatif sideways dengan harga minyak tetap berada di level US$86,2/barel sementara Nikel flat dan Timah +1,8%.

Bursa Asia pagi ini kembali dibuka melemah signifikan sekitar 2% memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa AS di akhir pekan kemarin. Harga minyak dunia juga terkoreksi pagi ini ke level US$85,7/barel sementara harga batubara NEWC naik tipis ke level US$122,5/ton.

Sebanyak 58 saham tercatat naik pagi ini, sementara 26 saham turun, dan 66 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 1,04% ke level 683,31, sementara JII naik 0,78% ke level 533,29.

Asing terlihat melakukan lebih banyak pembelian dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp156,58 miliar. Volume perdagangan sebanyak 178,79 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp520,69 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah GGRM yang naik 2,9%, ASII naik 0,75%, AALI naik 2,32%, PTBA naik 1,57%, INTP naik 1,97%, BMRI naik 2,18%.

Indeks segar bugar pasca libur panjang

Indeks segar bugar pasca libur panjang
JAKARTA. Setelah selama sepekan libur panjang hari raya Idul Fitri, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) dibuka menghijau. IHSG naik 1,43% ke posisi 3.887,335 pada pukul 10.26 WIB. Sebanyak 100 saham mengalami kenaikan, sedangkan 68 saham lainnya masih melorot dan 71 saham lainnya masih diam di tempat.

Seluruh sektor mendaki dengan sektor Infrastruktur memimpin reli terdepan sebesar 2,05%. Lalu menyusul sektor aneka industri yang juga naik 1,83%. Volume transaksi melibatkan 1,192 miliar saham senilai Rp 1,883 triliun.

Top gainers peringkat pertama PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang naik 13,51% ke Rp 420. Lalu di peringkat kedua, ada PT XL Axiata (Tbk) yang juga naik 5,04% ke Rp5.350 dan PT Kimia Farma Tbk yang ikut maju 5,88% ke Rp 270.

Sedangkan di posisi top losers antara lain PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) yang terkoreksi 12,5% ke Rp 350 dan PT Tifa Finance Tbk (TIFA) yang turun 10,71% ke Rp 250.

Isu rencana akuisisi perusahaan domestik tak berhasil bikin saham TBIG menjulang

Isu rencana akuisisi perusahaan domestik tak berhasil bikin saham TBIG menjulang
JAKARTA. Saham PT Tower Bersama (TBIG) terlihat melempem pagi ini. Pada pukul 10.06, saham TBIG tercatat melorot 1,14% menjadi Rp 2.175. Bahkan pada transaksi sebelumnya, saham ini sempat tergerus hingga 2,27% menjadi Rp 2.150.

Rupanya, rumor yang mengabarkan bahwa fund manager asing dan lokal sedang memburu saham dengan TBIG belum mampu menjadi sentimen positif bagi saham ini.

Sekadar informasi saja, TBIG dikabarkan akan mengakuisisi menara perusahaan telekomunikasi domestik. Terkait hal itu, perusahaan telah mendapat pinjaman dana dari sejumlah pihak. "Hal ini berpotensi mendorong saham TBIG hingga menembus Rp 3.000," jelas salah seorang sumber KONTAN.

Anak Usaha WAPO Ajukan PKPU ke LPEI

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Phonix Mas Persada yang sebagian sahamnya dimiliki PT Wahana Phonix Mandiri Tbk (WAPO) telah mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada Kreditur Lembaga Penjaminan Expor lndonesia (LPEI) dahulu bernama Bank Expor lndonesia, pada 11 Juli 2011 melalui Pengadilan Niaga Surabaya.

Dalam keterbukaannya ke BEI, Senin (5/9) disebutkan dalam permohonan tersebut, Pengadilan Niaga Surabaya telah mengabulkan Permohonan PKPU oleh PT PMP dengan putusan sementara Nomor AAlPKPUnAl l/P.N.-Nhga Sby. tanggal 25 Juli 2011.

Dalam kaitan putusan tersebut, PT PMP dan Kreditur LPEI telah mengadakan perundingan termasuk pencocokan Utang Piutang yang selanjutnya akan dijadikan dasar untuk mengajukan Proposal penyelesaian Utang. Berdasarkan hasil pencocokan Utang Piutang tersebut, PT PMP telah mengajukan Proposal penyelesaian Utang kepada LPEI dan akan dibahas dalam sidang selanjutnya.

Pada prinsipnya kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik, dan menyeluruh.

Jajaki Akuisisi Tambang Batubara, Buy SMGR

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berencana akan mengakuisisi satu kuasa pertambangan (KP) batubara dengan kalori rendah untuk menghemat biaya produksi perseroan yang sekitar 30% disumbang dari biaya pembelian batubara.

Perseroan berencana mengakuisisi KP yang telah berproduksi dengan biaya investasi mencapai Rp1 triliun. Dengan mulai beroperasinya 2 pabrik baru perseroan di 2012, konsumsi batubara perseroan diperkirakan meningkat 2 juta ton menjadi 5 juta ton.

Samuel Sekuritas melihat langkah ekspansi perseroan secara vertikal untuk mengamankan pasokan batubara kami pandang positif karena akan dapat meningkatkan efisiensi biaya energy perseroan. "Namun kami masih menunggu detail akuisisi untuk melihat seberapa besar value added dari langkah akuisisi ini. "Untuk sementara, kami rekomendasi buy untuk saham ini," ujar Samuel dalam ulasan pasarnya Senin (5/9).

Bangun Pabrik Amonium Nitrat, Speculative Buy BNBR

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana untuk membangun pabrik amonium nitrat yang rencananya dilaksanakan awal tahun depan.

Target penyelesaiannya sendiri adalah 18-22 bulan. Rencananya pabrik tersebut akan dibangun di Kalimantan dengan investasi mencapai US$300 juta. BNBR berencana untuk menjalin kerjasama strategis dengan sejumlah investor untuk pembangunan pabrik tersebut.

Nantinya dari pabrik tersebut akan digunakan untuk memasok bahan peledak bagi tambang milik BUMI dan BRAU. "Kami pun merekomendasikan speculative buy untuk saham BNBR," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (5/9).

Saham BULL meroket setelah dikabarkan tengah menjadi incaran BIPI

JAKARTA. PT Buana Listya Tama (BULL) mengalami kenaikan terbesar dalam sebulan terakhir. Pada pembukaan pagi, saham BULL sempat terbang 5,5% menjadi Rp 154. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 4 Agustus lalu. Namun pada pukul 09.53, saham BULL berada di level Rp 149 atau naik 2,05%.

Lonjakan saham BULL terkait dengan rumor yang beredar di pasar saat ini. Dikabarkan, PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) berencana membeli 10% saham BULL.

Bakal Turun, IHSG Tidak Akan Bergerak Signifikan

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Senin (5/9) ini diperkirakan tidak akan mengalami pergerakan yang signifikan seiring penguatan bursa global selama libur panjang kemarin akan terkompensasi oleh koreksi di bursa regional pagi ini.

Sementara menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, sentimen domestik datang dari rilis data inflasi bulan Agustus yang diperkirakan tidak akan terlalu signifikan, hanya 0,8% MoM (4,7% YoY). Indeks diperkirakan akan bergerak melemah dengan support di level 3.800.

Bursa global secara absolut bergerak relatif sideways selama libur panjang kemarin meski sempat menguat di awal pekan. Koreksi signifikan terjadi di akhir pekan seiring rilis data payrolls di bulan Agustus yang jauh lebih rendah dari ekspektasi. Unemployment rate AS di bulan Agustus tetap di level 9,1% yang kembali memicu spekulasi investor bahwa ekonomi AS berpotensi kembali mengalami resesi. Secara absolut, Dow +0,9% sementara S&P 500 hanya naik 1.2%. Harga komoditas dunia juga bergerak relatif sideways dengan harga minyak tetap berada di level US$86,2/barel sementara Nikel flat dan Timah +1,8%.

Bursa Asia pagi ini kembali dibuka melemah signifikan sekitar 2% memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa AS di akhir pekan kemarin. Harga minyak dunia juga terkoreksi pagi ini ke level US$85,7/barel sementara harga batubara NEWC naik tipis ke level US$122,5/ton.

Digosipkan tengah dilirik investor Jepang, saham BSIM melaju pasti di zona hijau

Digosipkan tengah dilirik investor Jepang, saham BSIM melaju pasti di zona hijau
JAKARTA. Saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) pagi ini melaju pasti di zona hijau. Pada pukul 09.46, saham BSIM tercatat naik 1,64% menjadi Rp 310.

Rumor yang beredar di pasar, para bandar akan mengerek saham ini ke level Rp 500 dalam waktu dekat. "Hal ini terkait kabar bahwa investor strategis asal Jepang akan masuk ke dalam daftar kepemilikan saham perseroan. Sebelumnya, perusahaan satu grup juga sudah melepas sahamnya kepada investor Jepang," bisik salah satu sumber KONTAN.

Saham BSIM pada perdagangan Jumat (26/8) lalu mengalami kenaikan 1,67% ke level Rp 305.

Indeks acuan China terkapar ke level terendah dalam setahun terakhir

Indeks acuan China terkapar ke level terendah dalam setahun terakhir
SHANGHAI. Mayoritas saham di bursa China anjlok pada transaksi awal pekan ini. Kondisi itu bahkan menyebabkan indeks acuan Negeri Panda itu terseret ke level terendah dalam 14 bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah pengetatan kebijakan perbankan China serta data tenaga kerja AS yang menimbulkan kecemasan kalau pertumbuhan ekonomi global akan tersendat.

Pada pukul 09.45 waktu setempat, Shanghai Composite Index turun 1,2% menjadi 2.498,54. Ini merupakan level terendah sejak Juli 2010. Sementara, indeks CSI 300 turun 1,2% menjadi 2.770,83.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa China antara lain PetroChina Co yang sudah anjlok selama tujuh hari berturut-turut, Jiangxi Copper Co yang melorot lebih dari 1%, dan Shenzhen Development Bank yang turun 2%.

"Perlambatan ekonomi AS membuat investor menjadi pesimistis, sehingga menambah kecemasan terkait masalah domestik seperti inflasi. Pasar masih akan terus melemah dalam jangka pendek," jelas Zhang Han, strategist Guotai Junan Securities Co.

Hari pertama pasca libur, IHSG masih akan dipengaruhi bursa global

Hari pertama pasca libur, IHSG masih akan dipengaruhi bursa global
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya yang dirilis hari ini, Universal Broker Indonesia mencatat, secara umum, indeks regional Asia (terutama Strait Times dan Hang Seng) selama seminggu terakhir masih ditutup naik diatas 3%.

Akan tetapi, pergerakan dari indeks tersebut masih belum mendiskon koreksi sebesar 2,2% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI)di hari Jumat. "Selain itu perlu juga dipertimbangkan adanya potensi koreksi lanjutan dari indeks Dow Jones Industrial menuju kisaran 10.500-11.000," jelas Satrio Utomo, Kepala Riset Universal.

Bagaimana dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)? Satrio meramal, IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran lebar 3.750-3.950. "Jika bergerak naik, IHSG diperkirakan bakal kesulitan untuk menembus resisten di kisaran 3.905-3.950. Disisi lain, jika IHSG kemudian bergerak turun untuk mengantisipasi potensi koreksi lanjutan pada indeks DJI, maka positioning untuk posisi jangka menengah baru terlihat menarik untuk dilakukan jika IHSG sudah mencapai kisaran 3.650-3.750," paparnya.

Dia menambahkan, posisi buy on weakness terlihat menarik untuk dilakukan pada saham lapis pertama seperti ASII, GGRM, BMRI, BBRI, dan BBCA. Sementara, saham-saham lapis kedua yang pantas dilirik adalah BBNI, UNTR, INDF dan UNVR. Untuk saham lapis ketiganya yakni MAPI, GJTL, dan CPIN.

Sementara itu, eTrading Securities memprediksi, pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 3.774-3.881 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GJTL dan INDF.

Sedangkan Indosurya Asset Management meramal, IHSG akan berada pada support 3.783-3.812 dan resistance 3.859-3.877. "Berdasarkan data historis, IHSG dimungkinkan mengalami penguatan pada hari pertama setelah libur lebaran karena minat dan semangat investor untuk kembali bertransaksi saham pasca libur panjang. Akan tetapi, investor tetap mewaspadai data ekonomi global yang dirilis dan pergerakan bursa saham Asia pasca melemahnya bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan karena stagnannya data ketenagakerjaan AS," tulis Indosurya.

Investor Cari Aset Aman, Dolar Menguat

Headline
INILAH.COM, Sydney - Dolar diperdagangkan menguat terhadap mata uang kuat lainnya pada Senin (5/9), memperpanjang kenaikan yang dibuat akhir pekan lalu, ketika investor beralih ke mata uang AS karena daya tarik safe haven.

Indeks dolar diperdagangkan pada 74,951, melanjutkan kenaikan ketika mencapai 74,720 pada akhir perdagangan Jumat lalu di Amerika Utara.

Sebuah laporan pekerjaan AS yang mengecewakan, memupuskan harapan tentang pertumbuhan ekonomi AS dan membuat investor lari ke aset yang dianggap aman, termasuk greenback, yen Jepang dan emas.

"Pasar awalnya bingung, apakah akan membeli dolar AS di tengah risk aversion atau menjual di tengah harapan pelonggaran kuantitatif. Pilihan pertama ternyata menang," kata ahli strategi mata uang di Westpac.

Euro diperdagangkan pada US$ 1,4146, turun dari US$ 1,4197 pada akhir perdagangan Jumat di Amerika Utara.

Kekhawatiran lebih lanjut tentang kemajuan krisis utang Eropa muncul, menyusul laporan bahwa pembicaraan antara pemerintah Yunani dan organisasi yang telah menawarkan dukungan keuangan kepada negara itu tertahan.

"Lagi-lagi jelas bahwa ada friksi antara partai-partai yang berusaha mendapatkan kembali kontrol atas situasi Uni Eropa. Tampaknya setelah bulan negosiasi yang sulit dan penuh ketegangan, serta prospek lebih, ketegangan agak mereda, "kata ahli strategi RBC Capital Markets. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Poundsterling Inggris diperdagangkan pada US$ 1,6166, turun dari US$ 1,6212 akhir Jumat. Terhadap yen, dolar naik ke 76,85 yen, dari 76,72 yen akhir Jumat lalu. [ast]

Pefindo Tegaskan Rating MTN di 'A+'

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat A+ untuk MTN I/2009 senilai Rp250 miliar yang diterbitkan PT Mandiri Tunas Finance yang akan jatuh tempo pada 18 November 2011.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Senin (5/9). Dana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo berasal dari akumulasi penerimaan piutang pembiayaan perusahaan.

Perusahaan memiliki piutang pembiayaan senilai Rp1,9 triliun yang akan jatuh tempo pada 2011. Perusahaan juga memiliki saldo kas dan setara kas senilai Rp138,8 miliar. Analis Pefindo Danan Dito menuturkan, dengan faktor tersebut perusahaan akan memiliki dana yang cukup untuk melunasi utang perusahaan yang akan jatuh tempo.

Seperti diketahui, PT Mandiri Tunas Finance merupakan perusahaan pembiayaan mobil dan sepeda motor yang 51% sahamnya dimiliki oleh Bank Mandiri, sedangkan sekitar 49% dimiliki oleh PT Tunas Ridean. [cms]

Merjer Matahari dan Meadow Diputus 26 September

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rencana penggabungan atau merjer PT Matahari Department Store (PT MDS) dan PT Meadow Indonesia (PT MI) akan diputuskan dalam RUPSLB 2 September 2011.

Dalam prospektusnya Senin (5/9) disebutkan dalam hal RUPSLB tidak menyetujui rancangan merjer usaha, maka rancangan tersebut dapat diajukan kembali kepada Bapepam 12 bulan pelaksanaan RUPSLB, yaitu 20 September 2011. Meadow Asia Company Limited dan Asia Color Company Limited selaku pemegang saham PT MI dan PT MI selaku pemilik saham mayoritas (98,15% dari total seluruh saham yang dikeluarkan pada PT MDS) mengusulkan kepada manajemen agar rasio konversi saham yang ditetapkan adalah setiap saham yang dimiliki pemegang saham PT MI setara dengan 6,85 juta saham PT MDS yang dimiliki PT MI. Sehingga, tidak akan terjadi dilusi pemegang saham minoritas PT MDS dan tidak akan terjadi peningkatan modal PT MDS selaku perusahaan hasil penggabungan.

Pelaksanaan merjer ini sudah disetujui dewan komisaris masing-masing perusahaan. Sebagai hasil dari penggabungan usaha, pinjaman dari PT MDS kepada PT MI senilai Rp2,85 triliun berikut piutang bunga sejumlah Rp329,42 miliar akan tereliminasi, sehingga menghasilkan penurunan jumlah aset PT MDS sesudah penggabungan. PT MDS juga akan mengambilalih pinjaman dari PT Matahari Pacifik kepada PT MI sejumlah Rp1 triliun dan beban bunga yang masih harus dibayar sebesar Rp112,04 miliar, sehingga menghasilkan peningkatan jumlah liabilitas sesudah penggabungan. Hilangnya penghasilan bunga dari eliminasi pinjaman dari PT MDS kepada PT MI dan meningkatnya beban bunga dari pengambilalihan pinjaman PT Matahari Pacifik kepada PT MI, kemungkinan tidak akan sepenuhnya teroffset dengan eliminasi atas beban royalti ke PT MI sehingga berpotensi menurunkan laba bersih PT MDS.

Diburu Fund Manager, Cermati Saham TBIG

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager asing dan lokal dikabarkan sedang memburu saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Hal ini seiring kabar perseroan yang akan mengakuisisi menara perusahaan telekomunikasi domestik. Berdasarkan kabar yang beredar di pasar, perseroan telah mendapatkan dukungan dana untuk merealisasikan rencana tersebut. Berita ini bakal mendorong saham TBIG hingga menuju level Rp3.000.

Pada perdagangan Jumat (26/8), saham TBIG ditutup naik Rp50 ke level Rp2.200.

Dibidik Investor Jepang, BSIM Menuju Rp500

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berpeluang untuk terkerek menuju level Rp500 dalam waktu dekat.

Hal ini terkait kabar akan masuknya investor strategis asal Jepang dalam daftar kepemilikan saham Perseroan. Sebelumnya, perusahaan yang merupakan grup perseroan juga telah melepas sahamnya ke investor Jepang.

Pada perdagangan Jumat (26/8), saham BSIM ditutup naik Rp5 ke level Rp305.

Awal Pekan, Bursa Asia Dibuka Tenggelam

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia tenggelam pada Senin (5/9), dipimpin saham keuangan dan eksportir. Laporan pekerjaan AS yang mengecewakan, menambah kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang dan indeks Australia S & P / ASX 200 masing-masing turun 1,6%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 2,1%.

Kinerja di Asia mengikuti pelemahan burda AS pada akhir pekan lalu, setelah laporan menunjukkan ekonomi terbesar di dunia ini gagal menambah pekerjaan baru pada Agustus.

Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets Sydney mengatakan, risk-aversion diperkirakan terjadi di seluruh Asia, karena keraguan tentang prospek pertumbuhan global dan investor yang gugup cenderung melepas saham untuk mencari aset yang lebih aman, seperti seperti emas dan obligasi. " Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Saham-saham finansial merupakan pemain terburuk di awal perdagangan Asia. Saham Nomura Holdings Inc turun 3,1% di Tokyo karena unit AS yang menjadi salah satu dari 17 pemberi pinjaman untuk menghadapi gugatan pemerintah atas penjualan sekuritas berbasis mortgage menjelang krisis keuangan.

Saham keuangan seperti Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,8% dan Shinsei Bank Ltd turun 3,4% dalam perdagangan Jepang, sementara Macquarie Group Ltd anjlok 3,2% dan Westpac Banking Corp turun 2,1% di Sydney.

Di Tokyo, saham teknologi merosot di tengah kekhawatiran ekonomi global dan penguatan yen. TDK Corp jatuh 3,1%, Fujitsu Ltd turun 2,3%, Ricoh Co Ltd kehilangan 2,9%, dan Sony Corp turun 2,5%.

Sedangkan di Korea, LG Electronics Inc turun 2,4%.

Saham energi merugi pada perdagangan Sydney, karena minyak mentah berjangka Nymex berada di bawah US$ 86 per barel, setelah turun 2,8% pada sesi Jumat di New York. Santos Ltd kehilangan 2,9%, dan Oil Search Ltd turun 2,2%.

Penambang emas Newcrest Mining Ltd anomali, dengan saham melonjak 1,8%, karena emas berjangka menuju US$ 1.888 per ounce. [ast]

Anak usaha PLN bersiap-siap IPO

Anak usaha PLN bersiap-siap IPO
JAKARTA. Rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengeruk dana besar tahun ini tampaknya semakin jelas. Setelah berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 2 miliar, kali ini perusahaan pelat merah tersebut akan menggelar penawaran saham perdana untuk anak usahanya yaitu PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Enjinering).

"Memang kita tengah siapkan PLN Enjinering untuk melakukan IPO," kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang kepada Kontan, Senin (22/8). Lebih lanjut ia menyebut jika pihaknya telah menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi untuk hajatan tersebut. Rencana initial public offering dari anak usaha PLN ini sedang dalam proses penyelesaian.

Menurut Nasri, alasan PLN memilih PLN Enjinering untuk dilepas sahamnya adalah karena perusahaan tersebut yang paling siap dibandingkan anak usahanya yang lain. Sayangnya, Nasri masih enggan menyebut berapa target dana yang akan dihimpun PLN Enjinering dalam IPO itu.

Namun sumber Kontan menyebut, jika PLN Enjinering hanya akan melepas 20% hingga 30% sahamnya. "Dana yang diincar sekitar Rp 300 miliar," ujarnya. Sedikitnya dana yang akan dihimpun ini karena aset perusahaan yang menyediakan jasa pengadaan dan konstruksi (EPC) maupun jasa operasi dan pemeliharaan tersebut masih tergolong kecil yaitu Rp 1 triliun.

Perusahaan ini pun juga menyediakan jasa dalam bidang konsultasi manajemen ditargetkan dapat melantai di Bursa Efek Indonesia akhir tahun ini. "Kalau waktunya belum kita pastikan, nanti kita liat dulu hasilnya," tambah Nasri.

Sidomulyo kejar kontrak US$ 3 juta

JAKARTA. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) tengah menyelesaikan negosiasi kontrak pengangkutan dengan Salamander dan Talisman. Nilai kontrak pengangkutan dengan kedua perusahaan energi itu masing-masing mencapai US$ 3 juta.

Manajemen Sidomulyo berharap negosiasi dengan kedua perusahaan tersebut bisa selesai bulan ini. Sebelum ini, perusahaan jasa transportasi dan angkutan darat migas dan bahan kimia ini telah mendapat kontrak dari Pertamina senilai US$ 1,1 juta serta kontrak dari Conoco Phillips senilai US$ 1 juta.

Total kontrak baru yang diperoleh Sidomulyo memang masih jauh di bawah target yang ditetapkan di awal tahun. "Tapi kami optimististis bisa mencapai target kontrak baru tahun ini," kata Jonathan Walewangko, Sekretaris Perusahaan SDMU pekan lalu.

Sekadar mengingatkan, tahun ini Sidomulyo menargetkan bisa memperoleh kontrak pengangkutan baru hingga US$ 15 juta. Nilai tersebut lebih rendah ketimbang kontrak baru di 2010 yang mencapai US$ 20 juta.

Perolehan kontrak baru tersebut akan membantu perusahaan ini mencapai target pendapatan dan laba bersih tahun ini. Selain itu, “Kami juga masih ada kenaikan permintaan dari pelanggan lama,” kata Jonathan.

SDMU menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 160 miliar, naik 57% dibanding pendapatan 2010 yang mencapai Rp 101,91 miliar. Sementara, laba bersih tahun ini diharapkan bisa naik 151,62% menjadi Rp 22 miliar.

Sekadar gambaran, di enam bulan pertama tahun ini Sidomulyo mencatat pendapatan sebesar Rp 52,88 miliar, atau sekitar 33,05% dari target. Sedang laba bersih pada semester satu 2011 hanya Rp 3,49 miliar atau sekitar 15,86% dari target tahun ini.

Untuk mengimbangi permintaan, SDMU akan meningkatkan jumlah armadanya. “Saat ini masih dalam tahap negosisasi pembelian, Oktober nanti kemungkinan sudah terealisasi,” kata Jonathan.

Perusahaan berniat membeli 30-40 unit prime over dan isotank. Saat ini SDMU telah memiliki 66 unit prime over, 60 unit isotank dan 134 unit trailer. Pendaanan pembelian unit armada tersebut berasal dari dana hasil initial public offering (IPO).

Dollar menguat, bursa Asia tergerus dalam

Dollar menguat, bursa Asia tergerus dalam
TOKYO. Sudah dua hari belakangan, mayoritas saham di bursa Asia melorot. Pada pukul 09.20 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 1,2%. Lebih dari enam saham melorot dalam setiap satu saham yang naik di bursa Asia.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,4%, indeks Kospi Korea Selatan turun 2,1%, dan indeks S&P/ASX 200 turun 1,6%.

"Perekonomian AS cukup buruk. Sedangkan krisis utang Eropa masih menjadi momok. Sehingga sentimen pasar belum akan membaik untuk jangka waktu yang cukup panjang. Pekan ini merupakan skenario pelepasan resiko, sehingga meningkatkan permintaan dollar AS dan franc," papar Alex Sinton, senior dealer ANZ National Bank Ltd di Auckland, Selandia Baru.

Data lain yang turut menekan bursa AS antara lain penguatan dollar yang pagi ini perkasa 0,4% menjadi US$ 1,4151 terhadap euro. Sedangkan harga minyak turun 0,7% menjadi US$ 85,88 per barel di New York dan kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,5%.

Pagi ini, dollar perkasa atas 16 mata uang utama dunia

Pagi ini, dollar perkasa atas 16 mata uang utama dunia
TOKYO. Pagi ini, pergerakan dollar perkasa atas 16 mata uang utama dunia. Spekulasi yang beredar di pasar saat ini adalah, negara-negara di kawasan Eropa masih berjuang untuk mengatasi penyebaran krisis utangnya sehingga mendongkrak permintaan si hijau.

"Perekonomian AS cukup buruk. Sedangkan krisis utang Eropa masih menjadi momok. Sehingga sentimen pasar belum akan membaik untuk jangka waktu yang cukup panjang. Pekan ini merupakan skenario pelepasan resiko, sehingga meningkatkan permintaan dollar AS dan franc," papar Alex Sinton, senior dealer ANZ National Bank Ltd di Auckland, Selandia Baru.

Sebaliknya, euro keok ke level terendah dalam tiga minggu terakhir versus dollar setelah Partai Kanselir Angela Merkel kalah di kampung halamannya. Sementara itu, sudah tiga hari terakhir, franc Swiss menguat terhadap euro.

Pagi tadi, dollar perkasa ke level US$ 1,4138 per euro, paling perkasa sejak 11 Agustus lalu. Pada pukul 08.19 waktu Tokyo, dollar berada di level US$ 1,4154 dari US$ 1,4025 di New York pada 2 September lalu. Sedangkan nilai tukar yen berada di posisi 76,87 yen dari sebelumnya 76,80 yen. Sedangkan franc Swiss berada di posisi 1,1178 per euro dari 1,1201. Euro sendiri melemah ke posisi 108,79 yen dari sebelumnya 109,11 yen.

BNBR akan bangun pabrik bahan peledak

BNBR akan bangun pabrik bahan peledak
JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah mempersiapkan pembangunan pabrik amonium nitrat. Pembangunan pabrik bahan peledak ini rencananya akan mulai dilaksanakan awal tahun depan.

Manajemen BNBR menghitung, pembangunan pabrik tersebut akan membutuhkan dana mencapai US$ 300 juta. "Kami akan bangun pabrik amonium nitrat di Kalimantan," kata Eddy Soepeno, Direktur Keuangan BNBR, beberapa waktu lalu.

BNBR akan memasukkan proyek pembangunan pabrik amonium nitrat ini dalam infrastructure fund yang saat ini masih disusun oleh perseroan ini. Nantinya, fund yang berisi beberapa proyek BNBR tersebut akan ditawarkan kepada investor yang berminat mendanai proyek tersebut.

Eddy tidak menyebutkan kapan infrastructure fund akan ditawarkan. Yang jelas, pembangunan pabrik bahan peledak ini ditargetkan bisa selesai dalam waktu 18 bulan sampai 22 bulan ke depan.

Eddy menuturkan, pembangunan pabrik amonium nitrat ini akan berguna bagi perusahaan terafiliasi BNBR yang bergerak di sektor tambang batubara. "Nanti akan digunakan untuk jadi bahan peledak di tambang-tambang milik BUMI dan BRAU, makanya lokasi pembangunan pabriknya di Kalimantan," jelasnya.

Selain mempersiapkan proyek pembangunan pabrik amonium nitrat tadi, BNBR saat ini juga tengah mempersiapkan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati A. Nilai proyek ini mencapai US$ 2 miliar.

Saat ini BNBR telah memiliki kesepakatan kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan, yakni Samsung C&T Corporation. Perusahaan milik Grup Bakrie ini juga tengah mencari investor lain dari Jepang. Dengan menggandeng investor Jepang, BNBR berharap bisa mendapat pendanaan dari institusi keuangan di negeri sakura tersebut.

Perusahaan finansial dan infrastruktur ini juga akan menggarap proyek pembangkit listrik berbahan bakar panas bumi senilai Rp 300 juta. Untuk menggarap proyek yang berlokasi di Flores ini, BNBR sudah menggandeng perusahaan asal Australia, yaitu Panax Geothermal Ltd

Sebanyak 30 emiten ingin kuasi reorganisasi

Sebanyak 30 emiten ingin kuasi reorganisasi
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membuka lebar pintu bagi setiap perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan kuasi reorganisasi. Dengan kuasi reorganisasi, kondisi keuangan perusahaan diharapkan bisa menjadi lebih sehat.

Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam LK Gonthor R. Aziz mengatakan, tahun ini setidaknya sudah ada 30 emiten di sektor jasa dan riil yang menyatakan niatnya melakukan kuasi reorganisasi. Paling lambat akhir September 2011, pihaknya bakal mengundang emiten-emiten tersebut untuk membahas rencana kuasi reorganisasi.

"Total ada 30 emiten yang ingin kuasi reorganisasi. Mereka baru mengajukan secara lisan, karena itu kami akan undang mereka," ujar Gonthor belum lama ini.

Di luar 30 emiten tersebut, setidaknya saat ini ada dua perusahaan yang siap melakukan kuasi reorganisasi. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Bapepam LK sendiri memprediksi kuasi reorganisasi BNBR rampung pada Desember 2011 sehingga dapat membagikan deviden pada 2012. Perusahaan investasi milik grup Bakrie tersebut akan menggunakan laporan keuangan Juni 2011 untuk melakukan kuasi reorganisasi. Gonthor berharap, langkah BNBR yang memanfaatkan kuasi reorganisasi tersebut bisa menjadi contoh bagi emiten-emiten lainnya.

Sedangkan GIAA, Gonthor bilang akan mengajukan kuasi reorganisasi kepada Bapepam-LK segera setelah libur Lebaran berakhir.

Usulkan perpanjangan

Melihat banyaknya emiten yang berminat mengajukan kuasi reorganisasi, Bapepam LK mengusulkan kepada Dewan Standar Akutansi Keuangan (DSAK) untuk memperpanjang pelaksanaan kuasi reorganisasi hingga tahun 2013.

Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 51 menyebutkan, kuasi reorganisasi adalah reorganisasi, tanpa melalui reorganisasi nyata yang dilakukan dengan menilai kembali akun-akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif atau defisit.

Defisit adalah jumlah akumulasi laba bersih sampai dengan periode berjalan bersaldo negatif. Semula, kuasi reorganisasi tersebut akan habis masa berlakunya pada 1 januari 2012.

Gonthor mengaku sudah berkomunikasi dengan DSAK melalui Biro Standar Akutansi Keuangan. "Kami mengusulkan agar emiten yang serius melakukan kuasi reorganisasi diberikan kesempatan melakukan kuasi di 2011 dan 2012. DSAK menerima usulan tersebut, dan kemungkinan pada 2013, PSAK 51 baru dicabut," tutur Gonthor.

Anak usaha PLN incar dana Rp 300 miliar dari IPO

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berniat melepas saham PT Prima Layanan Nasional Enjiniring ke publik. Rencana Initial Public Offering (IPO) perusahaan yang populer dengan nama PLN Enjiniring itu, terus digodok sang induk.

Perusahaan pengelola setrum ini telah menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi initial public offering (IPO) anak usahanya ini. "Memang kami tengah menyiapkan PLN Enjiniring untuk IPO," kata Nasri Sebayang, Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN kepada KONTAN, dua pekan lalu.

Nasri memaparkan, PLN memilih PLN Enjiniring untuk melakukan IPO pertama karena perusahaan itu dianggap paling siap di antara anak perusahaan PLN yang lain. Namun Nasri masih enggan mengungkapkan detial IPO PLN Enjiniring, termasuk target perolehan dana.

Namun menurut seorang sumber KONTAN yang mengetahui rencana tersebut, PLN Enjiniring akan melepas sekitar 20% hingga 30% saham melalui IPO. "Target dana yang diincar berkisar Rp 300 miliar," tutur dia.

Target dana yang diincar PLN Enjiniring dalam IPO memang terbilang kecil. Maklum, aset perusahaan yang menyediakan jasa pengadaan dan konstruksi (EPC) ini masih tergolong kecil, yakni sekitar Rp 1 triliun.

Sumber KONTAN menyebutkan, perusahaan yang juga menyediakan jasa operasi, pemeliharaan dan konsultasi manajemen ini menargetkan bisa mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia akhir tahun ini.

Namun menurut Nasri, pihaknya belum menentukan waktu IPO anak usahanya tadi. "Nanti kami lihat dulu," sebutnya. PLN juga belum memberitahukan rencana tersebut ke Kementrian BUMN

Spekulasi perlambatan ekonomi AS dan China bikin harga minyak melorot

Spekulasi perlambatan ekonomi AS dan China bikin harga minyak melorot
SYDNEY. Kontrak harga minyak berjangka dunia mengalami penurunan di New York. Investor berspekulasi, perekonomian AS dan China yang melambat mengindikasikan permintaan bahan bakar minyak akan terpangkas di dua negara konsumen minyak terbesar dunia itu.

Penurunan harga minyak juga dipicu oleh langkah Exxon Mobil Corp dan Royal Dutch Shell Plc yang sudah mempekerjakan kembali karyawannya di sejumlah paltform minyak dan gas alam setelah badai tropis Lee bergerak keluar dari Teluk Meksiko.

"Harga minyak melorot seiring lemahnya data ekonomi AS. Data tenaga kerja AS saat ini berpotensi meningkatkan penggelontoran stimulus baru di AS," jelas ekonom Australia & New Zealand Banking Group Ltd, yang dipimpin oleh Warren Hogan.

Catatan saja, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober turun 55 sen menjadi US$ 85,90 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.12 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di level US$ 85,94 per barel. Kendati begitu, dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melonjak sebesar 15,5%.

Hari ini, transaksi perdagangan Nymex ditutup karena perayaan Hari Buruh (Labor Day).

Mencari jalan baru di luar bisnis tol

Mencari jalan baru di luar bisnis tol
JAKARTA. Dua emiten jalan tol yaitu PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) memilih melakukan diversifikasi usaha mulai tahun ini.

META memilih bisnis pelabuhan. Bersama dalam konsorsium, META tengah mengejar proyek pelabuhan Petikemas Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta senilai Rp 11 triliun. META juga berencana mengakuisisi pelabuhan di Sumatra dan sebuah perusahaan penyediaan air bersih di Jawa.

Proyeksi pengelola META, nilai asetnya paska akuisisi, naik hingga Rp 4 triliun. Per akhir Juni lalu aset META Rp 1,8 triliun. Namun dalam lima tahun ke depan, kontribusi pendapatan terbesar, tepatnya 60%, masih datang dari bisnis jalan tol.

“Pendapatan tol masih akan terus bertumbuh,” kata Bernardus Djonoputro, Direktur Pengelola META, pekan lalu. Ruas tol yang dikelola META belum memasuki masa jenuh.

Sedangkan CMNP ingin mengakuisisi perusahaan penyedia infrastruktur tambang. CMNP telah menyiapkan dana hingga Rp 1,5 triliun untuk membiayai akuisisi sekaligus mengembangkan perusahaan itu.

Namun, CMNP tetap mengembangkan ruas tolnya. Perusahaan berniat untuk mengakuisisi tiga ruas tol di daerah urban. Untuk agenda akuisisi itu, manajemen CMNP telah menyiapkan dana Rp 3,5 triliun.

Dalam proyeksi pengelola CMNP, jika rencana akuisisi itu sukses, maka pendapatannya di 2014 bisa naik hingga 3,5 kali lipat daripada pemasukan di tahun ini.

Analis Mandiri Sekuritas, Maria Renata menilai, emiten pengelola tol melakukan diversifikasi usaha karena tidak mudah mendapatkan ruas tol yang menguntungkan untuk dikembangkan. “Saat ini konsesi ruas tol yang bisa menguntungkan ada di Jakarta,” kata Maria.

Penyebab lain, kebanyakan bisnis konstruksi tidak menghasilkan margin yang besar. Dia mengaku, belum bisa memproyeksikan pengaruh agenda ekspansi kedua emiten karena belum ada detail.

Namun, Maria memperkirakan ruas tol Depok-Antasari akan berkontribusi signifikan terhadap CMNP. Lalu lintas kendaraan di ruas tersebut diperkirakan mencapai 47.000 per hari. Maria memproyeksikan, trafik CMNP tahun ini naik 3,5% dibanding tahun sebelumnya.

Fokus di jalan tol

Sedang PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih berkosentrasi mengembangkan jalan tol. Pengelola 72% dari ruas tol di Tanah Air itu, menargetkan ruas jalan yang dikelolanya bertambah 219 kilometer selama periode 2012-2014. Saat ini, JSMR mengoperasikan ruas tol sepanjang 531 km.

Tambahan tersebut di luar rencana akuisisi perseroan. Rencana akuisisi terdekat adalah ruas tol dalam kota Surabaya yang diperkirakan, akuisisi selesai pada September 2011.

Parningotan Julio, Analis Batavia Prosperindo memperkirakan, JSMR punya prospek paling stabil di antara emiten infrastruktur karena rencana ekspansinya fokus. “Tambahan ruas tol JSMR hampir sebesar 50%,” kata Julio. Namun, dia mengingatkan, perlu cukup waktu untuk menambah trafik di ruas baru.

Maria memperkirakan, pendapatan JSMR pada tahun 2014 akan mencapai Rp 7,4 triliun dan laba bersih Rp 2,2 triliun. Sekedar perbandingan, pendapatan JSMR tahun lalu Rp 4,37 triliun, dan tahun ini diperkirakan Rp 4,8 triliun.

Dia menghitung, price to earning ratio (PER) JSMR 2011 sebesar 19,2 kali atau premium. "Namun, karena berbasis domestik, dan tarif tol naik mengikuti inflasi, tol termasuk defensif,” kata Maria.

Terjepit, tapi masih layak dikoleksi

Terjepit, tapi masih layak dikoleksi
JAKARTA. Kehadiran aturan yang melarang merokok tidak menyurutkan permintaan terhadap produk berbahan nikotin itu. Produsen rokok masih mampu mencetak pertumbuhan laba.

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, varian baru rokok di pasar merupakan bukti produk ini masih diminati. "Selain karena perkembangan gaya hidup, merokok seperti tradisi," kata Reza, Jumat (2/9).

Memang, produsen rokok tidak terlepas dari berbagai kendala. Salah satunya, harga bahan baku cengkeh dan tembakau yang terus menanjak. Berdasarkan catatan KONTAN, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memperkirakan harga tembakau tahun ini sekitar Rp 40.000 per kilogram (kg), naik dari Rp 35.000 per kg tahun lalu.

"Memang ada kenaikan biaya bahan baku, tapi masih bisa ditutup oleh penjualan," kata Reza. Meski tidak mengerek harga jual, produsen rokok bisa bermain di volume dengan cara memperluas distribusi sampai ke pelosok.

Menurut Reza, produsen rokok diuntungkan karena tidak harus mengelola sendiri perkebunan tembakau ataupun cengkeh. Jadi, pabrikan rokok tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.

Tantangan lain, tarif cukai yang selalu naik setiap tahun. KONTAN mencatat, kenaikannya tahun ini sebesar 9% untuk sigaret kretek tangan (SKT) dan 6% untuk sigaret kretek mesin (SKM).

Reza optimistis hal ini belum mengganggu arus kas produsen rokok skala besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai kinerja emiten rokok hingga semester I-2011 masih oke.

Laba terbesar dicatatkan oleh PT H. M. Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp 3,80 triliun. PT Bentoel International Tbk (RMBA) mengalami pertumbuhan laba tertinggi, hingga lebih dua kali lipat.

RPP tembakau

Kontraproduksi lain datang dari Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau Sebagai Zat Adiktif Bagi Kesehatan (RPP Tembakau), yang melarang produsen mencantumkan kata seperti mild atau light dan melakukan pencitraan rokok tidak berbahaya.

Jika RPP diterapkan, dampaknya terutama akan sampai pada HMSP yang produknya, A Mild diklaim sebagai pionir dan pemilik pangsa pasar terbesar rokok rendah tar rendah nikotin. RMBA juga memproduksi merk rokok jenis ini. Namun, Reza masih optimis terhadap penjualan rokok secara keseluruhan.

Karena itu, dia berpendapat saham-saham emiten produsen rokok sampai akhir tahun ini masih layak dikoleksi, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Hanya saja, Reza merekomendasikan investor supaya tidak hanya mencermati kinerja perusahaan, tapi juga likuiditas sahamnya.

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) merupakan yang paling likuid. Maklum, porsi saham publiknya paling banyak, yaitu 26,94%. Bandingkan dengan HMSP dan RMBA yang masing-masing sahamnya yang beredar di publik hanya 1,82% dan 1,04%.

Bursa Jepang Dibuka Anjlok

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang dibuka anjlok pada perdagangan Senin (5/9) dipimpin saham eksportir dan perbankan. Hal ini menyusul koreksi bursa AS dan data pekerjaan yang buruk.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3% menjadi 8.833,24, sedangkan Topix turun 1,1% menjadi 761,08. Kekhawatiran tentang ekonomi AS dan penguatan yen membebani saham eksportir, dengan Sony Corp turun 2,1%, Advantest Corp melemah 2,2%, Honda Motor Co dan Mazda Motor Corp masing-masing turun 2,5%.

Saham Nomura Holdings Inc turun 3,1%, karena unit AS yang menjadi salah satu dari 17 pemberi pinjaman untuk menghadapi gugatan pemerintah atas penjualan sekuritas berbasis mortgage menjelang krisis keuangan.

Saham keuangan yang melemah antara lain Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang turun 1,8% dan Shinsei Bank Ltd turun 3,4%.

Di antara saham utama lainnya yang turun, Fast Retailing Co kehilangan 3,4% setelah Unit Uniqlo membukukan penurunan dalam penjualan Agustus. [ast]

Pascalibur, Pilih Saham yang Terkoreksi

INILAH.COM, Jakarta - Setelah libur panjang, bursa saham Indonesia pada Senin (5/9) diperkirakan akan mengikuti sentimen pergerakan bursa regional. Investor pun direkomendasikan memilih saham yang sudah terkoreksi.

Nico Omer Jonchere, analis dari Valbury Asia Securities mengatakan, support untuk IHSG hari ini berada di 3.820, sementara resistance terletak di 3.965. Level ini masing-masing merupakan 38,2% maupun 61,8% fibonacci retracements dari wave A.

“‎Sekali lagi, kemungkinan besar wave C yang sedang berjalan, belum selesai terbentuk sepenuhnya,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, apabila bursa saham Indonesia naik pada pembukaan hari ini, investor bisa memanfaatkan untuk melakukan aksi sell on strength,”Terutama bila Anda mempunyai saham yang sudah untung,” katanya.

Faktor eksternal masih gloomy, karena data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan, mengecewakan pasar dan membuat sentimen negatif ke Wall Street sehingga Dow Jones kembali anjlok. Namun, pasar obligasi menguat terutama untuk Surat utang pemerintah AS yang bertenor panjang, durasi minimal 10 tahun.

Naiknya harga surat utang pemerintah AS jangka panjang memberi sinyal ke pasar, bahwa The Fed akan melakukan pembelian treasury 10 tahun untuk menekan yield obligasi-obligasi jangka pendek. Sehingga likuiditas jangka pendek masih aman.

Ini yang menyebabkan pergerakan harga saham masih fluktuatif untuk jangka pendek. “Dengan amannya likuiditas jangka pendek , investor berharap terjadi rebound di Wallstreet,” ucapnya.

‎Di tengah situasi ini, Nico merekomendasikan investor untuk beli di harga rendah untuk beberapa sektor saham. Seperti saham batu bara TB Bukit Asam (PTBA) dan Berau Energy (BRAU). Kemudian saham dari sektor perkebunan CPO BW Plantation (BWPT) dan Tunas Baru Lampung (TBLA).

Selain saham dari sektor properti Alam Sutera Realty (ASRI) dan Bumi Serpong Damai (BSDE), saham dari sektor keuangan, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Clipan Finance Indonesia (CFIN), saham consumer goods Mayora (MYOR) dan saham dari sektor alat berat Intraco Penta (INTA). “Buy on weakness untuk semua emiten ini,”ujarnya.

Pada perdagangan Jumat (26/8) dua pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731, dengan intraday terendah di 3.800,48 dan tertinggi di 3.847,25. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi yang mencapai 5,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,742 triliun dan frekuensi 85.775 kali.

Sebanyak 79 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan. Koreksi bursa didukung keluarnya dana asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp469 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,579 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,109 triliun. [ast]

JSMR Belum Akan Lunasi Utang pada Semester Kedua

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) belum akan melunasi utang pinjaman bank dan obligasi dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Sunito, pada pekan lalu. "Jumlah utang kita sekitar Rp9 triliun tapi modal kita sebesar Rp8 triliun, dan untuk pelunasan obligasi tidak ada dalam waktu dekat ini," ujar Frans.

Seperti diketahui, perseroan mencatatkan kewajiban jangka pendek sebesar Rp3,85 triliun dan jangka panjang sebesar Rp8,14 triliun per Juni 2011. Jumlah ekuitas perseroan sebesar Rp8,46 triliun pada 30 Juni 2011. Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).


Frans menuturkan, pihaknya akan menjajaki penerbitan obligasi apabila jalan tol yang sudah diakusisi dan dibangun perseroan telah beroperasi. Perseroan sedang mempersiapkan ruas tol baru sepanjang 215 KM dengan nilai investasi sebesar Rp25 triliun.Ruas tol baru tersebut diharapkan dapat beroperasi secara bertahap antara 2011-2014. Frans mengatakan, investasi tersebut sekitar 30% dari modal dan 70% dari pinjaman." Selama pembangunan jalan tol kita melakukan pinjaman kepada pihak bank setelah mulai beroperasi maka kita akan mencari dana dalam bentuk obligasi," kata Frans.

Data tenaga kerja AS stagnan, bursa AS memerah pada pekan lalu

Data tenaga kerja AS stagnan, bursa AS memerah pada pekan lalu
NEW YORK. Sepanjang pekan lalu, mayoritas saham di bursa AS dilanda aksi jual. Bahkan, Standard & Poor's 500 Index membukukan penurunan bulanan terbesar dalam setahun terakhir. Rupanya, data tenaga kerja AS yang stagnan pada Agustus lalu memicu kecemasan bahwa perekonomian Negeri Paman Sam itu akan jatuh ke jurang resesi.

Asal tahu saja, sepanjang minggu lalu, indeks S&P 500 turun 0,2% menjadi 1.173,97. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4% menjadi 11.240,26. Kedua indeks acuan AS ini membukukan penurunan bulanan terbesar sejak Mei 2010 pada Agustus lalu.

Sejumlah saham yang pergerakannya ikut mempengaruhi bursa AS diantaranya: Bank of America dan JOMorgan Chase & Co masing-masing turun 4,4%. Selain itu, AT&T Inc turun 3,4% dan First Solar Inc turun 11%.

"Banyak sekali emosi yang bermain di pasar. Data pengangguran juga tidak mendukung. Saya belum siap mengatakan kalau perekonomian AS mengalami penurunan tajam, namun, dapat dipastikan kita mengalami perlambatan pertumbuhan dan hal itu sangat tidak baik bagi pasar saham," jelas Santa Fe, manager Thornburg International Value Fund.

IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Regional

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (26/8/2011) sebelum libur panjang lebaran lalu ditutup melemah tipis 2 poin. IHSG melemah setelah melewati serangkaian perdagangan yang penuh tekanan jual akibat pencairan portofolio investor.

Pada perdagangan Jumat (26/8/2011), IHSG kembali menipis 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,148 poin (0,02%) ke level 676,255.

Managing Riset Indosurya Asset Management, Reza Priyambada mengatakan, berdasarkan data historis, IHSG dimungkinkan menguat setelah libur panjang lebaran. Namun mengingat kondisi bursa-bursa regional yang merosot setelah jatuhnya Wall Street pada akhir pekan lalu, IHSG pada perdagangan Senin (5/9/2011) diprediksi akan kembali lemah lesu.

Investor akan menantikan data inflasi yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Namun inflasi diprediksi cukup tinggi seiring adanya lebaran dan juga kenaikan harga emas yang cukup tinggi.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu merosot hingga 2% setelah keluarnya data yang menunjukkan sektor tenaga kerja hanya tumbuh nol selama Agustus. Data itu semakin menguatkan pemikiran investor tentang besarnya kemungkinan terjadinya resesi.

Pada perdagangan Jumat (2/9/2011), indeks Dow Jones ditutup merosot hinggga 253,31 poin (2,20%) ke level 11.240,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 30,45 poin (2,53%) ke level 1.173,97 dan Nasdaq melemah 65,71 poin (2,58%) ke level 2.480,33.

Bursa-bursa Asia pada Senin pagi ini juga langsung melemah mengikuti jatuhnya Wall Street. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks S&P/ASX melemah 72,3 poin (1,70%) ke level 4.170,6.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 122,28 poin (1,37%) ke level 8.828,46.
  • Indeks KOSPI melemah 45,31 poin (2,43%) ke level 1.822,44.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (5/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.783-3.812 dan resistance 3.859-3.877. IHSG membentuk dragonfly doji di posisi bawah yang umumnya mengindikasikan akan adanya pergerakan reversal. Posisi candle masih berada diantara lower bollinger bands dan middle bollinger bands. MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba kembali reversal menuju area overbought.

Berdasarkan data historis, IHSG dimungkinkan mengalami penguatan pada hari pertama setelah libur lebaran karena minat dan semangat investor untuk kembali bertransaksi saham pasca libur panjang. Akan tetapi, investor tetap mewaspadai data ekonomi global yang dirilis dan pergerakan bursa saham Asia pasca melemahnya bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan karena stagnannya data ketenagakerjaan AS.

eTrading Securities:

IHSG pada perdagangan pekan lalu (26/8) ditutup turun 3 point (-0.06%) ke level 3,841.73 dengan total transaksi yang terjadi di bursa tercatat sebanyak 10.6 juta lot atau setara dengan Rp3.7 triliun. Hampir seluruh sektor mengalami penurunan pada perdagangan hari ini kecuali sektor basic-industry (+1.44%), consumer (+1.41%), infrastructure (+0.26%) dan manufacture (+0.40%).

Tercatat sebanyak 72 saham mengalami kenaikan, 139 saham mengalami penurunan, 84 saham tidak mengalami perubahan dan 158 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. BBRI, TLKM, UNVR, GGRM dan CPIN sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, ADRO, PGAS, BMRI dan INDF.

Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp359 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. ADRO, PGAS, INDF, ASII dan BMRI.

Secara teknikal, IHSG dalam satu minggu perdagangan terakhir bergerak sideways sementara dari pergerakan indicator teknikal tampak masih bergerak netral. Pada perdagangan hari ini (5/9) diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3774-3881 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GJTL dan INDF.

(qom/qom)

Inilah Saham Pilihan Senin (5/9)

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan menguat dengan level support 3.830 dan level resistance 4.125 pada perdagangan saham Senin (5/9).

Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, IHSG akan rally untuk meniru pergerakan Dow Jones dari 23 Agustus dan berakhir turun di level 11.240 pada perdagangan saham 2 September 2011. Beberapa data ekonomi dalam negeri seperti GDP, inflasi dan suku bunga akan memberi sentimen positif untuk mengambil posisi pada perdagangan saham di awal September. "IHSG akan berada di level support 3.830-3.750-3.650 dan level resistance 3.950-4.020-4.125," ujar Yuganur seperti dikutip dari situs PT HD Capital Tbk, akhir pekan ini.

Kepala Riset PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman menuturkan, IHSG akan menguat pada perdagangan saham Senin (5/9). Hal ini didukung dari bursa saham Asia ditutup menguat selama seminggu lalu. Data ISM Amerika Serikat pun membaik. Penurunan indeks saham Dow Jones pada Jumat lalu ke level 11.240 tidak terlalu berpengaruh ke bursa saham Indonesia. Billy memperkirakan IHSG akan berada di area 3.980-4.000 pada minggu ini.

Untuk saham-saham yang direkomendasikan, Yuganur merekomendasikan saham PT Charoen Pokpand Tbk (CPIN), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). "Saya merekomendasikan buy untuk saham-saham tersebut," tutur Yuganur.

Sementara itu, Billy merekomendasikan saham antara lain saham ASII, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), saham PT Indofood Tbk (INDF), dan saham CPIN. Saham lapis kedua yang menjadi pilihan saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan saham SSIA.