Jumat, 16 September 2011

IHSG Flutuatif, Pilih Saham yang Sudah Terkoreksi

INILAH.COM, Jakarta – Kendati siang ini tampak menguat, pergerakan fluktuatif akan mewarnai bursa hingga penutupan. Saham-saham yang sudah terkoreksi tajam, bisa menjadi pilihan menarik.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, pergerakan indeks domestik hingga penutupan sore nanti akan fluktuatif. “Indeks akan bolak-balik dalam kisaran support 3.733 dan resistance 3.821,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (16/9).

Menurut Cece, fluktuatinfya pergerakan indeks hari ini salah satunya masih dipicu oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan investor asing masih dalam posisi net sell. Nilai tukar rupiah pada pukul 11.00 WIB melemah ke level 8.790 dari sesi pembukaan di level 8.760 per dolar AS. “Itulah yang telah membuat IHSG turun 5,88% dalam lima hari terakhir,” ujar Cece.

Memang, dia mengatakan, indeks dibuka menguat karena bursa regional menguat di atas 1-2% sehingga bisa saja indeks mendarat pada teritori positif hari ini. Kondisi itu, dipicu oleh adanya harapan perbaikan sentiment atas penyelesaian utang di Eropa.

Harapan itu muncul, setelah European Central Bank (ECB) berkoordinasi dengan The Fed, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank untuk menyediakan fasilitas pendanaan dolar untuk bank-bank di Eropa yang bermasalah. “Tapi, sepanjang perdagangan berpeluang fluktuatif,” timpalnya.

Apalagi, lanjut dia, investor asing dua hari terakhir terus berposisi net sell dalam jumlah besar. Pada Kamis (15/9) net sell asing mencapai Rp1,7 triliun dan sehari sebelumnya Rp1,4 triliun. “Untuk sementara, asing memarkir dananya dalam asset-aset dolar AS,” paparnya.

Dalam situasi ini, Cece merekomendasikan positif saham-saham yang sudah turun tajam dan jadi penggerak indeks hari ini. Terutama, saham-saham pada grup Astra, sektor konsumsi, perbankan, pertambangan dan properti.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Lalu, PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT Bank Negara Indoensia (BBNI).

PT Indo Tambang Raya (ITMG) dan PT International Nickel Indonesia (INCO). PT Agung Podomoro Land (APLN), PT Ciputra Development (CTRA), PT Ciputra Property (CTRP) dan PT Alam Sutera Realty (ASRI). “Saya rekomendasikan sell on strength saham-saham tersebut ketika terjadi penguatan dan buy on weakness saat melemah karena market-nya fluktuatif,” imbuh Cece. [ast]

Sesi I Investor Akumulasi Saham Murah, IHSG Menguat 35 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35 poin atas akumulasi saham-saham yang sudah murah oleh investor lokal. Tekanan jual asing masih mengancam pergerakan indeks.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman.

Indeks masih betah berjalan di teritori positif sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Indeks pun sempat menanjak ke level tertingginya hari ini di 3.820,908.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (16/9/2011), IHSG menguat 35,895 poin (0,95%) ke level 3.810,229. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 7,547 poin (1,14%) ke level 667,305.

Investor lokal mengakumulasi saham-saham yang sudah sangat murah akibat koreksi yang terjadi IHSG dalam lima perdagangan terakhir. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menghijau, dipimpin oleh saham-saham konsumer.

Meski demikian, ancaman dari investor asing masih ada melalui tekanan jualnya. Hingga siang ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai yang masih belum terlalu tinggi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.909 kali pada volume 1,63 miliar lembar saham senilai Rp 1,746 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 75 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Menguatnya bursa-bursa utama di dunia berimbas kepada positifnya bursa-bursa Asia. Bursa saham Hong Kong dan Jepang melesat sangat tinggi hingga lebih dari dua persen.

Berikut situasi bursa-bursa regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,34 poin (0,42%) ke level 2.489,39.
  • Indeks Hang Seng melonjak 394,77 poin (2,06%) ke level 19.576,27.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 185,89 poin (2,14%) ke level 8.854,75.
  • Indeks Straits Times menanjak 37,38 poin (1,35%) ke level 2.803,33.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.350 ke Rp 66.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 56.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 44.300, dan Multi Bintang (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 343.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 21.650, Hexindo (HEXA) turun Rp 100 ke Rp 8.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 100 ke Rp 4.100, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 5.600.

(ang/qom)

Saham ELTY bergerak fluktuatif pada transaksi pagi

JAKARTA. Saham PT Bakrieland Development (ELTY) bergerak fluktuatif pagi ini. Pada pukul 10.59, saham ELTY tercatat turun 0,74% menjadi Rp 134. Padahal sebelumnya, saham ELTY sempat bertengger di level Rp 137 atau naik 1,5%.

Pergerakan saham ELTY ini dipengaruhi oleh aksi korporasi perusahaan. Dikabarkan, ELTY sudah menggandeng dua mitra asing untuk menggarap taman hiburan kelas dunia di Lido, Jawa Barat.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, rencana ELTY tersebut sejalan dengan lahan yang dimiliki perusahaan di sekitar Bogor dan Sukabumi.

"Namun yang menjadi perhatian bagi para investor adalah komitmen dan kelangsungan dari pembangunan proyek tersebut," urai Betrand. Dia menambahkan, porsi pendapatan dan kontribusi terhadap penjualan Perusahaan juga akan menjadi katalis penting bagi peningkatan nilai perusahaan yang juga tentunya kenaikan harga saham.

Saat ini, lanjutnya, PER ELTY berada di posisi 18,75 kali, dimana PER Industri adalah sebesar 24,6 kali. Berdasarkan konsensus, tiga analis memberikan rekomendasi beli untuk saham ELTY. Sementara, tujuh analis merekomendasikan tahan dan satu analis merekomendasikan jual. "Target harga saham ELTY adalah Rp 175," tambahnya.

Danai proyek PLTU, anak usaha PTBA raih pinjaman US$ 219,785 juta

Danai proyek PLTU, anak usaha PTBA raih pinjaman US$ 219,785 juta
JAKARTA. Anak usaha PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) mengantongi pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai US$ 219,785 juta.

BPI merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan saham 59,75%. BPI sudah meneken perjanjian kredit dengan BBNI pada 15 September 2011.

Sekretaris Perusahaan PTBA Achmad Sudarto menyebut, pinjaman tersebut untuk mendanai pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari 2 x 110 MW di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Pada proyek PLTU tersebut, kontraktor terkemuka China National Electric Engineering Co. Ltd. (CNEEC) bertindak sebagai kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC). Sementara, kontraktor EPC untuk pembangunan jaringan transmisi dari PLTU Banjarsari ke gardu induk Lahat yang sepanjang 24 km adalah PT Citacontrac. Perusahaan ini berpengalaman menangani pembangunan saluran transmisi di Indonesia.

"Dengan pencapaian tersebut, kami menargetkan pembangunan PLTU bisa rampung pada pertengahan 2014," ujar Achmad dalam keterbukaan informasi BEI, hari ini (16/9).

Won dan rupiah keok paling dalam sepanjang pekan ini

Won dan rupiah keok paling dalam sepanjang pekan ini
HONGKONG. Pada akhir pekan ini, mata uang Asia masih keok. Sepertinya, mata uang di kawasan regional akan menutup minggu ini dengan pelemahan. Pada pukul 10.56 waktu Hongkong, Asia Dollar Index, yang mengukur kekuatan sepuluh mata uang Asia (di luar yen Jepang), melorot 0,6% menjadi 117,63 di sepanjang minggu ini.

Mata uang Asia yang melemah paling besar adalah won Korea Selatan dan rupiah Indonesia. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, won keok 2,6% menjadi 1.105,63 per dollar pada minggu ini. Sedangkan rupiah melemah 2,1% menjadi 8.775 per dollar pada periode yang sama.

Selain itu, sejumlah mata uang Asia lain yang juga melemah antara lain peso Filipina keok 1,9% menjadi 43,315 dan dollar Taiwan melemah 2,1% menjadi NT$ 29,57.

Analis menilai, kecemasan yang berlebihan terkait krisis utang Eropa mendorong investor memburu aset-aset yang lebih aman ketimbang aset emerging market.

"Mata uang Asia tertekan isu krisis utang Eropa. Investor mencemaskan mengenai outlook tingkat ekspor Asia mengacu pada kondisi AS dan Eropa saat ini," jelas Kozo Hasegawa, currency trader Sumitomo Mitsui Banking Corp di Bankok.

Nestl Lanjutkan Beli Minyak Sawit dari SMART

Headline
INILAH.COM, Jakarta – PT SMART Tbk (SMART) mengumumkan bahwa Nestl telah mengirimkan sebuah permintaan pembelian untuk melanjutkan pembelian minyak sawit dari perusahaan.

Dalam siaran persnya disebutkan SMART memandang permintaan ini sebagai pengakuan terhadap komitmen SMART terhadap kelestarian yang berkesinambungan dan upaya mencari solusi untuk memproduksi minyak sawit yang lestari dan bertanggung jawab baik secara sosial maupun lingkungan secara terus-menerus.

Pada bulan Mei 2010, Nestl, bersama LSM internasional The Forest Trust (TFT), mengumumkan Responsible Sourcing Guidelines (RSG), yaitu seperangkat persyaratan penting untuk memandu proses pengadaan Nestl dan memastikan kepatuhan pada Nestl Supplier Code (peraturan pengadaan Nestl). Pada akhir 2010, induk perusahaan SMART Golden Agri-Resources (GAR) menyusun sebuah rencana aksi bersama TFT untuk membantu GAR memastikan bahwa anak perusahaannya dapat memenuhi ketentuan tersebut. Untuk memastikan bahwa minyak sawit yang dipasok ke Nestl memenuhi persyaratan RSG, perkebunan kelapa sawit yang memasok Nestl dinilai oleh TFT.

SMART kemudian mengimplementasikan kontrol rantai suplai yang inovatif untuk memastikan bahwa minyak yang dipasok dapat dilacak sepenuhnya dari perkebunan yang memasok sampai ke pengolahan dan pengangkutan ke pabrik Nestle di Indonesia. Keterlacakan penuh di seluruh rantai suplai ini telah diaudit lebih lanjut oleh lembaga internasional yang ditunjuk Nestl, TV Rheinland Group.

Dana asing keluar, rupiah tergerus 2,5% pada pekan ini

Dana asing keluar, rupiah tergerus 2,5% pada pekan ini
JAKARTA. Sepekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tergerus tajam. Bahkan, pelemahan rupiah pada minggu ini merupakan yang terbesar dalam dua tahun terakhir.

Mata uang Garuda tertekan 2,5% dalam sepekan ini, dan berada di posisi Rp 8.784 per dollar AS pada pukul 9.37 WIB. Sebelumnya, pada 14 September, rupiah sempat anjlok ke level Rp 8.939 per dollar AS. Ini posisi terlemah sejak 14 Februari. Bank Indonesia bahkan melakukan intervensi ke pasar mata uang dan obligasi pada 14 September lalu.

Rupiah anjlok karena investor asing mengurangi kepemilikan pada aset domestik. Penarikan dana asing dipicu kekhawatiran krisis utang Eropa akan mengurangi permintaan ekspor dan berimbas pada perekonomian Asia. Pada pekan ini, dana asing yang keluar dari pasar saham domestik mencapai US$ 414 juta hingga kemarin (15/9), lebih besar dari jumlah yang mereka beli.

Kepala treasury PT Bank DBS Indonesia Wiwig Santoso menilai, pembicaraan terkait kemungkinan default Yunani, dan kemungkinan Yunani keluar dari zona Euro menyebabkan pasar enggan mengambil risiko (risk aversion). "Ada kekhawatiran perlambatan ekonomi global, dan rupiah tidak terpisahkan dari perkembangan pasar global," ujarnya, hari ini.

Adapun, harga obligasi pemerintah turun tajam pada minggu ini. Imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 naik 73 basis poin ke level 7,14%, kemarin. Kepemilikan asing pada obligasi pemerintah juga turun 2,1% menjadi Rp 245,9 triliun dalam tiga hari pertama di pekan ini.

Sembilan sektor reli, IHSG dibuka di zona hijau

Sembilan sektor reli, IHSG dibuka di zona hijau
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seirama dengan mayoritas bursa regional yang menghijau pada akhir pekan ini. Pada pembukaan Jumat (16/9) pukul 09.35, IHSG tercatat naik 0,54% ke posisi 3.795,01.

Sebanyak 91 saham reli, berbanding 19 saham yang masih terkoreksi. Sedangkan 66 saham lainnya belum memperlihatkan gerakan.

Sembilan sektor yang diperdagangkan menunjukkan penguatan. Sektor konstruksi memimpin dengan kenaikan 0,78%, disusul sektor aneka industri yang reli 0,76%.

Saham-saham yang menempati top gainers pagi ini, antara lain PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) yang berhasil naik 3,47% ke Rp 3.725. Kemudian, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang menguat 2,75% ke Rp 5.600, dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang maju 2,36% ke Rp 6.500.

Sedangkan, posisi top losers diisi antara lain saham PT Astra Graphia Tbk(ASGR) yang jatuh 5,31% ke Rp 1.070, dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang terkoreksi 2,65% ke Rp 5.500.

Asing Mulai Masuk, IHSG Dibuka Naik 0,86%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (16/9) dibuka naik 0,86% ke level 3.807,13.

IHSH sendiri sendiri dalam 4 hari perdagangan terus mengalami koreksi dengan return minus 5,7% dan underperform terhadap bursa regional.

Penguatan IHSG pagi ini lebih disebabkan sentimen positif bursa global dan regional akibat aksi beberapa bank sentral dunia yang meredakan kekhawatiran pasar.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Jumat (16/9) menyampaikan penguatan bursa regional dan juga koreksi yang telah cukup signifikan dapat menjadikan IHSG berpeluang rebound hari ini dengan menguji resistance 3.845. Selain itu, penguatan nilai rupiah kemarin yang dilanjutkan pagi ini dapat turut menambah sentimen positif bagi IHSG.

Bursa AS kembali melanjutkan kenaikan kemarin dengan rata-rata ditutup naik 1,5% begitu juga halnya dengan bursa Eropa yang rata-rata ditutup lebih 2%. Penguatan ini terutama dikarenakan kesepakatan dari Bank Sentral Eropa, The Fed, Bank of England, Bank Of Japan, dan Swiss National Bank untuk menambah pinjaman kepada sejumlah bank di zona euro sehingga memiliki posisi likuditas yang cukup hingga akhir tahun.

Dari AS, inflasi bulan Agustus dilaporkan 0,4% (lebih baik dari estimasi 0,2%) dan industrial production 0,2% (lebih baik dari estimasi 0,0%). Kebijakan dari beberapa Bank Sentral dunia tersebut turut menjadikan harga minyak ditutup menguat 0,5% kemarin, dikarenakan pasar berspekulasi kebijakan tersebut dapat meningkatkan permintaan minyak.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat cukup signifikan yakni lebih 1%, juga memfaktorkan kebijakan dari sejumlah Bank Sentral tersebut.

Sebanyak 107 saham tercatat naik pagi, sedang yang turun hanya 7 saham, sementara 47 saham masih stagnan. Indeks saham unggulan LQ45 dibuka naik 1,23% ke level 667,9, sedang JII naik 1,16% ke level 526,14.

Volume perdagangan pagi ini masih sepi hanya sebanyak 176,91 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp199,19 miliar. Asing pun sudah mulai terlihat masuk ke pasar dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp17,07 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 1,83%, GGRM naik 1,96%, ITMG naik 0,57%, BMRI naik 2,36%, SMGR naik 1,76%, dan TLKM naik 2%.

Refinancing Utang Lewat Utang, 'Hold' UNSP

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) mendapatkan fasilitas pinjaman dari beberapa bank untuk melunasi utang yang telah ada (refinancing).

Pinjaman tersebut bertempo 5 tahun dengan bunga awal 7% per tahun yang akan meningkat hingga maksimal 10%. Utang tersebut bernilai US$210 juta yang berasal dari obligasi perseron US$185 juta yang jatuh tempo pada 1 November 2011 dan utang anak usaha sekitar US$20-25 juta.

Tahun ini, UNSP akan fokus pada pengembangan bisnis oleokimia dan kontribusinya ditargetkan bertumbuh 20% YoY. "Kami pun merekomendasikan hold dulu saham UNSP," ujar Samuel Sekuritas dalam laporan risetnya hari ini.

Bapepan-LK mengklaim terus memperbaiki sistem informasi reksadana

Bapepan-LK mengklaim terus memperbaiki sistem informasi reksadana
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) terus membenahi sistem pusat informasi reksadana di website Bepapam LK. Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam LK Djok Hendratto mengatakan data dana kelolaan alias nilai aktiva bersih (NAB) yang terdapat di website Bapepam, www.bapepam.go.id masih perlu dibenahi.

"Sistemnya perlu dibenahi, belum tahu kapan selesainya. Jadi data NAB reksadana di website kemarin ada yang tercampur dengan reksadana penyertaan terbatas (RDPT), jadi sekarang masih dipisah-pisah," tutur Djoko kepada KONTAN, Jakarta, Kamis (15/9).

Ada perbedaan data dana kelolaan

Menurut data Bapepam LK, total dana kelolaan reksadana per akhir Agustus 2011 mencapai titik tertinggi sejak produk investasi itu diterbitkan. Nilainya mencapai Rp 180,87 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh tiga reksadana, yakni reksadana saham, campuran dan pendapatan tetap.

Reksadana campuran melejit paling tinggi yaitu hingga 63% menjadi Rp 32,94 triliun hanya dalam jangka waktu satu bulan. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan reksadana saham yang hanya mencatat kenaikan 4% dari Rp 56,01 triliun pada Juli 2011 menjadi Rp 58,28 triliun per akhir Agustus 2011.

Adapun reksadana pendapatan tetap naik 33,7% dari Rp 26,14 triliun menjadi Rp 34,97 triiun pada Agustus 2011. "Datanya belum tentu benar dan belum tentu salah. Tetapi sekarang memang masih dibenahi oleh tim kami," ujarnya.

Data milik Bapepam LK tersebut berbeda dengan hasil riset perusahaan riset investasi independen PT Infovesta Utama.

Analis Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan berdasarkan data yang diolah oleh Infovesta Utama, justru NAB saham yang menunjukkan kenaikan pesat selama bulan Agustus 2011. Per Agustus, total NAB reksadana saham tercatat naik dari Rp 59,7 triliun menjadi Rp 62 triliun. Sedangkan NAB reksadana campuran justru hanya naik tipis dari Rp 17,2 triliun menjadi Rp 17,24 triliun. Kemudian reksadana pendapatan tetap justru turun dari Rp 22,59 triliun turun menjadi Rp 22,33 triliun.

"Total NAB reksadana per Agustus 2011 menurut data kami ada Rp 153 triliun. Data kami itu di luar reksadana penyertaan terbatas," tuturnya.

Apabila dilihat dari unit penyertaan, reksadana saham juga mencatat kenaikan paling tinggi. Unit penyertaan reksadana saham per Juli tercatat 14,50 miliar unit bertambah menjadi 17,26 miliar unit per Agustus 2011. Adapun unit penyertaan reksadana campuran naik menjadi 7,60 miliar unit pada Agustus dibandingkan Juli yang hanya 7,34 miliar unit. Kemudian reksadana pendapatan tetap mencatat kenaikan unit penyertaan menjadi 13,96 miliar unit dibandingkan sebelumnya yang sebesar 13,94 miliar unit.

Goldman kembali pangkas prediksi S&P 500 tahun ini

Goldman kembali pangkas prediksi S&P 500 tahun ini
NEW YORK. Analis Goldman Sachs Group Inc David Kostin kembali memangkas prediksi untuk indeks Standard & Poor's 500 pada akhir tahun mendatang. Menurutnya, indeks S&P 500 akan berada di level 1.250 pada akhir 2011. Angka tersebut lebih rendah 11% dari prediksi sebelumnya di level 1.400.

Dengan demikian, ini merupakan pemangkasan Kostin yang kedua kalinya dalam dua bulan terakhir atas indeks acuan saham Negeri Paman Sam itu. Sebelumnya, pemangkasan dilakukan pada 5 Agustus lalu dari sebelumnya 1.450 menjadi 1.400.

Ketidakpastian perekonomian global akibat krisis utang Eropa menjadi alasannya. "Ketidakstabilan ekonomi makro sepertinya masih akan terus berlanjut karena Eropa tidak memiliki struktur institusi dan kebijakan yang cukup untuk memecahkan masalah krisis utang. Investor percaya, krisis ini akan memicu ketidakstabilan finansial seperti yang terjadi pada 2008 lalu.

Goldman Sachs merupakan perusahaan Wall Street ketiga yang memangkas indeks saham S&P 500 pada pekan ini. Langkah yang sama sebelumnya dilakukan oleh Wells Fargo & Co serta Barclays Plc.

Sementara itu, Kostin tak merubah estimasinya atas pendapatan perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 di level US$ 96 per saham tahun ini dan US$ 102 per saham di 2012.

Inilah Beberapa Saham Berpeluang Menguat Hari Ini

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Setelah terkoreksi selama 4 hari, sejumlah saham diprediksi akan rebound pada perdagangan Jumat (16/9) ini.

Beberapa saham seperti ASII, BBRI, BBCA, dan GGRM berpeluang menguat hari ini.

IHSG sendiri dalam 4 hari perdagangan terus mengalami koreksi dengan return minus 5,7% dan underperform terhadap bursa regional.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya JUmat (16/9) menyampaikan penguatan bursa regional dan juga koreksi yang telah cukup signifikan dapat menjadikan IHSG berpeluang rebound hari ini dengan menguji resistance 3,845. Selain itu, penguatan nilai rupiah kemarin yang dilanjutkan pagi ini dapat turut menambah sentimen positif bagi IHSG.

Bursa AS kembali melanjutkan kenaikan kemarin dengan rata-rata ditutup naik 1,5% begitu juga halnya dengan bursa Eropa yang rata-rata ditutup lebih 2%. Penguatan ini terutama dikarenakan kesepakatan dari Bank Sentral Eropa, The Fed, Bank of England, Bank Of Japan, dan Swiss National Bank untuk menambah pinjaman kepada sejumlah bank di zona euro sehingga memiliki posisi likuditas yang cukup hingga akhir tahun.

Dari AS, inflasi bulan Agustus dilaporkan 0,4% (lebih baik dari estimasi 0,2%) dan industrial production 0,2% (lebih baik dari estimasi 0,0%). Kebijakan dari beberapa Bank Sentral dunia tersebut turut menjadikan harga minyak ditutup menguat 0,5% kemarin, dikarenakan pasar berspekulasi kebijakan tersebut dapat meningkatkan permintaan minyak.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat cukup signifikan yakni lebih 1%, juga memfaktorkan kebijakan dari sejumlah Bank Sentral tersebut.

Aksi Bank Sentral Global Bakal Kerek IHSG

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG sendiri dalam 4 hari perdagangan terus mengalami koreksi dengan return minus 5,7% dan underperform terhadap bursa regional.

Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Jumat (16/9) menyampaikan penguatan bursa regional dan juga koreksi yang telah cukup signifikan dapat menjadikan IHSG berpeluang rebound hari ini dengan menguji resistance 3,845. Selain itu, penguatan nilai rupiah kemarin yang dilanjutkan pagi ini dapat turut menambah sentimen positif bagi IHSG.

Bursa AS kembali melanjutkan kenaikan kemarin dengan rata-rata ditutup naik 1,5% begitu juga halnya dengan bursa Eropa yang rata-rata ditutup lebih 2%. Penguatan ini terutama dikarenakan kesepakatan dari Bank Sentral Eropa, The Fed, Bank of England, Bank Of Japan, dan Swiss National Bank untuk menambah pinjaman kepada sejumlah bank di zona euro sehingga memiliki posisi likuditas yang cukup hingga akhir tahun.

Dari AS, inflasi bulan Agustus dilaporkan 0,4% (lebih baik dari estimasi 0,2%) dan industrial production 0,2% (lebih baik dari estimasi 0,0%). Kebijakan dari beberapa Bank Sentral dunia tersebut turut menjadikan harga minyak ditutup menguat 0,5% kemarin, dikarenakan pasar berspekulasi kebijakan tersebut dapat meningkatkan permintaan minyak.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat cukup signifikan yakni lebih 1%, juga memfaktorkan kebijakan dari sejumlah Bank Sentral tersebut.

Pasar SUN terpukul koreksi rupiah

Pasar SUN terpukul koreksi rupiah
JAKARTA. Koreksi nilai tukar rupiah turut menekan pasar obligasi domestik. Investor asing melepas surat utang negara setelah rupiah sempat merosot ke level Rp 9.110 per dollar Amerika Serikat, pada Rabu lalu (14/9).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, nilai kepemilikan asing di surat utang negara (SUN) per 14 September 2011 sebesar Rp 245,92 triliun. Jumlahnya merosot Rp 4,62 triliun ketimbang dua hari sebelumnya (12/9) yang masih sebesar Rp 250,54 triliun.

Harga sejumlah SUN pada Rabu lalu sempat jatuh. Hal itu tecermin dari posisi indeks harian SUN yang terpangkas 1,1% menjadi 104,93.

Pemerintah tak tinggal diam melihat kejatuhan pasar SUN. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengajak 18 diler utama SUN untuk ikut menjaga stabilitas pasar. ”Kami berkoordinasi dengan 18 primary dealers SUN agar mereka tidak ikut terpancing melakukan panic selling,” katanya kepada KONTAN, kemarin (15/9).

Alasannya, volatilitas pasar bukan disebabkan faktor fundamental domestik, tapi sentimen negatif global. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia demi menjaga pasar surat berharga negara.

Buyback SUN

Selain itu, pemerintah telah menjalankan salah satu Protokol Manajemen Krisis atau Crisis Management Protocol (CMP). Yakni, pembelian kembali atau buyback obligasi negara senilai Rp 100 miliar, yang menyasar seri FR0030. SUN seri FR0030 jatuh tempo pada 15 Mei 2016.

Ariawan, Analis Obligasi BNI Securities, mengemukakan investor asing keluar dari pasar obligasi negara karena cemas kurs rupiah akan anjlok lebih tajam.”Karena khawatir mengalami risiko lebih jauh, investor asing melakukan cut loss (memangkas kerugian) akibat depresiasi dengan melepas SUN dan memegang dollar AS," tutur Ariawan kepada KONTAN, kemarin.

Meskipun melepas SUN, dia menilai investor asing masih tetap berada di pasar Indonesia. Indikasinya, pasar obligasi pemerintah yang berdenominasi dollar AS masih stabil. Dia mencontohkan, yield SBN berdenominasi dollar AS yang bertenor 10 tahun terlihat stabil di kisaran 4,0% hingga 4,1%.

"Harga untuk obligasi Indonesia dengan denominasi dollar AS masih tetap," papar Ariawan. Memang, harga obligasi yang berdenominasi rupiah turun dan yield-nya naik. Misalnya, yield SUN dengan tenor 10 tahun naik menjadi 7,15% dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 6,8%.

Yang pasti, prospek SUN masih cerah. Surat utang Indonesia lebih menguntungkan ketimbang obligasi AS (US Treasury). Sebagai perbandingan, US Treasury bertenor 10 tahun menawarkan yield 2%, sedangkan SUN dengan tenor yang sama menjanjikan yield 7,15%.

I Made Adi Saputra, analis obligasi NC Securities, memprediksi investor asing masih keluar dari SUN dalam jangka pendek. Pasalnya, rupiah cenderung berfluktuasi. "Investor khawatir rupiah jatuh lebih dalam lagi. Saya perkirakan asing masih akan keluar, tapi tidak banyak," katanya.

Reminder Cum Date Dividen MAIN 16/09/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa pada hari ini 16 September 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

MAIN

MALINDO FEEDMILL Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 23.- per saham

Rencana likuiditas bank sentral Eropa mendongkrak bursa Asia

Rencana likuiditas bank sentral Eropa mendongkrak bursa Asia
TOKYO. Sebagian besar bursa saham di kawasan Asia ditransaksikan melaju pagi ini. Pada pukul 09.52 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,1% menjadi 119,16. Sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks ini juga menghijau.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 1,5%, indeks Kospi Korea Selatan naik 2,3%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,6%.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Samsung Electronics Co yang naik 2,9% di Seoul, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 3,3% di Tokyo, dan BHP Billiton Ltd yang naik 1,4% di Sydney. Sedangkan Tokyo Electric Power Co ditransaksikan turun 2% di Tokyo.

Rencana likuiditas Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi salah satu faktor utama pendongkrak bursa Asia. ECB mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan bank sentral dunia lainnya untuk menggelontorkan pinjaman dollar kepada perbankan di Eropa. Hal itu mendongkrak tingkat kepercayaan investor bahwa krisis utang Eropa akan dapat diatasi.

"Langkah ini menjadikan resiko kebangkrutan perbankan Eropa bisa ditekan, sehingga pasar mengurangi tingkat penyebaran resikonya (risk aversion)," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura Holdings Inc di Tokyo.

BUMI Tetap Menarik Meski Koreksi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Jumat (16/9) diprediksi turun terimbas negatif dari asing yang masih berposisi net sell untuk tujuan average down. Rekomendasi, long term buy dengan target Rp3.700!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini terutama imbas negatif dari faktor market yang sedang dalam tekanan jual. Sebab, asing saat ini berada dalam posisi net sell.

Hal ini dilakukan asing untuk average down. Artinya, pada saat bursa saham global melemah, mereka kembali ke negara masing-masing untuk membeli saham-saham yang sudah murah di negaranya. Karena itu, sebagian dana mereka keluar dulu dari Indonesia.

“Tapi, peluang pelemahan saham BUMI sudah terbatas ke level support Rp2.550 dan Rp2.650 sebagai level resistance. Plus dan minus Rp50,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (15/9).

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,95%) ke level Rp2.600 dari posisi sebelumnya Rp2.625. Harga intraday tertingginya di level Rp2.650 dan terlemahnya Rp2.550. Volume transaksi mencapai 76,8 juta unit saham senilai Rp198,5 miliar dan frekuensi 2.595 kali.

Karena net sell asing itu, Irwan kembali menambahkan, dalam dua pekan terakhir terjadi capital outflow hingga Rp14 triliun dari pasar saham, obligasi dan pasar uang. Pekan lalu saja, capital outflow terjadi sebesar Rp7 triliun dari bursa saham.

Meski begitu, Irwan menegaskan, saham BUMI sangat menarik saat ini. Sebab, meski indeks melemah, harga minyak kembali naik mendekati level US$90 per barel. Dia memperkirakan, harga minyak berpeluang kembali naik ke level US$97-100 per barel.

Karena itu, harga batu bara juga sudah kembali naik lagi ke level US$124,32 per metric ton dari pekan sebelumnya US$122,46 berdasarkan harga mingguan di Newcastle. “Harga batu bara punya peluang kembali ke level US$150 per metrik ton pada awal 2012,” ungkap Irwan.

Kenaikan harga komoditas, menurutnya, dipicu oleh krisis utang di Eropa yang sudah di-absurd (diserap) oleh pasar sehingga mereka kembali fokus pada harga komoditas. Meskipun, secara ekonomi, Uni Eropa terutama Yunani, masih tetap krisis yang sebelumnya memicu anjloknya harga saham, minyak dan obligasi AS.

Setelah krisis Eropa difaktorkan pasar, harga komoditas naik termasuk minyak dan batu bara. Apalagi, dengan euro yang kembali menguat terhadap dolar AS. Dolar AS melemah, harga minyak dan batu bara bakal naik.

Pasalnya, kedua komoditas ini berada dalam denominasi dolar AS. Dari sisi mata uangnya, investor juga beralih ke komoditas. “Karena itu, saham BUMI menarik untuk long term. Hingga akhir 2011, target harga BUMI di level Rp3.400-3.700 per saham,” imbuh Irwan.[mdr]

Aksi Bank Sentral Eropa Dongkrak Saham Asia Pagi

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia dibuka menguat pada hari Jumat (16/9) mengikuti Wall Street, dibantu oleh berita bahwa bank sentral akan mengkoordinasikan terhadap rencana untuk mengurangi pendanaan dolar bagi bank-bank Eropa yang terpengaruh utang, mengurangi ancaman dari munculnya krisis kredit.

Pengumuman ECB ini meyakinkan pasar dan meningkatkan kepercayaan investor menjelang pertemuan menteri keuangan zona euro Jumat, akan bergabung dengan Menteri Keuangan AS Timothy Geithner. Mengutip Reuters, Indeks FTSE 100 100 CNBC Asia, yang mengukur pasar di Asia, naik 0,8 persen. Indeks Acuan Jepang Nikkei 225 dibuka naik 1,34 persen ke 8.785,28 pada hari Jumat, sedangkan Topix naik 1,15 persen menjadi 760,41.

Saham Seoul menguat akibat upaya yang terkoordinasi oleh bank sentral global yang meredakan kekhawatiran tentang krisis utang zona euro. Indeks KOSPI Bursa Efek Korea diperdagangkan naik lebih dari 2 persen pada sesi pagi.

Saham-saham utama reli, dengan Samsung Electronics, pangsa terbesar di KOSPI, naik 3,8 persen. Bank juga membukukan keuntungan kuat, dengan KB Financial Group naik 3,6 persen. Saham di Korea Electric Power Corp, sebuah utilitas negara, berada di fokus setelah kelangkaan listrik yang disebabkan pemadaman meluas di seluruh negeri pada hari Kamis. Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 1,3 persen, dibantu oleh keuntungan di bank-bank besar.

Menkeu Ancam Mantan Pemilik Bank Mutiara

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku tak gentar menghadapi gugatan mantan pemegang saham asing PT Bank Century Tbk Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi, pada pengadilan arbitrase internasional.

Agus Marto berjanji akan membuktikan bahwa kedua mantan pemegang saham tersebut memang bersalah selama kepemilikannya dalam bank yang kini bernama Bank Mutiara tersebut. "Saya tahu bahwa ada gugatan Rafat dan Hisyam di ICI (OKI), Organisasi Konfrensi Islam. Terus dari pemerintah itu kami siap menghadapi gugatan itu dan kami akan buktikan bahwa Rafat dan Hisyam itu melakukan kejahatan di Indonesia," tegasnya ketika dikonfirmasi mengenai tuntutan Hisyan dan Rafat di pengadilan arbitrase internasional di Jakarta, Kamis (15/9) malam.

Ia memang urung mengatakan amunisi apa yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk melawan keduanya. "(Bukti) itu nggak bisa disebutkan sekarang, kita buktikan bahwa Rafat dan Hisyam itu melakukan kejahatan di Indonesia," tuturnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pengadilan Arbitrase Internasional telah memenangkan gugatan pemilik Bank Century, Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi dalam kasus Bank Century di Indonesia.

Karena keputusan itu pemerintah Indonesia wajib membayar Rp4 triliun kepada Hesham dan Rafat, karena jumlah itulah yang digugat keduanya sebab keduanya diduga hanya menerima Rp2 triliun dari total dana talangan sebesar Rp6,7 triliun. [cms]

Tingkat kecemasan mereda, bursa Jepang dibuka sumringah

Tingkat kecemasan mereda, bursa Jepang dibuka sumringah
TOKYO. Bursa Jepang dibuka sumringah pagi ini. Per pukul 09.27 waktu Tokyo, indeks Topix naik 1,2% menjadi 760,71. Ini merupakan level tertinggi sejak 2 September lalu. Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,4% menjadi 8.790,09.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang naik 2,7%, Canon Inc yang naik 2%, dan Olympus Corp naik 4,7%.

Kenaikan bursa Jepang pagi ini tersokong oleh pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB). Kemarin, ECB mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan bank sentral dunia lainnya untuk menggelontorkan pinjaman dollar kepada perbankan di Eropa. Hal itu mendongkrak tingkat kepercayaan investor bahwa krisis utang Eropa akan dapat diatasi.

"Langkah ini menjadikan resiko kebangkrutan perbankan Eropa bisa ditekan, sehingga pasar mengurangi tingkat penyebaran resikonya (risk aversion)," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura Holdings Inc di Tokyo.

PTPP Raih Proyek Rp 6,3 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Pembangunan Perumahan (PTPP) baru-baru ini berhasil mendapatkan kontrak proyek baru senilai Rp 803 miliar, hingga mencatatkan total proyek sampai akhir Agustus 2011 senilai Rp 6,3 triliun.

Proyek-proyek besar di antaranya adalah pengembangan dermaga Teluk Bayur, Rumah Sakit Kariadi Semarang, Dermaga Kariangau di Kalimantan Timur, Kali Madiun, dan Kali Pesanggarahan Jakarta. Anggaran pembiayaan proyek-proyek ini didapatkan dari penerbitan MTN XIV dan XV dengan total nilai sebesar Rp 150 miliar.

Beberapa waktu lalu, PTPP diberikan kriteria investment rating oleh salah satu lembaga pemeringkat internasional. Sebagai pertimbangan, laba perusahaan melonjak 78.4% pada pertengahan tahun ini, jika dibandingkan laba bersih perusahaan semester pertama 2010.

Kinerja PTPP dinilai sangat baik, ditopang sumber daya manusia yang kompeten dan kinerja manajerial yang baik. Untuk 2011, PTPP menargetkan total kontrak proyek senilai Rp 16 triliun. Diperkirakan pada kuartal akhir tahun ini, PTPP akan dibanjiri penawaran proyek-proyek baru. Proyeksi pergerakan harga PTPP akan mencapai Rp 750 per lembar dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Kamis (15/9), saham PTPP ditutup pada level positif di harga Rp 450, atau naik 10 poin (+2.27%). Total transaksi mencapai 16,11 juta lembar saham, senilai Rp 7,14 miliar. [ast]

Ekonomi Tidak Pasti, Qatar Airways Tunda IPO

Headline
INILAH.COM, Washington - Qatar Airways menunda IPO karena ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global.

Demikian menurut laporan Zawya Dow Jones, media kawasan Timur Tengah. Maskapai Timur Tengah ini semula berencana meluncurkan penawaran umum perdananya akhir tahun ini, dan akan mendaftarkan di bursa Doha dan London.

Namun, saham maskapai ternyata turun tajam sejak awal tahun, dengan indeks patokan NYSE Arca Airline anjlok 27%, akibat kekhawatiran ekonomi global menuju ke resesi.

Penerbangan AS awal pekan ini mengatakan belum melihat tanda-tanda penurunan permintaan dan akan menaikkan harga tiket dasar sekitar US$ 10 untuk tiket pulang pergi. [ast]

eTrading: Setelah lima hari terkoreksi, IHSG menunjukkan sinyal reversal

JAKARTA. Pada perdagangan Kamis (15/9), indeks Dow Jones ditutup naik 186 point (1,66%) ke level 11.433,18. Kenaikan tersebut terjadi menyusul rencana Bank Sentral Eropa untuk memberikan pinjaman ke sejumlah bank dalam mengatasi krisis yang terjadi di regional tersebut.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (15/9) bergerak anomali di tengah naiknya sejumlah bursa regional lainnya dan ditutup turun 25 point (0,65%) ke level 3.774,33. Investor asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp 1,4 triliun dengan saham-saham yang paling banyak di jual antara lain BMRI, ASII, BBRI, BUMI dan BBNI.

"Secara teknikal, setelah terkoreksi selama lima hari berturut-turut, IHSG tampak mulai menunjukkan sinyal reversal. Hal ini terlihat dari candlestick IHSG yang membentuk pola spinning top di area garis lower bollinger band sementara indicator RSI sudah mulai bergerak reversal dan stochastic masih bergerak downtrend namun sudah mulai memasuki area oversold," papar Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia memprediksi, pada perdagangan hari ini (15/9), IHSG diperkirakan berpotensi rebound dan akan bergerak pada kisaran 3.733-3.821 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BBRI, MYOR dan BBCA.

Krisis Eropa Mulai Teratasi Picu Wall Street Reli

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup naik 1% pada perdagangan saham Rabu (14/9) setelah pimpinan Eropa menunjukkan usaha baru untuk mengatasi krisis utang Eropa.

Indeks Dow Jones naik 140,88 poin atau 1,27% ke level 11.246,73. Indeks S&P 500 naik 15,81 poin atau 1,35% ke level 1.188,68. Indeks Nasdaq naik 40,40 poin atau 1,60% ke level 2.572,55.

Juru bicara Jerman menyatakan, pimpinan Jerman dan Perancis telah melakukan konfrensi call dengan Yunani untuk mereformasi semua sektor keuangan agar lebih ketat dan efektif. Yunani mengharapkan pembuat kebijakan untuk melaporkan Athena perlu menerima bantu dan memenuhi target agar terhindar dari gagal bayar.

Selain itu, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi juga memenangkan kepercayaan dalam pemilihan untuk Itali.

Krisis Eropa dikhawatirkan akan menuju resesi dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Saham seperti General Electirc dan saham sektor industri mencatatkan performa baik. "Apa yang kita lihat hedge fund global mulai berbalik arah untuk investasi dari dolar AS menuju euro dan saham global," ujar Fred Dickson, Chief Market Strategist DA Davidson and Co seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Langkah pimpinan Eropa diikuti oleh US Treasury Secretary Timothy Geithner untuk bertindak menyelesaikan krisis utang Eropa. Geithner mengatakan,pihaknya memiliki kapasitas ekonomi dan uang untuk melakukan hal serupa. Geithner akan menghadiri pertemuan informal Menteri Keuangan zona Eropa pada Jumat ini.

Saham Conglomerate GE ditutup naik 2,5% ke level US$15,79. Saham teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi. Saham Nvidia Corp naik 5,2% ke level US$15,28. Sementara saham SanDisk Corp naik 4,2% ke level US$42,66. Saham Dell Inc naik 3,3% ke level US$14,86 setelah direksi menyetujui penambahan buyback saham sebesar US$5 miliar. [hid]

Sinyal Quantitative Easing AS, Rupiah Siap Rebound

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah dan IHSG kompak melemah. Pasar masih melihat risiko sistemik pada krisis utang Eropa. Pasar mencemaskan downgrade perbankan di negara-negara yang memiliki eksposur ke Yunani.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah kembali melemah terutama nilai tukar antar bank. Pasalnya, pasar melihat risiko sistemik dari krisis utang Eropa ke sektor perbankan.

"Karena itu, rupiah mencapai level terlemahnya 8.790 setelah mencapai level terkuat 8.730 sekaligus level pembukaan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (15/9). Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (15/9) ditutup melemah 45 poin (0,51%) ke level 8.760/8.780 per dolar AS dari posisi kemarin 8.715/8.725.

Kondisi itu, lanjut Christian, membuat situasi pasar masih fluktuatif. Pasar masih menunggu perkembangan solusi krisis keuangan di Eropa. "Down grade perbankan dan kecemasan negara-negara Uni Eropa yang memiliki eksposur ke Yunani juga sebenarnya masih memicu pelemahan rupiah," paparnya.

Memang di sisi lain, lanjutnya, dolar AS kembali melemah setelah munculnya minat atas aset-aseat berisiko (risk appetite) akibat pembuat kebijakan Uni Eropa mengambil langkah yang masih tentatif untuk mengatasi krisis utang Eropa.

"Perancis dan Jerman mengeluarkan pernyataan bahwa mereka menginginkan Yunani tetap tergabung dalam Uni Eropa dan mendukung penyelesaikan krisis utang negeri Para Dewa itu," ucapnya. Sementara itu, soal eurobonds pasar masih menunggu pengajuan proposal yang di-review. "Hingga saat ini belum jelas pengaruhnya ke pasar uang," ungkap dia.

Alhasil, dolar AS hanya melemah tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun 0,06% ke level 76,82 dari sebelumnya 76,88. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3766 dari sebelumnya US$1,3741 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup turun 27,71 poin (0,73%) ke level 3.771,33. Karena itu menurutnya, posisi terakhir dari IHSG, sebenarnya masih cukup bagus. Sebab, indeks masih mampu ditutup di atas level psikologis 3.750.

Bahkan, lanjut dia, beruntung IHSG masih bisa ditutup di atas 3.761. Akan tetapi, kalau melihat posisi indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam sudah menguji resisten di 11.200-11.300. “Karena itu, next move dari DJI adalah menguji kisaran suport 10.500-10.800,” paparnya.

Dalam situasi ini, pasar lebih baik menunggu signal bullish. Menunggu tembus resistance. “Indeks regional masih belum bullish ini. Kecuali kalau DJI tiba-tiba nanti malam bisa ditutup di atas 11.500-11.550. Itu baru indeks DJI mengakhiri trend naik jangka menengahnya,” ungkap dia. [mdr]

Jaga pertumbuhan, AALI masuk perkebunan tebu

Jaga pertumbuhan, AALI masuk perkebunan tebu
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus merosot. Mengutip Bloomberg, kontrak harga CPO untuk November 2011 di pasar Malaysia Derivative Exchange sebesar US$ 987 per ton. Posisi ini lebih rendah 22,5% dibandingkan harga CPO di awal 2011 sebesar US$ 1.210.

Meski begitu, analis melihat kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tidak akan terpukul oleh kondisi ini. Willy Gunawan, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, melihat harga jual rata-rata (ASP) CPO AALI masih stabil. "AALI diuntungkan dengan kenaikan tahunan harga CPO 20%," kata dia, kemarin (15/9).

Dalam catatan Willy, ASP pada kuartal II-2011 sebesar Rp 8.013 per kilogram (kg) alias turun tipis 3,2% dari kuartal I-2011. Namun, dibandingkan ASP pada semester I-2010, harga tahun ini masih lebih tinggi 21,6%.

Willy menilai volume produksi AALI juga tidak kendur. Lahan yang ditanami pada tahun 2006-2007 dan ditopang cuaca yang baik, kini sudah mulai menghasilkan.

Sheila Yovita, Analis Onix Capital, menilai, penurunan harga CPO saat ini masih wajar. Menurut dia, harga konservatif saat ini memang berada di kisaran US$ 1.000 per ton. "Dengan kisaran harga ini, AALI bisa menjaga kestabilan kinerjanya," imbuhnya.

Sheila mengitung, AALI bisa mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 22,87% tahun ini menjadi Rp 10,87 triliun. Sedangkan laba bersih diproyeksikan tumbuh 31,53%.

Selain produksi AALI yang terus meningkat, menurut analis Ciptadana Securities Fadil Kencana, permintaan yang tetap tinggi di sisa tahun ini akan menjaga harga CPO.

Lahan terbatas

Sementara keterbatasan landbank akan mendorong AALI mengakuisisi lahan baru. Maklum, dari total lahan seluas 221.356 hektare (ha), total lahan tertanamnya sudah 207.444 ha atau sekitar 93%.

Yang terbaru, AALI mencari lahan di Sulawesi dan Papua. Mereka akan mengakuisisi lahan di Papua seluas 20.000 ha untuk kebun tebu.

Sheila dan Willy menilai kemampuan dan pengalaman AALI memungkinkan untuk berekspansi lebih jauh di industri perkebunan. Willy melihat persaingan bisnis tebu tidak besar sehingga menguntungkan AALI. Namun, margin olahan tebu yaitu gula tidak terlalu besar, sehingga kurang memberikan keuntungan.

Untuk menanam tebu, memang perlu lahan lebih luas dibandingkan CPO atau karet. Tapi, menurut Willy, regenerasi tebu lebih cepat sehingga memungkinkan pertumbuhan pendapatan makin melaju.

Sheila menilai pertumbuhan AALI sangat tergantung pada akuisisi lahan. Rencana perusahaan akan berlarut-larut kalau niat mengakuisisi lahan baru menemui hambatan.

Sedangkan diversifikasi kebun tebu belum akan berdampak dalam jangka waktu dekat. Bahkan, lahan baru yang diakuisisi nantinya juga dipertimbangkan untuk CPO. Sheila melihat, lahan baru yang diakuisisi AALI nantinya bisa digunakan juga untuk kebun CPO.

Melihat pada niat AALI untuk ekspansi yang masih rencana, Sheila menilai AALI masih akan tetap fokus pada bisnis CPO. Sheila memberikan rekomendasi hold untuk saham ini dengan target harga wajar AALI Rp 24.350 per saham. Harga wajar AALI hitungan Fadil adalah Rp 25.400 per saham.

Willy memberi rekomendasi buy dengan harga wajar Rp 29.513 karena menilai kinerja AALI kuat. Kemarin, harga AALI tidak berubah dibanding hari sebelumnya Rp 21.800 per saham.

Bisnis ADMG tidak terganggu rencana GJTL lepas saham

JAKARTA. PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) memastikan kinerja keuangannya tidak akan terganggu pasca penjualan saham oleh salah satu pemegang saham mayoritasnya, yaitu PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Sebab, hubungan bisnis antara kedua emiten ini akan tetap berlanjut setelah penjualan saham.

ADMG akan tetap menjual hasil produksinya ke GJTL. "Kami akan tetap menjadi pemasok Gajah Tunggal, meski mereka tidak lagi memiliki saham Polychem," tutur Richard I. Tusardi, Sekretaris Perusahaan ADMG, kepada KONTAN, Rabu (15/9). ADMG antara lain akan memasok benang ban dan polyester.

Asal tahu saja, penjualan ke GJTL memiliki kontribusi cukup besar di kinerja keuangan ADMG. Di semester satu 2011, nilai penjualan produsen benang ban ini ke Gajah Tunggal mencapai Rp 429,6 miliar. Jumlah ini sekitar 16,69% dari total penjualan ADMG di periode tersebut. Karena itu, ADMG juga tetap yakin target pertumbuhan perusahaan tetap akan tercapai.

Richard mengakui selama ini GJTL memang menjadi salah satu pasar andalan bagi produk ADMG. Meski begitu, perseroan ini menegaskan tidak pernah mengutamakan emiten ban tersebut. "Kami memperlakukan Gajah Tunggal seperti konsumen lainnya," tegas Richard.

Setelah aksi pelepasan saham itu, ADMG akan mencari konsumen besar selain GJTL. Tapi kapasitas produksi ADMG saat ini belum memungkinkan mereka buat memenuhi kebutuhan yang lebih besar. "Untuk memasok Gajah Tunggal saja kami masih kurang," papar Richard.

Sedikit kilas balik, GJTL berniat melepas 25%-26% saham ADMG tahun depan karena ingin fokus pada bisnis inti. Nilai saham yang dijual diperkirakan US$ 80 juta.

Rencana bank sentral dunia atas Eropa mendorong harga minyak pagi ini

Rencana bank sentral dunia atas Eropa mendorong harga minyak pagi ini
MELBOURNE. Kontrak harga minyak dunia kembali menanjak naik di New York. Itu artinya, reli harga minyak sudah terjadi dalam empat pekan berturut-turut.

Pada pukul 08.58 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober berada di posisi US$ 89,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, kontrak tersebut naik 49 sen menjadi US$ 89,50 per barel. Dengan demikian, sepanjang pekan ini, harga minyak sudah naik 2,3% dan 20% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober, yang habis masa berlakunya kemarin, naik 2,6% menjadi US$ 115,34 di ICE Futures Europe Exchange.

Salah satu sentimen yang mendorong kenaikan harga minyak adalah rencana bank sentral dunia untuk menggelontorkan pinjaman dalam mata uang dollar kepada perbankan Eropa. Langkah tersebut disinyalir mampu menahan penyebaran krisis utang Eropa serta menyokong pertumbuhan ekonomi global.

"Berita mengenai rencana penggelontoran pinjaman kepada perbankan Eropa meredakan kecemasan akan perlambatan ekonomi global," jelas John Peters, senior economist Commonwealth Bank of Australia.

CPO dari SMART Dibeli Nestle

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT SMART Tbk (SMART) meraih kontrak pembelian minyak sawit dari Nestle.

Demikian mengutip dari keterangan resmi perseroan, kemarin. Pada bulan Mei 2010 lalu, Nestl, bersama LSM internasional The Forest Trust (TFT) mengumumkan Responsible Sourcing Guidelines (RSG) yaitu seperangkat persyaratan penting untuk memandu proses pengadaan Nestl dan memastikan kepatuhan pada Nestl Supplier Code (peraturan pengadaan Nestl).

Direktur Utama SMAR, Daud Dharsono mengatakan permintaan ini merupakan sebagai pengakuan terhadap komitmen perseroan terhadap kelestarian yang berkesinambungan dan upaya mencari solusi untuk memproduksi minyak sawit yang lestari dan bertanggung jawab baik secara sosial maupun lingkungan secara terus menerus.

"Kami menyambut baik keputusan Nestle yang merupakan pengakuan terhadap upaya kelestarian perseroan,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, hal ini juga merupakan tonggak penting dalam perjalanan perseroan menuju produksi minyak sawit yang lestari secara berkelanjutan.

IHSG Terkoreksi, Ada Peluang di Saham Unggulan

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham domestik pada Jumat (16/9) diperkirakan akan tertekan. Namun, saham-saham unggulan yang sudah terkoreksi, masih menarik untuk diakumulasi.

Pengamat pasar modal Edwin Sebayang mengatakan, panik di pasar hari ini masih akan berlanjut, karena tekanan rupiah belum selesai. “Situasi ini diperkirakan berlangsung hingga pekan depan, didukung faktor eksternal dan internal,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pekan depan akan ada Quantitative Easing yang akan menyebabkan supply dolar AS meningkat di pasar uang global dan rupiah kembali rebound. Sementara pasar obligasi domestik yang juga mengalami tekanan, dinetralisir dengan intervensi Pemerintah melalui supply SUN ke pasar.

“Intervensi di pasar uang, melalui instrumen moneter dan pasar obligasi akan meredakan tekanan jual di pasar saham. Apalagi indikator teknikal sudah menunjukkan posisi oversold,” katanya.

Edwin menuturkan, rupiah terkena imbas penjualan NDF rupiah di pasar offshore, untuk covershort dolar AS. Hal ini dipicu penguatan dolar AS atas semua mata uang utama, karena peralihan ke safe haven semakin intens dilakukan pemodal. “Terlihat dari terus turunnya yield obligasi pemerintah AS ke titik terendah baru,” paparnya.

Sementara itu, tekanan jual di pasar obligasi terlihat dari naiknya yield obligasi RI bertenor 10 tahun ke level 7,2%. Intervensi bukan hanya dilakukan di pasar SUN tapi juga di pasar uang , Pelebaran band FASBI rate membuka peluang turunnya JIBOR rate, sehingga bank bisa memanfaatkan pasar uang antar bank untuk mencari likuiditas, mengingat PUAB dalam negeri masih belum mengalami situasi kering likuiditas.

Di tengah situasi ini, Edwin menyarankan investor untuk melakukan aksi beli atas saham-saham seperti Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Jasa Marga (JSMR), Bank Mandiri (BMRI) dan INdocement (INTP).

Pada perdagangan Kamis (15/9), Indeks Harga Shaam Gabungan (IHSG) ditutup 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334, dengan intraday terendah di 3.710,09 dan tertinggi di 3.829,37. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,067 miliar lembar saham, senilai Rp 5,274 triliun dan frekuensi 136.646 kali.

Sebanyak 76 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 103 saham stagnan. Derasnya aliran dana asing yang keluar, ikut menekan IHSG. Asing mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,379 triliun. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,711 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,332 triliun. [mdr]

Bursa Global Serempak Menguat, IHSG Siap Mengikuti

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah 24 poin akibat masih tingginya tekanan jual. Saham-saham unggulan masih mengalami koreksi meski sebagian bursa regional sudah menguat.

Pada perdagangan, Kamis (15/9/2011), IHSG ditutup terpangkas 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334. Indeks LQ 45 ditutup naik 5,176 poin (0,78%) ke level 659,758.

Posisi IHSG yang sudah oversold, membuka peluang untuk technical rebound, apalagi bursa-bursa utama dunia sudah menguat signifikan. IHSG pada perdagangna Jumat (16/9/2011) akhir pekan ini diprediksi bergerak di teritori positif.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat perkembangan positif dari penanganan krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari rencana Bank Sentral Eropa (European Central Bank) yang berkoordinasi dengan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa.

Pada perdagangan Kamis (16/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 186,18 poin (1,66%) ke level 11.433,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 20,43 poin (1,72%) ke level 1.209,11 dan Nasdaq menguat 34,52 poin (1,34%) ke level 2.607,07.

Bursa-bursa Asia langsung ikut menguat lebih dari 1%. Berikut pergerakan bura Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 naik 119,08 poin (1,37%) ke level 8.787,94.
  • Indeks KOSPI naik 38,61 poin (2,18%) ke level 1.812,69.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Meski sempat menguat, akhirnya IHSG ditutup kembali di area negatif menyusul profit taking yang dilakukan oleh investor. Gejolak nilai tukar rupiah sehari sebelumnya menyebabkan kekhawatiran akan adanya sinyal berlanjutnya aliran dana asing keluar (capital outflow). Kami perkirakan hari ini indeks masih akan bergerak volatile. Meski demikian kami melihat peluang buy on weakness pada saham yang telah memasuki area oversold. Kisaran support-resistance : 3.700-3.812.

Kresna Securities:

Meredanya tekanan di bursa global membuat tekanan di IHSG berkurang meskipun ditutup di bawah support kunci 3.786. Dengan demikiam, pergerakan IHSG masih rawan tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.680-3830 dengan support jangka panjang di 3.609

eTrading Securities:

IHSG pada Kamis (15/9) bergerak anomali ditengah naiknya sejumlah bursa regional lainnya dan ditutup turun 25 point (-0.65%) ke level 3,774.33. Hampir seluruh sektor mangalami penurunan kecuali infrastructure (+1.11%) dan finance (+0.13%) dengan total transaksi tercatat sebanyak 8 juta lot atau setara dengan Rp 5.3 triliun. Tercatat sebanyak 74 saham mengalami kenaikan, 134 saham mengalami penurunan, 99 saham tidak mengalami perubahan dan 146 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. TLKM, BBRI, EXCL, BBCA dan SCMA sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, GGRM, UNVR, BDMN dan BMRI. Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp1.4 triliun dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. BMRI, ASII, BBRI, BUMI dan BBNI.

Secara teknikal, setelah terkoreksi selama 5 hari berturut-turut tampak IHSG mulai menunjukkan sinyar reversal hal ini terlihat dari Candlestick IHSG membentuk pola Spinning Top di area garis lower Bollinger Band sementara indicator RSI sudah mulai bergerak reversal dan stochastic masih bergerak downtrend namun sudah mulai memasuki area oversold. Pada perdagangan hari ini (15/9), IHSG diperkirakan berpotensi rebound dan akan bergerak pada range 3733-3821. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l BBRI, MYOR, dan BBCA.

(qom/qom)

Di New York, harga emas melorot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir

Di New York, harga emas melorot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir
NEW YORK. Kemarin malam, kontrak harga emas dunia melorot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir. Asal tahu saja, pada transaksi perdagangan Comex, kontrak futures harga emas untuk pengantaran Desember turun 2,5% menjadi US$ 1.781,40 per troy ounce pada pukul 13.56 waktu New York. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat menyentuh level US$ 1.775, level terendah sejak 26 Agustus lalu.

Penurunan harga emas terjadi seiring optimisme investor bahwa perbankan Eropa akan memiliki dana tunai yang cukup hingga akhir tahun mendatang. Hal itu mampu meredakan kecemasan akan krisis utang Eropa yang disinyalir semakin memburuk.

Kemarin, Bank Sentral Eropa menyatakan sudah berkoordinasi dengan bank-bank sentral internasional untuk meminjamkan dollar ke perbankan Eropa dengan tujuan menghambat penyebaran krisis utang. Sebelumnya, Prancis dan Jerman juga sudah memberikan jaminan kepada Yunani. Sementara, China mengindikasian kesediannya untuk membeli obligasi berbasis euro.

"Jaminan dari Jerman dan Prancis menjadi katalis utama penurunan harga emas. China juga memiliki solusi untuk memecahkan masalah Yunani dalam jangka pendek," kata James Cordier, founder Optionsellers.com di Florida.

Catatan saja, sepanjang tahun ini, harga emas sudah melonjak sebesar 25%. Rekor tertinggi harga emas tertoreh di level US$ 1.923,70 per troy ounce pada 6 September lalu.

Krisis Eropa Diserap, BUMI Menarik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Meski Kamis (16/9) ini berpeluang terkoreksi tipis akibat net sell asing, saham BUMI sangat menarik. Sebab, krisis Eropa sudah diserap pasar, sehingga harga komoditas naik. Long term buy!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, saham PT Bumi Resources (BUMI) berpeluang mengalami tekanan jual hari ini, akibat net sell asing yang terjadi di market secara umum. Tapi, peluang pelemahan terbatas.

Menurutnya, saham sejuta umat ini sangat menarik saat ini seiring harga minyak yang kembali naik mendekati level US$90 per barel. Harga batu bara pun naik ke US$124,32 per metrik ton akibat krisis Eropa yang sudah diserap (di-absorb) oleh pasar. “Saya rekomendasikan long term buy. Hingga akhir 2011, target harganya di level Rp3.400-3.700 per saham,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,95%) ke level Rp2.600 dari posisi sebelumnya Rp2.625. Harga intraday tertingginya di level Rp2.650 dan terlemahnya Rp2.550. Volume transaksi mencapai 76,8 juta unit saham senilai Rp198,5 miliar dan frekuensi 2.595 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah turun dua hari terakhir, apakah saham BUMI ada peluang naik akhir pekan ini?
Masih bepotensi melemah tapi tipis. Pelemahan ini terutama akibat imbas negatif dari faktor market yang sedang dalam tekanan jual. Sebab, asing saat ini berada dalam posisi net sell. Hal ini dilakukan asing untuk average down. Artinya, pada saat bursa saham global melemah, mereka kembali ke negara masing-masing untuk membeli saham-saham yang sudah murah di negaranya. Karena itu, sebagian dana mereka keluar dulu dari Indonesia.

Karena net sell asing itu, Irwan kembali menambahkan, dalam dua pekan terakhir terjadi capital outflow hingga Rp14 triliun dari pasar saham, obligasi dan pasar uang. Pekan lalu saja, capital outflow terjadi sebesar Rp7 triliun dari bursa saham.

Kalau begitu, hinggal level berapa peluang pelemahan saham BUMI?
Peluang pelemahan saham BUMI sudah terbatas ke level support Rp2.550 dan Rp2.650 sebagai level resistance. Peluang plus dan minus Rp50.

Kalau begitu, apa menariknya saham BUMI?
Saham BUMI sangat menarik saat ini. Sebab, meski indeks melemah, harga minyak kembali naik mendekati level US$90 per barel. Saya perkirakan, harga minyak berpeluang kembali naik ke level US$97-100 per barel. Karena itu, harga batu bara juga sudah kembali naik lagi ke level US$124,32 per metrik ton dari pekan sebelumnya US$122,46 berdasarkan harga mingguan di Newcastle.

Anda punya proyeksi harga batu bara?
Batu bara punya peluang kembali ke level US$150 per metrik ton pada awal 2012.

Lantas, apa yang memicu kenaikan harga komoditas termasuk batu bara?
Kenaikan harga komoditas, dipicu oleh krisis utang di Eropa yang sudah di-absorb (diserap) oleh pasar sehingga mereka kembali fokus pada harga komoditas. Meskipun, secara ekonomi, Uni Eropa terutama Yunani, masih tetap krisis yang sebelumnya memicu anjloknya harga saham, minyak dan obligasi AS.

Setelah krisis Eropa difaktorkan pasar, harga komoditas naik termasuk minyak dan batu bara. Apalagi, dengan euro yang kembali menguat terhadap dolar AS. Dolar AS melemah, harga minyak dan batu bara bakal naik. Sebab, kedua komoditas ini berada dalam denominasi dolar AS. Dari sisi mata uangnya, investor juga beralih ke komoditas.

Kalau begitu, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saham BUMI menarik untuk long term. Saya rekomendasikan long term buy. Hingga akhir 2011, target harganya di level Rp3.400-3.700 per saham. [ast]

Wall Street reli setelah Bank Sentral Eropa menawarkan pinjaman ke perbankan

Wall Street reli setelah Bank Sentral Eropa menawarkan pinjaman ke perbankan
NEW YORK. Sudah empat hari terakhir, bursa AS ditutup reli. Pada pukul 16.00 waktu New York, kemarin, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,7% menjadi 1.209,11. Dengan demikian, dalam empat hari terakhir, kenaikan indeks S&P 500 sudah mencapai 4,8%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,7% menjadi 11.433,18.

Lonjakan atas Wall Street juga disokong oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar. Misalnya saja saham Bank of America Corp dan JPMorgan Chase & Co dengan kenaikan masing-masing lebih dari 3%. Selain itu, ada pula General Electric Co dan Chevron Corp yang naik 2%. Meski begitu, ada pula saham yang dilanda aksi jual. Salah satunya Netflix Inc yang terjun bebas 19% setelah perusahaan jasa penyewaan film secara online ini memangkas prediksi jumlah pengaksesnya.

Reli atas saham bursa AS terjadi setelah Bank Sentral Eropa dan bank sentral internasional berkoordinasi untuk menggelontorkan pinjaman dalam mata uang dollar ke perbankan Eropa untuk mencegah penyebaran krisis utang. Sentimen ini mampu menghapus sentimen negatif berupa kecemasan investor atas tingkat pengangguran AS yang kian memburuk.

"Aksi koordinasi antar bank sentral dunia sangat penting. Mereka secara sukarela mau menggelontorkan likuiditas ke bank-bank Eropa. Boleh jadi, hal ini merupakan sinyal the Fed akan menambah likuiditasnya ke sistem finansial," papar Brian Jacobsen, chief portfolio strategist Wells Fargo Funds Management.

Sekadar tambahan informasi, Bank Sentral Eropa mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan the Fed, the Bank of England, the Bank of Japan, dan the Swiss National Bank untuk memperpanjang pinjaman berjangkawaktu tiga bulan ke bank-bank Eropa. Langkah ini ditujukan agar perbankan Eropa memiliki dana tunai yang cukup hingga akhir tahun nanti.

Pengumuman tersebut sekaligus menyokong optimisme investor yang sebelumnya meningkat setelah pimpinan Prancis dan Jerman memastikan akan terus mendukung Yunani.

Perkembangan Positif Krisis Eropa, Wall Street Menguat Lagi

New York - Perkembangan positif dari penanganan krisis di Eropa kembali mendorong penguatan di bursa Wall Street. Saham-saham kembali melanjutkan penguatannya selama 4 hari berturut-turut.

Sentimen positif datang dari rencana Bank Sentral Eropa (European Central Bank) yang berkoordinasi dengan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa.

Rencana ECB tersebut memberi harapan sektor-sektor finansial bisa terselamatkan dari kejatuhan. Saham-saham sektor finansial pun langsung ikut menguat.

Pada perdagangan Kamis (16/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 186,18 poin (1,66%) ke level 11.433,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 20,43 poin (1,72%) ke level 1.209,11 dan Nasdaq menguat 34,52 poin (1,34%) ke level 2.607,07.

Saham Bank of America langsung menguat 4% menjadi US$ 7,33, dan indeks finasial S&P menguat 2,6%. Demikian pula sektor industri ikut menguat dengan indeks industri S&P naik 1,9%, saham General Electric naik 2,8%.

"Garis dasarnya adalah Uni Eropa dan IMF dan negara-negara industri yang mencoba meyakinkan pasar bahwa Eropa disini untuk bertahan, daratan Eropa tidak akan mengalami disintegrasi dan Yunani mungkin akan terhindar dari gagal bayar," ujar Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/9/2011).

Kekhawatiran terjadinya gagal bayar Yunani telah menghantui pasar saham dalam beberapa pekan terakhir. Langkah bank sentral di Eropa tersebut merupakan tanda terakhir selama pekan ini dari para pemimpin ekonomi dan politik Eropa bahwa mereka menegaskan komitmennya untuk mengatasi krisis.

Perdagangan berjalan moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,5 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,6 miliar lembar saham.

(qom/qom)