Rabu, 20 Juli 2011

Pendapatan Goldman Turun Tajam

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pendapatan Goldman Sachs meleset jauh dari perkiraan analis. Hal ini menggugurkan keyakinan para investor.

Goldman melaporkan penurunan pendapatan kuartal secara berturut-turut sebanyak enam kali, sehingga menekan perdagangan obligasi hingga marginnya lebih rendah dari perdagangan ekuitas.

Pendapatan tetap serta pendapatan dari perdagangan mata uang dan komoditas turun 53% dibanding periode pada tahun sebelumnya menjadi US$1,6 miliar. Angka ini jauh lebih buruk dari perkiraan analis. Dibandingkan kuartal I, pendapatan FICC turun 63%.

"Apa yang terjadi? Apakah mereka kehilangan pangsa pasar? Tampaknya seperti Goldman dan Morgan Stanley tidak dapat bersaing dengan bank komersial besar," ungkap analis yang mencakup saham bank untuk Metrik Risiko Kelembagaan yang berbasis di Los Angeles Chris Wallen, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/7).

Selama setahun terakhir, aktivitas perdagangan saham perbankan cenderung lesu di Wall Street. Namun tidak bagi beberapa bank seperti JP Morgan dan Citigroup, yang bisa dilihat dari perdagangan pekan lalu. Sementara Goldman yang tidak memiliki bisnis bank komersil tidak kuat menahan tekanan.

"Goldman tidak dapat melepaskan cadangan dananya, namun JPMorgan, Wells dan Citi bisa melakukannya. Itulah perbedaannya," kata analis bank dan manajer keuangan utama di Farr, Miller & Washington di Washington Keith Davis.

Secara keseluruhan Goldman membukukan pendapatan sebesar US$1,05 miliar atau US$1,85 per saham pada kuartal II. Angka ini jauh dari perkiraan analis yang sebesar US$2,27 per lembar saham. Pada tahun sebelumnya, Goldman membukukan US$2,75 per lembar saham.

"Selama kuartal kedua, operasional perseroan tertekan kondisi global makro-ekonomi," ungkap Chief Executive Goldman Lloyd Blankfein dalam sebuah pernyataan.

"Selain itu, usaha tertentu kami memiliki hasil yang mengecewakan karena kami mengurangi risiko pasar kami," tambahnya.

Di sisi lain, kinerja Goldman pada perbankan investasi, secara keseluruhan naik 54% menjadi US$1,45 miliar. Sedangkan pendapatan bersih investasi bank dan bisnis pinjaman jatuh 42% menjadi $ 1,04 miliar. Goldman menerima kerugian sebesar US$176 juta dari investasi di Bank Industri dan Komersial China.

Goldman telah melakukan pemotongan biaya operasional namun pengurangannya sejauh ini belum cukup membendung penurunan laba. Pada kuartal kedua, biaya operasional turun 23% dari tahun lalu menjadi US$5,67 miliar. Goldman berniat untuk memotong US$1 miliar pada non-kompensasi biaya di pertengahan tahun depan, dan baru-baru mulai untuk memberhentikan beberapa staf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar