Rabu, 07 September 2011

Bapepam-LK kembali panggil manajemen MIRA Kamis besok

Bapepam-LK kembali panggil manajemen MIRA Kamis besok
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kembali akan memanggil manajemen PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) besok, Kamis (8/9). Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta keterangan rinci atas transaksi penjualan 93,95% saham anak usaha, Sabre Systems, kepada Tuscany Investment Group Ltd. Sabre Systems merupakan induk usaha dari SSI Offshore Pte Ltd, MIH Pte Ltd dan PT Apexindo Pratama Duta (Apexindo).

"MIRA akan kita panggil lagi tanggal 8, untuk meminta keterangan tambahan," tegas Kepala Biro PKP Sektor Jasa Bapepam-LK, Gonthor R. Aziz di Jakarta, Rabu (7/9).

Bapepam-LK menerangkan bahwa MIRA sudah tidak terafiliasi dengan Tuscany. "Mereka sudah terbuka dari keterangan tertulis yang Bapepam-LK minta, mereka sudah menyerahkan seluruh perjanjian dan dokumen terkait,” beber Gonthor.

Dalam pemanggilan tersebut, Bapepam-LK juga ingin memastikan bahwa seluruh kewajiban yang ada tidak menjadi persoalan ke depan pasca pengambilalihan 93,95% saham Sabre Systems, oleh Tuscany Investment Group Ltd. "Kami minta penjelasan, bagaimana perseroan mempertimbangkan semua perikatan yang sudah dilakukan SSI dan di bawahnya, termasuk seluruh kewajiban," paparnya.

Informasi saja, utang yang dimiliki Sabre Systems mencapai US$ 659,88 juta. Kewajiban itu sudah termasuk yang dimiliki oleh anak usaha Sabre Systems yakni MIH Pte Ltd sebesar US$523,22 juta. Kewajiban tersebut, selama ini memang menggerus keuangan MIRA. Namun, di sisi lain penjualan mayoritas Sabre akan membuat MIRA kehilangan kepemilikan pada Apexindo, sehingga perseroan tidak memiliki pendapatan lagi. Pasalnya, saat ini Apexindo mencerminkan 94,05% dari total aset konsolidasi per 31 Desember 2010.

Selain itu, status Apexindo saat ini masih merupakan perusahaan terbuka, meskipun sudah berstatus delisting. Sehingga, Tuscany juga harus menyampaikan keterbukaan informasi atas transaksi yang dilakukan sesuai peraturan Bapepam-LK. "Mereka harus lakukan sesuai ketentuan," tegas Gonthor.

Sesi I Akumulasi Saham Unggulan Bikin IHSG Menanjak 38 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 38 poin atas akumulasi saham-saham unggulan oleh investor lokal dan asing, terutama di saham-saham tambang. Indeks juga dapat bantuan dari positifnya bursa Asia.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 12,649 poin (0,32%) ke level 3.902,620 mengikuti bursa regional yang mengekor pulihnya bursa-bursa di Eropa. Indeks pun menanjak secara perlahan tapi pasti.

Indeks terus menanjak secara perlahan sejak dibukanya perdagangan, dan sempat menembus posisi tertingginya di level 3.935,370. Investor mulai melakukan aksi beli selektif

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (7/9/2011), IHSG menanjak 38,062 poin (0,97%) ke level 38,062. Sementara Indeks LQ 45 menguat 7,009 poin (1,01%) ke level 694,521.

Saham-saham yang menjadi incaran pada perdagangan hari ini berbasis komoditas, terutama saham-saham tambang blue chip. Saham di sektor tersebut melesat tinggi hingga memimpin penguatan kali ini.

Investor asing pun tak mau ketinggalan berburu saham-saham unggulan, hingga siang ini para pemodal asing sudah melakukan pembelian bersih dengan nilai yang tipis.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 85.723 kali pada volume 1,738 miliar lembar saham senilai Rp 2,433 triliun. Sebanyak 168 saham naik, sisanya 44 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia semakin kencang melaju di jalur hijau. Meski Wall Street semalam melemah, namun indeks futures Dow Jones sudah menghijau.

Berikut kondisi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 32,66 poin (1,32%) ke level 2.503,19.
  • Indeks Hang Seng menguat 236,87 poin (1,20%) ke level 19.947,37.
  • indeks Nikkei 225 melesat 156,89 poin (1,83%) ke level 8.747,46.
  • Indeks Straits Times naik 30,71 poin (1,11%) ke level 2.805,04.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 3.500 ke Rp 38.500, Astra Internasional (ASII) naik Rp 850 ke Rp 69.350, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 44.800, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 11.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 2.600, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 14.900, Ace Hardware (ACES) turun Rp 150 ke Rp 3.200, dan Inovisi (INVS) turun Rp 150 ke Rp 5.850.

(ang/qom)

Selama Agustus, NAB Bahana Investment naik paling tinggi dalam tahun ini

Selama Agustus, NAB Bahana Investment naik paling tinggi dalam tahun ini
JAKARTA. Gencarnya dana yang masuk (inflow) ke produk investasi reksadana, berimbas kepada dana kelolaan Bahana Investment Management. Pada Agustus lalu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) Bahana bertambah Rp 540 miliar atau naik 3,2% dibanding bulan sebelumnya.

Direktur Bahana Investment Management Edward Lubis menyebut, jumlah tersebut merupakan penambahan terbesar selama perjalanan kinerja Bahana di tahun ini. Menurutnya, nasabah paling banyak masuk ke reksadana saham, dan memanfaatkan momentum jatuhnya harga saham beberapa waktu belakangan ini.

"Padahal di bulan Juni dan Juli 2011, dana kelolaan berkurang hampir sekitar Rp 150 miliar," kata Edward, Selasa (6/9). Bahkan menurutnya, di periode Maret lalu, dana kelolaan Bahana sempat drop Rp 400 miliar

Dengan bertambahnya dana kelolaan pada Agustus kemarin, maka total dana kelolaan Bahana hingga akhir Agustus menjadi Rp 18,3 triliun. "Sebenarnya jumlah tersebut masih dibilang stagnan," kata Edward. Maklumlah, karena sampai akhir tahun, Bahana menargetkan dana kelolaan bisa mencapai Rp 22 triliun, atau naik 22% dari tahun 2010 yang sebesar Rp 18,1 triliun.

Meski begitu, Edward masih optimistis dengan tidak mengubah target dana kelolaan tahun ini. Dia bilang, untuk mencapai target tersebut, Bahana akan berupaya menggenjot penambahan dana kelolaan, yaitu dengan terus menerbitkan produk reksadana baru. Pada Agustus 2011, Bahana sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk tiga produk reksdana terproteksi yang baru. Ketiga produk ini ditargetkan launching pada September ini. Masing-masing produk itu ditargetkan bisa meraih dana kelolaan sekitar Rp 100 miliar.

Selama ini dana kelolaan Bahana, sebesar 10% - 15% didukung dari reksadana konvensional, lalu sebanyak 60% disumbang Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan sisanya reksadana terproteksi.

Pasca akuisisi dua perusahaan, saham APLN melaju 3,1%

Pasca akuisisi dua perusahaan, saham APLN melaju 3,1%
JAKARTA. Aksi akuisisi yang dilakoni PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menaikkan pamor saham perusahaan properti ini. Harga saham APLN melaju 3,1% ke level Rp 335 per saham hingga pukul 11.07 di Jakarta. Ini merupakan level penutupan tertingginya sejak 23 Agustus lalu.

Emiten ini baru saja mengakuisisi dua perusahaan guna memperluas lahan properti. Perseroan mengambil alih PT Putra Adhi Prima senilai Rp 300 miliar, dan PT Karya Gemilang Perkasa senilai Rp 300,85 miliar. Dana akuisisi diambil dari hasil penerbitan obligasi.

Rupiah terseret ke level terlemah dua pekan

Rupiah terseret ke level terlemah dua pekan
JAKARTA. Rupiah terseret ke level terlemahnya dalam dua pekan terakhir. Otot rupiah melemah setelah asing mengurangi kepemilikannya di pasar saham Indonesia. Aksi tersebut dipicu kekhawatiran melambatnya pemulihan global yang bisa menyebabkan lemahnya permintaan ekspor.

Hingga pukul 10.23 WIB, pasangan (pair) rupiah dan dollar AS (USD/IDR) bergerak ke level 8.572, dari penutupan kemarin di posisi 8.558. Bahkan, di awal perdagangan sempat menyentuh 8.578. Ini merupakan level terlemah rupiah sejak 26 Agustus.

Kemarin, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengungkapkan risiko ekonomi global meningkat. Menurutnya, prospek kawasan Euro akan tergantung pada ketepatan pemimpin Eropa dalam mengambil keputusan. Sentimen ini memicu investor menghindari aset berisiko, seperti saham. Data pasar saham menunjukkan, investor asing menjual saham senilai US$ 40 juta, lebih besar dibanding jumlah yang mereka beli pada pekan ini.

Pada bulan ini pun, mata uang Garuda sudah melemah 0,4%. Rupiah tertekan seiring prediksi ekonom yang menyebutkan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga tetap di 6,7% pada pertemuan besok.

Kepala riset valas Malayan Banking Bhd. Saktiandi Supaat menyebut, risk aversion (keengganan mengambil risiko) berperan besar menghambat investor dalam mengambil posisi di pasar mata uang. "Investor berhati-hati sebelum keputusan kebijakan Bank Indonesia," ujarnya, di Jakarta, hari ini.

TBLA akan bagikan dividen interim Rp 20 per saham

TBLA akan bagikan dividen interim Rp 20 per saham
JAKARTA. Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2011 senilai Rp 20 per saham. Pembayaran direncanakan pada 11 Oktober 2011.

Pembagian dividen interim itu berdasarkan keputusan Rapat direksi Perseroan pada 5 September 2011.

Adapun, batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan negosiasi hingga 28 September 2011. Sementara, cum dividen di pasar tunai sampai 3 Oktober 2011.

Hingga perdagangan pukul 10.05 WIB, harga saham TBLA bergerak naik 1,47% ke level Rp 690 per saham. Jika mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungan dari dividen (dividen yield) yang bakal diperoleh setiap pemegang saham sekitar 0,03%.

APLN caplok 99,9% saham PAP senilai Rp 300 miliar

JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tak mau menyia-nyiakan dana hasil obligasi yang baru dikeluarkan. Kali ini perusahaan properti tersebut kembali mengeluarkan dana senilai Rp 300 miliar untuk mengakuisisi 99,9% saham PT Putra Adhi Prima (PAP) yang berkedudukan di Jakarta Pusat.

"Dana untuk akuisisi Putra Adhi mencapai Rp 300 miliar," tutur F. Justini Omar kepada Kontan. PAP merupakan perusahaan yang menguasai lahan di Kabupaten Bogor seluas 85 hektare. Lahan tersebut rencananya akan dikembangkan sebagai perumahan dan resort.

"Nanti di sana kami akan bangun seperti kondotel juga," lanjutnya. APLN pun telah menandatangani pengambilalihan saham tersebut dari pihak terafiliasi pada 26 Agustus 2011.

Sebagai catatan saja, APLN bulan lalu baru saja mengeluarkan obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp 800 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk melakukan ekspansi dengan melakukan akuisisi di beberapa perusahaan yang memiliki proyek dalam industri properti di Jakarta, Bali, dan Bogor.

Sektor aneka industri giring IHSG melaju pagi ini

Sektor aneka industri giring IHSG melaju pagi ini
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka sumringah. Pada Rabu (7/9) pukul 09.38 WIB, IHSG bergerak menguat 0,72% ke posisi 3.919,175. Sebanyak 89 saham berhasil bertengger di zona hijau, sementara 16 saham masih jatuh, dan 75 saham lainnya masih stagnan.

Penguatan indeks ditopang reli semua sektor yang diperdagangkan. Sektor aneka industri memimpin dengan kenaikan 1,08%, disusul sektor pertambangan yang melaju 1%.

Top gainers pagi ini ditempati antara lain, saham PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) yang naik 4,76% ke Rp 220. Kemudian di peringkat kedua saham PT Milenniun Pharmacon Int. Tbk (SDPC) yang menguat 4,48% ke Rp 70, dan Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang terangkat 3,45% ke Rp 6.000.

Sementara saham yang menduduki deretan top losers, yaitu saham PT First Media Tbk (KBLV) yang jatuh 6,59% ke Rp 850, dan juga saham Myoh Technology Tbk (MYOH) yang tergelincir 5,62% ke Rp 84.

Credit Suisse Pangkas Proyeksi Goldman dan Morgan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Credit Suisse memangkas proyeksi pendapatan untuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley disebabkan beberapa faktor yang telah dikombinasikan untuk menghasilkan lebih dari perlambatan musim panas untuk bank-bank investasi besar, menurut sebuah laporan yang dirilis Selasa (6/9).

Meskipun Credit mengantisipasi perlambatan, dikatakan seperti dilansir CNBC, itu disebabkan kekhawatiran downgrade utang AS baru-baru ini, kekhawatiran utang zona euro, dan kekhawatiran resesi.

Dalam laporan tersebut, Credit Suisse memangkas proyeksi kuartal ketiga Goldman Sachs menjadi 95 sen per saham dari $ 2,71 per saham, dan menurunkan laba per saham 2012-2013 yang memperkirakan antara $ 14 - $ 16,25 per saham dari $ 16,50 - $ 19 per saham.
Target Goldman sekarang berada di $ 155.

Credit Suisse mempertahankan proyeksi kuartal ketiga untuk Morgan Stanley konstan pada 33 sen per saham, meski estimasi laba bersih per saham 2012-2013 turun menjadi $ 2,50 - $ 3 per saham, dari $ 2,75 - $ 3,20 per saham. Target Credit Suisse untuk harga Morgan direvisi menjadi $ 29.

Credit Suisse juga mempertahankan rating outperform Goldman dan Morgan dan mengatakan melihat ada argumen yang kuat mengapa saham telah diperdagangkan di bawah nilai buku saat ini $ 122 untuk Goldman dan $ 27 untuk Morgan Stanley. "Kami percaya neraca keuangan sehat dari segi kuantitas dan kualitas modal, risiko aset yang terkandung, likuiditas yang mendekati rekor, leverage sistemik yang rendah, risiko litigasi mortgage yang dikelola," ujar Credit Suisse dalam laporannya.

Tembus 3.904,69, IHSG Rabu (7/9) Dibuka Naik 0,37%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (7/9) dibuka menguat 0,37% ke level 3.904,69.

Penguatan indeks pagi ini lebih karena dukungan sentimen positif dari bursa regional.

Namun demikian, menurut analisa Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, potensi profit taking cukup besar khususnya pada saham-saham yang telah menguat selama 2 hari terakhir dan seiring IHSG telah outperform terhadap bursa global dalam 2 hari terakhir.

Bursa Eropa dan AS kemarin kembali bergerak melemah meski sempat mengalami intraday rebound di akhir sesi perdagangan. Rilis data ISM non-manufacturing AS di bulan Agustus yang jauh lebih baik dari ekspektasi masih belum mampu membawa bursa AS menguat. Bursa Eropa masih dalam tekanan koreksi seiring rilis data factory order Jerman di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi.

Sementara harga minyak dunia menguat ke level US$86.5/barel seiring spekulasi pasokan minyak akan menurun akibat badai di Teluk Meksiko.

Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori positif seiring nilai tukar Yen yang kembali melemah setelah Swiss menyatakan akan menjaga penguatan nilai tukarnya. Harga minyak relatif flat di level US$86,5/barel pagi ini.

Sebanyak 72 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 7 saham turun, dan 66 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,53% ke level 691,17, sementara JII naik 0,59% ke level 543,85.

Asing terlihat masih melakukan lebih banyak pembelian dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp4,12 miliar. Volume perdagangan sebanyak 124,54 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp168,93 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ITMG yang naik 1,12%, ASII naik 0,58%, AALI naik 1,35%, UNTR naik 1,02%, UNVR naik 1,47%, PTBA naik 0,51%.

Rencana Akuisisi 2 Tol Baru, Buy JSMR

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah mengincar untuk mengakuisisi 2 proyek tol Trans-Jawa yang terbengkalai yakni ruas Cikampek-Palimanan dan ruas Semarang-Batang.

Ruas Cikampek-Palimanan memiliki nilai investasi Rp11.35 triliun sementara ruas Semarang-Batang Rp7.21 triliun. Kedua proyek tol ini terhubung dengan ruas tol Jasa Marga yang telah beroperasi.

Manajemen perseroan menyatakan masih dalam tahap negosiasi awal dengan pemilik konsesi ruas Cikampek-Palimanan, sementara proses negosiasi ruas Semarang-Batang terhambat masalah legalitas dalam internal pemegang konsesi. "Karenanya, kami merekomendasikan buy saham JSMR," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Rabu (7/9).

Akuisisi Marga Hanurata, Hold Dulu Astra

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Astratel Nusantara (Astratel), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) telah menandatangani dokumen Pengalihan Saham dengan PT Natpac Graha Arthamas (Natpac) untuk mengambil 95% PT Marga Hanurata Intrinstic (MHI).

Nilai transaksi yakni sekitar Rp750 miliar, di mana setelah transaksi MHI akan dimiliki oleh Astratel sebanyak 95% dan Natpac hanya 5%. Untuk transaksi akuisisi tersebut, Astratel menggunakan dana internal yang berasal dari ASII. Manajemen melihat, akuisisi ini strategis karena merupakan kelanjutan dari langkah Grup Astra dalam bidang infrastruktur, khususnya pengembangan jalan tol di Indonesia, melalui Astratel.

MHI adalah perusahaan yang telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol dengan Badan pengatur Jalan Tol dan MHI akan melaksanakan pengusahaan jalan tol ruas Kertosono - Mojokerto, sepanjang 40,5 km. Biaya proyek ruas jalan tol ini keseluruhannya berjumlah sekitar Rp3,5 triliun, termasuk biaya pernbebasan tanah dan pekerjaan konstruksi. "Untuk itu kami menyarankan hold dulu untuk saham Astra ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Rabu (7/9).

Inilah Beberapa Saham Rawan Profit Taking Hari Ini

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan hari ini, potensi profit taking cukup besar khususnya pada saham-saham yang telah menguat selama 2 hari terakhir dan seiring IHSG telah outperform terhadap bursa global dalam 2 hari terakhir.

Beberapa saham yang rawan profit taking antara lain ASII, TLKM, GGRM, BBCA dan UNTR. Sementara beberapa saham yang masih baru memasuki bullish trend antara lain ADRO, INDF dan ITMG.

Menurut analisa Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Rabu (7/9), IHSG pada perdagangan Rabu (7/9) ini diperkirakan akan kembali menguat seiring sentimen positif dari bursa regional. Resistance indeks di level 3.938.

Bursa Eropa dan AS kemarin kembali bergerak melemah meski sempat mengalami intraday rebound di akhir sesi perdagangan. Rilis data ISM non-manufacturing AS di bulan Agustus yang jauh lebih baik dari ekspektasi masih belum mampu membawa bursa AS menguat. Bursa Eropa masih dalam tekanan koreksi seiring rilis data factory order Jerman di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi.

Sementara harga minyak dunia menguat ke level US$86.5/barel seiring spekulasi pasokan minyak akan menurun akibat badai di Teluk Meksiko.

Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori positif seiring nilai tukar Yen yang kembali melemah setelah Swiss menyatakan akan menjaga penguatan nilai tukarnya. Harga minyak relatif flat di level US$86,5/barel pagi ini.

IHSG Hari Ini Diprediksi Naik Didukung Saham Asia

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (7/9) ini diperkirakan akan kembali menguat seiring sentimen positif dari bursa regional.

Namun demikian, menurut analisa Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, potensi profit taking cukup besar khususnya pada saham-saham yang telah menguat selama 2 hari terakhir dan seiring IHSG telah outperform terhadap bursa global dalam 2 hari terakhir.

Bursa Eropa dan AS kemarin kembali bergerak melemah meski sempat mengalami intraday rebound di akhir sesi perdagangan. Rilis data ISM non-manufacturing AS di bulan Agustus yang jauh lebih baik dari ekspektasi masih belum mampu membawa bursa AS menguat. Bursa Eropa masih dalam tekanan koreksi seiring rilis data factory order Jerman di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi.

Sementara harga minyak dunia menguat ke level US$86.5/barel seiring spekulasi pasokan minyak akan menurun akibat badai di Teluk Meksiko.

Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori positif seiring nilai tukar Yen yang kembali melemah setelah Swiss menyatakan akan menjaga penguatan nilai tukarnya. Harga minyak relatif flat di level US$86,5/barel pagi ini.

IHSG Hari Ini Diprediksi Naik Didukung Saham Asia

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (7/9) ini diperkirakan akan kembali menguat seiring sentimen positif dari bursa regional.

Namun demikian, menurut analisa Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, potensi profit taking cukup besar khususnya pada saham-saham yang telah menguat selama 2 hari terakhir dan seiring IHSG telah outperform terhadap bursa global dalam 2 hari terakhir.

Bursa Eropa dan AS kemarin kembali bergerak melemah meski sempat mengalami intraday rebound di akhir sesi perdagangan. Rilis data ISM non-manufacturing AS di bulan Agustus yang jauh lebih baik dari ekspektasi masih belum mampu membawa bursa AS menguat. Bursa Eropa masih dalam tekanan koreksi seiring rilis data factory order Jerman di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi.

Sementara harga minyak dunia menguat ke level US$86.5/barel seiring spekulasi pasokan minyak akan menurun akibat badai di Teluk Meksiko.

Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori positif seiring nilai tukar Yen yang kembali melemah setelah Swiss menyatakan akan menjaga penguatan nilai tukarnya. Harga minyak relatif flat di level US$86,5/barel pagi ini.

Indosurya: Waspadai bila penguatan IHSG mulai berkurang

Indosurya: Waspadai bila penguatan IHSG mulai berkurang
JAKARTA. Sentimen global yang kurang kondusif akan kembali menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apalagi, menurut Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambadha, kemarin, asing tercatat net sell, dan semalam bursa AS dan Eropa masih dalam area pelemahan.

Reza memperkirakan, pada perdagangan hari ini, IHSG akan berada pada support 3.808 - 3.849, dengan resistance di 3.910 - 3.931.

Menurutnya, secara teknikal, IHSG membentuk hanging man setelah terjadi inverted hammer yang mengindikasikan akan tertahannya penguatan IHSG. MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Sementara, RSI, william's %R, dan Stochastic masih mencoba kembali bergerak menuju area overbought (jenuh beli), namun mulai tertahan.

"Investor harus tetap waspada bila penguatan IHSG mulai berkurang," ujarnya.

Bursa Asia rebound tersokong oleh pelemahan yen

Bursa Asia rebound tersokong oleh pelemahan yen
TOKYO. Pasar saham Asia rebound setelah tiga hari terkoreksi. Reli bursa tertopang pelemahan yen dan turunnya valuasi bursa regional ke level termurah sejak 2008 silam.

Indeks MSCI Asia Pasifik melaju 1,1% pada pukul 10.04 pagi di Tokyo. Setiap delapan saham naik berbanding satu saham yang melemah. Sementara, indeks Nikkei 225 reli 1,5%, indeks Kospi menguat 2,1%, indeks S&P/ASX 200 maju 1,7%, dan Straits Times Index naik 0,77%.

Kemarin, valuasi indeks MSCI Asia Pasifik turun menjadi 11,7 kali perkiraan laba. Ini level terendahnya sejak November 2008.

Di sisi lain, kemarin, yen melemah karena spekulasi Jepang akan mengikuti langkah Swiss melemahkan mata uangnya.

Manajer ekuitas SMBC Nikko Securities Inc. Hiroichi Nishi memperkirakan, investor kembali membeli saham seiring melemahnya yen terhadap dollar AS. Pelemahan yen mendongkrak proyeksi pendapatan eksportir. "Valuasi harga juga menunjukkan saham sudah murah, dan indikator teknikal menunjukkan pasar saham mendekati zona buy," ujarnya, di Tokyo, hari ini.

BNBR pangkas defisit Rp 35 triliun

BNBR pangkas defisit Rp 35 triliun
JAKARTA. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akhirnya mengumumkan skema kuasi reorganisasi. Dalam prospektus Selasa (6/9), BNBR berniat menghapus defisit sebesar Rp 35 triliun yang tercantum pada laporan keuangan Juni 2011.

Sebelumnya, manajemen BNBR mengungkapkan hanya akan menghapus defisit sebesar Rp 27 triliun. Dalam rencana terkini, BNBR juga menghapus rugi dari pos selisih nilai transaksi restrukturisasi sebesar Rp 5,27 triliun, dan pos rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi sebesar Rp 2,06 triliun.

Untuk melakukan skema ini, BNBR menyiapkan penyesuaian nilai aset dan liabilitas, meski hanya mendapatkan selisih Rp 273,70 miliar. BNBR menyebutkan, nilai ini tidak signifikan sebagai faktor pengurang defisit.

Maka, manajemen memilih memangkas nilai nominal saham untuk seri saham A, B, dan C. Masing-masing nilai nominal saham dipangkas dari Rp 5.000, Rp 700, dan Rp 200, menjadi Rp 2.600, Rp 364 serta Rp 104.

Memang, langkah ini akan membuat modal perusahaan merosot. Modal dasar turun dari Rp 80 triliun menjadi Rp 41,6 triliun. Sedang nilai modal ditempatkan dan disetor berkurang dari Rp 21,51 triliun menjadi Rp 11,19 triliun. Dari pemangkasan ini, manajemen mendapat selisih Rp 34,72 triliun.

Perjumpaan antara defisit dan selisih (set off) dua skema ini bukan hanya menghilangkan defisit di atas kertas, tapi juga menyisakan saldo positif di akun modal disetor sebesar Rp 144,17 miliar.

Dalam prospektusnya, manajemen BNBR mengungkapkan, rencana kuasi reorganisasi ditujukan untuk memperbaiki kondisi laporan keuangan. Apalagi, BNBR mengklaim, sudah hampir merampungkan rencana restrukturisasi utangnya.

Manajemen BNBR masih harus menunggu rencana ini disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar pada 6 Oktober 2011. BNBR menginginkan kuasi sudah bisa terlaksana pada Desember 2011.

Rights issue

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia menilai, kuasi akan berdampak baik terhadap investor. Bukan hanya beban keuangan lebih ringan tanpa defisit, harga saham juga bisa naik. "Nantinya, jika perusahaan mendapat laba, bisa dibagikan sebagai dividen," kata dia, kemarin. Namun, tidak ada jaminan BNBR tidak akan merugi selama lima tahun kedepan.

Kuasi ini juga bisa melancarkan aksi korporasi BNBR. Satrio bilang, beredar hembusan kabar, BNBR akan melakukan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

BNBR bisa memanfaatkan dana hasil rights issue tersebut untuk melunasi utang afiliasinya ke China Investment Corp (CIC).

Aksi profit taking bisa picu koreksi emas berlanjut

Aksi profit taking bisa picu koreksi emas berlanjut
SINGAPURA. Emas berpeluang melemah untuk hari yang kedua. Koreksi logam mulia ini kemungkinan disebabkan aksi jual sebagian investor setelah emas mencetak rekor di atas US$ 1.920 per ons troy. Profit taking juga mungkin dilakukan untuk menutupi kerugian pada investasi lainnya.

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan di level US$ 1.874,47 per ons troy pada pukul 7.31 waktu Singapura. Sementara, kontrak emas untuk pengiriman Desember di Comex-New York sedikit bergeser ke US$ 1.874 per ons troy, setelah menorehkan rekor tertinggi di US$ 1.923,70.

Selain aksi ambil untung, koreksi harga logam mulia ini juga bisa dipicu oleh penguatan dollar AS. Dollar reli untuk keenam kalinya terhadap mata uang utama dunia, termasuk Swiss Franc, setelah bank sentral Swiss menetapkan batas nilai tukar, dan berniat mempertahankan target suku bunga minimum.

Analis HSBC Securities USA Ltd. James Steel menilai, langkah bank sentral Swiss itu seharusya bullish untuk emas. Pasalnya, langkah tersebut mengurangi jumlah mata uang safe haven yang tersedia untuk investor. Namun, harga emas yang sudah tinggi menghambat permintaan dan meningkatkan suplai.

"Koreksi lebih lanjut pada pasar saham juga bisa menyebabkan likuidasi emas, sebab investor harus mendapatkan uang tunai," ujar James, hari ini.

MTLA hitung ulang kebutuhan pinjaman

JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengutak-atik rencana pendanaan. MTLA ingin mengubah komposisi pendanaan karena hasil penjualan di atas ekspektasi.

Dalam rencana pendanaan semula, MTLA akan mencari pinjaman senilai Rp 400 miliar di 2012. Hasil utang Rp 150 miliar dialokasikan untuk membangun pintu gerbang tol Metland Puri, dan sekitar Rp 200 miliar-Rp 250 miliar untuk pengembangan Metropolitan Grand Mall.

Namun karena penjualannya di atas target, MTLA pun berniat menutup sebagian kebutuhan dana dengan kas internal. "Penjualan kami saat ini rata-rata diatas 30% dari target," kata Olivia Surodjo, Vice Director Corporate Affairs and Corporate Secretary MTLA, Selasa (6/9).

Komposisi pendanaan yang baru memang baru terlihat di tahun depan, setelah perhitungan nilai penjualan di sepanjang 2011 tuntas. "Kami akan hitung apa masih perlu menggunakan pinjaman bank," kata Olivia.

Kendati ada perubahan rencana pendanaan, namun jadwal pembangunan kedua proyek tidak berubah. Proyek mal mulai bergulir bulan ini, dan dijadwalkan selesai 18 bulan. Proyek itu menelan investasi sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 450 miliar.

MTLA akan menggunakan hasil penjualan saham perdananya, senilai Rp 200 miliar, untuk menutup kebutuhan dana pembangunan mal selama tahun ini.

Pembangunan interchange dimulai akhir tahun. Estimasi masa pembangunan adalah 1,5 tahun. Proyek itu akan dikerjakan anak perusahaan MTLA, yang bernama Metroland Permata Development bersama dengan mitranya yang mengembangkan proyek residensial Puri Metland 2, yaitu PT Karya Deka.

Pengembang Puri Metland 2 itu juga menggandeng perusahaan properti milik grup Agung Sedayu dan PT BSM dalam pembangunan interchange. Hitungan MTLA, dana pembangunan interchange yang menjadi tanggungan pengembang Puri Metland 2 adalah Rp 150 miliar.

Di proyek Puri Metland 2, komposisi saham MTLA dan Karya Deka masing-masing adalah 50,01% dan 49,99%. Proyek residensial itu memiliki lahan seluas 60 hektare (ha). Perumahan itu akan dipasarkan setelah proyek pintu tol sudah dibangun. Alasannya, pintu tol akan menaikkan harga tanah hingga dua kali lipat dari saat ini, yang berkisar Rp 3,5 juta-Rp 4 juta per meter persegi.

CPO gagal bertahan di level RM 3.000

CPO gagal bertahan di level RM 3.000
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali gagal mempertahankan level RM 3.000 per metrik ton. Harga CPO untuk pengiriman November 2011 di Bursa Berjangka Malaysia, Selasa (6/9), menurun 1,30% menjadi RM 2.978 per ton setara US$ 998 per metrik ton. Ini merupakan posisi terendah harga CPO dalam dua pekan terakhir.

Koreksi harga CPO mengekor pergerakan harga minyak mentah di Bursa New York, yang sudah terpangkas 5,15% selama tiga hari perdagangan terakhir. Para investor berspekulasi bahwa laju perekonomian Amerika Serikat semakin melemah. Kondisi ini bisa menekan permintaan terhadap bahan bakar. Jangan lupa, AS merupakan konsumen energi terbesar di dunia.

Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan kawasan Eropa merupakan dua pemicu utama kejatuhan harga sejumlah komoditas, termasuk minyak mentah dan CPO. "Volatilitas harga dalam jangka pendek tidak dapat dihindari," ujar Xin Yi Chen, analis Barclays Capital, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures, menilai, krisis AS dan Eropa belum akan mereda dalam waktu dekat. Hal tersebut jelas akan menekan harga minyak sawit mentah.

Semua orang kini melihat langkah yang akan dilakukan para pengambil kebijakan untuk memberikan kepastian terhadap masa depan pasar finansial global.

Namun, Chen berpendapat tekanan terhadap harga minyak sawit mentah tidak akan signifikan. Chen memprediksi, permintaan terhadap komoditas energi itu masih kuat.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, memproyeksikan volume ekspor CPO Indonesia di sepanjang tahun ini bisa mencapai 18 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 15% dibandingkan volume ekspor CPO selama 2010 yang mencapai 15,65 juta ton. "Volume ekspor CPO selama semester kedua tahun ini kemungkinan akan mencapai 10 juta ton," ungkap Fadhil.

GAPKI juga memprediksi harga rata-rata CPO sepanjang tahun ini berkisar US$ 1.000 hingga US$ 1.100 per metrik ton. Harga itu tumbuh berkisar 20%-32% daripada harga rata-rata CPO di 2010, yaitu US$ 832 per metrik ton.

Ibrahim melihat level support harga CPO dalam jangka pendek berada di posisi RM 2.950 per ton. "Investor menunggu langkah Presiden AS Barack Obama dalam mengatasi krisis ekonomi di negara itu," ujar dia.

Tapi Ibrahim yakin harga CPO hingga akhir September ini berpeluang menanjak ke RM 3.150 per metrik ton.

Saham SDRA Tengah Dibidik Bank Qatar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bank asal Qatar dikabarkan tertarik membeli 7% saham PT Bank Himpunan Saudara Tbk (SDRA) melalui private placement di harga Rp250-275 per saham.

Harga itu berdasarkan valuasi PER 5-7 kali merujuk kinerja selama semester 1-2011. Harga ini relatif murah karena PER sektoral mencapai 12 kali. Placement saat ini dalam tahap negosiasi.

Pada perdagangan kemarin, saham SDRA ditutup naik Rp5 ke level Rp210.

Diburu Investor, Saham GOLD Menuju Rp1.000

Headline
Saham PT Golden Retailindo Tbk (GOLD) dikabarkan akan diakumulasi sejumlah investor strategis dan akan menggiringnya hingga ke level Rp1.000.

Hal ini seiring pencapaian laba perseroan yang diperkirakan akan naik 1,5 kali lipat pada kuartal 3-2011 karena ditopang program efisiensi. Selain itu, kabarnya penjualan juga naik dua kali lipat.

Pada perdagangan kemarin, saham GOLD ditutup autoreject ke atas atau naik 23% menjadi Rp600.

Investor Berburu Saham Murah, Saham Asia Naik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia tersentak naik Rabu (7/9) pagi setelah turun 2 hari berturut-turut karena kekhawatiran terus-menerus tentang masalah utang zona euro, mengirim investor bergegas untuk menjauh dari pasar saham.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di Asia, naik 0,7 persen. Nikkei Jepang naik disebabkan investor berburu saham murah setelah kekhawatiran utang Eropa menyebabkan Nikkei jatuh ke level terendahnya dalam 2,5 tahun pada penutupan hari sebelumnya. Nikkei naik 1,8 persen menjadi 8.741,42. Topix yang lebih luas naik 1,4 persen menjadi 751,82.
Saham Seoul dibuka naik 2,5 persen setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan meskipun ada kekhawatiran terus-menerus tentang masalah utang Eropa yang telah melukai saham.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) diperdagangkan naik 2,5 persen ke 1.811,19.

Bursa Australia juga dibuka naik setelah mengalami penurunan tajam baru-baru ini, meskipun saham-saham AS jatuh untuk hari ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran tentang krisis utang Eropa yang menyeret turunnya ekonomi dunia.

Investor akan mengamati data GDP kuartal kedua. Ekonomi Australia diperkirakan akan bangkit kembali dari penurunan pada kuartal Maret, yang mungkin tidak seburuk awalnya yang dilaporkan setelah data terakhir menunjukkan revisi kenaikan besar untuk belanja modal pada kuartal pertama.

S & P / ASX 200 indeks naik 1,6 persen menjadi 4.139,2. Sementara acuan Selandia Baru, NZX 50 Indeks naik 0,5 persen menjadi 3.288,018 pada awal perdagangan.

Duh! Wall Street Masih Terseret Krisis Utang Eropa

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada penutupan perdagangan saham Selasa (6/9) dipengaruhi kekhawatiran krisis utang Eropa.

Indeks Dow Jones turun 100.96 poin atau 0,90% ke level 11.139,30. Indeks S&P 500 turun 8,73 poin atau 0,74% ke level 1.165,4. Indeks Nasdaq turun 6,5 poin atau 0,26% ke level 2.473.83.

Investor mengalihkan dana ke kas untuk mengurangi resiko. Hal ini dipengaruhi keraguan penyelesaian krisis utang Eropa. Italia dan Yunani didorong memperketat anggaran dan Jerman menolak untuk menyediakan tambahan dana. Kekhawatiran krisis utang Eropa ini membuat ekonomi global menuju resesi.

Kebanyakan saham perbankan mencatatkan penurunan terbesar pada perdagangan saham Selasa (6/9). Indeks KBW ditutup mendekati 2%. JPMorgan dan Bank of Amerika turun lebih dari 3% pada perdagangan saham Selasa.

Indeks Volatility CBOE naik 9,4% ke level 37.08. "Sekarang ketidakpastian begitu besar, indeks saham kemungkinan mengalami penurunan," ujar Chief Strategist RDM Financial Michael Sheldon, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Beberapa broker termasuk Nomura memotong target harga untuk peminjam terbesar. Saham Bank of America Corp turun 3,6% ke level US$6,99 dan JPMorgan Chase and Co turun 3,4% ke level US$33.44.

Saham Sunoco Inc naik 5,3% ke level US$38,03 setelah perusahaan akan fokus ke operasi logistik. Saham Temple-Inland Inc naik 25% ke level US$30,85 setelah International Paper Co menyetujui membeli saham Temple-Inland Inc sebesar US$32 per saham. International Paper naik 8,9% ke level US$27,77.

Volume perdagangan saham lebih rendah dari biasanya sebesar 7,9 miliar saham di bursa saham New York, American Stock Exchange dan Nasdaq. [hid]

Reksadana saham loyo selama Agustus

Reksadana saham loyo selama Agustus
JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melempem bulan lalu, berimbas terhadap performa reksadana berbasis saham. Mengutip data Infovesta Utama, sebanyak 79 reksadana saham yang beredar di pasar saat ini, menderita penurunan imbal hasil selama 29 Juli hingga 26 Agustus 2011.

Rudiyanto, analis Infovesta Utama, mengungkapkan, dalam periode tersebut, IHSG tergerus 7%. Rata-rata imbal hasil reksadana saham atau Infovesta Equity Fund Index juga mengalami penurunan sebesar itu. "Imbal hasil semua produk reksadana saham, negatif," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Produk reksadana milik PT Prospera Asset Management yakni Prospera Bijak muncul sebagai reksadana berkinerja terburuk, Agustus lalu. Imbal hasil produk ini turun 11,6% (lihat tabel). "Sepanjang Agustus, sentimen global dari Amerika Serikat dan Eropa sudah menyeret bursa. Otomatis, reksadana saham ikut turun," jelas Rudiyanto. Reksadana saham menempatkan dana investasi mereka di ekuitas hingga di atas 80%.

Edbert Suryajaya, analis Infovesta Utama, menilai, cukup dalamnya penurunan imbal hasil beberapa reksadana adalah akibat pemilihan portofolio saham oleh manajer investasi (MI). "Saham LQ45 tercatat sebagai yang paling banyak turun," imbuhnya.

Volatilitas masih tinggi

Kendati demikian, kinerja reksadana saham sepanjang tahun ini, yakni mulai Januari hingga Agustus 2011 masih tumbuh, yakni 0,96%. Masih jauh di bawah kinerja IHSG yang mencapai 3,73%, di periode yang sama.

Edbert menilai, volatilitas pasar saham dalam satu-dua bulan ini masih akan tinggi. Dia menyarankan agar nasabah mengalihkan risiko dengan menggenggam reksadana campuran atau reksadana pendapatan tetap.

Untuk reksadana saham, investor bisa memburu reksadana saham berbasis saham sektor konsumsi, di tengah situasi yang masih labil saat ini. "Sektor ini tidak terpengaruh sentimen global," kata Edbert. Sebaliknya, investor sebaiknya menghindari sektor komoditas.

Analis masih optimistis prospek reksadana saham hingga akhir tahun masih bagus. Karakter reksadana saham sejatinya juga merupakan investasi jangka panjang. "Masih ada kepercayaan jika koreksi bursa saat ini hanya sementara," kata Edbert. Mumpung harganya turun, saat ini justru tepat untuk subscription.

Rudiyanto memprediksi, IHSG masih mampu menembus 4.300, akhir tahun ini. Fundamental ekonomi Indonesia dan prospek kinerja emiten di bursa domestik, masih bisa diharapkan. MI juga melontarkan optimisme senada. Idhamsyah Runizam, Direktur Utama BNI Asset Management, menilai, Indonesia sudah terbukti cukup tahan terhadap gejolak ekonomi global.

IHSG diprediksi bergerak terbatas

IHSG diprediksi bergerak terbatas
JAKARTA. Ketidakpastian kondisi global diperkirakan masih akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Padahal, menurut para analis, bursa masih bisa melanjutkan penguatan, hari ini.

Parningotan Julio, analis Teknikal Batavia Prosperindo Sekuritas memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak di antara support 3.850 dan resistance 3.910.

Secara teknikal, penguatan didukung indikator seperti Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic yang bergerak uptrend. Namun, ketidakpastian bursa global akan memberi kecenderungan IHSG bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan.

Alwi Assegaf, analis Universal Broker melihat, penurunan yang selama ini melanda bursa Amerika Serikat (AS) berpotensi mengundang aksi bargain hunting sehingga bursa juga berpeluang menguat lagi. Hari ini bursa diperkirakan bergerak terbatas di kisaran 3.850 - 3.930.

IHSG, kemarin, bertahan di zona hijau, menguat tipis 0,62% di level 3.889,97. Menurut Alwi, penguatan terdorong kenaikan yang terjadi di bursa Eropa. "Terdorong sentimen positif sedikit saja, IHSG langsung bisa naik," kata dia.

Meski kemarin melemah, Kepala Riset Real Time Futures Wahyu Tribowo Laksono memperkirakan, rupiah hari ini bergerak stabil cenderung menguat, hari ini. Menurutnya, rupiah merupakan mata uang yang cukup kuat di Asia. Kurs hari ini diperkirakan berkisar Rp 8.350 hingga
Rp 8.580 per dollar AS.

Kemarin, rupiah melemah dari Rp 8.542 per dollar AS menjadi Rp 8.558.

Spekulasi stok menyusut, minyak rebound dari level terendah sepekan

Spekulasi stok menyusut, minyak rebound dari level terendah sepekan
SYDNEY. Minyak mentah rebound dari level terendah dalam sepekan di New York. Reli harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok minyak mentah akan menyusut. Apalagi, badai di Teluk Meksiko memicu indikasi permintaan akan melebihi pasokan di AS.

Minyak WTI untuk pengiriman Oktober naik 54 sen ke level US$ 86,56 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di US$ 86,49 pada pukul 08.45 waktu Sydney. Kemarin, kontrak yang sama turun 43 sen ke posisi US$ 86,02. Ini penutupan terendahnya sejak 26 Agustus.

Sementara, minyak Brent untuk penyelesaian Oktober naik US$ 2,81, atau 2,6% ke US$ 112,89 per barel, di ICE Futures Europe Exchange, kemarin.

Ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, besok, Departemen Energi AS akan merilis adanya penurunan persediaan minyak sebesar 2,25 juta barel per pekan lalu.

Selain itu, National Hurricane Center melaporkan, gangguan yang terjadi di Teluk Meksiko berpotensi 30% berubah menjadi badai tropis. Padahal, Bureau of Ocean Energy Management menyebut, sekitar 60,5% produksi minyak dan 41,6% dari produksi gas alam di Teluk Meksiko telah ditutup setelah Badai Tropis Lee melewati kawasan ini.

Penilaian ulang aset ADMG kelar akhir bulan

JAKARTA. Proses kuasi reorganisasi PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) masih bergulir. Perusahaan yang bergerak di bisnis kimia tersebut masih melakukan penilaian kembali aset dan kewajiban yang dimiliki perseroan ini.

Proses revaluasi aset ADMG diperkirakan rampung akhir bulan ini. "Setelah selesai, tentu kami akan langsung ajukan kepada Bapepam-LK," kata Richard I. Tursadi, Sekretaris Perusahaan ADMG ke KONTAN, Selasa (6/9).

Emiten kimia ini melakukan revaluasi aset berdasarkan laporan keuangan per akhir 2010. Per akhir tahun lalu, nilai total aset ADMG adalah
Rp 3,77 triliun.

Dalam hitungan pengelola ADMG, setelah revaluasi, nilai asetnya di buku akan meningkat 27,05% menjadi Rp 4,79 triliun. Dari total aset tersebut, nilai aset tidak lancar akan naik dari Rp 2,22 triliun menjadi Rp 3,26 triliun. Revaluasi tidak berdampak terhadap pos kewajiban. Utang ADMG diperkirakan tetap sebesar Rp 2,52 triliun.

Perseroan juga tengah merampungkan agenda lain sebagai rangkaian kuasi reorganisasi. Misalnya, ADMG tengah merevaluasi transaksi perubahan ekuitas perusahaan.

Perusahaan kimia ini juga kembali menghitung rugi belum direalisasikan dari pemilikan efek yang tersedia untuk dijual. Agenda terakhir, perseroan ini melakukan restrukturisasi entitas pengendali.

Richard bilang, jika bersih-bersih laporan keuangan ini kelar, maka ADMG bisa menghapus saldo defisit Rp 1,30 triliun. Defisit tersebut timbul dari rugi selisih kurs akibat utang dalam mata uang asing sebagai efek krisis ekonomi 1997 silam.

Selain itu, ADMG juga berniat kembali membagi dividen. Perseroan ini berharap pembagian dividen dapat mulai dilakukan pada 2012 nanti.

Di samping meneruskan proses kuasi reorganisasi, ADMG juga melakukan penghitungan ulang target pendapatan maupun laba yang hendak dicapai tahun ini. Hal ini dilakukan lantaran kondisi perekonomian global saat ini masih terus dilanda ketidakpastian. "Soalnya, kondisi perekonomian dunia berpengaruh juga kepada kinerja kami," jelas Richard.

Sekadar catatan, pada semester satu yang lalu, perseroan ini mencetak penjualan bersih sebesar Rp 2,57 triliun. Angka tersebut naik sebesar 35,46% ketimbang penjualan di periode yang sama pada 2010, yaitu Rp 1,9 triliun.

Bahkan, laba bersih di paruh pertama 2011 naik drastis, yaitu sebesar 449,73% menjadi Rp 247,07 miliar. Di periode yang sama tahun sebelumnya, ADMG mencatatkan laba bersih Rp 44,94 miliar.

Richard juga menegaskan ADMG tidak memiliki rencana aksi korporasi di paruh kedua tahun ini.

Agung Podomoro Resmi Akuisisi Putra Adhi Land

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah melakukan perjanjian pengikatan jual beli saham dalam rangka akuisisi terhadap 99,9% saham PT Putra Adhi Prima (PAP).

Dalam keterangannya ke BEI kemarin malam dijelaskan PAP merupakan perusahaan yang menguasai sekitar 85 hektar lahan di Kabupaten Bogor yang akan dikembangkan sebagai perumahan dan resort.

Pengambilalihan saham di PAP ini merupakan bentuk realisasi terhadap rencana penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi I Agung Podomoro Land 2011.

BUDI yakin penjualan naik meski harga tapioka turun

BUDI yakin penjualan naik meski harga tapioka turun
JAKARTA. Meski harga tapioka turun, PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) tetap yakin penjualan di semester II-2011 akan meningkat. Mawarti Wongso, Sekretaris Perusahaan BUDI, mengatakan harga tapioka turun 10% menjadi Rp 4.500 per kilogram (kg). "Suplainya sedang melimpah, jadi harga sedikit turun," jelas dia ke KONTAN.

Selama ini penjualan tepung tapioka menyumbang sekitar 65% dari keseluruhan penjualan perseroan. Di semester satu lalu, penjualan tepung tapioka mencapai Rp 963,66 miliar. Produk ini biasanya diserap beberapa industri, yaitu makanan, kertas dan kimia.

BUDI optimistis bisa tetap mencetak penjualan Rp 2,5 triliun tahun ini, meski harga tapioka turun. Produsen tepung tapioka ini berharap varian produk lain bisa mengkompensasi penurunan harga tapioka.

Saat ini BUDI juga memproduksi produk turunan tapioka, seperti glukosa dan fruktosa. Perseroan ini memiliki tiga pabrik di Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung. Ketiga pabrik tersebut sudah bisa memproduksi 160.000 ton glukosa dan fruktosa per tahun. "Kami yakin ini bisa menutupi efek turunnya harga tapioka," imbuh Mawarti.

Sektor agribisnis pimpin bisnis INDF

Sektor agribisnis pimpin bisnis INDF
JAKARTA. Kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diperkirakan akan lebih melaju lebih kencang lagi di sisa tahun ini. Sepanjang semester I lalu, INDF mencatat pertumbuhan penjualan year-on-year sebesar 20,5% menjadi Rp 21,84 triliun. Sedangkan laba yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tumbuh 12% menjadi Rp 1,58 triliun.

Andrey Wijaya, analis OSK Nusadana Securities Indonesia menilai, kinerja INDF semester I-2011 sejalan dengan ekspektasinya. Permintaan barang konsumsi yang semakin kencang di semester II, diperkirakan akan mendongkrak pertumbuhan laba sampai 48% di akhir tahun nanti.

Di semester II, Andrey memperkirakan, sektor agribisnis akan memimpin pertumbuhan pendapatan. Kontribusi sektor agribisnis menjadi angin segar bagi kinerja INDF di semester I lalu yang tumbuh 42,9%. Sekadar catatan, selama ini, sektor mi instan, merupakan penyumbang terbesar INDF.

Stevanus Juanda, analis dari JP Morgan menambahkan, divisi gula akan menyetir pendapatan terbesar sektor ini. Memang, rata-rata harga minyak kelapa sawit (CPO) tetap rendah, namun pendapatan akan terdongkrak harga dan kernel dan karet.

Meski penjualan mi instan di semester I melesu, hanya naik 4,2% secara tahunan, Andrey dan Stevanus optimis, permintaan mi instan akan naik lagi di kuartal III. Prediksi itu merujuk ke siklus tahunan INDF.

Tepung Bogasari

Tidak semua unit usaha INDF diperkirakan melesat. Unit tepung terigu Bogasari diperkirakan akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di sisa tahun ini.

Yualdo Yudoprawiro, analis Samuel Sekuritas mencatat, kini terdapat 14 sampai 16 pabrik tepung yang aktif di Indonesia. Tentu, peningkatan persaingan antar pabrik bisa menggerus pangsa pasar Bogasari di Indonesia.

Ketatnya persaingan ini sudah terlihat sejak semester I lalu. Meski Bogasari mencatat pertumbuhan penjualan 18% secara tahunan, dalam catatan Andrey, margin laba bersih sebelum bunga dan pajak (EBIT) menyempit dari 15% menjadi 7,5%.

Stevanus juga menilai, harga bahan baku gandum yang terus menanjak akan menggerus keuntungan Bogasari. Dalam hitungan tim riset komoditas JP Morgan, harga jual bahan baku gandum akan naik dari US$7,4 per gantang menjadi US$7,6 per gantang pada kuartal II-2012.
Namun, dia menambahkan, rencana pemangkasan utang INDF akan menjaga pertumbuhan laba bersih.

Berdasarkan kinerjanya, Andrey memberi rekomendasi buy saham INDF dengan target harga Rp 7.500 per saham yang mencerminkan price to earning ratio (PER) 16,5 kali dan 17.9 kali, untuk tahun 2011 dan 2012.

Stevanus merekomendasikan neutral untuk INDF dengan alasan harga di pasar sudah mendekati target harganya, Rp 6.000 per saham. Target harga Stevanus merefleksikan PER INDF sebesar 12,9 kali di 2012.

Senada, Yualdo juga melihat harga INDF sudah mendekati fair value. Dia merekomendasikan hold dengan target harga Rp 6.000 per saham.
Pada penutupan Selasa (6/9), harga INDF tidak bergerak dari hari sebelumnya, yaitu Rp 5.950 per saham.

IHSG Menguat, Beberapa Saham Unggulan Masih Oke

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Rabu (7/9) diperkirakan melanjutkan penguatan. Beberapa saham unggulan bisa jadi pilihan menarik.

Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, secara teknikal IHSG mulai mencoba keluar dari formasi konsolidasi yang terbentuk antra range 3.809 dan 3.886 dengan potensi breakout menuju Rp3.950. Aksi ini didukung penguatan regional dan data ekonomi domsetik yang sesuai ekspektasi BI serta likuiditas domestik yang masih mengalir dari efek BI rate tetap. “IHSG akan bergerak di level support 3.830-3.750-3.650 dan resistance 3.950-4.070,”ujarnya.

Salah satu saham piihannya adalah Charoen Pokphan (CPIN). Penutupan diatas moving average 5 harian (Rp.2.760) dan posisi moving average 5 dan 10 harian yang masih membentuk sinyal golden cross menyimpulkan bahwa upaya untuk kembali mencetak new high di atas Rp.2.925 sedang berlangsung. Emitten ini cocok untuk proxy strategi consumer sector, domestic demand theme.“Rekomendasi beli dengan target Rp2.775,”katanya.

SahamAstra International (ASII) juga menjadi pilihan. Penutupan diatas harga tertinggi selema 7 hari terakhir (Rp.67.800) merupakan signal positif untuk ASII keluar dari trading range sempit ini untuk mencoba proses kembali ke gap atas Rp.70.500 yang belum tertutup. “Rekomendasi beli dengan target Rp70.500,”ucapnya.

Yuga juga menjagokan saham Bank BRI (BBRI), dengan target harga dapat mencapai Rp7.100. Sektor perbankan dinilai memiliki kapitalisasi terbesar di IHSG (33%) sehingga bisa dipastikan akan memimpin momentum market dalam technical rebound keluar dari trading range.

Selain itu, outlook suku bunga dan kepercayaan konsumen masih optimis didukung oleh rupiah stabil dan tidak terpengaruhnya sector mikro UKM terhadap factor luar. “Rekomendasi beli untuk BBRI,”ujarnya.

Saham lain pilihannya adalah Adaro Energy (ADRO). Menurutnya, sektor pertambangan batubara (coal) memiliki 20% dari kapitalisasi IHSG, dimana emitten dengan kapitalisasi terbesar masih tetap ADRO, yang secara teknikal sudah terlalu jenuh beli (oversold) setelah koreksi yang berkelanjutan ini dan seharusnya mengundang bargain hunters untuk memicu technical rebound setidaknya untuk menguji moving average 10 hari di Rp.2.200. “Rekomendasi beli dengan target harga di Rp2.200,” tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (6/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,80 poin (0,62%) ke level 3.889,97, dengan intraday tertinggi di 3.891,02 dan terendah di 3.829,60. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,261 miliar lembar saham, senilai Rp 5,018 triliun dan frekuensi 135.725 kali.

Sebanyak 130 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 100 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing masih deras mengalir keluar. Nilai transaksi jual bersih asing (net foreign sell) mencapai Rp402 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,468 triliun dan transaksi beli sebesar Rp2.066 triliun. [mdr]

Petrosea Teken Kontrak Senilai US$930 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menandatangani Amended and Restated Agreement For Overburden Removal dengan PT Adimitra Baratama Nusantara.

Hal ini disampaikan Direktur PTRO TG Shankar daalan keterangannya ke BEI, kemarin sore.

Adapun kontrak tersebut mempunyai jangka waktu hingga 31 Desember 2019. Sedang nilai kontraknya mencapai sekitar US$930 juta.

Inilah Rekomendasi Saham Rabu (7/9)


INILAH.COM, Jakarta - Secara teknikal IHSG mulai mencoba keluar dari formasi konsolidasi yang terbentuk antara range 3.809 dan 3.886 dengan potensi breakout menuju Rp.3.950 didukung oleh penguatan regional dan data ekonomi dalam negeri yang sesuai expektasi BI serta liquiditas domestic yang masih mengalir dari efek BI rate tetap.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,61% ke level 3.889,97 dengan nilai transaksi sebesar lebih dari Rp4 triliun.

Analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko memprediksi level support IHSG hari ini di kisaran 3.830-3.750-3.650, dan level resistance di 3.950-4.070.

Beberapa saham yang bisa dijadikan pilihan untuk perdagangan hari ini adalah Charoen Pokphan (CPIN) dengan target price Rp2.775 (Close 6/9 Rp2.950). Menurut Yuga, penutupan di atas moving average 5 harian (Rp2.760) dan posisi moving average 5 dan 10 harian yang masih membentuk signal golden cross menyimpulkan bahwa upaya untuk kembali mencetak new high di atas Rp2.925 sedang berlangsung. Emiten ini cocok untuk proxy strategi consumer sector, domestic demand theme. Entry (1) Rp2.775, Entry (2) Rp2.675, Cut loss point: Rp2.575.

Saham lainnya yang bisa dilirik adalah Astra International (ASII) dengan target price di Rp70.500. (Close 6/9 Rp68.000). Yuga melihat penutupan diatas harga tertinggi selama 7 hari terakhir (Rp67.800) merupakan signal positif untuk ASII keluar dari trading range sempit ini untuk mencoba proses kembali ke gap atas Rp70.500 yang belum tertutup. Entry (1) Rp67.800, Entry (2) Rp66.900, Cut loss point: Rp66.100.

Saham Bank BRI (BBRI) juga merupakan saham yang layak untuk dibidik hari ini dengan target price di Rp7.100. (Close 6/9 Rp6.650). Sektor perbankan memiliki kapitalisasi terbesar di IHSG (33%) sehingga bisa dipastikan akan memimpin momentum market dalam technical rebound keluar dari trading range. Outlook suku bunga dan kepercayaan konsumen masih optimis didukung oleh rupiah stabil dan tidak terpengaruhnya sektor mikro UKM terhadap faktor luar. Entry: (1) Rp6.650, Entry (2) Rp6.550, Cut loss point: Rp6.350.

saham berikutnya yang direkomendasikan beli adalah Adaro Energy (ADRO) dengan target price di Rp2.200. (Close 6/9 Rp2.025). Sektor pertambangan batubara (coal) memiliki 20% dari kapitalisasi IHSG, di mana emiten dengan kapitalisasi terbesar masih tetap ADRO, yang secara teknikal sudah terlalu jenuh beli (oversold) setelah koreksi yang berkelanjutan dan seharusnya mengundang bargain hunters untuk memicu technical rebound setidaknya untuk menguji moving average 10 hari di Rp2.200 . Entry: (1) Rp2.025, Entry (2) Rp1.980, Cut loss point: Rp1.960

Sentimen krisis utang Eropa masih memicu koreksi Wall Street

Sentimen krisis utang Eropa masih memicu koreksi Wall Street
NEW YORK. Sentimen negatif krisis Eropa masih memicu jatuhnya Wall Street. Bursa saham Amerika Serikat ini tumbang karena pasar khawatir kisis utang di Eropa bakal semakin memburuk.

Indeks Standard & Poor's 500 ditutup melemah 0,7% ke posisi 1.165,24 pada pukul 4 sore di New York. Indeks acuan bursa AS ini sudah jatuh sebesar 4,4% dalam tiga hari terakhir. Ini penurunan terpanjang sejak 8 Agustus. Sementara, Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,9% ke 11.139,30 pada hari ini.

Manager Pioneer Investments John carey menilai, kekhawatiran besar di pasar saat ini adalah terkait situasi di Eropa. Harga obligasi Italia jatuh, sementara biaya jaminan untuk default perbankan menembus rekor akibat kekhawatiran terhadap krisis Eropa. "Turbulensi di pasar masih akan terus terjadi hingga adanya beberapa resolusi melawan krisis itu," ungkapnya.

Sejatinya, S&P 500 sempat jatuh hingga 2,9% pada perdagangan semalam. Namun, 30 menit jelang penutupan, indeks ini perlahan melaju sehingga hanya ditutup melemah di bawah 1%. Hal ini terjadi setelah saham-saham perusahaan yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi berhasil rebound. Reli terjadi karena investor melakukan short covering setelah aksi jual (sell off) terjadi di pasar. "Pasar terpukul keras, namun kami menunggu kabar dari Eropa juga pernyataan Presiden Obama," ujar, Mark BronzoMark Bronzo dari Security Global Investors, di New York.

Pasar tenaga kerja yang stagnan dan bisnis yang suram kemungkinan akan mendorong Presiden Barack Obama dan Ketua The Fed Ben S. Bernanke mengambil tindakan untuk memacu pertumbuhan. Obama dikabarkan telah meminta sidang bersama kongres pada 8 September untuk mengungkapkan rencananya dalam mendorong pertumbuhan pasar tenaga kerja.

Semalam, pasar saham juga terseret sentimen pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh HSBC Holdings Plc. Perekonomian global diprediksi hanya tumbuh 2,6% di tahun ini, dan sebesar 2,8% pada tahun depan. Padahal, pada Juni lalu, ekonomi global diprediksi bisa bertumbuh hingga 3,4% di 2011 dan 2012. HSBC juga menyebut efektivitas dari setiap langkah stimulus lanjutan akan mulai terbatas.

Namun, kejatuhan bursa saham terminimalisir setelah data industri jasa AS dirilis lebih baik dari prediksi. Indeks Institute for Supply Management untuk industri jasa naik menjadi 53,3 per Agustus, dari bulan sebelumnya di 52,7. Angka ini melebihi prediksi ekonom yang hanya sebesar 51.

Atasi Krisis Utang, Yunani Mulai Jual-jual Aset

Athena - Indonesia ketika 'ditolong' IMF pada saat krisis 'dipaksa' menjual aset melalui privatisasi. Hal yang sama kini akan dilakukan oleh Yunani, yang akan mempercepat penjualan aset-asetnya di bawah monitoring Uni Eropa dan IMF.

Pemerintah Yunani berniat mempercepat implementasi rencana privatisasi, dengan mentransfer sejumlah aset-aset negara ke privatisation fund pada tahap pertama.

Menteri Keuangan Yunani, Evangelos Venizelos mengatakan, transfer akan dimulai paling awal pada Rabu, dan lembaga privatisation fund ditugaskan untuk melakukan negosiasi penjualan aset negara di perusahaan energi Depa dan Helpe secepatnya.

Venizelos menambahkan, gelombang pertama privatisasi ini juga termasuk perpanjangan konsesi operasional bandara Athena, izin perusahaan judi olahraga OPAP dan lisensi operator telepon selular baru.

"Aset-aset ini akan ditransfer besok ke property fund negara dan hal yang sama akan dilakukan sehingga tingkat penyelesaian program-program bisa cepat," ujar Venizelos seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/9/2011).

Ia berbicara setelah sidang kabinet digelar karena Yunani mengadapi tekanan dari partnernya di Eropa dan juga lembaga internasional untuk meningkatkan upaya menstabilkan keuangannya. Tekanan itu muncul setelah Yunani pada pekan lalu mengaku tak bisa memenuhi target pemangkasan defisitnya.

Pemerintah Yunani berniat akan melakukan privatisasi dan menyewakan aset-asetnya senilai 50 miliar euro atau setara dengan US$ 70 miliar hingga tahun 2015, sebagai upaya untuk mengurangi utangnya yang kini setara dengan pengeluaran negara tersebut selama 1,5 tahun. Venizelos meyakini Yunani akan bisa memenuhi target privatisasinya, dengan meraup 5 miliar euro pada tahun ini.

Program privatisasi Yunani ini akan diawasai oleh Uni Eropa dan IMF, yang telah memberikan dana talangan hingga 110 miliar euro atau sekitar US$ 154 miliar. Program privatisasi itu seharusnya dimulai pada bulan-bulan lalu, namun sejauh ini Yunani baru menjual saham di operator telekomunikasinya ke Deutsche Telekom. Dalam rencana privatisasi yang ambisius, Yunani berniat menjual pelabuhan, jasa pos, perusahaan tenaga listrik dan perbankan.

(qom/qom)

Bursa Regional Mulai Membaik, IHSG Siap Melaju


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat hingga 23 poin berkat perburuan saham-saham unggulan di menit-menit terakhir. Indeks menguat setelah melalui perdagangan yang fluktuatif.

Pada perdagangan, Selasa (6/9/2011), IHSG menguat 23,799 poin (0,61%)ke level 3.889,971. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,542 poin (0,66%) ke level 687,512.

Menguatnya bursa-bursa regional meskipun Wall Street melemah, bisa memberi sentimen positif ke lantai bursa Indonesia. IHSG pada perdagangan Rabu (7/9/2011) diprediksi akan kembali bergerak menguat mengikuti irama bursa regional, meski investor masih tetap berhati-hati.

Bursa Wall Street tadi malam kembali terpuruk menuju titik terendahnya sepanjang tahun ini setelah libur perdagangan memperingati hari buruh. Investor semakin khawatir Eropa semakin tidak mampu mengatasi krisis utangnya.

Pada perdagangan Selasa (6/9/2011), indeks Dow Jones industrial average merosot 100,96 poin (0,90%) ke level 11.139,30. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,73 poin (0,74%) ke level 1.165,24, dan Nasdaq melemah 6,50 poin (0,26%) ke level 2.473,83.

Namun bursa-bursa regional sepertinya mengacuhkan faktor merosotnya bursa Wall Street. Bursa Tokyo kembali meriah setelah kemarin Nikkei ambles mendekati titik terendahnya dalam 2,5 tahun terakhir.

Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 132,48 poin (1,54%) ke level 8.723,05.
  • Indeks KOSPI menguat 44,89 poin (2,54%) ke level 1.811,60.
  • Indeks S&P/ASX juga menguat 62,5 poin (1,53%) ke level 4.138.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG Selasa (6/9) ditutup naik 23.7 point (+0.62%) ke level 3,889 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.5 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp5.0 triliun. Hampir seluruh sektor saham pada perdagangan kemarin mengalami penguatan kecuali sektor finance. Tercatat sebanyak 126 saham mengalami penguatan, 76 saham mengalami penurunan, 92 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 429 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah PGAS, BMRI, BBNI, ICBP dan ADRO.

Secara teknikal, pada perdagangan hari ini (7/9) diperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas melihat pergerakan indikator stochastic dan RSI yang masih bergerak uptrend sementara MACD mulai menunjukan tanda reversal dan MACD Histogram yang sudah memasuki area positif. Pada perdagangan hari ini (7/9) diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3838-3936 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. JPFA, MYOR, dan ELTY.

(qom/qom)

Dibayangi Krisis Eropa, Wall Street Menuju Titik Terendahnya

New York - Bursa Wall Street kembali terpuruk menuju titik terendahnya sepanjang tahun ini. Investor semakin khawatir Eropa semakin tidak mampu mengatasi krisis utangnya.

Investor mulai memburu aset-aset yang kurang risikonya lebih rendah, karena dibayangi kekhawatiran kurangnya dukungan politik Italia dan Yunani untuk menerapkan kebijakan anggaran yang ketat guna mengatasi krisis utangnya. Sementara Jerman sikapnya semakin keras untuk menyediakan dana bantuan.

Krisis utang Eropa yang memburuk ini semakin meningkatkan kekhawatiran investor bahwa perekonomian dunia bisa terjun ke jurang resesi kembali.

Pada perdagangan Selasa (6/9/2011), indeks Dow Jones industrial average merosot 100,96 poin (0,90%) ke level 11.139,30. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,73 poin (0,74%) ke level 1.165,24, dan Nasdaq melemah 6,50 poin (0,26%) ke level 2.473,83.

Indeks S&P 500 saat ini tercatat sudah turun hingga 14,5% dari titik tertingginya pada tahun 2011 yang dicetak pada akhir April lalu. Titik pusat kekhawatiran investor masih pada masalah perkembangan masalah krisis di Eropa yang kemungkinan tidak terpecahkan.

"Kita mendapatkan tembakan untuk perdagangan S&P di bawah 1.100 lagi. Saya tidak merasa orang-orang benar-benar akan mempertahankan pasar sampai sesuatu seperti itu terjadi," ujar Nick Kalivas, analis dari MF Global seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/9/2011).

Saham-saham perbankan besar mencatat penurunan tertinggi, dengan indeks KBW Bank merosot hampir 2%. Hal itu terjadi setelah pada Jumat lalu, Federal Housing Finance Agency mensomasi 17 bank besar AS berkaitan dengan surat utang subprime mortgage. Somasi itu memicu kekhawatiran seputar masalah kesehatan sektor perbankan.

Saham JPMorgan dan Bank of America yang menjadi subyek dari somasi itu tercatat turun lebih dari 3%. Saham Bank of America merosot 3,6%, JPMorgan Chase & Co turun 3,4%.

Perdagangan berjalan flat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,9 miliar lembar saham.

(qom/qom)